KEKAYAAN KRISTUS MENGHASILKAN GEREJA
Efesus pasal 3 mewahyukan betapa Rasul Paulus memiliki suatu perilaku yang sepadan dengan panggilan Allah. Sebagai orang yang demikian, ia juga adalah seorang tawanan, seorang pengurus rumah tangga, dan seorang minister. Dalam pasal ini Paulus memberi tahu kita bahwa wahyu rahasia tentang Kristus bagi gereja telah diberikan kepada rasul-rasul dan nabi-nabi (ayat 5). Wahyu yang Paulus dapatkan tentang Kristus terutama merupakan suatu wahyu kekayaan Kristus yang tidak terduga. Berhubung perilaku Paulus dikuasai oleh wahyunya atas Kristus, maka ia tak dapat tidak membicarakan kekayaan Kristus tersebut. Pemberitaan rasul berfokus pada kekayaan Kristus, bukan pada doktrin. Kekayaan Kristus ialah apa adanya Kristus bagi kita; seperti hayat, terang, kebenaran, kekudusan, dan lainnya. Kekayaan ini tidak terduga, di luar kemampuan kita untuk mengukurnya. Karena kita juga dapat menjadi rasul dan nabi, maka kita perlu nampak kekayaan Kristus yang tidak terduga itu.
Banyak orang Kristen mempunyai konsepsi yang keliru, mengira para rasul dalam gereja universal dan penatua dalam gereja lokal merupakan pejabat-pejabat tinggi yang mengungguli apa yang disebut kaum awam atau jemaat biasa. Seperti telah kita tunjukkan dalam berita yang lalu, karena Rasul Paulus menyadari itu adalah konsepsi yang keliru, maka ia sengaja menunjukkan bahwa rasul-rasul dan nabi-nabi bukanlah segolongan manusia yang luar biasa. Sebaliknya, mereka harus dianggap hanya sebagai pemimpin-pemimpin di antara kaum saleh dalam gereja. Mereka bertindak sebagai pemimpin untuk menerima wahyu tentang Kristus bagi gereja, untuk memperhidupkan Kristus, mengalami Kristus, menikmati Kristus, dan menyuplaikan kekayaan Kristus kepada orang lain. Jika kenikmatan atas kekayaan Kristus hanya untuk orang tertentu atau untuk orang-orang “yang berpangkat tinggi” itu, maka kita, yang selebihnya ini tidak dapat berbagian di dalamnya. Tetapi, dalam Efesus 3:8 Paulus mengatakan bahwa ia adalah yang lebih kecil daripada semua orang kudus yang terkecil; namun ia dapat memberitakan kekayaan Kristus yang tidak terduga sebagai berita Injil. Fakta bahwa Paulus dapat berbuat demikian menunjukkan bahwa kita pun dapat melakukannya. Karena ia lebih kecil daripada kita, apa yang dapat diperolehnya, tentu dapat pula kita peroleh.
Para rasul dan para nabi bukan kaum beriman golongan istimewa. Sebaliknya, mereka adalah kaum beriman biasa yang sama dengan kita semua. Perbedaan mereka dengan kaum beriman lainnya ialah mereka adalah pemimpin-pemimpin. Itu sama dengan para penatua dalam gereja lokal. Para penatua bukan manusia-manusia luar biasa yang berpangkat tinggi, lebih tinggi daripada kaum beriman lainnya. Tidak, mereka hanyalah orang-orang yang bertindak sebagai pemimpin dalam kehidupan gereja. Kita semua perlu membiarkan konsepsi ini terukir dalam diri kita.
Dalam pemulihan Tuhan kita harus membuang pikiran tentang pangkat. Di antara kita tidak ada pangkat. Paling banyak, kita hanya ada pemimpin yang memimpin kita untuk memperhidupkan Kristus bagi kehidupan gereja. Tidak ada kelas yang lebih tinggi, tidak ada kelas khusus di dalam gereja. Kita tidak mempunyai “pemimpin”. Menurut Firman Tuhan dalam Matius 23:8-10, Dia adalah satu-satunya Pemimpin kita, dan kita semua adalah saudara. Kita harus membuang konsepsi yang menganggap rasul dan penatua itu manusia yang istimewa. Kita semua adalah domba, dan para rasul, nabi, serta penatua bertindak sebagai yang di depan untuk menjadi teladan dan contoh dalam hal mengenal Kristus, menikmati Kristus, memperoleh-Nya bagi kehidupan gereja dan menyalurkan-Nya ke dalam orang lain. Ini adalah masalah teladan atau contoh, bukan masalah pangkat atau kedudukan.
I. KEKAYAAN KRISTUS
Untuk menjadi rasul, nabi, pengurus rumah tangga, minister, dan bahkan tawanan Kristus, kita perlu mengenal kekayaan Kristus yang tidak terduga. Kekayaan ini adalah untuk menghasilkan gereja, agar gereja menjadi kepenuhan Kristus.
A. Dalam Lambang-lambang
Kekayaan Kristus telah dilukiskan dalam lambang-lambang. Tidak mudah mendapatkan semua lambang Kristus dalam Perjanjian Lama. Ada beberapa lambang yang tersembunyi. Sebagai contoh, bumi atau daratan yang muncul dalam Kejadian 1:9 dan 10 itu adalah lambang Kristus. Banyak lambang lainnya terdapat dalam Kejadian 1 : terang, matahari, bintang, dan pepohonan. Di tempat lain dalam Alkitab kita nampak bahwa pohon anggur, apel, kayu aras, dan pohon cemara melambangkan Kristus. Sayur-mayur juga melambangkan Kristus. Pada hari Paskah, umat Israel tidak saja makan daging domba, juga makan roti tidak beragi dan sayur pahit. Gandum dan jelai juga melambangkan Kristus. Demikian pula bunga pacar dalam Kidung Agung. Persona tertentu — Adam, Habel, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa dan Harun — juga melambangkan Kristus. Imam, raja, dan nabi juga melambangkan Kristus.
Semakin saya mempelajari Alkitab, saya semakin merasa alangkah sedikitnya pengenalan saya terhadap Alkitab. Mengenai lambang-lambang Kristus dalam Kejadian 1 saja, dapat diberitakan dalam seratus berita. Alkitab sungguh dalam. Kalau kita sudah menyelami kedalamannya, barulah kita dapat nampak kekayaan yang termuat di dalamnya. Kekayaan Kristus tersembunyi di bawah permukaan Alkitab. Berhubung demikian luasnya kekayaan ini, maka sulit bagi siapa pun untuk mengutarakan berapa banyak lambang Kristus yang terkandung di dalam Perjanjian Lama. Satu masalah perlambangan ini saja sudah mewahyukan banyaknya kekayaan Kristus.
B. Dalam Bayang-bayang
Sejalan dengan lambang-lambang, terdapat pula bayang-bayang dan lukisan-lukisan tentang Kristus. Walau dari segi tertentu bayang-bayang mirip dengan lambang, namun seperti halnya wajah-wajah manusia, tidak saja memiliki kesamaan, tetapi juga memiliki perbedaan. Lambang terutama berupa persona atau benda yang mengiaskan Kristus, sedangkan bayang-bayang mengacu kepada ritual dan praktek-praktek dalam Perjanjian Lama yang menggambarkan Kristus. Menurut Kolose 2:16-17, peraturan tentang makanan, ritual, dan hari-hari kudus, adalah bayang-bayang. Dengan ini kita nampak bahwa hukum Taurat, peraturan-peraturan, dan upacara-upacara dalam Perjanjian Lama adalah bayang-bayang yang melukiskan Kristus. Akan tetapi Adam, Harun, dan Musa bukan bayang-bayang, melainkan lambang. Sebaliknya, hari Sabat dan bulan baru adalah bayang-bayang. Meskipun Sabat itu suatu perhentian, tetapi bukan perhentian yang sejati; karena perhentian yang sejati adalah Kristus. Demikian pula, hukum Taurat memang suatu kesaksian Allah yang melukiskan Allah. Sebagai suatu keterangan dan penjelasan Allah, hukum Taurat adalah suatu kesaksian Allah. Dalam hal ini hukum Taurat adalah bayang-bayang Kristus. Kristus barulah penjelasan, definisi, dan kesaksian Allah yang sejati.
C. Di dalam Gambar
Suatu gambar terutama mengacu kepada suatu situasi yang menampilkan lukisan tertentu. Sebagai contoh, pengembaraan umat Israel di padang gurun itu suatu gambar, suatu lukisan dari pengalaman kita dalam kehidupan kristiani kita hari ini; kita pun sering me-nempuh suatu kehidupan yang mengembara. Hari Paskah adalah gambar lain. Walau domba Paskah melambangkan Kristus, tetapi Paskah itu sendiri adalah suatu gambar yang melukiskan bagaimana Kristus, Paskah kita, menyelamatkan kita dari hukuman Allah serta memberi kita makan dengan apa adanya Dia. Karena itu, lukisan hari Paskah adalah satu gambar dari Kristus.
Kristus sungguh kaya, sehingga Ia tidak saja perlu lambang-lambang, juga perlu bayang-bayang dan gambar untuk melukiskan diri-Nya. Seluruh lambang, bayang-bayang, dan gambar Kristus dalam Perjanjian Lama adalah keterangan, penjelasan, dan definisi tentang apa adanya Kristus. Kita perlu mempelajari semua hal itu dalam Alkitab, agar kita mengenal kekayaan Kristus.
D. Di dalam Nubuat
Kekayaan Kristus juga tertampak dalam nubuat-nubuat. Dalam Alkitab, nubuat pertama tentang Kristus tercantum dalam Kejadian 3:15, inilah satu ayat yang menubuatkan Kristus sebagai keturunan perempuan akan meremukkan kepala ular, yaitu Iblis. Ini menyiratkan bahwa Kristus harus menjadi seorang manusia yang dilahirkan oleh seorang gadis, sebab Ia akan menjadi keturunan perempuan. Kristus bukan keturunan seorang lelaki, Ia adalah keturunan seorang perempuan. Satu ayat ini sudah mewahyukan banyak kekayaan Kristus.
Yesaya 9:5 merupakan nubuat lainnya tentang Kristus. Ayat ini mencantumkan tujuh gelar Kristus: Anak (bayi), Putra, Ajaib, Penasihat, Allah yang perkasa, Bapa yang kekal, Raja damai. Dalam Perjanjian Lama terdapat banyak sekali nubuat tentang Kristus. Bahkan Kitab Zakharia yang pendek juga memuat banyak rincian tentang Dia.
E. Di dalam Penggenapan
Kekayaan Kristus juga tertampak dalam penggenapan nubuat-nubuat tersebut. Kadang-kadang dalam penggenapan nubuat dalam Perjanjian Baru ditambahkan dengan sesuatu yang lebih maju selangkah. Sebagai contoh, Perjanjian Lama mewahyukan bahwa Kristus adalah domba. Tetapi dalam Perjanjian Lama, Kristus tidak pernah disebut Anak Domba Allah. Namun dalam penggenapan nubuat tentang Kristus sebagai anak domba itu, Ia disebut Anak Domba Allah (Yoh. 1:29). Inilah suatu tambahan yang menakjubkan!
Ketika saya masih muda, saya dibuat bingung oleh fakta bahwa kadang-kadang penulis Perjanjian Baru menambahkan sesuatu ketika mereka mengutip nubuat tentang Kristus dari Perjanjian Lama. Saya pikir mereka tidak seharusnya melangkahi apa yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Kemudian saya paham bahwa Kristus memang tidak dapat dibatasi oleh nubuat-nubuat tentang diri-Nya sendiri. Tatkala Ia datang, Ia memenuhi atau menggenapkan lebih banyak daripada apa yang telah dinubuatkan. Lagi pula, pengalaman kita atas Kristus juga melampaui penggenapan nubuat-nubuat tersebut. Sebenarnya ini bukan berarti menambahkan dengan sesuatu, melainkan mengalami Kristus yang tidak terbatas. Dalam pengalaman kita, Kristus tidak saja sebagai Anak Domba Allah, juga sebagai Domba kekal. Maka, nubuat itu pendek, tetapi penggenapannya panjang, dan pengalamannya pun bersifat kekal. Tatkala kita mengalami Kristus di dalam penggenapan nubuat tentang Dia, kita tidak menambahkan apa-apa, sebaliknya kita malahan memasuki pengalaman kekal atas kekayaan Kristus yang tidak kunjung habis itu.
F. Sebagai Tumbuh-tumbuhan
Tumbuh-tumbuhan juga melukiskan kekayaan Kristus. Rumput, bunga, padi-padian, dan pepohonan, semua melukiskan kekayaan Kristus.
G. Sebagai Fauna
Kristus tidak saja dilambangkan oleh tumbuh-tumbuhan dan pepohonan, juga oleh fauna atau binatang-binatang. Domba, lembu, burung elang, singa, dan merpati, semua itu juga dipakai sebagai lambang Kristus.
H. Sebagai Mineral
Dalam Alkitab, sejumlah benda tambang atau mineral juga menerangkan kekayaan Kristus, misalnya: emas, perak, tembaga, batu-batu permata, dan lain-lain, semua itu melambangkan Dia.
I. Sebagai Persona
Kita telah menunjukkan bahwa sejumlah persona dalam Alkitab melambangkan Kristus. Mereka semua melukiskan berbagai aspek kekayaan Kristus. Kita nampak aspek kekayaan Kristus tertentu dalam diri Adam, lainnya dalam diri Habel, dan lainnya lagi dalam diri Yusuf. Di seluruh Alkitab, banyak persona lain yang melukiskan berbagai aspek kekayaan Kristus.
J. Sebagai Segala Perkara Positif dalam Alam Semesta
Segala hal positif dalam alam semesta menunjuk kepada Kristus. Sebagai contoh, Kristus adalah daya tarik bumi sejati. Tanpa Dia, kita akan melayang-layang. Jika Kristus tidak menahan kita di tempat, kita tidak akan dapat berdiri. Kristus adalah Yang memiliki daya penopang. Menurut Ibrani 1:3, Dia menopang alam semesta.
Berhubung segala hal positif dalam alam semesta mengiaskan Kristus, maka Kristus dapat memakai begitu banyak hal sebagai ilustrasi diri-Nya sendiri ketika Ia berada di bumi. Misalnya Ia dapat memakai pintu untuk menggambarkan diri-Nya sendiri, kata-Nya: “Akulah pintu.” Kristus adalah realitas setiap hal yang positif. Ia tidak saja sebagai gaya gravitasi, tetapi juga sebagai udara, terang, dan setiap benda positif lainnya.
K. Sebagai Pekerti Insani dan Atribut Ilahi
Kekayaan Kristus juga mencakup pekerti insani dan atribut ilahi. Kristus ialah kasih, kesabaran, dan pengampunan yang sejati. Terpisah dari Kristus, kita tidak dapat mengasihi, sabar, dan mengampuni, sekalipun terhadap suami atau istri kita. Tetapi bila kita memiliki Kristus, kita memiliki semua pekerti insani maupun atribut ilahi.
II. KEKAYAAN KRISTUS UNTUK
MENGHASILKAN GEREJA
A. Melalui Penyaluran Ilahi Kristus
ke dalam Kaum Beriman
Seluruh kekayaan Kristus adalah untuk menghasilkan gereja. Hal ini terjadi melalui penyaluran ilahi Kristus ke dalam kaum beriman. Gereja bukan dihasilkan oleh ajaran atau dengan berorganisasi, melainkan oleh penyaluran Kristus. Semakin banyak Kristus disalurkan ke dalam kita, semakin banyak hayat yang kita miliki, dan kita akan semakin banyak memiliki hayat yang perkasa dan kaya, kehidupan gereja pun akan semakin di-pertinggi. Saya mengasihi ministri yang menyalurkan kekayaan Kristus ke dalam kaum beriman. Melalui ministri yang sedemikian, kita memiliki kehidupan gereja yang wajar, perkasa, dan yang dipertinggi.
B. Melalui Pengalaman dan Kenikmatan
Kaum Beriman atas Kristus
Kekayaan Kristus menghasilkan gereja melalui pengalaman dan kenikmatan kaum beriman atas Kristus. Di pihak Kristus, adalah masalah penyaluran; tetapi di pihak kita, itu adalah suatu masalah pengalaman dan kenikmatan. Apabila kita mengalami dan menikmati Kristus yang disalurkan ke dalam kita, kita akan menjadi bagian dari kehidupan gereja yang wajar.
III. MENGEKSPRESIKAN BERBAGAI RAGAM
HIKMAT ALLAH
Kekayaan Kristus juga mengekspresikan berbagai ragam hikmat Allah (3:10). Hikmat Allah itu beraneka ragam, memiliki banyak aspek dalam banyak arah. Hikmat ini diekspresikan di depan para pemerintah dan penguasa di surga, terutama di depan kuasa jahat Iblis. Allah damba untuk mendemonstrasikan kehebatan hikmat-Nya kepada kuasa-kuasa Iblis itu. Maka, kekayaan Kristus memamerkan aneka ragam hikmat-Nya. Ini sesuai dengan kehendak kekal Allah (3:11).
IV. MENGHASILKAN KEPENUHAN KRISTUS
Pengalaman atas kekayaan Kristus menghasilkan kepenuhan Kristus, Tubuh, sebagai ekspresi Kristus (1:23). Kitab Efesus membicarakan tentang kekayaan Kristus maupun kepenuhan Kristus. Seorang Amerika yang tinggi besar adalah kepanuhan Amerika, sebab ia menikmati kekayaan bahan makanan Amerika. Sepanjang tahun pertumbuhan dan perkembangannya, ia telah menghabiskan banyak daging sapi, ayam, sayur-mayur dan buah-buahan. Karena itu, sebagai manusia yang dewasa, ia menjadi kepenuhan Amerika. Kekayaan bahan makanan Amerika tidak dapat membuatnya menjadi kepenuhan sebelum ia memakan, mencerna, dan menyerapnya. Melalui menyerap kekayaan itu sedemikian rupa, maka kekayaan itu menjadi bagiannya. Demikian pula, semua aspek kekayaan Kristus tidak dapat menjadi kepenuhan Kristus sebelum dimakan, dinikmati, dicerna, dan diserap oleh kita. Melalui menyerap kekayaan ini sedemikian rupa, kita menjadi Tubuh Kristus, yaitu kepenuhan-Nya yang mengekspresikan Dia. Jadi, Tubuh Kristus tersusun dari kekayaan Kristus yang telah kita nikmati dan serap. Karena itu, Tubuh merupakan hasil dari pengalaman dan kenikmatan atas kekayaan Kristus.