DEFINISI HAYAT
Pembacaan Alkitab :
Ef. 4:18; Why. 22:1; Yoh. 14:6a;
1 Yoh. 1:2; 5:12a; Kol. 3:4a; Rm. 82a; 2 Kor. 3:6b
GARIS BESAR
1. Hayat bukan pengabdian :
a. Pengabdian adalah latihan ibadah kita
b. Hayat adalah Kristus hidup di dalam kita Gal. 2:19b-20a
2. Hayat bukan kelakuan baik:
a. Kelakuan baik adalah perbuatan kita
b. Hayat adalah Kristus diperhidupkan dari diri kita F1p. 1:21a
3. Hayat bukan kekuatan:
a. Kekuatan adalah untuk pekerjaan - Kis. 1:8
b. Hayat adalah untuk kehidupan - Yoh. 6:57b
4. Hayat bukan talenta:
a. Talenta adalah untuk kemampuan daya guna - Rm. 12:6
b. Hayat adalah hakiki ilahi di dalam kita - Yoh. 1: 1 3b
5. Hayat bukan pertumbuhan dalam pengetahuan:
a. Pertumbuhan dalam pengetahuan adalah bertam bahnya pengetahuan
b. Hayat adalah bertambahnya Allah - Kol. 2:19b
6. Hayat bukan hayat manusia kita:
a. Hayat manusia kita (bios dan psuche)adalah yang fana - Luk. 8:43b; 21:4b; Mat. 16:25-26
b. Hayat (zoe) adalah yang kekal - 1 Yoh. 1:2; Mzm. 90:2b
7. Hayat adalah isi dan pengaliran Allah :
a. Isi Allah adalah hakiki Allah - Ef 4:18b
b. Pengaliran Allah adalah penyaluran diri Allah sendiri sebagai hayat kepada kita - Why. 22:1
8. Hayat adalah Kristus - Yoh. 14:6a; Kol. 3:4a; 1 Yoh. 5:12a :
a. Kristus adalah perwujudan Allah, Sang Hayat - Kol. 2:9
b. Kristus adalah ekspresi Allah - Yoh. 1:18; Ibr. 1:3a
9. Hayat adalah Roh Kudus:
a. Roh Kudus adalah realitas Kristus - Yoh. 14:16-17; 1 Kor. 15:45b
b. Roh Kudus adalah Roh hayat yang menghidupkan - Rm. 82a; 2 Kor. 16b
Pokok : Hayat adalah Allah Tritunggal tersalur ke dalam kita dan hidup di dalam kita.
Kita perlu mengenal apakah hayat itu, karena itu bab ini membicarakan definisi hayat. Ayat-ayat Alkitab yang tercantum di atas sangatlah penting. Efesus 4:18 membicarakan tentang terpisah dari hayat Allah. Wahyu 22:1 mengatakan, bahwa sungai air hayat mengalir keluar dari takhta. Dalam Yohanes 14:6a Tuhan mengatakan, bahwa Dia adalah hayat. Satu Yobanes 1:2 menyinggung tentang hayat yang kekal. Satu Yohanes 5:12a mengatakan, bahwa barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hayat. Kolose 14a mengatakan, bahwa Kristus adalah bayat kita. Roma 82a memakai istilah Roh hayat, dan 2 Korintus 3:6b mengatakan, bahwa Roh itu menghidupkan. Ayat-ayat ini sangat penting bagi kita untuk memahami definisi hayat.
1. HAYAT BUKAN PENGABDIAN
Butir pertama yang perlu kita lihat adalah hayat bukan pengabdian. Banyak orang Kristen mengira pengabdian adalah hayat rohani, padahal pengabdian adalah latihan ibadah kita, adalah latihan yang dimiliki berdasarkan keaktifan diri sendiri di pihak kita. Dalam Galatia 2:19b-20a Paulus mengatakan, "Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Hal ini menyatakan bahwa hayat adalah Kristus hidup di dalam kita. Kita harus membantu kaum beriman memahami bahwa kita tidak boleh menganggap pengabdian sebagai hayat. Seseorang mungkin penuh pengabdian, tetapi tidak memiliki banyak hayat. Dalam agama tertentu mungkin ada orang-orang yang penuh pengabdian, tetapi itu hanyalah latihan ibadah mereka. Hayat bukan aktivitas apa pun. Hayat seluruhnya adalah Kristus sendiri. Kita harus menekankan perkara ini sampai puncaknya, membantu kaum beriman mengenal bahwa hayat adalah Kristus sendiri. Tidak ada sesuatu pun yang bisa menggantikan hayat.
2. HAYAT BUKAN KELAKUAN BAIK
Secara umum, orang Kristen mengira jika kelakuan seseorang baik, maka dia memiliki hayat. Ketika saya di China, saya mengamati orang-orang yang melaksanakan ajaran Khong Hu Cu, kelakuan mereka lebih baik daripada misionaris-misionaris Kristen. Mereka amat lemah lembut, sabar, dan rendah hati. Mereka pun sangat penyayang, terhadap orang lain memiliki kebajikan untuk mengalah. Tetapi itu bukan hayat, itu hanyalah kelakuan bak Khong Hu Cu mengatakan, bahwa kita perlu mengembangkan "budi pekerti yang cemerlang" di dalam kita, yang sesungguhnya adalah mengembangkan hati nurani kita. Namun kita harus menekankan, hayat bukan berasal dari keaktifan diri kita untuk membangun hati nurani kita; hayat adalah Kristus.
Manusia tercipta dalam keadaan baik, tetapi karena kejatuhan, manusia menjadi bobrok dan rusak. Namun, di dalam manusia masih ada hal yang baik dari ciptaan Allah. Ajaran Khong Hu Cu ingin membantu manusia mengembangkan sifat baiknya, yaitu kebajikan alamiah yang baik yang diciptakan Allah di dalam manusia. Kebajikan ini telah rusak, namun tetap tinggal di dalam sifat manusia. Kelakuan baik yang dikembangkan oleh manusia adalah menurut kelakuannya, tetapi hayat adalah Kristus hidup dari diri kita. Hayat bukan pekerjaan kita, Dalam Filipi 1:21a Paulus mengatakan, "Karena bagiku hidup adalah Kristus". Sebab itu hayat bukan kelakuan baik, melainkan Kristus diperhidupkan dari diri kita. Pertama-tama Kristus hidup di dalam kita, kemudian Kristus memperhidupkan diri-Nya sendiri dari diri kita, itulah hayat.
Kita harus melatih kaum saleh untuk membedakan kelakuan baik dengan hayat. Mungkin kita mengagumi seorang saudara karena dia lemah lembut, penyayang, rendah hati, dan sabar. Mungkin kita menganggap bahwa dia penuh dengan hayat, namun anggapan demikian menyatakan kita tidak memiliki daya pembeda yang tepat. Saudara yang kita puji itu mungkin atas kelakuan baiknya mengekspresikan kebajikan alamiahnya. Tetapi hayat adalah Kristus terekspresi dari dalam kita serta diperhidupkan dari dalam diri kita.
3. HAYAT BUKAN KEKUATAN
Kita juga perlu nampak, bahwa hayat bukan kekuatan. Roh itu memiliki dua aspek : di dalam kita aspek hayat dan di luar kita aspek kekuatan. Ketika Perjanjian Baru membicarakan kekuatan Roh itu, kata penghubung yang dipergunakan adalah "di atas". "Di atas" berarti di luar. Ketika Perjanjian Baru membicarakan Roh itu sebagai hayat, kata penghubung yang digunakan "di dalam". Roh itu di dalam kita.
Perjanjian Baru mengatakan, bahwa Roh realitas akan menyertai kamu, bahkan berada di dalam dirimu; aliran air hidup akan mengalir di dalam dirimu. Ada aspek minum Roh itu, juga ada aspek dibaptis dalam Roh itu. Membaptisi orang adalah memasukkannya ke dalam air, tetapi minum adalah menerima air masuk ke dalam. Satu Korintus 12:13 meliputi kedua aspek ini. Kita semua dibaptis dalam natu Roh menjadi satu Tubuh, kemudian kita semua diberi minum dari satu Roh. Inilah kedua aspek Roh itu. Tetapi dalam kekristenan hari ini, aspek hayat hampir-hampir telab diabaikan dan aspek kekuatan ditekankan secara berlebihan dengan salahnya. Karena itu, kita harus menunjukkan bahwa hayat bukan kekuatan.
Kisah Para Rasul 1:8 mengatakan bahwa Roh kekuasaan (kekuatan) akan turun ke atas diri murid-murid, membuat mereka bisa menggenapkan pekerjaan memperluas Injil dari Yerusalem sampai ke ujung bumi. Ayat tersebut menampakkan kepada kita, bahwa kekuatan adalah untuk pekerjaan. Yohanes 6:57b mengatakan, bahwa hayat adalah untuk kehidupan, dalam ayat ini Tuhan berkata, "Barangsiapa yang makan Aku akan hidup oleh Aku."
4. HAYAT BUKAN TALENTA
Hayat bukan talenta. Talenta adalah untuk kemampuan daya guna (Rm. 116), namun hayat adalah hakiki ilahi di dalam diri kita. Yohanes 1:13b mengatakan, bahwa
kaum beriman diperanakkan dari Allah, yaitu ada hakiki Allah di dalam diri kita. Hayat adalah Allah sendiri, yaitu hakiki ilahi di dalam diri kita.
5. HAYAT BUKAN PERTUMBUHAN
DALAM PENGETAHUAN
Pertumbuhan dalam pengetahuan bukan hayat. Pertumbuhan dalam pengetahuan adalah bertambahnya pengetahuan. Anda bisa menimbun pengetahuan alkitabiah dengan membaca buku-buku atau belajar dalam seminari, tetapi sedikit pun tidak mengenal hayat. Hayat adalah bertambahnya Allah di dalam kita. Kolose 2:19b mewahyukan bahwa gereja bertumbuh oleh karena pertumbuhan Allah, oleh karena bertambahnya Allah sebagai hayat.
6. HAYAT BUKAN HAYAT MANUSIA KITA
Hayat manusia kita bukan hayat yang dititikberatkan dalam Alkitab. Hayat manusia (biosdan psuche) adalah yang fana (Luk. 8:43b; 21Ab; Mat. 16:25-26). Hayat manusia kita bukan hayat, sebab ia bisa mati, bahkan ditetapkan akan mati. Hayat yang sejati adalah tidak mati. Apa saja yang fana bukan hayat. Hayat tubuh daging kita (bios) dan hayat jiwa kita (psuche), semuanya fana, oleh sebab itu hayat manusia bukan hayat. Dalam Lukas 8:43b dan 21:4b "nafkahnya" bahasa aslinya adalah bios. Bios ditujukan kepada hayat tubuh daging. Dalam Injil Matius 16:25-26, bahasa aslinya "nyawa (jiwa)" adalah psuche.
Hayat (zoe) adalah yang kekal. Artinya kekal adalah tidak mati. Satu Yohanes 1:2 mengatakan, "Hayat itu telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya dan sekarang kami bersaksi dan memberitakan kepada kamu tentang hayat kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa dan yang telah dinyatakan kepada kami." Bahkan Mazmur 90:2b mengatakan "Dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah." Tegasnya, semua hayat yang fana, bukan hayat. Hayat yang sejati adalah tidak mati, kekal, hayat yang sejati ini adalah Allah sendiri, sebab Allah dari selama-lamanya (azali) sampai selama-lamanya (abadi). Allah itu kekal adanya, oleh sebab itu hanya Allah sendiri adalah hayat yang sejati.
7. HAYAT ADALAH ISI DAN PENGALIRAN ALLAH
Keenam aspek di depan memberi tahu kita apa yang bukan hayat. Sekarang kita perlu melihat apa itu hayat. Hayat adalah isi dan pengaliran Allah. Isi Allah adalah hakiki Allah, oleh sebab itu hayat adalah hakiki batiniah Allah (Ef. 4:18b). Pengaliran Allah adalah Allah sendiri sebagai hayat disalurkan kepada kita. Dalam kitab Wahyu 22:1 kita melihat sungai air kehidupan (hayat) mengalir kduar dari takhta, inilah pengaliran Allah. Hayat adalah isi Allah, hakiki batiniah-Nya; hayat juga adalah Allah mengalir ke dalam kita, dan disalurkan ke dalam diri kita.
8. HAYAT ADALAH KRISTUS
Kita perlu memberi kesan kepada kaum beriman, bahwa hayat adalah Kristus (Yoh. 14:6a; Kol. 3:4a; 1 Yoh. 5:12a). Kristus adalah perwujudan Allah yang adalah hayat ini. Kolose 2:9 mengatakan, bahwa seluruh kepenuhan keAllahan berdiam secara jasmaniah di dalam Dia. Allah sebagai hayat, terwujud di dalam Kristus, dan Kristus adalah ekspresi Allah. Yohanes 1:18 mengatakan, bahwa Anak tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan Bapa. Kemudian Ibrani 1:3 mengatakan, bahwa Kristus adalah cahaya kemuliaan Allah. Artinya, Kristus adalah ekspresi Allah yang adalah hayat itu.
9. HAYAT ADALAH ROH KUDUS
Terakhir, kita harus menunjukkan, bahwa hayat adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah realitas Kristus (Yoh. 14:16-17; 1 Kor. 15:45b). Putra adalah perwujudan Bapa, Roh adalah realitas Putra. Roma 8:2a memakai istilah Roh hayat dan 2 Korintus 3:6b mengatakan, "Roh itu menghidupkan." Oleh karena itu, hari ini Roh Kudus adalah Roh hayat yang menghidupkan kita. Kita harus menekankan, bahwa Roh itu dalam Perjanjian Baru memiliki dua aspek. Pada satu aspek, Dia adalah Roh kekuatan; pada aspek lain, Dia adalah Roh hayat.
Kita harus memperhatikan fokus berita ini : hayat adalah Allah Tritunggal tersalur ke dalam kita dan hidup di dalam kita. Bapa adalah sumber, Putra adalah saluran, Roh adalah arus. Allah Tritunggal dalam ketritunggalan ilahiNya disalurkan ke dalam kita, kini hidup di dalam kita.
Pelajaran mengenai definisi hayat sedemikian ini sangat dibutuhkan di tengah-tengah kita. Mungkin kita memakai istilah "hayat", tetapi tidak mengenal hayat itu apa. Kita harus memiliki pemahaman yang penuh mengenai hayat.