← Daftar isi Pelatihan DI Pemulihan Tuhan · bab 14/24

PEMENUHAN DAN PENCURAHAN ROH KUDUS

Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 226

Kisah Para Rasul 2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk

Kisah Para Rasul 2:4a Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus.

1 Korintus 12:13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh

Efesus 5:18b …tetapi dipenuhi di dalam Roh.

I. Dua aspek pemenuhan Roh Kudus—Kis. 2:4 cat. 2:

A. Pemenuhan Roh Kudus (Gk. pleroo)—Kis. 2:2; 13:52:

1. Pleroo menunjukkan pemenuhan dari suatu bejana di dalam seperti udara yang memenuhi dalam rumah dalam Kisah Para Rasul 2:2.

2. Pemenuhan Roh yang batini dan esensial (Gk. pleroo) di dalam murid-murid adalah untuk menempuh kehidupan orang Kristen—Kis.13:52; Ef. 5:18.

3. Roh yang memenuhi adalah Roh esensial di dalam murid-murid—Yoh. 14:17; Rm. 8:11.

B. Pencurahan Roh Kudus (Gk. pletho)—Kis. 2:4a; 4:8, 31; 9:17; 13:9:

1. Pletho menunjukkan pencurahan Roh Kudus di atas manusia, Roh itu dicurahkan di atas murid-murid di luar seperti dalam Kisah Para Rasul 2:4.

2. Pemenuhan Roh yang di luar dan ekonomikal di atas murid-murid adalah bagi ministri orang Kristen.

3. Roh yang dicurahkan adalah Roh ekonomikal di atas murid-murid—Kis. 1:8; 2:17.

C. Setiap kaum beriman seharusnya mengalami kedua aspek pemenuhan Roh Kudus ini.

II. Makna pemenuhan Roh Kudus:

A. Makna pemenuhan Roh Kudus:

1. Dipenuhi dalam roh kita adalah dipenuhi oleh Roh esensial—Ef. 5:18.

2. Roh esensial adalah Roh pemberi hayat; yaitu Roh realitas sebagai realisasi Kristus (Yoh. 14:17), perampungan akhir Allah Tritunggal—1 Kor. 15:45b.

3. Ketika Kristus, perwujudan Allah Tritunggal, sepenuhnya menduduki, memiliki, dan berumah dalam hati kita, maka kita sepenuhnya dan selengkapnya diduduki oleh Allah Tritunggal—Ef. 3:17a, 19b.

B. Pemenuhan Roh Kudus ini lebih mustika daripada pencurahan Roh Kudus:

1. Dua puluh dua kitab setelah Kisah Para Rasul dalam Perjanjian Baru menekankan pemenuhan.

2. Dibaptis adalah dicurahi, minum adalah dipenuhi, pemenuhan secara spontan menghasilkan pencurahan—1 Kor. 12:13.

C. Suntikan penangkal—Alkitab tidak berkata bahwa untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, seseorang harus berbicara dalam bahasa lidah—Kis. 2:4, 8, 111; 4:8, 31; 10:461, 471.

III. Hasil dan manifestasi pemenuhan dan pencurahan Roh Kudus:

A. Dalam aspek esensial (pemenuhan):

1. Dipenuhi dengan sukacita dan Roh Kudus—Kis.13:52.

2. Memuji dan membicarakan perkataan nasihat—Ef. 5:18-19; Kol. 3:16.

3. Membicarakan kata-kata hikmat, pengetahuan dan nubuat—1 Kor. 12:7, 8, 10.

4. Hidup oleh Roh dan berjalan menurut Roh—Rm. 8:4; Gal. 5:16, 25.

5. Menghasilkan buah-buah Roh—Gal. 5:22-23.

B. Dalam aspek ekonomikal (pencurahan):

1. Karunia-karunia ajaib: berbicara dalam bahasa lidah, bernubuat, penyembuhan, dan pekerjaan kuasa—Kis. 2:4; 10:45-46; 19:6; 1 Kor. 12:9-10.

2. Membicarakan firman Allah dengan berani—Kis. 4:8, 31; 13:9.

IV. Jalan untuk dipenuhi dengan Roh Kudus:

A. Mengaku dosa-dosa kita secara tuntas setiap hari dan membiarkan Roh Kudus memenuhi setiap tempat—Kis.2:37-38; Ef. 5:18.

B. Berlatih untuk menyeru nama Tuhan dan membicarakan Tuhan untuk kita dipenuhi dengan Roh Kudus sepanjang hari—Rm. 10:8, 13; Kol. 3:16.

V. Rahasia mempertahankan pemenuhan Roh Kudus:

A. Tidak memadamkan Roh—1 Tes. 5:19.

B. Tidak mendukakan Roh—Ef. 4:30.

C. Mematuhi Roh Kudus—Kis. 5:32.

Buku-buku Referensi: Vessels Useful to the Lord (dalam bahasa China), bab 7, 10, 12; Words of Training for the New Way, vol. 1, bab 9, 12.

Cuplikan Berita Minsitri:

PEMENUHAN ESENSIAL DAN PEMENUHAN EKONOMIKAL

Ada dua aspek dari pemenuhan Roh Kudus–pemenuhan esensial Roh Kudus dalam hayat dan pemenuhan ekonomikal Roh Kudus dalam kuasa. Namun, kalian harus belajar lebih lanjut untuk melihat ayat mana dalam Alkitab yang berbicara tentang pemenuhan esensial Roh Kudus dan aspek pemenuhan ekonomikal Roh Kudus. Dalam jalan ini, ketika kalian keluar untuk mengajar orang, kalian akan mampu mengutip aya-ayat dari Alkitab dan membicarakannya kepada mereka secara logis sehingga mereka dapat mengerti, percaya, dan menerima pembicaraan kalian. (Vessels Useful to the Lord, hal. 113, dalam bahasa China)

Sangatlah bodoh jika kita mempelajari kebenaran dalam Alkitab tanpa memakai Pelajaran-Hayat dan Alkitab Versi Pemulihan. Untuk belajar pemenuhan esensial dan ekonomikal Roh Kudus, kita harus belajar memakai catatan kaki Versi Pemulihan dan Pelajaran-Hayat. (hal. 125)

Kisah Para Rasul 2:4a mengatakan, “Dan mereka semua dipenuhi dengan RohKudus.” Catatan kaki Versi Pemulihan dengan jelas menunjukkan bahwa kata Yunani pletho (dipakai juga dalam 4:8, 31; 9:17; 13:9; Lukas 1:15, 41, 67) mengacu kepada pemenuhan yang di luar. Menurut pemakaiannya dalam kitab ini, pleroo mengacu kepada pemenuhan dari suatu bejana di dalam, seperti udara memenuhi rumah di bagian dalamnya dalam 2:2, dan pletho mengacu kepada pemenuhan seseorang secara luaran seperti Roh Kudus memenuhi murid-murid secara luaran di ayat 4. Murid-murid dipenuhi (pleroo) secara batini dan esensial dengan Roh itu (13:52) bagi kehidupan kristiani mereka, dan dipenuhi (pletho) secara luaran dan ekonomikal dengan Roh itu bagi ministri kristiani mereka. Pemenuhan Roh yang di dalam, Roh esensial, ada dalam murid-murid (Yoh. 14:17; Rm. 8:11), sedangkan pemenuhan Roh yang di luar, Roh ekonomikal, ada di atas mereka (1:8; 2:17). Setiap kaum beriman dalam Kristus seharusnya mengalami kedua aspek dari Roh Kudus. Bahkan Kristus sebagai seorang manusia mengalami hal yang sama: Dia dilahirkan dari Roh Kudus secara esensial (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20) bagi keberadaaan dan kehidupan-Nya, dan Dia diurapi dengan Roh Kudus secara ekonomikal (Mat. 3:16; Luk. 4:18) bagi ministri dan pergerakan-Nya. Roh yang esensial ada di dalam-Nya dan Roh ekonomikal ada di atas-Nya. (hal. 125-126)

MAKNA PEMENUHAN ROH KUDUS

Roh manusia itu lebih penting daripada tubuhnya. Karena itu, Efesus 5:18 mengatakan, “Janganlah mabuk oleh anggur sebab anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.” Mabuk oleh anggur adalah dipenuhi di dalam tubuh. Di sini dikatakan bahwa kita tidak seharusnya dipenuhi dengan anggur dalam tubuh kita; melainkan kita seharusnya dipenuhi di dalam roh kita. Kita perlu dipenuhi dengan Kristus sampai semua kepenuhan Allah (1:23; 3:19). Hari ini segala kekayaan Kristus ada dalam Roh pemberi hayat. Maka, untuk dipenuhi dalam roh kita adalah dipenuhi dengan Roh esensial. Roh esensial adalah Roh pemberi hayat, yang dibicarakan dalam Yohanes 14:17–Roh realitas sebagai realisasi Kristus.

Roh esensial harus melalui satu proses supaya memenuhi kita. Roh esensial adalah perampungan akhir Allah Tritunggal. Kristus adalah perwujudan Allah Tritunggal, dan Roh pemberi hayat adalah perampungan akhir Allah Tritunggal. Perampungan akhir Allah Tritunggal, ekspresi terakhir Allah Tritunggal, ketika mencapai kita, adalah Roh pemberi hayat, Roh esensial. Kita perlu dipenuhi dengan Roh esensial dalam roh kita. Efesus 3:17 mengatakan bahwa Kristus berumah dalam hati kita. Ini adalah Roh esensial di dalam roh kita memenuhi kita dengan lengkap. Kemudian Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal akan menduduki hati kita dan berumah dalam hati kita. Ketika kita dipenuhi dalam roh kita secara pengalaman dengan Roh esensial, yang adalah perampungan akhir Allah Tritunggal, Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal akan sepenuhnya menduduki, memiliki, dan berumah dalam hati kita. Pada akhirnya kita akan dipenuhi dan diduduki dengan Allah Tritunggal secara lengkap. Inilah makna dari pemenuhan Roh Kudus. (hal. 118-119)

Pemenuhan Esensial Roh Kudus lebih Mustika

dari pada Pemenuhan Ekonomikal Roh Kudus

Ketika kita mengartikan pemenuhan Roh Kudus, di bagian manakah dalam kita yang Dia penuhi? Menurut Efesus 5:18, Dia memenuhi kita dalam roh. Maka, ketika kita membicarakan pemenuhan Roh Kudus, inilah cara yang tepat untuk dipakai Kisah Para Rasul13:52 dan Efesus 5:18…Namun, pemenuhan esensial Roh Kudus berbeda dari pemenuhan ekonomikal Roh Kudus; pemenuhan ekonomikal Roh Kudus tidak lebih mustika dari pada pemenuhan esensial Roh Kudus. Maka, di dalam Perjanjian Baru setelah kitab Kisah Para Rasul, dalam dua puluh dua Surat Kiriman, dari Roma sampai Wahyu, kata pemenuhan luaran tidak dipakai; sebaliknya, pemenuhan batini yang ditekankan….Satu Korintus 12:13 mengatakan, “Sebab dalam satu Roh kita semua,…dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.” Di sini kata sambung “dan” menunjukkan bahwa dibaptis dan minum adalah dua perkara; dibaptis adalah dipenuhi secara luaran, sedangkan minum adalah dipenuhi secara batini. (pp. 117, 119-120)

Suntikan Penangkal—Alkitab tidak pernah Berkata bahwa untuk Dipenuhi dengan Roh Kudus kita harus Berbicara Bahasa Lidah

Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa mereka yang dipenuhi dengan Roh Kudus harus berbicara bahasa lidah. Hari ini orang-orang haus akan Allah. Dikarenakan kekurangan kebenaran, orang-orang dari pergerakan Pantekosta memakai bahasa lidah sebagai sasaran untuk menarik orang dan meminta mereka untuk mengejarnya. Sebenarnya, apa yang mereka sebut dengan berbicara dengan bahasa lidah adalah meminta orang untuk menggulung lidah mereka dan berbicara sembarang. Pada akhirnya, mereka dipenuhi bukan dengan Roh Kudus, atau bahkan bukan dengan roh jahat, melainkan dengan diri mereka sendiri.

Di satu pihak, persekutuan macam ini adalah untuk membantu kalian dan memberi kalian jalan yang tepat untuk mengejar pemenuhan Roh Kudus; sementara di pihak lain, adalah untuk memberi kalian suntikan penangkal. Ketika kalian membicarakan pemenuhan Roh Kudus, orang akan memberitahu kalian, ”Ya, kita juga berbicara tentang pemenuhan Roh Kudus. Apakah kalian berbicara bahasa lidah?” Jika jawaban kalian tidak, ini berarti kalian telah diracun. kalian harus jelas bahwa pemenuhan Roh Kudus memiliki dua aspek: satu adalah luaran, sedangkan satu adalah di batin. Aspek yang di luar disebutkan hanya di Kisah Para Rasul. Tetapi di dalam Surat Kiriman, dari Roma sampai Wahyu, hanya pemenuhan batini yang ditekankan, karena itu adalah aspek yang lebih penting. (hal. 122-123)

Hari ini Allah Tritunggal yang telah melalui proses telah rampung sebagai Roh yang almuhit. Orang-orang dari pergerakan Pantekosta memegang pandangan bahwa kita harus berpuasa dan melakukan sesuatu sampai kita mendengar suara yang keras, kemudian ketika kita membuka mulut kita dan berbicara dalam bahasa lidah, kita akan menerima Roh Kudus. Ini juga tidak masuk akal. Setelah Allah Tritunggal merampungkan penebusan, Dia menjadi Roh pemberi hayat, seperti udara, yang ada di dalam mulut dan hati kita. Sepanjang kita membuka mulut untuk menyeru nama Tuhan, kita akan menerima Roh Kudus dan diselamatkan (Rm. 10:8-13). Namun, setelah keselamatan kita, kita masih harus dipenuhi dengan Roh Kudus melalui doa dan pengakuan dosa. (hal. 163-164)

HASIL DAN MANIFESTASI PEMENUHAN DAN PENCURAHAN ROH KUDUS

Perjanjian Baru menunjukkan kepada kita bahwa mengenai hasil dan manifestasi pemenuhan dan pencurahan Roh itu, hanya beberapa hal yang ajaib, seperti bahasa lidah, penyembuhan, pekerjaan kuasa, dan meramalkan. Dalam Surat Kiriman Paulus, dia tidak mendorong orang untuk melatih empat macam karunia ini dalam sidang. Sebaliknya, dia berkata dalam satu Korintus pasal empatbelas bahwa jika ada orang yang berbicara bahasa lidah, namun tidak ada yang menterjemahkannya, maka orang itu harus diam. (ay. 27-28). Kita tidak dapat menemukan bukti lain dari Alkitab bahwa secara pasti harus ada pekerjaan kuasa, bahasa lidah, penyembuhan, atau meramalkan dalam sidang. Karena itu, kita tidak seharusnya diganggu oleh pemikiran bahwa hal-hal tersebut harus ada dalam sidang. Apa yang diperhatikan Alkitab lebih penting yang menghasilkan dan memanifestasikan pemenuhan dan pencurahan Roh Kudus adalah lima hal dalam aspek (pemenuhan) esensial:

Pertama adalah dipenuhi dengan sukacita dan Roh Kudus (Kis.13:52). Apakah kalian merasa terganggu dan sedih, kalian hanya perlu menyeru, ”O Tuhan Yesus!” Kalian akan menjadi sukacita dan dipenuhi dengan Roh Kudus.

Kedua adalah membicarakan perkataan pujian, pengajaran, dan nasihat. Kata-kata ini sudah ada dalam Alkitab, yang adalah “perkataan Kristus” yang disebutkan dalam Kolose pasal tiga. Mazmur, kidung, dan nyanyian rohani yang disebutkan dalam Efesus pasal lima bukan hanya dalam Alkitab, tetapi juga dalam kidung kita.…Kita semua perlu mempraktekkan hal ini. Pertama, praktekkan di rumah kalian, memakai perkataan Alkitab atau kidung untuk berbicara satu dengan yang lain. Ketika kalian pergi ke sidang kelompok, pakailah perkataan ini untuk berbicara satu dengan yang lain. Dengan jalan ini, seluruh sidang akan menjadi hidup. Kita semua perlu mempraktekkan pembicaraan dua macam perkataan ini; satu macam adalah perkataan dari Alkitab, dan jenis yang lain adalah perkataan kidung.

Ketiga adalah membicarakan kata-kata hikmat, pengetahuan, dan nubuat (1 Kor. 12:7, 8, 10). Ini adalah berbicara mengenai wahyu tentang Allah dan Kristus, berbicara bagi Allah, dan membicarakan Allah keluar.

Keempat adalah hidup oleh Roh dan berjalan menurut Roh (Rm. 8:4; Gal. 5:16, 25). Segera setelah kita bangun setiap pagi, kita seharusnya menyeru, ”O Tuhan Yesus!” Kita harus mempraktekkannya sepanjang hari, dan secara bertahap kita akan hidup menurut Roh itu. Ini juga yang dimaksud dipenuhi dengan Roh Kudus.

Kelima, ketika kita hidup oleh Roh itu dan berjalan menurut Roh itu, hasilnya adalah kita akan menghasilkan buah Roh itu (Gal. 5:22-23). Jika kita hidup dengan jalan ini, tentunya kita akan damba bersidang bersama. Lebih lagi, tidak peduli apakah kita bertemu dengan anggota keluarga, atau dengan sejumlah kecil kaum kudus, atau bahkan banyak kaum kudus, sidang kita pastilah menjadi hidup dan kaya.

Kemudian, dalam aspek ekonomikal (pencurahan), selain bahasa lidah, meramal, penyembuhan, dan pekerjaan kuasa (Kis. 2:4; 10:45-46; 19:6; 1 Kor. 12:9-10), butir yang paling penting adalah membicarakan firman Allah dengan berani (Kis. 4:8, 31; 13:9). Selama kita hidup oleh Roh, berjalan menurut Roh, dan menang, ketika kita datang dalam sidang, secara spontan kita akan membicarakan firman Allah dan bersaksi bagi Tuhan dengan berani. Ini adalah hasil dan manifestasi dari pemenuhan dan pencurahan Roh itu. (Words of Training for the New Way, hal. 119-121)

JALAN DIPENUHI DENGAN ROH KUDUS

Membiarkan Roh Kudus untuk Memenuhi setiap Ruangan Diri Kita

melalui Doa dan Pengakuan Dosa setiap Hari

Bagaimana kita dapat dipenuhi dengan Allah Tritunggal? Yaitu melalui doa dan pengakuan dosa. Ketika kalian menerima pelatihan sepenuh waktu, kalian semua bersedia memperbaharui persembahan diri kalian. Meskipun ini baik, hal yang paling berharga adalah bahwa kalian harus menemukan satu waktu dari jadwal kalian yang padat untuk berlutut di hadapan Tuhan secara pribadi dan memiliki doa pengakuan dosa yang tuntas. Pada awalnya kalian mungkin berkata kepada Tuhan, ”O Tuhan, ampuni aku. Meskipun Engkau telah mengampuni semua dosaku, sampai hari ini, aku tidak pernah memiliki pengakuan dosa dan penanggulangan yang tuntas. Hari ini aku ingin mengakui semua dosaku dengan tuntas di hadapan-Mu. Terangilah aku!”

Ketika kalian berdoa, jangan mencoba mencari perasaan. Kalian harus percaya bahwa Tuhan Roh menyertai kalian. Kalian tidak perlu mengakui menurut urutan tertentu, tetapi menurut apa yang kalian rasakan dan ingat, akuilah dosa-dosa kalian kepada Tuhan satu demi satu, sampai tidak ada lagi yang harus diakui dari perasaan dan ingatan kalian. Kemudian kalian harus percaya bahwa pada waktu itulah kalian dipenuhi dengan perampungan akhir Allah Tritunggal di dalam roh kalian. Sejak waktu kalian menjadi orang Kristen, kalian seharusnya memiliki satu waktu untuk pengakuan dosa semacam ini. Dalam obat-obatan, ini sama dengan menghilangkan semua kuman dan kecemaran dari darah kalian melalui mengubah sel darah kalian bagi kesehatan kalian. Setiap dari kalian perlu dipenuhi dengan Roh Kudus dengan jalan ini.

Berapa banyak kalian dipenuhi dengan Roh Kudus tergantung kepada berapa banyak ruangan yang kalian berikan kepada-Nya. Semakin banyak ruangan yang kalian berikan kepada-Nya, semakin banyak Roh Kudus akan memenuhi kalian. Ini seperti sejumlah udara yang mengisi suatu botol tergantung pada ukuran ruangan botol itu. Jika botol itu separuh diisi dengan tanah, udara hanya dapat memenuhi separuh botol; namun semakin tanah itu dikosongkan, semakin udara itu dapat masuk. Dalam jalan yang sama, semakin kalian mengosongkan kecemaran dosa di dalam kalian, dan semakin kalian membersihkan semua kecemaran di dalam kalian, Roh Kudus semakin dapat memenuhi kalian. Ketika kalian sepenuhnya mengosongkan semua kecemaran, kalian juga sepenuhnya dipenuhi dengan Roh Kudus. (Vessels Useful to the Lord, hal. 120-121, dalam bahasa China)

Sekarang yang kita perlukan adalah dipenuhi dengan Roh itu. Efesus 5:18 mengatakan bahwa kita seharusnya dipenuhi di dalam roh. Dengan apa seharusnya kita dipenuhi? Kita seharusnya dipenuhi dengan Roh itu, Roh yang almuhit dan pemberi hayat yang adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Bagaimana kita dapat dipenuhi? Kita dapat dipenuhi melalui doa dan pengakuan dosa. Pengakuan dosa yang meliputi pertobatan. Pada hari Pentakosta, setelah orang-orang mendengar injil dan terjamah, mereka bertanya kepada Petrus apa yang harus mereka lakukan supaya dapat beroleh selamat. Petrus kemudian memberitahu mereka, ”Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus bagi pengampunan dosa-dosamu dan kau akan menerima karunia Roh Kudus” (Kis. 2:38). Ini menunjukkan bahwa sepanjang kita dipenuhi dengan prinsip pertobatan, pengakuan dosa, dan penanggulangan yang tuntas atas dosa-dosa, kita secara pasti akan menerima Roh Kudus. Hanya sebagaimana kita menerima Roh Kudus dan diselamatkan melalui pertobatan dan pengakuan dosa, hari ini kita juga mendapat pemenuhan Roh Kudus melalui pertobatan dan pengakuan dosa.

Kelahiran kembali dan keselamatan sekali untuk selamanya, tetapi bertobat dan mengakui dosa-dosa adalah pengalaman hari demi hari sepanjang hidup kita. Ini seperti membasuh tangan kita. Kita tidak membasuh tangan kita sekali setelah kita lahir dan kemudian kita tidak perlu membasuhnya lagi, tetapi kita harus membasuh tangan kita beberapa kali setiap hari. Ini juga seperti bernafas, kita tidak dapat berhenti bernafas hanya karena kita sekali menarik nafas dalam-dalam, tetapi kita harus bernafas tak henti-hentinya untuk menjaga hidup kita. Bernafas adalah doa kita dan membasuh tangan adalah pengakuan dosa kita. Jika kita ingin dipenuhi dengan Roh Kudus, kita harus berdoa dan mengaku dosa kita setiap hari. (hal. 163)

Mempraktekkan untuk Dipenuhi dengan Roh melalui Menyeru Nama Tuhan

dan Membicarakan Tuhan Sepanjang Hari

Karena itu, ketika kita bangun di pagi hari, hal yang terbaik yang kita lakukan adalah tidak memikirkan perkara lainnya kecuali hanya memikirkan Tuhan Yesus. Mudah untuk mengatakan hal ini, namun tidak sederhana dalam pelaksanaannya. Ini karena kita memiliki banyak hal yang memenuhi hati kita. Di samping itu, kita masih perlu latihan.…Kalian perlu menyeru nama Tuhan dengan jalan ini di pagi hari. Kemudian sepanjang hari kalian perlu mempraktekkan membicarakan Tuhan. Ketika tidak ada seseorang bersama kalian, kalian harus menyeru nama Tuhan Yesus; ketika ada orang lain bersama kalian, kalian harus membicarakan Tuhan Yesus kepada mereka….Akhirnya, apa yang kalian hirup adalah Tuhan Yesus dan apa yang kalian bicarakan adalah Tuhan Yesus juga. Kemudian kalian secara pasti akan dipenuhi dengan Allah Tritunggal yang adalah Roh itu. Ini adalah perkara yang normal. Ini seharusnya menjadi kehidupan sehari-hari yang normal. (Words of Training for the New Way, Vol. 1, hal. 90)

RAHASIA DARI MEMPERTAHANKAN PEMENUHAN ROHKUDUS

Tidak Memadamkan Roh

Setelah kita dipenuhi dengan Roh Kudus, masih ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk mempertahankan pemenuhan Roh Kudus. Pertama, kita seharusnya tidak memadamkan Roh (1 Tes. 5:19). Roh itu membuat kita membara dalam roh (Rm. 12:11) dan mengobarkan karunia yang ada pada kita (2 Tim. 1:6). Maka itu, kita tidak seharusnya memadamkan Roh.

Tidak Mendukakan Roh

Kedua, kita tidak seharusnya mendukakan Roh Kudus (Ef. 4:30). Mendukakan Roh Kudus adalah tidak membuat Dia senang dan tidak berjalan menurut Dia dalam kehidupan kita sehari-hari (Rm. 8:4). Bagaimana kita mengetahui bahwa Roh Kudus berduka? Ini dapat ditegaskan dalam kehidupan kita. Jika kalian tidak bersukacita dalam kehidupan kristiani kalian, ini adalah tanda bahwa Roh Kudus berduka di dalam kalian. Karena Roh Kudus berduka di dalam kalian maka kalian tidak bersukacita. Seorang saudari bersaksi bahwa dia berdoa sampai sejauh seluruh dirinya disegarkan, hatinya menjadi terang, dan penuh sukacita; ini membuktikan bahwa Roh Kudus di dalamnya juga sukacita. Karena itu, tidak mendukakan Roh Kudus itu berarti tidak mendukakan diri kalian sendiri.

Mematuhi Roh Kudus

Ketiga, pada sisi yang positf, kalian harus mematuhi Roh Kudus. Dalam Kisah Para Rasul 5, Petrus berkata, ”..Roh Kudus yang Allah berikan kepada mereka yang mematuhi Dia” (ay. 32). Ini menunjukkan bahwa Roh Kudus adalah untuk kita patuhi. Ketaatan adalah jalan dan persyaratan bagi kita untuk menikmati Roh Kudus. Roma 8:4 juga menyebutkan, ”Janganlah berjalan menurut daging tetapi menurut roh.” Ini adalah jalan untuk dipenuhi dengan Roh Kudus dan persyaratan untuk mempertahankan diri kita dipenuhi. Kita seharusnya bukan hanya mempelajari ayat-ayat ini tetapi juga mempraktekkannya dalam kehidupan kita sehari-hari. (Vessels Useful to the Lord, hal. 164-165 dalam bahasa China)

Pertanyaan-pertanyaan:

1. Jelaskan secara singkat dua aspek dari pemenuhan Roh Kudus menurut Alkitab.

2. Apakah makna pemenuhan Roh Kudus?

3. Apakah hasil pemenuhan dan pencurahan Roh Kudus?

4. Bagaimana kita dapat dipenuhi oleh Roh Kudus?

5. Apakah rahasia mempertahankan pemenuhan Roh Kudus?