ROH MANUSIA
Pembacaan Alkitab :
Kej. 2:7; Ams. 20:27; Za. 12:1b; Rm. 9:1; Yoh. 4:24;
Rm. 1:9; Luk. 1:47; Rm. 8:16; Yeh. 36:26a; 2 Tim. 4:22a; Yoh. 3:6b;
1 Kor. 6:17; Ef. 2:22b; Gal. 5:16, 25b; Rm. 8:4b; Why. 1:10a
GARIS BESAR
1. Penciptaan roh :
a. Melalui Allah Yehova mengembuskan nafas hidup ke dalam manusia - Kej. 2:7
b. Nafas hidup menjadi roh manusia - Ams. 20:27
2. Pentingnya roh - setingkat dengan langit dan bumi - Za. 12:1b
3. Tiga bagian dari roh :
a. Hati nurani - Rm. 9:1, cf. Rm. 8:16; 1 Kor. 5:3; Mzm. 51:12; 34:19; Ul. 2:30
b. Persatuan - Yoh. 4:24; Rm. 1:9; 7:6; Ef. 6:18; Luk. 1:47; Rm. 8:16; 1 Kor. 6:17
c. Intuisi - 1 Kor. 2:11; Mrk. 18; 8:12; Yoh. 11:33
4. Fungsi roh :
a. Mengontak Allah - Yoh. 4:24
b. Menerima Allah - Yeh. 36:26
c. Menampung Allah - 2 Tim. 4:22a
5. Matinya roh - Ef. 2:1, 5a
6. Dilahirkan kembali - Yoh. 16b :
a. Oleh Allah Sang Roh
b. Dengan hayat Allah - Yoh. 1: 13b
7. Menjadi satu roh dengan Tuhan - 1 Kor. 6:17; Rm. 8:16
8. Menjadi tempat kediaman Allah – Ef. 2:22b
9. Hidup oleh roh dan menurut roh - Gal. 5:16, 25b; Rm. 8:4b; Why. 1:10a
Semua orang saleh perlu memiliki suatu pemahaman yang mendasar terhadap roh manusia. Ini adalah topik besar, tetapi adalah sangat baik memiliki pelajaran dasar ini, untuk memberikan pengenalan umum kepada kaum saleh yang baru dan muda terhadap butir yang penting dalam Alkitab namun sering diabaikan ini. Dalam pelajaran ini, sama seperti pelajaran-pelajaran yang lain, saya memberikan beberapa butir dasar kepada kalian untuk dipelajari dan dikembangkan.
1. PENCIPTAAN ROH
Jika kita mau mengenal roh manusia, kita harus melihat sumbernya, penciptaannya.
a. Melalui Allah Yehova
Mengembuskan Nafas Hidup ke dalam Manusia
Kejadian 1:1 mengatakan, bahwa pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam ayat ini sebutan untuk Allah adalah Elohim. Baru pada pasal 2 kata Yehovadigunakan sebagai sebutan untuk Allah. Kejadian 2:7 mengatakan, bahwa Allah Yehova mengembuskan nafas hidup ke dalam manusia. Allah sebagai Elohimterutama berhubungan dengan penciptam alam semesta. Tetapi Allah dalam sebutan-Nya sebagai Yehova terutama berkaitan dengan hubungan-Nya dengan manusia. Yehova adalah sebutan bagi Allah dalam berkontak dengan manusia. Dalam Kejadian 2 sebutan ini digunakan terutama ketika Allah menciptakan roh dalam manusia dengan mengembuskan nafas hidup ke dalam manusia.
Ayub 33:4 mengatakan, "Roh Allah telah membuat aku, dan nafas Yang Mahakuasa membuat aku hidup." Nafas hidup di sini disebut nafas Yang Mahakuasa. Namun, kita tidak dapat mengatakan bahwa nafas ini adalah hayat Allah atau Roh Allah. Yang dapat kita katakan menurut Alkitab, bahwa ini adalah nafas hidup, nafas Yang Mahakuasa. Jadi, ini sangat dekat dengan hayat Allah dan sangat dekat dengan Roh Allah.
Beberapa guru Alkitab dengan salah menganggap bahwa nafas hidup ini adalah sesuatu yang langsung berasal dari hayat Allah dan dari Roh Allah. Mungkin mereka berpikir bahwa ini sama dengan yang diembuskan Tuhan Yesus dalam Yohanes 20:22 ketika Dia mengembuskan Roh Kudus ke dalam murid-murid. Tetapi pasal-pasal dan kitab-kitab selanjutnya dalam Alkitab dengan jelas mengungkapkan bahwa walaupun manusia pada saat itu memiliki nafas hidup, dia tidak memiliki hayat Allah atau Roh Allah. Yang diembuskan ke dalam manusia hanyalah nafas hidup, namun kita harus jelas, bahwa ini sangat dekat dengan hayat Allah dan sangat dekat dengan Roh Allah.
Penciptaan roh manusia tidak seperti penciptaan tubuhnya. Tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, tidak ada hubungannya dengan hayat Allah atau Roh Allah. Tubuh dibentuk dari debu fisik, debu material. Tetapi bahan untuk penciptaan roh manusia, nafas hidup, sangat dekat dengan hayat Allah dan Roh Allah. Ini dengan kuat menunjukkan bahwa organ ini bukanlah untuk hal-hal materi atau untuk hal-hal psikologis. Organ ini adalah untuk hayat ilahi dan Roh ilahi.
Hayat manusia dan roh manusia sangat mirip dengan hayat Allah dan Roh Allah, sebab dua hayat haruslah sangat mirip baru dapat diokulasikan menjadi satu. Ketika tubuh manusia dibentuk dari debu tanah, tidak ada kehidupan di dalamnya. Ketika nafas hidup diembuskan ke dalam debu tersebut, manusia menjadi suatu jiwa yang hidup. Manusia menjadi makhluk yang memiliki hayat, dan hayat itu datang dari nafas hidup Allah. Ayub 33:4 mengatakan, bahwa nafas Yang Mahakuasa menghidupkan manusia. Ini mirip dengan Kejadian 17. Ini memperlihatkan, bahwa manusia diciptakan oleh Allah dengan suatu hayat dan suatu roh yang sangat dekat dengan hayat ilahi dan Roh ilahi. Manusia demikian mirip dengan Allah sehingga manusia dapat diokulasi ke dalam Allah dalam hayat ilahi.
b. Nafas Hidup Menjadi Roh Manusia
Amsal 20:27 berkata, "Roh manusia adalah pelita Tuhan." Pada umumnya, kata "roh" dalam bahasa Ibrani adalah ruach, tetapi yang digunakan di sini adalah neshamah. Neshamah adalah kata yang sama yang digunakan dalam. Kejadian 2:7 untuk "nafas". Dalam Amsal 20:27, kata ini diterjemahkan menjadi "roh". Melalui hal ini kita dapat melihat bahwa nafas hidup yang diembuskan ke dalam manusia oleh Allah pada penciptaan manusia adalah roh manusia. Roh manusia adalah sesuatu di dalam manusia yang sangat dekat dengan hayat Allah dan Roh Allah. Ini menunjukkan bahwa roh manusia diciptakan dengan tujuan untuk menerima dan menampung hayat Allah dan Roh Allah. Akhirnya, 1 Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia." Roh kita dapat menjadi satu dengan Tuhan karena ia diciptakan dengan nafas hidup, yang sangat dekat dengan hayat Allah dan Roh Allah.
2. PENTINGNYA ROH -
SETINGKAT DENGAN LANGIT DAN BUMI
Zakharia 12:1 mengatakan, bahwa TUHAN membentangkan langit, meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh di dalam manusia. Tidak ada seorang pun yang dapat menyangkal, bahwa ketiga hal ini - langit, bumi, dan roh manusia - sangat penting dalam penciptaan Allah untuk menggenapkan kehendak-Nya. Langit diciptakan untuk bumi, bumi diciptakan untuk manusia, dan manusia diciptakan untuk Allah.
Zakharia fidak mengatakan "manusia", tetapi "roh manusia". Ini disebabkan roh manusia adalah organ yang dapat menerima Allah untuk menikmati hayat Allah dan Roh Allah, dan menjadi satu dengan Roh Allah. Inilah sebabnya roh manusia menjadi sangat penting, bahkan setingkat dengan langit dan bumi. Filsafat manusia tidak menyetarakan sesuatu pun dari manusia dengan langit dan bumi pada satu tingkat. Tetapi Zakharia menempatkan roh manusia setingkat dengan keduanya. Ini memperlihatkan betapa pentingnya roh manusia.
Kita harus menunjukkan ini kepada kaum saleh. Kita perlu memberikan pelatihan suatu pelajaran yang menunjukkan bahwa Roh manusia kita diciptakan dengan bahan yang sangat dekat dengan hayat Allah dan Roh Allah. Kita juga perlu menunjukkan bahwa Roh kita sangat penting sehingga disejajarkan dengan langit dan bumi.
3. TIGA BAGIAN DARI ROH
a. Hati Nurani (Suara Hati)
Tidaklah mudah untuk mengambil ayat atau ayat-ayat yang secara langsung memperlihatkan bahwa hati nurani adalah bagian dari roh. Kita harus membandingkan Roma 9:1 dengan 8:16. Roma 9:1 mengatakan, ". . . Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus." Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita." Kedua ayat ini membuktikan bahwa hati nurani kita adalah bagian dari Roh kita. Dalam 1 Korintus 5:3 Paulus menghakimi orang yang berdosa dalam rohnya. Menghakimi adalah mengutuk dosa, dan itu adalah fungsi hati nurani. Mazmur 51:12 membicarakan tentang "roh yang benar di dalam aku" (Tl.).Ini adalah Roh yang benar. Mengetahui yang benar dari yang salah berhubungan dengan hati nurani, jadi ayat ini memperlihatkan bahwa hati nurani berada di dalam roh. Ayat-ayat lain yang dapat kita gunakan untuk memperlihatkan fungsi hati nurani sebagai bagian dari Roh adalah Mazmur 34:19 dan Ulangan 2:30. Untuk ayat-ayat yang berhubungan dengan bagian-bagian dari roh insani, kita perlu membaca Ekonomi Allah, halaman 68-72.
b. Persekutuan (Kornunikasi)
Bagian atau fungsi lain dari roh insani kita adalah persekutuan. Yohanes 4:24 mengatakan, "Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah- Nya dalam roh dan kebenaran." Penyembahan ini adalah semacam persekutuan, semacam kontak. Dalam Roma 1:9 Paulus mengatakan, bahwa dia melayani Allah dalam Roh nya (Tl) dan 7:6 mengatakan, bahwa dia melayani Allah dalam keharuan Roh. Efesus 6:18 mengatakan, berdoa setiap waktu di dalam Roh. Berdoa juga semacam persekutu an dengan Allah. Dalam Lukas 1:47 Maria berkata, bahwa rohnya bersukacita, bergembira, dalam Allah (Tl.). Itu tentunya adalah semacam persekutuan. Roma 8:16 dan 1 Korin tus 6:17 memperlihatkan bahwa Roh kita menjadi satu Roh dengan Tuhan. Kesatuan ini adalah semacam persekutuan. Semua ayat di atas dapat digunakan untuk membuktikan, bahwa dalam Roh kita ada sesuatu yang disebut persekutuan.
c. Intuisi (Perasaan Langsung)
Intuisi juga adalah bagian dari Roh manusia. Satu Korintus 2:11 mengatakan, bahwa Roh manusia mengenal hal-hal dari manusia. Roh dapat mengenal apa yang tidak dapat dikenal oleh jiwa. Ayat 14 dan 15 mengatakan, bahwa manusia jiwani (Tl.) tidak dapat menerima hal-hal dari Allah tetapi manusia rohani dapat. Perasaan langsung dalam Roh kita yang tidak dipengaruhi oleh alasan atau situasi adalah intuisi. Intuisi adalah perasaan langsung dari Allah dan pengetahuan langsung dari Allah. Markus 18, Markus 8:12, dan Yohanes 11:33 adalah ayat-ayat lain yang memperlihatkan bahwa intuisi adalah bagian dari Roh manusia. Ayat-ayat ini memperlihatkan bahwa dalam Roh manusia, ada perasaan langsung untuk mengenal Allah dan hal-hal rohani. Perasaan langsung ini adalah intuisi.
Karena itu, kita melihat bahwa fungsi hati nurani adalah untuk membedakan yang benar dari yang salah, fungsi persekutuan adalah untuk menghubungi Allah, dan fungsi intuisi adalah untuk mengenal Allah dan untuk mengenal kehendak Allah, maksud hati Allah.
4. FUNGSI ROH
a. Mengontak Allah
Yohanes 4:24 memperlihatkan bahwa fungsi Roh manusia adalah untuk mengontak Allah.
b. Menerima Allah
Yehezkiel 36:26 mengatakan, bahwa Allah memberi kita hati yang baru dan Roh yang baru. Hati yang baru adalah untuk mengasihi Allah dan mencari Allah, sedangkan roh yang baru adalah untuk menerima Allah. Hati adalah organ untuk mengasihi dan mencari, dan roh adalah organ untuk menerima. Kita semua memiliki hati untuk mengasihi hal-hal tertentu. Seseorang mungkin menyukai teh, tetapi bila dia tidak memiliki lambung, dia tidak memiliki organ untuk menerima teh. Ini memperlihatkan bahwa kita memerlukan hati yang baru untuk mengasihi Allah dan Roh yang baru untuk menerima Allah.
c. Menampung Allah
Dua Timotius 4:22a mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu." Roh kita adalah tempat Allah tinggal di dalam kita, jadi Roh kita adalah wadah Allah.
5. MATINYA ROH
Roh manusia kita menjadi mati oleh kejatuhan. Efesus 2 mengatakan, bahwa kita telah mati dalam pelanggaran-pdanggaran dan dosa-dosa (ay. 1, 5a). Kematian ini bukan dalam tubuh fisik manusia atau dalam diri psikologisnya. Karena kejatuhan, manusia mati dalam rohnya. Ini berarti Roh manusia telah kehilangan fungsinya. Kematian Roh manusia, yang meresapi seluruh dirinya, menyebabkan manusia kehilangan fungsi yang memampukannya mengontak Allah.
6. DILAHIRKAN KEMBALI
a. Oleh Allah Sang Roh
Yohanes 3:6b mengatakan, "Yang dilahirkan dari Roh adalah roh." Kelahiran kita kembali dilaksanakan dalam Roh manusia oleh Allah Sang Roh.
b. Dengan Hayat Allah
Kita dilahirkan kembali dengan hayat Allah, hayat yang tak diciptakan, hayat yang kekal. Maka dilahirkan kembali adalah mendapatkan hayat ilahi, hayat yang kekal (diluar hayat alamiah manusia), sebagai sumber baru dan unsur baru dari manusia baru. Yohanes 1:13b mengatakan, bahwa kita diperanakkan dari Allah. Dilahirkan kembali adalah diperanakkan dari Allah dengan hayat Bapa, hayat ilahi.
7. MENJADI SATU ROH DENGAN TUHAN
Roh manusia diciptakan untuk satu tujuan. Allah menciptakan organ ini agar manusia dapat menjadi satu roh dengan Tuhan. Satu Korintus 6:17 mengatakan, "Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhn, menjadi satu roh dengan Dia." Boleh jadi ayat ini adalah ayat yang paling penting dalam seluruh Alkitab. Roma 8:16 mengatakan, bahwa Roh ilahi bersaksi dengan roh insani kita. Sekarang kedua roh ini adalah satu.
8. MENJADI TEMPAT KEDIAMAN ALLAH
Efesus 2:22 mengatakan, bahwa kita dibangun bersama menjadi tempat kediaman Allah di dalam roh. Roh Kudus adalah Penghuni, bukan tempat kediaman. Roh kita adalah tempat kediaman. Ini membuktikan bahwa roh kita diciptakan untuk menampung Allah.
9. HIDUP OLEH ROH DAN MENURUT ROH
Galatia 5:16 dan 25b menyuruh kita untuk hidup oleh roh (Tl.), dan Roma 8:4 mengatakan, bahwa kita perlu hidup menurut roh (Tl.). Dalam Wahyu 1:10 rasul Yohanes mengatakan, bahwa dia berada dalam roh pada hari Tuhan (Tl.). Ini memperlihatkan bahwa kita perlu memiliki satu kehidupan dalam roh.
Semua orang baru dan kaum muda di antara kita perlu memiliki pengertian yang tepat tentang roh manusia. Kebenaran tentang roh manusia adalah unsur dasar bagi banyak pengajaran dalam pemulihan Tuhan. Bila kaum saleh tidak dibawa ke dalam pengetahuan yang memadai tentang Roh manuaia, mereka akan lemah dalam memahami semua hal rohani.