← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 15/24

PERASAAN HAYAT

Pembacaan Alkitab: Suplemen: No. 110

Roma 8:4-6 Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh. Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh. Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.

Filipi 2:12-13 Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

1 Yohanes 2:27 Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

I. Pengenalan atas perasaan hayat:

A. Terang hayat—1 Yoh. 5:11-12; Yoh. 1:4.

B. Allah menuliskan hukum-Nya pada hati kita—Ibr. 8:10.

C. Hukum Roh hayat—Rm. 8:2.

D. Allah yang beroperasi di dalam kita—Flp. 2:13.

E. Kristus yang hidup di dalam kita—Gal. 2:20.

F. Pengurapan yang di dalam—1 Yoh. 2:27; Luk. 4:18; 2 Kor. 1:21-22.

II. Sumber perasaan hayat:

A. Terang hayat yang menyinari di dalam kita.

B. Hukum yang Allah tulis pada hati kita.

C. Hukum Roh hayat menyatakan daya gunanya di dalam kita.

D. Allah yang beroperasi di dalam kita.

E. Kristus di dalam kita, adalah “hidup”

F. Pengurapan di dalam kita.

III. Tanggung jawab kita terhadap perasaan hayat:

A. Berjalan hanya oleh roh, menaruh pikiran pada roh—Rm. 8:4-6.

B. Memperhatikan perasaan hayat di dalam—Rm. 8:6.

C. Mentaati dengan takut dan gentar—Flp. 2:12.

D. Tinggal di dalam Dia sebagai pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu—1 Yoh. 2:27.

IV. Hasil mentaati perasaan hayat:

A. Menikmati hayat dan damai sejahtera—Rm. 8:6.

B. Tinggal di dalam Tuhan—1 Yoh. 2:27.

C. Mengerjakan keselamatan kita—Flp. 2:12.

D. Merampungkan kerelaan/hasrat hati Allah—Flp. 2:12-13.

Buku-buku Referensi: Pengenalan Hayat, bab 5; Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, vol. 3, pelajaran 21;.

Cuplikan Berita ministri:

PENGENALAN ATAS PERASAAN HAYAT

Terang Hayat

Begitu kita menerima Putra Allah menjadi Juruselamat, mempunyai Putra Allah lalu mempunyai hayat, karena hayat berada di dalam Putra Allah. “Hayat itu adalah terang manusia,” sebab itu setelah kita mempunyai hayat, kita juga mempunyai terang hayat menyinari batin kita. Kita, orang-orang yang memiliki hayat Tuhan, tidak perlu di lahir mencari terang lain, karena di dalam kita ada satu terang ajaib, yaitu hayat Tuhan yang mulia yang ada di dalam kita.

Hukum Allah Tertulis pada Hati Kita

Dalam Perjanjian Lama, hukum Allah ditulis di loh batu yang di luar manusia. Tetapi di sini dikatakan, pada Perjanjian Baru, Allah menaruh hukum-Nya di dalam kita, dituliskannya dalam hati kita….[Ambillah pohon sebagai suatu contoh.] Ketika Allah menaruh hayat yang [berkuntum dan mekar] ke dalam [pohon], bersamaan dengan itu, juga memasukkan hukum yang terkandung di dalamnya ke dalam pohon itu. Boleh dikatakan, Allah menaruh hukum-Nya ke dalamnya, menulis hukum-Nya ke dalam hatinya.

Dulu di gunung Sinai, Allah melarang manusia berzinah, mencuri, berbohong; kesemuanya adalah hukum yang tertulis di luar. Sekarang Allah datang, melalui hayat-Nya menaruh hukum-Nya ke dalam kita, menulisnya dalam hati kita. Dalam hayat-Nya terkandung hukum-Nya. Allah menaruh hayat-Nya ke dalam kita, berarti juga menaruh hukum yang di dalam hayat-Nya ke dalam kita. Di dalam kita mempunyai hayat-Nya, juga mempunyai hukum yang ada di dalam hayat-Nya. Sebab itu, hukum yang Dia tulis di dalam kita, adalah hukum hayat. Hukum hayat ini dengan sendirinya di dalam kita membuat kita tidak berzinah, tidak mencuri, tidak berbohong, dan tidak melakukan perkara yang tidak diperkenan Allah. Tidak perlu Dia di luaran kita memerintah kita, karena hukum yang ada di dalam hayat-Nya, di dalam kita membuat kita mengenal Dia, dan mengetahui hukum-Nya.

Hukum Roh Hayat

Apakah hukum Roh hayat itu? Hukum adalah suatu kekuatan alami, daya guna alami. Roh hayat adalah Roh Allah yang berada di dalam roh kita. Roh ini bersifat hayati. Sebab itu hukum Roh hayat boleh dikatakan adalah hukum hayat. Suatu hukum belum tentu adalah suatu hayat, tetapi suatu hayat pasti merupakan suatu hukum, mempunyai suatu kekuatan dan daya guna alami. Baik hayat hewan atau tumbuh-tumbuhan, merupakan suatu hukum, mempunyai suatu kekuatan dan daya guna alami. Terbang adalah hukum dari hayat burung, juga kekuatan alami hayat burung. Berbuah adalah hukum hayat dari hayat pohon, juga daya guna alami hayat pohon. Lagi pula bila suatu hayat semakin tinggi, hukumnya semakin kuat, kekuatan dan daya guna alaminya juga semakin besar. Dari Roh Kudus mendapat suatu hayat yang paling tinggi, jadi hayat ini di dalam kita bukan saja merupakan suatu hukum, bahkan suatu hukum yang paling tinggi, bukan saja merupakan suatu kekuatan dan daya guna alami, bahkan suatu kekuatan dan daya guna alami yang paling tinggi. Hukum ini, kekuatan dan daya guna alami ini, karena Roh Allah yang mahakuasa beroperasi di dalam roh kita, membuat kita terlepas dari hukum dosa dan maut, terlepas dari sesuatu yang berkebalikan dengan Allah. Tidak perlu kita bertekad, tidak perlu kita bergumul, hukum hayat ini dengan sendirinya bereaksi di dalam kita, menyatakan kekuatannya, mewujudkan daya gunanya.

Allah Beroperasi di dalam Kita

Allah beroperasi di dalam kita! Ini adalah suatu perkara yang ajaib! Mungkin Anda mengetahui bahwa Allah berada di dalam Anda, tetapi Anda belum mengetahui Allah beroperasi di dalam Anda. Allah di dalam kita, bukannya menganggur, tidak ada aktivitas. Dia di dalam kita berkarya, sering beroperasi. Baik ketika kita di dalam bertekad, atau di luar bertindak tanduk, Dia selalu beroperasi di dalam kita, supaya kita bisa mengerti dan menuruti kehendak-Nya, untuk merampungkan kerelaan-Nya yang baik.

Kristus Hidup di dalam Kita

Kristus di dalam kita, bukan saja menjadi hayat kita, juga hidup di dalam kita. Karena Dia hidup di dalam kita, pastilah ada makna dan perbuatan-Nya.

Sebegitu kita percaya Tuhan Yesus, Kristus berada di dalam diri kita. Asal kita beriman kepada Kristus, Kristus berada di dalam kita. Lagi pula, Dia di dalam kita, bukannya tidak berbuat apa-apa, melainkan hidup dan berkarya.

Pengurapan Minyak Beredar di dalam Kita

Minyak urapan dalam Alkitab mengacu kepada Roh Kudus (Luk. 4:18; Kis. 10:38). Sebab itu, “pengurapan minyak” adalah peredaran Roh Kudus. Roh Kudus beredar di dalam kita, seperti minyak urapan mengurapi, mengurapkan maksud Tuhan untuk kita ketahui. Sebab itu, pengurapan minyak di dalam kita, dapat mengajar kita tentang segala sesuatu. Tuhan terhadap kita mempunyai tuntutan apa, mempunyai pimpinan apa, kita di depan Tuhan harus berbuat apa, harus bagaimana bertindak, semuanya ini pengurapan minyak di dalam kita, melalui pengurapan mengajar kita supaya kita mengetahui. (Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, vol. 3, hal. 175-182)

SUMBER PERASAAN HAYAT

Penyinaran Terang Hayat di dalam Kita

Terang hayat adalah penerangan hayat Tuhan di dalam kita. Sebab itu, terang ini pasti menimbulkan perasaan hayat di batin kita. Perasaan yang timbul dari hayat yang di dalam kita, adalah apa yang kita lihat melalui terang hayat di dalam kita. Misalnya kita merasakan sesuatu hal tidak diperkenan Allah, berarti di dalam kita telah melihat perkara itu tidak diperkenan Allah. Sebab itu, perasaan di dalam kita, adalah apa yang telah kita lihat di dalam kita.

Pemfungsian Hukum Allah yang Tertulis pada Hati Kita

dan Hukum Roh Hayat di dalam Kita

Hukum yang Allah tuliskan pada hati kita, dengan hukum Roh hayat di dalam kita, semuanya adalah daya guna alami hayat Tuhan di dalam kita. Sebab itu, ketika daya guna ini beroperasi di dalam kita, di dalam kita pasti timbul perasaan. Perasaan ini adalah perasaan hayat yang kita rasakan, seiring dengan daya guna hukum hayat. Tetapi ketika kita mengikuti perasaan hayat, kita tidak seberapa merasakannnya. Malahan ketika kita melawannya, kita dapat merasakannya dengan jelas. Misalnya, ketika pencernaan di dalam lambung lancar, kita tidak seberapa merasakannya; tetapi ketika ada penyakit, kita merasakan dengan hebat. Ketika Anda melawan Allah, yaitu ketika Anda bertindak tanduk melawan perasaan hayat, ia akan terasa sekali di dalam Anda. Jika Anda pergi bersidang, tindakan itu mengikuti perasaan hayat, sebab itu Anda tidak merasakan perasaan hayat; sebaliknya, jika Anda pergi menonton bioskop, tindakan itu berlawanan dengan perasaan hayat, maka perasaan hayat akan dengan nyata terasa di dalam Anda.

Operasi Allah di dalam Kita

Operasi Allah di dalam kita adalah suatu aktivitas, sebab itu pasti menimbulkan perasaan di dalam kita. Bila tangan saya menjamah dahinya, ia pasti merasakannya. Ketika seorang sibuk, jamahan yang lembut belum tentu terasa oleh orang itu. Tetapi kalau orang itu sedang tenang, tersentuh sedikit saja sudah terasa. Kalau Anda sibuk seharian, pikiran tidak tenang, bahkan hati Anda selalu tegang, memikirkan ini dan itu, Anda tidak akan dapat merasakan operasi Allah di dalam Anda. Kalau Anda mau menenangkan diri, akan Anda rasakan Allah sedang beroperasi di dalam Anda. Sebab itu, pengoperasian Allah di dalam kita, bagi Allah adalah suatu pekerjaan-Nya di dalam kita; bagi kita, pasti di dalam kita menimbulkan semacam perasaan hayat. Asalkan keadaan kita pantas, pasti merasakan perasaan hayat ini.

Kristus yang “Hidup’ di dalam Kita

Kristus yang ada di dalam kita, bukan saja memiliki hayat, bukan saja hidup, bahkan berdasarkan hayat-Nya sedang hidup di dalam kita. Dia di dalam kita sedang hidup, berkarya, sebab itu pasti membuat kita mempunyai perasaan. Perasaan ini timbul dari aktivitas hayat yang ada di dalam kita, sebab itu perasaan ini pasti hayati, juga perasaan hayat.

Pengurapan di dalam Kita

Minyak urapan melalui pengurapan, mengajar di dalam kita. Pengurapan yang memberi pelajaran di dalam kita adalah suara Roh Kudus di dalam kita, juga penerangan wahyu Roh Kudus di dalam kita. Beberapa macam pengurapan ini, semuanya membicarakan satu hal, yaitu pengoperasian Roh Kudus di dalam kita. Pengoperasian ini adalah aktivitas Roh Kudus di dalam kita, pasti membuat roh kita ada perasaan hayat. Perasaan hayat ini adalah apa yang kita rasakan di dalam roh kita, juga apa yang kita dengar dari Roh Kudus, dan apa yang kita lihat melalui Roh Kudus.

Sebab itu, di dalam kita tidak saja ada hayat, juga ada perasaan hayat. Terang hayat menerangi di dalam kita, hukum hayat menyatakan daya gunanya di dalam kita, Allah sendiri beroperasi di dalam kita, Kristus hidup di dalam kita, minyak urapan Roh Kudus mengurapi di dalam kita,–kesemuanya ini membuat perasaan hayat yang ada di dalam kita, menjadi lebih kaya dan kuat. (Pokok-pokok Penting dalam Alkitab, vol. 3, hal. 184-187)

TANGGUNG JAWAB KITA TERHADAP PERASAAN HAYAT

Mengikuti Roh–Menaruh Pikiran pada Roh

Perasaan hayat di dalam kita berasal dari Roh Kudus, juga berada di dalam roh kita. Sebab itu, tanggung jawab pertama kita terhadap perasaan hayat, adalah dalam segala sesuatu hanya menurut roh, menaruh pikiran pada roh. Kita menuruti roh, menaruh pikiran pada roh, berarti menurut perasaan hayat, taat kepada perasaan hayat. Terhadap perasaan hayat, yang paling penting kita harus taat. Kapan saja, dan dalam perkara apa saja, begitu dalam Anda ada perasaan hayat, harus ditaati. Untuk bertindak sebagai orang Kristen, yang paling berharga adalah taat terhadap perasaan hayat. Bila ingin taat kepada perasaan hayat, harus menurut roh, menaruh pikiran pada roh.

Memperhatikan Perasaan Hayat dan Damai Sejahtera di dalam

Perasaan hayat dalam kita juga suatu perasaan damai sejahtera. Ketika kita taat kepadanya, ia membuat kita merasakan damai sejahtera. Sebab itu, dalam perkara apa saja, begitu dalam Anda tidak merasakan hayat, sebaliknya merasakan maut; begitu tidak merasakan damai, malah merasakan tidak damai, seharusnya segera menghentikannya. Harus memperhatikan perasaan hayat dan damai yang di dalam Anda. Ingin demikian, Anda harus menaruh pikiran pada roh. Hanya orang yang menaruh pikiran pada roh barulah hidup dan damai sejahtera. (hal. 188-189)

Mentaati dengan Takut dan Gentar

Kaum beriman harus mempertahankan dirinya tidak kehilangan perasaan hayat, harus dengan takut dan gentar memperhatikan dan taat kepada setiap perasaan dalam dirinya. Hanya dengan demikian, barulah dapat mempertahankan perasaan hayat di dalam.

kalau perasaan hayat kaum beriman tumpul, pasti karena kaum beriman tidak mempedulikan, atau melanggar perasaan hayat itu. Kalau kaum beriman mau mempedulikan dan taat kepada perasaan hayatnya yang hampir pudar, perasaan hayat ini akan bangkit dan pulih kembali. Perasaan hayat di dalam kita, meskipun ada kalanya karena kita tidak mempedulikannya atau melanggarnya, lalu menjadi tumpul, hampir punah, tetapi tidak berarti mati sama sekali. Atau sedikit pun tidak ada. Ia masih bisa tersisa sedikit. Kalau kita mau memperhatikannya dan taat kepada perasaan hayat yang tersisa sedikit ini, ia segera akan pulih kembali. Sebab itu, kalau ingin memulihkan perasaan hayat, harus memperhatikan dan taat kepadanya.

Kalau perasaan hayat kaum beriman peka, pasti karena kaum beriman taat kepada yang dirsakannya. Kalau kaum beriman mau terus menerus taat kepada yang dirasakannya, perasaan hayat akan lebih peka lagi. Kalau kaum beriman menaati perasaan hayat, perasaan hayat akan lebih bertumbuh. Sebab itu, yang bisa memperbesar perasaan hayat kita, adalah ketaatan kita. (hal. 193-194)

Hidup di dalam Tuhan menurut Pengajaran Pengurapan

Pengajaran yang diurapkan di dalam kita oleh minyak urapan, membuat kita mengenal Tuhan dan hayat Tuhan. Sebab itu, kita harus menurut pengajaran ini, tinggal di dalam Tuhan, dan bersekutu dengan-Nya. Menurut pengajaran minyak urapan, adalah menurut pengurapan Roh Kudus di dalam kita. Hanya demikian kita baru bisa tinggal di dalam Tuhan, dan memiliki persekutuan hayat dengan Tuhan. (hal. 192)

HASIL KAUM BERIMAN MENTAATI PERASAAN HAYAT

Menerima Hayat dan Damai Sejahtera

Menaruh pikiran pada roh, yaitu menaati perasaan hayat, hasilnya adalah hayat dan damai sejahtera. Hayat adalah kenyang dan puas, damai sejahtera adalah lega. Kalau kita menaruh pikiran pada roh, kalau menaati perasaan hayat, dalam kita akan merasakan kenyang dan lega, sangat puas dan sangat damai sejahtera. Kalau tidak, dalam kita pasti merasakan kosong, tidak puas, seperti kehilangan sesuatu, tidak tentram, tidak mantap, seolah-olah ada masalah. Dalam perkara apa saja, hanya taat perasaan hayat yang di dalam baru bisa membuat hayat kita mendapatkan makanan, membuat roh jiwa kita menikmati kelegaan. Bahkan dalam hal berkotbah dan berdoa pun harus demikian, barulah kita bisa menjamah penyertaan Tuhan di batin, juga menjamah hayat dan damai sejahtera. Kalau kita menaati perasaan di dalam, semakin merasakan mendapatkan suplaian di batin; atau semakin berdoa semakin damai sejahtera, semakin berdoa semakin merasakan ada dirisan dalam roh. Perasaan kenyang dan damai sejahtera ini, adalah hasil ketaatan kita kepada perasaan hayat.

Tinggal di dalam Tuhan

Kalau kita bertindak tanduk menurut pengajaran minyak urapan, kita akan tinggal di dalam Tuhan. Tinggal di dalam Tuhan artinya di dalam roh tidak ada sekatan dengan Tuhan, terus menerus bersekutu dengan Tuhan. Kalau kita mengharapkan demikian, harus bertindak tanduk menurut pengurapan minyak urapan di dalam kita, yaitu menaati perasaan hayat yang diberikan Roh Kudus di dalam kita. Bila kita hidup dalam pengurapan minyak urapan, bertindak tanduk menurut perasaan hayat di dalam kita, barulah kita tidak kehilangan persekutuan dengan Tuhan, barulah dapat mempertahankan kita tinggal di dalam Tuhan. Sebab itu, tinggal di dalam Tuhan, adalah salah satu hasil dari mentaati perasaan hayat.

Mengerjakan Keselamatan Kita

Kita telah mendapatkan keselamatan. Tetapi, setelah kita mendapatkan keselamatan, masih perlu mengerjakan atau merampungkan keselamatan. Bila ingin mengerjakan keselamatan, harus dengan takut dan gentar menaati Allah yang beroperasi di dalam kita, juga perlu menaati perasaan hayat yang timbul karena pengoperasian Allah di dalam kita. Kalau kita bisa taat, pasti mengerjakan keselamatan Allah.

Merampungkan Kerelaan Allah

Allah bekerja atau beroperasi di dalam kita, dengan tujuan supaya kita merampungkan kerelaan-Nya. Sebab itu, kalau kita taat kepada pengoperasian-Nya ini, –yaitu menaati perasaan hayat yang di dalam, –kita akan mampu merampungkan kerelaan-Nya. Allah menyuruh kita melakukan kehendak-Nya, mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya, tidak saja dengan Alkitab mengajar kita, melalui situasi lingkungan memimpin kita, bahkan beroperasi di dalam kita supaya kita mengetahui kehendak-Nya, dan supaya kita mempunyai kekuatan melakukan apa yang berkenan kepada-Nya. Kehendak-Nya dan apa yang diperkenan-Nya, dirasakan oleh perasaan hayat yang diberikan melalui pengoperasian-Nya di dalam kita. Bila kita menaati perasaan hayat yang di dalam, dengan sendirinya kita melakukan kehendak-Nya, mengerjakan apa yang berkenan kepada-Nya. Sebab itu, melakukan kehendak Allah, merampungkan kerelaan-Nya, berkenan kepada Allah, juga salah satu hasil dari menaati perasaan hayat yang ada di dalam kita.

Sebab itu, menaati perasaan hayat adalah salah satu perkara yang sangat penting! Baik suplaian atau pertumbuhan hayat, baik berdekatan atau bersekutu dengan Tuhan, baik mengerjakan keselamatan Allah, mengekspresikan Allah, atau melakukan kehendak Allah, merampungkan kerelaan Allah, kuncinya terdapat pada ketaatan kita terhadap perasaan hayat! Boleh dikatakan, semua perkara hayat rohani, semua perkara antara kita dengan Allah, melalui menaati perasaan hayat masuk ke jalur yang tepat, dan terus maju ke sasaran yang dikehendaki Allah. (hal. 195-199)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Mengapa menurut Alkitab, kita memiliki perasaan hayat?

2. Apakah kewajiban dari kaum beriman terhadap perasaan hayat?

3. Apakah hasil dari mentaati perasaan hayat?