← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 5/24

PENGAJARAN PARA RASUL

Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 384

Ibrani 1:1~2 Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi, maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.

Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.

Titus 1:9 dan berpegang kepada perkataan yang benar, yang sesuai dengan ajaran yang sehat, supaya ia sanggup menasihati orang berdasarkan ajaran itu dan sanggup meyakinkan penentang-penentangnya.

I. Pengajaran para rasul adalah seluruh pembicaraan Allah dalam Perjanjian Baru. Pengajaran ini adalah seluruh pembicaraan Allah di dalam Putra kepada kaum beriman Perjanjian Baru-Nya–Ibr. 1:1~2:

A. Pembicaraan Allah di dalam Putra sebagai manusia dalam keempat kitab Injil–Yoh. 14:10; 5:24; 16:12; 10:30.

B. Allah juga berbicara di dalam Putra sebagai Roh melalui para rasul, dalam Kitab Kisah Para Rasul dan dua puluh satu Surat Kiriman (Roma sampai Yudas)–Yoh. 16:12~15; Mat. 28:19~20; Ibr. 2:3~4; 2 Ptr. 3:15~16; Kol. 1:25~27.

C. Allah berbicara di dalam Putra, yang menjadi Tujuh Roh, melalui rasul Yohanes dalam Kitab Wahyu–Why. 1:2, 4, 2:1, 7.

D. Pembicaraan Allah mengenai pengajaran Perjanjian Baru dilengkapkan melalui Paulus dan Yohanes–Kol. 1:25~27; Why. 22:18~19.

E. Wahyu unik ekonomi Perjanjian Baru Allah dan isi Injil penuh Allah–Kol. 2:2~9; Ef. 3:3~11; 5:32; Rm. 1:1~14.

II. Pengajaran para rasul adalah undang-undang gereja; gereja harus memeliharanya dan berada di bawahnya dengan mutlak–Tit. 1:9:

A. Pengajaran para rasul adalah undang-undang iman orang Kristen–Yudas 3; 1 Tim. 1:19; 6:12; 2 Tim. 4:7.

B. Pengajaran para rasul, sebagai undang-undang gereja, seharusnya menjadi pengajaran universal di setiap tempat, di setiap gereja dengan cara yang sama–1 Kor. 4:17; 7:17.

C. Undang-undang ini, sama seperti setiap undang-undang, haruslah ditafsirkan dengan tepat.

III. Setiap pengajaran yang berbeda dari pengajaran para rasul tidak diizinkan oleh para rasul:

A. Setiap kepercayaan lain di luar iman yang unik ini tidak diizinkan oleh para rasul–Gal. 1:7~9.

B. Pengajaran yang melebihi pengajaran Kristus tidak diizinkan oleh para rasul–2 Yoh. 7~9.

C. Para rasul tidak mengizinkan pengajaran yang berbeda. Semua pengajaran yang berbeda dari wahyu unik ekonomi Perjanjian Baru Allah dianggap oleh para rasul sebagai angin-angin pengajaran–1 Tim. 1:3~4; Ef. 4:14.

D. Tulisan kudus Allah seharusnya tidak diputar balikkan oleh siapa pun dalam cara apa pun, tetapi lebih baik menyingkapkannya dengan tepat dan lurus tanpa penyimpangan–2 Ptr. 3:16; 2 Tim. 2:15.

IV. Pengajaran para rasul adalah untuk menjaga gereja, yang adalah keesaan Tubuh Kristus–Kis. 2:41~42:

A. Pengajaran para rasul adalah unsur mempertahankan sehati sepikir–Kis. 2:42a, 46a.

B. Jika kita membatasi diri dalam pengajaran para rasul (mengenai pengajaran ekonomi Perjanjian Baru Allah), maka kita akan terjaga dalam keesaan dan akan memiliki satu jalan untuk satu sasaran.

C. Dalam gereja seharusnya hanya ada pengajaran unik–pengajaran para rasul; juga seharusnya hanya ada persekutuan unik yang dihasilkan oleh pengajaran para rasul.

D. Persekutuan apa saja di luar persekutuan para rasul adalah perpecahan; persekutuan kita haruslah ada di dalam persekutuan para rasul.

V. Diberkatinya gereja, tergantung dari gereja bertekun terus-menerus dalam pengajaran dan persekutuan para rasul–Kis. 2:42, 46; 6:7.

Buku-buku Referensi: Holy Word for Morning Revival - The Crucial Content of God’s New Testament Ministry (1), Minggu 1; Holy Word for Morning Revival - The Crucial Elements of the Lord’s Present Move, Minggu 1; The Apostles’ Teaching, Bab 1; The Apostles’ Teaching and the New Testament Leadership, Bab 1; Elders’ Training, Buku 4, Bab 8; Elders’ Training, Buku 7, Bab 3, 8; Elders’ Training, Buku 9, Bab 4; The God-Ordained Way to Practice the New Testament Economy, Bab 17; The Ministry of the New Testament and the Teaching and Fellowship of the Apostles, Bab 2; Life-Study Messages of Acts, Chapter 12; Life-Study of First Timothy, Bab 8; Life-Study Messages of Titus, Bab 1 sampai 3.

Cuplikan Berita Ministri:

PENGAJARAN PARA RASUL ADALAH SELURUH PEMBICARAAN ALLAH

DALAM PERJANJIAN BARU, PENGAJARAN INI ADALAH SELURUH PEMBICARAAN ALLAH DI DALAM PUTRA KEPADA UMAT PERJANJIAN BARU-NYA

Allah telah berbicara, dan hari ini Allah masih berbicara. Ada banyak perkara dalam pembicaraan Allah. Hari ini Allah berbicara kepada kita di dalam Putra (Ibr. 1:1~2). Pembicaraan Allah dalam Perjanjian Baru terjadi secara inkarnasi. Pembicaraan Tuhan Yesus adalah pembicaraan Allah di dalam Anak Manusia, dalam empat kitab Injil (Yoh. 14:10; 5:24; Mat. 28:19~20).

Dia juga berbicara di dalam Putra sebagai Roh itu melalui para rasul, dari Kitab Kisah Para Rasul sampai Wahyu (Yoh. 16:12~15; Why. 2:1, 7; 1 Kor. 4:17b; 7:17b; 2 Ptr. 3:15~16; Why. 1:1~2). Tatkala Allah berbicara di dalam Putra, suatu hari Putra memberi tahu murid-murid-Nya, "Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." (Yoh. 16:12~15)....Ini berarti setelah empat kitab Injil, ada pembicaraan Allah yang lebih lanjut.

Dalam Kitab Kisah Para Rasul, Surat-surat Kiriman, dan Kitab Wahyu, Allah berbicara lebih lanjut, dalam Putra sebagai Roh itu melalui para rasul. Para rasul yang melaluinya Allah berbicara dalam Putra sebagai Roh itu hanya sedikit. Mereka adalah Petrus, Yohanes, Paulus, Yakobus, dan Yudas. Hampir seluruh Perjanjian Baru hanya menyinggung lima orang ini.... Paulus dipakai oleh Tuhan dalam pembicaraannya untuk melengkapkan firman Allah, khususnya mengenai rahasia Allah Tritunggal (Kol. 1:24~25)....Paulus melengkapkan bagian pembicaraan mengenai rahasia Allah Tritunggal, tetapi Yohanes melengkapkan seluruh pembicaraan Allah. Karena itu, pada akhir Kitab Wahyu ada kata kesimpulan yang mengatakan bahwa tidak ada manusia yang berhak untuk menambahkan sesuatu kepada kitab ini atau mengurangi sesuatu dari kitab ini (Why. 22:18~19)....Pembicaraan Allah adalah lengkap. Maka, ketika Allah berbicara hari ini, Dia dengan sederhana mengulangi apa yang sudah Dia katakan.

Pengajaran para rasul adalah seluruh pembicaraan Allah dalam Perjanjian Baru, pertama di dalam Putra sebagai seorang manusia, kemudian di dalam Putra sebagai Roh itu melalui para rasul. Dalam Perjanjian Baru Allah tidak dapat keluar dari prinsip inkarnasi. Dia harus berbicara melalui manusia. Dalam empat kitab Injil, manusia itu adalah Yesus. Dalam dua puluh tiga kitab berikutnya, manusia-manusia itu adalah para rasul. Hari ini kita adalah manusia-manusia. Allah berbicara dalam prinsip inkarnasi (The Apostles’ Teaching, hal. 4-13)

Seluruh pengajaran Perjanjian Baru, pengajaran para rasul, adalah unik, wahyu ilahi ekonomi Perjanjian Baru Allah. Wahyu ini mengenai rahasia Allah–Kristus (Kol, 2:2-3, 9), rahasia Kristus–gereja (Ef. 3:3-11), dan rahasia besar–Kristus dan gereja (Ef. 5:32).

Pengajaran para rasul, …adalah isi dari Injil penuh Allah (Rm. 1:1~4). Injil Allah yang disebutkan dalam Roma 1:1~4 adalah Injil penuh Allah, bukan semata-mata bagian dari Perjanjian Baru, tetapi seluruh Perjanjian Baru (The Apostles’ Teaching and the New Testament Leadership, hal. 12~13)

PENGAJARAN PARA RASUL ADALAH UNDANG-UNDANG GEREJA; GEREJA HARUS MEMELIHARANYA, DAN BERADA DI BAWAHNYA DENGAN MUTLAK

Dalam Perjanjian Lama, hukum Taurat dapat dianggap sebagai undang-undang umat Allah yang tertulis. Dalam Perjanjian Baru apakah yang menggantikan hukum Taurat untuk administrasi Allah di antara umat-Nya? Kita tahu bahwa Kristus menggantikan hukum Taurat, tetapi yang kita maksudkan adalah aspek dan pengertian menggantikan hukum Taurat dalam administrasi Allah. Dalam Perjanjian Baru, pengajaran para rasul menggantikan hukum Taurat. Kisah Para Rasul 2:42 mengatakan, "Mereka bertekun dalam pengajaran dan persekutuan para rasul." Segera setelah tiga ribu orang diselamatkan pada hari Pentakosta, mereka mulai bertekun dalam pengajaran dan persekutuan para rasul. Di dalam Kerajaan Allah Perjanjian Lama, undang-undang adalah hukum Taurat, dan di dalam Kerajaan Allah Perjanjian Baru, undang-undang adalah pengajaran para rasul. (Elders’ Training, Buku 9, hal.45.)

Kisah Para Rasul 2:42 menunjukkan bahwa tiga ribu orang yang beroleh selamat pada hari Pentakosta bertekun dalam pengajaran dan persekutuan para rasul.... Kita harus bertekun dalam dua hal ini¾dalam pengajaran para rasul dan persekutuan para rasul. Jika kita bermaksud bertekun dalam persekutuan para rasul, kita harus lebih dulu bertekun dalam pengajaran para rasul. Pengajaran harus lebih dulu, kemudian persekutuan mengikutinya (The Apostles’ Teaching, hal. 8.)

SETIAP PENGAJARAN YANG BERBEDA DARI PENGAJARAN PARA RASUL

TIDAK DIIZINKAN OLEH PARA RASUL

Setiap pengajaran yang berbeda dari [wahyu unik ekonomi Perjanjian Baru Allah] tidak diizinkan oleh para rasul (1 Tim. 1:3~4) Pengajaran yang melebihi pengajaran Kristus tidak diizinkan oleh para rasul (2 Yoh. 9~11). Pengajaran yang berbeda termasuk hal-hal dari Perjanjian Lama, namun mereka berbeda dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pengajaran semacam ini tidak diijinkan para rasul (1 Tim. 1:3~4). (The Ministry of the New Testament and the Teaching and Fellowship of the Apostles, hal.12~13)

Setiap kepercayaan lain di luar iman yang unik ini tidak diizinkan oleh para rasul (Gal. 1:7~9). Galatia 1:8 mengatakan, “Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari surga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia.” …Para rasul hanya memperhatikan pengajarannya, yaitu, pengajaran Perjanjian Baru, isi dari Injil penuh Allah.

Semua pengajaran yang berbeda dari wahyu unik ekonomi Perjanjian Baru Allah dianggap oleh para rasul sebagai angin-angin pengajaran (Ef. 4:14)….angin-angin pengajaran ini adalah…. dengan satu pandangan membujuk orang masuk ke dalam sistem satan yang sesat. ...Satan memiliki suatu sistem, dan jika memungkinkan, dia mau membujuk semua orang Kristen masuk ke dalamnya. Sasaran, maksud, tujuan dari sistemnya adalah membawa kaum kudus keluar dari garis sentral wahyu ilahi dengan menghalangi perhatian dan bahkan merobohkan pembangunan Tubuh Kristus. Beberapa angin pengajaran tidak tampil jahat. Akan tetapi, faktor jahat ada di sana.

Pengajaran para rasul, pengajaran Perjanjian Baru, sangatlah penting. Kapan saja kita mendengar sesuatu yang berbeda dari pengajaran para rasul, kita tidak seharusnya merasa terganggu atau terpengaruh. Kita seharusnya hanya kembali kepada pengajaran para rasul. Namun, jika kita tidak dapat dengan tepat membedakan suatu pengajaran, kita seharusnya bersekutu dengan kaum kudus tertentu untuk menerima beberapa bantuan. Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah, hanya ada satu jenis pengajaran yang diwahyukan dan diakui oleh Allah¾pengajaran para rasul. Kita perlu bertekun dalam pengajaran ini (Kis. 2:42). (The Apostles’ Teaching and the New Testament Leadership, hal. 13~14, 16)

Dari perkataan Petrus dalam 2 Petrus 3:16 kita dapat belajar satu pelajaran, yaitu, bahwa tulisan kudus Allah seharusnya tidak diputarbalikkan oleh siapa pun dalam cara apa pun. Alkitab perlu beberapa penjelasan dan penafsiran, tetapi kita harus berhati-hati ketika menjelaskan Firman Allah untuk tidak memutarbalikkannya….tetapi membukanya dengan benar dan lurus tanpa penyimpangan. Dalam 2 Timotius 2:15 Paulus memerintahkan Timotius untuk belajar bagaimana memotong firman Allah dengan lurus. Dalam bahasa Yunani kata untuk memotong dengan lurus adalah satu kata yang dipakai dalam pekerjaan tukang kayu. Ketika seorang tukang kayu memotong kayu, dia harus memotongnya dengan lurus; jika tidak, dia akan merusak kayu itu. Membuka firman adalah memotong firman. Ini berarti menjelaskan firman, menafsirkan firman. Kita perlu membuka Firman dengan benar dan lurus, tidak memutarbalikkannya atau menyimpangkannya dalam cara apa pun. (The Ministry of the New Testament and the Teaching and Fellowship of the Apostles, hal. 25)

PENGAJARAN PARA RASUL ADALAH UNTUK MENJAGA GEREJA,

YANG ADALAH KEESAAN TUBUH KRISTUS

Perkara sehati sepikir mengendalikan seluruh wahyu mengenai pergerakan Tuhan di satu sisi. Jika tidak ada Roh itu pada sisi Tuhan, Tuhan tidak akan bisa bergerak di bumi ini. Dalam prinsip yang sama, tanpa sehati sepikir pada sisi kita, Allah tidak dapat bergerak. Kita harus cocok dengan Allah. Dia sekarang adalah Roh yang rampung, dan kita harus berkata, “Tuhan, kami ada di sini dalam sehati sepikir. Kami bukan saja ingin memberikan tetapi kami juga siap untuk mempersembahkan kepada-Mu sehati sepikir ini.” Dengan segera dihasilkan sejenis pernikahan, dan pasangan. Kemudian segala sesuatu dapat dikerjakan.

Jika kalian mengharapkan memiliki sehati sepikir di setiap jenis masyarakat, kelompok, atau pergerakan, kalian perlu jenis pikiran yang sama yang dihasilkan dari jenis pengenalan yang sama. Partai sosialis menekankan aliran sosial. Setiap partai politik memiliki alirannya sendiri. Mereka menekankan alirannya supaya memiliki satu partai, memiliki apa yang kita sebut sehati sepikir. Tanpa sehati sepikir, tidak ada partai yang dapat merampungkan segala sesuatu. Setiap masyarakat, kelompok, atau pergerakan memerlukan sehati sepikir ini yang dihasilkan dari jenis pikiran yang sama, jenis pengenalan yang sama. Karena itu, Kitab Kisah Para Rasul memberi tahu kita bahwa di satu pihak, ada sehati sepikir di antara murid-murid, dan di pihak lain, mereka semua yang ada dalam sehati sepikir bertekun dalam pengajaran para rasul (2:42). Pengajaran para rasul adalah faktor yang mempertahankan sehati sepikir. Jika ada lebih dari satu pengajaran, hal ini akan merusak faktor yang menentukan. (Elders’ Training, Buku 7, hal. 110~111)

Dalam pemulihan Tuhan kita harus mengambil satu jalan untuk satu sasaran tanpa pengajaran yang berbeda (1 Tim. 3:4). Kita hanya mengambil pengajaran para rasul (Kis. 2:42) sebagai perkataan sehat Tuhan Yesus (1 Tim. 6:3).Satu jalan untuk satu sasaran semuanya dalam batas, lingkungan pengajaran para rasul. Semua masalah, perpecahan, dan kekacauan di antara orang-orang Kristen hari ini dikarenakan satu hal–tidak memelihara pengajaran para rasul. Banyak orang Kristen mengajarkan hal-hal yang berbeda dari pengajaran para rasul. Mereka tidak memiliki batasan, larangan, dan tidak terjaga dengan tepat dalam lingkungan pengajaran para rasul. Faktor yang menentukan dari satu jalan untuk satu sasaran adalah pengajaran para rasul. (The Holy Word for Morning Revival–The Crucial Content of God’s New Testament Ministry (1), hal. 13)

DIBERKATINYA GEREJA, TERGANTUNG DARI GEREJA BERTEKUN

TERUS-MENERUS DALAM PENGAJARAN DAN PERSEKUTUAN PARA RASUL

Dalam 2 Timotius 1:15, Paulus berkata, "Engkau tahu bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padaku.” Asia adalah propinsi Kekaisaran Romawi di Asia Kecil, jauh dari Roma di mana Paulus, yang ada di penjara, menulis Surat Kirimannya kepada Timotius. Ketika Paulus berkata bahwa semua orang yang ada di Asia telah meninggalkan dia, ini bukan berarti mereka meninggalkan Paulus orangnya ini, karena Paulus orangnya ini jauh jaraknya dari mereka. Ayat ini menunjukkan bahwa mereka telah meninggalkan ministri Paulus. Di antara gereja-gereja di Asia ada gereja di Efesus, yang sepenuhnya didirikan melalui ministri Paulus, seperti yang dicatat dalam Kisah para Rasul 19. Mereka menerima Injil, pengajaran, pendidikan, pembentukan dari ministri Paulus. Tetapi sampai saat Paulus dipenjarakan di Roma, mereka telah meninggalkan ministrinya.

Surat Kiriman Paulus yang kedua untuk Timotius kira-kira ditulis pada tahun 68 M. Kira-kira 30 tahun kemudian, Tuhan memakai Yohanes meneruskan wahyu ilahi-Nya. Tuhan kembali kepada semua gereja di Asia yang telah meninggalkan Paulus. Karena mereka telah meninggalkan ministri Paulus, gereja-gereja di Asia penuh dengan kondisi yang merosot. Seperti yang tercatat dalam Wahyu 2 dan 3, kemerosotan gereja-gereja di Asia, dikarenakan mereka telah meninggalkan ministri yang tepat. Kemerosotan ini dimulai dari gereja di Efesus yang kehilangan kasih yang semula terhadap Tuhan, yang terjadi di Efesus (Why. 2:4), dan berakhir dengan suam-suam kuku (Why. 3:16) yaitu tidak ada Kristus. Tuhan, Kepala gereja, berdiri di depan pintu gereja yang merosot, mengetuk pintunya (Why. 3:20).

Dalam ketujuh surat kiriman dalam Wahyu 2 dan 3, butir yang mencolok dari kemerosotan gereja adalah tiga jenis pengajaran: pengajaran Bileam, seorang nabi orang kafir (Why. 2:14), pengajaran Nikolaus membangun sistem hierarki (Why. 2:15), dan pengajaran perempuan, yang disebut nabiah, Izebel, yang penuh kesesatan dan perzinahan (Why. 2:20). Ketiga jenis pengajaran ini masuk, karena mereka telah meninggalkan pengajaran para rasul. Mengapa kekristenan jatuh menjadi merosot? Karena mereka telah meninggalkan pengajaran para rasul. Sebab itu, semua pengajaran yang berbeda dapat masuk.

Dalam 1 Timotius 1:3, dan 6:3, Paulus memperingati untuk tidak mengajarkan hal yang berbeda. Kaum kudus seharusnya mengajar menurut pengajaran Paulus, dan akibat meninggalkan pengajaran ini, mereka menerima tiga jenis pengajaran bidah. Pengajaran Bileam untuk menyembah berhala, pengajaran Nikolaus untuk membangun hierarki, bahkan sistem kepausan, dan pengajaran Izebel memasukkan ragi jahat, bidah, dan hal penyembahan berhala ke dalam tepung terbaik Kristus (Mat. 13:33) masuknya pengajaran-pengajaran ini dikarenakan pengajaran yang tepat ditolak. Tiga puluh tahun setelah Paulus memberikan Surat Kiriman terakhir kepada Timotius, gereja-gereja ini mencapai kondisi kemerosotan sedemikian. Meninggalkan atau berpaling dari pengajaran para rasul, dari wahyu para rasul yang tepat, sangat berbahaya.

Tuhan datang dalam ketujuh surat kiriman ini untuk menghakimi gereja-gereja yang merosot. Mata-Nya seperti nyala api (1:14) untuk menyelidiki, memeriksa, dan menyoroti, dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua (Why. 1:16), yaitu firman-Nya yang berdaya pembeda, menghakimi, dan membunuh (Ibr. 4:12; Ef. 6:17). Mereka meninggalkan firman yang benar, karena itu Tuhan datang dengan firman ini untuk menghakimi mereka. Kaki Tuhan mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian (Why. 1:15). Tembaga melambangkan penghakiman ilahi (Kel. 27:1~6). Kedatangan Tuhan kepada gereja-gereja dalam cara demikian sesuai dengan mereka yang meninggalkan pengajaran para rasul dan yang memilih pengajaran yang berbeda.

Ada satu gereja yang istimewa, dan sangat dipuji Tuhan¾yaitu gereja di Filadelfia. Tuhan sangat memujinya, bahkan mengapresiasinya, karena mereka menuruti firman Tuhan (Why. 3:8). Artinya, mereka tidak meninggalkan pengajaran tepat para rasul. Sekalipun mereka lemah, Tuhan tetap sangat memuji mereka, memberi tahu mereka, bahwa mereka memiliki kekuatan tidak seberapa dan mereka menuruti firman Tuhan.

Meninggalkan pengajaran yang tepat adalah perkara yang mengerikan, yang akan mengakibatkan kemerosotan dan mengambil pengajaran yang lain. Saya mengucapkan perkataan ini, sebagai peringatan untuk kaum kudus terkasih yang tidak mau mengambil jalan baru. Menolak wahyu yang tepat, pengajaran yang tepat dari para pemimpin di antara kalian, adalah perkara yang sangat berbahaya. Kalian dapat membuka pintu untuk pengajaran lain masuk dan menderita kemerosotan. Saya berharap seluruh umat gereja dalam pemulihan Tuhan, tidak mengikuti orang-orang di Asia yang meninggalkan ministri Paulus. Sebaliknya, saya berharap kita mengikuti teladan gereja di Filadelfia¾menuruti Firman Tuhan, sekalipun kekuatan kita tidak seberapa. Biarlah kita menuruti Firman Tuhan, yang tinggal dalam pengajaran para rasul, tinggal di dalam perkataan sehat, tinggal di dalam wahyu unik Tuhan dengan kepimpinan yang tepat. Kemudian kita aman. (Elders’ Training, Buku 7, hal. 128~130)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Gambarkan dengan singkat apa pengajaran para rasul itu.

2. Mengapa Rasul tidak mengizinkan pengajaran apa pun yang berbeda dengan pengajaran para rasul?

3. Bagaimana pengaruh pengajaran para rasul terhadap gereja?