← Daftar isi Efesus (1) · bab 9/24

DIPENUHI KEPADA SELURUH KEPENUHAN ALLAH

Dalam 3:19 Rasul Paulus berkata, “Supaya kamu dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah” (Tl.). Ketika Kristus berumah di dalam hati kita, dan ketika kita penuh dengan kekuatan untuk memahami dimensi-dimensi Kristus bersama dengan semua orang kudus, dan mengenal kasih-Nya yang melampaui segala pengetahuan melalui pengalaman, kita akan dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah. Seluruh kepenuhan ini tinggal di dalam Kristus (Kol. 1:19; 2:9). Melalui penghunian-Nya, Kristus terus-menerus menyalurkan unsur Allah sendiri ke dalam diri kita. Kita dapat dipenuhi Allah hingga suatu ukuran yang sedemikian dan dapat mencapai standar yang sedemikian, bahkan kepada seluruh kepenuhan Allah. Dengan jalan inilah kita menggenapkan kehendak Allah, yaitu agar gereja menjadi ekspresi Allah.

Ketika kekayaan Allah berada dalam diri Allah sendiri, itu adalah kekayaan-Nya, tetapi ketika kekayaan Allah diekspresikan, kekayaan itu menjadi kepenuhan-Nya (Yoh. 1:16). Ketika kita membicarakan kepenuhan Allah, kita menyiratkan bahwa kekayaan segala apa adanya Allah telah menjadi ekspresi-Nya.

GEREJA TERSUSUN SECARA METABOLIS

Ketika kita masuk ke dalam lubuk Efesus 3:19, kita nampak bahwa kepenuhan Allah adalah gereja. Efesus 3 tidak membahas tentang organisasi gereja, atau pembentukan gereja, melainkan tentang susunan (konstitusi) gereja. Gereja tidak diorganisir atau dibentuk, melainkan disusun secara metabolis di dalam kita melalui pengalaman dan kenikmatan kita atas kekayaan Kristus. Agar gereja dapat tersusun secara riil, kita perlu dikuatkan ke dalam manusia batiniah kita. Kemudian Kristus harus berumah di dalam hati kita; Ia harus menduduki seluruh bagian manusia batiniah kita dan meresapinya dengan kekayaan-Nya. Lalu kita perlu berakar dan berdasar dalam kasih; berakar untuk bertumbuh, dan berdasar untuk dibangun. Seiring dengan ini, kita harus memahami dimensi-dimensi Kristus. Itu adalah mengalami Kristus dalam dimensi-dimensi universal-Nya secara horizontal dan vertikal. Bersamaan dengan itu, dalam pengalaman kita mengenal kasih Kristus yang melampaui pengetahuan. Sebagai hasil segala pengalaman ini, terakhir kita dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah. Karena itu, dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah ialah hasil atau akibat dari segala pengalaman kita atas Kristus yang lebih dalam, lebih tinggi, dan lebih kaya, yang terlukis dalam Efesus 3.

DEFINISI TERTINGGI DARI GEREJA

Definisi tertinggi dari gereja ialah gereja sebagai kepenuhan Allah. Mungkin ada orang merasa bingung mendengar keterangan semacam ini dan mungkin heran bagaimana pengakuan atau pernyataan ini dapat terwujud. Dalam ayat 21 Paulus berkata, “Bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus . . .” Berdasarkan konteksnya, gereja dalam ayat 21 adalah kepenuhan Allah dalam ayat 19. Ketika dalam pengalaman kita dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah, gereja ternyata secara riil. Pada saat inilah Paulus berkata, “Bagi Dialah kemuliaan di dalam gereja.” Kemuliaan ini adalah ekspresi Allah. Jadi, dalam kepenuhan Allah terdapat ekspresi Allah. Karena itu, kepenuhan Allah ada-lah gereja sebagai ekspresi Allah.

Ada yang menerjemahkan ayat 19 demikian: “Dipenuhi dengan seluruh kepenuhan Allah.” Menurut terjemahan ini, kepenuhan Allah merupakan unsur, esens, yang dengannya kita dipenuhi. Tetapi ini adalah satu pengertian yang keliru atas ayat ini. Di sini Paulus mengatakan bahwa kita akan dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah, yaitu kita akan dipenuhi untuk menjadi ekspresi Allah.

KEKAYAAN DAN KEPENUHAN

Kali pertama saya mengatakan perbedaan antara kekayaan Kristus dengan kepenuhan Kristus, ada beberapa orang mencoba mendebat saya dengan mengutip Yohanes 1:16 yang mengatakan, “Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah.” Kata mereka, “Yohanes 1:16 menyatakan bahwa dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima. Bukankah kepenuhan ini berarti kekayaaan Kristus? Bagaimana Anda dapat membedakan antara kekayaan Kristus dengan kepenuhan-Nya?” Ketika Kristus berada di bumi bersama murid-murid-Nya, dapatkah Anda mengatakan bahwa kekayaan Allah menyertai Dia, atau kepenuhan Allah menyertai Dia? Jika kekayaan yang menyertai Dia dan bukan kepenuhan, berarti ada suatu kekurangan; itu belum lengkap. Sebagai contoh, misalnya sebuah toples berisi beberapa buah permen yang enak. Toples itu kaya dengan permen, tetapi itu bukan kepenuhan. Namun, ketika toples itu penuh dengan permen, ia bukan hanya memiliki kekayaan, juga memiliki kepenuhan. Jika toples itu hanya diisi sebagian saja, toples itu tidak dapat menjadi ekspresi permen. Karena kepenuhan adalah ekspresi, tanpa kepenuhan tidak mungkin ada ekspresi. Hanya bila permen memenuhi toples itu barulah ada kepenuhan sebagai ekspresi kekayaan.

Ketika Tuhan Yesus datang, Ia tentu saja membawa segala kekayaan Allah. Namun pada-Nya tidak saja ada kekayaan Allah, juga ada kepenuhan Allah. Itulah sebabnya Yohanes 1:16 mengatakan bahwa kita semua telah menerima dari kepenuhan-Nya; tidak mengatakan menerima dari kekayaan-Nya. Jika Anda mengambil sebuah permen dari toples yang penuh dengan permen, Anda akan menerima permen, bukan dari kekayaan toples, melainkan dari kepenuhannya.

Kepenuhan ialah kelengkapan atau kesempurnaan kekayaan. Dalam bahasa aslinya, kata “kepenuhan” berarti penuh lengkap. Karena itu, tidaklah salah kalau menerjemahkan kata ini sebagai “kelengkapan”. Kata “dari” dalam Yohanes 1:16 dalam bahasa aslinya berarti “keluar dari” atau “berasal dari”. Jadi, dari kepenuhan Kristus, yakni kelengkapan seluruh kekayaan Allah, kita semua telah terima.

Saya sering menikmati segelas minuman protein (kaldu) sebelum mengaso di malam hari, dan saya suka gelas yang penuh. Ketika saya memimum dari gelas yang penuh itu, saya mengambil bagian dalam kepenuhan minuman kaldu tersebut di dalam gelas. Ketika Kristus datang, Ia tidak datang hanya dipenuhi kekayaan Allah sebagian saja. Sebaliknya, Ia dipenuhi sampai penuh sekali. Kepenuhan, kelengkapan apa adanya Allah, menyertai-Nya. Kepenuhan ini, kelengkapan ini adalah ekspresi Allah. Tuhan Yesus ibarat gelas itu, dan kekayaan Allah yang olehnya Ia dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah ibarat minuman kaldu itu. Murid-murid tidak saja menerima dari kekayaan Allah, juga dari kepenuhan-Nya.

MENYERAP KEKAYAAN KRISTUS

SECARA METABOLIS

Dalam Perjanjian Baru kepenuhan ialah ekspresi melalui kegenapan kekayaan. Inilah sebabnya dalam Efesus 3:8 Paulus mengatakan tentang kekayaan Kristus yang tidak terduga, juga dalam Efesus 1:23 dan 4:13 mengatakan tentang kepenuhan Kristus. Kekayaan Kristus adalah berbagai aspek dari apa adanya Kristus, sedang kepenuhan Kristus ialah hasil kenikmatan kita atas kekayaan itu. Ketika kita menikmati kekayaan Kristus, kekayaan itu terserap ke dalam diri kita secara metabolis, kemudian menyusun kita ke dalam kepenuhan Kristus, yaitu ke dalam Tubuh Kristus, gereja, sebagai ekspresi-Nya. Karena itu, kepenuhan Kristus dalam Efesus 1:23 ialah kepenuhan Allah dalam Efesus 3:19. Kepenuhan Allah ialah akibat dari tersusunnya kaum beriman secara metabolis melalui pengalaman mereka atas kekayaan Kristus.

Untuk menyerap Kristus secara metabolis, kita perlu dikuatkan ke dalam manusia batiniah kita. Kita pun perlu Kristus berumah di dalam hati kita, yakni menduduki, memiliki, dan meresapi secara metabolis setiap bagian batin kita dengan apa adanya Dia. Kemudian kita akan berakar untuk pertumbuhan di dalam hayat dan berdasar untuk pembangunan. Lagi pula, kita akan menjadi kuat untuk memahami Kristus dalam pengalaman atas semua dimensi-Nya yang universal. Selanjutnya, kita akan mengenal kasih Kristus yang melampaui pengetahuan dalam pengalaman kita. Ketika kita mengalami Kristus hingga ke tingkat yang sedemikian, kita akan dipenuhi oleh kekayaan Kristus kepada seluruh kepenuhan Allah. Semua ini adalah untuk menyusun gereja secara riil sebagai Tubuh Kristus bagi ekspresi-Nya.

PERLUNYA SUATU VISI

Kita semua perlu nampak visi bagaimana gereja itu tersusun. Betapa kita perlu dikuatkan ke dalam manusia batiniah kita! Setiap bagian diri kita perlu dikuatkan ke dalam manusia batiniah kita. Tidak ada satu pun bagian dari batin kita yang boleh tetap dalam kondisi lemah. Kita perlu dikuatkan agar Kristus yang menghuni di batin itu dapat memperluas diri-Nya ke seluruh diri kita dan agar Ia berumah di batin kita. Ketika Kristus meluas di batin kita, Ia meresapi setiap bagian batin kita dengan segala apa adanya Kristus secara metabolis. Kemudian kita berakar dan berdasar dalam kasih, kita juga memahami dimensi-dimensi Kristus, dan mengenal kasih-Nya yang melampaui pengetahuan. Terakhir, kita dipenuhi kepada kepenuhan Allah, yaitu gereja. Betapa tingginya wahyu gereja yang sedemikian ini!

Dalam terang visi yang sedemikian kita nampak bukan main kelirunya kalau kita menganggap gereja sebagai satu bangunan material di mana “kebaktian-kebaktian” dilangsungkan. Tidak memadai pula menganggap gereja hanya sebagai ekklesia (artinya: perhimpunan orang-orang yang dipanggil keluar oleh Allah). Walau banyak orang Kristen hari ini menggunakan istilah “Tubuh Kristus”, tetapi jarang sekali yang memiliki pengertian yang jelas tentang arti istilah ini. Tubuh Kristus adalah ekspresi Kristus, juga kepenuhan Kristus, yakni kepenuhan Allah. Kepenuhan Allah ini muncul secara riil melalui dikuatkannya kita ke dalam manusia batiniah; melalui Kristus berumah di hati kita; melalui kita berakar dan berdasar di dalam kasih; melalui kita memahami dimensi-dimensi Kristus yang tidak terukur, dan melalui mengenal Dia sebagai kasih yang melampaui pengetahuan. Ketika kita telah dipenuhi dengan seluruh kekayaan Kristus, dan diresapi dengan segala apa adanya Kristus secara metabolis, kita akan menjadi kepenuhan Allah. Ini sudah tentu merupakan definisi gereja yang tertinggi!

Hanya melalui menerima visi yang sedemikianlah baru kita benar-benar mengetahui apa itu gereja. Walaupun Efesus 1 dan 2 memberi satu definisi gereja kepada kita, tetapi definisi ini tidak memadai. Kita perlu pasal 3, yang menunjukkan kepada kita bagaimana gereja tersusun dengan kekayaan Kristus yang hidup secara organik dan metabolis. Hingga pasal 3 barulah gereja muncul dengan sesungguhnya dan secara riil. Seperti telah kita nampak, dalam pasal ini gereja muncul sebagai ekspresi Allah, yakni sebagai kepenuhan Allah sendiri. Pada butir inilah Paulus dapat menyuarakan suatu puji-pujian yang tinggi: “Bagi Dialah kemuliaan di dalam gereja.” Sekarang karena gereja telah muncul dengan riil, Kristus dapat dimuliakan di dalam gereja. Gereja yang sedemikian ini bukan suatu perhimpunan umat panggilan Allah saja, bahkan kepenuhan Allah yang sesungguhnya.

KHASIAT VISI

Kita semua perlu visi ini, wahyu ini. Bila kita nampak visi ini, kita akan berubah. Bila kita dipenuhi visi ini, ketika kita berbicara bagi Allah, kita akan benar-benar menjadi utusan dan juru bicara Allah. Kita akan menjadi rasul-rasul dan nabi-nabi hari ini.

Visi ini mengungkapkan cara yang unik bagi Tuhan untuk membangun gereja-Nya. Hanya setelah kita nampak visi ini, barulah Tuhan memiliki jalan untuk menggenapkan pembangunan gereja di bumi ini. Setelah lebih dari 19 abad sejarah kekristenan, apa yang telah dirampungkan bagi Tuhan? Lihatlah situasi hari ini. Hampir-hampir tidak ada orang yang pernah nampak visi dalam Efesus 3 ini. Semoga Tuhan memberi kita beban untuk berdoa, “Tuhan, belas kasihani aku. Aku perlu nampak visi ini. Aku perlu nampak kepenuhan Allah dan bagaimana hal ini terwujud. Tuhan, perlihatkanlah kepadaku susunan Tubuh ini. Tunjukkanlah kepadaku bagaimana gereja dapat tersusun secara riil.” Begitu Anda nampak visi ini, Anda akan berubah menjadi orang yang lain. Anda akan menjadi rasul dan nabi. Ke mana saja Anda pergi, Anda akan menjadi seorang utusan, dan kapan saja Anda membicarakan visi ini, Anda akan menjadi juru bicara Allah yang memberitakan Kristus bagi ekonomi Allah.

Saya dapat bersaksi bahwa saya datang ke Amerika Serikat dengan visi ini dan dengan satu beban yang unik. Orang-orang yang telah menyertai saya selama bertahun-tahun ini dapat bersaksi bahwa saya tidak pernah mengubah konsepsi saya atau perkataan saya. Dalam berbagai aspek dan dari berbagai sudut, saya hanya mengatakan satu perkara: ekonomi Allah ialah menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya, untuk menjadikan mereka ekspresi Kristus. Seperti telah kita nampak dalam berita ini, ekspresi ini ialah kepenuhan Allah.

DIPENUHI KEPADA EKSPRESI

ALLAH TRITUNGGAL

Ayat-ayat dalam Efesus 3 ini, yang bersangkutan dengan ekonomi Allah menghasilkan kepenuhan Allah. Dalam ayat-ayat ini kita nampak Allah Tritunggal. Bapa (ayat 14) menjawab dan menggenapi doa rasul melalui Roh (ayat 16), sehingga Kristus, Anak (ayat 17) dapat berumah di dalam hati kita. Jadi, kita dipenuhi kepada kepenuhan Allah Tritunggal. Inilah penyaluran Allah Tritunggal ke dalam seluruh diri kita, agar kita bisa menjadi ekspresi-Nya.

Menurut Efesus 3, Allah Tritunggal bukan untuk dijadikan obyek perdebatan doktrinal, melainkan untuk menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kaum beriman, agar mereka dapat dipenuhi kepada kepenuhan, tidak saja dari Bapa, tidak saja dari Anak, pun tidak saja dari Roh, tetapi juga dari Allah. Paulus berdoa agar Bapa menguatkan kita melalui Roh-Nya, agar Kristus bisa berumah di dalam hati kita dan olehnya menduduki manusia batiniah kita sepenuhnya sehingga kita dapat dipenuhi kepada ekspresi Allah Tritunggal. Alangkah mulia dan alangkah ajaib! Inilah ekonomi Allah, ini juga wahyu Perjanjian Baru Allah, ministri kita, dan pemulihan Tuhan.

GEREJA SEBAGAI KEPENUHAN

KORPORAT ALLAH

Kita telah nampak bahwa kepenuhan Allah ialah ekspresi Allah. Berdasarkan Yohanes 1:16, kepenuhan Allah datang beserta Kristus sebagai wujud kepenuhan Allah (Kol. 2:9; 1:19). Pada Kristus, ekspresi ini bersifat individual. Karena itu, ekspresi ini perlu diperbesar, diperluas, dari yang individual menjadi yang korporat. Gereja hari ini harus menjadi kepenuhan Allah yang korporat. Dalam gereja, Allah tidak diekspresikan melalui individual, melainkan secara korporat, melalui Tubuh, melalui kaum beriman yang telah bersama-sama dipenuhi hingga luap dengan kekayaan Kristus. Karena itu, kepenuhan Allah terwujud di dalam gereja. Sebagai wujud kepenuhan Allah, gereja ialah ekspresi Allah Tritunggal. Inilah gereja dalam pemulihan Tuhan hari ini.