ANAK-ANAK DAN ANGIN PENGAJARAN
Efesus 4:13 mengatakan bahwa kita perlu mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan kepenuhan Kristus. Hal-hal ini sulit untuk didefinisikan secukupnya, sebab semua itu berkaitan dengan hayat dan hayat itu sangat misterius. Kesatuan praktis yang sesungguhnya adalah masalah hayat. Demikian pula, kedewasaan penuh dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan perawakan Kristus adalah masalah hayat. Setelah pengalaman hayat kita mencapai tingkat tertentu, barulah kita dapat mengerti ayat seperti 4:13 ini.
Dalam 4:13 Paulus memulai dengan kesatuan iman. Dari pengalaman saya yang terbatas, saya dapat mengatakan bahwa iman di sini ditujukan kepada Kristus berikut karya penebusan-Nya. Maka, obyek iman kristiani kita ialah Kristus yang hidup beserta pekerjaan-Nya.
Ayat 13 juga membicarakan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah. Kelihatannya sedikitlah kaitan antara iman dengan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah. Tetapi menurut pengalaman kita, kedua hal itu sebenarnya adalah satu, sebab sama-sama ditujukan kepada Kristus. Pengetahuan penuh tentang Anak Allah ialah masalah mengenal Kristus sebagai hayat dan segala sesuatu bagi kita. Dalam Perjanjian Baru Tuhan disebut Anak Allah, yang berkaitan dengan hayat, tetapi berkaitan dengan amanat-Nya, Ia disebut Kristus. Ketika Petrus menerima wahyu tentang Kristus, ia mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah Kristus, Anak Allah yang hidup (Mat. 16:16). Tambahan pula, dalam Injil Yohanes dikatakan bahwa kita perlu percaya bahwa Yesus itu Kristus, Anak Allah (Yoh. 20:31). Ini berarti kita percaya Tuhan Yesus untuk hayat dan untuk amanat-Nya. Mengerti amanat Tuhan agak mudah, tetapi memahami Dia sebagai hayat kita cukup sulit. Itu tidak hanya berasal dari pengetahuan yang obyektif, tetapi juga melalui pengalaman yang subyektif. Ketika kita mengalami Kristus sebagai hayat kita, kita mengenal Dia sebagai Anak Allah, lalu kita memiliki kesatuan praktis dalam pengalaman, yaitu kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah.
Allah damba Kristus menjadi segala sesuatu kita. Kristus adalah obyek iman kita dan Ia pun hayat kita. Jika kita nampak hal ini, kita akan mulai menyingkirkan apa saja yang menyelewengkan kita dari Kristus; kita akan membuang setiap perkara yang bukan Kristus sendiri. Berapa banyak yang kita buang tergantung pada pengalaman kita atas Kristus. Semakin kita mengalami Kristus sebagai hayat, semakin banyak yang kita tinggalkan. Dengan demikianlah kita dapat mencapai kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah.
Hari ini, karena kita masih kurang pengalaman dalam hayat, maka kita tidak memiliki pengertian yang penuh terhadap kesatuan praktis ini. Namun kita terus bertumbuh. Kita tidak dapat mengatakan kita telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan penuh tentang Anak Allah, dan mencapai kedewasaan serta perawakan kepenuhan Kristus. Namun, kita bersyukur kepada Tuhan, dalam pemulihan-Nya, kita sedang berada di jalan yang menuju sasaran ini.
I. ANAK-ANAK DALAM KRISTUS
Ayat 14 mengatakan, ”Sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan.” Ayat ini adalah lanjutan ayat 13. Kata “sehingga” boleh diterjemahkan “agar supaya”, menunjukkan bahwa hasil dari tercapainya ketiga perkara dalam ayat 13 ialah kita bukan lagi anak-anak yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran. Karena itu, mencapai ketiga hal dalam ayat 13 mengandung satu tujuan, yaitu agar kita tidak lagi menjadi anak-anak.
A. Orang yang Kurang Matang dalam Hayat
Anak-anak ialah kaum beriman yang muda di dalam Kristus, yang hayatnya kurang matang (1Kor. 3:1; 14:11; Ibr. 5:13). Pada tahap pertama dalam hayat rohani kita sebagai orang Kristen, kita semua adalah anak-anak.
B. Terombang-ambingkan dan Digoyahkan oleh Angin
Ayat 14 menunjukkan bahwa anak-anak terombang-ambing. Kehidupan orang Kristen ibarat berlayar di laut, yang banyak badai. Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh mengharap perjalanan kita selalu tenang, tanpa ombak atau angin. Ombak dan badai tidak saja menyerang kaum beriman secara individual, juga menyerang gereja. Gereja sering mengalami ombak dan berada di tengah-tengah badai. Konsepsi Paulus di sini bukan berarti kita dapat menghindari ombak dan angin, melainkan kita dapat terlindung dari ombak yang mengombang-ambingkan serta angin yang meniup.
Kesulitan dan kesukaran berbeda dengan ombak dan badai. Kesukaran ibarat batu karang, dan kesulitan ibarat beban berat yang harus kita pikul. Sebaliknya gelombang sering datang secara menyenangkan dan menarik, bahkan muncul dalam corak yang manis dan memikat. Kebanyakan orang yang terombang-ambing bukan terombang-ambing melawan kemauan mereka, melainkan dengan senang hati terombang-ambing oleh gelombang, yang tampaknya menyenangkan dan nikmat itu. Ketika mereka terombang-ambing oleh ombak, mereka tidak merasa bahaya. Sebaliknya mereka mungkin merasa asyik dan nikmat. Karena gelombang mungkin memiliki corak yang demikian menyenangkan; gelombang itu berbeda dengan kesulitan atau kesukaran. Sebenarnya jarang orang Kristen yang terombang-ambing oleh kesulitan, tetapi banyak yang terombang-ambing oleh ombak dan ditiup oleh angin.
Mungkin Anda tidak mengerti apa sebenarnya ombak dan angin ini. Itulah berbagai pengajaran, doktrin, konsepsi, dan opini. Ketika gereja berlayar di laut, Iblis akan mencari kesempatan untuk memasukkan beberapa pengajaran, konsepsi, dan opini yang menyenangkan untuk menggoda kaum beriman. Maksudnya ialah untuk memisahkan mereka dari Kristus dan gereja.
Pada masa Paulus, ada sementara penganut agama Yahudi yang mengajarkan Perjanjian Lama dengan cara yang menggoda. Pengajaran mereka berkaitan dengan praktek-praktek tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Perjanjian Lama. Anak-anak dalam Kristus sulit membedakan pengajaran-pengajaran yang menarik dan yang licik itu. Pada prinsipnya, hari ini pun demikian, bahkan lebih banyak lagi ajaran, konsepsi, dan opini yang menyelewengkan. Kesemuanya itu memiliki satu corak yang menyenangkan dan positif. Jika tidak, tidak seorang pun yang dapat ditipu oleh mereka. Maka, banyak orang hari ini telah terombang-ambing oleh gelombang dan terhembus oleh angin pengajaran.
Anak kecil atau bayi mudah sekali ditipu atau disesatkan. Sebagai contoh, anak-anak dapat ditipu untuk meninggalkan rumahnya melalui memberinya permen atau kembang gula. Kesukaan mereka akan kembang gula membuat mereka lupa segalanya. Karena banyak orang Kristen masih kanak-kanak dan menyukai ajaran-ajaran yang berlapis gula, maka mereka sangat mudah tertipu.
Satu-satunya cara untuk melepaskan diri dari gelombang dan angin ialah bertumbuh dalam hayat. Ketika Anda bertumbuh, Anda harus berlindung di bawah naungan orang tua Anda di dalam Kristus. Janganlah memperhatikan kembang gula rohani, tetapi perhatikanlah jalan yang ditempuh orang tua Anda dalam Kristus itu. Dengan demikian Anda akan terlindung dan terjaga.
Dalam hidup gereja (church life) orang muda harus berlindung di bawah naungan yang diberikan oleh orang dewasa. Naungan itu adalah tempat perlindungan yang terbaik. Jangan menerima konsepsi apa pun menurut diri sendiri, walaupun konsepsi itu tampak sangat manis. Kapan saja Anda dicobai demikian, Anda harus berkata, “Aku tidak memperhatikan perkara-perkara yang manis itu. Aku hanya memperhatikan Kristus, gereja, dan naungan orang dewasa.” Jika Anda menerima kembang gula itu, Anda akan menemukan bahwa di balik lapisan gula ada racunnya.
Dengan membaca konteks ayat 14 ini kita nampak ujian yang paling dapat diandalkan untuk menyingkapkan ajaran yang menipu orang ialah Kristus dan gereja. Da-lam kelicikannya, Iblis memakai gelombang dan angin untuk menyelewengkan orang-orang kudus dari Kristus dan gereja. Adakalanya, Iblis bahkan memakai Alkitab untuk menipu kita. Ini menunjukkan, ajaran-ajaran Alkitab dapat juga dipakai Iblis untuk membawa kita meninggalkan tujuan Allah. Iblis dapat memakai hampir setiap perkara untuk menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja. Dia bahkan bisa memakai kata-kata Alkitab untuk mencobai Tuhan Yesus di padang gurun. Maka tidak ada perlindungan yang lebih baik daripada Kristus dan gereja. Janganlah kita menerima ajaran yang tidak lulus melalui ujian Kristus dan gereja.
Iblis bahkan akan mendatangi Anda dengan ajaran yang pura-pura membantu Anda untuk lebih banyak menikmati hidup gereja. Namun, bila Anda menerima ajaran itu, Anda akan menemukan bahwa sebenarnya selera Anda bagi hidup gereja telah dirusak. Sebelum Anda menerima ajaran itu, Anda sama sekali hidup bagi gereja dan bagi kesaksian gereja; Anda damba mengikuti sidang gereja dan sangat menghargai tumpuan gereja. Tetapi ajaran Iblis yang licik mematikan kedambaan Anda untuk bersidang, mengurangi kemutlakan Anda bagi hidup gereja, dan menyebabkan Anda meremehkan tumpuan gereja. Ketika ajaran itu melakukan pekerjaan perusakannya di dalam Anda, Anda tidak lagi memperhatikan kesaksian gereja yang sejati, sebaliknya, Anda selalu yakin bahwa melalui konsepsi yang Anda serap itu, Anda berada di jalan hidup gereja yang lebih baik. Itulah dokrin yang paling licik! Angin licik ini akan membawa Anda meninggalkan hidup gereja.
Ajaran licik itu juga menyebabkan Anda kehilangan selera terhadap Kristus. Karena pengaruhnya, Anda tidak merasa lapar dan dahaga lagi terhadap Kristus seperti sediakala. Anda akan merasa bahwa mengasihi Tuhan secara mutlak adalah perbuatan yang agamis dan kaku. Semuanya ini membuktikan bahwa esens yang beracun dari ajaran Iblis telah masuk ke dalam Anda dan telah merusak Anda, dan menyebabkan perasaan rohani Anda menjadi tumpul. Itulah cara Iblis yang terlicik untuk membawa kaum beriman meninggalkan Kristus dan hidup gereja yang sejati.
Jalan satu-satunya untuk bertumbuh, terlindung, dan terpelihara ialah tinggal di dalam hidup gereja yang wajar. Jangan terlalu percaya kepada perasaan pribadi Anda tentang situasi apa pun. Ada sementara ajaran menyebabkan Anda merasa hidup gereja tidak cukup baik atau kurang begitu penting. Selama bertahun-tahun saya merasa bahwa kita harus senantiasa menentang pikiran apa pun yang membuat kita mengira gereja kasihan, keliru, atau tidak perlu. Pikiran seperti itu adalah tanda yang jelas bahwa angin pengajaran telah mendekat. Saya tidak mengatakan bahwa gereja hari ini sempurna. Tetapi saya berkata bahwa pikiran yang negatif tentang kondisi gereja merupakan satu petunjuk adanya pekerjaan ajaran yang licik. Ajaran ini pada awalnya tidak muncul sebagai ancaman, biasanya ia tersembunyi di bawah corak yang menyenangkan. Pada mulanya warnanya sangat menarik, tetapi setelah ajaran ini masuk ke dalam Anda, warnanya makin lama makin gelap. Itulah satu tanda bahwa ajaran ini mendatangkan pengaruh yang berbisa di dalam Anda.
Saya katakan sekali lagi, satu-satunya jalan untuk melepaskan diri dari gelombang dan angin ialah bertumbuh. Tetapi kita tidak dapat bertumbuh dalam satu malam, seperti jamur. Sebaliknya, kita berangsur-angsur bertumbuh, sedikit demi sedikit, dari hari ke hari. Ketika bertumbuh perlahan-lahan di dalam Tuhan, kita perlu tinggal di bawah naungan perlindungan gereja. Percaya dan bersandarlah kepada gereja, jangan bersandar kepada perasaan individual yang subyektif. Pandanglah Tuhan, Ia akan menyuruh Anda percaya dan bersandar kepada-Nya dan gereja. Hal ini teristimewa dibutuhkan ketika menurut perasaan Anda, gereja sedang dalam kondisi yang tidak begitu baik. Pada saat-saat di mana Anda merasa kondisi gereja tidak positif, Anda harus lebih percaya kepada gereja.
II. ANGIN PENGAJARAN
A. Pengajaran yang Berbeda dengan
Ekonomi Allah
Dalam ayat 14 Paulus tidak mengatakan angin bidah, melainkan angin pengajaran. Pengajaran apa saja, bahkan yang berdasarkan Alkitab, jika mengalihkan kaum beriman dari Kristus dan gereja, adalah angin yang menghanyutkan kaum beriman dari tujuan inti Allah. Satu Timotius 1:3, 4 mewahyukan adanya beberapa orang pada masa Paulus yang menyampaikan ajaran yang berbeda. Itu tidak berarti mereka mengajarkan bidah, melainkan berarti ajaran-ajaran mereka berlainan dengan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pengajaran mereka bukanlah pengajaran ministri Perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Baru ada satu ministri. Ministri ini menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam kaum beriman bagi pembangunan gereja. Kita harus waspada terhadap pengajaran atau yang mengaku sebagai ministri yang mengajarkan sesuatu yang berbeda dengan ekonomi Allah, yaitu yang mengajarkan sesuatu yang lain dengan ekonomi Allah bagi pembangunan gereja.
Secara keseluruhan, orang Kristen hari ini telah terbawa oleh rupa-rupa angin pengajaran. Setiap denominasi atau kelompok bebas berada di bawah pengaruh sejenis angin doktrinal. Hari ini orang Kristen yang bagaimanakah yang tidak terombang-ambing oleh angin pengajaran? Kita perlu bertanya kepada diri sendiri, apakah kita masih berada di bawah pengaruh gelombang dan angin seperti itu. Saya berani mengumumkan dengan tegas bahwa saya tidak terombang-ambing oleh ombak mana pun dan tidak terbawa oleh angin mana pun, sebab saya hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Ada sementara orang bertanya kepada saya tentang doa-baca. Saya telah menjawab bahwa saya bukan untuk doa-baca, melainkan untuk Kristus dan gereja. Sebagai akibatnya, saya tidak membuat diri saya berbeda dengan orang Kristen lainnya. Akan tetapi banyak orang Kristen telah menjadikan diri mereka berbeda dengan saya.
Sebagai contoh, sementara orang menentang dengan keras baptisan selam dan membenarkan baptisan percik. Saya dapat berkata kepada orang demikian, “Saudara, saya tidak memperhatikan baptisan percik, tetapi saya benar-benar memperhatikan Anda. Saya dengan tulus menerima Anda sebagai saudara dalam Tuhan.” Dengan menerimanya demikian, saya sama dengan dia. Namun, dengan mempertahankan baptisan percik, ia telah membuat dirinya berbeda dengan saya. Maka ia, bukan saya, yang harus bertanggung jawab atas perbedaan di antara kami.
Sebelum Anda datang ke dalam pemulihan Tuhan, boleh jadi Anda memperhatikan perkara-perkara tertentu di luar Kristus dan gereja. Mungkin Anda memperhatikan suatu doktrin, praktek, atau pekerjaan. Tetapi dalam hidup gereja dalam pemulihan Tuhan, kita hanya memperhatikan Kristus dan gereja. Kita sangat perlu memiliki visi yang jelas bahwa ekonomi Perjanjian Baru tidak untuk yang lain, kecuali menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam manusia bagi pembangunan Tubuh Kristus. Itulah sasaran dan kesaksian kita; itulah pemulihan Allah. Bila kita senantiasa memiliki sasaran ini di hadapan kita, kita tidak akan menerima pengajaran, konsepsi, atau opini apa pun yang menyelewengkan kita dari jalur inti ekonomi Allah.
B. Permainan Palsu Manusia
Dalam ayat 14 Paulus mengatakan tentang “permainan palsu manusia”. Istilah ini dalam bahasa Yunani mengacu kepada penipuan yang dilakukan oleh pemain-pemain dadu. Pengajaran-pengajaran yang menjadi rupa-rupa angin menghanyutkan kaum beriman dari garis inti Kristus dan gereja adalah tipuan yang didalangi oleh Iblis dalam kelicikannya, dengan permainan palsu manusia, untuk menggagalkan tujuan kekal Allah, yakni membangun Tubuh Kristus. Tidak peduli bagaimana baiknya suatu pengajaran, bila ia menyelewengkan kita dari Kristus dan gereja, itu adalah suatu permainan palsu manusia. Permainan palsu manusia itu bahkan lebih buruk daripada penipuan, sebab ia tidak saja palsu, ia juga mengandung rencana jahat. Sekalipun suatu doktrin itu Alkitabiah, doktrin itu dapat juga diperalat menjadi rencana jahat yang sedemikian.
C. Dalam Kelicikan
Dalam ayat ini Paulus juga menyebut kelicikan. Istilah ini menunjukkan bahwa suatu keterampilan yang jahat telah dilakukan. Karena itu, dalam permainan palsu manusia itu terkandung semacam rencana jahat dan penggunaan keahlian untuk menipu.
D. Dengan Suatu Sistem yang Menyesatkan
Terakhir Paulus berkata, “dengan suatu sistem yang menyesatkan” (Tl.). Pengajaran yang memecah-belah itu disusun dan disistemkan oleh Iblis untuk menyebabkan kekeliruan yang serius, dan dengan ini menghancurkan kesatuan kehidupan Tubuh yang praktis. Permainan palsu berasal dari manusia, tetapi sistem yang menyesatkan berasal dari Iblis. Kita telah nampak bahwa ekonomi Allah ialah menyalurkan Allah Tritunggal ke dalam kita demi pembangunan Tubuh Kristus. Iblis membenci hal ini. Karena itu, ia memperalat ajaran, konsepsi, doktrin, dan opini dengan kelicikan sebagai bagian dari rencana jahatnya untuk menyesatkan orang, dan akhirnya menjerumuskan mereka ke dalam suatu sistem yang menyesatkan itu. Alangkah jahatnya! Semoga Tuhan menyingkapkan tipu muslihat musuh agar kita dapat mengetahui sistem yang menyesatkan itu yang berkaitan dengan ajaran-ajaran palsu yang dirancangnya untuk menyelewengkan orang-orang kudus dari Kristus dan hidup gereja.