← Daftar isi Hayat yang Diperlihatkan dalam Kejadian Pasal Satu · bab 15/16

DISELAMATKAN OLEH HAYAT (2)

Pembacaan Alkitab :

Rm. 5:10, 12, 17-19, 21; 6:4; Flp. 3:10a

DOSA DAN KEMATIAN DALAM ADAM

BERLAWANAN DENGAN KEBENARAN

DAN HAYAT DALAM KRISTUS

Roma 5 menunjukkan dua persona kepada kita : Adam dan Kristus. Ketidaktaatan satu orang berlawanan dengan ketaatan satu orang (ay. 19). Adam adalah manusia pertama, dan Kristus adalah Manusia kedua. Dalam Alkitab, hasrat Allah ada pada Manusia kedua, bukan pada manusia pertama. Kedua anak Ishak adalah Esau dan Yakub. Allah menolak Esau, anak sulung, dan Ia mengasihi Yakub, anak yang kedua (Rm. 9:13). Kitab Keluaran juga memberi tahu kita bahwa penghakiman akhir Allah atas Mesir adalah membunuh semua anak sulung (11:4-5). Yang pertama mewakili manusia alamiah sedangkan yang kedua mewakili manusia ilahi (1 Kor. 15:46-47). Kita berada dalam Adam, manusia pertama; tetapi sekarang kita berada di dalam Kristus, Manusia kedua. Rita dilahirkan dalam Adam, tetapi kita telah dilahirkan untuk kali kedua dalam Kristus. Kelahiran kita yang pertama berasal dari Adam, dan kelahiran kita yang kedua berasal dari Kristus. Barangsiapa hanya mempunyai kelahiran pertama, ia belum diselamatkan dan tidak berasal dari Kristus. Karena kita telah memiliki kelahiran pertama dalam Adam dan kelahiran kedua dalam Kristus, kita berasal dari Kristus.

Menurut Roma 5 kita mewarisi dosa dan kematian dalam Adam (ay. 12). Dosa menaruh kita di bawah penghukuman Allah (ay. 16, 18). Selama kita berdosa, kita dihukum oleh Allah di bawah penghakiman-Nya yang adil. Kematian membawa kita pada situasi yang membuat kita sama sekali tidak mampu memenuhi tuntutan Allah yang mana pun. Karena kita mati, kita tidak mampu merendahkan hati atau sabar sesuai dengan standar ilahi Allah. Roma 5 menunjukkan kepada kita bahwa mula-mula kita berada dalam situasi yang membuat kita dihukum oleh Allah dan kita juga berada dalam situasi yang membuat kita sama sekali tidak dapat memenuhi tuntutan Allah. Tetapi syukur kepada Allah, karena Kristus mati bagi kita. Kematian-Nya telah membereskan masalah pertama kita. Sekarang kita tidak lagi di bawah penghukuman Allah. Tetapi hari ini, sedikit banyak kita sekarang masih berada dalam situasi kedua, yaitu tidak dapat memenuhi tuntutan Allah.

Dari Adam kita mewarisi dosa dan kematian. Dari Kristus kita menerima kebenaran dan hayat (ay. 17-19). Kebenaran dan hayat adalah dua butir utama yang telah kita terima dalam Kristus dan dari Kristus. Kebenaran berlawanan dengan dosa dan hayat berlawanan dengan kematian. Kita mewarisi dosa, tetapi kita telah menerima kebenaran. Kebenaran menghapus dosa. Kita mewarisi kematian dari Adam, tetapi kita telah menerima hayat dalam Kristus. Hayat membatalkan dan menelan kematian. Kebenaran di dalam Kristus berhubungan dengan kematian-Nya. Hayat di dalam Kristus berhubungan dengan kebangkitan-Nya. Ia mati bagi dosa kita, dan Ia bangkit supaya kita memiliki hayat. Kematian-Nya membereskan masalah dosa kita, dan kebangkitan-Nya memberi kita hayat-Nya untuk menaklukkan dan menelan kematian. Di satu pihak, kita telah diperdamaikan dengan Allah melalui kematianNya. Di pihak lain, kita sekarang sedang diselamatkan dari kematian di dalam hayat-Nya. Kematian adalah masalah kita. Setelah diperdamaikan, lebih-lebih kita akan diselamatkan dalam hayat-Nya dari kematian (ay. 10) yang tidak dapat dan tidak mampu memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya.

KEBEBASAN DI DALAM KRISTUS

BERLAWANAN DENGAN KEKENDORAN

Kita harus menerapkan persekutuan ini dalam praktek hidup kita sehari-hari. Keteledoran, kekendoran, dan kecerobohan adalah kelemahan dan kelemahan adalah aspek lain dari kematian. Kita sembarangan, kendor, dan ceroboh karena kita lemah dan semua kelemahan itu adalah aspek kematian. Kita mengira jika kita mendapatkan lebih banyak kebebasan, maka hal itu akan lebih menyenangkan. Tetapi jenis kebebasan yang kita dambakan sebenarnya bukan kebebasan tetapi kekendoran.

Kita harus membedakan kebebasan dengan kekendoran. Kekendoran adalah situasi kehidupan sehari-hari yang tidak dapat kita hindari. Kita mungkin tidak dapat bangun tidur tepat pada waktunya. Kita mungkin tidak berdaya menjaga agar segala sesuatu teratur. Ketika kita kuat dan mampu mengendalikan pikiran kita, dengan sendirinya kita tidak begitu kendor. Ketika saatnya kita perlu tersenyum, kits seharusnya dapat tersenyum. Ketika saatnya kita perlu menangis, kita seharusnya menangis. Ketika saatnya kita perlu tertawa, kita seharusnya tertawa. Kekendoran berarti tidak ada kendali, kekendoran adalah kematian. Kebebasan berarti tidak berada dalam belenggu apa pun. Ketika kita bebas, kita melakukan apa yang menurut kita harus dilakukan. Kebebasan adalah tertawa ketika kita merasa kita harus tertawa dan berhenti tertawa ketika kita merasa bahwa kita perlu berhenti tertawa. Ketika kita bebas, kita tidak dibelenggu apa pun.

Kita dapat mengatur diri kita sendiri ketika kita menikmati kebebasan yang sejati. Kemampuan kita untuk mengendalikan mobil yang kita kendarai berarti kita mengendarai mobil itu dalam kebebasan. Kita dapat menginjak rem pada saatnya, dan kita dapat menginjak gas pada saatnya. Mengendarai dalam keadaan kendor berarti rem di mobil tidak bekerja. Kebebasan yang sejati dalam mengemudi berarti mobil tersebut benar-benar di bawah kendali kita. Kita perlu menampilkan hidup yang baik, serius, dan normal, dan hidup itu adalah Kristus. Kristus begitu baik, serius, normal, dan kuat.

HAYAT INSANI KRISTUS YANG TERATUR

Keempat kitab Injil menyingkapkan keinsanian Tuhan Yesus yang ajaib. Betapa menakjubkannya kehidupan sehari-hari dan kehidupan insani yang Dia miliki ketika berada di bumi! Ia adalah seorang persona yang mulia, teguh, mampu mengendalikan diri, dan tepat dalam setiap hal. Injil Yohanes menyingkapkan Tuhan Yesus sebagai Allah yang menempuh kehidupan insani di bumi. Kitab Yohanes menunjukkan kepada kita secara khusus bagaimana Tuhan Yesus sebagai hayat memenuhi keperluan setiap peristiwa manusia.

Yohanes 11 menunjukkan kepada kita bahwa keperluan kematian adalah kebangkitan hayat. Dalam bab ini, kita dapat melihat keinsanian ilahi Tuhan Yesus yang menakjubkan. Alkitab memberi tahu kita bahwa Yesus mengasihi Maria dan Marta dan saudara mereka, Lazarus (ay. 5). Suatu hari Lazarus sakit parah, Marta dan Maria mengirim berita kepada Tuhan Yesus. Ketika Tuhan Yesus mendengar bahwa Lazarus sakit, Ia tinggal di tempat Ia berada selama dua hari (ay. 6). Ia mempunyai kebebasan sepenuhnya untuk pergi mengunjungi Lazarus atau tidak. "Rem" dari "mobil-Nya" benar-benar berfungsi.

Murid-murid adalah orang yang mudah tergerak, tetapi Tuhan Yesus begitu stabil. Ketika berita mengenai penyakit Lazarus tiba, hati Tuhan tidak tergerak. Murid-murid pasti bingung (dan panik). Anda dapat membayangkan betapa kecewanya mereka. Setelah dua hari, Tuhan tibatiba menunjukkan keinginan-Nya untuk mengunjungi Lazarus. Ketika Tuhan tidak ingin pergi, mereka bingung, dan ketika Tuhan siap untuk pergi, mereka berpikir tidak perlu pergi. Mereka berkata kepada Tuhan, "Rabi, barubaru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?" (ay. 8). Apa yang tidak ingin Tuhan lakukan, murid-murid mau melakukannya, dan apa yang yang Tuhan ingin lakukan, murid-murid tidak menyetujuinya. Kita mungkin berkata bahwa hal ini dikarenakan mereka tidak mengetahui kehendak Allah. Tetapi kita juga harus mengetahui bahwa murid-murid tidak begitu normal. Mereka adalah orang-orang yang mudah gembira dan tersinggung.

Jika kita mudah tersinggung, berarti kita tidak begitu normal. Jika kits dapat dimaki dan dihina dengan pedas tanpa sakit hati, hal ini menunjukkan kita mempunyai kebebasan yang sejati. Tetapi, adakalanya sepatah kata saja dapat membuat kita tersinggung. Kita mudah tersinggung karena kita lemah dan penuh kematian. Jika kita mudah salah paham dengan orang lain, mudah sakit hati dan tidak senang dengan orang lain, ini membuktikan bahwa kita lemah dan mati. Kita tidak memiliki kekuatan hayat untuk mengatur diri kita. Ketika murid-murid pergi bersama Tuhan untuk mengunjungi Lazarus, mereka pergi dengan enggan hati. Bahkan Thomas berkata kepada murid-murid lain, "Marilah kita pergi juga untuk mati bersamasama dengan Dia" (ay. 16).

Ketika Tuhan Yesus berada dalam perjalanan menuju desa Betania, orang pertama yang mendapatkan diri-Nya adalah Marta. Marta berkata kepada Tuhan Yesus, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati" (ay. 21). Lalu Tuhan Yesus memberi tahu Marta bahwa saudaranya akan bangkit kembali dan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup (hayat) (ay. 23, 25). Tetapi Marta tidak mendengarkan apa yang dikatakan Tuhan Yesus. Jawabannya adalah ia tahu bahwa saudaranya akan bangkit kembali pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman (ay. 24). Setelah percakapannya dengan Tuhan Yesus, Marta pergi dan memberi tahu saudaranya Maria bahwa Tuhan ada di sana dan bahwa Tuhan memanggilnya (ay. 28). Ini adalah pendapat Marta dan bukan perintah Tuhan. Tuhan Yesus tidak tersinggung dengan pendapat Marta, Maria (ayat 32), dan orang-orang Yahudi (ay. 36-37). Pada tingkat tertentu, Tuhan Yesus menangis karena simpati terhadap penderitaan mereka atas kematian Lazarus. Dalam Yohanes 11, kita dapat melihat bahwa Tuhan selalu mengendalikan diri-Nya sendiri. Pada-Nya ada kebebasan yang -sejati. Dia sama sekali bebas dan tidak ada sedikit pun kekendoran pada-Nya karena Ia penuh dengan hayat.

MENIKMATI KRISTUS SEBAGAI HAYAT BATIN ILAHI

UNTUK KEHIDUPAN INSANI YANG TEPAT

Jika saya tertawa atau menangis tanpa batas dan tanpa kendali, itu berarti saya penuh dengan kematian. Kita harus menyadari bahwa jika kita berbagian dengan Kristus dan menikmati-Nya sebagai hayat kita, seluruh kita, seluruh kehidupan insani kita, akan mutlak diubah. Dengan berbagian dalam hayat transformasi Kristus, kita tidak hanya mampu mengatasi dosa-dosa dan kebiasaankebiasaan yang mengganggu, tetapi yang lebih panting lagi, kita juga akan menelan segala kematian manusia alamiah kita sehingga kita menjadi orang yang lain sama sekali. Kemudian ketika kita tertawa, kita akan tertawa dengan cara yang berbeda. Ketika kita menangis, kita akan menangis dengan penuh kendali. Kita mungkin berbahagia dan bergembira, tetapi kita akan berbahagia dan bergembira di bawah kendali tertentu. Ketika setiap bagian diri kita berada di bawah kendali dan pengaturan batin Kristus sebagai hayat batin ilahi, inilah kebebasan yang sejati.

Tanpa hukum dan kendor bukan berarti kebebasan. Kebebasan adalah sepenuhnya berada di bawah kendali hayat ilahi, tetapi tanpa belenggu. Kemampuan kita untuk mengerjakan tugas-tugas rumah tepat pada waktunya dengan sukacita adalah bukti bahwa kita mempunyai kekuatan hayat di dalam kita. Kekuatan hayat di dalam kita membuat kita mampu mencuci pining-piring, tepat waktu, dan pergi tidur pada saatnya. Melakukan hal-hal ini tidak akan menjadi beban tetapi suka cita jika kita menikmati kebebasan yang sejati dalam hayat ilahi. Kita perlu menikmati kekuatan hayat, kekuatan kebangkitan Tuhan, untuk menempuh kehidupan insani yang tepat dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak ada satu pun yang akan menjadi beban, tekanan, atau penderitaan bagi kita, tetapi dalam segala sesuatu kita akan memiliki sukacita dari Tuhan karenA kita sedang diselamatkan dalam hayat-Nya. Jika kita tidak memiliki hayat, apa pun yang kita lakukan akan menjadi tekanan atau penderitaan. Kita perlu pengalaman sejati atas Kristus sebagai hayat batin yang menyelamatkan.

HAYAT UNTUK PEMBANGUNAN TUBUH

Lebih-lebih, kita akan diselamatkan di dalam hayat-Nya dari kematian. Penyelamatan dari kematian ini meliputi dibebaskan dari dosa, dan juga meliputi pengudusan, pentransformasian, penyerupaan dengan gambar Kristus, dan pembangunan Tubuh. Kita merdeka karena kita kekurangan hayat. Dalam Yehezkiel 37, tulang-tulang itu benarbenar kering sehingga setiap tulang berserakan (individu) dan terpisah dari tulang-tulang yang lain. Tulang-tulang itu terpisah dan terlepas satu dengan yang lain karena tidak ada hayat. Karena tidak ada hayat, mereka tidak terikat/ terjalin, mereka terpisah, dan betul-betul berserakan (individualistis). Tulang-tulang tubuh kita terjalin bersama menjadi satu tubuh melalui, oleh, dan dengan hayat. Demikian juga, kita dibangun bersama menjadi satu Tubuh melalui, oleh, dan dengan hayat ilahi.

TRANSFORMASI DAN PERTUMBUHAN HAYAT

Kita perlu mendapat kesan bahwa dalam banyak hal kita masih penuh kematian. Kita masih begitu lemah, kendor, teledor, ceroboh, berdiri sendiri, individualistis, dan tidak bersedia berkoordinasi dengan yang lain. Semua ini adalah tanda-tanda kelemahan kita dan kelemahan kita adalah kematian. Kita perlu hayat ilahi. Makin banyak hayat yang kita miliki, maka hayat ini akan semakin menelan kematian di dalam kita sehingga akan ada transformasi yang sejati di dalam kita.

Jangan mengira bahwa transformasi adalah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba. Transformasi berlangsung dari jam ke jam, dari waktu ke waktu, dan sedikit demi sedikit sepanjang hari. Karena belas kasih Tuhan, saya telah berada di bawah pengubahan hayat batin selama bertahun-tahun. Kita tidak seharusnya mengira bahwa kita perlu berdoa dan berpuasa beberapa waktu untuk mengalami proses pengubahan. Transformasi bukan terjadi seketika tetapi terjadi dengan cara yang normal dari hari ke hari. Sedikit demi sedikit transformasi hayat batin bekerja dengan normal dan teratur, bahkan dalam perkaraperkara kecil dalam kehidupan sehari-hari kita. Kita tidak mampu merasakan transformasi hayat tersebut, tetapi setelah sejangka waktu akan ada perbedaan dalam diri kita karena pertumbuhan hayat.

Kita tidak dapat melihat pertumbuhan hayat pada seorang anak kecil dari hari ke hari, tetapi setelah satu tahun kita dapat melihat sedikit pertumbuhan dalam hayat. Lewat satu hari saja kita tidak dapat melihat perubahan apa pun pada bunga-bunga atau pohon buahbuahan. Tetapi setelah sejangka waktu, kita dapat melihat bunga bermekaran dan pohon berbuah. Pertumbuhan hayat tumbuhan bukanlah sesuatu yang terjadi secara tiba-tiba tetapi sedikit demi sedikit. Setelah sejangka waktu, kita dapat melihat bunga bermekaran dan buah-buahan, bukti dari pertumbuhan hayat.

Jika kita sungguh-sungguh terhadap Tuhan untuk menikmati Kristus sebagai hayat di dalam kita, maka setelah sejangka waktu di dalam kita pasti ada perubahan. Jika setelah sejangka waktu tidak ada perubahan atau kemajuan di dalam kita, ini menunjukkan bahwa kita tidak menikmati hayat batin Kristus yang menyelamatkan. Semakin banyak mengatakan, "0 Tuhan, Amin", makin banyak hayat yang kita terima. Dengan sendirinya, kita akan diselamatkan di dalam hayat-Nya dari semua tanda-tanda kematian. Kita akan diselamatkan dari semua kelemahan dan ketidakmampuan untuk memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya.

MENGETAHUI KEKUATAN

HAYAT KEBANGKITAN TUHAN

Dalam Filipi 3:10a Paulus berkata bahwa ia ingin mengetahui kekuatan hayat kebangkitan Tuhan. Kekuatan ini adalah hayat kebangkitan-Nya yang membangkitkan Dia dari antara orang mati (Ef. 1:19-20). Kita perlu mengetahui dan mengslami kekuatan hayat kebangkitan Tuhan untuk diselamatkan di dalam hayat-Nya.

DISELAMATKAN DI DALAM HAYAT

UNTUK MEMERINTAH DI DALAM HAYAT

DAN DIBANGUN MENJADI TUBUH KRISTUS

Kita perlu membawa persekutuan ini kepada Tuhan dan mendoabacakan ayat-ayat dalam Roma sampai kita merasakan bahwa hayat di dalam kite sungguh berkuasa dan memerintah seperti seorang raja. Kemudian kita tidak hanya hidup dalam hidup yang baru (Rm. 6:4), dan bukan hanya diselamatkan di dalam hayat (5:10), tetapi kita juga akan memerintah di dalam hayat (5:17). Dengan demikian, kita akan mempunyai kebebasan penuh. Kita akan memerintah sebagai raja di dalam hayat dengan mengambil Kristus sebagai hayat. Tidak ada satu pun yang akan menjadi belenggu bagi kita karena kita akan bebas menikmati hayat Kristus yang menyelamatkan. Begitu kita diselamatkan di dalam hayat-Nya, kita akan dikuduskan, ditransformasi, dan dibangun menjadi Tubuh Kristus. Pengudusan, pengubahan, dan pembangunan Tubuh dihasilkan dari penyelamatan hayat.

JALAN UNTUK MENIKMATI PENYELAMATAN HAYAT

Jalan untuk menikmati penyelamatan hayat diwahyukan dalam Roma 10. Ayat 12 dan 13 memberi tahu kita bahwa Tuhan kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya dan barangsiapa berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan. Ketika kita menyeru nama Tuhan, kita diselamatkan di dalam hayat-Nya. Ketika kita memanggil-Nya, kita menikmati hayat yang menyelamatkan tersebut. Semoga Tuhan merahmati kita sehingga kita dapat menikmati hayat-Nya yang menyelamatkan sampai pada puncaknya dari hari ke hari.