← Daftar isi Hayat yang Diperlihatkan dalam Kejadian Pasal Satu · bab 16/16

PENGEMBANGAN HAYAT

Pembacaan Alkitab :

2 Ptr. 1:1-11; 3:18

Dalam bab sebelumnya, kita telah melihat perkara hayat dalam tulisan Yohanes dan Paulus. Ministri utama dalam Perjanjian Baru adalah yang berasal dari Yohanes, Paulus, dan Petrus. Ajaran-ajaran dalam Perjanjian Baru sebagian besar berlandaskan tulisan-tulisan ketiga rasul ini. Tulisan Yohanes ada pada awal dan akhir Perjanjian Baru; Injil Yohanes terletak di awal Alkitab dan kitab Wahyu terletak di akhir Alkitab. Yohanes menekankan hayat dan membuka jalan untuk hayat dalam Injilnya. Ia juga mengakhirinya dengan perkara hayat dalam kitab Wahyu. Semua rasul tersebut menekankan perkara hayat. Mereka masing-masing mempunyai jalan yang unik untuk mengemukakan satu perkara yang sama--hayat. Dalam bab ini, kita ingin melihat penyajian Petrus yang menakjubkan mengenai hayat ilahi dalam surat 2 Petrus.

TIGA BUTIR BESAR

YANG DIBERIKAN KEPADA KITA OLEH ALLAH

Berdasarkan 2 Petrus 1:1-4, ada tiga butir besar yang diberikan kepada kita oleh Allah: iman yang berharga, kuasa ilahi, dan janji-janji yang berharga dan sangat besar. Iman bukan berasal dari pekerjaan kita, juga bukan dengan usaha atau upaya kita, tetapi adalah karunia yang diberikan Allah kepada kita (2 Ptr. 1:1). Allah juga telah memberi kita kuasa ilahi, yaitu kuasa hayat ilahi yang berhubungan dengan sifat ilahi. Lagi pula, karena Allah telah memanggil kita kepada kemuliaan dan kebajikan-Nya sendiri, Ia telah memberi kita janji-janji-Nya yang berharga dan sangat besar untuk menjamin kita, mendorong kita, menguatkan kita, dan mempercepat jalan kita menuju sasaran ini.

Iman yang Berharga

Allah telah menentukan bagi kita, yaitu memberikan kepada kita iman yang berharga. Lebih dari empat puluh tahun yang lalu, saya menulis sebuah catatan di sebelah ayat ini pada salah satu Alkitab saya, "Meskipun saya tidak dapat dibandingkan dengan rasul Paulus, saya mempunyai sesuatu yang sama persis dengan apa yang dipunyainyaiman yang berharga." Kita telah menerima iman ini; iman tidak berasal dari kita.

Sukar untuk mengatakan apakah iman itu, tetapi hal itu sangat berharga bagi kita. Meskipun iman sukar untuk dijelaskan, kita dapat mengatakan bahwa kita mempunyainya dan kita tidak dapat kehilangan iman Mi. Iman telah diletakkan Allah ke dalam kita. Tidak peduli apakah kita kuat atau lemah, kita berdiri atau jatuh, sejak hari kita menerima Tuhan Yesus, iman selalu bersama kita. Setelah menerima Tuhan Yesus, beberapa orang muda mungkin menyesal dan berharap bahwa mereka tidak dapat percaya lagi. Namun, karena mereka telah percaya kepada Tuhan dan telah ditangkap oleh-Nya, mereka tidak dapat lari dari-Nya. Mereka telah "dijala" oleh Kristus. Percaya itu mudah, tetapi setelah percaya, sukar untuk tidak percaya. Seseorang hanya dapat meninggalkan ajaran atau bahkan mengabaikan Alkitab, tetapi tidak dapat membuang iman ini. Iman selalu tinggal di dalam kita dan tanpa syarat mengikat kita kepada Kristus. Sekali kita mendapatkannya, kita tidak dapat kehilangan. Itulah sebabnya iman ini begitu berharga. Iman adalah benih yang ditanam di dalam kita, yaitu yang ilahi dan kekal. Iman ini adalah dasar, akar, dan benih kehidupan kristiani kita.

Kuasa Ilahi

Allah juga telah memberi kita kuasa ilahi yang menakjubkan dan misterius. Allah sebagai kuasa ilahi telah melalui proses penciptaan, penebusan, dan kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b). Kuasa ini tidak lain adalah Roh pemberi hayat, yang adalah Allah sendiri sebagai hayat bagi kita dalam kebangkitan. Hal-hal yang nampak dalam penciptaan terwujud melalui kuasa ilahi Allah. Penebusan juga dirampungkan oleh kuasa ilahi Allah. Manusia Yesus dapat mati bagi kepentingan semua manusia untuk merampungkan penebusan kekal (Ibr. 9:12) karena kuasa ilahi tersebut. Hari ini, sebagai Roh pemberi hayat, Ia memberikan diri-Nya sendiri kepada kita sebagai kuasa ilahi dalam kebangkitan. Ketika kita menerima Tuhan Yesus, Allah Tritunggal masuk ke dalam kita sebagai hayat dalam kebangkitan. Hayat dalam kebangkitan ini adalah kuasa ilahi, yaitu Allah sendiri sebagai Roh pemberi hayat.

Kuasa ilahi dalam 2 Petrus 1:3 adalah kuasa hayat ilahi, dan kuasa hayat ilahi ini telah memberi kita semua hal yang berhubungan dengan hayat dan ibadah. Hal-hal yang berhubungan dengan hayat itu tak habis-habisnya, meliputi hukum hayat (Rm. 8:2; Ibr. 8:10), kerendahan hati, kebijaksanaan, suka cita, cinta, riang, harapan, ketaatan, kebaikan, kelemah-lembutan, keramahtamahan, kesabaran dalam penderitaan, dan damai. Segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat telah diberikan kepada kita. Kuasa hayat dalam benih suatu tanaman meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan tanaman terse-but. Kuasa hayat dalam benih tersebut meliputi tangkai, cabang, daun, kuncup, bunga, dan buah tanaman. Dalam kuasa hayat ilahi sebagai benih di dalam kita ada semua hal yang diperlukan untuk pertumbuhan hayat ilahi. Da-lam kuasa ilahi ada kebajikan seperti cinta, kesabaran, kerendahan hati, kebaikan, dan kesabaran dalam penderitaan. Kuasa ilahi, kuasa hayat, meliputi semua hal yang diperlukan bukan hanya untuk hayat batin, tetapi juga untuk ibadah di lahir.

Janji-janji yang Berharga dan Sangat Besar

Kelompok ketiga dari hal-hal besar yang diberikan Allah kepada kita adalah janji-janji yang berharga dan sangat besar. Janji-janji dalam 2 Petrus 1:4 terutama berhubungan dengan kehidupan rohani kita. Ini adalah janji hayat batin dan ekspresi lahir dari hayat. Janji seperti itu juga tercantum dalam Efesus 3:20 yang mengatakan, "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita." Janji untuk melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan ini bukan berkenaan dengan perkara-perkara materi kehidupan saat ini tetapi berkenaan dengan perkara-perkara rohani bagi kehidupan gereja. Tuhan akan melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan bagi kehidupan gereja berdasarkan kuasa batin yang bekerja di dalam kita. Janji-janji yang berharga dan sangat besar yang lain tercantum dalam Matius 28:20; Yohanes 6:57; 7:38-39; 10:28-29; 14:19-20, 23; 15:5; dan 16:13-15.

LIMA MACAM HAL

UNTUK PENGALAMAN HAYAT

Setelah kelompok dasar, yaitu iman, kuasa ilahi, dan janji-janji yang berharga, masih ada lima macam hal untuk pengalaman hayat dalam 2 Petrus. Pertama, kita mempunyai semua hal yang berhubungan dengan hayat dan ibadah. Hayat adalah yang di batin, ibadah adalah yang di lahir. Hayat adalah substansi yang di batin, dan ibadah adalah ekspresi yang di lahir. Menurut pemakaian kata dalam Perjanjian Baru, ibadah mengacu kepada kehidupan kristiani kita, penempuhan hidup kristiani kita sehari-hari. Itu adalah ekspresi yang di lahir dari hayat yang di batin. Itulah kehidupan yang merupakan ekspresi Allah (1 Tim. 2:2). Ibadah adalah mirip Allah. Kehidupan kristiani seharusnya merupakan kehidupan yang mengekspresikan Allah dan menampilkan rupa Allah dalam segala sesuatu. Kuasa ilahi telah memberi kita semua hal yang berhubungan dengan hayat batin kita dan kehidupan lahir kita.

Kedua, melalui janji-janji, kita menjadi orang yang mengambil bagian dalam kodrat ilahi, atau orang yang menikmati sifat ilahi (2 Ptr. 1:4). Ketiga, ada kebajikankebajikan rohani (ay. 5-7) yang merupakan hasil perkembangan hayat ilahi. Kebajikan-kebajikan ini adalah kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan (ibadah), kasih akan saudara-saudara dan kasih akan semua orang. Keempat, Allah telah memanggil kita bukan hanya melalui injil-Nya, kasih karunia-Nya, atau rahmat-Nya, tetapi Ia telah memanggil kita kepada kemuliaan-Nya ,dan sifat-Nya sendiri (ay. 3). Kelima, ada jalan masuk menuju kerajaan Yesus Kristus yang kekal. Dua Ptr. 1:11 mengatakan, "Dengan demikian kepada kamu akan dikaruniakan hak penuh untuk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus." Jalan masuk itu bersyarat; hal itu akan dikaruniakan berdasarkan syarat dan kondisi tertentu.

MENAMBAHKAN SEMUA KERAJINAN

Dalam 2 Petrus 1:5 mengatakan, "Justru karena itu kamu harms dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu....(Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan semua kerajinan suplai serba lengkap dalam imanmu—Tl.)" Kata "menambahkan" dalam ayat ini dapat juga berarti "mengembangkan". Mengembangkan merupakan kata yang lebih tepat karena hal itu menunjukkan pertumbuhan. Ketika sebutir benih bertumbuh, pertama ia menumbuhkan tangkai, lalu cabang, bunga, dan akhirnya buah. Kita harus mengembangkan 7 hal : dalam iman mengembangkan kebajikan, dalam kebajikan mengembangkan pengetahuan, dalam pengetahuan mengembangkan penguasaan diri, dalam penguasaan diri mengembangkan ketekunan, dalam ketekunan mengembangkan kesalehan, dalam kesalehan mengembangkan kasih akan saudara-saudara, dan dalam kasih akan saudara-saudara mengembangkan kasih akan semua orang.

Kita mempunyai iman di dalam kita sebagai benih, kita mempunyai kuasa ilahi, dan kita mempunyai Firman kudus dengan janji-janjinya. Sekarang, berdasarkan apa yang telah Allah berikan, Petrus mengatakan bahwa kita harus menambahkan semua kerajinan. Manna di padang gurun adalah ilustrasi yang baik mengenai keperluan kita untuk bekerja sama dengan pemberian Allah (Kel. 16:4-5, 14-15, 21). Manna datang setiap pagi hari dan harus dikumpulkan pagi-pagi karena ia mencair ketika matahari menjadi panas. Manna dikirim oleh Allah, tetapi bangsa Israel harus dengan rajin melatih diri mereka untuk bangun lebih pagi dan keluar untuk mengumpulkan manna.

Allah dapat mengirim manna ke bumi, tetapi Ia tidak akan meletakkan manna langsung ke dalam mulut bangsa Israel. Bangsa Israel harus melakukan tugasnya. Allah adalah pemurah, tetapi bagaimana pun pemurahnya Dia dan bagaimana pun kasih karunia-Nya, kita masih perlu melatih diri sendiri. Bangsa Israel bukan hanya harus mengumpulkan manna, tetapi mereka juga harus membawanya pulang dan mengolahnya (Bil. 11:8; Kel. 16:23). Allah mengirim manna, tetapi Ia tidak akan memasak untuk mereka.

Allah telah memberi, tetapi kita harus bekerja sama dengan pemberian-Nya. Dua Korintus 9:10 mengatakan, "Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu." Allah memberikan benih dan buah, dan di antara benih dan buah terdapat banyak pengembangan. Pengembangan di antara benih dan buah merupakan tang-ping jawab kita. Allah mengaruniakan benih, tetapi Ia tidak akan menabur benih atau menggarap tanah. Menabur benih dan menggarap tanah adalah bagian kita. Karena itu, Petrus meminta kita untuk mengembangkan sesuatu di luar benih yang sudah kita punyai. Di pihak Allah, Dia telah mengaruniakan banyak hal yang sangat besar kepada kita. Sekarang, kita harus menggarap bagian kita dengan menambahkan semua kerajinan. Dalam Kejadian 2:5 Allah tidak mengirim hujan karma tidak ada manusia yang menggarap tanah. Pekerjaan Allah memerlukan peran serta kita. Allah telah melakukan pekerjaan-Nya, dan sekarang kita harus berperan serta untuk bekerja sama dengan-Nya.

RAHASIA HAYAT

Perkataan Petrus sangat misterius, namun justru dalam perkataan yang misterius ini ada rahasia-rahasia hayat. Rahasia pertama ialah bahwa semua hal yang berhubungan dengan hayat dan ibadah dikaruniakan kepada kita sebagai benih iman (2 Ptr. 1:1, 3, 5). Allah juga telah mengaruniakan kepada kita semua janji-janji. Ia bukan hanya mengaruniakan benih kepada kita dan menjanjikan hujan, tetapi juga memberi kita pertumbuhan (1 Kor. 3:6) dan basil panen (2 Kor. 9:10).

Rahasia kedua adalah menyadari bahwa Allah telah memberi kita segala sesuatu, kita harus bekerja sama dengan Allah melalui melakukan bagian kita. Allah berjanji untuk berbuat lebih banyak, tetapi janji ini bersyarat, tergantung pada apa yang kita lakukan. Kebanyakan janjijanji yang besar ada syaratnya. Jika kita melakukan sesuatu, maka Allah akan melakukan lebih banyak. Jika kita menabur benih, Allah akan memberi roti. Jika kita menabur benih, Allah akan mengirim hujan. Pemberian Allah lebih lanjut tergantung kepada kerja sama kita. Jika kita tidak menabur atau menggarap tanah, tidak akan ada hujan, pertumbuhan, dan hasil panen.

Rahasia hayat yang ketiga adalah ketika kita bekerja sama dengan Allah, kita seharusnya tidak melakukan sesuatu di luar apa yang telah Ia karuniakan. Kita harus mengembangkan apa yang telah Ia karuniakan. Allah telah memberi kita benih. Kita harus melakukan segala sesuatu untuk mengembangkan benih tersebut dengan menggarap tanah, menabur benih, dan menyiram benih.

Dua Petrus 1:4 mengatakan, "Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi." Di sini rahasia hayat yang keempat ditunjukkan. Dengan berbagian dalam sifat ilahi melalui janji-janji yang berharga, kita mengembangkan kebajikan, pengetahuan, penguasaan diri, ketekunan, kesalehan, kasih akan saudara, dan kasih akan semua orang, oleh pertumbuhan hayat (1:5-7). Janji-janji yang berharga diwujudkan dalam Firman ilahi. Melalui mendoabacakan janji-janji yang ada di dalamnya, kita berbagian dan menikmati sifat ilahi, serta melalui berbagian dalam sifat ilahi, kita berkembang dalam hayat. Semakin mendoabacakan janji janji tersebut, kita semakin menikmati sifat ilahi, dan semakin menikmati sifat ilahi, kita semakin bertumbuh dan berkembang dalam hayat.

Kita harus mengembangkan iman di dalam kita. Mulamula, di dalam iman kita, kita harus mengembangkan kebajikan. Kebajikan adalah penjelasan dari keunggulan-keunggulan Kristus. Satu Petrus 2:9 mengacu kepada kebajikan-kebajikan, atau keunggulan-keunggulan Kristus. Kebajikan adalah keunggulan Kristus yang terekspresi melalui kita. Kebajikan adalah ekspresi keunggulan Kristus. Ketika sesuatu dari Kristus terekspresi melalui kita, itulah sesuatu yang unggul, dan keunggulan ini adalah kebajikan.

Kita dapat merasakan keunggulan yang semacam itu pada banyak saudara dan saudari. Pada satu saudara, kita mungkin merasakan kesabaran Kristus. Pada satu saudari, kita mungkin merasakan kerendahan hati Kristus. Kebajikan-kebajikan ini adalah ekspresi keunggulan Kristus. Kita mempunyai iman sebagai benih di dalam kita. Sekarang, benih ini memerlukan perkembangan dan ekspresi lebih lanjut. Ekspresi ini adalah kebajikan. Menurut pemahaman dan pengalaman saya, kebajikan berarti ekspresi Kristus. Kita harus mengembangkan ekspresi Kristus dalam iman kita. Kebajikan kita adalah ekspresi Kristus dalam kehidupan sehari-hari kita. Kebajikan adalah sejenis kuasa, keunggulan yang keluar dari Kristus. Markus 5:30 mengatakan, "Pada ketika itu juga Yesus mengetahui, bahwa ada tenaga yang keluar dari diri-Nya, lalu Ia berpaling di tengah orang banyak dan bertanya: Siapa yang menjamah jubah-Ku?" Lukas 6:19 mengatakan, "Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya." Lalu dalam Lukas 8:46 Tuhan Yesus berkata, "Ada seorang yang menjamah Aku, sebab Aku merasa ada kuasa keluar dari diri-Ku." Dalam ayat-ayat ini, "kuasa" bisa diartikan sebagai "kebajikan" (KJV).

Dalam kebajikan, kita harus mengembangkan pengetahuan. Pengetahuan ada setelah kebajikan. Jika pengetahuan ada sebelum kebajikan, hal itu akan menyebabkan kegagalan pada kebajikan. Kita perlu mengembangkan kebajikan terlebih dulu, lalu untuk perkembangan kebajikan lebih jauh, kita memerlukan pengetahuan, pengetahuan yang benar. Pengetahuan dalam 2 Petrus 1:6 mengacu kepada pengenalan akan Kristus, yaitu pengenalan akan Kristus dengan cara yang sempurna dan unggul. Ayat terakhir dalam kitab ini menegaskan hal ini dengan menga-takan, "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus" (2 Ptr. 3:18). Pengenalan sepenuhnya akan Yesus Kristus, pengenalan akan Kristus dengan cara yang lebih dalam dan lebih sempurna, membantu kita untuk bertumbuh dan berkembang. Setelah pengetahuan, kita harus mengembangkan penguasaan diri. Penguasan diri adalah sebuah pembatasan. Penguasaan diri adalah terhadap diri kita sendiri, sedangkan ketekunan adalah terhadap situasi dan lingkungan. Terhadap diri sendiri, kita memerlukan penguasaan diri; terhadap lingkungan, kita memerlukan ketekunan; terhadap Allah, kita memerlukan kesalehan; terhadap saudara, kita memerlukan kasih akan saudarasaudara; dan terhadap keperluan yang paling tinggi kita memerlukan kasih, kasih yang lebih mulia. Iman adalah benih dan kasih adalah basil panennya. Dan iman sampai kasih ada tujuh tahap pengembangan melalui pertumbuhan dalam hayat.

Rahasia kelima yang diwahyukan dalam 2 Petrus 1 adalah melalui menikmati sifat ilahi, kita masuk ke dalam kerajaan Tuhan Yesus Kristus (ay. 11). Masuk ke dalam kerajaan adalah masalah pertumbuhan. Ketika kita bertumbuh, kita masuk. Semakin kita bertumbuh, kita semakin masuk ke dalam. Untuk masuk ke dalam kerajaan Tuhan Yesus, kita perlu bertumbuh. Pada saat kita mencapai garis akhir perkembangan, kita sepenuhnya berada dalam kerajaan. Kita tidak seharusnya mengira bahwa jika kita bermalas-malasan tanpa ada perkembangan setelah kita diselamatkan, kita bisa masuk ke dalam kerajaan Kristus. Jika kita mempunyai pemikiran ini, kita akan tertipu. Masuk ke dalam kerajaan berbeda dengan keselamatan. Untuk masuk ke dalam kerajaan kita perlu kematangan hayat, pertumbuhan hayat sepenuhnya.

PERKEMBANGAN MELALUI PERTUMBUHAN HAYAT

UNTUK JALAN MASUK

KE DALAM KERAJAAN KEKAL DENGAN BERLIMPAH

Kita telah melihat tiga butir utama dalam 2 Petrus 1: benih iman, kuasa ilahi, yaitu kuasa pertumbuhan, dan janji-janji yang berharga. Allah telah mengaruniakan benih, kuasa pertumbuhan, dan janji janji bahwa Ia akan memberi hujan, pertumbuhan, dan hasil panen jika kita bekerja sama dengan diri-Nya. Terhadap penebusan Allah, kita harus rajin mengembangkan benih iman melalui menerima janji janji tersebut, melalui menerima firman-Nya. Cara terbaik untuk menerima firman-Nya adalah mendoabacakan firman itu. Semakin kita mendoabacakan semua janji-janji tersebut, kita semakin menikmati sifat ilahi. Ketika kita menikmati sifat ilahi ini, kita mengalami pertumbuhan hayat, kematangan hayat, dan panen hayat. Kematangan ini adalah jalan masuk menuju kerajaan Tuhan Yesus. Kita semua perlu bertumbuh dalam kasih karunia dan memiliki pengenalan akan Tuhan Yesus Kristus.

Surat 2 Petrus adalah kitab pertumbuhan. Ayat terakhirnya mengatakan: "Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia...." Pasal pertama mewahyukan cara untuk bertumbuh. Kita mempunyai benih, kuasa untuk bertumbuh, dan janji-janji bahwa Allah akan mengirim hujan, memberikan pertumbuhan, dan memberikan hasil panen. Sekarang kita perlu mengembangkan benih dengan menerima janji-janji-Nya melalui mendoabacakan janji-janji-Nya dalam firman, sehingga kita menikmati sifat ilahi-Nya. Dengan demikian, kita akan berkembang dan bertumbuh setahap demi setahap sampai kita mencapai kematangan. Lalu kita akan menikmati jalan masuk ke dalam kerajaan kekal dari Tuhan kita dan Juruselamat kita Yesus Kristus secara berlimpah.

PENGALAMAN & PERTUMBUHAN

DALAM HAYAT

BAB

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

12 13 14 15 16 17 18 19 20

21 22 23 24 25 26 27 28

29 30 31