MEMUJI
Pembacaan Alkitab: Suplemen: No. 1
Mazmur 22:4 Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel.
Ibrani 13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan kurban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
Mazmur 119:164 Tujuh kali dalam sehari aku memuji-muji Engkau, karena hukum-hukum-Mu yang adil.
I. Pentingnya memuji:
A. Memuji adalah pekerjaan tertinggi yang dilaksanakan anak-anak Allah.
B. Memuji adalah ekspresi tertinggi dari hayat rohani kaum kudus.
C. Memuji adalah jalan untuk mengalahkan serangan-serangan rohani—Mzm. 106:47; 2 Taw. 20:20-22; Kis.12:3-12; 16:19-34.
D. Pujian kita untuk memuliakan Allah—Mzm. 50:23.
E. Allah sendiri yang ditinggikan melalui pujian—Mzm. 22:4
II. Sifat pujian—suatu persembahan, suatu kurban—Ibr. 13:10, 15.
III. Penghasil pujian:
A. Iman menghasilkan pujian—Mzm. 106:12
B. Ketaatan menghasilkan pujian.
C. Kenikmatan akan Kristus akan membuat kita begitu kuat untuk mengutarakan pujian kepada Tuhan yang lengkap dan disempurnakan. Ini adalah perampungan tertinggi yang telah Allah lengkapkan dalam penebusan-Nya melalui Kristus.
IV. Isi pujian:
A. Teladan dari Mazmur: Kristus (seperti yang diwahyukan oleh firman—Luk. 24:44) dan gereja adalah bagi kerajaan Allah, rumah Allah dan kota Allah (seperti dilambangkan oleh bait kudus dan Yerusalem):
1. Tujuan Allah adalah mengubah kaum kudus yang menuntut dari hukum Taurat kepada Kristus sehingga mereka bisa menikmati rumah Allah— Mazmur, buku satu, Mazmur 1, 27, dan 36.
2. Kaum kudus mengalami Allah dan rumah-Nya melalui Kristus yang menderita, ditinggikan, dan meraja—Mazmur buku kedua.
3. Kaum saleh, dalam pengalaman-pengalaman mereka, menyadari bahwa rumah dan kota Allah dengan semua kenikmatan dari padanya dapat dipelihara dan dijaga hanya dengan Kristus yang secara tepat diapresiasi dan ditinggikan oleh umat Allah—Mazmur buku ketiga.
4. Kaum kudus, disatukan dengan Kristus, adalah satu dengan Allah sehinga Dia dapat memulihkan gelar-Nya di bumi melalui Kristus dalam rumah dan kota-Nya—Mazmur buku keempat.
5. Rumah dan kota Allah menjadi pujian, keselamatan, dan kedambaan dari kaum kudus—Mazmur buku kelima.
B. Contoh dari Mazmur 8: pekerjaan Kristus dari inkarnasi, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, bertahta, dijadikan Tuhan, Kristus, dan raja atas segala raja, yaitu Pemerintah yang unik di alam semesta.
V. Praktek memuji:
A. Memuji sebelum memahami—Mzm. 50:23; 1 Kor. 13:12.
B. Memuji tujuh kali sehari—Mzm. 119:164.
C. Memuji Tuhan seumur hidup kita—Mzm. 146:2.
Buku-buku Referensi: Messages for Building Up New Believers, vol. 1, berita 16; Life-study of Psalms, berita 1 sampai 5.
Cuplikan Berita Ministri:
PENTINGNYA MEMUJI
Memuji adalah pekerjaan tertinggi yang dilakukan oleh umat Allah. Kita dapat mengatakan bahwa ekspresi tertinggi dari hayat rohani kaum kudus adalah pujiannya kepada Allah. Tahta Allah adalah titik tertinggi di alam semesta, tetapi Dia duduk “bertahta di atas pujian orang Israel” (Mzm. 22:4). Nama Allah dan bahkan Allah sendiri ditinggikan melalui pujian. (Messages for Building up New Believers, Buku 1, hal. 247)
Pujian adalah jalan untuk mengalahkan serangan-serangan rohani. Banyak orang mengatakan bahwa Satan takut akan doa anak-anak Allah; dia kabur kapankala umat Allah berlutut untuk berdoa. Inilah sebabnya dia seringkali menyerang anak-anak Allah dan mengganggu mereka dari berdoa. Ini adalah serangan yang umum. Tetapi kita akan menunjukkan fakta lainnya: serangan Satan terbesar tidak ditujukan kepada doanya; serangannya yang terbesar ditujukan kepada pujian…Satan tidak hanya menyerang doa, dia juga menyerang pujian anak-anak Allah. Tujuan akhir dari Satan adalah menghentikan semua pujian bagi Allah. Doa adalah peperangan, tetapi pujian adalah kemenangan. Doa melambangkan peperangan rohani, tetapi pujian melambangkan kemenangan rohani. (hal. 250)
Ketika kalian berdoa, kalian masih ada di tengah-tengah situasi kalian. Namun, ketika kalian memuji, kalian menjulang di atas situasi kalian…Seringkali pujian bekerja ketika doa gagal. Ini adalah prinsip yang dasar. Jika kalian tidak dapat berdoa, mengapa kalian tidak memuji? Tuhan telah menempatkan butir lainnya ke dalam tangan kalian untuk kemenangan kalian dan kemegahan kalian dalam kemenangan… Kita perlu belajar menjaga roh yang tinggi, roh ini melampaui semua serangan. Doa-doa mungkin tidak membawa kita ke tahta, tetapi pujian tentulah membawa kita ke tahta setiap waktu. Doa-doa tidak dapat memampukan kita untuk menang setiap saat, tetapi pujian tidak pernah gagal bahkan sekalipun…Tidak ada yang menggerakkan tangan Tuhan secepat pujian. Doa bukanlah jalan tercepat untuk menggerakkan tangan Tuhan; pujian adalah jalan tercepat….Di sini kita melihat bahwa kemenangan rohani tidak bergantung kepada peperangan tetapi kepada pujian. Kita perlu belajar mengalahkan Satan melalui pujian kita. Beberapa orang sadar terhadap keganasan Satan dan kelemahan mereka sendiri, dan mereka memutuskan untuk berjuang dan berdoa. Tetapi, kita menemukan suatu prinsip yang unik di sini: kemenangan rohani tidak bergantung kepada peperangan tetapi pada pujian. (hal. 251-252, 254)
KURBAN PUJIAN
Namun, Mazmur mengandung pasal-pasal yang bukan hanya pujian tetapi juga penderitaan. Allah ingin umat-Nya mengetahui bahwa orang yang memuji adalah orang yang telah dipimpin melalui situasi yang mencobai dan yang perasaannya telah dilukai. Mazmur ini menunjukkan kepada kita manusia yang dipimpin oleh Allah melalui bayangan kegelapan. Mereka ditolak, dibantai dan dianiaya. “Samudera raya berpanggil-panggilan dengan deru air terjun-Mu; segala gelora dan gelombang-Mu bergulung melingkupi aku” (42:8). Tetapi Allah menyempurnakan pujian dari orang-orang yang sedemikian. Kata-kata pujian tidak selalu muncul dari orang yang jalannya selalu lancar. Mereka muncul lebih dari orang-orang yang di bawah pendisiplinan dan pencobaan. Dalam Mazmur kita dapat menjamah perasaan yang terluka, dan di dalam Mazmur kita juga dapat menemukan pujian yang terbesar dan tertinggi.…Ini menunjukkan kepada kita sifat pujian di mata Allah. Sifat pujian adalah suatu kurban, suatu persembahan. Dengan kata lain, pujian berasal dari rasa sakit dan penderitaan. Ibrani 13:15 mengatakan, “Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan kurban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Apakah suatu kurban? Suatu kurban adalah suatu persembahan. Suatu persembahan berarti kematian dan kerugian. Orang yang mempersembahkan suatu persembahan harus menderita kerugian. Suatu persembahan, suatu kurban harus dipersembahkan. Persembahan ini menyusun kerugian….Dengan kata lain, Allah mengakibatkan luka; Dia memecah dan memotong orang dengan dalam, namun pada waktu yang sama, orang yang sedemikian berbalik kepada-Nya dan memuji Dia. Penderitaan untuk kepentingan mempersembahkan pujian kepada Allah adalah suatu persembahan. Allah menyukai manusia yang memuji Dia sedemikian. Allah suka bertahta di atas pujian ini. (hal. 248-249)
PENGHASIL PUJIAN
Dari mulut bayi dan anak yang menyusui Tuhan telah membangun kekuatannya (pujian—Mat. 21:16) karena musuh-Nya, menghentikan musuh dan penuntut balas (Mzm. 8:2). Kita telah melihat bahwa bayi dan anak yang menyusui adalah yang termuda, terkecil, dan terlemah di antara manusia, menunjukkan perampungan tertinggi dari pekerjaan Tuhan dalam penebusan-Nya. Dalam keselamatan Allah, perampungan puncak adalah menyempurnakan yang terkecil dan terlemah untuk memuji Allah. Ketika kita menikmati penebusan Kristus sampai pada puncaknya, kita akan berani untuk memuji Tuhan. Ketika kita putus asa dan kecewa, kita mungkin mengeluh dan merintih. Tetapi ketika kita memuji Tuhan, ini adalah pengalaman tertinggi dari kenikmatan kita akan Kristus. Kenikmatan akan Kristus membuat kita kuat untuk mengutarakan pujian yang lengkap dan disempurnakan kepada Tuhan. Kita semua harus belajar bagaimana memuji. Ini adalah perampungan yang tertinggi yang dirampungkan Allah dalam penebusan-Nya melalui Kristus. (Life-study of Psalms, hal. 60)
Bayi dan yang menyusui dihasilkan melalui kelahiran kembali di tahap pertama. Kemudian mereka berlanjut untuk dihasilkan secara penuh melalui pengudusan, pembaharuan, dan transformasi. Melalui transformasi mereka disempurnakan dalam memuji Tuhan. Inilah pemulihan Tuhan dan kemenangan Tuhan. Allah mengalahkan musuh-Nya melalui bayi-bayi ini dan anak yang menyusui. Pekerjaan kekristenan adalah menghasilkan orang-orang yang aktif; mereka gigih untuk memghasilkan “raksasa-raksasa.” Pekerjaan kita adalah menghasilkan bayi dan anak yang menyusui. (hal. 68)
ISI PUJIAN
Alkitab menaruh perhatian pada pujian. Ini sering dibicarakan dalam Kitab Suci. Kitab Mazmur penuh dengan pujian. Kitab Mazmur adalah secara fakta kitab pujian dalam Perjanjian Lama. Banyak pujian dikutip dari Mazmur. (Messages for Building up New Believers, Book 1, hal. 247-248)
Kitab Mazmur bukanlah doktrin dari berbagai macam pengajaran. Tulisan dari Mazmur adalah dalam bentuk pujian. Pujian-pujian ini disusun bukan dengan doktrin atau pemahaman dari pengajaran-pengajaran. (Life-study of Psalms, p. 2)
Kitab Mazmur ditulis menurut dua jenis konsep…Konsep pertama, yang mana menurutnya Mazmur ditulis, adalah konsep manusia dari penulis-penulis yang kudus. Konsep manusia mereka dihasilkan dari sifat baik yang diciptakan oleh Allah, dibentuk dengan tradisi dari ras kudus mereka, disusun dengan pengajaran Kitab Suci mereka, diperlihatkan melalui praktek dari hidup mereka yang kudus, dan diutarakan dari perasaan dan kesan kudus mereka).…Mazmur juga ditulis menurut konsep ilahi sebagai wahyu ilahi. Konsep ilahi ini sebagai wahyu ilahi adalah mengenai ekonomi kekal-Nya dalam Kristus, mengambil Kristus sebagai sentralitas dan universalitas. Ini juga mengenai Kristus dalam keilahian-Nya, keinsanian-Nya, kehidupan insani-Nya, kematian-Nya yang almuhit, kebangkitan-Nya yang membagikan hayat dan benih, pemuliaan, kenaikan, penampakan dalam kemuliaan, dan memerintah selamanya. Semua poin ini jelas, dan bahkan secara terperinci diwahyukan dalam Mazmur. Konsep ilahi dalam Mazmur adalah juga mengenai kedambaan hati Allah, kesenangan-Nya dalam Kristus sebagai sentralitas dan universalitas-Nya, di dalam gereja sebagai kepenuhan-Nya bagi ekspresi-Nya, di dalam kerajaan bagi administrasi kekal-Nya, dan di dalam pemulihan bumi bagi kerajaan kekal-Nya dalam kekekalan. Konsep Allah ini diutarakan dari penulis-penulis yang saleh dari Mazmur sebagai bagian dari pengutaraan dalam tulisan kudus mereka. Penulis yang sama mengutarakan dua jenis konsep–konsep manusia dan konsep ilahi.(hal. 4-5)
Mazmur yang pendek ini (Mazmur 8) mewahyukan sangat banyak. Ia berbicara tentang langit, bumi, bayi dan anak yang menyusui, manusia, tiga kategori musuh, dan inkarnasi Tuhan, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, kedatangan kembali, dan kerajaan. Kita orang Kristen mungkin memuji Tuhan tetapi pujian kita perlu disempurnakan. Kita perlu memuji Dia bagi kemegahan-Nya di surga dan keunggulan-Nya di bumi. Kemudian kita dapat melanjutkan memuji Dia bagi kehidupan insani-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, kenaikan-Nya, dan bagi kerajaan-Nya. Kita harus memuji Dia dengan semua hal ini. Kemudian pujian kita akan disempurnakan, dilengkapi. Pujian ini adalah kekuatan yang keluar dari mulut bayi dan anak yang menyusui. Pujian yang disempurnakan sedemikian adalah perampungan yang ultima dari pekerjaan inkarnasi Tuhan kehidupan insani, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan-Nya kembali untuk memerintah bumi. (hal. 69)
PRAKTEK MEMUJI
Daud berkata dalam Mazmur bahwa dia berdoa kepada Allah tiga kali sehari (Mzm. 55:17). Tetapi di mazmur yang lain, dia berkata bahwa dia memuji Allah tujuh kali sehari (119:164). Daud terinspirasi oleh Roh Kudus ketika dia menyadari pentingnya memuji. Dia berdoa hanya tiga kali sehari, tetapi dia memuji tujuh kali sehari. Lebih lanjut lagi, dia menunjuk orang Lewi untuk memainkan alat musik dan harpa untuk meninggikan, mengucap syukur, dan memuji Allah di hadapan tabut perjanjian-Nya. (1 Taw. 16:4-6). Ketika Salomo merampungkan pembangunan Bait Yehova, imam-imam membawa tabut perjanjian ke dalam Ruang Mahakudus. Ketika imam-imam keluar dari Ruang Kudus, orang Lewi berdiri di samping altar, meniupkan terompet dan membunyikan canang, alat musik dan harpa. Bersama-sama mereka menyuarakan pujian kepada Allah. Pada waktu itu, kemuliaan Yehova memenuhi rumah-Nya (2 Taw. 5:12-14). Baik Daud dan Salomo menjamah hati Allah dan mempersembahkan kurban pujian yang menyenangkan Allah. Yehova bertahta di atas pujian Israel. Kita seharusnya memuji Tuhan sepanjang hidup kita. Kita seharusnya menyanyikan pujian kepada Allah kita. (Messages for Building up New Believers, Book 1, hal. 247)
Kita tidak seharusnya hanya berdoa kepada Allah tetapi juga belajar lebih memuji Allah. Kita perlu melihat makna pujian pada awal langkah kita sebagai orang Kristen. Kita harus memuji Allah tak putus-putusnya. Daud menerima kasih karunia dari Allah untuk memuji tujuh kali sehari. Ini adalah latihan yang baik, suatu pelajaran yang baik, dan praktek rohani yang sangat baik untuk memuji Tuhan setiap hari. Kita seharusnya belajar memuji Allah ketika kita bangun pagi. Kita seharusnya belajar memuji Dia ketika kita menghadapi masalah, ketika kita ada di sidang, atau ketika kita sedang sendiri. Kita seharusnya memuji Allah paling sedikit tujuh kali sehari. Jangan biarkan Daud mengalahkan kita dalam pujiannya. Jika kita tidak belajar memuji Allah setiap hari, sulit untuk memiliki pujian yang dibicarakan dalam Ibrani 13. (hal. 249)
Pertanyaan: