KARUNIA KESELAMATAN HAYAT
Pembacaan Alkitab :
Yoh. 1: 4a; 10: 1 Ob; 1 Kor. 15:4 5b; Ef 2:5; Rm. 5:10b; 8:2
GARIS BESAR
1. Satan yang berkuasa atas maut - Ibr. 2:14b
2. Maut adalah kesudahan abir dari siasat Satan terha dap manusia - Kej. 2:17b
3. Maut masuk melalui dosa - Rm. 5: 1 2b
4. Manusia mati di dalam dosa - Ef. 2:1
5. Tubuh manusia menjadi railik maut - Rm. 7:24b; 8:10b
6. Pikiran manusia ditaruh di atas daging adalah maut - Rm. 8:6a
7. Putra Allah datang sebagai hayat - Yoh. 1:4a; 10:10b; 11:25a; 1 Yoh. 5:12a
8. Putra Allah mematahkan maut dan memusnahkan Satan yang berkuasa atas maut - 2 Tim. 1:10b; Ibr. 2:14b
9. Putra Allah membebaskan hayat dan menyalurkan hayat ke dalam orang-orang yang dipilih Allah - Yoh. 12:24; 19:34b; 2 Tim. 1:10b; 1 Ptr. 1:3b
10. Kristus tehah menjadi R-oh pemberi-hayat - 1 Kor- 15:45b; 2 Kor. 3:6b, 17a
11. Allah menyelamatkan kita melalui menghidupkan kita - Ef. 2:5
12. Kini Allah menyelamatkan kita di dalam hayat PutraNya - Rm. 5:10b
13. Kini Kristuts adalah hayat kita dan hidup di dalam kita - Kol- 14a; Gal. 2:20b
14. Hukum Roh pemberi-hziyat memerdekakan kita, lepas dari hukum dosa dan hukum maut - Rm. 8:2
15. Makan roti hayat, minum air hayat, bahkan hidup ber dasarkan Putra Allah sebagai hayat kita - Yoh. 6:35, 57b; 7:37-39; Why. 21:6b- 22:17b
Fokus : Karunia keselamatan Allah menyelamatkan kita lepas dari dosa dan maut, bukan hanya melalui kematian Kristus, tetapi juga melalui hayat-Nya.
1. SATAN YANG BERKUASA ATAS MAUT
Mula pertama, kita harus menunjukkan bahwa Satan adalah yang berkuasa atas maut. Ibrani 2:14b mengatakan, bahwa Iblis berkuasa atas maut.
2. MAUT ADALAH KESUDAHAN AKHIR
DARI SIASAT SATAN TERHADAP MANUSIA
Maut adalah kesudahan akhir dari siasat Satan terhadap manusia. Siasat Satan adalah membawa manusia ke dalam maut. Dalam Kejadian 2:17 Allah memperingatkan manusia, jika berbagian dengan pohon pengetahuan ia akan mati. Sesungguhnya, ini adalah peringatan agar manusia jangan mengadakan kontak apa pun dengan Satan. Kalau manusia berkontak dengan Satan, hasilnya adalah maut.
3. MAUT MASUK MELALUI DOSA
Roma 5:12b memberi tahu kita, bahwa maut masuk melalui dosa. Satan membujuk manusia untuk berbuat dosa. Melalui dosa, maut masuk ke dalam diri manusia. Jadi, dosa bukanlah akibat sesungguhnya dari kejatuhan manusia, maut itulah akibat yang sesungguhnya.
4. MANUSIA MATI DI DALAM DOSA
Efesus 2:1 mengatakan, bahwa manusia sudah mati di dalam dosa. Satan melalui dosa membawa manusia ke dalam maut. Hari ini Satan menaruh semua orang di dalam dosa agar maut terus bekerja di dalam dan di atas diri manusia. Semua orang telah mati, sebab mereka semua di bawah dosa.
5. TUBUH MANUSIA MENJADI MILIK MAUT
Tubuh manusia kini adalah tubuh maut. Dalam Roma 7:24, tubuh disebut sebagai "tubuh maut". Maut ini mematikan manusia, maut ini membuat tubuh yang bobrok secara mutlak menjadi lemah dan tak berdaya, tidak bisa memelihara perintah Allah. Tubuh manusia menjadi milik maut yang kini mematikan manusia, karena itu Paulus mengatakan "tubuh memang mati" (8:10). Roma 7 menyatakan, bahwa walaupun pikiran manusia ingin berbuat baik, namun tubuh maut manusia yang mematikan manusia itu, tidak membiarkan pikiran manusia melakukan apa yang dikehendaki oleh pikirannya. Peperangan dalam surat Roma 7 terjadi antara pikiran melawan tubuh manusia. Karena tubuh manusia adalah milik maut yang kini mematikan manusia, maka dia mengalahkan pikiran manusia.
6. PIKIRAN MANUSIA DITARUH
DI ATAS DAGING ADALAH MAUT
Roma 8:6a mengatakan, "Karena menaruh pikiran di atas daging adalah maut" (Tl.). Pikiran manusia ingin berbuat haik, tetapi jika pikiran manusia ditaruh pada daging, ditaruh pada tubuh yang bobrok, pikiran manusia pun akan menjadi mati. Oleh sebab itu, dari butir-butir tersebut di atas kita nampak, manusia mati di dalam dosa, tubuh manusia adalah milik maut yang mematikan manusia, kalau pikiran manusia ditaruh pada tubuh yang bobrok, juga akan menjadi mati. Satan berkuasa atas maut, dan Satann telah membawa manusia ke dalam maut. Kini manusia telah mati, tubuh manusia adalah milik maut, pikiran manusia ditaruh di atas daging juga mati.
7. PUTRA ALLAH DATANG SEBAGAI HAYAT
Demi menyelamatkan manusia lepas dari dosa dan maut, Putra Allah datang sebagai hayat (Yoh. 1:4a; 10:10b; 11:25a; 1 Yoh. 5:12a). Secara umum, kebanyakan kekristenan menekankan Putra Allah merampungkan penebusan untuk kita. Mereka tidak menekankan Putra Allah datang sebagai hayat untuk menyelamatkan kita melalui hayatNya. Kita perlu menekankan ayat-ayat tulisan Yohanes yang disebut di atas, yang menyatakan, bahwa Putra Allah datang sebagai hayat agar kita memperoleh hayat.
8. PUTRA ALLAH MEMATAHKAN MAUT
DAN MEMUSNAHKAN SATAN
YANG BERKUASA ATAS MAUT
Putra Allah sudah mematahkan maut serta memusnahkan Satan yang berkuasa atas maut. Dua Timotius 1:10 mengatakan, bahwa Putra Allah sudah mematahkan maut, Ibrani 2:14b mengatakan, bahwa Putra Allah memusnahkan Satan yang berkuasa atas maut. Kedua ayat ini memberikan visi yang jelas kepada kita, bahwa Putra Allah datang mematahkan maut, juga memusnahlean sumber maut, yaitu Satan, yang berkuasa atas maut.
9. PUTRA ALLAH MEMBEBASKAN HAYAT
DAN MENYALURKAN HAYAT
KE DALAM ORANG-ORANG YANG DIPILIH ALLAH
Alkitab mewahyukan, bahwa Putra Allah membebaskan dan menyalurkan hayat ke dalam orang-orang yang dipilih Allah. Yohanes 12:24 mengatakan, bahwa Kristus adalah biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati; membebaskan hayat-Nya, menghasilkan kita, banyak biji ini. Dalam Yohanes 19:34b, dari sela rusuk Kristus yang tertikam, bukan hanya mengalir darah, tetapi juga mengalir air. Hal ini berarti, hayat terbebaskan melalui kematianNya. Dua Timotius 1:10 mengatakan, bahwa Putra Allah sudah memancarkan hayat, artinya, Dia sudah membebaskan hayat dan menyatakan hayat. Satu Petrus 1:3b mengatakan, bahwa melalui kebangkitan Kristus, Allah melahirkan kita kembali. Artinya, setelah Kristus melalui kematian membebaskan hayat yang ada di dalam diri-Nya, maka di dalam kebangkitan Ia menyalurkan hayat-Nya kepada orang-orang yang dipilih Allah.
10. KRISTUS TELAH MENJADI
ROH PEMBERI HAYAT
Kristus telah menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45b). Melalui kematian Kristus membebaskan hayatNya, dan melalui kebangkitan-Nya, setelah menyalurkan hayat tersebut kepada orang-orang yang dipilih Allah, Dia sendiri menjadi Roh pemberi-hayat. Oleh sebab itu 2 Korintus 3 mengatakan, bahwa Roh menghidupkan (ay. 6b), bahkan kini Tuhan adalah Roh itu (ay. 17). Ia datang sebagai hayat. Di atas salib Dia memusnahkan maut dan sumber maut bahican Dia membebaskan hayat untuk orang-orang yang dipilih Allah. Akhirnya, di dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi-hayat, supaya Ia bisa menjadikan diri-Nya sebagai hayat disalurkan ke dalam kita, masuk ke dalam kita, serta hidup di dalam kita.
11. ALLAH MENYELAMATKAN KITA
MELALUI MENGHIDUPKAN KITA
Allah menyelamatkan kita melalui menghidupkan kita. Efesus 2:5 mengatakan, bahwa kita diselamatkan oleh karunia. Ada kelompok kekristenan yang salah memakai ayat ini. Mereka memakai ayat tersebut untuk membicarakan karunia keselamatan melalui kematian Kristus. Sesungguhnya, Efesus 2:5 tidak mengacu pada karunia keselamatan melalui kematian Kristus, melainkan mengacu pada karunia keselamatan melalui hayat Kristus. Hal ini dikarenakan Efesus 2 memberi tahu kita bahwa kita diselamatkan melalui dihidupkan bersama-sama dengan Kristus, dan melalui bangkit dari antara orang mati (ay. 5-6). Oleh sebab itu, Efesus 2 bukannya mewahyukan karunia keselamatan melalui kematian Kristus, melainkan mewahyukan karunia keselamatan melalui hayat-Nya. Allah memakai hayat kebangkitan untuk menyelamatkan kita; bukan terlepas dari dosa, melainkan terlepas dari maut. Roma 1 memberitahu kita, bahwa kita berada di bawah dosa, kita adalah orang dosa. Tetapi Efesus 2 memberi tahu kita, bahwa kita berada di bawah maut, kita adalah orang yang mati di dalam dosa. Ketika kita mati di dalam dosa, Allah menghidupkan kita kembali. Artinya, Allah menghidupkan kita melalui hayat kebangkitan Kristus. Jadi, inilah karunia keselamatan hayat, bukan karunia keselamatan melalui kematian Kristus.
12. KINI ALLAH MENYELAMATKAN KITA
DI DALAM HAYAT PUTRA-NYA
Kini Allah menyelamatkan kita di dalam hayat PutraNya. Roma 5:10 mengatakan, "Sebab jikalau kita ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hayat-Nya." Di sini bukan hanya karunia keselamatan hayat, terlebih adalah karunia keselamatan hayat di dalam hidup kita sehari-hari. Efesus 2:5 mengatakan, pada waktu kita percaya, kita dihidupkan dan beroleh selamat. Roma 5:10 mengatakan, bahwa setelah kita dihidupkan dan beroleh selamat, Allah tetap menyelamatkan kita melalui hayat Kristus, inilah karunia keselamatan kita sehari-hari. Karunia keselamatan hayat dalam Efesus 2, adalah keselamatan pada saat kita percaya; karunia keselamatan hayat dalam Roma 5, adalah keselamatan yang tidak henti-hentinya dalam hidup kita sehari-hari. Hayat yang menyelamatkan ini terus menyelamatkan diri kita.
13. KINI KRISTUS ADA1AH HAYAT KITA
DAN HIDUP DI DALAM KITA
Kini Kristus adalah hayat kita, Dia hidup di dalam kita. Kolose 3:4 mengatakan, bahwa Kristus adalah hayat kita. Galatia 2:20 mengatakan, bahwa Kristus hidup di dalam kita. Kini Kristus adalah hayat kita, sedang hidup di dalam kita, sepanjang hari menyelamatkan kita.
14. HUKUM ROH PEMBERI HAYAT
MEMERDEKAKAN KITA,
LEPAS DARI HUKUM DOSA DAN HUKUM MAUT
Roma 8:2 mengatakan, bahwa hukum Roh hayat memerdekakan kita, lepas dari hukum dosa dan hukum maut. Hukum Roh hayat ini adalah fungsi otomatis hayat kebangkitan Kristus. Realitas hayat kebangkitan ini adalah Roh itu, oleh karenanya Roh itu disebut Roh Hayat. Fungsi otomatis hayat kebangkitan Kristus disebut hukum Roh hayat. Hukum ini, fungsi otomatis ini, memerdekakan kita lepas dari hukum dosa dan hukum maut. Inilah karunia keselamatan melalui hayat dan berasal dari hayat.
15. MAKAN ROTI HAYAT, MINUM AIR HAYAT,
BAHKAN HIDUP BERDASARKAN PUTRA ALLAH
SEBAGAI HAYAT KITA
Kita perlu menjadi orang yang makan roti hayat, minum air hayat, bahkan hidup berdasarkan Putra Allah sebagai hayat kita (Yoh. 6:35, 57b; 7:37-39; Why. 21:6b; 22:17b). Atas butir terakhir ini, kita harus menekankan, jika hari ini kita mau berbagian dalam karunia keselamatan hayat, kita perlu makan roti hayat, minum air hayat, bahkan hidup berdasarkan Putra. Allah sebagai hayat kita. Kemudian kita segera menikmati dan mengalami karunia keselamatan hayat.
Kita harus memperhatikan fokus berita ini : karunia keselamatan Allah menyelamatkan kita lepas dari dosa dan maut, bukan hanya melalui kematian Kristus, tetapi juga melalui hayat-Nya.