← Daftar isi Efesus (1) · bab 20/24

PERTUMBUHAN ANGGOTA BAGI PEMBANGUNAN TUBUH

Dalam berita ini kita sampai pada 4:15-16. Ayat 15 mengatakan, “Sebaliknya, dengan teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala.” Paulus memulai ayat ini dengan kata “sebaliknya”, menunjukkan bahwa kebenaran dalam ayat 15 ini berlawanan dengan permainan palsu manusia, kelicikan, dan sistem yang menyesatkan dalam ayat 14. Teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berlawanan dengan permainan palsu manusia dan sistem yang menyesatkan dalam ayat 14. Terombang-ambing oleh berbagai angin pengajaran oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan dan sistem yang menyesatkan itu justru berarti tidak teguh berpegang kepada kebenaran.

I. TEGUH BERPEGANG KEPADA KEBENARAN

DI DALAM KASIH

Ada sedikit perbedaan pendapat di antara para penerjemah tentang istilah Yunani bagi kata “berpegang”. Ada orang yang lebih suka dengan terjemahan “mengatakan”. Mereka yang menyetujui terjemahan ini menganggap kebenaran dalam ayat 15 berlawanan dengan dusta. Maka bagi mereka mengatakan kebenaran berlawanan dengan berdusta. Saya tidak menyalahkan anggapan tersebut, tetapi kalau kita memikirkan ayat ini dalam konteksnya, kita akan nampak bahwa dalam arti rohaninya, yang terkandung di sini jauh lebih kaya daripada sekadar mengatakan kebenaran dan tidak berdusta.

A. Kebenaran

Kebenaran di sini berarti hal-hal yang benar. Menurut konteksnya, kebenaran ini pasti mengacu kepada Kristus dan Tubuh-Nya; keduanya adalah hal yang benar. Kita harus berpegang teguh kepada hal-hal yang benar ini di dalam kasih, supaya kita dapat bertumbuh ke dalam Kristus.

Jadi berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berarti menjamah kebenaran di dalam kasih. Kata kebenaran dalam ayat 15 menunjukkan sesuatu yang sejati. Dalam alam semesta ini, perkara yang benar, yang sejati adalah Kristus dan gereja. Hanya dengan berbicara tentang Kristus dan gereja barulah kita secara riil menjamah kebenaran. Ini berarti walaupun kita bisa menghindari dusta, kita mungkin tetap belum mengatakan kebenaran. Sebagai contoh, laporan-laporan tertentu dalam surat kabar mungkin bukan dusta, tetapi itu bukan kebenaran, bukan realitas; sebaliknya semua adalah kesia-siaan, kosong. Segala perkara yang di luar Kristus dan gereja adalah kosong dan palsu. Kalau saya tanpa Kristus, segenap diri saya ialah kosong. Boleh jadi seseorang sangat kaya berlimpah, tetapi jika ia tidak memiliki Kristus, segala kekayaan dan benda materi itu kosong belaka. Kitab Pengkhotbah mengatakan bahwa segala sesuatu adalah sia-sia (1:2). Di luar Kristus dan gereja tidak ada satu pun yang benar dan sejati. Bagi mereka yang mengasihi Tuhan Yesus dan yang hidup bagi hidup gereja hari ini, satu-satunya kebenaran dalam alam semesta ialah Kristus dan gereja. Hari demi hari, kita boleh membicarakan banyak perkara, namun jika kita tidak membicarakan Kristus dan gereja, itu adalah berpegang pada kesia-siaan, bukan kebenaran.

Untuk tidak sampai terombang-ambing oleh angin pengajaran, kita harus berpegang kepada kebenaran dan menerimanya. Misalnya ada seseorang datang kepada Anda dan menggagaskan suatu ajaran, misalkan ajaran pembasuhan kaki. Walau ajarannya itu benar, tetapi ajaran itu dapat menyelewengkan Anda dari Kristus dan hidup gereja yang wajar. Jadi, bahkan ajaran yang benar seperti pembasuhan kaki pun dapat menjadi suatu kepalsuan dan kesia-siaan. Saya kenal seorang saudara yang telah menyimpang karena hal ini dan pada akhirnya ia keluar. Ini menunjukkan bahwa kita mungkin membicarakan ajaran-ajaran yang Alkitabiah, namun tetap tidak berpegang kepada kebenaran.

Keseluruhan pasal 4 dari Kitab Efesus adalah sebuah pasal tentang kebenaran. Hal pertama dari kebenaran dalam pasal ini ialah kesatuan yang beraspek ganda: (1) Kesatuan Roh itu, dan (2) kesatuan iman dan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah. Kalau Anda benar-benar ingin berpegang kepada kebenaran dan mengatakan kebenaran, Anda harus memperhatikan kesatuan Roh itu dan kesatuan iman dan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah. Tidak hanya demikian, Anda juga harus memperhatikan Kristus, yang menjadi inti ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ekonomi Allah hari ini tidak lain ialah Kristus dan Tubuh-Nya. Namun banyak orang Kristen tidak memperhatikan Sang Kepala dan Tubuh, sebaliknya mereka diduduki oleh ajaran-ajaran yang sekunder. Mengabaikan Kristus sebagai Kepala dan gereja sebagai Tubuh, dan membicarakan hal-hal yang sekunder berarti tidak berpegang kepada kebenaran. Itu bukan membicarakan kebenaran, melainkan membicarakan kesia-siaan.

Berpegang kepada kebenaran di dalam kasih berarti menjamah, menerima, dan membicarakan Kristus dan gereja. Mungkin orang lain menyampaikan ajaran yang berbeda, menekankan doktrin-doktrin atau opini-opini yang menyelewengkan orang dari Kristus dan gereja, tetapi kita tidak boleh berkata demikian. Sebaliknya, kita harus mengatakan hal-hal yang membawa kita berkontak dengan Kristus dan membangun kita sebagai Tubuh Kristus. Berbicara secara demikian adalah berpegang kepada kebenaran.

Berdasarkan ayat 14, anak-anak diombang-ambingkan oleh ombak dan diterpa oleh angin pengajaran. Tidak usah diragukan, ombak dan angin itu ditujukan kepada berbagai ajaran dan praktek. Meskipun ajaran-ajaran itu mungkin sesuai dengan Alkitab dan sangat mendasar, tetapi tidak menyuplaikan Kristus kepada orang, dan akibatnya tidak lain menyelewengkan orang dari Kristus dan gereja. Mungkin orang lain dapat terombang-ambing atau hanyut oleh ajaran-ajaran yang sedemikian, tetapi kita harus berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, yaitu berpegang kepada Kristus dan gereja. Inilah yang kita maksudkan dan inilah persekutuan kita, bahkan yang harus menjadi fokus doa kita.

B. Kasih

Dalam ayat 15, Paulus mengatakan bahwa kita harus berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Inilah kasih Kristus di dalam kita, yang olehnya kita mengasihi Kristus dan sesama anggota Tubuh-Nya. Kasih di sini bukan kasih kita, melainkan kasih Allah, yang lebih dulu mengasihi kita. Kini dengan kasih inilah kita mengasihi Tuhan dan satu sama lain. Dalam kasih yang sedemikianlah kita berpegang kepada kebenaran, yaitu berpegang kepada Kristus dan Tubuh-Nya.

Kalau kita membicarakan hal-hal yang di luar Kristus dan gereja, itu tidak bertindak dalam kasih. Kita mungkin tidak saja menyia-nyiakan waktu, tetapi juga memasukkan unsur-unsur asing ke dalam Tubuh. Jika kita benar-benar mengasihi orng lain, kita akan terlatih untuk berpegang kepada kebenaran dan berbicara tentang Kristus dan gereja. Untuk tidak terpengaruh oleh angin pengajaran, kita harus berpegang kepada Kristus dan gereja di dalam kasih.

II. BERTUMBUH

A. Ke dalam Kepala, Kristus

Melalui berpegang kepada kebenaran di dalam kasih, kita akan bertumbuh di dalam segala hal ke arah (dalam) Kristus. Agar tidak lagi menjadi anak-anak (ayat 14), kita perlu bertumbuh ke dalam Kristus. Ini berarti mengalami Kristus bertambah di dalam kita dalam segala hal, sampai kita mencapai kedewasaan penuh (ayat 13). Kata Kepala dalam ayat 14 ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kita dalam hayat oleh pertambahan Kristus harus merupakan pertumbuhan anggota-anggota dalam Tubuh di bawah Kepala.

Fakta bertumbuhnya kita di dalam Kristus melalui berpegang kepada kebenaran di dalam kasih membuktikan bahwa berpegang kepada kebenaran mencakup lebih banyak daripada sekadar tidak berdusta. Percayakah Anda bahwa Anda dapat bertumbuh di dalam Kristus hanya dengan mengatakan kebenaran dan tidak berdusta? Ini bukanlah yang memungkinkan kita bertumbuh di dalam Kristus. Banyak sekali orang yang tidak percaya Tuhan tetapi jujur dan tidak berdusta. Namun itu tidak dapat membuat mereka bertumbuh ke dalam Kristus.

Bertumbuh ke dalam Kepala berarti kita hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Kita bertumbuh melalui memperhatikan Kristus dan gereja semata, yaitu melalui berpegang kepada kebenaran di dalam kasih. Kita tidak dapat bertumbuh melalui sejenis kejujuran atau ke-tulusan yang berkaitan dengan kelakuan etika.

Dalam ayat ini masalah pertumbuhan khususnya berkaitan dengan pertumbuhan ke dalam Kristus, Kepala, dalam segala hal. Ayat 13 dan 14 sama-sama menunjukkan perlunya pertumbuhan. Jika kita ingin menjadi orang yang dewasa penuh, kita perlu bertumbuh. Demikian pula, jika kita ingin tidak lagi menjadi anak-anak yang terombang-ambing kian kemari dan hanyut, kita perlu bertumbuh. Namun kita harus bertumbuh ke dalam Kristus, bukan ke dalam diri kita sendiri atau ke dalam perkara mana pun yang terpisah dari Kristus.

Paulus mengatakan dengan jelas bahwa kita bertumbuh ke dalam Dia, yang adalah Kepala. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kita harus di dalam Tubuh. Untuk bertumbuh ke dalam Kepala, kita harus berada di dalam Tubuh. Banyak orang Kristen kelihatannya bertumbuh secara rohani; tetapi pertumbuhan itu bukan di dalam Tubuh. Saya tahu ada sementara orang Kristen yang sebenarnya menjadi semakin terpecah-belah ketika mereka bertumbuh semacam itu. Nampaknya semakin bertumbuh, mereka menjadi semakin kritis. Ketika mereka memiliki pertumbuhan yang relatif sedikit itu, mereka tidak menimbulkan problem dalam hidup gereja (Church life), tetapi ketika mereka bertumbuh, mereka lalu menjadi masalah. Ini suatu petunjuk bahwa pertumbuhan mereka bukan ke dalam Kepala. Selama pertumbuhan seorang bukan ke dalam Kepala, berarti ia tidak bertumbuh di dalam Tubuh.

Ini sangat penting, Paulus tidak mengatakan kita harus bertumbuh ke dalam Sang Juruselamat, atau ke dalam Tuan, atau ke dalam Tuhan. Ia khusus mengatakan bahwa kita harus bertumbuh ke dalam Sang Kepala. Ini hanya dapat terjadi di dalam Tubuh. Jika Anda tidak tinggal di dalam Tubuh, mungkin Anda memiliki sedikit pertumbuhan, tetapi itu tidak berarti bertumbuh ke dalam Sang Kepala.

B. Dalam Segala Hal

Dalam ayat 15 Paulus mengatakan bahwa kita harus bertumbuh di dalam segala hal ke dalam Kepala. Pada aspek-aspek tertentu Anda telah bertumbuh ke dalam Kepala, tetapi mungkin pada aspek lainnya belum. Menurut pengalaman saya, masalah yang paling sulit untuk bertumbuh ke dalam Kristus, Kepala, ialah perkataan atau tutur kata kita. Mazmur 141:3 mengatakan, ”Awasilah mulutku, ya TUHAN, berjagalah pada pintu bibirku!” Berhubung begitu sulitnya kita mengendalikan tutur kata kita, maka kita harus menjadikan ayat ini sebagai doa kita. Entah Anda tua atau muda, saudara atau saudari, inilah satu hal yang di dalamnya kita semua perlu bertumbuh ke dalam Kristus sebagai Kepala.

Kalau kita membawa masalah bertumbuh ke dalam Dia di dalam segala hal ini kepada Tuhan, kita akan nampak banyak perkara kecil yang di dalamnya kita belum lagi bertumbuh ke dalam Kepala. Betapa kita masih perlu bertumbuh ke dalam Kristus! Semoga perlunya bertumbuh ini menjamah hati kita dan mengalihkan kita kembali kepada Tuhan.

III. DARI KEPALA

Ayat 16 mengatakan, “Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Bertumbuh dalam hayat berarti bertumbuh ke dalam Kepala, Kristus, tetapi bekerja dalam Tubuh Kristus adalah bekerja dari-Nya. Pertama, kita bertumbuh ke dalam Kepala, kemudian kita memiliki sesuatu yang berasal dari Kepala bagi pembangunan Tubuh.

Ayat 16 menunjukkan bahwa pertumbuhan bukan untuk perseorangan, melainkan untuk Tubuh. Pertumbuhan mana pun yang bukan untuk Tubuh, bukanlah yang sejati. Kata “tiap-tiap anggota” mengacu kepada setiap anggota Tubuh. Setiap anggota Tubuh Kristus memiliki kadarnya masing-masing, dan kadar ini bekerja untuk pertumbuhan Tubuh. Tubuhlah yang mempertumbuhkan dirinya sendiri melalui sendi-sendi suplai dan bagian-bagian yang berfungsi. Baik sendi-sendi suplai dan setiap bagian tunggal berikut kadarnya diperlukan gereja untuk membangun dirinya sendiri. Pertumbuhan Tubuh Kristus adalah pertambahan Kristus dalam gereja, yang menghasilkan pembangunan oleh Tubuh itu sendiri.

A. Setiap Sendi Suplai yang Kaya

Dalam ayat ini Paulus membicarakan “setiap sendi suplai yang kaya” (Tl.). Ini ditujukan kepada orang-orang yang berkarunia khusus, seperti yang disebut dalam ayat 11. Dalam bahasa Yunani, di muka kata “suplai” terdapat kata sandang yang merupakan penekanan. Itu menunjukkan bahwa suplai di sini adalah suplai yang khusus, yaitu suplai Kristus. Sebagai orang-orang yang memimpin, para rasul, nabi, penginjil, gembala dan peng-ajar memiliki suplai yang khusus ini. Ya, kita semua dapat menjadi utusan-utusan hari ini. Namun demikian, di antara orang-orang kudus ada orang-orang yang mempu-nyai suplai khusus ini, dan suplai ini tidak dimiliki semua orang.

Sekali lagi kita nampak dua aspek kebenaran dalam Alkitab. Memang tepat kalau kita mengatakan semua orang kudus dapat melakukan pekerjaan para rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar. Akan tetapi, ayat ini mengatakan tidak semua orang memiliki suplai khusus itu. Dalam Tubuh, para pemimpinlah yang menjadi sendi-sendi yang bersuplai khusus.

B. Supaya Tubuh Bertumbuh

Kalau kita membaca ayat 16 dengan cermat, kita akan nampak bahwa ayat ini mengatakan seluruh Tubuhlah yang mempertumbuhkan Tubuh itu. Ini berarti Tubuh bertumbuh oleh Tubuh itu sendiri; Tubuh mempertumbuhkan Tubuh. Gereja-gereja yang mengundang orang-orang tertentu untuk menyampaikan firman Tuhan kepada mereka itu tidak salah, tetapi gereja lokal bukan dibangun dengan cara demikian. Sebuah gereja lokal harus bertumbuh oleh gereja itu sendiri. Misalnya, gereja di Anaheim yang mempertumbuhkan gereja di Anaheim. Sekalipun sebuah gereja sangat kecil, ia harus bertumbuh oleh dirinya sendiri. Kalau Anda tidak dapat mempertumbuhkan gereja di lokal Anda, tidak seharusnya Anda menjadi gereja di tempat itu. Janganlah mengharapkan kunjungan saudara-saudara untuk mengambil bagian dalam ministri firman guna mempertumbuhkan gereja di lokal Anda.

Ayat 16 mengatakan tentang pertumbuhan Tubuh kepada pembangunan dirinya sendiri dalam kasih. Ini menunjukkan bahwa gereja lokal harus membangun dirinya sendiri dalam kasih melalui tiap-tiap sendi suplai sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota. Orang-orang yang mempunyai suplai khusus tidak saja dalam keseluruhan Tubuh, tetapi juga dalam gereja-gereja lokal, yang adalah ekspresi satu Tubuh yang riil. Sekalipun jumlah orang kudus di sebuah gereja sangat sedikit, mungkin hanya lima belas orang, tetapi di situ tetap ada orang-orang yang mempunyai suplai khusus. Hal ini harus menjadi suatu dorongan bagi tiap gereja lokal. Melalui suplai khusus para pemuka dan melalui pekerjaan setiap anggota, gereja akan mempertumbuhkan dirinya sendiri di dalam kasih. Dengan demikianlah, kita akan nampak pertumbuhan anggota untuk pembangunan Tubuh Kristus.