← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 18/24

MENYERU NAMA TUHAN

Pembacaan Alkitab: Kidung: pilih sendiri

Yesaya 12: 3-4a Maka kamu akan menimba air dengan kegirangan dari mata air keselamatan.

Pada waktu itu kamu akan berkata: "Bersyukurlah kepada TUHAN, panggillah nama-Nya,

Roma 10:12b-13 Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.”

Ratapan 3:55-56 "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam.

Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku.

I. Makna menyeru nama Tuhan:

A. Kata Yunani untuk menyeru pada terdiri dari pada dan menyeru (nama); maka, berseru adalah menyeru dengan mengeluarkan suara, bahkan dengan keras, yaitu menyeru nama seseorang dengan bersuara.

B. Makna yang akurat dari menyeru nama Tuhan adalah menyeru dengan bersuara, ”Tuhan Yesus, O Tuhan Yesus”; juga menyeru kepada Tuhan, dan mengalami pernafasan rohani—Rat. 3:55-56; Kidung #210.

C. Melalui menyeru nama Tuhan, kita menerima Roh itu—Kis. 2:21, cat. 2.

D. Menyeru nama Tuhan adalah cara menikmati Tuhan.

II. Sejarah menyeru nama Tuhan—Kis. 2:21, cat. 1:

A. Kaum saleh Perjanjian Lama.

B. Kaum kudus Perjanjian Baru.

III. Tujuan menyeru nama Tuhan:

A. Diselamatkan—Rm. 10:13.

B. Diselamatkan dari tekanan, kesesakan, masalah, dan penderitaan—Mzm. 18:7; 118:5; 50:15; 86:7; 81:8; 116:3-4.

C. Untuk berbagian dalam belaskasih Tuhan— Mzm 86:5.

D. Untuk berbagian dengan keselamatan Tuhan—Mzm. 116:2, 4, 13, 17.

E. Menerima Roh Kudus—Kis. 2:17, 21.

F. Minum air rohani dan makan makanan rohani bagi kepuasan—Yes. 55:1.

G. Menikmati Kekayaan Tuhan—Rm. 10:12.

H. Membangkitkan diri kita—Yes. 64:7.

IV. Praktek menyeru nama Tuhan:

A. Menyeru nama Tuhan dari hati yang murni—2 Tim. 2:22.

B. Menyeru nama Tuhan dengan bibir yang murni—Zef. 3:9.

C. Menyeru nama Tuhan dengan mulut yang terbuka—Mzm. 81:11, 8.

D. Menyeru nama Tuhan secara korporat—2 Tim. 2:22.

E. Menyeru nama Tuhan setiap hari dan waktu demi waktu—Mzm. 88:10.

F. Menyeru nama Tuhan sepanjang kita hidup—Mzm. 116:2.

V. Kita harus mempraktekkan dan membangun kebiasaan menyeru nama Tuhan dalam kehidupan sehari-hari kita, dalam perkara yang praktis, doa, pembacaan Alkitab, mengucap syukur, memuji, bersidang, memberitakan injil, sehingga menyeru nama Tuhan menjadi kehidupan kita.

Buku-buku Referensi: Life-study of Genesis, berita 25; The Lord’s Recovery of Eating, bab 3 dan 4; Catatan kaki Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan; Calling on the Name of the Lord.

Cuplikan Berita ministri:

MAKNA MENYERU NAMA TUHAN

Pertama-tama, kita perlu belajar makna menyeru nama Tuhan. Beberapa orang Kristen berpikir bahwa menyeru nama Tuhan itu sama dengan berdoa kepada-Nya. Pada awalnya, saya memegang konsep yang sama. Tetapi, suatu hari, Tuhan menunjukkan kepada saya bahwa menyeru nama-Nya itu berbeda dari hanya berdoa. Ya, menyeru nama Tuhan adalah sejenis berdoa, karena itu adalah bagian dari doa kita, namun menyeru bukan hanya berdoa. Kata Ibrani untuk menyeru berarti ‘‘berteriak,’’ ‘‘berteriak kepada,’’ yaitu, berteriak. Kata Yunani untuk menyeru berarti ‘‘memohon seseorang,’’ ‘‘memanggil nama seseorang.’’ Dengan kata lain, berseru adalah memanggil seseorang dengan nama secara terdengar. Meskipun doa mungkin diam, menyeru haruslah terdengar.

Menyeru nama Tuhan juga berarti berteriak kepada-Nya dan mengalami pernafasan rohani. "Ya TUHAN, aku memanggil nama-Mu dari dasar lobang yang dalam. Engkau mendengar suaraku! Janganlah Kaututupi telinga-Mu terhadap kesahku dan teriak tolongku.” (Rat. 3:55-56). Ayat ini menunjukkan bahwa menyeru adalah juga berteriak dan bernafas. Berteriak adalah pernafasan yang terbaik…kapankala kalian berteriak, kalian bernafas secara spontan dan dalam. Melalui berteriak dan bernafas kita menghembus dan menghirup. Menghirup selalu mengikuti menghembus. Melalui menghembus, kita mengeluarkan semua hal negatif, semua hal positif dari Tuhan akan memenuhi kalian…Melalui menyeru nama-Nya semua hal yang dosa, jahat, dan najis akan dihembuskan keluar–kekayaan Tuhan–akan dihembuskan ke dalam kalian. (Life-study of Genesis, berita 25, hal. 334-335)

Ada satu perkara yang sangat penting, namun tidak jelas bagi banyak orang Kristen. Yaitu mengenai dua hal: nama Tuhan dan Roh Tuhan. Nama Tuhan Yesus dan Roh Tuhan adalah diri Tuhan sendiri, pribadi Tuhan. Setiap orang memiliki nama, dan setiap nama mengacu kepada seseorang, yang adalah persona itu sendiri. Jika tidak ada orangnya hanya ada namanya, nama itu tidak ada artinya. Yesus adalah nama Tuhan dan Roh itu adalah persona Tuhan. Ketika saya menyeru nama Tuhan, Roh itu datang. Saudara saudari, apakah kalian berpikir bahwa Tuhan Yesus hanyalah nama yang kosong? Tuhan Yesus itu riil; oleh karena itu ketika kalian berseru, Dia datang dan Dia yang datang adalah Roh itu. Jangan berpikir bahwa menyeru nama Tuhan adalah perkara yang kecil; kalian tidak dapat menyeru nama Tuhan tanpa hasil apa pun. Ketika kalian berseru, ”O TuhanYesus!”, Dia datang. (The Lord’s Recovery of Eating, hal. 21) Kita dapat seringkali memakai hal fisik sebagai ilustrasi dari perkara rohani. Untuk menikmati Tuhan dalam roh kita, adalah seperti menghirup udara secara fisik. Sama seperti tubuh kalian mengambil udara segar melalui bernafas, demikian juga roh kalian menghirup Tuhan ketika menyeru nama-Nya. Saya percaya bahwa kita semua memiliki pengalaman ini. Kapankala kita dengan sepenuhnya terbuka kepada Tuhan dan menyeru nama-Nya, kita memiliki perasaan hadirat Tuhan di dalam kita. Semakin kalian menyeru, semakin kalian menerima suplai dari Tuhan; semakin kalian menyeru, semakin kalian disiram oleh-Nya; semakin kalian menyeru, semakin kalian dipenuhi oleh-Nya. Tuhan adalah Tuhan atas semua! Ketika Tuhan datang kepada kita, apa pun yang kita perlukan, Dia adalah. Dia adalah apa yang kita perlukan, dan Dia menyuplai semua keperluan kita. Ratapan 3:55 mengatakan, “Aku menyeru nama-Mu, O Yehova, dari lubang yang dalam.” Ketika istri kalian membuat masalah di rumah, kalian masuk ke lubang yang dalam. Pada waktu sedemikian doa tidak membantu; kalian perlu menyeru. Jika kalian menyeru dengan keras beberapa kali ketika kalian tertekan, kalian akan mampu menerobos dan bangkit dari perasaan kalian. Seringkali seruan nama Tuhan kalian adalah untuk didengar setan sehingga mereka dapat diusir. Ketika kalian mulai marah, kalian tidak ada waktu untuk berdoa, namun kalian dapat dengan cepat menyeru nama Tuhan. Menyeru nama Tuhan adalah cara terbaik untuk mengusir setan marah dan setan pembuat masalah. (hal. 25-27)

SEJARAH MENYERU NAMA TUHAN

Berseru kepada nama Tuhan bukanlah suatu praktek baru dalam Perjanjian Baru, melainkan sudah dimulai dalam Kejadian 4:26, yaitu Enos, keturunan ketiga dari umat manusia. Praktek ini diteruskan oleh Ayub (Ayb. 12:4; 27:10), Abraham (Kej. 12:8; 13:4; 21:33), Ishak (Kej. 26:25), Musa dan bangsa Israel (Ul. 4:7), Simson (Hak. 15:18; 16:28), Samuel (1 Sam. 12:18; Mzm. 99:6), Daud (2 Sam. 22:4, 7; 1 Taw. 16:8; 21:26; Mzm. 14:4; 17:6; 18:4, 7; 31:18; 55:17; 86:5, 7; 105:1; 116:4, 13, 17; 118:5; 145:18), pemazmur Asaf (Mzm. 80:19), pemazmur Heman (Mzm. 88:10), Elia (1 Raja. 18:24), Yesaya (Yes. 12:4), Yeremia (Rat. 3:55, 57), dan yang lain (Mzm. 99:6), mereka semua mempraktekkan hal ini dalam zaman Perjanjian Lama. Yesaya menyuruh pencari-pencari Allah berseru kepada-Nya (Yes. 55:6). Bahkan orang-orang kafir tahu bahwa nabi-nabi Israel mempunyai kebiasaan berseru kepada nama Allah (Yun. 1:6; 2 Raj. 5:11). Orang kafir dari bagian utara yang Allah bangkitkan juga menyeru nama-Nya (Yes. 41:25). Perintah (Mzm. 50:15; Yer. 29:12) dan keinginan Allah (Mzm. 92:15; Zef. 3:9; Za. 13:9) adalah supaya umat-Nya berseru kepada-Nya. Ini adalah jalan sukacita untuk minum sumber air keselamatan Allah (Yes. 12:3-4) dan jalan nikmat untuk menyenangkan diri karena Allah (Ayb. 27:10). Menyenangkan diri karena Allah berarti menikmati Dia. Karena itu, umat Allah harus berseru kepada-Nya setiap hari (Mzm. 88:10). Praktek sedemikian riang dinubuatkan oleh Yoel (Yl. 2:32) tentang tahun Yobel Perjanjian Baru.

Dalam Perjanjian Baru, menyeru nama Tuhan pertama disinggung oleh Petrus pada hari Pentakosta, sebagai penggenapan nubuat Yoel. Penggenapan ini berhubungan dengan pencurahan Roh almuhit secara ekonomikal ke atas umat pilihan-Nya supaya mereka dapat berbagian dalam Yobel Perjanjian Baru. Nubuat Yoel dan penggenapannya tentang Yobel Perjanjian Baru Allah memiliki dua aspek: pada aspek Allah, Dia mencurahkan Roh-Nya dalam kenaikan Kristus yang bangkit; pada aspek kita, kita menyeru nama Tuhan yang naik ke surga, yang telah merampungkan semua, mencapai semua, dan mendapatkan semua. Menyeru nama Tuhan sangatlah perlu bagi kita, orang-orang beriman dalam Kristus, agar kita berbagian dan menikmati Kristus yang almuhit dengan segala yang telah Dia rampungkan, capai, dan dapatkan. (1 Kor. 1:2). Menyeru nama Tuhan adalah praktek besar dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah yang memungkinkan kita menikmati Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk keselamatan kita yang sempurna (Rm. 10:10-13). Orang-orang beriman sebermula mempraktekkan hal ini di mana-mana (1 Kor. 1:2), terhadap orang-orang yang tidak percaya, terutama para penganiaya, menyeru nama Tuhan menjadi satu tanda populer dari orang-orang yang percaya Kristus (9:14, 21). Ketika Stefanus dianiaya, ia menyeru nama Tuhan (7:59), dan ini pasti memberi kesan yang dalam kepada Saulus, salah satu penganiayanya (7:58-60; 22:20). Kemudian, Saulus yang tidak percaya menganiaya orang-orang yang berseru kepada Tuhan (9:14, 21). Segera setelah Saulus ditangkap oleh Tuhan, Ananias, yang membawa dia masuk ke dalam persekutuan Tubuh Kristus, menyuruh dia dibaptis sambil berseru kepada nama Tuhan; ini menunjukkan kepada orang lain bahwa dia juga telah menjadi penyeru yang sedemikian. Perkataannya kepada Timotius dalam 2 Timotius 2:22 menunjukkan bahwa pada masa semula. Semua pencari Tuhan adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan. Tidak dapat disangkal, dia mempraktekkan hal ini, karena ia menyuruh Timotius, sekerjanya yang muda untuk melakukannya supaya Timotius juga dapat menikmati Tuhan seperti dia. (Alkitab Perjanjian Baru Versi Pemulihan, Kisah Para Rasul 2:21, catatan 1, hal. 492)

Melalui semua ayat ini kita dapat melihat bahwa pada abad pertama orang Kristen sangat mempraktekkan menyeru nama Tuhan. Oleh karena itu, sama seperti Perjanjian Lama demikian juga di permulaan zaman kekristenan, kaum kudus menyeru nama Tuhan. Betapa disesalkan bahwa hal itu telah dilupakan sejangka waktu yang lama oleh kebanyakan orang Kristen. Kita percaya bahwa hari ini Tuhan ingin memulihkan menyeru nama Tuhan dan supaya kita mempraktekkannya sehingga kita dapat menikmati kekayaan hayat-Nya. (Calling On the Name of the Lord, hal. 4-5)

TUJUAN MENYERU NAMA TUHAN

Diselamatkan

Mengapa kita perlu menyeru nama Tuhan? Manusia perlu menyeru nama Tuhan supaya diselamatkan (Rom. 10:13). Misalnya seseorang mendengar injil dan mulai percaya Tuhan. Kalian dapat membantunya beroleh selamat melalui mengajaknya berdoa kepada Tuhan dengan cara yang sangat tenang, dan saya telah melihat banyak orang diselamatkan dengan jalan ini. Namun, kalian jangan hanya membantunya berdoa tetapi juga menyeru nama Tuhan, pengalaman keselamatannya akan menjadi lebih kuat. Cara pertama, berdoa dengan tenang memang membantu orang diselamatkan, tetapi tidak dengan kaya. Cara kedua, menyeru nama Tuhan dengan suara keras, membantu orang untuk diselamatkan dengan lebih kaya dan lebih menyeluruh. Maka, kita perlu mendorong orang untuk membuka diri mereka dan menyeru nama Tuhan Yesus.

Diselamatkan dari Tekanan, Kesesakan, Masalah, dan Penderitaan

Alasan lain untuk menyeru nama Tuhan adalah diselamatkan dari tekanan (Mzm. 18:7; 118:5), masalah (Mzm. 50:15; 86:7; 81:8), penderitaan dan kesakitan (Mzm. 116:3-4). Orang-orang yang berdebat mengenai menyeru nama Tuhan menemukan dirinya sedang berseru kepada-Nya saat mereka ditundukkan oleh masalah tertentu atau sakit. Ketika hidup kita bebas dari masalah, kita akan membantah mengenai menyeru nama Tuhan. Namun, ketika masalah datang, tidak perlu orang memberi tahu kalian untuk menyeru nama-Nya. Kalian akan dengan spontan menyeru. Menyeru nama Tuhan menolong dan membebaskan kita. Kita perlu menyeru nama Tuhan ketika dalam tekanan dan masalah. Lebih jauh lagi, Mazmur 116:3-4 memberi tahu kita bahwa menyeru nama Tuhan menyelamatkan kita dari semua perkara negatif seperti sakit, penderitaan, maut, dan neraka. Jika kalian ingin dibebaskan dari hal-hal demikian, kalian perlu menyeru nama Tuhan.

Untuk Berbagian dalam Belaskasih Tuhan

Mazmur 86:5 mengatakan bahwa Tuhan itu baik, siap mengampuni, dan pemurah dalam belaskasihan bagi semua orang yang menyeru kepada-Nya. Cara bagi kita untuk berbagian dalam belaskasih Tuhan yang limpah adalah melalui menyeru nama-Nya. Semakin kita menyeru nama-Nya, semakin kita menikmati belaskasihan-Nya.

Mengambil Bagian dengan Keselamatan Tuhan

Mazmur 116 juga memberi tahu kita bahwa kita dapat mengambil bagian dengan keselamatan Tuhan melalui menyeru nama-Nya. “Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN” (ay. 13). Dalam satu mazmur ini menyeru nama Tuhan disebutkan empat kali (ay. 2, 4, 13, 17). Menyeru di sini adalah untuk tujuan mengambil bagian dengan keselamatan Tuhan. Seperti yang telah kita lihat di depan, cara untuk mengambil sumber air keselamatan adalah melalui menyeru nama Tuhan (Yes. 12:2-4).

Menerima Roh Itu

Alasan lain menyeru nama Tuhan adalah untuk menerima Roh itu (Kis. 2:17, 21). Cara yang terbaik dan termudah untuk dipenuhi dengan Roh Kudus adalah menyeru nama Tuhan. Roh itu telah dicurahkan. Kita dengan sederhana perlu menerima Dia melalui menyeru nama Tuhan. Kita dapat melakukannya setiap waktu. Jika kalian menyeru nama Tuhan beberapa kali, kalian akan dipenuhi dengan Roh itu.

Minum Air Rohani dan Makan Makanan Rohani bagi Kepuasan

Yesaya 55:1 mengatakan, “Ayo, hai semua orang yang haus, marilah dan minumlah air, dan hai orang yang tidak mempunyai uang, marilah! Terimalah gandum tanpa uang pembeli dan makanlah, juga anggur dan susu tanpa bayaran!”Apakah cara untuk makan dan minum Tuhan? Yesaya memberi kita cara dalam ayat 6 dari pasal yang sama: “Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat!” Maka, cara minum air rohani dan makan makanan rohani bagi kepuasan kita adalah mencari Tuhan dan menyeru nama-Nya.

Menikmati Kekayaan Tuhan

Roma10:12 mengatakan bahwa Tuhan kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Tuhan itu kaya dan kaya bagi semua yang berseru kepada-Nya. Cara untuk menikmati kekayaan Tuhan adalah melalui menyeru nama-Nya. Tuhan bukan hanya kaya, tetapi juga dekat dan tersedia seperti disebutkan dalam ayat 8 dari pasal yang sama, sebab Dia adalah Roh pemberi hayat. Sebagai Roh itu, Dia Mahahadir. Pada setiap waktu dan setiap tempat, kita dapat menyeru nama-Nya. Ketika kita menyeru nama-Nya, Dia datang kepada kita sebagai Roh itu, dan kita menikmati kekayaan-Nya. Ketika kalian menyeru Yesus, Roh itu datang.

Membangkitkan Diri Kita

Melalui menyeru nama Tuhan kita dapat membangkitkan diri kita. Yesaya 64:7 mengatakan, “Tidak ada yang memanggil nama-Mu atau yang bangkit untuk berpegang kepada-Mu; sebab Engkau menyembunyikan wajah-Mu terhadap kami, dan menyerahkan kami ke dalam kekuasaan dosa kamu.” Ketika kita merasa bahwa kita lemah atau rendah, kita dapat bangkit dan membangkitkan diri kita melalui menyeru nama Tuhan. (Life-study of Genesis, hal. 341-344 )

PRAKTEK MENYERU NAMA TUHAN

Bagaimana seharusnya kita menyeru nama Tuhan? Kita harus menyeru dari hati yang murni (2 Tim 2:22). Hati kita, yang adalah sumber penyeruan, harus murni, tidak mencari apa-apa selain diri Tuhan sendiri. Juga, kita harus berseru dengan bibir yang murni (Zef. 3:9). Kita perlu menjaga pembicaraan kita, karena tidak ada yang mencemarkan bibir kita selain pembicaraan yang kendor. Jika bibir kita tidak murni dikarenakan perkataan yang kendor, akan sulit bagi kita untuk menyeru nama Tuhan. Seiring dengan hati yang murni dan bibir yang murni, kita perlu memiliki mulut yang terbuka (Mzm. 81:11). Kita perlu membuka mulut kita lebar-lebar untuk menyeru nama Tuhan. Lebih jauh lagi, kita perlu menyeru nama Tuhan secara korporat. Dua Timotius 2:22 mengatakan, “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” Kita perlu datang bersama-sama untuk tujuan menyeru nama Tuhan.

Mazmur 88:10 mengatakan, “Tuhan aku berseru kepada-Mu setiap hari.” Karena itu, kita harus menyeru nama-Nya setiap hari. Perkara menyeru nama Tuhan ini bukanlah perkara doktrin. Menyeru nama Tuhan adalah sangat praktis. Kita perlu mempraktekkannya setiap hari dan setiap jam. Kita tidak seharusnya berhenti bernafas. Kita semua tahu apa yang terjadi ketika kita berhenti bernafas. Lebih jauh lagi, Mazmur 116:2 mengatakan, “Sebab Ia menyendengkan telinga-Nya kepadaku, maka seumur hidupku aku akan berseru kepada-Nya.” Selama kita hidup, kita seharusnya menyeru nama Tuhan. Saya berharap ada lebih banyak lagi umat Tuhan, khususnya orang-orang baru, mau mulai mempraktekkan menyeru nama Tuhan. Jika kalian melakukannya, kalian akan melihat cara terbaik untuk menikmati kekayaan Tuhan. (hal. 344)

MEMBANGUN SUATU KEHIDUPAN YANG MENYERU NAMA TUHAN

Kita telah melihat dengan jelas bahwa makan Tuhan adalah cara untuk menikmati Tuhan. Makan Tuhan, yang adalah ekspresi rohani, adalah sungguh-sungguh menyeru nama Tuhan. Menyeru nama Tuhan adalah cara kita menikmati Tuhan…Ada perkara lainnya yang dapat dipersaksikan oleh beberapa orang. Ketika kalian memberitakan injil kepada seseorang, cara terbaik adalah membantu dia membuka mulut menyeru nama Tuhan…Ketika yang lain menyeru nama Tuhan dengan kalian, roh mereka tanpa sadar terbuka kepada Tuhan. Ketika roh mereka terbuka, Tuhan Sang Roh yang hidup, masuk ke dalam roh mereka dan mereka diselamatkan. Banyak saudara dan saudari dapat bersaksi untuk fakta bahwa cara yang paling cepat dan efektif memberitakan injil adalah membantu orang menyeru nama Tuhan Yesus…Lebih jauh lagi, Alkitab menunjukkan kepada kita bahwa ketika kita mengorbankan persembahan kepada Allah, yaitu ketika kita mengucap syukur kepada Allah, kita juga harus menyeru nama Tuhan. Kapankala hati kalian dijamah oleh kasih karunia Tuhan dan kalian mengucap syukur kepada Tuhan, kalian harus menyeru nama Tuhan dari ke dalaman kalian. Perkara yang paling memuliakan Tuhan dan memberinya syukur dan pujian yang paling puncak adalah seruan kita kepada Tuhan.…Oleh karena itu, saudara dan saudari, kalian harus belajar untuk menyeru nama Tuhan, dan kalian juga harus belajar untuk membaurkan seruan nama Tuhan kalian dengan doa-baca firman. Jika kalian mempraktekkan dua hal ini setiap hari, keseluruhan diri kalian akan dijenuhi dengan Tuhan. Karena Tuhan beroperasi di dalam kita, kita harus belajar menyeru nama Tuhan sampai berseru ini menjadi kebiasaan alami dalam kehidupan kita.…Pada abad pertama semua orang Kristen yang tepat menempuh suatu kehidupan menyeru nama Tuhan. Saya tidak meragukan sama sekali bahwa mereka menyeru nama Tuhan setiap hari. Mereka menyeru nama Tuhan di rumah, dan mereka menyeru nama Tuhan ketika berjalan di jalan. Saya berharap bahwa setiap dari kalian akan membangun praktek sedemikian. (The Lord’s Recovery of Eating, hal. 25-31)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Apakah makna menyeru nama Tuhan?

2. Jelaskan dengan singkat sejarah menyeru nama Tuhan.

3. Apakah tujuan menyeru nama Tuhan?

4. Bagaimana kita mempraktekkan suatu kehidupan menyeru nama Tuhan?