← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 7/24

PUNCAK TERTINGGI WAHYU ILAHI

Pembacaan Alkitab: Suplemen: No. 427

Kisah Para Rasul 8:30–31 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.

Wahyu 21:2 Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru, turun dari surga, dari Allah, yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya.

Wahyu 22:17a Roh dan pengantin perempuan itu berkata: "Marilah!" Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: "Marilah!"

I. Visi dan wahyu Tuhan telah mencapai puncak tertinggi:

A. Tujuh puluh tiga tahun yang lalu, dari tahun 1922 sampai hari ini (tahun. 1995), Tuhan dalam pemulihan-Nya terus memakai kita, mengembangkan pemahaman intrinsik terhadap Firman-Nya.

B. Dari tahun 1922 sampai tahun 1952, Saudara Nee meletakkan dasar yang baik.

C. Dari tahun 1952 sampai hari ini, kita telah melanjutkan untuk mengembangkan apa yang telah dia letakkan sebagai satu dasar.

D. Dua tahun yang lalu (1994), kita telah mencapai perampungan akhir dari pengembangan ini.

II. Pengkajian kristalisasi Alkitab:

A. Untuk melepaskan wahyu ilahi, kita perlu pengkajian kristalisasi Alkitab.

B. Pengkajian kristalisasi Alkitab adalah satu pelajaran yang lebih dalam dibandingkan dengan pelajaran-hayat Alkitab. Pelajaran-hayat membukakan seluruh Alkitab kepada kita secara umum, tetapi kita masih perlu masuk lebih dalam, untuk menjamah kristal-kristal, yaitu esens intrinsik Kitab Suci.

III. Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan:

A. Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan adalah inti puncak tertinggi wahyu ilahi.

B. “Berlian” dalam “kotak” Alkitab adalah wahyu yang di dalam Kristus Allah menjadi manusia supaya manusia ini menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan.

C. Allah menjadi seorang manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan). Ini adalah beban saya satu-satunya, berita saya satu-satunya.

IV. Yerusalem Baru¾sasaran unik ekonomi Allah:

A. Hari ini, dalam pemulihan Tuhan, semua sekerja haruslah belajar membicarakan tentang puncak tertinggi kebenaran ekonomi Allah ini¾Allah menjadi manusia, supaya manusia menjadi Allah, untuk merampungkan Yerusalem Baru.

B. Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung, menurut kerelaan kehendak kedambaan-Nya, dan dari maksud tertinggi ekonomi-Nya adalah membangun diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan-Nya dan umat pilihan-Nya ke dalam diri-Nya, supaya Dia dapat memiliki satu susunan dalam Kristus sebagai perbauran ilahi dengan insani untuk menjadi organisme-Nya dan Tubuh Kristus, sebagai ekspresi kekal-Nya, dan tempat saling huni bagi Allah sang Penebus dengan manusia tebusan. Perampungan akhir dari susunan ajaib dan berharga ini akan menjadi Yerusalem Baru untuk selama-lamanya.

V. Inkorporasi universal dari persatuan dan perbauran ilahi dengan insani:

A. Sasaran ekonomi Allah adalah inkorporasi universal, ilahi-insani yang diperbesar dari Allah yang telah rampung dengan kaum beriman yang dilahirkan kembali. Perampungan akhir dari inkorporasi universal ini adalah Yerusalem Baru.

B. Dalam ministri kita, kita harus memakai tiga istilah yang mengilustrasikan hubungan antara kaum beriman dengan Allah Tritunggal: persatuan, perbauran, dan inkorporasi.

VI. Aspek organik keselamatan Allah:

A. Manusia menjadi Allah¾melalui dilahirkan kembali, dikuduskan, diperbarui, diubah, diserupakan, dan dimuliakan.

B. Perampungan akhir keselamatan organik Allah adalah Yerusalem Baru¾Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung dengan manusia tripartit-Nya yang dilahirkan kembali, diperbarui, dikuduskan, diubah, diserupakan, dimuliakan menjadi inkorporasi universal ilahi dengan insani.

C. Penebusan yuridis Allah sebagai prosedur tidak ada tujuannya tanpa keselamatan organik Allah. Penebusan ini semata-mata bagi orang dosa ditebus, diampuni dosanya, dan menjadi orang yang dibenarkan Allah, tetapi tujuannya tidak jelas bagi kebanyakan kaum beriman yang dengan keliru menganggap pergi ke surga sebagai tujuan mereka ditebus dan tidak menyadarinya seturut wahyu Kitab Suci, bahwa penebusan yuridis Allah sebagai prosedur memiliki tujuan yang sama dengan penyelamatan organik Allah, yaitu melahirkan kembali kita, menggembalakan kita, menguduskan watak kita, memperbarui kita, mengubah kita, dan membangun kita menjadi Tubuh Kristus, yang perampungan akhirnya Yerusalem Baru sebagai tujuan akhir penyelamatan organik Allah menjadi perbesaran dan ekspresi Allah dalam kekekalan.

VII. Tiga tahap ministri Kristus:

A. Tiga tahap, tiga bagian Kristus: inkarnasi¾tahap Kristus di dalam daging, inklusi¾tahap Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, dan intensifikasi¾tahap Kristus menjadi Roh pemberi-hayat yang diintensifkan tujuh ganda.

B. Tiga bagian ministri Kristus:

1. Tahap pertama adalah ministri bumiah-Nya–dari inkarnasi-Nya sampai kematian-Nya untuk merampungkan penebusan yuridis-Nya di dalam daging.

2. Tahap kedua adalah ministri surgawi-Nya–dari kebangkitan-Nya sampai akhir Kerajaan Seribu Tahun untuk merampungkan keselamatan organik-Nya di dalam alam ilahi dan mistikal.

3. Tahap ketiga adalah ministri surgawi-Nya yang diintensifkan tujuh ganda–dari kemerosotan gereja sampai penggenapan Yerusalem Baru dirampungkan melalui Roh yang diintensifkan tujuh ganda melalui keselamatan organik-Nya yang diintensifkan tujuh ganda di dalam alam mistikal.

VIII. Alam ilahi dan mistikal:

A. Allah Tritunggal sendiri sebagai alam mistikal, dan ini tidaklah “rumit”. Namun, di dalam alam ilahi dan mistikal dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik, ada beberapa perkara yang “rumit”. Perkara yang rumit ini adalah berkat-berkat untuk kita.

B. Kaum beriman seharusnya sangat menghargai bahwa mereka dapat masuk ke dalam alam ini.

Buku-buku Referensi: God-man, bab 1; The Governing and Controlling Vision in the Bible, Berita 1; The Triune God’s Revelation and His Move, Berita 12; Life-Study of Samuel, Bab 31; The New Revival—Arriving at the Highest Peak of the Divine Revelation, Berita 2 and 5; The Application of the Interpretation of the New Jerusalem to the Seeking Believers, Berita 5; The Issue of Christ Being Glorified by the Father with the Divine Glory, Bab 5; The High Peak of the Vision and the Reality of the Body of Christ, Berita 1-3; The Experience of God's Organic Salvation Equaling Reigning in Christ's Life, Berita 1-3; The Organic Aspect of God’s Salvation, Berita 5; Incarnation, Inclusion, and Intensification, Bab 2; Secret of God's Organic Salvation "The Spirit Himself with our Spirit", Bab 6; How to Be a Co-worker and an Elder and How to Fulfill Their Obligations, Berita 4; The Divine and Mystical Realm, Bab 3.

Cuplikan Berita Ministri:

VISI DAN WAHYU TUHAN MENCAPAI PUNCAK TERTINGGI

Selama 19 abad yang lalu, banyak pencinta Alkitab yang telah mempelajari Alkitab. Jika mereka ditanya apa yang Alkitab ajarkan, mereka akan memberi banyak jawaban yang berbeda. Apa yang saya sajikan kepada kalian dalam bab ini adalah standar tertinggi dari apa yang Alkitab ajarkan. Alkitab hanya mengajarkan lima hal: manusia-Allah, manusia baru, ciptaan baru, Tubuh Kristus, dan Yerusalem Baru. Tiga yang pertama–manusia-Allah, manusia baru, dan ciptaan baru–adalah tiga faktor untuk menghasilkan satu obyek dari dua aspek–Tubuh Kristus dan Yerusalem Baru. Manusia-Allah, manusia baru, dan ciptaan baru adalah untuk menghasilkan Tubuh Kristus, yang akan merampungkan Yerusalem Baru sebagai sasaran akhir Allah. Ini adalah pemahaman yang sejati dan intrinsik dari apa yang Alkitab ajarkan.

Selama tujuh puluh tiga tahun, dari tahun 1922 sampai [1995], Tuhan di dalam pemulihan-Nya telah memakai kita untuk mengembangkan pemahaman intrinsik terhadap Firman Allah. Selama tujuh puluh tiga tahun ini, ministri Saudara Nee mencakup tiga puluh tahun yang pertama, dari tahun 1922 sampai tahun 1952, yaitu tahun dia dipenjarakan. Selama periode itu Saudara Nee telah meletakkan dasar yang baik. Dari tahun 1952 sampai hari ini, selama empat puluh tiga tahun, kita, para sekerja Saudara Nee telah melanjutkan mengembangkan apa yang dia letakkan sebagai dasar. Dua tahun yang lalu kita telah mencapai perampungan akhir pengembangan kita. Pengembangan ini dirampungkan dalam manusia-Allah, manusia baru, ciptaan baru, Tubuh Kristus, dan Yerusalem Baru. Inilah kesimpulan jerih lelah selama tujuh puluh tiga tahun atas Kitab Suci. Saya percaya bahwa tidak ada yang lebih tinggi dari ini. Dua tahun yang lalu saya telah diduduki dengan perkara ini siang dan malam. Untuk melepaskan wahyu tinggi ini, ada keperluan untuk meletakkan pengkajian kristalisasi Firman kudus. (The God-Man, hal. 22-23)

PENGKAJIAN KRISTALISASI

Dalam serial berita ini, saya memiliki beban untuk mengkristalisasi Kitab Roma. Kitab Roma adalah kitab yang sangat umum dan populer di antara orang-orang Kristen. Saya sendiri sering kali menjelaskan kitab ini dalam sidang-sidang besar. Akhirnya, saya memiliki pelajaran-hayat Kitab Roma pada [tahun 1984]. Bahkan terlebih dulu kita mengerjakan kitab ini, saya masih merasakan beberapa hal ada yang tersembunyi, dan hal-hal ini adalah esens intrinsik wahyu ilahi Allah dalam Surat Kiriman kepada orang-orang Roma. (The Crystallization of the Epistle To The Romans, hal. 4)

Tahun 1994, Tuhan memimpin kita memulai pengkajian kristalisasi Alkitab, satu pelajaran yang lebih dalam dibandingkan pelajaran-hayat Alkitab. Belakangan ini setiap Rabu malam, saya membicarakan pengkajian kristalisasi Kitab Roma….Pelajaran-hayat membukakan seluruh Alkitab kepada kita secara umum, tetapi kita masih perlu menjamah kedalaman, kristal-kristal dari Kitab Suci. Sekalipun kita mengenal kitab Roma dan saya telah menjelaskannya beberapa waktu, masih ada banyak hal yang tersembunyi sebagai esens intrinsik wahyu ilahi. Melalui pengkajian kristalisasi sedemikian, Tuhan dapat mewahyukan esens intrinsik wahyu ilahi butir demi butir kepada kita. (The Governing and Controlling Vision in the Bible, hal. 13)

ALLAH MENJADI MANUSIA UNTUK MEMBUAT MANUSIA MENJADI ALLAH

DALAM HAYAT DAN SIFAT TETAPI BUKAN DALAM KE-ALLAHAN

Semua orang kudus seharusnya dimotivasi oleh wahyu dan visi Allah Tritunggal untuk bersatu dengan Dia bagi pergerakan-Nya untuk merampungkan ekonomi Perjanjian Baru-Nya di bumi. Hari ini hampir seluruh negara di dunia ini, kecuali negara Islam, telah diinjili. Hampir setiap tempat penuh dengan orang-orang Kristen. Lalu, apakah wahyu dan visi kita hari ini? Wahyu dan visi kita telah dipertinggi selama tiga tahun ini karena kita telah melihat puncak tertinggi wahyu Allah. Wahyu dan visi ini terutama mengenai Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Ini adalah inti puncak tertinggi wahyu ilahi di antara kita.

Visi kita hari ini adalah pergi memberitahukan puncak tertinggi kebenaran kepada orang-orang Kristen. Inilah yang kita kerjakan di Rusia selama beberapa tahun ini. Kita perlu menerangi mereka yang di kekristenan dengan puncak tertinggi wahyu ilahi. Hari ini ada pasaran untuk puncak tertinggi. Hari ini ke mana pun kita pergi, kita akan disambut jika kita dapat membicarakan puncak kebenaran ini. (The Triune God’s Revelation and His Move, hal. 97)

Jika kita membaca Alkitab tidak memperhatikan butir penting ini, kemudian, dalam pengertian yang sebenarnya, Alkitab terhadap kita adalah kitab yang kosong. Ini berarti, sekalipun Alkitab itu sejati dalam dirinya, dalam pemahaman kita Alkitab itu kosong. Sebagai satu ilustrasi, misalkan ada sebuah kotak yang sangat memikat, diisi berlian yang besar. Anak kecil mungkin tertarik pada kotak tersebut, tetapi bukan pada berlian itu. Namun, orang dewasa akan memusatkan perhatiannya pada berlian yang ada di dalam kotak. Hari ini, banyak orang Kristen memperhatikan Alkitab sebagai “kotak”, mereka tidak melihat dan mengapresiasi “berlian” yang ada di dalam kotak ini, dan mereka bahkan mungkin menghakimi orang yang memiliki apresiasi yang tepat terhadap “berlian” yang ada di dalam “kotak”. “Berlian” di dalam “kotak” Alkitab adalah wahyu yang menyatakan bahwa di dalam Kristus Allah telah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan).

Hari ini kebanyakan orang Kristen mengabaikan butir penting dalam Alkitab yang menyatakan bahwa di dalam Kristus Allah telah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan) dan bahkan Allah damba membaurkan diri-Nya dengan manusia untuk menjadi satu kesatuan. Beberapa orang bukan saja mengabaikan butir ini; mereka memfitnah dengan menganggap bidah mereka yang mengajarkan hal ini. Hari ini banyak orang percaya kepada satu aspek butir penting ini–bahwa Allah menjadi seorang manusia yang bernama Yesus–tetapi mereka tidak percaya aspek lainnya–bahwa manusia menjadi Allah dalam hayat dan sifat (tetapi bukan dalam ke-Allahan). (Life-Study of Samuels, hal. 204)

Karena itu, mulai tahun 1984 saya menyampaikan banyak berita mengenai ekonomi Allah. Kemudian pada musim semi [1994] saya melanjutkan sampai pada yang tertinggi. Saya melihat bahwa hanya melalui Allah menjadi manusia untuk membuat manusia menjadi Allah Tubuh Kristus baru dapat dihasilkan. Butir ini adalah puncak tertinggi visi yang Allah berikan kepada kita.

Sesungguhnya, pada permulaan abad keempat Athanasius, yang menyajikannya pada sidang Nicea, mengatakan bahwa “Allah menjadikan manusia supaya kita dapat menjadi Allah.” Pada waktu itu dia adalah ahli teologi muda yang belum mendapat perhatian. Perkataannya ini menjadi semboyan terkenal dalam sejarah gereja. Namun, selanjutnya, pelan-pelan orang-orang yang di dalam kekristenan bukan saja tidak membicarakan hal ini tetapi tidak berani mengajarkan hal ini. (The High Peak of the Vision and the Reality of The Body of Christ, hal. 15)

Pada sidang istimewa berbahasa China bulan Pebruari [1994],…beban saya adalah menyampaikan perkara ini. Selama dua puluh tujuh tahun saya tidak menulis kidung baru….Beberapa hari sebelum sidang istimewa berbahasa China, saya menulis sebuah kidung dengan empat bait:

1. O, a-ja-ib! O, mis-te-ri! Al-lah ber-baur d’ngan ma-nu-sia!

Al-lah ja-di ma-nu-si-a, biar ma-nu-sia ja-di Al-lah!

E-ko-no-mi nan mis-te-ri, yang ti-dak da-pat di-du-ga.

Da-ri hasrat ha-ti Al-lah, ca-pai tu-juan ter-ting-gi-Nya.

2. Allah jadi manusi-a, agar aku “jadi Allah”;

Hayat, sifat sama d’ngan Dia, namun tanpa ke-Allahan!

Atribut-Nyalah bajikku, citra mu-lia-Nya ku pancar! (2x)

3. Bukan lagi aku hidup, tapi ku hidup dengan-Nya;

D’ngan kaum saleh dibangunkan di dalam Allah Tritunggal;

Jadi rumah semesta-Nya, juga Tubuh organik-Nya;

Jadi wadah korporat-Nya, yang ekspresikan diri-Nya.

4. Kelak Yerusalem Baru, totalitas visi, wahyu;

Allah Tritunggal, ma-nu-sia, jadi pasangan yang kekal,

Sifat Allah, sifat insan, saling huni, saling tinggal,

Mu-lia Allah dalam insan, terpancar luas t’rang benderang.

(Kidung No, 785)

Dalam ribuan tahun sejarah kekristenan tidak ada satu kidung dalam kategori ini. Ini adalah kidung yang unik dalam kategori kidung ini. Kidung ini membicarakan dengan jelas puncak tertinggi visi Allah (The High Peak of the Vision and the Reality of The Body of Christ, hal. 16-17)

YERUSALEM BARU ¾ SASARAN TERTINGGI EKONOMI ALLAH

Dalam …Alkitab [Allah] memperlihatkan kepada kita…wahyu besar, yaitu Allah ingin membuat diri-Nya sendiri sama seperti manusia….Dia adalah Allah, namun Dia mengambil sifat manusia, dan mengenakan tubuh manusia, dan memiliki hayat manusia untuk tinggal dan hidup bersama-sama manusia supaya menjadikan manusia, umat pilihan-Nya, sama seperti Dia. Maka, sekalipun manusia ini adalah insani, mereka memiliki hayat dan sifat-Nya…Dia adalah Allah yang memiliki sifat insani kita, demikian juga, kita adalah manusia dan juga memiliki sifat ilahi-Nya….Melalui dua sifat dan dua kehidupan ini Allah membaurkan diri-Nya dengan manusia supaya hayat ilahi-Nya dapat diperhidupkan melalui keinsanian di antara manusia, dan supaya umat tebusan-Nya dapat memiliki keilahian-Nya dan dalam keilahian-Nya dapat hidup serupa Allah melalui keinsanian yang dibangkitkan dan dipertinggi.

Akhirnya, akan membuat Allah dan manusia serupa dan dibaurkan bersama-sama dan bahkan dibangun bersama-sama. Allah membangun diri-Nya sendiri…ke dalam manusia dan membangun manusia ke dalam diri-Nya….Inilah satu manusia baru di alam semesta. Inilah yang diperlihatkan Efesus 4 kepada kita. Perampungan akhir manusia baru ini adalah Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah susunan Allah dan manusia, manusia dan Allah, yang disusun menjadi satu, ini adalah keilahian yang diekspresikan dalam keinsanian dan keinsanian dimuliakan dalam keilahian. Karena itu, keduanya–keilahian dan keinsanian–menjadi tempat saling huni. Dia yang adalah Allah namun manusia tinggal dalam dia yang adalah manusia namun Allah, dan dia yang adalah manusia namun Allah tinggal di dalam Dia yang adalah Allah namun manusia. Mereka adalah tempat saling huni. Maka, kemuliaan ilahi-Nya terpancar dengan terang benderang dengan kemegahan yang besar dalam keinsanian….Ekonomi ini adalah Allah dan manusia menjadi satu kesatuan, sebagai dia yang adalah Allah namun manusia dan manusia namun Allah. (The Dispensing, Transformation and Building of the Processed Divine Trinity in the Believers, hal. 37-38)

INKORPORASI UNIVERSAL DARI SIFAT ILAHI DAN SIFAT INSANI

Alkitab sebenarnya menyingkapkan hanya satu hal–inkorporasi universal. Allah yang penuh tujuan memiliki satu ekonomi, dan dalam ekonomi-Nya Dia bermaksud memiliki satu inkorporasi universal. Dalam batin-Nya ada suatu tujuan, yaitu hendak menghasilkan satu inkorporasi universal. Di kedalaman batin-Nya, Allah memiliki tujuan untuk menghasilkan satu inkorporasi universal. Akhirnya, di kekekalan dalam langit baru dan bumi baru, akan menjadi Yerusalem Baru, sasaran unik Allah dalam ekonomi-Nya.

Sekalipun kita telah melihat Yerusalem Baru adalah sasaran ekonomi Allah, kita tidak nampak Yerusalem Baru adalah suatu inkorporasi. Dalam Wahyu 21:2, rasul Yohanes berkata, ”Aku melihat kota kudus, Yerusalem Baru,” dan di ayat selanjutnya dia berbicara tentang Yerusalem Baru adalah “Kemah Allah”. Yerusalem Baru sebagai kemah Allah adalah tempat kediaman Allah. Kita sangat kenal terhadap aspek Yerusalem Baru ini; ini telah menjadi pengenalan usang bagi kita. Sekarang kita perlu belajar sesuatu yang baru dan nampak Yerusalem Baru sebagai kemah Allah adalah inkoporasi universal. (The Issue of Christ Being Glorified by the Father With the Divine Glory, hal. 29-30)

Kemudian dalam Yohanes 4:20 Tuhan berkata bahwa pada hari kebangkitan, murid-murid akan tahu bahwa Dia di dalam Bapa, mereka di dalam Dia, Dia juga di dalam mereka. Persona Putra ini di dalam Bapa, persona yang lain. Kemudian kita, berjuta-juta persona, di dalam persona Putra. Juga, Putra ada di dalam kita. Persatuan dan perbauran mengacu kepada hubungan kita dengan Tuhan dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam persona kita. Seturut manusia, tidak ada seorang pun yang dapat berada di dalam orang lain. Tetapi di dalam alam ilahi dan mistikal, Allah yang rampung dan kaum beriman yang dilahirkan kembali, persona-persona ini, tinggal dalam satu sama lain. Ini adalah inkorporasi. Di alam semesta ini, inkorporasi ilahi dan insani, persona-persona tinggal dalam satu sama lain, yaitu mereka saling huni.

Di alam semesta, ada Allah, manusia, Satan, dan malaikat-malaikat. Malaikat-malaikat termasuk Satan dan malaikatnya yang jatuh, tidak dianggap persona. Allah dan manusia adalah persona korporat. Allah bukan hanya persona yang sendirian. Dia adalah tiga¾Bapa, Putra, dan Roh¾persona korporat. Kita, jutaan kaum beriman, juga adalah persona korporat. Persona-persona ini sekarang ada di dalam satu sama lain. Ini bukanlah perbauran tetapi inkorporasi.

Kata inkorporasi juga menunjukkan bahwa persona-persona ini diinkorporasikan bersama untuk merampungkan tujuannya, yaitu untuk melaksanakan ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah karier besar, bisnis besar. Untuk melaksanakan ekonomi-Nya, Allah memerlukan manusia diinkorporasikan ke dalam Dia. Manusia dan Allah, keinsanian dan keilahian, sebagai persona-persona, berinkorporasi bersama untuk tujuan yang sama, sasaran yang sama, untuk melaksanakan bisnis yang sama, yaitu ekonomi kekal Allah. (hal. 41)

ASPEK ORGANIK KESELAMATAN ALLAH

Bagaimana Allah dapat membuat manusia menjadi Allah? Setelah Allah melahirkan kembali kita, dengan diri-Nya sebagai hayat, Dia selanjutnya melaksanakan pekerjaan pengudusan, pembaruan, dan pengubahan di dalam kita oleh Roh hayat-Nya. Allah menjadi manusia melalui inkarnasi; manusia menjadi Allah melalui pengubahan. Ketika Tuhan Yesus hidup sebagai seorang manusia di bumi, Dia naik ke atas gunung dan diubah rupa. Pengubahan rupa ini terjadi sepintas saja. Namun, pengubahan kita menjadi Allah bukan sesuatu yang terjadi tiba-tiba. Sebaliknya pengubahan adalah seumur hidup sampai kita diserupakan kepada gambar-Nya. Akhirnya, kita akan masuk bersama Dia ke dalam kemuliaan; yaitu tubuh kita akan ditebus. Hal ini akan menjadi langkah terakhir dari penebusan seluruh diri kita yang membawa kita masuk ke dalam mulia. Karena itu, pengubahan rupa adalah melalui kelahiran kembali, pengudusan, pembaruan, pengubahan, penyerupaan, dan pemuliaan sehingga kita dapat menjadi Allah, 1 Yohanes 3:2 mengatakan bahwa ketika “Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.“ (The High Peak of the Vision and the Reality of The Body of Christ, hal. 31)

[Keselamatan lengkap Allah memiliki aspek yuridis dan organik,] yang dirampungkan secara yuridis adalah langkah permulaan sebagai penebusan lima butir, yang dilaksanakan secara organik adalah langkah selanjutnya sebagai penyelamatan yang berbeda dari penebusan dan mencakup delapan butir. Penebusan dirampungkan secara yuridis, sedangkan penyelamatan dilaksanakan secara organik. Delapan butir aspek organik menghasilkan gereja Allah untuk menyusun Tubuh Kristus yang akan merampungkan Yerusalem Baru, yang adalah sasaran akhir ekonomi kekal Allah, yaitu satu organisme yang disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan umat-Nya yang telah dilahirkan kembali, diubah, dan dimuliakan bersatu dan berbaur sebagai satu menjadi perbesaran dan ekspresi Allah dalam kekekalan.

Sangat disayangkan, banyak orang beriman sepanjang generasi memiliki anggapan penebusan yang Allah rampungkan bagi kita dalam prosedur sebagai tujuan keselamatan Allah…ini adalah kekurangan besar dari kebanyakan orang beriman hari ini mengenai keselamatan Allah dalam hayat. Sebagai akibatnya, mereka mengabaikan penuntutan dan pertumbuhan kepada pertumbuhan penuh dalam hayat Allah dan dengan sulit melihat sesuatu mengenai pembangunan Tubuh Kristus, kehilangan banyak perampungan sasaran akhir ekonomi kekal Allah, yang adalah Yerusalem Baru. Terlebih lagi, mengenai Yerusalem Baru sebagai kesimpulan seluruh Alkitab, hampir tidak ada seorang pun yang tahu apakah Yerusalem Baru ini, namun beberapa orang menganggap Yerusalem Baru sebagai surga di mana kaum beriman akan pergi ke sana setelah mereka mati. Karena kekurangan pengenalan mengenai keesaan universal Kristus dan sasaran unik ekonomi Allah, mereka membentuk sekte yang berbeda dan mendirikan gereja-gerejanya sendiri menurut kebenaran yang sebagian dari pandangan mereka yang tidak lengkap, yang membuat kondisi kekristenan hari ini terpecah belah dan kacau. (The Organic Aspect of God’s Salvation, hal. 14-15)

TIGA TAHAP MINISTRI KRISTUS

Saya berharap semua sekerja dapat melihat tiga tahap, tiga bagian Kristus: inkarnasi¾tahap Kristus di dalam daging; inklusi¾tahap Kristus menjadi Roh pemberi-hayat; dan intensifikasi¾tahap Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang diintensifkan tujuh ganda. Tiga tahap ini adalah tiga bagian sejarah Kristus. Ini berarti bahwa sejarah Kristus dibagi menjadi bagian inkarnasi-Nya, inklusi-Nya, dan intensifikasi-Nya.

Karena itu kita menekankan tiga kata¾inkarnasi, inklusi, dan intensifikasi–dan menekankan fakta bahwa inkarnasi menghasilkan umat tebusan, inklusi menghasilkan gereja-gereja, dan intensifikasi menghasilkan para pemenang untuk membangun Tubuh Kristus, yang rampung dalam Yerusalem Baru sebagai sasaran unik ekonomi Allah. Ini adalah wahyu dalam Perjanjian Baru. (Incarnation, Inclusion, and Intensification, hal. 21)

Perjanjian Baru dengan jelas memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan kita menjadi sesuatu tiga kali. Pertama, sebagai Allah, Dia menjadi daging; yaitu sebagai Allah yang tak terbatas menjadi manusia yang terbatas. Selanjutnya, sebagai Adam yang terakhir, manusia di dalam daging, Dia menjadi Roh pemberi-hayat. Ketiga, sebagai Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, Dia menjadi tujuh Roh. Dalam Perjanjian Baru kita melihat bahwa Kristus memiliki tiga tahap ini. Kebanyakan orang Kristen hanya melihat satu zaman Perjanjian Baru; mereka tidak melihat dalam zaman ini ada tiga tahap. Pada tahap pertama, Dia adalah Anak Manusia dalam daging; ini adalah tahap inkaransi-Nya dalam empat Injil. Pada tahap kedua Dia sepenuhnya adalah Roh itu; ini adalah tahap inklusi-Nya dimulai dari Kitab Kisah Para Rasul sampai Surat Yudas, dua puluh dua kitab ini berkaitan dengan Roh pemberi-hayat menjadi tujuh Roh, Roh yang diintensifkan tujuh ganda. Pada tahap ketiga Roh pemberi-hayat telah menjadi tujuh Roh, Roh yang diintensifkan tujuh ganda; inilah tahap intensifikasi-Nya dalam Kitab Wahyu. Ada Kristus tiga “menjadi” dalam tiga tahap-Nya. Menjadi-Nya yang pertama pada tahap inkarnasi-Nya, menjadi-Nya yang kedua pada tahap inklusi-Nya, dan menjadi-Nya yang ketiga pada tahap intensifikasi-Nya. Inilah Perjanjian Baru. (How To Be a Co-worker and an Elder and How to Fulfill Their Obligations, hal. 61)

ALAM ILAHI DAN MISTIKAL

Kita telah melihat bahwa Roh itu telah rampung dan Kristus telah menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik. Karena itu, kita sekarang dapat membicarakan alam ilahi dan mistikal dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik ini. Alangkah ajaibnya alam ini!

Kita sudah menunjukkan bahwa tiga dari Trinitas Ilahi adalah swa-ada, kekal-ada, dan saling huni, dan bahkan Bapa, Putra, dan Roh adalah satu alam ilahi dan mistikal. Allah Tritunggal sendiri sebagai alam mistikal tidak “rumit”, tetapi dalam alam ilahi dan mistikal dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik ada sejumlah “kerumitan,” semuanya adalah berkat untuk kita.

Allah menginginkan kita di dalam Dia. Jika Dia hanyalah Allah Tritunggal tanpa keinsanian, kematian, dan kebangkitan Kristus, kita dapat masuk ke dalam Dia, kita akan menemukan Bapa, Putra, dan Roh, tetapi tidak mendapatkan keinsanian, kematian, dan kebangkitan. Namun, ketika kita masuk ke dalam alam ilahi dan mistikal dari Roh yang telah rampung dan Kristus yang pneumatik, kita tidak hanya memiliki keilahian tetapi juga keinsanian Kristus, kematian Kristus dan khasiat kematian-Nya, kebangkitan Kristus dan kuat kuasa kebangkitan-Nya. Semuanya ada di dalam alam yang ajaib ini. (The Divine and Mystical Realm, hal. 40)

Kaum beriman seharusnya memandang tinggi masuk ke dalam alam ini, menyadari bahwa tanpa Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, tanpa Kristus yang adalah Kristus yang pneumatik, tanpa Kristus yang adalah Tuhan Roh, dan tanpa Kristus yang adalah Kristus di dalam kebangkitan dan bukan hanya Kristus di dalam daging, dengan mutlak tidak ada jalan bagi kaum beriman berbagian dalam mengalami, dan menikmati bagian organik keselamatan lengkap Allah di dalam Kristus. (hal. 47-48)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Bagaimana visi dan wahyu Tuhan dapat mencapai puncak?

2. Apakah sentral puncak tertinggi wahyu ilahi?

3. Bagaimana Yerusalem Baru dihasilkan?

4. Apa dua aspek keselamatan lengkap Allah itu?

5. Bagaimana keselamatan lengkap Allah merampungkan tiga tahap ministri penuh Kristus dalam alam ilahi dan mistikal?