← Daftar isi Kejadian dan Keluaran · bab 9/10

TIANG PENOPANG UTAMA KETIGA DALAM PEMULIHAN TUHAN — GEREJA

Pembacaan Alkitab:

Mat. 16:18; 18:17; Kis. 8:1; 9:31; 12:1;

13:1; 14:23; Rm. 16:1, 3-5a, 16, 20; 1

Kor. 12:28; Why. 1:4-5a, 11

DEFINISI GEREJA

Tubuh Kristus

Keempat tiang penopang utama dalam pemulihan Tuhan adalah kebenaran, hayat, gereja, dan Injil. Dalam Perjanjian Baru, persona yang pertama adalah Kristus dan persona yang kedua adalah gereja. Kekristenan hari ini pada umumnya hanya memperhatikan Kristus, tetapi mereka tidak begitu memperhatikan gereja. Walaupun mereka sering menyinggung dan membicarakan gereja, tetapi dalam pemahaman mereka gereja hanyalah sebuah bangunan atau organisasi kemanusiaan. Namun, Alkitab dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa gereja adalah Tubuh Kristus (Ef. 1:22b-23). Gereja dihasilkan oleh Kristus, Kristus adalah Kepala Gereja, dan gereja adalah Tubuh Kristus. Tubuh manusia bukanlah sebuah organisasi, melainkan satu organisme yang hidup. Demikian juga, gereja bukanlah organisasi melainkan organisme.

Tubuh manusia memiliki banyak anggota, namun tetap merupakan satu tubuh. Para anggota tubuh ini dengan indahnya mampu menerima suplai hayat. Namun, begitu salah satu anggota tubuh terpisah dari tubuh, ia tidak hanya akan kehilangan hayat dan fungsinya, ia bahkan akan menjadi anggota yang menakutkan. Seandainya seseorang memotong tangannya sendiri dan memberikannya kepada Anda, Anda pasti akan ketakutan. Akan tetapi, seandainya tangannya tetap menyatu dengan tubuhnya, ia dapat menyalami tangan Anda dengan hangat. Sangat disayangkan, begitu banyak orang Kristen hari ini yang bagaikan tangan yang terpisah dari tubuh, telah menjadi anggota yang individualistis yang terpisah dari Tubuh. Karena terpisah dari Tubuh, mereka kekurangan suplai hayat dari Tubuh dan kehilangan fungsi mereka dalam tangan Tuhan.

Keluarga Allah dan Kaum Beriman

Alkitab juga mengatakan bahwa gereja adalah keluarga seluruh orang beriman (Gal. 6:10 Tl.). Dalam keluarga ini, Allah adalah Bapa dan kita adalah anak-anak-Nya. Karena itu, keluarga ini adalah keluarga Allah (Ef. 2:19; 1 Tim. 3:15; Ibr. 3:6). Jika seseorang tidak memiliki keluarga, ia akan menjadi seorang pengembara. Namun, hari ini banyak orang Kristen seperti pengembara yang tidak memiliki keluarga. Mereka memilih untuk menjadi orang Kristen “di pinggir jalan” daripada menjadi anak-anak dalam keluarga Allah. Baik mengacu kepada Tubuh Kristus atau keluarga Allah, kita sebagai orang beriman, membutuhkan gereja. Karena kita adalah anggota dari Tubuh Kristus, kita harus tetap tinggal di dalam Tubuh; karena kita adalah anakanak dalam keluarga Allah, kita harus tetap tinggal di dalam keluarga ini.

TUHAN AKAN MEMBANGUN KAUM BERIMAN YANG TELAH DITEBUS MENJADI GEREJA

Tuhan Menanggulangi dan

Menyempurnakan Kaum Beriman Melalui Gereja

Alkitab mewahyukan bahwa tujuan Tuhan menyelamatkan kita adalah membangun kita menjadi gereja. Orang-orang Kristen sering berkata bahwa mereka perlu maju dan membangun diri mereka sendiri, tetapi Alkitab mengatakan bahwa Tuhan ingin membangun gereja (Mat. 16:18). Dari pengalaman saya melayani Tuhan selama lebih dari lima puluh tahun, saya belum pernah melihat ada orang Kristen yang individualistis dapat membangun dirinya sendiri. Semakin kita menjadi individualistis, kita akan semakin tidak bisa membangun diri kita sendiri. Kita hanya dapat dibangun bila kita ada di dalam Tubuh, gereja. Ketika kita di dalam diri kita sendiri, kita hanya akan menimbulkan masalah. Jika seseorang makin individualistis, makin “anti”, ia akan semakin dipenuhi oleh dirinya sendiri. Jika ia makin individualistis, ia akan makin dipenuhi oleh watak alamiahnya. Watak “antik”, hayat yang alamiah dari seorang Kristen tidak dapat dilenyapkan di tempat mana pun; hal-hal ini hanya bisa ditanggulangi di dalam gereja. Setiap anggota dalam gereja merupakan suatu suplai dan juga suatu penanggulangan bagi kita.

Andaikata, ada seseorang yang berwatak tidak sabaran, yang ingin melakukan segala hal dengan cepat dan efisien. Walaupun orang ini telah menikah selama dua puluh lima tahun, istrinya mungkin masih kesulitan dalam menghadapi temperamennya ini. Namun, begitu ia datang ke gereja dan dibangun di dalam gereja, wataknya yang tidak sabaran akan “dibunuh”. Ia ingin serba cepat, namun Tuhan justru mengaturnya untuk berkoordinasi dengan orang yang lamban. Ada orang yang berwatak lamban. Keluarganya juga tidak sanggup menghadapinya. Namun, begitu ia datang ke gereja, Tuhan akan memiliki jalan untuk membuatnya menjadi lebih cepat. Ini sungguh menakjubkan! Tuhan mengatur orang yang tidak sabaran untuk mempercepat orang yang lam-ban; Ia juga mengatur orang-orang yang lamban untuk menanggulangi orang-orang yang tidak sabaran.

Semua orang yang telah menikah tahu bahwa suami tidak mampu menanggulangi istrinya, begitu pula istri tidak mampu menanggulangi suaminya. Jika se-orang suami terlalu keras terhadap istrinya, istrinya mungkin akan menolak untuk memasak atau mencuci pakaian, dan mungkin akan menggerutu. Semua suami mengakui bahwa tidak ada seorang pun dari antara mereka yang sanggup menanggulangi istri mereka agar membuatnya menjadi istri yang lebih baik. Para suami tidak berdaya melakukannya. Karena itu, jika seorang suami menginginkan istrinya ditanggulangi, ia harus membawanya ke dalam gereja. Gereja merupakan tempat terbaik untuk menanggulangi istrinya. Hal yang sama juga terjadi, tidak ada satu pun istri yang sanggup menanggulangi suaminya. Cara terbaik untuk menanggulangi suami adalah dengan mengirimnya ke dalam gereja.

Gereja adalah tempat terbaik untuk menanggulangi kita. Misalnya, jika kaki saya ingin berjalan, tetapi tangan saya tidak mau maju, keduanya akan terlibat dalam pertengkaran dan saling menanggulangi karena kaki tidak dapat berkata kepada tangan, “Karena kamu tidak mau bekerja sama dan tidak mau maju, maka kita berpisah saja.” Pemisahan semacam ini akan menyebabkan kaki menjadi kaki yang menakutkan. Hari ini beberapa orang Kristen telah menjadi menakutkan. Semoga mata kita terbuka melihat betapa seriusnya perkara ini. Begitu kita terpisah dari gereja, kita menjadi tidak berguna dan menjadi orang yang paling menakutkan. Kita tidak memiliki jalan atau pilihan lain; nasib kita berada di dalam gereja. Inilah hikmat Allah yang berdaulat.

Kita bertumpu pada lokalitas dalam pemulihan Tuhan dan kita tidak dapat memilih-milih gereja berdasarkan keinginan kita. Hari ini, kekristenan bagaikan “pasar” gereja. Ini tidaklah benar. Jika Anda ingin membeli sepatu yang Anda sukai, Anda dapat memilihnya di beberapa toko sepatu; namun, Anda tidak dapat memilih gereja mana yang ingin Anda datangi, karena di setiap lokal hanya ada satu gereja. Jika Anda mengeluh bahwa gereja di lokal Anda tidak baik, lalu memutuskan untuk memilih gereja yang lain, maka Anda harus pindah ke lokal lain. Anda bisa saja pindah ke tempat lain, namun bila Anda sendiri tidak berubah, gereja di sana malah akan menjadi tempat yang lebih buruk. Akhirnya, Anda mungkin akan berkali-kali pindah. Dengan demikian Anda akan menjadi orang Kristen “di pinggir jalan”. Betapa menyedihkannya hal ini.

Sebab itu, menyebut gereja, di satu pihak, terasa sangat manis, di pihak lain terasa sangat berat. Bait pertama dari Kidung No. 616 mengatakan, “Tuhan, kucinta rumah-Mu, yakni gereja-Mu! Perkenan-Mu.” Namun, banyak orang yang tidak berpikir demikian. Mereka mungkin berkata, “Oh Tuhan, rumah-Mu sungguh menyedihkan. Aku sungguh tidak dapat tinggal di sana lebih lama lagi. Mengapa Engkau tidak memberiku gereja yang lebih baik?” Pada akhirnya, segera setelah meninggalkan gereja, orang ini tidak memiliki gereja dan menjadi orang Kristen pengembara, anggota yang individualistis. Petrus adalah teladan terbaik untuk menunjukkan betapa perlunya kita tinggal dalam gereja. Dalam Matius 16, Tuhan Yesus berkata kepadanya bahwa ia adalah batu karang dan di atas batu karang ini Tuhan akan membangun gereja (ayat 18; 1 Ptr. 2:5). Petrus adalah orang yang tidak sabaran (Mat. 17:24-27). Hanya gereja yang dapat menanggulanginya dan membuatnya dewasa. Siapa pun yang secepat dan seliar Petrus, harus berada di dalam gereja untuk diubah.

Gereja Adalah Perhimpunan Orang Beriman, Orang Beriman Tidak Boleh Meninggalkan Gereja

Di satu pihak, Tuhan membangun kaum beriman ke dalam gereja, dan pihak lain, kaum beriman tidak boleh meninggalkan gereja. Dalam Matius 18, Tuhan berkata bahwa jika seorang saudara tidak mau mendengarkan gereja, pandanglah dia sebagai seorang yang tidak mengenal Allah (ayat 17). Ini tidak berarti kita harus memecat dia; melainkan karena dia tidak berlaku dengan tepat, maka kita tidak dapat memandangnya sebagai seorang saudara, hanya dapat memandangnya sebagai orang yang tidak mengenal Allah. Karena itu, meninggalkan gereja adalah suatu hukuman. Karena alas-an inilah, kita seharusnya dengan baik-baik menerima penanggulangan Tuhan.

Pendirian dan Pembangunan Gereja

Tuhan menyinggung tentang gereja dalam Injil Matius, tetapi gereja belum ada saat itu (16:18; 18:17). Namun, seperti yang tercatat dalam Kitab Kisah Para Rasul, pada suatu hari tiga ribu orang diselamatkan dan lima ribu orang diselamatkan pada hari lainnya (2:41; 4:4). Pada pasal 8, bukannya disebut sebagai kaum beriman di Yerusalem, mereka disebut sebagai gereja di Yerusalem (ayat 1 Tl.). Dalam Kisah Para Rasul 9:31; 12:1; 13:1; dan 14:23, kaum beriman di tempat lainnya, juga disebut dengan gereja di tempat itu. Pasal 14 mencatat bahwa ketika Paulus memberitakan Injil, ia melewati banyak tempat, dan memimpin banyak orang kepada Tuhan. Mungkin dalam jangka waktu kurang dari setahun, Paulus kembali ke tempat-tempat ini dan “menetapkan penatua-penatua bagi mereka di setiap gereja” (ayat 23 Tl.). Kaum beriman ini baru diselamatkan kurang dari setahun, namun Alkitab tetap menyebut mereka gereja, dan ada beberapa orang yang menjadi penatua pada tahun yang sama ketika mereka diselamatkan.

Menurut konsepsi kita, kita cenderung berpikir bahwa sekelompok orang yang baru diselamatkan tidak bisa dianggap sebagai gereja. Mereka hanya dapat berhimpun, dan tidak mungkin menunjuk penatua dari antara mereka. Bagaimana mungkin seorang yang belum genap setahun diselamatkan dapat menjadi penatua? Namun, Paulus tidak berpikir demikian. Begitu selesai memberitakan Injil dan membawa beberapa orang diselamatkan, ia kembali ke tempat-tempat itu, menyebut mereka sebagai gereja, dan menetapkan penatua di tempat-tempat itu. Memang, gereja-gereja itu adalah gereja-gereja yang masih muda dan penatuapenatuanya adalah “penatua anak”.

Walaupun ketika diselamatkan, kita semua adalah anak-anak secara rohani, tetapi begitu kita mulai bersidang dan tinggal dalam hidup gereja, kita bertumbuh secara spontan. Gereja adalah tempat yang membuat kita bertumbuh. Mungkin ada orang yang berkata bahwa ia telah beroleh selamat selama tiga puluh delapan tahun; sekarang jika ia bersidang, ia hanya akan bertemu dengan orang-orang yang secara rohani masih anak-anak, orang-orang yang masih belia, maka ia merasa lebih baik tinggal di rumah saja. Namun, tidak pernah terlintas olehnya bahwa jika ia tetap di rumah saja, ia akan menjadi anak tua yang berumur tiga puluh delapan tahun, dan seorang “balita lanjut usia”. Jika kita ingin bertumbuh, kita harus tetap di dalam gereja. Begitu seseorang berhenti bersidang selama dua atau tiga minggu, pertumbuhannya segera terhenti. Jika ia tidak bersidang selama dua tahun, ia akan menjadi anak kecil lagi. Jika ia tetap tidak bersidang selama tiga tahun lagi, ia nyaris tamat dalam hayat rohaninya.

Pertumbuhan Hayat Hanya Ada di Dalam Gereja

Ini adalah perkara yang menakjubkan. Meskipun kondisi gereja tidak begitu baik, ketika orang-orang datang bersidang, mereka secara spontan bertumbuh dalam hayat. Jangan pernah berpikir bahwa berita yang disampaikan dalam sidang gereja tidak cukup bagus, pembagian nikmatnya tidak memenuhi standar, nyanyiannya berantakan, lalu karena semua itu Anda memutuskan untuk tetap tinggal di rumah saja. Jika Anda berbuat demikian, Anda akan kehilangan banyak berkat, dan hayat rohani Anda akan semakin layu. Prinsip berkat Allah adalah bahwa berkat-Nya terdapat di dalam Tubuh, gereja. Menghadiri sidang terburuk pun tetap lebih baik daripada tinggal di rumah; karena siapa saja menjadi individualistis, ia akan kehilangan berkat Tuhan. Jika kita ingin diberkati, menikmati anugerah, dan bertumbuh dalam hayat, kita harus menghadiri sidang-sidang gereja. Meskipun kita hanya mengikuti orang lain berdoa dan berkidung dalam sidang, kita tetap akan bertumbuh dalam hayat. Misalnya, bila ada gereja yang benar-benar serupa dengan gereja di Laodikia; yang tidak panas juga tidak dingin. Ketika orang datang ke sidang-sidang, mereka akan menjadi lembam, hanya ingin beristirahat dan tidur. Bahkan para penatua pun mengantuk. Namun, walaupun keadaanya demikian, selama kita tidak meninggalkan gereja, kita akan tetap bertumbuh dalam hayat, karena berkat Allah ada di dalam gereja.

Beberapa orang bisa saja berdebat dengan berkata, “Aku bisa membaca Alkitab di mana saja. Aku bisa mendekati Tuhan di rumah.” Ini benar, tetapi jika Anda meninggalkan gereja dan dan menuntut Tuhan di rumah, penuntutan Anda pasti tidak akan tahan lama. Pada hari pertama Anda mungkin dapat bangun pada pukul 06.00, pada hari kedua Anda akan bangun pada pukul 06:15, pada hari ketiga Anda akan bangun pada pukul 06:45, pada hari keempat Anda akan memperpanjang waktu tidur Anda hingga 07:15, dan pada hari kelima, Anda mungkin masih belum bangun pada pukul 08.00. Kemudian pada hari keenam, Anda bahkan mungkin tidak ingin mendekati Tuhan lagi. Karena itu, tidaklah mungkin untuk menuntut pertumbuhan hayat terpisah dari gereja. Berkat ada di dalam gereja. Bahkan gereja yang terlemah pun lebih kuat daripada satu orang.

BERKAT DALAM GEREJA

Allah Menghancurkan Iblis

di Bawah Kaki Gereja yang Terbangun

Alkitab sangat memperhatikan gereja. Roma 16 memberi tahu kita bahwa ada seorang diakones di gereja di Kengkrea, Febe, yang sangat mengasihi gereja dan dengan sungguh-sungguh melayani (ayat 1). Lalu Alkitab juga menyebut Priskila dan Akwila, yang tidak tahu apa-apa selain gereja (ayat 3). Di mana pun mereka berada, mereka “mengadakan” gereja. Ketika mereka di Roma, mereka “mengadakan” gereja di sana, dan ketika mereka pergi ke Efesus, mereka juga “mengadakan” gereja di sana. Mengapa kita mengatakan bahwa mereka “mengadakan” gereja? Karena ke mana pun mereka pergi, gereja di lokal tersebut akan berhimpun di rumah mereka. Karena kasih mereka kepada gereja, Paulus dan semua jemaat bukan Yahudi berterima kasih kepada mereka (ayat 4-5a). Banyak pembaca Kitab Roma tidak menyadari bahwa kitab ini berkesimpulan pada gereja-gereja lokal. Pasal terakhir dari Kitab Roma difokuskan pada gereja-gereja lokal. Hanya gereja-gereja lokal yang dapat mewujudkan tujuan Allah dan menanggulangi musuh Allah. Karena itu jika kita berada di Kengkrea, kita seharusnya bersidang di gereja di Kengkrea. Jika kita berada di Roma, kita juga seharusnya bersidang di gereja di Roma. Jika kita berada di Efesus, tentunya kita juga bersidang di gereja di Efesus. Hanya di gereja-gereja lokal, Allah memiliki kedudukan untuk menghancurkan Iblis di bawah kaki kita. Dengan kata lain, kita hanya dapat menghancurkan Iblis di bawah kaki kita, bila kita berada di dalam gereja. Inilah wahyu yang kita lihat dari Kitab Roma (ayat 20).

Memiliki Suplai dari Roh Tujuh Ganda

Dalam Kitab Wahyu, Tuhan Yesus memperlihatkan kepada Yohanes agar ia menulis kepada ketujuh jemaat bahwa anugerah dan damai sejahtera menyertai mereka dari ketujuh Roh yang ada di hadapan takhta-Nya (1:4). Mayoritas orang Kristen hanya melihat satu Roh, tetapi akhir Alkitab membicarakan tentang tujuh Roh. Ketujuh Roh ini seluruhnya untuk gereja-gereja lokal. Karena itu, jika kita tidak berada di gereja lokal dan tidak tinggal tetap di dalam gereja, kita akan kehilangan suplai dari ketujuh Roh. Dalam gereja lokal terdapat ketujuh Roh, Roh tujuh ganda, menyuplai gereja dengan cara yang diperkuat tujuh ganda. Karena itu, kita harus melihat bahwa di mana pun kita berada, yang paling kita perlukan adalah gereja di tempat kita berada, dan gereja ini adalah gereja yang paling baik bagi kita. Kita tidak seharusnya membuat pilihan sendiri.

PELAKSANAAN KONKRET HIDUP GEREJA

— MEMBERI MAKAN DOMBA TUHAN

Bagaimana seharusnya kita menempuh hidup gereja? Pertama, setiap orang beriman harus memberi makan, merawat, dan membimbing orang baru. Di dalam gereja, selalu ada orang yang lebih muda daripada kita yang harus kita rawat. Kita telah membaptis banyak orang, tetapi akhirnya dari seratus orang, tidak sampai sepuluh orang yang tetap tinggal dalam gereja. Dengan kata lain, kita melahirkan seratus bayi, tetapi lebih dari 90 orang dari mereka hilang. Apa penyebabnya? Karena tidak ada yang merawat mereka. Kaum beriman sering memiliki konsepsi yang salah, mengira bahwa ini seharusnya adalah tanggung jawab para penatua. Namun, penatua hanya beberapa orang saja. Bagaimana mereka dapat merawat kaum beriman yang begitu banyak? Karena gereja adalah rumah kaum beriman, maka setiap orang di dalam gereja harus memikul tanggung jawab untuk merawat yang lain.

Sebelum Tuhan meninggalkan dunia ini, Dia memerintahkan kita untuk pergi dan berbuah. Begitu kita berbuah, buah ini akan menjadi domba yang memerlukan rawatan kita. Karena itu, pada akhir Injil Yohanes, Tuhan berkata kepada Petrus, “Peliharalah (rawatlah) domba-domba-Ku” (21:15-17). Jangan mengira bahwa perkataan Tuhan ini hanya untuk Petrus. Petrus adalah wakil kita; kita semua harus memelihara domba-domba tersebut. Jika kita menginjil kepada orang, membawa mereka untuk diselamatkan, dan membawanya ke gereja untuk dibaptis, kita tidak seharusnya meninggalkan mereka sendirian. Kita harus merawat mereka. Setelah melahirkan, seorang ibu tidak akan membiarkan bayinya sendirian. Sebaliknya, ia akan memberinya makan dan merawatnya dengan sedemikian rupa sampai sekurang-kurangnya selama delapan belas tahun. Ada orang begitu mendengar ini, mungkin merasa bahwa ini terlalu merepotkan dan karenanya tidak berani memberitakan Injil lagi. Namun, ingatlah bahwa sebelum Tuhan memerintahkan Petrus untuk memelihara domba-Nya, Ia terlebih dahulu bertanya kepadanya, “Apakah engkau mengasihi Aku?” Hari ini, Tuhan menanyakan hal yang sama kepada kita. Apakah kita mengasihi Tuhan? Apakah kita mengasihi gereja-Nya?

Ada Kidung yang mengatakan, “Kami bagi-Nya, Kami bagi-Nya, Bagilah pemuli’an Tuhan!” (Suplemen No. 525). Kita semua mengasihi Tuhan, gereja, dan pemulihan-Nya, namun kita mungkin saja tidak mengasihi domba-domba-Nya, karena memberi makan dombadomba merupakan perkara yang sangat merepotkan. Karena itu banyak yang berkata, “Tidak masalah jika meminta kami menginjil. Jika seseorang mau percaya Tuhan, kami akan membawanya kemari untuk dibaptis. Jika ia tidak mau, kami tidak akan memaksanya. Namun, untuk memberinya makan dan menjadikannya buah yang tetap setelah ia diselamatkan, itu adalah perkara yang tidak mudah.” Tidaklah heran walaupun semua orang bernyanyi, “Kami bagi-Nya, kami bagi-Nya,” tetapi perlipatgandaan dan penambahan masih tetap sedikit. Ini membuktikan bahwa dalam perkara memberi makan domba-domba, gereja-gereja tidak sanggup mengikuti teladan Tuhan dan memenuhi standar Tuhan. Kita tidak dapat terus bernyanyi, “Kami bagi-Nya, Kami bagi pemulihan-Nya”, jika orang beriman yang berhenti bersidang semakin bertambah tahun de-mi tahun. Kita harus pergi untuk memulihkan orang-orang beriman ini dan membawa mereka kembali kepada hidup gereja yang tepat.

Dulu, ada tiga belas hingga lima belas ribu orang beriman yang terdaftar dalam gereja di Taipei, tetapi hanya lima ribu dari mereka yang rutin bersidang. Masih ada delapan hingga sepuluh ribu orang yang tidak rutin bersidang. Ini tidaklah normal. Kita sibuk memberitakan Injil dan membaptis orang sepanjang tahun, namun setelah kita membaptis seratus orang, sembilan puluh orang dari mereka hilang dalam tiga minggu. Ini tidak benar. Kita harus memberi mereka makan. Jangan mengatakan bahwa para penatualah yang harus memberi mereka makan. Hanya ada beberapa penatua di dalam gereja; mereka tidak dapat berbuat begitu banyak. Juga jangan berkata bahwa saudara atau saudari lainnya seharusnya memikul beban ini. Setiap orang dari kita harus berkata, “Akulah yang harus memikul tanggung jawab dalam memberi makan orang lain.”

Pertama, kita harus mengumpulkan data-data mengenai semua orang beriman. Lalu kita membentuk kelompok-kelompok yang terdiri dari dua belas orang, memasukkan semua orang ke dalam kelompok. Kita tidak seharusnya mengelompokkan kaum beriman berdasarkan kondisi kerohanian mereka, kita juga jangan menunjuk satu orang sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas kelompok tersebut. Kita menginginkan setiap orang memikul tanggung jawab. Karena mereka berada dalam kelompok yang sama, mereka harus berkumpul. Mereka dapat memutuskan kapan dan di mana mereka akan berkumpul. Namun, mungkin kebanyakan dari mereka jarang bersidang bahkan mung-kin mereka masing-masing jarang bersidang; inilah yang harus kita perhatikan. Jika hal ini terjadi, maka kita memerlukan beberapa orang sepenuh waktu untuk bangun dan melayani dalam koordinasi untuk merawat kaum beriman dalam kelompok tersebut.

PERLU MEMBANGKITKAN LEBIH BANYAK ORANG YANG MELAYANI SEPENUH WAKTU

Mengenai para sepenuh waktu, kita perlu memahami bahwa mereka bukan pendeta (penginjil) melainkan orang-orang yang melayani sepenuh waktu. Mereka harus menghabiskan waktu setiap paginya untuk mempelajari Alkitab Perjanjian Baru versi Pemulihan, termasuk catatan kakinya dan referensi silangnya, juga buku Pelajaran-Hayat. Mereka harus dapat membaca dua berita dari Pelajaran-Hayat dalam empat jam setiap harinya. Kira-kira ada 1.200 berita dalam Pelajaran-Hayat Perjanjian Baru. Jika kita membaca dua berita setiap harinya, kita akan dapat membaca lima puluh berita dalam sebulan, enam ratus berita dalam dua belas bulan. Maka kita dapat membaca sampai selesai semuanya dalam waktu dua tahun.

Karena pengetahuan kaum beriman akan kebenaran masih kurang, maka diperlukan orang-orang yang melayani sepenuh waktu memikul beban untuk menyampaikan kebenaran kepada orang-orang. Karena para pekerja sepenuh waktu ini harus menyampaikan kebenaran, mereka tentunya harus mempersiapkan diri terlebih dahulu. Ini berbeda dengan hanya menyampaikan sebuah berita pada hari Tuhan. Mereka harus berbicara dengan orang-orang setiap harinya. Di pihak lain, para sepenuh waktu juga perlu membantu orang-orang mendirikan dan membimbing kelompok-kelompok, dan mereka harus menyampaikan kebenaran kepada orang-orang. Tidak hanya berbicara di dalam sidang kelompok kecil, tetapi juga berbicara dengan orang-orang secara pribadi, dan mengajari mereka membaca Alkitab Perjanjian Baru versi Pemulihan juga Pelajaran-Hayat.

GEREJA PERLU DIPENUHI DENGAN KEBENARAN

Kita harus menuntut kebenaran sampai pada taraf di mana kita menaruh berita-berita Pelajaran-Hayat di seluruh rumah kita; tidak hanya di ruang tamu dan di meja samping tempat tidur, bahkan juga di kamar man-di. Dengan demikian, saudara saudari dalam pemulihan Tuhan dapat menumbuhkan suasana menuntut kebenaran. Pada saat yang sama, kita juga seharusnya saling mendorong, ketika menjenguk orang jangan membicarakan hal-hal yang sia-sia. Sebaliknya, kita harus saling berbagi nikmat kebenaran. Demikian juga ketika kita saling bertemu, daripada bersenda gurau, kita harus bersekutu mengenai kebenaran melalui saling bertanya dan saling menjawab. Dengan demikian kaum beriman akan mengalami kemajuan dalam kebenaran.

Sebagian besar orang Kristen, termasuk kita, tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai kebenaran secara umum. Bahkan beberapa penatua tidak dapat menjelaskan dengan baik mengenai perbedaan sebutan “Yesus Kristus” dengan “Kristus Yesus”. Ini menunjukkan bahwa taraf pemahaman kita terhadap kebenaran sangatlah kurang. Karena itu, kita semua harus belajar dari awal. Setiap orang yang memiliki hati untuk melayani Tuhan sepenuh waktu harus menghabiskan waktu setidaknya dua tahun untuk mempelajari Alkitab. Ketika Anda pergi menjenguk, jangan membicarakan hal yang sia-sia. Bicarakanlah kebenaran.

Dengan demikian Anda akan dapat membangun mereka dan membentuk mereka ke dalam sebuah kelompok. Akhirnya, secara perlahan semua orang akan merasa nikmat dalam bersidang, dan semua orang yang bersidang akan mempelajari kebenaran dan tahu bagaimana menyampaikan kebenaran. Tanpa disadari, ini akan mendatangkan satu kebangunan.

Saya benar-benar berbeban untuk mempromosikan Pelajaran-Hayat ke lima benua sampai semua orang beriman memiliki Pelajaran-Hayat di rumahnya. Saya percaya jika di seluruh dunia, setiap rumah tangga dalam gereja memiliki Pelajaran-Hayat, hanya akan butuh tiga sampai lima tahun untuk menciptakan kebangunan baru. Firman Tuhan adalah hayat, kekuatan, roh, air hayat, dan bahkan api yang menghanguskan. Hari ini, kita sangat dingin dan lemah karena kita tidak cukup memiliki firman Tuhan. Ketika kita mendalami Pelajaran-Hayat dan dipenuhi oleh firman Tuhan, kita akan dikuatkan oleh kekuatan Tuhan dan dibarakan oleh firman Tuhan sebagai api yang menghanguskan.

PERKEMBANGBIAKAN PEMULIHAN TUHAN

DI MASA LALU

Tiga puluh tahun yang lalu, gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan yang terdapat di luar daratan China ada di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Bila dijumlahkan seluruhnya tidak sampai 100 gereja. Sekarang, ada sekitar 550 gereja di seluruh dunia. Di Timur Jauh ada lebih dari 300 gereja; di Filipina sendiri terdapat 130 gereja. Seratus di antaranya ada di bagian selatan Filipina, dibangunkan melalui mendalami enam puluh topik dalam “Pokokpokok Penting dalam Alkitab”. Selebihnya, ada lebih dari 80 gereja di Taiwan, 20 di Jepang, 27 di Korea Selatan, setidaknya ada 20 di Indonesia, 15 di Singapura dan Malaysia, dan sekitar 10 di Thailand. Ketika kita jumlahkan seluruh gereja-gereja di Timur Jauh, jumlahnya melebihi 300 gereja.

Gereja-gereja di benua lainnya, ada lebih dari 90 gereja di Amerika Serikat dan lebih dari 10 gereja di Kanada, jadi seluruhnya ada lebih dari 100 gereja. Ada sekitar 60 gereja di Brasil, Amerika Selatan, dan setidaknya ada 20 sampai 30 gereja di Meksiko, bila dijumlahkan ada sekitar 100 gereja. Jadi, Amerika secara keseluruhan memiliki sekitar 200 gereja. Sebagai tambahan, ada sekitar 20 gereja di Eropa, termasuk gereja-gereja di Inggris, Jerman, Belgia, Swiss, Perancis, Italia, Denmark, Swedia, Finlandia, dan Spanyol. Di Afrika ada sekitar lima negara Ghana, Nigeria, Libya, Afrika Selatan, dan Zimbabwe yang memiliki gereja-gereja dengan total 15 gereja. Di Selandia Baru dan Australia juga terdapat gereja. Secara keseluruhan, terpisah dari gereja-gereja di Timur Jauh, ada sekitar 250 gereja-gereja lokal di benua-benua lainnya. Karena itu, ada 550 gereja yang tersebar di seluruh benua.

MENDORONG PENGKAJIAN PELAJARAN-HAYAT, MENDATANGKAN KEBANGUNAN SEJATI DALAM PEMULIHAN TUHAN

Kita seharusnya berbeban untuk mempromosikan Pelajaran-Hayat ke setiap benua sampai setiap rumah tangga memiliki Pelajaran-Hayat, dan setiap orang beriman memiliki Pelajaran-Hayat baik secara lahiriah maupun batiniah. Pelajaran-Hayat adalah untuk mengajar dan membantu orang membaca Alkitab. Ketika Anda membaca Alkitab, pikiran Anda mungkin belum terbuka meskipun telah membacanya seratus kali. Namun, ketika Anda membuka Alkitab Perjanjian Baru versi Pemulihan, ada catatan kaki yang menunjukkan kebenaran kepada Anda di bagian-bagian yang sulit Anda pahami. Begitu firman kebenaran terbuka, Anda akan menerima wahyu. Lalu ketika Anda membaca Pelajaran-Hayat, Anda akan semakin terbuka. Setelah Anda membaca Pelajaran-Hayat, beberapa ayat yang pernah Anda pelajari akan terbuka sepenuhnya bagi Anda. Kitab Efesus hanya memiliki 6 pasal, namun ada 97 berita dalam Pelajaran-Hayat Efesus. Jika Anda membaca dua berita dalam sehari, Anda akan memerlukan kira-kira 50 hari untuk menyelesaikannya. Setelah Anda menghabiskan 50 hari untuk membaca kesembilan puluh tujuh berita ini, isi dari keenam pasal tersebut, seluruh Kitab Efesus, setiap kalimatnya, dan setiap katanya akan menjadi jelas bagi Anda. Dengan kata lain, Kitab Efesus, kitab yang penuh misteri dan menakjubkan ini akan terbuka sepenuhnya bagi Anda.

MEMBUKA RUMAH KAUM BERIMAN MELALUI MENDIRIKAN DAN MEMIMPIN SIDANG KELOMPOK

Sekarang, berdasarkan data kaum beriman yang telah kita miliki, kita dapat membentuk kelompokkelompok yang terdiri atas dua belas orang, lalu meminta para sepenuh waktu untuk membantu kaum beriman, bukan membantu dalam pelayanan di hari Minggu atau sidang-sidang kecil dengan mereka, tetapi untuk mendalami Alkitab bersama-sama. Kita juga harus mencurahkan kasih kita. Ketika kelompok kecil ini bersidang di rumah Anda, Anda seharusnya mempersiapkan makanan ringan terbaik untuk mereka. Jangan mengasihi uang Anda, pergunakanlah uang Anda untuk menyiapkan makanan ringan yang terbaik. Saya percaya bahwa orang-orang beriman yang jarang bersidang akan dihidupkan setelah menikmati makanan ringan tersebut.

Selanjutnya, ketika kita membentuk dan memimpin kelompok kecil, jangan berurusan dengan sang suami terlebih dahulu, karena mereka lebih “sulit dihadapi”. Sebaliknya, kita harus berurusan dengan sang istri, karena biasanya mereka lebih lembut dan mudah bekerja sama. Pada sebagian besar keluarga yang telah diselamatkan, awalnya sang suami biasanya tidak mau membuka rumah mereka. Namun, sang istri setuju, akhirnya sang istri berhasil mempengaruhi suaminya membuka rumah mereka untuk sidang kelompok. Karena itu, kita harus berbicara dengan saudari terlebih dulu. Begitu Anda membakar mereka, mereka akan membara. Lalu biarkan para saudari ini mempengaruhi suami mereka. Dengan demikian, kaum beriman satu persatu akan membuka rumah.

MEMBARAKAN KAUM BERIMAN MELALUI MEMBUKA RUMAH UNTUK MEMBERITAKAN INJIL

Tiang penopang keempat dalam pemulihan Tuhan adalah Injil. Setiap orang beriman seharusnya membuka rumah mereka untuk memberitakan Injil. Ketika kita membantu kaum beriman dalam membuka rumah mereka untuk memberitakan Injil, kita tidak boleh menggantikan mereka. Sebaliknya, kita harus menyempurnakan mereka dan membiarkan mereka berbicara dan memberitakan Injil. Mereka mungkin akan mundur dan berkata bahwa mereka tidak memiliki karunia dan bahwa mereka tidak tahu bagaimana harus berbicara. Pada saat itu kita harus membantu mereka. Kita harus berbicara kepada mereka dan membiarkan mereka berbicara mengikuti kita. Pengalaman menunjukkan kepada kita bahwa melalui berbicara seperti ini, batin mereka akan semakin membara, dan sidangnya akan menjadi lebih membara lagi. Cara terbaik untuk memulihkan orang-orang beriman yang sudah lama tidak bersidang adalah dengan mendorong mereka untuk memberitakan Injil dan membantu mereka untuk membicarakan firman Tuhan kepada orang lain. Begitu mereka mulai berbicara, batin mereka akan mulai membara.

Kita semua memiliki pengalaman yang sama. Ketika kita memberitakan Injil kepada orang, batin kita dibarakan. Beberapa orang dingin di dalam batin karena mereka tidak berbicara bagi Tuhan, tidak memberitakan Injil. Selama kita mau berdiri untuk berbicara bagi Tuhan, tidak peduli apa yang kita bicarakan dan bagaimana kita berbicara, kita akan dihidupkan dan bahkan dibarakan.

MENYEMPURNAKAN RASUL, NABI, DAN PENGAJAR MELALUI KELOMPOK KECIL

Kita mendorong kaum beriman untuk membentuk kelompok-kelompok kecil yang setiap kelompoknya terdiri atas dua belas orang. Ini berdasarkan Alkitab. Kelompok kecil pertama dalam sejarah gereja terdiri atas dua belas rasul yang ditunjuk oleh Tuhan Yesus. Inilah kelompok kecil yang pertama dalam sejarah. Hari ini, kita mengikuti teladan Tuhan Yesus dengan membentuk kaum beriman menjadi kelompok yang terdiri dari “dua belas rasul” sehingga gereja akan dipenuhi dengan “para rasul”. Satu Korintus 12:28 mengatakan, “Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar.” Jika kita setia, kaum beriman di lokal kita akan menjadi para rasul, para nabi, dan para pengajar dalam lima tahun. Setiap kelompok kecil akan memiliki dua belas rasul, nabi, dan pengajar. Beberapa orang mung-kin akan bertanya, “Siapa yang berani mengaku bahwa dia adalah rasul?” Selama kita diutus oleh Tuhan untuk berbicara bagi Dia dan memberitakan Injil kepada orang tua kita, sanak saudara kita, teman-teman kita, dan tetangga kita, kita adalah para rasul. Jika kita dapat berbicara lebih banyak lagi, kita akan menjadi para nabi. Nabi tidak selalu harus bernubuat; mereka adalah orang-orang yang berbicara bagi Tuhan Yesus dan mengutarakan Tuhan Yesus. Lalu, kita juga harus mengajar orang; dengan demikian, kita akan menjadi pengajar. Pertama, kita menjadi rasul, kemudian nabi, dan terakhir, pengajar. Jika semua orang beriman seperti ini, gereja-gereja akan menjadi kuat dan berkembang, penuh dengan para rasul, para nabi, dan para pengajar.

KEBENARAN, HAYAT, GEREJA, DAN INJIL ADALAH KEPERLUAN KITA YANG MENDESAK

Namun, jika kita semua berhasrat untuk menjadi rasul, nabi, dan pengajar, kita harus terlebih dahulu mempelajari kebenaran. Jika apa yang kita katakan adalah kebenaran, pekerjaan Roh Kudus akan menyertai pembicaraan kita. Lalu kata-kata kita akan menyentuh orang tua kita, teman-teman kita, dan mereka akan percaya, serta menerima. Setelah mereka percaya, kita harus membicarakan kebenaran yang lebih dalam lagi kepada mereka. Lalu kita akan menjadi nabi, dan mereka akan mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Jika kita melanjutkan berbicara kepada mereka selama dua atau tiga tahun lagi, kita akan menjadi pengajar. Pada akhirnya, mereka semua akan mengenal Tuhan dan akan berbicara kepada orang lain. Jika gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan dipenuhi oleh pembicaraan dan pengajaran semacam ini, gereja-gereja akan menjadi lebih kuat dan kaya, juga akan berkembang berkali-kali lipat.

Karena itulah, kita memerlukan kebenaran, hayat, gereja, dan pemberitaan Injil. Kita juga memerlukan semua orang untuk maju dan menjadi rasul, nabi, dan pengajar. Dengan demikian gereja akan menjadi kuat, kaya, dan menang. Semoga Allah memberkati kita dalam menerima firman yang sedemikian.