MELATIH ROH KITA
Pembacaan Alkitab :
Ams. 20:27; 1 Ptr. 14; Ef 3:16; Ezr. 1:1, 5; Rm. 12:11;
Kis. 18:25; Ef 6:18; Yoh. 4:24; Luk. 1:46-47; 1 Kor. 14:230; 2:11a;
Mrk. 2:8a; Kis. 19:21a; 1 Kor. 5:3-5a; Why. 1:10
GARIS BESAR
1. Roh kita adalah pelita Tuhan, menyelidiki seluruh lubuk hati kita - Ams. 20:27
2. Roh kita adalah manusia batiniah yang tersembunyi di dalam hati - 1 Ptr. 3:4
3. Roh kita yang dilahirkan kembah adalah manusia batiniah kita - Ef 3:16 (Tl.)
4. Roh kita perlu dibangkitkan - Ezr. 1:1 (Tl.), 5 (Tl.); cf. Kel. 35:21
5. Roh kita perlu menyala-nyala - Rm. 12:11; Kis. 18:25 (Tl.)
6. Roh kita yang dihuni oleh Roh Kudus perlu menjadi organ doa kita - Ef. 6:18
7. Roh kita perlu menjadi sarana penyembahan kita Yoh. 4:24
8. Roh kita perlu memimpin dalam menikmati Tuhan - Luk. 1:46-47 (Tl.)
9. Roh kita perlu aktif dalam ministri rohani – 1 Kor. 14:32
10. Roh kita mengetahui hal-hal manusia - 1 Kor. 2:11a
11. Roh kita mengetahui sesuatu - Mrk. 2:8a
12. Roh kita merencanakan - Kis. 19:21a
13. Roh kita menghakimi orang - 1 Kor. 5:3-5a
14. Menjadi orang yang tinggal dalam Roh - Why. 1:10
15. Melatih Roh kita dengan melakukan hal-hal yang disinggung di atas
Setelah kita melihat hal-hal mengenai roh manusia, sekarang kita perlu meneruskan melihat hal melatih roh kita.
1. ROH KITA ADALAH PELITA TUHAN,
MENYELIDIKI SELURUH LUBUK HATI KITA
Amsal 20:27 mengatakan, “Roh manusia adalah pelita TUHAN, yang menyelidiki seluruh lubuk hatinya.” Ini memperlihatkan bahwa di dalam manusia ada sesuatu yang milik Allah, ini adalah roh manusia yang menjadi pelita Allah. Tentu saja, dalam pelita ada terang, maka yang tersirat di sini sangat berarti. Di dalam manusia ada semacam pelita, tetapi pelita perlu terang dan terang itulah Allah. Apa yang dimiliki manusia hanyalah pelita yang kosong. Pelita ini perlu terang untuk bersinar. Ini memperlihatkan bahwa Allah sebagai terang memiliki sesuatu dalam manusia sebagai bejana-Nya untuk diisi Allah dan untuk mengekspresikan Allah, sama seperti pelita diisi terang dan mengekspresikannya.
Butir kedua yang harus kita tekankan adalah pelita Allah ini, yaitu roh kita, menyelidiki seluruh lubuk hati kita. Tidak diragukan, ini sepenuhnya menyelidiki bagian dalam, bukan teguran atau perintah luaran. Kita harus membantu kaum saleh untuk menyadari betapa pentingnya roh manusia ini. Amsal 20:27 dapat dipakai untuk memberi kesan kepada kaum saleh, agar mereka dapat melihat betapa dekatnya roh manusia dengan Allah dan ada sesuatu yang berasal dari Allah di dalam manusia. Inilah butir yang penting. Roh manusia adalah bejana Allah untuk menampung Allah dan mengekspresikan Allah. Setiap pelita mengandung dua tujuan ini. Pelita bertujuan untuk menampung terang dan untuk mengekspresikannya. Demikianiah pelita itu berdaya guna. Ketika pelita berdaya guna, ia akan menerangi, menyoroti, dan menyelidiki.
2. ROH KITA ADALAH MANUSIA BATINIAH
YANG TERSEMBUNYI DI DALAM HATI
Satu Petrus 3:4 mengungkapkan, bahwa roh kita adalah manusia batiniah yang tersembunyi di dalam hati kita. Manusia yang tersembunyi ini adalah roh yang lemah lembut dan tenteram. Bila roh kita lemah lembut dan tenteram, ia tersembunyi. Satu Petrus 3:4 menunjukkan bahwa setiap bagian dari diri kita dapat dianggap sebagai satu manusia. Tubuh fisik kita adalah manusia luaran kita; jiwa kita adalah manusia kita yang diekspresikan, dimanifestasikan; dan roh kita adalah manusia kita yang tersembunyi.
Menurut 1 Petrus 3, bagian yang terindah dari diri kita, perhiasan yang terelok dalam pandangan Allah, adalah roh yang lemah lembut dan tenteram. Ini adalah manusia tersembunyi dalam hati. Butir ini menunjukkan bahwa roh kita adalah bagian yang paling dalam dari diri kita. Jadi bila kita ingin elok di mata Allah, kita harus elok dari kedalaman diri kita. Kita tidak seharusnya elok di luaran secara fisik. Kita harus elok di dalam, dalam manusia tersembunyi. Manusia ini tersembunyi dari mata manusia, tetapi tidak tersembunyi dari mata Allah, karena manusia tersembunyi seperti ini - Roh yang lemah lembut dan tenteram - adalah elok di mata Allah.
Kita harus menunjukkan bahwa 1 Petrus 3:4, di satu pihak, mengatakan tentang manusia tersembunyi, di pihak lain menyatakan tentang keberadaannya di pandangan Allah. Ini berarti Roh lemah lembut dan tenteram ini tersembunyi dalam hati kita dari mata insani, tetapi tidak tersembunyi dari mata Allah. Allah melihatnya. Jadi, inilah keindahan sejati yang perlu dimiliki oleh seorang yang beribadah.
3. ROH KITA YANG DILAHIRKAN KEMBALI
ADALAH MANUSIA BATINIAH KITA
Kita perlu membantu kaum saleh memahami bahwa Roh manusia kita adalah pelita Allah, sesuai untuk dipakai oleh Allah. Tidak hanya demikian, dalam pandangan Allah Roh ini adalah indah, manusia yang tersembunyi. Juga ketika Roh kita dilahirkan kembali, Roh ini menjadi manusia batiniah (Ef. 3:16, Tl). Arti kata "batiniah" lebih kuat dibandingkan arti kata "tersembunyi". Manusia yang tersembunyi adalah manusia yang tidak dinyatakan, tetapi manusia batiniah dapat sangat aktif dan agresif. Menurut Efesus 3, manusia batiniah harus sangat aktif dan agresif untuk memperhidupkan Tuhan. Setelah manusia batiniah dikuatkan, Kristus memiliki jalan untuk membuat rumahNya di dalam hati kita. Ini menunjukkan bahwa manusia batiniah bukan hanya sesuatu yang tersembunyi, lemah lembut, dan tenteram, tetapi juga adalah sesuatu yang hidup, aktif, dan agresif, sehingga Kristus dapat menggunakannya bagi diri-Nya untuk membuat rumah-Nya di dalam hati kita.
Menurut Alkitab, saya percaya bahwa ketiga butir di atas adalah gambaran dasar dari hakiki Roh kita. Roh kita adalah pelita Tuhan, manusia yang elok di mata Allah, manusia tersembunyi, dan manusia batiniah, yang hidup, aktif, dan agresif bagi Tuhan untuk merampungkan kehendak-Nya. Ketiga butir ini membantu kita mengenal hakiki Roh kita.
4. ROH KITA PERLU DIBANGKITKAN
Mulai butir ini, kita perlu melihat apa yang harus dilakukan Roh kita. Ezra 1:1 mengatakan, bahwa Tuhan membangkitkan (Tl.) roh Koresy, raja Persia. Kemudian ayat 5 mengatakan, bahwa Allah membangkitkan (Tl.) roh sisa bangsa Israel untuk membangun rumah-Nya di Yerusalem. Roh kita perlu dibangkitkan untuk keperluan Allah (Kel. 35:21). Kita tidak boleh menunggu orang lain membangkitkan Roh kita. Sebaliknya, kita perlu membangkitkan Roh kita dengan melatih Roh (2 Tim. 1:6-7). Di satu pihak, Tuhan adalah Dia yang membangkitkan Roh kita, tetapi kita tidak boleh pasif Kita sendiri harus bekerja sama dengan Tuhan untuk membangkitkan Roh kita.
5. ROH KITA PERLU MENYALA-NYALA
Roh kita perlu menyala-nyala. Roma 12:11 menyuruh kita agar menyala-nyala di dalam Roh, dan Kisah Para Rasul 18:25 memberi tahu kita bahwa Apolos bersemangat, membara di dalam roh.
6. ROH KITA YANG DIHUNI OLEH ROH KUDUS
PERLU MENJADI ORGAN DOA KITA
Doa adalah cara untuk melatih roh kita, tetapi banyak orang Kristen yang tidak berdoa dengan roh mereka. Mereka berdoa hanya dengan menggunakan mulut dan otak mereka, dengan emosi mereka. Mereka tidak menggunakan roh ketika berdoa. Bila seseorang meminta orang lain untuk melakukan sesuatu baginya, ia cukup membuka mulut menurut otak dan emosinya, tanpa melatih roh. Hari ini, banyak orang Kristen yang berdoa kepada Tuhan dengan cara yang sama. Mereka tidak menggunakan roh mereka.
Dulu, sering kali kita berdoa tanpa melatih roh, tetapi Efesus 6:18 mengatakan, bahwa kita perlu berdoa setiap waktu di dalam roh. Kita perlu menggunakan roh sebagai organ doa kita. Kita tidak dapat mendengar dengan mata, atau mencium dengan telinga. Kita perlu menggunakan organ yang tepat untuk mendengar dan mencium. Demikian juga, kita harus berdoa dengan roh sebagai organ yang tepat untuk doa kita. Organ kita untuk berdoa bukanlah pikiran atau emosi, tetapi roh. Semakin kita menekankan hal ini, semakin baik. Banyak orang saleh dan yang masih muda di antara kita perlu belajar bagaimana menggunakan roh dalam berdoa.
Ilustrasi yang baik tentang menggunakan roh adalah ketika seseorang marah. Ketika seseorang marah dan berteriak, ia tidak menggunakan pikirannya. Pada saat itu, ia adalah pribadi yang sebenarnya, yaitu rohnya. Bila kita tidak berteriak dari roh kita, maka teriakan kita hanyalah sesuatu yang semu. Teriakan sebenarnya pasti keluar dari roh kita. Tentu saja ini adalah contoh yang negatif karena ketika seseorang marah, rohnya tampil dengan kejam dan kasar. Tetapi dalam prinsipnya, kita perlu belajar menggunakan roh dalam doa dengan cara yang sama. Bilamana kita membuka mulut, kita harus melatih roh untuk mengutarakan sesuatu. Bilamana kita berdoa, kita harus berdoa dalam roh, menggunakan roh kita untuk berkata-kata kepada Tuhan. Roh kita yang dihuni oleh Roh Kudus perlu, menjadi organ doa kita.
7. ROH KITA PERLU MENJADI SARANA
PENYEMBAHAN KITA
Menurut Y6hanes 4:24 roh kita perlu menjadi sarana penyembahan kita. Kita perlu. menyembah Allah Sang Roh dalam roh dan dengan roh kita. Banyak orang saleh datang ke sidang untuk berhimpun, tetapi mereka tidak datang untuk menyembah. Kita mungkin melewatkan formalitas sidang tanpa memperhatikan penyembahan sejati yang Tuhan inginkan. Menyembah adalah melatih roh kita. Bilamana kita mulai menggunakan roh, penyembaban pun di mulai. Kita mungkin berpikir bahwa penyembahan kita dimulai ketika kita berkidung atau. ketika kita berdoa. Tetapi penyembahan kita sebenarnya dimulai ketika roh kita dibangkitkan dan digunakan.
Dengan kata lain, dalam sidang kita dapat menyanyikan banyak kidung, tetapi tanpa menyembah. Bahkan kita dapat membaca banyak ayat Alkitab tanpa menyembah. Kita bahkan berdoa tanpa menyembah. Banyak aktivitas yang disebut kebaktian orang Kristen memiliki nyanyian, pembacaan Alkitab, khotbah, dan pemberkatan, namun semuanya tidak menggunakan roh. Di sana sebenarnya tidak ada penyembahan, karena tidak ada orang yang menggunakan rohnya.
Sidang-sidang kita harus penuh dengan penggunaan roh. Bila kita berkumpul bersama untuk bersidang, sebelum bernyanyi, sebelum berdoa, sebelum membaca Alkitab, sebelum melakukan apa pun, kita semua harus melatih roh. Harus ada penyembahan roh yang sedemikian di dalam sidang-sidang. Sering kali para penatua menggunakan roh mereka untuk membuka sidang. Kemudian mereka membangkitkan Roh orang yang lainnya. Ini bukan situasi yang paling bak Semua orang saleh harus bangkit untuk melatih roh mereka. Kita harus membantu kaum saleh agar menyadari bahwa kita semua harus menggunakan roh untuk menyembah. Roh kita harus langsung menyembah Allah dan tidak melulu bersandar pada nyanyian, pembacaan Alkitab, atau doa yang formal.
8. ROH KITA PERLU MEMIMPIN DALAM MENIKMATI TUHAN
Roh kita perlu memimpin dalam menikmati Tuhan. Ini sepenuhnya ditunjukkan dalam Lukas 1:46-47. Dalam ayat-ayat ini Maria berkata, "Jiwaku memuliakan Tuhan dan rohku bergembira karena Allah Juruselamatku" (Tl.). Kedua ayat ini, tidak diragukan lagi, menggambarkan kenikmatan terhadap Tuhan, dan dalam menikmati Tuhan, roh kitalah yang harus memimpin. Pertama-tama, roh Maria bergembira dalam Allah; kemudian jiwanya memuliakan Tuhan. Pujiannya kepada Allah berasal dari rohnya dan diekspresikan melalui jiwanya. Tetapi hari ini, kita kebanyakan menggunakan jiwa kita dulu. Kita harus belajar secara langsung menggunakan roh kita dan membiarkan jiwa menjadi pengikut roh kita. Roh kita harus memimpin secara agresif dalam menikmati Tuhan. Roh kita harus menundukkan jiwa kita, supaya jiwa kita mengikutinya.
9. ROH KITA PERLU AKTIF DALAM MINISTRI ROHANI
Satu Korintus 14:32 mengatakan, "Roh para nabi takluk kepada para nabi"(Tl.). Dalam ministri rohani, Roh kita harus aktif. Bila roh kita hanya menunggu, berarti roh kita berada dalam keadaan tidur. Dalam segala kesempatan, roh kita harus aktif menyuplaikan sesuatu.
10. ROH KITA MENGETAHUI HAL-HAL MANUSIA
Untuk mengetahui hal-hal manusia, kita tidak dapat bersandar kepada pikiran kita. Untuk mengetahui manusia, kita memerlukan roh kita. Satu Korintus 2:11a mengatakan, bahwa hanya roh manusialah yang dapat mengetahui hal-hal manusia. Bila kita tidak tahu bagaimana menggunakan roh kita, kita tidak dapat mengenal manusia. Untuk mengenal manusia, kita harus menggunakan roh kita. Seseorang mungkin datang kepada kita dan membicarakan sesuatu kepada kita, tetapi bila kita hanya memahami dia dengan pikiran kita menurut perkataannya, kita akan tertipu. Kita harus menggunakan roh kita untuk mengenalnya dan keinginannya di balik perkataannya.
11. ROH KITA MENGETAHUI SESUATU
Kita juga perlu mengetahui sesuatu di dalam roh kita (Mrk. 2:8a). Mengamati sesuatu menurut pandangan dan pengertian kita, itu bukan mengetahui dengan sebenarnya. Mengetahui dengan tepat adalah melihat sesuatu dan mengetahui sesuatu dengan tuntas melalui menggunakan roh kita.
12. ROH KITA MERENCANAKAN
Paulus membuat rencana dalam rohnya (Kis. 19:21a). Kita mungkin berpikir babwa dalam membuat rencana atau keputusan harus menggunakan tekad. Tetapi kita harus membuat rencana dan keputusan dalam roh kita. Demikian kita baru adalah orang-orang rohani.
13. ROH KITA MENGHAKIMI ORANG
Satu Korintus 5 memberi tahu kita, bahwa Paulus menghakimi orang yang berdosa dalam gereja di Korintus dalam rohnya (ay. 3-5a). Kita tidak boleh menghakimi orang secara luaran berdasarkan perasaan atau pengertian kita. Kita harus di dalam roh menghakimi orang.
14. MENJADI ORANG YANG TINGGAL DALAM ROH
Kita perlu menjadi orang yang tinggal dalam roh. Yohanes mengatakan bahwa dia berada dalam roh pada hari Tuhan (Why. 1: 10). Untuk menjadi orang yang tinggal dalam roh, kita memerlukan banyak latihan.
15. MELATIH ROH KITA DENGAN MELAKUKAN
HAL-HAL YANG DISINGGUNG DI ATAS
Untuk melatih roh kita, kita harus melakukan semua hal yang sudah disinggung di atas.