← Daftar isi Efesus (1) · bab 13/24

KARUNIA-KARUNIA UNTUK MEMPERLENGKAPI ORANG KUDUS

Efesus 4:7 mengatakan, “Tetapi kepada kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian (karunia) Kristus.” Mengenai Tubuh Kristus, semua unsur dasar adalah satu. Ini dibahas dalam ayat 4 sampai 6, di mana kita mempunyai satu Tubuh, satu Roh, satu pengharapan, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, dan satu Allah dan Bapa. Walaupun unsur dasar dari Tubuh itu satu, tetapi karunia-karunia (fungsi-fungsi) banyak dan bervariasi. Kata “tetapi” dalam awal ayat 7 menyatakan perbandingan antara kesatuan Tubuh dengan berbagai karunia atau fungsi.

ANUGERAH SESUAI DENGAN KARUNIA

Ayat 7 mengatakan bahwa kita masing-masing telah diberikan anugerah menurut ukuran pemberian (karunia) Kristus. Di sini anugerah diberikan menurut karunia, tetapi dalam Roma 12:6, karunia-karunia berbeda-beda menurut anugerah. Anugerah sebenarnya adalah hayat ilahi yang menghasilkan dan menyuplaikan karunia. Dalam Roma 12 anugerah menghasilkan karunia. Sedang dalam Efesus 4 anugerah menyuplai karunia. Karena itu, di sini anugerah adalah menurut karunia, yakni menurut ukuran karunia. Anugerah yang menurut ukuran karunia dapat diibaratkan seperti darah kita, yang menyuplai anggota-anggota tubuh kita sesuai dengan ukurannya masing-masing. Jadi, ukuran karunia Kristus adalah ukuran satu anggota Tubuh-Nya.

KRISTUS MEMBERIKAN KARUNIA-KARUNIA

KEPADA MANUSIA

Ayat 8 melanjutkan, “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian (karunia-karunia) kepada manusia.” “Tempat tinggi” dalam kutipan dari Mazmur 68:19 mengacu kepada Gunung Sion (Mzm. 68:17-19), yang melambangkan langit tingkat tiga, tempat Allah bersemayam (1Raj. 8:30). Mazmur 68 menyiratkan bahwa Allah naik ke Gunung Sion di dalam tabut itu, setelah tabut itu mendapat kemenangan.

Mazmur 68:3 dikutip dari Bilangan 10:35. Ini menunjukkan bahwa latar belakang Mazmur 68 adalah pergerakan Allah dalam kemah suci dengan tabut sebagai pusatnya. Ke mana saja tabut itu (lambang dari Kristus) pergi, kemenangan dicapai. Akhirnya, tabut ini naik ke puncak Gunung Sion dengan penuh kemenangan. Hal ini menggambarkan bagaimana Kristus mendapat kemenangan dan naik ke surga dengan penuh kemenangan.

“Tawanan-tawanan” dalam ayat 8 mengacu kepada orang-orang kudus yang tertebus, yang ditawan oleh Iblis sebelum diselamatkan oleh kematian dan kebangkitan Kristus. Dalam kenaikan-Nya, Kristus memimpin mereka sebagai tawanan, yaitu membebaskan mereka dari tawanan Iblis dan mengambil mereka kepada diri-Nya sendiri. Ini menunjukkan bahwa Ia menaklukkan dan mengalihkan Iblis, yang telah menawan mereka dengan dosa dan maut.

Perjanjian Baru versi Amplified mengatakan “Dia memimpin tawanan-tawanan, yaitu mereka yang tertawan” seperti “Dia memimpin satu barisan musuh yang tertaklukkan.” “Musuh yang tertaklukkan” dapat mengacu kepada Iblis, malaikat-malaikatnya dan kita, orang-orang dosa. Ini sekali lagi menunjukkan kemenangan Kristus atas Iblis, dosa, dan maut. Dalam kenaikan Kristus, ada satu perarakan musuh-musuh yang sudah ditaklukkan, dibawa sebagai tawanan perang, untuk meraya-kan kemenangan Kristus.

“Karunia-karunia” di sini tidak mengacu kepada kemampuan atau kapasitas dari berbagai pelayanan, tetapi kepada orang-orang berkarunia dalam ayat 11 — rasul, nabi, penginjil, gembala dan pengajar. Setelah menaklukkan Iblis dan maut, serta menyelamatkan orang-orang dosa dari Iblis dan maut melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus di dalam kenaikan-Nya menjadikan orang-orang dosa yang sudah diselamatkan itu karunia-karunia sedemikian oleh hayat kebangkitan-Nya, dan memberikan mereka kepada Tubuh-Nya bagi pembangunannya.

Ayat 9 dan 10 adalah kata-kata sisipan dalam tanda kurung. Ini berarti ayat 11 adalah lanjutan ayat 8. Ayat 8 mengatakan Kristus telah memberikan karunia-karunia kepada manusia, dan ayat 11 mengatakan Ia telah memberikan para rasul, para nabi, para pemberita Injil, dan para gembala serta pengajar. Kata “masing-masing” dalam ayat 7 mengacu kepada setiap anggota Tubuh Kristus, mereka masing-masing telah menerima karunia umum, sedang keempat macam orang berkarunia yang disebut dalam ayat 11, ialah yang diberi karunia khusus. Nanti kita akan nampak bahwa orang-orang tersebut ialah para rasul, para nabi, para pemberita Injil, dan para gembala serta pengajar yang menjadi pemimpin. Sebagai pengikut-pengikut mereka, kita semua pun dapat menjadi karunia-karunia sedemikian bagi Tubuh.

Ayat 9 dan 10 memperlihatkan bagaimana Kristus memberikan karunia-karunia kepada Tubuh: “Bukankah ‘Ia telah naik’ berarti bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah? Ia yang telah turun, Ia juga yang telah naik jauh lebih tinggi daripada semua langit, untuk memenuhi segala sesuatu.” “Bagian bumi yang paling bawah” mengacu kepada alam maut, yang ada di bawah bumi. Kristus pergi ke sana setelah kematian-Nya (Kis. 2:27). Pertama-tama, dalam inkarnasi-Nya Kristus turun dari surga ke bumi. Kemudian, dalam kematian-Nya Dia turun lebih jauh lagi, yakni dari bumi ke alam maut. Akhirnya, dalam kebangkitan-Nya, Dia naik dari alam maut ke bumi, dan dalam kenaikan-Nya, dari bumi ke surga. Melalui turun dalam kematian dan naik dalam kebangkitan, Ia memberikan karunia-karunia kepada manusia.

KRISTUS MEMENUHI SEGALA SESUATU

Melalui turun dan naik-Nya ini, Kristus juga membuka jalan agar Ia dapat memenuhi segala sesuatu. Pemikiran di sini sangat dalam. Pertama, Kristus berada di surga. Dalam inkarnasi-Nya, Ia turun ke bumi sebagai seorang manusia dan hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun. Lalu Ia mati di atas salib dan turun ke alam maut, dalam kebangkitan, naik dari alam maut ke bumi, lalu dinaikkan ke langit tingkat tiga. Dengan suatu lalu lintas turun naik yang sedemikian, Ia lalu memenuhi segala sesuatu. Sekarang Kristus berada di mana-mana, baik di bumi maupun di surga.

UNTUK MEMPERLENGKAPI ORANG KUDUS

Dalam ayat 12 kita nampak alasan Kristus memberikan karunia-karunia, yakni “Untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan (ministri), bagi pembangunan tubuh Kristus.” Istilah “bagi” dalam ayat ini sangat berbobot dan bermakna. Ini menunjukkan bahwa tujuan Kristus memberikan para rasul, para nabi, para pemberita Injil, para gembala dan pengajar ialah untuk memperlengkapi orang-orang kudus. Jadi orang-orang kudus diperlengkapi “bagi pekerjaan ministri itu”. Kata “bagi” di sini berarti “menghasilkan untuk tujuan”. Jadi, hasil dari diperlengkapinya orang-orang kudus adalah pekerjaan ministri. Orang-orang yang berkarunia dalam ayat 11 hanya memiliki satu ministri, yaitu menyuplaikan Kristus bagi pembangunan Tubuh-Nya, gereja. Inilah ministri satu-satunya dalam ekonomi Perjanjian Baru (2Kor. 4:1; 1Tim. 1:12). Menurut konstruksi gramatikanya, “pembangunan Tubuh Kristus” adalah “pekerjaan ministri”. Apa pun yang dilakukan oleh orang-orang berkarunia dalam ayat 11 sebagai pekerjaan ministri haruslah bagi pembangunan Tubuh Kristus.

MENCAPAI TIGA PERKARA

Ayat 13 melanjutkan, “Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar (penuh) tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.” Berdasarkan ayat ini, orang kudus yang diperlengkapi itu akan mencapai tiga perkara: mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang penuh tentang Anak Allah, mencapai kedewasaan penuh, dan mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Kristus mempunyai satu kepenuhan, dan kepenuhan itu mempunyai satu perawakan, dan perawakan itu mempunyai satu ukuran. Kita harus mencapai ukuran kepenuhan Kristus itu. Masalah ini akan kita bahas dalam berita berikutnya.

PERJALANAN KRISTUS YANG UNIVERSAL

Sekarang mari kita lihat bagaimana karunia-karunia itu diberikan Kristus kepada Tubuh secara lebih rinci. Kita telah nampak bahwa apa yang berkenaan dengan Tubuh, unsur pokoknya satu. Tetapi karunia berbeda dengan fungsi. Kristus telah bepergian dari surga ke bumi, dari bumi ke alam maut, dari alam maut kembali ke bumi, dan dari bumi ke langit tingkat tiga. Melalui lalu-lintas universal inilah Kristus memberikan karunia-karunia kepada Tubuh.

Lihatlah contoh Rasul Paulus. Bagaimana mungkin Saulus, orang Tarsus yang berdosa, penganiaya gereja yang jahat itu, dapat menjadi satu karunia bagi Tubuh Kristus? Hanya melalui Kristus bepergian mengarungi alam semesta. Kristus telah bepergian dari surga ke bumi. Ia lahir di sebuah palungan di Betlehem, dan Ia tinggal di kota kecil Nazaret selama kurang lebih tiga puluh tahun. Setelah Ia dipaku di atas salib, Ia turun ke dalam alam maut dan melancong di wilayah itu selama tiga hari. Kemudian Ia keluar dari alam maut pada hari kebangkitan-Nya. Di antara kebangkitan dan kenaikan-Nya, Ia menyatakan diri kepada murid-murid-Nya selama empat puluh hari. Pada akhir keempat puluh hari itu, Ia lalu naik ke surga.

Jika kita mempunyai Efesus 4 tanpa Mazmur 68, kita mungkin tidak tahu ketika Kristus naik ke surga Ia membawa serombongan tawanan. Ia memasuki surga sebagai pemenang yang membawa serombongan tawanan. Ia mempersembahkan tawanan-tawanan ini kepada Bapa-Nya, yang diberikannya kembali kepada-Nya sebagai karunia-karunia. Lalu Kristus memberikan semua tawanan ini sebagai karunia kepada manusia. Salah satu dari antara karunia ini ialah Saulus orang Tarsus. Demikianlah cara Kristus memberikan karunia kepada manusia.

Melalui perjalanan-Nya yang universal ini, Kristus tidak saja mengumpulkan banyak orang dosa, Ia pun telah mengalahkan Iblis, yang pernah menawan mereka. Dulu, kita sekalian adalah tawanan yang ditawan oleh Iblis, dosa, dan maut. Melalui perjalanan-Nya dari surga ke bumi, dari bumi ke alam maut, dari alam maut kembali ke bumi, dan dari bumi kembali lagi ke surga, maka di satu pihak Kristus telah memperoleh kita semua, di pihak lain Ia telah menaklukkan Iblis, yang pernah merampas dan menangkap kita di bawah kekuasaan mautnya. Setelah dibebaskan dari Iblis, dosa, dan maut, kita sekarang menjadi tawanan Kristus. Semua malaikat tahu ketika Kristus dinaikkan ke langit tingkat tiga, Ia memimpin serombongan tawanan, dan tawanan-tawanan itu dipersembahkan kepada Bapa. Prosesi (arak-arakan) ini merupakan perayaan kemenangan yang sangat meriah! Walaupun peristiwa yang mulia ini tersembunyi dari mata manusia, namun telah dilihat oleh para malaikat. Mereka tahu bahwa satu peristiwa yang luar biasa bermaknanya telah terjadi dalam sejarah alam semesta. Ini bukanlah hasil khayalan kita, melainkan satu fakta yang sangat mengagumkan.

TERTAWAN OLEH KRISTUS

Lebih dari 19 abad yang lampau kita tertawan oleh Kristus dan ditaruh ke dalam rombongan tawanan-Nya. Sebagai manusia yang telah tertawan oleh-Nya, kita tidak berdaya untuk meloloskan diri. Walaupun kita tidak pernah nampak Tuhan Yesus, kita tidak ada pilihan kecuali percaya kepada-Nya, karena kita telah tertawan oleh-Nya. Sekarang, karena kita berada dalam rombong-an-Nya, kita tidak berdaya keluar dari dalam-Nya. Tidak saja kita tertawan oleh Kristus, kita pun telah dipersem-bahkan kepada Bapa. Setelah memandangi kita dengan apresiasi yang besar, maka Bapa lalu mengembalikan kita lagi sebagai karunia kepada Putra. Dengan cara inilah kita semua telah menjadi karunia bagi Tubuh, yakni melalui perjalanan Kristus yang universal.

Dalam perjalanan-Nya, Kristus telah mati karena dosa-dosa kita dan menggenapkan segala sesuatu bagi penggenapan kehendak Allah. Ia mengalahkan Iblis dan melepaskan kita dari tangan musuh yang merampas kita. Dulu kita adalah tawanan Iblis, kini kita adalah tawanan Kristus, yang dipimpin dalam rombongan-Nya ke atas ketinggian alam semesta, dipersembahkan kepada Bapa dan diberikan kembali kepada Putra sebagai karunia kepada manusia.

Menurut Perjanjian Baru, kita semua telah diselamatkan sebelum dilahirkan. Ketika orang bertanya kepada saya, kapan saya diselamatkan, adakalanya saya mengatakan bahwa saya telah diselamatkan lebih dari 19 abad yang lalu, yaitu pada waktu Kristus disalibkan, dibangkitkan, dan dinaikkan. Kita telah ditebus di dalam penyaliban Kritus, dan kita telah dilahirkan kembali di dalam kebangkitan-Nya. Bahkan sebelum Kristus menaruh kita ke dalam rombongan tawanan-Nya, kita sudah diselamatkan. Pada waktu Ia mempersembahkan kita ke-pada Bapa, kita telah diselamatkan dan dilahirkan kem-bali.

KARUNIA BAGI TUBUH DAN MANUSIA

Kini kita dapat nampak langkah-langkah yang memungkinkan orang-orang dosa untuk menjadi karunia bagi Tubuh Kristus. Langkah-langkah ini mencakup inkarnasi Kristus, kehidupan-Nya sebagai manusia, kematian-Nya di atas salib, penguburan-Nya dalam makam, turun-Nya ke dalam alam maut, kebangkitan-Nya dari antara orang mati, dan kenaikan-Nya ke surga untuk kembali kepada Bapa. Melalui langkah-langkah ini maka kita, orang-orang dosa telah menjadi para rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Sekarang kita telah menjadi karunia bagi manusia. Ke mana saja Tuhan mengutus kita di hari-hari yang akan datang, kita akan diutus sebagai karunia kepada orang-orang di tempat itu.

Bukan rasul-rasul dan nabi-nabi pemimpin saja yang adalah karunia, tetapi setiap anggota Tubuh juga adalah satu karunia. Sebagai contoh, kelingking saya yang kecil adalah satu karunia bagi tubuh saya. Ia dapat melakukan sesuatu bagi tubuh saya yang tidak dapat dilakukan anggota lainnya. Maka tidak seorang pun di antara kita yang boleh menganggap dirinya terlalu kecil untuk menjadi satu karunia. Kadang kala justru anggota yang terkecil itu yang paling berguna, dan yang memberikan hiburan yang terbesar kepada Tubuh. Jadi, kita semua adalah karunia yang diberikan Kristus kepada Tubuh-Nya. Karena perjalanan Kristus yang universal itu, kita tidak lagi menjadi orang dosa, melainkan putra-putra Allah, tanda kemenangan (jarahan) bagi Bapa dan karunia bagi Tubuh.

Dalam Efesus 4 kita nampak ada pemberian karuniakarunia, sedangkan dalam Mazmur 68 kita nampak ada penerimaan karunia-karunia. Berdasarkan Mazmur 68, Putra menerima “jarahan” dari Bapa sebagai karunia. Lalu dalam Efesus 4, Putra memberikan semuanya itu sebagai karunia kepada gereja. Kita, kaum yang beroleh selamat, tidak saja telah diberikan kepada gereja, juga kepada seluruh dunia. Karena itu, ke mana saja kita pergi, kita akan menjadi berkat yang besar bagi orang lain.

Dalam beberapa berita yang lalu saya pernah menunjukkan bahwa semua orang kudus dapat menjadi rasul-rasul dan nabi-nabi hari ini. Dalam berita ini saya ingin menegaskan bahwa kita pun dapat menjadi pemberita Injil yang memberitakan kabar baik, dan mengumumkan berita kesukaan. Ketika kita berkontak dengan orang dalam kehidupan sehari-hari kita, kita perlu memberi tahu mereka kabar baik ini. Jika kita setia melakukan hal ini, kita adalah pemberita Injil. Kita pun gembala dan pengajar, yaitu orang-orang yang memperhatikan orang lain dan mengajar orang lain dalam menempuh jalan Tuhan, dan dalam hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi Allah.

TANPA HIERARKI ATAU KAUM AWAM

Efesus 4:11 memang mengatakan para (beberapa) rasul, para nabi, para pemberita Injil, para gembala dan pengajar. Mungkin Anda heran, bagaimana saya dapat mengatakan bahwa semua orang kudus dapat menjadi karunia-karunia yang demikian bagi Tubuh. Karunia dalam Efesus 4:11 adalah para rasul, para nabi, para pemberita Injil, para gembala dan pengajar pemimpin. Tentu saja kita tidak bisa menjadi pemimpin-pemimpin itu, tetapi sebagai pengikut mereka, kita dapat menjadi orang yang serupa. Saya sudah tentu tidak menganggap diri saya seorang rasul seperti Paulus, yang menjadi pemimpin. Tetapi sebagai pengikut Paulus, saya benar-benar menganggap diri saya sebagai seorang rasul dan utusan pada hari ini. Kita semua wajib memiliki konsepsi demikian terhadap diri sendiri. Kita semua wajib menjadi pengikut-pengikut para rasul, para nabi, para pemberita Injil, dan para gembala serta pengajar pemimpin itu. Jika kita bukan pengikut yang demikian, kita akan jatuh ke dalam bidah yang besar, yaitu bidah sistem hierarki dan sistem kaum awam. Kita akan menjadikan pemimpin-pemimpin itu suatu kelas mediator, dan menjadikan pengikut-pengikut mereka suatu kelas awam. Tetapi dalam gereja, Tubuh Kristus, tidak ada perbedaan kelas mediator dengan golongan kaum awam. Sebagai karunia bagi Tubuh, kita semua adalah rasul, nabi, pemberita Injil, gembala dan pengajar. Sebagai karunia yang diberikan Kristus kepada Tubuh dan kepada seluruh umat ma-nusia, kita dapat menjadi suatu berkat besar bagi seluruh dunia.

Efesus 4 memberi tahu kita bahwa anugerah diberikan menurut ukuran karunia. Anugerah menghasilkan orang-orang yang berkarunia dan kemudian menyuplai mereka menurut ukuran karunia. Semua orang yang berkarunia adalah untuk memperlengkapi orang kudus kepada pekerjaan ministri dan bagi pembangunan Tubuh Kristus, hingga kita semua mencapai ketiga hal yang disebut dalam ayat 13. Setiap hal itu akan kita bahas secara terperinci dalam berita berikutnya.