← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 10/24

DISUSUN OLEH KEBENARAN ILAHI

Pembacaan Alkitab: Suplemen No. 722

Kolose 3 : 16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

1 Timotius 4 : 6 Dengan selalu mengingatkan hal-hal itu kepada saudara-saudara kita, engkau akan menjadi seorang pelayan Kristus Yesus yang baik, terdidik dalam soal-soal pokok iman kita dan dalam ajaran sehat yang telah kauikuti selama ini.

Efesus 1 : 17-18 Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.

Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.

I. Disusun oleh kebenaran, untuk melaksanakan ministri Perjanjian Baru:

A. Untuk merampungkan ministri Perjanjian Baru, untuk membangun Tubuh Kristus, kita perlu disusun oleh ministri Perjanjian Baru Allah.

B. Jika kita bersunguh-sungguh terhadap Tuhan, mengasihi Tuhan, dan mengasihi pemulihan-Nya, kita harus membiarkan diri kita disusun dengan ministri Perjanjian Baru ini.

C. Susunan kita seharusnya bukan sesuatu sepuhan, tetapi harus menjadi sesuatu yang ditempakan ke dalam diri kita¾Why. 17:4a; Kol. 3:16; 1 Tim. 4:6.

D. Jika kita mau memelihara pemulihan Tuhan di dalam keesaan sejati dan tetap tinggal di jalur sentral ekonomi kekal Allah, maka harus memiliki pengenalan kebenaran yang memadai.

E. Setelah masuk ke dalam ministri Perjanjian Baru, kita harus memiliki beberapa cara yang tepat untuk membantu semua kaum kudus dalam pemulihan dengan solid dididik dalam ministri Perjanjian Baru ini.

II. Perlu kebenaran untuk membangun gereja:

A. Sebagai Rumah Allah yang hidup, gereja perlu hayat; sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran, gereja juga perlu kebenaran yang solid dan hidup¾1 Tim. 3:15.

B. Gereja perlu Roh itu tetapi Roh itu terwujud dalam firman; ketika kita menjamah firman, kita menerima Roh itu¾Yoh. 6:63; Ef. 6:17.

C. Sejarah memberitahu kita, supaya membantu gereja dihasilkan, bertahan, terbangun, kita dengan ngotot perlu kebenaran yang hidup.

III. Mempelajari terbitan-terbitan ilahi yang diterjemahkan dan ditafsirkan adalah cara terbaik untuk belajar kebenaran ilahi:

A. Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kakinya dan berita-berita Pelajaran-hayat, membuka seluruh Alkitab secara umum:

1. Alkitab Versi Pemulihan dan berita Pelajaran-hayat membukakan tambang Kitab Suci; kita harus memasuki tambang yang terbuka, untuk menggali barang-barang mustika melalui banyak jerih lelah.

2. Kalian seharusnya tidak membaca Alkitab Versi Pemulihan dan berita-berita Pelajaran-hayat seperti membaca surat kabar atau buku referensi, tetapi harus seperti membaca textbook:

a. Jika kalian hanya membaca berita-berita Pelajaran-hayat (seperti membaca surat kabar), kalian hanya akan manerima perawatan sementara dan inspirasi yang kalian terima seperti uap di udara.

b. Ketika apa yang kita baca, melalui sorotan terang surgawi, di dalam kita menjadi kebenaran, maka apa yang kita baca menjadi perawatan yang terus menerus dan dalam jangka waktu yang lama.

c. Jalan satu-satunya agar kebenaran masuk ke dalam kita adalah melalui pikiran kita. Jika kalian tidak memahami kebenaran, kebenaran tidak dapat masuk ke dalam kalian¾Mat. 13:19, 23; Luk. 24:45; Ef. 1:18.

B. Memasuki berita-berita pengkajian kristalisasi, yang akan memimpin kita memasuki kedalaman dan kristal Kitab Suci, dan akan mewahyukan kepada kita esens hakiki dari wahyu ilahi butir demi butir.

C. Mempelajari berita-berita puncak tertinggi wahyu ilahi yang dilepaskan antara tahun 1994 sampai dengan tahun 1997, dan belajar untuk membicarakan kebenaran puncak tertinggi menurut kebudayaan baru dari bahasa baru di alam ilahi dan mistikal.

IV. Jalan disusun dengan kebenaran¾DBHT

A. Mendoa-bacakan Kitab Suci.

B. Mempelajari firman dengan roh yang penuh doa, di bawah sorotan terang surgawi, dan dengan bantuan buku-buku ministri.

C. Menghafat poin-poin penting kebenaran menurut pemahaman kita terhadap wahyu ilahi.

D. Bertutur sabda untuk menyalurkan kebenaran ilahi yang telah disusun ke dalam kita.

V. Para pemimpin seharusnya memimpin, mendorong, mengingatkan, bahkan memerintahkan kaum kudus untuk menuntut kebenaran:

A. Kita seharusnya sekuat tenaga membangunkan suatu atmosfir, dan menciptakan rasa lapar dan haus di dalam kaum kudus untuk menuntut kebenaran Tuhan.

B. Seperti orang tua yang memerintahkan anak-anaknya untuk makan makanan yang tepat, kita juga harus sekuat tenaga bukan hanya memohon kaum kudus tetapi juga memerintahkan kaum kudus untuk makan kebenaran ilahi di dalam Kitab Suci dengan tepat.

Buku-buku Referensi: Elders’ Training, Buku 3, Bab 1, 5, 8-12; Elders’ Training, Buku 5, Bab 3; Vital Groups, Berita 16; How to Be a Co-worker and an Elder and How to Fulfill Their Obligations, Berita 1; Truth Messages, Bab 2.

Cuplikan Berita Ministri :

DISUSUN DENGAN KEBENARAN

UNTUK MELAKSANAKAN MINISTRI PERJANJIAN BARU

Sebelum saya keluar dari daratan China, ministri Perjanjian Baru telah sepenuhnya disusun ke dalam saya. Saya tahu banyak doktrin, tetapi saya tidak dapat mengajarkan doktrin-doktrin tersebut. Pribadiku telah menjadi susunan ministri Perjanjian Baru. Kapan pun kalian meminta saya berbicara, di mana pun meminta saya berbicara, apakah dalam pernikahan, di depan meja makan, kepada keluargamu, kepada yang tua, yang muda, saudara-saudara, atau saudari-saudari, apa yang dapat saya katakan dan apa yang mau saya katakan adalah ministri Perjanjian Baru. Bagaimana kita melaksanakan ministri ini? Kita perlu menjadi orang yang disusun dengan ministri Perjanjian Baru Allah. Jika kalian bersungguh-sungguh terhadap Tuhan dan jika kalian mengasihi Tuhan bagi pemulihan-Nya dan kalian mengasihi pemulihan-Nya bagi Tuhan, kalian haruslah membuat dirimu disusun dengan ministri Perjanjian Baru.

Susunan kita seharusnya bukan sesuatu sepuhan. Harusnya menjadi sesuatu yang digarapkan ke dalam kita. Babel Besar adalah disepuh dengan emas (Why. 17:4), tetapi esens hakiki kaki pelita adalah emas. Kaki pelita adalah emas secara hakiki, secara mendasar, dan secara esens. Kebanyakan dari kita adalah emas sepuhan.…Pemulihan Tuhan tidak memustikakan barang sepuhan apa pun. Kita memustikan barang yang dasar, yang hakiki, yang esensial.

Jangan berpikir bahwa saya mendorong atau memerintahkan kalian belajar Pelajaran-hayat. …Semata-mata belajar berita-berita ini tidaklah berarti banyak. Kita harus menyerap Firman Tuhan dan membiarkan Firman secara organik diasimilasi ke dalam seluruh diri kita. Kemudian ketika kalian berbicara dan ketika kalian menyampaikan berita dalam prinsip pengajaran yang disampaikan dalam berita Pelajaran-hayat, kalian tidak hanya berbicara dari halaman-halaman yang tercetak. Kalian akan berbicara dari “serat” kalian. Kemudian pembicaraanmu akan menimbulkan ketertarikan dan pengaruh. Ini bukan kefasihan….Kefasihan tidak ada artinya. Kalian harus disusun dengan ministri Perjanjian Baru. (Elders’ Traing. Buku 3, hal. 52-53)

PERLU PENGENALAN KEBENARAN YANG MEMADAI

Karena kita kurang memadai mengenal kebenaran, kita dipengaruhi “hal-hal yang baik.” Pengenalan kebenaran yang memadai dapat menjaga kita. Sepanjang sejarah gereja, kekristenan mengambil banyak hal yang tidak selaras dengan kebenaran wahyu ilahi. Begitu pengenalan kebenaran yang memadai masuk, banyak perihal ini yang dibuang, “dihapus.” Sampai zaman Luther, Gereja Katolik telah mengambil banyak “kecemaran” dari praktek kafir dan doktrin yang tidak alkitabiah. Kemudian Luther bangun menyampaikan satu kebenaran yang mendasar¾dibenarkan oleh iman. Kebenaran ini telah membersihkan banyak pencemaran. Gereja Katolik menjadi “kotoran” karena kurang mengenal kebenaran. Jika saya mengetahui segala kecemaran, tanggung jawabku adalah membersihkannya dengan kebenaran. Banyak dari kita tidak memadai mengenal pemulihan Tuhan. Ini berarti kalian kurang terjaga dan kalian kehilangan penjagaan. Kita harus membersihkan kecemaran, bukan melalui perbuatan manusia, tetapi melalui menyajikan kebenaran. Begitu kaum kudus melihat kebenaran, mereka tahu di mana mereka berada, bahkan mereka tahu apakah pemulihan Tuhan. (hal. 85-86)

MEMIMPIN KAUM KUDUS MEMASUKI MINISTRI

Setelah memasuki ministri Perjanjian Baru, masih memiliki beberapa cara yang tepat atau yang terbaik untuk membantu kaum kudus di pemulihan untuk dengan solid dididik di dalam ministri Perjanjian Baru ini. Saya percaya tatkala seluruh kaum kudus di pemulihan menerima pendidikan yang tepat, mereka dengan spontan menjadi minister yang baik untuk melaksanakan ministri ini kepada orang luar, yang tidak percaya, dan orang-orang Kristen lainnya yang belum bersidang bersama kita. Saya merasa yang penting bagi kita adalah untuk menemukan cara apa yang terbaik untuk membantu kaum kudus di setiap gereja lokal memasuki hal yang sama yang kita sendiri telah masuki. (hal. 87)

Hari ini kita ada di sini bagi pemulihan Tuhan. Dalam jangka panjang, kita benar-benar harus membantu kaum kudus dalam pemulihan Tuhan untuk memasuki pendidikan rohani yang tertinggi. Kalian harus ingat bahwa kita masih meninggikan Kristus yang hidup, Roh pemberi hayat, hayat itu sendiri dan kelimpahannya, dan gereja dalam cara yang hidup. Untuk mempromosikan hal-hal ini, dan membawa orang ke dalam hal-hal ini, supaya mereka tetap tinggal di sana, kita perlu firman dan kita perlu kebenaran. Standar pemulihan Tuhan tergantung pada standar kebenaran yang kita beberkan. Kebenaran-kebenaran akan menjadi ukuran dan standar. (hal. 104-105)

PERLU KEBENARAN UNTUK MEMBANGUN GEREJA

Saya mengatakan ini untuk memperlihatkan kepada kalian bahwa di masa lalu saya berkesempatan menunjukkan dengan tegas bahwa yang disebut “Roh” tidak dapat membangun gereja, tetapi kebenaran atau doktrin yang solid dapat membangun. Tentu saja, jenis gereja apakah yang kalian bangun tergantung pada jenis kebenaran apa yang kalian ajarkan. Sejak Tahun 1962 di sini di Amerika Serikat kita sangat menekankan bahwa gereja-gereja dibangun bukan hanya melalui doktrin-doktrin tetapi melalui Kristus, Roh itu, dan hayat. …Akan tetapi kita sepenuhnya menyadari bahwa untuk menghasilkan gereja, untuk memiliki gereja yang eksis, dan untuk membangun gereja kita perlu membeberkan kebenaran yang solid, dan hidup yang penuh Kristus, penuh Roh itu, dan penuh hayat. Cara Allah melaksanakan ekonomi-Nya adalah memakai Firman kudus-Nya.

Seandainya di antara umat manusia di bumi, tidak pernah ada Alkitab, buku yang sedemikian. Jika kita tidak memiliki Alkitab di tangan kita selama lebih dari 2.000 tahun sejak Tuhan Yesus bangkit dan naik ke surga segala sesuatu akan ada di udara dan tidak ada yang solid. Bahkan hal-hal mengenai Roh tidak dapat solid. Roh itu tergantung pada Firman. Inilah kenapa Tuhan berkata bahwa perkataan-perkataan yang Dia katakan kepada kita adalah Roh (Yoh. 6:63). Perkataan yang Tuhan katakan adalah Roh yang solid. Tanpa Firman, maka Roh itu tidaklah solid. Tanpa Firman, Roh itu mungkin hanyalah “abstrak.” Namun, hari ini kita memiliki Alkitab. Banyak sekali contoh yang kita lihat bahwa kapan saja orang mengontaki Firman kudus, sering kali mereka mendapatkan Roh itu, tetapi hal ini sulit untuk memberi contoh di mana orang menjamah Roh itu dan kemudian mereka mendapatkan Roh itu. Kita tidak mudah memberi satu contoh, agar kita melihat orang menjamah Roh itu, maka mendapatkan Firman. Namun, ada banyak contoh besar yang memperlihatkan kepada kita bahwa ketika kalian menjamah Firman, kalian mendapatkan Roh itu. Ini adalah sejarah. Satu prinsip telah diletakkan melalui sejarah bahwa perlu ada kengototan atas kebenaran yang hidup untuk menghasilkan gereja, membantu gereja eksis, dan membangun gereja. (hal. 101-103)

Saya mau mengesankan kalian bahwa Firman ilahi adalah benar-benar apa yang kita perlukan dan kita seharusnya menjadi satu dengan Firman, penuh Firman, dijenuhi oleh Firman, dan disusun oleh Firman. Kemudian ketika kita melayani, kita melayankan Firman melalui Roh. Kita bukan melayankan Roh melalui Firman, tetapi melayankan Firman melalui Roh. Dalam Kisah Para Rasul pasal 4, sementara murid-murid dan para rasul berdoa, mereka dipenuhi Roh dan mulai membicarakan firman dengan berani (Kis. 4:31). Mereka tidak mengajar atau memberitakan Roh itu; Roh itu hanyalah kekuatan bagi mereka memberitakan firman. (hal. 39)

MEMPELAJARI TERBITAN-TERBITAN ILAHI YANG DITERJEMAHKAN

DAN DITAFSIRKAN ADALAH CARA TERBAIK UNTUK BELAJAR KEBENARAN ILAHI

Beberapa dari kalian memiliki anggapan terhadap pemulihan Tuhan dengan ringan. Kalian belum pernah memasuki Alkitab Versi Pemulihan dan belum pernah membaca berita Pelajaran-hayat lebih dari lima puluh berita, sekalipun sekitar seribu dua ratus berita Pelajaran-hayat telah diterbitkan.…Beberapa orang dari kalian telah ada di pemulihan selama bertahun-tahun namun kalian belum pernah memasuki elemen hakiki dari pemulihan Tuhan. Kita harus memperhatikan apa yang Tuhan telah perlihatkan kepada kita selama ini tidak dangkal. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 97)

Hari ini orang Kristen begitu dangkal, karena mereka tidak mau mengeluarkan harga dan jerih lelah dengan memadai. Kekayaan ini ada semuanya di sini di dalam Alkitab, seperti emas di dalam tambang, tetapi hampir tidak ada orang yang mau berjerih lelah menggalinya. Hanya membeli beberapa batangan emas bukan pekerjaan kita. Pekerjaan kita adalah menggali tambang emas. Kita sedang mengerjakan penambangan. Inilah pemulihan Tuhan. Saudara-saudara, saya berharap kalian di setiap lokalitas jangan mengulang perihal yang usang. Kita harus belajar untuk maju, belajar perkara surgawi, dan belajar membicarakan hal-hal yang lebih tinggi dan lebih dalam. (Elders’ Training, Buku 5, hal. 5)

Hari ini, cara terbaik memperoleh pengenalan akan ekonomi Perjanjian Baru Allah adalah memakai Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki dan berita-berita Pelajaran-hayat. Jangan mengira yang saya maksudkan dalam mengucapkan perkataan ini untuk mempromosikan bahan-bahan saya. Saya dengan sederhana memberitahu kalian secara jujur apakah cara terbaik disusun oleh kebenaran-kebenaran Perjanjian Baru. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 135-136)

Pelajaran-hayat bukan menggantikan Alkitab. Sebaliknya, mereka menyingkapkan Alkitab, menjelaskan Alkitab, membebaskan kekayaan tak terduga yang ada di dalam Alkitab. (The World Situation and the Direction of the Lord’s Move, hal. 26)

Saya telah memberikan kepada kalian setiap kitab Perjanjian Baru yang telah tersingkap, tetapi saya telah meninggalkan penggalian yang lebih maju kepada kalian. Saya hanyalah “membuka tambang,” dan saya tidak menggalinya sangat banyak. Begitu tambang terbuka dan ternyatalah mustika, hal ini mudah bagi beberapa orang untuk menggali mustika. Maksud dan sasaran kita menerbitkan berita-berita Pelajaran-hayat adalah untuk membuka tambang bagi kalian dapat masuk dan menggalinya. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 92-93)

Memakai Alkitab Versi Pemulihan dengan Catatan kaki

dan berita-berita Pelajaran-Hayat

Agar mendapatkan keuntungan secara penuh menyelami Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki dan berita-berita Pelajaran-hayat. Bukan tugas yang mudah untuk dibangun dalam kebenaran. Kalian harus mempelajari teks dan setiap catatan. Jika mungkin, adalah bermanfaat memeriksa ayat referensi. Kemudian kalian perlu mempelajari berita-berita Pelajaran-hayat. Kalian perlu memasuki berita-berita ini, jangan seperti membaca surat kabar atau buku referensi. Kalian harus memperhatikan teks Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki dan berita-berita Pelajaran-hayat sebagai text book….Jika kalian hanya membacanya dengan cara yang ringan, kalian tidak dapat memasukinya. Kalian harus mempelajarinya sebagai textbook.

Jika kalian hanya membaca Pelajaran-hayat, kalian hanya menerima perawatan sementara. Bagi Anda hanyalah menjadi sejenis inspirasi. Inspirasi sama seperti uap di udara. Ketika apa yang kita baca menjadi kebenaran di dalam kita, perawatan ini tetap tinggal selama-lamanya.…Yang saya telah terima bukan semuanya inspirasi, seperti uap. Yang saya terima dari Tuhan selalu kebenaran yang solid, karenanya tetap tinggal di dalam saya, merawat saya sepanjang waktu. Kalian harus memiliki kebenaran. Satu-satunya cara agar kebenaran masuk ke dalam kalian adalah melalui pikiran. Kemudian tetap tinggal di dalam ingatanmu. Jika Anda tidak mengerti, kebenaran tidak dapat masuk ke dalam kalian. Kebenaran masuk ke dalam kalian melalui pikiran, pemahamanmu. Juga, jika kebenaran masuk ke dalam ingatan kalian, kebenaran ini akan menjadi perawatan yang terus menerus dan dalam waktu yang lama. Kemudian kalian memiliki simpanan kebenaran, dan kalian adalah orang yang terus menerus di bawah perawatan. Kemudian kalian akan tahu bagaimana menyajikan kebenaran kepada orang lain, bukan hanya menginspirasi mereka atau menggerakan mereka, tetapi membuat mereka solid dan disusun dengan kebenaran (p. 94)

Terang Surgawi Terpancar dari Perkataan yang Tertulis

Ada banyak fakta besar dalam Alkitab. Namun, tidak memadai kalau hanya membaca fakta-fakta ini. Melalui membaca kalian menerima doktrin, laporan, atau berita. Tetapi sambil membaca, kalian perlu terang surgawi untuk menerangi fakta-fakta tersebut. Ketika terang memancar, doktrin dengan segera berubah menjadi kebenaran. Dalam cara ini, kalian menyadari hal yang sejati, realitas. Karena itu, untuk mengenal kebenaran, kita lebih dulu perlu fakta dan kemudian terang yang menyiarkan gambaran fakta-fakta ke dalam kita.

Roh Realitas adalah aliran listrik surgawi, melaluinya perihal rohani dapat disiarkan ke dalam kita. Alkitab juga berkata bahwa Firman adalah kebenaran (Yoh. 17:17). Semua fakta rohani tercakup di dalam Firman dan disalurkan melaluinya.…Akan tetapi, tanpa penerangan dari listrik surgawi, fakta-fakta ini hanya doktrin semata. Tetapi ketika Roh terpancar di atas fakta-fakta ini yang tercatat dan disampaikan dalam Alkitab, maka fakta-fakta tersebut menjadi kebenaran, menjadi realitas. (Truth Messages, hal. 18-20)

Garis-garis Besar, Catatan Kaki, dan Ayat-ayat Referensi

Ketika kita mempelajari Alkitab Versi Pemulihan, ada tiga materi yang dapat membantu ayat Alkitab: garis-garis besar, catatan kaki, dan ayat-ayat referensi. Catatan kaki sangatlah penting; tetapi saya ragu banyak dari kalian yang menyadari garis-garis besar yang lebih penting dibanding catatan kaki. Saya tidak mengatakan ayat-ayat referensi sangat penting. Saya hanya mengatakan bahwa mereka dapat membantu. Pertama, saat membaca Alkitab Versi Pemulihan kalian harus belajar dari garis besar. Garis besar adalah materi pertama yang penting. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 16)

Memasuki Berita-berita Pengkajian Kristalisasi

Beberapa sekerja dan para penatua sering berkata kepada saya, ”Saya tidak berani membicarakan kebenaran-kebenaran tinggi ini karena kaum beriman yang saya layani tidak dapat memahaminya menurut kondisi rohaninya hari ini.” Saya lalu menjawab,” Bukan mereka yang tidak mengerti, melainkan kalian yang tidak jelas mengutarakannya.” Kita hanya setelah mengenal, mengalami, dan memperoleh Kristus, barulah kita dapat membicarakan kepada orang lain, menurut bahasa baru dalam pemulihan Tuhan mengenai Kristus ini yang telah kita dapatkan. Kita harus belajar memakai bahasa baru untuk membicarakan kebudayaan baru di alam ilahi dan mistikal. Kemudian orang akan mendengarkan kita dengan sangat senang dan akan dengan pasti memahami hal-hal yang kita bicarakan. Hanya melalui cara ini kita bersyarat menjadi para sekerja dan penatua. Kalau tidak, kita tertinggal di dalam pergerakan Tuhan di zaman ini. (How to Be a Co-worker and an Elder and How to Fulfill Their Obligations,hal. 16-17)

JALAN DISUSUN DENGAN KEBENARAN¾D B H T

Agar disusun dengan kebenaran, kita perlu doa-baca dan kemudian belajar. mendoa-bacakan ayat-ayat seperti Yohanes 1:1 dan14 meletakkan dasar yang baik. Kemudian kita dapat mempelajari poin-poin penting dari ayat-ayat ini dengan bantuan Pelajaran-hayat. Dengan ini membantu kita menemukan apakah kasih karunia dan realitas itu. Kita harus mempelajari kebenaran kata demi kata, istilah demi istilah, dan kalimat demi kalimat. Dengan sendirinya, kita dapat menghafalkan apa yang kita doa-bacakan dan pelajari. Kita harus bertutur sabda dengan apa yang kita dapat hafalkan; apa yang kita dapat hafalkan adalah yang kita sudah pelajari; dan apa yang sudah kita pelajari adalah apa yang sudah kita doa-bacakan. (The Vital Groups, hal. 142-143)

PARA PEMIMPIN SEHARUSNYA MEMIMPIN, MENDORONG, MENGINGATKAN, BAHKAN MEMERINTAHKAN KAUM KUDUS

UNTUK MENUNTUT KEBENARAN

Kita harus melakukan yang terbaik untuk memasuki kebenaran-kebenaran ini dan mendapatkan kebenaran-kebenaran ini tersusun ke dalam kita. Hal ini tidak dapat dikerjakan dalam jangka waktu yang singkat, tetapi hal ini harus menjadi pelaksanaan kita. Saya juga memiliki beban, bahwa semua orang yang memimpin, entah penatua atau orang yang melayani yang mengambil pimpinan, haruslah memiliki beban sesungguhnya untuk berdoa bagi kaum kudus di lokalitasmu, agar Tuhan membangkitkan ketertarikan mereka, membangkitkan hati mereka yang mau menuntut, membangkitkan roh mereka untuk menuntut Tuhan dalam kebenaran-Nya. Kebenaran tidak berada di tempat lain tetapi di dalam Alkitab, namun Alkitab perlu orang yang menyingkapkan. Kita perlu memimpin kaum kudus ke dalam pengenalan yang sejati, benar, dan tepat atas keperluan Alkitab dan juga bantuan dari berita-berita Pelajaran-hayat dan Alkitab Versi Pemulihan.

Kita harus membantu kaum kudus membangun suatu pelaksanaan atau kebiasaan setiap hari mereka dapat mencurahkan setengah jam lamanya dalam Firman. Mereka harus mempelajari setiap hari tiga kali, setiap kali sepuluh menit, atau satu kali setengah jam. Kita harus memerintahkan mereka untuk tiap hari mendoa-bacakan dua atau tiga ayat dari kitab ini.…Mereka juga memerlukan bantuan catatan kaki dan berita Pelajaran-hayat untuk memasuki kebenaran. Kaum kudus perlu mengambil cara ini setiap hari memasuki kebenaran. Setelah satu tahun mempelajari Alkitab dalam cara ini, akan ada perubahan yang solid dalam kehidupan keluarga kaum kudus, kehidupan pribadi, dan kehidupan gereja….Kita mungkin mengira hal ini terlalu lamban, tetapi sekalipun kita mengeluarkan waktu sepuluh tahun untuk membaca habis seluruh Perjanjian Baru, masihlah baik.…Hal ini bukanlah perkara jumlah kuantitas, melainkan perkara kesabaran. Kalian harus sabar mempelajari Alkitab semacam ini. Saya kira kita perlu untuk mengingatnya minggu demi minggu, dan ada kalanya para penatua perlu memberikan petunjuk, semangat, dorongan kepada kaum kudus. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 108-109)

Banyak dari kalian yang pemimpin tidak pernah mendorong kaum kudus untuk memasuki kebenaran dengan cara memakai Pelajaran-hayat. Kalian membiarkan perkara kaum kudus memasuki Pelajaran-hayat sama sekali terserah mereka. Kalian tidak peduli apakah ini adalah perkara yang mati atau hidup. Cara memasuki kebenaran ini seperti seorang yatim piatu dengan tanpa ayah dan ibu, dengan tidak ada perawatan. Ini telah menjadi situasi, dan dalam beberapa gereja, masalahmu seluruhnya dikarenakan satu hal ini.…Jika keluargamu tidak memiliki makanan, berarti mempersiapkan penyakit dan kesukaran. Janganlah mencoba menyelesaikan masalah dengan cara lain. Mereka tidak akan berguna. Satu-satunya cara yang berguna adalah kembali kepada makanan yang tepat untuk memberi makan keluargamu dengan makanan yang tepat.

Gereja di lokalitasmu adalah keluargamu.…Kalian harus kembali kepada makanan yang tepat dan memerintahkan anak-anak untuk mengambil makanan yang tepat. Jangan hanya meminta mereka, tetapi memerintah mereka. Semua ibu dalam keluarga memerintahkan anak-anak kecil untuk makan dengan tepat.

Karena itu, sebagai saudara yang memimpin berusahalah sedapat mungkin di lokalitasmu membangkitkan suatu atmosfir dan menciptakan rasa lapar dan haus dalam kaum kudus untuk menuntut kebenaran Tuhan. Memberitahu mereka bahwa kebenaran ada dalam Firman kudus yang unik dan bantuan yang terbaik untuk memimpin mereka memasuki Firman adalah Alkitab Versi Pemulihan dengan catatan kaki dan semua berita Pelajaran-hayat. Sungguh, kita tidak seharusnya melaksanakan segala sesuatu yang legal. Kita tidak seharusnya membuat hal-hal ini menjadi perkara legal sehingga kaum kudus dituntut untuk melakukannya. Namun, jika kaum kudus sungguh-sungguh mengasihi pemulihan Tuhan, mereka harus terus menerus mendapatkan rawatan dari makanan yang sehat, sehingga mereka menjadi kuat. Sebagai akibat makan yang tepat, makan teratur, kaum kudus akan kuat dan Tuhan akan memiliki kesaksian yang kuat. (Elders’ Training, Buku 3, hal. 110-111)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Mengapa kita perlu disusun dengan kebenaran ilahi?

2. Bagaimana kita dapat disusun dengan kebenaran ilahi?

3. Bagaimana kita seharusnya membantu orang lain untuk disusun dengan kebenaran ilahi?