← Daftar isi Efesus (1) · bab 6/24

GEREJA UNTUK MENYATAKAN HIKMAT ALLAH SESUAI DENGAN KEHENDAK KEKAL-NYA

Dalam berita ini kita akan melihat Efesus 3:9-13. Ayat 9 mengatakan, “Dan untuk membuat semua orang melihat rencana (ekonomi) rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu.” Rahasia Allah adalah tujuan-Nya yang tersembunyi, yaitu menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya. Karena itu, ada ekonomi rahasia Allah. Rahasia ini selama berabad-abad tersembunyi di dalam Allah, tetapi sekarang telah dinyatakan kepada kaum beriman Perjanjian Baru.

I. HIKMAT ALLAH

Ayat 10 menyambung, “Supaya sekarang melalui jemaat diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga.” Ayat ini membicarakan hikmat Allah. Pasal 1 membicarakan kuasa Allah (1:19-20), pasal 2 membicarakan anugerah Allah (2:5-8), dan pasal 3 membicarakan hikmat Allah. Allah sangat bijak, alam semesta mewahyukan hikmat-Nya.

Kita perlu melihat perbedaan antara hikmat dengan pengetahuan. Dalam Kolose 2:3, kedua hal ini disebut bersamaan. Hikmat lebih tinggi dan lebih dalam daripada pengetahuan. Hikmat terlihat dalam permulaan segala sesuatu; sebagai contoh, dalam perumusan satu penemuan baru; sedang pengetahuan terlihat dalam penerapan praktisnya. Jika Anda hanya memiliki pengetahuan namun kekurangan hikmat, Anda tidak dapat memprakarsai dan menemukan apa pun. Allah adalah Pemrakarsa yang unik. Ia telah memprakarsai banyak perkara, bukan oleh pengetahuan-Nya, melainkan oleh hikmat-Nya. ketika Ia menerapkan apa yang telah diprakarsai-Nya, Ia pun memamerkan pengetahuan-Nya.

Pada kita, hikmat berada dalam roh kita, sedang pengetahuan berada dalam pikiran kita. Jika Anda tidak tahu bagaimana masuk ke dalam roh Anda, Anda boleh jadi mempunyai banyak pengetahuan, namun tidak begitu berhikmat. Tetapi jika Anda adalah orang yang berada dalam roh, Anda akan menjadi orang yang berhikmat. Lagi pula, dalam pikiran Anda, Anda akan berpengetahuan dan pintar.

Ayat 10 mengatakan bahwa oleh gereja diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintahpemerintah dan penguasa di surga. Pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa ini adalah pemerintah dan penguasa malaikat, termasuk yang baik dan yang jahat. Di sini khusus ditujukan kepada yang jahat — Iblis dan malaikat-malaikatnya. Berdasarkan Perjanjian Baru, Iblis memiliki kerajaan, malaikat-malaikat dan lingkungan pemerintahannya. Lingkungan pemerintahan Iblis berada di angkasa dan di bumi. Kitab Daniel menunjukkan bahwa semua bangsa di bumi berada di bawah kekuasaan Iblis di angkasa. Karena itu, melalui gereja, Allah memberitahukan berbagai ragam hikmat-Nya terutama bukan kepada umat manusia, melainkan kepada malaikat-malaikat yang memberontak yang menjadi pengikut-pengikut seteru Allah itu.

Ayat 8 mewahyukan bahwa gereja dihasilkan dari kekayaan Kristus yang tidak terduga. Ketika umat pilihan Allah mengambil bagian dan menikmati kekayaan Kristus, mereka disusun dengan kekayaan-kekayaan itu untuk menjadi gereja, melalui inilah berbagai ragam hikmat Allah diberitahukan kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa malaikat di surga. Karena itu, gereja adalah pameran hikmat Allah atas segala apa adanya Kristus.

Bahkan pemberontakan Iblis pun berada di dalam lingkungan hikmat Allah. Jika tidak ada pemberontakan Iblis, hikmat Allah tidak dapat diberitahukan sepenuhnya. Bila Anda seorang yang penuh hikmat, semakin banyak masalah dan kesulitan, hikmat Anda akan semakin ternyata. Tetapi jika setiap hal yang berhubungan dengan Anda serba damai, tenang, tanpa masalah, maka Anda tidak berkesempatan mengekspresikan hikmat Anda. Sungguh, ketika segala sesuatu berjalan lancar, Anda tidak begitu membutuhkan hikmat. Anda perlu masalah, untuk memamerkan hikmat Anda.

Allah pun memerlukan kesulitan, Ia bahkan memerlukan seteru, Iblis. Jarang sekali orang Kristen menyadari bahwa Allah sesungguhnya memerlukan Iblis. Meskipun Allah memerlukan kita, tetapi Ia pun memerlukan Iblis. Ketika saya muda, saya merasa heran mengapa Allah tidak segera mencampakkan Iblis ke dalam telaga api saat Ia memberontak. Saya tidak mengerti mengapa Allah memberi begitu banyak kebebasan kepada Iblis. Saya juga bertanya mengapa Allah menaruh pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat di tengah-tengah Taman Eden. Jika tidak ada pohon itu, manusia tidak akan jatuh. Namun tanpa Iblis dan tanpa pohon pengetahuan, hikmat Allah tidak akan terekspresi sepenuhnya. Iblis dan pohon pengetahuan telah menciptakan banyak kesempatan bagi hikmat Allah untuk dinyatakan secara berbagai ragam, yaitu dalam macam-macam cara dan aspek dan berbagai segi. Kata Yunani yang diterjemahkan “berbagai ragam” menunjukkan bahwa hikmat Allah memiliki banyak dimensi, aspek, dan arah. Tetapi hanya melalui kesulitan-kesulitan baru semua aspek hikmat Allah ini dapat dipamerkan.

Ada orang begitu mendengar kata-kata ini, mereka mungkin berkata, “Kalau begitu marilah kita membuat lebih banyak kerusuhan bagi Allah. Mari kita berbuat kejahatan, agar kebaikan datang.” Jangan sekali-kali berkata demikian. Bila Anda berniat membuat kerusuhan atau melakukan kejahatan, Anda akan menemukan bahwa Anda tidak bisa berbuat demikian. Sebagai contoh, berdiri itu sangat mudah, tetapi untuk sengaja jatuh tidaklah mudah. Kita harus mengenal ketidakmampuan (kenihilan) kita. Berdasarkan diri kita sendiri, kita tidak dapat gagal sekalipun kita ingin gagal atau menang sekalipun kita ingin menang. Jika Anda mencoba untuk tidak gagal, Anda mungkin segera gagal. Tetapi jika Anda ingin gagal, Anda akan menemukan bahwa Anda tidak bisa gagal.

Lihatlah contoh Daud. Ditinjau dari aspek Batsyeba, Daud telah gagal total. Jika Allah tidak mengizinkannya jatuh dalam hal ini, Daud tentu tidak jatuh. Tetapi kejatuhan Daud memberi Allah satu kesempatan untuk mengekspresikan hikmat-Nya. Melalui kejatuhan dan pertobatan Daud ditambah pengampunan Allah, Daud melahirkan seorang putra — Salomo, yang kemudian menjadi pembangun Bait Suci. Setelah itu Daud jatuh lagi dalam hal menghitung tentara Israel. Tetapi melalui kejatuhan kali kedua kali itu, Daud memperoleh sebidang tanah untuk membangun Bait Suci. Untuk membangun bait diperlukan seorang pembangun dan sebidang tanah. Jika Anda membaca Alkitab dengan pemahaman sedemikian, Anda akan nampak bahwa kejatuhan Daud bukan berasal dari dirinya sendiri, juga bukan berasal dari Allah, melainkan dari Iblis. Iblislah yang menggoda Daud melakukan perkara yang amoral dan menghitung tentara Israel. Ketika Daud tunduk kepada pencobaan-pencobaan itu, Iblis senang; Iblis mengira telah merusak seorang raja terbaik yang berhati mutlak bagi Allah. Tetapi Iblis tidak tahu bahwa pencobaannya telah memberikan kesempatan bagi hikmat Allah untuk dipamerkan.

Apa saja yang dilakukan oleh musuh Allah, semuanya memberi kesempatan bagi Allah untuk memamerkan hikmat-Nya. Bila kita tidak pernah terkena racun dan dirusak, kita tidak akan terlalu membutuhkan Allah juga tidak memerlukan keselamatan Allah. Tetapi semakin kita berdosa, rusak, dan bejat, kita semakin memerlukan Allah, dan Allah pun semakin banyak memiliki kesempatan bekerja bagi kita.

Dalam ayat 10 Paulus mengumumkan bahwa sekarang oleh gereja diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga. Gereja adalah Tubuh Kristus, ahli waris bersama, dan penerima janji bersama. Gereja tersusun dari orang-orang yang pernah bobrok, rusak, dan bejat. Sebelum kita diselamatkan, kita adalah ular beludak yang berbisa. Lagi pula, kita mati dalam pelanggaran dan dosa-dosa. Kita pun terpencar-pencar dan terpecah-belah, sama sekali tidak dapat bersatu. Jadi, semua anggota gereja dulu berada dalam situasi yang tanpa harapan. Namun dalam hikmat-Nya, Allah dapat membentuk kita menjadi gereja. Kini kita tidak saja ditebus, diselamatkan, disucikan, dimerdekakan, dilepaskan, dan dilahirkan kembali, kita pun disatukan. Kita bersatu dengan Allah, dan dengan satu sama lain. Karena itu, kita adalah gereja.

Gereja adalah kebanggaan Allah yang terbesar. Walau mungkin Anda tidak begitu menghiraukan gereja, tetapi Allah sangat memperhatikan gereja. Kadang-kadang Allah mungkin berkata, “Iblis, lihatlah, Aku telah menebus orang-orang yang telah kaurusak dan Aku telah membentuk mereka menjadi gereja. Apakah kamu memiliki hikmat untuk melakukan hal seperti ini? Kamu tidak ada hikmat yang demikian, tetapi Aku punya.”

Setelah Allah menciptakan manusia dan menempatkannya dalam Taman Eden, Iblis datang merusuhi, dan mengira cara yang terbaik untuk merusak manusia yang diciptakan Allah bagi diri-Nya sendiri itu ialah menyuntikkan sifat jahatnya ke dalam manusia. Pada waktu kejatuhan, Iblis sebagai dosa telah masuk ke dalam manusia, dan dalam banyak aspek, menyebabkan manusia serupa dengan Iblis. Karena alasan inilah Alkitab mengiaskan manusia yang jatuh seperti keturunan ular beludak. Setelah masuk ke dalam manusia sebagai dosa, Iblis menyatukan dirinya dengan manusia dan mengubah atau mencemari tubuh manusia hingga menjadi daging. Namun pada suatu hari Allah datang menjadi daging (Yoh. 1:14). Akhirnya, Iblis membuat Persona yang menjadi daging ini terbunuh di atas salib. Pertama-tama Iblis menghasut Yudas untuk menjual Tuhan Yesus dan kemudian ia membangkitkan orang-orang Yahudi dan kafir bekerja sama menyalibkan-Nya. Namun Iblis tidak menyadari bahwa dengan menyalibkan Persona ini sebenarnya ia telah menyalibkan dirinya sendiri. Seperti yang tercantum dalam Ibrani 2:14, “Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan turut mengalami keadaaan mereka, supaya melalui kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis yang berkuasa atas maut.” Jadi melalui kematian-Nya di atas salib, Tuhan Yesus telah memusnahkan Iblis. Ini menunjukkan alangkah ajaibnya hikmat Allah! Inilah salah satu aspek dari hikmat Allah.

Aspek lain dari hikmat Allah diwahyukan dalam 1Korintus 1. Dalam pasal ini Paulus mengatakan bahwa orang Yunani, orang yang filosofis, mencari hikmat. Tetapi bagi kita, orang yang dipanggil oleh Allah dan yang percaya Tuhan Yesus, hikmat adalah Kristus. Kristus adalah hikmat Allah. Satu Korintus 1:30 mengatakan bahwa oleh Dia (Allah) kita berada dalam Kristus Yesus. Bagi kita, berada dalam Kristus adalah hikmat Allah. Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana Allah menaruh kita di dalam Kristus. Akan tetapi saya memiliki keyakinan dan kepastian bahwa kita berada dalam Kristus. Terpujilah Tuhan, kita semua berada di dalam-Nya! Dalam hikmat-Nya, Allah telah menaruh kita di dalam Kristus.

Menurut 1Korintus 1:30, Kristus adalah hikmat kita atas kebenaran, pengudusan, dan penebusan. Sebagai kebenaran kita, Kristus telah menanggulangi keadaan kita di masa lampau yang sama sekali tidak benar. Untuk situasi kita dewasa ini, Kristus adalah pengudusan kita, dan untuk masa yang akan datang, Ia adalah penebusan kita. Pada suatu hari tubuh kita akan ditebus, yaitu diubah bentuknya (transfigurasi). Untuk menjadikan Kristus kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita, diperlukan banyak hikmat di pihak Allah. Walaupun Kristus adalah kebenaran kita untuk masa yang lampau, pengudusan kita untuk masa kini, dan penebusan kita untuk masa yang akan datang, namun Ia pun adalah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari.

Untuk memahami masalah ini sepenuhnya, kita perlu memiliki pandangan menyeluruh dari ekonomi Allah. Setelah penciptaan dan kejatuhan manusia, Allah menjadi daging melalui inkarnasi. Kemudian Tuhan Yesus naik ke atas salib untuk menyalibkan daging. Setelah mengalami kematian dan kebangkitan, Ia naik ke surga, kemudian turun dan masuk ke dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat untuk menghidupkan roh kita yang mati serta melahirkan kita kembali. Setelah melahirkan kita kembali, kini Ia berhuni di dalam roh kita sebagai hayat. Dalam hayat ini, hayat ilahi, kita memiliki hukum hayat, perasaan hayat, dan persekutuan hayat. Tetapi Tuhan bukan hanya hayat kita, Ia juga menjadi pengurapan di batin kita. Selain itu, setiap hari Ia memeteraikan, meresapi, mengurapi, dan menjenuhi kita. Ketika perkara ini berlangsung, kita dengan spontan memperhidupkan Dia, dan Dia menjadi kebenaran kita. Inilah hikmat Allah. Karena hikmat-Nya, maka Allah bisa membanggakan apa yang telah Ia lakukan pada diri manusia yang rusak dan bobrok kepada Iblis. Pernahkah Anda menyadari bahwa hari ini apa adanya kita sebagai kaum beriman berasal dari hikmat Allah? Hanya Allahlah yang berhikmat memprakarsai perkara yang sedemikian ajaib dan indah; yaitu membuat orang-orang yang telah berdosa dan rusak menjadi anggota Kristus.

Melalui pekerjaan Roh hayat, suatu perubahan sedang berlangsung dalam sifat kita. Itulah perubahan yang bersifat metabolis, yaitu satu perubahan yang menguduskan dan mengubah kita. Jadi, Kristus bukan hanya kebenaran kita, juga pengudusan kita. Lagi pula, setiap hari kita sedang ditebus, dan akhirnya kita akan dimuliakan. Kristus ialah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita, tidak hanya secara obyektif, tetapi juga secara subyektif, yaitu dengan membaurkan dan mengubah kita secara metabolis. Semuanya ini merupakan satu kesaksian bagi berbagai ragam hikmat Allah. Banyak aspek hikmat Allah telah dinyatakan dalam hal Allah membuat Kristus menjadi kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita. Pengalaman kita atas Kristus dalam masalah ini juga sesuai dengan berbagai ragam hikmat Allah.

Gereja yang menampilkan hikmat Allah dengan begitu ajaib adalah karya agung Allah. Dalam pandangan Allah, perkara yang paling ajaib dan indah dalam alam semesta ialah gereja, sebab melalui gerejalah berbagai ragam hikmat Allah telah diberitahukan kepada Iblis dan malaikat-malaikatnya. Harinya akan tiba, Iblis dan malaikat-malaikatnya akan dipermalukan. Mereka akan tahu bahwa setiap perkara yang mereka lakukan telah memberi kesempatan kepada Allah untuk menyatakan hikmat-Nya. Seprinsip dengan itu, kegagalan, kekeliruan, kekalahan, dan kesalahan kita juga memberi kesempatan bagi Allah untuk memamerkan hikmat-Nya. Tidak seorang pun di antara kita yang senang keliru; sebaliknya kita semua ingin benar. Meskipun saya selalu bertekad melakukan perkara-perkara yang benar, tetapi ternyata saya telah berbuat banyak kekeliruan, bahkan ada beberapa kekeliruan yang besar. Saya benar-benar benci kekeliruan itu, tetapi saya dapat bersaksi bahwa semua itu telah memberi kesempatan bagi Allah untuk memamerkan hikmat-Nya. Karena itu, saya dapat bersyukur kepada Tuhan atas semua kekeliruan saya itu.

Jika kita mengenang kembali masa lampau kita, kita akan nampak bahwa kita menerima lebih banyak anugerah melalui kesalahan-kesalahan kita daripada melalui perkara-perkara yang kita lakukan tanpa kekeliruan apa pun. Walaupun saya telah melakukan beberapa kekeliruan besar, tetapi melaluinya saya menerima banyak rahmat dan anugerah. Seakan-akan semakin serius kekeliruan saya, semakin banyak rahmat dan anugerah yang saya terima. Haleluya, kita adalah umat pilihan Allah, dan melalui kegagalan kita, Allah dapat menyatakan berbagai ragam hikmat-Nya! Akan tetapi, janganlah kita sengaja mencoba membuat kegagalan untuk menerima rahmat dan anugerah Allah.

II. KEHENDAK KEKAL ALLAH

Ayat 11 mengatakan, “Sesuai dengan maksud abadi, yang telah dilaksanakan-Nya dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Maksud abadi berarti maksud kekal, adalah rencana kekal yang Allah buat dalam kekekalan lampau. Hal ini terlaksana dalam Kristus dengan tiga maksud: bagi kemuliaan Allah, bagi berkat umat pilihan Allah, dan untuk memalukan musuh Allah. Tujuan utama kehendak Allah ialah memuliakan Allah, mengekspresikan-Nya melalui umat pilihan-Nya. Inilah berkat terbesar bagi kita. Dalam hal ini musuh Allah dipermalukan habis-habisan.

III. KEBERANIAN, JALAN MASUK, KEPERCAYAAN, DAN KEMULIAAN KITA

Ayat 12 melanjutkan, “Di dalam Dia kita beroleh keberanian dan jalan masuk kepada Allah dengan penuh kepercayaan melalui iman kita kepada-Nya.” Di dalam

Kristus kita beroleh jalan (izin) masuk, bukan hanya agar kita boleh menghampiri Allah, tetapi juga boleh mengambil bagian dalam ekonomi Perjanjian Baru-Nya. Oleh iman dalam Kristus, kita memiliki jalan masuk ini — dengan keberanian dan penuh keyakinan — bahwa kita boleh menikmati Allah dan rencana kekal-Nya (ekonomi-Nya). Kita mempunyai keberanian di dalam Kristus, kita memiliki jalan masuk kepada Allah, kita memiliki kepercayaan (keyakinan) dalam kehendak Allah, dan kita pun memiliki kemuliaan dalam kesengsaraan rasul (ayat 13).