STANDAR ORANG BERIMAN
Dalam 1Timotius 1:16 Paulus mengatakan, “Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian, aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal.” Berdasarkan ayat ini Paulus telah menjadi satu contoh keselamatan Allah. Akan tetapi, Paulus tidak hanya menjadi contoh keselamatan Allah, ia juga menjadi contoh orang-orang yang dipanggil oleh Tuhan.
Dalam Kitab Efesus, perkara panggilan Allah besar sekali maknanya. Dalam Efesus 1:17-18 Paulus berdoa agar kita memiliki roh hikmat dan wahyu untuk “mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya”. Dalam Efesus 4:1 Paulus menasihati kita, umat panggilan Allah, untuk berperilaku sepadan dengan panggilan yang olehnya kita dipanggil.
SASARAN PANGGILAN ALLAH
Tidak banyak orang Kristen yang mengetahui sasaran panggilan Allah. Kebanyakan orang mengira bahwa sasaran ini hanyalah menerima anugerah dan diselamatkan. Namun, anugerah dan keselamatan bukanlah sasaran akhir dari panggilan Allah. Menurut Kitab Efesus, sasaran satu-satunya dari panggilan Allah ialah pembangunan Tubuh Kristus. Dalam Matius 16 Tuhan Yesus berkata bahwa Ia akan membangun gereja-Nya. Kisah Para Rasul dan Surat-surat Kiriman mewahyukan bahwa gereja tidak dibangun oleh Tuhan secara langsung, melainkan melalui semua anggota Tubuh. Jadi, Kristus membangun Tubuh melalui Tubuh. Allah telah memanggil kita untuk penggenapan sasaran ini.
Efesus 3:2 membicarakan penyelenggaraan (kepengurusan) anugerah Allah, dan Efesus 4:12 membicarakan pembangunan Tubuh Kristus. Maka bagian Kitab Efesus ini, dari Efesus 3:2 hingga Efesus 4:12, berawal dari kepengurusan anugerah Allah, dan berakhir pada pembangunan Tubuh Kristus.
Kepengurusan anugerah Allah tidak terbatas pada Paulus dan para rasul lainnya. Jangan mengira hanya Paulus yang menjadi pengurus, tetapi Anda bukan. Di sini Paulus bermaksud memberi kesan kepada orang kudus tentang suatu fakta, yakni mereka semua telah menerima kepengurusan anugerah Allah bagi pembangunan Tubuh Kristus. Menurut Efesus 4:12, pembangunan Tubuh Kristus bukan hanya merupakan pekerjaan para rasul, tetapi juga kewajiban semua orang kudus. Ayat ini mewahyukan bahwa orang kudus diperlengkapi bagi pekerjaan ministri, bagi pembangunan Tubuh Kristus. Kata “bagi” dalam ayat ini juga berarti “menghasilkan untuk tujuan”. Jadi, hasil dari diperlengkapinya orang-orang kudus adalah pada pekerjaan ministri, dan pekerjaan ministri itu menghasilkan pembangunan Tubuh Kristus. Tubuh tidak langsung dibangun oleh para rasul atau para tokoh lainnya, melainkan langsung dibangun oleh orang-orang kudus.
Dalam Efesus 4:16 Paulus berkata, “Dari Dialah seluruh tubuh — yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota — menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Ayat 12 membicarakan orang-orang kudus, dan ayat 16 membicarakan “tiap-tiap anggota”. Menurut ayat 16, Tubuh membuat dirinya sendiri bertumbuh bagi pembangunan dirinya dalam kasih. Agar hal ini dapat terwujud secara riil, semua orang kudus perlu diperlengkapi oleh para rasul dan tokoh-tokoh lainnya.
SERUPA DENGAN PAULUS
Ketika kita membaca Kitab Efesus, kita perlu menyelami beban dan perasaan Paulus. Paulus berharap agar setiap orang beriman bisa menjadi rasul. Ini berarti Paulus mengharapkan setiap orang kudus menjadi serupa dengan dirinya.
Paulus bukan hanya seorang rasul, ia pun nabi, penginjil, gembala dan pengajar. Akan tetapi, banyak di antara kita yang mengelompokkan orang-orang yang berkarunia dalam ayat 11 itu ke dalam empat kategori yang berbeda: para rasul, para nabi, para penginjil dan para gembala serta pengajar. Tetapi Paulus, seorang contoh dari orang yang dipanggil Allah merangkap semuanya itu. Paulus benar-benar seorang nabi. Dalam Surat-surat Kirimannya, ia telah mengatakan beberapa nubuat yang besar, antara lain dalam 1Korintus 15 dan dalam 1 dan 2Tesalonika. Paulus juga seorang pemberita Injil. Siapakah penginjil yang lebih besar daripadanya? Ia memberitakan Injil ke mana saja ia pergi. Lagi pula, Paulus juga seorang gembala dan pengajar. Ia merawat semua gereja dan orang kudus siang dan malam. Terakhir, siapa pula yang dapat menyangkal Paulus sebagai pengajar? Jika Paulus bukan pengajar, tidak ada seorang pun pengajar dalam Perjanjian Baru. Karena itu, Paulus adalah rasul, nabi, penginjil, dan gembala serta pengajar. Beban dan tujuannya dalam pasal 3 dan 4 ialah menunjukkan bahwa setiap orang kudus seharusnya serupa dengannya dalam aspek-aspek tersebut.
Pasal 3 dan 4 merupakan bagian dari pesan Paulus tentang kehidupan yang sepadan dengan panggilan Allah. Bila kita menginginkan suatu kehidupan yang sepadan dengan panggilan Allah, kita perlu serupa dengan Rasul Paulus. Untuk memiliki suatu kehidupan atau perilaku yang sepadan, kita wajib mencurahkan perhatian kita tidak saja pada hal-hal seperti rendah hati, lemah-lembut, kebaikan, dan kasih, tetapi juga kepada perkara penting tentang menjadi rasul, nabi, penginjil, dan gembala serta pengajar. Kalau kita bukan orang-orang yang demikian, kita tidak mempunyai kehidupan yang sepadan dengan panggilan Allah. Dalam pasal-pasal ini Paulus bukanlah satu contoh seorang Kristen pemenang, bukan pula contoh orang beriman yang penuh dengan hayat, melainkan contoh seorang rasul, nabi, penginjil, dan gembala serta pengajar.
SEMUA MURID ADALAH RASUL, NABI,
PENGINJIL, DAN GEMBALA
SERTA PENGAJAR
Setiap orang Kristen yang memenuhi syarat ialah seorang rasul, nabi, penginjil, dan gembala serta pengajar. Seorang rasul bukan raja, melainkan utusan. Bila saya mengutus Anda melakukan suatu tugas khusus, Anda adalah utusan saya, yaitu rasul saya. Dalam Yohanes 17:18 Tuhan Yesus berdoa kepada Bapa, “Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia.” Kata “mereka” dalam ayat ini tidak hanya ditujukan kepada kedua belas rasul, lebih-lebih ditujukan kepada semua murid. Ini menunjukkan bahwa semua orang yang percaya dalam Kristus harus menjadi utusan. Ini diperkuat lagi dengan kata-kata Tuhan kepada murid-murid dalam Yohanes 20:21, “Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Segenap murid Tuhan Yesus, baik pria maupun wanita, semua adalah utusan. Kalau Anda telah menjadi seorang Kristen beberapa tahun tanpa menjadi utusan-Nya, Anda tidak mencapai standar. Bila kita mengenang pengalaman kita yang lampau, kita akan memahami bahwa banyak di antara kita telah diutus — kepada suami atau istri, kepada orang tua dan kerabat, dan kepada sahabat kita. Seperti halnya Paulus, kita adalah utusan, yakni rasul.
Kita juga nabi. Berdasarkan Alkitab, seorang nabi terutama tidak untuk meramalkan peristiwa yang akan datang, melainkan seorang yang berbicara bagi Allah. Sebagai contoh, ketika Musa dipanggil Allah dalam Keluaran 3 dan 4, ia berkata kepada Allah bahwa ia tidak pandai berbicara (Kel. 4:10). Allah lalu berkata bahwa Ia akan memberikan Harun kepada Musa untuk menjadi nabinya (Kel. 4:14-16; 7:1). Harun tidak meramal untuk Musa; ia hanya berbicara untuk Musa. Ini menunjukkan bahwa menjadi seorang nabi ialah menjadi juru bicara. Seperti halnya kita berfungsi sebagai rasul, begitu pulalah kita menjadi nabi; mungkin kepada orang tua, kerabat, atau sahabat kita. Selaku nabi, kita berbicara untuk Tuhan, memberi tahu orang lain betapa Tuhan mengasihi mereka, dan Ia ingin menjadi hayat dan segala sesuatu mereka. Semakin kita berbicara demikian, kita akan semakin berfungsi sebagai nabi.
Dalam hal berbicara bagi Allah, kita juga memberitakan Injil. Ini berarti kita adalah penginjil. Menjadi seorang penginjil tidak lain adalah memberitakan Injil.
Seasas dengan itu kita juga seorang gembala dan pengajar. Dalam hal melayani orang-orang yang beroleh selamat melalui pemberitaan Injil kita, itu berarti kita menggembalakan dan mengajar mereka. Karena itu, kita adalah rasul, nabi, penginjil, dan gembala serta pengajar.
Memiliki hidup yang sepadan dengan panggilan Allah berarti menjadi seorang utusan Allah, yang berbicara bagi Allah, memberitakan Injil, menggembalakan orang dan mengajar orang. Jika kita bukan orang yang demikian, kita tidak memenuhi syarat Allah. Karena pengaruh latar belakang dan lingkungan kita yang agamis, kita menjadi terbiasa untuk menganggap rasul dan nabi sebagai orang-orang yang luar biasa. Akan tetapi, seorang rasul sebenarnya seorang Kristen yang biasa, yaitu seorang Kristen yang memenuhi syarat atau mencapai standar Allah.
Kita tidak seyogianya memiliki rendah hati yang palsu dan berkata bahwa kita terlampau kecil, terlalu tidak berarti untuk menjadi rasul dan nabi. Faktanya kita dapat diutus oleh Tuhan, setidak-tidaknya kepada kerabat-kerabat dan sahabat-sahabat kita dan kita dapat berbicara bagi Dia. Adalah satu fakta pula bahwa kita semua dapat dan seharusnya menjadi utusan-utusan Allah. Kita adalah sekategori dengan Paulus, sekalipun kadar kerasulan kita tidak sebesar yang Paulus miliki.
KEPENGURUSAN ANUGERAH
Efesus 3:2 mengatakan, “Memang kamu telah mendengar tentang penyelenggaraan (kepengurusan) anugerah Allah, yang dipercayakan kepadaku karena kamu.” Tahukah Anda bahwa bukan Paulus saja yang sebagai pengurus, Anda juga seorang pengurus? Serupa dengan Paulus, Anda telah menerima kepengurusan anugerah Allah itu. Seorang pengurus ialah seorang pelayan. Sebagai contoh, seorang pramugara atau pramugari di pesawat terbang, melayani para penumpang dan meladeni mereka. Hal ini menunjukkan bahwa seorang pengurus bukan sejenis pejabat tinggi, melainkan seorang yang melayani orang lain. Pelayanan seorang pengurus disebut kepengurusan. Menurut Efesus 3:2, kepengurusan kita adalah kepengurusan anugerah Allah.
Kita sekalian telah menerima sejumlah anugerah. Dalam Efesus 4:7 Paulus berkata, “Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian Kristus.” Melalui menerima anugerah, dengan spontan kita memiliki kepengurusan dari sejumlah anugerah yang kita terima. Melalui anugerah kita telah menjadi para pengurus.
Efesus 3:2 mengatakan bahwa anugerah telah diberikan kepada Paulus, dan Efesus 4:7 mengatakan bahwa anugerah telah diberikan kepada kita masing-masing. Dalam terang ayat-ayat ini, kita tidak boleh menganggap bahwa Paulus adalah orang yang berbeda dengan kita. Pada faktanya, Efesus 3:8 mewahyukan betapa Paulus menganggap dirinya “paling kecil di antara segala orang kudus.” Ini menunjukkan bahwa semua orang kudus dapat menerima anugerah yang serupa dengan yang diberikan kepada Paulus. Dari sudut manusianya, Paulus paling kecil di antara semua rasul (1Kor. 15:9), tetapi dari sudut ministrinya, ia tidak kalah terhadap rasul-rasul yang paling besar (2Kor. 11:5; 12:11). Namun, sebagai seorang yang menerima anugerah, ia lebih kecil daripada semua orang kudus yang terkecil. Ini menyiratkan bahwa semua orang kudus dapat menerima anugerah yang Paulus terima. Hal ini seumpama semua anggota tubuh jasmani kita yang menerima darah yang sama, tidak peduli anggota itu besar atau kecil. Akan tetapi, kecakapan atau karunia yang berasal dari darah berbeda pada setiap anggota. Semua anggota Tubuh Kristus dapat memiliki anugerah hayat seperti Paulus, tetapi karunia mereka tidak sama dengan yang dimiliki Paulus. Jika anugerah dapat diberikan kepada Paulus, yang menganggap dirinya lebih kecil daripada orang-orang kudus yang terkecil, sudah tentu ia juga dapat diberikan kepada kita.
Bagi Paulus, siapa yang menerima lebih banyak dan siapa yang menerima lebih sedikit itu tidak penting. Kita wajib melupakan semua perbandingan yang demikian. Perkara yang penting ialah kita nampak bahwa kita semua dapat menjadi serupa dengan Rasul Paulus. Kalau seorang yang lebih kecil daripada orang kudus yang terkecil dapat menjadi seorang yang digambarkan dalam pasal 3 dan 4, tentu saja kita tidak terkecuali.
Namun demikian, berabad-abad lamanya orang-orang Kristen telah berada di bawah pengaruh konsepsi alamiah. Menurut konsepsi itu, seorang rasul zaman kuno telah dinobatkan menjadi Paus. Tetapi dalam suatu arti yang tepat, kita semua juga dapat menjadi “paus”, sebab seorang paus hanya berarti seorang bapa. Ini menunjukkan bahwa kita semua dapat menjadi bapa-bapa rohani bagi mereka yang kita bawa kepada Tuhan.
Pikiran kita perlu dimurnikan dari konsepsi alamiah, yang mengagungkan rasul di atas semua orang beriman dalam Kristus. Rasul hanyalah orang yang diutus Allah untuk melaksanakan kehendak Allah bagi pembangunan gereja. Kita semua tentu dapat berbicara bagi Allah sebagai nabi-Nya, yaitu penutur firman-Nya. Jangan mau dihalangi oleh ajaran-ajaran yang tradisional. Sebaliknya, percayalah bahwa kepengurusan anugerah Allah telah diberikan kepada setiap orang beriman.
WAHYU RAHASIA
Dalam Efesus 3:3 Paulus berkata bahwa oleh wahyu, rahasia itu telah dinyatakan kepadanya. Menurut Anda, apakah rahasia itu hanya dinyatakan kepada Rasul Paulus saja, dan tidak dinyatakan kepada seluruh orang beriman Perjanjian Baru? Kita semua telah menerima wahyu rahasia itu, yaitu wahyu yang diberikan kepada Paulus. Alasan Paulus menulis Kitab Efesus adalah agar semua orang kudus dapat mengetahui rahasia Kristus. Selama tahun-tahun pemulihan Tuhan berlangsung di negara ini, kaum saleh telah semakin banyak nampak rahasia Kristus. Melalui menerima wahyu inilah kita tersusun menjadi para rasul dan nabi, dan kita telah bersyarat untuk membicarakan Kristus dan gereja.
Sebagai para nabi, kita harus berbicara kepada mereka yang ada di sekitar kita, tidak peduli mereka mengerti atau tidak apa yang kita katakan. Kewajiban kita ialah berbicara di mana saja kita berada — di rumah atau di tempat kerja kita. Orang tua perlu berbicara kepada anak-anaknya tentang ekonomi Allah. Kita pun harus berkontak dengan orang tua dan kerabat kita, dan memberi tahu mereka apa yang telah kita nampak tentang kehendak kekal Allah. Jangan perhatikan apa yang dipikirkan orang lain terhadap Anda. Berbicara sajalah, agar orang-orang yang belum beriman dapat dibawa kepada Tuhan. Bila kita tidak berbicara, bagaimanakah orang lain dapat diselamatkan? Jika kita bicara, paling sedikit ada beberapa orang di antara mereka yang mau datang kepada Tuhan. Betapa kuatnya pengaruh yang akan terjadi jika semua orang kudus dalam pemulihan Tuhan mau membuka mulut dan mengatakan tentang Kristus dan gereja! Banyak di antara kita yang telah tertipu musuh, mengira kita tidak bersyarat untuk berbicara bagi Tuhan. Janganlah mengharapkan saudara-saudara yang berkarunia luar biasa yang berbicara, konsepsi demikian keliru! Sebagai orang yang telah menerima anugerah dan yang telah nampak wahyu rahasia Kristus, kita adalah rasul-rasul dan nabi-nabi hari ini, dan kita dapat berbicara bagi Tuhan.
SEMUA ADALAH ORANG YANG MELAYANI
Dalam Efesus 3:7 Paulus berkata, “Dari Injil itu aku telah menjadi pelayannya menurut pemberian anugerah Allah, yang diberikan kepadaku sesuai dengan pengerjaan kuasa-Nya.” Kata “pelayan” (minister) dalam ayat ini, sama dengan kata “diaken” dalam Perjanjian Baru. Seorang minister atau diaken ialah seorang yang melayani, bukan pejabat tinggi. Dalam ayat ini Paulus berkata bahwa ia telah menjadi minister. Menurut konsepsi alamiah, para minister berada di atas para penatua, dan para penatua berada di atas para diaken. Akan tetapi, bila kita memiliki pengertian yang wajar atas ayat ini, kita akan nampak bahwa minister sebenarnya adalah diaken, yaitu orang yang melayani. Kata “minister” adalah kata yang bagus, tetapi artinya telah dirusak oleh penggunaan yang tradisional. Menurut Perjanjian Baru, menyebut seorang minister sama dengan menyebutnya sebagai orang yang melayani. Semua orang beriman dalam Kristus adalah orang-orang yang melayani.
PENGERJAAN KUASA ALLAH
Dalam Efesus 3:7 Paulus membicarakan pengerjaan kuasa Allah, itu adalah kuasa hayat kebangkitan (Flp. 3:10), yang bekerja di dalam rasul dan semua orang beriman (Ef. 1:19; 3:20). Melalui kuasa hayat batiniah yang bekerja ini, karunia anugerah diberikan kepada rasul, yaitu dinyatakan di dalam dirinya.
Kata “pengerjaan” dalam ayat 7 dalam bahasa aslinya ialah kata yang menurunkan kata “kekuatan/kuasa”. Di dalam dan di antara kita terdapat kuasa ilahi. Pengerjaan kuasa ini tidak hanya untuk Rasul Paulus, tetapi juga untuk semua orang kudus. Ini terbukti dalam Efesus 4:16, yang memakai istilah yang sama: “Sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota . . .” Jadi kuasa yang serupa, yang berada di dalam Paulus, berada pula di dalam setiap anggota Tubuh. Kuasa yang demikianlah yang sedang bekerja di dalam kita dewasa ini.
RENCANA (EKONOMI) RAHASIA
Dalam Efesus 3:9 Paulus mengatakan tentang menyatakan apa isinya rencana rahasia itu. Kata “rencana” di sini mengacu kepada proses penyaluran Kristus sebagai hayat, suplai hayat, dan segala sesuatu kepada kaum beriman. Kita semua telah mengambil bagian dalam ekonomi yang ajaib ini. Sebagai kaum beriman, kita perlu dibawa ke standar Allah, dan standar ini ditetapkan oleh Rasul Paulus.