← Daftar isi Hayat yang Diperlihatkan dalam Kejadian Pasal Satu · bab 13/16

ROH HAYAT (3)

Pembacaan Alkitab :

Tit. 3:5; Ef. 4:23; 2 Tes. 2:13; 1 Yoh. 2:27;

Gal. 5:22, 25; Yoh. 14:17; 16:13-15; 2 Kor. 13:14

Dalam bab 12, kita telah melihat sesuatu mengenai Roh hayat dalam Roma, 1 Korintus, dan 2 Korintus. Dalam bab ini kita ingin melanjutkan persekutuan kita mengenai Roh hayat.

ROH YANG MEMPERBARUI

Titus 3:5 mengacu pada pembaruan Roh Kudus. Pentransformasian dan pembaruan sangat erat hubungannya satu sama lain (Rm. 12:2). Semakin kita ditransformasi, kita semakin diperbarui. Semakin kita diperbarui, kita semakin ditransformasi. Kami telah menunjukkan bahwa transformasi bukan hanya suatu pengubahan di luar (di lahir) tetapi merupakan suatu pengubahan hayat di dalam (di batin), pengubahan metabolis. Transformasi adalah suatu pengubahan dari dalam yang sangat subjektif melalui hayat. Pembaruan Roh juga bukan suatu pembaruan di luar tetapi merupakan suatu pembaruan hayat di dalam. Hayat ilahi yang dibagikan ke dalam kita memperbarui kita.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan alamiah kita adalah lama (usang). Efesus 4 memberi tahu kita bahwa kita perlu menanggalkan manusia lama, dibarui di dalam roh dan pikiran kita, serta mengenakan manusia baru (ay. 22-24). Tidak peduli seberapa mudanya seseorang, dia, sebagai manusia yang diciptakan dan jatuh, adalah usang. Manusia lama adalah manusia yang berasal dari ciptaan lama yang berada di dalam Adam. Bahkan seorang bayi juga memiliki manusia lama yang perlu diperbarui. Pikiran kita adalah pikiran lama, sifat kita adalah sifat lama, dan hayat kita adalah hayat lama.

Setelah kejatuhan, Adam dengan segera menjadi usang. Manusia lama berasal dari Adam, diciptakan oleh Allah, tetapi jatuh karena dosa. Karena kita mewarisi keusangan dari Adam, kita perlu diperbarui dengan semua hal yang berasal dari Allah. Apa adanya Allah dan apa saja yang Allah miliki adalah baru. Apa adanya kita dan apa saja yang kita miliki adalah usang. Allah sudah ada sejak dahulu karena Dia tidak terbatas, tetapi Dia tidak pernah usang. Dia memang sudah ada sejak dahulu tetapi selalu baru. Karena kita begitu usang (lama), kita perlu diperbarui oleh Allah kita yang selalu baru.

Diperbarui berarti diganti. Pikiran kita harus diganti dengan pikiran Kristus, sifat kita harus diganti dengan sifat Kristus, dan hayat kita harus diganti dengan hayat Kristus. Apa saja yang kita miliki adalah usang. Apa adanya Kristus adalah baru. Ketika Kristus masuk untuk menggantikan semua yang kita miliki dan segala adanya kita, Dia memperbarui kita. Kita perlu dip erbarui dengan apa adanya Kristus melalui jalan hayat. Seorang dokter gigi dapat mengganti gigi seseorang dengan beberapa gigi palsu, tetapi hal itu bukan pembaruan gigi karena gigi tersebut tidak diganti dengan jalan hayat. Roh hayat memperbarui kita melalui jalan hayat dengan apa adanya Kristus.

ROH YANG MENGUDUSKAN

Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa kita dikuduskan oleh darah Kristus (Ibr. 13:12; 10:29). Bahkan dalam Perjanjian Lama terdapat pemikiran bahwa darah penebusan dapat menguduskan kita abr. 9:13; cf. Im. 16:18-19). Pengudusan oleh darah hanya merupakan pengubahan kedudukan dan keadaan lahiriah, bukan suatu pengubahan tabiat di batin. Sebelum kita diselamatkan, kita adalah salah seorang di antara banyak orang berdosa yang tidak kudus. Ketika kita mengakui dosa-dosa kita dan menerima Kristus sebagai Penyelamat kita, darah Kristus memerciki dan menguduskan kita, mengubah kedudukankita. Darah memisahkan kita dari orang-orang berdosa di dalam dunia. Kita dipisah-kuduskan kepada Allah oleh darah Kristus.

Sebelum diselamatkan, kita berada di bawah penghukuman Allah. Tetapi oleh darah Tuhan, yang telah dicurahkan ke atas kita, keadaan kita juga telah diubah. Kita tidak lagi berada di bawah penghukuman Allah, tetapi kita telah dibenarkan dalam pandangan Allah oleh darah Kristus (Rm. 5:16, 18; 3:24-25). Kedudukan kita sekarang adalah seorang yang dibenarkan, bukan seorang yang dihukum. Darah Kristus telah mengubah kedudukan kita dan keadaan kita di hadapan Allah. Kita telah dibenarkan dan didamaikan dengan Allah.

Tetapi, darah tidak mengubah sifat dan tabiat kita. Itulah sebabnya kita memerlukan aspek pengudusan yang lain. Kita tidak hanya memerlukan pengudusan lahiriah oleh darah, tetapi kita juga memerlukan pengudusan batin oleh Roh itu. Dua Tesalonika 2:13 membicarakan pengudusan Roh. Pengudusan dalam ayat ini adalah sesuatu yang di dalam hayat. Roh itu menguduskan kita secara subjektif dan secara batin melalui mengubah tabiat kita. Roh Kudus menguduskan tabiat kita dalam batin dengan substansi Kristus, dengan apa adanya Kristus, dengan esens Allah.

Pembuatan teh merupakan satu ilustrasi yang baik untuk pengudusan tabiat. Ketika kantong teh dimasukkan ke dalam air jernih, teh celup ini "men-teh-kan" air tersebut. Saat kantong teh celup dimasukkan ke dalam air jernih dan dibiarkan di sana selama beberapa waktu, air jernih tersebut menjadi sama dengan teh dalam esens, dalam sifat, dalam penampilan, dalam warna, dan dalam cita rasa. Air jernih menjadi satu dengan teh karena teh tersebut masuk ke dalam air. Semakin lama teh tersebut berada di dalam air, maka air tersebut semakin "di-teh-kan". Sama seperti air jernih yang "di-teh-kan", kita perlu dikuduskan, atau "di-Kristus-kan". Roh Kudus masuk ke dalam kita untuk menguduskan kita dengan Kristus, "meng-Kristus-kan" kita. Roh itu memasukkan lebih banyak Kristus ke dalam kita supaya kita berbaur dengan Kristus sama seperti teh yang dibaurkan dengan air. Jika kantong teh tetap di dalam air untuk waktu yang cukup lama, berarti proses pembuatan teh diintensifkan. Kita perlu menyilakan Kristus membagikan diri-Nya ke dalam kita dengan sepenuhnya sehingga kita di kuduskan, atau "di-Kristus-kan" dengan cara yang intensif.

Roma 6:19 memberi tahu kita bahwa kita perlu mempersembahkan anggota-anggota tubuh kita "menjadi hamba kebenaran yang membawa kita kepada pengudusan". Kekudusan merupakan esens dari persona ilahi Allah. John Wesley menerjemahkan kekudusan menjadi sempurna tanpa dosa, suatu kesempurnaan yang tidak mengandung dosa. Tetapi, kekudusan bukan sempurna tanpa dosa. Cara Allah membuat kita kudus adalah dengan membagikan diri-Nya sendiri, sang Kudus, ke dalam kita sehingga seantero diri kita dapat diresapi dan dijenuhi dengan sifat kudus-Nya.

Memurnikan air dan "men-teh-kan" air adalah dua hal yang berbeda. Jika Anda ingin memberi saya secangkir teh, Anda mungkin memurnikan airnya terlebih dahulu baru kemudian "men-teh-kannya". Pemurnian termasuk di dalam "pen-teh-an", tetapi pemurniaan bukan "pen-teh-an". Demikian juga, sempurna tanpa dosa termasuk di dalam kekudusan tetapi sempurna tanpa dosa bukan kekudusan.

Orang-orang yang mempunyai konsep bahwa sempurna tanpa dosa adalah kekudusan meletakkan diri mereka di bawah banyak peraturan. Mereka mungkin memiliki peraturan-peraturan lahiriah mengenai pakaian dan kelakuan mereka untuk membuat mereka "kudus". Ketika saya masih seorang Kristen yang muda, saya bertemu dengan kelompok Kaum Saudara yang sangat ketat. Pria harus memotong rambutnya sangat pendek. Jika rambut Anda sangat pendek, Anda dianggap seorang yang paling rohani. Selanjutnya, para saudarinya tidak diperkenankan mengenakan sesuatu yang modern. Mereka semua harus mengenakan pakaian kuno. Suatu hari saya menemukan bahwa orang-orang yang belum diselamatkan yang tinggal di daerah pedesaan Cina memiliki praktek lahiriah seperti yang kami lakukan. Para pria memotong rambutnya sangat pendek, dan semua wanita mengenakan pakaian kuno. Kelihatannya, mereka sama "rohani"nya dengan kami. Pada saat itulah saya menyadari bahwa ajaran yang mengatakan bahwa kekudusan adalah sempurna tanpa doss itu salah.

Kekudusan merupakan esens ilahi Allah, esens persona ilahi Allah. Agar air menjadi teh, substansi teh harus dimasukkan ke dalam air. Kekudusan adalah saat kita "diteh-kan" dengan Allah sebagai teh ilahi. Ketika sesuatu dari persona ilahi Allah dibagikan ke dalam kita, kita dikuduskan, yaitu kita dijadikan kudus dengan esens Allah. Pengudusan Roh bukan pengubahan lahiriah, tetapi merupakan penambahan batin dari esens Allah ke dalam diri kita. Tempat penyimpanan mayat mempunyai tugas untuk membuat orang-orang mati kelihatan bagus secara lahiriah. Hal itu adalah riasan di luar yang tidak ada hubungannya dengan hayat. Tingkah laku kita atau kecantikan lahiriah kita seharusnya merupakan ekspresi hayat batin. Pengudusan Roh Kudus bukan sesuatu yang lahiriah, tetapi sesuatu yang mutlak bersifat batin, yang berasal dari hayat.

ROH YANG MENGURAPI

Roh hayat juga adalah Roh yang mengurapi (1 Yoh. 2:27). Roh hayat memerdekakan, mentransformasi, memperbarui, menguduskan, dan mengurapi. Pengurapan merupakan pergerakan dan pekerjaan Roh pemberi hayat yang berhuni di dalam kita dan yang ahnuhit. Roh mengurapi kita dengan segala elemen ilahi dari Trinitas ilahi. Pengurapan adalah seperti pengecatan ulang beberapa benda. Ketika lapisan demi lapisan cat dibubuhkan pada suatu benda, elemen cat ditambahkan pada benda yang dicat. Roh kudus mengurapi kita dengan cat ilahi, dengan Kristus, perwujudan Allah Tritunggal. Pengurapan Roh Kudus bukan hanya pembasuhan, tetapi juga pengecatan elemen ilahi Kristus ke dalam diri kita. Allah berhasrat untuk menambahkan diri-Nya sendiri ke dalam kita, membagikan diri-Nya ke dalam kita. Ketika Roh Kudus sedang mengurapi kita, Dia membunuh perkara-perkara negatif di dalam diri kita dan memurnikan serta membasuh kita dengan segala adanya Kristus.

Minyak urapan kudus dalam Keluaran 30:23-25 merupakan lambang sempurna dari Roh Allah yang majemuk yang dengannya kita diurapi. Unsur-unsur minyak urapan ini meliputi segala adanya Kristus, segala yang telah Kristus rampungkan, segala yang telah Kristus capai, dan segala yang telah Kristus peroleh. Minyak urapan yang almuhit, majemuk ini adalah cat yang digunakan Roh Kudus untuk mengecat kita. Semua unsur minyak urapan ini merupakan esens Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal. Semakin Roh Kudus mengurapi kita, kita semakin menjadi sama seperti Kristus dalam hayat dan dalam sifat.

Jika kita ingin mengubah warna rumah yang gelap menjadi hijau, kita perlu mengecatnya dengan cat hijau. Kita seperti rumah yang gelap dan Kristus adalah cat hijau tersebut. Hijau menandakan hayat Allah yang kaya. Semakin Roh Kudus mengurapi kita dengan Kristus, kita semakin sama seperti Kristus, dan kita semakin menjadi Kristus. Kita menjadi Kristus karena esens dan elemen Kristus telah diurapkan ke dalam kita, telah ditambahkan ke dalam kita. Pengurapan sepenuhnya merupakan perkara hayat.

ROH YANG MENGUATKAN

Efesus 3:16 mengatakan bahwa kita perlu dikuatkan di dalam insan batin kita oleh Roh itu. Sering kali ketika saya lapar, saya merasa lemah, maka saya perlu makan sedikit makanan agar dikuatkan. Saya merasa lemah karena di dalam saya kosong. Saya perlu dikuatkan di dalam batin. Setelah memakan makanan yang balk, saya sepenuhnya dikuatkan dan mendapatkan tenaga dari dalam. Secara fisik, kita perlu dikuatkan melalui menerima makanan masuk ke dalam diri kita. Secara rohani, kita perlu dikuatkan di dalam insan batin kita dengan Kristus melalui Roh Kudus. Roh Kudus membawa makin banyak Kristus ke dalam insan batin kita sehingga kita menjadi kuat dan bertenaga. Hal ini berarti bahwa kita memperoleh lebih banyak suplai hayat.

Pada tahun 1948, saya bekerja di kota kelahiran saudara Watchman Nee di Foochow, suatu tempat yang terkenalkarena menghasilkan jeruk. Saya tinggal di sana kurang lebih selama tiga minggu dan bekerja siang malam dalam pekerjaan Tuhan. Jika saya menjadi lelah setelah bersidang, saya minum segelas sari jeruk yang segar. Dalam waktu yang singkat, saya mendapatkan tenaga, dikuatkan, dan disegarkan. Sama seperti tubuh jasmani kita yang menerima suplai hayat dari sari jeruk, kita perlu suplai hayat dari Roh itu, kekuatan di dalam batin yang berasal dari Roh itu. Kadang-kadang, kita mungkin merasa lemah atau tertekan. Pada saat-saat itu kita perlu membuka diri kita kepada Tuhan dan berkata, "0 Tuhan, Amin." Kita perlu belajar menghirup Tuhan dalam-dalam dari batin. Ketika menghirup Tuhan, kita dapat merasakan bahwa kita mendapatkan kekuatan di batin dan mendapatkan tenaga dari Roh Kudus. Ketika kita berseru kepada Tuhan, Roh Kudus menguatkan kita dengan Kristus sebagai suplai hayat. Saya tidak dapat menjelaskan elemen-elemen yang ada di dalam segelas sari jeruk segar, tetapi saya dapat menikmati perawatan dan penyegarannya. Ada beberapa elemen di dalam sari jeruk yang merawat, memberi tenaga, menguatkan, dan menyegarkan. Ada juga beberapa elemen yang nyata, ilahi, surgawi, dan rohani di dalam nafas Roh Kudus. Ketika kita menghirup Dia, kita dikuatkan di dalam insan batin kita.

Semakin kita ditransformasi, diperbarui, dikuduskan, diurapi, dan dikuatkan oleh Roh itu, kita akan semakin menikmati suplai hayat, dan kita akan semakin memiliki pertumbuhan hayat. Orang-orang Amerika yang besar dan tinggi bertumbuh dalam hayat jasmani karena mereka telah menikmati kekayaan Amerika. Demikian juga, bobot rohani dan pertumbuhan hayat kita berasal dari kekayaankekayaan Kristus. Setiap hari, pada saat Roh Kristus memerdekakan, mentransformasi, memperbarui, menguduskan, dan mengurapi kita, Dia menambahkan Kristus ke dalam kita supaya kita memperoleh penambahan berat dari Kristus. Penambahan Kristus ke dalam diri kita ini, menghasilkan pertumbuhan di dalam hayat.

Dengan memakan semua makanan Amerika yang kaya, seorang anak Amerika akan bertumbuh dan diubah secara metabolis setelah sejangka waktu. Pada saat Roh Kristus seperti seorang "manusia" dalam sidang-sidang dan seperti seekor "kera" di luar sidang. Ini salah. Kita, orang-orang Kristen, tidak seharusnya menjadi orang-orang yang berpura-pura atau berusaha keras menjaga tingkah laku kita. Kita perlu menjadi orang-orang yang hidup oleh Roh, berjalan oleh Roh. Kita tidak seharusnya hidup dengan diri sendiri, dengan manusia lama, tetapi kita perlu hidup oleh Roh.

ROH REALITAS

Kitab Yohanes menyebutkan Roh Realitas (14:17; 16:13). Realitas adalah Kristus (Yoh. 14:6). Dalam alam semesta, Kristus adalah satu-satunya realitas dari semua. Terang yang sebenarnya adalah Kristus. Kasih yang kita miliki bukan kasih yang sebenarnya. Kasih yang sebenarnya adalah Kristus. Alkitab memberi tahu kita untuk menghormati orang tua, dan kita perlu menyadari bahwa hormat yang sebenarnya adalah Kristus. Jika kita tidak memiliki Kristus, kita tidak dapat memiliki hormat yang sebenarnya kepada orang tua kita. Kejujuran yang sebenarnya adalah Kristus. Kesabaran yang sebenarnya adalah Kristus. Kesabaran kita bukan kesabaran yang sebenarnya karena setelah melewati sejumlah ujian tertentu, kesabaran kita hilang. Kesabaran kita terbatas, tetapi Kristus sebagai kesabaran tidak terbatas karena Ia adalah kesabaran yang sebenarnya. Kristus adalah realitas, dan Roh hayat juga adalah Roh realitas. Jika kita memiliki Roh hayat, kita memiliki Kristus sebagai realitas. Hari ini, Roh realitas berada di dalam kita (Yoh. 14:17). Kita harus mengenal Roh realitas yang berhuni di dalam kita ini secara praktis. Hari demi hari kita seharusnya dapat mempersaksikan bahwa Roh itu begitu riil di dalam kita.

Dalam Yohanes 16:15 Tuhan Yesus berkata, "Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." Realitas dan kepenuhan Bapa adalah milik Kristus. Bapa memberikan segala kekayaan-Nya dan kepenuhan-Nya kepada Putra. Kemudian Roh itu menerima segala sesuatu dari Kristus untuk dinyatakan kepada kita. Segala adanya Bapa dan segala milik Bapa diwujudkan dalam Putra (Kol. 2:9), dan segala adanya Putra serta segala milik Putra dinyatakan kepada kaum beriman sebagai realitas melalui Roh itu. Apa yang dinyatakan Roh itu kepada kita bukan suatu ajaran melainkan perkara-perkara milik Bapa. Perkara-perkara milik Bapa adalah milik Kristus, dan Roh itu menerima perkaraperkara milik Bapa dari Kristus untuk dinyatakan kepada kita. Realitas adalah milik Bapa, Bapa memberikan realitas tersebut kepada Putra, Roh itu menerima realitas ini dari Putra, dan Dia menyatakan realitas ini kepada kita. Roh hayat membawa segala adanya Allah di dalam Kristus kepada kita sebagai realitas. Dalam realitas inilah terdapat segala. sesuatu yang kita perlukan. Realitas ini meliputi hayat, terang, kesabaran, kasih, kerendahan hati, kebaikan, hikmat, dan pengetahuan.

PERSEKUTUAN ROH

Dua Korintus 13:13 mengatakan, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian." Kita tidak seharusnya menganggap ayat ini hanya sebagai doa (berkat). Kita harus membaca ayat ini dengan pemahaman atas ekonomi Allah dan pembagian Allah. Kasih Allah adalah diri Allah sendiri; kasih karunia Kristus adalah Kristus sendiri; dan persekutuan Roh adalah Roh itu sendiri. Kasih adalah sumber, kasih karunia adalah jalan, dan persekutuan adalah aliran. Dalam pembagian ilahi, kasih Allah sebagai sumber dinyatakan (dimanifestasikan) dalam kasih karunia Kristus sebagai jalan dan ditransmisikan kepada kita sebagai persekutuan Roh itu, aliran Roh itu. Kasih Allah, kasih karunia Kristus, dan persekutuan Roh itu bukanlah tiga perkara yang terpisah, melainkan tiga aspek dari satu perkara. Selama kita berada dalam aliran Roh itu, kita memili.ki kasih karunia Kritus beserta kasih Allah. Kita menikmati kasih karunia Kristus beserta kasih Allah dalam persekutuan Roh itu, dalam aliran Roh itu. Kenikmatan terhadap pembagian ilahi dari Trinitas ilahi ini sepenuhnya merupakan perkara hayat.

Dua Korintus pasal 1 memberi tahu kita bahwa Allah telah mengurapi kita dengan Roh (ay. 21); pasal 3 memberitahu kita bahwa Roh ini adalah Roh yang memberikan hayat, memerdekakan, mentransformasi; dan kesimpulan dari 2 Korintus memberi tahu kita bahwa Roh ini adalah Roh persekutuan. Roh persekutuan adalah Roh hayat yang memberikan hayat dan yang mengurapi, memerdekakan, serta mengubah kita. Roh hayat menghubungkan dan mentransmisikan apa adanya Allah di dalam Kristus kepada kita untuk kenikmatan kita sehingga kita dapat memperoleh Allah sepenuhnya.