PENGALAMAN HAYAT (12)
Pembacaan Alkitab:
Mat. 16:21-26
DIRI, HAYAT JIWA, DAN WATAK DALAM MATIUS 16
Istilah watak dan karakter sukar didefinisikan bahkan oleh kamus yang terbaik sekalipun. Menggambarkan watak dan karakter juga sangat sukar. Tetapi, beberapa istilah yang digunakan dalam Matius 16:21-26 menyiratkan perihal watak. Istilah-istilah ini meliputi pikiran (ayat 23), diri (ayat 24), dan hayat jiwa (nyawa, ayat 25-26). Walaupun Matius 16 tidak menggunakan istilah watak, tetapi tentu saja perihal watak tersirat melalui penggunaan istilah-istilah tersebut. Dalam bagian firman yang singkat ini, watak Petrus disingkapkan.
Menurut Matius 16:21-26, ketika Tuhan Yesus memberi tahu para murid bahwa Ia akan disalibkan, Petrus bereaksi dan menarik Tuhan ke samping untuk menegur-Nya. Tuhan menjawab dengan menegur Petrus. Petrus ditegur oleh Tuhan karena Iblis telah menggunakan Petrus untuk melawan hal-hal yang berasal dari Tuhan. Petrus digunakan oleh Iblis karena ada sesuatu di dalam wataknya yang memberikan dasar bagi Iblis untuk menggunakannya.
Watak mengacu kepada sesuatu di dalam kita. Watak tersirat dalam istilah pikiran, diri, dan hayat jiwa. Watak meliputi semua unsur ini; karena itu menyebutkan diri atau hayat jiwa saja tidak cukup.
KATA KUNCI LAIN YANG BERHUBUNGAN DENGAN WATAK
Ada empat istilah yang disebutkan dalam Perjanjian Baru yang erat hubungannya dengan watak: manusia lama dalam Roma 6:6, “aku” dalam Galatia 2:20, hayat jiwa (nyawa) dalam Matius 16:25-26, dan diri dalam Matius 16:24. Selain istilah-istilah ini, menurut penuntutan dan pengalaman kita terhadap hal-hal rohani dalam Perjanjian Baru, kita juga menggunakan istilah “alamiah” dalam hubungannya dengan watak. Isi dari kelima istilah ini menyiratkan watak. Watak seseorang mencakup semua butir ini.
Watak kita diekspresikan dalam berbagai tipe. Ada yang mempunyai tipe “pahlawan”. Saudara atau saudari yang memiliki watak bertipe ini akan melakukan segala sesuatu dengan cara yang mengesankan, sempurna, dan lengkap. Jika mereka harus berbicara, mereka akan melakukannya dengan cara yang luar biasa, atau tidak sama sekali. Mereka juga sangat kuat dan cepat jika melakukan sesuatu. Tipe lain dari watak adalah “bukan pahlawan”. Orang bertipe “bukan pahlawan” tidak melakukan sesuatu secara menyeluruh atau lengkap. Jika ia mengunci pintu, pintu tersebut hanya terkunci sebagian; jika ia membersihkan satu ruangan, sudut-sudutnya tidak dibersihkan.
Dalam berita ke-22, kita telah menunjukkan bahwa watak adalah apa adanya kita menurut susunan kita yang kita peroleh melalui kelahiran dan karakter adalah ekspresi watak kita. Watak adalah apa adanya kita di dalam, dan karakter adalah apa yang kita ekspresikan di luar. Alasan mengapa kita pendiam atau cerewet berkaitan dengan watak kita. Pada permulaan pelatihan sepenuh waktu, beberapa saudara dan saudari sangat sering berbicara, tetapi setelah lewat beberapa minggu, mungkin karena beberapa perkataan koreksi mengenai pembicaraan mereka, mereka menjadi sangat pendiam. Kecerewetan mereka berhubungan dengan watak mereka, tetapi ketenangan yang diusahakan diri mereka berkaitan dengan karakter mereka.
Kelambanan adalah masalah watak. Kita mungkin melakukan segala hal dengan sangat lambat. Jika kita ditegur karena kelambanan kita, kita mungkin menjadi sangat tersinggung dan bereaksi dengan melakukan segala sesuatu secara sangat cepat. Apa yang kita ekspresikan dalam perubahan tingkah laku luaran itu bukan watak kita, melainkan karakter kita. Watak sendiri tidak langsung berkaitan dengan dosa. Tetapi jika watak kita diekspresikan dengan maksud yang sangat jahat, itulah dosa. Karena itu, watak kita sedikit sekali berhubungan dengan dosa secara langsung, tetapi karakter kita erat hubungannya dengan dosa.
Ketika Anda hidup menurut watak Anda dan dikoreksi oleh orang lain, karakter Anda akan terekspresi saat Anda mengubah tingkah laku Anda. Hal ini seperti anak-anak laki-laki yang bermain bola. Salah satu dari anak-anak itu mungkin mendapat bola, lalu menggiringnya dengan sangat lambat, kemudian temannya mungkin menegur dia karena sangat lambat, memintanya untuk mengoper bola itu. Ketika anak pertama mengoper bola itu, ia mungkin melakukannya dengan sangat cepat dan kasar, bereaksi terhadap teguran anak yang lain. Cara mengoper bola itu mengekspresikan karakter anak yang pertama dan hal itu tidak pantas serta penuh dosa.
MENANGGULANGI WATAK DAN KARAKTER
Dasar Alkitab untuk Menanggulangi Watak
Walaupun tidak ada ayat-ayat dalam Perjanjian Baru yang secara langsung memberi tahu bagaimana menanggulangi watak, ada beberapa ayat yang dapat digunakan. Karena watak tersirat dalam “aku”, manusia lama, jiwa, dan diri, maka penanggulangan kita terhadap hal-hal ini meliputi penanggulangan kita terhadap watak. Dalam Galatia 2:20, “aku” telah disalibkan. “Aku” ini menyiratkan watak. Demikian juga, ketika kita menyangkal diri (Mat. 16:24) dan kehilangan hayat jiwa (Mat. 16:25-26), watak kita ditanggulangi, karena watak tersirat dalam hal-hal ini.
Dasar Alkitab untuk Menanggulangi Karakter
Menanggulangi karakter kita terlihat dalam Roma 8:13, yang mengatakan, “Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.” Perbuatan-perbuatan tubuh sebenarnya adalah karakter kita. Menanggulangi perbuatan-perbuatan tubuh sebenarnya adalah menanggulangi karakter kita.
Menanggulangi Watak Melalui Hidup di Bawah Salib
Untuk menanggulangi watak, kita harus nampak bahwa kita telah disalibkan (Gal. 2:20; Rm. 6:6). Sepanjang hari, dari pagi sampai sore, kita harus ingat bahwa kita adalah orang-orang yang telah disalibkan. Karena kita telah disalibkan, kita tidak seharusnya hidup menurut watak kita. Kita tidak seharusnya hidup, bertingkah laku, atau berjalan menurut apa adanya kita secara alamiah. Hidup dengan cara yang demikian adalah hidup menurut watak kita. Jalan untuk menanggulangi watak adalah nampak dan ingat bahwa kita adalah orang-orang yang telah disalibkan dan tetap tinggal di bawah pengenalan tersebut sepanjang hari.
Menanggulangi Watak Melalui Melawan Diri Sendiri
Bersamaan dengan pengenalan bahwa kita telah disalib, kita harus melawan diri sendiri. Melawan diri sendiri adalah melawan watak kita. Jika Anda tahu bahwa watak Anda adalah pendiam, maka selama diam, berarti Anda tinggal di dalam watak Anda. Tetapi jika Anda melawan watak pendiam Anda, pertama-tama Anda harus nampak bahwa persona alamiah Anda telah disalibkan, lalu menetaplah di bawah pembunuhan salib. Kemudian di dalam sidang, Anda melawan diri sendiri, dapat berlatih membicarakan sesuatu dari Tuhan kepada orang-orang kudus.
WATAK DAN DAYA GUNA
Hal yang paling merusak daya guna kita dalam kehidupan kristiani maupun hidup gereja adalah kehidupan kita yang menuruti watak kita. Saya telah berada dalam pekerjaan Tuhan selama bertahun-tahun, dan saya telah menemukan bahwa beberapa saudara saudari memiliki unsur yang kuat di dalam watak mereka yang menghalangi mereka untuk berkoordinasi dan bekerja sama dengan orang lain. Jika saudara atau saudari tertentu ditugaskan untuk melakukan pekerjaan tertentu, tidak ada orang lain yang dapat diikutsertakan untuk membantu pekerjaan itu; mereka harus mengerjakannya sendiri. Saudara atau saudari seperti itu biasanya sangat cekatan, tetapi mereka juga dapat dengan mudah menimbulkan masalah dalam hidup gereja.
Pekerjaan Tuhan adalah pekerjaan Tubuh dan oleh Tubuh; karena itu, koordinasi sangat diperlukan. Rasul Paulus sangat cekatan, tetapi dia juga memerlukan sejumlah orang untuk membantunya dan berkoordinasi dengannya. Kalaupun Anda termasuk salah satu dari orang-orang yang sangat cekatan, Anda tetap perlu berkoordinasi. Bahkan Tuhan Yesus sendiri perlu berkoordinasi dengan orang lain. Sebenarnya, kebanyakan dari kita tidak suka bekerja dengan orang lain. Jika kita adalah orang yang malas dan ceroboh, kita akan senang jika ada orang lain yang berjerih lelah untuk kita. Tetapi jika kita adalah orang yang rajin, suka berjerih lelah sepanjang waktu, kita mungkin tidak suka orang lain bekerja bersama kita, karena apa pun yang mereka lakukan akan mencampuri apa yang kita kerjakan.
Dalam kehidupan rohani, kehidupan kristiani, hidup gereja (church life), dan dalam pekerjaan Tuhan, kita harus belajar menjadi orang yang selalu melawan diri sendiri. Sebagai orang yang berwatak kuat, saya dapat bersaksi bahwa saya harus selalu nampak bahwa watak saya telah disalibkan. Di masa lampau, pengakuan dosa saya hampir selalu mengenai kegagalan saya memperhidupkan Kristus. Hari ini, pengakuan dosa saya kepada Tuhan sangat sering mengenai watak saya. Kita harus belajar menempuh kehidupan yang melawan diri sendiri. Melawan diri sendiri adalah melawan watak kita.
DAYA GUNA DAN KAPASITAS
Baik watak yang baik maupun watak yang buruk akan menghancurkan daya guna kita dalam ruang lingkup rohani. Daya guna kita pertama-tama tergantung kepada kapasitas kita. Dalam Matius 25:14-15, seorang tuan membagi-bagikan hartanya kepada hamba-hambanya sesuai dengan kemampuan alamiah mereka. Kemampuan alamiah mereka sama dengan kapasitas mereka. Rasul Paulus adalah orang yang sangat cakap dan memiliki kapasitas yang paling besar. Tetapi jika Paulus tidak melawan wataknya, wataknya akan menghancurkan daya gunanya. Seberapa banyak Tuhan dapat menggunakan Anda tergantung kepada kapasitas Anda. Tetapi tidak peduli berapa besar kapasitas yang Anda miliki, selama Anda membiarkan watak Anda, Anda akan berakhir. Sepanjang sejarah gereja ada banyak saudara yang sangat cakap, seperti Petrus, Paulus, Martin Luther, John Nelson Darby, dan Watchman Nee. Tuhan benar-benar memakai saudara-saudara ini. Saya dapat bersaksi bahwa Saudara Watchman Nee bukan hanya seorang yang cakap dan memiliki kapasitas besar, tetapi juga seorang yang belajar untuk selalu melawan dirinya sendiri.
KAPASITAS DAN AMBISI
Banyaknya kekacauan politik di dunia dan kekacauan di antara kita hari ini disebabkan oleh dua faktor: ambisi besar tetapi kapasitas kecil. Beberapa orang memiliki ambisi untuk menjadi presiden suatu negara, tetapi tidak memiliki kapasitas untuk mengemban jabatan yang demikian. Ketika orang itu tidak berhasil menduduki jabatan presiden, ia akan menimbulkan masalah. Di pihak lain, seseorang mungkin sangat cakap, tetapi jika ia memiliki ambisi, ambisinya akan merusak kapasitasnya, daya gunanya.
Sebenarnya, ambisi adalah bagian yang cukup besar dalam watak kita. Jika satu negara ingin menjadi negara yang kuat, negara ini harus menghasilkan sejumlah orang cakap yang berkapasitas besar. Tetapi orang-orang tersebut harus melawan watak mereka, yaitu melawan ambisi mereka. Orang yang cakap dan yang selalu melawan ambisinya adalah orang yang paling berguna. Jika satu negara dapat menghasilkan dua puluh orang seperti itu dalam satu generasi, negara itu akan menjadi salah satu di antara negara-negara adi daya.
KAPASITAS TANPA AMBISI MENGHASILKAN DAYA GUNA
Kapasitas tanpa ambisi membuat seseorang sangat berguna. Sebaliknya, kapasitas disertai ambisi merusak daya guna seseorang. Sepanjang sejarah, orang-orang yang paling merusak seluruh negara adalah orang-orang yang sangat cakap tetapi terlalu ambisius. Hitler adalah contoh dari orang yang demikian. Ia memiliki kapasitas sangat besar, tetapi bersamaan dengan itu, ia memiliki ambisi yang mengerikan. Kapasitas dan ambisinya yang menghancurkan adalah penyebab utama mengapa Hitler sangat merusak umat manusia. Kapasitas itu baik, tetapi ambisi itu mengerikan.
Di dalam pekerjaan Tuhan prinsipnya sama. Hal yang paling menakutkan di dalam pekerjaan Tuhan adalah orang cakap yang berambisi besar. Di pihak lain, orang yang cakap tetapi tidak mempunyai ambisi akan sangat berguna di dalam pekerjaan Tuhan. Sepanjang hidup saya, karena belas kasih-Nya, saya bertemu dengan seorang yang menjadi teladan terbaik dari orang yang sangat cakap tetapi tidak mempunyai ambisi. Orang itu adalah Saudara Watchman Nee. Saya dapat bersaksi dari hati nurani saya bahwa ia sama sekali tidak berambisi. Pekerjaannya memiliki standar yang tertinggi. Ia melakukan pekerjaan yang demikian, tetapi ia tidak menahan sesuatu untuk dirinya sendiri.
Dalam gereja di Shanghai, saudara lain yang juga sangat cakap adalah Saudara Yu Cheng Hua, ia adalah spesialis mata. Ia menerjemahkan buku-buku aliran mistik yang dikarang oleh orang-orang seperti Madame Guyon dan Saudara Lawrence ke dalam bahasa mandarin. Saya dapat bersaksi mengenai dia bahwa dia juga tidak memiliki ambisi apa pun. Saudara Yu Cheng Hua bersama beberapa saudara lain memimpin gereja di Shanghai juga memimpin dalam pekerjaan, tetapi tidak pernah ada masalah ambisi di antara saudara-saudara tersebut. Hasilnya, gereja terbangun, dan banyak orang kudus diperlengkapi.
Kapasitas tanpa ambisi berarti kapasitas ditambah salib. Setiap orang itu ambisius. Ambisi adalah unsur utama dari watak setiap orang yang telah jatuh. Bahkan orang yang paling rendah, dengan kapasitas yang sangat sedikit juga ambisius. Dalam hidup gereja, beberapa orang sangat cakap dan ambisius, dan orang lain tidak begitu cakap, tetapi mereka juga ambisius. Kedua-duanya dapat menimbulkan masalah besar dalam hidup gereja. Alangkah indahnya jika setiap orang dalam hidup gereja melawan ambisinya. Jika kita semua dapat menempuh hidup yang melawan watak, ambisi kita akan terbunuh, dan tidak akan ada masalah dalam hidup gereja. Begitu ambisi tersingkir dari hidup gereja, daya guna setiap orang, termasuk mereka yang mempunyai kapasitas terbatas, akan ternyata. Tetapi jika watak orang-orang kudus tidak ditanggulangi, ambisi akan muncul, menghasilkan huru-hara, daya guna orang-orang kudus akan hilang, dan akan ada sejumlah besar kehancuran.
PERINGATAN MENGENAI WATAK KITA
Jika semua orang kudus, terutama mereka yang dilatih untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, mematikan watak mereka, segala sesuatu akan menjadi sangat baik. Kalau tidak, setiap orang yang telah dilatih akan menjadi masalah besar dalam gereja. Jika kita menerima pelatihan dan mempraktekkannya dengan ambisi dan kapasitas kita, hasilnya adalah kekacauan. Jika setiap peserta pelatihan tidak mematikan wataknya, setiap orang adalah masalah dan akan menjadi masalah. Seberapa banyak daya guna Anda terhadap Tuhan atau seberapa banyak kerusakan yang akan Anda buat dalam gereja tergantung pada berapa banyak watak Anda dimatikan. Karena itu, menanggulangi watak adalah perkara yang sangat penting.