KELAHIRAN KEMBALI
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 3:3-8, 36; 1:12-13; 1 Ptr. 1:23;
Yak. 1:18; 1 Kor. 4:15; 1 Yoh. 1:2; 2 Ptr. 1:4
GARIS BESAR
1. Definisi kelahiran kembali - Yoh. 1:13
2. Caranya :
a. Menyadari keperluan kita akan hayat Allah - Yoh. 3:3
b. Menyadari babwa manusia alamiah kita perlu dikubur dalam air baptisan - Yoh. 3:5
c. Dilahirkan dari Roh Allah dalam roh kita Yoh. 3:5, 6b
(1) Melalui percaya ke dalam Anak Allah - Yoh. 3:36a
(2) Melalui Firman Allah dalam Injil - 1 Ptr. 1:23; Yak. 1:18; 1 Kor. 4:15
3. Hasilnya :
a. Dibangkitkan bersama dengan Kristus - 1 Ptr. 1:3b; Ef. 2:5a
b. Memiliki hayat yang kekal dan yang tak diciptakan - 1 Yoh. 1:2
c. Menjadi anak Allah - Yoh. 1: 12
d. Berbagian dalam sifat ilahi - 2 Ptr. 1:4
e. Dilahirkan ke dalam Kerajam Allah - Yoh. 3:5
Fokus : Dilahirkan kembali adalah mendapatkan hayat Allah sehingga kita menjadi anak-anak-Nya, tinggal dalam kerajaanNya menurut sifat ilahi-Nya.
Dalam bab-bab terdahulu, dasar mengenai hayat telah diletakkan. Sekarang kita akan masuk ke dalam pengalaman hayat dan pengalaman hayat yang pertama adalah kelahiran kembali.
1. DEFINISI KE1AHIRAN KEMBALI
Pertama, kita perlu melihat definisi kelahiran kemhali. Dilahirkan kembali adalah dilahirkan dari Allah sehingga kita dapat memiliki hayat ilahi, hayat yang lain selain dari hayat manusia kita. Kita harus memberikan kesan yang dalam dan jelas kepada kaum saleh akan definisi kelahiran kembali. Definisi ini masih belum jelas bagi kebanyakan orang Kristen. Ketika muda, saya membaca buku tentang definisi yang nyata tentang kelahiran kembali, tetapi definisi yang disajikan ternyata salah. Buku tersebut mengatakan, bahwa kelahiran kembali adalah awal baru yang kita miliki ketika bertobat dan semua dosa kita diampuni dan dianggap sebagai sesuatu yang lampau. Kelahiran kembali, bagaimana pun, bukan hanya awal baru. Pemikiran ini pada dasarnya sama dengan pengajaran Khong Hu Cu, yang mengatakan bahwa bilamana Anda bertobat, Anda dapat menganggap segala sesuatunya baru dimulai saat tersebut.
Suatu hari saya membaca buku karangan saudara T Austin Sparks yang mengatakan, bahwa dilahirkan kembali adalah menerima hayat lain, hayat Allah yang kekal dan yang tak terciptakan, sebagai tambahan kepada hayat manusia kita. Dia memberikan definisi kelahiran kembali yang singkat dan jelas, yang sangat mengesankan saya. Kita mungkin meremehkan definisi ini, tetapi kita perlu menyadari bahwa definisi ini sangat dalam. Sangat sulit menemukan kata yang demikian dalam tulisan-tulisan Kristen lainnya. Kita perlu jelas bahwa melalui kelahiran kembali, kita menerima hayat ilahi sebagai tambahan kepada hayat kita yang alamiah dan insani.
Kelahiran kembali adalah memiliki kelahiran lain, dilahirkan oleh Allah. Ini sangat jelas diungkapkan dalam Yohanes 1:13 yang mengatakan, bahwa mereka yang menerima Kristus "Dilahirkan bukan dari darah, atau dari keinginan daging, atau dari keinginan manusia,tetapi dari Allah" Siapa pun yang dilahirkan kembali berarti dilahirkan dari Allah. Kelahiran kembali bukanlah perkara menganggap, bahwa segala yang lampau telah mati dan hari ini segalanya adalah baru. Kelahiran kembali bukan suatu anggapan, melainkan kelahiran yang nyata. Kelahiran kembali adalah dilahirkan oleh Allah, supaya kita selain hayat insani kita, kita mendapatkan hayat ilahi.
Saya amat merasakan, kita perlu memberi kesan kepada saudara saudari, bahwa dilahirkan kembali berarti dilahirkan dari Allah sehingga kita memiliki hayat yang kedua, suatu hayat selain hayat alamiah kita. Hayat alamiah kita adalah hayat yang diciptakan dan hayat yang sementara, bukan hayat yang kekal dan hayat yang tidak diciptakan. Dalam kelahiran kembali kita menerima hayat lain yang adalah hayat yang kekal, hayat yang tak diciptakan, hayat ilahi, yaitu hayat Allah. Kita harus menunjukkan hal ini dengan jelas.
Beberapa guru Kristen mengatakan, bahwa dilahirkan kembali hanyalah untuk memiliki awal yang baru, hari yang baru dalam hayat insani. Ajaran demikian bukanlah kebenaran kelahiran kembali yang diwahyukan dalam Alkitab. Kelahiran kembali adalah perkara kelahiran, perkara bayat, bukan kelahiran dari hayat alamiah, dari hayat insani; ini adalah kelahiran dari hayat ilahi, dari hayat yang kekal, hayat Allah. Dilahirkan kembali adalah mengalami kelahiran sekali lagi dari hayat Allah, yang kekal, yang tak diciptakan, hayat ilahi.
2. CARANYA
Sekarang kita ingin melihat cara kelahiran kembali.
a. Menyadari Keperluan Kita akan Hayat Allah
Pertama, kita perlu menyadari keperluan kita akan hayat Allah. Ini berhubungan dengan ketetapan kekal Allah. Ketetapan kekal Allah adalah mendapatkan satu manusia korporat yang dapat mengekspresikan Dia. Agar manusia korporat ini dapat mengekspresikan Allah, mereka tentunya perlu hayat dan sifat Allah. Aka kita hanya memiliki hayat insani, kita hanya dapat mengekspresikan hakiki kita sendiri, kita tidak dapat mengekspresikan hakiki keilahian Allah. Hayat tertentu menghasilkan ekspresi tertentu. Anjing mengekspresikan hayat anjing, kucing mengekspresikan hayat kucing. Pohon apel tidak dapat mengekpresikan hayat dan sifat pohon pear, sebab ia tidak memiliki hayat dan sifat pear. Bagi kita manusia, untuk mengekspresikan Allah, kita perlu hayat Allah. Kejadian 1 memperlihatkan ketetapan kehendak Allah terhadap manusia adalah untuk mengekspresikan Dia, dan dalam Kejadian 2 kita nampak, bahwa manusia perlu mengambil bagian dalam pohon hayat, hayat Allah. Kita harus menyadari, bahwa kita perlu hayat Allah untuk mengekspresikan Allah.
Beberapa guru Alkitab mengatakan, bahwa kita perlu dilahirkan kembali karena telah jatuh dan berdosa. Ini konsepsi yang salah. Kita harus memberi tahu orang, bahwa jika manusia tidak pernah jatuh dalam dosa, manusia tetap perlu dilahirkan kembali. Bahkan sebelum manusia jatuh, manusia perlu hayat ilahi. Manusia yang ditempatkan Allah di depan pohon hayat bukan manusia yang jatuh. Dia masih murni, baik, sempuma, dan tanpa dosa, tetapi dia hanyalah insani, bukan ilahi. Maka, Kejadian 2 menunjukkan dengan jelas, bahwa manusia yang tanpa dosa, sempurna. baik, dan murni itu masih perlu hayat Allah. Kita harus dibersihkan dari konsepsi yang salah dan tradisional yang mengatakan, bahwa kelahiran kembali diperlukan karena kejatuhan manusia. Menurut konsepsi ini, bila manusia tidak pemah jatuh, dia tidak perlu kelahiran kembali. Tetapi Alkitab mewahyukan, bahwa kelahiran kembali tetap diperlukan oleh manusia, meskipun manusia tidak jatuh.
Supaya seseorang dapat dilahirkan kembali, terlebih dulu dia harus menyadari keperluannya akan hayat ilahi. Dalam Yohanes 3:3 Tuhan berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Dalam hal rohani, melihat adalah masuk ke dalam (ayat 5). Jika belum dilahirkan dari Allah, Anda tak dapat masuk ke dalam, atau melihat segala sesuatu yang ada di dalam wilayah Kerajaan Allah. Jika tidak memiliki hayat burung, Anda tidak dapat masuk ke dalam kerajaan burung. Jika Anda tidak memiliki hayat binatang, Anda tidak dapat masuk ke dalam kerajaan binatang. Untuk dapat masuk ke dalam kerajaan jenis apa pun, perlu hayat jenis itu. Jika tidak memiliki hayat jenis itu, tidak dapat masuk ke dalam kerajaan itu, wilayah itu, tidak dapat benar-benar mengerti apa yang ada di dalam wilayah itu.
Jika tidak memiliki hayat insani, kita tidak bisa berada dalam kerajaan manusia. Kita telah dilahirkan dengan hayat insani ke dalam kerajaan manusia. Hari ini kita harus dilahirkan dengan hayat ilahi untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah. Jika hanya dilahirkan dari manusia, maka kita hanya bisa berada dalam kerajaan manusia, tak dapat berada dalam Kerajaan Allah. Untuk dapat berada dalam Kerajaan Allah, kita perlu dilahirkan dari Allah, dilahirkan kembali. Yohanes 3:3 memperlihatkan keperluan akan hayat Allah.
b. Menyadari bahwa Manusia Alamiah Kita
Perlu Dikubur dalam Air Baptisan
Untuk dilahirkan kembali, kita perlu menyadari, bahwa manusia alamiah kita perlu dikubur dalam air baptisan. Dalam Yohanes 3:5 Tuhan Yesus berkata, "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah." Ketika Tuhan Yesus memberi tahu Nikodemus bahwa dia perlu dilahirkan kembali, Nikodemus bertanya, "Bagaimana mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Lalu Tuhan menjelaskan, bahwa dilahirkan kembali adalah dilahirkan dari air dan dari Roh itu.
Yohanes 3:5 telah disalah-artikan selama berabad-abad oleh para guru Alkitab. Salah satu ajaran yang paling aneh mengatakan, bahwa ayat ini menunjuk pada air dalam rahim ibu. Tetapi itu bukan cara menafsirkan Alkitab. Kita perlu menafsirkan Alkitab dengan dan oleh Alkitab. Nikodemus adalah orang Farisi. Sebelum dia datang kepada Tuhan, orang Farisi telah mendengar Yohanes Pembaptis memberi tahu mereka, "Aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus ..." (Mat. 3:11). Yohanes memberi tahu mereka, bahwa dia datang untuk membaptis dengan air, dan Orang yang datang setelah dirinya akan membaptis dengan Roh itu. Ketika berbicara kepada Nikodemus, Tuhan menggunakan kata-kata "dari air dan Roh". Kata-kata ini tentu sudah tidak asing bahkan jelas bagi Nikodemus, tanpa perlu penjelasan lagi, karena Yohanes Pembaptis telah mengatakan kata-kata yang sama kepada orang-orang Farisi.
"Air" dan "Roh" sebenarnya mengacu kepada dua ministri. "Air" menunjukkan air baptisan, konsep pusat ministri Yohanes Pembaptis, ministri pertobatan. Ministri pertobatan Yohanes adalah memasukkan orang ke dalam air, untuk mengubur orang dan mengakhiri ciptaan lama. Yohanes membaptis siapa pun yang datang kepadanya dengan bertobat ke dalam air, untuk mengakhiri mereka dengan tujuan agar mereka menerima Kristus sebagai Yang akan datang, Yang akan memasukkan mereka ke dalam Roh hayat. Jadi, "air" mengacu kepada ministri Yohanes, dan "Roh" mengacu kepada ministri Tuhan Yesus. Melalui dua ministri ini manusia dilahirkan kembali.
Kita bukan hanya perlu menyadari, bahwa kita perlu hayat Allah, juga perlu menyadari bahwa diri alamiah kita harus diakhiri. Dalam Perjanjian Baru, kata "bertobat" berarti menyadari bahwa Anda hanya pantas dikubur. Anda telah jauh dari Allah, dan sekarang Anda harus memiliki perubahan untuk kembali kepadaNya. Ketika Anda kembali, berpaling kepada-Nya, Anda harus diakhiri, dikubur, dan dimasukkan ke dalam air. Setelah penguburan ini, datanglah kebangkitan, ini adalah dari Roh itu. Air adalah untuk penguburan, untuk pengakhiran, dan Roh itu adalah untuk dibangkitkan dari kematian, untuk pertunasan. Dua konsep utama ini mendasari konsep kelahiran kembali.
Kelahiran kembali adalah pengakhiran manusia ciptaan lama dengan perbuatan-perbuatannya, dan pertunasan manusia dalam ciptaan baru dengan hayat ilahi. Dilahirkan dari air adalah dikubur, diakhiri, sedangkan dilahirkan dari Roh itu adalah dibangunkan dari kematian untuk dibangkitkan dan ditunaskan. Inilah arti dilahirkan dari Allah. Kelahiran kembali yang sejati adalah dilahirkan dari air dan Roh, yaitu diakhiri dan dikuburkan di dalam air dan untuk ditunaskan dan dibangkitkan dengan Roh itu guna memiliki hayat yang lain.
c. Dilahirkan dari Roh Allah dalam Roh Kita
Dilahirkan kembali adalah dilahirkan dad Roh Allah dalam roh kita (Yoh. 3:5, 6b). Kita dilahirkan kembali bukan dari orang tua jasmani, tetapi dari Roh Allah; bukan dalam tubuh atau dalam jiwa kita, tetapi dalam roh kita. Yohanes 3:6b mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh". Dengan kata lain, yang lahir dari Roh Allah adalah roh kita. Ini menunjukkan bahwa kelahiran kembali adalah kelahiran dari Roh itu yang terjadi dalam roh kita. Kelahiran kembali dilaksanakan dalam roh insani oleh Roh Kudus dengan hayat Allah, hayat yang tak diciptakan, yang kekal. Semua ini adalah perkara Roh ilahi dalam roh insani kita.
Kita perlu menjelaskan hal ini kepada kaum saleh. Saya tidak begitu yakin, mereka yang sudah bertahun-tahun bersama kita, sudah jelas mengenai hal ini. Kita perlu pelatihan dasar sehingga dapat diresapi oleh pengetahuan dasar ini. Kita perlu menyadari, bahwa kita telah dilahirkan kembali dad Roh Allah dalam roh kita. Inilah kebenaran yang sangat dasar dan penting tentang kelahiran kembali.
(1) Melalui Percaya ke dalam Anak Allah
Kita dilahirkan kembali dari Roh Allah dalam roh kita melalui percaya ke dalam Anak Allah. Yohanes 3:36a mengatakan, "Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hayat yang kekal" (Tl.).
(2) Melalui Firman Allah dalam Injil
Dilahirkannya kita dari Roh Allah dalam roh kita adalah melalui firman Allah dalam Injil. Kita harus menerima firman Injil. Kita percaya kepada Tuhan Yesus adalah melalui firman Allah di dalam Injil, maka kita dilahirkan kembali. Satu Petrus 1:23 mengatakan, bahwa kita dilahirkan kembali melalui firman Allah yang hidup dan yang kekal. Yakobus 1:18 mengatakan, bahwa Dia membawa kita maju oleh firman kebenaran. Akhirnya, dalam 1 Korintus 4:15 Paulus berkata, "Aku telah melahirkan kamu melalui Injil." Jadi, firman Allah dalam Injil adalah benih kelahiran kembali kita.
3. HASILNYA
Setelah kita melihat cara dilahirkan kembali, sekarang kita akan melihat hasil kelahiran kembali.
a. Dibangkitkan Bersama dengan Kristus
Hasil kelahiran kembah yang pertama adalah kita dibangkitkan bersama dengan Kristus. Satu Petrus 1:3b mengatakan, bahwa kita dilahirkan kembali melalui kebangkitan Kristus. Efesus 2:5a mengatakan, bahwa Allah membuat kita hidup bersama dengan Kristus. Ketika Kristus dibangkitkan, kita juga dibangkitkan bersama dengan Dia. Dari sudut pandang Allah, kita dibangkitkan bersama dengan Kristus dan dilahirkan kembali melalui kebangkitan-Nya. Tetapi ini baru ternyata dalam pengalaman dan diterapkan pada kita saat kita dilahirkan kembali di dalam waktu. Maka hasil dari kelahiran kembali adalah kita dibangkitkan bersama dengan Kristus.
b. Memiliki Hayat yang Kekal dan yang Tak Diciptakan
Ketika kita dilahirkan kembali, Allah memasukkan hayat-Nya yang kekal dan yang tak diciptakan ke dalam diri kita (1 Yoh. 1:2).
c. Menjadi Anak Allah
Karena Allah telah memasukkan hayat-Nya ke dalam kita, maka kita menjadi anak-anak Allah. Yohanes 1:12 mengatakan, bahwa kita memiliki kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kuasa ini adalah hayat yang Allah masukkan ke dalam kita. Hayat yang Allah masukkan ke dalam kita adalah hak kita, kuasa kita, agar kita menjadi anak-anak Allah.
d. Berbagian dalam Sifat Ilahi
Hasil kelahiran kembali adalah berbagian dalam sifat ilahi Allah. Karena kita dilahirkan dari Allah, tentunya sebagai anak-anakNya kita bukan hanya memiliki hayat-Nya tetapi juga sifat-Nya. Dua Petrus 1:4 mengatakan, bahwa kita adalah para pengambil bagian dari sifat ilahi (Tl.).
e. Dilahirkan ke dalam Kerajaan Allah
Karena kita dilahirkan dari Allah, maka secara langsung kita dilahirkan ke dalam wilayah Allah, ke dalam lingkungan Allah, yaitu ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:5). Inilah hasil, akhir dari kelahiran kembali kita.
Kita perlu menekankan fokus pelajaran ini, yang terekspresikan dalam kalimat berikut ini : dilahirkan kembali sidalah mendapatkan hayat Allah sehingga kita menjadi anak-anakNya, hidup dalam Kerajaan Allah menurut sifat ilahi-Nya.