TIGA ASPEK PEMULIHAN TUHAN
Pembacaan Alkitab: Suplemen No. 605
1 Yohanes 1:1 Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup–itulah yang kami tuliskan kepada kamu.
1 Yohanes 2:24 Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.
Matius 19:8 Kata Yesus kepada mereka: "Karena ketegaran hatimu Musa mengizinkan kamu menceraikan isterimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.
I. Arti Pemulihan Tuhan:
A. Kata pemulihan berarti bahwa sesuatu asalnya ada, dan kemudian hilang. Maka perlu ada yang membawa hal itu kembali kepada kondisi semula¾Dan. 1:1-2; Ezra 1:3-11; 6:3-5
B. Allah adalah Allah yang memiliki kehendak kekal, tidak ada apa pun yang dapat menghentikan Dia. Maka setelah perusakan Satan, Allah datang mengerjakan kembali apa yang pernah dikerjakan sebelumnya. Mengerjakan kembali ini adalah pemulihan-Nya, mengerjakan kembali ini membawa kembali apa yang telah hilang dan dirusak musuh-Nya, Satan¾Kej. 1:2-3; 1 Yoh. 1:1; 2:24.
C. Gereja telah berlalu sepanjang abad sejarah gereja, menjadi merosot. Karena itu, gereja perlu dipulihkan kembali ke maksud dan standar semula Allah menurut wahyu Alkitab¾cf. 2 Raj. 22:8; Ezra 1:3-11; Neh. 2:11, 17; Mat. 16:18; 2 Tim. 2:20; Why. 18:4.
D. Kebenaran-kebenaran seperti yang diwahyukan Alkitab telah hilang, diabaikan, disalah-artikan, dan diaplikasikan secara keliru, dan dengan salah diajarkan sepanjang zaman. Karena itu, perlu ada Pemulihan Tuhan¾2 Tim. 3:16; 1 Tim. 6:5; 2 Tim. 2:18, 25; 3:7.
II. Aspek pertama pemulihan Tuhan¾wahyu Allah:
A. Mengenai ekonomi kekal Allah¾1 Tim. 1:4b; Ef. 1:10a; 3:9.
B. Mengenai Trinitas kudus¾Yoh. 14:9-20; Mat. 28:19; 2 Kor. 13:13; Why. 1:4-5.
C. Mengenai persona dan pekerjaan Kristus yang almuhit¾Ef. 1:23.
D. Mengenai Roh pemberi-hayat yang rampung¾1 Kor. 15:45b; Yoh. 7:39; Why. 22:17.
E. Mengenai hayat kekal Allah¾Yoh. 3:15-16.
F. Mengenai Tubuh Kristus yaitu gereja Allah¾Ef. 1:22-23; 1 Kor. 10:32.
G. Mengenai kerajaan¾Mat. 5:3; 24:46-47; Why. 2:26-27.
H. Mengenai Yerusalem Baru¾Why. 21:2; 22:1-2, 17.
III. Aspek kedua pemulihan Tuhan¾kehidupan manusia-Allah:
A. Kehidupan yang ditampilkan kaum beriman yang adalah manusia-Allah melalui dilahirkan kembali, bukan oleh hayat manusia lama mereka, tetapi oleh hayat Allah di dalam manusia baru¾Rm. 6:4-6; Ef. 4:22-24.
B. Memperhidupkan Kristus untuk memperbesar Kristus oleh kuat kuasa kebangkitan Kristus adalah diserupakan kepada kematian Kristus, dan melalui suplai limpah lengkap Roh Yesus Kristus¾Flp. 3:10; 1:19-21.
C. Mengalahkan ego, daging, dosa yang berhubungan dengan daging, Satan, dan dunia¾Mat. 16:24; Gal. 5:24; Rm. 8:3; Ibr. 2:14; Yoh. 12:31.
D. Mengalahkan agama, kebudayaan, termasuk arus zaman ini dan pelesirannya¾Gal. 1:4; Rm. 12:2.
E. Meraja dalam hayat Kristus yang memerintah yang menaklukkan segala manusia, perkara, dan hal-hal yang berlawanan dengan Allah untuk menjadi para pemenang Tuhan di zaman ini¾Rm. 5:17, 21; Why. 2 dan 3.
IV. Aspek ketiga pemulihan Tuhan¾pelaksanaan gereja:
A. Tubuh Kristus yang universal adalah rumah Allah yang universal, Kerajaan Allah¾Ef. 1:23; 1 Tim. 3:15-16; Mat. 16:18-19.
B. Diekspresikan di tiap kota menjadi gereja lokal di tiap kota, satu kota satu gereja, menjaga keesaan dan bukan perpecahan¾Ul. 12:5-18; Kis. 8:1; 13:1; Why. 1:4, 11.
C. Sekalipun gereja lokal terpencar, mereka seharusnya tidak terpecah karena alasan atau perkara apa pun¾1 Kor. 1:10-13.
D. Sekalipun gereja Allah yang unik di bumi diekspresikan sebagai banyak gereja lokal, ia tetap Tubuh universal Kristus yang unik, tidak seharusnya terpecah-pecah menjadi sekte-sekte atau denominasi-denominasi¾1 Kor. 10:16-17.
E. Sekalipun para rasul yang mendirikan gereja-gereja di antara gereja-gereja, para penatua dalam gereja-gereja yang mengatur gereja-gereja, dan para diaken yang melayani gereja-gereja, seharusnya tidak ada sistem atau hierarki di luar jabatan kudus ini–1 Kor. 9:1-3; 1 Tim. 3:1-13.
F. Sekalipun ada banyak gereja lokal, mereka semuanya mengambil ekonomi kekal Allah sebagai sentral untuk kesaksian unik Kristus dan tidak mengajarkan apa pun yang tidak berkaitan dengan ekonomi Allah dan bukan bagian dari kesaksian Kristus¾1 Tim. 1:3-4.
G. Dalam gereja-gereja lokal sejenis ini, seharusnya ada kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita Roh Kudus untuk menjadi realitas Kerajaan Allah¾Rm. 14:17:
1. Melahirkan, merawat, mendidik (menggenapkan), dan membangun.
2. Perbauran untuk membangun Tubuh Kristus.
V. Sasaran pemulihan Tuhan:
A. Pemulihan Tuhan adalah untuk membangun Sion, yaitu para pemenang, untuk membangun Tubuh Kristus, untuk merampungkan Yerusalem Baru.
B. Pemulihan Tuhan adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi- hayat, dan Roh pemberi-hayat menjadi Roh yang diperkuat tujuh ganda untuk membangun gereja yang menjadi Tubuh Kristus dan yang merampungkan Yerusalem Baru.
Buku-buku referensi: Concerning the Lord's recovery, Berita 1; 1993 Blending Conference Messages Concerning the Lord's Recovery and Our Present Need, Berita 1; The Issue of the Union of the Consummated Spirit of the Triune God and the Regenerated Spirit of the Believers, Berita 6; The Riches and Fullness of Christ and the Advanced Recovery of the Lord Today, Berita 5 dan 6; Practical Points Concerning Blending, Berita 4 dan 5; The Divine and Mystical Realm, Bab 1; The banners, message outlines, and Holy Word for Morning Revival of the Thanksgiving conference in 1997—The Sevenfold-Intensified Ministry of Christ; The first morning message of the Elders’ Training in the Fall of 1999; A Brief Presentation of the Lord's Recovery.
Cuplikan berita ministri:
ARTI PEMULIHAN TUHAN
Setelah Tuhan mengutus saya ke Amerika Serikat, saya mulai berministri di sini pada bulan Desember 1962. Dari saat itu sampai sekarang, sudah melewati tiga puluh tahun lebih sedikit. Dari sidang istimewa kali pertama, saya sudah menekankan istilah “Pemulihan Tuhan. Saya memberi tahu kaum kudus yang terkasih bahwa Tuhan mengutus saya ke negara ini bukan untuk yang lain tetapi untuk pemulihan-Nya.
Meskipun ministri terus-menerus menekankan perkara pemulihan Tuhan sepanjang tahun-tahun ini, menurut pengamatan saya, bahkan beberapa orang kudus terkasih yang bersama kita selama bertahun-tahun masih tidak jelas mengenai apa adanya pemulihan Tuhan. Karena ada banyak orang baru dan orang muda dalam pemulihan, saya sangat berbeban mengenai perkara ini. Kita perlu membicarakan tentang pemulihan Tuhan, mempersekutukan tentang pemulihan, dan membuat kesepakatan antara kita sendiri mengenai pemulihan Tuhan. Kita di sini bagi pemulihan (1993 Blending Conference Messages, hal. 13)
Kata pemulihan berarti bahwa sesuatu yang asalnya ada, dan kemudian hilang, maka perlu dibawa kembali kepada kondisi asalnya. Kata pemulihan ini agak sederhana dan tidak begitu dalam, tetapi ketika kita membicarakan pemulihan Tuhan kita perlu menerapkannya kepada wahyu seluruh Alkitab. Pada titik pandang ini pemulihan Tuhan adalah yang dalam dan penting. Dapat dikatakan, wahyu seluruh Alkitab adalah wahyu pemulihan. (Concerning the Lord’s Recovery, hal. 7)
Allah adalah Allah yang memiliki tujuan kekal. Dia adalah Allah yang penuh tujuan, dan sekali Dia memutuskan hendak melakukan suatu perkara, tidak ada suatu apa pun yang dapat mengubah maksud pikiran-Nya, dan tidak ada suatu apa pun yang dapat menghentikan Dia. Dilihat dari luar, banyak hal yang dapat sedikit menghalangi Dia, tetapi tidak ada suatu apa pun yang dapat menghentikan Dia. Maka setelah perusakan Satan, Allah masuk mengerjakan kembali hal-hal yang Dia sudah kerjakan sebelumnya. Pengerjaan kembali ini adalah pemulihan-Nya. Pemulihan ini membawa kembali apa yang telah hilang dan dirusak musuh-Nya, Satan. (Concerning the Lord’s Recovery, p. 8)
Pertama, pemulihan Tuhan adalah pemulihan kebenaran seperti diwahyukan Kitab Suci, Firman kudus Allah (2 Tim. 3:16). Kebenaran-kebenaran seperti yang diwahyukan dalam Alkitab telah hilang, diabaikan, disalahpahami, dan dengan salah diajarkan sepanjang zaman. Karena itu, perlu ada pemulihan Tuhan. Pada zaman rasul sebermula, pada zaman bapak-bapak gereja, pada zaman dewan-dewan gereja, pada zaman Katolikisme dengan sistem kepausan, pada zaman pelaksanaan Protestan, Tuhan selalu memulihkan beberapa kebenaran yang disalahpahami, disalahtafsirkan dan dengan salah diajarkan melalui beberapa orang kudus-Nya yang mengasihi Dia dan Firman Kudus-Nya. (1993 Blending Conference Messages, hal. 13-14)
ASPEK PERTAMA PEMULIHAN TUHAN¾WAHYU ALLAH
Secara sederhana, pemulihan Tuhan memiliki tiga aspek. Aspek pertama adalah wahyu Allah. Wahyu Allah adalah pembicaraan Allah. Dari Musa dalam Perjanjian Lama sampai rasul Yohanes dalam Perjanjian Baru, Allah telah berbicara lebih dari seribu lima ratus tahun. Pembicaraan-Nya dikumpulkan menjadi Alkitab yang lengkap, yang ada di tangan kita hari ini. Karena itu, kitab terakhir Alkitab, Wahyu, mengatakan pada bagian akhirnya tidak boleh seorang pun menambahi perkataan-perkataan ini, juga tidak boleh mengurangi perkataan-perkataan ini (Why. 22:18-19).
Bahkan sebelum kelompok pertama para rasul meninggal, gereja telah menyimpang dari firman Allah, wahyu Allah. Inilah sebabnya para rasul menulis Surat Kiriman kedua, seperti 2 Petrus, 2 Timotius, 2 dan 3 Yohanes, dll. Semua Surat Kiriman kedua ini adalah kitab pemulihan.…Setelah kelompok pertama para rasul, dalam sejarah gereja, yang disebut bapak-bapak gerejalah yang membela kebenaran. Walaupun demikian, di antara bapak-bapak gereja, karena terang yang tidak memadai, selalu ada banyak pertentangan mengenai kebenaran. Hal ini berlanjut sampai tahun 325 Masehi, demi kepentingan pengaturan yang tepat dalam kekaisarannya, Kaisar Romawi Konstantin Agung tampil ke depan untuk campur tangan dengan mengadakan satu sidang di Nicea supaya meredakan pertentangan di antara bapak-bapak gereja….Kredo Nicea…lumayan dalam menyajikan doktrin-doktrin ortodoks dan fundamental mengenai Allah, Kristus, dan Roh Kudus. Kredo ini masih dipakai oleh Gereja Katolik dan gereja-gereja Protestan. Sekalipun kredo ini baik, dalam istilah-istilah kebenarannya masih sangat kekurangan. Maka, Rapat Nicea yang tidak disempurnakan mengakibatkan masalah-masalah dalam kebenaran.
Pengenalan mengenai Roh Allah Tritunggal yang rampung selama berabad-abad sangatlah kurang (dalam sembilan belas abad), ketika Kaum Saudara di Inggris dibangkitkan Tuhan, mereka menyatakan dengan jelas bahwa Roh Kudus adalah satu persona. Hal ini disebabkan perkataan Tuhan Yesus dengan jelas menyebutkan “Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus” (Mat. 28:19), dan bapak-bapak gereja jauh sebelunnya telah mengakui Roh Kudus sebagai persona dalam ke-Allahan…Pada abad kedua puluh pemulihan Tuhan telah mencapai kita. Dimulai dengan Saudara Nee, kita telah membaca Alkitab secara keseluruhan. Terutama kita telah menggali semua ayat-ayat Alkitab mengenai Roh Kudus. Mengenai Roh yang rampung, Tuhan telah memperlihatkan kepada kita tiga butir penting. Pertama, Roh Allah telah melalui proses menjadi Roh pemberi-hayat (Yoh. 7:39; 1 Kor. 15:45b). Kedua, Roh yang rampung ini adalah Roh majemuk yang dilambangkan dengan minyak urapan kudus dalam Perjanjian Lama (Kel. 30:23-25). Ketiga, Roh ini juga menjadi tujuh Roh (Why. 1:4; 4:5; 5:6), yaitu, Roh tujuh ganda. Tiga butir ini tidak disebutkan dalam kredo Nicea….Hari ini banyak orang Kristen tidak pernah mendengar tentang Allah yang melalui proses dan rampung. Karena itu apa yang mereka beritakan adalah Allah yang belum melalui proses dalam Kejadian 1. Namun, apa yang telah kita lihat adalah Allah yang rampung dalam Wahyu 22….Perkataan terakhir dalam Alkitab adalah otoritas tertinggi untuk menetapkan kebenaran. Tuhan dalam pemulihan telah memperlihatkan kepada kita kebenaran yang tertinggi yang ditetapkan Alkitab. (The Issue of the Union of the Consummated Spirit of the Triune God and the Regenerated Spirit of the Believers, hal. 75-77)
ASPEK KEDUA PEMULIHAN TUHAN¾KEHIDUPAN MANUSIA-ALLAH
Sekarang kita sampai pada aspek kedua pemulihan Tuhan, yaitu kehidupan manusia-Allah, yang adalah sejenis kehidupan yang perlu dimiliki kaum beriman. Orang duniawi menekankan moral dan etika dan kehidupan agama; namun tidak ada yang Allah inginkan. Apa yang Allah inginkan adalah kehidupan manusia-Allah, yang adalah Allah dan manusia hidup bersama-sama. Dalam kehidupan keluarga Anda seharusnya ada kehidupan Allah bersama-sama dengan Anda. Sebagai istri, Anda harus memiliki Allah menjadi istri bersama Anda. Sebagai suami, Anda harus memiliki Allah menjadi suami bersama Anda. Sebagai sekerja, Anda harus memiliki Allah menjadi sekerja bersama Anda. Bahkan ketika Anda berbelanja, kalian harus memiliki Allah berbelanja bersama Anda. Saya sering berdoa, “Tuhan, apakah Engkau mau pergi bersamaku? Saya memiliki sedikit perkataan bahwa saya ingin berbicara kepada Saudara Anu, Tuhan, maukah Engkau pergi bersamaku?” Tidak hidup sendirian tetapi hidup bersama-sama dengan Allah dan jalan ini adalah kehidupan manusia-Allah.
Kita bukanlah ahli agama yang menempuh kehidupan agama. Kita bukan pula pengikut-pengikut pengajaran Konghucu atau pemikiran-pemikiran Mencius, yang menempuh kehidupan moral dan etika. Kita adalah manusia-Allah yang menempuh kehidupan manusia-Allah. Pemulihan Tuhan adalah memulihkan jenis kehidupan manusia-Allah ini. (hal. 81)
ASPEK KETIGA PEMULIHAN TUHAN¾PELAKSANAAN GEREJA
Aspek ketiga pemulihan Tuhan adalah pelaksanaan gereja. Pertama-tama, gereja sebagai Tubuh Kristus yang universal adalah rumah Allah yang universal dan juga adalah Kerajaan Allah (Ef. 1:23; 1 Tim. 3:15-16; Mat. 16:18-19). Tiga hal ini–Tubuh Kristus, rumah Allah, dan Kerajaan Allah–adalah satu. Tubuh Kristus adalah rumah Allah, dan rumah Allah adalah Kerajaan Allah. (hal. 84)
Kesimpulannya, pemulihan Tuhan bukan hanya ada wahyu Allah tetapi juga kehidupan manusia-Allah; dan kehidupan manusia-Allah memerlukan pelaksanaan gereja yang tepat. Saya tidak dapat berkata bahwa dalam gereja setiap orang adalah manusia-Allah, seorang pemenang; tetapi saya dapat berkata bahwa kesempatan untuk kita menjadi manusia-Allah sangat besar, dan di sini kita mudah menjadi seorang pemenang. Hal ini dikarenakan dalam pemulihan Tuhan, setiap gereja lokal setiap hari memelihara kita untuk menjadi para pemenang, menjadi manusia-Allah. Saya berharap para penatua dan sekerja di setiap kota akan menciptakan suatu lingkungan di dalam gereja untuk memilihara kaum kudus menjadi manusia-Allah untuk menempuh kehidupan yang menang. (hal. 88)
SASARAN PEMULIHAN TUHAN
Gereja Katolik, denominasi-denominasi Protestan, perhimpunan Kaum Saudara, gereja-gereja Pentakosta, dan semua kelompok bebas tertahan oleh teologi yang tidak sempurna dan tidak alkitabiah dari wahyu sentral Allah dan kekurangan ekonomi kekal Allah yang lengkap karena mengabaikan, melalaikan, dan menentang lima butir di atas mengenai Roh Allah. …Pemulihan Tuhan hari ini hanya memulihkan butir-butir penting ini mengenai Roh Allah dalam pergerakan ekonomi kekal Allah….Jika kita menjawab untuk menjelaskan apa pemulihan hari ini, kita harus mampu menjawab dalam satu kalimat sederhana: Pemulihan Tuhan adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi-hayat, dan Roh pemberi-hayat menjadi Roh yang diperkuat tujuh ganda untuk membangun gereja yang menjadi Tubuh Kristus dan yang rampung menjadi Yerusalem Baru. …Allah harus mendapatkan sekelompok orang yang adalah manusia-Allah untuk menjadi para pemenang-Nya agar Dia merampungkan ekonomi kekal-Nya mengenai gereja menghasilkan Tubuh Kristus dan merampungkan Yerusalem Baru. (The Divine and Mystical Realm, hal. 17-18).
Kaum kudus yang terkasih, kehidupan berbaur yang demikian adalah realitas Tubuh Kristus. Jika di antara kita ada, jika tidak penuh setidaknya sebagian, kehidupan sedemikian, realitas Tubuh Kristus ada di antara kita. Ini adalah puncak tertinggi pemulihan di gereja-gereja lokal seperti Bukit Sion di Kota Yerusalem. Kehidupan perbauran yang demikian sebagai realitas Tubuh Kristus akan rampung akhir dalam Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru sebagai perluasan dan ekspresi Allah untuk selama-lamanya. (The Practical Points concerning Blending, hal. 37)
Apa yang akan kita kerjakan dalam terang wahyu ini? Tidak ada jalan lain untuk mencapai puncak tertinggi ini kecuali berdoa. Ini lebih menjelaskan bahwa Yerusalem ada di sini sebagai alam yang besar orang-orang Kristen, tetapi di manakah Sion, para pemenang? Dalam Kitab Wahyu apa yang Tuhan inginkan dan apa yang Tuhan ingin bangun adalah Sion, para pemenang. Para pemenang adalah Sion itu, di mana Allah ada. Ini adalah realitas intrinsik dari wahyu rohani dalam Firman kudus Allah. Kita harus menyadari apa adanya pemulihan Tuhan. Pemulihan Tuhan adalah untuk membangun Sion. (hal. 46)
Pertanyaan-pertanyaan: