← Daftar isi 1 dan 2 Tawarikh · bab 10/13

TAMBAHAN UNTUK SEJARAH RAJA-RAJA YEHUDA (3)

Pembacaan Alkitab:

2Taw. 29:3—32:8; 33:11-17; 34:3-7; 36:20b-23

Kitab 1 dan 2Tawarikh adalah tambahan untuk kitab-kitab sejarah lainnya dalam

Dalam berita sebelumnya kita membahas sembilan raja Yehuda yang adalah contoh sehubungan dengan kenikmatan tanah permai Allah, yang adalah lambang Kristus yang almuhit. Dalam berita ini kita akan memperhatikan tiga raja lagi.

X. HIZKIA

Dalam 29:3–32:8 kita memiliki catatan pemerintahan Hizkia. Dia adalah raja yang terbaik. Tetapi bahkan dengan Hizkia ada cacat yang tersembunyi. Cacat ini tidak disebutkan dalam 2Tawarikh, tetapi diungkapkan dalam 2Raja-raja dan Yesaya.

A. Memulihkan Rumah TUHAN

Hizkia memulihkan rumah TUHAN dan menyingkirkan kecemaran (hal-hal yang berhubungan dengan penyembahan berhala) dari tempat kudus (29:3-36). Ini adalah hal yang besar. Rumah Allah, bait Allah, adalah tempat untuk umat pilihan-Nya menyembah Dia. Tetapi sebelum Hizkia masuk ke dalam pemerintahan-Nya, orang Israel meletakkan berhala ke dalam bait, dan dalam ayat 5 berhala-berhala ini disebut ‘‘kecemaran.’’

1. Memerintahkan Orang-orang Lewi dan Para Imam untuk Menguduskan Rumah TUHAN

Hizkia memerintahkan orang Lewi dan para imam untuk menguduskan rumah TUHAN (ay. 4-11). Perintahnya menunjukkan bahwa setelah penghancuran bait, para imam dan orang Lewi tinggal dengan tidak melakukan apa-apa. Hizkia memerintahkan mereka menyingkirkan dari mata Allah yang kudus semua berhala, semua hal yang cemar. Dalam ayat 11 dia berkata kepada mereka, ‘‘Anak-anakku, sekarang janganlah kamu lengah, karena kamu telah dipilih TUHAN berdiri di hadapan-Nya untuk menlayani Dia, untuk menyelenggarakan kebaktian dan membakar korban bagi-Nya.’’

2. Orang-orang Lewi dan Para Imam Melakukannya Menurut Perintah Hizkia

Orang Lewi dan para imam mengerjakan penjahiran bait menurut perintah Hizkia (ay. 12-19).

3. Hizkia dan Para Tua-tua Kota Menyembah Allah di Rumah TUHAN

Hizkia dan para pemimpin kota menyembah di rumah TUHAN (ay. 20-30). Ini menunjukkan bahwa bait Allah telah ditinggalkan untuk berhala dan di dalamnya tidak ada penyembahan untuk Allah. Hizkia memimpin dengan para pemimpin kota untuk menyembah Allah di rumah TUHAN. Sebagai tambahan, mereka mempersembahkan kurban bakaran dan kurban penghapus dosa kepada Allah dengan memuji Allah dengan alat-alat musik yang dibuat Daud dan dengan perkataan Daud dan Asaf.

Kurban bakaran adalah untuk kepuasan Allah, dan kurban penghapus dosa adalah untuk mengampuni dosa-dosanya.

4. Memerintahkan untuk Mengumpulkan Rakyat untuk Mempersembahkan Kurban Persembahan dan Kurban Puji-pujian kepada Allah

Hizkia memerintahkan untuk mengumpulkan rakyat untuk mempersembahkan kurban sembelihan dan kurban syukur kepada Allah, dan banyak orang yang melakukannya dengan sukacita atas apa yang Allah telah siapkan untuk mereka (ay. 31-36). Ini adalah pemulihan besar, kebangunan besar.

B. Memulihkan Perayaan Paskah

Dalam 30:1–31:1 kita nampak bahwa Hizkia memulihkan Paskah. Paskah telah hilang, dan rakyat tidak lagi merayakannya, tetapi Hizkia memulihkannya.

1. Kemerosotan Bangsa Israel Telah Lama Tidak Merayakan Paskah

Kemerosotan Israel The degraded children of Israel tidak merayakan paskah sejangka waktu lamanya seperti yang dinyatakan dalam tulisan Musa (30:5b).

2. Hizkia Memulihkan Perayaan Paskah melalui Mengirim Surat ke Lesuruh Israel dan Yehuda

Hizkia memulihkan Paskah dengan mengirim surat kepada seluruh Israel dan Yehuda memberi tahu mereka untuk datang ke Yerusalem untuk mereayakan Paskah TUHAN (ay. 1-12).

a. Mencoba Memelihara Keesaan Seluruh Umat Allah

Dia mengirim surat bukan saja kepada penduduk Yehuda tetapi ke seluruh penduduk Israel supaya menjaga keesaan seluruh umat pilihan Allah (ay. 1a, 6a). Melalui waktu itu umat pilihan Allah telah terpisah. Hizkia mencoba untuk menyatukan mereka dengan mengundang mereka semua merayakan Paskah.

b. Meminta Semua Penduduk Israel dan Yehuda Datang ke Yerusalem Dimana Rumah Allah Berada

Hizkia meminta seluruh penduduk Yehuda datang ke Yerusalem di mana rumah Allah ada untuk merayakan Paskah supaya mengingatkan mereka menjaga tumpuan yang unik untuk menyembah Allah di antara semua orang Israel (ay. 1b; cf. Ul. 12:5, 11, 13-14). Dia menyadari bahwa menjaga tumpaun keesaan menyenangkan hati Allah.

c. Banyak Orang dari Asyer, Manasye, dan Zebulon Merendahkan Dirinya dan Datang ke Yerusalem

Orang pemecah belas dari Efraim dan Manasye dan samia ke Zebulon menertawakan pelari yang menyampaikan surat untuk mencemooh dan mengolok-olok mereka, tetapi beberapa orang dari Asyer, Manasye, and Zebulon merendahkan diri dan datang ke Yerusalam (2Taw. 30:10-11). Ini adalah lambang situasi hari ini. Jika kita mengundang beberapa orang denominasi untuk datang menyembah Allah pada tumpuan gereja, mereka tahu bahwa ini benar, tetapi mereka tidak merendahkan diri dan datang pada tumpuan yang tepat, sebab ini menyebabkan mereka kehilangan muka.

d. Tangan Allah ada di atas Penduduk Yehuda

Selain itu, tangan Allah ada di atas penduduk Yehuda, memberi mereka satu hati untuk melakukan perintah Hizkia dan para pemimpin sesuai firman TUHAN (ay. 12). Mereka mendengarkan Hizkia dan para pemimpin, dan kemudian mereka bertindak sesuai firman Allah, menurut wahyu Allah.

3. Perhimpunan Sangat Besar Berkumpul di Yerusalem untuk Merayakan Perayaan Roti tidak Beragi

Perhimpunan sangat besar berkumpul di Yerusalem untuk mereyakan Roti Tidak Beragi pada bulan kedua (ay. 13-22). Roti Tidak Beragi, yang berlangsung tujuh hari, adalah kelanjutan Paskah, yang berlangsung satu hari.

a. Menyingkirkan Mezbah-mezbah Berhala di Yerusalem

Mereka menyingkirkan mezbah-mezbah berhala yang ada di Yerusalem dan mereka menyingkirkan semua mezbah ukupan dan dibuang ke lembah Kidron (ay. 14). Setiap tempat di Yerusalem mezbah-mezbah telah dibangun untuk berhala, tetapi Hizkia dan mereka yang berkumpul di Yerusalem merayakan Roti Tidak Beragi mentahirkan mereka.

b. Para Imam, Orang-orang Lewi, dan Rakyat Menguduskan Mereka Sendiri untuk Allah

Para imam, orang Lewi dan bangsa itu menguduskan dirinya untuk Allah (ay. 15-17). Para imam dan orang Lewi membawa kurban bakaran ke rumah TUHAN, dan orang Lewi mempersembahkan untuk mereka yang tidak tahir, menguduskan mereka untuk TUHAN.

c. Hizkia Berdoa untuk Banyak Orang dari Efraim, Manasye, Isakhar, dan Zebulon

Hizkia berdoa untuk banyak orang dari Efraim, Manasye, Iskhar, dan Zebulon yang maka Paskah namun tidak mentahirkan dirinya. Allah mendengar doa Hizkia dan menyembuhkan bangsa itu (ay. 18-20; cf. 1Kor. 11:30-31). Banyak orang yang makan Paskah tidak mentahirkan dirinya, dan mereka mengalami sakit akibatnya. Ini juga satu lambang. Sekali lagi kita nampak bahwa rincian tertentu dari ekonomi Perjanjian Baru dengan jelas digambarkan dalam lambang Perjanjian Lama.

d. Bangsa Israel di Yerusalem Merayakan Perayaan Roti Tidak Beragi dengan Sukacita dan Pujian yang Besar

Bani Israel di Yerusalem merayakan hari Roti Tidak Beragi selama tujuh hari dengan sukacita dan pujian yang besar, dan mereka mengulanginya dengan sukaria selama tujuh hari yang lain (2Taw. 30:21-26). Dapatkah Anda menikmati meja Tuhan di Hari Tuhan lebih banyak lagi sehingga Anda mengadakan meja Tuhan di hari berikutnya? Betapa baik hal ini terjadi! Setelah bangsa itu mengulang hari Roti Tidak Beragi selama tujuh hari yang lain, pada imam dan orang Lewi memberkati bangsa itu, dan suara mereka didengar dan doanya sampai ke tempat kudus Allah, ke surga (ay. 27).

4. Seluruh Israel di Kota-kota Yehuda Pergi Meremukkan Tugu-tugu Asherim, dan Menghancurkan Bukit-bukit Pengorbanan dan Mezbah-mezbah

Ketika semua ini berakhir, seluruh Israel di kota-kota Yehuda pergi meremukkan tugu-tugu, menghancurkan Asherim, dan merobohkan bukit-bukit pengorbanan dan mezbah-mezbah di seluruh Yehuda, Benyamin, Efraim, and Manasye (31:1). Dala melakukan hal ini, Hizkia sesungguhnya menyenangkan Allah.

C. Menetapkan Pelayanan dari Para Imam dan Orang Lewi dalam Jabatannya

Dalam 31:2-21 Hizkia menetapkan pelayanan para imam dan orang Lewi secara teratur. Ini melambangkan Kristus, sebagai Kepala, mengatur pelayanan Allah dalam gereja.

1. Menunjuk Rombongan Para Imam dan Orang Lewi

Hizkia menunjuk rombongan para imam dan orang Lewi melalui rombongannya mempersembahkan kurban dan memuji di pintu-pintu gerbang bait TUHAN (ay. 2).

2. Menyumbangkan Bagian Kekayaannya untuk Kurban Bakaran

Hizkia menyumbang bagian kekayaannya untuk kurban bakaran dan kurban bakaran pada waktu pagi dan pada waktu petang, kurban bakaran pada hari Sabat dan bulan baru, dan pada hari-hari raya (ay. 3). Ini menunjukkan bahwa dia mempersembahkan dari kekeyaannya kepada Allah.

3. Memerintahkan Rakyat yang Tinggal di Yerusalem untuk Memberikan Bagian bagi Para Imam dan Orang Lewi

Hizkia memerintahkan rakyat yang tinggal di Yerusalem untuk memberikan bagian untuk para imam dan orang Lewi (ay. 4), dengan demikian menopang para imam dan orang Lewi menurut keperluan setiap hari. Ini menunjukkan bahwa sebelum samapi waktu itu, keperluan para imam dan orang Lewi diabaikan. Bani Israel memberikan kelimpahan untuk para imam dan orang Lewi membagikannya menurut rombongannya (ay. 5-19). Rakyat mengambil tanggung jawab untuk mendukung para imam dan orang Lewi.

4. Melakukan apa yang Baik, Benar, dan Setia di Hadapan TUHAN, Allahnya dengan Segenap Hatinya

Apa yang Hizkia lakukan dalam ayat 4 sampai 19 dia lakukan di seluruh Yehuda. Dia melakukan apa yang baik, benar, dan setia di hadapan TUHAN, Allahnya dengan segenap hatinya dan dia berhasil (ay. 20-21). Dia adalah seorang yang berhasil.

D. Membangun suatu Pertahanan terhadap Penyerangan Orang Asyur, Bersandar Allah, dan Mendorong Raknya untuk Melakukan Sesuatu

Hizkia membangun pertahanan terhadapa penyerangan orang Asyur (32:1-5). Dia bersandar dalam Allah dan mendorong rakyatnya mengerjakannya dengan berkata, ‘‘Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak daripada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah tangan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Allah kita, yang membantu kita dan melakukan peperangan kita’’ (ay. 6-8a). Di sini kita nampak iman Hizkia, bersandarnya kepada TUHAN. Di sini kita juga nampak bahwa rakyat mendapat kepercayaannya kembali melalui perkataan Hizkia raja Yehuda (ay. 8b).

Walaupun demikian, Hizkian bahkan tidak sempurna. Di sini dalam 2Tawarikh tidak disebutkan kekurangan Hizkia, tetapi di dalam dia ada sesuatu untuk kesukaan dan kedambaanya sendiri. Hal ini dengan jelas disingkapkan dalam 2Raja-raja 20:1-19 dan Yesaya 38 dan 39.

XI. MANASYE

Dalam 2Tawarikh 33:11-17 kita memiliki perkataan mengenai Manasye. Dia adalah anak Hizkia dan dia memerintah selama lima puluh lima tahun.

A. Diganjar oleh Allah

Manasye diganjar oleh TUHAN dan ditawan oleh orang Asyur dan dibawa ke Babel (ay. 11).

B. Memohon TUHAN, Allahnya dan Sangat Merendah Dirinya di Hadapan Allah Bapa Leluhurnya

Manasye memohon TUHAN, Allahnya dalam kesukarannya, merendahkan diri di hadapan Allah nenek moyangnya, dan berdoa kepada Dia. Allah mendengar permohonannya dan membawa dia kembali ke Yerusalem ke kerajaannya. Kemudian dia tahu bahwa TUHAN sesungguhnya adalah Allah (ay. 12-13). Dia mengenal hal ini melalui ganjaran Allah.

C. Mendirikan Tembok Kota Daud

Manasye mendirikan tembok kota Daud (Betlehem) adan menempatkan panglima-panglima perang di seluruh kota kubu di Yehuda (ay. 14).

D. Menyingkirkan Para Allah Asing dan Berhala dari Rumah TUHAN

Manasye menyingkirkan para allah asing dan berhala dari rumah TUHAN dan semua mezbah yang dia bangun di atas gunung rumah dan di Yerusalem dan membuangnya ke luar kota (ay. 15). Ini menunjukkan bahwa, memiliki pertobatan, dia menjahirkan semua kecemaran dari tempat kudus.

E. Membangun Kembali Mezbah TUHAN dan Mempersembahkan Kurban di atasnya

Manasye memulihkan mezbah TUHAN dan mempersembahkan di atasnya kurban pendamaian dan kurban ucapan syukur. Juga, dia memerintahkan Yehuda untuk melayani TUHAN, Allah Israel (ay. 16-17). Dari sini kita nampak bahwa sekalipun Manasye memiliki permulaan yang buruk, dia memiliki akhir yang baik.

XII. YOSIA

Dalam 34:3-7 ada perkataan mengenai Yosia cucu Manasye.

A. Mulai Mencari Allah Daud, Nenek Moyangnya

Pada tahun kedelapan pemerintahannya, ketika dia masih muda, Yosia mulai mencari Allah Daud, nenek moyangnya (ay. 3a). Dia masih berusia delapan tahun ketika menjadi raja, dan dalam tahun kedelapan pemerintahannya mulai mencari Allah. Ini menunjukkan bahwa manusia memiliki kapasitas untuk mengontaki Allah pada usia muda.

B. Memulai untuk Membersihkan Yehuda dan Yerusalem dari Bukit-bukit Pengorbanan, Tiang-tiang Berhala, Patung-patung Pahatan, dan Patung Tuangan

Pada tahun kedua belas Yosia mulai mentahirkan Yehuda dan Yerusalem dari bukit-bukit pengorbanan, tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan, dan patung-patung tuangan. Rakyat merobohkan mezbah-mezbah Baal di hadapannya, dan dia menghancurkan pedupaan-pedupaan dan tiang-tiang berhala, patung-patung pahatan, dan patung-patung tuangan dan menghamburkannya ke atas kuburan orang-orang yang mempersembahkan kurban kepada berhal-berhala itu. Kemudian dia membakar tulang-tulang para imam di atas mezbah-mezbah mereka (ay. 3b-5).

C. Merobohkan Mezbah-mezbah di Seluruh Negeri Israel

Yosia, yang adalah raja Yehuda satu-satunya, yang merobohkan mezbah-mezbah, meremukkan tiang-tiang berhala dan patung-patung pahatan, dan menghancurkan semua pedupaan di seluruh Israel (ay. 6-7).

XIII. LAMANYA PENAWANAN ISRAEL, DAN PERNYATAAN BEBAS MEREKA OLEH KORESY

Dua Tawarikh 36:20b-23 membicarakan lamanya pembuangan Israel dan titah pembebasnya oleh Koresy.

A. Bangsa Israel Menjadi Pelayan-pelayan Raja Babel Selama Tujuh Puluh Tahun

Bani Israel menjadi pelayan-pelayan raja babel selam tujuh puluh tahun, sampai pemerintahan kerajaan Persia, untuk menggenapkan firman TUHAN melalui mulut Yeremia (ay. 20b-21).

B. Koresy membuat Satu Titah untuk Kembalinya Israel ke Yerusalem untuk Membangun Bait Allah

Pada tahun pertama Koresy raja Persia, TUHAN menggerakkan roh Koresy raja Persia untuk membuat titah melalui seluruh kerajaannya untuk mengembalikan Israel ke Yerualem untuk membangun bait Allah (ay. 22-23; Ezra 1:1-3).