DOA
Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 568
Efesus 6:18 Dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus.
Kolose 4:2 Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.
Filipi 4:6 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.
I. Makna doa:
A. Doa adalah saling kontak antara manusia dengan Allah. Adalah aliran antara manusia dengan Allah.
B. Doa adalah manusia menghirup Allah, mendapatkan Allah, dan didapatkan oleh Allah.
C. Doa adalah manusia berkoordinasi dengan Allah dan bekerja sama dengan Allah, membiarkan Allah mengekspresikan diri-Nya melalui manusia dan karenanya merampungkan tujuan-Nya—Rm. 8:26-27; Yak.5:17.
II. Doa dan penyangkalan diri—Mrk. 8:34; 9:29:
A. Berdoa berarti menyadari bahwa kita bukanlah apa-apa dan kita tidak dapat melakukan apa-apa.
B. Berdoa adalah benar-benar penyangkalan diri, ”Bukan aku lagi melainkan Kristus”—Mrk. 9:29; Gal. 2:20.
III. Berdoa dan membebaskan roh—Ef. 6:18; Yoh. 4:24; 1 Kor. 6:17:
A. Kita perlu belajar bagaimana melatih, membangkitkan, dan membebaskan roh kita.
B. Kita perlu melatih roh kita untuk membebaskan Roh Kudus.
C. Ketika Roh Kudus dibebaskan, kita dapat berpartisipasi dalam pencurahan Roh kuasa.
IV. Berdoa dan vitalitas:
A. Berdoa membuat kita vital.
B. Menjadi vital berarti dibebaskan dalam roh kita.
C. Tidak ada jalan lain untuk menjadi vital kecuali melalui doa.
V. Bertekun dalam doa—Kol. 4:2; Kis. 2:42; Ef. 6:18:
A. Jika kita mau memelihara kasih karunia yang telah kita terima dari Tuhan, kita perlu bertekun dalam doa.
B. Kita perlu bertekun dalam doa sebab doa melibatkan suatu peperangan.
C. Sebelum kita mencoba bertekun dalam doa, kita seharusnya pertama-tama membuat janji dengan Tuhan mengenai doa, mempersembahkan diri kita kepada-Nya untuk memiliki kehidupan doa yang tepat.
D. Kita seharusnya menyisihkan waktu tertentu setiap hari untuk berdoa.
Buku-buku Referensi: Doa bab 1; Life Study of Mark, berita 27; Fellowship concerning the Urgent Need of the Vital Groups, bab 10 sampai 14, 22 sampai 23; Pelajaran Hayat Kolose, berita 30, 65.
Cuplikan Berita Ministri:
MAKNA DOA
Ingatlah, doa yang sejati adalah saling kontak antara Allah dengan manusia. Doa bukan hanya manusia mengontak Allah, tetapi juga Allah mengontak manusia. Apabila dalam doa manusia tidak menjamah atau mengontak Allah, dan Allah tidak menjamah atau mengontak manusia, doa tersebut di bawah standar normal. Setiap doa yang memenuhi standar adalah doa yang saling mengalir dan saling kontak antara Allah dan manusia. Allah dan manusia bagaikan aliran listrik yang mengalir ke dalam satu sama lain. Sulit dikatakan bahwa doa adalah Allah di dalam manusia secara sepihak atau manusia di dalam Allah secara sepihak. Menurut fakta dan pengalaman, doa adalah aliran antara Allah dengan manusia. Setiap doa yang benar-benar memenuhi standar pasti memiliki keadaan saling mengalir antara Allah dengan manusia, sehingga manusia dapat menjamah Allah, dan Allah dapat menjamah manusia, karenanya, manusia bersatu dengan Allah, dan Allah dengan manusia. Karena itu, makna doa yang paling tinggi dan paling tepat adalah saling kontak antara Allah dengan manusia.
Satu doa yang sejati juga berarti manusia menghirup Allah, seperti menghirup udara. Ketika kalian menghirup Allah secara demikian, dengan sendirinya kalian mendapatkan Allah, sama seperti ketika kalian menghirup udara, kalian menerima udara. Hasilnya, bukan hanya Allah didapatkan oleh kalian dan menjadi kenikmatan kalian, tetapi juga seluruh diri kalian akan ditaklukkan oleh Allah, berpaling kepada Allah, sepenuhnya didapatkan Allah. Semakin banyak berdoa, kalian akan semakin dipenuhi Allah, semakin ditaklukkan Allah. didapatkan oleh Allah. Bila kalian tidak berdoa selama seminggu atau bahkan sebulan, maka kalian akan jauh dari Allah. Apa maksudnya jauh dari Allah? Ini berarti kalian tidak mendapatkan Allah, dan Allah tidak mendapatkan kalian. Jika kalian ingin kembali mendapatkan Allah dan membiarkan Allah mendapatkan kalian, jalan satu-satunya adalah berdoa. Tidak cukup hanya berdoa dua atau tiga menit, kalian harus berdoa dan berdoa lagi, sampai kalian benar-benar telah menghirup Allah, kalian didapatkan Allah, dan kalian mendapatkan Allah. Karena itu, saudara saudari, doa yang sejati sangatlah penting bagi kehidupan orang Kristen. (Doa, hal. 13-14)
Dari beberapa contoh ini kita dapat melihat, bahwa doa yang sejati pasti membuat diri kita sepenuhnya berbaur dengan Allah, menjadi orang yang berpesona dua. Ketika kalian berdoa, Dialah yang berdoa, dan ketika Dia berdoa di dalam kalian, maka kalian menyatakan doa itu di luar. Dia dan kalian sepenuhnya bersatu, baik di dalam maupun di luar; Kalian dan Dia berdoa bersama pada saat yang sama. Pada saat itu kalian dan Allah tidak dapat dipisahkan. Hasilnya, kalian bukan hanya berkoordinasi dengan Allah, tetapi juga bekerja bersama Allah, sehingga diri Allah dan maksud hati-Nya dapat dinyatakan melalui kalian, akhirnya merampungkan kehendak Allah. Inilah doa sejati yang sesuai dengan Alkitab. (hal. 19)
DOA DAN PENYANGKALAN DIRI
Apakah kalian mengetahui apa artinya berdoa? Berdoa berarti bahwa kita menyadari bahwa kita bukanlah apa-apa dan kita tidak dapat melakukan sesuatu. Ini mengacu bahwa doa adalah penyangkalan diri yang sejati. Karena itu, berdoa adalah menyangkal diri, mengetahui bahwa kita bukanlah apa-apa dan tidak mampu melakukan apapun. Lebih lanjut lagi, berdoa sebenarnya menyatakan, ”Bukan aku melainkan Kristus” (Gal. 2:20).
Saya ingin menekankan fakta bahwa kata “doa” dalam [Markus] 9:29 sebenarnya mengacu kepada ”bukan lagi aku melainkan Kristus.” Mengenai perkara ini, kita perlu memahami mengapa kasus ini segera mengikuti wahyu dari Kristus sebagai pengganti kita dan perkataan Tuhan mengenai penyangkalan diri. Kita perlu menyangkal diri sehingga Kristus dapat menjadi pengganti kita dan menjadi segala sesuatu bagi kita. Meskipun murid-murid melihat wahyu ini, mereka tidak mempraktekannya atau memperhidupkannya. Melihat wahyu adalah satu perkara; tetapi memperhidupkannya adalah perkara yang lain. (Life Study of Mark, hal. 240-241)
DOA DAN MEMBEBASKAN ROH
Doa adalah membebaskan roh, jika kalian membebaskan roh kalian, kalian tidak membebaskan roh kalian, kalian tidak pernah menerima Roh itu. Ini dapat disamakan dengan selang air. Ketika air itu mengalir keluar dari selang, ini berarti air itu melaluinya. Karenanya, membebaskan roh kita adalah untuk menerima Roh itu. (Fellowship concerning the Urgent Need of the Vital Groups, hal. 101)
Doa yang tepat selalu membebaskan kita. Jika kita berdoa dan roh kita tidak dilatih dan dibebaskan, doa kita salah. Doa harus melatih roh kita dan membebaskan roh kita. Ketika roh kita dileluasakan, melalui doa, kita adalah orang yang leluasa. (hal. 109)
Kita seharusnya mengingat dua hal. Pertama, ketika kita berdoa, kita perlu meminta, memohon, tidak menjelaskan. Kedua, ketika kita berdoa, kita seharusnya berdoa oleh dan di dalam roh kita. Paulus berkata dalam Efesus 6:18 bahwa kita seharusnya berdoa setiap waktu di dalam roh. Sejumlah terjemahan menerjemahkan “roh” dalam ayat ini dengan huruf besar “R”. Tetapi roh di sini bukanlah Roh dengan huruf besar “R”, tetapi roh kita. Kita perlu berdoa setiap waktu di dalam roh, dan berjaga-jaga atas doa sedemikian dalam roh kita. Jika kita berdoa tanpa berada di dalam roh, kita harus menyesuaikan diri kita. Ketika kita berdoa, kita harus berdoa dari roh kita. Allah adalah Roh, dan barangsiapa menyembah Dia harus menyembah-Nya dalam roh (Yoh. 4:24). Kapankala kita datang kepada Tuhan, kita harus melatih roh kita. (hal. 115)
Ketika kita datang bersama untuk bersidang, seluruh diri kita bersama roh kita seharusnya hidup…Suatu sidang penuh dengan latihan roh dan membebaskan roh adalah sidang gereja yang sejati… Kita seharusnya melatih roh kita dan membebaskan roh kita sepanjang waktu, bahkan ketika kita tidak berdoa dengan keras…Karena itu, kita semua harus belajar bagaimana melatih roh kita, bagaimana membangkitkan roh kita dan bagaimana membebaskan roh kita…Peleluasaan Roh memimpin kita kepada pencurahan Roh itu. Kita perlu berdoa melalui melatih roh kita untuk peleluasaan Roh Kudus …Hari ini kuncinya bukan dengan Roh kudus. Kuncinya dengan kita. (hal. 118-119)
Kunci untuk membuat kalian hidup adalah berdoa, dan berdoa terutama adalah melatih roh kalian. Ketika kalian menjamah Tuhan dalam doa kalian, ketika kalian menjelaskan kepada-Nya, dan ketika kalian mendiskripsikan banyak hal dalam doa kalian, tidak akan ada pengaruh karena doa semacam ini tidak membuka Roh itu. Kita seharusnya berdoa, ”Tuhan, aku mau menjadi hidup. Berikan aku pengaruh, Tuhan.” (hal. 126.)
MENJADI ORANG YANG VITAL MELALUI DOA
Kita perlu mengingat bahwa kelompok kita haruslah kelompok vital. Alkitab membicarakan tentang orang-orang vital. Apakah pemenang itu? Seorang pemenang adalah orang yang vital. Lalu, apakah menjadi vital sehingga kita dapat menjadi pemenang? Seorang yang vital, seorang pemenang, adalah orang yang berdoa. Kalian harus memiliki beban yang sejati bagi doa yang sejati…Vitalitas bukan pada tindakan kalian. Vitallitas ada pada doa kalian… Kita harus memiliki beberapa doa yang vital dengan beban yang vital… Jika kalian memiliki doa dengan beban, setiap kali kalian berdoa kalian akan mendapatkan pemenuhan Roh dan pencurahan Roh. (hal. 221, 222)
Jika kita tidak berdoa bahkan seharian, kita memiliki perasaan bahwa kita kekurangan Roh itu. Ketika kita berdoa, bahkan dengan hanya beberapa kalimat, kita memiliki perasan bahwa kita menjamah Roh itu. Kita semua perlu memiliki satu waktu dengan Tuhan setiap pagi dalam doa. Jika kalian tidak berdoa di pagi hari selama satu minggu, Kalian akan mati secara rohani. Tidak ada jalan lain untuk menjadi vital kecuali melalui doa. Kita harus berdoa dan masuk ke dalam kehidupan doa.
Kebanyakan di antara kita hidup dalam situasi di mana sulit untuk menemukan waktu yang solid setengah jam untuk berdoa. Kapankala kita menyisihkan waktu untuk berdoa, musuh akan selalu mencoba mengganggu kita. Ketika kita mulai berdoa, seseorang mungkin mengetuk pintu atau menelpon kita. Kita mungkin tidak mendapat telepon untuk sejangka waktu yang panjang, namun segera setelah kita berdoa untuk berdoa, telepon akan berbunyi. Pada akhirnya, setelah tiga panggilan telepon, hati kita untuk berdoa akan hilang. Kita mungkin harus menunggu untuk sejangka waktu sampai kita dipulihkan kembali untuk berdoa. Tidaklah mudah bagi kita untuk berdoa setengah jam tanpa diganggu. Kita perlu memandang Tuhan sehingga kita dapat membebaskan diri kita dari semua penyimpangan, untuk memiliki waktu yang solid untuk berdoa bersama-Nya. Doa membuat kita vital. Kita harus memimpin untuk menjadi vital. Jika kita tidak vital, kita tidak dapat berdoa bagi yang lain untuk menjadi vital.
Menjadi vital berarti dileluasakan dalam roh, dan ini tidak dapat dipertunjukkan. Jika kita berdoa setengah jam, kita akan dibebaskan. Jika kita tidak dibebaskan, kita tidak vital. Berkontak dengan orang kita harus menjadi orang yang bebas. Jika kita terikat, kita tidak akan mampu membebaskan yang lain. Orang yang ditolak dan menangis tidak dapat membuat orang lain bahagia. Jika kita ingin membuat orang bahagia, kita harus menjadi orang yang bahagia. Kita hanya membantu orang untuk menjadi apa adanya kita. Supaya dapat pergi secara efektif berjerih lelah dalam injil, kita harus menjadi vital. (hal. 205-206)
BERTEKUN DALAM DOA
Ketika sebagian orang kudus mendengar perkataan tentang doa, mereka segera bertanya bagaimana caranya berdoa. Kita harus melupakan tentang cara, dengan sederhana berdoa saja. Sebagai contoh, seorang bocah belajar berjalan melalui berjalan. Tidak banyak orang tua yang mengajar anak-anaknya berjalan. Sama prinsipnya, kita belajar berdoa melalui berdoa.
Dalam 4:2 Paulus menyuruh kita bertekun dalam doa. Ini berarti kita tidak hanya terus menerus dalam doa, tetapi kita harus berjuang atau berusaha keras untuk melanjutkan doa kita. Dalam lingkungan kita hampir setiap hal bertentangan dengan doa. Untuk dapat berdoa, kita perlu melawan arus lingkungan kita. Jika kita gagal berdoa, kita akan terhanyut ke hilir. Sebab itu, kita perlu bertekun dalam doa, berdoa terus menerus.
Dari hari ke hari kita perlu melatih diri kita untuk berdoa. Kita bahkan setiap hari harus menyisihkan waktu tertentu untuk berdoa. Janganlah memaafkan diri kalian dengan berkata bahwa kalian tidak memiliki beban untuk berdoa. Berdoalah sekalipun kalian seolah-olah tidak ada beban, atau ketika nampaknya kalian tidak memiliki ada sesuatu yang harus dikatakan kepada Tuhan....Namun ketika kalian pergi kepada Tuhan dengan doa yang tanpa beban, mengatakan kepada-Nya bahwa kalian tidak ada sesuatu yang harus diucapkan, kalian akan nampak kalian sendiri disegarkan di dalam Tuhan dan dapat berdoa dengan sejati. Bila kita membuka diri kepada Tuhan dan mengakui ktia tidak tahu apa yang harus diucapkan kepada-Nya, maka kita akan menghirup udara rohani yang segar, dan kita akan terlindung di dalam kasih karunia Tuhan. (Pelajaran-hayat Kolose, hal. 369-370)
Sebelum kalian mencoba bertekun dalam doa, kalian harus terlebih dulu membuat mrngadakan perjanjian dengan Tuhan mengenai kehidupan doa kalian. Berdoalah kepada-Nya dengan tegas begini, ”Tuhan, aku ingin bersunggug-sungguh dengan-Mu dalam masalah doa ini. Aku minta langit dan bumi bersaksi bahwa saat ini aku ingin memiliki kehidupan doa. Aku tidak mau menjadi seorang yang tidak berdoa. Sebaliknya, aku ingin menjadi pendoa.”…Kita perlu berkata kepada-Nya, ”Tuhan, aku ngotot dalam hal ini. Aku mempersembahkan diriku kepada-Mu, agar aku dapat memiliki kehidupan doa. Tuhan, jagalah aku dalam roh doa. Jika aku lupa atau lalai akan hal ini, aku tahu Engkau tidak akan melupakannya. Ingatkanlah aku selalu untuk berdoa.” Doa semacam ini boleh dianggap sebagai satu nazar kepada Tuhan. Kita semua perlu membuat satu nazar kepada-Nya untuk krhidupan doa kita. Kita perlu berkata kepada Tuhan, ”Tuhan, aku tahu kalau aku melupakan nazar ini, Engkau tidak akan melupakannya. Sejak awal ini, Tuhan, aku ingin menyerahkan kewajiban ini kepada-Mu dengan jelas. Tuhan, janganlah membiarkan aku. Ingatkanlah aku untuk berdoa.”
Setelah kita membuat perjanjian dengan Tuhan tentang doa, kita harus menyisihkan waktu-waktu tertentu untuk berdoa. Misalnya, kalian boleh menyisihkan sepuluh menit setiap pagi. Selama waktu tersebut, berdoa harus menjadi prioritas utama. Kita harus menganggap doa sebagai urusan yang terpenting, dan tidak ada satu hal pun boleh mengganggunya. Jika kita tidak mempunyai sikap yang demikian, kita tidak mungkin memiliki kehidupan doa yang sukses. Tidak peduli berapa banyak hal yang harus kita lakukan setiap hari, setidak-tidaknya kita dapat menyisihkan beberapa menit di sana atau di sini untuk berdoa. Kita boleh berdoa sedikit pada pagi hari, dan berdoa ladi di tengah hari setelah selesai bekerja, dan malamnya kita boleh menyisihkan waktu lagi untuk berdoa. Melalui menyisihkan waktu-waktu tertentu dalam sehari, mungkin kita dapat menyisihkan setengah jam untuk berdoa. (hal. 847, 848)
Pertanyaan-pertanyaan: