MENGAKU DOSA-DOSA KITA
Pembacaan Alkitab: Kidung: No. 307
1 Yohanes 1:7, 9 Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, Anak-Nya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa.
Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.
Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi.
I. Pentingnya mengaku dosa:
A. Mengaku dosa akan membawa kalian ke dalam pemulihan persekutuan yang intim dengan Tuhan–1 Tim. 1:5.
B. Mengaku dosa-dosa adalah permulaan pelaksanaan kelompok vital.
C. Mengaku dosa-dosa adalah dasar melayani Tuhan.
II. Pelaksanaan mengaku dosa:
A. Sirkulasi kehidupan rohani–1 Yoh. 1:7, 9:
1. Hayat kekal.
2. Persekutuan hayat kekal.
3. Terang ilahi.
4. Mengaku dosa-dosa¾darah Yesus membasuh kita dari segala dosa kita.
B. Mengaku dosa-dosa harus menyeluruh.
III. Dua aspek mengaku dosa:
A. Mengaku dosa kepada Allah–Mzm. 32:5; Ams. 28:13:
1. Mengaku dosa individualisme dan individu.
2. Mengakui segala kekurangan, kelemahan, perbuatan jahat, kesalahan, pelanggaran, penyalahgunaan, dosa yang di luar, kejahatan yang di dalam kalian, dan mohon Tuhan mengampuni–Kis. 2:38, 10:43; Ef. 1:7; Kol. 1:14; 1 Yoh. 1:9.
3. Mengakui sifat kalian yang jahat, dan kecemarannya, melekatkannya kepada pencemaran dunia, dan keusangan, dan memohon kepada Tuhan untuk membasuh dengan darah-Nya yang mustika.
4. Mengakui masalah-masalah watak kalian, dan keantikan karakter kalian.
5. Menyangkal ego, kebiasaan, dan cara kalian dalam melakukan segala sesuatu–Mat. 16:24.
6. Tidak lagi yakin terhadap diri sendiri, tidak lagi percaya kepada kemampuan alamiah kalian.
7. Mengasihi semua anggota kelompokmu dengan kasih yang sama dalam kasih Allah.
8. Menghakimi semua pandangan meninggikan diri sendiri, dan merendahkan semua opini yang memecah-belah.
9. Meninggalkan semua kesenangan sendiri dan tidak memperdulikan semua kesukaan pribadi.
B. Mengaku dosa kepada manusia–Ams. 28:13; Yak. 5:16.-)
IV. Hasil mengaku dosa:
A. Menerima pengampunan dan belaskasihan Allah–1 Yoh. 1:9; Mzm. 32:5.
B. Menikmati sukacita hayat dan keselamatan, pertumbuhan hayat, dan pemenuhan Roh Kudus.
C. Roh dibebaskan, dibangunkan, dikuatkan dengan vitalitas.
Buku-buku Referensi: Fundamental Truths in the Scriptures (dalam bahasa China), Vol. 2, Pelajaran 24; Messages for Building Up New Believers, Berita 21; Fellowship Concerning the Urgent Need of the Vital Groups, Berita 10-11; The Training and Practice of the Vital Groups, Bab 8.
Cuplikan Berita Ministri:
PENTINGNYA MENGAKU DOSA-DOSA KITA
Kalian harus memiliki permulaan melalui menghampiri Tuhan sampai Dia menyoroti kalian, sampai Dia bercahaya di atas kalian. Kemudian kalian akan sepenuhnya menyadari di mana kalian berada dan apa adanya kalian. Dengan sendirinya, kalian akan mulai bertobat dengan berkata, ”Tuhan, aku mati.” Tatkala kalian berkata bahwa kalian mati, Tuhan akan berkata, ”Kalian mati, karena kalian penuh dosa. Kalian mati karena kalian tercemar dan kotor.” Tuhan akan menyoroti kalian dan memperlihatkan kepada kalian seperti seorang yang terkubur di bawah bumi dengan lapis demi lapis tanah. Kalian harus keluar dari sana melalui membuat pengakuan dosa yang menyeluruh dan terperinci kepada Tuhan sehingga kalian diampuni, dibasuh, dan dibebaskan untuk keluar dari ke dalaman kejatuhan kalian. Pertobatan yang menyeluruh dan pengakuan dosa yang menyeluruh ini akan membawa kalian ke dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan. (The Training and the Practice of the Vital Groups, hal. 87)
Saya ingin melihat setiap orang dari kalian disoroti Allah sepenuhnya.…Jika kalian lagi dan lagi menghampiri Dia, Dia akan bercahaya di atas kalian, menyoroti kalian. Dia akan membawa kalian ke dalam terang, Dia akan menyingkapkan kalian hingga tuntas. Kemudian kalian akan bertobat hingga tuntas dan bahkan menangis di hadapan Tuhan. Kalian akan memberi tahu Tuhan, ”Tuhan, aku demikian kotor dan penuh dosa. Aku ini busuk dan rusak.” Dengan sendirinya, kalian akan membuat pertobatan yang menyeluruh kepada Tuhan. Kalian mungkin mengakui dosa sampai suatu taraf hingga kalian lupa makan. Tatkala kalian mengemudikan mobil ke kantormu, kalian mungkin masih bertobat kepada Tuhan dengan mencucurkan air mata. Saya kira berapa banyak dari kita telah melewati tahap ini. (hal. 88).
Saya berkata sekali lagi bahwa kalian harus memiliki waktu untuk menghampiri Tuhan. Kalian harus menghampiri Tuhan lagi dan lagi sampai kalian diterangi dan disingkapkan dalam terang-Nya. Jika kalian datang kepada Dia, Dia akan menyingkapkan kalian, dan kalian akan bertobat dan mengaku dosa. Kemudian kalian akan dibawa ke dalam persekutuan-Nya yang intim.… Hanya satu perkara yang terhitung–kalian sendiri berkontak dengan Tuhan. Untuk melakukan hal ini bersama dengan orang lain akan menjadi satu penghalang bagi kalian. Kalian sendiri harus secara langsung menghampiri Dia. (hal. 90)
Hari ini perlu ada permulaan yang riil di antara kita. Harus ada beberapa orang yang berkontak di antara kalian dan Tuhan. Ketika saya memiliki waktu bersama di puncak bukit, saya memiliki pertobatan dan mengaku dosa. Hal ini membawa saya ke dalam persekutuan yang intim dengan Tuhan.…kalian sendiri perlu menghentikan segala perkara lain. Pergi ke ruangan yang tertutup, ke atas gunung, atau ke tempat lain untuk waktu pribadi bersama dengan Tuhan. Satu hal yang dapat membantu saya dan yang dapat membantu kalian adalah secara langsung berkontak dengan Tuhan. Tidak ada orang yang dapat melarikan diri dari hadirat Tuhan. Dia adalah sumber. Menghampiri Dia dan kalian akan disoroti. (hal. 91-92)
PELAKSANAAN MENGAKU DOSA-DOSA KITA
Sirkulasi dalam Kehidupan Rohani Kita
Ketika kita hidup dalam terang ilahi, kita berada di bawah penyorotannya, dan menurut sifat ilahi Allah dan melalui sifat Allah di dalam kita, menyingkapkan segala dosa, pelanggaran, kegagalan, dan kekurangan kita, yang bertentangan dengan terang-Nya yang murni, kasih-Nya yang sempurna, kekudusan-Nya yang mutlak, dan kebenaran-Nya yang unggul. Pada saat demikian, dalam hati nurani kita yang diterangi, kita merasakan keperluan akan pembasuhan darah penebusan Tuhan Yesus, dan darah itu membersihkan hati nurani kita dari segala dosa agar persekutuan kita dengan Allah dan dengan satu sama lain dapat terpelihara. Hubungan kita dengan Allah tidak dapat dirusak, namun persekutuan kita dengan Dia dapat terganggu. Yang pertama berasal dari hayat, sedangkan yang kemudian meskipun juga berasal dari hayat namun berdasar pada kehidupan kita. Yang pertama tidak bersyarat, yang kemudian bersyarat. Persekutuan kita yang bersyarat, perlu dipelihara dengan pembasuhan terus-menerus oleh darah Tuhan.
Ada siklus dalam kehidupan rohani kita, siklus yang terbentuk dari empat perkara penting¾hayat kekal, persekutuan hayat kekal, terang ilahi, dan darah Yesus, Anak Allah. Hayat kekal menghasilkan persekutuan hayat kekal, persekutuan hayat kekal mendatangkan terang ilahi, dan terang ilahi menambahkan keperluan akan darah Yesus, Anak Allah, supaya kita bisa mendapatkan lebih banyak hayat kekal. Semakin banyak hayat kekal yang kita dapatkan, semakin banyak pula persekutuan yang dibawakannya kepada kita. Semakin banyak persekutuan hayat ilahi yang kita nikmati, semakin banyak pula terang ilahi yang kita terima. Semakin banyak terang ilahi yang kita terima, semakin kita berbagian dalam pembasuhan darah Yesus. Siklus semacam ini membawa kita maju dalam pertumbuhan hayat ilahi sampai kita mencapai kematangan hayat. (Versi Pemulihan, 1 Yohanes 1:7, catatan 3)
Allah setia dalam firman-Nya (1 Yoh. 1:10) dan adil dalam darah Yesus, Anak-Nya (ay. 7). Firman-Nya adalah firman kebenaran Injil-Nya (Ef. 1:13), memberi tahu kita bahwa Ia akan mengampuni dosa-dosa kita karena Kristus (Kis. 10:43); dan darah Kristus telah memuaskan tuntutan keadilan Allah, agar Dia dapat mengampuni dosa-dosa kita (Mat. 26:28). Jika kita mengaku dosa-dosa kita, Dia akan mengampuni kita berdasarkan firman-Nya dan penebusan darah Yesus, karena Dia harus setia kepada firman-Nya dan adil dalam darah Yesus; kalau tidak, Dia akan menjadi tidak setia dan tidak adil. Untuk mendapatkan pengampuan-Nya, kita perlu mengaku dosa. Pengampunan Allah semacam ini, yang diperuntukkan pemulihan persekutuan kita dengan Dia, ada syaratnya; yaitu tergantung pada pengakuan kita. (Versi Pemulihan, 1 Yohanes 1:9, catatan 3)
Mengaku Dosa harus Menyeluruh
Banyak orang bertobat dan diselamatkan, tetapi mereka tidak pernah mengaku dosa-dosa dengan menyeluruh di hadapan Allah. Karena itu, mereka tidak banyak memiliki sukacita keselamatan, tidak pula memiliki lapar, haus, menuntut atau pertumbuhan rohani. Jika mereka ingin dengan kaya merasakan sukacita keselamatan dari Tuhan, mereka harus datang ke hadapan Tuhan dan mengaku dosa-dosanya dengan menyeluruh. Jika mereka ingin memiliki lapar, haus, menuntut dan pertumbuhan rohani, mereka harus datang ke hadapan Allah dan mengaku dosa-dosanya satu per satu. (The Fundamental Truths in the Scriptures, Vol. 2, hal. 464 dalam bahasa China)
DUA ASPEK MENGAKU DOSA
Mengaku Dosa kepada Allah
Ada dua aspek mengaku dosa: satu mengaku dosa-dosa kita kepada Allah dan yang lainnya mengaku dosa-dosa kita kepada manusia. Mengaku dosa-dosa kita kepada Allah, yaitu datang ke hadapan Allah dan mengakui segala perkara yang telah kita lakukan yang bersalah terhadap Allah. Setiap dosa yang sudah kita lakukan, tidak peduli kelakuan yang kita lihat bersalah terhadap Allah, atau bersalah terhadap manusia, semuanya itu bersalah terhadap Allah. Daud telah membunuh Uria dan merampas istrinya. Mungkin yang kita lihat, Daud hanyalah berbuat dosa terhadap manusia dan bersalah terhadap manusia. Tetapi Daud berkata, bahwa dia berbuat dosa terhadap Allah, bersalah terhadap manusia (lihat Maz. 51:1-17). Karena itu, dia mengakui dosanya kepada Allah.…Ketika mengaku dosa-dosa kepada Allah dalam cara ini, kita tidak boleh secara global; kita tidak dapat hanya mengaku dalam prinsip dosa besar yang telah kita lakukan. harus khusus dan secara terperinci mengaku dosa-dosa kita satu per satu. Kita tidak dapat hanya membawa bungkusan dosa besar, kemudian membuangnya di hadapan Allah dan melupakannya. Kita harus membuka bungkusan dosa di hadapan Alah dan menyebutkan setiap dosa. Karena kita telah mengatakan sebelumnya, kita harus membuka bungkusan dosa itu dan satu per satu dengan tuntas diakui. (hal. 463-464)
Mengaku Dosa Individualisme dan Individu
Kita perlu mengaku dosa individualisme dan individu. Individualisme adalah sejenis logika, dan individu adalah sejenis kehidupan. Kita memiliki sejenis logika yang olehnya kita hidup, dan logika tersebut adalah individualisme. “Isme” ini menjadi sejenis kehidupan, dan kehidupan ini adalah individu. Kita harus berdoa, mungkin di atas sepuluh hari, untuk secara tuntas pada poin ini.
Mengakui Segala Kekurangan, Kelemahan, Perbuatan Jahat, Kesalahan, Pelanggaran, Penyalahgunaan, Dosa yang di luar, Kejahatan yang di dalam Kalian, dan Mohon Tuhan Mengampuni
Kita perlu mengaku kepada Tuhan dosa yang di luar kita dan kejahatan yang di dalam, mohon pengampunan-Nya. Kita mungkin dapat menghitung dosa di luar kita, tetapi sulit menyebutkan kejahatan di dalam kita. Kejahatan kita yang di dalam tidak terhitung. Kita adalah totalitas kejahatan. Jika kita di bawah penyorotan Tuhan, kita akan menyadari pemikiran, maksud, dan kedambaan kita semuanya jahat. Maksud kita yang baik tidaklah murni. Motivasi kita tidak murni. Bahkan tertawa kita tidak murni, karena ada motivasi yang tersembunyi. Kita harus disoroti dan ditanggulangi oleh Tuhan sampai taraf sedemikian.
Mengakui Sifat Dosa Kalian, Pengrusakannya, Melekatkannya
kepada Pencemaran Dunia, dan Keusangannya, dan Mohon kepada Tuhan
untuk Membasuh dengan Darah-Nya yang Mustika
Kita juga perlu mengakui sifat dosa kita yang jahat. Sifat kita adalah manusia kita ini, dan manusia ini seluruhnya kotor dan busuk. Sifatnya telah rusak. Sifat ini memiliki pengrusakannya dan melekatkanya kepada pencemaran dunia. Seluruh dunia adalah bola yang menular. Jika kita dinodainya, langsung tercemar. Kita harus ditanggulangi oleh Tuhan sampai suatu tahap, kita tidak berani menjamah perkara dan benda dunia apa pun. Perasaan kita, pertimbangan kita, seluruh dunia adalah bola besar yang menular.
Kita juga harus menangulangi keusangan sifat dosa kita. Sifat kita warisan dari Adam, maka sudah berumur enam ribu tahun. Orang muda mungkin mengira bahwa dia baru berumur dua puluh empat tahun, tetapi sesungguhnya menurut sifat Adamnya, dia sudah berumur enam ribu tahun. Itulah sebabnya mengapa Alkitab mengatakan bahwa kita perlu diperbarui (2 Kor. 4:16; Ef. 4:23; Rm. 12:2). Kita perlu diperbarui, karena kita usang.
Mengakui Masalah Watak Kalian, dan Keantikan Karakter Kalian
Kemudian kita perlu mengakui masalah watak kita. Kita memiliki banyak masalah dengan watak kita. Kita sering kali membela diri dengan berkata, ”Saya sejak lahir sudah seperti ini.” Ini adalah kalimat pembelaan terhadap masalah watak kita. Kita perlu menghakimi watak alamiah kita, jangan memaafkannya. Banyak dari kita berdoa seturut watak kita. Bagi saudara-saudari tertentu, mau berdoa dengan singkat sangatlah sulit. Jika ada beberapa kaum kudus di dalam sidang doa berdoa singkat dua kalimat, itu adalah “mujizat”, karena ini bukanlah seturut watak mereka. Kita tidak menyadari betapa buruknya alamiah dan watak kita. Kita juga memiliki keantikan dalam karakter kita. Kita harus menanggulangi hal ini dengan doa yang tuntas dan banyak. Kita tidak dapat dalam waktu yang singkat, ada penanggulangan yang demikian tuntas.
Menyangkal Ego, Kebiasaan, dan Cara Usang Kalian dalam Melakukan Sesuatu
Kita juga perlu menyangkal ego, kebiasaan, dan cara usang kalian dalam melakukan sesuatu (Mat. 16:24). Ada begitu banyak kesulitan yang berhubungan dengan kita yang perlu ditanggulangi. Karena manusia kita yang jatuh ini adalah susunan dari kesulitan.
Tidak lagi Yakin terhadap Diri Sendiri dan tidak lagi Percaya
kepada Kemampuan Alamiah Kalian
Percayakah bahwa hari ini kita tidak lagi yakin terhadap diri sendiri dan tidak lagi percaya kepada kemampuan alamiah kita? Jika kepercayaan ini diambil dari kita, maka kita tidak dapat hidup. Kita hidup karena kita memiliki keyakinan terhadap diri sendiri dan percaya kemampuan kita. Tetapi jika kita percaya kemampuan kita, kita tidak dapat berbaur dengan orang lain. Jika kita memiliki sedikit keyakinan diri sendiri, percaya diri sendiri, kita tidak dapat berbaur dengan orang lain.
Mengasihi Semua Anggota dengan Kasih yang Sama dalam Kasih Allah
Kita perlu mengasihi semua anggota….dengan kasih yang sama dalam kasih Allah (Flp. 2:2). Sangat sulit menemukan seorang yang mengasihi orang lain dengan kasih yang sama. Kita selalu mengasihi menurut pilihan dan selera kita.
Menghakimi Semua Pandangan Meninggikan Diri Sendiri
dan Merendahkan Semua Opini yang Memecah-belah
Kita semua memiliki beberapa pandangan yang meninggikan diri sendiri. Beberapa kaum kudus merasa yakin….apakah yang tua atau yang muda, memiliki pandangan yang meninggikan diri sendiri. Siapapun yang memiliki pandangan yang peninggian diri sebenarnya memiliki opini. Tidak seorangpun tanpa opini. Kita perlu menghakimi semua pandangan yang meninggikan diri sendiri dan merendahkan semua opini yang memecah-belah.
Meninggalkan Semua Kesenangan Sendiri
dan Tidak Mempedulikan Semua Kesukaan Pribadi
Saudari-saudari sering kali kuat dalam perkara kesukaan pribadi dibandingkan saudara-saudara. Kesenangan dan kesukaan pribadi kita adalah hambatan besar untuk memelihara keesaan Tubuh. (Fellowship Concerning the Urgent Need of the Vital Groups, hal. 96-99, 85)
Mengaku Dosa kepada Manusia
Banyak dosa kita yang menyalahi orang, karena itu kita tidak seharusnya hanya mengaku dosa-dosa kita kepada Allah, kita juga harus mengaku dosa-dosa kepada manusia. Kita mengaku dosa-dosa kepada Allah karena setiap dosa yang kita lakukan bersalah kepada Allah. Tetapi dosa-dosa yang kita lakukan, tidak hanya bersalah terhadap Allah, juga bersalah terhadap manusia. Jika kita bersalah terhadap Allah, Dia dengan segera mengampuni kita ketika mengaku dosa-dosa kepada Dia. Tetapi Allah tidak dapat mengampuni kita untuk mewakili manusia yang mana kita bersalah terhadapnya. Karena itu kita masih harus mengaku dosa kepada manusia. Sebagai contoh, kalian berdosa dan bersalah terhadap tetanggamu. Allah dengan segera mengampunimu, tetapi tetanggamu tidak dapat memaafkan kalian. Kalian masih perlu pergi mengaku dosa kepada tetanggamu dan mohon pengampunan. Jika tidak kalian masih dihakimi di hadapan tetangga kalian dan hatimu akan terbelenggu. Kalian perlu mendapat pembebasan dan pengampunannya, supaya kalian dapat bergerak dengan bebas di hadapan dia. Kalian dengan sederhana harus mengaku dosa kepada dia. Karena itu, “mengaku dosa-dosa” di sini dalam Amsal 28 [ay. 13] juga harus mengaku dosa-dosa kita kepada manusia. (Fundamental truths in the Scriptures, hal. 466-467 dalam bahasa China).
HASIL MENGAKU DOSA
Sebelum Daud mengaku dosa kepada Allah, dia menderita. Tetapi ketika dia tidak menyembunyikan kejahatan itu, dan mengakuinya kepada Allah, Allah mengampuni dia dan mengelilinginya dengan kidung pembebasan yang menyebabkan dia penuh sukacita. Karena itu bila kita mau sukacita keselamatan, kita harus mengaku dosa-dosa di hadapan Allah.…Banyak orang telah bertobat dan diselamatkan, tetapi tidak pernah di hadapan Allah dengan tuntas mengakui dosa-dosanya. Karena itu, mereka tidak banyak memiliki sukacita keselamatan, juga mereka tidak memiliki lapar, haus, penuntutan, atau pertumbuhan rohani. Jika mereka mau dengan kaya mengecap sukacita keselamatan Tuhan, mereka harus datang ke hadapan Tuhan dan dengan tuntas mengakui dosa-dosanya. Karena itu, jika kita mau memiliki sukacita keselamatan; atau menghapuskan sekatan antara kita dan Allah, memulihkan atau mempertahankan persekutuan kita dengan Allah; atau manerima belaskasihan Allah dan mendapatkan berkat-Nya, kita harus mengaku dosa-dosa kita kepada Allah dalam setiap kasus. (hal. 463-466)
Lebih jauh lagi, mengaku dosa-dosa kita kepada orang lain dapat juga menyebabkan roh kita dibebaskan, dibangkitkan, dikuatkan, dan lincah. Roh dari banyak saudara dan saudari tidak bebas dan kelihatannya dalam kondisi kering, lemah dan mati karena mereka bersalah kepada orang lain dan tidak mau mengaku dosa-dosanya kepada manusia. Dosa membuat roh kita mati. Khususnya dosa yang bersalah terhadap orang lain. Dosa-dosa ini menyebabkan hati nurani di dalam roh kita bercela di hadapan manusia, karena itu khususnya membuat roh kita di hadapan orang lain tidak dapat bangun dan menyebabkan mati dan rendah. Karena itu, jika kita mau agar roh kita bebas dan kuat di hadapan orang lain kita harus mengaku dosa-dosa kita kepada manusia untuk membuang perasaan bersalah terhadap orang lain yang ada dalam hati nurani kita. (hal. 468-469)
Pertanyaan-pertanyaan:
1. Mengapa kita perlu mengaku dosa-dosa kita?
2. Bagaimana seharusnya kita melaksanakan mengaku dosa-dosa kita? Silahkan berikan contoh bagaimana kalian melaksanakan mengaku dosa-dosa.