DISELAMATKAN OLEH HAYAT (1)
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 1:4; 10:10b; 11:25; 1 Yoh. 5:12;
Kol. 3:4a; Rm. 5:10, 12, 17-19, 21; 6:4; Flp. 3:10a
Kita telah melihat mengenai pohon kehidupan (pohon hayat), air kehidupan (air hayat), nafas hidup (nafas hayat), benih hayat, dan Roh hayat. Dalam bab ini kita akan melihat hayat itu sendiri. Tidak ada satu kata pun yang lebih sulit untuk dijelaskan selain hayat.
CATATAN MENGENAI IiAYAT
DALAM KITAB KEJADIAN 1 DAN 2
Kita harus ingat bahwa kitab Kejadian 1 dan 2 merupakan catatan mengenai hayat. Ada empat kelompok hayat dalam kitab Kejadian 1 dan 2: hayat tumbuhan, hayat binatang, hayat manusia, dan hayat ilahi. Hayat tumbuhan, hayat binatang, dan hayat manusia adalah hayat yang diciptakan oleh Allah. Hanya hayat ilahi itulah yang kekal dan bukan ciptaan. Inilah hayat yang berasal dari kekekalan sampai kekekalan. Semua kelompok hayat yang lain mempunyai awal dan akhir karena mereka adalah hayat ciptaan, tetapi hanya ada satu kelompok hayat, satu hayat yang unik, hayat ilahi Allah, yang merupakan hayat yang kekal dan bukan ciptaan, tidak memiliki awal dan akhir.
Dalam kitab Kejadian 1 dan 2, semua hayat yang lebih rendah adalah untuk hayat yang lebih tinggi. Hayat tumbuhan adalah untuk hayat binatang, hayat binatang adalah untuk hayat manusia, dan hayat manusia adalah untuk hayat ilahi. Hanya hayat manusia yang cocok (memenuhi syarat) untuk hayat ilahi. Mengapa hanya hayat manusia yang memenuhi syarat untuk diisi oleh hayat ilahi? Ilustrasi terbaik untuk fakta ilahi yang menakjubkan ini adalah sebuah sarung tangan dan sebuah tangan. Tangan seseorang tidak dapat masuk ke dalam sebuah sapu tangan karena sapu tangan tidak mempunyai gambar atau bentuk tangan. Karena sarung tangan mempunyai gambar, rupa, dan bentuk tangan, sarung tangan dapat diisi oleh tangan. Sarung tangan dibuat menurut bentuk tangan dengan tujuan untuk diisi tangan. Hayat manusia diciptakan menu-rut rupa hayat ilahi supaya Allah dapat membagikan diri-Nya sebagai hayat ilahi ke dalam hayat manusia. Hanya hayat manusia yang memenuhi syarat untuk diisi oleh hayat ilahi karena hayat manusia mempunyai rupa hayat ilahi. Allah menciptakan kita menurut rupa-Nya dengan tujuan agar kita dapat diisi oleh-Nya. Untuk menggenapkan tujuan ini, Allah menciptakan kita sebagai manusia yang memiliki roh. Roh manusia yang kita miliki merupakan organ untuk menerima Allah dan diisi Allah. Jadi, roh manusia adalah cara dan organ untuk menggenapkan tujuan ilahi Allah.
HAYAT YANG SEJATI ADALAH HAYAT ILAHI
Hayat tumbuhan, hayat binatang, dan hayat manusia bukanlah hayat yang sejati. Mereka adalah bayangan, figur atau gambaran dari hayat yang sejati, yaitu hayat ilahi. Mereka memperlihatkan aspek-aspek yang berbeda dari hayat yang unik, hayat ilahi. Kecantikan bunga-bunga tertentu mengacu kepada kecantikan hayat ilahi. Hayat ilahi sesungguhnya lebih cantik daripada segala sesuatu yang dapat kita lihat dalam hayat tumbuhan. Beraneka ragam pohon buah-buahan yang menghasilkan berbagai macam buah-buahan merupakan bayangan (gambaran) yang menunjukkan kepada kita betapa suburnya hayat ilahi itu. Hutan yang penuh pepohonan merupakan gambaran dari kelimpahan hayat ilahi. Selain itu, hayat manusia memiliki rupa hayat ilahi. Hikmat manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan merupakan gambaran dari hikmat hayat ilahi. Semua atribut, ciri, dan aspek yang positif dari hayat tumbuhan, hayat binatang, dan hayat manusia adalah bayangan atau gambaran dari hayat ilahi. Menurut konsep ilahi, jika kita tidak memiliki hayat ilahi, kita tidak memili-ki hayat. Hayat manusia yang kita miliki bukanlah hayat yang sejati melainkan hanya sebuah figur, bayangan dari hayat. Kita perlu memiliki hayat yang sejati (1 Tim. 6:19). Itulah sebabnya 1 Yohanes 5:12 memberi tahu kita, jika kita memiliki Anak, kita memiliki hidup, dan jika kita tidak memiliki Anak, kita tidak memiliki hidup.
APAKAH HAYAT ITU
Sekarang kita perlu bertanya, apakah hayat itu. Hayat adalah Allah sendiri; hayat adalah Allah di dalam Kristus; hayat adalah Allah di dalam Kristus yang melewati Roh itu; hayat adalah Kristus bersama Allah; dan hayat adalah Roh itu beserta segala kekayaan Kristus dalam seluruh kepenuhan ke-Allahan. Yohanes 1:4 mengatakan, "Dalam Dia ada hidup." Persona yang di dalamnya ada hidup (hayat), pada mulanya adalah Firman, bersama-sama dengan Allah, dan adalah Allah, dan melalui Dia segala sesuatu dijadikan. Dalam Persona ini terdapat hayat. Hayat ini adalah terang manusia (Yoh. 1:4). Yohanes 10:10b memberi tahu kita bahwa Tuhan Yesus datang supaya kita mempunyai hayat dan mempunyainya dalam segala kelimpahan. Inilah tujuan kedatangan Kristus. Satu Timotius 1:15 mengatakan bahwa, "Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa." Ia datang ke dunia untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita dan membereskan perkara-perkara negatif (Mat. 1:21). Tetapi, tujuan positif dari kedatangan Kristus adalah supaya kita mempunyai hayat dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.
Hayat ini adalah hayat yang memiliki kekuatan kebangkitan. Hayat yang telah kita terima dari Allah melalui Kristus adalah hayat kebangkitan. Kita perlu membedakan hayat dengan kebangkitan. Kebangkitan adalah hayat yang telah diuji melalui kematian. Hayat yang kita miliki adalah hayat yang memiliki kekuatan kebangkitan. Hayat ini telah diuji dengan meletakkannya dalam kematian dan melewati kematian. Kristus adalah kebangkitan dan hidup (hayat) (Yoh. 11:25). Karena Kristus adalah kebangkitan, maut tidak mungkin menahan Dia (Kis. 2:24). Kematian (maut) tidak dapat menahan hayat kebangkitan. Jika kita memiliki Anak (Putra), kita memiliki hayat tersebut. Jika kita tidak memiliki Anak, kita tidak memiliki hayat. Karena kita telah menerima Anak, kits dapat memproklamirkan bahwa kita memiliki hayat. Kita dapat mengatakan, "Kristus adalah hayat kita" (Kol. 3:4a).
DISELAMATKAN DALAM HAYAT-NYA
Roma 5:10 mengatakan, "Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!" Dua hal utama dalam ayat ini adalah kematian Anak Allah dan hidup (hayat) Anak Allah. Selain kematian dan hayat Anak Allah, masih ada dua perkara yaitu pendamaian dan keselamatan. Pendamaian terlaksana melalui kematian-Nya. Keselamatan berada dalam hayat-Nya. Pendamaian kepada Allah melalui Kristus sudah dirampungkan, tetapi diselamatkan oleh hayat-Nya dari banyak tlerkara negatif masih merupakan perkara sehari-hari. Kita juga perlu menaruh perhatian pada istilah "lebih-lebih" dalam ayat ini. Kita memang sudah diperdamaikan, tetapi lebih-lebih, kita pasti akan diselamatkan oleh hayat Tuhan. Sebagai orang-orang berdosa, kita perlu pembenaran, tetapi sebagai seteruseteru kita perlu pendamaian. Karena di antara kita dengan Allah ada perseteruan maka diperlukan pendamaian. Kita bukan hanya orang-orang berdosa tetapi juga seteruseteru. Ketika kita adalah seteru-seteru, kita didamaikan dengan Allah melalui kematian Kristus. Kita dapat berkata bahwa kita telah diselamatkan dari lautan api dan dari penghukuman Allah melalui darah penebusan Kristus. Tetapi menurut Roma 5:10 kita masih perlu diselamatkan oleh hayat-Nya, yang adalah hayat ilahi, hayat yang sejati.
Diselamatkan dari Hukum Dosa,
Daging, dan Kematian
Setelah kita diselamatkan dari penghukuman Allah dan dari lautan api, pertama-tama kita perlu diselamatkan dari hukum dosa. Hukum dosa adalah kekuatan penyerangan dosa. Roma 8:2 mengatakan bahwa Hukum Roh hayat memerdekakan kita dari hukum dosa (Tl.). Kita juga perlu diselamatkan dari perkara kedua yaitu daging. Perkara negatif ketiga yang darinya kita perlu diselamatkan adalah kematian. Kematian meliputi semua perkara negatif. Keteledoran, kekendoran, kelemahan, pikiran negatif, dan kesalahan-kesalahan kita termasuk dalam kematian. Kita perlu diselamatkan dari hukum dosa, daging, dan kematian. Hukum dosa, daging, dan kematian merupakan hal-hal negatif yang umum dan penuh kekuatan yang selalu mengganggu kita walaupun kita telah dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Jika kita ingin mengetahui perihal diselamatkan oleh hayat-Nya, kita harus diselamatkan dari hal-hal negatif ini.
Definisi Kematian
Kematian selalu berjalan seining dengan dosa. Kematian adalah hasil dari dosa. Dosa adalah sebab dan kematian adalah akibat. Bila kita berdosa maka kematian ada di sana. Kematian adalah ketidakmampuan memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya. Allah menghendaki kita menghormati orang tua kita. Jika kita tidak dapat menghormati orang tua kita, itulah kematian. Dalam pandangan Allah, kematian ada bersama kita karena kita tidak dapat memenuhi tuntutan-Nya. Tuhan juga memberi tahu kita, "Kuduslah kamu, sebab Aku kudus" (1 Ptr. 1:16). Jika kita tidak dapat kudus, berarti kita mati. Allah ingin kita rajin. Jika kita kendor, inilah kematian. Allah menghendaki kita berjaga-jaga, tetapi kita mungkin selalu tidur. Ini berarti kita tidak mampu memenuhi tuntutan Allah dan kematian ada bersama kita. Allah mendambakan agar kita menjadi orang yang teliti, tetapi kita mungkin ceroboh dari hari ke hari. Banyak saudara muda yang mungkin kelihatannya hidup, tetapi sebenarnya mereka mati karena mereka tidak mampu memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya.
Teladan Tuhan Yesus
Sejak tahun 1920 sampai 1925, Tuhan melakukan sesuatu yang menakjubkan di Cina dengan menyelamatkan sejumlah murid-murid sekolah menengah dan perguruan tinggi. Selama waktu itu perubahan yang nyata terjadi pada generasi muda di Cina. Konsep mereka diubah secara mendadak dengan pemikiran bahwa manusia harus bebas. Orang-orang Cina mempunyai banyak ajaran, adat, kebiasaan, tradisi, dan peraturan. Pada awal tahun 1920 orangorang muda di Cina ingin terlepas dari peraturan-peraturan itu sehingga mereka dapat bebas. Dalam tahun 1920, di Cina, orang muda harus berdiri pada waktu orang yang lebih tua memasuki ruangan. Remaja tidak memiliki kebebasan untuk mengatakan apa pun jika ada orang yang lebih tua dan ia tidak dapat duduk sampai mereka pergi. Dengan latar belakang yang demikianlah, kami, orang-orang muda di Cina, diselamatkan oleh Tuhan. Karena ingin bebas dari peraturan-peraturan, beberapa orang yang diselamatkan mempunyai konsep bahwa Yesus tidak pernah mengatur orang lain dan Ia juga tidak terikat oleh peraturan apa pun. Bagi mereka, kebebasan yang sejati berarti tidak ada peraturan-peraturan. Tetapi, sesungguhnya tidak ada peraturan berarti kekendoran dan kematian. Melalui membaca Alkitab, kita dapat melihat bahwa Tuhan Yesus adalah seorang yang sangat teliti. Ia tidak teledor maupun kendor.
Kitab-kitab Injil memberi kita catatan tentang Tuhan memberi makan lima ribu orang sekaligus (Mat. 14:14-21). Orang-orang ini sedang menikmati ajaran Tuhan, tetapi hari mulai gelap dan mereka menjadi lapar. Murid-murid meminta Tuhan untuk membubarkan orang-orang tersebut sehingga mereka dapat pergi dan mendapatkan sesuatu untuk dimakan. Tetapi Tuhan memerintahkan muridmurid itu, "Kamu harus memberi mereka makan" (Mrk. 6:37). Kitab-kitab Injil mencatat perbuatan ajaib Tuhan yang memberi makan lima ribu orang hanya dengan lima roti dan dua ikan, tetapi kita juga dapat melihat bahwa Tuhan melakukan segala sesuatu dengan sangat teliti dan dalam urutan yang baik. Murid-murid memberi Tuhan Yesus roti dan ikan, dan Ia memerintahkan murid-murid untuk menyuruh orang-orang itu duduk dalam kelompokkelompok seratus atau lima puluh (Yoh. 6:10; cf. Mrk. 6:39-40). Ini menunjukkan betapa teraturnya Tuhan Yesus kita. Sebelum orang-orang makan, Ia menghendaki mereka untuk duduk dengan teratur dalam kelompok-kelompok.
Setelah mujizat (memberi makan 5000 orang) yang begitu menakjubkan, Tuhan Yesus menyuruh murid-murid untuk mengumpulkan sisa-sisa roti dan ikan. Markus 6:43 memberi tahu kita bahwa murid-murid mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain sisasisa ikan. Jika kita ada di sana bersama murid-murid, kemungkinan besar kita tidak mempedulikan sisa-sisa roti dan ikan tersebut. Tetapi Tuhan Yesus tidak ceroboh. Ketika Ia ada di bumi, Ia begitu teratur dan melakukan segala sesuatu dengan teliti. Ciptaan Allah mempersaksikan keteraturan-Nya. Dalam ciptaan Allah, tidak ada satu pun yang kacau (semrawut), segala sesuatunya teratur.
Keperluan kita untuk Diselamatkan
dalam Hayat-Nya
Jika kita teledor, ceroboh, atau kendor, ini membuktikan bahwa kita tidak dapat memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya sehingga kematian ada bersama kita. Kita perlu diselamatkan dalam hayat-Nya. Kita perlu hayat-Nya sehingga kita dapat hidup, cakap, serta penuh energi dan kemampuan untuk memenuhi tuntutan Allah sesuai dengan standar ilahi-Nya. Hidup bukan berarti kita hanya aktif atau lincah tetapi kita mampu memenuhi tuntutan Allah. Memang baik bagi kita untuk mengatakan, "Haleluya! Puji Tuhan!" Tetapi seandainya Allah menghendaki kita untuk tenang dan kita tidak bisa tenang, itu berarti kematian ada bersama kita. Jika kita diminta untuk datang di suatu tempat tepat pada waktunya dan kita tidak dapat hadir di sana tepat pada waktunya, inilah kematian. Ketidakmampuan kita untuk tepat waktu menunjukkan kematian ada bersama kita. Ketika Tuhan memberi tahu kita untuk melompat dan berteriak, kita seharusnya menjadi satu dengan-Nya. Ketika Tuhan menginginkan kita untuk diam, kita harus diam. Bersatunya kita dengan Tuhan membuktikan bahwa kita penuh hayat karena kita mampu dan cakap untuk memenuhi tuntutan Tuhan. Jika kita tidak mampu memenuhi tuntutan Allah, ini adalah bukti yang kuat bahwa kita mati. Betapa kita semua perlu diselamatkan dalam hayat-Nya!
Kita perlu mempunyai persekutuan dengan Tuhan sehubungan dengan kebutuhan kita untuk diselamatkan dalam hayat-Nya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita mampu memenuhi tuntutan Tuhan? Jika kita tidak mampu, kita kekurangan hayat. Ketidakmampuan kita untuk memenuhi tuntutan Tuhan sesuai dengan standar ilahi-Nya membuktikan bahwa kita kekurangan hayat. Ini berarti kematian ada bersama kita dan kita perlu hayat Tuhan untuk menyelamatkan kita. Lebih-lebih, kita akan diselamatkan dalam hayat-Nya. Diselamatkan bukan hanya perkara dibenarkan, diampuni oleh Allah, dan diselamatkan dari lautan api. Kita perlu diselamatkan dari ketidakmampuan untuk memuliakan Dia, menyenangkan Dia, dan untuk memenuhi tuntutan-Nya. Kita perlu hayat lebih banyak. Kita memerlukan hayat yang berkelimpahan. Kita perlu diselamatkan secara berlimpah. Kita perlu membawa persekutuan dalam bab ini kepada Tuhan dalam doa sehingga kita dapat diselamatkan dalam hayat-Nya dalam kehidupan sehari-hari.