← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 19/24

DOA-BACA FIRMAN ALLAH

Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 586

Efesus 6:17-18 Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus

Yeremia 15:16 Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataan-Mu, maka aku menikmatinya; firman-Mu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab nama-Mu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam.

Mazmur 119:103 Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku!

I. Mengenal esensi firman Allah:

A. Firman Allah ada hembusan Allah—2 Tim. 3:16.

B. Alkitab adalah susu rohani—1 Ptr. 2:2.

C. Firman Allah adalah makanan rohani, roti hayat kita—Mat. 4:4.

D. Firman Allah adalah roh dan hayat—Yoh. 6:63.

E. Firman Allah adalah Kristus —Allah sendiri—Yoh. 1:1, 14.

II. Makna dan fungsi doa-baca firman Tuhan:

A. “Dan terimalah…pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam roh …”—Ef. 6:17-18.

B. Memakai roh kita untuk mendoa-bacakan Firman Allah untuk menikmati Tuhan melalui makan, minum, dan menghirup roh dan hayat dalam Firman Allah—Ef. 6:17; Yer. 15:16; 1 Ptr. 2:2; cf. 2 Tim. 3:16.

III. Latihan dan praktek doa-baca firman Allah:

A. Doa-baca pribadi:

1. Lapar akan firman Tuhan; berharap dalam firman Allah.

2. Berdoa dengan roh; menjamah roh dalam firman.

3. Tidak bersandarkan pada pikiran kita; menurut Roh itu.

4. Setiap hari, pagi dan malam; makan, minum, dan menikmati.

B. Empat kunci doa-baca korporat:

1. Cepat: mengikuti dengan cepat, dihubungkan dengan cepat, dan menambahkan dengan cepat. Jangan bersahut-sahutan—bersahut-sahutan menyebabkan kekacauan. Jangan menunggu—menunggu mengakibatkan penurunan.

2. Pendek: kalimat-kalimat pendek mengambil roh—mengunyah bukan menelan.

3. Sejati: membebaskan roh melalui mengabaikan diri. Perasaan itu sejati ketika diekspresikan dari kedalaman.

4. Segar: mengikuti Roh itu untuk mengekspresikan perasaan yang segar. Jangan mencoba melucu.

Buku-buku Referensi: The Full Knowledge of the Word of God, Bab 1 dan 2; How to Enjoy the Spiritual Food (dalam bahsa China), Bab 2, 4 sampai 6; A Living Coinhering with the Lord in Spirit, dalam bahasa China, Bab 6 - 7; The Proper Way for the Believers to Meet and to Serve, dalam bahasa China, Bab 3; The God-ordained Way to Practice the New Testament Economy, Bab 8; Life-study of Ephesians, Berita 97.

Cuplikan Berita Ministri:

MENGENAL ESENSI FIRMAN ALLAH

Sekarang marilah kita melihat esensi dari Firman Allah secara sederhana. Jika kita ingin mengenal Firman Allah, kita harus mengetahui esensi firman Allah. Firman Allah adalah Alkitab. Esensinya adalah:

(1) Firman Allah adalah hembusan Allah (2 Tim. 3:16). Alkitab adalah hembusan Allah; yaitu dihembuskan oleh Allah. Alkitab adalah hembusan Allah. Bagi Allah, itu adalah perkara hembusan; bagi kita itu adalah perkara menghirup. Melalui Allah menghembus dan kita menghirup, Firman Allah masuk ke dalam kita dan menjadi hayat dan suplai hayat kita. Karena itu, ketika kita membaca Alkitab, kita memahami bahwa Alkitab bukan hanya huruf hitam di atas putih, melainkan hembusan Allah. Ia penuh dengan nafas rohani. Karena itu, kita tidak seharusnya memahami Alkitab dengan pikiran kita, melainkan kita juga harus mengontaki firman Alkitab dengan roh kita. Kapankala membaca Alkitab kita datang berkontak dengan Allah.

(2) Alkitab adalah susu rohani. Dalam 1 Petrus 2:2 Petrus berkata bahwa kita perlu menjadi seperti bayi yang baru lahir yang selalu ingin susu Firman yang murni. Dalam Firman Allah ada elemen susu. Ini juga dinyatakan dalam Ibrani 5:12, yang mengatakan, “Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras.” Firman Allah adalah nafas rohani kita, karena itu perlu kita hirup. Firman Allah juga adalah susu kita; karena itu perlu kita minum. Kita harus damba akan air susu Firman yang murni. Firman Allah adalah roti hayat kita, makanan hayat kita. Ini ditunjukkan dalam Matius 4:4, suatu kata keluar dari mulut Tuhan dan dikutip dari Ulangan 8:3 “Manusia hidup bukan dari roti saja tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Karena itu, kapankala kita membaca Alkitab, kita harus menghirup udara rohani, yaitu Firman Allah. Kita juga harus minum susu rohani dan makan roti hayat, yang adalah Tuhan sendiri.

(3) Firman Tuhan adalah roti hayat kita, makanan hayat kita. Ini ditunjukkan dalam Matius 4:4, firman yang keluar dari mulut Tuhan dan kutipan dari Ulangan 8:3 “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN. Karena itu, kapankala kita membaca Alkitab, kita harus menghirup udara rohani, yaitu Roh Allah. Kita juga harus minum susu rohani dan makan roti hayat, yang adalah diri Tuhan sendiri.

(4) Firman Tuhan adalah roh dan hayat. Dalam Yohanes 6:63 Tuhan Yesus berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat.”

(5) Firman adalah Allah. Perampungan dari Firman adalah Kristus sendiri, sebab Kristus adalah Firman Allah. Yohanes 1:1 mengatakan, ”Pada mulanya adalah Firman…dan Firman adalah Allah.” Firman ini menjadi daging, dan nama-Nya adalah Yesus Kristus. Pada akhirnya, firman dalam Alkitab adalah Allah sendiri. Itu adalah perwujudan dari Alah sendiri. Ini tidak berarti bahwa kita menganggap huruf hitam di atas putih sebagai Allah yang hidup. Apa yang kita maksudkan adalah bahwa firman hitam di atas putih ini mengandung Allah sendiri. Allah ini adalah Kristus; Dia adalah roti hayat kita. Kristus ini juga adalah Roh itu, yang menjadi susu rohani kita dan nafas rohani kita. (The Full Knowledge of the Word of God, hal. 16,17)

MAKNA DAN FUNGSI DOA-BACA FIRMAN ALLAH

Makna Doa-baca Firman Allah

Dalam bahasa Yunani, kata yang mendahului “yang mana” dalam ayat 17 adalah Roh itu, bukan pedang. Ini menunjukkan bahwa Roh itu adalah firman Allah. Baik Roh itu dan firman adalah Kristus (2 Kor. 3:17; Why. 9:13). Kita perlu menerima firman Allah dengan segala doa dan permohonan. Menurut ayat 17 dan 18 kita mengambil Firman Allah dengan segala doa dan permohonan. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa kita dapat mengambil firman melalui doa-baca, yaitu melalui berdoa dengan perkataan Kitab Suci dan di atas mereka, memakai firman dari Alkitab sebagai doa kita kepada Allah. Istilah doa-baca tidak ditemukan dalam Alkitab. Namun, fakta dari doa-baca adalah menurut Kitab Suci. (Life Study of Ephesians, Berita 97, hal. 817).

Kita juga perlu doa-baca firman (Ef. 6:17-18). Doa-baca adalah istilah yang ditemukan oleh kita untuk menggambarkan praktek pembacaan Firman Allah melalui doa dan dengan doa. Kamus rohani kita telah diperluas untuk meliputi kata ini. Ketika sesuatu ditemukan dalam suatu kebudayaan, ada keperluan untuk kosa-kata baru. The unabridged dictionaries lebih besar dari pada lima puluh tahun yang lalu. Bahasa berjalan sejalan dengan kebudayaan. Sekarang kita telah dipindahkan ke dalam kerajaan Allah, kita memiliki kebudayaan rohani, kebudayaan Kristen. Kita perlu istilah doa-baca untuk mencocokkan realitas dalam kebudayaan kristiani kita.

Banyak kaum kudus berdoa-baca di sepanjang sejarah gereja, tetapi mereka tidak memiliki istilah doa-baca. Banyak di antara kita doa-baca firman tanpa kesadaran akan apa yang sedang kita lakukan. Setelah kita diselamatkan, kita mungkin telah membaca ayat yang begitu menginspirasi kita dan menyenangkan kita. Secara spontan kita mengulang-ulangnya dengan jalan berdoa. Andrew Murray adalah salah satu di antara banyak kaum kudus yang mengubah firman Allah ke dalam doa (lihat ‘Lord... Thou Saidst’, hal. 66-67, diterbitkan oleh Living Stream Ministry). Banyak kaum kudus di sepanjang sejarah gereja menunjukkan bahwa cara terbaik untuk memahami firman adalah membacanya dengan penuh doa.

Untuk membaca Firman dengan doa dan melalui doa, untuk mendoa-bacakan firman, adalah cara terbaik untuk membaca firman. Membaca saja hanya memerlukan mata kita dan pemahaman kita, mentalitas kita. Namun menerima firman Allah ke dalam batin kita, diperlukan roh kita, dan cara yang terunggul untuk melatih roh kita adalah melalui berdoa. Kapankala kita berdoa, secara spontan kita melatih roh kita. Kemudian apa yang kita baca dengan mata kita dan pahami dalam mentalitas kita akan masuk ke dalam roh kita melalui doa kita. Setiap kata dalam Alkitab memerlukan doa-baca kita. (The God-ordained Way to Practice the New Testament Economy, hal. 79-80)

Doa-baca Firman Allah dengan Roh Kita

Kita perlu doa-baca, mengubah semua yang kita lihat dan semua yang kita pahami ke dalam doa. Ketika kita berdoa, kita memakai roh kita. Pada awalnya, kita mungkin memakai pikiran kita untuk berdoa, namun setelah tiga atau lima kalimat roh kita akan bangkit. Ini adalah fakta yang pasti. Karena itu, jangan lupa bahwa esensi dari firman Allah adalah hembusan Allah. Ketika kalian membacanya, kalian seharusnya menghirupnya. Di pihak Allah, ini adalah perkara Dia menghembuskan; di pihak kita, ini adalah perkara menghirup. Nafas rohani keluar dari Dia dan masuk ke dalam kita. Yang keluar dari Dia dan masuk ke dalam kita adalah nafas rohani. Firman Allah adalah roh dan hayat. Pikiran kita tidak dapat menjamah Roh itu. Jika kita tidak dapat menjamah Roh itu, kita tidak memiliki hayat. Hanya dengan menjamah Roh itu kita mendapatkan hayat. Pada akhirnya, hayat ini adalah Kristus, dan juga adalah Allah sendiri. Pada awalnya kita tidak perlu menjelaskan apa yang kita baca atau kita tidak perlu memahaminya; kita hanya perlu mendoa-bacakan Firman secara hurufiah. Ketika kita doa-baca, roh kita menjamah Roh itu dari Alkitab dan karenanya kita menerima hayat. (The Full Knowledge of the Word of God, hal. 23)

Makan, Minum, dan Menghirup Roh dan Hayat dalam Firman Allah

Perkara doa-baca untuk makan, minum, dan menghirup Roh dan hayat dalam Firman Allah terlihat dalam firman Alkitab; karenanya, doa-baca bukanlah takhyul. Ketika kita doa-baca, firman dalam huruf menjadi Roh dan hayat, yaitu, Tuhan sendiri. Berdoa-baca adalah menerima “pedang Roh, yang adalah firman Allah, dengan segala doa dan permohonan” (Ef. 6:17-18). Kapankala kita menerima Firman Allah melalui doa-baca, hasilnya adalah kita makan, minum dan menghirup Roh dan hayat dalam Firman Allah. Bahkan kaum saleh Perjanjian Lama, Yeremia, juga berkata, “Apabila aku bertemu dengan perkataan-Mu, aku menikmatinya” (Yer. 15:16). Firman Allah itu dapat dimakan; maka firman adalah makanan kita. Karena itu, kita harus “damba akan air susu firman yang murni” (1 Ptr. 2:2). Tambahan, Firman Allah juga adalah hembusan Allah. Ketika kita menghirup Firman Allah, menghirup apa yang telah Allah hembuskan, kita menerima Dia. Jelaslah kemudian bahwa berdoa-baca adalah makan, minum, dan menghirup, dan lebih konsisten kita mempraktekkannya, lebih baik. (hal. 24)

LATIHAN DAN PRAKTEK DOA-BACA FIRMAN TUHAN

Doa Baca Pribadi

Sekarang kita telah melihat apakah cara yang tepat untuk menerima firman Allah. Kita harus membaca Efesus 6:17 dan 18…Menurut ayat-ayat ini, apakah cara untuk menerima Firman Allah? Yaitu melalui segala doa dan permohonan. Inilah apa yang kita sebut sebagai doa-baca. Kita harus menerima firman Allah dalam segala doa.

Di pagi hari ataukah di malam hari, kita harus mengambil beberapa ayat firman Allah dan mendoa-bacakannya. Kalian tidak perlu melatih pikiranmu untuk “memeras” beberapa kata atau memikirkan apa yang telah kalian baca. Kalian hanya perlu berdoa dengan apa yang kalian baca. Kalian dapat memiliki beberapa doa yang hidup dengan setiap halaman dan ayat. Kalian tidak perlu menutup matamu untuk doa-baca. Ketika kalian berdoa, kalian menatap firman Allah….Kita harus menyadari bahwa ketika kita berdoa, kita tidak selalu harus menutup mata kita. Lebih baik jika kita dapat menutup pikiran kita….Kita tidak perlu mengatur frase atau membuat suatu doa. Dengan sederhana doa-bacakan firman Allah. Berdasarkan apa yang telah kalian baca, doakan dengan firman yang ada dalam Kitab Suci. Pada akhirnya, kalian akan melihat bahwa keseluruhan Alkitab adalah suatu buku doa! Kalian dapat membuka Alkitab di halaman manapun dan berdoa dengan bagian yang manapun.….Mungkin kalian sangat akrab dengan seluruh kitab Roma. Namun bahkan hari ini, kalian masih perlu mendoa-bacakan satu atau dua ayat dari kitab Roma. Kita mungkin mengetahui sesuatu tentang makanan, namun setiap hari kita masih perlu mengambil beberapa makanan dan memakannya. Tidak peduli berapa banyak kita mengetahui tentang makanan, kita masih perlu memakannya. Mengetahui adalah satu hal, makanan adalah hal lain, dan menikmati adalah hal yang lain juga. Kalian mungkin telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun, tetapi tidak peduli berapa lama kalian menjadi orang Kristen, atau berapa kali kalian telah membaca kitab tertentu dalam Alkitab, kalian seharusnya tidak hanya membacanya tetapi mendoa-bacakannya. kalian harus memakannya, mengambilnya dan menikmatinya.

Doa-baca dengan Kaum Kudus

Supaya memiliki kenikmatan dan persekutuan yang lebih dari firman Allah dan untuk mendoa-bacakannya dengan tepat dan memadai, kita perlu Tubuh, gereja. Kita dapat menikmati doa-baca pribadi, tetapi jika kita mencoba dan mendoa-bacakan dengan sekelompok orang Kristen secara korporat, kita akan berada di langit tingkat ketiga. Ini dikarenakan makanan adalah bagi seluruh Tubuh dan bukan hanya untuk satu anggota. Maka, cara terbaik untuk mendoa-bacakan Firman adalah bersama dengan anggota lain dalam Tubuh. Kalian dapat juga menerima beberapa keuntungan ketika kalian doa-baca sendiri, tetapi ketika kalian berdoa-baca dengan saudara saudari yang lain kalian akan melihat perbedaan.

Empat Kunci Doa-baca

Ketika kita berdoa-baca dengan saudara-saudari yang lain, kita harus mengingat empat kata: cepat, pendek, sejati, dan segar. Pertama, doa kita seharusnya cepat, tanpa ragu-ragu. Sekali kita berdoa dengan cepat, kita tidak akan ada waktu untuk merenungkan dalam pikiran kita. Kedua, doa-doa kita seharusnya pendek, karena doa yang panjang memerlukan karangan. Kita harus melupakan tentang mengarang doa yang panjang, tetapi kita hanya perlu membicarakan kalimat yang pendek atau bahkan suatu frase. Ketiga, kita juga perlu menjadi sejati, tanpa kepura-puraan. Kita seharusnya berbicara dengan sejati. Terakhir, doa kita haruslah segar dan tidak usang. Karena kita memiliki doa yang segar, cara terbaik adalah bukan memakai kata-kata kita sendiri, sebaliknya, berdoa dengan kata-kata Alkitab. Setiap bagian, setiap garis di seluruh Alkitab dapat dipakai sebagai doa kita. Inilah doa yang paling segar!

Lebih dari sepuluh ribu orang telah diyakinkan bahwa doa-baca adalah cara terbaik untuk membaca Alkitab. Cara ini telah membawa perubahan yang revolusioner dalam kehidupan mereka. Selama kalian mau mempraktekkannya dengan hati yang tulus, kalian akan menjamah Roh yang hidup! Jika kalian mencoba mendoa-bacakan baik secara pribadi dan korporat, kalian akan mampu bersaksi bahwa kekayaan Kristus telah disalurkan ke dalam kalian melalui doa-baca firman Allah. Kalian akan menerima berkat dan pertumbuhan dalam kehidupan rohani kalian, dan kalian akan mengalami suatu perubahan yang besar. Melalui doa-baca firman Allah, kalian menikmati Kristus dan menerima perawatan-Nya, dan kalian akan bertumbuh mencapai kematangan, dipenuhi dengan hayat, dan dijenuhi dengan Sang kekal (How to Enjoy the Spiritual Food, hal. 9-13 dalam bahasa China)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Jelaskan menurut Alkitab alasan kita harus mempraktekkan doa-baca firman Allah.

2. Bagaimana mempraktekkan doa-baca firman Allah secara pribadi?

3. Bagaimana kita mempraktekkan doa-baca firman Allah secara korporat?