← Daftar isi Pelajaran Dasar tentang Hayat · bab 12/20

FUNGSI PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL

Pembacaan Alkitab :

Rm. 8:9-11, 14, 16; Ef. 3:14, 16-17a, 19b; 4:6;

Yoh. 15:1, 4, 26; 14:10, 17-20, 23; Ibr. 8:10-11; 1 Yoh. 2:27

GARIS BESAR

1. Allah Bapa :

a. Adalah sumber - Yoh. 15:1b; Ef. 3:14, 16a

b. Tinggal dalam kita - Ef. 4:6

2. Allah Putra :

a. Adalah perwujudan Bapa - Yoh. 15:1a; 14:10

b. Tinggal dalam kita dan membuat rumah-Nya di dalam kita -Yoh. 15:4a; Ef. 3:17a

3. Allah Roh :

a. Realitas Putra - Yoh. 14:17-20

b. Berhuni di dalam kita - Rm. 8:11

4. Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh - menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita - Ef. 3:14, 16-17a, 19b

5. Fungsi penyaluran Allah Tritunggal mendatangkan perasaan hayat :

a. Melalui hukum hayat - Ibr. 8:10-11

b. Berdasarkan pengajaran pengurapan - 1 Yoh. 2:27

c. Di dalam roh kita yang berbaur dengan Roh pemberi-hayat - Rm. 8:16, 14

Sekarang, setelah melihat perasaan hayat, kita perlu maju melihat fungsi penyaluran Allah Tritunggal.

Suatu ketika, pada tahun 1933 atau 1934, saudara Watchman Nee berbicara dengan saya mengenai kebenaran-kebenaran dasar. Pada saat itu saya tidak melihat Trinitas Ilahi dalam penyaluran diri-Nya ke dalam diri manusia. Dalam perbincangan saya dengan saudara Nee, berkali-kali saya tidak berkata dengan mengacu kepada "Tuhan Yesus" atau "Kristus", kebanyakan saya menggunakan istilah "Allah". Saudara Watchman Nee dengan terus terang memberi tahu saya bahwa menggunakan istilah "Allah" saja adalah sesuatu yang berdasarkan Perjanjian Lama. Orang Yahudi ortodoks menggunakan istilah Allah, mereka tidak mengacu kepada Tuhan Yesus atau Kristus dalam ibadah mereka.

Pada kesempatan lain, saudara Nee menunjukkan saya bahwa Katolik adalah percampuran antara Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama. Yang dipraktekkan dalam ibadah dan misa mereka kebanyakan menurut corak, kebiasaan, dan liturgi Perjanjian Lama. Mereka membakar kemenyan dan mengenakan jubah imam menurut praktek Perjanjian Lama, tetapi mereka menganggap bahwa mereka mempraktekkan ibadah dalam Perianjian Baru. Pengajaran mereka juga campur aduk. Mereka tidak membedakan pengajaran Perjanjian Baru dengan Perjanjian Lama. Demikian juga dengan kelompok kekristenan yang menekankan hari Sabat, pengajaran mereka hampir seluruhnya menurut Perjanjian Lama.

Kita perlu sepenuhnya dipindahkan dari segala percampuran ke dalam wahyu Perjanjian Baru yang murni tentang penyaluran ilahi dari Trinitas Ilahi. Roma 8:9-11 mengungkapkan penyaluran Allah Tritunggal semata-mata menurut ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ayat-ayat ini mengacu kepada Roh Allah, Roh Kristus, dan Kristus sendiri. Ini menunjukkan bahwa Kristus adalah Roh Kristus den bahwa Roh Kristus adalah Roh Allah. Ayat 10 mengatakan, bahwa Kristus ada dalam kita, dan ayat 9 mengatakan, bahwa Roh itu diam dalam kita. Bahasa Yunani untuk "diam" di sini berarti "membuat tempat tinggal" atau "berumah".

Allah dapat berhuni di dalam kita hanya melalui Trinitas-Nya. Tanpa menjadi Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh -, Allah tidak dapat berhuni di dalam kita. Akhirnya, Perjanjian Baru dengan tegas memberi tahu kita bahwa Roh itulah yang berhuni di dalam kita, yang mendiami kita. Perasaan hayat sebenarnya adalah hasil dari fungsi penyaluran Allah Tritunggal. Karena Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita, maka kita memiliki perasaan hayat di dalam kita.

Sangat sedikit pembaca Alkitab yang nampak fungsi penyaluran Allah Tritunggal dalam Roma 8:9-11. Ayat 9 mengatakan, "Tetapi kamu tidak hidup di dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu". Ayat 7 dan 8 menyinggung Allah, tetapi dalam ayat 9 kita nampak bahwa yang berhuni di dalam kita adalah Roh Allah. Ayat 9 melanjutkan, "Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus". Roh Kristus dapat saling ditukar dalam penggunaannya dengan Roh Allah. Jadi, Roh Allah adalah Roh Kristus.

Ayat 10 melanjutkan, "Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran". Ini memperlihatkan bahwa Roh Kristus adalah Kristus sendiri. Ayat 11 mengatakan, "Dan jika Roh Dia, yang tekh membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang diam di dalam kamu". Roh Dia yang membangkitkan, Dia yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati, berhuni di dalam kita. Ini adalah Trinitas Ilahi yang bukan hanya berfungsi namun juga menyalurkan.

Roma 8:10 mengatakan bahwa roh kita adalah hayat (Tl.); ayat 6 mengatakan, bahwa pikiran kita juga bisa menjadi hayat; ayat 11 mengatakan, bahwa hayat ini dapat disalurkan ke dalam tubuh kita yang fana. Ini adalah Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya sebagai hayat ke dalam seantero diri kita - roh, pikiran, dan tubuh. Dia memberi hayat kepada tubuh kita yang fana melalui Roh-Nya yang berhuni di dalam kita. Seluruh Trinitas Ilahi - Bapa, Putra, dan Roh - berfungsi bersama-sama untuk menyalurkan diri-Nya sebagai hayat ke dalam diri kita. Ini adalah fungsi penyaluran Allah Tritunggal yang menyalurkan diriNya sebagai hayat ke dalam kaum beriman-Nya.

Dalam ayat-ayat ini kita dapat melihat Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit. Pertama-tama, Dia menyalurkan diri-Nya ke dalam roh kita, kemudian dari roh kita ke dalam pikiran kita. Jika kita meletakkan pikiran kita di atas roh, hayat di dalam roh akan masuk ke dalam pikiran kita. Menaruh pikiran di atas roh adalah hayat. Akhirnya, bahkan Roh Kristus, Roh Allah, Allah sendiri, berhuni di dalam kita untuk menyebarkan hayat-Nya, untuk memberikan hayat-Nya kepada tubuh kita yang fana. Fungsi penyaluran ini mendatangkan perasaan hayat.

Dalam Efesus 3:14-17 kita juga dapat melihat fungsi penyaluran Trinitas Ilahi. Dalam ayat-ayat ini Paulus berkata, "...aku sujud kepada Bapa ...supaya Ia... menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu (manusia batiniah) sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu…" Di sini rasul Paulus berdoa kepada Bapa, agar kaum saleh dikuatkan di dalam manusia batiniah melalui Roh itu, sehingga Kristus membuat rumah-Nya dalam hati mereka. Bapa menerima dan menjawab doa itu, Roh itu menguatkan, lalu Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kita. Allah Tritunggal berfungsi untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita. Ketika Kristus membuat rumah-Nya dalam hati kita, itu berarti seluruh diri kita akan diambil alih, dimiliki, ditempati, dan dipenuhi oleh Allah Tritunggal.

Ayat-ayat Alkitab lain mengenai fungsi penyaluran Allah Tritunggal ada dalam Yohanes 15. Dalam ayat 1 Tuhan berkata, "Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Ku-lah pengusahanya." Pengusaha adalah sumber dan pokok anggur adalah organisme dan perwujudan hakiki, apa yang dimiliki, dan apa yang dilakukan sumber itu. Dengan kata lain, hakiki, milik, dan pekerjam Bapa, terwujud dalam organisme universal ini, yaitu pokok anggur. Sumbernya adalah Bapa, organismenya adalah Putra.

Sumber dan organisme dibuat nyata oleh Roh realitas. Dalam 15:26 Tuhan berkata, "Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar daii Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku." Roh itu bersaksi mengenai Putra, berarti Dia membuat Putra dil bagi kita. Bapa diwujudkan dalam Putra dan Putra dibuat riil bagi kita oleh Roh itu.

Yohanes 15, Roma 8, dan Efesus 3 adalah bagian Alkitab yang penting mengenai fungsi penyaluran Allah Tritunggal. Benih kebenaran ini ada dalam Yohanes 15, dan penuaian dari kebenaran ini adalah dalam Roma 8 dan Efesus 3. Bagian-bagian ini bukan hanya memberi tahu kita wahyu tentang Allah Tritunggal, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Trinitas ilahi berfungsi secara korporat untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Ini bukan untuk doktrin, tetapi untuk pengalaman. Kita semua harus melihat fungsi penyaluran Allah Tritunggal.

Dalam bagian pertama Yohanes 14, Tuhan mengungkapkan kepada murid-murid, bahwa Dia dan Bapa adalah satu (ayat 9-11). Dia ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Dia. Pembicaraan Dia adalah pekerjam Bapa. Lalu Dia mengungkapkan bahwa Dia dan Roh itu juga adalah satu. Ini terungkap dari ayat 16 sampai ayat 20. Karena itu Yohanes 14 memiliki dua butir utama : Bapa diwujudkan dalam Putra, dan Putra dinyatakan sebagai Roh itu.

Yohanes 14:23 mengatakan, "Jikalau seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia" Ini juga merupakan fungsi penyaluran Allah Tritunggal. Dalam Yohanes 14 ada kata "tinggal", dalam pasal 15 juga ada kata "tinggal". Semua bagian firman ini memberi gambaran yang jelas, bahwa dalam dunia kerohanian ada fungsi penyaluran Allah Tritunggal ke dalam kita, manusia tripartit.

Kita juga harus membaca Ibrani 8: 10-11. Di sini dikatakan, bahwa dalam perjanjian yang baru, Allah telah menaruh hukum-hukum-Nya ke dalam pikiran kita dan menuliskannya dalam hati kita. Karena itu, kita tidak memerlukan siapa pun untuk mengajar kita secara luaran, sebab di dalam kita telah ada pengetahuan subyektif tentang Allah. Kita semua dapat mengenal Allah. Bahasa Yunani untuk kata "kenal" di sini adalah oida, yang mengacu kepada pengetahuan subyektif tentang Allah. Fungsi penyaluran Allah Tritunggal melalui hukum hayat mendatangkan perasaan hayat. Satu Yohanes 2:27 membicarakan pengurapan. Hukum hayat dan pengurapan, semuanya mendatangkan perasaan hayat dan adalah bagian dari fungsi penyaluran Allah Tritunggal.

1. ALLAH BAPA

a. Adalah Sumber

Mula-mula, kita perlu melihat bahwa Allah Bapa adalah sumber. Yohanes 15:1b mengatakan, bahwa Dia adalah pengusahanya, sumbemya, dan dalam, Efesus 3:14-16 rasul Paulus berdoa kepada Bapa sebagai Sang Sumber.

b. Tinggal dalam Kita

Bapa juga tinggal dalam kita. Efesus 4:6 mengatakan bahwa Bapa ada di atas semua, oleh semua, dan di dalam semua. Bapa berhuni dalam kita, dalam Putra, sebagai Roh itu.

2. ALLAH PUTRA

a. Adalah Perwujudan Bapa

Dalam Yohanes 15: 1 a, Putra berkata, "Akulah pokok anggur yang benar, " dan dalam Yohanes 14:11 Dia berkata, bahwa Dia ada dalam Bapa dan Bapa ada dalam Dia. Jadi, Putra adalah perwujudan Bapa.

b. Tinggal dalam Kita dan Membuat Rumah-Nya

dalam Hati Kita

Dalam Yohanes 15Aa Tuhan berkata, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Dalam Efesus 3:17a Paulus mengungkapkan, bahwa Kristus membuat rumahNya dalam hati kita.

3. ALLAH ROH

a. Realitas Putra

Putra adalah perwujudan Bapa, dan Roh itu adalah realitas Putra. Dalam pembicaraan kita kepada kaum saleh, kita perlu mengembangkan firman Tuhan dalam Yohanes 14:17-20, yang mengungkapkan Roh itu sebagai realitas Putra.

b. Berhuni dalam Kita

Roma 8:11 harus ditekankan dan dikembangkan untuk diperlihatkan kepada kaum saleh, bahwa dalam satu ayat ini kita dapat melihat Bapa bekerja, Putra menyalurkan, dan Roh memberi hayat. Ayat ini memperlihatkan fungsi Bapa, Putra, dan Roh itu menyalurkan hayat ke dalam diri kita, bahkan ke dalam lingkupan diri kita. Tubuh adalah lingkupan diri kita, dan roh adalah pusat diri kita. Allah Tritunggal yang berhuni di dalam kita untuk menyalurkan hayat ke seluruh diri kita, dan penyaluran ini mencapai lingkupan kita, tubuh kita.

4. ALLAH TRITUNGGAL – BAPA, PUTRA, DAN ROH

MENYALURKAN DIRI-NYA KE DALAM DIRI KITA

Dalam Efesus 3:14-19, kita dapat melihat bahwa Bapa mendengarkan doa dan bekerja untuk menjawab doa. Lalu Roh itu menguatkan dan Kristus membuat rumahNya untuk menempatkan diri-Nya dalam hati kita. Hasilnya adalah kita dipenuhi oleh segala kepenuhan Allah. Sekali lagi, inilah fungsi Allah Tritunggal - Bapa, Putra, dan Roh itu - menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita.

5. FUNGSI PENYALURAN ALLAH TRITUNGGAL

MENDATANGKAN PERASAAN HAYAT

Sebenarnya, perasaan hayat datang dari fungsi penyaluran Allah Tritunggal. Tanpa fungsi penyaluran Allah Tritunggal, kita tidak bisa memiliki perasaan hayat. Kita hanya bisa memiliki hati nurani yang mati. Perasaan hayat adalah hasil fungsi Allah Tritunggal di dalam kita yang menyalurkan diri-Nya sebagai hayat ke dalam, seluruh diri kita. Kita harus memperlihatkan kepada kaum saleh bagaimana perasaan hayat berhubungan dengan penyaluran Allah. Hari ini kita memiliki perasaan hayat dari fungsi penyaluran Allah Tritunggal secara hidup, karena Bapa, Putra, dan Roh itu bekerja sama berfungsi di dalam kita.

a. Melalui Hukum Hayat

Fungsi penyaluran Allah Tritunggal mendatangkan perasaan hayat melalui hukum hayat (Ibr. 8:10-11). Ketika Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh itu, berfungsi di dalam kita guna menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita melalui hukum hayat, ini mendatangkan perasaan hayat.

b. Berdasarkan Pengajaran Pengurapan

Fungsi penyaluran Allah Tritunggal yang mendatangkan perasaan hayat adalah berdasarkan pengajaran pengurapan (1 Yoh. 2:27). Kita harus membangun kaum saleh sehingga mereka dapat mengenal hal ini. Mereka harus betul-betul mengenal istilah-istilah ini.

c. Dalam Roh Kita yang Berbaur

dengan Roh Pembed-hayat

Roma 8:16 mengatakan, bahwa Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita. Lalu ayat 14 mengatakan, bahwa semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Ini memperlihatkan, bahwa fungsi penyaluran Allah Tritunggal yang mendatangkan perasaan hayat ada di dalam roh kita yang berbaur dengan Roh pemberihayat.

Jadi, perasaan hayat adalah melalui hukum hayat, berdasarkan pengajaran pengurapan, dan di dalam roh kita yang berbaur dengan Roh pemberi-hayat. Ketiga butir ini sangat penting. Inilah studi ilmiah yang nyata tentang hayat batini. Jika kita tidak mengalaminya, kita akan sulit mengerti semua ini. Kita perlu memberi tahu kaum saleh, bahwa hal ini perlu dialami. Kita tidak seharusnya hanya memakai pikiran kita untuk menganalisisnya. Tanpa pengalaman, kita tidak dapat mengerti hal-hal ini. Kita harus membuktikan perkara hayat melalui pengalaman kita.