SEHATI SEPIKIR
Pembacaan Alkitab:
Suplemen: No. 613
Kisah Para Rasul 1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Filipi 2:2 Karena itu sempurnakanlah sukacitaku dengan ini: hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan.
Roma 15:6 Sehingga dengan satu hati dan satu suara kamu memuliakan Allah dan Bapa Tuhan kita, Yesus Kristus.
I. Sehati sepikir adalah kunci master untuk membuka setiap berkat dalam Perjanjian Baru:
A. Kata Yunani untuk sehati sepikir, homothumadon, artinya sangat kuat dan almuhit: homo artinya sama, thumos artinya pikiran, kehendak, dan tujuan (jiwa, hati)¾Kis. 1:14; Mat. 18:19.
B. Dalam Kisah Para Rasul sehati sepikir adalah kunci dan urat nadi doa, Roh itu, dan Firman Allah.
C. Sehati sepikir mendatangkan semangat dan pengaruh:
1. Kapan saja kita memiliki sehati sepikir, kita juga akan memiliki satu mulut¾Rm. 15:16.
2. Kapan saja tidak ada perbedaan pendapat atau opini, ada pengaruh.
II. Sehati sepikir yang sejati di dalam gereja adalah pelaksanaan sejati keesaan Tubuh:
A. Ketika kita melaksanakan sehati sepikir yang sejati, kita harus mengenal gereja sebagai Tubuh Kristus yang unik:
1. Satu dalam esens: satu Tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu Allah, satu iman, satu baptisan, dan satu pengharapan¾Ef. 4:4-6.
2. Satu dalam doktrin: satu Allah, satu Tuhan, satu Roh, satu gereja, satu pemulihan, satu kesaksian, dan satu pekerjaan¾Why. 1:2, 9; 12:17; 19:10; 20:4.
3. Satu dalam pelaksanaan: pengajaran, pelaksanaan, pemikiran, perkataan, esens, penampilan, dan ekspresi¾1 Kor. 4:17; 7:17; 16:1; Kis. 2:42; Rm. 16:17; 1 Tim. 1:3-4; 6:3; Ef. 4:13-14; 1 Kor. 11:16; 14:34; Flp. 2:2; 4:2; 1 Kor. 1:10; Rm. 15:16; Why. 1:11-12.
B. Ketika kita melaksanakan sehati sepikir, kita harus belajar di dalam satu roh yang sama, dan memiliki satu jiwa yang sama¾Flp. 2:17.
C. Ketika kita melaksanakan sehati sepikir, kita harus diharmoniskan di dalam pikiran dan opini yang sama¾1 Kor. 1:10; Flp. 2:2; 4:2.
III. Pelaksanaan sehati sepikir yang tepat di antara gereja-gereja:
A. Tujuh kaki pelita melambangkan tujuh gereja. Mereka adalah satu-satunya dalam esens, penampilan, bentuk, dan ekspresinya ¾Why. 1:12, 20.
B. Tujuh Surat Kiriman dalam Wahyu pasal 2 dan 3 adalah satu kitab yang dituliskan kepada tujuh gereja¾Why. 1:4, 11; 2:7, 11, 17, 29; 3:6, 13, 22.
C. Rasul Paulus mengajarkan perihal yang sama di gereja-gereja¾1 Kor. 4:17; 7:17.
D. Semua gereja adalah satu dalam pengaturan dan pelaksanaannya¾1 Kor. 11:16; 14:33-34.
E. Kesimpulan yang dibuat Yerusalem mengenai masalah sunat adalah ketetapan untuk semua gereja pelihara, sehingga gereja-gereja dapat terjaga dalam sehati sepikir¾Kis. 15:1-31.
F. Gereja-gereja orang kafir menjadi peniru gereja-gereja di Yudea, sehingga gereja-gereja di dalam Kristus menjadi satu¾1 Tes. 2:14.
G. Seluruh kitab Perjanjian Baru menyusun satu Perjanjian Baru, kitab ini bukan hanya ditulis untuk kaum beriman saat itu, tetapi juga ditulis untuk seluruh kaum kudus dan gereja secara umum termasuk seluruh kaum kudus dan gereja sepanjang abad¾1 Kor. 1:2.
H. Dalam gereja-gereja, penyertaan Tuhan menyertai kaum beriman dan berkat Allah terhadap kaum beriman adalah berdasarkan pada keesaan mereka di dalam Roh, sehati sepikir di antara mereka, dan keharmonisan dalam doa, pekerjaan, dan kasih mereka¾Mzm. 133.
IV. “Ini adalah perkataan kasih saya, perkataan peringatan saya. Sebab mereka yang merawat gereja-gereja dan berbagian dalam pemulihan, kalian harus menyadari pemulihan kehidupan gereja yang sejati adalah seluruhnya, mutlak, sepenuhnya, dan akhirnya adalah satu dalam pengajaran, pelaksanaan, pemahaman, perkataan, esens, penampilan, dan ekspresi. (Elders’ Training, Buku 7, hal. 41)
Buku-buku Referensi: Elders’ Training, Buku 7, Bab 1, 3; The Law and Grace of God in His Economy, Berita 4; Life Study of Ephesians, Berita 37.
Cuplikan Berita Ministri:
SEHATI SEPIKIR ADALAH KUNCI MASTER
UNTUK MEMBUKA SETIAP BERKAT DALAM PERJANJIAN BARU
Arti Sehati Sepikir
Di Matius 18:19, Tuhan membicarakan mengenai dua atau tiga orang yang sepakat pada sesuatu di dalam doa. Kata “sepakat” di ayat ini tidak begitu kuat seperti kata “sehati sepikir.” Kata Yunani sehati sepikir, homothumadon, adalah kuat dan almuhit. Homo berarti sama dan thumos berarti pikiran, tekad, tujuan (jiwa, hati). Dalam Alkitab bahasa mandarin kata ini diterjemahkan yang artinya pikiran yang sama dan kehendak yang sama. Dalam Roma 15:6, Alkitab versi King James menterjemahkan kata ini menjadi “satu pikiran.”
Dalam kitab Kisah Para Rasul seratus dua puluh orang berdoa bersama-sama dalam satu pikiran, dalam pikiran yang sama, dalam kehendak yang sama bersama tujuan yang sama di sekitar dan di dalam jiwa dan hati. Kapanpun kita berdoa, kita seharusnya melatih roh kita, tetapi kita juga harus ada di dalam pikiran yang sama dan kehendak yang sama dengan tujuan yang sama di sekitar dan di dalam jiwa dan hati kita. Ini artinya seluruh diri kita dilibatkan. Setelah kenaikan Tuhan, seratus dua puluh orang menjadi orang sedemikian yang ada di dalam satu pikiran, dengan satu tujuan di sekitar jiwa dan hati mereka. Untuk mereka ada di dalam sehati sepikir artinya seluruh diri mereka adalah satu. Tidak ada kitab yang lain dari Alkitab yang memakai kata untuk "sehati sepikir" sebanyak Kisah Para Rasul.
Sehati Sepikir adalah Kunci dan Urat Nadi Doa, Roh itu, dan Firman Allah
Dalam Kisah Para Rasul ada tiga faktor utama untuk perluasan injil sebagai satu pengaruh adalah doa, Roh itu, dan Firman. Menurut Alkitab dan menurut sejarah tiga butir ini adalah jalan satu-satunya untuk kemenangan injil. Saya telah mengeluarkan banyak waktu untuk mempertimbangkan apakah hal itu tidak melampaui pengajaran Alkitab bagi gereja untuk memakai balai sidang dan orang-orang dalam gereja untuk membuka sekolah dari pada memakai waktu kita untuk mengontak orang satu per satu dengan doa, Roh itu, dan Firman, memakai setiap inci balai sidang dalam jalan ini untuk injil. Saya menekankan di masa lalu bahwa untuk memakai cara lain di samping berdoa, Firman, dan Roh itu, untuk mempromosikan injil adalah bermain trik (tipu daya).
Sehati sepikir adalah kunci dan urat nadi doa, Roh itu, dan Firman. Kalian mungkin banyak doa, menuntut baptisan Roh itu, dan dari Firman Tuhan mendapat banyak pengetahuan, namun jika kalian kekurangan sehati sepikir, kalian tidak dapat melihat berkat. Saya melihat orang yang ngotot berdoa, mendapatkan baptisan Roh Kudus, dan menerima Firman, namun ada perbedaan pendapat di antara mereka sendiri. Tidak ada sehati sepikir.
Sehati Sepikir Mendatangkan Semangat dan Pengaruh
Sejak 1 Januari 1940 sampai 31 Desember 1942, saya tinggal di Chefoo, kampung halamanku di daratan China. Selama waktu itu, Tuhan membawa semua kaum kudus di sana ke dalam sehari sepikir dan ada kebangunan sejati dengan pengaruh yang sejati. Di Shanghai, Taiwan, dan Elden Hall di Los Angeles, saya juga melihat khasiatnya sehati sepikir.
Dalam tentara pengaruh adalah semangat. Apakah semangat dalam tentara? Sehati sepikir. Inilah sebabnya komandan di militer tidak mengijinkan prajurit siapa pun membawa pemikiran yang berbeda. Prajurit semua memikirkan hal yang sama, mengatakan hal yang sama, berdiri untuk hal yang sama, juga hidup untuk hal yang sama. Saya dapat bersaksi…bahwa di Chefoo sejak tahun 1940 sampai 1942 ada semangat, pengaruh di sana….Pengaruh yang sejati ada di sana.
Belakangan ini di Taiwan lebih dari seratus tiga puluh sepenuh waktu di bawah pelatihan kita di utus keluar. Saya memberitahu mereka beberapa hal yang saya belum pernah beritahukan ke orang semenjak saya keluar dari daratan China¾mengusir setan dan menyembuhkan penyakit. Kita tidak mempromosikan hal-hal ini, tetapi ketika semangat ada di dalam kita, hal-hal ini ada di antara kita sebagai satu pengaruh. Dalam Kisah Para Rasul ada tiga butir–¾ doa, Roh itu, dan Firman, dan satu kunci¾sehati sepikir. (Elders’ Training, Buku 7, hal. 11-12)
SEHATI SEPIKIR YANG SEJATI DI DALAM GEREJA ADALAH PELAKSANAAN SEJATI KEESAAN TUBUH
Keesaan Esensial
Atribut Trinitas Ilahi satu-satunya adalah keesaan (Yoh. 17:11, 21b, 22b)…Keesaan ini sebagai atribut Trinitas Ilahi yang disebut keesaan Roh di dalam Tubuh Kristus yang organik (Ef. 4:3-4a). Di dalam Tubuh Kristus yang organik, terciptanya segala perpecahan adalah satu akibat dan menjijikan bagi Allah Tritunggal, yang atributnya adalah keesaan (cf. 1 Kor. 1:13a). (The Law and Grace of God in His Economy, hal. 71)
Memelihara keesaan adalah perkara di dalam Allah Tritunggal. Ini berarti bahwa Allah Tritunggal sendiri adalah dasar keesaan kita, dasar umum dan fondasinya. Pemula keesaan kita adalah Bapa, Perampung keesaan kita adalah Tuhan, dan Pelaksana keesaan kita adalah Roh itu. Namun, dalam pengalaman kita Roh itu adalah yang pertama karena Dia secara langsung berhubungan dengan keesaan, untuk melaksanakan keesaan di dalam satu Tubuh. Setelah ini, kita memiliki Tuhan sebagai Perampung dan Bapa sebagai sumber. Karena itu, keesaan kita adalah Allah Tritunggal dipahami dan dialami oleh kita dalam kehidupan Kristiani kita. (Life Study of Ephesians, hal. 319)
Keesaan Doktrinal
Ada tujuh butir lain mengenai keesaan kita dalam doktrin: satu Allah, satu Tuhan, satu Roh, satu gereja, satu pemulihan, satu kesaksian, dan satu pekerjaan. Tiga “satu” yang pertama adalah Allah Tritunggal. Hampir dari kita semua dapat menyetujui dengan tujuh aspek keesaan pada sisi doktrinal. Jika setiap orang ada yang memiliki roh, pemikiran, dan sikap yang berbeda pendapat mengenai tujuh aspek keesaan doktrinal, kemungkinan terhadap aspek terakhir¾pekerjaan. Kita dapat berkata bahwa pekerjaan adalah mencakup doktrin mencakup pelaksanaan. Saya suka mengkelaskan pekerjaan pada sisi doktrinal karena melalui saya terus menerus mengamati, saya sudah menemukan bahwa di antara kita sangat sedikit orang yang berani berkata bahwa mereka mengerjakan pekerjaan yang terpisah dari pekerjaan unik bagi pemulihan Tuhan. Kita semua menyetujui dengan tujuh ganda kesaan secara doktrinal ini mengenai satu Allah, satu Tuhan, satu Roh, satu gereja, satu pemulihan, satu kesaksian, dan satu pekerjaan.
Keesaan Praktis
Alkitab memberi tahu kita bahwa kita perlu menjadi satu dalam pengajaran, pelaksanaan, pembicaraan, dan bahkan pemikiran. Beberapa orang merasa bahwa hal ini tidak dapat dikerjakan…di zaman demokratis sedemikian….Tidak seorang pun harus mengikuti pemulihan dengan membabi buta, bodoh, atau bebal. Kita perlu pemikiran yang jernih atas kebenaran dalam Alkitab (Elders, Training, Buku 7, hal. 37)
Kita perlu menjadi satu dalam pelaksanaan adalah berhubungan dengan kaki pelita emas dalam Wahyu 1:11-12. Tujuh kaki pelita tidak memiliki lebih dari satu esens dan substansi. Emas murni adalah substansi unik kaki pelita. Di dalam satu substansi hanya ada satu esens. Semua kaki pelita selanjutnya harus menjadi satu dalam penampilan….Kaki pelita semuanya memiliki satu substansi, yang adalah emas, dan mereka semua memiliki satu corak, satu bentuk.
Beban saya adalah untuk melihat ke dalam situasi sesungguhnya dalam pemulihan Tuhan yang berkaitan dengan pelaksanaan. Kita harus mempelajari perihal ini. Kita tidak melaksanakan pemulihan Tuhan dalam cara membutakan mata orang. Kita melakukan yang terbaik untuk membuka mata setiap orang. Saya sudah terjaga di dalam pemulihan Tuhan setengah abad lebih dengan banyak pertimbangan dan pengamatan. Jika kalian percaya Alkitab, kalian harus mengakui bahwa kita seharusnya satu dalam pengajaran, pelaksanaan, pemikiran, pembicaraan, esens, penampilan, dan ekspresi.…Allah tidak hanya memperhatikan esens dan realitas sejati kaki pelita tetapi juga memperhatikan bentuk dan coraknya satu pelita; jika tidak, hal ini tidak dapat disebut kaki pelita. Pemulihan Tuhan harus memiliki penampilan yang tepat; jika tidak, hal ini bukanlah pemulihan Tuhan. (Elders’ Training, Buku 7, hal. 39)
Saya akan bersekutu secara tuntas dengan kalian tentang apa yang saya lihat dalam pemulihan Tuhan. Banyak dari kalian dapat bersaksi bahwa pemulihan yang saya bawa ke Amerika Serikat sebenarnya satu dalam pengajaran, pelaksanaan, pemikiran, pembicaraan, esens, penampilan dan ekspresi. Meskipun kita tidak mempromosikan yang disebut gereja katolik (umum), petunjuk, arti, dan makna dari kata “katolik” sebenarnya tepat. Namun, kata katolik sudah dirusak dan disalah-gunakan. Kita tidak mempromosikan sesuatu dari jenis gereja Katolik yang mutad, tetapi kita di sini melaksanakan pemulihan Tuhan dari kehidupan gereja yang tepat. Menurut pelajaran kita lebih dari enam puluh tahun, kehidupan gereja yang tepat haruslah menjadi satu dalam pengajaran, pelaksanaan, pemikiran, pembicaraan, esens, penampilan, dan ekspresi. Kalian mungkin mengakui bahwa kedudukan kita adalah pemulihan, tetapi jalan dari pemikiran, pembicaraan, pelaksanaan, penampilan dan ekspresi kalian membatalkan pengakuan kalian. Hal ini tidak membuktikan pengakuan kalian. Pemulihan tidak memikul lebih dari satu ekspresi. Apa yang orang lihat, rasa, dan dengar ketika mereka datang ke lokalitasmu? (Elders’ Training, Buku 7, hal. 37-40)
Belajar di dalam Satu Roh yang Sama dan Memiliki Satu Jiwa yang Sama
Sehati sepikir yang diwahyukan dalam Perjanjian Baru adalah perkara besar. Itulah sebabnya Paulus tunjukkan kepada kaum kudus di Roma bahwa mereka harus memperhatikan sehati sepikir (Rm. 15:5-6). Gereja di Korintus ada banyak kesulitan, dan faktor sesungguhnya dari segala kesulitan ini adalah perbedaan pendapat. Beberapa orang mengatakan bahwa mereka adalah milik Paulus dan mengapresiasi dia. Kaum kudus lainnya mengatakan bahwa mereka adalah milik Apolos kemungkinan mengapresiasi cara dia mengajarkan Alkitab. Sisanya yang mengapresiasi Petrus (1 Kor. 1:12). Ini adalah tidak sehati sepikir, yaitu berbeda pendapat. Surat Kiriman Paulus kepada orang-orang Korintus, kesulitan yang dimiliki di dalamnya lebih banyak daripada Surat Kiriman lainnya. Ada sedikitnya sepuluh masalah di 1 Korintus yang semuanya berasal dari sumber yang sama, yaitu tidak sehati sepikir, memiliki perbedaan opini, dan tidak membicarakan hal yang sama (1 Kor. 1:10).
Dalam 1 Korintus Paulus tidak menggunakan kata sehati sepikir, tetapi dia menekankan membicarakan hal yang sama. Karena satu orang berkata bahwa dia milik Paulus dan yang lain berkata bahwa dia milik Apolos menunjukkan bahwa mereka tidak mengatakan hal yang sama. Kita semua harus berkata, ”Aku milik Kristus.” Berkata “aku milik Paulus” atau “aku milik Apolos” hanya sama seperti Petrus di gunung pengubahan berkata, bahwa dia akan mendirikan tiga kemah–satu untuk Musa, satu untuk Elia, dan satu untuk Yesus. Kemudian suara keluar dari awan yang menaungi mereka: "Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia." Dan sekonyong-konyong, memandang sekeliling, mereka tidak melihat seorangpun lagi bersama mereka, kecuali Yesus saja” (Mrk. 9:7-8). Kita perlu mengatakan hal yang sama. Mengapa harus menyebutkan Paulus, Apolos, dan Kefas? Itulah sebabnya mengapa Paulus bertanya kepada orang-orang Korintus, ”Adakah Kristus terbagi-bagi?” (1 Kor. 1:13) Dalam Surat Kiriman Paulus yang kedua kepada Korintus dia juga berpesan kepada mereka untuk “memikirkan hal yang sama” (2 Kor. 13:11). Di dalam surat kepada orang Filipi, Paulus demikian juga berpesan kepada kaum kudus untuk memikirkan hal yang sama (2:2; 4:2). (hal. 16-17)
PELAKSANAAN SEHATI-SEPIKIR YANG TEPAT
DI ANTARA GEREJA-GEREJA
Poin yang tertulis di atas (poin III) bukanlah pengajaran saya tetapi pengajaran Alkitab dalam Perjanjian Baru, pengajaran ekonomi Perjanjian Baru Allah. Persekutuan saya dengan kalian semuanya tersusun dengan empat hal: 1) seumur hidup mempelajari Alkitab selama lebih dari enam puluh satu tahun; 2) seumur hidup mempelajari biografi-biografi raksasa rohani yang Tuhan bangkitkan sepanjang zaman; 3) sejarah gereja termasuk kebangunan dan pendiri-pendiri denominasi, termasuk gereja Ortodox, Katolik, Protestan–gereja negara, gereja swasta, dan kelompok bebas; 4) pengamatan saya terhadap situasi dalam pemulihan Tuhan, di dalamnya saya sudah ada lebih dari lima puluh empat tahun. (hal. 51)
PERKATAAN KASIH DAN PERINGATAN
Keperluan Penting Hari Ini–Pemulihan Sehati Sepikir
Jika kalian mengerjakan sesuatu untuk mengikuti apa yang Tuhan telah kerjakan dan masih dikerjakan di Taiwan, hal pertama yang kalian harus kerjakan adalah untuk memulihkan sehati sepikir. Sebelum hal ini dipulihkan, jangan mengerjakan apapun. Tanpa sehati sepikir kalian sebenarnya tidak bersyarat melakukan segala sesuatu dalam permulaan baru Tuhan atas pergerakan baru-Nya. Gereja Tuhan, Tubuh-Nya, kesaksian-Nya, sebenarnya telah dipotong menjadi berkeping-keping oleh kekristenan sepanjang abad tidak dalam sehati sepikir. Banyak mengenal Tuhan dan mengenal Alkitab sampai sejauh ini, tetapi mereka tidak dapat ada dalam sehati sepikir. Di manakah sehati sepikir? Hal ini sulit untuk melihat hal sedemikian dalam sejarah orang Kristen, maka Tuhan menderita.
Hari ini kita ada dalam pemulihan Tuhan dan khususnya kita berada dalam pergerakan baru-Nya, pergerakan terkini. Kita harus melihat bahwa keperluan penting hari ini adalah memulihkan sehati sepikir ini. Jika hal ini tidak ada di antara kita, maka kita dilewatkan.
Kita harus menyadari bahwa pelaksanaan dalam pemulihan Tuhan bukan perkara untuk ditiru oleh orang. Kalian harus memiliki hayat. Mengerjakan segala sesuatu kalian perlu hayat. Kalian harus melihat apa yang menonjol dari seratus dua puluh orang di kitab Kisah Para Rasul. Yang menonjol yang memisahkan Injil dan Kisah Para Rasul bukanlah baptisan di dalam Roh Kudus, Yang menonjol adalah sehati sepikir dari seratus dua puluh orang. Jika kalian ingin mengalami baptisan Roh, kalian harus memiliki sehati sepikir. Jika seluruh anggota Tubuh dari gereja lokal memiliki sehati sepikir, baptisan di dalam Roh akan ada di sana. Jika kalian sungguh-sungguh mau melaksanakan jalan yang tepat untuk memberitakan injil, kalian perlu sehati sepikir. Tanpa kunci ini, tidak ada pintu yang dapat dibuka. Sehati sepikir adalah “kunci master dari semua ruangan,” kunci master untuk semua berkat di dalam Perjanjian Baru. Itulah sebabnya mengapa Paulus memberitahu Eudia dan Sintikhe bahwa mereka perlu sehati sepikir ini (Flp. 4:2). Paulus tahu saudari-saudari ini mengasihi Tuhan, tetapi mereka telah kehilangan sehati sepikir.
Yang kita perlukan adalah memulihkan sehati sepikir ini. Jika kita berniat berbisnis untuk mengikuti pergerakan Tuhan hari ini, kita perlu sehati sepikir ini. Siapa yang benar-benar tidak berniat melakukan apapun, kita perlu sehati sepikir ini. Kita perlu memiliki pikiran yang sama dan kehendak yang sama untuk tujuan yang sama dengan jiwa yang sama dan hati yang sama. Surat Filipi memberitahu kita bahwa perkara ini dimulai dari roh kita (1:27), namun kita harus menyadari bahwa kita bukan orang yang hanya memiliki roh saja. Kita juga adalah orang-orang yang memiliki pikiran, kehendak, tujuan, jiwa, dan hati. Untuk kita ada di dalam satu roh yang sama dengan satu jiwa yang sama, satu pikiran, dan satu kehendak adalah untuk memiliki sehati sepikir, yang adalah kunci untuk semua berkat dan warisan Perjanjian Baru. Jika tidak, kita akan mengulang sejarah kekristenan yang kasihan melalui kelompok lain orang Kristen yang mengulangi jenis tidak sehati sepikir yang sama. (hal. 18-20)
Pertanyaan-pertanyaan: