TIANG PENOPANG UTAMA KEEMPAT DALAM PEMULIHAN TUHAN — INJIL
Pembacaan Alkitab:
Rm. 1:14-15; 1 Kor. 9:16-17; 2 Tim. 4:2a; Kis. 6:4; 5:42; 10:24
INJIL ALLAH YANG UTUH DAN SERBA LENGKAP
Empat tiang penopang utama dalam pemulihan Tuhan adalah kebenaran, hayat, gereja, dan Injil. Kebenaran membawakan hayat kepada kita, hayat menghasilkan gereja, gereja bertanggung jawab memberitakan Injil.
Hari ini pandangan orang Kristen terhadap Injil sangatlah dangkal, mengira Injil adalah memberi tahu orang bahwa dirinya adalah orang dosa, setelah mati akan binasa, tetapi Allah mengasihi manusia, mengutus Yesus, Anak terkasih-Nya, datang untuk menyelamatkan orang dosa. Sebab itu, Tuhan Yesus disalibkan, menanggung dosa orang dunia. Kalau orang dosa bertobat dan percaya kepada-Nya, kelak tidak akan binasa, sebaliknya akan beroleh hidup yang kekal, dan pada zaman ini akan mendapatkan rejeki, kebahagiaan, kelancaran, dan damai sejahtera. Injil yang demikian tidak bisa dikatakan salah, tetapi sangat dangkal, dan kasihan.
Dari keenam belas pasal Surat Roma yang ditulis oleh Paulus, setiap pasalnya adalah Injil. Dalam Roma 1:14-15, Paulus berkata bahwa ia berhutang baik kepada orang Yunani, maupun kepada bangsa-bangsa lain, baik kepada orang terpelajar, maupun kepada orang tidak terpelajar; sebab itu ia sudah siap memberitakan Injil kepada orang bukan Yahudi. Dalam Injil yang diberitakan oleh Paulus, yaitu seluruh Surat Roma, tidak dibicarakan tentang kebinasaan, juga tidak dibicarakan tentang surga, lebih-lebih tidak dibicarakan tentang rejeki, kebahagiaan, kelancaran, dan damai sejahtera. Paulus terlebih dulu membicarakan pembenaran, kemudian membicarakan pengudusan, lalu membicarakan ten-tang Tubuh Kristus, akhirnya membicarakan gereja-gereja lokal. Artinya, gereja lokal pun adalah satu bagian dari Injil.
Kita harus melihat, kalau kita hanya memberitakan tidak binasa dan masuk ke dalam “surga”, maka Injil yang kita beritakan adalah Injil yang paling kasihan. Pemberitaan Injil kita harus membuat orang jelas, begitu dia percaya Tuhan, dosanya diampuni, mendapatkan penebusan, dibenarkan oleh Allah, berdamai dengan Allah, diperkenan Allah; bersamaan dengan itu, dia dilahirkan kembali di dalam rohnya, memiliki hayat dan sifat Allah, Allah tinggal di dalamnya, setiap hari memperbaruinya, setiap waktu mengubahnya, supaya dia diserupakan dengan gambar Anak Allah, akhirnya mencapai kematangan hayat, sepenuhnya dimuliakan menjadi anak Allah. Tidak saja demikian, dia asalnya adalah orang dosa, oleh Allah dijadikan anak-Nya yang mulia, juga menjadi anggota Tubuh Kristus; anggota-anggota Tubuh ini berkoordinasi menyusun Tubuh Kristus. Tubuh ini adalah kesaksian Kristus, juga kepenuhan Kristus, lebih-lebih adalah ekspresi Kristus, yang akan dengan riil terwujud di bumi, terwujud di setiap tempat sebagai gereja-gereja lokal. Inilah Injil dalam Surat Roma.
Kitab Injil dalam Perjanjian Baru bukan hanya Injil Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, Kitab Kisah Para Rasul dan Surat Roma seharusnya juga adalah kitab Injil. Dalam Roma 1, Paulus memberi tahu kita bahwa dia memakai surat ini sebagai Injil untuk diberitakan kepada orang Roma, yaitu orang bukan Yahudi. Surat kiriman ini membicarakan Injil Allah yang sempurna, mulai dari dosa manusia diampuni, melalui pengudusan, dan perubahan menjadi Tubuh Kristus, hingga masuk ke dalam gereja dan menempuh hidup gereja.
Roma 8 adalah inti Injil Paulus, membicarakan Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit. Jadi, dalam Roma 8, Paulus menyinggung tentang Bapa, menyinggung tentang Putra, dan juga menyinggung tentang Roh (Rm. 8:9-11). Allah adalah Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh; tujuannya adalah menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia. Kita, manusia memiliki roh, jiwa, dan tubuh, tiga bagian; di dalam jiwa kita, pikiran merupakan bagian yang terbesar. Roma 8 mengatakan, Allah Tritunggal terlebih dulu masuk ke dalam roh kita (Rm. 8:10); kemudian dari roh kita menjenuhi pikiran kita, yaitu masuk ke dalam jiwa kita (Rm. 8:6); lalu masuk ke dalam tubuh kita, memberi hayat kepada tubuh kita yang fana (Rm. 8:11). Dengan demikian, tiga bagian diri kita — roh, jiwa, dan tubuh, dipenuhi oleh Allah. Inilah inti Roma 8, juga inti seluruh Surat Roma. Inilah Injil Allah.
Jangan mengira Injil adalah satu hal, kebenaran adalah satu hal yang lain. Kebenaran adalah Injil; ketika kita memberitakan kebenaran kepada orang, itulah memberitakan Injil. Memberitakan Injil bukan memberi tahu perihal orang akan binasa atau masuk surga, juga bukan memberitakan tentang rejeki, kebahagiaan, dan damai sejahtera; memberitakan Injil adalah memberi tahu orang tentang Allah, memberitakan Yesus Kristus kepada orang, dan memberitakan tentang gereja. Dengan kata lain, memberitakan Injil adalah memberi tahu orang bahwa Allah akan masuk ke dalam manusia, supaya orang dosa menjadi anak-anak Allah. Anak-anak Allah ini adalah anggota Tubuh Kristus yang hidup, bersama-sama membentuk gereja; orang-orang yang berada dalam gereja ini, terwujud di setiap tempat, dan menempuh hidup gereja, itulah gereja lokal.
KEBENARAN ADALAH INJIL
Sayang sekali, hari ini orang Kristen pada umumnya telah salah melihat Injil, terlalu rendah dan terlalu terbatas melihat Injil. Adakalanya kita memisahkan sidang pemberitaan Injil dengan sidang pemberitaan kebenaran. Sebab itu begitu mengadakan sidang pemberitaan Injil, dengan sendirinya kita memberitakan Injil; kalau mengadakan sidang pemberitaan kebenaran, kita akan memberitakan kebenaran. Sebenarnya ini salah. Karena kebenaran adalah Injil.
Kita mengambil Injil Yohanes sebagai contoh. Injil Yohanes dimulai dari membicarakan Allah, “Pada mulanya ada Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia . . . Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran . . . Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima anugerah demi anugerah . . . Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya” (1:1, 4, 14, 16, 18). Inilah Injil yang akan kita beritakan, juga yang harus kita beritakan.
Banyak orang memberitakan Injil tidak berani seperti Yohanes memberitakan, “Pada mulanya ada Firman.” Karena mereka tidak mengerti kebenaran. Apa artinya “pada mulanya”? Jangankan orang yang mendengarkan Injil, mereka yang memberitakan Injil pun belum tentu mengerti. Injil Yohanes begitu mulai sudah mengatakan, “Pada mulanya ada Firman, Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah . . . Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia . . . Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” Kelihatannya orang tidak mengerti, tetapi tidak bisa dikatakan sama sekali tidak mengerti. Yohanes mendapatkan satu kunci, yaitu asal dia terus memberitakan, akhirnya orang yang mendengarkan dengan sendirinya bisa mengerti.
“KUNCI” MEMBERITAKAN INJIL
Mari kita ambil contoh orang tua mengajar anaknya berbicara. Orang tua yang mengajar anaknya berbicara, tidak peduli anaknya mengerti atau tidak, setiap hari terus berbicara kepadanya. Meskipun pada mulanya anak itu tidak mengerti, asal orang tua terus berbicara kepadanya, tidak sampai satu tahun, si anak perlahanlahan bisa mengerti. Mungkin dia lebih dulu bisa berkata “ mama”, kemudian berkata “papa”. Orang tua tidak perlu khusus berkata kepadanya, ini adalah papa, itu adalah mama, tetapi dengan sendirinya ia bisa berkata dengan tepat. Tidak lama lagi mungkin dia belajar lagi berkata, “Aku sayang mama!” Bagaimana ia bisa belajar berkata-kata? Yaitu melalui terus mendengar. Sebab itu, umumnya orang yang bisu juga tuli. Karena telinganya tidak bisa mendengar, akhirnya ia tidak bisa berbicara, sampai menjadi bisu.
Sebab itu, ketika kita memberitakan Injil, harus mempunyai iman, harus berani menyampaikan berita tentang Allah kepada orang; jangan khawatir orang lain tidak mengerti, asal dia bisa mendengar, sudahlah cukup. Beritakanlah kepada orang, “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Mungkin dia mendengar satu kali tidak mengerti, mendengar dua kali tidak mengerti, mendengar lagi tujuh atau delapan kali masih tidak mengerti, tetapi akhirnya dia pasti mengerti. Misalnya orang yang di dalam pemulihan Tuhan, sering memakai istilah baru untuk membicarakan bahasa baru, seperti “Roh itu”, “Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia”, dan lain-lain, kaum beriman yang tua bisa bersaksi, pada mulanya orang muda yang lebih dulu bisa berkata demikian, kemudian terus dibicarakan, akhirnya setelah banyak mendengar, mereka juga bisa berbicara demikian. Ini sama seperti orang China tua yang tinggal di Amerika Serikat, karena mendengar cucu-cucu mereka berbahasa Inggris, akhirnya juga bisa mengatakan beberapa patah kata bahasa Inggris yang sederhana.
Sebab itu, orang muda harus berani, harus sekuatnya menyampaikan kebenaran kepada orang lain; pertama berkatalah kepada orang tua Anda, beri tahu mereka, “Aku lebih mengerti kebenaran Alkitab daripada kalian. Aku mengerti ‘Roh esensial’ dan ‘Roh ekonomikal’, juga mengerti ‘Sifat insani Kristus membawa sifat ilahi; Sifat ilahi berbaur dengan sifat insani’, juga mengerti ‘Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit’. Aku akan memberitakan kebenaran kepada kalian setiap hari; akhirnya kalian juga akan mengerti, dan juga bisa membicarakannya.” Ini akan mendatangkan berkat hayat yang besar kepada orang tua kalian.
Sejak hari ini, jangan lagi memberitakan Injil yang dangkal, yang di permukaan saja, tetapi perlu memberitakan Injil yang bermutu tinggi, Injil yang rahasia. Mungkin orang tidak mudah mendengarkan, tetapi dalam batin mereka akan menghargainya, menghormatinya. Begitu mereka menghargainya, menghormatinya dengan mudah mereka akan membuka hati. Kesulitan kita dalam memberitakan Injil, bukan terletak pada mereka tidak mengerti, tetapi terletak pada kita tidak bisa memberitakan; bukan orang tidak mengerti apa yang kita beritakan, tetapi karena kita hanya bisa memberitakan Injil yang dangkal. Kalau kita bisa memberitakan Injil yang bermutu tinggi, tidak takut orang lain tidak mengerti, tidak takut orang lain tidak percaya; sesungguhnya, bukan orang lain yang tidak mengerti, melainkan kita yang tidak bisa memberitakannya.
UNTUK MEMBERITAKAN INJIL BERMUTU TINGGI, HARUS LEBIH DULU BELAJAR KEBENARAN YANG RAHASIA
Untuk inilah, kita memiliki satu beban yang berat, perlu mendorong semua orang menuntut mengenal kebenaran. Di Amerika Serikat, di negara bagian Texas, ada beberapa rumah kaum beriman, di dalam rumahnya Pelajaran-Hayat di taruh di banyak tempat, tidak hanya di ruang baca, di ruang tamu, di dapur, bahkan di kamar kecil juga ada. Mereka pandai memakai waktu untuk menuntut. Ada kaum beriman menaruh kaset di mobilnya, sambil mengendarai mobil sambil mendengar. Kita harus mempunyai semangat menuntut yang demikian, baru bisa dengan sepenuhnya mengerti kebenaran. Kebenaran adalah Injil. Ada pepatah mengatakan “kalau terbentuk di dalam, pasti tertampil di luar”. Kalau di dalam kita dipenuhi oleh kebenaran, dengan sendirinya akan tertampil di luar, bisa memberitakan rahasia Injil. Semoga pada suatu hari kita bermimpi pun bisa membicarakan Pelajaran-Hayat; itu membuktikan apa yang kita pikirkan pada siang hari, akan menjadi mimpi pada malam hari, kita sudah membaca Pelajaran-Hayat sampai ke dalam kita, sudah tersusun dalam-dalam di batin kita.
Kita semua mempunyai hati untuk memberitakan Injil, tetapi kalau tidak mengenal kebenaran, begitu membuka mulut sudah kehabisan kata, hanya berbicara dua tiga kalimat sudah tidak tahu harus berkata apa lagi. Akhirnya bukan saja kita tidak memberitakan dengan baik, orang lain juga tidak mau mendengarkannya. Sebab itu, kita harus belajar kebenaran. Perkataan Injil adalah kebenaran, agar bisa mengucapkan perkataan kebenaran, harus terlebih dulu belajar kebenaran. Kalau sejak sekarang kita mau setiap hari dengan sungguhsungguh belajar mengenal kebenaran, lewat dua bulan, kita sudah bisa memberitakan Injil. Sesungguhnya memberitakan Injil adalah memberitakan kebenaran, karena Injil yang sesungguhnya adalah memberitakan kebenaran kepada orang; memberitakan kebenaran adalah memberitakan Injil, sebab itu, kita harus baik-baik belajar kebenaran.
KEBENARAN ADALAH KEPERLUAN MENDESAK PADA HARI INI
Hari ini di mana-mana perlu kebenaran, tidak saja orang yang bukan Kristen tidak mengerti kebenaran, banyak orang Kristen juga tidak mengerti kebenaran. Namun Tuhan memberi kita banyak kebenaran yang limpah, kidung Injil kita juga mengandung kebenaran yang berharga. Misalnya, kidung nomor 731 ayat 1, “Batu kekal terbelah, pada-Mulah lindungku; darah, air-Mu cucuran; ‘tuk dwi ganda dosaku; ganjaranku lunas se’mua, lenyap patah kuasa maut.” Masih banyak kaum beriman di tengah kita yang tidak mengerti makna frasa “darah dan air” dan “dwi ganda dosa” serta “ganjaran” dan “kuasa”. Dwi ganda dosa mengacu kepada perbuatan dosa di luar kita, dan sifat dosa di dalam kita; darah mengacu kepada darah adi yang dialirkan oleh Tuhan, untuk menanggulangi perbuatan dosa kita yang di luar (Yoh. 1:29; Ibr. 9:22). Air mengacu kepada hayat yang disalurkan Tuhan, untuk membereskan sifat dosa di dalam kita (Yoh. 19:34). Darah adi Tuhan menebus kita terlepas dari ganjaran kekal yang harus kita terima karena perbuatan dosa kita, hayat-Nya menyelamatkan kita dari kuasa sifat dosa yang ada di dalam kita.
Kalau kita dengan tuntas mengerti arti kidung ini, kita akan bisa memberitakan Injil bermutu tinggi kepada orang. Kita boleh terlebih dulu menyanyikan kidung ini, kemudian menjelaskan maknanya, ini adalah satu berita Injil yang baik. Setelah mendengarkannya, orang pasti merasa heran dan kagum terhadap isi Injil yang begitu tinggi dan rahasia. Ketika kita memberitakan, Roh Kudus akan bekerja pada dirinya; kemudian kita membawa dia menyanyikan kidung itu satu kali lagi. Demikian, mungkin tidak sampai setengah jam, dia sudah beroleh selamat. Kita sedikit pun tidak membicarakan binasa atau “surga”, juga tidak membicarakan rejeki, kebahagiaan, damai sejahtera, hanya menjelaskan Kristus Yesus batu kekal ini, di kayu salib mati bagi kita, membelahkan tubuh-Nya, mengalirkan darah dan air, menebus kita terlepas dari ganjaran kekal yang harus kita terima karena perbuatan dosa kita, menyelamatkan kita terlepas dari kuasa dosa. Dengan sederhana dan sungguh-sungguh menyanyi dan memberitakan, ditambah kerja sama dari pekerjaan Roh Kudus, akan membawa orang beroleh selamat. Inilah jalan pemberitaan Injil yang harus kita tempuh.
Satu Timotius 3:15b mengatakan, “Jemaat (gereja) dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran.” Ini menunjukkan, kalau tidak ada kebenaran, tidak ada gereja. Kebenaran mendatangkan hayat; begitu ada hayat, kita menjadi gereja; hari ini, satu-satunya amanat gereja adalah memberitakan Injil, dan isi Injil adalah kebenaran. Kebenaran memberi tahu kita satu inti: Allah Tritunggal, Bapa, Putra, dan Roh, menyalurkan diri-Nya ke dalam kita, manusia tripartit yang berdosa, supaya dosa kita diampuni, mendapatkan hayat Allah, memiliki diri Allah di dalam kita, mengubah kita menjadi anakanak Allah. Inilah kebenaran, juga Injil. Kita harus belajar kebenaran-kebenaran ini.
KERJA SAMA DARI DOA
Begitu kita sudah belajar kebenaran, kita harus pergi memberitakannya; tetapi sebelum kita keluar, harus berdoa. Terlebih dulu berdoa, baru memberitakan, inilah urutan yang benar. Kalau hanya ada kebenaran, tetapi tidak ada Roh, tidak bisa berjalan dengan baik. Setelah ada kebenaran, kita harus berdoa, supaya di dalam kita dipenuhi oleh Roh; kalau tidak berdoa, kita akan seperti ban yang kempis, tidak mudah bergerak.
Dalam Kisah Para Rasul 6:4 Petrus berkata, “Dan supaya kami sendiri dapat memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman.” Ini menunjukkan berdoa harus berada di depan pemberitaan. Kita harus sering berdoa bagi orang yang kita perhatikan, berdoa bagi teman-teman dan tetangga di sekitar kita. Begitu kita berdoa, batin kita akan dipenuhi oleh Roh. Setelah ada kebenaran, juga dipenuhi oleh Roh Kudus, kita telah diperlengkapi, bisa pergi memberitakan kepada orang.
CARA KONKRET MENYEBARKAN INJIL
Membuka Rumah untuk Pemberitaan Injil
Kita harus mendorong setiap orang beriman, tak peduli bagaimana keadaan mereka, harus membuka rumah untuk pemberitaan Injil. Baik kaum beriman yang lemah, atau kaum beriman yang lama tidak bersidang, perlu didorong untuk membuka rumah. Ini adalah satu pekerjaan yang besar, perlu saudara pewajib dan saudara saudari sepenuh waktu sekuatnya menggerakkannya. Satu gereja kalau bisa ada ratusan rumah dibuka, setiap rumah sedikitnya satu minggu memberitakan Injil satu kali, lewat setengah tahun, jumlah orang beriman di sana pasti bertambah dua kali lipat, tidak saja bisa memulihkan kaum beriman yang lama tidak bersidang, juga bisa membawa anggota keluarganya yang belum beroleh selamat, teman, tetanggga, teman sekolah, rekan sejawatnya mendengarkan Injil dan beroleh selamat.
Dalam Alkitab ada satu teladan Injil keluarga yang paling baik, yaitu keluarga Kornelius. Bukan hanya dia sendiri yang beroleh selamat, dia juga membawa keluarganya beroleh selamat. Malaikat memberi tahu dia, “Sekarang, suruhlah beberapa orang ke Yope untuk menjemput seorang bernama Simon yang disebut juga Petrus.”
Dia segera mengutus orang pergi, dan mengumpulkan sanak saudaranya dan sahabat-sahabatnya di rumahnya (Kis. 10:5-8, 24-27). Ketika Petrus sampai di rumah Kornelius, bukan hanya keluarga Kornelius ada di sana, sanak saudara dan sahabat-sahabatnya juga ada di sana. Ini adalah teladan yang baik, memperlihatkan kepada kita, pintu keluar Injil adalah orang, tetapi jalan untuk memberitakan Injil adalah rumah.
Kalau kita ingin memberitakan Injil, harus melalui rumah atau keluarga. Cara yang baik adalah mengundang orang datang ke rumah untuk makan, atau menyediakan makanan kecil yang enak. Ketika makanan kecil yang enak masuk ke dalam perut orang, sering hati orang itu terbuka. Asal makanan kecil yang enak bisa masuk ke dalam perut orang, bisa memberi kesempatan yang baik kepada Tuhan Yesus untuk masuk ke dalam roh mereka. Ini adalah perkara yang sangat bermakna dan berharga.
Kidung nomor 664 mengatakan,
Kabarkanlah Injil! S’lamatkan jiwa!
Tengoklah banyak orang binasa!
Nyatakan simpati, amalkan harta,
ulurkan tanganmu s’karang juga!
Kabarkanlah Injil! S’lamatkan jiwa!
Tegakah nampak mereka binasa?
Asal kita mau membuka rumah, menyediakan makanan kecil yang enak, kemudian mengundang sanak saudara, sahabat-sahabat datang, mereka pasti bisa beroleh selamat. Ini adalah jalan yang terbaik untuk memberitakan Injil. Semoga sejak hari ini, setiap orang beriman membuka rumah untuk memberitakan Injil; rumah setiap orang beriman adalah satu pos Injil, setiap minggu memberitakan Injil satu kali, sedikitnya dua minggu memberitakan Injil satu kali.
Injil Sekolah
Karena pendidikan semakin merata, di setiap lokal ada banyak sekolah. Sekolah ibarat kolam ikan, muridmurid ibarat ikan. Sekarang “ikan-ikan” terkumpul di “kolam”; sebab itu kita harus masuk ke dalam setiap Perguruan Tinggi, Sekolah Menengah, Sekolah Dasar, untuk memberitakan Injil. Di setiap gereja lokal perlu ada orang yang khusus menerima beban, melayani Injil di sekolah, mencari berbagai kesempatan memberitakan Injil di sekolah-sekolah. Di satu pihak, sangat mendesak dihasilkan banyak sepenuh waktu untuk penginjilan, khususnya sepenuh waktu lulusan Perguruan Tinggi, mereka mudah masuk ke dalam Perguruan Tinggi, memberitakan Injil kepada mahasiswa. Inilah sebabnya kita mendorong kaum beriman yang masih kuliah, setelah lulus Perguruan Tinggi mempersembahkan dua tahun, sepenuh waktu untuk Tuhan. Kalau orang yang sepenuh waktu ada beban, bisa terus memberitakan Injil di dalam kampus, ini adalah salah satu jalan pemberitaan Injil yang sangat bernilai.
Injil Anak-anak
Jalan ketiga untuk memberitakan Injil adalah Injil anak-anak. Dalam hal ini saudari-saudari perlu menerima beban. Tempat bersidangnya belum tentu harus di balai sidang gereja, sebaiknya di rumah kaum beriman. Kita boleh memakai waktu akhir minggu, mengumpulkan anak-anak di sekitar rumah, kumpul di rumah Anda, juga mengundang anak-anak teman baik Anda mengikuti sidang anak-anak itu. Sering kali, orang tua beroleh selamat melalui anak-anak mereka; sebab itu jangan meremehkan pekerjaan anak-anak. Kalau mulai sekarang kita baik-baik mengerjakan Injil anak-anak usia 6 sampai 12 tahun, lewat 10 atau 12 tahun lagi, mereka akan dibina oleh Tuhan untuk memikul tanggung jawab pelayanan gereja. Kelihatannya pekerjaan ini lam-bat, namun sebenarnya ini adalah pekerjaan yang cepat. Ini juga satu jalan yang bernilai.
Injil Setiap Lapisan Masyarakat
Jalan keempat adalah memberitakan Injil ke setiap lapisan masyarakat. Saudara saudari kita kebanyakan bekerja dalam berbagai macam bidang; ada yang di sekolah, rumah sakit, pabrik, kantor, perusahaan swasta, juga ada yang menjadi pegawai negeri. Baik di mana saja, kita semua seharusnya sekuatnya memakai pengaruh kita, memberitakan Injil kepada orang yang berkontak dengan kita.
INJIL ADALAH JALAN KELUAR TUHAN
Kalau empat jalan ini dilakukan bersama, jumlah orang yang menghadiri sidang gereja dalam satu tahun akan bertambah dua kali lipat. Kalau kita semua bang-kit, seluruh saudara saudari belajar kebenaran, menuntut pertumbuhan dalam hayat, menempuh hidup gereja yang normal, dan memberitakan kebenaran sebagai Injil kepada orang, setahun kemudian, setiap saudara saudari pasti menjadi kuat, gereja juga kaya dan limpah. Saat itu, jumlah orang dalam gereja tidak saja bertambah dua kali lipat, sidang juga penuh cita rasa dan limpah. Semoga kita semua menerima beban ini, dan setiap gereja lokal mau melaksanakannya; memimpin kaum beriman baik-baik belajar kebenaran, mendorong mereka menuntut pertumbuhan dalam hayat, dan keluar memberitakan Injil, memimpin orang berpaling kepada Tuhan dan masuk ke dalam gereja. Ini akan memberi Tuhan jalan keluar, mendatangkan Dia kembali.
KAMI KELIRU!
Prakata
01 02 03 04 05
Kesimpulan
PRAKATA DARI PEMIMPIN UMUM
Kami Salah!
Jurnal (Buletin) yang sedang Anda pegang adalah hasil dari riset selama enam tahun atas suatu pergerakan yang semula didirikan oleh seorang Kristen China yang bernama Watchman Nee. Meskipun Nee meninggal untuk Juruselamatnya di sebuah penjara Komunis, ministrinya tidak mati bersamanya. Di bawah pimpinan Witness Lee, yang dibimbing oleh Nee, ministri dan khotbah Nee tersebar dari China ke seluruh wilayah Pasifik, yang membentang dari Singapura sampai Taiwan dan akhirnya tersebar juga ke Barat. Tahun 1962 Lee pindah ke Southern California dan mendirikan gereja-gereja lokal dan badan penerbitannya, Living Stream Ministry1
Sebagai Pemimpin Umum dari Christian Research Institute (CRI), saya mewarisi sangat banyak informasi mengenai sekte, okultisme, dan teologi Kristen yang menyimpang. Saya beranggapan, sebagai organisasi yang mengadakan riset mendasar kelas satu, informasi dalam arsip kami tepat secara substansial. Lebih dari dua puluh tahun yang lalu, anggapan ini sudah divalidasi (disahkan) berkali-kali. Tetapi ternyata tidak selalu demikian. Pertengahan tahun 1970-an Christian Research Institute bekerja sama dengan para peneliti Bob dan Gretchen Passantino berinisiatif mengadakan penilaian terhadap gereja-gereja lokal yang ternyata hasilnya menjadi sumber informasi yang keliru di kemudian hari.
Fakta ini mulai mengemuka pada tahun 2003 ketika saya meminta Gretchen Passantino dan Elliot Miller, pemimpin redaksi CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL, untuk menemani saya bertemu dengan wakil dari Living Stream Ministry. Selama pertemuan itu saya mendengar penjelasan yang menggugah mengenai doktrin gereja lokal yang disangkal tanpa bukti. Satu per satu, dan dengan kata-kata mereka sendiri, para wakil gereja lokal mempersaksikan kepercayaan mereka kepada satu Allah, yang diwahyukan dalam tiga persona yang secara kekal berbeda; kepada fakta bahwa manusia secara ontologis tidak mungkin mencapai ke-Allahan; dan kepada fakta bahwa mereka “hanya sebagai gereja saja” tetapi bukan “satu-satunya gereja”.
Hasilnya, saya memprakarsai proyek penelitian yang berpuncak pada cerita sampul yang panjang lebar dari Edisi Khusus dari CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL ini. Riset atau penelitian yang utama diadakan bukan hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di tempat-tempat yang jauh seperti China, Taiwan, Korea Selatan, dan Inggris. Penelitian ini meliputi penilaian yang teliti atas ratusan buku, naskah, dokumen gereja, dan rekaman audio atau video. Bahkan dokumen pengadilan2 juga. Hasil penelitian primer kami tersimpul dalam dua kata ini: “Kami salah!”
Gretchen Passantino mengatakan, “Saya salah,” kepada seorang beriman di Shanghai yang berada di penjara sejak putrinya lahir sampai putrinya berusia tujuh belas tahun. Elliot Miller berkata, “Saya salah,” kepada seorang laki-laki di Fuqing yang dipenjarakan selama dua puluh empat tahun. Perkataan mereka tidak hanya diucapkan karena terharu. Tidak! Kata-kata ini diucapkan sesudah riset primer yang melelahkan selama bertahun-tahun.
Walaupun kami memiliki perbedaan doktrinal yang cukup besar dengan gereja-gereja lokal atas hal-hal yang tidak mendasar, seperti aspek eskatologi (buku saya, The Apocalypse Code, menunjukkan hal itu), ketika sampai pada doktrin Kristen yang mendasar — doktrin yang karenanya para martir menumpahkan darah mereka — kami berdiri bahu membahu, saling menopang.
Christian Research Institute tidaklah asing terhadap kontroversi. Y2K (Millennium bug) adalah salah satu butir yang pernah memancing perdebatan. Cerita sampul dari CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL edisi 1999 berjudul “The Millennium Bug Debugged”. Hasilnya, kami dicap “buta terhadap kebenaran” atau “benar-benar tidak tahu apa-apa”, seperti seekor burung unta yang membenamkan kepalanya di pasir. Ketika saya mengatakan, dalam siaran Bible Answer Man bahwa Y2K tidak akan termasuk dalam sepuluh berita paling hangat di tahun 2000, saya dituduh menyebabkan rasa puas diri dengan mengabaikan bahaya yang akan terjadi di dalam Tubuh Kristus. Seorang penyiar malah mengatakan saya harus bertanggung jawab atas darah jutaan orang Kristen karena saya membuat Tubuh Kristus mengabaikan bahaya yang akan terjadi. Saya mengalami kemarahan penjaga gerbang kristiani, yang menjual makanan beku dan kering beserta perlengkapan untuk bertahan hidup, juga kemarahan umat yang yakin dengan mutlak bahwa para pemimpin mereka — khususnya yang berhubungan dengan bidang politik — tidak mungkin salah dalam hal yang sepenting itu.
Kontroversi penting lain melibatkan Worldwide Church of God milik Herbert W. Armstrong. Saya masih ingat jelas kontroversi yang meledak tahun 1990-an ketika saya memulai pertemuan dengan para pemimpin semacam itu. Namun, dalam tahun 1994 CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL dan siaran Bible Answer Man mendapat kehormatan untuk menjadi yang pertama mengumumkan kepada publik bahwa Worldwide Church of God telah menempuh jalan yang tidak tercatat dalam sejarah gereja — jalan yang membawa mereka keluar dari kerajaan cult (aliran sesat) dan masuk ke dalam kerajaan Kristus3. Selain itu, saya senang karena dapat menulis prakata untuk sebuah buku yang ditulis oleh Joseph Tkach, Pemimpin Worldwide Church of God, yang berjudul Transformed by Truth. Hari ini ia bukan hanya teman saya yang terkasih, tetapi juga saudara saya di dalam Kristus — orang yang sudah pindah dari aliran sesat kepada Kristus.
Pada hari-hari itu ministri kami benar-benar bersyukur atas persahabatan dan dukungan yang diberikan kepada “The Church Reborn” oleh ahli aliran sesat Dr. Ruth Tucker, David Neff dari Christianity Today, Azusa Pacific University, Fuller Seminary, dan Regent College. Bersama-sama, kami percaya bahwa jika Allah bisa membelokkan seluruh arah pergerakan melalui mengubah hati para pemimpin, kita tidak bisa mengatakan perkara besar apa yang akan Dia lakukan melalui kesetiaan kita yang berkesinambungan.
Joseph Tkach, demi anugerah Allah mampu mengucapkan kata-kata, “Kami salah.” Kini kami menyampaikan perkataan yang sama mengenai pendirian kami terhadap Watchman Nee, Witness Lee, dan gereja-gereja lokal.
Harga yang dikeluarkan sangatlah besar. Integritas kami dipertanyakan, motivasi tertantang, dan fitnahan berdatangan. Hasilnya, dukungan yang diberikan kepada kami berkurang. Ungkapan di bawah ini entah sudah berapa banyak saya dengar: Bagaimana mungkin tujuh puluh orang pemimpin kristiani yang menandatangani satu surat terbuka (lihat cerita sampul) bisa menyuruh gereja lokal mengakui doktrin dan praktek mereka salah? Jelas, integritas CRI telah dipertanyakan.
Di tengah badai itu saya telah mengingatkan para staf bahwa ministri atau pelayanan kami bukan tempat untuk kontes popularitas. Ini bukan soal ukuran panggung, atau apakah sesuai dengan kedudukan politis. Pada akhirnya, kami melakukan apa yang kami lakukan, karena yang penting adalah Kebenaran!
Berapa pun harga yang sudah dikeluarkan, semuanya menjadi pudar dibandingkan dengan yang ditanggung oleh gereja yang teraniaya di China dan di seluruh dunia. Realitas itu dikenang dalam waktu dan terukir selamanya di dalam pikiran saya. Seorang perempuan China dengan senyum yang indah baru saja menyampaikan pengalamannya ditahan karena membaca buku yang tidak resmi di dalam suatu pertemuan yang tidak resmi. Tidak ada rasa sayang diri. Yang ada hanya aura pengikut Kristus yang mengalami realitas kekristenan Perjanjian Baru yang otentik. Selesai bercerita dia berterima kasih kepada saya yang berdiri bagi kebenaran tidak peduli berapa besar harga yang harus dibayar. Belum pernah saya merasa demikian tidak patut. Segala yang saya hadapi menjadi tidak berarti dibandingkan dengan apa yang diderita oleh perempuan itu atau oleh banyak orang yang seperti dia.
Mungkin tidak ada kata selain dua kata ini yang bisa kami keluarkan dari mulut kami, “Saya salah.” Namun, karena suatu ministri yang berpedoman pada semboyan “Yang penting Kebenaran”, kerelaan untuk mengucapkan kata-kata ini bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu tuntutan yang mendasar. — Hank Hanegraaff
1 Karena Nee tidak bermaksud memulai atau mendirikan satu gereja baru atau denominasi baru, dan karena ia menganggap dirinya “hanya seorang saudara”, bukan pastur atau pemimpin, maka tidak ada peralihan “kekuasaan” yang resmi dari Nee kepada seseorang. Karena itu, selalu ada orang-orang yang tidak mengakui keabsahan kepemimpinan Lee dan yang tidak setuju dengan pemahaman Lee terhadap ajaran Nee. Kami telah memeriksa penafsiran dan pengembangan alternatif terhadap ajaran Nee, dan kami tidak yakin ada perbedaan yang berarti antara Nee dengan Lee, juga tidak ada bukti yang menunjukkan perbedaan ajaran atau ungkapan Nee dengan Lee tentang gereja.
2 Elliot Miller dan Gretchen Passantino, yang ambil bagian dalam riset awal tahun 1970-an, memiliki posisi yang unik untuk menilai segala kekurangan. Bob Passantino meninggal bulan Nopember 2003 dan karenanya tidak dapat memberikan sumbangan pada riset yang dilakukan belakangan ini. Namun, sebelum meninggal, dia sependapat dengan istrinya, yang juga rekan ministrinya, Gretchen, bahwa perlu dilakukan penilaian kembali. Ia pun memastikan bahwa riset yang semula bisa dikatakan tidak lengkap, atau sangat tidak akurat.
3 Joseph Tkach, Transformed by Truth (Sisters, OR: Multnomah Books, 1997), 54.
ALIRAN SESAT, PENYIMPANGAN,
ATAU ORTODOKS
(YANG TIDAK BIASA)?
PENILAIAN KEMBALI TERHADAP PERGERAKAN “GEREJA LOKAL”
oleh: Elliot Miller
Selama masa puncak “pergerakan Yesus” pada awal 1970-an, seorang perempuan muda Northern California yang belum lama bertobat menjadi pengikut Kristus, menerima undangan untuk menghadiri suatu pertemuan kristiani yang menyebut diri mereka “gereja” di kotanya. Ketika para anggota jemaat itu mulai menyembah, orang Kristen baru ini dikejutkan oleh praktek “doa-baca” ayat-ayat Alkitab dan “menyeru nama Tuhan”, dengan cara membaca keras-keras dan mengulang-ulang ayat Alkitab, dan memakai seruan seperti “amin”, “haleluya”, dan “o Tuhan, amin, haleluya” sebagai tanda baca. Setelah seseorang dalam perhimpunan itu berseru, “Saya dapat merasakan roh manusia berbaur!” perempuan muda itu berlari ke pintu, khawatir dia sudah masuk ke dalam perkumpulan aliran sesat, atau mungkin perhimpunan cenayang (orang-orang yang berhubungan dengan roh-roh, makhluk halus).
Anekdot dari teman saya ini menunjukkan ketegangan yang aneh yang sudah terjadi antara para penginjil Barat dengan pergerakan “gereja lokal” (GL)1 yang didirikan di China oleh Watchman Nee dan dibawa ke Amerika tahun 1962 oleh sekerja Nee, Witness Lee. Bentuk penyembahan mereka yang tidak biasa, doktrin dan istilah yang tidak lazim (misalnya “perbauran”), pengabdian yang begitu kuat terhadap ministri Nee dan Lee, dan pengaruh China yang begitu besar yang terlihat bahkan dalam pergerakan mereka di Barat, semuanya menyebabkan terbentuknya persepsi bahwa kelompok ini, kalau masih dianggap baik, agak aneh, dan kalau dianggap buruk, bisa disebut aliran sesat. Bagi banyak penganut Injili, sangkaan awal ini semakin menguat ketika mereka membaca buku-buku terbitan GL atau berbincang-bincang dengan anggota mereka, karena tampaknya mereka menganut doktrin-doktrin yang tidak ortodoks seperti modalisme (Allah adalah satu persona dalam tiga wujud dan bukan tiga persona dalam satu pribadi) meskipun mereka menyangkalnya.
Christian Research Institute (CRI), yang menerbitkan majalah ini, tidak asing dengan kontroversi ini. Bersama Spiritual Counterfeits Project (SCP) di Berkeley, California, pertengahan sampai akhir 1970-an kami termasuk yang pertama meneliti dan menerbitkan buku tentang GL. Meskipun kami menolak menyebut mereka aliran sesat2, penilaian kami yang sangat kritis dijadikan acuan dan dikutip oleh banyak kritisi yang muncul kemudian, walaupun banyak dari mereka yang tidak memiliki pandangan yang sama mengenai pemakaian “kata c” (dalam bahasa Inggris ‘c’ bisa ditafsirkan ‘church’ juga bisa ditafsirkan ‘cult’)3.
Namun, pada tahun 2003 kami menerima undangan dari para pemimpin GL untuk berbincang-bincang dengan mereka mengenai kepercayaan mereka. Selama beberapa tahun berikutnya kami menemukan bahwa kami telah melakukan kesalahan yang sangat besar dalam menilai pengajaran mereka. Selain itu, setelah beberapa kali mengunjungi Timur Jauh, kami mulai yakin bahwa pergerakan ini mewakili satu pekerjaan penting Allah di wilayah itu, yang selama ini telah dihalangi oleh literatur kami dan oleh ministri Barat yang menentang aliran sesat.
Maka, tujuan penulisan artikel lima bagian ini adalah menyajikan suatu penilaian yang baru terhadap pergerakan GL. Setelah meninjau sepintas latar belakang mereka sebagai satu pergerakan dan satu sumber kontroversi, kita akan membahas dengan lebih teliti apa yang dapat disebut empat perhatian utama aliran Injili mengenai GL. Hal ini dengan singkat dan jelas disampaikan pada tahun 2007 sebagai “surat terbuka” kepada GL, ditandatangani oleh sederet teolog, apologis, dan pemimpin aliran Injili. Kemudian kita akan menarik kesimpulan bersama-sama, dan menilai ulang posisi GL dalam kaitannya dengan ortodoksi historis dan dengan komunitas Kristen yang lebih luas. Terakhir, kita akan melihat gambar yang lebih besar: apakah hasil dari kontroversi selama beberapa dekade mengenai GL dan apa yang bisa diperoleh dari penyelesaiannya?
1 Pergerakan “gereja lokal” sering disebut Gereja Lokal oleh orang luar, tetapi meskipun mudah saja memakai nama ini untuk menyebut kelompok GL, pemakaian yang demikian tidak sepenuhnya benar. Pergerakan ini tidak memakai nama yang resmi karena mereka ingin mengikuti pola Perjanjian Baru, yang menyebut orang beriman individual sebagai orang Kristen dan secara kolektif disebut gereja (universal) atau gereja di kota tertentu. Yang lain dari ini disebut perpecahan. Mereka sering menyebut diri mereka “pemulihan Tuhan”, tetapi supaya sederhana, saya akan tetap memakai istilah “gereja lokal” atau GL. Selain dikenal sebagai Gereja Lokal, di Timur dan di Barat mereka sering disebut “Kawanan Kecil” selama tahun-tahun awal di bawah pimpinan Watchman Nee; dan khususnya di China disebut “Aliran Penyeru”. Sebutan “Aliran Penyeru” diperkenalkan awal 1980-an oleh Gerakan Tiga Patriot Mandiri di Propinsi Jeijiang untuk menekan aktivitas GL (seperti yang akan mereka lakukan terhadap semua kelompok Kristen yang menolak bergabung dengan pergerakan mereka). Sejalan dengan waktu, sebutan Aliran Penyeru dipakai oleh orang China untuk menyebut semua anggota dari gereja rumahan yang tidak terdaftar, sedangkan yang lain memakainya untuk menyebut sekelompok kecil orang murtad yang mengaku sebagai pengikut Witness Lee tetapi tidak ada persekutuan dengan GL dan menyelewengkan Alkitab dan pengajaran Witness Lee dalam beberapa cara yang sesat. Penyamaan GL dengan kelompok “Aliran Penyeru” ini telah mengganggu GL dalam urusannya dengan pemerintah.
2 Semula kami memang menyebut mereka ‘aliran sesat’, yang berarti mereka adalah sekelompok orang Kristen yang melakukan cara-cara seperti aliran sesat. Akhirnya, kami menganggap GL sebagai “kelompok Kristen yang menyimpang”.
3 Lihat, misalnya Ronald Enroth, The Lure of the Cults (Chappaqua, NY: Christian Herald Books, 1979); Salem Kirban, Satan’s Angels Exposed (Huntingdon Valley, PA: Salem Kirban, Inc., 1980); Bob Larson, Larson’s Book of Cults (Carol Stream, IL: Tyndale House Publishers, 1983); Jerram Barrs, Freedom and Discipleship (Downers Grove, IL: Inter Varsity Press, 1983).
Bagian 1
“Gereja Lokal” sebagai Pergerakan dan Sumber Kontroversi
GL sebagai suatu pergerakan dapat ditelusuri sampai kepada pertobatan seorang remaja berusia tujuh belas tahun, Nee To-sheng (1903-1972) yang cemerlang dan memiliki hari depan yang menjanjikan, di Fuzhou (Foochow), Propinsi Fujian, China. “Watchman” Nee (begitulah ia belakangan dikenal) dengan sepenuh hati menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Kekurangannya dalam pelatihan resmi dipenuhi oleh Nee dengan sekuatnya membaca sebanyak mungkin literatur Kristen yang didapatnya, dan dengan pengalamannya menginjil dan menumbuhkan gereja. Nee terkenal dengan pandangannya yang mendalam tentang kehidupan batiniah orang Kristen dan kehidupan gereja Perjanjian Baru, yang dia ungkapkan melalui buku-buku dan majalah yang diterbitkannya setelah pindah ke Shanghai tahun 1927.
Salah satu orang Kristen China yang bergairah yang mendapatkan bantuan dari penerbitan Nee adalah seorang muda bernama Li Changshou (1905-1997), yang kemudian dikenal sebagai Witness Lee. Lee telah dibesarkan sebagai anggota gereja Southern Baptist1 dan secara pribadi menerima Kristus sebagai Juruselamatnya pada tahun 1925. Lee mengundang Nee datang dan berkhotbah pada tahun 1933 kepada gereja yang didirikannya di kampung halamannya, Chefoo. Karena ia ingin ministrinya sepenuhnya berkoordinasi atau “bersatu” dengan ministri Nee, belakangan, ia pindah ke Shanghai pada tahun itu.
Tahun-tahun selanjutnya Nee menulis banyak buku dan mengadakan konferensi dan pelatihan secara teratur bagi pekerja-pekerja gereja. Nee, Lee, dan pekerja yang lain mendirikan gereja-gereja di utara dan selatan China dan di Asia Tenggara yang berjumlah sedikitnya enam ratus menjelang Revolusi Komunis tahun 1949. Satu pergerakan yang benar-benar berasal dari orang China yang dikenal oleh orang-orang luar sebagai “Kelompok Kecil” (karena mereka menggunakan buku kidung Plymouth Brethren yang disebut Hymns for the Little Flock), mereka menekankan pengenalan atas Kristus berdasarkan pengalaman, kehidupan yang berkonsekrasi, dan pemulihan teladan Perjanjian Baru atas gereja lokal.
Berakar di Dalam Plymouth Brethren
Banyak ide dari pergerakan ini, seperti jumlah penatua yang selalu jamak sebagai “gembala” kolektif dari gereja lokal, penghapusan perbedaan paderi-awam, penyembahan yang terpusat pada Meja Tuhan, berasal dari Exclusive (Plymouth) Brethren. Pengaruh kelompok ini sangat jelas terlihat pada diri Nee dan Lee. Namun, Nee menganggap perpecahan yang dilihatnya pada tokoh-tokoh Brethren itu tidak alkitabiah, dan karenanya dia mencari dasar kesatuan kaum beriman dalam Perjanjian Baru. Dia mengembangkan gagasan di satu kota seharusnya hanya ada satu gereja. Gereja itu bersifat otonom terhadap gereja-gereja lokal lain, denominasi, misi, dan sebagainya. Meskipun maksudnya adalah untuk kesatuan, gagasan ini terbukti merupakan unsur yang paling kontroversial mengenai GL, karena gagasan ini secara mendasar anti denominasi dan menolak keabsahan gereja selain yang berkumpul di atas dasar lokalitas — walaupun GL menyambut semua orang Kristen sebagai anak-anak Allah yang sejati (lihat bagian 4).
Ketika Komunis berkuasa, penganiayaan yang kejam dialami oleh GL dan Nee dipenjarakan pada tahun 1952. Dua puluh tahun kemudian dia meninggal di penjara itu. Nee mengirim Lee ke Taiwan untuk memastikan bahwa pergerakan ini, dan kebenaran Perjanjian Baru yang mereka “pulihkan” bisa bertahan.
Di Taiwan pergerakan ini bertumbuh menjadi enam puluh lima gereja dengan dua puluh ribu “orang kudus” pada tahun 1955.2 Lee memegang pimpinan, meskipun beberapa pemimpin dan gereja yang dulu merupakan bagian dari pergerakan “Kelompok Kecil” Nee tidak pernah “bersatu” dengan Lee, seperti Lee bersatu dengan Nee, dan dari orang-orang inilah tuduhan bidah ditujukan terhadap Lee untuk kali pertama.3
Pengembangan Lebih Lanjut
Pergerakan Ini oleh Lee
Selama periode ini Lee mengembangkan lebih lanjut beberapa ajaran yang ada dalam ministri Nee, seperti perbauran Allah dengan manusia,4 Kristus sebagai Roh pemberi-hayat (yang memancing tuduhan modalisme — lihat bagian 2), dan pemahaman atas gereja sebagai Yerusalem Baru, praktek-praktek dalam kehidupan yang saleh, misalnya doa-baca, menyeru nama Tuhan. Semuanya ini disajikan sebagai wahyu yang baru, bukan dalam arti kebenaran baru yang di luar Alkitab, melainkan dalam arti kebenaran yang alkitabiah yang sudah hilang, tetapi disingkapkan lagi oleh Roh dan dipulihkan5 oleh gereja. Begitulah, pergerakan ini sering menyebut dirinya “pemulihan Tuhan”, karena mereka memandang diri mereka sebagai bagian dari pemulihan yang terus-menerus atas kebenaran alkitabiah kepada umat Allah yang dapat ditelusuri sampai ke masa sebelum Reformasi, melewati Reformasi Protestan lalu berlanjut dengan ministri Watchman Nee dan Witness Lee.6
Timur Bertemu dengan Barat
Tahun 1958 Lee berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu dengan sekelompok orang beriman di Los Angeles yang lapar untuk mengalami gereja Perjanjian Baru. Lee dengan teratur menghubungi mereka dan tahun 1962 ia pindah ke Los Angeles, karena percaya bahwa Tuhan mengarahkan dia untuk menyebarkan “pemulihan” ke seluruh Amerika Serikat.
Tahun 1969 berdirilah “gereja-gereja lokal” di California, New York, dan Texas, tetapi sebagian besar Amerika Serikat tidak terjamah oleh pergerakan ini. Lee mulai mengajarkan bahwa dalam Kitab Kisah Para Rasul hidup gereja (church-life) disebarluaskan melalui migrasi, dan demikianlah kelompok anggota GL mulai pindah ke berbagai bagian dari Amerika Serikat dan mendirikan gereja-gereja di tempat itu. Dengan meledaknya “pergerakan Yesus” dalam tahun 1970-an, banyak orang muda yang idealistis, serta orang dewasa yang lapar secara rohani, mencari pengalaman yang lebih besar atas Kristus dan juga atas gereja Perjanjian Baru. maka jumlah anggota GL membengkak dan mereka menjadi kelompok yang terkenal banyak pengikutnya setidaknya di antara orang Kristen di banyak kota di seluruh Amerika Serikat. Gereja-gereja juga didirikan di Kanada dan di setiap benua.
Ministri melawan aliran sesat juga muncul pada tahun 1970-an. Dan seperti yang dikatakan sebelumnya, GL tidak lepas dari perhatian mereka. Memandang ke belakang untuk melihat hal ini seobyektif mungkin, saya harus mengatakan bahwa orang-orang di kedua belah pihak berperilaku buruk. Para peneliti anti aliran sesat tidak cukup memahami GL dalam konteks budaya dan teologis mereka sendiri, dan karenanya gagal untuk menilai dengan tepat perbedaan yang luas yang ada secara alamiah antara pergerakan orang China Kristen pribumi (bahkan dengan banyak orang muda Amerika yang bertobat) dengan penginjilan yang khas Amerika. Selain itu, kegemaran Lee mengeluarkan pernyataan yang kontroversial tanpa langsung memberikan penjelasan yang memadai, membuat orang mudah salah paham. Sebagian anggota-anggota GL tidak kalah militan dalam menanggapi kritik dari publik. Taktik dan cara bicara anggota-anggota mereka yang belum matang menguatkan kesan yang keliru, bahwa mereka adalah aliran sesat.
Saya ingat, setelah pendiri CRI Walter Martin berbicara di depan umum di Anaheim, mengenai GL bulan Oktober 1977, di pertemuan khusus di Melodyland Christian Center (menggunakan hasil penelitian yang disediakan baginya oleh para peneliti aliran sesat yang muda namun berbakat, Bob dan Gretchen Passantino, dan mengandalkan penafsiran mereka mengenai ajaran GL), gereja-gereja GL dan para anggotanya menanggapi dengan membeberkan iklan satu halaman di Orange County Register untuk membela keaslian kepercayaan mereka dan mencela “The Bible Answer Man” (yang saat itu diasuh oleh Martin). Saya juga ingat bagaimana mereka memenuhi saluran telepon program Bible Answer Man, benar-benar mengacaukan acara itu, untuk membela ajaran mereka secara agresif di depan Martin.
Lee Bertemu dengan Martin
Kalau bukan karena faktor yang tertulis di bawah ini, segalanya bisa berubah menjadi sangat berbeda. Saya memiliki transkrip isi pertemuan Walter Martin dengan Witness Lee tanggal 21 Pebruari 1977. Lee mengundang Martin untuk makan siang bersamanya dan istrinya di rumah mereka, dan Martin menyambut undangan itu. Mereka mengadakan percakapan yang panjang lebar dan terus terang yang membuat mereka mengenal satu sama lain, membicarakan kepercayaan mereka, mengenal satu sama lain sebagai saudara dalam Kristus yang mengasihi Tuhan, dan akhirnya mengalami persekutuan yang sangat hangat sebagai orang Kristen. Mereka menyimpulkan bahwa mereka akan melanjutkan pembicaraan untuk membahas pengajaran GL. Lee menyatakan keterbukaannya untuk menerima koreksi dan Martin dengan terbuka menyatakan tidak ada yang perlu dikoreksi. Mereka setuju bahwa selama waktu ini, kedua pihak akan berhenti dan menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang provokatif atau menghasut.
Saya ingat Martin kembali ke CRI dengan penuh semangat karena persekutuannya dengan “Saudara Lee” dan menyuruh kami menahan diri, tidak memberikan komentar atas GL sampai percakapan mereka selesai; tetapi saya juga ingat bahwa staf peneliti menjadi cemas karena perubahan suasana ini. Pada saat itu kami tidak percaya kepada Lee dan kami takut Martin tertipu. Tidak lama kemudian, orang-orang di kedua belah pihak melanggar syarat “gencatan senjata” tanpa setahu atau seizin pemimpin mereka masing-masing. Martin dan Lee menganggap orang lain harus bertanggung jawab karena melanggar kesepakatan ini dan dengan demikian percakapan itu terhenti dan “perang” berkobar, bahkan lebih hebat daripada sebelumnya.
GL Mengajukan Tuntutan ke Pengadilan
Perselisihan terbuka antara GL dengan kalangan anti aliran sesat pada tahun 1977, karena terbitnya dua buah buku, menyebar ke luar CRI. Buku pertama adalah “The Mind Benders” (Orang yang Membelokkan Pikiran), buku tentang aliran sesat yang diterbitkan oleh Penerbit Thomas Nelson. Di dalamnya ada satu bab yang membicarakan GL. Pengarangnya adalah Jack Sparks, mantan pemimpin Christian World Liberation Front di Berkeley, yang kemudian menjadi Spiritual Counterfeits Project (SCP). Setelah menerima salah satu aliran Ortodoks Timur, dan meninggalkan SCP, Sparks mulai menggunakan sudut pandang tertentu, dan memakai pengakuan iman (kredo) kuno ditambah Alkitab untuk mengkritik aliran sesat. Buku ini menuduh GL mencuci otak anggotanya, dan berlaku jahat terhadap anggotanya. Setelah terbitan tahun 1978 memuat satu bab tentang People’s Temple (Kuil Rakyat) Jim Jones di belakang bab yang membahas GL, dan semua usaha GL untuk menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan tidak berhasil, pada tahun 1981 GL mengajukan tuntutan ke pengadilan. Tahun 1983 dicapai kesepakatan, berupa pengumuman penarikan buku itu yang dimuat di delapan belas surat kabar di Amerika Serikat. Penerbit Thomas Nelson berhenti mendistribusikan buku itu, dan menarik semua buku yang belum terjual.
Buku kedua, “The God-Men” (Manusia-Allah), yang ditulis oleh anggota SCP, tidak dituntut secara hukum oleh GL, khususnya terbitan edisi tahun 1977. Namun, ketika edisi bahasa Jerman yang memuat banyak revisi oleh Neil T. Duddy dan SCP diterbitkan oleh Penerbit Schwengeler-Verlag (tahun 1981 diterbitkan dalam bahasa Inggris oleh InterVarsity Press), GL menggugat Duddy, SCP, dan Schwengeler-Verlag. Selama hampir lima tahun penyelidikan pendahuluan, Duddy menghindar dan pergi ke luar negeri, dan Penerbit Schwengeler-Verlag tidak pernah menghadiri proses persidangan satu kali pun. Pada hari pertama persidangan pengadilan digelar, SCP (sudah nyata akan kalah dalam pemeriksaan pendahuluan) menyatakan diri pailit berdasarkan ketidakmampuan mereka untuk membayar denda yang akan dijatuhkan kepadanya, dan tidak hadir dalam sidang pengadilan.
Meskipun SCP mengatakan GL sengaja mengulur waktu pemeriksaan pengadilan, sehingga mereka pailit, dan tidak bisa membela diri; tetapi dari berbagai kesaksian di bawah sumpah dan kesaksian yang disampaikan oleh ahli, sulit dibayangkan, pembelaan bagaimana yang bisa mereka lakukan (lihat bagian 5). Tanggal 26 Januari 1985 pengadilan menyatakan buku “The God-Men” “sebagian besar berisi informasi yang salah, fitnah, dan melanggar hak orang lain yang sah secara hukum, dan karena itu, dianggap salah”, dan memutuskan penggugat mendapatkan ganti rugi US$ 11,900,000. Namun karena tergugat pailit, penggugat hanya mendapatkan US$ 34,000.
Setelah kasus The God-Men berlalu, konflik antara GL dengan komunitas anti aliran sesat mereda dan tetap demikian selama bertahun-tahun. Pertumbuhan GL di Amerika Serikat menurun drastis, sebagian (antara lain) karena dianggap sebagai “aliran sesat”. Pergerakan itu terguncang dalam tahun 1980-an karena kontroversi internal dan perpecahan,7 tetapi cukup banyak anggota yang setia untuk tetap bertahan. Sementara itu, di Timur Jauh terjadi pertumbuhan yang meningkat, khususnya setelah Republik Rakyat China pada tahun 1980-an bersikap lebih toleran kepada agama-agama yang tidak terdaftar. Satu pekerjaan yang sukses dilakukan GL di bekas Uni Soviet, dan GL mendirikan pusat pelatihan untuk orang-orang muda mereka di sekitar sepuluh negara. Witness Lee menggunakan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk menyelesaikan pembahasan seri Pelajaran-Hayat Alkitab, merevisi Alkitab Versi Pemulihan, dan menerbitkan bahan-bahan baru yang menjelaskan visi8 yang mengatur pergerakan ini dan menyusun kembali praktek hidup gereja mereka menyerupai teladan dalam Perjanjian Baru (misalnya, seperti dalam 1 Korintus 14),9 yang mendatangkan dampak yang dinamis pada sidang mereka.
Tahun 1997 Lee meninggal. Para pengamat di komunitas anti aliran sesat tidak jelas apakah generasi baru dari orang yang memimpin GL akan mengadakan perubahan atau menarik kembali ajaran GL.
Gugatan Baru dan Berharap Dipahami
oleh Aliran Injili
Tanggal 14 Desember 2001, badan penerbitan GL, Living Stream Ministry (LSM), dan sembilan puluh tujuh gereja lokal individual mengajukan gugatan melawan Harvest House Publishers dan penulis John Ankerberg dan John Weldon atas buku yang mereka terbitkan tahun 1999, Encyclopedia of Cults and New Religion (ECNR) [Ensiklopedi Aliran Sesat dan Agama Baru]. Banyak anggota komunitas anti aliran sesat terkejut bukan hanya karena GL mengajukan gugatan lagi setelah kematian Lee, dan tujuh belas tahun sesudah vonis atas buku God-Men, tetapi juga karena mereka menggugat hanya karena satu setengah halaman dari ensiklopedi setebal 731 halaman. Pada 5 Januari 2006, Pengadilan Banding Texas menolak keputusan Pengadilan setempat yang menyangkal mosi atau pendapat terdakwa atas pengadilan dan peraturan bagi terdakwa, dengan menyatakan bahwa Pengadilan tidak berhak mengatur atau mengadili perselisihan “agama”. GL membawa perkara ini ke Pengadilan Tinggi Texas pada tahun 2006 dan Mahkamah Agung Amerika Serikat pada tahun 2007, tetapi kedua lembaga pengadilan itu memutuskan tidak memperpanjang perkara itu.
Berbarengan dengan gugatan terhadap ECNR, GL dengan sekuatnya membangun hubungan yang lebih luas dengan komunitas Injili. Tahun 2002 LSM diterima ke dalam Evangelical Christian Publishers Association [Perkumpulan Penerbit Kristen Injili] (ECPA). Mereka sudah lebih dulu menjadi anggota Christian Booksellers Association (CBA) [Perkumpulan Penjual Buku Kristiani] dan Evangelical Christian Credit Union (ECCU) [Persatuan Pengakuan Kristiani Injili]. Mereka tidak hanya menemui CRI tetapi juga Fuller Theological Seminary, meminta diadakan dialog dan tanya jawab yang tuntas mengenai ortodoksi ajaran mereka. Fuller setuju, dan hasilnya sangat baik bagi GL.10 GL juga mengadakan kontak dengan banyak ahli teologi dan pemimpin Kristen yang mereka yakin berpikiran terbuka dan adil dan kemungkinan bisa menjadi sekutu. Mereka mengadakan kontak di media Kristen yang utama, dan liputan yang mereka muat dalam terbitan-terbitan mereka menjadi lebih positif11
“Surat Terbuka” kepada GL
dari Para Pemimpin Injili
Meskipun sudah mencapai kemajuan semacam itu, GL masih mengalami sikap sinis, prasangka, dan penolakan dari beberapa pihak. Pandangan ini menjadi jelas pada 9 Januari 2007, ketika suatu siaran pers mengumumkan bahwa “lebih dari 60 pakar Kristen Injili dan pemimpin ministri dari tujuh negara sudah menandatangani surat terbuka yang dulu belum pernah terjadi (www.open-letter.org) yang meminta kepemimpinan “gereja-gereja lokal” dan Living Stream Ministry menarik pernyataan yang tidak ortodoks yang dikatakan oleh pendiri mereka, Witness Lee. Surat itu juga meminta para pemimpin pergerakan itu menyatakan bahwa mereka sudah puluhan tahun menggunakan ancaman hukuman dan pengadilan untuk menanggapi kritik dan menyelesaikan pertengkaran dengan organisasi Kristen dan perorangan.”12 Di antara pemimpin dan pakar yang terkenal yang menandatangani surat itu adalah beberapa mantan staf CRI dan para penyumbang CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL yang dulu maupun yang sekarang, termasuk E. Calvin Beisner, James Bjornstad, Norman L. Geisler, H. Wayne House, Gordon R. Lewis, Ron Rhodes, dan James R. White.
1 Perlu diperhatikan bahwa Lee atau Nee tidak berlatar belakang Budha. Sifat mistis dalam tulisan mereka tidak berasal dari agama-agama Timur, seperti yang sudah dituduhkan, melainkan berasal dari guru hayat batiniah dalam agama Kristen Barat seperti Jessie Penn-Lewis, Andrew Murray, dan Madame Guyon.
2 The Lord’s Recovery of Experiencing Christ and Practicing the Church Life in Oneness, History, “The Present Recovery — One City, One Church (A.D. 1937-Present),”2,
http://www.lordsrecovery.org/history/iv.html.
3 Orang pertama yang mengkritik Lee secara teologis adalah James Chen, yang ditunjuk oleh Nee sebagai seorang dari dua penatua di Hongkong. Yang menarik, ia menuduh Lee mengajarkan Arianisme, tetapi tuduhannya tidak pernah kita dengar di Amerika Serikat. Ia mendasari pernyataannya pada fakta bahwa Lee menyebut Kristus yang berinkarnasi sebagai makhluk ciptaan. Lee memang mengajarkan bahwa Kristus adalah makhluk ciptaan terkait dengan keinsanian-Nya, tetapi dia juga mengajarkan bahwa terkait dengan keilahian-Nya, Kristus adalah Pencipta alam semesta. Pola ini, yang di dalamnya Lee membuat pernyataan radikal dan menyeimbangkan pengajarannya, membuat para kritisi hanya mengutip pernyataan radikalnya, tetapi tidak mengutip pernyataan penyeimbangannya, dan hal ini terus berlanjut sampai hari ini. Nyatanya, tema ini bisa menyimpulkan keseimbangan artikel ini, yang menyangkut pendalaman teologi.
4 GL sangat berhati-hati mengartikan perbauran dengan mengatakan perbauran itu tidak menghasilkan perubahan sifat hakiki Allah atau manusia. Lihat catatan pinggir, “Adakah kata yang lebih baik dari ‘perbauran’?” Affirmation and Critique 1, 3 (Juli 1996) 31, 61
5 The Present Recovery—One City, One Church (A.D. 1937-Present),” 19
6 Untuk penjelasan lebih lanjut mengenai kepercayaan mereka dalam hal ini, lihat keseluruhan bagian Sejarah di laman (web site), The Lord’s Recovery of Experiencing Christ and Practicing the Church Life, http://www.lords recovery.org/history/index.html.
7 Kritisi mengatakan kontroversi ini adalah penegasan bahwa GL bersifat sesat, tetapi setelah mengamati masalah ini, kami hanya menemukan penegasan dari doktrin yang alkitabiah bahwa dosa masih tetap ada di antara kaum beriman (Misalnya, Yakobus 3:2; 1 Yohanes 1:8). Dengan kata lain, pergerakan ini tidak kebal terhadap perilaku daging yang mengganggu dan memecah belah pekerjaan orang-orang Kristen di sepanjang sejarah gereja. Mungkin dalam nomor-nomor yang akan datang, kita dapat membahas perkara ini, tetapi tidak sesuai untuk dibahas saat ini, yang berfokus pada sanggahan-sanggahan dalam “surat terbuka” kepada GL dan LSM (lihat di bawah).
8 Lihat, misalnya, seri “Elders’ Training Books”, sebelas jilid, tulisan Witness Lee, termasuk Buku 2, The Vision of the Lord’s Recovery (Anaheim: Living Stream Ministry, 1983).
9 Lihat, misalnya, Witness Lee The Ministry of the New Testament Priests of the Gospel (Anaheim: Living Stream Ministry, 1998).
10 Lihat Hank Hanegraaff, Gretchen Passantino, dan Fuller Theological Seminary, The Local Churches: “Genuine Believers and Fellow Members of the Body of Christ” (Fullerton, CA: DCP Press, 2008), 29-32.
11 Lihat, misalnya,”Loose Cult Talk,” editorial, Christianity Today, Maret 2006, 27.
(http://www.christianitytoday.com/ct/2006/march/15.27.html); Ken Walker, “Former Local Church Critics Change Stance,” Charisma, June 2009, 20.
(http://www.charismamag.com/index.php/news/20741-former-local-church-critics-change-stance).
12 Leading Evangelical Scholars Call on ‘Local Churches’ to Renounce Doctrines, Legal Attacks,” [Para Pemimpin Injili Meminta “Gereja Lokal” Menarik Doktrin Mereka, Serangan dari segi Hukum] siaran pers, 9 Januari 2007, http://www.open-letter.org/pdf/OL_PressRelease.pdf.
Bagian 2
Menyampaikan Pembahasan
Surat Terbuka:
Mengenai Hakiki Allah
Pembahasan dalam Surat Terbuka di samping berkaitan dengan sejarah GL yang mengajukan gugatan terhadap kaum Kristen Injili, juga meliputi ajaran GL tentang hakiki Allah, hakiki keinsanian, dan keabsahan gereja-gereja dan denominasi Injili. Mengenai ajaran-ajaran ini, surat itu menyatakan, “Karena pernyataan-pernyataan Witness Lee berikut ini tampaknya bertentangan atau tidak cocok dengan doktrin dasar iman Kristen, dengan penuh rasa hormat kami meminta pimpinan Living Stream Ministry dan ‘gereja-gereja lokal’ untuk menarik dan berhenti menerbitkan pernyataan-pernyataan ini atau yang serupa dengan ini.”
Surat Terbuka kemudian menyajikan kutipan dari ajaran Witness Lee yang dianggap tidak ortodoks, tetapi tidak menyajikan penjelasan mengapa pernyataan itu disebut tidak ortodoks, mungkin mereka menganggap semua pembaca yang melek teologi dapat dengan jelas melihat sendiri unsur bidah dalam pernyataan itu sendiri. Seperti yang akan segera kita lihat, ini adalah kesalahan serius dari pihak yang menyusun surat itu dan juga dari pihak yang menandatanganinya, yang kebanyakan mungkin melakukan sedikit penelitian mengenai GL dan hanya membaca kutipan yang disiapkan oleh para penyusun surat itu.
Bentuk Surat Terbuka yang ringkas dan singkat membuat orang mudah untuk mengutip seluruh butir-butir penting yang ada di dalamnya. Saya tidak mengutip pernyataan itu sekaligus, melainkan satu bagian demi satu bagian dan menanggapi bahan-bahan dalam setiap bagian sebelum mengutip bahan-bahan dalam bagian selanjutnya.
Seri pertama dari kutipan kontroversial dari bahan GL yang ada dalam Surat Terbuka dimulai dengan judul “Mengenai Hakiki Allah” dan berisi pernyataan-pernyataan Witness Lee sebagai berikut:
“Anak (Putra) disebut Bapa; maka Anak pasti adalah Bapa. Kita harus menyadari fakta ini. Ada beberapa orang mengatakan Ia disebut Bapa, tetapi Ia bukan benar-benar Bapa. Tetapi bagaimana Ia disebut Bapa namun bukan Bapa? . . . Di tempat yang tidak bisa dihampiri oleh manusia (1 Tim. 6:16), Allah adalah Bapa. Ketika Ia datang untuk menyatakan diri-Nya, Ia adalah Anak. Jadi, Anak diberikan, tetapi nama-Nya disebut ‘Bapa yang kekal’. Anak ini, yang telah diberikan kepada kita, adalah Bapa itu sendiri.”
Witness Lee, The All-inclusive Spirit of Christ
(Los Angeles: The Stream Publishers, 1969), 4-5
“. . . seluruh ke-Allahan, Allah Tritunggal, menjadi daging.”
Witness Lee, God’s New Testament Economy
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1986), 230
“Penjelasan tradisional tentang Trinitas sangat tidak memadai dan mendekati paham triteisme. Ketika Roh Allah bergabung dengan kita, Allah tidaklah tertinggal di belakang, Kristus juga tidak tertinggal di takhta. Inilah kesan yang diberikan oleh kekristenan. Mereka mengira Bapa adalah satu persona, mengutus Anak, satu persona yang lain, untuk menggenapkan penebusan, dan sesudah itu Anak mengutus Roh, satu persona yang lain. Roh itu, dalam pemikiran tradisional, masuk ke dalam kaum beriman, sementara Bapa dan Anak tertinggal di takhta. Ketika orang beriman berdoa, mereka diajar untuk bersujud di hadapan Bapa dan berdoa dalam nama Anak. Memisahkan ke-Allahan menjadi tiga Persona yang terpisah bukanlah wahyu Alkitab . . .”
Witness Lee, Life Messages
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1979), 164
“ANAK ADALAH BAPA, DAN ANAK JUGA ADALAH ROH . . . dan Tuhan Yesus yang adalah Anak juga adalah Bapa Kekal. Tuhan kita adalah Anak, dan Ia juga adalah Bapa. Haleluya!”
Witness Lee, Concerning the Triune God
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1973), 18-19
“Sebab itu, jelaslah: Tuhan Yesus adalah Bapa, Anak, dan Roh, dan Ia adalah Allah itu sendiri. Ia juga adalah Tuhan. Ia adalah Bapa, Anak, Roh, Allah yang Perkasa, dan Tuhan.”
Witness Lee, The Clear Scriptural Revelation
Concerning the Triune God
www.contendingforthefaith.org/response/booklets/triune.html
“Bapa, Anak, dan Roh bukanlah tiga persona yang terpisah atau tiga Allah; mereka adalah satu Allah, satu realitas, satu persona.”
Witness Lee, The Triune God to be Life to the Tripartite Man
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1970), 48
Bagi orang-orang Kristen Barat abad 21, pernyataan-pernyataan ini sepintas cukup mengganggu. Tampaknya pernyataan-pernyataan ini mengajarkan modalisme. Tidak heran, beberapa pemimpin kaum Injili dengan sedikit latar belakang pemahaman tentang GL setelah membaca pernyataan ini lalu berkata, “Tunjukkan kepadaku, di mana harus aku tanda tangani.” Namun, perkataan saya selanjutnya mungkin juga akan membuat kaum Injili yang mengenal komitmen CRI terhadap ortodoksi historis akan merasa terganggu. Meskipun demikian saya harus mengatakan bahwa bila dilihat konteksnya, tidak ada yang tidak ortodoks pada pernyataan-pernyataan tersebut. Saya tidak mengatakan modalisme itu ortodoks. CRI menganggap modalisme, seperti yang diajarkan oleh United Pentecostal Church, adalah bidah, dari dulu hingga sekarang. Apa yang saya katakan adalah pernyataan-pernyataan Witness Lee tersebut tidak mengajarkan modalisme. Semula kami pikir ia mengajarkan modalisme, tetapi itu karena kami, seperti banyak orang lainnya dalam pergerakan anti aliran sesat, tidak pernah mempelajari dengan saksama seluruh ajaran GL untuk memahami konteks ajaran ini dan apa yang menjadi perhatian atau sasaran dari ajaran ini.
Lalu, apa maksud Lee ketika ia mengajarkan bahwa Anak adalah Bapa dan Roh? Bagaimana ajaran semacam itu disamakan dengan ajaran ortodoks? Dasar-dasar Alkitab yang dikutip dalam pustaka GL untuk menyamakan persona-persona dalam Trinitas dengan satu sama lain, akan dijelaskan dengan rinci tidak lama lagi, tetapi untuk menyatakan dengan singkat, dasar-dasar itu adalah (1) aktivitas ketiga persona dalam Trinitas ekonomikal dan (2) koinherensi (kesaling-hunian) ketiga persona itu di dalam Trinitas esensial. Tujuan mereka menekankan penyamaan ketiga persona itu adalah menyediakan suatu koreksi atau pembetulan terhadap apa yang mereka pandang sebagai triteisme yang sudah merajalela di Barat. Namun, sebelum menjelaskan lebih lanjut pernyataan GL yang sering kali tampak tidak ortodoks mengenai Trinitas, kami harus lebih dulu menyatakan bahwa mereka sering kali mengeluarkan pernyataan yang benar-benar ortodoks mengenai Trinitas.
Pernyataan Ortodoks GL mengenai Trinitas
Bahkan beberapa kritisi GL mengakui bahwa di banyak tempat dalam tulisan mereka, GL memberitakan doktrin ortodoks tentang Trinitas.1 Perhatikan, misalnya, uraian tentang Trinitas yang tidak membingungkan berikut ini, yang dikeluarkan oleh Lee sendiri:
Ketiganya — Bapa, Anak, dan Roh — semuanya ada dari kekal sampai kekal, sama-sama kekal, tanpa awal dan akhir, dan ada pada saat yang sama.2
Kita dapat mengatakan bahwa Allah Tritunggal memiliki tiga persona tetapi hanya memiliki satu esens; personanya tidak boleh dicampuradukkan, dan esensnya tidak boleh dipisah-pisah; Bapa, Anak, dan Roh adalah tiga dalam persona, tetapi satu dalam esens.3
Di CRI kami dulu sudah tahu bahwa Lee membuat pernyataan itu dan karena itu kami memasukkan teologi GL ke dalam teologi yang menyimpang, bukan bidah, sesuai dengan definisi “menyimpang” secara teologis yang sudah kami anut selama beberapa dekade. Teologi yang menyimpang sebenarnya ortodoks, tetapi kemudian menambahkan kepada pernyataan atau pengakuan yang ortodoks itu sesuatu yang berkontradiksi, berkompromi, atau merongrong pernyataan ortodoks itu. Kami hanya menyimpulkan bahwa GL percaya mereka hidup di suatu dunia yang memungkinkan dua proposisi (pernyataan) yang kontradiktif bisa benar pada saat yang sama dan dalam pengertian yang sama.
Namun, jauh sebelum kami mengadakan percakapan dengan GL, saya sangat terganggu oleh satu perkara, yaitu atas beberapa hal kami mengabaikan pernyataan mereka yang jelas tentang teologi ortodoks, bersamaan dengan itu kami menuduh mereka tidak sesuai dengan ajaran yang ortodoks. Sedikitnya bagi saya, saya tidak tahu ada organisasi modalistik mana yang pernah memberi penjelasan yang rinci mengenai Trinitas yang ortodoks. Pikiran yang sering melintas dalam benak kami ialah mungkin saja kami luput memperhatikan sesuatu dalam ajaran GL yang bisa menjelaskan kontradiksi yang tampak jelas ini. Memang, kami di CRI benar-benar luput memperhatikan sesuatu, dan begitu pula semua kolega kami di komunitas anti aliran sesat!
“Ini Adalah Ekonomi, Bodoh!”
(It’s the Economy, Stupid!)
Mungkin Anda mengingat frase yang dikemukakan oleh pakar strategi politik Bill Clinton, James Carville dalam pemilihan presiden tahun 1992 untuk melancarkan kampanyenya: “Ini adalah ekonomi, bodoh.” Dalam arti yang berbeda hardikan yang sama mungkin lebih baik dialamatkan kepada orang-orang di antara kami yang tidak melihat perbedaan yang sering ada di dalam kepustakaan GL antara Trinitas esensial (juga disebut Trinitas ontologis atau Trinitas imanen) dengan Trinitas ekonomikal. Istilah-istilah ini mengacu kepada perbedaan yang banyak ditemukan dalam teologi ortodoks; ini juga yang selalu dianut dan diajarkan oleh kami di CRI. Istilah-istilah ini, yang satu mengacu kepada sifat hakiki kekal dan hubungan antar persona ilahi Trinitas, yang satu lagi mengacu kepada ketika ketiga persona ini berhubungan dengan penciptaan, peran yang Mereka mainkan dalam waktu dan ruang (yang berkaitan dengan waktu dan situasi) ada perbedaan di antara keduanya.4
Jauh sebelum saya menganggap ada satu hal yang mungkin membantu menjelaskan pengajaran GL yang kedengarannya bersifat modalistik, saya menyadari bahwa ketika Trinitas ekonomikal digambarkan dalam Alkitab, atau oleh teologi ortodoks tampaknya seperti modalisme; namun sebenarnya tidak demikian, karena di balik itu semua terdapat kepercayaan kepada sifat kekal dan hubungan yang tidak berubah dari ketiga persona itu di dalam Trinitas ontologis. Namun, modalisme mengacaukan perbedaan alkitabiah antara Trinitas ontologis dengan Trinitas ekonomikal, menggabungkan dua konsep itu menjadi satu, dan dengan demikian menerapkan ciri-ciri Trinitas ekonomikal kepada Trinitas ontologis.
Lee tidak bisa membuatnya menjadi lebih jelas lagi ketika ia berdiri membicarakan hal ini (karena sudah cukup jelas. Red.). Jika kami, para kritisi, melakukan penelitian yang cukup tuntas dan berdialog dengan GL. Dia dengan cermat menjelaskan perbedaan esensial dengan ekonomikal di banyak tempat dan dengan terbuka mengontraskan pandangan GL tentang Trinitas dengan modalisme:
Apakah kesalahan dalam Modalisme? Modalisme mengajarkan bahwa Bapa, Anak, dan Roh tidak bersifat kekal dan tidak ada pada saat yang sama. Modalisme malah menyatakan bahwa Bapa berakhir dengan kedatangan Anak dan Anak berhenti dengan kedatangan Roh. Kaum modalis mengatakan bahwa Tiga dari ke-Allahan ada secara bergiliran dalam tiga tahap yang berurutan. Mereka tidak percaya kepada koeksistensi (keserentak-adaan) dan koinherensi (kesaling-hunian) antara Bapa, Anak, dan Roh. Tidak seperti mereka, kita percaya kepada koeksistensi dan koinherensi dari Tiga dari ke-Allahan; yaitu, kita percaya bahwa Bapa, Anak, dan Roh semuanya ada secara esensial pada saat yang sama dan dalam keadaan yang sama. Namun, dalam ekonomi ilahi, ketiganya bekerja dan menyatakan diri secara berturut-turut dalam tiga tahap yang berurutan. Namun bahkan dalam pekerjaan dan manifestasi ekonomikal Mereka ketiganya secara esensial masih di dalam koeksistensi dan koinherensi.5
Di sini Lee tidak menyampaikan bahwa modalisme ada dua golongan: Modalisme kronologis dan modalisme fungsional, dan pandangan yang belakangan tidak menyangkal bahwa Allah dapat berfungsi dalam lebih dari satu dari ketiga mode atau peran pada butir yang sama dalam sejarah. Namun, baik modalisme fungsional maupun modalisme kronologis, tidak bisa seperti Lee menunjukkan perbedaan antara Trinitas esensial dengan Trinitas ekonomikal.
Selanjutnya, jelaslah dari keseluruhan pengajaran Lee tentang Trinitas bahwa ia memandang Bapa, Anak, dan Roh Kudus sebagai tiga pusat kesadaran dan kemauan yang berbeda, atau “Aku” yang secara kekal terlibat dalam hubungan subyek-obyek yang intim dari ketiga Persona ini. Misalnya, dalam komentarnya mengenai Yohanes 10:30 (Aku dan Bapa adalah satu), dia menuliskan bahwa “meskipun Bapa dan Anak adalah satu, di antara mereka masih ada perbedaan antara Aku dan Bapa. Kita tidak boleh mengabaikan butir ini, karena jika demikian kita akan menjadi modalis.”6 Selain itu, Lee di tempat lain dengan mendalam membicarakan: terlepas dari Allah Tritunggal, tidak ada kekekalan. Lee menulis,
Dalam kekekalan lampau ketika Bapa dan Anak bersekutu, ketika Bapa mengasihi Anak, dan ketika Anak ditakdirkan oleh Allah Tritunggal, Roh juga ada di sana karena Dia adalah Roh yang kekal, Roh segala zaman.
Kisah Para Rasul 2:23 mengatakan bahwa Kristus diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya (Allah Tritunggal) . . . Di antara tiga dari ke-Allahan, ada rapat, dan oleh rapat ini dibuat suatu keputusan . . .
. . . Dengan demikian dalam kekekalan yang lampau Allah Tritunggal sudah ada, bersekutu, mengasihi, menakdirkan, bekerja, dan memilih. 7
Chris Wilde, direktur media dan komunikasi untuk LSM, mengamati bahwa penelitian independen kami ternyata sepenuhnya benar: “Hampir semua kritik atas ajaran Witness Lee yang berhubungan dengan Trinitas adalah hasil dari bagian kutipan tulisannya yang dipilih, yang menekankan pekerjaan ekonomikal Allah Tritunggal, tanpa menyebut penjelasannya yang sepenuhnya seimbang dalam bagian karangannya yang lain, atau sering kali dalam potongan perkataan yang sama.”8
Lee jelas menyamakan Anak dengan Bapa dan Roh, tetapi tidak dalam cara yang sama seperti kaum modalis:
Dalam rencana Allah, pengaturan administrasi Allah, ekonomi Allah, Bapa mengambil langkah pertama, Anak mengambil langkah kedua, dan Roh mengambil langkah ketiga. Bapa bertujuan, Anak menggenapkan, dan Roh menerapkan apa yang digenapkan oleh Anak menurut tujuan Bapa . . . Setelah rencana [Bapa] ini dibuat, Anak datang untuk merampungkan rencana ini, tetapi Ia melakukan hal ini bersama Bapa dan dengan Roh (Luk. 1:35; Mat. 1:18, 20; 12:28). Kini, karena Anak sudah menggenapkan semua yang direncanakan Bapa, Roh datang dalam langkah ketiga untuk menerapkan semua yang Dia genapkan, tetapi Ia melakukan hal ini sebagai Anak dan dengan Bapa (Yoh. 14:26; 15:26; 1 Kor. 15:45b; 2 Kor. 3:17). Dengan demikian, sementara ekonomi ilahi sedang dilaksanakan, eksistensi ilahi dari Trinitas Ilahi, keadaan-Nya yang serentak ada dan saling huni secara kekal, tetap utuh dan tidak terusak.9
Lee lebih jauh menerangkan, dan menentang modalis, (yang juga disebut Patripassionis, karena keyakinan mereka bahwa Bapa [patri] menderita [passion] di kayu salib), bahwa
dalam langkah kedua dari ekonomi Allah, langkah penggenapan, Anak melakukan semua pekerjaan. Kita tidak bisa mengatakan Bapa melakukan pekerjaan penggenapan bersama Anak dan dengan Roh. Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa Roh menggenapkan rencana Bapa sebagai Anak, bersama Bapa. Kita hanya bisa mengatakan bahwa Anak melakukan segala pekerjaan untuk menggenapkan rencana Bapa bersama Bapa dan dengan Roh. Pula, kita tidak bisa mengatakan bahwa Bapa menjadi daging dan Bapa hidup di bumi dalam daging. Selain itu, kita tidak bisa mengatakan bahwa Bapa pergi ke salib dan mati untuk menebus kita, dan kita tidak bisa mengatakan darah yang dicucurkan di kayu salib adalah darah Yesus Sang Bapa. Kita harus mengatakan bahwa darah itu dicucurkan oleh Yesus, Anak Allah (1 Yoh. 1:7). Kita juga tidak bisa mengatakan bahwa Bapa mati di kayu salib, juga tidak bisa mengatakan bahwa Bapa bangkit dari kematian.10
Sebab itu, keadaan yang sebenarnya adalah pernyataan GL tentang memandang Anak dengan Bapa dan Roh adalah satu, kebanyakan di bawah latar belakang konteks pekerjaan Trinitas secara ekonomikal, dan didasarkan pada penyamaan yang serupa yang ada di dalam Alkitab. Contoh-contoh banyak tersebar di seluruh kitab Injil, khususnya dalam Injil Yohanes.
Yohanes 14, misalnya, mencatat dengan jelas bahwa setiap persona dari tiga persona dalam Trinitas memiliki peran yang khusus dalam pekerjaan keselamatan, Mereka tidak pernah menunaikan fungsi itu di luar atau terpisah dari kehadiran dan keterlibatan aktif dua persona yang lain. Mengenal Yesus berarti mengenal Bapa (ayat 9). Bapa sepenuhnya terlibat dalam perkataan yang Yesus katakan dan pekerjaan yang Dia lakukan (ayat 10). Setelah Yesus naik ke surga Ia dan Bapa akan aktif dalam menjawab permohonan murid-murid yang disampaikan atau didoakan dalam nama Yesus (ayat 13-14; cf. Yoh. 15:16). Demikian pula, ketika Yesus berbicara tentang mengirimkan “Penghibur (Penolong) yang lain” disebutkan dengan jelas penggantian Anak oleh Roh dalam peran mengajar dan memimpin para murid dan kehadiran yang aktif dan jelas dari Anak di dalam pekerjaan Roh (ayat 18: “Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu, Aku datang kembali kepadamu”), sama seperti Roh itu yang secara aktif hadir dalam pekerjaan Anak (ayat 17: “kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu [dalam ministri Kristus] dan akan diam di dalam kamu”).
Beberapa orang menafsirkan janji Yesus untuk datang kepada murid-murid-Nya mengacu kepada penampakan-Nya setelah kebangkitan-Nya atau kedatangan-Nya kali kedua. Bahkan jika salah satu penafsiran itu diberikan, penafsiran itu tidak akan menggulingkan argumen yang saya buat dari Yohanes 14 atas penyamaan yang erat dari ketiga persona itu, karena penyamaan semacam itu memenuhi pasal itu. Namun, konteksnya tampaknya menunjukkan Yesus sedang membicarakan kedatangan Roh Kudus. Inilah topik dalam ayat yang mendahului pernyataan ini, dan ketika dalam ayat 22 Yudas (bukan Iskariot) bertanya kepada Yesus mengapa Dia akan menyatakan diri-Nya kepada murid-murid dan bukan kepada dunia (berdasarkan pernyataan Yesus dalam ayat 19 bahwa “sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku”), Yesus tidak menjelaskan ini dalam istilah penampakan-Nya setelah kebangkitan, melainkan menerangkan bahwa Ia dan Bapa akan datang kepada siapa saja yang mengasihi Dia dan memelihara firman-Nya dan “berumah atau tinggal dengan dia” — suatu tindakan menghuni yang hanya dapat dipahami sebagai hal yang serupa dengan berhuninya Roh Kudus.
Kemudian, kita lihat ketika mencatat pekerjaan Tritunggal yang ekonomikal, kitab Injil tidak pernah menyingkirkan hubungan kedua persona yang lain dalam pekerjaan yang sama; dan kadang-kadang satu atau dua yang lain secara khusus mempunyai hubungan dengan pekerjaan itu (kecuali peran unik seperti Bapa mengutus Anak, Anak mati karena dosa-dosa kita, dan Roh memuliakan Kristus).
Dalam surat-surat kiriman kita juga sering melihat penyamaan satu persona ilahi dengan peran khusus persona yang lain. Kutipan yang berikut ini, dari satu kertas kerja GL yang disiapkan untuk Fuller Theological Seminary mengutip beberapa teks surat Paulus, menjelaskan pentingnya ayat-ayat ini dalam teologi GL, dan mengutip secara luas (ekstensif) dari Witness Lee dan teolog yang terkait untuk menjelaskan jaminan alkitabiah bagi penyamaan persona-persona itu:
Fokus inti ministri kami adalah pengalaman kaum beriman atas Kristus, dan dari segi pengalamanlah kami menafsirkan ayat-ayat seperti 1 Korintus 15:45 [“Adam yang akhir menjadi Roh pemberi-hayat”] dan 2 Korintus 3:17 [“Tuhan adalah Roh itu”]. Kami mengerti bahwa dalam kebangkitan Kristus datang kepada kaum beriman dan mengerjakan seluruh kegiatan keselamatan lengkap Allah di dalam dan melalui Roh pemberi-hayat. Karena itu, kami menemukan dalam surat-surat kiriman dalam Perjanjian Baru, ada satu penyamaan yang tegas antara Kristus dan Roh itu, sekali lagi bukan sampai meniadakan perbedaan di antara mereka dalam Trinitas Ilahi, melainkan menurut eksistensi yang saling huni dan pekerjaan mereka dalam kaum beriman . . .
. . . Orang-orang yang banyak membaca teologi historis mengetahui bahwa karangan Irenaeus, Tertullian, Augustine, dan sederet nama guru ortodoks besar lainnya mempunyai kemungkinan dianggap menyimpang, tetapi dalam tulisan mereka, juga ada bagian penyeimbang yang menguatkan ortodoksi mereka. Witness Lee juga memiliki bagian penyeimbangnya, yang jarang terlihat dalam “bukti-bukti” yang diterbitkan oleh orang-orang yang mengkritik dia sebagai sesat. Di sini kami akan menyajikan dua contoh bagian yang menunjukkan sesuatu dari pandangannya sepenuhnya atas Kristus dan Roh itu:
Kristus ini sekarang adalah Tuhan di surga dan pada saat yang sama adalah Roh di dalam kita. “Tuhan adalah Roh itu” (2 Kor. 3:17). Sebagai Tuhan, Ia ada di surga. Sebagai Roh, Ia ada di dalam kita. Sebagai Yang ada di surga, Ia melaksanakan jabatan-Nya sebagai penguasa, sebagai kepala, dan sebagai imam . . . Apa saja yang Ia laksanakan sebagai Tuhan, Ia terapkan kepada kita sebagai Roh. (The Heavenly Ministry of Christ, 69-70)
Beberapa orang yang membaca perkataan mengenai Roh sebagai Penghibur yang lain dan Roh itu sebagai nafas (embusan) Kristus mungkin bertanya, “Bukankah Anda percaya bahwa Kristus berbeda dengan Roh itu? Tidakkah Anda percaya bahwa Kristus dan Roh itu adalah dua?” “Ya, saya percaya bahwa jika dipandang dari satu aspek, aspek luaran, aspek obyektif, Kristus dan Roh adalah dua. Namun, jika dipandang dari aspek lain, aspek batiniah, aspek subyektif, Roh itu, Penghibur yang lain, adalah nafas Kristus, Penghibur yang pertama. Jadi, dari sudut pandang aspek batiniah, Kristus dan Roh adalah satu. (The Fulfillment of the Tabernacle and the Offerings in the Writings of John, 588).
Tanpa terlalu banyak analisis, seseorang dapat melihat bahwa Witness Lee berpegang kepada pemikiran bahwa Kristus dan Roh adalah berbeda; namun, berdasarkan surat-surat kiriman dalam Perjanjian Baru, ia memahami dan mengajarkan bahwa dalam pengalaman kita sebagai orang Kristen, yang berlawanan dengan sistematisasi teologis, yang merupakan fokus utama ministrinya, Kristus yang bangkit sering disamakan dengan Roh pemberi-hayat.
Karena ini adalah satu topik yang sudah menimbulkan banyak kritik terhadap ajaran Witness Lee, kami merasa sangatlah penting menambahkan beberapa kutipan dari orang lain mengenai pokok bahasan ini. Ajaran Witness Lee mengenai pokok bahasan ini dapat dianggap sesuatu yang tidak tradisional atau bahkan kontroversial, tetapi ia tentu tidak sendiri dalam kesimpulan yang diambilnya. Setidaknya ada satu pakar terkemuka yang patut disebut, yaitu James D. G. Dunn, yang menyampaikan beberapa ayat yang sama yang juga sering dikutip oleh Witness Lee:
. . . Paulus menyamakan Yesus yang ditinggikan dengan Roh — bukan dengan makhluk rohani . . . atau dimensi atau alam rohani . . . , tetapi dengan Roh, Roh Kudus . . . Bagi Paulus, Kristologi imanen adalah pneumatologi; dalam pengalaman orang Kristen tidak ada perbedaan antara Kristus dengan Roh. Tentu saja, ini tidak berarti Paulus tidak membedakan Kristus dengan Roh. (The Christ and the Spirit, vol. 1, Christology [Grand Rapids, MI: W, B. Eerdmans, 1998], 164-165).
W.H. Griffith Thomas, teolog yang terkemuka dari abad yang lalu, dan yang karyanya sering dikutip oleh Witness Lee terkait dengan Trinitas, juga menyebutkan sifat ganda dari kebenaran ilahi ini, sementara dia menyajikan ringkasan yang sangat jelas dan singkat mengenai kesamaan Kristus dengan Roh:
Sangatlah perlu dengan hati-hati menjaga kedua sisi dari kebenaran ini. Kristus dan Roh adalah berbeda tetapi juga sama, sama tetapi berbeda. Mungkin ungkapan paling baik yang dapat kita berikan adalah sementara kepribadian mereka tidak pernah sama, kehadiran mereka selalu sama. (The Holy Spirit [Grand Rapids, MI: Kregel, 1986; cetak ulang dari The Holy Spirit of God, edisi 4, Grand Rapids: W.B. Eerdmans, 1913], 144).
Jelaslah, dari kutipan-kutipan ini maupun dari seluruh ministri Witness Lee bahwa di dalam alam pengalaman orang beriman atas Kristuslah — dan bukan dalam eksistensi imanen Allah — diperoleh penyamaan antara Kristus dan Roh. H.B. Swete menegaskan pemikiran yang sama:
Roh, dalam pekerjaan-Nya, ternyata menghasilkan dampak yang sebanding dengan Yesus Kristus . . . memiliki Roh Kristus dengan jelas dianggap sama dengan berhuninya Kristus itu sendiri . . . “Tuhan Roh,” (yaitu Kristus dalam kuasa hayat-Nya yang dimuliakan) dipandang sebagai sesuatu yang sama dalam prakteknya. (The Holy Spirit in the New Testament [London; New York; Macmillan, 1912], 306)11
Kita telah melihat bahwa Alkitab dengan jelas menyamakan tiga persona Trinitas dengan satu sama lain dalam banyak penyataan Trinitas ekonomikal. Fakta alkitabiah ini tampaknya tidak sepenuhnya diapresiasi oleh banyak kritisi Injili terhadap GL. Di luar hal ini, dalam doktrin koinheren atau saling huni, (lebih umum disebut interpenetration oleh teolog) ada dasar ontologis dalam Trinitas untuk penyamaan ketiga persona itu secara ekonomikal yang juga tampak diabaikan oleh kaum Injili. Bila dipahami, kebenaran ini akan bisa mengoreksi masalah dalam gereja-gereja Barat hari ini yang dengan tepat diperhatikan oleh GL. Kita akan lanjutkan dengan doktrin saling huni, tetapi mula-mula kita masih perlu membicarakan lebih banyak tentang hal ini.
Dua Aspek Trinitarian yang Seimbang:
Apa yang Bisa Dipelajari oleh Kaum Injili
dari Witness Lee
Seperti yang telah kita lihat di antara kutipan dalam Surat Terbuka kepada GL, Witness Lee sudah menyatakan tentang masalah ini, “Dalam pemikiran tradisional, Roh itu masuk ke dalam kaum beriman, sementara Bapa dan Anak tertinggal di takhta. Ketika kaum beriman berdoa, mereka diajar untuk berlutut di hadapan Bapa dan berdoa dalam nama Anak. Memisahkan ke-Allahan ke dalam Persona yang terpisah-pisah ini bukanlah wahyu yang terdapat dalam Alkitab . . .”
Tidak diragukan, Lee harus menyatakan keprihatinannya dengan lebih hati-hati. Tidak ada yang salah bila kaum beriman diajar untuk berdoa kepada Bapa dalam nama Anak, sesuatu yang dianjurkan oleh Yesus sendiri (Yoh. 16:23) dan Lee tidak menentang hal ini, karena ia sendiri mengajarkannya.12
Namun, bahkan dari bahan-bahan yang terbatas yang disediakan dalam Surat Terbuka sudah terbukti bahwa perhatian Lee yang sejati tertuju kepada triteisme. Ironisnya, Surat Terbuka memuat kutipan ini untuk membuktikan bahwa ajaran Lee tidak ortodoks. Apakah penyusun dan penandatangan Surat Terbuka benar-benar ingin mengatakan bahwa ketika Roh itu masuk ke dalam kaum beriman, Bapa dan Anak tertinggal di takhta? Benarkah mereka sungguh-sungguh bermaksud mengatakan bahwa memisahkan ke-Allahan menjadi tiga persona yang terpisah adalah wahyu yang terdapat dalam Alkitab? Jika demikian, maka orang-orang Kristen yang sejati harus prihatin terhadap kepercayaan mereka mengenai Trinitas.
Untuk menjelaskan dengan lebih baik kedudukan GL harus diperhatikan bahwa mereka percaya kepada prinsip yang oleh teolog Robert Govett disebut “Kebenaran Ilahi rangkap dua”, yang berarti wahyu Allah memiliki dua sisi, dan penting sekali untuk menerima dan mengajarkan kedua sisi kebenaran ini sepenuhnya.13 Ini menjelaskan mengapa Lee sering setelah memberi pernyataan yang radikal dan kontroversial, tidak segera memberi penjelasan dengan kualifikasi yang tampak sesuai: ia tidak ingin terlalu cepat memakai satu aspek kebenaran Alkitab (misalnya, aspek Allah itu tiga) untuk mengimbangi, atau melemahkan kekayaan dan kekuatan aspek yang lain (misalnya, aspek Allah itu esa). Sebab itu ia sering mencari kesempatan yang lain untuk mengimbanginya.
Sesungguhnya GL boleh, dan juga seharusnya lebih hati-hati menjelaskan rincian pengajaran mereka yang memancing kontroversi kepada orang-orang Barat yang peka, bagaimanapun harus dijelaskan bahwa mereka sendiri tidak saling berkontradiksi seperti anggapan para kritisi itu. Mereka secara konsisten menyatakan bahwa tiga persona ke-Allahan secara kekal berbeda (distinct) satu sama lain, sementara itu juga dengan konsisten menyangkal bahwa Mereka pernah terpisah (separate) satu sama lain.
Jika penjelasan ini belum juga cukup tuntas, perlu dilakukan penelitian yang lebih lanjut. Bahkan jika kamus Inggris mendefinisikan kedua hal itu sebagai sinonim, masih ada pertanyaan yang penting, bagaimana “gereja lokal” mendefinisikan istilah itu? Namun, American Heritage Dictionary sependapat dengan GL bahwa ada perbedaan makna yang penting dalam pemakaian kedua istilah itu:
1. Definisi yang pertama (dan hanya dapat diterapkan pada pemakaian ini) yang diberikan oleh AHD atas kata “distinct” adalah “mudah dibedakan dari semua benda yang lain, terasing, tersendiri”.
2. Untuk kata “separate” dua definisi pertama AHD adalah relevan: (a) “Dipisahkan; dilepaskan”; (b) “Ada sebagai satuan yang independen, berdiri sendiri.”
Suatu usaha yang cermat untuk memahami tulisan GL berdasarkan istilah mereka sendiri akan menemukan bahwa bahasa yang kedengarannya menunjukkan ciri-ciri modalistik yang kuat sering ditemukan sebagai reaksi terhadap, dan usaha untuk mengoreksi, kecenderungan triteistik yang diyakini Lee dan sekerjanya sedang mereka hadapi di Barat. Memang, beberapa teolog Barat melakukan penelitian yang sama tentang ajaran Injili yang modern,14 dan fakta bahwa perbedaan antara “terpisah” (separate) dengan “berbeda” (distinct) tidak dikenal bahkan oleh teolog dan apologis anti aliran sesat yang terlibat dengan Surat Terbuka, tampaknya akan menguatkan keprihatinan ini.
Tentu saja, sebagian besar orang Kristen Barat bukanlah penganut triteisme yang terang-terangan (percaya bahwa Trinitas tersusun dari tiga Allah yang terpisah). Namun, banyak di antara mereka yang tidak konsisten sehingga tampaknya menganut kepercayaan tentang Allah yang menyiratkan triteisme.
Dalam usaha memelihara keyakinannya atas Kebenaran Ilahi yang bersifat ganda, Lee mengajarkan bahwa “untuk memegang kebenaran alkitabiah dengan benar, kita harus memegang kedua sisi kebenaran itu. Wahyu murni tentang Allah Tritunggal dalam Alkitab menduduki posisi yang penting di antara ekstrem modalisme dan triteisme.”15 Menurut Lee, GL memelihara keseimbangan itu, sedangkan kebanyakan pengajaran Injili tidak. GL menyatakan bahwa inilah yang menyebabkan pengajaran mereka mendapatkan penentangan yang hebat: kaum triteis mungkin akan mengartikan Trinitarianisme yang benar sebagai modalisme, begitu juga kaum modalis akan mengartikan Trinitarianisme yang benar sebagai triteisme.
Kini, pada butir ini GL dan kritisi mereka seharusnya melangkah mundur dan tenang sejenak. Kedua pihak perlu mengenal bahwa “condong” kepada satu pendapat yang ekstrem tidak sama dengan “menganutnya”. Orang Kristen Ortodoks tentu akan setuju dengan Lee bahwa kita perlu menemukan keseimbangan yang tepat antara modalisme dengan triteisme; ini adalah masalah menentukan di mana letak keseimbangan itu, dan hal ini telah menjadi satu masalah yang sulit di sepanjang sejarah gereja. Dalam ortodoksi historis, Ortodoksi Timur lebih banyak “condong” kepada triteisme dan Roma Katolik lebih banyak “condong” kepada modalisme, tetapi tampaknya tidak satu pun dari dua kelompok itu yang dituduh sebagai bidah dalam hal Trinitas. Demikian pula, bisa saja orang mengatakan bahwa GL condong kepada modalisme, tetapi pernyataan bahwa mereka adalah modalis sama sekali tidak dapat didukung.
Bagaimana dengan pernyataan Lee bahwa Anak adalah Bapa dan Roh? Banyak kritisi telah mengambil pernyataan ini sebagai patokan bahwa ia adalah seorang modalis. Karena banyak orang menanggapinya demikian, CRI telah menasihati GL agar tidak lagi mengeluarkan pernyataan seperti itu. Penting sekali kita memahami dengan jelas dan tuntas ajaran suatu kelompok. Tetapi bahkan jika GL mengabaikan nasihat kami, yang penting kebenaran tetap kebenaran, dan ketika Lee menyatakan eksistensi tiga persona yang berbeda secara kekal dalam ke-Allahan, ia menyatakan keyakinannya yang sebenarnya. Selanjutnya, ketika ia menyatakan bahwa Trinitas adalah satu persona bukan berarti ia berkontradiksi dengan dirinya sendiri. Sebaliknya, ia berusaha membela teologi GL dari dampak pemisahan diri (triteisme) yang secara potensial terdapat dalam kata “persona”.
Seperti sudah kita lihat, Lee dengan nyata-nyata mengajarkan bahwa Trinitas terdiri atas tiga persona yang berbeda, tetapi di tempat lain dia terbukti menyatakan kehati-hatian dalam menggunakan istilah itu.16 Misalnya:
Sebenarnya, menggunakan sebutan “tiga Persona” untuk menjelaskan Bapa, Anak, dan Roh juga tidaklah memuaskan karena “tiga Persona” benar-benar berarti tiga persona. Karena itu, Griffith Thomas (yang terkenal karena eksposisinya (ulasannya) atas Kitab Roma) dalam bukunya The Principles of Theology menulis seperti ini tentang Trinitas ke-Allahan: “Istilah ‘Persona’ kadang-kadang juga sukar diterima. Seperti semua bahasa manusia, istilah ini mudah dituduh tidak memadai dan bahkan benar-benar keliru. Istilah ini jelas tidak seharusnya terlalu ditekankan, atau akan mengarahkan kita kepada Triteisme.”17
Kami tidak berani mengatakan bahwa Bapa, Anak, dan Roh adalah tiga persona. Kami juga tidak berani mengatakan bahwa mereka bukan tiga, karena ini benar-benar suatu misteri.18
Tampaknya, kami di dalam komunitas anti aliran sesat dapat belajar sesuatu dari Lee mengenai butir ini. Dalam usaha kami mendefinisikan Trinitas dengan cara yang mudah diserap oleh massa dan akan dengan cepat menghapuskan kesalahan Arianisme (misalnya Saksi Yehova) dan modalisme (misalnya United Pentecostal Church), mungkin kita sudah terlalu bersandar kepada definisi singkat Trinitas seperti “satu Allah dalam tiga persona” atau “tiga persona dalam satu hakiki”.
Menganggap hanya hal ini saja yang perlu kita katakan tentang Trinitas tampaknya terlalu menyederhanakan. Dalam ruang lingkup manusia, di mana kita dapat menemukan orang-orang yang tidak serta merta merupakan satuan yang terpisah dari semua orang lain? Jika kita memberikan hanya rumusan atau penjelasan yang sederhana itu kepada orang Kristen awam, tidak lebih dari itu, perlukah kita terkejut jika mereka menjadi penganut triteisme, sedikitnya dalam pemikiran mereka? Haruskah kita heran jika beberapa dari mereka beralih menjadi penganut triteisme yang terkenal dari guru-guru yang hebat seperti Finis Dake, Jimmy Swaggart, Kenneth Copeland, dan Benny Hinn?
Alkitab tidak menyajikan Trinitas dalam istilah yang sederhana atau lugas. Ada unsur misteri dalam gambaran ke-Allahan yang mungkin sulit untuk dijelaskan seperti ajaran Trinitarian dari Witness Lee! Misalnya, apologis anti aliran sesat Injili akan sering berdebat dengan Saksi Yehova bahwa Alkitab menyamakan Yesus dengan Yehova, dan Yehova (atau Yahweh) adalah nama diri Allah. Berapa banyak dari mereka berhenti dan bergumul dengan fakta bahwa Alkitab memakai satu nama diri untuk ketiga persona Trinitas?19 Selain itu, Alkitab (dan kita orang Kristen, juga mengikuti Alkitab) sering memakai kata ganti orang tunggal “Dia” untuk menyebut Allah Tritunggal dan bukan hanya ditujukan kepada satu persona dalam Trinitas.20
Memang jelas ada makna alkitabiah yang di dalamnya tiga persona Trinitas memiliki identitas personal tunggal: Yahweh, Allah yang memegang perjanjian, yang dengan sepantasnya disebut “Dia”. Menyatakan hal ini bukanlah mengacaukan perbedaan kekal dan ekonomikal yang ada di antara Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Ini justru untuk menyelamatkan kebenaran alkitabiah yang sama pentingnya bahwa mereka membentuk satu “Oknum” yang kekal; satu kebenaran yang menggambarkan mereka sebagai tiga persona yang terpisah (separate), akan mengorbankan kebenaran di aspek ini. Kita yang pernah memakai kata “terpisah” untuk membedakan persona Trinitas patut berterima kasih kepada Witness Lee yang memberikan penjelasan untuk hal ini.
Pemikiran Lee sangat dekat dengan teolog Reformasi Cornelius Van Til yang telah meninggal dunia mengenai butir ini, dan meskipun Van Til dikritik karena pandangannya, tetapi menurut yang saya tahu tidak ada seorang pun yang menuduhnya bidah. Bloger teologi Phil Gons menulis:
Menghindari modalisme dan triteisme sangatlah sulit, sama seperti menghindari legalisme dan antinomianisme. Kesalahan dalam merumuskan doktrin alkitabiah mengenai Trinitas berasal dari keinginan untuk berkata terlalu banyak. Mungkin pendekatan Van Til adalah yang terbaik. Ia membiarkan persoalan yang pelik ini, tetapi mempertahankan kerahasiaan Trinitas dengan mengatakan Allah itu satu, juga tiga. Van Til menentang ide atau gagasan bahwa “Allah” adalah semacam atribut yang dimiliki bersama oleh tiga persona dari Trinitas. Pembelaan [John] Frame atas pendapat Van Til mengenai butir ini cukup memberikan pengertian. Formulasi Van Til sangat membantu dalam menjaga kita dari kecenderungan terhadap modalisme atau triteisme. Allah itu satu dan Allah itu tiga, tetapi dalam artian yang berbeda (dan dengan demikian tidak berkontradiksi). Dalam cara apa, tepatnya Ia satu dan tiga, kita tidak dapat dan tidak seharusnya mengeluarkan pendapat.21
Doktrin Saling Huni yang Jarang Dikenal tetapi Sepenuhnya Alkitabiah
Seperti yang disarankan dahulu, obat terbaik untuk menangkal kecenderungan triteisme adalah memahami doktrin alkitabiah yang penting, yaitu koinherensi (kesaling-hunian). Alasan tiga persona Trinitas tidak bisa dipisahkan adalah keesaan sifat mereka bukan hanya berarti mereka memiliki sifat dan atribut yang sama (seperti umat manusia memiliki atribut manusia yang sama); tetapi juga berarti ada sebagai satu kesatuan dan karena itu tinggal di dalam satu sama lain.
Dalam makalah mereka yang disajikan kepada Fuller, GL menjelaskan tentang koinherensi ini, dan pemaparan mereka cukup jelas:
Sementara kita dengan teguh mempercayai bahwa ketiga persona Trinitas Ilahi ada secara kekal dan berbeda secara kekal, kami juga mengakui bahwa di dalam setiap tindakan yang nyata dan berbeda dari masing-masing persona itu, ketiganya bekerja dengan tidak terpisahkan (namun masih dapat dibedakan) . . . Witness Lee bersandar kepada gagasan [koinherensi] untuk menjelaskan mengapa Alkitab kadang-kadang menyamakan atau menyebut satu hipostasis [persona] Trinitas dengan persona yang lain:
. . . Istilah koinheren yang diterapkan kepada Allah Tritunggal berarti ketiganya — Bapa, Anak, dan Roh — ada di dalam satu sama lain. Pertama-tama, ini berdasar pada perkataan yang diucapkan oleh Tuhan Yesus dalam kitab Injil . . . Selain Yohanes 14:10, pengutaraan yang sama terdapat dalam Yohanes 14:20; 10:38; dan 17:21, 23. Kelima ayat ini semuanya mengacu kepada fakta bahwa Anak dan Bapa ada di dalam satu sama lain pada saat yang sama. Ayat-ayat ini penting untuk bisa memahami misteri hakiki Trinitas Ilahi yang tiga juga satu (The Revelation and Vision of God, 33-35).
Yohanes 14:10 mungkin ayat yang terbaik dalam menangkap nuansa yang halus dari tindakan nyata dan pekerjaan yang tidak terpisahkan yang kita lihat di dalam Trinitas: “Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya.” Karena Anak ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Anak — yaitu, karena Bapa dan Anak saling huni — apa yang nyata-nyata dan jelas-jelas tindakan Anak (apa yang Aku katakan kepadamu) tidak lain adalah pekerjaan Bapa (Bapa yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya). Suatu gambaran pekerjaan yang tidak terpisahkan dari Mereka bertiga dalam tindakan yang berbeda dari Roh dapat ditemukan dalam Yohanes 16:13-15 . . . .
Karena realitas yang ajaib dari saling huni di antara ketiga persona dalam Trinitas, kami percaya Alkitab sering menyamakan hipostases yang satu dengan yang lain, kadang-kadang membingungkan teologi sistematis yang kurang peka terhadap hal-hal yang rinci. Tetapi tidak semua pakar teologi sistematis sama sekali tidak mengerti realitas di dalam ke-Allahan ini:
Kesatuan esens ini menjelaskan fakta bahwa sementara Bapa, Anak, dan Roh Kudus, dilihat dari pribadi Mereka, adalah sesuatu yang berbeda, ada hubungan atau persekutuan antar persona-persona itu, dan ada keadaan di mana satu persona ilahi tinggal di dalam persona ilahi yang lain yang membuat pekerjaan dari persona yang satu diakui . . . sebagai pekerjaan dari yang lain, dan penyataan yang satu terwujud di dalam penyataan yang lain. Pemaparan komunikasi atau hubungan antar Mereka dalam Alkitab mencegah kita untuk menyimpulkan perbedaan yang disebut Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan Mereka itu terpisah-pisah. Komunikasi atau hubungan antar Mereka juga menjelaskan penyebutan Kristus sebagai “Roh”, dan Roh sebagai “Roh Kristus” seperti dalam 1 Korintus 15:45, “Adam yang akhir menjadi Roh Pemberi-hayat”, 2 Korintus 3:17, “Tuhan adalah Roh itu . . .” Persona atau pribadi Trinitas Kudus bukanlah individu yang bisa dipisahkan. Setiap pribadi melibatkan pribadi yang lain; kedatangan yang satu adalah kedatangan yang lain. Jadi, kedatangan Roh pasti melibatkan kedatangan Anak. (A.H. Strong, Systematic Theology, [Old Tappan, N.J.: Revell, 1960, c1907], 332-333)
Demikian pula, kami mengerti bahwa karena koinherensi di dalam Trinitas, Anak yang diberikan kepada kita datang kepada kita dengan membawa dalam setiap tindakan-Nya pekerjaan Bapa Kekal yang tidak terpisahkan, dan karenanya dapat disebut, seperti dikatakan Yesaya, Bapa Kekal. Kita tidak perlu menurunkan nubuat Yesaya menjadi satu kiasan atau metafora dalam Perjanjian Lama, juga tidak sepatutnya kita menetralkan ayat itu dari makna kristianinya, karena sebagai orang Kristen kita memegang ayat ini sebagai nubuat yang diilhamkan oleh Allah mengenai Kristus yang berinkarnasi. Kita malah berharap menguatkan makna tekstual ayat ini, karena kita memahami bahwa Anak yang datang kepada kita dalam inkarnasi ada di dalam Bapa dan bahwa pekerjaan-Nya tidak lain adalah pekerjaan Bapa Kekal.22
Pada butir ini, pernyataan Lee yang dikutip dalam Surat Terbuka, bahwa “. . . seluruh ke-Allahan, Allah Tritunggal, menjadi daging” dapat dipahami dengan lebih baik. Orang yang menyusun Surat Terbuka tampaknya mencoba meyakinkan kami bahwa Lee mengajarkan Patripassionisme Tritunggal yang diperluas dan menyangkal bahwa Anak secara unik berinkarnasi, dengan mengesampingkan ajarannya yang ditulis ulang di atas, bahwa hanya Anak yang menjadi daging, melakukan “langkah kedua” dari ekonomi Allah, mati di kayu salib, dan bangkit dari kematian. Namun, perhatikanlah, kutipan yang disediakan Surat Terbuka tidak menyajikan satu kalimat yang lengkap. Fakta ini sangat berarti atau penting karena dengan hanya mengutip delapan kata dari alinea yang terdiri atas 240 kata, penyusun Surat Terbuka menghalangi pembaca melihat butir penting yang sebenarnya ditulis oleh Lee. Konteks alinea itu dengan jelas dan secara eksklusif membahas koinherensi Tritunggal, dan dalam artian inilah, hanya dalam artian ini, Lee menulis kedelapan kata itu: karena kesatuan Mereka, tidak ada persona dari Trinitas yang pergi ke satu tempat atau melakukan suatu pekerjaan terpisah dari kehadiran dan keterlibatan dua persona lainnya. Bila seorang penulis dituduh berdasarkan kalimat yang tidak lengkap seharusnya perlu minta bantuan pembaca yang lebih teliti; dalam hal ini, penelitian selanjutnya mengungkapkan bahwa pernyataan penulis memang telah dikutip di luar konteksnya.
Saya percaya bukti-bukti yang memadai telah disediakan untuk membebaskan GL dari tuduhan bidah, penyimpangan, kecurangan, kontradiksi dalam hal Trinitas. Sama seperti kami di CRI mengakui bahwa kami sudah salah menuduh GL menganut modalisme, saya yakin kritisi Injili lain yang berpikiran adil dan terbuka terhadap koreksi akan mencapai kesimpulan yang sama terhadap GL. Karena perkara kebenaran tidak berhubungan dengan sejarah perorangan, fakta bahwa GL sering kali memberikan tanggapan secara berlebihan terhadap tuduhan keliru yang sangat jahat semacam itu, tidak membuat tuduhan itu sendiri berkurang jahatnya dan kelirunya dan tidak seharusnya mempengaruhi kesimpulan yang dicapai para pakar Injili mengenai hal ini.23. Seperti yang akan kita lihat, membaca literatur GL secara kontekstual dan cermat, menghasilkan kesimpulan yang tepat sama mengenai kesalahan teologis lain yang dituduhkan dan yang tercantum di dalam Surat Terbuka.
1 Misalnya, lihat abuGian, “The Teachings of Witness Lee of the ‘Local Church’ (Church of Recovery),” The Bereans Apologetics Research Ministry, http://www.thebereans.net /arm-wlee.shtml; “To All Zealous ‘Witness Lee-Teaching’ Followers regarding the ‘Triune God’ Doctrine,” Biblocality, http://www3.telus.net/trbrooks/TeachingsofLC3.htm; juga perhatikan komentar Calvin Beisner dalam Colin Hansen, “Cult Watchers Reconsider: Former Detractors of Nee and Lee Now Endorse ‘Local Churches’,” Bold Bible Teaching, http://www.boldbibleteaching.net/watchmanneeandwitness.html.
2 Witness Lee, “The Revelation and Vision of God” (Anaheim: Living Stream Ministry, 2000) 32-33.
3 Ibid., 19.
4 Kata hubungan di sini mengacu kepada setiap aspek kegiatan Allah Tritunggal sebagai Pencipta, Pemelihara, Hakim, dan Penebus dunia.
5 Witness Lee, The Conclusion of the New Testament [Kesimpulan Perjanjian Baru], Messages 1-20 (Anaheim: Living Stream Ministry, 1997), 20.
6 Lee, Revelation and Vision, 34.
7 Witness Lee, Living in and with the Divine Trinity (Anaheim: Living Stream Ministry, 1990), 9-10.
8 Chris Wilde, “Presentation of Some of the Teachings of Witness Lee concerning Several Key Doctrinal Issues” (draft of a paper prepared for Fuller Seminary, October 2005), 2.
9 Witness Lee, The Crucial Points of the Major Items of The Lord’s Recovery Today (Anaheim: Living Stream Ministry, 1993), 10.
10 Witness Lee, Elders’ Training, Book 3: The Way to Carry Out the Vision (Anaheim: Living Stream Ministry, 1985), 69.
11 A Statement concerning the Teachings of Living Stream Ministry Prepared for Fuller Theological Seminary, 20 Januari 2007, 12-14. (Dokumen ini dimuat di http://www.lctestimony.org/StatementOfTeachings.pdf.)
12 Witness Lee, Lessons on Prayer (Anaheim: Living Stream Ministry, 1981) 239-247.
13 Wilde, 1. Lihat Robert Govett, The Twofoldness of Divine Truth, 5th ed. (Haysville, NC: Schoettle Publishing Company, 2003)
14 Lihat, misalnya, Wayne Grudem, Systematic Theology: An Introduction to Biblical Doctrine (Grand Rapids, Zondervan Publishing House, 1995), 248; Phil Gons, “Are you a Practical Modalist?” PhilGons.com, Thoughts on Theology and Technology, January 19, 2009, http://philgons.com/2008/01/are-you-a-practical-modalist/); dan Rev. James Hastings,M.A.,ed., The Expository Times, vol. 7; October 1895-September 1896 (Ediburgh: T. and T. Clark, n.d.), 153.
15 Lee, The Conclusion of the New Testament, Messages 1-20, 29.
16 Patut diperhatikan bahwa Karl Barth, yang teologinya berpusat pada Trinitas dan yang menolak modalisme, memiliki perhatian yang sama tentang pemakaian istilah persona seperti yang diperlihatkan oleh Lee. Mengenai hal ini, lihat Carl F.H. Henry: God, Revelation, and Authority Volume 5: God Who Stands and Stays, Part One (Wheaton, IL: Crossway Books, 1982), 184.
17 Witness Lee, The Truth Concerning the Trinity (Anaheim: Living Stream Ministry, 1976, 1994), 32.
18 Lee, Revelation and Vision, 21.
19 Bukti-bukti berlimpah, tetapi coba bandingkan Yesaya 44:24 dengan Yohanes 1:3 dan Kejadian 1:2. Jika Yahweh sendiri menciptakan alam semesta, maka Anak dan Roh Kudus, yang bersama Bapa adalah agen dalam penciptaan, tentu adalah Yahweh juga.
20 Lihat, di antara Alkitab yang penuh dengan contoh, Ulangan 4:35-39.
21 Gons, yang dikutip sebelumnya.
22 A Statement Concerning the Teachings of Living Stream Ministry, 9-11.
23 Memang, tanggapan GL yang lebih agresif terhadap tuduhan bidah dan penyimpangan dibandingkan dengan tanggapan kebanyakan kelompok yang lain, dapat dijelaskan dengan sangat baik, karena tuduhan itu salah. Aliran yang benar-benar bidah tampaknya tenang-tenang saja terhadap tuduhan bidah, mungkin karena sampai tingkat tertentu mereka tahu tuduhan itu benar, atau bisa saja, mereka tidak begitu peduli terhadap tuntutan harus alkitabiah dan perhatian mereka terhadap tuduhan itu dengan pandangan umum sebagai titik tolak. Namun, bayangkan jika gereja Anda yang benar-benar ortodoks dituduh bidah atau aliran sesat secara terbuka. Tuduhan semacam itu akan menyakitkan karena tuduhan itu tidak benar dan Anda akan menanggapinya dengan kepekaan aliran Injili. Karena itu, kaum Injili disarankan melihat keadaan masa lalu GL yang suka berdebat dalam terang yang berbeda dan lebih simpatik.
Bagian 3
Menyampaikan Pembahasan
Surat Terbuka:
Mengenai Hakiki Keinsanian
Bagian berikutnya dari Surat Terbuka dimulai dengan judul “Mengenai Hakiki Keinsanian” dan memuat kutipan berikut dari karangan Witness Lee:
“Kristus memiliki dua sifat atau hakiki, insani dan ilahi, dan kita juga demikian; kita berasal dari hakiki insani, tetapi ditudungi dengan hakiki ilahi. Ia adalah Manusia-Allah, dan kita adalah banyak manusia-Allah. Ia adalah tabut yang terbuat dari kayu dan disalut dengan emas, dan kita adalah papan-papan yang terbuat dari kayu dan disalut dengan emas. Dalam jumlah, kita berbeda; tetapi dalam hakiki, kita persis sama.”
Witness Lee, The All-Inclusive Christ
(Anaheim: Living Stream Ministry, 5th ed., 1989), 103
“Allah dapat berkata kepada kaum beriman-Nya, ‘Aku ilahi dan insani,’ dan kaum beriman-Nya bisa menjawab, ‘Terpujilah Engkau, Tuhan. Engkau ilahi dan insani, dan kami insani dan ilahi.’”
Witness Lee, The Triune God to Be Life to the Tripartite Man
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1990), 51-52
“Beban saya adalah menunjukkan kepada Anda dengan jelas bahwa ekonomi Allah dan rencana Allah adalah membuat diri-Nya menjadi manusia dan membuat kita, makhluk ciptaan-Nya, menjadi ‘Allah’, sehingga Ia ‘dimanusiakan’ dan kita ‘di-Allahkan’. Akhirnya, Ia dan kita, kita dan Dia, semuanya menjadi manusia-Allah.”
Witness Lee, A Deeper Study of the Divine Dispensing
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1990), 54
“Kita, kaum beriman, dilahirkan dari Allah. Apa yang dilahirkan dari manusia adalah manusia, dan apa yang dilahirkan dari Allah tentu adalah Allah. Kita dilahirkan dari Allah, karena itu, dalam artian ini, kita adalah Allah.”
Ibid, 53
“Karena Bapa, Anak, dan Roh adalah satu dengan Tubuh Kristus, kita dapat mengatakan bahwa Allah Tritunggal sekarang adalah Allah “empat dalam satu”. Keempatnya adalah Bapa, Anak, Roh, dan Tubuh. Tiga dari Trinitas Ilahi tidak bisa dicampuradukkan atau dipisahkan, dan empat dalam satu juga tidak bisa dipisahkan atau dicampuradukkan.”
Ibid., 203-204
Seperti bagian yang lalu, bagian Surat Terbuka yang ini tidak lain berisi sederet kutipan yang tampaknya tidak ortodoks dari Witness Lee, tanpa menyediakan komentar atau konteks penjelasan dari ajaran Lee. Saya merasa lebih mudah bersimpati kepada penyusun Surat Terbuka dalam bagian yang lalu, di mana sebelum melakukan riset yang mendalam, seseorang dapat dengan masuk akal menyimpulkan bahwa Lee mengajarkan modalisme. Namun, kutipan ronde kedua dari karya-karya Lee ini tidak dengan tepat mewakili atau menggambarkan ajaran yang salah, dan karena itu tidak memadai untuk membuktikan sesuatu.
Kalau perkataan semacam itu diucapkan oleh guru Zaman Baru (New Age) atau Hindu, itu adalah non-Kristen dan penyembah berhala; kalau perkataan semacam itu diucapkan oleh kaum Mormon atau kaum Armstrong, itu adalah orang Kristen palsu dan bidah; kalau perkataan itu diucapkan oleh guru Word of Faith (Sabda Iman) atau Latter Rain (Hujan Zaman Akhir), sebaik-baiknya itu adalah pengajaran yang menyimpang. Tetapi kalau perkataan itu diucapkan oleh bapa gereja Yunani kuno dan teolog Ortodoks Timur, itu akan diterima sebagai yang ortodoks. Menerbitkan kutipan-kutipan ini sebagai bukti ajaran yang tidak ortodoks, tanpa menyediakan konteks dan definisi istilah-istilahnya, benar-benar tidak ilmiah, bersifat sensasional, tidak bertanggung jawab, dan tidak dapat dipertahankan, dan tuduhan ini sebenarnya tidak terkait dengan apa yang diajarkan GL tentang hakiki keinsanian.
Para penyusun surat itu mungkin menjawab bahwa dokumen ini hanyalah merupakan satu surat terbuka kepada GL dan karena itu tidak perlu menyediakan konteks dari pernyataan Lee. Namun, isi surat ini baru bernilai bila ini merupakan surat pribadi, dan bukan surat terbuka. Ini bukan hanya sebagai surat terbuka, bahkan para penyusunnya mengumumkan eksistensi surat ini dengan mengadakan siaran pers, memuatnya dalam laman (web) dan secara agresif menyebarkannya di kalangan kaum Injili, dan dengan jelas-jelas memakainya — dan membiarkan orang lain juga memakainya — sebagai bahan polemik melawan GL.
Begitu kita berusaha memahami ajaran GL mengenai hakiki keinsanian dalam konteksnya, kita menemukan satu keadaan yang serupa dengan apa yang kita temukan dalam bagian yang lalu, di mana kita melihat ajaran mereka mengenai hakiki Allah sudah disalahpahami dan disalahtafsirkan. Sekali lagi, suatu perbedaan penting antara Trinitas ontologis dengan Trinitas ekonomikal yang dikemukakan Lee berulang-ulang, ketika dia mengajarkan pokok bahasan ini sepenuhnya luput dari perhatian mereka atau mereka abaikan. Selain itu, ternyata ajaran GL tentang deifikasi manusia serupa dengan ajaran Ortodoksi Timur, tetapi tidak begitu serupa dengan contoh-contoh yang dikutip di atas. Faktor-faktor ini, — perbedaan ontologis/ekonomikal dan keserupaan dengan Ortodoks Timur — kemudian menempatkan pernyataan Lee jauh dari wilayah bidah dan dengan kokoh menempatkan pernyataan Lee di wilayah ortodoksi, entah orang setuju atau tidak atau menganggap mereka tepat secara alkitabiah atau tidak.
Perbedaan Esensial-Ekonomikal — Luput Lagi!
Pekerjaan anti aliran sesat atau membela kebenaran pengajaran telah memberi sumbangan pelayanan yang sangat penting terhadap Tubuh Kristus; ada beberapa orang Kristen belum bisa mengapresiasi kepentingan pekerjaan membela kebenaran pengajaran, menganggapnya hanya semacam “pemburu bidah”, sebab itu orang yang menjeburkan diri dalam pekerjaan ini selalu harus melakukan pembelaan terhadap pekerjaannya. Namun kalau orang melakukan penelitian anti aliran sesat mengutip suatu pernyataan sepotong-sepotong dengan tidak ada konteksnya, menggali pembicaraan seorang pengajar yang kelihatannya bidah atau berita jeleknya, untuk menciptakan hasil yang menggemparkan publik, supaya orang banyak melawan pengajar ini dan kelompoknya, perbuatan ini adalah “pemburu bidah” yang rendah. Meskipun saya menghormati banyak orang yang terlibat dalam Surat Terbuka ini, juga tidak menganggap pekerjaan mereka yang lampau adalah “pemburu bidah”, tetapi cara mereka menangani “deifikasi” (ajaran menjadi Allah), membuat saya sulit membela mereka.
Tiga buku Lee yang dikutip oleh Surat Terbuka, dua buku di antaranya mengatakan “deifikasi” sepintas saja, sebab itu dikutip tidak lebih dari satu kali. Namun buku “A Deeper Study of the Divine Dispensing” (Pelajaran Lebih Dalam tentang Penyaluran Ilahi) dikutip sebanyak tiga kali. Buku ini memberi pandangan GL yang lengkap terhadap permasalahan ini. Masih ada beberapa buku yang boleh atau seharusnya dibaca oleh penyusun surat itu.
Dalam kutipan berikut, yang meliputi satu dari tiga kutipan yang dimuat oleh Surat Terbuka dari Deeper Study, harap diperhatikan bahwa mereka berhenti mengutip Lee segera sebelum dia menjelaskan bahwa dia tidak mengajarkan bidah. Saya menambahkan cetak tebal pada bagian yang mereka pilih dan kutip, lalu memakai cetak miring untuk menunjukkan bagian yang mereka pilih untuk membuangnya:
Kita, kaum beriman, dilahirkan dari Allah. Apa yang dilahirkan dari manusia adalah manusia, dan apa yangdilahirkan dari Allah tentu adalah Allah. Kita dilahirkan dari Allah, maka, dalam artian ini, kita adalah Allah. Namun, kita harus tahu bahwa kita tidak berbagian dalam Persona Allah dan tidak bisa menerima penyembahan orang. Hanya Allah sendiri yang memiliki Persona Allah dan dapat disembah oleh manusia.1
Sayangnya, bagi kaum Injili yang sudah mencantumkan namanya pada Surat Terbuka atau mendukung Surat Terbuka, keadaannya semakin buruk. Dalam alinea segera setelah alinea yang dikutip Surat Terbuka, pernyataan penting berikut ini (dicetak miring) diabaikan oleh para penyusun surat itu:
Tujuan akhir Allah adalah menggarapkan diri-Nya ke dalam kita sehingga Ia bisa menjadi hayat kita dan segala sesuatu bagi kita sehingga suatu hari kita bisa menjadi Dia. Tetapi ini tidak berarti kita dapat menjadi bagian dari ke-Allahan dan menjadi sama seperti Allah yang unik. Kita harus mengenal bahwa meskipun kita lahir dari Allah dan memiliki hayat Allah untuk menjadi anak-anak Allah, rumah-Nya dan keluarga-Nya, kita tidak memiliki bagian dalam kedaulatan-Nya atau Persona-Nya dan tidak dapat disembah sebagai Allah.2
Jika para penyusun surat itu melanjutkan penelitian atas seluruh ajaran Lee tentang deifikasi manusia, mereka akan menemukan penjelasan yang sama berkali-kali. Berikut beberapa contoh lain (yang dicetak miring):
Beberapa bapa gereja sebermula memakai istilah deifikasi untuk menggambarkan kaum beriman berbagian dalam hayat ilahi dan sifat Allah, tetapi tidak dalam ke-Allahan. Kita manusia perlu dideifikasi, dijadikan seperti Allah dalam hayat dan dalam sifat, tetapi mengatakan kita dijadikan seperti Allah dalam ke-Allahan-Nya, adalah satu bidah yang besar. Kita adalah Allah bukan dalam ke-Allahan-Nya, tetapi dalam hayat, sifat, unsur, esens, dan citra-Nya. (penekanan pertama terdapat dalam tulisan aslinya).3
Dalam pernafasan rohani kita dengan melatih roh kita, kita menikmati, menerima, dan menyerap substansi ilahi dengan esens ilahi, unsur ilahi, dan ekspresi ilahi. Ini akan membuat kita dideifikasi, yaitu disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk dijadikan Allah dalam hayat dan sifat, tetapi bukan dalam ke-Allahan. Dalam hal ini kita bisa berkata bahwa deifikasi kaum beriman adalah suatu proses yang akan rampung dalam Yerusalem Baru.4
Di satu pihak, Perjanjian Baru mewahyukan bahwa ke-Allahan itu unik dan hanya Allah, satu-satunya yang memiliki ke-Allahan, yang harus disembah. Di pihak lain, Perjanjian Baru mewahyukan bahwa kita, kaum beriman dalam Kristus, memiliki hayat dan sifat Allah dan bahwa kita menjadi Allah dalam hayat dan sifat, tetapi tidak mungkin memiliki ke-Allahan seperti Dia.5
Sepintas, orang yang tidak yakin bisa saja dengan logis bertanya, “Bagaimana kaum beriman tidak bisa berbagian dalam ke-Allahan jika mereka berbagian dalam hayat dan sifat Allah?” Namun, jawabannya menjadi jelas ketika membaca pembicaraan Lee, serta membaca definisinya sendiri tentang istilahnya sendiri. Ketika Lee menyinggung “Allah yang melalui proses”, ia dengan jelas berbicara tentang Trinitas ekonomikal. Trinitas inilah yang menjadi “empat dalam satu”, dalam arti tertentu. Tidak ada perubahan dalam Trinitas esensial atau ontologis (yaitu yang disebut ke-Allahan oleh Lee) dengan deifikasi kaum beriman, sama seperti tidak ada perubahan dalam Trinitas ontologis dengan adanya inkarnasi Kristus. Menurut GL, dalam penggenapan ekonomi Allah atau rencana keselamatan Allah, ada satu proses yang meliputi langkah-langkah yang progresif yang di dalamnya Allah Bapa terwujud di dalam Putra dalam inkarnasi, Kristus direalisasikan sebagai Roh dalam kebangkitan, dan terakhir Allah Tritunggal ternyata di dalam gereja yang dimuliakan; tetapi dalam hakiki esensial-Nya, atau ke-Allahan-Nya, Tuhan selamanya tidak berubah.
Ini tidak hanya masuk akal dari ajaran Lee, tetapi dia dengan jelas menyatakannya di berbagai tempat. Misalnya: “Proses yang dilalui oleh Allah Tritunggal untuk menjadi Roh pemberi-hayat adalah perkara yang ekonomikal, bukan yang esensial. Perubahan pada diri Allah hanya bisa terjadi secara ekonomikal, tidak pernah secara esensial. Secara esensial, Allah kita tidak berubah. Dari kekekalan sampai kekekalan Ia tetap sama dalam esens-Nya. Tetapi dalam ekonomi-Nya Allah Tritunggal telah berubah dalam arti mengalami proses.”6 Perbedaan-perbedaan dalam teologi ini sudah dinyatakan dengan jelas, kalau hanya luput dari perhatian pendukung anti aliran sesat yang tidak profesional, itu masih bisa dipahami; tetapi jika teolog yang senior yang menandatangani Surat Terbuka itu juga luput memperhatikannya, ini sulit untuk dimengerti. Namun mungkin ada orang lain terlibat dalam penyusunan surat itu. Sebab itu kalau penyusun surat ini tidak diketahui, maka perbuatan mengutip karangan orang lain sepotong-sepotong dengan tidak ada konteksnya ini akan membuat seluruh pakar dicurigai.
Doktrin Protestan yang Berimbang
dengan Deifikasi Ortodoks Timur
Sesungguhnya, doktrin GL tentang deifikasi hanyalah pandangan yang lebih mistis sifatnya dari pengudusan dan pemuliaan kaum beriman daripada yang biasa didengar oleh aliran Protestan Injili, tetapi doktrin ini memiliki latar belakang dan bukti dalam sejarah gereja dan memiliki lebih banyak kesamaan dengan kepercayaan Injili yang utama mengenai pokok-pokok bahasan ini, hanya GL memilih istilah yang tidak lazim, dan yang baru kali pertama diusulkan. Deifikasi GL jelas lebih “dekat atau akrab dengan Protestan” dibandingkan dengan pandangan Ortodoks Timur terhadap deifikasi.
Kesatuan dengan Allah atau deifikasi ini berdasar pada penebusan Kristus yang yuridis. Hal ini melibatkan atau mencakup pembenaran oleh anugerah melalui iman di dalam Kristus dan penerimaan Roh Kudus. Melalui Roh yang berhuni, kaum beriman diinfus dengan hayat Allah, yang dengannya mereka secara organik disatukan dengan Kristus dan dengan anggota-anggota Tubuh mistikal-Nya, gereja. Kesatuan organik ini maju atau berkembang melalui “satu proses yang meliputi kelahiran kembali, pengudusan, pembaruan, pengubahan, penyerupaan, dan pemuliaan.”7
Sementara pandangan GL mengenai mengerjakan keselamatan di dalam Kristus sampai mencapai pemuliaan tahap akhir dari kaum beriman mencakup unsur-unsur atau penekanan yang tidak dikenal dan menimbulkan ketidaknyamanan pada kaum Injili (seperti kasus Kaum Injili terhadap pandangan Ortodoks Timur), pandangan GL ini juga memiliki banyak kesamaan dengan karya teologis standar mengenai hal ini. Dalam berbagai aspek, tidak ada satu pun yang tidak sesuai dengan teologi Kristen yang baik (benar) (misalnya, doktrin tentang Allah yang sempurna), Kristologi, pneumatologi, soteriologi, dan eskatologi.
Dalam makalah yang mereka siapkan untuk Fuller, GL terhadap proses ini lebih lanjut menjelaskan hakiki dan batas-batas deifikasi manusia:
Sekali lagi, ini mengenai perbedaan dalam ke-Allahan antara apa adanya Dia secara imanen dan apa yang Dia lakukan secara ekonomikal. Dia sendiri adalah Allah dengan pekerti diri-Nya sendiri dan eksistensi-Nya sendiri; kita dijadikan Allah dengan pekerti kesatuan kita dengan Dia dan partisipasi kita dalam Dia yang secara unik adalah Allah. Karena Allah tidak dapat “ditransfer”, maka manusia tidak pernah bisa mengambil bagian dalam ke-Allahan; kita tidak mungkin bisa menjadi yang keempat dalam Trinitas; kita tidak mungkin disembah sebagai Allah. Karena manusia tidak pernah kehilangan atributnya sebagai makhluk ciptaan, kita tidak akan pernah menjadi Sang Pencipta. Kita selamanya akan memiliki bentuk manusia dan sifat manusia; jadi, kita tidak akan pernah menjadi yang mahaada. Kita selamanya akan memiliki kemampuan mental yang terbatas seperti yang diberikan saat manusia diciptakan; karena itu, kita tidak akan pernah menjadi yang mahatahu. Allah adalah Allah baik di luar ciptaan maupun di dalam ciptaan; kita, manusia, paling-paling disatukan dengan Allah dan menjadi Allah dalam batasan atau belenggu penciptaan. . .
Tentu saja, ini adalah gagasan Kristen klasik tentang deifikasi, yang secara umum diterima di seluruh gereja Kristen pada abad-abad permulaan. Dengan sangat berwibawa Athanasius (d 373) menyatakan, “Karena Ia dijadikan manusia supaya kita bisa dijadikan Allah” (de Incarn. 54.3) . . . Gagasan deifikasi secara umum telah diabaikan dalam kekristenan Barat, dan karena alasan itu gagasan ini biasanya dipandang dengan penuh curiga oleh Kristen Protestan dan hanya sedikit diakui oleh Roma Katolik. Namun, orang Kristen dalam tradisi Timur, tidak pernah meninggalkan gagasan bahwa deifikasi nyatanya merupakan makna sepenuhnya dan dampak atau pengaruh keselamatan Allah. Bagaimanapun, tidak seperti kaum Ortodoks Timur, kami di gereja-gereja lokal tidak memahami deifikasi sebagai hasil dari sakramen, liturgi, dan upacara lain. Sebaliknya, kami percaya bahwa kami menjadi Allah melalui operasi atau pekerjaan anugerah, yang kita terima melalui kenikmatan kita sehari-hari atas firman Allah, melalui doa, dan melalui persekutuan dengan kaum beriman di banyak perhimpunan gereja. Kita dijadikan Allah melalui mengambil bagian dalam Kristus dan usaha kita memperhidupkan Kristus oleh anugerah dalam hidup kita sehari-hari dalam gereja. Sementara beberapa orang menyuarakan keprihatinan tentang pandangan kami terhadap keselamatan seperti deifikasi, kebanyakan pembaca yang terpelajar dari ministri kami menyadari bahwa kami memegang pandangan yang sepenuhnya ortodoks terhadap kebenaran yang mustika ini, bahkan sekalipun hal ini saat ini tidak ada dalam arus utama pemikiran Protestan . . .8
Suatu Permintaan yang tidak Realistis
dan tidak Beralasan
Apa yang menjadi jelas dengan membaca karya teologis kontemporer yang diterbitkan oleh GL adalah kepemimpinan mereka saat ini tetap setia kepada doktrin khusus pergerakan ini sama seperti Witness Lee. Karena itu, “seruan” Surat Terbuka “kepada para pemimpin Living Stream Ministry dan ‘gereja-gereja lokal’ untuk menyangkal dan berhenti menerbitkan pernyataan ini dan yang serupa dengannya” dari Witness Lee tidaklah realistis dan tidak masuk akal. Mereka tidak akan dan tidak perlu menyangkal doktrin khusus yang dengan teguh mereka percayai bukan hanya sesuai dengan Alkitab (alkitabiah), tetapi juga memperkaya jemaat mereka sendiri dan secara potensial memperkaya anggota Tubuh Kristus yang lain juga. Dan mengapa mereka harus menyangkalnya? Seperti telah kita lihat, tidak ada yang bidah dari ajaran mereka mengenai hakiki Allah dan manusia, dan siapa yang mengatakan mereka tidak memberikan sumbangan kepada anggota Tubuh Kristus dalam bidang ini?
Sementara saya secara pribadi tidak nyaman dengan pemakaian istilah seperti deifikasi dan manusia-Allah untuk kaum beriman, tetapi terbukti oleh saya bahwa GL sudah mempelajari, memikirkan, dan mendoakan dengan sungguh-sungguh hakiki pemuliaan dan rencana mutakhir Allah untuk manusia dibandingkan dengan tradisi kebanyakan orang Kristen. Mereka punya hak yang sama untuk percaya bahwa mereka memiliki pemahaman yang mendalam atas aspek wahyu Allah ini seperti kepercayaan yang dimiliki aliran Baptis tentang baptisan orang beriman, kepercayaan yang dimiliki aliran Presbiterian tentang perjanjian Kudus dalam gereja hari ini, kepercayaan yang dimiliki aliran Episkopal mengenai penggantian rasul, kepercayaan yang dimiliki aliran Pentakosta tentang pentingnya baptisan Roh, kepercayaan yang dimiliki aliran Methodis tentang pentingnya kekudusan, kepercayaan yang dimiliki aliran dispensasional tentang hermeneutik literal (penafsiran Alkitab secara harfiah), kepercayaan yang dimiliki gereja rumahan tentang kehidupan Tubuh, dan sebagainya.
Pemakaian yang Keji dari Standar Ganda
Dapatkah Anda bayangkan bagaimana sombongnya dan pemecah belah jika “lebih dari 60 pakar Kristen Injili dan pemimpin ministri dari tujuh negara” menandatangani sebuah surat terbuka yang meminta pihak administrasi dan fakultas Dallas Theological Seminary “menyangkal pernyataan yang tidak ortodoks dari pendiri mereka”? Setelah itu, beberapa orang Injili percaya bahwa aliran dispensasional klasik seperti yang diajarkan oleh Lewis Sperry Chafer menyimpang dari ortodoksi sama seriusnya seperti kaum Injili yang lain percaya bahwa ajaran GL tentang deifikasi menyimpang dari ortodoksi. Atau, mengapa tidak menanggulangi kaum Episkopal dalam doktrin mereka tentang baptisan kelahiran kembali, atau kaum Lutheran dalam kepercayaan mereka atas “kehadiran yang sejati” dari tubuh dan darah Kristus “di dalam, dengan, dan di bawah” Ekaristi, atau aliran Nazaret dalam kepercayaan mereka kepada “Berkat Kedua”? Jika kaum Injili secara umum mau mentoleransi perbedaan doktrinal dari kelompok-kelompok seperti ini sekalipun mereka percaya bahwa perbedaan semacam itu tidak alkitabiah dan dapat dengan negatif mempengaruhi doktrin yang esensial, lalu mengapa GL tidak diperlakukan dengan pertimbangan yang sama?
Saya menyimpulkan, jawabannya ada dua, yaitu:
1. GL diketahui memiliki riwayat yang berhubungan dengan hukum dan pengadilan dalam menanggapi kaum Injili yang menuduh mereka sebagai aliran sesat atau yang semacam aliran sesat, dan ini telah menciptakan permusuhan yang umum di kalangan banyak kelompok Injili terhadap GL yang mendorong mereka memperlakukan GL secara berbeda (lebih kritis, kurang kasih, dan kurang cermat) daripada perlakuan mereka terhadap kelompok Kristen yang lain.
2. Bahkan yang lebih mendasar, GL diperlakukan secara berbeda karena mereka memang berbeda dengan yang lain.
Watchman Nee dan Witness Lee tidak mengikuti, dan banyak pemimpin GL saat ini juga tidak mengikuti warisan Barat yang sudah mendominasi sejarah gereja dan telah mempengaruhi bukan hanya pendekatan orang Barat, tetapi juga pandangan orang-orang yang mereka palingkan dan jadikan murid terhadap segala hal yang kristiani hari ini. Inggris bukanlah bahasa pertama dari para pemimpin semacam itu. Di China mereka menderita dan terus mengalami penganiayaan yang berat, dan sangat terbatas dalam membaca pustaka Kristen atau mengikuti pelatihan. Ketika anggota GL pindah ke Amerika, saat berkontak dengan kalangan Kristen Barat, kedua belah pihak sama-sama tidak ada persiapan dalam psikologi mereka. Bagi orang Barat, sikap mereka terhadap kekristenan, bahkan ketika diwakili oleh para pengikut orang Barat, tetap berciri khas China; gaya China ini asing bagi orang Barat, sehingga tidak peduli itu nyata atau tidak, dengan sendirinya timbul pikiran ini adalah aliran sesat. Bagi GL, setiap pendapat yang mengatakan bahwa mereka adalah aliran sesat dan guru mereka yang terhormat adalah pemimpin aliran sesat merupakan suatu serangan yang menyakitkan. Mereka menyerang balik untuk membela kedudukan kristiani mereka yang sah dan sumbangan khusus yang mereka percaya dapat mereka berikan untuk Tubuh Kristus yang lebih besar.
Dalam usaha-usaha pada saat berdialog, perbedaan bahasa dan budaya sering merintangi kemajuan. Witness Lee dan pemimpin lain yang juga orang China, begitu pula orang-orang Barat yang berpaling dan mengikuti mereka, dengan keadaan tidak memiliki latar belakang Injili, mungkin tidak memahami dampak pemakaian kata-kata dan frase tertentu terhadap kaum Injili Barat yang paham soal aliran sesat, yang tidak mau menyatakan keabsahan istilah yang dulu sudah mereka temukan dalam aliran sesat. Sementara itu, GL tidak mau mundur dari ajaran mereka yang mereka yakini diberikan oleh Allah kepada mereka. Mereka menolak untuk mengubah istilah-istilah mereka dan biasanya tidak mau meninggalkan jalan mereka untuk menyiapkan konteks yang menyeimbangkan ajaran mereka. Sikap keras kepala ini dengan keliru dianggap oleh para apologis kaum Injili sebagai penolakan terhadap ortodoksi. Jadi, keadaan GL yang sering tampak hampir keluar jalur dan kelihatan seperti aliran sesat, dan para peneliti anti aliran sesat yang tidak tuntas dan bijaksana atau adil dalam pendekatan mereka terhadap GL, menimbulkan perasaan buruk yang umum di kedua pihak dan keadaannya semakin memburuk sampai yang terlihat hari ini.
Sisi Lain dari GL
Namun, ada satu sisi lain dari GL yang tidak dilihat banyak orang Kristen Barat. Setelah menanggapi usul mereka untuk berdialog, Hank Hanegraaff, Gretchen Passantino (direktur Answers in Action dan salah satu peneliti CRI di masa lalu dan penulis tentang GL), dan saya mendapat kehormatan untuk menyaksikan sisi yang menyenangkan itu secara terbuka baik di Barat maupun di Timur, termasuk di kota-kota dan propinsi-propinsi di China.
Setelah meluangkan waktu yang cukup untuk mempelajari bahan-bahan GL menurut konteksnya, berdialog dengan para pemimpin dan anggotanya, dan mengamati mereka saat menempuh hidup sebagai orang Kristen secara perorangan maupun menempuh hidup gereja secara korporat, Anda akan mencapai kesimpulan yang tidak bisa dibantah: kelompok ini bukan hanya orang Kristen, lebih-lebih dalam banyak hal adalah kelompok Kristen yang teladan. Mereka adalah persekutuan orang beriman dengan satu komitmen kepada Kristus dan pemuridan yang membuat kebanyakan kelompok Kristen Barat merasa malu. Mereka sudah diuji oleh api penganiayaan, telah bertahan, dan hasilnya, diserupakan dengan gambar Kristus sampai tahap memberi kesan yang dalam terhadap orang lain. Kasih mereka kepada Yesus begitu menggugah. Hidup mereka yang penuh pengorbanan sangat mengharukan.
Dalam kunjungan selama sembilan hari menyusuri pantai timur China Oktober 2008, Hank dan saya benar-benar terkesan dengan roh dan kesaksian kaum beriman yang berseri-seri yang menceritakan bagaimana Tuhan menopang mereka melalui tahun-tahun di penjara (dalam satu kasus, seseorang telah dipenjara selama 24 tahun) karena mengakui nama Yesus, memberitakan Injil, atau mengadakan kebaktian. Bahkan ketika kami ada di sana, lebih dari empat ratus orang, termasuk mahasiswa dan pekerja dewasa yang mengadakan acara “Dapatkan Anak Muda” di Beijing dan anggota-anggota gereja yang menghadiri kebaktian Hari Tuhan di Hangzhou, ditahan dan diinterogasi. Para mahasiswa segera dibebaskan, tetapi beberapa pemimpin gereja di Hangzhou dikirim ke tempat tahanan kerja paksa untuk “dididik kembali” selama satu sampai satu setengah tahun.
Selain komitmen yang teguh terhadap Kristus dalam perkataan dan kelakuan yang umum terlihat di antara jemaat GL, mereka pada umumnya sangat memperhatikan doktrin yang baik, dan sadar tentang aliran sesat, dan berusaha menghadapinya dengan cara mereka sendiri. Itulah sebabnya bila mereka disebut aliran sesat, mereka sangat prihatin.
Dalam opini saya, setelah tiga puluh tujuh tahun mengevaluasi hal-hal seperti itu (tiga puluh tiga tahun dalam ministri sepenuh waktu), GL adalah orang-orang Kristen otentik dan mencari kehendak Allah dalam wilayah dunia yang genting di mana mereka mewakili salah satu persekutuan Kristen terbesar (dalam perhitungan kasar, ada satu juta anggotanya di China; mungkin dua juta di seluruh dunia, kebanyakan di negara-negara di benua Asia).
Dari apa yang dilihat oleh Hank dan saya, Allah memakai GL dengan hebat dalam suatu kebangunan rohani yang baru-baru ini melanda China. Misalnya, dalam kebaktian hari Minggu, yang kami hadiri dan berlangsung dari pukul 9 pagi sampai pukul 2 siang, gereja di Nanjing (berlokasi di Propinsi Jiangsu, yang memberikan kebebasan khusus kepada GL untuk berhimpun dan menyembah), tempat sidangnya yang berlantai dua penuh dengan orang. Setelah kebaktian utama, orang-orang muda berusia sebaya mahasiswa, kebanyakan belajar di universitas lokal, memenuhi lantai dua, lalu mereka dibagi menjadi beberapa kelompok. Hank duduk di salah satu kelompok itu didampingi penerjemah dan saya duduk di kelompok lain. Dari tangan yang diacungkan jelaslah bahwa dalam kelompok saya tidak ada yang lebih dari enam tahun menjadi orang Kristen, dan beberapa dari mereka belum bertobat, tetapi mereka ditarik oleh vitalitas dan tujuan rohani yang dapat mereka rasakan dalam orang-orang Kristen GL yang mereka kenal melalui kontak satu lawan satu. (di Propinsi Jiangsu pemberitaan Injil di luar gedung gereja masih dilarang). Orang-orang dewasa muda itu menceritakan kekosongan rohani yang mereka alami di bawah Komunisme dan tekanan yang mereka rasakan sebagai anak-anak dengan dua orang tua dan empat kakek-nenek yang menggantungkan harapan atas diri mereka (anak atau cucunya) — lebih-lebih persentase mahasiswa yang benar-benar bisa bekerja setelah lulus hanya empat puluh persen. Menjelang akhir kebaktian hari itu, lebih dari empat puluh mahasiswa itu berbaris, antri untuk dibaptis, termasuk satu orang yang baru beroleh selamat setelah mendengar kesaksian Hank.
Hank dan saya sama-sama yakin bahwa siapa saja yang memiliki kehendak yang baik — tidak peduli betapa mencurigakannya penampilan luar GL — yang memiliki pandangan yang memadai atas GL seperti yang kami miliki, akan diyakinkan atas kepercayaan kristiani mereka yang ortodoks dan otentik. GL hanya mencari kekristenan dari latar belakang yang berbeda daripada yang dilakukan oleh orang lain di Barat, dan hal ini dapat membuat mereka tampak aneh dan mencurigakan bagi kami.
Dalam dunia tidak ada satu kebudayaan yang berasal dari kepercayaan terhadap Kristus. Latar belakang permulaan agama Kristen adalah kebudayaan Yunani Romawi dari agama lain, dan latar belakang semacam ini memberi pengaruh yang positif dan negatif terhadap pemikiran dan tradisi agama Kristen. Karena penyebaran anugerah Allah secara umum, kebudayaan Yunani Romawi memberi sarana yang efektif terhadap penelitian teologi gereja, tetapi dosa umat manusia yang ada dalam kebudayaan ini, pernah menjadi titik kebutaan dalam gereja. China dalam ribuan tahun memiliki kebudayaan dan peradaban yang klasik dan tinggi, tetapi juga sama dengan peradaban yang maju mana pun, dengan pandangan keduniawian dan pengaruh Barat mempunyai jarak yang sangat besar. Namun, di dalamnya tentu tetap ada anugerah Allah secara umum, juga tidak terluput dari faktor dosa umat manusia.
Pengamatan saya setelah membaca sejarah China dan kemajuan Injil di sana, juga setelah bertahun-tahun yang lalu membaca karya-karya Watchman Nee, dan sekarang sesudah benar-benar berada di China dan berinteraksi dengan lusinan orang Kristen China, menunjukkan bahwa orang China memiliki keseriusan dan rasa lapar yang tidak ada tandingannya terhadap kebenaran dan realitas rohani. Dengan kata lain, bahkan meskipun ini adalah “kesaksian yang sejati”, menurut rasul Paulus, bahwa orang Kreta zaman dulu menghasilkan “pembohong, binatang buas, pelahap yang malas” dan karena itu orang Kristen di Kreta perlu dicela dengan keras (Titus 1:12-13), maka tampaknya sah-sah saja mengatakan bahwa China menghasilkan lebih banyak murid Yesus Kristus yang sepenuhnya berdedikasi, serius, dan ibadah.
Pergerakan GL adalah contoh yang terbaik atas hal ini. GL di China mungkin kekurangan dalam pelatihan teologis, tetapi rasa lapar mereka untuk mengenal apa yang disebut gereja Perjanjian Baru, lalu menampilkan gereja Perjanjian Baru, dapat dirasakan dan telah menguatkan mereka melalui penganiayaan yang berat selama beberapa dasawarsa.
Peranan Literatur Anti Aliran Sesat Barat dalam Tekanan terhadap Sekte-sekte Agama
Pergerakan itu dianiaya dengan hebat dari awal Revolusi Komunis dan bahkan lebih hebat lagi selama Revolusi Kebudayaan, tetapi dalam dasawarsa belakangan ini penganiayaan yang mereka alami dipicu oleh kritik yang diterbitkan dalam literatur kaum Injili Barat anti aliran sesat. Ini bukan hanya satu pernyataan yang dikeluarkan oleh GL, tetapi sudah dipastikan oleh CRI yang menanyai otoritas China tingkat tinggi yang bertemu dengan kami ketika kami berkunjung ke sana.
Pemerintah China tidak mengabaikan literatur Injili Barat. Siapa saja, bahkan yang hanya sepintas mengenal peristiwa-peristiwa di China mengetahui bahwa pemerintah Komunis memiliki perhatian yang besar terhadap ketidakstabilan sosial dan peranan yang dapat dimainkan oleh aliran-aliran sesat. (Itulah sebabnya, pemerintah mengambil tindakan keras terhadap anggota Falun Gong dan orang Budha Tibet setelah mereka menggelar demonstrasi publik yang liar.) Sementara di beberapa propinsi China, agama yang terdaftar, yang meliputi beberapa kelompok Kristen, menikmati kemerdekaan berekspresi yang lebih besar daripada yang sudah mereka ketahui dalam enam dasawarsa; agama yang tidak terdaftar, khususnya yang dianggap sebagai aliran sesat, tetap saja diperlakukan dengan keras. Selama pihak otoritas China memandang pergerakan GL sebagai satu aliran sesat, umat GL akan tetap menderita.
Pemerintah China tidak menentang agama itu sendiri dan kenyataannya semakin memahami bahwa agama, termasuk kekristenan, dapat memainkan peranan yang membangun di dalam masyarakat. Namun, pemerintah memperhatikan setiap kelompok agama yang berasal dari luar China dan selanjutnya diarahkan dari luar China. Pemerintah mengeluarkan aturan bahwa setiap ekspresi atau pergerakan keagamaan yang disetujui harus sepenuhnya berasal dari dalam negeri.
Mungkin tidak ada contoh yang lebih baik tentang pergerakan Kristen China asli yang berhasil dan dapat dikemukakan selain GL. Seperti telah kita lihat, GL didirikan di China oleh Watchman Nee dan dilanjutkan oleh para pekerja China, terutama Witness Lee. Mereka mengembangkan satu pendekatan terhadap teologi dan hidup gereja, yang meskipun bersifat ortodoks, namun khas China9 dan tidak sama dengan yang terdapat di Barat. Seperti telah kita lihat, dan akan kita lihat lebih lanjut di bawah, model ekklesiologi mereka benar-benar bersifat lokal dan karenanya ajaran ini menolak kendali dari luar gereja lokal di satu kota, lebih-lebih dari luar negeri. Selanjutnya, GL tidak berpolitik — mereka tidak bersifat revolusioner atau memiliki ambisi untuk memberontak. Mereka mengajar anggota-anggotanya untuk menaati otoritas pemerintah dan menjadi warga negara yang teladan dan produktif.10 Dengan kata lain, tampaknya, mungkin tepat bila dikatakan, GL memenuhi kriteria apa yang diharapkan pemerintah China pada satu kelompok Kristen.
Sebab itu, ada ironi yang besar dan tragis dalam hal ini: pendekatan GL yang khas China terhadap kebenaran universal dalam kekristenan telah menyebabkan kesalahpahaman dan menyebabkan mereka disebut aliran sesat di Barat. Namun, bukannya mendukung ekspresi kekristenan yang khas China di depan orang yang berprasangka buruk di Barat, banyak pejabat China malah bereaksi terhadap kata “sesat” yang merangsang yang dipakai dalam literatur Barat dan terus mengawasi dengan ketat kelompok itu, yang sebenarnya mungkin sudah waktunya bisa dikendurkan.
Peranan Doktrin “Deifikasi” dalam Tekanan yang Terus-Menerus terhadap GL
Tidaklah akurat mengatakan bahwa hanya orang Barat yang mempengaruhi penguasa China untuk menentang GL. GL telah mengalami reaksi yang bermacam-macam dari orang Kristen China lainnya dan sebagian dari mereka dengan keras menentang GL, termasuk beberapa orang yang memiliki pengaruh di pemerintahan. Saya mendapat informasi dari pejabat tinggi China yang paham soal GL bahwa mungkin hal yang paling kontroversial dari kelompok Kristen ini adalah doktrin deifikasi.
Orang Kristen non-GL, seharusnya sejak dulu melihat “deifikasi” mereka menurut arti sebenarnya dari GL, dan tidak seharusnya terus-menerus menimpakan doktrin bukan Kristen tentang deifikasi ke atas diri mereka. Jangan melihat kata-kata lalu seenaknya mengartikan, menganggap itu adalah bidah atau penyembahan berhala.
Seperti telah kita lihat, kesatuan dengan Allah yang dibicarakan oleh GL secara esensial melibatkan menjadi satu dengan Allah dalam atribut-atribut-Nya yang bisa disalurkan (misalnya, hakiki moral) dan secara intim “berbaur” dengan Dia melalui berhuninya Dia. Ini melibatkan satu kesatuan yang lebih erat dengan Allah daripada yang diajarkan oleh kebanyakan orang Protestan, tetapi tidak melanggar perbedaan alkitabiah antara Pencipta dengan ciptaan.
Orang Kristen mana pun yang berpikir secara mendalam dan alkitabiah mengenai apa yang dijanjikan kepada kaum beriman di masa yang akan datang akan menyimpulkan bahwa di masa yang akan datang, kita akan diserupakan dengan gambar Kristus (Rm. 8:29). Dan itu akan lebih besar atau agung daripada apa pun yang dapat kita bayangkan sekarang (1 Yoh. 3:2). Juga terbukti secara alkitabiah bahwa Kristus merendahkan diri-Nya dengan menjadi manusia dan hamba manusia sehingga akhirnya Ia dapat meninggikan kita dan membuat kita menjadi orang yang mengambil bagian dalam sifat insani-Nya yang dimuliakan (Flp. 3:20-21; cf. Ef. 1:18-19; Ibr. 2:10-12). Bahkan boleh dikatakan bahwa Alkitab menubuatkan kesatuan antara Bapa, Anak, dan Roh dan gereja yang bisa begitu intim tanpa mengaburkan perbedaan ontologis antara Pencipta dengan ciptaan (atau, menurut penjelasan Lee dan GL, kita tidak berbagian dalam ke-Allahan) (Yoh. 17:11, 20-23; Ef. 5:31-32). Hampir-hampir tidak ada perbedaan substansial antara ajaran GL dengan soteriologi dan eskatologi kaum Injili pada umumnya.
Satu-satunya perbedaan yang riil yang dapat saya kemukakan adalah penekanan GL pada kaum beriman yang berbagian dalam hayat Allah. Tampaknya ini menjadi konsepsi yang serupa dengan doktrin Ortodoks Timur bahwa kaum beriman di-Allahkan (dideifikasi) dengan berbagian dalam “energi” Allah. Ini adalah konsepsi yang lebih mistikal daripada yang biasa dianut oleh kaum Injili (meskipun Nee dan Lee belajar hal ini dari guru-guru hayat batiniah Protestan Barat11), tetapi dalam Ortodoksi Timur dan GL, ajaran semacam itu tidak berarti mengambil bagian dalam sifat hakiki Allah atau menjadi satu obyek penyembahan. Maka, dalam analisis final, doktrin deifikasi GL sepenuhnya cocok dengan ortodoksi.
1 Witness Lee, A Deeper Study of the Divine Dispensing (Anaheim: Living Stream Ministry, 1990), 53.
2 Ibid.
3 Witness Lee, The Christian Life (Anaheim: Living Stream Ministry, 1994), 134.
4 Witness Lee, Life-study of Job (Anaheim: Living Stream Ministry, 1993), 122.
5 Witness Lee, Life-study of 1 and 2 Samuel (Anaheim: Living Stream Ministry, 1994), 167.
6 Witness Lee, The Conclusion of the New Testament, Messages 79-98 (Anaheim: Living Stream Ministry, 1997), 914. Lihat juga Lee, Divine Dispensing, 50; Witness Lee, The Spirit and the Body (Anaheim: Living Stream Ministry, 1976), 83-84.
7 Editor, “The Crystallization: Union with the Triune God”, Affirmation and Critique 1, 3 (Juli 1996): 64.
8 A Statement concerning the Teachings of Living Stream Ministry Prepared for Fuller Theological Seminary, 20 Januari 2007, 25-26. (Dokumen ini dimasukkan ke http://www.lctestimony.org/StatementOfTeachings.pdf.)
9 Mereka memang bertujuan melampaui sekatan budaya, seperti perbedaan Timur dan Barat, untuk mewujudkan gereja Perjanjian Baru dan “manusia baru” yang dibicarakan dalam Efesus 2:15. Mereka memang berhasil dengan menakjubkan, tetapi masalah harapan realitas rohani yang unggul ini tidak hanya terbatas di China, tetapi nyata sekali berasal dari China.
10 Lihat “The Beliefs and Practices of the Local Churches”, Berjuang untuk Iman, http://www.contendingforthe faith,com /responses/booklets/beliefs.html
11 Pengaruh-pengaruh ini termasuk edisi awal dari buku-buku berikut ini: Henry Scougal, The Life of God in the Soul of Man (Fearn, Ross-shire, Scotland: Christian Focus Publications, 1996); Ruth Paxson, Life on the Highest Plane (Grand Rapids: Kregel, 1996); Mary E. McDonough, God’s Plan of Redemption (Anaheim: Living Stream Books, 1999); and T. Austin-Sparks, What is Man? (Cloverdale, IN: Ministry of Life, 1939).
Bagian 4
Menyampaikan Pembahasan
Surat Terbuka:
Mengenai Keabsahan Gereja-gereja Injili dan Denominasi-denominasi
Pokok pembahasan ketiga dalam Surat Terbuka terkait dengan pernyataan Witness Lee mengenai gereja dan denominasi Injili. Tidak seperti dua bagian sebelumnya, bagian ini dibuka dan ditutup dengan komentar singkat oleh para penyusunnya:
Kami mengecam usaha-usaha Living Stream dan “gereja-gereja lokal” untuk menjadi anggota perhimpunan gereja dan ministri Injili sebagai satu hal yang tidak konsisten dan tidak dapat dibenarkan, sementara mereka terus mempromosikan pendapat Lee yang merendahkan gereja dan ministri Injili seperti berikut ini:
“Tuhan tidak membangun gereja-Nya di dalam kekristenan, yang tersusun dari Gereja Roma Katolik dan denominasi Protestan. Nubuat ini sedang digenapi melalui pemulihan Tuhan, yang di dalamnya pembangunan gereja yang sejati sedang dirampungkan.”
Witness Lee dalam The New Testament RecoveryVersion, catatan 184 (Matius 16:18)
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1991), 99
http://online.recoveryversion.org/FootNotes.asp?FNtsID=639
“Gereja yang murtad telah menyimpang dari firman Tuhan dan menjadi bidah. Gereja reformasi, walaupun dipulihkan sampai tingkat tertentu kepada firman Tuhan, telah menyangkal nama Tuhan dengan membuat dirinya menjadi denominasi, dengan mengambil banyak nama lain, seperti Lutheran, Wesleyan, Anglikan, Presbiterian, Baptis, dan sebagainya . . . Menyimpang dari firman Tuhan adalah murtad; membuat gereja menjadi denominasi dengan mengambil nama lain apa pun selain nama Tuhan adalah perzinaan rohani.”
Witness Lee dalam The New Testament Recovery Version, catatan 83sebagai satu hal yang tidak konsisten dan tidak dapat dibenarkan (Wahyu 3:8)
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1991), 1256
http://online.recoveryversion.org/FootNotes.asp?FNtsID=8759
“Saya khawatir beberapa orang dari kita masih berada di bawah pengaruh negatif dunia kekristenan. Kita semua harus menyadari bahwa hari ini Tuhan sedang berjalan maju untuk memulihkan kita sepenuhnya dan membawa kita sepenuhnya keluar dari dunia kekristenan.”
Witness Lee, The History of the Church
and the Local Churches
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1991), p. 132
“Dalam setiap denominasi, termasuk Gereja Roma Katolik, ada orang-orang Kristen sejati dan beroleh selamat. Mereka adalah umat Allah yang menjadi milik Tuhan. Tetapi organisasi dari denominasi yang di dalamnya mereka berada bukan berasal dari Allah. Organisasi denominasi itu sudah dipakai oleh Satan (Iblis) untuk mendirikan sistem setaninya untuk menghancurkan ekonomi Allah terhadap hidup gereja yang tepat.”
Witness Lee, “Message Thirty-Four”
dalam The Life-Study of Genesis
(Anaheim: Living Stream Ministry, 1987),
Vol. I, 464
“Kami tidak memperhatikan kekristenan, kami tidak memperhatikan dunia kekristenan, kami tidak memperhatikan gereja Roma Katolik, dan kami tidak memperhatikan semua denominasi, karena dalam Alkitab dikatakan bahwa Babel besar itu telah runtuh. Ini adalah satu deklarasi, kekristenan telah runtuh, dunia kekristenan telah runtuh, Katolik telah runtuh, dan semua denominasi telah runtuh. Haleluya!”
Witness Lee, The Seven Spirits for the Local Churches (Anaheim: Living Stream Ministry, 1989) 97
“Mengenal Allah saja tidaklah memadai. Mengenal Kristus saja juga tidak cukup. Bahkan mengenal gereja pun tidak memadai. Kita harus maju dan mengenal gereja-gereja yang bersifat lokal. Jika kita terus diperbarui dalam mengikuti Tuhan, kita akan menyadari bahwa hari ini adalah hari atau zaman gereja-gereja lokal.”
Ibid., p.23
Dengan penuh hormat kami minta pemimpin Living Stream Ministry dan “gereja-gereja lokal” untuk melepaskan dan berhenti menerbitkan pernyataan yang demikian atau yang serupa dengan itu.
Sebagai seorang peneliti aliran sesat selama hampir empat puluh tahun, saya tentu dapat mengapresiasi tanggapan banyak orang Kristen terhadap sebutan yang dipakai Lee seperti “Babel” dan “dunia kekristenan”, dan bahkan “kekristenan” yang dipakainya untuk menyebut satu kesatuan yang terpisah dari GL. Namun, kebanyakan kritisi tetap memandang anggota GL adalah orang Kristen sejati, GL juga membela teologi ortodoks; sebab itu, kalau memakai arti istilah-istilah yang dipakai dunia aliran sesat, untuk menjelaskan pernyataan-pernyataan kelompok seperti GL, ini adalah perbuatan yang salah. Mengingat pola yang sudah kami lihat dari penggunaan kata-kata panas yang terkait dengan bidah atau aliran sesat, tetapi memakainya tidak secara bidah, atau aliran sesat, kita semua seharusnya lebih rajin mencari pemahaman kontekstual dari pemakaian istilah-istilah itu oleh GL. Seperti yang dikatakan kepada saya oleh seorang pemimpin LSM, “Kami keluar bukan untuk mengatakan bahwa denominasi adalah Babel.” Mereka menyatakan bahwa ketika Lee menggunakan istilah-istilah itu, penekanannya sering kali lebih pada kalangan sendiri. Dengan kata lain, sistem denominasi dan sistem sekte tidak seharusnya dihakimi berasal dari kelompok elit, kelompok pengkritik, dan kelompok pemecah, melainkan karena mereka yang menghasilkan kelompok elit, kelompok pengkritik, dan kelompok pemecah, dan inilah sikap yang seharusnya dihindari oleh anggota-anggota GL.
Memahami Lee dalam Konteksnya
Dalam usaha mencari pemahaman yang kontekstual dari kutipan-kutipan di atas, pertama-tama perlu diamati bahwa tidak ada satu pun dari kutipan itu merupakan bidah. Lee bahkan mengatakan, ada “orang Kristen sejati yang beroleh selamat” bukan hanya di denominasi Protestan, tetapi juga di Gereja Roma Katolik. Pernyataannya mengenai Roma Katolik mencerminkan pandangan banyak penginjil besar pada hari ini.1 Lee juga membedakan aliran Roma Katolik dengan denominasi Protestan dan menujukan perkataannya yang paling keras kepada yang disebut pertama. Dia juga bukan pemimpin pertama dari satu kelompok Protestan yang mempertanyakan keabsahan kelompok Protestan yang lain, karena polemik semacam ini telah menjadi satu tradisi Protestan yang kembali kepada masa awal Reformasi, ketika Lutheran dan para pemimpin Reformasi mencela bukan hanya kaum Armenian dan Anabaptis, tetapi sering kali mereka saling mencela. Berapa banyak anggota gereja Presbiterian, Lutheran, Baptis, dan Reformasi, belum termasuk anggota denominasi-denominasi yang baru dibentuk, telah dihimbau untuk menarik pernyataan pendiri mereka yang bersifat memecah belah?
Namun, masalahnya tetaplah: apakah kutipan dalam Surat Terbuka memberikan gambaran yang utuh dari kedudukan GL terhadap tradisi kelompok Kristen lain yang bukan milik mereka? Memahami pernyataan-pernyataan ini dalam konteks yang lebih luas dari ajaran GL berarti memahami bahwa apa yang dicela oleh Lee adalah sistem denominasi itu sendiri, dan ia melakukan hal ini karena ia percaya bahwa semua orang Kristen di satu lokal tertentu adalah anggota dari gereja yang sama dan seharusnya berhimpun dan diatur berdasarkan prinsip ini. Ia yakin ini adalah satu prinsip umum, tidak peduli apakah pergerakannya terwakili di lokal itu atau tidak.
Perhatikanlah (karena butir ini biasanya diabaikan atau luput dari perhatian kaum Injili yang meneliti ajaran Lee mengenai tema ini): bukan orang Kristen di dalam denominasi yang dikecam oleh Lee, juga bukan apa yang mereka percayai, beritakan, dan lakukan dalam nama Kristus. Nyatanya, Lee sering memuji pemimpin dan kelompok Kristen lain atas pengajaran, penginjilan, dan pekerjaan baik mereka,2 dan dari ajarannya tidak ada yang menghalangi anggota GL untuk bekerja sama dengan orang Kristen yang lain dalam hal-hal yang tidak berhubungan dengan kemajuan sistem denominasi. Jadi, jelas bila LSM hendak menjadi anggota dalam berbagai kelompok Injili, seperti yang sudah mereka lakukan, hal ini jelas tidak akan menimbulkan konflik dengan kepercayaan dasar mereka.
Inklusivisme GL yang Mengejutkan
Seperti yang sudah kita perhatikan sebelumnya, kedudukan melawan sistem denominasi mungkin tampak memecah belah, elitis, dan eksklusif, tetapi tujuannya sebenarnya berkebalikan. Dalam seluruh ajaran Watchman Nee dan Witness Lee terkandung satu anjuran untuk bersatu dengan orang Kristen lain, rendah hati terhadap orang Kristen lain, dan menerima orang Kristen lain, dan ini adalah sikap yang sewajarnya ditemukan dalam “gereja-gereja lokal”. Misalnya, Lee menulis:
Hari ini banyak orang beriman yang berbeda latar belakangnya. Ada yang berlatar belakang Presbiterian, ada yang berlatar belakang Baptis, dan yang lain memiliki latar belakang lain lagi. Tetapi bagaimanapun latar belakangnya, jika mereka beroleh selamat, mereka semua memiliki iman yang sama, karena mereka semua percaya kepada Tuhan Yesus Kristus yang sama. Mereka semua sudah ditebus dengan darah yang sama; karena itu, mereka semua memiliki hayat yang sama di dalamnya. Kita semua adalah satu dalam iman yang bisa diterima oleh semua orang ini.
Persekutuan berdasar pada kesatuan ini. Kita saling bersekutu, karena kita semua memiliki hayat ilahi yang sama, kita semua memiliki Tuhan yang sama, dan kita semua memiliki penebusan yang sama. Jangan bertanya baptisan macam apa yang diterima oleh orang lain. Jangan berbicara tentang semua doktrin itu. Asal mereka adalah orang beriman, yang tidak melakukan dosa seperti yang tercantum dalam 1 Korintus 5, kita harus mengakui mereka semua sebagai saudara dan saudari yang terkasih . . .
Kita mungkin agak berbeda dengan orang Kristen lain dalam latar belakang dan dalam banyak hal lain. Mereka mungkin tidak percaya soal keterangkatan sebagian, sedangkan kita percaya hal itu. Tetapi tidak peduli keterangkatan macam apa yang kita percayai, asalkan kita percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang berinkarnasi sebagai manusia, mati di salib karena dosa-dosa kita, dan bangkit dari maut, kita semua ditebus, dibenarkan, dilahirkan kembali, dan diselamatkan. Dan kita semua memiliki hayat ilahi di dalam kita. Karena itu, kita semua adalah satu Tubuh. Berdasarkan inilah kita bersekutu satu sama lain. Kita mungkin berbicara sedikit tentang hal tertentu, tetapi kita tidak boleh berlebihan dan kita tidak seharusnya berdebat. Kita harus mendasari persekutuan kita hanya pada diri Tuhan semata.3
Dalam makalah yang disiapkan untuk Fuller Seminary, GL cukup jelas menyatakan kedudukan mereka:
Kami mengakui bahwa pemahaman kami mengenai ajaran alkitabiah tentang kesatuan yang praktikal mengundang pertanyaan mengenai pendirian setiap jemaat Kristen yang lain. Tetapi pandangan gereja lokal sebagai ekspresi yang tepat dari gereja sama sekali tidak mempersoalkan atau meminimalkan aspek intrinsik dari gereja universal sebagai Tubuh Kristus, yang meliputi semua orang yang percaya kepada Kristus dari segala waktu dan di seluruh dunia. Sementara perhimpunan orang beriman menurut prinsip “satu kota, satu gereja” adalah ekspresi yang tepat dari gereja, prinsip ini sama sekali tidak menghapus keanggotaan semua orang beriman dalam satu gereja Allah di dalam Tubuh Kristus; prinsip ini tidak menjelaskan keselamatan orang Kristen atau menentukan siapa yang termasuk orang beriman sejati dan siapa yang bukan. Ketika kami mengumumkan bahwa gereja lokal, disebut demikian, adalah satu-satunya ekspresi yang sejati dan tepat dari satu gereja yang universal, ada orang yang langsung menyimpulkan bahwa kami juga mengajarkan bahwa gereja-gereja lokal kami adalah satu-satunya gereja yang benar, dan dikembangkan lagi, kami adalah satu-satunya orang Kristen yang sejati, setiap orang lain dalam kekristenan tidak diselamatkan dan ditentukan akan binasa kekal. Ini sepenuhnya tidak benar dan bukan yang kami percayai. Kami menyambut semua orang yang mengakui Kristus sebagai orang beriman sejati dan sebagai saudara atau saudari kami yang sejati, tidak peduli bagaimana cara mereka berhimpun dengan orang Kristen lain. Kami akan bertentangan dengan keyakinan kami sendiri mengenai kesatuan yang praktikal dari gereja jika kami menyangkal bahwa semua orang beriman dalam denominasi Kristen adalah orang-orang yang benar-benar ditebus oleh Allah. Pendirian kami adalah kekristenan hari ini terpecah belah, tetapi kami mengatakan orang Kristen itu sendiri tidak lain orang-orang yang begitu berharga yang ditebus oleh Allah. Selanjutnya, praktek kami dalam semua gereja lokal adalah menerima semua orang beriman ke dalam persekutuan dengan kami hanya karena mereka percaya kepada Kristus. Kami dengan berani mengundang setiap orang untuk menguji kami atas hal yang satu ini dan membuktikan apakah hal ini memang demikian: menghadiri perhimpunan apa saja dari gereja-gereja lokal di mana saja dan melihat apakah Anda ditolak dalam persekutuan, lihat apakah Anda ditolak berbagian dalam Meja Tuhan di tempat itu, lihat apakah Anda tidak disambut berdasarkan iman Anda di dalam Kristus saja. Kami tidak memiliki katekisasi yang harus Anda pelajari, tidak ada kredo yang harus Anda ucapkan, tidak ada praktek yang harus Anda lakukan, tidak ada ciri-ciri alamiah yang harus Anda miliki. Anda hanya perlu menyatakan bahwa Kristus adalah Allah yang datang dalam daging dan adalah Allah yang menyelamatkan Anda dari dosa-dosa Anda melalui kematian-Nya di kayu salib dan melalui kebangkitan-Nya dari maut. Itu saja yang membuat Anda menjadi anggota gereja di kota tempat Anda tinggal dan Anda juga sudah cukup syarat untuk berbagian sepenuhnya dalam persekutuan gereja lokal di kota itu. Berlawanan dengan apa yang dikatakan oleh orang lain tentang kami, dalam visi dan dalam praktek kami tidak eksklusif sama sekali, tetapi menerima semua orang beriman dalam Kristus, menghormati apa adanya mereka dalam Kristus, dan secara riil menerima mereka.4
Dalam tanggapan mereka sendiri kepada Surat Terbuka, GL dengan terus terang mengakui bahwa anggota-anggota mereka kadang-kadang tidak berperilaku sesuai dengan prinsip-prinsip ini, tetapi mereka menekankan bahwa perilaku para anggotanya itu tidak dimaafkan oleh Lee. Memang, dalam dialog kami dengan para pemimpin GL, mereka meyakinkan kami bahwa Lee sering menegur dan mengoreksi para anggotanya bila anggota “gereja-gereja lokal” berperilaku bergolong-golongan terhadap orang Kristen di luar pergerakan mereka — ”pernah sekali bahkan berlangsung hingga kira-kira enam bulan lamanya”!
Pintu kami dan hati kami terbuka kepada semua orang beriman yang sejati, namun kami mengerti banyak orang Kristen merasa puas diri di dalam jemaat denominasi mereka. Pilihan itu terletak dalam hati nurani setiap orang. Seperti yang ditulis oleh Paulus dalam Roma 14, dalam hal ini kami merasa “Hendaklah setiap orang benar-benar yakin dalam hatinya sendiri” (Rm. 14:5). Walaupun kami sangat bergairah untuk melakukan hal-hal yang asasi (orthopraxy), kami mengakui, kecenderungan beberapa orang yang belum matang, bahkan di tengah-tengah kami, untuk berlebihan dalam gairah mereka dan mencoba membawa orang lain ke dalam pengalaman mereka. Mungkin dalam usaha untuk mencegah kecenderungan seperti ini, Witness Lee membuat beberapa butir yang empatis dalam serangkaian berita tentang sikap yang tepat terhadap orang Kristen lain:
Kita berdiri di hadapan Tuhan yang kita layani, dan kita tidak bermaksud menarik siapa pun untuk ikut kita . . . , Saya telah mengatakan, “Anda bisa berhimpun di mana saja yang Anda pilih asalkan itu bermanfaat bagi Anda” . . . Saya khusus meminta agar saudara-saudara tidak pernah berkata seperti ini kepada siapa pun, “Paling baik kalian datang untuk berhimpun bersama kami.” (Three Aspects of The Church: The Course of the Church, 81)
Kita tidak seharusnya menolak orang-orang Kristen dari kelompok Kristen yang lain, tetapi kita tidak perlu ke mana-mana menyambut mereka. Saya tidak percaya Tuhan ingin kita mencari kaum beriman dari kelompok Kristen yang lain. Saya percaya Tuhan menghendaki kita membawa Injil ke setiap tempat dan melayankan hayat kepada anak-anak-Nya yang begitu banyak. Tuhan menghendaki satu situasi di antara kita yang dapat mempengaruhi anak-anak-Nya.
Di mana orang-orang berhimpun dan bagaimana mereka melayani Tuhan seluruhnya perkara antara mereka dengan Tuhan; kita tidak bisa ikut campur dalam hal ini. Dalam zaman ini, kita harus melayankan hayat kepada orang lain. Ketika orang-orang mengontak kita, mereka seharusnya menjamah sesuatu di dalam kita yang tidak dapat dilupakan. Jangan mengurusi jalan yang mereka tempuh atau di mana mereka berhimpun; kita tidak seharusnya menganggap perhimpunan kita lebih baik daripada perhimpunan dalam kekristenan atau perhimpunan kita paling banyak anggotanya. (Ibid., 217-218)5
Kembalinya Standar Ganda
Memang, pandangan GL memiliki dampak negatif terhadap kita semua yang adalah anggota gereja-gereja denominasi; orang-orang yang tidak berhimpun di atas tumpuan lokal. Lalu apa? Banyak tradisi Injili memegang kepercayaan yang tidak enak didengar bagi orang-orang di luar tradisi mereka. Orang Pentakosta klasik percaya bahwa mereka yang tidak berbahasa lidah belum dibaptis di dalam Roh Kudus. Di pihak lain, kaum cessationist (kaum karismatik semasa) menyangkal kaum Pentakosta dan Kharismatik benar-benar menerima karunia Roh Kudus dan menganggap mereka malah mengalami gejala yang ditimbulkan dari pikiran mereka sendiri atau bahkan dari roh-roh jahat. Kaum Calvinis tidak menganggap Injil yang diberitakan oleh kaum Armenia sebagai Injil yang sejati dan kaum Armenia tidak menganggap Allah yang dipercayai oleh kaum Calvinis sebagai Allah yang sejati. Kaum dispensasionalis (kaum aliran zaman) percaya bahwa teolog perjanjian menyalahpahami Perjanjian Lama dan karenanya menyangkal aspek utama dari rencana penebusan Allah: perjanjian-Nya dengan bangsa Israel secara jasmani. Orang-orang Kristen perjanjian percaya bahwa kaum dispensasionalis menyalahpahami Perjanjian Lama dan karena itu dengan erat berpegang pada Perjanjian Lama, sehingga membahayakan kepercayaan terhadap Perjanjian Baru.
Tidak usah diragukan, di antara penyusun dan penandatangan Surat Terbuka, ada banyak orang berdiri pada pihak yang satu dan yang lain berdiri pada pihak yang lain dari Tubuh Kristus, atau tidak begitu setuju terhadap kepercayaan yang dianut oleh para penandatangan yang lain. Namun, dalam semua kasus ini, orang-orang ini mampu memandang perbedaan di antara mereka dengan matang, dan tidak tersinggung oleh penolakan beberapa orang atas kepercayaan dan praktek orang Kristen lain, dan masih mampu berkumpul bersama dengan orang-orang Kristen semacam itu, menyuarakan doktrin esensial yang mereka anut bersama, dan bergabung melakukan tindakan bersama untuk Kerajaan Allah di mana saja mereka bisa, entah melalui keanggotaan dalam Evangelical Theological Society, Evangelical Ministries to New Religions, atau asosiasi kaum beriman transdenominasional lainnya.
Lalu, bagaimana atau apa bedanya keadaan Living Stream Ministry? Seperti telah kita lihat, LSM menerima anggota-anggota asosiasi seperti ECPA dan CBA sebagai orang Kristen dan tidak menyangkal bahwa mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sah bagi Kristus. Perhatikan, LSM, suatu badan penerbitan, dan bukan “gereja-gereja lokal”, yang bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan Kristen. Berlawanan dengan apa yang ditekankan oleh Surat Terbuka sebagai salah satu butir utamanya, “gereja-gereja lokal” bukanlah anggota dari “perkumpulan gereja-gereja Injili”. Mereka mengenal bahwa keanggotaan semacam itu akan menimbulkan satu konflik bagi mereka dan bagi anggota-anggota perkumpulan itu.
Bagi saya, tampaknya para penandatangan Surat Terbuka dengan teguh menolak keabsahan GL dan pengakuan LSM tentang iman Kristen yang ortodoks mengenai hal-hal seperti Trinitas dan deifikasi kaum beriman. Bukan GL dan LSM yang menolak keabsahan pengakuan ortodoks para penandatangan itu. Yang ditolak oleh GL dan LSM adalah dasar organisasi dan struktur denominasinya. Dan penolakan ini sejalan dengan apa yang dipercayai oleh GL mungkin sebagai sumbangan terbesar dari pergerakan mereka bagi Tubuh Kristus yang diperluas: pemulihan “tumpuan lokal” sebagai dasar alkitabiah untuk mendirikan sebuah gereja.
Apakah perkataan Lee dipakai untuk menolak denominasi terlalu keras? Ya, dan saya akan menambahkan, ini patut disesalkan. Dengan memakai istilah yang berat seperti “Babilon”, “perzinaan rohani”, dan “sistem setani”, ia membuat orang-orang lebih mudah mengambil kesimpulan yang salah bahwa ia menolak segala sesuatu tentang pengalaman kristiani orang lain, agar ia bisa mendapatkan orang-orang yang mungkin bisa ditarik ke pengajarannya tentang gereja Perjanjian Baru. Namun, GL tidak bisa menarik pernyataan Lee seperti yang diminta Surat Terbuka kecuali mereka telah mengubah kepercayaan mereka yang mendasar atas tumpuan lokal, dan perubahan kepercayaan atau keyakinan semacam itu tidak akan terjadi. Sebab itu, sekali lagi dikatakan tidaklah beralasan dan tidaklah realistis menyerukan mereka untuk menarik pernyataan yang disampaikan pemimpin mereka.
1 Kami tahu hal ini dari pengalaman di CRI. Setiap kali kami menerbitkan apa yang kami anggap artikel yang memiliki nuansa tertentu, yang tidak dalam setiap butir mengecam Katolik dengan istilah-istilah yang sangat keras, kami akan menerima sanggahan langsung dari mereka.
2 Contoh-contoh ada begitu banyak, termasuk penghargaan terhadap Martin Luther, John dan Charles Wesley, George Whitefield, Jonathan Edwards, Kaum Saudara Plymouth, Charles Spurgeon, G. Campbell Morgan, A. J. Gordon, Andrew Murray, D. L. Moody, dan pujian khusus untuk Hudson Taylor dan the China Inland Mission dan juga untuk Billy Graham. (Lihat Witness Lee, Elders’ Training, Book 4: Other Crucial Matters concerning the Practice of the Lord’s Recovery [Anaheim: Living Stream Ministry, 1985], 22-23; Witness Lee, Elders’ Training, Book 5: Fellowship concerning the Lord’s Up-to-Date Move [Anaheim: Living Stream Ministry, 1985], 19-20; dan Witness Lee, Elders’ Training, Book 7: One Accord for the Lord’s Move [Anaheim: Living Stream Ministry, 1986], 29)
3 Witness Lee, The Practical Expression of the Church (Anaheim: Living Stream Ministry, 1970), 97-98.
4 A Statement Concerning the Teachings of Living Stream Ministry Prepared for Fuller Theological Seminary, 20 Januari 2007, 25. (Dokumen ini dimuat di http://www.lctestimony.org/StatementOfTeachings.pdf).
5 Living Stream Ministry, “A Longer Response to ‘An Open Letter to the Leadership of Living Stream Ministry and the “Local Churches,”’” 27, http://lctestimony.org/Longer Response.html.
Bagian 5
Menyampaikan Pembahasan
Surat Terbuka:
Mengenai Memperkarakan
Orang Kristen Injili
Permintaan terakhir Surat Terbuka kepada para pemimpin GL dan LSM terkait dengan sejarah mereka yang membawa segala masalah ke pengadilan untuk membersihkan mereka dari tuduhan terhadap diri mereka yang terdapat dalam buku-buku anti aliran sesat dari kaum Injili. Tiga alinea di bawah ini meliputi seluruh teks atau pernyataan permintaan ini dan mengakhiri Surat Terbuka ini:
Jika pemimpin Living Stream Ministry dan “gereja-gereja lokal” menganggap orang-orang Kristen Injili sebagai sesama orang beriman, kami meminta mereka secara terbuka menarik atau menghentikan penggunaan gugatan dan ancaman pengadilan terhadap orang-orang Kristen Injili untuk menjawab kritik atau menyelesaikan konflik. Perjanjian Baru dengan tegas tidak menyarankan penggunaan tuntutan pengadilan untuk menyelesaikan pertikaian di antara orang-orang Kristen (Lihat 1 Kor. 6:1-8).
Jika pemimpin Living Stream Ministry dan “gereja-gereja lokal” tidak memandang gereja-gereja, organisasi, dan ministri Kristen Injili, sebagai satu lembaga Kristen yang sah, kami minta mereka mengumumkan kepada publik pengunduran diri mereka dari keanggotaan di semua asosiasi atau perhimpunan gereja-gereja dan ministri Injili.
Bagaimanapun, dengan hormat kami meminta agar pemimpin Living Stream Ministry dan “gereja-gereja lokal” tidak melanjutkan praktek mereka menempuh jalur pengadilan dan ancaman pengadilan untuk menjawab kritik atau menyelesaikan pertikaian dengan organisasi Kristen atau dengan perorangan.
Pentingnya bagian akhir ini perlu dipahami dengan jelas. Seperti yang saya nyatakan dahulu, saya yakin, selain fakta bahwa mereka berbeda, tanggapan awal GL yang “lebih dulu berdebat dan akhirnya memperkarakan” orang-orang yang mengkritik mereka telah memunculkan rasa permusuhan semacam itu yang membantu menjelaskan kekurangan keadilan dan kepakaran yang cermat yang setidaknya sudah diperagakan oleh sekelompok pakar dan peneliti dalam tiga bagian terdahulu dari Surat Terbuka. Karena saya sudah menjadi anggota aktif dari komunitas anti aliran sesat selama masa-masa ini, telah berinteraksi secara luas dengan anggota-anggota lain mengenai hal ini, dan selama beberapa dekade memiliki pikiran yang sama dengan anggota-anggota itu terhadap GL, saya yakin bahwa saya tahu apa yang saya bicarakan.
Kami yang adalah anggota komunitas apologetik dan anti aliran sesat dari kaum Injili telah memberikan tanggapan dengan kemarahan yang benar terhadap usaha-usaha GL untuk “memberangus hak kami yang sesuai dengan undang-undang atas kebebasan beragama dan berbicara”, tetapi memberikan tanggapan dengan lambat terhadap contoh-contoh penghinaan yang tertulis hitam di atas putih, yang terjadi di dalam lingkungan kami sendiri. Hal ini sungguh memalukan. Sekali lagi, saya tahu hal ini dari pengalaman, dan saya tidak bangga akan hal ini.
Manusia-Allah
Tahun 1985, J. Gordon Melton, pendiri Institute for the Study of American Religion (Institut Pengkajian Agama Amerika), menerbitkan An Open Letter concerning the Local Church, Witness Lee and the God-Men Controversy (Surat Terbuka mengenai Gereja Lokal, Witness Lee dan Kontroversi Manusia-Allah). Melton, yang dulu pendukung Spiritual Counterfeits Project dan saat itu masih belum menarik dukungannya terhadap organisasi itu, mengawali bagian surat terbukanya yang berbentuk buklet dengan melaporkan:
Selama tahun yang lalu, saya, seperti banyak orang di antara kalian, telah memperhatikan jalannya perkara antara Gereja Lokal yang dipimpin oleh Witness Lee dengan Spiritual Counterfeits Project (SCP), Neil T. Duddy dan penerbit buku mereka, The God-Men (Manusia-Allah). Mula-mula saya merasa prihatin karena satu lembaga Kristen, yaitu Gereja Lokal, membawa lembaga Kristen yang lain ke pengadilan, sampai akhirnya saya menemukan bahwa para pemimpin Gereja Lokal sudah pernah berusaha sekuatnya memakai cara yang lunak untuk meminta buku itu ditarik dan kekeliruannya diakui.
Baru-baru ini, saya diminta oleh Gereja Lokal untuk memulai investigasi yang lebih ketat atas kehidupan dan kepercayaan Gereja Lokal melebihi apa yang sudah saya lakukan dalam tahun-tahun sebelumnya saat sedang menggarap Encyclopedia of American Religions. Saya melaksanakan investigasi itu tahun 1984, dan beberapa temuan saya cantumkan dalam lampiran yang saya tawarkan untuk Anda pertimbangkan.
Sebagian pengkajian saya atas Gereja Lokal meliputi membaca sebagian besar tulisan Witness Lee yang diterbitkan dan kesaksian panjang lebar dari Neil T. Duddy dan Brooks Alexander (dari SCP). Pengalaman ini terbukti lebih menyakitkan dalam kehidupan Kristen saya. Ketika saya mulai memeriksa kutipan dari karangan Witness Lee yang digunakan dalam buku Duddy, saya menemukan bahwa The God-Men secara terus-menerus mengambil kalimat-kalimat dari tulisan Lee dan, dengan menaruhnya di dalam konteks yang lain, membuat kalimat-kalimat itu terlihat berlawanan dengan maksud Lee. Ini dilakukan dengan mengabaikan ajaran dan pernyataan yang jelas tentang kebenaran-kebenaran utama dari iman Kristen yang terdapat di seluruh tulisan Lee. Saya juga mencatat usaha yang menggelikan untuk menyamakan praktek doa-baca dalam Gereja Lokal dengan penggunaan mantra dalam agama Timur. Keduanya tidak memiliki kesamaan apa pun.
Ketika saya membaca pernyataan di bawah sumpah itu, khususnya pernyataan Duddy, saya terkejut dengan tuduhan yang berat dan bersifat fitnahan terhadap Lee dalam The God-Men yang sepenuhnya didasarkan pada pengakuan seorang mantan anggota GL, yang penuh rasa permusuhan terhadap GL, yang kebenarannya belum dikonfirmasi. Beberapa waktu kemudian, kembali dengan mengambil perkataan seorang mantan anggota GL, Duddy tidak mencari penegasan yang independen dari peristiwa-peristiwa yang menunjang sebelum mengajukan tuduhan yang serius tentang kekacauan pengurusan keuangan, gangguan psikologis di antara anggota-anggota Gereja Lokal, dan tindakan ilegal dari Gereja Lokal yang berusaha menyerang para mantan anggotanya.
Sebagai orang yang pernah mendukung SCP, khususnya dalam usahanya menyediakan bahan-bahan tentang agama-agama alternatif kepada komunitas Kristen, saya benar-benar terguncang ketika penelitian saya semakin berlanjut. Saya prihatin, parodi semacam itu mengenai kehidupan sekelompok orang Kristen telah ditulis dan disponsori oleh organisasi semacam SCP, dan kemudian diterbitkan oleh penerbit terkenal seperti InterVarsity Press. Namun, saya lebih terguncang lagi, dengan dampak etika yang jelas terlibat dalam menerbitkan buku semacam itu. Kesalahan dan kekeliruan di dalam buku itu begitu sering muncul dan begitu terus-menerus sehingga dengan mudah orang menyebutkan The God-Men hanyalah produk orang yang berpendidikan rendah.
Ini adalah tugas saya yang tidak mengenakkan, menyajikan temuan ini di pengadilan di Oakland, California, 28 Mei selama pengadilan atas Duddy dan penerbit Jerman.1
Inilah beberapa pernyataan yang mengejutkan orang, SCP adalah organisasi anti aliran sesat yang sangat terhormat pada masa itu, dan bagi banyak orang di antara kami SCP dianggap sebagai model penelitian yang cermat dan kritik yang beralasan kuat terhadap gerakan agama baru. Jika Melton dapat mendokumentasikan tuduhannya, hal itu akan mengguncangkan seluruh komunitas anti aliran sesat dan memaksa kami untuk menilai kembali metoda kami. Hal ini jauh lebih merusak daripada perlakuan yang bias atas GL dalam percetakan Injili, karena sampai sebelum diterbitkannya The God-Men (seperti juga The Mind Benders) GL tidak pernah menuntut siapa pun. Bukan perkara mereka yang menyulut nasib buruk yang mereka hadapi. Penyebabnya tidak lain adalah fakta bahwa mereka berbeda dan tidak disukai. (Tidak disukai, maksudnya, bila menyinggung kritik terhadap pergerakan mereka — yaitu, mereka tidak memberikan tanggapan yang cukup moderat untuk menuntut kami ketika kami salah menafsirkan teologi mereka, memfitnah karakter mereka, dan dengan salah atau jahat menuduh mereka sebagai aliran sesat atau kelompok Kristen yang menyimpang! Di sinilah dengan jelas terlihat ketidakkonsistenan moral pergerakan anti aliran sesat terhadap GL dalam perselisihan yang sudah berlangsung lama.
Faktanya, Melton benar-benar mendokumentasikan pernyataannya, meskipun tidak secara tuntas, tetapi cukup untuk menegakkan kebenaran mereka. Dengan meyakinkan dia berusaha memperjelas tuduhan-tuduhan berikut ini atas Lee seperti yang tercantum dalam The God-Men: “(1) menyangkal wahyu yang proposisional, (2) meremehkan keperluan dalam memelihara hukum moral (khususnya Sepuluh Perintah) dan, sebagai akibatnya, membawa orang menyimpang dari etika alkitabiah, dan (3) meremehkan pemikiran, pengkajian, dan peranan pikiran dalam membaca Alkitab. Dan [sic] (4) dalam hal otoritas Alkitab, Lee telah mengambil alih wewenang Alkitab, menganggap dirinya sebagai jurubicara wahyu baru.”2 Pembaca dapat mengakses buklet Melton secara online untuk memeriksa isinya.3
Berapa besar pengaruh buklet Melton terhadap pandangan komunitas aliran anti sesat terhadap SCP dan GL? Saya lihat tidak menimbulkan perbedaan apa pun. Saya ingat, ketika saya menerimanya, saya melihatnya sekilas, tetapi karena Melton telah melakukan pembelaan bagi aliran sesat di masa lampau, karena SCP memiliki rekam jejak yang terhormat semacam itu, dan karena CRI sampai saat ini memiliki sejarah yang panjang dan suka bertengkar dengan GL, saya merasa sulit mempercayai bukti yang ada di depan mata saya dan karena itu saya menyimpan bukti dalam pikiran saya dengan memberi judul “J. Gordon Melton — Cult Apologist (Pembela aliran sesat).” “Memang, Melton mengutipnya dengan keliru,” pikir saya. “Seandainya saya ada waktu, saya pasti akan meneruskan penelitian itu sendiri.”
Keputusan saya untuk tidak meninjau lebih lanjut masalah itu menimbulkan sikap abai yang disengaja. Selain itu, karena saya ada dalam posisi yang bisa mempengaruhi posisi CRI terhadap GL dan untuk memutuskan apa yang akan kita terbitkan atau tidak kita terbitkan mengenai mereka, saya berbagi dalam kesalahan tentang pekerjaan dan penerbit anti aliran sesat yang lainnya.
Seandainya saya lebih teliti, saya tentu akan membaca salinan putusan dari Hakim Leo G. Seyranian atas kasus The God-Men. Baru-baru ini saya membaca salinan putusan itu, dan Anda juga dapat membacanya, karena putusan itu dapat diakses secara online.4 Putusan itu benar-benar mengecam SCP dengan tuntas. Sehingga siapa saja yang membacanya dan masih mendukung pendirian kebenaran The God-Men, sungguh tidak bisa dimengerti. Membaca salinan putusan ini saja sudah cukup untuk mengubah pandangan siapa saja dalam komunitas anti aliran sesat yang sudah secara naif mempercayai pembelaan SCP, yang dengan rutin diulang-ulang di lingkungan anti aliran sesat.5 Dalam menilai bukti-bukti, Hakim Seyranian menulis:
Pada awal sidang pengadilan ini, penuntut menunjukkan dan menyatakan bahwa mereka bermaksud melakukan pembuktian adanya “kejahatan yang sesungguhnya” dan Pengadilan merasa puas atas apa yang mereka telah lakukan. Bukti-bukti menunjukkan bahwa dalam hampir semua contoh di mana terdakwa bermaksud mengutip dari pernyataan Witness Lee, nyatanya mereka menyimpangkannya dan mengeluarkan pernyataan Witness Lee itu dari konteksnya untuk menghasilkan kesimpulan yang sudah ditentukan sebelumnya . . . Selain itu, bukti-bukti sudah dengan kuat menunjukkan bahwa terdakwa juga membelokkan model sosiologis dari pengubahan suatu kelompok agama yang dikembangkan oleh Lofland dan Stark agar bisa membuat suatu teori tentang perekrutan yang menyesatkan yang dilakukan oleh para pemimpin dan anggota Gereja Lokal berdasarkan ajaran penuntut, Witness Lee. Kesaksian Dr. Rodney Stark, salah seorang pengembang model tersebut, meyakinkan Pengadilan bahwa pembelokan teorinya itu sangat kasar dan memang disengaja (mengandung maksud tertentu) . . . Selanjutnya, kesaksian tertulis di bawah sumpah dari Duddy, Alexander, Buckley dan Sire menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan yang menghina diterbitkan dalam beberapa media meskipun mereka tahu bahwa pernyataan itu tidak tepat dan di beberapa media lain diterbitkan dengan mengabaikan benar atau salahnya.
.....
Pengadilan setuju dengan pernyataan saksi Dr. Rodney Stark ketika dia menyatakan:
“Jika yang dilakukan oleh terdakwa hanyalah menulis sebuah buku yang benar-benar jahat terhadap teologi Witness Lee, kami tidak akan berada di sini hari ini karena hal itu boleh-boleh saja dilakukan di masyarakat kita, Amerika. Anda bisa melakukan hal itu. Tetapi begitu Anda mulai berbicara . . . menyebut nama-nama dan peristiwa, perbuatan yang menjelek-jelekkan orang lain, perbuatan seksual yang tidak etis, masalah keuangan, atau memasuki satu area mengutip pernyataan teologis seseorang yang terang-terangan bertentangan dengan apa yang dikatakan orang itu, maka saya pikir kami harus . . . Kami tidak berbicara tentang agama, kami berbicara tentang kebenaran, kami berbicara tentang perbuatan memfitnah, kami berbicara tentang kejujuran, kami berbicara tentang seluruh masalah yang berkaitan.” (Tr. 171-172)
Pengadilan menyimpulkan kerugian yang ditujukan kepada GL dalam kasus The God-Men sebagai berikut:
Semua pernyataan yang tidak benar yang dipaparkan di atas sangat menghina karena pernyataan itu menyampaikan kepada para pembacanya bahwa penuntut Witness Lee dan William Freeman adalah para pemimpin suatu aliran “sesat”, dan Gereja di Anaheim adalah aliran “sesat” yang semacam itu. Pernyataan yang tidak tepat itu juga menyampaikan kepada pembaca bahwa penuntut melakukan suatu program praktek perekrutan yang menyesatkan yang menelan korban orang-orang yang lemah dan rapuh untuk membuat mereka tunduk sepenuhnya di bawah kendali penuntut; menyatakan bahwa penuntut mengendalikan kehidupan setiap anggota Gereja Lokal di berbagai tempat melalui menakut-nakuti mereka dan menggunakan berbagai teknik lain dari manipulasi mental dan isolasi sosial.
Pernyataan itu juga menyampaikan kepada para pembacanya bahwa penuntut mengajarkan prinsip-prinsip yang mengizinkan, mendorong, atau mentoleransi sikap yang amoral; juga, menyatakan bahwa penuntut mengeksploitasi orang-orang ini secara finansial untuk keuntungan penuntut sendiri dan selanjutnya orang-orang yang meninggalkan kelompok ini dianiaya dan diancam dengan bencana.6
Sudah umum dan sering kali dibicarakan dalam komunitas anti aliran sesat bahwa GL dengan jahat menyerang SCP, sehingga SCP tidak pernah bisa pulih kembali sepenuhnya. Tidak, jika kita hendak jujur dan adil kepada GL, SCP sendiri yang melancarkan pukulan yang melemahkan dirinya sendiri dengan menerbitkan buku yang memfitnah. Tidak semua ministri atau apologist anti aliran sesat yang membaca kesimpulan teologis SCP tentang GL sepenuhnya mendukung The God-Men. Misalnya, Walter Martin, Passantino, dan saya tidak memberikan dukungan apa-apa bagi tuduhan psikologis, sosiologis, dan kejahatan yang ditujukan kepada GL dalam The God-Men, dan kami pada umumnya tidak nyaman dengan pendekatan-pendekatan yang tidak teologis terhadap aliran sesat (karena itu kami memakai pendekatan yang sangat teologis terhadap GL dalam publikasi kami sendiri7). Tetapi karena kami mengambil kesimpulan teologis yang mirip dengan kesimpulan SCP, kami menahan sikap tidak percaya kami terhadap tuduhan mereka dan mendukung mereka dalam perkara pengadilan, menekankan kebenaran demi alasan umum dan persahabatan antar kolega, dan dengan demikian berbagian dalam dosa mereka terhadap GL. Selanjutnya, kami juga tidak kurang bersalahnya karena dengan tidak tepat menyebut saudara dan saudari yang sejati di dalam Kristus ini sebagai bidah.
The Encyclopedia of Cults
and New Religions —
ECNR (Ensiklopedia Aliran Sesat
dan Agama-agama Baru)
Kali pertama saya mendengar tentang perkara GL dengan Harvest House, Ankerberg dan Weldon, GL masih belum mendekati kami untuk berdialog dan saya, seperti setiap orang lain di komunitas anti aliran sesat, berpikir: “Kami mulai lagi setelah bertahun-tahun berhenti. Tampaknya kematian Witness Lee tidak mengubah apa-apa. GL masih mencoba menutup mulut kritisi mereka.”
Saya membaca bagian yang dipermasalahkan dalam ECNR — pendahuluan, lampiran, dan bab yang membahas GL — berharap menemukan sedikit pembenaran untuk teman lama saya dan kolega saya John Weldon. Namun, baik loyalitas yang timbul dari kerja sama kami selama bertahun-tahun, atau rasa hormat yang dalam dari saya terhadapnya sebagai orang Kristen dan peneliti, atau antipati yang saya rasakan yang saat itu sangat kuat seperti terhadap GL, tidak dapat membutakan saya terhadap fakta bahwa keluhan GL terhadap buku itu memang sah. Mungkin dari antara orang-orang yang membaca bagian-bagian ECNR itu tidak ada yang memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya dalam menilai kelayakan suatu naskah mengenai aliran sesat dan agama baru untuk diterbitkan, dan naskah ini tidak akan dimuat dalam CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL tanpa penulisan ulang (koreksi) yang ketat.
Dari bagian pendahuluannya, saya mencatat adanya kekurangan perhatian dalam memberikan definisi kepada istilah dan kategorisasi kelompok-kelompok yang sangat tidak tepat, tidak konsisten, dan tidak adil, dan bisa diartikan memfitnah. Para penulisnya bingung mengenai pandangan teologis dan sosiologis ketika hendak mendefinisikan “aliran sesat”, tidak pernah mendapatkan satu definisi yang benar-benar memuaskan mereka, tetapi mereka juga tidak sepenuhnya menolak definisi yang lain. Mereka takut dengan definisi yang terlalu luas berdasarkan model klasifikasi yang berbeda-beda (menurut Alkitab, agama, perilaku, dan sosiologi) yang berubah-ubah dari waktu ke waktu ketika mereka menggunakannya di masa yang akan datang. Dalam definisi yang begitu luas dan elastis itu satu lembaga bisa dimasukkan ke dalam satu kelompok yang tidak sepenuhnya memenuhi semua deskripsi kelompok itu, dan bisa diramalkan dan dipahami, lembaga itu pasti tidak ingin melihat diri mereka memiliki kaitan dengan kelompok-kelompok yang mereka sendiri membencinya.
Para penulis ECNR mengakui bahwa beberapa kelompok seharusnya digolongkan sebagai kelompok Kristen yang menyimpang dan bukan disebut aliran sesat, karena kelompok itu tidak mengajarkan ajaran bidah secara nyata, dan mereka menyebut Oneness Pentecostalism (Pentakosta Kesatuan) sebagai contoh dari kelompok yang demikian (kami di CRI tidak menyetujuinya)8. Bagaimanapun, mereka tidak dapat menemukan kriteria untuk memasukkan GL ke dalam satu kelompok tertentu — yang bahkan para kritisi pada umumnya mengakui GL tidak menganut modalisme yang dianut oleh Oneness — dalam kategori yang tidak begitu jahat. Sebab itu, klasifikasi mereka sebaik-baiknya merupakan suatu tindakan yang sembarangan, dan seburuk-buruknya merupakan fitnah, yang muncul dari sesuatu yang bukan permintaan dari kriteria yang mereka tentukan sendiri.
Bertentangan dengan apa yang umum diulang dalam komunitas anti aliran sesat,9 keluhan GL dalam perkara ini — dan benar/berlaku juga bagi dua perkara sebelumnya — bukanlah karena mereka disebut aliran sesat berdasarkan pandangan teologis. Sebaliknya mereka mengeluh karena buku itu (1) mengidentifikasi GL sebagai aliran sesat, (2) mendefinisikan aliran sesat sebagai satu kelompok agama yang mengaku sama dengan kekristenan “yang doktrinnya bertentangan dengan kekristenan historis, dan yang praktek-prakteknya dan standar-standar etisnya melanggar kekristenan yang alkitabiah” (beberapa bagian ditekankan oleh kami),10 dan (3) mencakup kebencian dan bahkan perilaku jahat sebagai contoh dari apa yang mungkin merupakan pelanggaran etika.
Satu bagian dalam buku itu yang secara khusus melukai GL adalah bagian pendahuluan yang memuat dua belas butir deskripsi ciri-ciri umum aliran sesat.11 Selain aliran bidah, “salah tafsir Alkitab yang sistematis”, okultisme, penolakan nalar, dan pelanggaran teologis dan rohani lainnya, daftar ciri-ciri aliran sesat itu mencakup:
• “otoriterianisme yang merusak dan mentalitas yang cenderung pada sanksi hukuman”;
• “para anggota sering mengalami penyiksaan psikologis, jasmani dan rohani melalui dinamika aliran sesat yang menolak standar alkitabiah, etika, dan pastoral. Terkait dengan ini, sering kali terjadi penyimpangan pandangan alkitabiah atas seksualitas manusia atau kemerosotan atau penyimpangan seksualitas”;
• “paranoid atau perasaan teraniaya, dan itu mungkin berupa penentangan atau pengasingan dari kebudayaan, berlawanan dengan kepercayaan, nilai, dan praktek yang ada dalam budaya yang dominan”; dan
• intimidasi atau penipuan terhadap anggota dan orang luar, sering kali termasuk kecurangan.
Pembelaan yang diajukan oleh Harvest House, Ankerberg, dan Weldon, yang akhirnya diterima oleh Pengadilan Tinggi Texas, pertama-tama menyatakan bahwa dalam buku itu tidak ada perbuatan yang amoral dan kejahatan yang begitu ganas menyerang atau ditujukan kepada GL. Bab yang membahas tentang GL begitu singkat dan tidak menyinggung masalah itu (Kejahatan GL). Kedua, kualifikasi dan penjelasan tertentu dimuat dalam buku itu, tidak berarti semua aliran sesat dipandang memiliki semua ciri yang harus disalahkan. Misalnya, ketika mereka memperkenalkan dua belas ciri aliran sesat, Ankerberg dan Weldon menyatakan, “Tidak semua kelompok memiliki semua ciri-ciri itu, dan tidak semua kelompok memiliki setiap ciri-ciri dalam ukuran atau kadar yang sama . . .”12 Terakhir dan yang paling penting, pembelaan itu dibuat oleh terdakwa dan dikabulkan oleh pengadilan, pada dasarnya, GL dituduh disebut aliran sesat, tetapi karena ECNR “memusatkan diri pada masalah doktrinal dan apologetik” dari teologi dan apologetik dan terutama menggunakan istilah aliran sesat dalam bidang ini (teologi), pengadilan tidak berminat membahas masalah-masalah teologis.
Entah pengadilan setuju atau tidak, pemikiran seperti ini adalah salah. Setiap definisi yang dibuat oleh ECNR untuk aliran sesat, meliputi praktek dan kepercayaan. Seperti telah kita lihat, praktek-praktek itu dikatakan melanggar standar etika Alkitab dan contoh khusus yang dimuat dalam buku itu sebagai ilustrasi dari apa yang dimaksud dengan aliran sesat, meliputi semua perilaku yang tercela dan kejahatan yang dituduhkan kepada GL. Dampak dari perbuatan ini adalah pencemaran nama baik yang seharusnya dapat diperkarakan, dapat dilakukan tanpa mendapat hukuman, asalkan penghinaan itu dikemas dengan istilah-istilah agama.
Ketika GL naik banding dalam kasus ini ke Texas Supreme Court (Pengadilan Tinggi Texas), CRI dan Answers in Action mengeluarkan pernyataan bersama yang sebagiannya mengatakan:
The Encyclopedia of Cults and New Religions (ECNR) telah menyimpang dari ikatan analisis teologis yang bertanggung jawab dan tuduhan publik yang bertanggung jawab dengan menggunakan istilah aliran sesat sebagai alasan yang dibuat-buat, memakai istilah yang dalam hukum termasuk pencemaran nama baik. Jika Anda melihat bagian “PENCEMARAN NAMA BAIK” dari berkas itu, Anda akan menemukan bahwa ciri-ciri yang dapat dituntut meliputi “penganiayaan fisik”, “penipuan mengenai pencarian dana dan biaya keuangan”, “penyelundupan obat-obatan serta perbuatan jahat lainnya, termasuk pembunuhan”, “tidak memberikan pengobatan kepada para pengikutnya”, “mendorong atau mengusulkan prostitusi atau pelacuran”, “kadang-kadang memperkosa wanita”, “mencabuli anak-anak”, “memukuli para muridnya”, “mempersembahkan manusia sebagai kurban”, dan “mempersembahkan anak-anak sebagai kurban” — tidak satu pun dari perbuatan jahat ini dan tindakan yang penuh kebencian ini yang dikaitkan kuat-kuat oleh ECNR pada konteks teologis atau agama . . .13
Bagaimana dengan kualifikasi dan klarifikasi yang disebutkan lebih dulu yang dibuat oleh Ankerberg dan Weldon? Pertama, orang-orang yang percaya kualifikasi ini menyatakan GL mungkin tidak bersalah atas segala kejahatan dan perilaku memalukan yang disebutkan dalam buku itu karena tidak cukup teliti dibaca: “Tidak semua kelompok memiliki semua ciri-ciri itu dan tidak semua kelompok memiliki setiap ciri-ciri dalam ukuran atau kadar yang sama . . .”. Tidaklah memadai memberikan jawaban bahwa buku itu tidak secara nyata meletakkan perilaku yang menjijikkan di pintu GL, jika buku ini dengan jelas menyatakan GL memiliki perilaku buruk dalam ukuran yang tidak disebutkan. Kita mungkin tidak tahu bahwa GL nyata-nyata bersalah atas paedofil, penculikan, kehancuran keluarga, dan sebagainya, tetapi kita tahu dari buku itu bahwa mereka mungkin bersalah karena melakukan salah satu perbuatan itu dan bersalah karena memiliki beberapa perilaku semacam itu. Tuduhan yang belum tentu tepat juga dapat mengakibatkan pembunuhan karakter dan karena itu harus tetap dianggap pencemaran nama baik. Masyarakat Kristen mungkin akan memandang Anda dan tidak tahu apakah Anda bersalah karena melakukan pembunuhan, perkosaan, atau pencurian, tetapi jika sebuah penerbit Kristen terkenal memastikan bahwa Anda bersalah karena melakukan salah satu dari kejahatan-kejahatan itu, maka reputasi Anda tetap akan rusak.
Selanjutnya, kualifikasi setengah hati bahwa “tidak semua aliran sesat sama-sama dapat dikecam karena pengajaran dan praktek yang tidak enak; tetapi memadai” (penekanan ini ditambahkan)14 tidak membebaskan kelompok apa pun dalam ensiklopedia itu dari kecaman karena praktek yang tidak menyenangkan. Ensiklopedia itu hanya mengatakan bahwa beberapa (tidak disebutkan dengan jelas) dari mereka tidak sama-sama dapat dikecam bersama para penyerang yang lebih ekstrem. Keterangan yang samar-samar semacam itu tidak hanya tidak melindungi beberapa kelompok yang disebut demikian, malah dengan habis-habisan mereka menghina kelompok tersebut. Misalnya, jika seseorang mengatakan kepada Anda bahwa salah satu dari dua belas penatua di gereja Anda adalah seorang pedofil (orang yang suka melecehkan anak-anak secara seksual) yang baru lepas dari tuduhan bersalah dan hukuman kurungan secara teknis, mungkin anak-anak Anda akan aman bersama kesebelas penatua yang lainnya. Tetapi Anda, sebagai orang tua yang tidak tahu penatua mana yang bersalah, akan dianggap tidak bertanggung jawab jika Anda menyerahkan anak-anak Anda ke dalam pengasuhan kedua belas penatua tersebut. Sebelas penatua telah difitnah sementara yang bersalah hanya satu orang penatua. Inilah yang dilakukan oleh ECNR kepada GL.
Terakhir, tampaknya perlu diperhatikan bahwa para penulis mengecualikan “anggota aliran sesat yang berbuat kejahatan” dari definisi aliran sesat yang terdiri atas dua belas butir.15 Ini berarti definisi aliran sesat mereka “yang lebih berbaik hati, lebih lunak” adalah yang mereka berikan dalam buku itu; inilah batasan pelonggaran syarat yang besar yang atasnya mereka rela mengalah.
Para anggota komunitas anti aliran sesat yang senang terhadap, atau merasa dibenarkan oleh, keputusan Pengadilan tingkat banding Texas dapat berbuat demikian hanya bila mereka sama-sama merasa dipermalukan, dan terlibat dalam hal mawas diri dan memeriksa ulang metoda atau cara mereka sendiri, setelah Mind Benders ditarik dan The God-Men diputuskan dalam pengadilan. Dua dari tiga pengadilan membenarkan GL dari tuduhan yang ditujukan kepada mereka, dan satu pengadilan yang lain mengambil keputusan berdasarkan penafsiran hukum yang mencurigakan, bukan karena tuduhan yang diajukan kepada GL memang benar. Dengan kata lain, bahkan dalam kasus ECNR tertuduh atau terdakwa mengakui di bawah sumpah bahwa mereka tidak memiliki alasan atau dasar untuk mengaitkan GL dengan perilaku yang menghina dan jahat yang mereka masukkan dalam definisi mereka terhadap aliran sesat. Akibatnya, mereka hanya berhasil membantah bahwa mereka seharusnya bebas memberikan kesaksian palsu (yaitu melanggar Perintah kesembilan) asalkan mereka melakukannya dalam konteks mendefinisikan satu kelompok sebagai aliran sesat. Dalam terang mandat Yesus yang memerintahkan para pengikut-Nya menjadi terang dunia, hampir tidak ada alasan untuk bergembira bila mereka bisa meyakinkan suatu pengadilan dunia untuk memutuskan perkara mereka berdasarkan standar yang lebih rendah daripada standar dunia.
Mengapa GL begitu “Mudah Tersinggung”?
Masalah yang perlu ditanyakan: mengapa GL begitu “mudah tersinggung” karena menjadi sasaran pembicaraan satu setengah bab dalam sebuah buku, khususnya ketika bab itu tidak secara khusus menuduh mereka memiliki perilaku dan praktek yang tercela yang hanya disebutkan secara umum di dalam buku itu? Mengapa mencari masalah dan mengeluarkan biaya untuk memperkarakan orang, khususnya ketika Alkitab menganjuri orang Kristen untuk tidak membawa satu sama lain ke pengadilan (1 Kor. 6:1-8)? Itu adalah pertanyaan yang masuk akal, yang masih saya pertanyakan setelah kami berdialog dengan GL.
Namun, setelah perjalanan saya ke China, saya mengerti. Saya makan bersama dengan saudara-saudara Kristen yang melayani di penjara setelah pihak penguasa menjadi berani mengambil tindakan hukum melawan mereka dengan bantuan ECNR dan Pengadilan tingkat banding. Bagi orang Kristen di Amerika, disebut anggota aliran sesat hanyalah merupakan satu penghinaan; bagi orang Kristen di Asia, disebut anggota aliran sesat bisa mendatangkan aniaya sedemikian rupa yang tidak pernah kita cemaskan akan terjadi di sini.
Kemampuan GL untuk melaksanakan misi mereka di negara asal mereka erat kaitannya dengan sikap pemerintah yang menganggap mereka sebagai aliran sesat yang mengganggu masyarakat atau suatu agama yang memiliki tanggung jawab sosial. Status GL di China masih mengambang; di kalangan pejabat tinggi ada yang membela, juga ada yang menentang. Dan, seperti yang dulu telah disebutkan, Hank dan saya dijamin oleh beberapa pegawai pemerintah bahwa ketika para penerbit Barat menerbitkan suatu buku tentang sekte apa pun di China, pemerintah China akan sangat memperhatikan dan hal itu akan mempengaruhi kebijakan pemerintah. GL jelas tidak bisa duduk-duduk dengan pasif dan membiarkan diri mereka dicap aliran sesat dalam masyarakat berdasarkan terbitan Barat.
Tidak ada satu pun dari hal ini — termasuk berkas Hank berupa ringkasan tentang GL16 — yang dapat dianggap bahwa CRI mendukung upaya hukum GL terhadap Harvest House, Ankerberg, dan Weldon. Yang benar adalah kami pikir ini adalah satu kesalahan, kami berusaha memberikan pemahaman dan mengadakan dialog antar pihak-pihak yang terlibat, dan dengan konsisten kami menasihati GL jangan menggunakan jalur hukum. Namun, semuanya ini seharusnya ditafsirkan bahwa kami percaya ada alasan yang adil dan masuk akal di balik tindakan hukum GL; pihak komunitas anti aliran sesat seharusnya menyatakan simpati yang lebih banyak daripada dulu, lebih mau menyatakan maksud baik terhadap mereka.
Tidak hanya ada situasi di Asia yang perlu dipertimbangkan, tetapi juga fakta bahwa GL selalu mengambil tindakan hukum sebagai langkah terakhir bila pihak-pihak yang terlibat mutlak menolak untuk bertemu dengan mereka sebagai saudara-saudara Kristen. Memang, sebenarnya Harvest House dulu yang menuntut GL dan menuduh GL terus-menerus “mengganggu” mereka, karena GL terus-menerus meminta bertemu dengan mereka dan membahas perbedaan mereka. Ini bukan hanya cerita versi GL tentang apa yang terjadi: seluruh komunikasi antara kedua pihak didokumentasikan dalam surat menyurat, dan kami memiliki salinan semua dokumen itu.
Riwayat Panjang Perilaku Beperkara?
Sebab itu GL hanya tiga kali mengajukan tuntutan terhadap orang atau lembaga Kristen, dan dalam setiap kasus, mereka menghadapi dilema, sehingga GL layak mendapatkan simpati. Namun, saya tahu jika saya berhenti di sini, banyak orang dalam komunitas anti aliran sesat akan merasa bahwa saya belum sepenuhnya menyampaikan masalahnya. Setelah CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL menerbitkan satu tulisan tentang GL dalam tahun 2007,17 teman lama dan kolega saya Eric Pement menulis satu surat kepada redaksi yang berisi hal-hal berikut ini:
Artikel itu mengatakan bahwa “gereja-gereja lokal” mendapatkan reputasi yang tidak sepatutnya karena mengajukan perkara hanya sebanyak dua sampai tiga perkara dalam waktu 40 tahun. Pada umumnya orang-orang di dalam ministri anti aliran sesat — termasuk CRI dan Answers in Action — mengakui satu fakta: “gereja-gereja lokal” sering mengeluarkan ancaman pengadilan terhadap orang-orang Kristen yang mengkritik mereka. Karena banyak ministri nirlaba yang dijalankan dengan dana terbatas, ministri-ministri ini biasanya mundur, mengumumkan penarikan kembali (pernyataannya/terbitannya), atau menyingkirkan bahan-bahan yang bermasalah tanpa melalui pengadilan secara teknis. Dalam beberapa kasus, para kritisi mengabaikan ancaman itu, atau menang dalam dengar pendapat.
Tindakan hukum ditempuh terhadap Christian Literature Crusade tahun 1973 karena menerbitkan buku The Ecclesiology of Watchman Nee and Witness Lee (Pandangan Watchman Nee dan Witness Lee mengenai Gereja); terhadap CRI tahun 1977; terhadap Christian Herald Books tahun 1979 atas buku The Lure of the Cults (Godaan Aliran Sesat); terhadap Regal Books tahun 1979; terhadap Moody Bible Institute, terhadap Salem Kirban, dan terhadap majalah Eternity, semuanya tahun 1980; terhadap InterVarsity Press tahun 1983; terhadap Tyndale Press tahun 1985; terhadap Moody Press tahun 1991; terhadap almarhum Jim Moran dan Light of Truth Ministries tahun 1995, 2000, dan 2001; terhadap Bereans Apologetics Research Ministry tahun 2002; dan terhadap Daniel Azuma tahun 2003.
Sebagian besar informasi di atas berasal dari sebuah artikel yang diterbitkan oleh Spiritual Counterfeits Project tahun 1983 (yang jatuh bangkrut karena harus membayar biaya perkara terhadap “gereja lokal” dari 1980 sampai 1985) dan sebuah artikel yang diterbitkan oleh Jim Moran tahun 2003. Hak cipta Moran sekarang dimiliki oleh Gereja di Fullerton, yang melarang cetak ulang artikelnya.
Saya tidak percaya, Mormon dan Saksi Yehova bersama-sama pernah mengajukan tuntutan dan ancaman hukum sebanyak yang diajukan oleh penerbit Kristen Injili.
Dalam menanggapi Pement, saya tahu satu fakta bahwa dia salah dalam mengatakan ancaman tindakan hukum GL terhadap CRI tahun 1977 (atau tahun lain untuk masalah itu). Saya juga mengetahui beberapa keadaan atau peristiwa yang dicatatnya, dan ingatan saya tidak sama dengan informasi yang dia gunakan. Namun, saya tidak dapat menyebutkan semua situasi yang dijadikan referensinya dan karenanya saya berpaling ke GL untuk melihat catatan mereka terhadap sejarah ini. Mereka memberi saya dokumen setebal dua puluh empat halaman (ditambah beberapa lampiran) yang rinci berupa tanggapan terhadap tuduhan Pement yang benar-benar memuaskan saya dalam masalah ini. Mereka belum memutuskan untuk menjawab secara terbuka atau tidak, dan jika mereka berbuat demikian, mereka akan melakukan pekerjaan lanjutan atas hal itu, tetapi mereka memberi saya izin untuk menyalin bagian-bagian berikut ini. Saya yakin kutipan di bawah ini akan sangat membantu merangkum informasi yang lebih rinci yang tercakup dalam dokumen itu dan menempatkan tuduhan “sejarah perilaku beperkara” dalam kedudukan yang benar:
Kami ingin menekankan bahwa prinsip yang mengatur semua tanggapan kami terhadap kritik yang bermusuhan, selama tiga puluh tahun terakhir ini tetap sama dalam setiap kasus:
1. Kami selalu lebih dulu mencoba mengambil jalan menemui saudara-saudara kami, orang Kristen, untuk mencocokkan perbedaan kami melalui persekutuan yang damai seperti yang diajarkan Alkitab dalam Matius 18:15-20 dan 2 Timotius 2:25-26. Dalam beberapa kasus kami sia-sia mencari persekutuan kristiani semacam itu selama setahun atau lebih sebelum kami mengambil tindakan lain.
2. Jika hanya perbedaan doktrinal yang diekspresikan, tulisan dan persekutuan, bukan pengadilan, adalah satu-satunya pilihan yang sesuai.
3. Tuduhan yang menganggap kami “aliran sesat” atau memiliki praktek-praktek yang menakutkan atau perilaku sosial yang tercela yang menjadi ciri khas aliran sesat seperti dikenal pada akhir 1970 adalah jelas di luar lingkungan perselisihan tentang doktrin. Tuduhan semacam ini menciptakan ketakutan yang tidak mungkin dihapus dampaknya melalui tulisan atau pembicaraan. Prasangka yang kuat dengan melekatkan sebutan “aliran sesat” membuat orang-orang beriman meninggalkan kami dan tidak mau mendengarkan kami. Dalam tiga suasana yang ekstrem ketika kami terpaksa menempuh jalur hukum untuk melaporkan tuduhan itu, banyak kelompok Injili menyerang kami karena perilaku yang tidak kristiani, tetapi mereka membela orang-orang yang nyata-nyata menjadi saksi palsu dalam suatu usaha untuk menghancurkan sesama orang beriman. Sungguh ironis, sementara kami ditolak dan dianggap meninggalkan iman kami, kami dikecam karena tidak mengatasi masalah ini dalam keluarga iman. Kenyataannya, ketika tuduhan semacam itu dibuat dengan kekeliruan yang terang-terangan, hal itu memang adalah perkara di bidang hukum. Karena melihat tidak ada alternatif atau pilihan lain, kami mencari bantuan dari otoritas duniawi dengan harapan menerima pertimbangan yang lebih adil daripada yang kami terima dari penerbit-penerbit dan penulis-penulis Kristen yang menolak usaha kami untuk bersekutu dengan orang Kristen.
4. Kami memang pergi menemui penulis dan penerbit yang menerbitkan ulang (kadang-kadang kata per kata) kesalahan yang asli dari penerbitan yang semula, dan berbicara dengan mereka. Maksud kami adalah mengetuk hati nurani mereka, bukan untuk mengancam mengambil tindakan hukum. Ini secara berlebihan ditampilkan dalam kasus yang sedang dipelajari ini. Fakta bahwa gereja-gereja lokal sudah berhasil dalam membuktikan kekeliruan dalam buku asli yang menjadi sandaran kebanyakan dari mereka, mungkin menimbulkan rasa takut diperkarakan dalam pikiran mereka.
Kami tidak menganggap diri kami sempurna, tetapi prinsip kami adalah tidak mengancam, melainkan mengoreksi pemahaman yang salah. Seperti yang ditunjukkan dokumen ini, melaporkan percakapan itu sebagai ancaman yang datang dari kami adalah salah sama sekali. Pement, yang mengangkat masalah ini, seharusnya ingat bahwa ketika organisasinya, JPUSA, menerbitkan traktat yang keliru dan merendahkan gereja lokal,18 dua orang anggota (termasuk salah satu penulis bahan ini) yang mewakili gereja-gereja lokal pergi ke Chicago dan berusaha berdialog dengan mereka. Dalam dialog itu, tidak tercapai kesimpulan, tidak ada ancaman hukum, dan traktat mereka tidak ditarik. Bagaimana Pement mengabaikan peristiwa ini dalam catatannya mengenai sikap kami terhadap para kritisi kami? Bagaimana Pement membalas pengalamannya bersama kami dengan tuduhannya yang berulang-ulang tanpa mengenal kami secara pribadi?
Ketika akhirnya kami naik banding terhadap kedua buku yang disebut lebih awal itu, kami tidak melakukannya dengan sembarangan atau tanpa alasan. Di negara ini, Amerika Serikat, ministri, gereja-gereja, dan banyak anggota perorangan sangat menderita karena tuduhan palsu yang tercantum dalam The God-Men dan Mind Benders, tuduhan yang berulang-ulang sedikitnya dalam tiga ratus buku, artikel, dan siaran lain (The God-Men diterjemahkan ke dalam bahasa China dan diedarkan di China). Pertumbuhan gereja-gereja terhenti dan penerimaan terhadap ministri Saudara Lee terganggu. Banyak keluarga dikucilkan, terjadi banyak perceraian, banyak orang kehilangan pekerjaan, beberapa anggota mengalami siksaan jasmani, anak-anak kami disebut anggota “aliran sesat”, dan banyak anggota dipermalukan secara terang-terangan dan dihina karena kedua buku itu. Tetapi penderitaan di Amerika Serikat tidak ada artinya dibandingkan dengan apa yang diderita gereja lokal dan beberapa orang karena dituduh sebagai anggota “aliran sesat” di negara-negara di mana kebebasan beragama tidak dilindungi. Di tempat-tempat itu, para anggota ditahan, dipenjara, dan mengalami perlakuan yang lebih buruk lagi. Bagaimana mungkin kami tidak bertindak? Karena faktor-faktor itu kami terpaksa mendaftarkan perkara di Amerika Serikat bila tidak ada jalan lain yang tersedia bagi kami. Sejarah yang tragis ini juga terbentang di depan kami ketika keputusan diambil untuk menghadapi tuntutan terbaru terhadap Harvest House dan penulisnya. Beberapa hal yang sama mulai terjadi lagi sebagai akibat terbitnya buku mereka. Kami tidak bisa membiarkan kerusakan yang akan menimpa gereja-gereja dan perorangan di negara-negara yang disebutkan di atas tanpa melakukan tindakan untuk mencegahnya.
....
Daripada mempromosikan perbandingan-perbandingan yang tidak beralasan ini, mungkin lebih baik Pement dan yang lain yang mengajukan tuduhan semacam itu, menanyakan berapa banyak perkara yang diajukan para penerbit Kristen terhadap orang Kristen lain. Jawabannya adalah banyak penerbit Injili yang besar telah mengajukan banyak perkara atau tuntutan untuk memulihkan keadaan keuangan mereka dari orang Kristen lain dan pihak sekuler. Informasi ini secara publik tersedia bagi mereka yang mencarinya. Tuntutan para penerbit kebanyakan adalah atas penagihan hutang yang tidak terbayar oleh kaum beriman, hal-hal yang jelas tidak dibenarkan dalam 1 Korintus 6. Jelas, pasti banyak ancaman tuntutan sebelum benar-benar ada perkara yang didaftarkan. Tidak adakah yang melihat kemunafikan dalam menghakimi satu kelompok Kristen yang mengajukan tiga tuntutan, sementara menutup mata terhadap lebih banyak perbuatan dari beberapa penerbit Kristen yang besar? Harvest House nyatanya memang telah mendaftarkan lebih banyak perkara tuntutan terhadap sesama orang atau badan Kristen daripada kami. Pernahkah orang mengkritik Harvest House karena menuntut pemilik toko buku Kristen? Selanjutnya, Harvest House menuntut kami sementara kami minta mereka untuk bertemu dengan kami. Pernahkah orang mengkritik mereka secara terbuka karena memulai menggunakan jalur hukum dalam menangani perselisihan?19
Ringkasnya, apa yang oleh komunitas anti aliran sesat dianggap perilaku GL yang suka melakukan tuntutan hukum, dalam banyak kasus dapat dipandang hanya sebagai satu usaha, guna bertemu dengan dan meminta para penulis dan penerbit anti aliran sesat untuk mengoreksi tuduhan yang keliru yang sudah mereka terbitkan terhadap satu kelompok Kristen; ini adalah fakta yang didukung oleh bukti. Komunitas anti aliran sesat juga perlu meninjau kembali ketidakkonsistenan kecaman yang kuat dan menyakitkan hati terhadap GL, karena GL mengambil tindakan hukum terhadap orang-orang Kristen untuk melindungi kebebasan, ministri, dan reputasi umatnya, sementara di pihak lain komunitas aliran sesat bersikap masa bodoh terhadap beberapa penerbitnya yang mengambil tindakan hukum terhadap orang Kristen untuk melindungi kepentingan keuangan mereka, sesungguhnya kasus yang belakangan lebih menyerupai keadaan yang disebutkan Paulus dalam 1 Korintus 6:1-8 (lihat, mis. ayat 7).
Untuk memelihara atau mempertahankan kebebasannya, ministrinya, dan reputasinya, Paulus “naik banding kepada Kaisar.” Inilah pandangan dan pembenaran GL terhadap keputusan mereka yang terakhir untuk mengambil tindakan hukum sebanyak tiga kali dalam tiga puluh tahun belakangan ini. Bahkan jika kami tidak sependapat dengan mereka, kami masih perlu merendahkan diri untuk mengakui bahwa kami tidak pernah seperti saudara-saudara dalam Kristus ini, yang harus menghadapi pilihan yang sangat sulit — yang konsekuensinya menyangkut hidup matinya banyak orang Kristen yang saleh.
1 J. Gordon Melton, An Open Letter concerning the Local Church, Witness Lee and The God-Men Controversy (Surat Terbuka mengenai Kontroversi Gereja Lokal, Witness Lee, dan Manusia-Allah) (Santa Barbara, CA: The Institute for the Study of American Religion, 1985), 1-3.
2 Ibid., 14.
3 http://www.contendingforthefaith.com/libel-litigations/god-men/OpenLtr/open.html.
4 http://www.contendingforthefaith.com/libel-litigations/god-men/decision/completeText.html.
5 Lihat, misalnya, http://www.apologeticindex.org/363-spiritual-counterfeits-project.
6 “Pernyataan Keputusan perkara — Lee lawan Duddy: The God-Men oleh Neil Duddy dan SCP”, tertanggal 27 Juni 1985, dalam Pengadilan Tinggi (the Superior Court) negara bagian California dalam dan untuk County of Alameda, Leon Seyranian, Hakim Pengadilan Tinggi, 28, 31.
(http://www.contendingforthefaith.com/libel-litigations/god-men/decision/completeText.html.)
7 Lihat, misalnya Walter Martin, editor umum, bersama Gretchen Passantino dan staf peneliti dari Christian Research Institute, The New Cults (Santa Ana, CA: Vision House, 1980), lampiran.
8 John Ankerberg dan John Waldon, Encyclopedia of Cults and New Religions (Eugene, OR: Harvest House Publishers, 1999), XXII. Dalam tema mereka mengenai Oneness Pentecostalism [Pentakostalisme Kesatuan] (OP), penulis menggolongkan OP sebagai satu aliran sesat, yang “tidak selalu dalam setiap cara dan dalam setiap gereja” (375). Tetapi keragu-raguan tentang status OP ini hanya memberikan contoh lain dari kesulitan mereka mendefinisikan kategori yang mereka pakai dan secara terus-menerus menempatkan kelompok-kelompok agama di dalam kategori itu.
9 Lihat, misalnya, Ken Walker, “Kritisi Gereja Lokal Berubah Pendirian”, Charisma, Juni 2009, 20, di mana Kurt Van Gorden mengatakan, “John Weldon seharusnya dapat menyebut kelompok apa pun sebagai aliran sesat bila kelompok itu memenuhi definisi teologisnya.”
10 Ankerberg dan Weldon, XXII.
11 Ibid., XXIII-XXIV.
12 Ibid., XXIII.
13 Pernyataan dari Christian Research Institute dan Answers in Action: Re: Berkas Kami yang Bersahabat tentang Gereja-gereja Lokal”, Posisi Pernyataan: PSL001, 1-2.
14 Ankerberg dan Weldon, XXVI.
15 Ibid., XXIII.
16 Hank yang terlebih dulu menyerahkan surat pendapatnya, pertama-tama, karena orang yang sudah menjadi temannya meminta bantuannya; kedua, karena dia benar-benar yakin terhadap apa yang dikatakannya dalam surat pendapatnya itu bahwa mereka bukan aliran sesat; dan ketiga, yang paling penting, karena menyerahkan surat pernyataan ini mungkin bisa membantu meringankan penganiayaan atas GL di Asia.
17 Douglas LeBlanc, “Local Churches Win Some Allies among Former Critics,” (Gereja-gereja Lokal Mendapatkan Sekutu dari Orang-orang yang Dulu Mengkritik Mereka), Christian Research Journal 30, 3 (2007) 6-8, 44
(http://www.equip.org/articles/local-churches-win-some-allies-among-former-critics).
18 [Catatan kaki berikut ini diambil dari tanggapan GL terhadap Pement dan terlihat dalam dokumen mereka mengenai butir yang saya kutip di sini.] “Cult of the Month: The Local Church” (Aliran Sesat Bulan Ini: Gereja Lokal) diterbitkan tahun 1975 oleh JPUSA, baik sebagai artikel dalam “Cornerstone Magazine” (Majalah Batu Penjuru) tulisan Eric Pement dan sebagai pamflet. Tulisan ini telah diterbitkan kembali oleh orang lain di Internet dari waktu ke waktu. Yang berupa pamflet ada sebagai berkas di kantor kami.
19 Proyek Pembelaan dan Penegasan, “Fakta yang Menunjukkan bahwa ‘Gereja Lokal Suka Mengajukan Tuntutan Hukum, untuk Meredam dan Mengendalikan apa yang ditulis tentang Mereka’ adalah Tidak Benar”, naskah yang tidak diterbitkan, 2008, 2-3, 23.
Kesimpulannya
Kami Salah
Dalam artikel ini saya sudah menyampaikan aspek-aspek GL yang oleh pakar kelompok Injili dan pekerja anti aliran sesat dianggap sangat jelek, dan saya sudah menunjukkan bahwa GL telah sangat disalahpahami.
Tentu saja, ada aspek-aspek lain dari teologi dan praktek GL yang dikritik dalam literatur anti aliran sesat, selain hal-hal yang disebutkan dalam Surat Terbuka. Membicarakan hal-hal atau aspek-aspek lain itu akan membawa kita keluar dari ruang lingkup artikel ini dan akan melampaui tempat yang tersedia dalam artikel ini, tetapi untuk menunjukkan posisi kami, kami bisa bekerja sama dengan beberapa kritik tambahan dari kolega kami mengenai hal-hal sebagai berikut: (1) pandangan trikotomi GL atas diri manusia, dan bagaimana pandangan itu memberikan sumbangan kepada pendekatan yang lebih mistikal kepada hidup orang Kristen; ini tidak terlalu bisa kita terima; dan (2) cara penafsiran mereka, termasuk ajaran tentang zaman dan pendekatan yang lebih spekulatif kepada perlambangan; ini juga tidak terlalu bisa kita terima. Namun, tidak satu pun dari aspek-aspek ajaran GL ini berkompromi dengan ortodoksi. Selanjutnya, pola yang kami lihat dalam artikel kritisi tidak memeriksa cukup jauh ke dalam literatur GL untuk membedakan aspek-aspek penyeimbang ajaran mereka yang diterapkan pada kebanyakan doktrin ini pula.
Dengan mudah saya dapat membayangkan banyak anggota komunitas anti aliran sesat yang menanggapi artikel ini dengan cara yang sama seperti tanggapan saya terhadap surat terbuka Melton pada waktu lampau. “Tentu saja Miller sudah salah menilainya! Seandainya saja saya ada waktu, saya akan melanjutkan pembahasan ini sendiri.”
Kami berdoa, semoga kelak akan ada kejutan atau gugahan di seluruh komunitas anti aliran sesat terhadap hal-hal yang sama yang sudah kami bicarakan di CRI mengenai GL. Hal-hal itu meliputi:
1. Berapa pentingkah kebenaran bagi kita? Apakah ini cukup untuk mengakui bahwa kita salah?
2. Berapa pentingkah sikap benar dan tepat terhadap Allah bagi kita? Apakah ini cukup untuk minta maaf kepada orang-orang yang sudah kita fitnah selama bertahun-tahun?
3. Berapa pentingkah kasih Kristus bagi kita? Apakah ini cukup untuk merangkul orang-orang yang pernah kita curigai dan tidak kita sukai ke dalam persekutuan Kristen di luar fakta bahwa banyak perbedaan budaya dan perbedaan teologis yang tidak mendasar tetap ada di antara kita?
Tampaknya ini seperti persimpangan kritis bagi komunitas anti aliran sesat. Ketika permusuhan mengarahkan keputusan dan tindakan ministri, setiap orang akan rugi. Tanpa penekanan pada restorasi (pemulihan) dan pendamaian dan kerelaan untuk mengakui dosa dan kesalahan masa lalu, ministri anti aliran sesat bukanlah ministri Perjanjian Baru. Dapatkah kita bangkit melampaui pandangan yang picik dan sempit, melihat gambaran dari cara yang paling baik untuk meluaskan Injil dan Kerajaan Allah di dunia masa kini, dan mendukung satu pekerjaan Kristen yang penting dalam bagian bumi yang sangat strategis? Situasi dunia berubah dengan cepat, dengan hilangnya pengaruh kekristenan di belahan Barat, tetapi bertumbuh dengan pesat di beberapa bagian Dunia Ketiga.1 Namun, di tempat-tempat itu, di mana iman Injili berkembang semarak, “kata iman” dan barang-barang ekspor Barat yang menyimpang lainnya, berkembang pula bersamanya, dan kekristenan dikompromikan lebih lanjut oleh masuknya unsur-unsur kafir (pagan) setempat. Namun di China, dan secara khusus dalam GL, keadaannya lebih baik. Mereka dapat memainkan peran penting dalam memelihara ortodoksi dan meluncurkan misi-misi penginjilan yang baik ke dalam abad dua puluh satu dan sesudahnya.
Dengan tidak memandang perbedaan yang ada dengan GL mengenai hal-hal yang tidak mendasar (penting) dari kepercayaan dan praktek, kami dengan mutlak diyakinkan bahwa penilaian kami yang dulu atas mereka sebagai “kelompok Kristen yang menyimpang” jelas-jelas tidak adil bagi mereka. Walaupun berbeda dengan apa yang kita kenal di sini, di Barat, ini adalah kelompok orang beriman yang ortodoks dan solid.
Elliot Miller sebagai pemimpin redaksi CHRISTIAN RESEARCH JOURNAL
1 Mungkin ada yang bertanya tentang dimasukkannya China dalam “Dunia Ketiga”, karena negara ini sedang dalam proses menggantikan Jepang sebagai kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, tetapi bulan Oktober 2008, pada acara CNN hari Minggu yang berjudul Fareed Zakaria GPS, presiden China — Hu Jintao menolak penyebutan China sebagai negara “adidaya” oleh Zakaria dan malah menggambarkannya sebagai “negara berkembang”.
Bukan Lagi Satu Ancaman Bidah: Kini Saudara dan Saudari
dalam Kristus;
Mengapa Mengenai
Gereja-gereja Lokal,
Saya Tidak Lagi Mengkritik,
tetapi Malah Menganjuri
oleh: Gretchen Passantino
Ajaran-ajaran Witness Lee pertama-tama dikritik dalam publikasi di Amerika tahun 1975 oleh saya dan almarhum suami saya, Bob Passantino. Witness Lee and the Local Churches (CARIS, 1975) mewakili investigasi kami atas pergerakan yang sudah ada di Amerika sejak 1962 yang bereputasi buruk di mata publik sehingga kami (dan organisasi kami CARIS) dan pendiri CRI Walter Martin percaya bahwa perlu dilakukan analisis. Lima tahun kemudian muncul terbitan lain: The Teachings of Witness Lee and the Local Churches, ditulis bersama-sama oleh saudara saya: E. Calvin (Cal) Beisner, suami saya Bob, dan saya (CRI, 1978), suatu ajaran lewat audio oleh Walter Martin, dan suatu lampiran yang disumbangkan oleh Cal, Bob dan saya untuk buku Walter Martin The New Cults (Vision House, 1980). Peneliti CRI, Elliot Miller, demikian pula, mengadakan penelitian, penyuntingan, dan diskusi yang membantu menentukan kedudukan CRI. CRI menerbitkan satu bacaan berisi informasi singkat dan dua berita terbaru sampai tahun 1980. CARIS, Bob, dan organisasi saya yang kemudian, Answers in Action (AIA), tidak pernah menerbitkan apa-apa mengenai hal ini.
Walaupun beberapa organisasi yang ada sebelumnya menerbitkan kritik, CARIS dan CRI memberikan dasar teologis untuk sebagian besar pengungkapan publik yang negatif. Beberapa publikasi tidak terbatas pada penilaian teologis dan beberapa lainnya menghasut dan menghina sehingga membuat gereja lokal (GL) membela diri secara hukum.
Setelah gereja-gereja lokal menang dalam dua perkara, tidak banyak kritik yang diterbitkan sampai John Ankerberg dan John Weldon menerbitkan Encyclopedia of Cults and New Religions (ECNR) tahun 1999. Sebelumnya, Walter Martin dan Bob Passantino telah meninggal (1989 dan 2003). E. Calvin Beisner meninggalkan posisinya sebagai apologetik aliran sesat yang aktif untuk melanjutkan studinya dan menjadi guru teologi (1992-2007), Hank Hanegraaff menjadi pemimpin CRI (1989), Elliot Miller tetap di CRI, menjadi pemimpin redaksi JOURNAL ini, dan saya melanjutkan memimpin AIA. Terbitnya ECNR menarik Hank, Elliot, dan saya kembali ke dalam kontroversi ini karena pernyataan yang keliru (tidak sesuai fakta) dan sifat suka memfitnah dari ECNR menyebabkan aniaya yang kejam dan tidak pada tempatnya atas gereja-gereja lokal, terutama anggota-anggota mereka di China. Saat itu China menyangkal kebebasan beragama dan hak azasi manusia yang dasar, antara lain dengan memenjarakan mereka.
Sementara gereja-gereja lokal telah menyampaikan sejumlah bahan teologis pada awal karier saya dan Elliot, dan dukumen-dokumen bersejarah untuk Hank sebagai pemimpin CRI, kini terasa penting untuk memeriksa kembali pekerjaan di masa lalu dan menentukan apakah pendirian alkitabiah kami sekarang akan membela gereja-gereja lokal atau hanya mengoreksi diam-diam kolega-kolega kami yang bergairah namun tidak bertanggung jawab (Ankerberg dan Waldon). Ketika gereja-gereja lokal lebih mendekati kami untuk menjadi penengah antara mereka dengan ECNR, kami sangat senang bisa dipakai Allah untuk membawa penebusan, pendamaian, atau koreksi yang diperlukan. Kami telah mempelajari bahwa interaksi langsung, kasih sayang yang penuh perhatian, dan penelitian yang kontekstual dan komprehensif, diperlukan untuk mengadakan analisis yang akurat. Saat itu Bob masih hidup, dan dia berpendirian bahwa kami sebagai orang-orang yang menerbitkan literatur mengenai pergerakan ini di Amerika untuk kali pertama, wajib meninjau lagi perkara ini dan memastikan analisisnya sudah benar. Walaupun ia meninggal sebelum penelitian itu terlaksana, saya tahu ia akan bergabung dengan Hank dan Elliot dan saya hari ini menyatakan bahwa gereja-gereja lokal itu ortodoks dalam doktrin-doktrin dasar, saudara-saudara kita di dalam Kristus, difitnah oleh ECNR, dan disalahi oleh kami, yang memberikan kritik yang menyebabkan kehancuran pada kebebasan beragama gereja-gereja lokal dan kebebasan pribadi, khususnya di China.
Sumbangan Elliot adalah mengevaluasi kembali dasar teologi gereja lokal. Sumbangan saya adalah meringkas mengapa kami mula-mula membuat kesimpulan yang salah, dan mendorong kolega-kolega apologetik saya untuk memeriksa kembali dan menyertakan bukti yang lebih banyak, seperti yang kami miliki, atau setidaknya menarik diri dari usaha mengecam gereja-gereja lokal berdasarkan riset atau penelitian semula yang keliru.
Pertama, ketika kami meneliti ajaran GL yang dipermasalahkan, kami menganggap bahwa masalahnya bersumber dari bidah atau kekalutan di pihak mereka sendiri, bukan kesalahpahaman di pihak kami. Kami dan Walter Martin selalu tidak mau menyebut gereja-gereja lokal sebagai aliran sesat. Kami lebih suka memakai istilah “menyimpang”, dan mengakui mereka sebagai saudara dan saudari dalam Kristus, meskipun kami yakin beberapa dari ajaran mereka mengenai doktrin-doktrin dasar bersifat kontradiktif, dan seburuk-buruknya merupakan bidah. Namun, kami salah memahami kebiasaan Lee yang provokatif dan keras, suka menyampaikan pernyataan yang kontradiktif, dan kemudian menjelaskan dan membedakan mereka dari bidah pada bagian lain di dalam teksnya, kadang-kadang jauh dari pernyataan yang bersifat provokatif. Bagi Lee, hal ini menuntut murid-muridnya memperhatikan dengan cermat dan tidak menduga-duga. Bagi kami, hal ini merupakan tanda-tanda kekalutan dan/atau bidah. Penelitian kami baru-baru ini atas sejumlah besar bahan disertai interaksi langsung dengan para pemimpin gereja lokal meyakinkan kami bahwa ajaran-ajaran itu bukanlah bersifat kontradiktif atau bidah, tetapi masih membingungkan bagi banyak orang, khususnya orang luar.
Kedua, bahan yang kami pelajari dalam tahun 1970-an tidak cukup dalam dan luas karena tiga alasan: (1) Bahan-bahan itu tidak banyak dicetak lagi di Amerika. (2) Banyak yang tidak mudah kami akses, khususnya ketika anggota-anggota GL menjadi takut kalau-kalau kami menggunakan bahan tertulis hanya untuk mengkritik. (3) Kebanyakan dari apa yang tersedia dalam bentuk cetakan tidaklah bersifat defensif juga tidak bersifat polemik, tetapi merupakan alat bantu pengajaran untuk anggota-anggota yang dipimpin oleh saudara-saudara yang berpengalaman yang menjelaskan hal-hal yang membingungkan dan mencegah kesalahpahaman yang bersifat bidah. Kekurangan lainnya lebih banyak pada kedalaman dan keluasan pemahaman kami atas butir awal dalam karier kami dan bukan pada bahan-bahan itu sendiri. Warisan Lee berasal dari Timur, bukan dari Barat, dan akibatnya tidak mencerminkan pengungkapan gaya Aristotelian, didaktik (ilmu mendidik), dan rasional yang tidak asing bagi kami, membuat kami mencurigai kesalahan teologis dan bukan hanya perbedaan budaya. Praktek memakai paradoks dan/atau penjelasan yang sengaja ditangguhkan — jangan dikacaukan dengan ketidakrasionalan, ketidakterkaitan, atau hanya relativisme — umum terdapat dalam pemikiran Timur dan dalam masa-masa awal tulisan Barat, tetapi sudah terhapus dalam tulisan kontemporer Amerika.
Ketiga, pendekatan teologis Nee dan Lee berbeda dengan teologi sistematis dari kekristenan Barat, khususnya Protestanisme, lebih khusus lagi di antara kaum Injili, terutama di antara apologis aliran sesat. Teologi gereja lokal berorientasi kepada hal-hal yang lebih praktis; memungkinkan seorang Kristen mengikuti Kristus hari demi hari, khususnya di bawah penganiayaan atau penentangan, dan bukan menggambarkan pandangan yang teoritis dan rasional. Dalam hal ini, teologi gereja lokal serupa dengan Ortodoksi Timur, walaupun guru-guru gereja lokal mengatakan mereka tidak mempelajari atau mendapatkan teologi mereka dari Ortodoksi Timur. Pemikiran ini tampaknya bukan hanya berbeda, tetapi salah.
Keempat, kami mengisolasi ajaran gereja lokal dari akar historis dan budayanya, dengan keliru mengambil beberapa pengalaman unik mereka sebagai pernyataan bidah. Gereja-gereja lokal berasal dari China, bukan dari Eropa Barat dengan gaya Amerika. Cara berpikir orang Timur, adat dan budaya orang Asia, dan akar-akar kuno memiliki dampak yang unik atas hal bagaimana kekristenan berkembang dalam gereja-gereja lokal. Misalnya, bagi kaum Injili Amerika yang belum pernah menjadi budak atau dijajah, kekristenan “Eropa” yang unik tidak mudah dijelaskan. Tetapi bagi orang Kristen China yang sudah pernah diperbudak dan dijajah, kekristenan Eropa secara historis terkait dengan perang candu dan di-“Shanghai”-kan ke Amerika, menjadi budak memasang rel kereta api, sebaik-baiknya tidak menarik, dan seburuk-buruknya mengancam. Ketika orang Kristen China melihat praktek Perjanjian Baru yang tidak memberi nama atau ciri-ciri tertentu atas satu perhimpunan orang beriman, selain nama tempatnya (“gereja di Roma”), gagasan ini muncul sebagai satu koreksi terhadap serbuan Roma Katolik atau orang-orang Shanghai Protestan. Ketika kami dengan tepat meletakkan ajaran-ajaran gereja lokal ke dalam konteks historis dan budaya mereka, kami menyadari mereka tidak mengajarkan eksklusivisme dengan berkata “kami adalah satu-satunya gereja yang benar”, melainkan mengajarkan inklusivisme dengan berkata “kami hanya gereja yang benar, sama seperti semua orang beriman yang sejati”. Perbedaan antara gereja-gereja lokal dengan gereja-gereja Amerika pada umumnya, itu lebih mirip perbedaan antara orang Kristen Yahudi dengan orang Kristen bukan Yahudi dalam Perjanjian Baru, keduanya mengelompokkan kaum beriman sejati; tidak seperti perbedaan antara aliran bidah Gnostik dari abad kedua dengan ortodoks kaum beriman sejati dari periode yang sama. (Ini benar bahkan bagi kaum beriman GL Amerika atau Eropa, karena kebanyakan dari mereka hanya mengalami kehidupan Kristen di gereja-gereja lokal.)
Kelima, kami sudah salah menilai gereja-gereja lokal karena baik kami maupun mereka sama-sama tidak matang, tidak berpengalaman, dan kadang-kadang tidak sensitif. Di pihak kami, kami hanya mengalami Protestanisme Amerika Injili; kami terutama mempelajari teologi sistematis; kami mengembangkan apologetik kami dalam kerangka pemikiran yang rasional, logis, dan berdasarkan bukti; kami menilai banyak perkara lebih sering sebagai hitam putih, benar salah, dan tidak lebih memperhatikan nuansa-nuansa dengan lebih cermat (jangan dikacaukan dengan relativisme atau subyektivisme). Misalnya, ini berarti kami menganggap interaksi pribadi tidak ada hubungannya dengan membaca bahan-bahan mereka. Bila pernyataan-pernyataan tertulis tampaknya mengatakan bahwa gereja-gereja lokal adalah satu-satunya gereja-gereja yang benar, kami menanggapinya sebagai pernyataan yang eksklusif, sedangkan pernyataan itu tidak begitu jelas dan kemungkinan berarti, dari pandangan Allah, hanya ada satu gereja yang tidak dibatasi oleh nama tertentu seperti “Presbiterian”. Seandainya kami terlibat dalam interaksi pribadi tanpa permusuhan yang tidak berdasar, kami tentu akan menemukan bahwa perilaku gereja-gereja lokal bersifat inklusif, bukan eksklusif, seperti yang kami temukan dalam lima tahun terakhir. Sebagai orang muda kadang-kadang kami cepat untuk marah, lambat untuk berdamai, cepat untuk menyimpulkan penyesatan, lambat untuk mendorong keterbukaan, dan sebagainya.
Alasan ini dan alasan lain yang dikemukakan Elliot dalam ulasan teologisnya membantu menjelaskan bagaimana kami sudah salah menilai gereja-gereja lokal. Saya menyimpulkan dengan suatu pembelaan untuk kolega-kolega saya, terutama saudara saya, E. Calvin Beisner. Walter Martin dan Bob Passantino yang sudah meninggal. Hank Hanegraaff datang atau masuk CRI setelah penelitian kami yang pertama. Tumpukan “bukti” dalam Surat Terbuka sama seperti bukti yang mula-mula kami pakai untuk membuat penilaian yang salah sebelum 1981. Elliot dan saya sudah memeriksa kembali bukti-bukti itu. Yang lebih penting, kami berinteraksi dengan para pemimpin gereja-gereja lokal dan sekarang memahami dengan lebih baik konteks dari ajaran mereka. Yang paling penting, kami memeriksa lebih banyak bahan dan mewawancarai lebih banyak anggota gereja lokal. Cal mungkin memeriksa kembali bahan-bahan yang asli. Ia telah berkata bahwa ia tidak berinteraksi secara langsung dengan anggota-anggota dan para pemimpin gereja lokal. Ia menolak memeriksa bahan-bahan yang diajukan belakangan kecuali para pemimpin gereja lokal menolak pernyataan atau bahan itu, yang diyakini (oleh mereka, Elliot, dan saya) bukan bersifat bidah, dan karena itu tidak perlu ditolak. Di antara tiga orang apologis yang hidup yang dapat melakukan pemeriksaan kembali ini, dua orang sudah melakukannya dan sampai pada satu kesimpulan bahwa kami salah dan ajaran-ajaran gereja lokal bukanlah bidah; mereka bukan aliran sesat. Orang yang ketiga telah mengakui bahwa ia tidak atau belum melakukan apa yang kami lakukan, tetapi dia tetap yakin bahwa ajaran-ajaran gereja lokal itu bidah dan sesat. Kesimpulan mana yang tampaknya memiliki kredibilitas paling tinggi? Elliot dan saya memiliki lebih banyak dasar untuk mengajukan perubahan sikap kami daripada Cal yang mempertahankan kedudukannya yang semula.
Saya tahu apa yang menahan saya dari memeriksa kembali pokok bahasan ini lebih awal. Pertama, saya sudah diduduki lebih dulu oleh permintaan yang lain; kedua, saya jarang melakukan kesalahan dalam penelitian apologetik dan secara statistik tidak bisa membenarkan pemakaian waktu dan tenaga untuk memeriksa kembali; ketiga, tidaklah sulit menyebut ajaran gereja lokal, yang kedengarannya seperti ortodoks, sebagai ortodoksi yang palsu dan bukan ortodoksi yang sejati; keempat, tidak dapat diperdebatkan bahwa gereja-gereja lokal tampak berbeda dari Protestanisme Amerika Injili pada umumnya, dan itu dapat menjadi satu petunjuk (tetapi bukan merupakan satu kepastian) bahwa ajaran itu bersifat bidah; kelima, saya sudah melihat satu aliran sesat (the Worldwide Church of God) menarik kembali ajaran bidahnya dan mengambil ajaran ortodoks, dan lebih menyenangkan menyelamatkan satu orang dosa daripada minta maaf kepada seorang saudara yang kita salahi; keenam, sungguh memalukan mengakui bahwa saya salah; dan ketujuh, suatu aliran sesat sedikitnya akan memprotes bila ajarannya dikatakan salah.
Satu faktor yang tidak menahan saya dari suatu pemeriksaan yang baru adalah sesuatu yang dibagikan oleh saudara saya Cal: kami tidak harus mengakui bahwa tuntutan kami berdasar pada apa yang sudah dilakukan orang lain dan bukan penelitian kami sendiri. Di antara orang-orang yang menandatangani Surat Terbuka ada banyak apologis yang tidak mengadakan penelitian yang lebih luas (ekstensif) daripada yang dilakukan oleh Bob, Walter, Elliot, Cal, dan saya pada tahun 1970-an. Dari tiga orang di antara kami yang masih hidup, dua orang memberi tahu yang seorang bahwa kami salah. Karena kami merasa bahwa kami bersalah kelak dan sekarang, cukuplah sekurang-kurangnya bagi beberapa orang yang menandatangani (Surat Terbuka) untuk berhenti menuntut atau menyalahkan gereja-gereja lokal, bahkan jika mereka tidak ada waktu atau tenaga untuk mengadakan penelitian yang lebih baik daripada yang kami lakukan kelak, dan penelitian yang sebaik penelitian kami sekarang.
Riset atau penelitian saya yang lampau (dikembangkan dan dikerjakan bersama oleh Bob, Walter, Elliot, dan Cal) tidaklah memadai sedemikian rupa sehingga kesimpulan saya salah. Riset saya yang terbaru (dikembangkan dan dikerjakan oleh dan dengan Hank dan Elliot) jauh lebih dalam dan luas daripada penelitian yang lampau, dan memadai sedemikian rupa sehingga menunggangbalikkan kesimpulan saya yang lama. Tidak peduli berapa banyak orang yang menandatangani Surat Terbuka, dan berapa kali sumber yang tidak memadai, yang itu-itu juga, dikutip, kesimpulan yang didukung dalam JOURNAL nomor ini sangat penuh dengan kebenaran. Gereja-gereja lokal percaya kepada teologi Kristen ortodoks yang mendasar dan seharusnya dirangkul sebagai saudara dan saudari dalam Kristus dan bukan ditentang sebagai kaum beriman dalam aliran bidah. Saya doakan apologis yang lain akan menarik kembali tuduhan mereka, jika tidak menerbitkan tulisan yang sama dalamnya dengan tulisan kami. Kami menanggung risiko dianggap bersalah karena menuduh seorang saudara atau dengan keliru merangkul seorang penganut aliran bidah. Hak rohani apa yang kami miliki untuk menolak meninjau kembali nomor ini?
Gretchen Passantino Coburn adalah rekan pendiri dan direktur Answers In Action (AIA) (www.answers.org), seorang penulis yang produktif, dan asisten profesor seminari. Dia mendapat gelar B.A. dalam Comparative Literature (Sastra Bandingan) dari University of California (Irvine) dan M.Div. dari Faith Evangelical Lutheran Seminary (Tacoma, WA).
Apakah Gereja Lokal Itu
Aliran Sesat?
Berdasarkan proyek penelitian pertama selama enam tahun, dalam bagian edisi khusus dari Jurnal ini, Christian Research Institute telah menyimpulkan bahwa gereja-gereja lokal adalah ekspresi asli dari kekristenan Perjanjian Baru yang otentik.
Pertama-tama, gereja-gereja lokal bukanlah aliran sesat dipandang dari sudut teologis. Dalam hal ini, yang dimaksud aliran sesat adalah organisasi Kristen palsu yang mengaku Kristen tetapi jelas-jelas menyangkal doktrin Kristen yang mendasar. Walaupun secara pribadi saya memiliki beberapa perbedaan dengan gereja-gereja lokal dalam hal-hal yang bersifat sekunder, seperti penetapan waktu kesusahan besar atau arti dari Kerajaan Seribu Tahun, saya bahu-membahu dengan gereja-gereja lokal bila membicarakan soal-soal yang mendasar yang menyangkut ortodoksi alkitabiah. Mengenai Trinitas, misalnya, kami bersatu dalam menyatakan bahwa ada satu Allah yang diwahyukan dalam tiga persona yang memiliki perbedaan atau kekhasan yang kekal. Walaupun kami mungkin tidak sependapat dalam hal penjelasan terhadap Alkitab (eksegesis), kebenaran ini ternyata tidak dapat dibantah. Selain itu, sangat penting untuk diperhatikan (dicatat) bahwa dalam berinteraksi dengan anggota-anggota gereja lokal selama masa-masa yang panjang ini, saya telah menyaksikan adanya minat yang sangat kuat di dalam mereka terhadap ketepatan doktrinal, yang sayang sekali telah hilang dalam beberapa komunitas Injili yang cukup besar.
Selanjutnya, gereja-gereja lokal bukanlah suatu aliran sesat dipandang dari sudut sosiologis. Maksudnya, dalam hal ini, yang dimaksud aliran sesat adalah sekte semireligius atau religius yang para pengikutnya dikendalikan oleh kepemimpinan yang kuat dalam setiap segi kehidupan mereka. Umat secara khas menyatakan loyalitas (kesetiaan) yang mutlak, tidak tergantikan, kepada “guru” dan kelompoknya dan semua itu diperkuat dengan taktik intimidasi fisik dan/atau psikologis. Sungguh tidak pantas bahwa gereja-gereja lokal telah disamaratakan tanpa belas kasihan dengan aliran yang sesat secara sosiologis, yang terlibat dalam aktivitas yang paling mengerikan yang dapat dibayangkan. Memang, sangatlah tragis bahwa penggolongan ini telah dipakai untuk menganiaya dan memenjarakan anggota gereja-gereja lokal di berbagai wilayah di seluruh dunia.
Terakhir, gereja-gereja lokal adalah ekspresi otentik dari kekristenan Perjanjian Baru. Selain itu, sebagai satu kelompok yang maju dengan susah payah di kancah penganiayaan, gereja lokal telah memberikan banyak sumbangan kepada kekristenan Barat. Dalam hal ini, tiga hal segera terlintas dalam pikiran saya.
Pertama adalah praktek bernubuat (tutur-sabda) mereka — bukan dalam arti meramalkan masa yang akan datang, tetapi dalam arti yang disebutkan dalam 1 Korintus 14, yaitu mendorong, membina, menasihati, mendidik, memperlengkapi dan menjelaskan Alkitab. Sebagai hal yang demikian, unsur-unsur jemaat terlibat dalam penyembahan melalui firman. Kedua adalah praktek doa-baca mereka, sebagai satu penghubung yang berarti antara masuknya firman dan persekutuan yang berkhasiat dengan Allah di dalam doa. Dan ketiga adalah komitmen (kesungguhan hati) mereka yang membara, menyala-nyala terhadap Amanat Agung (Mat. 28:19).
Seandainya gereja Kristen sebermula memiliki satu ciri khas, itu adalah dorongan (hasrat) mereka yang kuat untuk menyampaikan kasih, sukacita, dan damai sejahtera yang hanya dapat dibawa masuk ke dalam hati manusia oleh Yesus Kristus. Karena kita berada dalam zaman yang mementingkan diri sendiri, sangatlah penting kaum beriman sejati untuk mengembangkan kasih sayang ini dalam sepanjang hidup mereka — suatu kasih sayang yang saya sendiri sudah saksikan ketika saya bersekutu dengan saudara dan saudari dalam Kristus dari gereja-gereja lokal di kota-kota yang jauh seperti Taipei, Seoul, dan Nanjing.
Ringkasnya, bersama orang Kristen dari wilayah yang berpandangan luas, gereja-gereja lokal didedikasikan untuk doktrin yang tepat (ortodoksi) dan praktek yang tepat (ortopraksi). Sebagai yang demikian, kami bergabung dalam satu barisan dengan semboyan: “Dalam hal-hal yang mendasar, kami bersatu; dalam hal-hal yang tidak mendasar, kami bebas; dan dalam segala hal kami mengasihi”. Sementara kami akan meneruskan untuk berdebat tentang hal-hal sekunder dari sisi layar sebelah sini, saya tidak meragukan bahwa kami akan menempuh waktu bersama-sama dalam kekekalan sambil bertumbuh dalam pengetahuan atau pengenalan atas Dia yang menyelamatkan kita oleh anugerah semata, melalui iman semata, dan berdasarkan Kristus semata.
Hank Hanegraaff adalah pemimpin umum (presiden) Christian Research Institute dan pengasuh siaran Bible Answer Man yang dipancarkan setiap hari di seluruh Amerika Serikat dan Kanada. Untuk melihat stasiun pemancar yang menyiarkan acara Bible Answer Man, atau untuk mendengarkan secara online, bukalah situs www.equip.org.
?
Buku-buku
Watchman Nee
Booklet
Seri Pembinaan Dasar
Hayat - Kebenaran
Booklet
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
MENURUT CONTOH YANG ALLAH…
HIDUP OLEH IMAN
HIDUP DALAM HUKUM HAYAT
SATU-SATUNYA DOSA MANUSIA
DAUD DAN MEFIBOSET
ALLAH MEMBERI KARUNIA …
ALLAH MAU
DOMBA PASKAH
ALLAH MENCARI MANUSIA
TIDAK HAUS SELAMA-LAMANYA
PERKATAAN SIA-SIA MEMBOCORKAN..
DAN PETRUS
ADAKAH PADAMU MAKANAN ?
BERITAHUKAN KEPADANYA
TIGA PRINSIP POKOK HIDUP…
DUA MACAM PENGENALAN …
KEKUATAN PEMELIHARAAN ALLAH
ORANG YANG MISKIN
PELAYANAN TUHAN
PRINSIP TIGA KALI BERDOA
SALIB DAN ANGGUR …
KEMAJUAN ROHANI
BAGAIMANA HATI ANDA ?
TAKUT AKAN ALLAH DAN IBADAH
TERPISAHNYA SUKMA DAN ROH
ALLAH MEMBUTUHKAN MANUSIA
BELAJAR DAN BEKERJA
MELAYANI ALLAH DALAM ROH
SUKACITA YANG LEBIH DALAM
MARIA
HAYAT DAN PERASAAN
PERASAAN TUBUH KRISTUS
YANG LAHIRIAH .. YANG BATINIAH
ABDI ALLAH DAN NABI TUA
MENCARI PERKENAN TUHAN
BERDOA DAN PEKERJAAN ALLAH
HARUS BERJAGA-JAGA DAN WASPADA
TANDA AJAIB TERJADI DENGAN SENDIRINYA
MENYIMPAN PERKATAAN KRISTUS ..
BOCOR DAN HANYUT
KESAKSIAN YESUS KRISTUS
PENGANIAYAAN IBLIS
KUNCI DOA
BEBAN DAN DOA
PERLINDUNGAN, PEMBATASAN …
TUTUP DADA PERNYATAAN KEPUTUSAN
SUATU PERBUATAN YANG BAIK
MENGUKUR DAN MENGALIR
MENYERU NAMA TUHAN
ALLAH BERBICARA MELALUI SITUASI
BERDOA MENURUT MAKSUD ALLAH
PELAYANAN ANGGOTA TUBUH
FUNGSI & KEHARMONISAN ANGGOTA ..
KEHIDUPAN YANG DALAM
JANGAN KUATIR TENTANG APAPUN JUGA
KEHIDUPAN MEZBAH DAN KEMAH
PIKIRAN DAN PERASAAN KRISTUS YESUS
PERHENTIAN ADALAH KEKUATAN
JALAN SETAPAK MENUJU KEMULIAAN
DARAH DAN BERIBADAH MENDEKATI ALLAH
DARAH YANG LEBIH INDAH
MENGASIHI ALLAH
BERLARI PADA JALUR PERLOMBAAN …
MENGHITUNG HARI-HARI DIRI SENDIRI
TELAH MATI BAGI HUKUM TAURAT
METERAI ROH KUDUS
SEBABNYA TUHAN TIDAK …
NILAI KAUM IMANI DI HADAPAN ALLAH
PEMBOROSAN DAN PRAGMATISME
MENGAKU DOSA
EMPAT HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN …
BATINI DAN RESPON BATINI
SEKILAS TENTANG HENOKH
JANDA, ISTRI, GADIS
ALLAH MEMUTUSKAN PERKATAAN …
PENGAMPUNAN DOSA PENGAKUAN DOSA
MAKANAN UMAT ALLAH
KEKUATAN UNTUK MEMILIH
KESAKSIAN ALLAH
PERCAYA DAN TAAT
SALAH SATU TANDA …
MELAYANI ALLAH HARUS …
PERSEMBAHAN DALAM ROMA 12
POTONGAN JALAN YANG TERAKHIR
BAGAIMANA MEMBAGIKAN TRAKTAT
PENDERITAAN SALIB
KESELAMATAN BAPTISAN
ADA ALLAH
PENGHAKIMAN
APAKAH MANUSIA BEROLEH SELAMAT
BUKTI BEROLEH SELAMAT
MENGHARAPKAN BERKAT ALLAH
BERDOALAH DEMIKIAN
DALAM NAMA TUHAN YESUS
DOA KUASA
MENGENAL BIDAH
DOA ITU APA?
BERJAGA-JAGA DAN BERDOA
MENYEMBAH ALLAH
DOA GEREJA
ALLAH MEMERLUKAN DOA MANUSIA
TUJUAN UTAMA DOA
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
Pembinaan Dasar
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
BANGUN PAGI-PAGI
BAPTISAN
BERBAGAI JENIS SIDANG
BERDOA
BERSAKSI
BERSIDANG
CARA MENGATUR KEUANGAN
DIDIKAN DAN HAJARAN ALLAH
HARI TUHAN
HAYAT KITA
JABATAN IMAM
JALAN GEREJA
JIKA SESEORANG BERBUAT DOSA
KELEPASAN
KESATUAN
KESELAMATAN SEISI KELUARGA
KONSIKRASI
MASALAH PENUDUNGAN KEPALA
MASUK GEREJA
MELAWAN IBLIS
MEMBACA ALKITAB
MEMILIH JODOH
MEMIMPIN ORANG KEPADA TUHAN
MENCARI KEHENDAK ALLAH
MENGASIHI SAUDARA
MENYANYI
MINTA MAAF DAN GANTI RUGI
MULUT MENGAKU
ORANG TUA
PAKAIAN DAN MAKANAN
PEMECAHAN ROTI
PENGAMPUNAN DAN PEMULIHAN
PENGAMPUNAN SIASAT
PENGATURAN ROH KUDUS
PENUMPANGAN TANGAN
PENYAKIT
PENYELESAIAN PERKARA LAMPAU
PERNIKAHAN
PERTAPAAN
PISAHKAN DIRI DARI DUNIA
PROFESI KAUM IMANI
PUJI-PUJIAN
REAKSI KAUM IMANI
REKREASI
SUAMI-ISTRI
TEMAN
TERHAPUSNYA SEGALA PERBEDAAN
TUBUH KRISTUS
TUTUR KATA
WEWENANG GEREJA
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
Hayat & Kebenaran
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
HAYAT YANG MENANG
TAHUKAH ANDA TELAH SELAMAT
JALAN PINTAS KE NERAKA
ORANG BAIK MASUK NERAKA,…
SATU DOA YANG MEMINTA WAHYU
AIR MATA
KETERANGKATAN & KESUSAHAN
KEKUATAN LATEN JIWA
ALLAH ABRAHAM, … ISHAK.. YAKUB
KEHIDUPAN ORANG KRISTEN …
REMUKNYA INSAN, KELUARNYA ROH
KUDUS DAN TIDAK BERCELA
KEKUASAAN DAN KETAATAN
BAGAIMANA MENJADI WAKIL KEKUASAAN..
UTUSAN SALIB
BAGAIMANA HIDUP TANPA KEKURANGAN
SUMBER IMAN
ORANG BENAR YANG GAGAL
RENCANA ALLAH PERHENTIAN ALLAH
RAHASIA KRISTUS
ORTODOKSI GEREJA
PENGHIDUPAN GEREJA YANG NORMAL
KIDUNG AGUNG
12 BAKUL - VOLUME 1
12 BAKUL - VOLUME 2
12 BAKUL - VOLUME 3
12 BAKUL - VOLUME 4
12 BAKUL - VOLUME 5
12 BAKUL - VOLUME 6
12 BAKUL - VOLUME 7
12 BAKUL - VOLUME 8
12 BAKUL - VOLUME 9
12 BAKUL - VOLUME 10
12 BAKUL - VOLUME 11
12 BAKUL - VOLUME 12
MANUSIA ROHANI 1
MANUSIA ROHANI 2
MANUSIA ROHANI 3
SAUDARI YANG TEPAT (1)
SAUDARI YANG TEPAT (2)
SAUDARI YANG TEPAT (3)
SAUDARI YANG TEPAT (4)
KOKYN - KRISTUS DAN ALLAH
KOKYN - KRISTUS DAN KEKRISTENAN
KOKYN - KRISTUS DAN HIDUP BARU
KOKYN - KRISTUS DAN ORANG KRISTEN
JANGAN MENGASIHI DUNIA
MELAYANI ALLAH ATAU MELAYANI BAIT
PEMBARUAN AKAL BUDI
MINISTRI DOA GEREJA
ALIRAN ROH KUDUS
ORANG YANG PALING LEMBUT
BAGAIMANA MEMBERITAKAN INJIL
>>>>>>>>000000<<<<<<<<
Kesaksian Watchman Nee
PRAKATA
Kesaksian Pertama
KESELAMATAN DAN PANGGILAN
Kesaksian Kedua
1. PELAJARAN SALIB
2. ALLAH ITU PENYEMBUHKU
3. AWAL MULA KEBANGUNAN
4. PEKERJAAN YANG ALLAH AMANATKAN
Kesaksian Ketiga
MENEMPUH KEHIDUPAN BERIMAN
Sepucuk Surat dari Wacthman Nee
PRAKATA
Tulisan ini mengisahkan kesaksian Saudara Watchman Nee yang disampaikan pada sidang sekerja di kota Kulongsu, bagian Tenggara Propinsi Fukien, pada tahun 1936.
Sepanjang pengetahuan saya, jarang sekali Saudara Watchman Nee mengisahkan pengalaman pribadinya di hadapan umum, justru hanya saat itulah dia mengisahkannya secara terperinci. Mungkin karena dia takut ada orang yang terlampau menjunjung dirinya melebihi apa yang dapat didengar dan dilihat pada dirinya (2 Kor. 12:6). Paulus sendiri baru mengungkapkan apa yang dilihatnya, yaitu yang tertulis dalam 2 Korintus 12:2, setelah berselang 14 tahun.
Berkali-kali saya berminat menyusun kesaksian ini untuk diterbitkan, namun demi kesadaran saya akan keinginannya, hal ini tertunda hingga hari ini. Setelah tertunda selama 38 tahun, yaitu setelah terpanggilnya dia ke pangkuan Tuhan pada tanggal 1 Juni 1972, barulah kesaksian ini bisa diterbitkan. Saya yakin, inilah saat yang paling tepat.
Harapan saya, janganlah para pembaca menaruh perhatian pada bagaimana diri pribadinya, tetapi perhatikanlah apa yang telah Tuhan perbuat atas dirinya, bagaimana dia mau bekerja sama dengan Tuhan, sehingga kemuliaan Tuhan terpancar melalui dirinya. Paulus dalam Surat 2 Tesalonika 1:12 berkata, “Sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut anugerah Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.”
Dalam sidang sekerja saat itu dia bersaksi tiga kali.
Kesaksian pertama mengenai:
— Keselamatan dan Panggilan.
Kesaksian kedua mengenai:
1. Pelajaran Salib.
2. Allah Itu Penyembuhku.
3.. Awal Mula Kebangunan.
4. Pekerjaan yang Allah Amanatkan.
Kesaksian ketiga mengenai:
1. Bagaimana Hidup Demi Iman.
2. Sikapnya Terhadap Uang.
3. Menengadah kepada Allah untuk Keperluan Pekerjaan Literatur.
Ketiga kesaksian ini tidak meliputi pekerjaan dan kehidupan rohaninya sebelum tahun 1936. Bila kita membaca “Buletin Kesaksian Masa Kini”, “Buletin Orang Kristen”, serta beberapa surat terbuka yang telah disusun dan ditulisnya sebelum tahun 1936, tahulah kita bahwa masih banyak kesaksian dan pekerjaannya yang boleh kita ketengahkan.
Saudara kita telah wafat. Dia setia hingga akhir. Dia telah memenuhi wahyu Tuhan yang diterimanya ketika ia masih muda, yaitu “Hari depan kita, kalau bukan terangkat tentu mati martir”. Dalam hatinya hanya ada satu tekad, “Biar Tuhan menang dan aku kalah”. Bila kita mengenang kembali hal-hal mengenai dirinya, berarti kita mengenang kembali bagaimana Tuhan dipermuliakan di atas diri seseorang.
Kami sangat mengharapkan semoga melalui tulisan yang pendek ini, kita semua sekali lagi terdorong, sehingga pada zaman akhir ini Tuhan mendapatkan lebih banyak orang dengan mutlak, yang bisa dipakai-Nya bagi pemulihan kemuliaan-Nya dan bagi peperangan mendatang yang semakin dahsyat. Saya rasa, inilah yang Tuhan kehendaki, yang juga merupakan doa kita di hadapan Tuhan.
Hongkong, 1974
Redaksi
Kesaksian Pertama
18-10-1936
KESELAMATAN DAN PANGGILAN
Kata Paulus, “Aku mau berdoa kepada Allah, supaya cepat atau lambat bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.”
Kisah Para Rasul 26:29
Tetapi sewaktu Allah, telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh anugerah-Nya.
Galatia 1:15
Sudah Dipersembahkan Sebelum Lahir
Boleh dikatakan bahwa kelahiranku adalah sebuah contoh dari dikabulkannya suatu doa. Tradisi orang Tionghoa lebih menghargai anak laki-laki daripada anak perempuan. Sebelum melahirkan aku, ibuku telah melahirkan dua anak perempuan. Karena itu ia sangat takut kalau-kalau ia akan serupa dengan bibiku yang telah melahirkan enam orang anak dan semuanya perempuan. Sebab itu, walaupun ia tidak paham benar bagaimana berdoa dan apa akibat dari doanya itu, ia berkata kepada Tuhan, “Jika Engkau dapat membuatku melahirkan anak laki-laki, aku rela mempersembahkannya kepada-Mu.” Tuhan mendengar doanya, sehingga tidak lama kemudian lahirlah aku. Peristiwa ini kemudian dikisahkan oleh ayah kepadaku, sehingga tahulah aku bahwa sebelum lahir aku sudah dipersembahkan kepada Tuhan.
Dua Aspek Keselamatan
Pada tahun 1920 ketika aku berusia 17 tahun, aku beroleh selamat. Banyak orang percaya kepada Tuhan, hanya sampai pada keselamatan terlepas dari dosa. Namun bagiku tidak hanya sampai di situ saja. Aku masih harus menjawab permintaan Tuhan untuk menjadi hamba-Nya, melayani Dia. Aku tahu jelas bahwa harga ini sangat besar, karena itu timbullah pergumulan di dalam hatiku. Namun Tuhan tidak melepaskan aku sampai pergumulan itu reda. Aku sadar, bahwa keselamatan itu bagiku mempunyai dua aspek. Pada aspek pertama, aku menerima Kristus sebagai Juruselamatku; pada aspek yang lain, karena Dia adalah Tuhanku, maka aku harus melayani-Nya.
Keputusan Terakhir
Tanggal 29 April 1920 malam hari, aku seorang diri di dalam kamar. Timbullah pergumulan di dalamku, “Haruskah aku menerima Tuhan?” Pada mulanya aku tidak rela. Namun ketika aku berdoa lagi, makin jelaslah aku betapa berat dosaku, dan aku sadar bahwa hanya Tuhan Yesus yang sanggup menyelamatkan aku. Ketika itu aku seolah-olah melihat Tuhan Yesus terpancang di kayu salib, mengulurkan sepasang tangan-Nya yang kena paku itu, menyambutku serta berkata, “Aku sedang menunggu untuk menerimamu!” Kasih inilah yang akhirnya menaklukkan aku. Sebelumnya, aku senang menertawakan orang-orang yang menerima Yesus, tetapi pada malam itu, aku sendiri justru mengalami cinta kasih yang dinyatakan di dalam cucuran darah dan kematian-Nya di kayu salib. Aku mencucurkan air mata sambil mengaku dosa, mohon Tuhan mengampuninya. Demikianlah aku menerima Tuhan dan rela seumur hidupku, demi kasih-Nya yang agung itu, melayani Dia.
Selesai berdoa aku mengecap sukacita dan damai sejahtera yang tidak pernah kualami sebelumnya. Kamarku seolah-olah diliputi oleh cahaya yang terang benderang sehingga tidak dapat tidak aku berseru kepada Tuhan, “Ya Tuhan, Dikau benar-benar telah merahmati aku.”
Satu Perubahan yang Besar
Di antara hadirin saat ini, sedikitnya ada tiga orang yang dulu pernah menjadi teman sekolahku. Khususnya Saudara Kwang Hsi Weigh. Ia dapat bersaksi akan keburukan kelakuanku dan juga kegemilangan prestasiku di bidang pelajaran. Aku sering dengan sengaja melanggar tata tertib sekolah. Sebaliknya demi hikmat yang Allah berikan kepadaku, dengan mudah aku selalu dapat menjadi juara dalam setiap ujian sekolah. Karya sastraku sering dipamerkan di papan pengumuman untuk dijadikan teladan. Karena itu aku menjadi seorang yang sombong dan takabur. Aku sangat yakin akan setiap keputusanku. Benakku penuh dengan impian remaja dan cita-cita yang setinggi bintang. Aku percaya semuanya itu akan tercapai, asalkan aku giat menuntutnya.
Tetapi sejak malam aku beroleh selamat, cita-cita yang telah kurencanakan belasan tahun lamanya itu lenyap seperti asap tertiup angin, tidak berbekas. Semua ambisi yang muluk-muluk juga perlahan-lahan sirna. Sebaliknya terhadap panggilan Allah, makin lama aku makin jelas. Aku tahu bagaimana hari depanku. Aku mengerti bahwa Tuhan membawaku kepada-Nya, bukan hanya untuk diselamatkan, terlebih pula untuk kemuliaan-Nya. Aku dipanggil Tuhan untuk melayani-Nya, menjadi hambanya, bekerja sama dengan-Nya. Dulu aku memandang rendah pekerjaan penginjilan; lebih-lebih terhadap para penginjil. Sebab para penginjil pada waktu itu merupakan orang-orang yang digaji oleh suatu misi dari Eropa atau Amerika. Tak pernah sedikitpun terlintas di benakku bahwa suatu ketika aku akan menjadi seorang penginjil, dan melakukan pekerjaan yang kuanggap rendah itu.
Kurang Realitas dalam Kehidupan
Demi pelayananku kepada Tuhan, aku rela meninggalkan bangku sekolah dan masuk sekolah Alkitab yang didirikan oleh Saudari Dora Yu. Beberapa lama kemudian Saudari Dora Yu dengan menyesal menyilakan aku meninggalkan sekolahnya, karena ia berpendapat bahwa tidak ada faedahnya bagiku menuntut pelajaran lebih lanjut. Pada waktu itu aku senang makan makanan lezat, berpakaian yang indah, dan lagi sering tidak bisa bangun pagi. Karena itulah Saudari Dora Yu menyuruh aku pulang. Peristiwa itu merupakan satu pukulan yang berat terhadap keinginan hatiku yang rindu melayani Tuhan. Barulah aku sadar, walaupun hayatku telah mengalami perubahan yang besar, tetapi kehidupanku masih kurang realitas, masih banyak hal yang perlu dikoreksi. Kalau memang aku mau melayani Tuhan, haruslah aku mempunyai suatu persiapan yang cukup. Kemudian aku berketetapan kembali ke bangku sekolah untuk belajar lagi.
Bekerja Tanpa Hasil
Di sekolah, banyak temanku yang membawa novel untuk dibaca di dalam kelas, tetapi aku membawa Alkitab untuk kubaca. (Meskipun demikian Saudara Nee selalu menjuarai setiap ujian - Red.). Teman-teman sekolahku memang merasa bahwa dalam banyak hal aku telah berubah, tetapi temperamen lamaku masih belum tersingkir seluruhnya, karena itu kesaksianku tidak begitu kuat. Aku masih ingat, ketika itu aku bersaksi kepada Saudara Kwang Hsi Weigh, tetapi ia tidak mengindahkannya. Meskipun aku sering bersaksi kepada teman-teman sekolahku dan sangat ingin memimpin orang-orang berpaling kepada Tuhan, tetapi berselang satu tahun, tidak ada hasil yang nyata. Lalu aku mengira kalau lebih banyak memberikan teori dan alasan, hasilnya tentu akan lebih baik. Tetapi bagaimanapun, usahaku terhadap orang lain hampir-hampir nihil.
Pada suatu hari, aku bertemu dengan Saudari Grose, seorang misionaris Barat. Saudari Grose bertanya kepadaku, “Dalam jangka waktu satu tahun setelah beroleh selamat, berapa orang yang sudah kamu bawa ke hadapan Tuhan sehingga beroleh selamat?” Mendengar pertanyaan demikian, aku hanya bisa menundukkan kepala. Dengan perasaan menyesal bercampur malu aku mengakui, meskipun aku pernah memberitakan Injil kepada teman-teman sekolahku, namun tak seorang pun mau menerimanya. Dengan tegas Saudari Grose berkata kepadaku, “Karena di antara kamu dan Allah ada suatu sekatan, maka pemberitaan Injilmu tidak ada hasilnya. Sekatan ini mungkin merupakan dosa yang tersembunyi, adanya tuduhan di dalam hati nurani, atau ada hal-hal lainnya yang tidak diperkenan Tuhan.” Aku mengakui adanya hal-hal itu. Kemudian ia bertanya kepadaku, “Maukah engkau menanggulangi hal-hal itu?” Aku menjawab, “Ya, aku mau!” Ia bertanya lagi, “Bagaimana caramu memberitakan Injil?” Aku menjawab, “Begitu aku bertemu dengan seseorang, aku segera memberitakan tentang Tuhan kepadanya, tidak peduli orang itu berminat atau tidak.” Ia berkata, “Jangan demikian. Kamu harus terlebih dulu membuat daftar nama teman-temanmu, seringlah berdoa untuk mereka sambil menunggu kesempatan yang disediakan Allah untuk berbicara dengan mereka.”
Berdoa Bagi Mereka
Setelah pulang, kusingkirkan segala dosaku, kubereskan hal-hal yang menjadi penghalang pekerjaan Tuhan atas diriku. Kemudian kubuat sebuah daftar dari sepuluh nama teman-temanku, yang akan kudoakan setiap hari. Kadang kala di dalam kelas pun kudoakan mereka secara diam-diam di dalam batin. Begitu ada kesempatan kuceritakan tentang Tuhan Yesus kepada mereka. Tetapi hasil mula-mula yang kudapat ialah aku dijadikan sasaran ejekan mereka. Ada kalanya, sebelum aku datang, dari jauh aku sudah mendengar mereka mengejekku, “Lihatlah, si tukang khotbah datang! Mari, kita dengar dia berkhotbah!” Sebenarnya mereka sedikit pun tidak berminat mendengarkan. Kegagalanku ini kusampaikan kepada Saudari Grose. Ia tidak memberi komentar apa-apa, hanya menganjurkan supaya aku berdoa terus sehingga ada orang yang beroleh selamat. Berdasarkan karunia Tuhan, kubuat lagi sebuah daftar nama tujuh puluh teman-temanku, dan demi karunia Tuhan pula aku mendapat kekuatan untuk berdoa terus bagi mereka setiap hari. Ini berlangsung hingga beberapa bulan. Hasilnya, enam puluh sembilan dari tujuh puluh teman-temanku itu beroleh selamat, di antaranya termasuk Saudara Kwang Hsi Weigh.
Ingin Mendapatkan Kekuatan Roh Kudus
Walaupun sudah ada beberapa orang yang beroleh selamat, aku masih belum merasa puas. Di sekolah dan di kotaku masih banyak orang yang memerlukan Injil. Aku merasa perlu dipenuhi oleh Roh Kudus agar mendapat kekuatan dari atas. Kutemui Saudari M.E. Barber, seorang misionaris berkebangsaan Inggris. Aku bertanya, “Orang yang ingin mendapatkan kekuatan rohani, apakah terlebih dulu harus dipenuhi oleh Roh Kudus?” Ia menjawab, “Benar! Kamu harus mempersembahkan diri kepada Allah agar Allah mencurahkan Roh-Nya, memenuhimu.” Aku berkata, “Aku tahu dengan jelas bahwa aku telah beroleh selamat dan terpanggil, aku pun sudah menyerahkan hidupku kepada Allah, tetapi aku tetap merasakan kurangnya kekuatan Roh Kudus di dalamku.” Saudari Barber kemudian menceritakan kisah Saudara Prigin.
Saudara Prigin adalah seorang berkebangsaan Amerika. Ia pernah datang ke China. Sewaktu ia masih belajar di Perguruan Tinggi jurusan Filsafat, dan sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian tingkat doktoral, timbullah rasa ketidakpuasan akan keadaan rohaninya. Ia berkata kepada Allah, bahwa dirinya kadang-kadang menaruh syak kepada Allah, ada dosa yang tidak dapat diatasinya, dalam pekerjaan pun terasa tidak berkekuatan sama sekali. Ia berdoa kepada Allah, mohon dipenuhi Roh Kudus supaya ia dapat menempuh kehidupan yang menang. Ia berdoa demikian selama dua minggu. Tetapi Allah tidak memberikan apa-apa kepadanya, sebaliknya Allah malah meminta sesuatu darinya. Allah berkata, “Benarkah kamu ingin menempuh kehidupan yang menang? Bila benar, lepaskanlah ujian doktoral yang akan kau ikuti dua bulan lagi itu, karena Aku tidak memerlukan seorang doktor filsafat melayani Aku.” Ia merasa sangat sulit. Gelar doktor sudah pasti dapat diraihnya, bagaimana boleh dilepas begitu saja? Gelar doktor itu sudah diidamidamkannya selama tiga puluh tahun, karena itu terlalu kejamlah bila ia disuruh melepaskannya. Demikianlah terjadi pergumulan selama dua bulan di dalam batinnya. Akhirnya Tuhan menang! Ia menulis sepucuk surat kepada ketua panitia ujian, memberitahukan bahwa ia mengundurkan diri dari ujian doktoral yang akan diselenggarakan Senin depan. Demikianlah ia membereskan masalah itu. Malam harinya, ia amat lelah, tidak tahu apa yang harus dikatakannya dalam sidang besok. Keesokan harinya, ia berkata kepada hadirin, “Hari ini aku tidak memiliki bahan untuk dikhotbahkan, aku hanya ingin mengisahkan bagaimana seseorang takluk kepada Allah.” Pada hari itu, tiga perempat dari hadirin mendapat kebangunan, ia sendiri mendapat kekuatan. Setelah kejadian itu ia berkata, “Bila aku tahu begini jadinya, tentu lebih dini aku menyerah dan taat kepada Allah.” Saudara ini kemudian dipakai oleh Allah secara besar-besaran. (Ketika aku berada di Inggris, aku ingin mengunjungi orang ini. Tetapi sayang, hingga ia wafat, aku belum mempunyai kesempatan menemuinya).
Kisah Saudara Prigin itu sangat menggugah aku. Aku berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku rela mengenyahkan segala sekatan antara Tuhan dengan aku, agar aku dipenuhi oleh Roh Kudus.” Demikianlah dalam waktu dua tahun (1920 - 1922), sedikitnya aku telah mengaku dosa kepada 300 orang, mohon mereka memaafkan segala kesalahanku. Walaupun demikian aku masih merasa ada sekatan antara Tuhan dan aku. Aku bekerja lebih giat lagi, tetapi masih belum merasakan adanya kekuatan dari atas, dan hasil pekerjaanku pun tidak begitu banyak.
Tuhan Ingin Aku Mengasihi-Nya Sepenuh Hati
Aku ingat, pada suatu hari, ketika aku sedang membuka-buka Alkitab untuk mencari judul khotbah, terbacalah sebuah ayat yang berbunyi, “Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi” (Mzm. 73:25). Aku lalu berkata kepada diri sendiri, “Penulis Mazmur ini dapat berkata demikian, tetapi aku tidak.” Aku tidak dapat berkata demikian karena pada waktu itu aku sedang mengasihi seorang gadis yang kemudian hari menjadi istriku.
Setiap kali aku membicarakan tentang Tuhan kepadanya, ia hanya menanggapi dengan senyuman. Hal ini terjadi sepuluh tahun yang lampau. Saat itu ia belum menjadi orang Kristen, namun aku mengasihinya, sebagaimana terjadi pada kaum remaja sekarang. Aku merasa bahwa kedudukannya dalam hidupku sangatlah penting. Aku sangat mencintainya, aku tidak dapat melepaskannya. Karena itu timbullah perebutan antara aku dengan Tuhan. Aku mohon agar Tuhan sementara jangan menanggulangi perkara ini. Bahkan aku mengajukan usul kepada Tuhan agar aku diutus ke Tibet, ke daerah-daerah perbatasan yang terpencil, atau melakukan banyak pekerjaan bagi Tuhan, asal Tuhan tidak mempersoalkan lagi masalah cintaku dengan gadis pujaanku. Tetapi Tuhan terus menuding ke arah itu saja. Tuhan menghendaki aku melepaskan kekasihku sendiri untuk mengasihi-Nya dengan sepenuh hati. Terhadap pelajaran sekolah aku tidak bergairah lagi, juga tidak bisa berdoa dengan baik. Aku tetap berusaha untuk dipenuhi oleh Roh Kudus, namun aku tahu bahwa aku tidak berani mengucapkan kata-kata yang terdapat dalam Mazmur itu. Akhirnya pada tanggal 13 Februari 1922, aku takluk kepada Tuhan. Aku berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku rela melepaskan hubunganku dengannya.” Hasilnya, aku mengalami sukacita besar yang sebelumnya tidak pernah kualami. Pada waktu aku beroleh selamat, aku merasa ringan karena beban dosa sudah terlucut. Kini hatiku terasa sangat bebas dan lega karena segala penyekat dan penghalang antara aku dengan Allah sudah tersingkirkan. Aku masih ingat dengan jelas, pada hari itu juga aku melepaskan pakaian indahku, lalu mengenakan pakaian yang sederhana. Kemudian aku ke dapur membuat lem, mengambil setumpuk selebaran Injil dari dalam lemari, lalu keluar ke jalan-jalan. Aku tempelkan selebaran-selebaran itu pada dinding-dinding, dan sebagian kubagi-bagikan kepada setiap orang yang kujumpai. Di kota Fuchow hal yang demikian nampaknya belum pernah dikerjakan orang sebelumnya.
Pada akhir tahun 1922, setiap hari aku tekun berdoa bagi teman-temanku yang namanya tercantum dalam catatanku. Hasilnya sebagian besar di antara mereka beroleh selamat. Karena orang yang beroleh selamat semakin banyak, pada tahun berikutnya kami harus meminjam atau menyewa sebuah tempat yang lebih luas, agar dapat menampung mereka untuk bersidang. Semua nama yang tercantum dalam buku catatanku itu kecuali satu orang telah beroleh selamat. Ini adalah suatu bukti bahwa Allah mau mengabulkan doa bagi keselamatan orang-orang berdosa.
Belajar Pelajaran yang Paling Berharga
Pada waktu itu, di antara kami ada tujuh orang saudara sekerja; kami bersidang setiap hari Jumat. Boleh dikata waktu-waktu di dalam sidang-sidang itu habis terpakai untuk perdebatan antara aku dengan salah seorang saudara. Saudara itu usianya lebih tua 5 tahun daripada aku. Sebagaimana lazimnya orang-orang muda, kami masing-masing sangat mempertahankan pandangan diri sendiri dan meremehkan atau mencela pandangan orang lain. Kadang-kadang aku marahmarah, tetapi tetap tidak sadar akan kesalahanku. Boleh dikata setiap hari Sabtu aku berkunjung ke tempat Saudari Barber untuk menyampaikan keluhanku mengenai saudara itu, dengan harapan agar dia mau menengahi sengketa kami sambil mengoreksi kesalahannya. Ternyata Saudari Barber tidak membela aku, sebaliknya menegur aku, katanya, “Alkitab mengatakan, yang muda harus tunduk kepada yang tua. Kamu harus tunduk kepadanya.” Dengan mendongkol aku membantah, “Bila demikian aku tidak bisa menerima, orang Kristen seharusnya juga bertindak dengan aturan dan alasan.” Dia menjawab, “Bukan betul atau salahnya alasan, tetapi melihat bagaimana Alkitab mengatakannya.” Alkitab mengatakan, “Yang muda harus tunduk kepada yang tua.”
Ada kalanya, kalau hari Jumat sore kami berdua berselisih, malam harinya aku menangis dan tidak dapat tidur. Keesokan harinya aku mengunjungi Saudari Barber untuk meluapkan rasa kesalku, dan mengharap dia mau membela aku. Tetapi mendengar jawabannya selalu itu saja, aku kecewa, tidak dapat berbuat apaapa, hanya kembali ke rumah dan menangis lagi. Aku menyesal mengapa aku tidak dilahirkan lebih dahulu daripada dia, sehingga dialah yang harus tunduk kepadaku, dan bukan aku yang tunduk kepadanya. Pada suatu kali aku berselisih lagi dengan Dia, aku yakin alasanku sangat tepat. Kupaparkan semua persoalannya dan kutunjukkan kesalahan-kesalahan saudara sekerja itu kepada Saudari Barber, aku berpikir, kali ini aku pasti menang. Tetapi dia berkata, “Saudara sekerja itu salah atau betul, itu soal lain. Tetapi sekarang kamu menggugat saudaramu kepadaku, coba katakan, miripkah kamu dengan seorang yang memikul salib? Miripkah kamu dengan seekor anak domba?” Dia hanya berkata sebanyak itu. Segera aku merasa malu sekali, selamanya takkan kulupakan. Kata-kata dan sikapku pada hari itu, sungguh tidak mirip dengan seorang yang memikul salib, juga tidak mirip dengan seekor anak domba. Aku mengakui bahwa dalam waktu setengah tahun itu, aku telah memperoleh pelajaran yang paling berharga dalam seumur hidupku. Semula benakku sarat akan angan-angan muluk, tetapi melalui bermacam-macam suasana, Allah membawa aku masuk ke dalam realitas rohani, sehingga aku paham apa makna salib. Kini, tahun 1936, aku mempunyai lima puluh lebih saudara sekerja. Kalau bukannya pada waktu itu aku memperoleh pelajaran taat, kemungkinan besar sekarang aku tak dapat berkoordinasi dengan siapa pun.
Puji syukur kepada Allah, Allah menaruh aku di dalam suasana itu supaya aku dapat terkendali oleh Roh Kudus. Selama delapan belas tahun ini, aku tak berkesempatan mengetengahkan usul atau pendapatku. Aku hanya dapat bersabar dengan penuh derita dan air mata. Kalau bukan karena peristiwa itu, aku tidak akan mengetahui bahwa “aku” ini sesungguhnya sulit ditanggulangi. Allah telah mengikis segala tonjolan lancip pada tabiatku, sehingga kini aku dapat mengatakan kepada saudara-saudara sekerja muda, bahwa melayani Allah haruslah dengan Roh yang lemah lembut, merendah dan suka berdamai. Tanpa memikul salib, segala ambisi, tekad atau kepandaian seseorang tidaklah ada artinya.
Aku sudah menempuh jalan ini. Tak dapat tidak aku mengakui akan kekurangan-kekuranganku, dan segala sesuatuku berada di dalam tangan Allah. Masalahnya bukan terletak pada betul atau salah, melainkan pada mau tidaknya orang itu memikul salib. Betul atau salah tidak seharusnya mendapat tempat di dalam gereja. Yang penting ialah memikul salib dan menerima peremukan-Nya. Karena dengan jalan inilah kita baru bisa menyalurkan hayat-Nya dan menggenapkan kehendak-Nya.
Kesaksian Kedua
20-10-1936
Hari ini aku ingin mempersaksikan empat hal:
1. Pelajaran Salib.
2. Allah Itu Penyembuhku.
3. Awal Mula Kebangunan.
4. pekerjaan yang Allah Amanatkan.
I. PELAJARAN SALIB
Bisa saja seorang Kristen membaca, mempelajari, bahkan menerangkan pelajaran salib, tetapi belum tentu ia benar-benar telah menerimanya, mengalaminya atau menempuhnya. Sewaktu aku berkoordinasi dengan para sekerja untuk melayani Tuhan, Tuhan telah menyediakan banyak pelajaran salib bagiku. Aku merasakan, bagaimanapun beratnya dan sengsaranya, asal saja salib itu pengaturan Tuhan, patutlah kuterima dengan patuh. Ketika Tuhan berada di bumi, Dia telah belajar taat dalam derita sengsara-Nya. Mungkinkah aku terkecuali? Ketika aku mulai belajar pelajaran salib, selama delapan atau sembilan bulan pertama, aku tidak dapat taat. Kemudian aku tahu bahwa terhadap salib yang Tuhan sediakan seharusnya aku taat menerimanya tanpa komentar. Tetapi setiap kali kesukaran menimpa, sulit sekali rasanya untuk mematuhinya. Di dalamku timbul perlawanan dan taatnya hanya sementara. Lambat laun barulah aku paham, bahwa salib yang Tuhan sediakan sesungguhnya mendatangkan faedah bagiku.
Saudara-saudara sekerjaku yang semula, lima di antaranya ialah teman sekolahku sejak kecil, sedang satu lagi yang usianya lima tahun lebih tua daripadaku berasal dari lingkungan lain. Mereka berlima selalu memihak yang satu ini menentang aku. Tak peduli bagaimana, mereka berenam selalu menyalahkan aku. Banyak hal yang jelas-jelas aku yang melakukannya, tetapi jasanya merekalah yang memperoleh. Kadang kala aku ditolak sedemikian rupa sehingga tidak ada jalan lain bagiku kecuali lari mendaki sebuah bukit untuk menangis di hadapan Allah. Itulah untuk pertama kalinya aku mengalami makna “persekutuan di dalam penderitaan-Nya” (Flp. 3:10).
Puji syukur kepada Allah, justru kesulitan-kesulitan itu sering membawa aku datang ke hadapan-Nya, agar ketika aku tidak dapat bersekutu dengan orang-orang, aku memperoleh persekutuan surgawi dengan Dia. Dua tahun sesudah aku beroleh selamat, aku belum mengerti apa itu salib? Dua tahun berikutnya barulah aku mulai mempelajari pelajaran ini. Ketika aku masih sekolah, aku selalu nomor satu dalam kelas. Kini dalam hal melayani Allah mana mungkin aku ditaruh pada nomor dua? Bila aku ditaruh pada nomor dua, aku tak mau tunduk. Setiap hari aku mengeluh kepada Allah, “Aku tidak tahan ditaruh di nomor dua, karena kuasa dan kemuliaan yang kuperoleh terlampau sedikit.” Mereka berlima selalu memihak sekerja yang lebih tua daripadaku itu. Aku sungguh tidak tahan! Tetapi hari ini dari dasar lubuk hatiku aku dapat menyampaikan rasa terima kasihku kepada Allah atas segala peristiwa yang telah kualami, karena itulah latihan yang baik bagiku, agar melalui kesulitan yang banyak itu aku belajar taat. Maka begitu aku mengatakan kepada Allah, bahwa aku rela dan taat untuk ditempatkan pada nomor dua, aku memperoleh sukacita yang lebih dalam daripada sukacita yang kuperoleh ketika aku beroleh selamat.
Selama delapan atau sembilan bulan berikutnya, aku rela menerima peremukan, dan tidak melakukan hal yang ingin kulakukan. Karena dalam jalan kerohanianku, aku senantiasa dipenuhi dengan sukacita dan kedamaian. Sebagaimana Tuhan taat kepada Allah, demikian juga aku rela taat kepada Tuhan. Sebenarnya “Tuhan mempunyai rupa Allah, tetapi Dia tidak menganggap kesetaraan-Nya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan” (Flp. 2:6). Mana mungkin aku berani melebihi Tuhanku? Ketika aku mulai belajar patuh, mula-mula memang sangat sulit, lambat laun makin mudah, sehingga di hadapan Allah aku dapat berkata, “Aku rela memilih salib, menerima peremukan-Nya dan mengesampingkan segala pendapat pribadi.”
II. ALLAH ITU PENYEMBUHKU
Sakit Paru-paru yang Parah
Pada tahun 1924, aku mulai sakit. Mula-mula hanya sedikit demam, badan lelah dan dalam dadaku terasa agak nyeri. Aku tidak tahu bagian mana yang kurang beres. Dr.Ho Shen Wong berkata kepadaku, “Aku tahu Anda memiliki iman, Anda percaya Allah dapat menyembuhkan Anda. Tetapi izinkanlah aku memeriksa badanmu sebentar untuk menentukan diagnosa penyakitmu.” Selesai memeriksa aku, Dokter Wong membisikkan sesuatu kepada Saudara Wang Teng Ming. Aku bertanya hasil pemeriksaannya. Mula-mula mereka tidak mau mengatakan. Aku jelaskan bahwa aku tidak akan takut, aku minta mereka berterus terang. Kemudian Dr. Wong menerangkan bahwa aku terkena penyakit TBC yang parah, perlu beristirahat lama. Malam harinya aku tidak dapat tidur, hatiku terasa sangat berat. Aku merasa tugas yang Tuhan amanatkan kepadaku belum juga kutunaikan, namun aku sudah harus menghadap kepada Tuhan. Aku tidak mempunyai muka berjumpa dengan Tuhan.
Aku berpikir sebaiknya pergi ke desa sehingga bisa tenang dan makin banyak bersekutu dengan Tuhan. Aku bertanya kepada Tuhan, “Tuhan, bagaimana kehendak-Mu atas diriku? Kalau Engkau menghendaki aku mati bagi-Mu, aku tidak takut. Nyatakanlah kehendak-Mu ya Tuhan!” Selama hampir 6 bulan, aku masih belum mengerti apa yang Tuhan kehendaki. Namun hatiku terasa damai dan penuh sukacita, karena aku tahu Tuhan pasti tidak pernah salah. Beberapa pucuk surat kuterima dari berbagai tempat, tetapi yang bernada menghibur dan memberi semangat hanya sedikit; kebanyakan mencela aku terlalu berjerih payah, tak mau menyayangi jiwa sendiri. Sampai-sampai ada seorang yang menggunakan kata-kata Efesus 5:29 untuk menegur aku tidak mau menjaga dan merawat tubuh sendiri.
Visi Mula-mula
Kemudian datanglah sepucuk surat dari Nanking yang dikirim oleh Saudara Chen Chi Kwee. Dalam suratnya itu dia mengundang aku beristirahat di rumahnya, sambil membantu menerjemahkan kurikulum Institut Korespondensi Alkitab Dr. C. I. Scofield. Selama beristirahat di tempat itu ada tiga puluhan saudarasaudari yang sering mengadakan persekutuan dengan aku. Dalam persekutuan-persekutuan itu kami membicarakan hal-hal mengenai gereja. Aku sadar bahwa tangan Allah yang menimpaku adalah untuk mengembalikan aku kepada visi mula-mula yang pernah kuterima, kalau tidak bisa-bisa aku menempuh jalan yang telah ditempuh banyak tokoh pengkhotbah dan pemberita kebangunan rohani. Sehari lewat sehari, penyakit TBC-ku tak kunjung sembuh. Aku mengunjungi seorang dokter ahli dari Jerman. Aku dirontgen. Belakangan ketika aku minta dirontgen sekali lagi, dia mengatakan tidak perlu. Kemudian dia mengambil selembar foto rontgen dari pasien lain dan memperlihatkannya kepadaku sambil berkata, “Keadaan orang ini lebih baik daripadamu, tetapi dua minggu setelah ia di rontgen, dia meninggal. Selanjutnya, jangan menemui aku lagi. Aku tak mau menerima uang darimu dengan percuma.” Dengan putus asa aku pulang. Walaupun aku bisa memaksakan diri menulis dan membaca Alkitab, namun sangatlah memeras tenaga. Setiap sore suhu badanku naik, malam harinya mengeluarkan keringat dingin, tidak dapat tidur. Beberapa saudara-saudari menganjuri aku supaya banyak beristirahat. Aku menjawab, “Mungkin aku bisa berkarat karena beristirahat.” Aku berpikir, meskipun aku tak dapat hidup lama, tetapi aku harus percaya Allah adalah tenagaku, aku harus bekerja bagi-Nya hingga nafasku yang terakhir. Aku bertanya kepada Allah, pekerjaan terakhir apakah yang harus kuselesaikan? Bila Allah benar-benar ingin aku melakukan sesuatu, aku mohon Allah melindungi jiwaku, bila tidak, dalam dunia juga tidak ada yang kudambakan.
Harus Menulis Sebuah Buku
Tadinya aku masih bisa bangun, lambat laun menjadi sangat sulit, sangat memeras tenaga. Ada orang mengundang aku memimpin sidang penginjilan. Aku memaksa diri bangun, sambil mohon Tuhan memberikan tenaga. Dalam perjalanan menuju ke tempat sidang, aku terpaksa harus seringkali berhenti sebentar untuk mengambil nafas dan mengaso sambil berpegangan pada tiang listrik. Setiap kali aku mengaso secara demikian, aku berkata kepada Tuhan, “Seandainya pada hari ini aku bisa mati bagi-Mu, alangkah berharganya!” Ada beberapa saudara mengetahui peristiwa itu, lalu mencela aku dengan mengatakan aku tidak menjaga kesehatanku. Aku menjawab, “Aku cinta kepada Tuhanku, aku rela mengorbankan jiwa bagi-Nya.” Setelah berdoa sebulan lebih, aku merasa aku harus membukukan semua yang kupelajari dan kualami di hadapan Allah. Dulu aku mengira, setelah aku tua baru mulai menulis buku. Tetapi pada waktu itu, karena mengira jiwaku di dunia ini sedang menjelang akhir, dan aku segera dipanggil oleh Tuhan, maka aku memutuskan untuk menulis. Aku lalu menyewa sebuah rumah kecil di desa Wusih propinsi Kiangsu. Aku menutup diri di dalam rumah itu, sehari suntuk menulis. Pada waktu itu penyakitku makin parah, sampai-sampai berbaring saja tidak dapat. Kalau sedang menulis, harus duduk di kursi yang tinggi sandarannya, dan dadaku kutekankan pada pinggiran meja, punggung dan dada terjepit, demikian dapat sedikit mengurangi rasa sakit di dalam dadaku. Pada saat-saat demikian setan berbisik, “Bukankah kamu segera mati? Untuk apa begitu menyiksa diri? Matilah dengan lebih enak!” Aku menjawab, “Tuhan menginginkanku demikian, pergilah dari hadapanku!” Bersandar Tuhan, dalam waktu empat bulan telah selesai kutulis tiga volume naskah buku “Manusia Rohani”. Tiga volume itu kuselesaikan dengan berpeluh darah dan bercucuran air mata. Setiap kali aku berhenti menulis, aku berkata kepada diriku sendiri, “Inilah kesaksian terakhirku bagi gereja.” Meskipun setiap hari aku mengalami derita sengsara yang cukup berat, tetapi aku merasakan Tuhan sangat dekat denganku. Orang-orang mengira Tuhan kejam terhadap aku. Dalam sepucuk suratnya, seorang saudara berkata, “Kini engkau memeras habis tenagamu. Pada suatu hari nanti engkau akan menyesal.” Dalam balasan suratku kukatakan, “Aku cinta kepada Tuhanku. Aku harus hidup bagi Dia.”
Naskahnya telah selesai kutulis, kini timbul persoalan mencetaknya. Pada waktu itu, untuk menerbitkan buku “Manusia Rohani” memerlukan uang 4.000 Yuan. Dalam tanganku tidak ada uang sepeser pun. Aku hanya bisa menengadah kepada Tuhan untuk memenuhi keperluan ini. Yang tahu keperluan ini hanya empat orang saudara, yang lainnya tidak tahu. Tak lama kemudian Tuhan menyediakan 400 Yuan. Aku bersama seorang saudara menandatangani perjanjian mencetak buku dengan sebuah perusahaan percetakan. Dalam perjanjian itu dikatakan, bila waktunya tiba dan ternyata kami tidak dapat mengangsur sejumlah uang, tidak saja kami akan kehilangan uang 400 Yuan itu, bahkan masih harus membayar denda. Karenanya kami lalu berdoa dengan tekun. Puji Tuhan, setiap kali pihak percetakan datang menagih, Tuhan senantiasa menyediakan bagi kami. Berhubung kami bisa menepati janji, pihak percetakan malah berkata, “Jarang sekali orang bisa membayar tepat pada waktunya seperti kalian, orang-orang gereja.”
Percaya kepada Firman Tuhan
Setelah tulisanku diterbitkan, aku berdoa kepada Allah, “Sekarang biarkanlah hamba-Mu pulang dengan damai!” Pada waktu itu penyakitku sudah sangat parah. Malam hari tidak dapat tidur nyenyak; tengah malam sering terjaga dan berkeringat dingin, berbalik ke kiri ke kanan. Tubuhku tinggal kulit membungkus tulang. Suaraku parau. Pada waktu itu ada beberapa saudari bergiliran menjaga dan melayani aku. Di antaranya ada seorang jururawat yang sudah berpengalaman. Dia menangis begitu melihat keadaanku. Dia berkata, “Banyak orang sakit yang telah kulihat, tetapi belum pernah kutemui orang yang sedemikian menyedihkan seperti dia. Mungkin dia hanya bisa hidup tiga atau empat hari lagi.” Perkataan ini kemudian disampaikan oleh orang lain kepadaku. Aku berkata, “Biarlah tamat sampai sekian saja. Aku tahu aku segera meninggal dunia.” Seorang saudara mengirim telegram kepada gerejagereja di berbagai tempat dengan pesan, “Tidak perlu mendoakan aku lagi, karena sudah tidak ada harapan.”
Firman Allah
Pada suatu hari aku bertanya kepada Allah, “Mengapa demikian cepat memanggil aku pulang?” Aku kembali mengaku dosa di hadapan Allah, dan mengakui bahwa aku tidak ada iman. Pada hari itu, dari pagi hari sampai pukul 3 sore, dengan tekun aku berdoa dan berpuasa. Dalam doaku itu aku berjanji hanya akan mengerjakan pekerjaan yang Dia bebankan kepadaku. Bersamaan dengan itu para sekerja juga dengan tekun berdoa bagiku di rumah Saudari Ruth Lee, tak jauh dari tempat tinggalku. Ketika aku berdoa mohon Allah memberikan iman kepadaku, Dia memberikan kata-kata kepadaku yang tak mungkin kulupakan seumur hidupku. Kata-kata pertama: “Hidup oleh iman” (Rm. 1:17). Kata-kata kedua: “Berdiri demi iman” (2 Kor. 1:24; dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan “berdiri teguh dalam iman”). Kata-kata ketiga: “Bertindak demi iman” (2 Kor. 5:7; dalam Alkitab bahasa Indonesia diterjemahkan “Hidup berdasarkan iman”).
Karena kata-kata ini, aku dipenuhi dengan sukacita yang tak terlukiskan. Aku percaya akan firman-Nya yang mengatakan, “Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya” (Mrk. 9:23). Aku memuji dan mengucap syukur kepada Allah karena Dia telah memberikan firman-Nya kepadaku. Aku percaya Allah telah menyembuhkan aku, aku takkan mati, aku hidup oleh iman.
Tetapi imanku ini segera mengalami ujian. Sekarang bisakah aku berdiri demi iman? Saat itu aku masih berbaring di tempat tidur, dan sudah terbaring berharihari! Dalam hatiku timbul pergolakan, aku tetap berbaring atau bangun berdiri? Tentunya orang-orang senang mati terbaring di tempat tidur daripada mati sambil berdiri. Tetapi firman Allah kembali menyalurkan tenaga kepadaku, sehingga aku tak mempedulikan segala sesuatu. Segera kukenakan pakaian yang sudah 176 hari tak lagi kupakai. Aku siap-siap turun dari pembaringan, keringat membanjiri sekujur tubuhku, seolah aku dibasahi air hujan.
Setan datang lagi dan berkata, “Duduk saja tak dapat, mana bisa berdiri?” Aku menjawab, “Allah menyuruh aku berdiri!” Maka aku pun berdiri. Sekali lagi aku berkeringat dingin, hampir-hampir jatuh. Sekali lagi aku berkata, “Berdiri demi iman!” Aku berdiri mengambil celana panjang dan kaos kakiku. Setelah kukenakan, aku duduk kembali.
Sekali lagi firman-Nya datang, “Tidak hanya berdiri demi iman, juga harus bertindak demi iman!” Aku kira bisa bangun mengambil celana panjang dan kaos kakiku saja sudah cukup hebat, mana berani mengharapkan berjalan? Aku bertanya kepada Allah, aku harus berjalan ke mana? Allah menghendaki aku berjalan menuju ke rumah nomor 215, yaitu rumah Saudari Ruth Lee! (Di tempat itu sedang berkumpul sejumlah saudara-saudari yang telah berpuasa dan berdoa selama dua tiga hari bagi kesembuhanku). Aku berpikir, “Berjalan-jalan dalam kamar mungkin saja dapat, bagaimana aku dapat menuruni anak tangga?” Aku berdoa lagi kepada Allah, “Ya Allah! aku telah dapat berdiri demi iman, biarlah aku menuruni anak tangga ini demi iman juga!” Kemudian selangkah demi selangkah aku berjalan menuju pintu di depan tangga.
Pintu kubuka dan aku berdiri diujung anak tangga loteng. Terus terang kukatakan, ketika aku berdiri pada pucuk anak tangga itu, rasa-rasanya itulah anak tangga tertinggi yang pernah kujumpai. Aku berdoa lagi, “Ya Tuhan, aku tak bisa bergerak, papahlah aku!” Dengan memegang pegangan tangga itu, perlahan-lahan, setindak demi setindak aku menuruni anak tangga. Keringat dingin masih bercucuran. Tak henti-hentinya aku berkata, “Bertindak demi iman!” Setiap berjalan selangkah, aku berkata, “Ya Tuhan, Engkaulah yang menyebabkan aku bisa berjalan.” Ketika selesai menuruni 25 buah anak tangga, dalam imanku sepertinya aku sedang bergandengan tangan dengan Tuhan, dan aku merasakan bahwa aku makin bertenaga. Kemudian aku menuju pintu belakang, membukanya dan segera menuju ke rumah Saudari Ruth Lee.
Aku seolah mirip Petrus pada waktu mengetuk pintu rumah Maria, hanya kali ini tidak ada Rode yang menyambut (Kis. 12:12, 17). Setelah aku masuk ke dalam, tujuh atau delapan saudara-saudari serentak menatap aku, tak bersuara, tak bergerak. Aku duduk di antara mereka dengan penuh rasa syukur. Semuanya duduk, tenang-khidmat, selama kurang lebih satu jam. Suasananya seakan-akan Allah sedang berada di tengahtengah kami. Kemudian kukisahkan proses kesembuhanku. Waktu itu roh kami dibanjiri oleh sukacita yang tidak terungkapkan, kami bersama-sama memuji pekerjaan-Nya yang ajaib. Pada hari itu juga kami menyewa taksi pergi ke rumah Saudari Dora Yu, seorang penginjil tenar di Kiangwan. Melihat aku datang, Saudari Dora Yu sangat terkejut, karena sebelumnya ia telah menerima berita yang mengatakan bahwa aku akan segera mati. Pemunculanku di hadapannya seolah-olah kebangkitanku dari maut. Suasana ini menimbulkan lagi rasa terima kasih dan puji syukur kami kepada Tuhan. Hari Minggu itu juga aku berbicara di atas mimbar selama tiga jam.
Empat tahun berlalu (tahun 1932), dalam surat kabar terbaca olehku sebuah iklan yang menawarkan (melelang) sebuah rumah beserta perabot-perabotnya. Pemilik rumah itu ialah dokter Jerman kenamaan yang pernah membuat foto rontgenku, dan kini telah mati. Aku menundukkan kepala berkata kepada Tuhan, “Dokter ini pernah memastikan bahwa tak lama lagi aku akan mati. Tetapi nyatanya dia sendiri yang lebih dulu mati dan aku tetap hidup. Sungguh, Tuhan sangat merahmati aku.” Di bawah naungan darah-Nya aku berkata, “Kondisi tubuh dokter itu jauh lebih baik daripada kondisi tubuhku, tetapi dia mati duluan, aku bahkan beroleh kesembuhan, dan sampai kini masih hidup.” Ketika diadakan pelelangan, aku membeli beberapa perabot sebagai kenang-kenangan.
III. AWAL MULA KEBANGUNAN
Tahun 1921, waktu pekerjaan Allah di beberapa tempat di China dimulai, banyak orang masih belum jelas akan berbagai kebenaran, seperti karunia dan taurat, Kerajaan surga dan hidup kekal, karunia dan pahala, keselamatan dan kemenangan. Mereka tidak dapat memahami dan membedakan hal-hal itu dengan jelas, mendalam dan kaya. Mereka hanya agak jelas dalam hal Injil karunia. Pada waktu itu, Saudara Wang Ming Tao berada di Tehchow, Saudari Pearl Wang dan Saudari Ruth Lee di Nanking, sedang aku dengan beberapa saudara sekerja berada di Fuchow. Boleh dikatakan kami semua bersaksi dalam waktu bersamaan.
Terbitnya Buletin “Kesaksian Masa Kini” yang Pertama
Menjelang akhir tahun 1922, timbullah beban berat dalam hatiku menerbitkan majalah untuk memenuhi kebutuhan anak-anak Allah. Saat itu, jumlah orang-orang yang beroleh selamat di Fuchow makin lama makin banyak, dan mereka memerlukan bantuan rohani. Tetapi keadaan keuanganku waktu itu sangat sulit, tidak ada jalan lain hanya berdoa. Berdoa satu minggu, dua minggu, bahkan berdoa sampai satu bulan, uang satu sen pun belum kuperoleh. Pada suatu pagi, aku berkata, “Tidak perlu berdoa, demikian adalah doa yang tidak beriman. Sekarang aku harus menulis naskahnya! Masakan menunggu Allah memberikan uang, baru menulis naskahnya?” Demikianlah aku tidak lagi berdoa untuk uang. Aku segera bersiap-siap menulis naskahnya.
Naskah telah selesai. Ketika aku menulis kata terakhir, aku berkata, “Uangnya segera datang,” kemudian aku berlutut dan berdoa, “Ya Allah, naskahnya telah kutulis, perlu segera dicetak, tetapi tidak ada uang satu sen pun.” Selesai berdoa, dengan jelas aku merasa bahwa Allah pasti memberikan uang, segera aku memuji-Nya. Ajaib, begitu aku bangun dari berlutut, ada orang mengetuk pintu. Aku pikir, ada orang datang mengantarkan uangnya. Tetapi yang datang adalah seorang saudari yang sangat kikir, walaupun ia kaya. Aku berpendapat, kedatangannya tidak untuk mempersembahkan uang. Dia berkata kepadaku, “Ada satu hal penting yang ingin kubicarakan denganmu.” Aku mempersilakan dia mengatakannya. Katanya, “Bagaimana seharusnya orang Kristen mempersembahkan uang?” Aku berkata, “Boleh mempersembahkan sepersepuluh, menurut Perjanjian Lama; tetapi juga harus menurut apa yang tertera dalam 2 Korintus 9:7, yaitu mempersembahkan “menurut kerelaan hati”, boleh separuh, boleh sepertiga, boleh sepersepuluh, boleh juga seperdua puluh.” Dia bertanya lebih lanjut, ke mana dia harus mempersembahkannya. Aku berkata, “Jangan menyumbangkannya kepada badan-badan kekristenan yang tidak diperkenan Tuhan; jangan menyumbangkannya kepada orang-orang yang tidak mempercayai Alkitab; jangan menyumbangkannya kepada orang yang memberitakan Injil dengan tidak murni, karena mereka memberitakan Injil kalau dapat uang, kalau tidak dapat uang, mereka tidak mau memberitakannya. (Mereka tidak percaya akan penebusan Tuhan). Pokoknya, bila kamu ingin mempersembahkan uang, berdoalah lebih dulu kepada Allah, sambil menunggu petunjuk-petunjuk-Nya. Untuk orang-orang miskinkah, atau untuk pekerjaan Tuhan. Asal jangan untuk organisasi-organisasi yang tidak layak.
Kemudian dia berkata, “Beberapa hari ini Tuhan selalu berkata kepadaku, ’Kamu ini sangat tamak akan harta!’ Pada mulanya aku tidak rela dikatakan demikian. Tetapi batinku merasa tidak tenteram, akhirnya aku tunduk. Pagi tadi, ketika aku berdoa, Tuhan berkata, ‘Tak usah berdoa lagi. Keluarkan dulu uangmu.’ Saat ini aku membawa uang sebanyak tiga puluh yuan, ini kuserahkan kepadamu untuk dipakai bagi pekerjaan Tuhan!” Demikianlah buletin “Kesaksian Masa Kini” yang pertama kami cetak sebanyak seribu empat ratus buku, persis menghabiskan uang sebanyak tiga puluh yuan. Kemudian ada orang lain lagi yang mempersembahkan sebanyak tiga puluh yuan untuk ongkos kirim dan ongkos-ongkos lainnya. Itulah permulaan terbitnya buletin “Kesaksian Masa Kini.”
Permulaan Pekerjaan di Fuchow
Pada awal tahun 1923, kami mulai mengadakan sidang di rumah seorang saudara di Fuchow. Kami menyewa beberapa kursi, kemudian kami mengundang beberapa orang di sekitar tempat itu. Tuhan yang memulai pekerjaan ini, sehingga ada beberapa orang yang beroleh selamat. Cara kami mengundang orang-orang sangat khas dan efektif. Saudara-saudara mengenakan jubah yang pada bagian dada dan punggungnya diberi tulisan “Anda Hampir Mati”, “Percaya Yesus Beroleh Selamat” atau tulisan-tulisan lain sejenis itu. Tangan memegang bendera, sambil menyanyi-nyanyi kami berpawai ke segenap pelosok. Orang-orang yang melihatnya merasa heran, sehingga di antara mereka banyak yang mengikuti kami, ingin mengetahui apa yang sebenarnya akan kami lakukan. Dengan demikianlah mereka kami bawa ke tempat bersidang. Setiap hari kami berpawai, setiap hari pula ada orang yang tertarik untuk mendengarkan Injil. Ruang tamu, ruang dapur, bahkan halaman luar pun penuh.
Kursi untuk bersidang itu kami sewa selama dua minggu. Waktu sewa sudah habis, tetapi tidak ada uang lagi, dan kursinya harus dikembalikan. Tidak ada kursi, apakah tidak bersidang lagi? Aku umumkan kepada hadirin, siapa yang datang bersidang harap membawa kursi sendiri. Hari itu di bukit Tsang Chien penuh dengan orang. Tua, muda, murid-murid, laki-laki dan perempuan membawa kursinya masing-masing ke tempat bersidang. Melihat keadaan tersebut, polisi hanya bisa melihat dengan terheran-heran.
Puji syukur kepada Tuhan, ratusan orang beroleh selamat. Saat itu, dasar karunia keselamatan telah tertanam kukuh. Sebelumnya banyak orang Kristen tidak begitu jelas akan karunia keselamatan. Melalui sidang kali itu, dan melalui pemberitaan saudara-saudara di banyak tempat banyak orang yang mengerti dengan jelas karunia keselamatan. Sebulan setelah itu, di antara kami ada beberapa orang yang merasa perlu tempat untuk mengadakan sidang-sidang yang rutin. Kami menemui kesulitan dalam hal uang. Kami tidak punya uang untuk menyewa rumah. Satu keluarga Ho rela menyewakan rumahnya kepada kami dengan uang sewa yang agak murah, yaitu 9 yuan per bulan, tetapi harus dibayar untuk tiga bulan sekaligus. Jadi, untuk pertama kali, kami harus membayar tunai 27 yuan. Jumlah itu besar sekali bagi kami. Lalu aku dengan beberapa saudara berdoa bersama, mohon Allah memberikan uang sebanyak itu kepada kami.
Setiap hari Sabtu, aku selalu pergi ke Ma Kiang, di daerah Fuchow, untuk bersekutu dengan Saudari Barber. Pada hari Sabtu itu, ketika aku menemui dia, dia berkata kepadaku sambil menggenggam sejumlah uang, “Ini uang 27 yuan, yang dititipkan seorang teman untuk disampaikan kepadamu bagi pekerjaan Tuhan.” Jumlahnya tepat untuk membayar uang sewa selama tiga bulan, tidak lebih juga tidak kurang. Begitu aku pulang, segera kuserahkan uang sewa untuk tiga bulan itu kepada pemilik rumah. Selanjutnya kami berdoa lagi, Tuhan lagi-lagi mencukupi keperluan kami. Itulah awal pekerjaan di Fuchow.
Seluruh Kota Gempar
Belum pernah aku melihat kebangunan yang begitu hebat seperti saat itu. Setiap hari pasti ada orang yang beroleh selamat. Seolah-olah begitu seseorang berjumpa dengan kami, ia pasti beroleh selamat. Saat itu aku sedang bersekolah di Akademi Trinitas (Trinity College) Fuchow. Setiap pagi, jam 05.00, ketika aku berangkat ke sekolah, tentu akan terlihat ratusan murid sedang tekun membaca Alkitab. Sebelumnya, membaca buku-buku cerita merupakan hal yang populer. Kini mereka harus melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Sebaliknya, membaca Alkitab menjadi sesuatu yang umum dan terhormat di antara mereka.
Ada delapan kelas di sekolah kami, dan setiap kelas memiliki seorang ketua dan wakil ketua kelas. Anehnya, boleh dikata semua ketua dan wakil ketua kelas di setiap kelas telah beroleh selamat. Pula semua olahragawan yang terkenal juga beroleh selamat. Salah seorang di antara mereka adalah Saudara Kwang Hsi Weigh, juara tenis Propinsi Fukien selama bertahuntahun. Setiap hari ada 60 orang lebih berpawai keliling sambil membawa panji-panji, puluhan orang lainnya membagi-bagikan selebaran-selebaran Injil. Kota Fuchow yang berpenduduk ratusan ribu itu goncang dan gempar karena para pemuda tersebut. Demi pimpinan Roh Kudus, pada saat itu kami mulai bersidang. Kemudian jumlah orang yang beroleh selamat kian hari kian banyak dan pekerjaan pun kian luas, meluas ke desadesa sekitarnya.
Tumpuan Gereja
Selama tahun 1921 sampai 1923, di banyak tempat telah terselenggara sidang-sidang kebangunan. Banyak orang menganggap bahwa sidang-sidang kebangunan bisa memimpin orang berpaling kepada Tuhan, karena itu, kami juga perlu memiliki sidang kebangunan semacam itu. Tetapi Tuhan menampakkan kehendak-Nya kepadaku, yaitu agar semua orang yang beroleh selamat itu berdiri pada tumpuan keesaan untuk mewakili dan bersaksi bagi Allah sebagai gereja di bumi. Namun beberapa sekerja tidak setuju dengan kebenaran itu. Aku tekun menyelidiki Kitab Kisah Para Rasul, sampai aku nampak jelas, bahwa kehendak Allah adalah mendirikan gereja di tiap tempat (satu tempat satu gereja). Mengenai hal itu aku telah mendapat terang yang jelas dan paham benar akan kehendak-Nya.
Karena wahyu itu, timbullah persoalan baru. Terjadi perbedaan pandangan terhadap titik berat pekerjaan kami, yang menyebabkan pergesekan di antara kami. Sebagian saudara sekerja, yang tidak jelas akan wahyu itu, merasa seharusnya makin giat dalam pekerjaan sidang pemberitaan Injil dan sidang kebangunan rohani, karena hasil pekerjaan itu mudah terlihat. Tetapi Tuhan menampakkan kepadaku, bahwa maksud hati-Nya ialah membangun gereja di setiap tempat. Itu pula yang menjadi bebanku, pekerjaan lain aku nomor duakan. Saudara sekerja yang lebih tua daripadaku itu sering keluar memimpin sidang kebangunan rohani, namun aku bekerja menurut visi yang telah kuperoleh. Karena terang yang kami terima tentang pekerjaan kami berbeda, timbullah perbedaan mengenai jalan yang kami tempuh. Yang satu sibuk dengan sidang kebangunan dan pengabaran Injil, sedang yang lain sibuk mendirikan gereja di setiap tempat. Wahyu yang Tuhan berikan kepadaku sangat jelas, tak lama lagi Allah akan membangun gereja-Nya di berbagai tempat di China. Ketika aku memejamkan mataku, terlintaslah gambaran itu di pelupuk mataku. (Sampai dengan tahun 1949, ada 400 sampai 500 gereja terbangun di berbagai kota - redaksi)
Menghindari Perpecahan
Pada tahun 1924, ada beberapa saudara sekerja merasa tidak puas terhadap aku, dan Allah pun mengizinkan gereja di Fuchow jatuh ke dalam pencobaan. Untuk menghindari perpecahan, aku meninggalkan Fuchow. Kemudian ada panggilan Tuhan yang menghendaki aku pergi ke Asia Tenggara. Aku pun ke sana, bahkan memulai sidang-sidang di tempat itu. Bulan Mei 1925 aku kembali. Di Pagoda, sebuah desa kecil di tepi laut kota Fuchow, aku menyewa sebuah rumah. Pada waktu itu aku merasa perlu menerbitkan suatu bacaan, yang menitikberatkan pada karunia keselamatan dan kebenaran Gereja, juga membicarakan tentang nubuat dan tanda-tanda. Bacaan ini kemudian kuberi nama “Buletin Orang Kristen”, yang masa terbitnya tidak tentu. Tahun 1925 terbit dua kali, tahun 1926 terbit sepuluh kali, dan tahun 1927, untuk memenuhi permintaan yang tak kunjung reda, terbit dua belas kali.
Setengah tahun pertama dari tahun 1926, aku mengunjungi Amoy, Kulongsu, Changchow dan Tungan untuk bersaksi bagi Tuhan. Banyak orang beroleh selamat. Pada setengah tahun berikutnya, aku kembali mengunjungi tempat-tempat itu. Waktu-waktu itu badanku sangat letih, di samping harus memimpin sidang, harus pula menyiapkan naskah dan membalas surat-surat. Sidang akan diadakan selama 12 hari, tetapi setelah lewat 9 hari aku jatuh sakit. Seorang saudara sekerja lainnya melanjutkan sidang itu. Pada setengah tahun terakhir dari tahun 1926, pekerjaan di Propinsi Fukien bagian selatan telah dimulai dengan diselenggarakannya sidang-sidang di kota Amoy, Tungan dan kecamatan-kecamatan sekitarnya.
Belakangan ada dokter mengatakan, bahwa penyakit yang kuderita ketika aku berada di Amoy itu sangat fatal. Mereka memastikan bahwa aku hanya bertahan hidup beberapa bulan saja. Aku tidak takut mati. Tetapi yang merasuk pikiranku ialah mengenai pelajaran dan pengalaman yang telah bertahun-tahun kudapat dari Tuhan, satu pun belum pernah kutuliskan. Haruskah segala sesuatu yang telah kuterima dari Tuhan itu terkubur bersama dengan ragaku? Sadar akan hal ini aku segera bersiap-siap menulis buku “Manusia Rohani” (The Spiritual Man).
Ketika aku tiba di kota Nanking, di tempat itu sudah ada beberapa saudara-saudari yang memecahkan roti pada kedudukan keesaan. Dengan sendirinya aku segera berbaur dengan mereka dan bersama-sama memperingati Tuhan. Saudara Kwang Shi Weigh pada waktu itu sedang kuliah di Universitas di kota Nanking. Dengan perantaraannya, beberapa kali aku berkhotbah di Universitas itu, dan berhasil memperoleh kembali dua orang saudara dan menerima mereka untuk mengikuti sidang pemecahan roti. Inilah permulaan pekerjaan kami di kota Nanking.
Untuk dapat berkonsentrasi pada penulisan buku “Manusia Rohani”, aku meninggalkan Nanking dan pergi ke Wusih. Di tempat ini aku menulis 4 volume yang pertama. Pada bulan Maret tahun 1927 terjadi aksi militer di Nanking. Ini menyebabkan hubungan surat menyurat dengan saudara-saudari di beberapa tempat terputus. Karena itu aku lalu pergi ke Shanghai. Ketika aku tiba di Shanghai, terdengar berita bahwa banyak saudara-saudari berangsur-angsur datang dari berbagai tempat ke Shanghai. Sebelum aku tiba, saudara-saudari telah mengadakan sidang pemecahan roti di rumah Saudari Pearl Wang di Taman Hsin. Setelah kami semua tiba di Shanghai, sidang kami pindahkan ke jalan Kengching dan Perpustakaan Injil (Gospel Book Room) pun dimulai di Shanghai.
Sidang Istimewa yang Pertama
Menjelang akhir tahun 1927, setiap hari kami berkumpul untuk berdoa. Pada waktu itu orang-orang Kristen yang berdiam di daerah utara Sungai Yangtze dan di sekitar Pingyang, karena telah mendapatkan bantuan melalui buku-buku kesaksian kami, mereka lalu mengadakan hubungan surat menyurat dengan kami. Di samping kami mengetahui rasa damba dan tuntutan mereka, kami pun merasakan betapa besarnya keperluan orang-orang Kristen di berbagai tempat di China, maka kami bersiap-siap mengadakan satu kali sidang istimewa. Pada bulan Januari 1928, kami menyewa tempat di Wentek yang terletak di jalan Hardoon dalam kota Shanghai. Pada tanggal 1 Pebruari, sidang istimewa itu kami mulai. Tema pokok sidang kali itu ialah kehendak kekal Allah dan kemenangan Kristus. Pada waktu itu kami belum membicarakan hal-hal yang menyangkut kebenaran gereja. Saudara-saudari yang berasal dari luar kota yang mengikuti sidang kali itu mencapai jumlah 30 orang. Allah menyoroti mereka sehingga mereka jelas akan jalan yang harus mereka tempuh. Soal baptisan dan meninggalkan denominasi dengan otomatis telah mereka selesaikan. Di daerah Utara Sungai Yangtze, dalam waktu empat tahun, sudah ada tujuh atau delapan ratus saudara-saudari yang beroleh kebangunan, dan ada belasan tempat untuk bersidang. Di sekitar Pingyang dan Taishun juga ada belasan tempat sidang. Yang beroleh selamat dan memperoleh kebangunan ada kira-kira 4.000 orang. Allah sendirilah yang melakukan pekerjaan itu di setiap tempat; bukan kami yang melakukannya.
Setelah kami pindah ke jalan Wentek pada tahun 1928, kami memutuskan untuk meneruskan penerbitan buletin “Kebangunan”, karena buletin “Orang Kristen” tidak terbit lagi, sedang buku “Note on Bible Study” kami terbitkan pada tahun 1930.
Kami, beberapa saudara sekerja bekerja bagi Tuhan di Shanghai selama beberapa tahun, dengan tujuan membawa banyak orang mengikuti Tuhan, membantu mereka lebih dalam mengenal kebenaran Alkitab dan menerima pimpinan Roh Kudus. Kami sekali-kali tidak mempunyai maksud mencari pengikut untuk diri sendiri. Tidak terkandung maksud dalam hati kami, bahwa kami ingin menutup diri, atau menganggap hanya kami sendiri yang benar. Kami rela menerima amanat yang Allah bebankan kepada kami, dan setia sampai akhir. Sambil membawa tubuh yang sakit parah aku menulis buku “Manusia Rohani”. Selesai naskah buku itu kutulis, sakitku makin parah. Boleh dikata, setiap hari aku hanya berbaring di tempat tidur. Kemahku di bumi ini sewaktu-waktu bisa terbongkar, karena itu selama beberapa tahun pertama di Shanghai tak ada suatu pekerjaanku yang berharga untuk kusebutkan. Dua tahun kemudian, barulah pekerjaan itu dimulai.
Pada tahun 1931 diselenggarakan sekali lagi sidang istimewa. Dalam sidang kali itu kami membicarakan dua tema, yaitu Perjanjian Baru dan Hikmat Allah. Saudara-saudari dari luar kota yang mengikuti sidang kali itu jumlahnya lebih banyak daripada yang mengikuti sidang sebelumnya.
IV. PEKERJAAN YANG ALLAH AMANATKAN
Sejak aku sakit dan terbaring di tempat tidur hingga aku memperoleh kesembuhan, dengan jelas sekali Allah menunjukkan kepadaku pekerjaan apa yang Ia kehendaki untuk kulakukan. Itu meliputi empat hal,
Pertama adalah Pekerjaan Literatur
Sebelum aku jatuh sakit, selain sering memimpin sidang-sidang istimewa di beberapa tempat, aku bahkan berambisi hendak menyusun sebuah buku tafsiran dan pemahaman Alkitab yang lebih teliti dan lengkap. Aku merencanakan akan mencurahkan banyak semangat, waktu dan uang untuk menyusun tafsiran sebanyak 100 buku lebih. Tetapi setelah aku jatuh sakit dan selesai menulis buku “Manusia Rohani”, aku sadar bahwa menafsir dan membahas Alkitab itu bukan pekerjaanku. Tetapi di kemudian hari hal ini seolah masih tidak bisa kulepaskan, sering ada godaan. Setelah aku sembuh, Allah menyadarkan aku bahwa amanatku bukan untuk menafsir Alkitab, bukan untuk penginjilan biasa, juga bukan untuk menerangkan nubuat-nubuat, melainkan untuk menyebar-luaskan berita hayat yang hidup. Karena itu, aku merasa perlu menerbitkan lagi buletin “Kesaksian Masa Kini” untuk membantu segenap anak Allah dalam menempuh kehidupan rohani dan menghadapi peperangan rohani.
Setiap zaman mempunyai kebenaran khusus yang diperlukan dalam zaman tersebut. Dalam zaman akhir ini, pasti juga ada kebenaran khusus yang diperlukan. Buletin “Kesaksian Masa Kini” bermaksud menyebarluaskan kebenaran zaman kini. Aku percaya, kinilah masa persiapan. Anak-anak Allah akan dituai, tetapi terlebih dulu mereka harus sudah masak (Mrk. 4:29). Musim menuai segera tiba, mereka akan diangkat. Gereja sudah siap atau belum, merupakan persoalan yang paling penting. Kehendak Allah hari ini ialah dengan cepat-cepat menyelesaikan pembangunan Tubuh Putra-Nya yaitu Gereja. Seperti apa yang dikatakan dalam Alkitab, “Untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat (gereja) di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut” (Ef. 5:26-27). Musuh-musuh-Nya harus dienyahkan, agar Kerajaan Surga tiba. Dengan rendah hati aku mengharapkan, kiranya di dalam tangan Allah, aku boleh mempunyai bagian di dalam pekerjaan yang mulia ini. Semua yang kutulis hanya mengandung satu tujuan, yaitu agar segenap pembaca mau mempersembahkan diri kepada Allah di dalam ciptaan baru dan menjadi orang yang berguna di dalam tangan-Nya. Kini dengan sepenuh hati kuserahkan semua tulisanku, segenap pembaca tulisanku dan aku sendiri kepada Allah, pelindung kekal kita, dan mohon Roh-Nya memimpin kita memasuki semua kebenaran-Nya.
Kedua adalah Sidang-sidang Para Pemenang
Allah mencelikkan mataku sehingga aku jelas betapa perlu adanya pemenang-pemenang di dalam setiap gereja lokal untuk menjadi saksi-saksi-Nya (Wahyu pasal 2 dan 3 mengatakan, “Tuhan memanggil para pemenang”). Untuk itu setiap tahun kami mengadakan “Sidang Para Pemenang”. Di dalam sidang-sidang itu dengan setia kuberitakan kebenaran-kebenaran yang Allah wahyukan kepadaku.
Ketiga adalah Mendirikan Gereja Lokal
Tuhan memanggil aku bukan untuk menyelenggarakan sidang-sidang kebangunan rohani, agar mereka yang mendengarkan lebih mengerti banyak kebenaran Alkitab; juga bukan menyuruh aku menjadi pengkhotbah ulung. Allah memberi wahyu kepadaku bahwa Dia ingin mendirikan gereja lokal di setiap tempat untuk mengekspresikan diri-Nya, untuk mempersaksikan tumpuan keesaan gereja, agar setiap anak Allah dapat menunaikan fungsinya di dalam gereja dan menempuh hidup gereja. Yang Allah kehendaki bukan hanya kemenangan dan kerohanian individu, melainkan mendapatkan satu gereja korporat yang mulia, untuk dipersembahkan kepada diri-Nya sendiri.
Keempat adalah Latihan Bagi Kaum Pemuda
Bila kedatangan Tuhan tertunda, perlu mohon Tuhan membangunkan sekelompok orang muda untuk meneruskan kesaksian bagi generasi berikutnya. Banyak saudara sekerja yang sudah mulai mendoakan hal ini, mohon Tuhan menyediakan sebuah tempat yang cocok untuk melatih kaum muda. Maksudku bukan hendak mendirikan sekolah teologi atau institut Alkitab. Aku berharap agar para pemuda itu selain berlatih menempuh hidup korporatif, mempraktekkan kehidupan rohani, belajar berdoa dan membaca Alkitab, membina karakter yang baik, juga belajar menanggulangi soal kedosaan, duniawi, tubuh nafsani, hayat alamiah dan lain-lain. Sampai waktu yang sesuai, mereka dikembalikan ke gereja lokal masing-masing agar mereka bisa berkoordinasi dengan segenap kaum saleh, melayani Tuhan di dalam gereja. Untuk itu aku sudah membeli tanah beberapa puluh are di Chen Yu, sebuah desa di Shanghai, yang kini dalam taraf merencanakan pembangunan gedungnya. Semoga tak lama lagi para pemuda bisa berkumpul di tempat itu untuk menerima latihan.
Untuk selanjutnya beban dan pekerjaanku kira-kira meliputi empat aspek ini. Semoga semua mulia bagi Tuhan. Pada diri kami sendiri tidak ada sesuatu. Meskipun kami telah melakukan suatu pekerjaan, namun kami tetap adalah hamba yang tidak berguna.
Kesaksian Ketiga
20-10-1936
MENEMPUH KEHIDUPAN BERIMAN
Kata Paulus, “Aku mau berdoa kepada Allah, supaya cepat atau lambat bukan hanya engkau saja, tetapi semua orang lain yang hadir di sini dan yang mendengarkan perkataanku menjadi sama seperti aku, kecuali belenggu-belenggu ini.”
Kisah Para Rasul 26:29
Dua buah kesaksian telah kuketengahkan, aku rasa, aku tidak perlu mengatakan apa-apa lagi. Namun setelah berdoa, aku merasa Tuhan masih menghendaki aku mengatakan sedikit lagi. Orang-orang yang mengenal aku tentu tahu bahwa aku jarang sekali mengungkapkan hal-hal yang menyangkut pribadiku. Sering aku melihat orang-orang menyalahgunakan kesaksian orang lain atau bahkan menggunakannya sebagai buah bibir. Aku mengira juga ada kesaksian yang kurang kuat dan kurang berharga untuk diketengahkan. Kesaksian seperti Rasul Paulus diangkat ke langit tingkat ketiga, baru dikatakan kepada umum 14 tahun kemudian. Karena itu aku pun menganggap ada kesaksian-kesaksian yang harus melewati sejangka waktu tertentu baru boleh diumumkan.
Hanya Bersandar Dia Menempuh Hidup
Terlebih dulu ingin kukisahkan mengenai masalah keuangan. Ini bisa menjadi masalah yang sepele, tetapi juga bisa menjadi masalah yang besar.
Pertama kali aku melayani Allah, aku agak khawatir terhadap kehidupanku. Seandainya aku mau menjabat sebagai penginjil di suatu denominasi, aku bisa memperoleh tunjangan tetap. Tetapi karena aku ingin menempuh jalan Tuhan, aku hanya bisa bersandar kepada Tuhan untuk memelihara hidupku. Aku tidak bisa bersandar kepada tunjangan tetap. Antara tahun 1921 sampai tahun 1922, di China sulit sekali ditemukan penginjil sepenuh waktu yang mutlak hidup bersandar Tuhan, mungkin untuk memperoleh 2 atau 3 orang saja sudah sulit; kebanyakan dari mereka menerima tunjangan tetap. Kalaupun ada, mereka juga tak berani melayani Tuhan sepenuh waktu, sebab mereka takut kalau tanpa tunjangan tetap, bagaimana hidup mereka nanti? Pada waktu itu aku pernah juga berpikir demikian. Tetapi hari ini, di China sudah ada lima puluhan saudarasaudari yang mempunyai persekutuan dengan kami, telah sama sekali bersandar kepada Tuhan untuk kehidupannya. Keadaan ini jauh berbeda dengan keadaan tahun 1922. Kini saudara saudari dalam gereja, pada umumnya juga lebih memperhatikan para penginjil. Aku percaya 10 tahun mendatang, akan lebih banyak lagi saudara saudari yang senang memperhatikan keperluan para hamba Tuhan. Keadaan demikian belum umum pada 10 tahun yang lalu.
Belajar Mutlak Bersandar Kepada Allah
Sejak aku beroleh selamat, di samping tetap bersekolah, aku juga bekerja bagi Tuhan. Pada suatu malam aku membicarakan masalah tunjangan keuangan dengan ayahku. Aku berkata kepada ayahku, “Setelah berdoa selama beberapa hari, aku rasa perlu menyampaikan kepada ayah, bahwa mulai besok aku tidak sepatutnya memakai uang ayah lagi. Aku tahu betapa banyaknya uang yang telah ayah keluarkan untuk keperluanku. Ini disebabkan ayah hendak menunaikan kewajiban sebagai seorang ayah. Tentunya dengan harapan kelak aku bisa memberi nafkah dan membahagiakan ayah. Tetapi aku pikir perlu lebih dulu menjelaskan kepada ayah, karena aku ingin jadi penginjil, maka tak mungkin aku berbuat demikian. Walaupun sekolahku belum tamat, aku sudah berketetapan untuk mulai belajar mutlak bersandar kepada Tuhan.” Dengan serius kusampaikan tekadku kepadanya, namun ia hanya menanggapinya sebagai suatu gurauan.
Selesai mengatakan hal itu kepada ayah, datanglah Iblis mencobai aku, “Putusanmu sangat berbahaya! Bila kelak, pada suatu waktu kamu tidak dapat bertahan, kemudian minta lagi kepada ayahmu, bukankah itu sangat memalukan! Kamu terlalu dini menyampaikannya. Seharusnya kamu menunggu setelah ada kemajuan dalam pekerjaanmu, yaitu sesudah banyak orang diselamatkan dan kamu sudah mempunyai banyak teman. Bila waktu itu kamu ingin hidup demi iman, bukankah masih belum terlambat?” Puji syukur kepada Tuhan, sejak aku menyampaikan keinginan untuk tidak menerima tunjangan ayah lagi, tidak pernah aku meminta uang kepada ayahku. Ibuku kadang-kadang memberi kepadaku 5 yuan atau 10 yuan, tetapi pemberian itu dilakukan dengan cara membungkusnya dengan sampul dan pada sampul itu diberi catatan “untuk Saudara Watchman Nee.” Jadi bukan pemberian dari seorang ibu kepada anaknya, melainkan bantuan seorang saudari untuk seorang saudara.
Melayani Allah yang Hidup
Pada waktu itu, Saudari Dora Yu merupakan satusatunya orang yang kukenal di antara hamba-hamba Tuhan yang tidak mendapat tunjangan tetap. Dengan mutlak dia hidup bersandar Allah. Boleh dikata dia adalah kakak rohaniku, lagi pula kami berdua sangat akrab. Lingkungan pekerjaannya sangat luas, berkhotbah ke mana-mana. Dia mempunyai banyak teman, orang dalam negeri maupun luar negeri. Keadaanku justru berkebalikan dengan dia; jarang orang menaruh perhatian kepadaku. Karena itu, aku merasakan betapa sulitnya jalan yang kutempuh ini. Sewaktu aku menengadah kepada Tuhan, Tuhan berkata, “Kalau kamu tidak bisa menempuh jalan hidup demi iman, kamu tidak dapat bekerja bagi-Ku.” Segera aku sadar, aku harus demi firman yang hidup dan iman yang hidup melayani Allah yang hidup. Pada suatu kali, uang dalam sakuku tinggal belasan yuan dan tak lama tentu habis. Sedang aku merasa gelisah, Tuhan mengingatkan aku kepada kisah seorang janda di Sarfat yang hanya memiliki segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli (1 Raj. 17:12); Allah tetap mencukupi dia. Kini yang ada padaku bagaimanapun juga lebih banyak daripada yang dimiliki janda itu. Aku tak tahu bagaimana Allah mencukupi aku, aku hanya tahu pada-Nya pasti ada jalan.
Latihan Permulaan
Pernah suatu kali, aku dengan dua orang saudara pergi ke suatu tempat di Propinsi Fukien untuk berkhotbah. Dari tempat itu kami akan mengunjungi tempat lain. Dalam saku bajuku hanya ada 4 yuan, tidak cukup untuk membeli 3 lembar karcis bis. Syukur kepada Tuhan, seorang saudara menyediakan 3 lembar karcis bis untuk kami.
Pernah sekali lagi, ketika kami berada di Kulongsu, uang dalam sakuku habis dicuri orang. Akibatnya, aku tidak ada ongkos pulang. Waktu itu kami menumpang di rumah seseorang dan setiap hari memberitakan Injil di sebuah tempat kebaktian. Selesai memberitakan Injil, tibalah waktunya untuk pulang. Dua saudara sekerja lainnya ada uang untuk ongkos pulang (karena kami menggunakan uang sendiri-sendiri), tetapi aku tidak punya. Mereka berdua mengajak, “Besok kita pulang.” Mendengar itu aku merasa kesulitan, tetapi aku tidak mau meminjam dari mereka. Malam itu aku tekun berdoa, mohon Allah menyediakan uang yang kuperlukan. Hal itu tidak ada yang tahu. Esok sorenya, ada beberapa orang datang memperbincangkan soal Allah denganku. Pada saat itu, Iblis datang mencobai aku untuk menggoyahkan imanku. Tetapi aku percaya sepenuhnya, bahwa Allah tidak akan lalai terhadapku. Saat itu aku hanyalah seorang pemuda yang baru mulai melayani Allah demi iman, dan belum pernah mempelajari pelajaran ini. Malam itu aku berdoa khusus untuk perkara tersebut. Aku bertanya kepada Allah, apakah ada kesalahan padaku. Iblis berkata, “Kamu boleh minta tolong saudara sekerjamu membelikan karcis untukmu. Sampai di ibu kota propinsi, kamu bisa mengembalikan kepadanya.” Kutolak mentah-mentah usul itu, dan aku tetap menengadah kepada Allah. Waktu berangkat sudah tiba, uangnya belum juga muncul. Aku mengemasi barang-barang bawaanku seperti biasa, kemudian menyewa sebuah rickshaw (kereta yang ditarik oleh orang). Dalam detik-detik itu kuingat sebuah kisah seorang saudara. Sesaat kereta api yang akan ditumpanginya itu hendak berangkat, dia belum juga mempunyai karcis. Tetapi pada detik-detik itu juga, Allah mengutus seseorang untuk memberikan selembar karcis kepadanya. Kami sudah siap. Kami duduk dalam tiga buah rickshaw. Aku duduk di rickshaw paling belakang. Baru saja rickshawku bergerak kira-kira 40m, ada seorang tua lari mendatangiku sambil berseru, “Saudara Nee, berhentilah sebentar!” Aku menyuruh penarik rickshaw itu berhenti sebentar. Orang tua itu memberiku sebuah bungkusan yang berisi makanan dan sebuah amplop, setelah itu ia pergi meninggalkan aku. Saat itu, mataku berkaca-kaca, penuh air mata. Aku sangat bersyukur kepada Allah. Amplop itu kubuka, nampak olehku di dalamnya ada uang 4 yuan, persis untuk membeli selembar karcis bis. Iblis lalu berkata, “Coba lihat, betapa berbahayanya!” Aku menjawab, “Memang aku agak khawatir, tetapi ini tidak berbahaya, karena tepat pada waktunya Allah telah mencukupi keperluanku.” Setibanya di Amoy, seorang saudara lainnya memberikan karcis bis untuk perjalanan pulang pergi.
Berilah maka Kamu akan Diberi
Pada tahun 1923, Saudara Kwang Hsi Weigh mengundang aku datang ke Cien-au, sebelah Utara Propinsi Fukien, untuk membantu gereja di sana. Pada waktu itu aku hanya mempunyai uang sebanyak belasan yuan, hanya cukup untuk sepertiga ongkos jalan. Gereja di Cien-au memberi kabar bahwa semuanya sudah siap. Aku pun mengirim telegram balasan menyanggupi datang. Aku merencanakan berangkat pada Jumat malam. Hari Rabu, hari Kamis aku terus berdoa, tetapi uangnya tak kunjung tiba. Jumat pagi aku berdoa lagi. Selesai berdoa, uangnya masih juga belum muncul, malahan timbul perasaan di dalamku agar memberikan uang sebanyak 5 yuan kepada seseorang. Aku teringat firman Tuhan yang mengatakan, “Berilah maka kamu akan diberi.” Diberikan kepada siapa? Di dalam ada perasaan, “Berikanlah kepada saudara sekerja yang sudah berkeluarga itu.” Sebenarnya aku bukannya orang yang tamak akan uang, tetapi saat itu aku sangat sayang uang, sulit sekali rasanya untuk memberikan kepada orang lain. Aku berdoa lagi, “Ya, Tuhan, kalau memang Engkau mau supaya aku memberikan 5 yuan kepada orang itu, aku rela.” Di dalamku sebenarnya kurang rela. Iblis menyesatkan aku, agar aku mau mempertimbangkan lagi dengan baik-baik, mungkin setelah berdoa lagi tidak jadi disuruh menyerahkan 5 yuan itu. Namun akhirnya aku taat kepada Allah. Aku mengambil uang 5 yuan itu, dalam hati berkata kepada Tuhan, “Kalau Engkau menghendaki aku memberikan uang ini kepada saudara itu, pertemukanlah aku dengan saudara itu di tengah jalan.”
Aku berjalan keluar. Di tengah jalan, tepat sekali saudara itu berpapasan denganku. Aku mendekati dia dan berkata, “Saudara, Tuhan menyuruh aku menaruh ini ditanganmu.” Saudara itu berkata, “Mengapa kau berikan uang ini kepadaku?” Jawabku, “Jangan bertanya kepadaku, kelak kau akan tahu sendiri.” Selesai berkata, aku segera melangkah pergi. Baru melangkah beberapa langkah, aku mengucurkan air mata. Dalam seumur hidupku, untuk pertama kali itulah aku mengucurkan air mata karena uang. Namun hatiku penuh dengan sukacita surgawi. Aku berkata kepada Tuhan, “Aku telah mengirim telegram menyanggupi Saudara Weigh untuk datang ke Cien-au. Sekarang uang telah kuberikan. Bagaimana untuk selanjutnya?” Tetapi di lain pihak, hatiku sangat lega dan damai. Karena Tuhan berkata, “Berilah, maka kamu akan diberi.” Maka ketika kembali ke rumah, aku berkata kepada Tuhan, “Tuhan, sekarang Engkau harus memberi aku. Waktunya sudah tiba, besok aku harus berangkat naik kapal.”
Tetapi sampai hari Jumat malam, saat aku siap berangkat, tetap tidak ada uang. Aku memutuskan pergi dulu ke tempat kapal uap dengan perahu rakyat, lalu naik kapal uap ke Shuikou, dan dari Shuikou naik perahu ke Cien-au. Aku pun berangkat. Sepanjang jalan terus berdoa, naik ke atas perahu rakyat tetap berdoa, terus berdoa sampai akhirnya berbaring dan tidur di geladak perahu. Ongkos ke Shuikou dengan kapal uap tidak mahal. Di atas kapal uap, aku berjalan-jalan; dari atas ke bawah, dari bawah ke atas; demikian beberapa kali untuk melihat apakah Allah mengatur sesuatu. Tetapi di atas kapal itu tidak ada seorang pun yang mengenalku. Namun, di dalam hati tetap ada perkataan, “Kalau kau telah memberi, Aku pun memberi kepadamu.” Saat itu, sisa uang setelah kupakai untuk membayar ongkos kapal uap tinggal sedikit. Aku merasa sangat sulit, lalu berdoa, “Tuhan, sekarang segera tiba di Shui Kou, apakah harus membeli karcis untuk kembali pulang saja?” Saat itu di dalamku ada perasaan, “Kau sungguh orang yang bodoh, mengapa tidak berdoa agar kau dapat mencapai tempat tujuan dengan mudah?” Begitu perasaan ini muncul, seolah aku menjamah sesuatu, sangat berarti, aku segera berkata kepada Tuhan, “Tuhan, aku tidak minta uang dari-Mu lagi, aku hanya minta Engkau membawa aku ke Cienau.” Setelah berdoa demikian, di dalam terasa sangat damai. Aku berdiri di atas geladak kapal uap, kapal masih belum merapat di Shuikou. Saat itu ada sebuah kapal kecil mendekat, dan seorang yang di atas geladak kapal bertanya, “Anda hendak ke Nanping atau ke Cien-au?” Aku menjawab, “Ke Cien-au.” Orang itu berkata, “Mari ikut aku.” Aku bertanya, “Berapa ongkosnya?” Jawabnya, “Tujuh yuan.” Ongkos yang jauh lebih murah daripada yang kuduga. Kalau menurut tarif umum seharusnya beberapa kali lipat. Mendengar ini, aku segera tahu bahwa Tuhan telah menyediakan. Aku segera menyetujui dan orang itupun segera menaikkan barang bawaanku ke atas kapalnya. Aku bertanya kepada juragan kapal itu mengapa ongkosnya bisa demikian murah. Dia menjawab, “Bukan saya yang menarik ongkos murah. Perahu ini sudah dicarter seluruhnya oleh seorang pegawai propinsi, dan saya diperbolehkan membawa hanya seorang penumpang saja di buritan. Demikian saya bisa untung sedikit untuk tambahan makanan. Karena itu, saya tak peduli berapa ongkos yang akan saya terima darimu, asal kau mau mengurus makanmu sendiri.” Semula uangku kurang lebih 15 yuan, kuberikan kepada seorang saudara sekerja 5 yuan, menumpang perahu uap ongkosnya beberapa ketip, dan ongkos kapal ke Cien-au 7 yuan, untuk makan dalam perjalanan satu yuan lebih. Sesampai di Cien-au uang masih tersisa 1 Yen 3 Ketip. Puji syukur kepada Tuhan, pengaturan-Nya senantiasa baik. Demikianlah aku tiba di Cien-au.
Setelah pekerjaanku di Cien-au selesai, aku harus kembali ke Fuchow. Masalah baru timbul. Aku tidak mempunyai uang cukup untuk pulang. Aku merencanakan berangkat pada hari Senin. Aku berdoa hingga hari Sabtu serta merasa yakin Tuhan pasti menyediakan.Teringat olehku Allah mengatakan, “Berilah dan kamu akan diberi!” (Luk. 6:38). Aku memegang erat janji Allah serta berdoa, “Karena Engkau sudah berjanji, mohon Engkau memberikan ongkos jalan sesuai janji-Mu.” Hari Minggu malam, seorang pendeta berkebangsaan Inggris, Saudara Philips, (seorang saudara yang benar-benar telah beroleh selamat dan mengasihi Tuhan), mengundang Kwang Hsi Weigh dan aku untuk makan bersama. Saudara Philips berkata kepadaku, “Saudara Nee, kali ini Anda datang ke mari dan menyampaikan beritaberita, kami dan misi kami telah mendapatkan bantuan yang besar. Sekarang, bolehkah kami menanggung ongkos perjalanan pulang Anda?” Mendengar ini, aku cukup gembira, namun juga merasa tidak benar. Lalu aku menjawab, “Sudah ada seorang yang menanggungnya.” (Yang kumaksud ialah Allah). Mendengar ini Saudara Philips menyampaikan kata-kata maaf, lalu menyambung lagi. Sesampai di Fuchow aku akan memberikan kepadamu sebuah buku dengan judul “Dinamika Pelayanan” karangan P. Wilkes, seorang penginjil tenar yang dipakai oleh Tuhan secara besar-besaran di Jepang. Selesai makan kami berpisah. Saat berpisah, aku merasa sedikit menyesal, karena merasa kehilangan kesempatan; pada waktu itu yang kuperlukan adalah uang untuk ongkos jalan, bukan sebuah buku yang tidak ada gunanya. Tetapi ketika berdoa, di dalam hatiku sangat damai. Demikianlah seharian itu lewat. Saudara Kwang Hsi Weigh tidak mengetahui keadaanku. Aku memang tergerak ingin meminjam uang dari dia, dan akan kukembalikan sesampai di Fuchow nanti, tetapi Allah tidak mengizinkan (Redaksi - Saudara Kwang Hsi Weigh kemudian merasa sangat menyesal karena telah melalaikan kewajibannya untuk membantu hamba Tuhan). Aku percaya dengan mutlak bahwa Allah itu boleh diandalkan. Aku ingin tahu bagaimana cara Allah mencukupi aku.
Keesokan harinya aku berangkat hanya dengan uang beberapa ketip, sungguh terasa sangat sulit. Tak sedikit saudara saudari mengantar keberangkatanku; juga Saudara Weigh dan keluarganya. Ada yang membawakan barang-barang bawaanku. Sambil berjalan aku berdoa, “Engkau sudah membawa aku kemari, masakan tidak membawa aku pulang? Engkau bertanggung jawab atasku. Jangan biarkan manusia masuk dalam perkara ini. Kalau aku salah, aku mau mengakui kesalahanku. Tetapi aku tidak yakin kalau aku telah salah. Engkau telah berkata: ‘Berilah, maka kamu akan diberi.’” Sampai setengah perjalanan, seorang suruhan Saudara Philips datang menemuiku, ia menyerahkan sepucuk surat kepadaku. Dalam surat itu dikatakan, “Memang sudah ada yang bertanggung jawab atas ongkos perjalananmu, namun Allah membuat aku merasakan bahwa aku harus mengambil bagian di dalam pekerjaanmu kali ini di sini. Sudilah kiranya kamu membiarkan aku seorang saudara yang sudah tua ini mengambil bagian. Semoga kamu mau menerima sedikit pemberian ini.” Selesai membaca surat itu, kuterima uang tersebut dan berkata kepada Allah, “Ya Allah, uang kali ini baru benar.” Demikianlah uang itu kupakai untuk ongkos pulang. Bahkan masih ada kelebihan yang cukup untuk mencetak buletin “Kesaksian Masa Kini” satu kali terbit.
Setelah aku tiba di Fuchow, istri saudara yang kuberi 5 Yuan itu bertanya kepadaku, “Saudara Nee, sebelum kau meninggalkan Fuchow, uang untuk keperluanmu sendiri sudah tidak cukup, mengapa masih kauberikan kepada kami? Dan mengapa engkau segera pergi setelah memberikan uang tersebut?” Aku menjawab, “Tidak ada apa-apa. Hanya setelah aku berdoa, Tuhan berkata kepadaku untuk memberikan uang itu kepadanya. Aku lalu keluar rumah dan di tengah jalan bertemu dengannya. Demikianlah aku memberikan uang itu.” Saudari itu berkata, “Malam hari sebelumnya adalah makan malam terakhir bagi persediaan kami waktu itu. Berturut-turut tiga hari kami telah berdoa kepada Allah. Kemudian suamiku merasa lebih baik pergi berjalan-jalan. Tahu-tahu ia bertemu dengan kamu, dan kau berikan 5 Yuan. Uangmu itu kami pakai untuk membeli beras dan keperluan lainnya, cukup untuk 5 hari. Sampai beberapa hari yang lalu, baru Tuhan memberi lagi yang lain.” Sambil mengucurkan air mata ia melanjutkan, “Seandainya hari itu kau tidak memberikan uang itu kepada kami, kami akan mati kelaparan. Kami mati kelaparan tidak mengapa, tetapi bagaimana dengan janji Allah?” Mendengar kesaksiannya, hatiku sangat bersyukur, karena Tuhan dengan perantaraanku telah menutupi kekurangan saudaraku. Namun aku tidak menceritakan kisah itu kepadanya. Hatiku sangat jelas, kalau saja uang itu tetap kutahan, tentu ia menjadi uang yang mati. Tetapi begitu dikeluarkan, segera ia menjadi berguna. Di tengah jalan aku menengadah kepada Tuhan, “Tuhan, inilah kali pertama aku melihat Lukas 6:38.” Sekali lagi aku mempersembahkan diriku dan berkata, “Mulai hari ini, aku berketetapan untuk memberi. Aku tidak rela satu sen pun menjadi uang malas di tanganku. Aku harus mengeluarkannya, agar Allah melakukan mujizat-Nya. Aku mau memberikan uangku, agar menjadi jawaban Allah atas doa-doa.”
Memakai Uang Terakhir
Kini aku mempunyai pengalaman demikian. Bila uang dalam tanganku makin sedikit, saat itu pula makin banyak pemberian Allah. Tetapi ini memerlukan iman yang tidak tergoyahkan, juga suatu jalan yang amat sulit ditempuh. Tidak sedikit orang mengira bisa menempuh kehidupan demi iman, tetapi begitu menemui ujian, mereka segera takut. Kecuali kalian percaya kepada Allah yang benar dan hidup ini, aku takkan menganjuri kalian menempuh jalan ini. Hari ini aku bisa bersaksi bahwa Allah itu Allah pemberi. Sebagaimana Elia dijamin hidupnya dengan burung gagak oleh Allah, demikian pula hari ini, bisa saja kita mengalami hal yang serupa. Ingin kukatakan kepada kalian, tetapi aku takut kalau-kalau kalian sulit mempercayainya, yaitu sering kali ketika aku memakai uang terakhir yang ada padaku, saat itulah pemberian Allah tiba. Dalam hal ini aku telah mengalaminya selama 14 tahun. Setiap kali Allah selalu menghendaki diri-Nya mendapat kemuliaan. Allah menjamin segala keperluanku, tidak pernah lalai sekali pun. Ada orang, dulu memberi; sekarang belum tentu masih memberi. Tetapi pemberian Allah mengalir terus tak pernah berhenti. Melalui apa Allah mendatangkan suplaian, itu tidaklah tentu, tetapi semuanya itu berasal dari Allah, karena Allahlah sumbernya.
Untuk kebaikan kalian, aku harus mengatakan ini semua, agar di dalam menempuh jalan hidup beriman, kalian maju terus. Masih banyak peristiwa semacam itu yang pernah kualami. Mengenai persembahan harta benda, seharusnya kamu menyiapkan jumlah tertentu, dan menaruhkannya di dalam tangan Allah. Sepersepuluh boleh, seperdua pun baik. Menurut alamiah manusia, sewaktu si janda mempersembahkan uangnya dua keping, mungkin juga dalam hatinya ada sedikit kurang rela, tetapi Tuhan justru memuji dia. Kita sepatutnya menjadi teladan bagi orang lain. Kita harus bersyukur kepada-Nya, memuji Dia, karena pada-Nya tersedia karunia yang tidak pernah habis terpakai. Amin!
Pemberian Allah untuk Pekerjaan Literatur
Sejak tahun 1922, kami mulai mencetak selebaranselebaran Injil. Karena banyak orang yang tidak mau mengunjungi sidang penginjilan, maka sebaiknya Injil itu kami antarkan kepada mereka. Sering kali sehabis menulis naskahnya, aku berdoa mohon Allah memberikan uang untuk ongkos cetaknya dan ongkos kirimnya. Pada suatu kali Allah berkata kepadaku, “Kalau kau mau supaya Aku meluluskan doamu, singkirkanlah rintangan-rintangannya.” Minggu itu aku lalu berkhotbah dengan mengambil tema “Singkirkanlah Rintangan-rintangan”. Ada istri seorang saudara sekerja kami yang juga seorang Kristen. Banyak orang mengkritik dia. Hari itu aku melihatnya ketika memasuki ruangan sidang. Dalam hatiku diam-diam juga mengkritik dia, memang tidaklah salah kritikan orang-orang. Sehabis bersidang aku menyapa dia juga. Hari itu aku berdoa mohon karunia Allah mencukupi keperluan pencetakan selebaran-selebaran Injil sambil mengatakan bahwa segala rintangan telah kusingkirkan. Tetapi Allah berkata kepadaku, “Apa yang kamu beritakan tadi? Di luarnya kamu menyapa dia, tetapi di dalammu mengkritik dia. Inilah rintangan doamu yang harus kamu singkirkan. Kamu harus minta maaf kepadanya.” Aku menjawab, “Apa yang tersembunyi dalam hati tak usahlah diakui di hadapan orang.” Allah berkata, “Tetapi keadaanmu tidak sama.” Aku berusaha minta maaf, namun sudah lima kali bertemu muka dengan dia, selalu gagal mengatakan. Sebab menurut hematku, ia begitu menyegani aku. Kalau aku mengaku kesalahanku di hadapannya, bukankah aku malah akan dicemoohnya? Aku kembali berkata kepada Allah, “Engkau suruh aku berbuat apa saja aku mau, asal jangan menyuruh aku mengaku salah kepadanya.” Aku terus-menerus mohon ongkos cetak kepada Allah. Tetapi Allah tidak mau menerima segala macam alasanku. Allah tetap menghendaki aku mengaku salah kepadanya. Bersandarkan karunia Allah, pada kali keenamnya aku bertemu dengan dia, aku mengaku salah dan minta maaf. Kami berdua bersama-sama mencucurkan air mata saling memaafkan, penuh sukacita. Sejak saat itu kami saling mengasihi di dalam Tuhan.
Tak lama berselang seorang pengantar surat datang mengantar sepucuk surat berisi uang US$. 15.00. Dalam surat itu dikatakan, “Aku senang membagi-bagikan selebaran Injil, dan merasa perlu membantu kamu untuk mencetaknya. Harap uang ini diterima.” Puji syukur kepada Allah, begitu rintangan tersingkir, Allah segera menjawab doaku. Setiap hari kami menyebarkan lebih dari seribu selebaran. Sekali cetak tiga puluh ribuan lembar. Juga dibagi-bagikan kepada gereja-gereja di berbagai tempat. Sejak dimulainya pekerjaan literatur hingga bertahun-tahun kemudian, Allah selalu mengabulkan doa dan mencukupi keperluan kami.
Tak lama kemudian, Allah mau agar aku menerbitkan buletin “Kebangunan” yang disebarkan secara cuma-cuma. Setahuku, pada waktu itu semua bacaan rohani di China tidak ada yang diberikan dengan cuma-cuma. Ruangan kerjaku hanya sebuah kamar yang kecil. Di tempat itu aku tekun menulis naskah. Setelah selesai lalu dicetak. Bila tak ada ongkos cetaknya, aku mohon kepada Allah. Setiap kali Allah selalu memenuhi semua biayanya. Kami tidak pernah meminta sumbangan dari siapa pun. Kadang-kadang orang-orang minta dengan sangat supaya kami menerima sumbangannya, namun kami selalu menengadah kepada Allah semata.
Allah Tidak Pernah Lalai
Seseorang yang tidak bisa dengan baik membereskan masalah keuangan, atas perkara-perkara lainnya pasti akan mengalami kegagalan. Kita harus hanya menengadah kepada Allah, jangan melakukan sesuatu yang memalukan nama Tuhan. Ketika orang memberikan uang kepada kita, kita terima sebagai wakil Kristus. Jangan sekali-kali minta belas kasihan orang lain. Syukur kepada Allah sejak aku mengatakan kepada ayahku bahwa aku takkan memakai uangnya lagi, aku masih bisa bersekolah dua tahun lagi. Suplaian selalu mengalir, seringkali tidak tahu dari mana asalnya. Begitu ada keperluan, Allah senantiasa menyediakan. Kadangkadang keadaan kelihatannya sulit sekali, tetapi Allah tidak pernah melalaikan aku. Kita sering menaruh harapan kepada manusia, tetapi Allah tidak menghendaki kita berharap kepada manusia. Kita harus belajar, menerima berapa, memakai berapa. Janganlah kita serupa Laut Mati, hanya mempunyai saluran masuk tanpa ada saluran keluarnya. Kita harus serupa Sungai Yordan, pada ujung yang satu air mengalir masuk, pada ujung yang lain, air mengalir keluar. Orang-orang suku Lewi dalam Perjanjian Lama adalah orang-orang yang khusus melayani Allah, tetapi mereka juga harus mempersembahkan perpuluhan.
Hubungan Rohani Saya dengan Saudara Wacthman Nee
Dengan Saudara Watchman Nee, saya satu kampung, satu kelas dan teman sepermainan yang akrab. Boleh dikatakan masa remaja kami, kami tempuh bersama-sama; bersekolah bersama, bermain bersama. Semasa menempuh pelajaran di sekolah menengah, kami merupakan penganut agama ikut-ikutan belaka. Benak kami sarat akan pengetahuan agama, dan pada lahirnya kami pun menaati beberapa tata-cara agama Kristen, antara lain: dipercik, ikut perjamuan suci, berkebaktian, membaca Alkitab, berdoa dan lain-lain. Tetapi keadaan sesungguhnya, hati kami belum menerima Yesus Kristus yang telah mati karena dosa-dosa kami dan bangkit pada hari ketiga itu, sebagai Juruselamat kami pribadi. Pada dasarnya, dulu kami berdua memang tamak akan keduniaan, suka akan kemewahan. Pengetahuan bahasa Mandarin Saudara Nee sangat dalam. Sering ia menulis karangan-karangan dalam surat kabar, sehingga sering ia menerima honorarium. Hal itu membuat ia memperoleh sanjungan masyarakat, juga memperoleh uang untuk membeli undian. Ia sangat gemar menonton, saya gemar berolah raga. Ketika duduk di SMA kelas 1, saya merasakan suatu perubahan mendadak lagi hebat atas kehidupannya. Ia menjadi seorang Kristen yang taat. Kehidupan keduniaannya telah ditinggalkannya. Begitu ada kesempatan, pasti ia bersaksi dan menganjuri teman-temannya untuk percaya Yesus. Bahkan pada waktu itu, di kelas pun ia sering membaca Alkitab. Walaupun demikian, pelajaran sehari-hari dan ulangannya tidak terpengaruh. Karena perubahannya itu, banyak teman sekolahnya percaya Tuhan, gemar membaca Alkitab dan kehidupan mereka pun makin baik dari hari ke hari. Pengawas asrama sekolah mengakui sendiri, beberapa murid yang dulunya nakal dan sering melanggar tata tertib, sehingga memusingkan kepala asrama, kini telah mengalami perubahan hebat karena percaya Yesus. Dengan demikian perkara-perkara pelanggaran tata tertib asrama sekolah jauh berkurang. Pada suatu hari, Saudara Nee bersaksi dan memberitakan Injil kepada saya. Hari itu juga aku menerima Tuhan Yesus menjadi Juruselamatku di dalam lubuk hatiku, sehingga aku beroleh selamat dengan sungguh dan mengalami perubahan yang nyata.
Tahun 1924, saya pindah kuliah di Universitas kota Nanking. Masa itu sedang populernya aliran teologi gaya baru. Saya pun agak terpengaruh. Tak lama kemudian Saudara Nee beristirahat di rumah seorang saudara di Nanking karena sakit. Pada suatu kali kami berjumpa. Saudara Nee lalu bersaksi cukup lama kepada saya, sehingga saya beroleh sorotan dan membuang pengaruh-pengaruh aliran teologi gaya baru itu. Setelah penyakit Saudara Nee agak sembuh, saya mengundang dia datang ke sekolah untuk memberitakan Injil. Hasilnya, dua orang beroleh selamat.
Tahun 1928, saya meninggalkan Universitas. Di dalam saya ada dorongan untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. Tetapi pencobaan menghadang di depan saya. Saya tidak rela menjadi pengkhotbah bayaran. Namun saya pun tidak tahu bagaimana hidup demi iman. Waktu itu saya memang tahu bahwa Saudara Nee sangat memerlukan sekerja yang bisa seia sekata dengan dia. Tetapi ketika saya bersekutu dengan dia, ia tidak karena perlu, atau merasa simpatik, dan tidak pula karena perasaan saya terlalu kesepian, lalu dengan sembarangan menganjuri dan mendukung saya melayani Tuhan sepenuh waktu. Dia hanya berkata, “Bukan menunggu air Sungai Yordan terbelah baru kita lewat, melainkan demi iman menginjakkan kaki di atas air, barulah air tersibak.” Dia tahu letak kelemahan saya. Saya kurang beriman. Saya menunggu setelah keadaan teratur baik baru melayani Tuhan. Saya merasa saya belum cukup matang, karena itu saya mengesampingkan pikiran untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, dan terjun ke dalam pendidikan. Sekejap mata saja, tahu-tahu saya sudah mengajar di sekolah selama 8 tahun. Harus kita akui, bahwa lima puluh tahun yang lalu, hampir tidak ada seorang seperti Saudara Nee yang hidup demi iman sambil melayani Tuhan sepenuh waktu.
Musim semi tahun 1934. Di Shanghai Saudara Nee mengadakan “Sidang Para Pemenang”. Pagi hari dia membicarakan “Rencana kekal Allah dan Kewajiban gereja terhadap rencana kekal Allah ini”. Sore harinya dia membicarakan “Para Pemenang Allah”. Sidang kali itu memberi saya wahyu, dan merupakan titik tolak kehidupan rohani saya. Dalam sepanjang hidup saya, itulah kali pertama saya berdiri di dalam sidang besar untuk menyatakan tekad saya untuk melayani Tuhan seumur hidup.
Setelah Saudara Nee mengalami pencurahan Roh Kudus ketika berada di Cheefo, Shantung pada tahun 1935, demi pimpinan Allah, dia pergi ke Chuanchow, Propinsi Fukien untuk menyelenggarakan suatu sidang istimewa. Dia meminta saya mengikutinya. Dalam sidang kali itu, dia beserta banyak orang telah mengalami pencurahan Roh Kudus, sehingga bisa menjadi saksi Tuhan yang kuat dan berani. Dia juga menyatakan bahwa rahasia hidup menang ialah membiarkan Tuhan hidup menggantikan kita. Dalam persekutuan itu dia memakai ayat yang sangat kita hafal sebelumnya, yaitu, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20), tetapi kata-kata ini telah memancarkan terang yang besar kepada para pengikut sidang. Sidang kali itu mendatangkan satu kebangunan yang luar biasa.
Musim panas tahun 1936, Saudara Nee pergi ke Kulongsu di Propinsi Fukien untuk menyelenggarakan sidang sekerja. Dia mengundang saya melalui telegram. Saat itu saya sudah jelas akan panggilan dan kehendak Tuhan, agar saya meletakkan pekerjaan saya sebagai guru dan bersedia melayani Tuhan sepenuh waktu dengan menempuh kehidupan demi iman. Sewaktu saya sedang mendoakan hal ini kepada Tuhan, telegram Saudara Nee tiba. Saya merasa, ini merupakan penegasan dari Tuhan. Niat hati, perontaan dan doa bertahuntahun, kali itu usailah sudah. Sebab itu, semua ikatan saya lepaskan dan dengan lapang hati saya pergi mengikuti sidang. Dalam sidang kali itu, Saudara Nee bersaksi tiga kali, mengisahkan kasih karunia Tuhan yang telah tercurah ke atas dirinya selama bertahun-tahun. Dengan demikian saya bisa menulis kembali kesaksian itu untuk saya sampaikan kepada para pembaca. Saat itu, kami semua terdorong oleh karena melihat bagaimana Tuhan telah bekerja pada diri seseorang. Selesai sidang, Saudara Nee dan saudara-saudara sekerja lainnya mengatur saya untuk mulai melayani di Kanton, kemudian di Hongkong.
Pada tahun 1937, dia pergi ke Kunming di Propinsi Yunnan, di China bagian sebelah Barat. Dia membuka ladang di sana dan mendirikan gereja Tuhan. Tak lama kemudian dia meninggalkan tempat itu. Dia berharap saya bisa meneruskan pekerjaannya. Beban itu saya terima. Dengan membawa keluarga saya, saya berangkat ke Kunming. Saya tinggal tiga tahun di Kunming, lalu kembali ke Hongkong.
Antara tahun 1941 hingga tahun 1948, setiap kali Saudara Nee datang ke Kanton atau Hongkong, saya pasti menemuinya untuk bersekutu. Setiap kali hendak bertemu dengan dia, saya selalu menyiapkan banyak pertanyaan untuk saya ajukan kepadanya. Tetapi begitu selesai bersekutu, pertanyaan-pertanyaan itu sudah terjawab dengan sendirinya. Bahkan saya mendapat bantuan dan kesegaran hayat. Hayat Tuhan yang tersalur melalui dia menjadi jawaban dari setiap pertanyaan saya.
Pada tahun 1948, di Shanghai diselenggarakan sidang istimewa. Dalam sidang itu Saudara Nee membicarakan soal “penyerahan” yang teladannya didapat dari hidup gereja dalam akhir Kisah Para Rasul pasal 2. Dalam sidang kali itu nampak sekali penyertaan Tuhan yang luar biasa. Isi beritanya mantap, jelas dan penuh dengan kuasa Roh Kudus, sehingga banyak orang mendapat kesegaran dan kebangunan, mereka rela menyerahkan segala-galanya kepada Tuhan, dan saling berkoordinasi melayani Tuhan di dalam gereja.
Selesai malam terakhir sidang istimewa, karena saya hendak lebih dulu balik ke Fuchow, di hadapan keluarga saya, dia menyampaikan kata-kata perpisahan kepada saya, katanya, “Kristus hanya satu, tetapi sekarang, karena adanya perbedaan pendapat di antara beberapa pekerja, Kristus itu seolah-olah telah terbagi menjadi beberapa bagian. Bila kita tidak mempunyai wahyu mengenai hal ini, kita pun akan sama-sama gagal. Sekarang ini kamu tidak dapat mengatakan, bahwa kebanyakan orang tidak mempunyai persekutuan yang akrab dengan Tuhan. Banyak orang mendesakdesak Yesus. Ada yang menepuk-nepuk punggung Tuhan, ada yang menarik-narik Tuhan, ada yang mau menarik jubah Yesus, bahkan ada yang hendak mencabiknya, dan sebagainya. Tetapi dalam hal hayat, mereka sedikit pun tidak ada sangkut pautnya dengan Tuhan. Orang yang mendesak Yesus banyak, dan yang sakit pun bukan hanya seorang perempuan yang menderita sakit pendarahan, tetapi yang mendapat kesembuhan dalam hayat hanya perempuan yang menderita sakit pendarahan itu. Hari ini ada orang yang benarbenar telah mengenal Kristus yang di Betsaida, Kristus yang di Gerasa, Kristus yang di Emaus. Dalam pengalaman, ada orang yang sungguh-sungguh telah nampak mujizat ilahi, bahkan bisa melakukannya, dapat menggunakan kekuatan seperti di Emaus yang bisa menerangkan Alkitab, hatinya berkobar-kobar, tetapi masih jauh dari nilai hakikinya. Kata-kata ini kusampaikan kepadamu (Saudara Weigh), juga kepada semua saudara sekerja dan kepada saudara saudari dalam Tuhan. Saudara Weigh, bila kamu tidak bisa menyampaikan Kristus yang terwahyukan itu kepada orang lain, boleh dikatakan kamu telah gagal. Kita harus sering bertanya kepada diri sendiri, yang kita tekankan itu pekerjaan, menelaah Alkitab, pengetahuan, karunia, mujizat, ataukah menyalurkan Kristus yang hidup yang terwahyukan itu kepada orang?”
Tidak lama kemudian, Saudara Nee menyelenggarakan latihan rohani para sekerja selama 4 bulan di Kuling, sebuah tempat di pegunungan di Fuchow. Setiap hari, kira-kira 7 jam kami menerima pembinaan dalam berita-berita yang disampaikan olehnya. Sidang kali itu sekali lagi merupakan titik tolak yang hebat bagi saya dalam hal pengenalan rohani, prinsip pekerjaan, dan kematangan hayat.
Inti berita-berita yang disampaikan saat itu dapat saya simpulkan sebagai berikut:
1. bagaimana melatih roh kita
2. bagaimana menjabat pemberita firman
3. bagaimana membaca Alkitab
4. bagaimana memberitakan Injil,
5. bagaimana memimpin orang yang baru beroleh selamat,
6. bagaimana menangani urusan-urusan gereja.
Ada juga sidang kesaksian. Dalam sidang itu semua peserta bersaksi secara singkat. Setelah semuanya bersaksi, Saudara Nee menunjukkan kesulitan rohani kami masing-masing berdasarkan kesaksian kami, serta memberikan jalan kelepasannya. Perasaan Saudara Nee sangat peka, pertimbangan dan keputusannya tepat. Apa yang ditunjukkannya memang merupakan kebutuhan kami masing-masing. Setelah sidang latihan usai, para sekerja kembali melayani di gereja-gereja setempat. Demi berkat Tuhan, gereja-gereja di China mendapat kebangunan dan mengalami kemajuan pesat, Injil Tuhan tersebar dengan penuh kuasa dan banyak orang diselamatkan.
Beberapa bulan pertama tahun 1950, Saudara Nee datang ke Hongkong. Tak lama kemudian datang pula Saudara Witness Lee. Jarang sekali kedua hamba Tuhan itu bisa berkumpul bersama memimpin sidang di satu tempat. Demi berkat Tuhan, jumlah hadirin meningkat dari tiga ratusan menjadi tiga ribuan. Inilah satu kebangunan hebat pertama kali di Hongkong.
Tidak lama kemudian Saudara Nee bersiap-siap hendak kembali ke Shanghai. Karena keadaan negara pada saat itu sangat genting, saudara-saudara mencegahnya. Tetapi ia tetap pada pendiriannya. Rasul Paulus tetap pergi ke Yerusalem, walaupun ia tahu aniaya dan penjara sedang menunggunya di sana. Mati pun akan tetap dihadapinya. Demikian pula Saudara Nee, karena cintanya kepada Tuhan, kepada gereja dan kepada saudara saudari, dia rela mengikuti jejak Tuhan untuk menghadapi apa yang ada di depannya. Selama lebih kurang 2 tahun di Shanghai, dia selalu mencari kesempatan untuk mencurahkan segenap hati dan jiwanya bagi pekerjaan Tuhan. Hasilnya ratusan gereja lokal terbangun di berbagai tempat dan ribuan orang Kristen memperoleh bantuan.
Pada tahun 1952, Saudara Nee ditangkap dan dipenjarakan karena nama Tuhan dan karena kebenaran Alkitab. Dia dijatuhi hukuman 20 tahun. Selama 20 tahun itu, kami tidak bisa menghubunginya secara langsung. Sebelum wafat, istrinya diperbolehkan mengunjunginya 2 atau 3 minggu sekali; setiap kali hanya beberapa menit. Kesempatan itu dipergunakan istrinya untuk mengantarkan sedikit barang keperluan seharihari. Tetapi pada bulan Nopember 1971, istrinya berpulang mendahuluinya. Jantung Saudara Nee hanya separuh jantung orang pada umumnya. Dia menderita penyakit jantung yang kronis, setiap kali kambuh, sakitnya bukan main. Tetapi dalam penderitaan dan kesakitan itu, Tuhan yang dikasihi dan dilayaninya itu tidak pernah meninggalkannya, bahkan senantiasa memapahnya dan mengaruniakan kekuatan kepadanya. Sampai 1 Juni 1972, barulah Tuhan membiarkannya beristirahat untuk selama-lamanya di dalam ribaan-Nya. Saudara Nee boleh beristirahat dari jerih lelahnya, karena segala perbuatannya menyertainya (Why. 14:13).
Tubuhnya boleh saja dipenjarakan, bahkan dirusak, namun berita yang Tuhan amanatkan kepadanya tidak dapat dibendung, bahkan tersebar luas ke segenap pelosok bumi. Melalui berita-berita yang disalurkannya, banyak orang Kristen mendapatkan bantuan, wahyu, gereja-gereja terbangun dan banyak kebenaran dalam Alkitab terpulihkan.
Tiga kesaksian Saudara Nee ini hanya merupakan sebagian kecil peristiwa yang dialaminya selama beberapa tahun sebelum tahun 1936, dan apa yang saya ketengahkan ini hanya merupakan sebagian kecil peristiwa sederhana antara tahun 1928 sampai tahun 1952. Dari kumpulan buku tulisannya, dapatlah kita ketahui betapa jelas pengenalannya terhadap Allah, dan betapa setianya dia terhadap amanat Allah. Untuk dirinya sendiri, ia tidak menyisakan apa-apa. Dia setia dan patuh. Dia sungguh merupakan sebuah bejana yang sangat berguna bagi Allah. Seturut kehendak Allah, setelah melayani orang-orang pada zamannya, ia pun tidurlah (Kis. 13:36). Dia juga telah meninggalkan suatu teladan untuk kita ikuti (1 Ptr. 2:21). Semoga Tuhan sekali lagi memberkati ketiga kesaksian ini, sehingga kita mau memperhatikan akhir hidupnya dan mau meneladani imannya (Ibr. 13:7). Semua kemuliaan hanya bagi Allah, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin.
Sepucuk Surat dari Wacthman Nee
Saudara Kwang Hsi,
Lama sudah aku ingin menyuratimu, tetapi aku takut pikiranku belum cukup masak. Karena itu, hal ini tertunda hingga kini. Kini aku pikir waktunya sudah sampai. Besar harapanku, kamu bisa memaparkan isi surat ini baik-baik di hadapan Allah.
Aku prihatin akan banyaknya kesulitan yang dihadapi oleh gereja-gereja di Hongkong dan Fuchow. Kesulitan-kesulitan itu timbul,
a. di antara saudara-saudara sekerja,
b. di dalam gereja.
Semoga apa yang kusampaikan ini, demi karunia Tuhan, dapat mengubah keadaan di kedua wilayah tersebut.
1. Yang menjadi pemimpin, harus belajar mengasihi, memperhatikan dan merawat orang lain, berkorban untuk orang lain, memberikan segala-galanya kepada orang lain. Kalau tidak bisa berkorban untuk orang lain, tidak akan bisa menjadi pemimpin. Bila kita mau belajar memberikan segala milik kita — bahkan yang seakan-akan tidak kita miliki — kepada orang lain, niscaya berkat Tuhan akan mulai tercurah.
2. Kekuatan yang ada di dalam diri pekerja, haruslah seimbang dengan pekerjaan di luar. Melakukan sesuatu dengan paksa, merawak rambang, tergesagesa, tidak mengikuti arus, bahkan berjalan mendahului Tuhan, adalah keadaan yang tidak sepatutnya ada. Bila di dalam berlimpah, dengan sendirinya ada aliran, tidak perlu dipaksa. Kamu adalah manusia rohani, bukan menjadi atau berbuat seperti manusia rohani.
3. Dalam pekerjaan, harus belajar mendengar. Nasihat yang tersirat dalam Kisah Para Rasul 15 ialah mendengar, mendengarkan maksud segenap saudara, karena di dalamnya mungkin ada suara Roh Kudus. Dalam hatimu harus ada rasa takut, tidak dapat mendengar suara saudara-saudara berarti tidak dapat mendengar suara Roh Kudus. Segenap pekerja Tuhan dan penatua haruslah bisa mendengarkan mereka dengan tenang. Berilah kesempatan berbicara kepada mereka. Kamu harus lunak, remuk dan peka.
4. Kesulitan kebanyakan orang adalah belum remuk. Mungkin istilah remuk sudah mereka dengar, tetapi maknanya belum mereka pahami. Kalau sudah remuk, pasti tidak berani lagi memutuskan suatu perkara atau memutuskan suatu kebenaran; tidak berani merasa serba tahu terhadap seseorang; tidak berani merasa serba bisa terhadap suatu hal; tidak berani sok kuasa, atau menyuruh orang lain tunduk kepada diri sendiri; tidak berani menilai orang lain begini atau begitu, lalu menanggulanginya dengan ceroboh. Kalau sudah remuk, pasti tidak lagi melindungi diri sendiri, dan tidak ada lagi yang perlu dikenang.
5. Jangan tegang atau tergopoh-gopoh dalam bersidang atau menempuh hidup gereja. Terhadap urusan-urusan gereja belajarlah tidak “memborong”, melainkan bagikanlah urusan-urusan itu kepada saudara-saudara lain, dan berilah mereka kesempatan belajar mengambil keputusan. Sebelum menyerahkan urusan itu kepada mereka, kamu cukup memberikan petunjuk dan prinsipnya. Setelah urusannya selesai, lihatlah apakah mereka mengikuti petunjukmu. Hasil “memborong”, kebanyakan pasti salah. Berhati-hatilah dalam sidang, jangan terlalu menonjolkan diri; kalau tidak, saudara-saudara lainnya akan merasa kamu yang melakukan semuanya. Belajarlah mempercayai saudara-saudara, dan bagilah kepercayaan itu kepada mereka.
6. Roh Allah dalam gereja tidak dapat dipaksakan. Kamu harus menaati-Nya. Jika tidak, begitu Ia menghentikan urapan minyak-Nya, gereja akan merasa letih, dan mungkin merasa jemu. Bila rohmu kuat, dalam sepuluh menit saja kamu sudah dapat “menerobos” dan “menanggulangi” para pendengar. Sebaliknya, bila rohmu lemah, walaupun kamu “mengeluarkan suara keras” untuk “menggertak”, dan “menggunakan waktu yang lebih lama”, itu tidak akan dapat menolong, malah mencelakakan.
7. Berkhotbah jangan bertele-tele, karena itu bisa membuat roh orang penat. Dalam isi pemberitaanmu janganlah kaumasukkan pikiran-pikiran biasa dan kata-kata rendahan. Singkirkanlah perumpamaan-perumpamaan yang kekanak-kanakan dan alasanalasan yang menyebabkan orang merasa terlalu dibuat-buat dan kekanak-kanakan. Belajarlah menandaskan hal-hal terpenting dalam waktu setengah jam saja. Jangan sekali-kali mengira, bahwa apa yang senang kamu katakan itu tentu firman Allah.
8. Bercakap-cakap merupakan pencobaan dalam sidang doa. Sidang doa ialah berdoa. Begitu banyak cakap, hati nurani akan merasa berat, dan doa pun gagal.
9. Penanggulangan yang kulakukan ketika di Kuling tahun 1948, itu merupakan satu perkecualian. Sebelum menanggulangi sesuatu, pekerja yang bersangkutan harus banyak belajar lebih dulu. Bila tidak cukup belajarnya, tidak cukup pengetahuannya, tidak cukup peremukannya, maka tidak tepat pula keputusannya, jika demikian mustahil dapat menanggulangi orang. Jangan terlalu cepat merasa mampu melakukan sesuatu, kalaupun mau melakukan, lakukanlah dengan rasa takut dan gentar. Sekali-kali jangan memandang mudah hal-hal rohani. Belajarlah dalam hal berpikir.
10. Belajarlah tidak mempercayai keputusan sendiri. Apa yang dianggap benar belum tentu benar, apa yang dianggap tidak benar, belum tentu tidak benar. Kalau mau belajar dengan rendah hati, paling cepat pun akan memakan waktu beberapa tahun. Maka saat ini, tidaklah seharusnya merasa sudah mampu atau terlalu yakin.
11. Sungguh berbahaya bila orang menuruti keputusanmu yang belum mencapai taraf terandalkan. Pekerjaan Tuhan yang pertama kali pada dirimu adalah menanggulangi pikiranmu, dan meremukkan dirimu. Setelah itu baru kamu bisa mengerti kehendak Allah dan menjalankan wewenang-Nya. Wewenang adalah berdasarkan mengerti kehendak Allah. Bila tidak ada kehendak Allah dan maksud Allah, tidak ada pula wewenang Allah.
12. Kapasitas seorang hamba Allah harus diperluas oleh Allah. Aku percaya, Allah sedang mengerjakan hal ini. Janganlah menengok ke dalam, kalau tidak, kamu akan putus asa. Mungkin Allah mengingini kamu memikul tanggung jawab sebagai pemimpin. Untuk pekerjaan di Hongkong, mungkin ada beberapa orang saudara yang telah diatur Allah untuk ikut ambil bagian. Aku pikir, sepatutnya kita merasa lega.
Suratku ini sangat panjang, kuharap kamu mau membacanya dengan cermat di hadapan Tuhan. Aku tahu, anjuranku ini sangat sulit. Semoga Tuhan bisa meremukkan kamu, sehingga kamu dapat berguna di dalam tangan-Nya.
Karunia Tuhan menyertai kamu.
Watchman Nee
1 Maret 1950
KISAH MARTIRNYA
SAUDARA WATCHMAN NEE
Pada bulan Januari 1950, Saudara Watchman Nee pergi ke Hongkong untuk memimpin sidang di sana selama lebih dari satu bulan. Ketika ia akan kembali ke China daratan, seorang sekerja dengan berbeban berkata kepadanya, “Aku sungguh merasakan, jika kali ini Anda kembali ke Shanghai, Anda tidak akan bisa keluar lagi.” Saudara sekerja ini dengan serius berkata lagi, “Bagaimana kehendak Tuhan aku tidak tahu, ini adalah perkara yang terlalu besar. Tetapi aku tahu pasti, jika kali ini Anda masuk, Anda tidak akan bisa keluar lagi.” Saudara Watchman Nee memberi tahu dia bahwa bebannya sangat berat, di sana ada begitu banyak gereja yang memerlukan bantuannya, yang sangat diperhatikannya. Saudara Watchman Nee berkata, “Kita telah mengeluarkan begitu banyak waktu untuk membangun gereja. Kini, bagaimana aku bisa meninggalkannya dan tidak mempedulikannya? Dulu, pada masa para rasul sebermula, ketika keadaan demikian, bukankah mereka tetap tinggal di Yerusalem?” Juga katanya, “Aku tidak menghiraukan nyawaku. Jika rumah akan rubuh, dan anak-anakku ada di dalam rumah, aku harus dengan sekuatnya menopang rumah itu. Sekalipun itu akan meminta nyawaku, aku tidak menyayanginya.”
Di kemudian hari, seorang penatua gereja di Hongkong menyinggung lagi hal ini, mengatakan, “Sebelum Saudara Watchman Nee meninggalkan Hongkong, sekerja itu pernah berkali-kali menganjurinya untuk tidak kembali ke China daratan. Akan tetapi Saudara Watchman Nee berkata, ‘Seandainya seorang ibu menemukan rumahnya kebakaran, dan ia sendiri sedang di luar rumah mencuci pakaian, apa yang akan ia lakukan? Meskipun tahu itu berbahaya, tidakkah ia akan nekad menerobos ke dalam rumah? Meskipun aku tahu bahwa jika masuk, aku akan menghadapi lebih banyak penderitaan daripada kenyamanan, namun banyak saudara saudari masih di dalam, bagaimana mungkin aku pergi begitu saja dan tidak kembali lagi?’”
Pada masa itu situasi sangat tegang, banyak saudara saudari juga sangat menganjurinya tidak usah masuk kembali, karena masuk memang tergantung padanya, namun keluar tidak tergantung padanya. Kalau masuk, kelak pasti akan menyesal. Apalagi di luar masih banyak tempat yang bisa digarap! Akan tetapi, demi gereja-gereja di China daratan, demi kawanan domba Allah, ia menanggung beban yang sangat berat, ia harus kembali. Bagaimanapun saudara-saudara menganjurinya, tetap tidak bisa mengubah keputusannya. Dia seperti Paulus, sekalipun tahu bahwa kesulitan dan belenggu sedang menunggu dia, Paulus tetap memutuskan pergi ke Yerusalem. Bagi nama Tuhan, mati pun rela. Demikianlah Saudara Watchman Nee dengan keadaan yang berat masuk kembali ke China daratan. Ketika ia meninggalkan Hongkong, ia tidak mengizinkan orang-orang mengantarnya, selain dua, tiga saudara yang membantunya, tidak ada saudara saudari lain yang mengantarnya. Seorang diri, ia meninggalkan Hongkong. Ternyata, perpisahan kali itu, menjadi perpisahan yang paling panjang dalam kehidupan manusia.
Setelah pemerintahan China daratan beralih, Komunis China pada bulan Mei 1950 mengadakan aktivitas “Gerakan Gereja Patriot Tiga Mandiri”. “Tiga Mandiri” di sini adalah berdiri sendiri, mengabarkan Injil sendiri, dan memelihara diri sendiri. Gerakan ini bertujuan untuk mengorganisir semua denominasi gereja menjadi satu di bawah pengendalian pemerintah, dan putus hubungan dengan luar negeri.
Saat itu, dalam pandangan pemerintah, Perhimpunan Pemuda Kristen China (YMCA) adalah satu denominasi yang paling besar, yang kedua adalah “Tempat Sidang Orang Kristen” yang dipimpin Saudara Watchman Nee. Pimpinan Perhimpunan Pemuda Kristen China adalah Wu Yauw Cong, dia telah takluk kepada pemerintah, sepenuhnya bekerja sama dengan pemerintah, dan dengan setia melaksanakan kebijaksanaan pemerintah. Pemerintah terlebih dulu mendirikan pusat “Gerakan Gereja Patriot Tiga Mandiri” di Shanghai, dengan Wu Yauw Cong sebagai ketuanya. Mereka berencana, kalau Saudara Watchman Nee mau berkompromi, dia akan diangkat sebagai wakil ketua.
Pada pertemuan pertama pimpinan-pimpinan organisasi gereja, semua orang diam karena takut. Tetapi Saudara Watchman Nee berdiri mengajukan tiga pertanyaan, “Perhimpunan-perhimpuan gereja kami di setiap tempat sejak semula hingga sekarang sudah berada di atas tiga prinsip, berdiri sendiri, mengabarkan Injil sendiri, memelihara diri sendiri, seharusnya merupakan gereja yang paling memenuhi syarat. Kalau kami harus mengikuti organisasi baru ini, yang kami perhatikan adalah: Apakah selanjutnya kami bisa dengan bebas mengabarkan Injil? Apakah bisa dengan bebas mengatur gereja? Apakah di antara orang Kristen bisa dengan bebas bersekutu dan berhubungan, dengan bebas memberitakan firman yang kita peroleh dari Allah?” Wu Yauw Cong tidak bisa menjawab. Sejak itu, mereka menganggap Watchman Nee adalah musuh pertama pemerintah.
Pada tahun 1952, Komunis China di mana-mana mengadakan rapat pengaduan, banyak tempat terjadi pertumpahan darah karena dilakukan pembersihan. Orang Kristen diharuskan menerima pendidikan politik lagi, tidak sedikit pemimpin kekristenan yang jatuh, gereja tidak bisa mempertahankan kemurniannya, penginjil yang membelot mengikuti Gereja Tiga Mandiri ke mana-mana menyampaikan khotbah yang berbau politik. Misalnya, mereka menguraikan cerita tentang “Anak yang Hilang” dalam Lukas 15 sebagai berikut: anak yang hilang mewakili kaum proletar; bapa mewakili kaum kapitalis. Anak yang hilang pergi meninggalkan rumah adalah kaum proletar mengalami penindasan kaum kapitalis, menderita berbagai macam sengsara. Anak yang hilang di luar ingin makan ampas kacang pun tidak ada, berarti yang dimakan oleh kaum proletar tidak lebih baik daripada makanan babi kaum kapitalis. Anak yang hilang dan kemudian sadar menyatakan kaum proletar yang sadar. Anak yang hilang kembali ke rumah bapa adalah kaum proletar berjuang melawan kaum kapitalis. Makan anak lembu tambun adalah kaum proletar menikmati hasil kesuksesan revolusi.
Pada tanggal 10 April 1952, Saudara Watchman Nee dari Shanghai pergi ke Harbin, intel keamanan di Wilayah Dongbei menangkapnya di atas kereta api, lalu membawanya kembali ke Shanghai, memasukkannya ke dalam penjara Tilanqiao (Jawatan Keamanan Biro Kesatu mungkin berada di dalamnya). Mereka tidak henti-hentinya melakukan interogasi yang melelahkan terhadapnya, memaksa dia menulis surat pengakuan dosa, menyampaikan dengan jelas semua perkara yang bersangkutan dengannya. Pada musim dingin tahun 1953, tiba-tiba tersebar berita bahwa dia sudah berkompromi, memutuskan secara terbuka mengumumkan surat pengakuan dosanya. Kemudian, ada orang yang mendapatkan salinan surat pengakuannya, hanya tertulis:
“Kami orang Kristen mutlak tunduk kepada penguasa yang di atas. Sebagaimana dulu kami tunduk kepada pemerintahan itu, hari ini kami juga tunduk kepada pemerintahan ini.
Latar belakang keluarga saya adalah tuan tanah, banyak petani menurut upah yang disetujui menggarap tanah pertanian kami. Sampai waktu menuai, melihat para petani memikul hasil tuaian ke dalam lumbung kami, saat itu kami tidak merasakan bersalah; tetapi hari ini Allah sudah berjalan di depan kami, ketika kami merenungkan kembali keadaan dulu, orang lain berjerih lelah, sebaliknya diri sendiri tidak berlelah, namun menikmati keuntungan yang diperoleh tanpa melalui berjerih lelah; di depan Allah sungguh melakukan dosa yang besar, sebab itu saya rela mengaku dosa secara terbuka terhadap Allah dan manusia.”
Surat pengakuan seperti ini tentu sama sekali tidak bisa memuaskan hati mereka. Mereka menyuruhnya mengambil kembali dan menulis lagi yang baru. Yang mereka kehendaki ialah menyuruh dia mengaku bahwa dirinya telah diracuni oleh paham agama imperialis, dan dia sejak kecil telah belajar di sekolah Kristen yang didirikan oleh orang Amerika, misionaris-misionaris yang diutus ke China sebagai anggota CIA. Mereka menyuruh dia menulis perkataan yang demikian: “Sekarang saya telah sadar, mengetahui bahwa paham agama ini menipu orang. Sekarang saya menyatakan melepaskan kepercayaan saya.” Inilah yang mereka kehendaki dilakukan oleh setiap penginjil. Namun Saudara Watchman Nee menjawab, “Yang diizinkan hati nurani saya, telah saya tulis semua.”
Ketika Saudara Watchman Nee berada dalam penjara Tilanqiao, karena sebagai tahanan penting, ia ditahan di dalam satu ruangan tersendiri, tidak saja tidak bisa berkontak dengan dunia luar, juga tidak bisa berkontak dengan narapidana lain dalam penjara, selain dibawa ke ruang interogasi untuk diperiksa, juga mengalami berbagai macam penyiksaan.
Kadang-kadang mereka memberi makan semacam obat, atau memberi suntikan kepada narapidana yang tidak mau tunduk, supaya syarafnya kacau sehingga melakukan banyak gerakan yang ganjil. Saudari Lie Yen Ru dan Zheng Hui Dua pernah disuntik obat semacam itu. Saudari Zheng berkata, “Akibat dari suntikan itu sangat menakutkan, bisa membuat orang makan kotorannya sendiri, menggigit sepatunya sendiri, kesadarannya kacau, sama sekali tidak bisa mengendalikan diri, sepanjang hari tidak tahu apa yang dikerjakan.” Tetapi Saudari Zheng berkata, lewat sejangka waktu yang pendek, Tuhan menyatakan kuasa-Nya, sehingga ia sadar diri.
Mereka juga pernah memberi suntikan itu kepada Saudara Watchman Nee, tetapi tidak terjadi reaksi apa-apa, ia tetap mempertahankan kesadarannya, sama sekali tidak terpengaruh. Hal itu membuat mereka bingung, dan tanpa bisa ditahan, timbul rasa hormat terhadapnya.
Pada tahun 1954, mereka sudah putus asa terhadap usaha memaksa Saudara Watchman Nee melepaskan kepercayaannya. Di antara aparat keamanan, di antara petugas pelaksana hukuman di penjara, ada satu semboyan, “Baja pun kalau jatuh ke tangan partai kami, akan lumer juga, apa lagi orang yang terdiri dari darah daging, masihkah tidak mau cepat-cepat berterus terang dan bekerja sama dengan kami.” Namun Saudara Watchman Nee di tangan mereka menderita sengsara tiga tahun lebih, mereka tetap tidak bisa menggoyahkan imannya; sebab itu mereka menyebut dia “bukan manusia”. Tentu saja, kalau dia hanya “manusia biasa”, sejak dini dia sudah jatuh dan lumer; tetapi dia adalah “manusia Allah”, kuat kuasa kebangkitan Kristus bekerja di dalam dirinya. Sama seperti yang Paulus katakan, “Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya” (Flp. 3:10). Ini juga pernyataan kekuatan Allah yang berlimpah-limpah di atas dirinya, sama seperti yang Paulus katakan, “Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2 Kor. 4:7-9).
Pada tanggal 18 Januari 1956, hari Rabu, di balai sidang jalan Nan Yang, Biro Urusan Keagamaan mengumpulkan semua orang beriman yang bersidang di balai sidang Nan Yang, mengadakan suatu “rapat menggugat Nee”. Hari itu mereka menaruh Saudara Watchman Nee di atas mimbar, karena sakit jantungnya berat, ia diizinkan duduk. Xu Da You, seorang mahasiswa Universitas Perhubungan yang dulu menyusup ke dalam gereja, berdiri di atas mimbar dan mendakwakan banyak dosa kepada Saudara Watchman Nee, bahkan mengangkat Alkitab yang di tangannya dan berkata, “Alkitab ini juga akan digugat, karena Alkitab mengatakan bahwa semuanya dipandang sebagai sampah. Bukankah ini juga berarti mengatakan Pemerintahan Rakyat kita adalah sampah?” Ada seorang saudari yang benar-benar tidak tahan lalu berteriak, “Kalian menggugat ini, menggugat itu, sampai-sampai Alkitab juga akan digugat!” Ia berkata pula, “Saudara Watchman Nee berdosa, kita semua juga sama berdosa.” Saat ini Saudara Wang Da He, yang sebagai diaken, berseru lantang, “Hari ini para saudara seharusnya malu! Apakah untuk mati martir juga membiarkan saudari yang memimpin?” Rapat itu segera penuh dengan teriakan dan menjadi kacau. Saat itu ada seorang saudari, yang berprofesi sebagai kepala sekolah di suatu Sekolah Menengah, melihat kalau suasana itu terus berlanjut, pasti akan timbul akibat yang menakutkan, ribuan orang terancam ditangkap, lalu ia dengan resiko mati martir ingin memikul tanggung jawab kekacauan hari itu. Ia naik ke atas mimbar, meminta semua tenang. Setelah semua tenang, dia berbalik menghadap anggota komunis Xu Da You yang menggugat Saudara Watchman Nee, katanya, “Sekarang jelas sekali Anda tidak bisa mewakili pendapat orang banyak. Saya ingin meminta rekan ini sendiri mengaku dengan terus terang, sebenarnya Anda mewakili siapa? Sebenarnya siapa yang menyuruh Anda datang ke sini?” Xu Da You tidak bisa menjawab, kepala biro urusan agama maju dengan licik berkata, “Jelas sekali dia tidak bisa mewakili maksud orang banyak, kita akan menghukumnya.” Rapat penggugatan kali itu tidak ada hasilnya.
Tak lama kemudian, mereka mengadakan rapat penggugatan Watchman Nee kali kedua. Kali ini pindah tempat, diadakan di suatu gedung bioskop di Shanghai. Di sekitar gedung bioskop penuh dengan tentara yang senapannya dipasang sangkur, setiap peserta rapat harus melewati barisan sangkur, sampai suara bernapas pun tidak berani terlalu keras. Yang duduk di barisan pertama kebanyakan adalah pembelot yang mengikuti “Tiga Mandiri”, seperti Tang Shou Lin, dan lainnya. Di antara mereka ada yang gemetar, ada yang pucat pasi. Orang-orang yang menjadi mata-mata, seperti Ren Zhong Xiang, yang dalam jangka panjang menyusup ke dalam gereja di Shanghai sebagai diaken yang sepenuh waktu, yang juga disebut “diaken harian”, dengan bebas berjalan kian kemari untuk mengontrol situasi rapat. Namun penggugatan hari itu tetap tidak sukses, karena hampir semua orang yang hadir menghormati dan mengasihi Saudara Watchman Nee. Meskipun pindah tempat, berada di bawah senjata api bersangkur, tetap gagal menggugat Watchman Nee.
Tak lama kemudian, mereka kembali mengadakan rapat penggugatan terhadap Watchman Nee untuk kali ketiga. Mereka mengubah strategi, tidak lagi menggugat Watchman Nee sebagai pemimpin agama Kristen, tetapi menggugat dia sebagai musuh negara. Mereka menaruh Saudara Watchman Nee di tengah lapangan, memakai puluhan ribu massa yang kebanyakan tidak percaya kepada Tuhan untuk menggugatnya. Di atas mimbar ada orang yang berteriak, “Apakah Watchman Nee patut mati?” Di bawah mimbar segera bereaksi, “Dia patut mati!” Kali itu mereka mengira rapat penggugatan akan sukses, sehingga bisa menjatuhkan hukuman terhadapnya. Ini sama seperti waktu orang Yahudi meminta kepada Pilatus untuk menghukum mati Tuhan Yesus, “Tetapi mereka berteriak bersama-sama, Enyahkanlah Dia, . . . Mereka berteriak membalasnya, Salibkan Dia! Salibkan Dia!. . . dan akhirnya mereka menang dengan teriakan mereka. Lalu Pilatus memutuskan, supaya tuntutan mereka dikabulkan” (Luk. 23:18-24).
Tanggal 30 Nopember 1956, sore hari, Biro Urusan Agama Shanghai mengumpulkan semua wakil orang Kristen sebanyak dua ribu lima ratus orang untuk menghadiri rapat di Gedung Pertemuan Rakyat, dipimpin oleh Ketua Biro, Luo Zhu Feng. Wakil kepala Jawatan Keamanan mengumumkan “Pelanggaran dan kasus kelompok reaksioner yang dipimpin oleh Wachtman Nee”, kemudian Wakil Walikota juga menyerang, tanggal satu bulan Februari pemerintahan daerah Shanghai pada hari kemerdekaan rakyatnya mengumumkan: pada tanggal 10 April 1952 Watchman Nee ditangkap, sekarang bersama Zhang Zi Jie dan Nee Hong Zhu ditahan di Jawatan Keamanan Biro Kesatu Shanghai. Tanggal 2 Februari ada seorang uskup menulis satu pernyataan yang menyerang Wacthman Nee dan pengikutnya di Harian Rakyat; pada hari yang sama, dia di Gedung Huai En memimpin rapat akbar gerakan pembaruan Tiga Mandiri Shanghai, ada dua belas pendeta dan pemimpin kekristenan berpidato, ikut menyerang, merespon tuduhan pemerintah. Lalu, setelah tanggal 5 Februari, semua pendeta dan pekerja penginjilan di Shanghai dibagi menjadi banyak kelompok belajar, ke mana-mana mengumumkan “pelanggaran Watchman Nee” kepada orang Kristen. Tanggal 6 Februari, majalah “Tien Feng” memakai sebelas halaman untuk menyerang Watchman Nee. Kemudian secara bersambung dalam beberapa penerbitan memuat berita-berita yang memaki-makinya. Majalah itu menyatakan bahwa pada tanggal 29 Februari di jalan Nan Yang ada lagi rapat penggugatan. Pada tanggal 15 sampai 23 Maret 1956, di Beijing diadakan rapat kedua Gereja Kristen China, juga ada beberapa gugatan. Meskipun demikian, masih ada beberapa saudara saudari berdiri teguh bagi Tuhan; sebab itu pemerintah memerintahkan melarang semua pemahaman Alkitab dan sidang doa yang tidak resmi, serta semua aktivitas dalam setiap rumah dan lain-lain yang tidak meminta izin. Pemberitaan Injil secara perorangan pun dianggap melanggar hukum.
Mereka mengumpulkan banyak tuduhan terhadap Watchman Nee dan sekerjanya, mengadakan pameran keliling menggugat Watchman Nee; semua orang Kristen di kota-kota besar dipaksa menghadirinya. Tuduhan-tuduhan yang mereka lontarkan tidak lain seperti yang dikatakan oleh Alkitab, “Kepadamu difitnahkan segala yang jahat” (Mat. 5:11). Di antara semua tuduhan, yang paling berat ialah dituduh sebagai mata-mata dan reaksioner; mengatakan bahwa dia adalah mata-mata penting dari Pemerintah Amerika Serikat atau Taiwan; dia adalah perwira intelijen Pemerintah Taiwan yang berpangkat mayor; mengatakan bahwa ketika pesawat Amerika mengebom Dungbei, ia mengutus seorang saudari dengan lampu menunjukkan tempat yang harus dibom (sesungguhnya tentara Amerika Serikat tidak melakukan pengeboman di Dungbei); masih ada banyak orang bersaksi, mereka disuruh oleh pemerintah untuk membersihkan bom bakteri yang dilemparkan oleh angkatan udara Amerika Serikat; mengatakan dia usul kepada Presiden Chiang Kai Shek yang di Taiwan untuk menyebarkan sebanyak-banyaknya bekicot yang disertai ulat penghisap darah di sungai dan danau sepanjang tepian Jiangsu dan Zhejiang, yang membunuh puluhan ribu orang; mengatakan dia adalah koruptor yang terbesar, menodai seratus tujuh puluh lebih sekerja perempuan; mengatakan dia adalah provokator yang terbesar, pada masa perang Korea menghasut orang-orang China untuk tidak melawan Amerika Serikat; mengatakan dia pergi ke setiap perguruan tinggi sambil berkata bahwa mencintai negara adalah dosa; mengatakan dia di seluruh negara merusak gerakan landreform; melontar kan semua dosa yang dapat mereka pikirkan ke atas diri Watchman Nee.
Mereka mencari data-data sebagai bahan penggugatan dari saudara saudari di Shanghai, lalu diselewengkan, ditambah-tambah, dibesar-besarkan, dimuat, dan disebarkan dalam berbagai media cetak, dengan tujuan memberi kesan kepada banyak orang bahwa Watchman Nee adalah seorang yang menyalahgunakan gereja, secara tersembunyi memuaskan keuntungan dan nafsu pribadinya, sehingga menimbulkan kemarahan massa.
Mereka mencari bahan dari berita-berita yang disampaikan Saudara Watchman Nee sewaktu gereja mendapatkan kebangunan rohani, pada permulaan komunis menguasai China. Mereka menjelaskan “menyerahkan” (mengeluarkan) adalah menyerahkan banyak harta kepada Watchman Nee dan rekan-rekannya, untuk dikuasai menjadi milik pribadi Watchman Nee dan rekan-rekannya, agar mereka bisa menempuh kehidupan yang mewah, serta memakai uang itu membiayai gerakan reaksioner. Orang-orang yang menyerahkan, keadaan mereka sangat kasihan; Watchman Nee hanya menunjang mereka dengan biaya kecil yang tidak cukup untuk keperluan hidup. (Sesungguhnya Saudara Watchman Nee hanya menyampaikan berita dari Tuhan, belum pernah berkontak secara perorangan dengan siapa pun untuk menuntut sesuatu kepada mereka. “Menyerahkan” adalah menyerahkan ke tangan Tuhan, namun tetap dikelola oleh pemilik asalnya, tidak pernah diserahkan untuk dikelola oleh gereja).
Dulu, di London, Saudara Watchman Nee pernah menyampaikan berita “Jangan Mengasihi Dunia”, yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin. Mereka menyelewengkan arti “jangan mengasihi dunia” menjadi “jangan mengasihi negara”, lalu hal itu dijadikan bahan penggugatan kepadanya. Mereka menghasut beberapa pemuda untuk menggugat dengan mengatakan bahwa mereka telah diracuni olehnya, sehingga begitu memikirkan tentang negara, hati nurani mereka merasa tidak tenteram, merasa tertegur. (Salah satu contoh adalah gugatan dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Kedua Shanghai yang dimuat di sebuah surat kabar). Mereka juga menggugat bahwa Watchman Nee menyuruh mereka jangan mengikuti gerakan melawan Amerika Serikat dan mendukung Korea. Sekalipun tentara Amerika Serikat sudah menyerang sampai ke tepi Sungai Huangpu pun, jangan ikut campur. Hal demikian telah merusak perjuangan melawan Amerika Serikat dan mendukung Korea.
Banyak orang beriman yang pada mulanya kurang mengenal pemerintah komunis, karena mempunyai kesan yang baik terhadap tempat yang dipakai oleh Saudara Watchman Nee untuk mengadakan Pelatihan Pekerja di Kuling, lalu secara bersama-sama menulis surat kepada pemerintah, mohon pemerintah mengembalikan tanah itu, supaya gereja bisa meneruskan membina kaum saleh muda. Siapa sangka, begitu surat permohonan diajukan, surat itu malah dijadikan sebagai bukti untuk menggugat bahwa Watchman Nee memimpin merusak kebijakan pemerintah tentang landreform.
Meskipun mereka dengan berbagai cara menuduh Saudara Watchman Nee, berusaha menjatuhkannya, tetapi Saudara Watchman Nee tetap berdiri teguh. Ini karena Allah berserta dia, “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah” (Mzm. 16:8); ini juga sama seperti yang Allah katakan kepada Yeremia, “Sesungguhnya pada hari ini Aku membuat engkau menjadi kota yang berkubu, menjadi tiang besi dan menjadi tembok tembaga melawan seluruh negeri ini, . . . Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau, sebab Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau, demikianlah firman TUHAN” (Yer. 1:18-19).
Dalam satu kidung yang dia tulis, Saudara Watchman Nee mengatakan,
Kasih Tuhan dalam, sungguh tak terduga,
Orang dosa sep’ri saya, bisa dapat s’lamat.
Iblis, dunia, nafsu, sering menggodaku;
Bila Tuhan tak membantu, bisa bawa malu.
Dia percaya dan bersandar kepada Allah, demikianlah Allah menambahkan kekuatan, supaya dia bisa menjadi orang yang kuat, dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah menyelesaikan segala sesuatu (lihat Ef. 6:10-13).
Pada tanggal 30 Januari 1956, Jaksa dari Kejaksaan Rakyat Shanghai memutarbalikkan kenyataan, merekayasa bermacam-macam tuduhan pelanggaran terhadap Watchman Nee, tuduhannya sebanyak sembilan kasus, semuanya berjumlah 2.292 halaman.
Pada tahun 1958, pemerintah China mencanangkan program “Maju dengan Lompatan Besar”, menambah hasil produksi, memaksa para pendeta ikut bekerja meningkatkan hasil produksi, banyak pendeta dimasukkan ke penjara, atau dikirim ke pertambangan untuk bekerja. Banyak pemimpin kekristenan yang pada mulanya ikut melakukan penggugatan, sekarang giliran mereka sendiri yang diserang. Setiap orang merasa cemas, tidak tahu apakah besok bisa terhindar dari penggugatan. Gerakan penyatuan peribadatan sedang mulai, di mana-mana orang beriman dilebur menjadi satu, gedung gereja dipakai untuk keperluan duniawi. Pada bulan Desember, jumlah gedung kebaktian di Beijing yang tadinya sebanyak 64 buah berkurang hingga menjadi empat buah; di Shanghai, dari 150 buah berkurang menjadi 20 buah. Balai sidang di jalan Nanyang diubah menjadi pabrik. Kidung Pujian diseragamkan, disusun oleh satu komisi. Pemerintah melarang adanya ajaran tentang akhir zaman dan kedatangan Tuhan, juga melarang pemberitaan tentang kesia-siaan dunia. Semua pengajaran harus cocok dengan kepentingan sosialisme; semua buku Tafsiran Alkitab harus diperiksa, apakah mengandung unsur racun reaksioner. Bangunan dan harta milik gereja juga sama seperti organisasi gereja, semuanya harus diserahkan kepada pengurus harian Gerakan Patriot Tiga Mandiri. Hal-hal ini terjadi sama seperti yang dikatakan oleh Paulus, “Hanya ada orang yang mengacaukan kamu dan yang bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus” (Gal. 1:7).
Pada tanggal 21 Juni 1956, Saudara Watchman Nee diajukan ke Pengadilan Tinggi Rakyat Shanghai. Ketika hakim menyatakan pelanggaran moral yang berat atas dirinya, Saudara Watchman Nee berdiam diri, tidak mengakui juga tidak menyangkal. Tetapi ketika hakim menyinggung bahwa ia adalah anggota intelijen Taiwan dan bersekongkol dengan pemerintahan Taiwan, dia menyangkal. Karena dia tahu bahwa berdebat untuk pelanggaran moral sama sekali tidak ada artinya, yang berat adalah pelanggaran di aspek politik, satu pelanggaran saja sudah cukup untuk mendatangkan hukuman mati. Akhirnya Saudara Watchman Nee dijatuhi hukuman 15 tahun. (Menurut dakwaan jaksa, kalau Saudara Watchman Nee benar-benar telah melakukan pelanggaran-pelanggaran itu, seharusnya ia dijatuhi hukuman mati, tetapi ia hanya dijatuhi hukuman 15 tahun; hal ini justru menyingkapkan ketidakbenaran dari dakwaan. Dalam hati kecil mereka tahu bahwa semua itu hanyalah rekayasa, penganiayaan, untuk memaksanya agar mau berkompromi dan melepaskan kepercayaannya).
Saat Saudara Watchman Nee dijebloskan di penjara Tilanqiao (Penjara Kesatu Pemerintah Kota), pihak penjara hanya mengizinkan Nyonya Nee sebulan sekali mengunjunginya; hanya boleh memberinya sedikit barang, bertemu lewat satu jendela kecil yang diberi kawat berduri, di bawah pengawasan keamanan penjara berbicara setengah jam. Setiap bulan Saudara Watchman Nee hanya bisa mengirim atau menerima sepucuk surat, yang sebelumnya harus melewati pemeriksaan yang ketat.
Penjara ini dibangun pada tahun 1913 oleh orang Inggris menurut model tradisional, dari pos penjagaan yang ditingkat lima ada tangga yang menghubungkan setiap lantai; di setiap lantai ada sebelas ruangan. Ruang tahanan bagi Saudara Watchman Nee panjang sekitar 3 meter dan lebar sekitar 1,5 meter. Di dalam ruangan ada satu meja kayu yang bisa dipakai untuk tempat tidur, inilah satu-satunya perabot yang ada di dalamnya. Di luar pintu ada serambi yang panjangnya 60 meter, melewati suatu baris ruang tahanan yang seperti rak mangkuk. Jendela menghadap ke tembok. Sehari tiga kali makan, dua kali nasi (untuk yang bekerja), atau dua kali bubur (bagi yang tidak bekerja), yang ketiga kalinya adalah bubur yang sangat encer. Para narapidana kurus kering, tulang-tulang iga dan urat-urat nadi terlihat nyata. Mereka hanya bisa bertahan hidup saja. Adakalanya mereka bisa sekali mandi dengan air panas. Setiap dua minggu memangkas rambut. Musim dingin tidak ada pemanas udara, banyak narapidana hanya memakai baju yang tipis, hampir-hampir tidak bisa mempertahankan nyawanya. Pengeras suara senantiasa menyiarkan suara propaganda politik yang menusuk telinga.
Saudara Watchman Nee diperbolehkan menulis buku-buku. Program kerja pengubahan yang ditugaskan kepadanya adalah menerjemahkan buku ilmu pengetahuan bahasa Inggris dan majalah tertentu ke dalam bahasa Mandarin untuk keperluan pemerintah. Ia boleh membeli beberapa buku untuk keperluan ini. Kemudian, dari Hongkong ia membeli dua buku kamus kedokteran, dikirim ke penjara untuk keperluannya. Dengan pasti dapat dikatakan bahwa mereka tidak memperbolehkan dia memiliki Alkitab; sumber penghiburan rohani bagi Saudara Watchman Nee pasti berdasarkan ingatannya yang menakjubkan, karena dia telah menyimpan perkataan Kristus dengan limpah kaya di dalam hatinya. Sejangka waktu karena sakit jantungnya kambuh, maka dia dimasukkan ke rumah sakit penjara, sementara menghentikan tugasnya. Pihak keamanan mengizinkan dia membeli obat dari Hongkong dikirim ke penjara untuk keperluannya.
Bulan Juni 1966 terjadi “Revolusi Kebudayaan”. Pada tanggal 18 Agustus 1966, Pengawal Merah Murid-murid di Beijing berdemonstrasi, menyerukan slogan-slogan. Bulan September elit politik Shanghai mengalami perubahan besar. Pernah sekali, para Pengawal Merah berkumpul di depan penjara pemerintah kota, menggugat kepala penjara, dan menerjang masuk penjara, kerusuhan menerpa setiap ruang tahanan, mencelakai beberapa narapidana, bahkan ada yang dianiaya. Dalam kekacauan itu, Saudara Watchman Nee dipukul oleh seseorang, sehingga lengannya terkilir.
Bulan Mei 1968, ada seorang turis China meminta suaka di suatu ibu kota negara Barat. Ia memberi tahu pihak berwajib di negara itu bahwa ia pernah menjadi pegawai di Penjara Kesatu kota Shanghai, karena kesaksian Watchman Nee, ia menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya.
Tahun 1967, hukuman lima belas tahun bagi Watchman Nee sudah genap, pemerintah menyuruh dia secara terbuka menyatakan bahwa dirinya telah melepaskan imannya (kepercayaannya). Mereka telah menyebarkan berita bohong yang mengatakan dia sudah melepaskan kepercayaannya; tetapi Saudara Watchman Nee lebih suka melepaskan apa yang disebut “kebebasan di dunia”, dia tidak mau menyatakan bahwa dirinya telah melepaskan kepercayaannya; hal ini membuat pihak pemerintah marah. Saudara Watchman Nee dimasukkan ke dalam satu ruang tahanan bersama dua orang narapidana bajingan. Dua bajingan itu diberi tugas untuk memaksa dia melepaskan kepercayaannya; jika berhasil, mereka akan mendapatkan imbalan. Menurut teman yang juga ditahan, bahkan baju dalam Saudara Watchman Nee yangterbuat dari kapas pun dirusak hingga hancur oleh kedua bajingan itu. Karena tidak mau secara terbuka melepaskan kepercayaannya, Saudara Watchman Nee menderita banyak sengsara. Ketika pemerintah melihat bahwa tujuan mereka belum tercapai, tetapi masa hukumannya segera habis, lalu secara diam-diam mengirim dia ke Departemen Pertanian untuk mengubah pikiran melalui Pekerjaan Badan Jingdung, di kabupaten Jingpu di luar Shanghai. Padamasa itu Nyonya Nee masih diperbolehkan melihat dia satu kali. Selanjutnya tidak ada kabar tentang dia selama beberapa bulan. Di kemudian hari baru tahu dia telah dipindahkan ke tempat yang lebih sengsara — Kelompok 14, Departemen Pertanian Pai-yin-san-mao-ling, kabupaten Chou, propinsi An-hwei.
(Pernah sekali beberapa orang Kristen yang mempunyai kemampuan ekonomi, mengumpulkan sejumlah uang yang besar sebagai uang tebusan, ingin menebus Saudara Watchman Nee dan memindahkannya ke luar negeri. Pertukaran semacam ini sudah ada beberapa contoh. Saat itu seluruh negara kekurangan makanan, untuk menambah hasil produksi perlu pupuk kimia, pemerintah meminta orang-orang Kristen dari luar negeri itu menyediakan puluhan ribu ton pupuk kimia. Setelah tercapai persetujuan, orang-orang Kristen luar negeri itu telah mengirim puluhan ribu ton pupuk kimia itu ke China, pihak pemerintah juga telah memberi tahu Saudara Watchman Nee bahwa pemerintah akan melepaskan dia, dan mengatur prosedur bagi dia untuk ke luar negeri. Tak disangka, Saudara Watchman Nee menolak cara pembebasan demikian terhadap dirinya. Dia mengira, kalau Allah menghendaki dia bebas, Allah pasti mempunyai cara-Nya sendiri, tidak membiarkan cara manusia masuk, dengan uang menebus dirinya. Akhirnya, pupuk kimia sudah di tangan pemerintah, tetapi Saudara Watchman Nee tetap rela berada dalam penjara. Ini juga satu bukti bahwa dia tidak mau mendapatkan kebebasan dengan cara kompromi).
Pada tahun 1966 terjadi Revulosi Kebudayaan, berlangsung selama sepuluh tahun. Pada masa ini, penderitaan orang Kristen lebih hebat. Ketika Saudara Watchman Nee ditahan di penjara Departemen Pertanian untuk menjalani program mengubah pikiran melalui pekerjaan badan di Pai-yin-san-mao-ling, kabupaten Chou, propinsi An-hwei, tempat sepi jauh di pendalaman pegunungan, ada dua puluh empat tentara Pengawal Merah diutus khusus untuk menanggulangi Saudara Watchman Nee, setiap regu empat orang bergilir menyiksa dia. Tugas yang mereka terima yaitu berusaha dengan cara apa saja untuk menaklukkan dia, supaya dia menulis surat pernyataan melepaskan kepercayaan secara terbuka. Siapa yang berhasil, dianggap paling berjasa; sebab itu mereka masing-masing berusaha sekuatnya mencari cara yang paling aneh, paling jahat untuk menanggulanginya. Ada beberapa orang yang bersama dengan Saudara Watchman Nee di penjara, setelah masa hukumannya selesai dan keluar penjara, saat mereka menyinggung tentang penderitaan Saudara Watchman Nee, tidak ada yang tidak menangis. Mereka berkata, “Kalian mencucurkan air mata setelah mendengarkan kekejaman yang mereka timpakan kepada Saudara Nee yang kami tuturkan, tetapi kalian masih belum bisa benar-benar mengerti keadaannya yang sangat mengerikan itu.” Saat itu, setiap detik, maut siap menerkam dirinya, setiap detik bisa muncul satu siksaan yang aneh, yang tidak dapat ditahan oleh orang, semua itu ditimpakan ke atas dirinya. Namun tak peduli bagaimana mereka menyiksanya, mereka tidak dapat membuat dia rebah, tidak dapat memaksa dia melepaskan kepercayaannya. Akhirnya mereka angkat tangan dan semua berkata, “Dia bukan manusia.” Ya, dia adalah orang yang tinggal di dalam Kristus dan bersatu dengan Tuhan, “alam maut tidak bisa menguasainya” (Mat. 16:18). Dia benar-benar seperti Paulus, dalam segala macam kelemahan, siksaan, kesukaran, penganiayaan, dan kesengsaraan, mengalami kasih karunia Tuhan yang cukup dia pakai, kuasa-Nya menjadi sempurna di atas dirinya (lihat 2 Kor. 12:9-10).
Pernah sekali, karena paceklik, penjara kekurangan makanan. Ketika para narapidana pergi bekerja ke ladang, mereka masih harus mencari makan sendiri untuk menyambung hidup, mencungkil akar pohon, mengupas kulit pohon, menangkap serangga, untuk menahan kelaparan, bahkan telur serangga dalam tanah pun digali untuk dimakan. Saat itu ada orang Kristen yang bersama Saudara Watchman Nee dalam penjara berkata, “Saudara Watchman Nee benar-benar adalah ‘manusia Allah’, setiap kali melihat dia mencari makanan di ladang, atau istirahat sejenak, selalu memelihara kewibawaannya, tidak pernah paras mukanya menampilkan keadaan yang menderita atau sedih.” Dari wajahnya, kita dapat memahami arti sejati dari “Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku (kemuliaan wajahku; Tl.) dan Allahku” (Mzm. 42:12).
Ada beberapa orang Kristen lain lagi yang juga bersamanya di penjara. Setelah mereka bebas, ketika menyinggung tentang Saudara Watchman Nee, mereka semua mencucurkan air mata berkata, “Tidak pernah melihat orang saleh yang seperti dia. Mereka sudah lama tidak memiliki Alkitab, ada kalanya, ketika tidak ada orang yang mengawasi, Saudara Watchman Nee selalu memegang tangan mereka, membimbing mereka bersama dengannya menghafalkan beberapa ayat Alkitab, kemudian memegang tangan mereka berdoa bersama.” (Dulu, Saudara Watchman Nee ketika masih bebas, sering menganjuri saudara muda untuk menghafalkan seluruh Alkitab Perjanjian Baru. Dia berkata, “Pada suatu hari, orang boleh mengambil Alkitab dari tangan kita, tetapi tidak ada orang yang bisa mengambil Alkitab yang ada di dalam hati kita.” Perkataan ini tergenapi di atas dirinya).
Saudara Watchman Nee juga sering memberi tahu para narapidana yang belum percaya Tuhan bahwa Yesus Kristus adalah Juruselamat, dan berdoa untuk mereka. Bahkan tentara yang menjaga dan pegawai penjara, kalau bertemu dengan orang tua berambut putih ini, mau tak mau di dalam hati timbul rasa hormat.
Ketika Saudara Watchman Nee ditahan di Departemen Pertanian untuk mengubah pikiran di Pai-yin-san-mao-ling kabupaten Chou, propinsi An-hwei, ia telah memimpin beberapa orang percaya Tuhan. Salah satu di antaranya, ketika masa hukumannya sudah habis dan segera dibebaskan, Saudara Watchman Nee menitipkan kepadanya sebuah surat terbuka untuk orang-orang Kristen di luar negeri. Setelah “Onesimus” ini keluar dari penjara, ia menyimpan surat ini untuk sejangka waktu, dan akhirnya mendapatkan jalan untuk mengumumkan kepada orang-orang Kristen di luar negeri. Pada mulanya dia karena takut penganiayaan, menyembunyikan namanya, hanya berani menulis, “ada seorang hamba Tuhan yang ditangkap pada tahun 1952.” Selanjutnya, bersamaan dengan makin berlimpahnya kasih karunia, baru secara terbuka mengumumkan semua fakta kejadian. Isi surat itu adalah sebagai berikut:
“Salam kepada kaum saleh yang bersama mengambil bagian dalam penderitaan, dalam Kerajaan, dan dalam ketekunan Tuhan Yesus! Dua puluh tahun lebih ini, sudah banyak mendengar, tetapi sedikit bersekutu, karena permintaan batin, sangat mendambakan bisa saling bersekutu, untuk menerima kekayaan-Nya yang mulia.
Ketika kita menyinggung nama kudus-Nya yang mulia, roh kita sangat tergugah. Ketika kita merenungkan anugerah besar yang Ia berikan kepada kita, roh kita hanya bisa sujud menyembah. Ketika kita mendengar suara-Nya, kita tertegun, air mata haru, bergejolak, sukacita bercampuran mengalir keluar . . . Perjalanan penuh derita pada masa yang lalu, di satu pihak membuat hati kita bergembira, karena dianggap menderita untuk nama-Nya, untuk Tubuh Kristus, dan menggenapkan dalam tubuh kita apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu gereja. Di pihak lain, kita masih merasa sangat lemah, merasa tidak patut. Tetapi Dia adalah Tuhan yang sangat mulia, patut mendapat segala milik kita, bagi Dia tidak ada satu perkara yang harganya terlalu mahal atau berat. Dia adalah inti Allah, adalah sandaran kita, kalau meninggalkan Dia, kita tidak tahu harus berbuat apa.
Dalam waktu yang panjang ini, karena penganiayaan, anak-anak Allah tercerai-berai, kekurangan persekutuan yang sejati, batin semakin sedih, ditambah perdebatan benar salah oleh opini manusia, menambahkan besar kerugian hayat rohani; keadaan yang gelap dan kacau, banyak memburamkan jalan anak-anak Allah. Perlu belas kasihan-Nya, supaya kita rebah di dalam terang-Nya, memimpin kita berada di jalan hayat, meninggalkan semua milik kita, semua apa adanya kita, dan semua kemampuan kita, bagi Yesus menyerahkan diri kepada kematian, supaya hidup Yesus terwujud di atas diri kita.
Dalam hari-hari yang selanjutnya, perjalanan kita masih jauh, berdasarkan apa yang kita pelajari dan apa yang kita kenal pada masa yang lalu, tidak cukup mengatasi keperluan diri kita dan keperluan gereja dan pekerjaan. Ketika kita melihat kemiskinan anak-anak Allah, begitu banyaknya domba yang sesat, keterbengkalaian lapangan kerja Tuhan yang besar; ketika semua keperluan ini terbentang di hadapan kita, kita makin merasa miskin, tidak ada sesuatu yang dapat diberikan kepada orang. Hal ini mendesak kita berseru kepada Tuhan, ‘Ya Tuhan, belas kasihani kami!’ Semoga Tuhan membelaskasihani kita, dalam bejana-bejana yang lemah ini, menyatakan kekuatan yang luar biasa.
Hari-hari ini sangat serius, permintaan Allah sangat tinggi, pemilihan Allah juga ketat. Kalau kita berhenti pada hal-hal milik kita, apa adanya kita, kemampuan kita pada masa lampau, kita tidak dapat mengikuti pekerjaan yang akan dilakukan oleh Allah pada hari ini. Allah memakai dua, tiga puluh tahun, membawa kita mengalami perjalanan yang luar biasa, supaya hayat kebangkitan lebih ternyata di atas diri kita, supaya kesaksian gereja merupakan ekspresi hayat kebangkitan, supaya melalui gereja diberitahukan berbagai ragam hikmat Allah kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di surga.
Keperluan hari ini adalah mohon Allah membangkitkan lebih banyak bejana yang cocok, untuk memikul keperluan pekerjaan pada zaman ini. Kalau tidak ada bejana yang cocok, tidak akan ada pekerjaan. Mohon Dia membangkitkan pekerjaan-Nya; mohon Dia terlebih dulu membangkitkan kita. Hanya ketika kita mempersilakan Allah lebih dulu bekerja, barulah Allah bisa melalui kita mempunyai pekerjaan yang lebih baik.
Semoga kasih Kristus menggerakkan kita, sehingga kita mempersembahkan diri, menerima pemilihan Allah, untuk memikul amanat-Nya. Sehingga anak-anak Allah menerima suplai firman yang limpah ruah, bobot rohani mereka dipenuhi, mendapatkan kekuatan, memimpin jiwa yang tersesat mengenal Juruselamat.
Semoga Tuhan membelaskasihani kita; semoga segala mulia bagi Dia sampai selama-lamanya. Amin. Kiranya tetap setia bagi Tuhan!”
Setelah membaca surat terbuka Saudara Watchman Nee ini, kita dapat memahami perhatiannya terhadap gereja. Allah menghendaki gereja bersaksi bagi hayat kebangkitan Kristus. Allah memilih bejana yang cocok, supaya hayat kebangkitan terekspresi dari diri mereka, mengenal kuasa kebangkitan-Nya, untuk menghadapi keperluan pekerjaan di zaman ini. Ini paling memuliakan Allah pada masa ini, dan mendapatkan bagian dalam Kerajaan di masa yang akan datang. Untuk inilah, hari ini kita berbagian dalam penderitaan dan ketekunan-Nya. Inilah kewajiban yang paling mendesak, semoga kita saling menganjuri, saling mendukung. Kiranya anugerah, belas kasih, damai sejahtera, dari Allah Bapa dan Tuhan Yesus Kristus menyertai kita!
Saudara Watchman Nee bersekutu dalam penderitaan Kristus. Pada saat akan menyelesaikan perjalanan di dunia, ia menulis satu syair yang terakhir, yang terjemahan bebasnya seperti berikut:
1. Adakalanya hari terang, tetapi sering ada awan gelap; aku pernah sesekali pada tengah malam menyanyi dengan mesra, sering tidak mengumandangkan lagunya; meskipun adakalanya terang, tetapi sering berawan, memaksaku belajar dengan tekun, memaksaku tidak bisa tidak mencari hati Allah, kesenangan Allah. Adakalanya sekeliling kering gersang, sulit mendapatkan kesegaran; tongkat-Mu akan memukul seberapa berat, keras, baru ada air untuk diminum? Api-Mu akan membakar sampai seberapa panas, merah, baru bisa diolah sempurna? Tangan-Mu akan menusuk seberapa dalam, perlu menikam seberapa sakit, baru bisa terhisap keluar kemanisan?
2. Adakalanya perlu semak duri, baru bisa menyatakan kekuatan-Mu; aku pernah berputar-putar mendekati kematian, terhilang, tidak tidur, tidak makan, tidak bertempat tinggal. Adakalanya aku harus kehilangan milikku, baru bisa sepenuhnya bebas; aku pernah, tidak berharap kepada siapa pun, tidak meminta pertolongan kepada siapa pun, percaya tidak ada kekhawatiran. Adakalanya ada juga pergumulan, saudara melawan saudara, siapa pun ingin mengulurkan kepalan tangan yang paling berat, siapa pun ganas; aku pernah menutup diri, tidak mau menerima tamu, beryanyi kepada-Mu, mengetahui hati-Mu paling sedih, mengetahui kesedihanku tak sebanding dengan kesedihan-Mu, dalam kerugian belajar bersekutu.
3. Sekarang sudah melewati seumur hidup, waktu berlalu dengan cepat, duduk di depan-Mu, aku mendengarkan derap langkah “waktu”, supaya aku merasakan sudah senja; bulan yang dingin di langit sudah semakin mengecil, hidup ini juga sedang berkurang; awan gelap di depan sudah tinggal beberapa saja, kebanyakan sudah tertinggal di belakang; hari esokku sedang membagi-bagi masa laluku; hari-hari yang berlalu sedang menguraikan perselisihan masa ini; segala yang “dapat dilihat” sedang tenggelam dan kelam, “yang tidak kelihatan” sedang muncul; harapanku sedang menengadah ke atas, hatiku seiring bersamanya.
4. Merenungkan kembali yang kualami dalam seumur hidup ini: hari menjadi bulan, bulan menjadi tahun, tahun menjadi seumur hidup, seumur hidup datang dan pergi lagi, tak lama lagi akan mencapai garis akhir; menoleh ke belakang melihat titik permulaan mana yang lebih manis? Sebenarnya fajar atau senja? Senja sudah lebih dekat dengan muka-Mu! Lebih dekat dengan mahligai-Mu! Aku menantikan balik-Mu, hatiku sudah semakin tak berdaya, mataku semakin kabur, aku akan meninggalkan kemah hidup ini, gunung-gunung sedang dengan senyum memanggilku beristirahat, aku semakin melepaskan beban berat, belengguku sepertinya sedang meleleh, aku kembali (pulang), aku segera kembali.”
Perasaannya dalam syair ini seperti perasaan Paulus dalam 2 Timotius 4:6-8, “Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya”; juga memiliki pikiran dalam Wahyu 14:13, “Aku mendengar suara dari surga berkata, ‘Tuliskan: Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.’ ‘Sungguh,’ kata Roh, ‘Supaya mereka boleh beristirahat dari jelah lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka.’”
Pada tanggal 7 Nopember 1971, Nyonya Nee meningal dunia mendahului suaminya. Karena kematiannya, kakak istrinya merasa bahwa selanjutnya dialah yang harus merawat Saudara Watchman Nee, dan mengirim keperluan sehari-harinya. Di kemudian hari, Saudara Watchman Nee dari penjara menulis surat, berkata,
“. . . Setiap barang yang engkau kirim telah kuterima . . .”; “. . . Bila engkau datang, bawakanlah saya satu kati abon daging sapi Tai Chang, satu kati daging sapi kering . . .”; “. . . Bawakan lampu senter . . .”
Perkataan-perkataan ini mengacu kepada hal-hal di atas. Selain itu dalam suratnya kepada Ma Hsing-tao, menantu keponakannya, ia juga menyinggung hal-hal ini,
“. . . Engkau tahu bahwa kakak perempuanku selalu menyuplai keperluanku; sebab itu, untuk keperluan hidupku tidak ada masalah . . .”
Setelah Nyonya Nee meninggal dunia, mereka tidak berani segera memberitahukan berita ini kepada Saudara Watchman Nee; karena mereka mengetahui jantungnya sangat lemah, sukar menerima pukulan yang berat. Lewat satu bulan lebih, barulah secara terputus-putus menulis surat memberitahukan kepadanya. Tetapi dia sepertinya sudah mempunyai firasat, terus menulis surat mempertanyakan keadaan kesehatannya (istrinya). Dalam suratnya menyatakan, ia sangat ingin cepat-cepat keluar berkumpul dengannya, untuk melayani dia (istrinya) yang sedang sakit itu.
Pada awal tahun 1972, kakaknya, beserta cucu perempuannya, pergi ke An-hwei mengunjungi Saudara Watchman Nee. Saat itu jantung Saudara Watchmen Nee sangat lemah, kematian istrinya membuat dia sangat sedih. Mereka mendengar teman sekamarnya berkata, bahwa dia terus berkeinginan bisa cepat menyelesaikan masa tahanannya, keluar bertemu dengan istrinya. Dia tahu bahwa kesehatan istrinya sangat jelek, ia pernah berkata, “Masa hukuman saya sepertinya berlomba dengan hidup istri saya. Kalau saya bisa keluar pada saat dia masih hidup, saya akan dengan baik-baik melayani dia; dia telah banyak menderita karena saya.”
Sampai tanggal 12 April 1972, Saudara Watchman Nee telah dipenjara selama dua puluh tahun, ini lebih lama lima tahun dari putusan hukumannya, tetapi ia tetap tidak dibebaskan. Lewat sepuluh hari, yaitu tanggal 22 April 1972, dia dari penjara menulis sepucuk surat kepada kakak sulungnya, dalam surat itu ia berkata,
“Aku menerima suratmu pada tanggal 7 April, dan baru tahu bahwa engkau tidak menerima suratku, yang memberitahukan kepadamu bawa barang-barang yang kau kirimkan setiap kali sudah kuterima. Semua barang yang kausebutkan dalam suratmu sudah kuterima. Aku sangat berterima kasih kepadamu. Tentang keadaan tubuhku, engkau tahu bahwa tubuhku mengidap penyakit yang kronis, yang menyerang organ dalam tubuhku. Bila penyakitku kambuh, aku sangat menderita, kalaupun tidak kambuh, penyakit itu tetap ada dalam tubuhku. Masalahnya ialah kambuh atau tidak, bukan membaik atau tidak. Musim panas telah tiba, dan sinar matahari dapat sedikit-sedikit mengubah warna kulitku, namun penyakitku tidak berubah. Tetapi aku tetap menjaga sukacitaku, harap engkau tidak khawatir. Semoga engkau juga menjaga diri baik-baik, dan hatimu penuh dengan sukacita.”
Salam sejahtera. Shu-tsu. 22 April.
Dia berada di dalam penjara, ditambah lagi tubuhnya sakit, tetapi dia masih bisa mempertahankan sukacitanya, juga mengharapkan hati orang lain penuh dengan sukacita; sama seperti yang Paulus katakan, “Akhirnya,Saudara-saudaraku, bersukacitalah dalam Tuhan. Menuliskan hal ini lagi kepadamu tidaklah berat bagiku dan memberi kepastian kepadamu” (Flp. 3:1).
Selanjutnya, tanggal 6, 16, 23 Mei, ia menulis surat kepada kakak sulung istrinya, dalam surat itu ia menyinggung betapa ia terkenang kepada Chang Pin-hwei, istrinya yang telah meninggal dunia; keadaan kesehatannya; pengharapannya agar bisa keluar penjara untuk bertemu dengan familinya. Beberapa kutipan suratnya adalah seperti berikut:
“Besok 7 Mei adalah setengah tahun meninggalnya Saudari Hwei. Banyak sekali perubahan yang terjadi selama setengah tahun ini. Bila aku mengingat hari-hari yang telah lalu, dan sewaktu membaca dan menjamah barang-barang yang ditinggalkannya, tidak bisa tidak aku merasa sangat sedih dalam hati. Selama dua puluh tahun ini, aku tak bisa merawatnya atau memperhatikannya sekali pun, ini akan menjadi penyesalanku seumur hidup. Semuanya karena aku, sehingga dia menerima banyak kesukaran, aku sangat berhutang kepadanya . . . Penyakitku makin parah, sering kambuh . . . Dalam masa sakit demikian, aku sungguh-sungguh teringat akan kerabat sendiri dan sangat rindu berada di tengah-tengah mereka. Namun aku taat kepada pengaturan atas lingkunganku. Selama lebih dari sepuluh hari ini, aku sangat terkenang akan Saudari Hwei.”
“. . . Abu Saudari Hwei, memang suatu masalah. Bila engkau datang, kita akan membahas hal itu lebih lanjut . . .”
“. . . Pada hari Sabtu malam, aku pingsan lagi. Selama beberapa jam, jantungku berdebar lebih keras. Kemudian aku memakan obat Diacin dan merasa agak lebih baik. Pada hari Minggu, aku tidur seharian. Dalam sakitku, aku benar-benar rindu kembali ke tengah-tengah kerabatku dan tinggal bersama mereka.”
“Aku sudah berbicara dengan pengawas penjara tentang permohonanku meninggalkan ladang di sini. Ia berkata: ‘Kamu tidak boleh pergi ke Beijing atau Shanghai. Kamu hanya boleh pergi ke tempat yang kecil, ke kampung. Begitu surat keteranganmu keluar, pemerintah akan membereskan perkaramu sesuai dengan kebijaksanaan yang sudah ditetapkan . . . Sebab itu, tolong carikan satu orang di antara kerabatku, yang bisa menampungku. Engkau dapat menjelaskan kepada mereka bahwa aku dapat mengurus diriku sendiri. Kuharap mereka dapat menerimaku dan mereka dapat memohon kepada administrasi komunis untuk mengeluarkan surat keterangan bahwa aku dapat tinggal di sana dan mereka mau menerima diriku. Kuharap di antara kerabatku ada seorang yang mau menerimaku. Ma Hsing-tao adalah orang yang mungkin mau menerimaku. Bicarakanlah hal ini dengan dia atau dengan yang lain.”
Pada hari ia meninggal dunia, tanggal 30 Mei, ia masih sempat menulis suratnya yang terakhir, ditujukan kepada kakak sulung istrinya,
“. . . Aku sudah dipindahkan ke Shan-shia-pu Kelompok 14 . . . Dalam sakitku, aku masih bersukacita. Jangan khawatir, aku masih berusaha sebisanya untuk tabah, tidak bersedih karena penyakitku. Tentang abu Pin-Hwei mohon kau yang mengatur, semuanya kuserahkan kepadamu; aku setuju saja. Surat ini singkat, tetapi perasaanku dalam dan berat . . .”
Suratnya kepada Hsing-tao keponakannya ada dua, yang satu pada tanggal 22 Mei, yang satu lagi pada tanggal 26 Mei,
“. . . Aku sudah tua dan banyak penyakit. Aku sangat rindu berada di tengah-tengah kerabatku. Seperti sehelai daun yang gugur ke akarnya, demikianlah aku mencari tempat peristirahatan yang terakhir. Aku sungguh-sungguh mengharapkan engkau mau menerima kewajiban untuk menyelesaikan hal ini bagiku. Untuk hal-hal lainnya, terserah kepadamu. Karena kematian bibimu enam setengah bulan yang lalu, kelima organ dalamku terluka, dan sulit sekali aku menempuh hidup hari demi hari. Kuharap engkau mau berusaha sebisanya mengirimkan surat keterangan ke sini. Ketika bibimu masih hidup, dia sering menyebutkan Hwe-yi dan anak-anaknya. Aku tidak tahu bagaimana keadaan anak-anak itu sekarang? Aku merindukan mereka. Aku dengar kalau pergi ke Chekiang ada masalah dengan kupon makan. Aku rasa kerena aku makan hanya sedikit, tentu masalahnya dapat dibereskan, jadi ini bukan masalah lagi.”
“. . . Kuharap engkau dapat mengurus surat keterangan bagiku dari administrasi komunis, yang menjelaskan kesediaanmu menerimaku dan menjamin kehidupanku. Engkau tahu bahwa kakak perempuanku yang menyuplai keperluanku setiap hari. Sikapmu harus tegas dan jelas . . . Aku sangat berharap dapat kembali kepada kerabatku. . .”
Dalam celah-celah surat yang ia tulis, kita tahu bahwa dalam sakitnya, ia tetap bersukacita, ia penuh keakraban dengan famili; ia meneladani Tuhan Yesus kita, karena penderitaan belajar taat. Ia sangat berharap bisa keluar dari penjara, bisa berkumpul dengan keluarga; tetapi Allah menahan dia hingga mati di penjara. Dalam suratnya ia berkata,
“. . . Dalam masa sakit demikian, aku sungguh-sungguh teringat akan kerabat sendiri dan sangat rindu berada di tengah-tengah mereka. Namun aku taat kepada pengaturan atas lingkunganku . . .”
Ini mengungkapkan sikapnya yang taat. Allah benar-benar dengan penderitaan mematangkan dia.
Saudara Watchman Nee meninggal dunia pada tanggal 30 Mei 1972, hari ia terakhir menulis surat (atau keesokan harinya, tanggal 1 Juni 1972), bertempat di Kelompok 14 perusahaan pertanian Pai-yin-san Kabupaten Chou, propinsi An-hwei. Perusahaan pertanian ini memberi tahu kakak sulung istrinya (Saudara Watchman Nee juga menyebutnya kakak sulung), bahwa ia sudah meninggal dunia, dan dikremasi pada tanggal 1 Juni 1972. Cucu keponakan perempuannya mendampingi kakak sulung istrinya pergi mengambil abunya. Cucu keponakan perempuannya berkata, “Juni 1972 kami menerima pemberitahuan dari perusahaan pertanian bahwa kakek (Saudara Watchman Nee) telah meninggal dunia. Saya dengan bibi (kakak sulung Nyonya Nee) pergi ke perusahaan pertanian. Sampai di sana baru mengetahui bahwa ia sudah dikremasikan, hanya bisa melihat abunya saja.”
Ada seorang teman dalam tahanan memberi tahu mereka, saat itu sakit jantungnya kambuh dengan hebat. Dalam keadaannya yang kritis, mereka menaruh dia di atas traktor, menariknya ke Rumah Sakit Perusahaan Pertanian kurang lebih 20 kilometer dari sana. Jalan gunung sepanjang 20 kilometer tidak rata, traktor bergetar dan bergoncang dengan hebat, orang yang sehat saja tidak tahan, apa lagi dia yang sakit jantung akut yang paling takut goncangan. Dalam perjalanan, ia dipanggil oleh Tuhan.
Menjelang meninggal dunia, ia dengan tangannya yang gemetaran menulis berapa baris tulisan besar:
“Kristus adalah Anak Allah, yang mati untuk menebus orang berdosa, bangkit tiga hari kemudian; inilah fakta terbesar dalam alam semesta. Aku mati karena percaya kepada Kristus.”
Ketika petugas perusahaan pertanian menunjukkan kertas itu kepada mereka, cucu keponakan perempuannya berdoa semoga Tuhan membuatnya cepat-cepat menghafalkannya, menyimpan dalam hatinya.
Pengurus perusahaan pertanian juga berkata bahwa ia telah menulis banyak buku “catatan harian reaksioner”; itu adalah terang kebenaran yang baru yang ia terima dalam penjara. Naskah tulisan tangannya yang berharga itu tidak bisa dikeluarkan dari penjara, selain pengaturan Allah yang khusus, yang menyimpannya, mungkin pada suatu hari bisa dikeluarkan.
Ada seorang teman sepenjara memberi tahu mereka sedikit keadaannya di penjara. Teman itu berkata bahwa ketika ia masih hidup, ia senantiasa berdoa untuk orang lain. Tak lama setelah Saudara Watchman Nee meninggal dunia, teman sesama tahanan itu beroleh selamat.
Di atas meja tulis Saudara Witness Lee ada dua kata mutiara yang diukir batu pualam; salah satunya adalah perkataan Saudara Watchman Nee, “Hari depanku kalau tidak terangkat adalah mati martir.” Tepat seperti yang ia katakan, ia dipenjarakan oleh karena Tuhan, dan mati dalam penjara. Ia telah mati martir, mahkota keadilan telah tersedia baginya (lihat 2 Tim. 4:8).
BIOGRAFI RINGKAS
GEORGE WHITEFIELD
Sesudah zaman rasul-rasul lewat, sukar sekali didapat seorang yang layak disebut: "SEBERKAS SINAR PELITA YANG MENYALA BERKILAUAN" seperti George Whitefield.
Tingkat kerohanian di negeri Inggris pada abad ke-18 sangat menurun. Sedikit sekali orang yang mau mendengarkan pengajaran-pengajaran karunia, kebanyakan orang kurang mengetahui kekuatan dan faedah ibadah. Tetapi syukur kepada Tuhan, bahwa keadaan yang sedemikian itu tidak berlangsung lama. Dalam masa kurang lebih tiga puluh tahun, kemunduran itu dapat diperbaiki sehingga keadaan yang menyedihkan itu dapat disingkirkan. Ini disebabkan adanya beberapa orang dari Universitas Oxford yang biasanya menjadi ejekan dan buah tertawaan orang-orang, satu per satu bangun dan bersinar, menerangi kegelapan masa itu dan menolong nasib negeri Inggris. George Whitefield bekerja keras dengan tak mengenai lelah dalam sejarah gereja. Sungguh sukar didapat orang yang sedemikian giatnya, pada setiap tarikan nafasnya, ia tak sedikitpun melalaikan tugasnya yang suci. Pekerjaannya dalam beberapa minggu saja boleh dikata sudah melebihi pekerjaan orang lain dalam masa setahun. Selama tiga puluh tahun ia tak pernah membengkalaikan amanat yang diserahkan Tuhan kepadanya; empat puluh jam, bahkan adakalanya enam puluh jam dalam seminggu, ia tak pernah mangkir berkhotbah kepada beribu-ribu orang. Selesai berkhotbah ia tidak juga langsung istirahat, melainkan berdoa dan menyanyikan kidung pujian bagi Tuhan. Beribu-ribu orang bisa menerima karunia Allah dengan cuma-cuma karenanya, hingga tak sedikit orang dosa yang beroleh selamat. Tidak heran, kalau ada orang yang memujinya demikian: "Banyak orang yang berakal-budi, namun Andalah yang melampaui semuanya."
"YANG HINA BAGI DUNIA, DIPILIH ALLAH"
(I Korintus 1:28)
George Whitefield dilahirkan pada tanggal 14 Desember 1714 dalam hotel Bell Inn di Gloucester, sebuah kota di Inggris. Ketika ia baru berusia dua minggu, ayahnya meninggal dunia, meninggalkan keluarga yang terdiri dari delapan orang, sedang George anak yang bungsu.
Karena perusahaan hotelnya tak ada kemajuan, maka delapan tahun kemudian, ibunya menikah lagi. Ibu George benar-benar memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Ketika George mencapai usia 12 tahun, ia disekolahkan ke sebuah sekolah persiapan. Segera ia menjadi anak yang terpandai dalam sekolahnya. Setiap kali walikota meninjau sekolah itu, dialah yang terpilih untuk mengucapkan kata sambutan. Ia mempunyai ingatan yang menakjubkan. Ia gemar meniru para pendeta yang membacakan doa, untuk kemudian ia berkhotbah kepada kawan-kawan yang mengelilinginya. Ketika berusia 15 tahun, ia terpaksa meninggalkan bangku sekolah, dan tinggal di rumah membantu ibunya menangani usaha perhotelannya. Dalam buku hariannya ia mencatat: "Setiap hari aku mengenakan pakaian kerja biru, membersihkan kamar, menyapu lantai sebagai pelayan tamu-tamu ibuku." Suatu hari, ia mendapat kesempatan mengunjungi kakaknya di Bristol, di tempat itu ia beberapa kali mendengar khotbah; berita-berita yang ia dengar itulah yang pertama-tama meninggalkan kesan pekerjaan rohani kepadanya. Setelah ia kembali, ia tidak lagi membaca buku-buku seni drama, tetapi ia menyusun banyak khotbah dan mengarang buku-buku. Penghidupan dan kebiasaannya yang dulu-dulu dirasanya sangat tawar. Ini bukan karena ia telah memperoleh pengalaman-pengalaman rohani yang dalam dan teguh, melainkan karena ia sangat berminat menjadi seorang tokoh pemberita Injil.
Ia mendapat kesempatan belajar lagi, setelah ia berusia 18 tahun. Ia belajar di Universitas Oxford. Dalam masa 12 bulan pertama, hari-hari dilewatinya biasa saja. Meskipun seluruh waktunya telah terisi oleh pelajaran-pelajaran sekolah, tapi ia masih berkesempatan juga membaca buku-buku, antara lain "Serious Call to the Unconverted", buku kegemarannya. Pada masa itu, dalam Universitas Oxford ada beberapa temannya yang tekun berkumpul berdoa dan mempelajari hal-hal kerohanian. Dua di antara mereka ialah John Wesley dan Charles Wesley. Mereka adalah pemimpin-pemimpin kelompok kecil itu. Perkumpulan itu sudah berlangsung beberapa tahun lamanya. Mereka sering menerima ejekan-ejekan dan mendapat bermacam-macam julukan, antara lain: "Perkumpulan para saleh", "Perkumpulan kaum ibadah", "Anai-anai Alkitab", dan "Kaum Metodis". Pada waktu Whitefield baru saja memasuki Universitas tersebut, perhimpunan itu biasanya hanya dihadiri oleh lima enam orang saja. Orang-orang menyebut mereka kaum Metodis, karena dalam penghidupan mereka, segala-galanya dilakukan dengan amat disiplin. Setiap bulan mereka pasti berhimpun memecahkan roti memperingati Tuhan, dan sering menjenguk orang-orang sakit dan orang-orang hukuman.
Whitefield ingin sekali mengikuti perkumpulan mereka, tetapi karena ia tidak mengenal seorangpun di antara mereka, maka untuk sementara ia tak bisa mengikutinya. Setelah lewat dua belas bulan, barulah ia bisa mendapat kesempatan berkenalan dengan Charles Wesley. Menurut catatan buku hariannya, ia menulis perkenalannya dengan Charles demikian: "Saya menyuruh seorang perempuan tua yang berjualan buah apel di sekolah untuk menyampaikan kepada Charles, bahwa ada seorang perempuan miskin hendak bunuh diri namun tak tercapai, harap Charles suka menjenguknya. Meskipun saya telah berpesan dengan sangat, agar perempuan itu jangan mengatakan bahwa peristiwa itu saya yang menyuruh untuk menyampaikannya, namun perempuan itu tidak menepati janjinya. Karena Charles telah mendengar bahwa saya sering menjenguk ke rumah penjara dan sering mengikuti Perjamuan Suci dalam gereja-gereja, dan juga ia sering melihat saya berjalan seorang diri, maka ia berpesan kepada perempuan itu untuk mengajak saya makan siang dengannya pada keesokan harinya. Inilah kesempatan yang saya nanti-nantikan, karena saya memang ingin sekali berteman dengan mereka yang begitu rohani. Charles segera tahu akan kebutuhan saya; dipinjaminya saya beberapa buku, seperti: "The County Parson's Advice to His Parishioners", "The Life of God in the Soul of Man." Dulu saya tidak mengetahui apa yang disebut ibadah yang sesungguhnya; saya baru mengetahui setelah saya membaca buku-buku pinjaman dari Charles itu. Cepat sekali Allah menunjukkan kepada saya, bahwa ibadah yang sesungguhnya ialah perpaduan manusia dengan Allah, yaitu Kristus yang tergarap di dalam kita. Saat itu saya baru sadar, bahwa saya harus menjadi orang yang diperbarui, seperti perempuan Samaria itu. Saya menulis surat kepada sanak keluarga saya, menyatakan bahwa kelahiran baru itu sesungguhnya ada; tetapi saya dianggap mereka sudah gila.
"AKU TELAH MENGUJI ENGKAU
DALAM DAPUR KESENGSARAAN"
(Yesaya 48:10b)
Ia tak mau membuang waktu dengan sia-sia. Semuanya dilakukannya dengan tertib. Hatinya merasa senang sekali mengikuti semua pekerjaan kaum Metodis, menjenguk orang sakit, menolong fakir miskin. Sayang sekali, keadaan yang menyenangkan itu tak berlangsung lama. Ia sering sakit, hingga untuk sementara ia tak dapat tidak harus menghentikan kegiatannya. Meskipun badannya lemah dan sering sakit, namun karunia keselamatan makin jelas baginya. Dalam keadaan sakit, ia tetap bisa memimpin seorang temannya hingga berpaling kepada Tuhan dan beroleh selamat.
Mereka, teman-teman dalam kelompok kecil yang beribadah itu, sudah tentu banyak menerima tentangan. Kalau Wesley dan kawan-kawannya sudah sejak dulu mengakui Kristus di hadapan umum, maka Whitefield masih malu-malu; mula-mula ia tidak berani mengaku bahwa dirinya sepaham dengan Wesley. Pernah sekali ketika ia mencari Charles, karena ada seorang kawan lewat di situ, ia takut kalau ketahuan olehnya. Akhirnya, hati yang takut-takut ini perlahan-lahan hilang, dan iapun berani seperti Wesley dan kawan-kawannya. Namun ia masih seperti Nikodemus, suka pada malam hari saja berhimpun dengan mereka.
Pada masa pencobaan, banyak orang di antara mereka mengundurkan diri. Tentangan pemilik sekolah sering membuat mereka mengundurkan diri. Lebih suka pujian orang daripada pujian Tuhan, dan sifat takut dipandang rendah, membuat banyak orang meninggalkan kami.
Whitefield anak yang miskin; ia belajar sambil bekerja. Sejak ia berhubungan dengan kaum Metodis, ia sering menerima bermacam-macam ejekan dan hinaan. Ia mengatakan, "Mereka melempari saya dengan barang-barang kotor, ada yang memeras upah kerja saya, Ada dua teman yang dulunya akrab sekali dengan saya, setelah mengetahui bahwa saya bertekad untuk memikul salib mengikuti Kristus, mereka menganggap saya sungguh memalukan dan akhirnya menjauhi saya." Rektor universitas sering menghardiknya, bahkan pernah sekali mengancam akan mengeluarkannya dari perguruan tinggi itu, kalau ia masih terus mengunjungi orang sakit yang miskin. Pada mulanya ia takut akan ancaman itu, tetapi tak lama kemudian, ia berani lagi bekerja seperti sediakala. Untung ada seorang penasihat yang ramah, sering meminjaminya buku-buku, juga bersimpati terhadapnya; orang tersebut tak pernah menentangnya, hanya merasa bahwa George terlalu fanatik terhadap agamanya.
Ketika kawan-kawan dan kerabatnya di Gloucester mengetahui tentang perubahannya, mereka merasa gelisah; mereka tidak menyukainya lagi, bahkan ada yang mengatakan bahwa ia sudah gila. Tetapi Whitefield berkata, "Semua pencobaan yang kecil-kecil itu berfaedah, tak lama lagi saya akan menerima janjiNya, yakni jika seseorang meninggalkan ibu, bapa, anak, isteri atau sawah ladang karena namaNya, ia pasti memperoleh seratus kali lipat pada masa sekarang ini."
"ALLAH . . . AKAN MELENGKAPI, MENEGUHKAN,
MENGUATKAN, DAN MENGOKOHKAN KAMU,
SESUDAH KAMU MENDERITA SEKETIKA LAMANYA"
(I Petrus 5:10)
Keadaan batiniahnya pada masa itu dapat kita ketahui dari catatan hariannya: "Sejak saya sadar, saya merasa ada suatu kehausan yang sangat; haus akan kerendahan seperti Kristus. Ingin mendapat pengajaran Kristus. Seperti Gideon dengan batang berduri menghajar orang-orang Sukot, demikian juga Allah dengan pencobaan-pencobaan berat menguji saya. Biasanya kelika saya mendekati Tuhan, sering merasa nikmat sekali, tetapi semua hiburan itu tak lama hilang semua; sebaliknya saya merasa ada sesuatu yang menakutkan menekan diri saya. Saya minta nasihat Charles Wesley. Ia menganjurkan saya berjaga-jaga dan membaca buku Thomas A Kempis, yaitu "The Imitation of Christ." Beban yang menakutkan itu sedikit demi sedikit bertambah, hingga menghilangkan tenaga saya untuk menjernihkan pikiran, bahkan tenaga berpikirpun rasanya sudah tumpul. Semuanya hanya Allah yang mengetahui. Beberapa lama saya berbaring, meratap karena tekanan yang berat itu. Sehari suntuk, bahkan seminggu penuh, saya terkulai di lantai, mohon Allah memerdekakan saya, menolong saya terlepas dari rasa tinggi hati yang asalnya dari neraka, yang sering mengacaukan pikiran saya. Sayang diri, keras hati, congkak, dan dengki, semua itu merisaukan saya; tetapi saya bertekad untuk menang dari semua itu. Demikian berlangsung selama beberapa bulan, terasa bahwa kecongkakan hampir selalu menempati setiap pikiran, tutur kata, ataupun tingkah-laku saya. Dalam keadaan yang tidak wajar ini, pada suatu hari saya membaca sebagian kata-kata dari buku Custanza: "Spiritual Combat", yang mengatakan, "Barangsiapa ingin mematikan kemauan diri, akan sukar tercapai, sesukar menyuruh orang Indian bertobat." Saya menutup diri dalam kamar baca saya. Ingin tetap diam di situ hingga saya dapat mencari kemuliaan Allah dalam segala hal. Pada saat-saat inilah setan berpura-pura menjadi malaikat terang, hendak membawa saya ke dalam keadaan yang menyendiri. Setiap kali Roh Kudus menaruh suatu pikiran atau keinginan yang indah ke dalam hati saya, setiap kali pula Iblis mendorong saya hingga berbuat yang berlebihan. Misalnya saya hendak mencatat dalam buku harian saya, berapa banyak uang yang telah saya sumbangkan, segera Iblis mencobai saya, sehingga saya tak lagi mencatatnya. Tuan Custanza menganjurkan saya supaya jangan banyak bicara, tetapi Iblis malah menyuruh saya sama sekali tidak berbicara. Dulu saya giat sekali menasihati teman-teman, sekarang sebaliknya, semalaman duduk diam, tidak berkata apa-apa. Ketika Custahza menganjurkan supaya saya mencoba menggunakan pikiran yang tenteram menunggu kehendak Allah, Iblis segera menyuruh agar saya melepaskan segala perbuatan, bahkan tidak membuka suara dalam berdoa. Tetapi setiap kali sesuatu hal berubah melampaui batas, Allah selalu menunjukkan kesalahan saya, juga oleh RohNya, Ia menunjukkan jalan untuk menghindari kesukaran itu.
"Sudah sekitar enam minggu lamanya saya menyendiri dalam kamar saya. Sekarang terasa lagi ada isyarat yang menyuruh saya supaya lebih mengekang napsu. Seminggu dua kali saya berpuasa, mengenakan pakaian yang sederhana sekali. Saya berpendapat, bahwa orang yang bertobat tak seharusnya meminyaki rambutnya, saya mengenakan sarung tangan yang terbuat dari wol, memakai pakaian yang kumal, mengenakan sepatu yang kotor. Meski saya tahu bahwa kerajaan Allah itu tidak dinilai dari hal makanan dan pakaian, tetapi saya bersikeras menjalani semua ini demi meniadakan ego sendiri, mengira semua ini dapat membantu memajukan kerohanian saya. Sampai saat ini, tak ada lagi sesuatu yang saya korbankan, selain meninggalkan perhimpunan umum dan menjauhi kawan-kawan yang beribadah. Saya tak lagi menulis buku harian, berdoa tak lagi bersuara, juga tidak pergi menjenguk orang-orang sakit atau orang-orang hukuman. Kini ada lagi pertanda yang menghendaki saya meninggalkan kawan-kawan yang beribadah kepada Kristus. Saya berketetapan untuk meninggalkan mereka. Pada hari ketiga, saya sudah tak berpuasa bersama saudara-saudara lainnya, sebaliknya, pergi ke luar batas kota untuk berdoa sendirian di sana. Keesokan harinya saya tak menepati janji untuk makan pagi bersama Charles Wesley. Hal ini membuat Wesley curiga. Ia datang ke kamar saya. Baru saja ia masuk, ia segera mengetahui keadaan saya. Ia mengatakan, bahwa keadaan demikian sungguh membahayakan. Ia memperkenalkan John Wesley kepada saya, karena ia lebih berpengalaman dalam penghidupan rohani. Saya bercakap-cakap dengan John. Ia menganjurkan saya supaya kembali pada kegiatan saya semula dengan tidak bersandar pada semua perbuatan ini. Akhirnya, dengan nasihatnya itu, saya tertolong terhindar dari tipu muslihat Iblis."
Tetapi ia tak dapat mutlak terlepas dari hukuman yang telah dicarinya sendiri itu. Ia telah cukup lama menyiksa dirinya sendiri, sehingga tubuhnya makin lama makin lemah, sampai akhirnya tidak kuat lagi menaiki tangga loteng. Keadaan ini tak dapat tidak diberitakan kepada penasihat yang baik budi itu, dan kemudian darinya ia mendapatkan uang untuk berobat ke dokter. Kejadian tersebut menjadi bahan kecaman teman-temannya. Mereka mengatakan, "Lihatlah, apa akibat dari puasanya itu?" Tetapi Whitefield menghibur diri sendiri, katanya, "Tubuh saya meski kurus kering, tetapi Roh saya sebaliknya, kuat." Meskipun ia sudah sakit tujuh minggu lamanya, tetapi ia menganggap itu "upah yang mulia." Setelah lama sekali dalam kelemahan, akhirnya ia tertolong juga. Roh yang berduka sudah lewat, kini ia mengerti tentang sukacita di dalam Tuhan Juruselamatnya. Setelah melewati bermacam-macam pencobaan dalam larut malam yang berkepanjangan, kini bintang yang dilihatnya redup dari kejauhan itu muncul kembali, seakan-akan bintang fajar yang menyinari hatinya.
"INI AKU, UTUSLAH AKU"
(Yesaya 6:8)
Pada tahun 1737, Whitefield sering menerima surat-surat dari kawan-kawannya yang tinggal di benua Amerika. Mereka mengabarkan tentang pekerjaan di Georgia. Mulai saat itu, ia ingin sekali ke luar negeri, membantu pekerjaan mereka di sana. Ia dengan ramah menolak undangan-undangan lainnya, karena hatinya sudah tertuju ke Amerika. John juga menyuratinya mengharap ia mau bekerja sama. Dalam surat itu diterangkan lebih dulu keadaan pekerjaan, kemudian selanjutnya dalam suratnya itu John mengatakan, "Hanya tuan Delamotte yang bekerja sama denganku, sampai nanti datang saatnya Allah menggerakkan hati hamba-hambaNya, mau menyerahkan jiwa mereka ke dalam tanganNya untuk membantu kami. Tuan Whitefield, bila Anda seorang yang digerakkan Allah, bagaimana jawab Anda? Jika tanya saya, adakah penghasilannya? Saya katakan sudah tentu akan terjamin dalam hal makanan, pakaian, dan tempat tinggal, yang dulu tak pernah dimiliki Tuhan ketika Ia masih hidup di dunia; selain itu masih ada lagi mahkota kemuliaan yang tak akan musnah." Setelah Whitefield membaca surat itu, ia segera membalas, katanya, "Setelah membaca semuanya, hati saya melonjak-lonjak."
Semua keadaan yang menimpanya, makin memberinya terang yang menunjukkan jalanNya. Maka ia menulis dalam buku hariannya: "Wesley adalah sahabat karib saya, sedang Georgia ialah negara dalam pangkuan penjajah. Pemerintah rupanya juga memperhatikan kemakmuran, dan di sekitarnya masih terdapat tak sedikit orang Indian. Mengarungi samudera rasanya belum membahayakan tubuh saya sekarang ini. Setelah menimbang masak-masak dan berdoa, saya tetapkan untuk pergi ke Georgia. Saya tahu pasti, bahwa berunding dengan mereka yang masih bertalian dengan darah daging, akan menggagalkan kepergian saya. Karena itulah saya hanya memberitahukan rencana saya kepada keluarga dekat saja."
Ketika sampai di London, karena menganggap hari berangkatnya masih lama, maka dengan waktu yang luang itu, ia pergi ke banyak tempat untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Buku karangannya, yaitu: "Sifat dan Pentingnya Dilahirkan Kembali dalam Kristus", telah mendatangkan kebangkitan rohani di Gloucester, Bristol, dan London. Ia mulai dengan satu cara baru untuk bekerja yang dilakukan dengan tekun, sedikitpun tidak lalai. Cara itu harus dikerjakan dengan memeras otak dan tenaga, akibatnya tubuhnya terasa cukup lelah karenanya. Temannya sering menganjuri dia agar mau memperhatikan kesehatan tubuhnya, tetapi dia selalu menjawab, "Saya lebih suka mengerahkan tenaga hingga habis daripada duduk berpeluk tangan. Saya tidak dapat bersenang-senang sebelum masa kekekalan tiba."
Pada bulan Desember 1737, ia berangkat meneruskan perjalanan ke Amerika dengan kapal Whittaker.
"SUARA ORANG YANG BERSERU-SERU DI PADANG GURUN"
(Matius 3:3)
Hanya empat bulan Whitefield tinggal di Amerika, lalu kembali ke Inggris lagi. Selain akan menyelesaikan hal-hal yang perlu, juga merasa berkewajiban mendirikan panti asuhan yatim piatu di Georgia. Ia mengharap bantuan-bantuan dari negaranya untuk pekerjaannya itu. Sesampainya di Inggris, ia melihat keadaan sudah banyak berubah. Banyak pendeta dan pemberita Injil yang memusuhinya; hanya sedikit mimbar yang membutuhkannya untuk berkhotbah. Yang paling tidak menyenangkan mereka ialah karena mereka menganggap Whitefield telah melanggar peraturan gereja, dengan menerima undangan teman-temannya untuk menafsirkan Alkitab di rumah mereka. Hal itu sebelum Whitefield tak pernah ada. Mereka lalu berusaha sedapat mungkin menghilangkan kebiasaan Whitefield itu. Hampir sebulan ia di London, namun tak ada kesempatan untuk naik mimbar. Keadaan serupa dialaminya di Bristol selama dua minggu. Untungnya masih ada sipir penjara di Newgate yang memberinya kesempatan untuk berkhotbah di hadapan para pesakitan. Sayang sekali, akhirnya walikota juga melarangnya. Dengan demikian tertutup juga pintu penjara itu baginya.
Beberapa kawannya menasihati bahwa ia tak perlu berlelah-lelah lagi ke Amerika; di tempat inipun banyak sekali orang Indian yang berdiam di Kingswood dekat Bristol yang sangat memerlukan pemberitaan pertobatan. Mereka adalah buruh-buruh tambang yang perlu diselamatkan. Mendengar keterangan itu, Whitefield berkata, "Karena mimbar-mimbar di kota ini sudah tidak mau memberi kesempatan kepada saya untuk berkhotbah, maka buruh-buruh tambang yang menderita dan kekurangan pengetahuan itu dan yang akan musnah kelak, mengharuskan saya menghampiri mereka." Lalu ia mengabarkan Injil kepada dua ratus buruh tambang di atas bukit-bukit kecil. Puji syukur kepada Tuhan, banyak di antara mereka yang merasa terharu, menyesali diri, dan mau menerima Juruselamat. Pekerjaan saya selanjutnya hanya saya lakukan di luar kota saja." — "Saya berpendapat, bahwa dengan demikian saya seakan-akan meniru perbuatan Tuhan Pencipta, gunung sebagai mimbarNya dan langit sebagai pengeras suaraNya. Karena orang-orang Yahudi menolak Injil, maka diutusNya hamba-hambaNya pergi ke jalan-jalan dan lorong-lorong memberitakan Injil."
Pekerjaan Whitefield berjalan dengan lancar, sehingga berita Injil dapat tersiar luas. Pada suatu hari, ada sekitar sepuluh ribu orang yang datang berkumpul hendak mendengarkan Injil. Di tepi-tepi jalan, di pinggir pagar-pagar, di bawah pohon-pohon, sampai di atas pohon-pohonpun ada orangnya. Karena pada saat itu adalah hari kerja, maka pakaian dan wajah mereka yang kotor itu jelas menyatakan jenis pekerjaan mereka. Whitefield selanjutnya menulis dalam buku catatannya: "Sunyi tak bersuara, setelah saya berbicara satu jam lamanya, suara saya makin keras berkumandang, sehingga mereka dapat mendengarkan dengan jelas kata-kata yang saya ucapkan. Mereka merasa tidak ada kebenaran sedikitpun dalam diri mereka. Mereka senang sekali mendengar, bahwa ada seorang yang bernama Yesus yang menjadi teman pemungut cukai dan segala orang berdosa. Tuhan itu datang bukan mencari mereka yang benar, melainkan mencari yang berdosa. Reaksi mereka pertama-tama setelah hati mereka tergerak ialah banjir dengan air mata yang mengalir pada kedua pipi mereka yang hitam dan kotor itu, sehingga meninggalkan bekas-bekas yang nyata pada wajah mereka semuanya. Banyak di antara mereka yang bertobat dengan sungguh-sungguh; banyak fakta membuktikan bahwa mereka benar-benar telah beroleh selamat."
Walaupun gereja-gereja di Bristol telah menutup pintu terhadapnya, namun rakyat jelata sangat haus akan firman Tuhan. Apakah yang harus ia perbuat? Ia tidak ragu-ragu lagi, asal ada kesempatan, ia pasti maju demi nama Tuhan. Tak lama kemudian ia mendapatkan kesempatan untuk memberitakan Injil, karena ia telah mendapatkan lapangan yang luas sekali untuk menampung mereka, yaitu di lapangan Bowling Green. "Tuhan sedang bekerja, siapakah yang dapat menghalang-halangiNya? Penjara tertutup bagi saya, rumah kakak tak cukup menampung seperempat jemaah-jemaah pada hari Minggu; tetapi Ia menaruh pikiran dalam hati orang-orang, sehingga mereka memberi tempat di lapangan Bowling Green bagi saya untuk berkhotbah kepada lima ribu orang." Meskipun ia sendiri dan orang-orang yang mau mendengarkan khotbahnya mendapat tentangan dari banyak pihak, namun ia tidak merasa jengkel, bahkan merasa girang sekali, karena dengan demikian ia tahu bahwa Tuhannya yang di sorga sudah mengesahkan persembahannya. Banyak orang datang mencari dia, hendak mencari hiburan rohani dan pimpinan. Ia sering berkhotbah beberapa kali dalam sehari dan malamnya melayani tamu-tamu yang menanyakan soal-soal atau minta pertolongannya. Dari buku catatan hariannya kita dapat mengerti betapa sukacitanya ia menghadapi pekerjaan yang sangat berat itu. Ia mencatat: "Seminggu itu sungguh cepat jalannya. Saya sangat kasihan sekali kepada orang-orang yang menderita kesengsaraan dan berkeluh kesah sepanjang waktu, padahal, asal mereka mau mengasihi Kristus dan mencurahkan segenap waktu mereka untuk melayani Tuhan, mereka pasti tidak akan menemui waktu yang menyebalkan. Karena perbincangan saya mengenai tindasan dan fitnah itu, maka banyak sekali orang merasa heran; mereka berpikir, "Kalau orang-orang sudah menjadi orang Kristen, bagaimana mungkin masih ada tindasan dan fitnahan itu?" "Sungguh sayang sekali! Mereka tidak mengetahui, bahwa seandainya sekarang Kristus datang ke bumi lagi, Ia tentu akan merasakan kembali kesengsaraan dan penyiksaan seperti dulu. Barangsiapa memberitakan InjilNya di dalam RohNya, ia harus bersedia menerima segala penderitaan dan siksaan seperti yang dialami para rasul pada beberapa abad yang lampau. Saya senang menerima segala cemooh karena namaNya itu, karena Majikan (Tuhan) saya dahulu juga sudah menerima segala cemooh. Ya Tuhan, siapkanlah hamba untuk menghadapi segala kemungkinan itu."
"BUKAN DISAMPAIKAN KEPADA KAMU
DENGAN KATA-KATA SAJA,
TETAPI JUGA DENGAN KEKUATAN OLEH ROH KUDUS"
(1 Tesalonika 1:5)
Pada tahun 1739, George Whitefield kembali ke Amerika. "Inilah suatu perjalanan yang bermanfaat dan memuaskan hati saya, sehingga seandainya semesta alam ini diberikan kepada saya, saya tetap tidak sudi membatalkan perjalanan saya ini. Segala hal saya hadapi dengan ketenangan. Ke mana dan kapan saja Tuhan mengutus saya pergi, saya segera pergi; biarlah saya menjadi pengembara selama hidup, hingga tiba di rumah Bapa kelak."
Sesuai dengan sifat bawaannya, orang seperti dia tidak betah tinggal di suatu tempat yang terpencil. Namun karena semangat yang membara dalam dirinya yang ingin menolong jiwa-jiwa yang menghadapi kebinasaan, maka ia sangat ingin cepat-cepat menjelajahi hutan-hutan rimba raya di benua Amerika, guna menuntun jiwa-jiwa berpaling kepada Tuhan.
Kemerosotan kerohanian gereja di Inggris sangat menyedihkan hatinya. "Ah! Kasihan benar keadaan gereja di Inggris! Banyak anakNya yang gugur iman. Mereka lebih suka menonjolkan diri sendiri daripada menyebarkan ajaran bahwa Yesus Kristus ialah Tuhan. Marilah kita mohon kepada Tuhan dengan tekun, menganjurkan lebih banyak hambaNya yang setia keluar ke jalan-jalan raya dan lorong-lorong, mendorong orang-orang untuk percaya." Dalam catatannya tertulis juga: "Kini seluruh muka bumi merupakan lapangan kerja bagi saya. Ke mana saja Tuhan mengutus saya, saya akan menurut dengan patuh untuk menyebarkan InjilNya yang kekal itu."
Meskipun pada awalnya banyak orang Amerika yang bersimpati kepadanya, namun begitu tersiar berita bahwa banyak orang Inggris yang menentangnya, timbullah juga tentangan yang pertama ketika ia di New York. Gereja di kota itu, yang langsung di bawah penilikan gereja di Inggris, tidak memperbolehkannya naik mimbar. Meskipun demikian, ia tak putus asa. Ia pergi ke luar kota, berkhotbah kepada 2.000 pendengar, dengan jendela sebagai mimbarnya dan lapangan rumput sebagai tempat para pendengar, karena temannya tak berhasil meminjam balai-balai pertemuan umum. Keadaan pada masa itu dikisahkannya sebagai berikut: "Setiap kali hendak berusaha, tentu timbul pencobaan-pencobaan baru. Sebelum Allah meninggalkan diri saya, Ia merendahkan saya terlebih dulu sehingga adakalanya saya di dalam keadaan terang, adakalanya di dalam gelap. Puji syukur kepada Tuhan! Bagaimanapun keadaan saya, saya selalu dapat dalam keadaan baik denganNya."
"Menjadi orang Kristen yang sejati sungguh membahagiakan, namun juga meminta banyak perhatian. Pertama-tama harus mengalami kehancuran hati yang disebabkan perasaan berdosa, untuk kemudian bersandar kepada Yesus Kristus hingga dibenarkan. Tidak seperti pendapat kebanyakan orang yang beranggapan bahwa "hidup itu karena berbuat"; hal itu tak beda dengan menyuruh mereka membuat batu bata sebanyak-banyaknya, tetapi tak memberi mereka jerami. Sedikit demi sedikit Tuhan menyadarkan saya, bahwa memberitakan Injil Kristus itu tidak boleh melampaui kebesaran Injil yang kita alami dalam hati kita."
Di mana saja ia tiba, kuasa Injil ikut ternyata. Di bawah ini merupakan salah satu contoh pencurahan Roh Allah secara besar-besaran: "Hari Minggu tanggal 2 Nopember 1740, setengah jam sebelum berkhotbah, saya merasa sangat lemah. Sebelum meninggalkan rumah, saya hanya dapat berlutut di hadapan Tuhan, mengaku bahwa saya seorang berdosa yang kasihan. Waktu saya berada di jalan, lebih terasa lagi kelemahan saya. Setelah naik ke mimbar, saya merasa lebih baik saya diam tak berkata-kata. Tetapi heran sekali, Kristus telah mengaruniai orang yang sedemikian nista ini. Setelah saya berkhotbah tak berapa lama, seluruh sidang menjadi gaduh. Suara berteriak dan ratap tangis terdengar dari empat penjuru. Hati saya sendiri terharu karenanya, sampai-sampai saya tak dapat berkata apa-apa. Saya diruntuhkan oleh perasaan cinta kasih Allah. Saya turun dari mimbar. Seorang perempuan berkata kepada saya, "Marilah lihat yang dijadikan Allah malam ini untuk saya." Saya melihat anak perempuannya meratap dengan sedih: "Oh, Yesus, Tuhanku!" Ada pula seorang anak kecil berlutut di bawah tangga rumah bertingkat, sampai-sampai tak dapat berdiri. Kalau ditanya orang, mengapa ia menangis demikian, ia menjawab, "Siapa yang tak menangis? Kata-kata tadi setajam pisau menusuk hatiku." Saya pulang ke rumah, lalu menjatuhkan diri terlentang di atas pembaringan dalam kesunyian yang menakjubkan. Saya memuji kebesaran kasihNya yang tak terbatas, bebas, mulia, dan penuh dengan kerendahan hati. Hiburan yang mahasuci menggelora laksana ombak dengan kedahsyatannya, hingga kemah (tubuh) saya yang lemah ini tak tahan lagi."
Dalam catatan hariannya, ia sering memakai kata-kata "berkhotbah, bertenaga." -- "Tenaga, setidak-tidaknya berarti pembesaran roh-hati, yaitu suatu perasaan yang menyenangkan yang dicurahkan kepada saya, sehingga saya dapat dengan leluasa berkhotbah, terang dan bertenaga; dan orang yang mendengarpun tergerak."
"IA HARUS MAKIN BESAR,
TETAPI AKU HARUS MAKIN KECIL"
(Yohanes 3:30)
Pada tahun 1740, Whitefield berbeda paham dengan Wesley mengenai penafsiran kebenaran. Tak lama setelah Whitefield dan Wesley sampai di Amerika, ia putus hubungan dengan saudara-saudara Moravia. Sejak saat itu, ia mulai memberitakan pengajaran Armenian yang dahsyat, percaya kebenaran angan-angan; ia juga khusus mementingkan apa yang disebut kesempumaan tak berdosa (Sinless perfection). Pendapat ini berlainan sekali dengan yang pertama mereka kenal. Whitefield sangat percaya akan "Doktrin pemilihan" (Doctrine of Election). Ia berkata demikian: "Hanya Tuhan pemeriksa hati oranglah yang tahu akan kesengsaraan hati saya yang ketakutan, setelah saya lepas dari keduniawian. Ingatan terhadap dosa menyebabkan saya menderita, siang malam saya mengucurkan air mata. Tetapi karena saya memandang Tuhan yang saya tikam, dan demi rahmatNya, tahulah saya betapa besar kelimpahan kurniaNya, betapa kekal dan tak terbatas kasihNya, sehingga hati sayapun terhibur. Oh, mereka dengan sungguh-sungguh mendapatkan meterai Roh yang dijanjikan oleh Allah, betapa tinggi dan indahnya jalan yang terlindung serta karunia pemilihan itu! Saya benar-benar merasa, jika seseorang tidak sungguh-sungguh percaya dan dapat menjamah kebenaran ini, ia tak mungkin terlepas dari dirinya. Hanya dengan sungguh-sungguh percaya akan kebenaran ini, dan tahu bagaimana menggunakannya, barulah ia dapat dengan sesungguhnya melakukan dalam imannya, dan tidak hidup bagi dirinya sendiri, tetapi hidup dalam Putera Allah. Dorongan itu dikarenakan kasih, bukan dikarenakan hati yang takut. Untuk apakah kita masih mencari kebenaran sendiri sambil meneruskan kemerdekaan tekad; padahal kita telah mempunyai kebenaran yang tak terhingga baiknya yang dapat digunakan. Lagi pula, Allah akan memberikan kemuliaan yang kekal kepada kita menurut perkenanNya, dan menentukan keinginanNya di dalam kita."
Whitefield merasa khawatir kalau saudara-saudara akan terpecah-belah akibat perbedaan paham. Karena itu ia menulis: "Semua perpecahan di antara saudara-saudara sering kali menyedihkan hati saya, tetapi saya juga tak merasa heran. Kalau para guru masing-masing tidak dapat menyetujui kata-kata yang berbeda, kesudahannya tentu akan terpecah-belah. Semoga Tuhan mengaruniai kita, agar kita dapat selalu berada di dalam kasih yang tak terputuskan, walaupun kita mempunyai pendirian masing-masing. Oh, saya sungguh rindu akan rumah di sorga! Di sana selama-lamanya tak ada perpecahan, tak ada pertentangan, semua bersama-sama dengan sekuatnya memuji Domba yang bertakhta di sorga. Saya bersedia mencucurkan air mata kasih, saya rela membasuh kaki saudara manapun. Sungguh, saya mau menghamba kepada banyak orang. Saya merasa tak patut atas penghargaan Tuhan terhadap saya. Adakalanya saya dihinggapi penyakit kasih, saya sering membenci diri sendiri."
Tahun berikutnya, ia kembali ke Inggris. Semula ia hendak bersikap netral; tetapi keadaan memaksanya mengumumkan apa yang telah ia pahami dengan yakin, dan menentang apa yang diajarkan oleh Wesley. Meskipun pada mulanya ada pertentangan di antara mereka, tetapi puji syukur kepada Tuhan, keadaan ini tak berlangsung lama, mereka berdua berbaik kembali. Ia menyurati Wesley demikian: "Meskipun saya mengukuhi pilihan yang khusus, cuma-cuma, dan walaupun Anda berlebihan menekankan soal kesucian itu sampai pada batas tertinggi, tetapi saya tidak dapat menyetujui bahwa dosa di dalam diri manusia itu dapat dihapuskan pada masa kini. Baiklah semua perdebatan itu diakhiri sekarang. Janganlah kita mengajarkan hal-hal lain, kecuali Yesus Kristus dan salibNya. Inilah ketetapan saya. Semoga Tuhan menyertai roh Anda."
Ada orang yang menganjurkan agar dia mendirikan perkumpulan sendiri, tetapi dengan keras ia menentang anjuran tersebut. Dari suratnya kepada salah seorang kawannya, dapat diketahui sebagian dari pemikirannya: "Penglihatan Anda betul, saya tidak ingin mendirikan golongan baru, juga tidak ingin menjadi pemimpin. Tidak! Biarlah nama orang, golongan, dan perkumpulan-perkumpulan semuanya runtuh, hanya Yesus Kristuslah menjadi segalanya dan memenuhi segalanya! Saya sudah banyak menerima sanjungan, hingga menjemukan saya. Kalau bukan karena kepentingan Tuhan yang patut saya sembah yang memerlukan saya untuk menampilkan diri, maka untuk selanjutnya dunia ini pasti sulit mendengar suara saya."
"Betapa manusia lama (jiwa Adam) itu tak senang dimatikan di atas salib. Bahkan pikiran yang telah diperbaruipun sukar disuruh merendah, lepas dari rasa mau untung sendiri dan pendirian diri sendiri. Orang dengan terpaksa membuang kedudukan yang tinggi, tetapi siapakah yang rela merendahkan diri di hadapan gereja dan dunia, sehingga lebih kecil daripada yang terkecil? Justru inilah yang harus dipelajari oleh saksi-saksi Yesus. Oh, saya hanya baru belajar dari permulaan. Saya merasa merdeka, tidak mempunyai rencana sendiri, tidak ada tuntutan, tidak ada keluhan. Tetapi saya percaya, bahwa saya mempunyai sepasang mata yang tulus, yang hanya mengharapkan keleluasaan pemberitaan kabar keselamatan. Sedikitpun tidak mempunyai niat untuk mendirikan golongan atau perkumpulan baru; hal inilah yang membuat saya sangat takut. Hanya dengan demikian, saya baru merasa damai. Kedamaian ini tidak diketahui orang-orang dunia; tidak dipahami oleh mereka yang mencari kekuasaan duniawi. Diasingkan orang, direndahkan, dan dicemooh orang, semua itu berfaedah bagi saya. Kawan saya yang paling akrab mencela saya, meninggalkan saya; hal ini malah membuat saya mendapatkan kesetiaan Teman di antara semua teman, yaitu Yesus. Saya mendapatkan satu pelajaran, yaitu menyembunyikan diri di dalam kebenaran kemuliaan Imanuel yang kekal, cukup memuaskan, karena Tuhan yang tahu hati dan pikiran manusia, kelak akan mengutarakan ketulusan hati saya di hadapan orang banyak."
"BANYAK KESEMPATAN BAGIKU . . .
SEKALIPUN ADA BANYAK PENENTANG"
(I Korintus 16:9)
Setelah kawan-kawannya membuat kemah di Moorfield, iapun berkhotbah di situ. Dalam perayaan Pentakosta tahun 1742, ia menunjukkan sikap yang berani sekali. Ada sebuah lapangan luas di tempat itu. Setiap hari raya, lapangan itu penuh dengan orang-orang yang berjualan, mengadakan pertunjukan sulap dengan menabuh bunyi-bunyian sambil menjajakan barang dagangan, ada pula yang membuka pertunjukan sandiwara, wayang, dan lain sebagainya; beraneka ragam banyaknya. Pada hari Senin pukul 06.00 pagi, Whitefield bersama beberapa saudara memilih suatu tempat yang cocok dalam lapangan itu sebagai tempat berkhotbah di tempat terbuka. Pagi-pagi sudah ada 10.000 orang lebih yang berkumpul di situ. Ia mengisahkan keadaan pada waktu itu demikian: "Saya naik ke atas mimbar di tempat terbuka, hati saya merasa girang sekali, karena ternyata kali ini saya lebih unggul, telah mendahului Iblis. Orang-orang segera datang mengerumuni saya. Saya mengambil judul: "Bagaimana Musa meninggikan ular di padang belantara, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan" untuk berkhotbah kepada mereka. Seluruh hadirin diam. Mereka memperhatikan dengan serius, mendengarkan dengan tekun; mereka menangis. Saya lebih bersemangat karenanya. Sorenya kami berkhotbah lagi, tetapi kali ini keadaan berbeda dengan pagi harinya. Ramai sekali suara tepuk sorak orang-orang; bunyi-bunyian sangat membisingkan. Permainan wayang, pertunjukan-pertunjukan lain, sepertinya permainan dagelan, wayang golek sangat menarik perhatian mereka. Jumlah mereka semua kira-kira 220.000 orang. -- Musim menuai sudah tiba, tetapi sayang sekali hasilnya tidak diserahkan kepada Tuhan, melainkan kepada Baalzebul (penghulu setan)."
Mimbar Whitefield berada di depan. Ia mengatakan, "Rupa-rupanya keadaan saya seperti Paulus, dipanggil untuk berlaga (berkelahi) dengan binatang-binatang buas di Efesus, karena itu saya kemudian berkhotbah kepada mereka tentang "Besarlah Artemis, dewi orang Efesus." -- Karena orang-orang yang mengadakan pertunjukan tahu banyak penonton yang meninggalkan mereka untuk kemudian mengerumuni pengabar Injil, maka mereka marah-marah sambil berteriak-berteriak, melempari Whitefield dengan telur busuk, kerikil-kerikil, dan bangkai kucing. Ia seakan-akan berada di tengah-tengah gerombolan singa, tetapi sebagian besar pendengar masih tetap mendengarkan. Ketika hampir selesai, ia mengumumkan, bahwa malam harinya jam 6 akan diadakan khotbah lagi pada tempat yang sama.
Ketika malam harinya ia sampai di tanah lapang itu, sudah ada beribu-ribu orang yang menanti di situ. Ia lebih bersemangat, tetapi tambah mengalami tentangan yang lebih teratur. "Begitu saya naik ke atas mimbar, segera ada sebuah tangan Iblis yang berdemonstrasi. Tetapi begitu ia tampak saya mengenakan jubah hitam berdiri di atas mimbar, segera ia datang. Sungguh hal ini sangat menyakiti Iblis; badut yang memegang cambuk panjang mendekati saya; mereka yang pertunjukannya tak laku, mengikuti saya dengan sikap yang marah-marah. Dengan meloncat bersalto, badut itu naik ke atas punggung kawannya dan mulai mencambuki saya. Dengan berpura-pura menggunakan tenaga yang sangat kuat untuk kemudian jatuh terguling. Mereka mendatangkan tentara cadangan, berbaris sambil membunyikan bunyi-bunyian, menerjang orang-orang yang sedang mengerumuni saya. Melihat hal itu, saya lalu menyerukan para pendengar untuk menyisih dan memberi jalan kepada mereka. Karena aksi mereka itu tidak mendapat reaksi, maka tentara-tentara tadipun dengan tenang-tenang lewat begitu saja." Karena pengacauan mereka kali ini juga gagal, maka akhirnya mereka mengumpulkan banyak orang untuk membuat kekacauan di antara para pendengar, dengan membawa bendera-bendera besar, mereka menyerbu para pendengar; tetapi belum lama mereka berjalan, mendadak terjadi kekalutan di antara sesama mereka sendiri. Sehingga selanjutnya Whitefield dapat berkhotbah lagi dengan tenang.
"Kami kembali ke kemah. Saku saya penuh dengan surat-surat dari orang-orang yang merasa cemas akan jiwa mereka. Saya baca satu persatu di tengah-tengah tepuksorak dan puji-pujian orang."
Keesokan harinya, ia diundang ke Marylebone Fields — suatu tempat untuk mengadakan pertandingan tinju dan pertandingan lainnya. Begitu ia melihat banyak orang berkumpul, segera ia mulai berkhotbah tentang "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya . . . " (Roma 1:16). Mimbar tempat ia berdiri tidak begitu kokoh. Penentang-penentangnya mengetahui kelemahan ini, maka mereka mendesak orang-orang yang berdiri dekat mimbar dengan maksud hendak merobohkan mimbar itu; namun Whitefield sedikitpun tidak menderita karenanya. Waktu ia meninggalkan mimbar hendak naik ke atas kereta, ia merasa ada seseorang menyinggung topinya. Ia menengok ke belakang, tampak olehnya seorang yang memegang sebilah pedang. Ujung pedang itu sudah mengenai pelipisnya. Untungnya ada orang lain yang mengetahuinya, yang dengan segera memukul pedang itu dengan sebatang tongkat hingga jatuh. Orang-orang menjadi marah. Mereka menyerang si pemegang pedang tadi itu. Kalau tidak dicegah oleh kawankawan Whitefield, mungkin orang itu akan teraniaya hebat. Kejadian ini sedikitpun tak menyebabkan ia merasa kurang senang. Keesokan harinya ia datang pula. — "Sekali lagi mereka datang mengacau dan mengancam, tetapi kesemuanya itu tak berguna. Ada salah seorang yang lebih garang daripada yang lainnya; ia memanjat sebatang pohon yang terdekat dengan mimbar untuk menonjolkan diri. Mula-mula saya juga tertegun karenanya. Saya berpendapat, Iblis sekarang sungguh keterlaluan. Setelah ketegangan saya agak reda, saya anjurkan hadirin agar mengetahui dengan mata mereka sendiri akan keadaan semacam itu, supaya mereka dapat memutuskan apakah kecaman-kecaman saya terhadap orang-orang itu betul atau salah, bersandarkan kata-kata Bishop Hall yang alim, yaitu: "Kalau membiarkan orang berbuat semaunya, maka orang itu ialah separuh Iblis dan separuh binatang." Kemudian seluruh hadirin menjadi tenang kembali. Saya dengan ramah tamah menasihati mereka. Setelah selesai, saya bersama kawan-kawan saya balik kembali ke kemah. Saya akhiri pekerjaan dalam hari besar itu dengan membaca suratsurat yang telah saya terima dari orang banyak. Beribu-ribu orang bersorak-sorak memuji Tuhan.
Whitefield juga menceritakan hal yang sangat menarik pada hari itu: "Beberapa anak-anak suka sekali mendekati saya sambil duduk di atas tangga mimbar, membantu menyerahkan surat-surat dari hadirin. Dalam kegaduhan, mereka tidak pernah undur. Setiap kali saya dipukul orang, mereka selalu memandang saya dengan mata kekanak-kanakan yang berlinangan air mata, seakan-akan ingin menerima pukulan orang sebanyak 350 jiwa."
"SEBAB OLEH KARENA PEKERJAAN KRISTUS
IA NYARIS MATI
DAN IA MEMPERTARUHKAN JIWANYA"
(Filipi 2:30a)
Pada tahun 1769, Whitefield untuk ketigabelas kalinya mengarungi samudera, menuju benua Amerika. Di mana saja ia memimpin perhimpunan, di sana selalu diberkati Allah. Tahun berikutnya ia memberitakan Injil di daerah bagian timur. Sesampainya di Exeter, ia menerima undangan dari orang-orang di tempat itu. Di situ ia mengadakan pengabaran Injil di tempat terbuka.
Orang-orang yang mengetahui keadaannya yang telah payah, menganjurkan agar ia beristirahat, jangan berkhotbah lagi. Tetapi ia menjawab, "Sesungguhnya, . . ." sambil membalikkan tubuhnya dan merangkapkan kedua tangannya, ia menengadah ke atas dan melanjutkan, "Ya Tuhan, meskipun pekerjaanMu itu melelahkan, namun saya tidak akan merasa lelah atau merasa bosan untuk mengerjakan terus. Kalau perjalanan saya belum selesai, biarkanlah saya berbicara di luar batas kota sampai setelah saya pulang ke sorga." Berkhotbah kira-kira selama dua jam, ia mulai merasa lelah sekali. Inilah khotbahnya yang terakhir. Seorang yang mula-mula menggunakan daerah-daerah luar kota pada zaman ini, hari ini dengan pemberitaan Injil di tempat terbuka telah mengakhiri pekerjaannya. Orang-orang yang menyaksikan suasana waktu itu, mengatakan "Ia bangkit berdiri. Wajahnya sudah tidak menyatakan khotbahnya yang bertenaga. Mukanya pucat, matanya sayu, seakan-akan sinar terang dari sorga hendak mencari jalan keluar melalui tubuhnya yang telah lapuk itu. Kesemuanya itu sangat mengharukan orang banyak. Sungguhpun hatinya berkehendak, tetapi tubuhnya lemah. Ia berdiri sesaat lamanya tak dapat berkata-kata. Kemudian ia berkata, "Saya sedang menunggu berkat Tuhan, karena saya tahu benar, bahwa Ia akan sekali lagi menegakkan saya, agar saya dapat berkata-kata demi namaNya." Kali ini ia telah menyampaikan berita yang baik sekali; kalau tak salah, pada bagian akhir kata-katanya, ia berkata: "Saya akan pergi, akan pergi ke suatu tempat peristirahatan yang telah tersedia. Matahari saya yang telah terbit dan menyinari banyak orang, kini segera akan tenggelam. Tidak, hal ini tidak mungkin, malahan akan naik ke puncak kemuliaan yang tak dapat rusak. Meskipun dalam dunia mereka hidup lebih lama daripada saya, — karena sewaktu tubuh yang fana ini telah membusuk, masih akan menyusul lagi orang-orang yang hidup, tetapi dalam sorga, mereka tak dapat hidup lebih lama daripada saya. Inilah pikiran yang suci! Saya akan berdiam di suatu dunia lain tanpa ada yang dikatakan: waktu, tua, sakit, dan susah. Meskipun tubuh saya akan rusak, tetapi roh saya sebaliknya membesar. Betapa saya ingin hidup sampai kekal untuk memberitakan Kristus! Tetapi kepergian saya ini berada dalam penyertaanNya. Hidup saya sungguh pendek, kalau dibandingkan dengan pekerjaan-pekerjaan di depan yang belum saya selesaikan. Kalau saya meninggalkan dunia ini, Allah sumber damai sejahtera itu yang akan menguatkan Anda sekalian, karena betapa sedikitnya orang yang memperhatikan soal sorgawi pada masa ini."
Malam itu, penyakit asmanya kambuh, ia sangat susah bemapas. Keesokan harinya, ketika ia mencapai usia 56 tahun, pukul enam, tanggal 30 September 1770, dengan tenang ia meninggalkan dunia fana ini untuk pergi ke pangkuan Bapa.
"KASIH ALLAH TELAH DICURAHKAN
DI DALAM HATI KITA"
(Roma 5:5)
Rahasia kekuatan Whitefield ialah kasihnya terhadap jiwa manusia. Ketika ia berbicara kepada orang dosa yang akan binasa, dengan tak disadarinya, ia mencucurkan air mata. Tangisnya benar-benar memberi kesan yang dalam dan mengharukan orang. Sedikit sekali yang dapat menolaknya. Ia berkata, "Anda melarang saya menangis, tetapi mana mungkin saya mengendalikan untuk tidak menangis? Jiwa Anda yang akan binasa ini sedang berada di tepi jurang kemusnahan, tetapi Anda tetap tak meratap bagi diri Anda sendiri. Mungkin sekali Anda untuk penghabisan kali mendengarkan Injil, dan kemudian tak ada kesempatan lagi untuk percaya Kristus."
Dalam kesaksian Wesley mengenai diri Whitefield dikatakan: "Kasih Allah sudah dicurahkan rata ke dalam hatinya oleh Roh Kudus, hingga ia menaruh kasih yang murni dan lemah-lembut terhadap setiap orang. Karena itulah ia dapat berkata-kata dengan tidak kunjung habis, dan mengeluarkan suatu tenaga yang ajaib yang dapat menundukkan orang dosa yang keras hati. Kasih itu sering membuat kepalanya bagaikan kolam, dan matanya bagaikan pancaran air mata."
Biografi
CHARLES HADDON SPURGEON
Alam pikiran kaum puritan nyata sekali mempunyai ciri-ciri yang istimewa. Mereka siang malam memikirkan manusia surgawi dan pekerjaan-pekerjaan kekal. Mereka tidak merasa puas hanya dengan mengakui adanya Tuhan Pencipta dan Penguasa alam semesta sebagaimana anggapan umum. Bahkan mereka membiasakan diri untuk menganggap segala sesuatu terjadi menurut kehendak Yang Mahatinggi. Karena kuasa-Nya luas tak terbatas, maka pengawasan-Nya pun tidak pernah salah. Menurut pandangan mereka, tujuan yang tertinggi dari hidup manusia adalah mengenal Dia, mengabdi kepada-Nya dan menikmati-Nya. Semua keindahan dan keagungan hanya tergantung pada anugerah-Nya semata. Kalau mereka sudah yakin benar bahwa mereka telah diperkenan, mereka pun bisa memandang rendah segala kemuliaan dan keagungan duniawi. Sedikit sekali mereka mempelajari filsafat atau membaca karangan-karangan para pujangga, sebaliknya mereka hafal sekali akan firman-firman Tuhan. Malaikatmalaikat diutus Tuhan untuk melindungi mereka. Istana mereka bukan buatan manusia. Mereka memandang rendah kekayaan, kecakapan, kemuliaan, dan kedudukan duniawi. Matahari menjadi gelap, kuburan terbuka, orang mati bangkit; semua itu karena Dia. Begitulah, karena Tuhan tersalib, seluruh alam semesta gemetar. Demikian dalam perasaan mereka terhadap peristiwa itu, sehingga segala hal dapat dilaluinya dengan tabah dan terlepas dari angan-angan yang merangsang. Ungkapan di atas tepat sekali bagi Spurgeon, karena itu dia disebut orang sebagai “ahli waris kaum puritan” (Heir of the Puritans).
Keturunan orang benar akan diselamatkan
(Amsal 11:21)
Spurgeon dilahirkan pada tanggal 19 Juni 1834, di Kelveden Essex, sebuah kota di Inggris. Leluhurnya mungkin adalah pelarian (pengungsi) Belanda yang mengungsi ke Inggris pada tahun 1568. Sebab pada masa itu raja Philip II dari Spanyol menitahkan Duke of Alva untuk membasmi kekuasaan kaum protestan di negeri Belanda, sehingga ada 18.000 orang yang terbunuh. Banyak yang melarikan diri ke negeri Inggris untuk menghindari penindasan keagamaan ini. Di antaranya terdapat keluarga Spurgeon. Dalam abad keenam belas itulah umat Kristen di Inggris bersatu dengan umat Kristen yang datang dari negeri Belanda, Prancis, Belgia dan lain-lain, lalu terbentuklah kaum puritan yang tersohor dalam sejarah. Di Inggris pun mereka tak terhindar dari penindasan. Pada akhir abad ketujuh belas waktu John Bunyan dipenjarakan di Bedford Jail karena kebenaran, moyangnya, Job Spurgeon juga dipenjarakan di Chelford Jail karena mengikuti kumpulan gereja Nonconformist.
Spurgeon pernah berkata demikian, “Saya rela menjadi keturunan orang yang pernah tersiksa karena kebenaran, tetapi saya tak rela mempunyai darah keturunan kaum bangsawan atau pun raja-raja”. Job Spurgeon telah menderita dalam hal materi dan jasmani demi membela kesaksian hati nuraninya yang bersih. “Orang Kristen Essex inilah leluhur saya . . . Saya suka sekali meneruskan citacita leluhur saya, yaitu mengabdi kepada Allah.”
Ketika ia berusia 18 bulan ia dibawa ke tempat kakeknya, Jakub. Di situlah, di rumah pendeta kakeknya, ia berdiam selama 6 tahun. Ini disebabkan perekonomian ayahnya yang agak minus. Ayahnya adalah seorang muda yang senang melayani Tuhan. Sambil melayani Tuhan, dia menjadi juru tulis. Anaknya banyak. Iman nenek Spurgeon sangat murni. Ia sangat peramah. Lima puluh empat tahun lamanya mengabdi kepada Tuhan dianggapnya sehari saja. Neneknya sangat beribadah dan rajin bekerja, walau usianya sudah lanjut. Pada suatu pagi di hari Minggu, neneknya merasa kurang enak badan, lalu ia tinggal di rumah sambil membaca Alkitab dan berdoa. Waktu kakeknya pulang didapatinya dia duduk bersandar pada sebuah kursi malas yang reyot. Sebuah Alkitab yang terbuka terletak di pangkuannya, kepalanya tertunduk, kacamatanya turun ke bawah hingga menempel pada hidungnya. Dengan tenang ia tidur (meninggal) dalam pangkuan Tuhan. Telunjuknya terletak pada sebuah ayat, yaitu Ayub 19:21: “Tangan Allah juga sudah menjamahmu” (Tl.).
Kakek dan neneknya sangat mengasihi Spurgeon, Spurgeon juga sangat mengasihi mereka. Waktu berusia 6 tahun, suatu hari Spurgeon menemukan sejilid buku Pilgrim’s Progress di loteng yang gelap. Dalam buku itu terdapat gambar ukiran kayu. Segera buku itu dibawanya turun untuk dibaca. Perhatiannya tertuju pada bungkusan besar yang dipikul umat Kristen itu, lalu katanya, “Setelah begitu lama dia memikul beban berat itu, akhirnya terlepas juga, saya sangat gembira karenanya”. Sepanjang hidupnya telah 100 kali ia membaca buku Pilgrim’s Progress ini, sehingga bentuk karangannya terpengaruh oleh John Bunyan, pengarang Pilgrim’s Progress itu. Kecuali itu ia pun menemukan sebuah cerita orang sakit dan karangankarangan berjilid tebal dari kaum Puritan. Semuanya dibawanya turun untuk dibaca satu per satu. Buku-buku tua itulah yang mempengaruhi pengabdiannya di kemudian hari.
Waktu berusia 7 tahun, ia kembali ke rumah ayahnya. Tubuh ayahnya sangat tegap; ia senang melayani Tuhan, juga sangat mengasihi anak-anak muda. Pengorbanannya bagi anak-anaknya dapat diketahui dari ucapannya, “Kalau saya sedikit saja mengurangi perhatian saya terhadap pendidikan anak-anak, saya dapat berpakaian yang bagusbagus dan tak perlu selalu mengenakan baju yang rombeng ini.” Ibunya, Eliza, meski bertubuh kecil, namun hatinya lapang. Bantuannya kepada Spurgeon sungguh tak terkata benyaknya.
Spurgeon sendiri berkata demikian, “Saya tak dapat dengan kata-kata menyatakan betapa besar kasih sayang yang telah dilimpahkan-Nya. Tuhan memberkati saya, sehingga saya bisa menjadi seorang anak dari orang yang sering mendoakan dan berdoa bersama saya. Mana mungkin saya melupakan bagaimana ibu berlutut sambil memeluk saya dan berdoa, “Ya Tuhan, biarlah anak saya hidup dalam Tuhan.” Ada orang mengatakan bahwa anakanak tak bisa mengerti pengajaran-pengajaran keagamaan yang dalam. Para guru Sekolah Minggu sering secara sengaja mengesampingkan garis-garis besar Injil, sebab mereka berpikir anak-anak itu belum mempunyai daya tangkap akan kebenaran-kebenaran itu. Tapi saya dapat bersaksi bahwa anak-anak itu bisa mengerti Alkitab. Saya tahu dengan pasti, waktu saya masih kanak-kanak, saya telah bisa mempelajari banyak kesulitan dan pertentangan dalam theologia. Mana kala seorang anak bisa jatuh ke dalam kebinasaan, saat itu pulalah ia mungkin diselamatkan. Waktu saya masih kanak-kanak, setiap Minggu malam saya selalu bersama-sama ibu mengitari meja membaca Alkitab, dan ibu mengartikan ayat-ayat yang baru kami baca. Setelah selesai membaca Alkitab, kami berdoa. Kemudian membaca pula buku Peringatan Richard Alleine (Richard Alleine’s Alarm) atau Panggilan bagi orang yang belum percaya oleh Baxter (Baxter’s Callato the unconverted). Ibu setiap kali menasihati kami berkenaan dengan keadaan kami. Maka tak heran kalau kedelapan anakanaknya semua beroleh selamat.
Ayahnya senang melayani Tuhan. Ia sering pergi menjenguk anggota-anggota yang dalam kelemahan, sehingga melalaikan asuhan kerohanian bagi anak-anaknya. Pada suatu hari ia merasa tidak tenang. Dengan membawa perasaan yang tidak tenang itu, ia pulang ke rumah. Setiba di rumah, ternyata anak-anaknya tidak ada di rumah. Di kemudian hari ia berkata, “Di atas loteng terdengar suara istri saya sedang berdoa. Dia sedang mendoakan anakanaknya satu per satu. Sampai tiba giliran Charlie (yaitu Spurgeon), teristimewa dia mendoakannya dengan tekun. Sebab anak ini paling nakal, sering melakukan permainan yang membahayakan. Setelah istri saya selesai berdoa, saya pun berdoa dengan diam-diam, ‘Ya Tuhan, sekarang saya boleh terus memperhatikan pekerjaan Tuhan, sebab sudah ada orang yang memperhatikan anak-anak Tuhan.’”
Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan
(Yesaya 45:22)
Pada tanggal 6 Januari 1850, Minggu pagi di musim dingin, Spurgeon dilahirkan kembali. Saat itu ia baru berusia 15 tahun. “Saya katakan kepada saudara-saudara sekalian bagaimana saya mengerti akan kebenaran-kebenaran. Kesaksian ini mungkin bisa membantu banyak orang untuk datang menghampiri Tuhan. Ketika saya masih kanak-kanak, Allah sangat ingin memberikan perasaan berdoa kepada saya. Saya melewati hari-hari yang menyedihkan, tanpa harapan, dan tiada penghiburan. Hati saya selalu berpendapat bahwa Tuhan tentu tidak mau menyelamatkan saya. Saya selalu mengira bahwa saya adalah orang yang paling terkutuk di antara semua manusia. Meskipun saya tidak pernah berdosa secara terang-terangan menentang Allah, tapi kalau saya memikirkan didikan dan asuhan yang saya terima sejak kecil, saya merasa dosadosa yang menindih saya itu lebih berat daripada yang menindih orang lain. Saya mohon ampunan-Nya; namun saya khawatir kalau-kalau Dia tidak mau mengampuni saya. Akhirnya keadaan saya makin hari makin bertambah buruk. Saya sungguh merasa berat sehingga tidak dapat berbuat apa-apa lagi. Hati saya remuk redam.
Enam bulan lamanya saya terus berdoa dengan tekun dan meratap, tetapi tetap tidak menerima jawaban. Adakalanya saya merasa jemu dengan dunia ini, saya mengharap lekas-lekas meninggal saja. Tapi saya teringat akan dunia lain yang lebih menakutkan. Mana mungkin saya datang ke hadapan Tuhan dengan tidak ada persiapan? Adakalanya saya berkesan jelek terhadap Allah, menganggap Allah seolah seorang raja bengis yang tidak berbelas kasihan, sebab Dia tidak mau mendengar doa. Saya beranggapan bahwa saya ini memang hanya patut dibuang, dijerumuskan ke dalam neraka. Saya bertekad untuk pergi mengunjungi setiap tempat sidang dalam kota saya, untuk mencari pintu keselamatan. Asalkan Tuhan mau mengampuni saya, saya bersedia berbuat segala hal, menjadi orang apa pun.
Hari-hari berikutnya, saya menghadiri setiap perkumpulan. Meskipun saya menghormati mereka yang berkhotbah, namun sekali pun saya belum pernah mendengar mereka memberitakan Injil yang cukup sempurna. Maksud saya, mereka memberitakan kebenaran yang besar, indah, dan sangat tepat bagi orang-orang yang berkerohanian. Tapi yang sangat saya perlukan adalah bagaimana dosadosa saya dapat diampuni. Tentang hal ini mereka tidak pernah membimbing saya. Saya mengharapkan suatu petunjuk bagaimana seorang dosa yang memikul beban dosa dapat didamaikan dengan Allah. Tapi kalau saya mendengarkan khotbah, sering mereka berkata: Jangan menipu diri sendiri. Allah itu adil, Ia tak dapat dikelabui. Kata-kata itu makin memperlebar luka saya. Saya belum pernah mendapat petunjuk bagaimana saya bisa terlepas dari ikatan dosa-dosa. Pada suatu hari, saya mendengarkan khotbah lagi. Judul khotbah hari itu adalah pembahasan tentang kemuliaan orang benar, yang sama sekali tak ada sangkut-pautnya dengan saya, orang hina ini. Saya seakanakan seperti anjing yang berada di bawah meja, tidak berhak makan makanan anak-anak-Nya. Saya katakan dengan sejujurnya, setiap kali saya pergi, saya selalu berdoa lebih dulu. Bahkan saya yakin, mungkin tak ada orang lain yang lebih memperhatikan khotbah daripada saya, sebab saya benar-benar ingin mengerti bagaimana saya dapat diselamatkan.
Pada suatu hari, salju turun dengan sangat lebat, sehingga saya tak dapat menghadiri tempat sidang yang biasa saya kunjungi. Terpaksa saya berhenti di tengah jalan. Ternyata tempat itu merupakan tempat perhentian yang tepat bagi saya untuk memperoleh keselamatan. Sebuah balai pertemuan kecil yang disebut Primitive Methodist Church. Telah banyak saya mendengar tentang mereka. Bagaimana mereka menyanyi dengan suara keras yang menyakitkan telinga, namun saya tak menghiraukan semua itu. Asalkan saya tahu bagaimana saya dapat beroleh selamat, tak menjadi soal bagi saya meski kepala saya pusing karenanya. Dengan demikian masuklah saya untuk mengikuti perhimpunan itu.
Tapi, ditunggu-tunggu tidak nampak pendeta yang datang. Akhirnya berdirilah seorang yang jangkung kurus, nampaknya seperti seorang tukang sepatu, atau mungkin tukang jahit. Orang itu berjalan naik ke atas mimbar, membuka Alkitab dan membacanya, ‘Berpaling kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan!’ (Yesaya 45:22). Ia menatap saya seakan-akan mengetahui keadaan saya, sambil berkata, ‘Hai pemuda, Anda di dalam kesulitan!’ Tak salah, saya benar-benar di dalam kesulitan. Sambungnya, Kecuali Anda menatap dan memandang Kristus, selama-lamanya Anda tidak dapat terlepas dari kesulitan itu.’ Selanjutnya ia mengangkat kedua tangannya, dengan suara keras berseru, ‘Saya kira hanya kaum Primitive Methodist sajalah yang dapat berbuat ini, — Pandanglah! Pandanglah! Pandanglah! Pandanglah saja!’ Segera saya nampak keselamatan. O, saat itu saya sungguh gembira dan melonjak-lonjak. Saya tidak tahu apa yang diucapkannya kemudian, sebab saya telah tertarik oleh anganangan itu, tak dapat memperhatikan yang lain. Sama halnya waktu ular tembaga ditinggikan. Orang-orang Israel yang terpagut ular tedung, asal mau memandangnya, segera sembuh. Saya menantikan mau berbuat sesuatu, tetapi waktu saya mendengar kata “pandang” ini, saya merasa betapa indahnya kata ini. O, saya terus memandang sampai ke surga kelak. Dalam kegembiraan yang tiada batas, tetap saya memandang kepada-Nya.
Betapa sedap air anggur yang diperoleh dari dalam tempayan pengenalan dosa. Betapa murni emas yang tergali dari dalam tambang pertobatan. Betapa berkilauan mutiara yang diambil dari dalam lembah kesukaran. Pengalaman kerohanian, yang diperoleh dari dalam perasaan-perasaan yang remuk redam sungguh berfaedah bagi seseorang. Seorang yang berdiri di hadapan Allah, dengan leher terikat tali dan telah dihukum, begitu diampuni, maka kegembiraan yang ia rasakan sungguh tidak terkatakan. Dia akan bangun memuliakan Tuhan yang menebus dengan darah-Nya. Sekarang saya dapat mengerti perkataan Rutherford yang diucapkannya dalam penjara Aberdeen. Waktu itu ia dipenuhi kasih Kristus lalu berkata, ‘O, Tuhan, kalau seandainya ada jurang neraka yang menyekat antara Tuhan dengan saya, dan saya tak dapat menghampiri Tuhan kecuali menyeberanginya, maka tanpa pikir panjang lagi, tentu saya ceburi juga, asal dapat datang memeluk Tuhan dan berkata, Tuhanlah milik saya.’ Saya merasa bahwa selanjutnya saya harus memberitakan Injil kepada orang berdosa dalam khotbah saya. Seorang pemberita Injil yang pandai berkhotbah, tetapi tak memberitakan Injil kepada orang-orang berdosa, saya anggap orang itu tak mengerti bagaimana pemberitaan Injil itu.”
Keesokannya setelah beroleh selamat, pergilah ia mengunjungi orang-orang miskin dan membicarakan tentang Tuhan kepada teman-teman sekolahnya. Ada yang mendengar ia berkata kepada bapak guru begini, “Segalanya telah ditentukan, saya harus memberitakan Injil Tuhan.” Wataknya penakut, bahkan disuruh menghafalkan pelajaran saja sudah gemetaran. Kalau mendadak ditanya orang, atau disuruh berbicara, maka terpakulah ia dan tak sepatah kata pun dapat diucapkan. Namun ia bergairah melayani Tuhan. Mula-mula ia pergi ke setiap rumah untuk membagi-bagikan selebaran, atau mengirimkannya lewat pos kepada orang-orang yang dirasanya perlu dibimbing. Keberaniannya makin lama makin bertambah. Sering, setelah memberi selabaran kepada seseorang, lalu diajaknya yaitu bercakap-cakap dan melalui kesempatan itu diberitakanlah Injil. Kemudian ia menjadi guru Sekolah Minggu. Selamanya ia tak memandang rendah pekerjaan apa pun, dan tidak melewatkan kesempatan-kesempatan.
Sejak ia diselamatkan, siang malam terus membaca Alkitab. Dia membaca dengan sangat cermat, dan sedapat mungkin mengikuti jejak Tuhan sesuai firman Alkitab. Setelah tiga minggu ia membaca Alkitab, ia merasa dirinya harus dibaptis. Dalam surat yang diberikan kepada ayahnya dia berkata, “Bukankah dikatakan dengan jelas dalam Alkitab, bahwa begitu orang percaya Tuhan Yesus, ia harus mengaku di hadapan umum? Inilah salah satu kewajiban kita. Saya percaya dengan sungguh, dan menganggap bahwa dibaptis adalah satu perintah Kristus. Kalau saya belum dibaptis, hati saya belum tenteram. Hati nurani saya menaklukkan saya, ini adalah kewajiban saya, yaitu harus dibaptis, dikubur bersama Kristus, meski saya tahu bahwa ini bukan yang menyebabkan beroleh selamat”. Pada tanggal 3, pagi hari, dibaptislah ia. Ia nampak, “sungguh besar kelimpahan berkat demi mematuhi perintah-Nya itu”.
Memusatkan pikiran dalam doa dan pelayanan Firman
(Kisah Para Rasul 6:4)
Pada suatu pagi, tepat pada hari ulang tahunnya yang keenam belas, ia diterima untuk mengajar sambil belajar dalam Cambridge School. Segala sesuatu telah diatur rapi baginya. Begitu ia tiba di sekolah itu, ia ingin mengikuti misi pemberitaan Injil. Di situlah ia mendapat pengalaman khotbahnya yang pertama kali. “Saya diutus untuk menemani seorang pemuda pergi memberitakan Injil di Toversham. Saya kira malam ini dialah yang akan berkhotbah. Maka dalam perjalanan saya berkata kepadanya, ‘Malam ini Tuhan tentu memberkati pekerjaan saudara.’ Jawabnya, ‘Ah, selama ini aku belum pernah berkhotbah, dan aku tak pernah memikirkan hal itu. Aku hanya diutus untuk menemani saudara, sungguh aku hanya mengharapkan Tuhan akan memberkati khotbah saudara.’ ‘Tidak, saya tak pernah berkhotbah, saya pun tak tahu apakah saya dapat berkhotbah.’ Kami berjalan terus, sehingga sampai di tempat yang dituju. Perasaan saya gemetar, tak tahu apa yang akan terjadi.
Sidang telah mulai, tidak nampak seorang pun yang berkhotbah. Saya baru berusia 16 tahun, tetapi semua orang sedang menunggu saya berkhotbah, terpaksa saya bangun berkhotbah.” Demikianlah ia lalu mengambil ayat 1 Petrus 2:7, “Karena itu bagi kamu, yang percaya, ia mahal” sebagai judul.
Dia berbicara dengan serius dan semangat, sampaisampai seperti orang gila. Dia seperti tidak merasakan ikatan apa-apa, dengan leluasa sekali berkhotbah sampai selesai. Para pendengar merasa heran akan usianya yang masih muda, namun bisa mencapai hasil begitu rupa. Seorang nenek menanyakan usianya. Dijawabnya demikian: “Di bawah 60 tahun. Tetapi usia saya tak penting, yang penting adalah kenanglah Yesus!”
Dalam bulan Oktober, dia diutus lagi ke Waterbeach yang jauhnya 50 km dari Cambridge untuk memimpin perkumpulan di sana. Judul khotbahnya pada waktu itu ialah Matius 1:21. Meski yang hadir hanya 12 orang, tetapi mereka menyukai dia, sehingga ia diminta terus mengunjungi mereka. Setiap kali dia berjalan kaki ke sana dan tinggal sampai beberapa bulan. Akhirnya dengan resmi mereka mengangkatnya sebagai pemimpin jemaat di situ. Setelah berkali-kali berdoa, akhirnya dia memutuskan berhenti dari sekolahnya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu.
Dalam waktu dua setengah tahun, itu boleh dikatakan masa latihannya yang sungguh. Dia rajin bekerja, sampaisampai penduduk desa di situ bertanya, apakah dia sempat tidur. Mengenai keadaan itu diceritakannya begini: Saya ingat, saya berkhotbah dalam sebuah gubuk kecil. Pertamatama yang saya khawatirkan adalah, dapatkah Tuhan menggunakan saya untuk menyelamatkan orang. Ada yang menyebut saya sebagai orang yang miskin. Saya kira memang begitulah keadaan saya. Sebab saya mengenakan seperangkat pakaian pendek. Waktu saya memberitakan Injil, hati saya merasa tak tenteram. Saya pikir: Injil itu telah menyelamatkan saya, tetapi dulu itu orang lain yang memberitakan. Saya tidak tahu, kalau saya yang memberitakan, bisakah menyelamatkan orang? Setelah lewat beberapa minggu, saya sering bertanya kepada para majelis, kalau-kalau ada orang yang mau mencari Tuhan. Teman saya menjawab: “Tentu ada, tak perlu disangsikan lagi”. Maka kata saya: “O saya ingin tahu orangnya, saya ingin sekali menjenguknya”. Akhirnya pada suatu Minggu sore, teman itu mengatakan, bahwa ada seorang perempuan yang telah memperoleh Tuhan demi penginjilan saya tiga minggu yang lalu. Segera saya katakan, “Antarkan saya, saya ingin segera menjenguknya.” Hari Senin pagi, pekerjaan pertama yang saya lakukan adalah pergi menjenguk orang pertama yang saya bawa hingga beroleh selamat.
Banyak kaum bapak yang ingat akan anak sulungnya, banyak kaum ibu yang tak dapat melupakan anak pertamanya. Saya memperoleh banyak anak rohani yang semuanya dilahirkan karena pemberitaan Injil saya. Tetapi saya kira perempuan ini adalah mahkota dari semuanya. Dia hidup tidak lama. Saya belum sempat membetulkan kesalahan-kesalahan yang ada padanya. Dengan setia dia bersaksi bagi Tuhan hanya selama 1 atau 2 tahun, kemudian pulang ke surga dengan tenang, untuk menjadi petunjuk jalan bagi orang-orang selanjutnya. Saya tak memberitakan yang lain, kecuali penyaliban Kristus. Hari ini banyak sekali orang yang sudah di surga demi pemberitaan Injil ini, dan banyak juga yang masih tertinggal di dunia mengabdi kepada Tuhannya. Kedua golongan orang ini tak saya ketahui berapa jumlahnya. Tetapi semua pekerjaan yang berhasil adalah hanya akibat dari memberitakan Kristus yang telah mati bagi orang-orang berdosa.
Menganggapnya sampah
(Filipi 3:8)
Sewaktu di Waterbeach, terjadilah peristiwa yang mengubah kehidupannya. Di bawah ini adalah pengalaman yang diceritakan olehnya sendiri: “Tak lama sejak saya bekerja di Waterbeach dalam tahun 1852, ayah saya dan beberapa orang teman terus menganjuri saya untuk belajar di Stepney, yaitu yang sekarang menjadi Regent’s Park College. Maksudnya agar saya lebih berguna dalam pelayanan. Saya tahu bahwa ilmu itu bukan merupakan suatu penghalang, bahkan sering bisa memberi sumbangan yang berguna; maka saya pun ingin sekali menggunakan kesempatan baik ini. Meski saya juga percaya bahwa sekalipun tidak mempunyai gelar akademis, Tuhan tetap dapat menggunakan, namun saya setuju juga terhadap saran-saran teman saya, bahwa pendidikan di universitas itu bisa memberi kegunaan yang lebih banyak bagi pelayanan saya. Kebetulan sekali penilik universitas tersebut, Dr. Angus, datang berkunjung ke Cambridge, saya gunakan kesempatan itu, dan berjanji bertemu dengannya di ruangan seorang penerbit Mac Millan. Tentang ini saya telah berdoa berkali-kali, dan saya datang pada waktu yang ditentukan untuk menemui Dr. Angus. Saya diantar ke sebuah ruang tamu. Namun saya tunggu sampai 2 jam lebih belum juga dipanggil untuk menemuinya. Saya merasa diri saya rendah sekali, sedang orang yang hendak saya temui itu rasanya agung sungguh, maka saya tidak berani membunyikan bel untuk menanyakan lebih lanjut. Akhirnya, tak tahan lagi, bel saya bunyikan. Seorang pelayan keluar. Setelah saya tanyakan dan sampaikan maksud saya, barulah saya tahu bahwa Dr. Angus pun menantikan saya begitu lama di kamar samping, dan karena tak sabar menunggu saya lebih lama, maka pergilah ia ke London. Tak tahunya kejadian itu disebabkan keteledoran pelayan wanita yang lupa menyampaikan kepada majikannya bahwa ada seorang muda yang sedang menunggu di luar. Sungguh besar sekali kekecewaan saya saat itu. Tetapi kemudian saya dapat bersyukur kepada Tuhan, sebab dari bimbingan-Nya yang ajaib itu saya dapat berjalan pada jalan yang lebih baik.
Saya masih ingin masuk ke universitas dan saya pun boleh mendaftarkan diri. Tetapi kenyataannya tidak begitu. Sore itu saya pergi ke sebuah dusun untuk berkhotbah. Sambil berjalan saya memikirkannya. Tepat waktu saya tiba di tanah lapang Midsummer Common, mendadak terdengar bunyi dahsyat yang mengejutkan saya. Seakanakan jelas sekali saya mendengar perkataan ini: “Apakah yang sedang kau rencanakan? Jangan cari semua itu!” Hal ini menyebabkan saya mengukur kedudukan diri saya dari sudut lain. Saya berperang dengan keinginan saya sendiri. Saya ingat akan orang-orang miskin tercinta yang saya layani. Allah menyerahkan jiwa-jiwa mereka kepada saya untuk dibimbing. Saya telah menduga bahwa ketetapan saya ini tak bisa memberi nama harum bagi saya. Akhirnya pada saat itu dan di tempat itu juga saya melepaskan kesempatan untuk belajar di universitas. Saya putuskan untuk menyertai orang-orang itu dan menurut kadar kekuatan saya seadanya memberitakan firman Tuhan. Imam tak lagi mengenakan baju Efod, namun Tuhan tetap membimbing umat-Nya dengan kebijaksanaan-Nya dan menentukan jalan mereka dengan kasih-Nya. Setiap kali mereka terbentur jalan buntu atau salah, selalu dibimbing-Nya jejak kaki mereka dengan cara-Nya yang ajaib. Sabda-Nya kepada mereka: “Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya.”
Beberapa tahun kemudian ia berkata, “Mulai sejak saat itu sampai sekarang, semua tindakan saya hanya berdasarkan satu prinsip, yaitu mutlak mempersembahkan diri bagi pekerjaan Tuhan yang memanggil saya. Saya tunduk di hadapan Tuhan. Saya serahkan diri saya, jiwa saya, dan roh saya untuk selama-lamanya tunduk di bawah kaki Tuhan. Saya mempersembahkan kepandaian saya, tenaga saya, mata dan telinga sampai sekujur tubuh saya kepada Tuhan. Bukan hanya saya tidak kecewa akan perbuatan saya ini, bahkan saya ingin memperbarui janji saya kepada Tuhan. Kalau Kristus memerintahkan saya mengangkat tangan saya ke atas, dan saya tidak menurutinya, itu menunjukkan bahwa kasih saya kepada-Nya telah tawar.”
Untuk tidak mengetahui apa-apa . . .
selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan
(1 Korintus 2:2)
Musim panas tahun 1853, Spurgeon menghadiri rapat tahunan Sekolah Minggu di Cambridge. Kecakapan dan kecekatannya sangat menggerakkan hati George Gould. Dengan perantaraan Tuan Gould itu, perhimpunan Baptis di taman baru (New Park Street Baptist Chapel) mengundang dia untuk berkhotbah. Waktu surat undangan sampai, berkatalah ia kepada seorang majelis, “Surat ini tentu salah alamat. Tak mungkin buat saya. Barangkali ada orang lain yang namanya sama dengan saya.” Kemudian dia membalas surat itu dan menanyakan kalau-kalau ada kekeliruan; sebab dia baru berusia 19 tahun, kecuali orang-orang di Waterbeach, tak ada orang lain yang mengenal dia. Tapi surat balasan dari London datang dan menyatakan tidak salah, yaitu mengundang dia ke sana untuk berkhotbah.
Pada suatu Sabtu sore, pemuda yang lugu ini turun dari sebuah kereta api di sebuah stasiun London dan menuju ke sebuah mess di Queen Square. Seorang pemuda yang tinggal bersama di situ dengan diam-diam menertawakannya, dan ia bercerita bahwa beberapa tokoh penginjil besar yang ilmu dan kecakapan bicara mereka menakjubkan, tetapi selamanya tak pernah ada yang bisa menarik perhatian banyak orang hingga memenuhi ruang balai pertemuan. Mendengar cerita pemuda itu, tertegunlah Spurgeon, dan semalam suntuk ia tak dapat tidur. Ia merasa, betapa bisingnya suara-suara mobil di jalan-jalan raya; betapa tidak simpatinya para sekretaris muda di kota itu kepadanya; ruang kamarnya yang sempit tidak memberinya tempat untuk berdoa; nyala lampu-lampu gas pada malam hari dalam bulan Desember itu seakan-akan mengedip-ngedipkan mata kepadanya. “Di dalam kota besar yang penuh dengan orang dan asap ini, saya tak mempunyai seorang kawan pun. Kalau saya dapat kembali ke Cambridge atau Waterbeach, tak beda seperti saya masuk ke dalam taman Firdaus.”
Minggu pagi ia berjalan kaki menuju ke tempat sidang. Melihat bangunan gedung yang begitu megah dan indah ia berpikir, tentulah anggota-anggotanya kaya-kaya dan kritis-kritis. Hatinya makin berat karenanya. Ia merasa di situ kurang keleluasaan dan keakraban seperti yang terdapat di Waterbeach. Satu-satunya hiburan baginya adalah: mungkin orang-orang yang hadir tak banyak seperti yang diceritakan pemuda itu. Yang hadir pagi itu hanya 80 orang, tetapi malam hari yang datang lebih banyak daripada yang pagi harinya. Ketakutan dalam hatinya pun hilang, katanya, “Tuhan sungguh membelaskasihani saya. Saya tak merasa kesepian lagi ketika saya balik ke penginapan saya yang melewati jalan sempit. Saya tak lagi melihat orang-orang liar yang berhati besi. Saya tak memakai belas kasih manusiawi, juga tak lagi menghiraukan pemuda satu mess dengan saya itu. Deru kendaraan atau segala hal di bawah terang matahari sama sekali tidak bersangkut-paut dengan saya lagi. Saya telah menyelidiki dengan cermat, bahwa galaknya singa ini tidak sampai sepersepuluh daripada suara aumnya yang saya dengar dari jauh.”
Tak lama kemudian ia diundang dengan resmi untuk bekerja pada Baptis. Gedung besar yang dapat menampung orang sebanyak 1.200 itu segera menjadi penuh, bahkan banyak yang berdiri di pintu depan. Pada suatu malam, karena demikian penuh sesaknya orang yang hadir, maka Spurgeon sambil menunjuk pada dinding di belakang mimbar berkata, “Sebab iman, maka tembok-tembok kota Yeriko runtuh. Kini sebab iman pula, maka dinding ini akan dibongkar juga.” Meski usul ini tak dihiraukan orang pada masa itu, bahkan ada seorang tua-tua yang berkata, “Sebaiknya kita tak lagi mendengar perkataan-perkataan seperti itu.” Tetapi akhirnya gedung itu dibongkar dan dibangun lagi untuk dapat memuat orang 1.500. Sambil menantikan selesainya pembangunan gedung sidang disewalah gedung Exeter Hall yang besar yang dapat menampung orang sebanyak 4.500. Gedung yang besar ini pun dipenuhi orang pada setiap Minggu malam. Sejam sebelum sidang dimulai, jalan di depan gedung itu sudah penuh dengan orang, sehingga lalu lintas macet. Kabarnya yang datang kebanyakan adalah orang laki-laki, sebab orang perempuan tidak tahan berdesak-desakan seperti itu.
Begitu gedung sendiri selesai dibangun, sudah dirasa tidak cukup menampung orang-orang yang datang. Harus mendirikan gedung yang besar lagi. Memang kalau mau menampung orang-orang yang mau berkumpul, tidak beda seperti hendak menuang semua air laut ke dalam sebuah teko. Akhirnya terpaksa harus menyewa gedung Surrey Music Hall, sebuah bangunan besar yang dapat memuat orang sebanyak 10.000 sampai 12.000 orang. Pertama kali digunakan gedung itu telah dipenuhi orang, sampai-sampai ada orang yang tidak kebagian tempat. Tak lama setelah sidang dimulai, mendadak ada orang yang berseru dan minta tolong karena telah terjadi kebakaran. Para hadirin menjadi panik setelah mengetahui terjadinya kebakaran. Peristiwa itu merupakan sebuah pukulan hebat bagi Spurgeon, sehingga ia dihinggapi penyakit kesedihan yang sulit tersembuhkan. Namun, selama tiga tahun, yaitu dari bulan Nopember 1856 sampai dengan bulan Desember 1859, rata-rata setiap Minggu ada puluhan ribu orang yang hadir mendengarkan khotbahnya. Sejak berdirinya gedung Metropolitan Tabernacle pada bulan Maret 1861, setiap minggunya terdapat puluhan ribu orang yang datang bersidang. Dalam tahun 1867, karena gedung besar Metropolitan Tabernacle diperbaiki maka untuk sementara dipinjamlah gedung pertanian (Agricultural Hall).
Pada suatu sore, Spurgeon tengah latihan suara di dalam gedung pertanian (latihan suara untuk berkhotbah). Dalam ruangan itu tidak ada seorang pun. Dia menjulurkan lehernya sambil berseru dengan keras: “Lihatlah! Anak Domba Allah, yang menanggung dosa manusia”. Saat itu ada seorang tukang yang sedang memperbaiki sesuatu di atas loteng. Ketika ia mendengar seruan itu, diletakkannya perkakas yang dipegangnya, lalu duduk termangu-mangu karena terharu. Setelah pulang ke rumah, selama seminggu tukang itu bergumul dalam batinnya. Akhirnya karena memandang pada Anak Domba Allah, tukang itu pun mendapatkan kesejahteraan kehidupan.
Orang-orang yang hadir dalam sidang-sidang, banyak dari kalangan bangsawan atau orang-orang terkemuka, namun yang paling menggembirakan Spurgeon adalah rakyat jelata yang berjumlah besar. Ia menulis surat pada saudaranya demikian: “Walikota, Polisi Kepala, datang berkumpul, Tetapi terlebih indah adalah pencopet, penjudi, pelacur juga datang, bahkan sudah ada yang masuk menjadi anggota Sidang Jemaat.”
Kedatangan Spurgeon di London tidak ubahnya seperti menjatuhkan sebuah bom di sana. Waktu itu keadaan kerohanian di London sangat undur. Khotbah-khotbah sudah mundur begitu rupa, hanya berupa persiapan dogma-dogma Theologia, sedikit pun tidak terasa adanya pencurahan Roh kudus dan kuasa-Nya. Kaum bangsawan sangat setuju dengan khotbah-khotbah semacam itu, sebab mereka bisa terus-menerus hidup berfoya-foya, tidak ada teguran hati nurani. Tetapi rakyat jelata mulai mencaricari kehidupan kerohanian yang lebih tinggi. Mereka memerlukan pengalaman pribadi yang riil. Waktu-nya sudah tiba, seharusnya dengan tegas membahas soal-soal dosa dan hukumannya. London memerlukan ajaran yang hidup, suatu kehidupan kerohanian. Demikianlah Spurgeon membawakan berita-berita atau keperluan-keperluan itu, maka tak heran kalau di tempat itu ia dapat membangun suasana kebangunan. Meski banyak yang menentang, tetapi di bawah pimpinan Tuhan, ia telah menerobos badai topan sehingga akhirnya ia dapat melayani Tuhan dengan tidak ada rintangan.
Ia lebih berharga daripada permata
(Amsal 31:10)
Waktu pertama kali Spurgeon berkhotbah di London, hadir juga seorang gadis yang bernama Suzana Thompson. Ia sangat merindukan perkara-perkara rohani. Spurgeon mengetahui hal ini dan memberinya sebuah buku Pilgrim’s Progress dengan harapan agar dia bisa maju pesat dalam hal kerohanian. Tak lama kemudian gadis itu membalas pemberian Spurgeon dengan sebuah buku karangan John Calvin. Hubungan mereka makin erat, dan akhirnya mereka menikah.
Mereka sungguh merupakan sepasang pengantin yang dijodohkan Tuhan. Spurgeon berasal dari desa, lagu dan bahasanya tidak lepas dari keluguan, sungguh perlu didampingi seorang didikan kota yang halus budi bahasanya seperti Suzana. Apalagi pendidikan yang diterima Spurgeon sangat kurang, maka ia memerlukan bantuan seorang istri yang berpendidikan tinggi. Istrinya sering diminta untuk memberi pertimbangan, dan dengan setia dan penuh kasih ia menerima permintaan suaminya itu. Tentang istrinya Spurgeon berkata, “Ia adalah rahmat Tuhan yang terindah yang diberikan kepadaku di bumi. Sehingga banyak sekali keindahan surgawi datang kepadaku melalui dia. Sungguh dia tak beda seperti seorang malaikat Tuhan bagiku.” Suzana membantu pekerjaan suaminya dengan penuh kesetiaan.
Suatu kali, misi penyelidik terkenal, David Livingstone, bertanya kepada Spurgeon, bagaimana ia dapat mengerjakan pekerjaan dua orang dalam sehari? Jawabnya, “Jangan saudara lupa bahwa kami adalah berdua, dan orang yang jarang saudara lihat itu lebih banyak bekerja.” Ia paham akan keadaan suaminya, maka ia memberi bantuan dan dorongan yang tepat. Setelah peristiwa kebakaran di Exeter Hall yang sangat menyedihkan itu, istrinyalah yang selalu dengan setia merawatnya sehingga jiwanya tidak begitu terganggu. Ada kalanya Spurgeon pulang dari perkumpulan dengan keletihan dan kelesuan hati yang merisaukan, dalam suasana demikian, istrinya lalu membacakan buku Bexter’s Reformed Pastor. Ceritera istrinya: “Ia menangis di hadapan saya dan saya pun menangis juga, bukan karena pekerjaannya yang gagal, melainkan karena bersimpati kepadanya.”
Permulaan kehidupan rumah tangganya selama 12 tahun sangat bahagia, sedikit pun tidak ada bayang-bayang kegelapan, hanya badan Spurgeon yang agak kurang sehat, sehingga perlu dirawat istrinya. Tetapi sampai tahun 1868, waktu istrinya mencapai usia 33 tahun, ia terserang suatu penyakit sehingga menjadi cacat seumur hidup. Sekarang sebaliknya sang suami yang harus merawat sang istri. Spurgeon pernah berkata: “Kita tak mengerti belas kasih dan simpati Kristus, kecuali kalau suatu ketika kita harus bergumul untuk kepentingan orang yang amat kita kasihi.” Di dalam pekerjaan Spurgeon selanjutnya, nyatalah suatu unsur yang ramah dan penuh belas kasih.
Sehari-hari Istrinya duduk di kursi goyang mengharapkan kesembuhan agar dapat bekerja mengurusi rumah tangganya. Tetapi tahun berganti tahun, tidak nampak tanda-tanda kesembuhan. Rohnya sangat ingin melayani Tuhan, maka bagaimanapun ia juga mohon Tuhan memberinya kesembuhan agar dapat membantu pekerjaan suaminya. Tuhan mengabulkan doa itu, dipimpin-Nya ia membuka sebuah yayasan dana buku-buku (Book Fund). Marilah kita dengarkan ceriteranya sendiri tentang permulaan berdirinya yayasan tersebut.
Kejadian ini dimulai pada malam musim panas tahun 1875, saat suamiku menyelesaikan buku karangannya yang pertama yang berjudul Lecture To My Students. Setelah saya membaca naskah karangan itu, saya merasa tertarik sekali. Maka sewaktu ia menanyakan pendapat saya, dengan tulus hati saya menjawab, “Andaikata saya dapat, akan saya bagi-bagikan buku ini kepada setiap penginjil di Inggris segera setelah terbit nanti.” Suami saya yang suka akan kesungguhan itu segera menyahut, “Dan, mengapa tidak kau laksanakan, berapa yang ingin kau sumbangkan?” Harus saya akui, sebelumnya tidak pernah terpikirkan untuk menerima tantangan ini. Saya hanya mengharapkan bahwa buku ini dapat dibagi-bagikan seluas mungkin, tanpa berpikir bahwa saya harus mengambil bagian dalam pekerjaan itu atau sedikit-dikitnya menyumbangkan sejumlah uang demi mencapai keinginan saya itu. Tetapi perkataan suami saya itu telah membajak sebuah parit yang dalam di hati saya, dan telah membalikkan tanahtanah yang egoistis. Mulailah saya berpikir, mungkin saya dapat mengumpulkan uang kelebihan belanja atau uang simpanan saya pribadi untuk mewujudkan rencana baru ini. Heran juga, ternyata uang tersebut terkumpulkan. Dalam sebuah laci kecil di atas loteng, tertabung sejumlah mata uang 5 shilling. Ini adalah hasil kebodohan saya, yaitu bertahun-tahun lamanya setiap kali saya menerima mata uang 5 shilling, saya menyimpannya. Setelah saya hitung, ternyata cukup untuk membayar harga buku sebanyak 100 jilid. Kalau ada perasaan-perasaan yang agak menyayangi diri, maka itu hanyalah sepintas saja. Dengan berterima kasih dan bersyukur saya persembahkan milik saya itu dan begitulah Yayasan Dana Buku-buku itu dimulai.” Sejak hari itu hingga 20 tahun kemudian, dia telah menyebarkan buku-buku sebanyak 200.000 jilid, sehingga para penginjil yang miskin mendapat bantuan buku-buku kerohanian.
Pekerjaan itu dapat memberi ketenteraman dan kemenangan atas hatinya yang susah. Ia sendiri menjelaskan perubahan ini, katanya, “Pada suatu malam yang gelap lagi senyap, saya berbaring di pembaringan. Meski kamar saya yang kecil itu dipenuhi terang lampu, namun kegelapan malam di luar seakan-akan mencengkam hati saya, hingga menutupi visi rohani. Saya ingin sekali melihat tangan yang penuh anugerah, yang telah membimbing saya melewati kesukaran dan membuat saya tak sampai jatuh, namun selalu tak dapat. Dalam kesedihan itu saya bertanya, “Mengapa Tuhan membiarkan anak-anak-Nya sedemikian? Mengapa Tuhan membiarkan kesakitan menimpa saya? Mengapa pula Dia membiarkan kelemahan yang berkepanjangan menghalangi keinginan saya untuk melayani Tuhan?” Pertanyaan-pertanyaan yang merisaukan itu segera mendapat jawaban. Meski jawaban yang digunakan agak aneh, namun suara bisikan dalam kalbu saya telah menerangkan makna-maknanya dengan tanpa perlu dijelaskan orang. Sunyi sejenak dalam kamar saya, hanya terdengar letupan kayu bakar yang sedang termakan api dalam tungku perapian. Tiba-tiba saya mendengar bunyi halus yang mengandung irama merdu yang jelas. Sayup-sayup seperti bunyi burung murai yang sedang berkicau di luar jendela. Saya bertanya kepada teman yang menjaga saya, yang sedang tiduran di tepi tungku perapian, “Bunyi apa ini? Tak mungkin ada burung yang mau berkicau di tengah malam buta ini.” Kami sama-sama memusatkan perhatian kami pada bunyi itu. Irama bunyi itu merdu sekali tercampur kesedihan yang menakjubkan. Arah datangnya suara itu pun mengherankan, kami terpesona mendengarnya. Akhirnya teman saya berkata, “Bunyi ini berasal dari kayu-kayu yang tengah terbakar!” Oh, api itu telah membebaskan bunyi merdu yang terkandung dalam kayu-kayu itu. Mungkin dulu, ketika matahari dengan sinar keemasannya menerangi daun-daun yang masih hijau muda dan burung-burung berkicau pada dahan-dahan yang masih lembut, saat itulah kicauan burung yang merdu itu diserapnya. Lambat laun dahan itu makin besar dan tua, dan kayu yang mengeras itu menutupi bunyi merdu yang telah lama dilupakan. Kini datanglah api dahsyat membakar kekerasannya dan keluarlah bunyi merdu yang terkandung dalam kalbunya sebagai persembahannya yang terakhir. Oh, saya lalu merenungkan, bahwa api yang dahsyat itu dapat mengeluarkan puji-pujian yang merdu dari dalam kita. Dalam keadaan itu kita akan dibersihkan, dan Allah akan dipermuliakan. Mungkin keadaan kita seperti batang kayu itu, keras, tawar hati, atau telah mati rasa; kalau tidak dibakar oleh api yang terdapat di sekitar kita, mungkin seumur hidup tak akan bisa menyanyikan lagu semerdu itu. Sewaktu saya merenungkan sampai di sini, api dalam diri saya terasa membakar, jiwa saya pun memperoleh penghiburan. Oh, bernyanyi di tengah-tengah lautan api, semoga Allah membantu kita semua. Kalau semua ini adalah jalan satu-satunya untuk melepaskan lagu merdu yang terkandung dalam roh yang mengeras, biarlah nyala api itu tujuh kali lipat daripada yang sudah.”
Gada dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku
(Mazmur 23:4)
Spurgeon sering sakit. Ia menderita sekit rematik turunan yang sering mengganggu kesehatannya. Selama dua puluh tahun terakhir dalam hidupnya, setiap tahun menjelang musim rontok, ia harus cuti untuk pergi beristirahat di Mentona, Perancis, guna menghindari kabut tebal pada musim dingin di London. Semua buku-buku karangannya, kebanyakan ditulis pada masa peristirahatan itu. Pada tanggal 7 Juni 1891, ia berkhotbah untuk terakhir kalinya dengan ayat-ayat 1 Samuel 30:21-25, antara lain dikatakannya, “Kalau Anda mengenakan pakaian seragam Kristus, niscaya Anda akan merasakan kelemah-lembutan dan kerendahan hati-Nya sehingga jiwa Anda terhibur. Ia adalah Panglima besar yang berhati lapang. Tiada seorang raja yang dapat menyaingi Dia. Di medan peperangan Dia berdiri di garis terdepan. Kalau ada badai topan yang dahsyat, Dia selalu berdiri menentang arah datangnya angin. Salib-salib yang terberat selalu ditanggung di atas bahu-Nya. Dia menyuruh kita memikul, namun Dia sendiri pun ikut memikul bersama-sama kita. Semua belas kasihan, kemampuan, kelemah-lembutan, dan kasih sayang dapat kita peroleh di dalam-Nya. Sesungguhnya, mengabdi kepada-Nya adalah memperoleh kehidupan, kesentosaan, dan kegembiraan. O, datanglah segera kepada-Nya. Allah membantu Anda bersandar pada pangkuan Yesus.”
Dalam minggu itu sakitnya agak membaik. Meski agak sehat, namun menjelang musim rontok ia merasa masih perlu pergi ke Mentona untuk beristirahat selama musim dingin. Pada tanggal 26 Oktober 1891, dengan ditemani istrinya berangkatlah ia ke sana. Meski dalam keadaan sakit, ia masih tetap menulis. Pada tanggal 20 Januari 1892, sakit rematiknya kambuh lagi. Lengan kanannya bengkak, ditambah dengan penyakit-penyakit lain. Pada tanggal 23 Januari, ia tidak dapat bangun lagi. Ia berkata kepada sekretarisnya, “Pekerjaan saya telah selesai.” Ketika ia hampir meninggal dengan perlahan ia berkata kepada istrinya, “Oh, istriku yang tercinta, betapa manis saya bersekutu dengan Tuhan.” Setelah itu ia tak sadarkan diri. Pada hari Minggu jam 11 malam, dengan tenang pulanglah ia kepada Tuhannya, yaitu pada tanggal 31 Januari tahun 1892. Ia mencapai usia 59 tahun.
Tidak melihat seorang pun kecuali Yesus seorang diri
(Matius 17:8)
Dalam buku catatan harian pribadinya tertulis demikian: “Saya bertekad hanya memuliakan Yesus dan salib-Nya. Saya persembahkan seumur hidup saya demi kepentingan Injil-Nya. Jalan apa pun yang Ia kehendaki, akan saya jalani. Saya mau dengan setia memangku jabatan ini. Saya tidak akan memilih tujuan lain kecuali memuliakan Tuhan. Semoga Allah membantu saya untuk memuliakan Tuhan, yaitu menempuh hidup Kristus di bumi ini.”
SIDANG PERINGATAN
BAGI SAUDARA WITNESS LEE
Anaheim Convention Center
Anaheim, California
9 Juli 1997
PENDAHULUAN
PERIODE PERTAMA—
KEMENANGAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
PERIODE KEDUA—
PENGARUH MINISTRI PERJANJIAN BARU
PERIODE KETIGA—
FUNGSI MINISTRI PERJANJIAN BARU
PERIODE KEEMPAT—
KEMAMPUAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
PERIODE KELIMA—
KEMULIAAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
KESIMPULAN—
KEUNGGULAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
PENDAHULUAN
Pada 9 Juni 1997, Saudara Witness Lee, hamba Tuhan yang setia dalam ministri Perjanjjian Baru-Nya, telah berjerih lelah sepanjang hidupnya dan telah mencurahkan seluruh dirinya bagi pemulihan Tuhan, beristirahat dengan damai dan dengan senang dari jerih lelahnya secara bumiah dan menghadap Tuhan yang dia kasihi dan layani.
Dalam memperingati saudara kita, pertama-tama enam hari Pelatihan Musim Panas, jadual sebelumnya mulai dari tanggal 3 sampai 9 juli, dicurahkan untuk melihat kembali kebenaran-kebenaran penting yang dilepaskan sepanjang ministri saudara kita. Satu sidang peringatan diadakan pada 9 Juli pagi di arena Convention Center Anaheim untuk mengingat pekerjaannya, dan satu sidang pemakaman yang diadakan sorenya di Forest Lawn Memorial Park di Cypress, California untuk mengenang kehidupannya. Buku ini berisi catatan dari dua sidang ini. Enam hari pelatihan dihadiri oleh kurang lebih 5,000 orang; sidang 9 Juli pagi di Anaheim Convention Center dihadiri oleh sekitar 7,000 orang; dan sidang 9 Juli sore di Forest Lawn di Cypress dihadiri oleh sekitar 5,000 orang.
Subyek enam hari pelatihan adalah “Isi-isi Penting dari Ministri Ekonomi Perjanjian Baru Allah.” Subyek sidang peringatan pada 9 Juli pagi adalah “Seorang Minister Kristus untuk Melaksanakan Wahyu Ilahi di Zaman ini.” Subyek sidang pemakaman 9 Juli sore adalah “Satu Kurban yang Hidup untuk Melaksanakan Wahyu Ilahi di Zaman ini.” Program buklet-buklet yang dua judul dibagikan ke pada mereka yang menghadiri sidang-sidang ini.
Isi pelatihan enam hari telah diterbitkan oleh Living Stream Ministry dalam Garis besar-garis besar Pelatihan: Isi-isi Penting dari Ministri Ekonomi Perjanjian Baru Allah dan Penyegaran Pagi: Isi-isi Penting dari Ministri Ekonomi Perjanjian Baru Allah. Selama dua sidang pada 9 Juli, ditambah program buklet-buklet, selanjutnya dibagikan kepada mereka yang hadir: satu buklet berisi satu gambaran singkat dari kehidupan Saudara Lee diberi judul Seorang Hamba Kristus untuk Melaksanakan Wahyu Ilahi di Zaman ini; satu buklet berisi seluruh spanduk yang disusun oleh Saudara Lee sejak tahun 1994 diberi judul Seorang Bentara (yang memperkenalkan) Kristus untuk Melaksanakan Wahyu Ilahi di Zaman ini; dan surat-surat penghargaan pilihan yang diterima oleh Saudara Lee sejak tahun 1990 diberi judul Kata-kata Penghargaan. Buklet-buklet ini sudah dibagikan melalui Living Stream Ministry.
Sebagai tambahan untuk sidang-sidang peringatan 9 Juli, satu sidang di adakan di balai sidang Living Stream Ministry pada 11 Juni, dua hari setelah keberangkatan saudara kita, yang mana dokter-dokter, perawat-perawat, dan orang lain yang mengunjungi Saudara Lee selama bulan-bulan terakhir hidupnya memberi kesaksian mengenai dia mengakhiri jalannya secara terhormat dan mulia. Catatan sidang ini telah dimasukkan dalam tambahan pada buku ini.
SEORANG MINISTER KRISTUS UNTUK MELAKSANAKAN
WAHYU ILAHI DI ZAMAN INI
Sidang peringatan diadakan pada 9 Juli 1997 pagi, yang dibagi ke dalam lima bagian. Setiap bagian membahas satu periode ministri saudara kita. Periode pertama dimulai ketika dia dipanggil untuk melayani Tuhan pada tahun 1933 dan menjangkau tiga dekade pertama dari ministrinya di China dan Taiwan. Periode kedua membahas ministrinya sejak tahun 1962 ketika dia bergerak ke Amerika sampai tahun 1974 ketika dia memulai ministrinya di Anaheim, California. Periode ketiga membahas ministrinya sejak tahun 1974 sampai 1984, tahun itu dia bergerak ke Taiwan. Periode keempat membahas ministrinya sejak tahun 1984 sampai 1994 selama ministrinya memperkenalkan puncak tertinggi wahyu ilahi. Periode terakhir membahas ministrinya sejak tahun 1994, tahun-tahun puncak kehidupan saudara kita. Dalam setiap periode tiga kelompok saudara dan saudari membagikan pengamatan mereka atas pekerjaan ministri saudara kita.
Di antara setiap periode dinyanyikan kidung yang ditulis oleh Saudara Lee, dan dibacakan bagian-bagian dari 2 Korintus pasal 2 dan 3 yang menggambarkan enam aspek ministri Perjanjian Baru. Enam aspek ini adalah kemenangan, pengaruh, fungsi, kemampuan, mulia, dan keunggulan ministri Perjanjian Baru. Mereka cocok menggambarkan ministri saudara kita dalam periode-periode yang lalu.
PERIODE PERTAMA—
KEMENANGAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: #378; Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 2:14
Periode pertama dibuka dengan kemenangan ministri Perjanjian Baru. Mengenai poin ini, satu bagian dari Pelajaran-hayat 2 Korintus dibacakan:
Pergerakan para rasul dalam ministri seperti perayaan kemenangan dari satu tempat ke tempat lain di bawah pimpinan Allah. Kemanapun perarakan ini bergerak, mereka merayakan kemenangan Kristus dan menyaksikan kemenangan Kristus atas mereka…
Sebagai seorang tawanan Kristus, saya juga saksi Dia hari ini. Saya dapat bersaksi bahwa saya telah dikalahkan oleh Dia, ditawan oleh Dia, dan ditaklukkan oleh Dia. Sekarang saya seorang tawanan yang patuh, mengatakan amin atas kemenangan-Nya dan memuji Dia. Inilah ministri kita. Kita dalam pemulihan Tuhan ada dalam perayaan perarakan kemenangan Kristus. Jika seseorang menanyai kalian apa yang kalian kerjakan dalam kehidupan gereja, kalian dapat menjawab, “Kita memiliki satu perarakan, satu perayaan perarakan kemenangan Kristus. Kita semua telah dikalahkan, ditaklukkan, dan ditawan oleh Dia, dan sekarang kita tunduk kepada Dia.”
Ministri di China
(Disaksikan oleh Zhang Xi-kang dan Liu Ren-hwan, dua sekerja yang bersama Saudara Lee di China sebelum tahun 1949, dibacakan oleh Saudara Moses Chu)
Saudara Lee diselamatkan di Chefoo di bagian utara China pada tahun 1925. Pada awal usia sembilan belas dia bertemu Tuhan melalui pemberitaan injil Saudari Peace Wang mengenai perbudakan di bawah Firaun. Saat itu juga, dia dipanggil oleh Tuhan menjadi seorang hamba untuk melayani Dia sampai akhir hidupnya. Seperti yang sering dipersaksikan oleh dirinya, pada sore hari dia diselamatkan ketika dia berjalan keluar balai sidang menuju jalan raya, dia merasakan sesuatu yang berbeda. Dia berhenti di jalan itu dan berdoa kepada Allah. Allah aku tidak menginginkan segala sesuatu yang lain. Aku hanya menginginkan diri-Mu. Asalnya, seorang hamba musuh Allah, dia menjadi seorang tawanan Kristus mengikuti barisan arak-arakan kemenangan-Nya. Sejak hari itu dia mempersembahkan dirinya kepada Tuhan, dia tidak pernah berbalik dari nazarnya.
Saudara Lee dipanggl oleh Tuhan untuk melayani Dia sepenuh waktu pada tahun 1933 dan bergerak ke Shanghai untuk bekerja bersama Saudara Nee pada tahun 1934. Saudara Nee memiliki banyak sekerja. Tetapi tidak ada yang berdiri secara dekat dengan Saudara Nee seperti Saudara Lee lakukan. Saudara Lee dipercayakan tanggung jawab yang penting dalam gereja, dalam pekerjaan, dan dalam ministri penerbitan Saudara Nee. Pada waktu kekacauan, bahkan ketika Saudara Nee tidak dapat berministri, Saudara Lee selalu menjadi orang yang berdiri sungguh-sungguh dan dengan tegas membantu gereja-gereja melalui hayat.
Saudara Nee tidak pernah memuji orang dengan mudah. Namun, dia seringkali mengacukan Saudara Lee sebagai seorang teladan kepada para sekerja. Saudara Lee adalah seorang yang hidup dan bekerja sepunuhnya di bawah penguasaan Roh itu. Dia tidak pernah berbicara ringan atau bercanda. Dia akan mengaku dosa dan mencari pengampunan untuk setiap kelalaian pelanggaran. Dalam sidang para sekerja Saudara Nee akan bertanya, “Saudara Witness, bagaimana perasaanmu mengenai perkara ini?” Saudara Lee selalu berkata, “Saudara Nee, saya hanya akan mengerjakan apapun yang engkau katakan. Saya tidak memiliki opini yang lain.” Dia adalah seorang yang sepenuhnya menyangkal dirinya.
Karena penyerangan Jepang, Saudara Lee kembali ke Chefoo tahun 1937 dan sampai 1943 menghabiskan banyak waktu untuk memperhatikan gereja di sana. Menjelang akhir tahun 1942, satu kebangunan besar dibawa melalui ministri Saudara Lee di Chefoo. Pada tahun 1943 delapan ratus kaum saleh mempersembahkna dirinya dan milik mereka kepada Tuhan dan gereja. Ini diakibatkan satu pergerakan yang strategis—migrasi kaum saleh untuk menyebarkan pemulihan Tuhan ke pedalaman Mongolia dan China bagian utara. Pergerakan yang menang demikian membangkitkan serangan musuh. Pada Mei 1943 Saudara Lee ditangkap oleh tentara Jepang dan dipenjarakan selama satu bulan. Kesehatannya sangat lemah di penjara, dan menderita T. B. C. tidak lama setelah dia dibebaskan. Harus beristirahat dan disembuhkan sepenuhnya, dia bergerak ke Tsingtao sampai tahun 1945. Dalam periode penderitaan ini, saudara kita melihat jelas visi Tuhan mengenai pohon hayat, yang kemudian menjadi elemen penting dari ministrinya.
Setelah perang ketika kesehatannya dipulihkan Saudara Lee melanjutkan jerih lelahnya dalam pekerjaan, mencurahkan waktunya di Shanghai dan Nanking. Ministrinya mengenai pohon hayat membawa satu kebangunan ke tempat ini pada tahun 1947. Setelah itu, dia mengunjungi sejumlah gereja di propinsi bagian selatan dan berjerih lelah di sana untuk membantu gereja-gereja masuk ke dalam kebangunan yang sama. Di Shanghai lebih dari seratus kaum saleh mempersembahkan dirinya dan barang milikinya kepada Tuhan dan gereja-Nya. Pada hari itu balai sidang di Shanghai selalu penuh dengan orang bahkan beberapa kaum saleh harus berdiri di luar selama sidang. Bahkan ada orang yang berdiri di atas tempat sampah jalan untuk mendengar persekutuan Saudara Nee dan Saudara Lee. Ini adalah hari-hari yang mulia yang tidak pernah kita lupakan.
Kebangunan yang meluas ke seluruh China ini adalah buah perampungan dari tahap pertama ministri Saudara Lee di daratan China. Melalui tahun 1949 lebih dari 400 gereja telah dibangunkan di lebih dari tiga puluh propinsi China. Setelah tahun 1949, sekalipun situasi politik berubah dan musuh kelihatannya menang, banyak benih yang dibawa dalam kebangkitan Tuhan berlanjut untuk bertumbuh dan berlipat ganda dalam hayat secara organik dalam alam yang ilahi dan mistikal. Hari ini tidak terhitung jumlahnya kaum saleh dan gereja-gereja di daratan China, yang melanjutkan untuk menjadi ahli waris ministri saudara kita, memikul kesaksian ini.
Kami merasa mulianya bahwa kita mengikuti saudara kita dalam ministrinya bertahun-tahun. Seringkali kami merindukan dia, sekarang dia telah menghadap Tuhan, kami tetap menyatakan bahwa oleh belaskasihan Tuhan kami akan terus mengikuti jejak kakinya sampai kami bertemu dalam kemuliaan kedatangan Tuhan.
Ministri di Taiwan pada Tahun 1950an
(Kesaksian dari sekelompok sekerja dan penatua dari Taiwan, dibacakan oleh Saudara Liu Suey)
Saudara Lee diutus oleh Saudara Nee ke Taiwan pada tahun 1949, dan dia tiba di Taipei pada bulan Mei. Tidak lama setelah itu dia menerima beban dari Tuhan dan memulai pekerjaan di Taiwan. Dia adalah seorang mandor ahli dengan cetak biru pembangunan gereja di tangannya. Dia tahu bagaimana melaksanakan ekonomi Allah setahap demi setahap. Pertama-tama, dia memimpin kaum saleh untuk jelas melihat dasar gereja lokal, sehingga gereja dapat dibangunkan dengan solid pada dasar keesaan lokal. Kemudian dia membagikan ke dalam kaum saleh beban yang kuat untuk injil. Kami semua dibangkitkan untuk menyerahkan waktu, kekuatan, dan harta kami untuk memberitakan injil dengan segala hikmat di segala lingkungan. Melalui akhir tahun itu (selama enam bulan) dari jumlah 505 saudara dan saudari membaptis enam kesempatan. Maka ada penambahan tiga puluh kali lipat jumlah kaum saleh yang asalnya hanya tiga puluh orang menjadi di atas sembilan ratus. Pada tahun berikutnya, kami tidak pernah berhenti memberitakan injil, dan Tuhan terus-menerus menambahkan kepada gereja. Melalui akhir tahun 1955 jumlah bilangan kaum saleh di Taiwan telah mencapai empat puluh ribu.
Karena jumlah kaum saleh bertambah, Saudara Lee mulai untuk mengadakan berbagai sidang istimewa dan pelatihan untuk merawat kita dalam hayat, menerangi kita dalam kebenaran, dan melatih kita dalam pelayanan sehingga kita disempurnakan dalam segala aspek. Dia mulai dengan satu seri pelajaran mengenai 60 topik penting kebenaran dalam Alkitab. Kemudian dia melanjutkan untuk mempelajari kitab Roma. Ini diikuti oleh pelajaran-hayat Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dalam berbagai sidang istimewa, dia memberikan berita-berita mengenai Kristus dan salib, visi gereja, pelaksanaan gereja lokal, menikmati Kristus melalui makan dan minum Dia, Kristus yang almuhit, dan Roh yang almuhit, dll.
Pada musim panas 1952, sekitar delapan puluh saudara dan saudari meninggalkan pekerjaannya dan menyerahkan diri untuk sepenuh waktu melayani Tuhan. Melihat ini Saudara Lee menguatkan pekerjaan penyempunaannya. Dimulai pada September 1953, ada satu latihan mengenai melayani Tuhan, yang berakhir selama empat bulan. Semua dari para peserta pelatihan berasal dari berbagai lokal berkumpul bersama setiap hari Selasa sampai Jumat, empat hari setiap minggu, dan kembali ke lokal-lokal kiami untuk melayani selama akhir pekan. Isi dari pelatihan sebagai berikut: Mengenai kebenaran melalui mempelajari kitab Efesus. Saudara Lee memberikan enam puluh berita atas enam pasal dari kitab ini. Mengenai hayat Saudara Lee memimpin kita ke dalam pengenalan dan pengejaran empat tingkatan hayat rohani untuk tujuan remuknya insan. Mengenai pelayanan kami memiliki pelaksanaan dalam memimpin berbagai jenis sidang, bernubuat bagi Tuhan, memberitakan injil, mengunjungi dan menggembalakan orang, dan menangani berbagai pengaturan gereja, dll. Mengenai persona yang tepat dan memiliki kehidupan insani yang tepat, kita dilatih khususnya dalam cara bicara dan karakter kita. Pelatihan ini, diikuti oleh 183 kaum saleh dari Taiwan dan manca negara, yang memainkan peranan yang penting, sangat berpengaruh dalam pembangunan dan penyebaran gereja-gereja di Timur Jauh.
Dalam pelayanannya kepada Tuhan Saudara Lee mencurahkan seluruh dirinya. Dia selalu bekerja tanpa letih siang dan malam, tidak pernah berhenti sampai dia mencapai sasaran. Dia seperti mesin yang penuh kekuatan, mendorong gereja di Taipei dan bahkan semua gereja di Taiwan memasuki semangatnya. Ketika gereja-gereja di Taiwan dibawa ke jalur pergerakan aktif, dia bergerak ke Filipina dan Hong Kong, membawa pemulihan Tuhan ke seluruh Asia Tenggara, sampai jauh mencapai Jepang.
Jerih lelah Saudara Lee menghasilkan banyak buah. Kami saudara saudari yang berdiri di sini adalah sebagian kecil dari buahnya. Kami disempurnakan dan dibangunkan bertahun-tahun oleh ministrinya. Hampir setengah abad kami mengikuti jejak kakinya untuk melayani Tuhan sebagai para sekerja atau penatua. Kami merasa suatu hak yang mulia untuk berbagian dalam ministri Perjanjian Baru. Puji Tuhan.
Ministri di Asia Tenggara
(Disaksikan oleh para saudara dan saudari dari Asia Tenggara, dibacakan oleh Saudara Livingstone Lee dan yang lainnya)
Untuk kepentingan gereja-gereja di Asia Tenggara, kami hendak menyatakan ucapan syukur yang sedalam-dalamnya kepada Tuhan untuk semua berkat yang kami terima melalui Saudara Witness Lee kita yang terkasih dan ministrinya.
Sekalipun kami datang dari negara yang berbeda dan latar belakang budaya yang berbeda, kami berdiri sebagai satu karena kami memiliki ministri Perjanjian Baru Allah. Kami dapat bersaksi bahwa kami adalah pewaris ministri ini, yang telah membawa kami melalui minister-Nya yang setia, Saudara Lee kita yang terkasih. Kami adalah buah dari jerih lelah dalam pekerjaan kerasulannya dan anak-anak rohani yang dibangunkan melalui perawatan dan penggenapannya.
Pada tahun 1980 an gereja-gereja di Asia Tenggara berada dalam formalitas agama, dangkal dalam hayat dan kebenaran dan terpisah dari pekerjaan dan pelayanan. Namun, kami mengalami jerih lelah saudara kita melalui pembicaraannya dan buku-buku, demikian pula melalui perawatan dan penggembalaan secara pribadi. Sebagai hasilnya hari ini, empat puluh tahun kemudian, kami telah mendekati 900 gereja dengan jumlah total 55.000 kaum saleh di delapan negara yang memiliki delapan bahasa. Sekarang kami dibaurkan bersama menjadi satu dalam pemulihan Tuhan.
Malaysia dan Singapura
Gereja-gereja di Malaysia dan Singapura tidak akan pernah melupakan berkat-berkat yang kami terima melalui tiga kunjungan saudara kita. Setiap kunjungan adalah perpalingan yang penting dalam sejarah kami. Selama kunjungan pertama Saudara Lee pada tahun 1950 an dia membuka mata kami untuk melihat visi pohon hayat. Ini adalah satu dispensi hayat yang kuat dan Roh itu sehingga kami berpaling dari kekristenan tradisional yang mati kepada kehidupan dan pelayanan dalam hayat dan Roh itu.
Selama kunjungan saudara kita yang kedua pada tahun 1965 dia memimpin kita untuk makan dan minum Kristus. Ini adalah pertama kalinya kami mendengar tentang Kristus yang dapat dimakan, diminum, dan dinikmati. Sehingga membawa satu perpalingan yang baru dalam kehidupan sehari-hari dan kehidupan gereja.
Selama kunjungan saudara kita yang ketiga pada tahun 1990 ketika gereja-gereja di Malaysia dan Singapura dipulihkan dari satu kekacauan, dia melepaskan sejumlah berita yang kaya dan dalam mengenai dispensi ilahi dari Trinitas Ilahi. Melalui dispensi saudara kita yang kaya kami dipalingkan untuk melihat garis sentral wahyu ilahi.
Dalam kunjungan ini kami juga bersaksi bagaimana saudara kita yang terkasih mencurahkan hidupnya sebagai kurban curahan bagi kami. Dia tidak saja meministerkan kepada kami dalam sidang-sidang, tetapi juga mencurahkan banyak waktu sampai tengah malam untuk menggembalakan saudara-saudara yang memimpin secara pribadi. Dia kehabisan tenaga dan menjadi sakit setelah dia pulang.
Thailand dan Hong Kong
Gereja-gereja di Thailand dan Hong Kong mengalami beberapa kekacauan dalam sejarahnya. Namun melalui suplai ministri Saudara Lee dan melalui perawatan konstannya sehingga kekacauan ini berbalik menjadi faktor yang memurnikan dan menguatkan kesaksian Tuhan. Penggembalaan saudara kita mengakibatkan kita nampak bahwa ada satu-satunya aliran dari sungai air hidup yang mengalir dari takhta Allah dan Anak Domba. Kami nampak bahwa siapapun yang tidak berada dalam aliran ini akan menderita kekeringan dan kematian, tetapi ketika kami tinggal dalam aliran ini, kami menikmati suplai yang tidak pernah habis.
Pilipina
Gereja-gereja di Pilipina sangat intim berhubungan dengan Saudara Lee kita yang terkasih. Dapat dikatakan bahwa jika gereja-gereja di Taipei adalah anak rohani pertama Saudara Lee di Asia Tenggara, kemudian gereja di Manila adalah anaknya yang kedua. Setiap tahun dari 1951 sampai 1961 Saudara Lee berjerih lelah selama empat sampai enam bulan di Manila untuk meletakkan dasar yang solid dalam hayat dan pelayanan bagi gereja-gereja di Pilipina bagian utara untuk bertumbuh dan meluas. Di Pilipina bagian selatan melalui menerbitkan buku Saudara Lee yang berjudul Enam Puluh Kebenaran Penting Alkitab (Pokok-pokok Penting dalam Alkitab) sekitar 200 gereja dibangunkan pada tahun 1950 an. Hari ini ada 480 gereja di Pilipina bagian utara dan 280 gereja di bagian selatan yang adalah buah dari jerih lelah Saudara Lee.
Indonesia
Gereja-gereja di Indonesia juga dihasilkan dari ministri Saudara Lee. Hubungan kita dengan Saudara Lee mulai diperdalam pada tahun 1967 ketika dia mengunjungi kami untuk pertama kali. Baru tahun ini hubungan menjadi sangat intim. Hari ini kehidupan gereja kami, pelayanan kami, pelatihan sepenuh waktu kami, pekerjaan penerbitan kami ada di bawah pimpinan dan penggenapan ministrinya. Sebagai tambahan, kami telah menterjemahkan Alkitab Versi Pemulihan dan banyak berita yang terbaru ke dalam bahasa Indonesia. Melalui saudara kita kami belajar untuk menghargai ministri Perjanjian Baru dan disusun olehnya. Kami sekarang mengarah ke Yerusalem Baru sebagai sasaran unik kami.
Sebagai kesimpulan, kami semua sangat bersyukur kepada Tuhan yang memberikan saudara kita yang terkasih kepada kita. Dia adalah karunia yang mustika yang diberikan Allah untuk membangunkan kita sebagai Tubuh Kristus. Dia adalah seorang yang mempersembahkan diri dan kaum beriman yang mutlak dan menjadi kurban yang hidup bagi kepentingan Tuhan di bumi. Sebagai seorang yang sedemikian dia mengilhami kita semua di Asia Tenggara untuk mengikuti jejak kakinya dalam menyerahkan diri kita sepenuhnya bagi Allah dan ministri Perjanjian Baru-Nya untuk menggenapkan ekonomi kekal-Nya.
PERIODE KEDUA—
PENGARUH MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: #447; Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 2:16-17
Periode kedua dari ministri Saudara Lee mempersaksikan pengaruh ministri Perjanjian Baru. Bagian selanjutnya dari Pelajaran-hayat 2 Korintus dibacakan:
Para rasul diresapi dengan Kristus menjadi wangi-wangian Kristus. Mereka bukan saja bau harum yang dihasilkan oleh Kristus, tetapi diri Kristus sendiri adalah keharuman yang disebarkan dalam kehidupan dan pekerjaan mereka untuk Allah, dalam mereka yang diselamatkan, sebagai bau dari hayat untuk hayat, dan dalam mereka yang binasa, sebagai bau dari kematian kepada kematian.
Keluar dari ketulusan dan keluar dari Allah dalam ministri mereka, para rasul berbicara dalam Kristus sebagai firman Allah di pandangan Allah. Betapa tulus dan murninya ministri rasul.
Kita yang telah ditaklukkan dan ditawan dan dibawa ke dalam perarakan kemenangan untuk perayaan kemenangan Kristus dibicarakan kepada orang lain pengenalan Kristus yang terbaik. Apapun yang kita bicarakan, yaitu pengenalan Kristus yang terbaik. Kita mengenal Kristus melalui pengalaman kita atas Dia dan menikmati Dia. Seperti kita bergerak dalam perarakan kemenangan, kita membicarakan kepada orang lain tentang Kristus. Apa yang kita katakan mengenai Dia adalah satu bau bauan harum.
Ministri di Amerika Serikat pada Tahun 1960an
(Disaksikan oleh saudara dan saudari yang datang ke dalam pemulihan selama tahun 1960an, dibacakan oleh Jim Reetzke, Elton Karr, dan Francis Ball)
Pada awal 1960an Tuhan memberi beban kepada Saudara Lee untuk bergerak ke Amerika dan membawa pemulihan ke negara ini. Dia merasa bahwa Amerika adalah satu negara besar di seluruh bumi dan bagi pemulihan untuk menyebar terus, ministri telah dibawa ke dalam dunia berbahasa Inggris. Sebagai seorang yang berusia lima puluhan yang menempuh hidup sepanjang hidupnya di dunia yang berbahasa China, dia tidak terhalang oleh rintangan bahasa dan dia mulai pada tahun 1962 untuk melayani di Amerika dalam bahasa Inggris.
Dia memulai pekerjaan di Amerika melalui doa. Saudara Lee dan tiga saudara yang lain berlutut berdoa setiap pagi selama berminggu-minggu agar Tuhan membangkitkan penuntut di antara orang-orang Kristen di negara ini dan membawa mereka ke dalam kontak dengan ministri. Dari doa ini, Saudara Lee berbeban untuk mengadakan sidang istimewa pada bulan Desember 1962. Sidang istimewa ini mengenai Kristus yang almuhit yang diadakan di rumah Samuel Chang, ipar Saudara Watchman Nee. Pada bulan berikutnya, Saudara Lee tinggal di Los Angeles dan mengadakan munajat pagi setiap hari untuk merawat kaum saleh lokal. Dia meministerkan tanpa letih dalam sidang-sidang gereja. Banyak kaum saleh dalam gereja di Los Angeles yang datang dari kekristenan, Saudara Lee berjerih lelah untuk membantu membebaskan mereka dari latar belakangnya yang menghalanginya untuk memasuki pengalaman Kristus yang kaya. Dari kaum saleh dengan latar belakang Pentakosta yang terbiasa untuk berbahasa lidah, ke kaum saleh dari latar belakang fundamental yang menempuh kehidupan orang Kristen tanpa Kristus, Saudara Lee membantu mereka untuk mengontak Roh pemberi hayat dan mengalami pekerjaan transformasi dari Tuhan Roh untuk dibangun sebagai gereja, kesaksian Allah di bumi.
Saudara Lee juga sangat menengadah kepada Tuhan bagi orang-orang yang menunutut di seluruh Amerika. Dia tahu bahwa kekristenan,umumnya yang ada di Amerika, samasekali tanpa kekayaan Kristus yang tidak terduga. Hatinya sakit untuk penuntut Kristus yang tidak menemukan makanan. Pada tahun 1963 Saudara Lee memulai untuk mengeluarkan majalah The Stream yang berisi berita-berita yang dia sampaikan dalam pelatihan-pelatihan dan sidang-sidang istimewa. Melalui penerbitan kecil ini, banyak orang Kristen yang menuntut datang berkontak dengan ministri.
Kapankala ada orang yang menuntut mengundang dia untuk berbicara, dia akan pergi. Dia tidak pergi dengan penampilan yang tinggi. Banyak kali dalam perjalanannya dengan mengendarai mobil tua yang dikendarai oleh Saudara Samuel Chang, ipar Saudara Watchman Nee. Di mobil tua itu mereka mengendarai dari Los Angeles ke Texas dan seluruh Texas di mana banyak orang yang menuntut didapatkan bagi pemulihan Tuhan. Pada perjalanan panjang ini, Saudara Lee dapat menulis kidung. Dalam beberapa sidang di mana dia diundang untuk melayani, dia bertemu dengan penentang. Ada orang dengki yang menentang dan mengikuti dari kota ke kota. Ada kaum beriman yang hanya mencari ministrinya mengenai Kristus dan dengan kasar menolak ministrinya mengenai pembangunan gereja. Melalui semua ini, Saudara Lee menangani situasi ini dengan sangat bijaksana, selalu mempertahankan wibawa seorang pelayan Tuhan dan selalu meministerkan menurut semua yang Allah telah amanatkan kepada dia untuk bicarakan. Dia tidak pernah mengubah atau mengurangi pembicaraannya untuk menyenangkan orang.
Pada perkara keuangan, menjadi jelas bertahun-tahun kemudian, bahwa tahun permulaan di Los Angeles ada satu periode kesulitan bagi Saudara Lee. Gereja di Los Angeles mengira bahwa gereja di Taipei mensuplai keperluaannya sementara sebaliknya dikira oleh gereja di Taipei, bahwa gereja di Los Angeles yang mensuplainya. Untuk keperluan pribadinya demikian juga keperluan pekerjaan Tuhan di Amerika, Saudara Lee sepenuhnya bersandar Tuhan. Sesungguhnya dia mengenal bagaimana kekurangan dan kelimpahan seperti yang dilakukan rasul Paulus. Dia mampu melakukan segala sesuatu dalam Kristus yang menguatkan dia.
Pada tahun 1965 gereja di Los Angeles mendapatkan balai sidang di Elden Avenue. Ministri Saudara Lee di Elden Hall demikian juga kehidupan gereja dilaksanakan oleh semua kaum saleh di sana ada kemenangan dan menarik. Banyak kaum beriman yang menuntut datang dari seluruh Amerika Serikat, demikian juga, yang dari jauh seperti Afrika, New Zealand, dan Eropa. Mereka ditawan melalui melihat visi tujuan kekal Allah, dan banyak yang mengeluarkan harga untuk pindah ke Los Angeles untuk kehidupan gereja. Suasana saat itu semua orang meninggalkan segalanya untuk mengikuti Tuhan. Kemutlakan seperti itu menjadi dasar bagi Tuhan untuk mencurahkan berkat-Nya. Sidang-sidangnya kaya dengan Kristus dan rohnya bebas. Kehidupan gereja sehati sepikir dan penuh dengan hayat. Awal tahun 1969 gelombang para pemuda datang, banyak dari mereka ikut dalam pergerakan hipies. Saudara Lee mengasihi dan menggembalakan orang-orang muda ini dengan tidak mempedulikan penampilan atau latar belakang mereka. Ini adalah periode yang sangat sukses dalam kesaksian Tuhan di Los Angeles. Sepertinya ini adalah suatu kebangunan, suatu kebangunan yang dihasilkan dari beberapa tahun jerih lelah Saudara Lee di Amerika.
Dari kebangunan yang demikian, Saudara Lee merasa dalam tahun 1970 ada pimpinan Tuhan supaya beberapa kaum saleh migrasi keluar dari Los Angeles untuk menyebarkan kesaksian Tuhan. Di bawah pimpinannya sejumlah gereja-gereja lokal dibangun di seluruh Amerika. Saudara Lee harus bepergian setiap tahun untuk mengadakan sidang istimewa ke seberang negara untuk merawat gereja-gereja ini yang telah dia bangunkan.
Perkara lain yang Saudara Lee kerjakan dalam periode pada tahun 1968 ketika dia membawa 138 kaum saleh dari seluruh Amerika ke Taiwan untuk mengikuti sidang istimewa internasional dan pelatihan selama empat minggu. Tidak pernah ada perbauran yang sedemikian di antara Belahan Bumi bagian Timur. Permulaan pelaksaan perbauran sedemikian yang sedang mekar di dalam pemulihan Tuhan dan membawa manfaat yang besar bagi kaum saleh seluruh bumi. Seperti rasul Paulus, Saudara Lee adalah faktor perbauran dalam Tubuh Kristus.
Apa yang Tuhan kerjakan dalam periode ini dari ministri Saudara Lee meletakkan dasar bagi pemulihan untuk menyebar ke seluruh bumi. Dari permulaan yang rendah di Los Angeles, sampai kehidupan gereja di Elden Hall, sampai migrasi ke seluruh Amerika, sampai menyebarkan ministri ke seluruh lima benua—hanya dalam kehendak kekal kami dapat mengerti akibat yang dalam pada kepentingan Tuhan dalam pemulihan-Nya di bumi.
Ministri di Jepang dan Korea
(Disaksikan oleh saudara dan saudari dari Jepang dan Korea, dibacakan oleh Saudara Tanada dan Saudara Lee Hee-deuk.)
Jepang
Selama Perang Dunia Kedua Saudara Lee banyak mengalami penderitaan dari penganiayaan dan bahkan dipenjara oleh polisi militer Jepang. Pada hari itu, polisi militer Jepang akan membunuh orang China dengan mudah seperti mereka akan membunuh seekor ayam. Namun Tuhan melindungi Saudara Lee dan akhirnya membebaskan dia dari tangan polisi militer Jepang.
Saudara Lee adalah seorang yang hidup dalam roh, bukan hidup oleh manusia lamanya tetapi oleh manusia barunya. Dia sangat mengasihi orang Jepang dan sangat mendambakan bahwa pemulihan Tuhan suatu hari akan mencapai Jepang. Setelah Saudara Lee diutus ke Taiwan, dia mengutus para sekerja pada tahun 1950an untuk menangani kesaksian Tuhan di Jepang. Sejak tahun 1958 dia sendiri pergi ke Jepang hampir setiap tahun untuk menguatkan kesaksian Tuhan di sana. Dia bahkan pergi sendirian ke setiap universitas dan memberitakan injil kepada mahasiswa-mahasiswa. Ketika kelompok pertama kaum beriman Jepang pergi ke Taiwan pada tahun 1959 Saudara Lee sendiri datang ke Keelong Harbor untuk menjemput mereka. Dia secara khusus mengasihi kaum saleh Jepang dan membawa mereka ke Perpustakaan Injil dan memberi tahu mereka bahwa buku-buku apapun yang mereka ingin miliki, mereka dapat dengan gratis mengambilnya. Kelompok kaum beriman Jepang ini tinggal di Taipei selama setengah tahun, mengikuti sidang injil sepuluh ribu orang dan juga menghadiri sidang Latihan Kehidupan dan Pelayanan Saudara Lee di Taipei. Penyempurnaan dan perawatan ini meletakkan dasar yang baik bagi pekerjaan Tuhan di Jepang.
Pada tahun 1967 dia memberi izin kepada saudara-saudara Jepang untuk mencetak semua buku yang diterbitkan oleh Perpustakaan Injil Taiwan. Ini adalah permulaan Perpustakaan Injil di Jepang. Pada waktu itu kaum saleh di Jepang sangat miskin. Setiap kali ketika Saudara Lee datang ke Jepang, dia sangat menderita. Balai sidangnya sangat kecil; jalan-jalannya sempit; dengan pintu yang rendah. Kadang-kadang kepalanya terbentur oleh pintu yang rendah itu, bahkan berdarah, namun dia masih terus mengunjungi untuk menguatkan gereja-gereja di Jepang. Suatu kali dia mencari sebidang tanah yang dijual untuk balai sidang. Dia mengeluarkan semua uang yang dia miliki di dompetnya dan memberikannya kepada saudara-saudara, kemudian memerintahkan mereka untuk membeli sebidang tanah itu.
Saudara Lee sangat mengasihi kaum saleh Jepang dalam pemulihan. Maka, kaum saleh Jepang juga sangat mengasihi dia. Hari ini di Jepang ada sekitar 2000 kaum saleh bersidang di tujuh puluh lokalitas memikul kesaksian Tuhan. Ini adalah buah dari pekerjaan saudara kita di Jepang.
Korea Selatan
Saudara Lee mulai merawat Korea pada tahun 1965. Secara resmi mengunjungi Korea pada tahun 1975 untuk kali pertama dan mengadakan sidang istimewa bersama kami. Pada waktu itu jumlah kaum saleh yang menghadiri hanya 270 orang. Pada tahun 1981 dia mengunjungi lagi untuk mendorong kami.
Pada April 1982 beberapa problem muncul dalam gereja-gereja di Korea dan respon Saudara Lee untuk surat kami yang panjang sangat sederhana: “Waktu terbaik adalah untuk melayani Tuhan.” Dia menggembalakan kami melalui setiap kali mengunjungi kita secara langsung atau melalui mengutus sekerja kepada kami. Pada Oktober 1984, sementara tinggal di Taipei, dia mengunjungi Seoul lagi dan mengadakan sidang istimewa bersama kami. Pada November 1988 ada satu sidang istimewa yang di adakan di Seoul bersama sekitar 2500 kaum saleh yang menghadirinya. Subyek umum sidang istimewa ini adalah Ekonomi Allah dalam Perlambangan Perjanjian Lama dan Perampungan Perjanjian Baru, dan dia melanjutkan untuk membicarakan mengenai pergerakan Tuhan sepanjang sejarah dunia. Ketika sidang terakhir berakhir, Saudara Lee mempersembahkan doa yang sungguh-sungguh kepada Tuhan, katanya, Tuhan, berkatilah Republik Korea! Setelah dia berdoa, kaum saleh yang hadir sangat terjamah, dan semua berdiri, dengan kuat bertepuk tangan sebagai respon. Pada April 1989 Saudara Lee mengunjungi kembali Korea seperti yang telah dia janjikan kepada kami, dan lebih dari 3000 orang menghadiri sidang istimewa ini. Subyeknya adalah Imamat Injil Allah dalam Perjanjian Baru. Bahkan sejumlah kaum beriman denominasi yang telah membaca buku-buku Saudara Lee mengikuti sidang istimewa ini dan dijamah oleh ministri.
Kami menerima banyak bantuan melalui mengikuti pelatihan setahun dua kali dan pelatihan video yang diadakan oleh Saudara Lee. Dan melalui persekutuan mengenai kelompok-kelompok vital dan perbauran, kaum saleh Korea mulai untuk menikmati realitas Tubuh Kristus. Melalui buku-buku Saudara Nee dan Saudara Lee gereja-gereja di Korea dengan kuat diteguhkan melalui membaca dan menikmati esens intrinsik dari ministri itu.
Pada musim semi akhir tahun, Saudara Lee mengundang orang-orang yang melayani di Korea untuk datang ke Anaheim untuk dilatih agar memiliki satu fondasi yang lebih solid bagi ministri. Pada waktu itu jumlahnya 73 saudara yang mengikuti pelatihan. Saudara-saudara ini kembali ke Korea dan mengadakan pelatihan sepenuh waktu di Seoul yang dimulai pada 5 Agustus tahun lalu. Tujuh puluh empat gereja dan 7000 kaum saleh di Korea akan bertekun dalam pengajaran dan persekutuan para rasul.
Ministri di Amerika Selatan dan Australasia
(Kesaksian yang disampaikan oleh para saudara dan saudari dari Amerika Selatan dan Australasia, dibacakan oleh Saudara Marco Mello dan Saudara Ray MacNee)
Amerika Selatan
Pemulihan Tuhan di Amerika Selatan dimulai pada tahun 1959 ketika beberapa keluarga dari Taiwan, Hong Kong, Pilipina, dan tempat lainnya memulai bersidang di San Paulo. Pada tahun 1964 Saudara Lee datang ke San Paulo dan mengesahkan gereja di sana. Dia mengunjungi kami lagi pada tahun 1965 dan 1969 dan membagikan kepada kami mengenai melatih roh manusia melalui menyeru nama Tuhan dan mendoa-bacakan Firman. Maka kehidupan gereja dibawa masuk ke dalam roh. Kami dibantu untuk hidup oleh Roh dan memperhidupkan kebenaran sebagai ekspresi luarannya.
Pada tahun 1975 sekelompok yang lebih dari dua ratus pelajar Brazil, yang tidak puas dengan kondisi kekristenan yang mati, di bawa masuk dalam pemulihan Tuhan. Kami bersekutu mengenai hal menyeru nama Tuhan kepada mereka, dan mereka menerimanya dengan sangat bersuka-cita. Kemudian kami membawa mereka ke pelatihan Saudara Lee setahun dua kali. Setelah masing-masing latihan selama enam bulan kami mendalami, mengulangi, lebih berdoa, menikmati, dan bernubuat mengenai berita-berita yang disampaikan dalam latihan itu. Maka dari itu, gereja-gereja dibawa kepada hidup dalam roh dan berjalan menurut Roh itu, dan fondasi yang teguh atas Firman diletakkan. Hal ini menghasilkan pertumbuhan hayat, penambahan jumlah yang cepat, dan membangunkan banyak gereja. Pemulihan juga disebar luaskan ke Argentina, Chili, Peru, Bolivia, Paraguay, Uruguay, Ekuador, Kolombia, dan Venezuela.
Pada tahun 1984 Saudara Lee datang ke Brazil lagi untuk melayani kami. Dia bersukacita ketika dia melihat kaum saleh bertumbuh dalam hayat selama ketidak hadirannya. Selama sidang istimewa dia berkata, “Ketika kalian menyanyi, aku sangat menikmati rohmu sehingga aku lupa namaku; dan ketika kalian bersaksi, kalian menggali bongkahan emas dalam beritaku.” Karena itu, dia berjanji untuk datang melayani kami setiap tahun.
Ketika Saudara Lee dipimpin oleh Tuhan kembali ke Taiwan dan tidak dapat datang setiap tahun, kami bersekutu dengan dia ke Taiwan. Kami menerima banyak bantuan mengenai jalan yang ditetapkan Allah, dan pada tahun 1986 kami memulai melaksanakannya. Sebagai hasilnya ada gelombang besar dalam kecepatan perluasan kita.
Mengenai pekerjaan literatur, banyak buku yang ditulis Saudara Nee dan Saudara Lee diterjemahkan ke dalam bahasa Portugis, dan kami berusaha menyebarkan buku-buku pemulihan ke seluruh negara Amerika Selatan. Satu buku yang berjudul Ekonomi Allah yang ditulis Saudara Lee telah dicetak 25,000 copy dan disalurkan.
Kami bersyukur kepada Tuhan bahwa jumlah kaum saleh dan jumlah gereja-gereja bertambah terus yang dihasilkan dari menikmati ministri Saudara Lee, menyebarkan literaturnya, dan jalan yang ditetapkan Allah. Ada 630 gereja di Amerika Selatan, dan total kaum saleh mendekati 20,000.
Pada tahun 1995 mengeluarkan apresiasi terhadap kesetiaan Saudara Lee melayani kami selama dua puluh tahun pelatihan pelajaran-hayat, lebih dari seratus penatua dan sekerja dari Amerika Selatan datang ke Anaheim untuk sidang Hari Ucapan Syukur. Dengan hati yang penuh kasih karunia Tuhan dan sangat berterimakasih kepada Saudara Lee, kami berterimakasih bahwa kami berkesempatan untuk menyatakan apreasiasi kepada dia dengan bertemu muka.
Ministri Saudara Lee telah menjadi bagian intrinsik kehidupan dan pekerjaan kita, dan kami bersyukur kepada Tuhan bahwa Dia memberikan kami satu anggota yang berkarunia untuk membangun Tubuh-Nya.
Australasia
Pekerjaan Saudara Lee sampai ke New Zealand dan Australia pada tahun 1960an melalui buku-buku dan majalah The Stream. Beberapa dari mereka yang membaca terbitan tulisan Saudara Lee mengajukan pertanyaan mengenai kebenaran. Dia membalas melalui mengundang kami ke Sidang Istimewa Internasional di Los Angeles pada tahun 1970 katanya, “Semua pertanyaan akan dijawab jika kalian datang.” Sidang istimewa ini terutama menjawab pertanyaan kami dan memperkenalkan kami untuk menikmati Kristus dan melaksanakan kehidupan gereja.
Pada Maret 1971 Saudara dan Saudari Lee mengunjungi Australia dan New Zealand. Mereka dijemput di bandara oleh sekitar 20 pemuda yang telah memulai melaksanakan kehidupan gereja. Pada saat melihat kami di bandara, dia berteriak, Yesus itu Tuhan di Auckland! Dia datang sebagai seorang saudara, yang sangat mudah didekati dan mau bersekutu secara intim dengan kami. Berita-berita sidang istimewanya mengenai kekayaan Kristus yang tidak terduga. Ministrinya sangat menarik sehingga banyak kaum saleh meninggalkan pekerjaannya untuk mengikuti Saudara Lee ke mana saja dia mengunjungi seluruh New Zealand. Kemudian, mereka datang ke Amerika Serikat di bawah ministrinya. Ini menjadi faktor utama dalam mendirikan pemulihan. Selama kunjungannya dia sangat mudah didekati sehingga orang muda dapat duduk di sekitar dia dengan mengajukan pertanyaan. Kami muda dan kurang pengalaman, tetapi dia memberi kami kesan bahwa ini adalah apa yang Tuhan telah lakukan. Dia menengadah untuk orang-orang yang hanya mengasihi Dia dan mutlak bagi Dia dan bahwa New Zealand adalah satu tempat yang cocok bagi kehidupan gereja. Dalam buku tamu kami dia berkomentar, “Di sini [di New Zealand] Kristus adalah semua dan di dalam semua.”
Setelah tahun itu dua puluh lima kaum saleh mengunjungi Los Angeles untuk sidang istimewa dan pelatihan Saudara Lee. Kami dipimpin untuk menjadi satu, hanya memperhatikan Kristus, dan untuk mengikuti gereja-gereja. Ketika kami berkontak dengan Saudara Lee kami selalu dengan hangat diterima dan didorong. Dia selalu membantu setiap masalah dan kesukaran kami, namun dia tidak pernah mencoba untuk mengontol kami. Sering kali dia bertanya mengenai kaum saleh dengan menyebutkan namanya, menyatakan perhatian dan perawatan bagi mereka. Kaum saleh merasa bahwa mereka adalah anak-anak Saudara Lee, sehingga mereka ada dalam pemulihan karena ministrinya. Seperti rasul Paulus adalah bapa bagi gereja-gereja, Saudara Lee adalah bapa kami.
Pada tahun 1993 Saudara Lee mendorong kami untuk memulai pelatihan sepenuh waktu di New Zealand. Ini adalah menyempurnakan banyak kaum saleh untuk melanjutkan ministri yang sama dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah. Seluruh gereja Ausralasia mengikuti ministri.
Hari ini di Australia ada 500 kaum saleh dalam 7 gereja. Di New Zealand ada 1100 kaum saleh dalam 16 gereja.
Selain bertemu Tuhan sebagai Juruselamat kami, hal terbesar yang membahagiakan kami adalah bertemu Saudara Lee dan untuk belajar menikmati Tuhan dan dibawa masuk ke dalam pemulihan-Nya.
PERIODE KETIGA—
FUNGSI MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: #382; Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 3:2-3
Dalam bagian ketiga ministri Perjanjian Baru, kita diberi tahu fungsi ministri ini. Fungsi ministri Perjanjian Baru adalah untuk menulis surat-surat Kristus. Dalam bagian ketiga ministri Saudara Lee ini, dimulai pada tahun 1974 dia mulai dengan mengadakan pelajaran-hayat untuk seluruh Alkitab melalui pelatihan setahun dua kali. Kemudian tersedia melalui video untuk pelatihan-pelatihan di seluruh bumi.
Video dari pembicaraan saudara kita mengenal point ini dimainkan. Selanjutnya adalah transkrip dari pembicaraanya.
Fungsi dari ministri perjanjian yang baru bukan melakukan pekerjaan, tetapi menulis surat-surat. Sementara kalian meministrikan Kristus kepada orang lain, pada waktu yang sama Kristus bukan saja ditulis kepada orang yang kalian layani, tetapi juga ditulis ke dalam kalian.
Maka sama seperti orang menulis pada saat yang sama menghasilkan dua copy. Dengan kata lain sama seorang menulis pada dua lembar kertas pada waktu yang sama. Ini dituliskan ke dalam kalian; ini juga dituliskan di hati rasul. Tulisan yang sama menghasilkan dua copy asli. Pemberitaan yang ringan, pemberitaan yang dangkal, seperti pemberita hari ini, menghasilkan banyak orang mungkin tidak menulis dua copy asli. Ini adalah pemberitaan yang dangkal. Ini adalah pekerjaan injil yang ringan. Dapatkan kalian mengikuti saya?
Ministri yang tepat, mutlak selalu menulis sesuatu di dalam hati orang lain, dan pada saat yang sama juga ditulis di dalam hatiku. Saya harus memberi tahu kalian, di dalam saya, di hati saya, ada banyak surat, mungkin ratusan, ribuan copy. Para rasul menjamin orang-orang Korintus di Korintus bahwa mereka tidak pernah dapat dilupakan para rasul karena mereka tertulis pada hati para rasul. Kapan kala para rasul pergi mereka dibawa bukan dalam kasus singkat dengan beberapa gambaran, foto, tetapi para rasul membawa mereka ke manapun melalui mereka ditulis pada hati para rasul.
Pelajaran-hayat Alkitab
(Disaksikan oleh Saudara Ron Kangas dan beberapa kaum saleh yang melayani di Living Stream Ministry)
Selama waktu persekutuan yang penting pada Januari 1974, Saudara Lee mempersekutukan mengenai beban yang besar dan berat—beban melaksanakan pelajaran-hayat Alkitab. Sepanjang abad banyak pengajar besar telah menulis pelajaran berbagai kitab dalam Alkitab, dan tak terbilang komentar dan penjelasan yang ditulis. Walaupun demikian, kebanyakan mereka hanya menjamah sisi objektif dan doktrinal dari wahyu ilahi dan kehilangan penekanan sisi hayat. Karena ini, saudara kita diberi beban oleh Tuhan untuk mengadakan pelajaran-hayat Alkitab.
Saudara Lee membuka berita pertama pelajaran-hayat dengan perkataan ini:
Puji Tuhan untuk Alkitab. Puji Tuhan untuk hayat, hayat ilahi, hayat kekal, yang diwahyukan dalam kitab ini. Dan puji Tuhan bahwa Dia telah memberikan kita kesempatan ini untuk mengadakan pelajaran-hayat Firman ilahi-Nya bersama sekumpulan umat yang besar. Tuhan berkendak, dimulai dari hari ini, 6 April 1974, kita akan meneruskan pelajaran-hayat seluruh Alkitab, kitab demi kitab secara berurutan. Mungkin Tuhan membantu kita yang dikasihi-Nya hari ini dengan pengurapan-Nya yang kaya seluruh cara sepanjang pelajaran kita.
Kemurahan Tuhan kita mendengar dan menjawab doa Saudara Lee dan dua puluh satu tahun kemudian pada Juli 1995 saudara kita merampungkan pelajaran-hayat seluruh Alkitab dengan satu berita pada Kidung Agung yang berjudul Mengharapkan Terangkat. Dalam sidang yang mengesankan ini kami semua bersukacita di dalam Tuhan dan menyatakan apresiasi kami untuk rampungnya pelajaran-hayat seluruh Alkitab, suatu perampungan yang belum pernah terjadi di dalam sejarah orang Kristen. Lagi dan lagi kami menyanyikan satu kidung yang ditulis untuk kesempatan itu, “Hal mulia bagi kami berbicara bertahun-tahun melalui kekayaan Tuhan kita, / Merawat, membangun, matang dan ditransformasi / Kami menikmati Firman-Nya yang tersingkap. / Bertahun-tahun melihat, bertahun-tahun visi, bertahun-tahun kebenaran, dan bertahun-tahun terang / Sampai kekekalan kami semua nampak pelajaran kaya ini yang dikerjakan dalam hayat.”
Usaha besar ini adalah hasil dari bertahun-tahun setia berjerih lelah di dalam Tuhan. Dan kami bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui hamba-Nya, Saudara Witness Lee, Firman Allah telah sepenuhnya ditafsirkan untuk umat-Nya. Ketika pengeditan pelajaran-hayat selesai yang berisi hampir mendekati seribu sembilan ratus halaman, dan ini telah dicetak sedikitnya tiga puluh dua volume sampul tebal. Hari ini berita-berita ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa China, Spanyol, Korea, Jepang, Jerman, Prancis, Rusia, Polandia, Albania, Romania, Potugis, Tagalog, Vasaya, Malaysia, Indonesia, dan Thailand.
Dalam pemulihan Tuhan selama lima puluh tahun yang lampau pengenalan gereja-gereja terhadap Tuhan dan kebenaran-Nya terus-menerus maju. Pelajaran-hayat Alkitab, pekerjaan yang besar dan klasik, dibangun di atasnya dan berkembang selanjutnya dari apa yang Tuhan telah wahyukan kepada gereja-Nya pada abad-abad yang lampau. Pelajaran-hayat Alkitab penuh dengan wahyu mengenai Allah Tritunggal yang melalui proses dan rampung, Kristus yang almuhit, Roh pemberi hayat, pengalaman hayat, dan definisi dan pelaksanaan gereja. Tidak ada pelajaran dan penjelasan lain dari Alkitab yang menyampaikan hayat, suplaian yang merawat, atau membimbing pembaca ke dalam wahyu Firman kudus Allah mengenai ekonomi kekal-Nya seperti pelajaran ini.
Dalam berita-berita pelajaran-hayatnya, Saudara Lee memperhatikan tiga prinsip dasar, prinsip ini seharusnya memerintah dan menguasai penterjemahan dan penguraian kita atas Alkitab. Prinsip pertama adalah Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan dan tebusan-Nya. Prinsip kedua adalah kita harus menafsirkan dan menjelaskan kebenaran-kebenaran Alkitab dengan Kristus bagi gereja. Prinsip ketiga adalah Kristus, Roh itu, hayat, dan gereja. Seperti yang dinyatakan oleh Saudara Lee, “Tujuan pelajaran-hayat Alkitab ada empat ganda: (1) untuk menyajikan kebenaran-kebenaran yang ada dalam Alkitab, (2) untuk meministerkan suplai hayat, (3) untuk memecahkan masalah-masah yang umum dan sulit di dalam Alkitab, dan (4) untuk membuka setiap kitab dari Alkitab melalui memberikan penafsirannya yang tepat.”
Kami bersyukur kepada Tuhan, Kepala Tubuh, karena memberikan Saudara Lee kasih karunia, kekuatan, hikmat, dorongan, dan tahun-tahun untuk menyelesaikan pelajaran-hayat Firman Allah. Semoga Tuhan memberkati setiap buku-buku dan kegunaan setiap berita untuk menghasilkan umat-Nya yang ditebus dan dilahirkan kembali bertumbuh dalam hayat bagi pembangunan Tubuh Kristus untuk merampungkan Yerusalem Baru.
Ministri kepada Gereja-gereja seperti yang Dicontohkan oleh Ministri kepada Gereja di Anaheim
(Disaksikan oleh para penatua gereja di Anaheim, dibacakan oleh Dave Higgins, David Koo, Albert Lim, Daniel Sun, dan Gerald Chan)
Gereja di Anaheim selalu menempati satu tempat khusus di hati Saudara Lee. Sejak tahun 1974 Anaheim telah menjadi rumah bagi Saudara Lee. Sementara tidak ada hal demikian seperti gereja kepala di antara gereja-gereja lokal, Saudara Lee menganggap gereja di Anaheim sebagai gereja rumahnya. Gereja di Anaheim telah dimulai pada Pebruari 1974. Di bawah kepemimpinan Saudara Lee, kaum saleh dari tiga balai sidang di Los Angeles pindah ke Anaheim. Dalam membuat perpindahan ini Saudara Lee memiliki dua ganda beban: satu adalah untuk menyampaikan pelajaran-pelajaran hayat Alkitab dan yang satunya untuk mendapatkan lebih banyak orang muda bagi pemulihan Tuhan.
Sementara gereja di Huntington Beach difungsikan sebagai garis depan untuk memberitakan injil, untuk mendapatkan orang muda, gereja di Anaheim berfungsi untuk membantu menyampaikan ministri ini. Pada waktu itu kantor Living Stream Ministry didirikan di Anaheim, dan kaum saleh di gereja Anaheim berkesempatan untuk berbagian dalam pelayanan ministri bertahun-tahun.
Hubungan antara Saudara Lee dan gereja di Anaheim adalah manis. Saudara Lee secara pribadi merawat gereja di Anaheim dari meneguhkan dan melatih para penatua untuk merawat kaum saleh secara individu yang perlu digembalakan. Selama bertahun-tahun Saudara Lee secara pribadi merawat banyak kaum saleh di gereja Anaheim. Ketika dia menghadiri sidang gereja, dia sering memandang sekeliling untuk melihat kaum saleh tertentu ada dalam sidang. Pada waktu itu dia membantu kaum saleh melalui mengoreksi dan membetulkan tutur sabda mereka. Bahkan ketika dia tidak dapat datang ke sidang-sidang gereja karena alasan kesehatan, dia akan bertanya orang-orang yang melayani yang di sekeliling dia bila si anu ada dalam sidang dan apakah mereka berdoa atau bernubuat dalam sidang. Dan bila ada, apa isi dari doa dan tutur sabdanya. Dalam sejumlah kasus di mana kaum saleh telah menjadi kecil hati dan kehilangan hati bagi Tuhan dan gereja, Saudara Lee secara pribadi mengontak kaum saleh ini atau secara pribadi mengundang kaum saleh ini ke rumahnya untuk makan dan bersidang. Melalui cara ini, orang-orang ini dipulihkan ke dalam kehidupan gereja. Saudara Lee tidak pernah menyerah pada siapapun. Dia mencontohkan hati Allah Bapa kita yang kasih dan pengampun dan roh Kristus Juruselamat kita yang mencari dan menggembalakan.
Mengingat banyak kaum saleh dalam pemulihan nampak Saudara Lee lebih banyak dalam ministrinya, kami di gereja Anaheim dengan khusus diberkati dalam dapat lebih dekat mengamati cara hidupnya. Pribadinya adalah suplaian untuk gereja sebanyak apa yang diministrikannya. Dia tidak pernah memandang menjadi tuan atas kami ataupun memaksakan dirinya atas kami. Sebaliknya dia adalah teladan bagi kawanan. Dia tidak pernah memberatkan kami; dia lemah lembut di tengah-tengah kami, dan dirinya bersama kami selalu menjadi satu sukacita dan hiburan kami. Dia merawat kami seperti seorang ibu terhadap anak-anaknya. Dia sabar dan tekun dalam melatih kami, bahkan panjang sabar dalam memikul kelemahan kami dalam mengikuti pelatihannya.
Ketika kami tersesat dari garis sentral wahyu Allah, dia pasti membawa kami kembali. Dia banyak berdoa bagi kami. Sebagai seorang imam dia memikul kami di hatinya ke dalam hadirat Allah. Dia ketat terhadap dirinya tetapi tidak menurut orang lain. Dia fleksibel namun tidak pernah melanggar prinsip alkitabiah. Dalam perkara-perkara pelayanan gereja dia praktis, namun dalam melaksanakannya dia selalu penuh hayat. Cara hidupnya ilahi dan mistikal. Lama sebelum dia mengajar kami istilah kehidupan manusia-Allah, dia menempuh kehidupan seorang manusia-Allah di tengah-tengah kami.
Tidak ada periode waktu penghidupan manusia-Allah Saudara Lee termanifestasi dari pada selama badai yang datang dalam gereja di Anaheim. Dia diserang secara pribadi, tetapi dia tidak pernah membenarkan diri sendiri. Tetapi kapankala kebenaran diserang, dia berperang seperti singa. Dalam waktu yang tergelap pada badai terakhir, dia adalah sumber suplaian dan satu sauh kestabilan bagi kaum saleh yang setia yang berdiri teguh bagi pemulihan Tuhan.
Setelah badai dilalui, Saudara Lee membangun kembali gereja Anaheim yang rusak melalui membawa kaum saleh kembali untuk menikmati hayat ilahi dan melalui membangun sidang doa gereja. Hanya dengan sebagian kecil kaum saleh yang menghadiri sidang doa gereja, Saudara Lee meminta Tuhan untuk menambahkan yang hadir sidang doa sampai tiga puluh kaum saleh. Ini mendirikan satu fondasi bagi gereja di Anaheim, sebanyak ini sekarang ada dua ratus kaum saleh umum menghadiri sidang doa gereja, satu sidang yang menjadi motor bagi roda pemulihan Tuhan untuk mengelingi seluruh bumi.
Dua tahun terakhir Saudara Lee menghabiskan waktu yang berharga bersama gereja di Anaheim. Kesatuan yang dimiliki gereja bersama saudara kita telah bertumbuh lebih intim melebihi sebelumnya. Sesungguhnya Saudara Lee dan gereja di Anaheim digambarkan, ada di dalam hati satu sama lain. Saudara Lee menengadah untuk menghadiri sidang Hari Tuhan pagi setiap minggu. Dia sepenuhnya berpartisipasi dalam meja Tuhan, memilih kidung dan mempersembahkan pujiannya kepada Tuhan. Sering kali dia terlihat mencucurkan air matanya sehingga seluruh sidang terlihat sangat terbenam dalam Allah Tritunggal.
Selama waktu bernubuat setelah memecahkan roti, Saudara Lee akan mendengarkan dengan penuh perhatian kepada kaum saleh yang membagikan nikmat. Dia selalu memimpin demikian supaya memiliki beban untuk bersekutu lebih jauh kepada kaum saleh. Hanya di dalam sidang-sidang inilah Saudara Lee berbicara dengan bebas tanpa harus mempersiapkan garis besar. Dalam cara keintiman yang demikian dia sebagai seorang ayah yang mengasihi menyalurkan kekayaan keluarga yang tak terbatas untuk anak-anak kecilnya yang terkasih. Dalam mendispensikan hal ini sukacitanya menjadi penuh dan sukacita kami juga jadi penuh. Saudara Lee menggambarkan gereja di Anaheim bagi dia menjadi seperti firdaus Allah. Kami dalam gereja di Anaheim merasa sangat berhutang kepada Saudara Lee. Hati kami meluap dengan ucapan syukur. Semoga Tuhan menjaga kami seperti Dia telah menjaga saudara kita menjadi para pemenang yang tinggal di dalam firdaus Allah.
Ministri dalam Pekerjaan di antara Remaja, Mahasiswa, Kaum Saleh Berbahasa China, Kaum Saleh Berbahasa Korea, dan Kaum Saleh Berbahasa Spanyol
(Disaksikan oleh berbagai sekerja di bidang pekerjaan di atas, dibacakan oleh Minoru Chen, David Dong, Sterling Byassee, Dick Taylor, dan Dennis Higashi)
Pekerjaan di California Selatan
Beberapa dari kita para sekerja dan orang-orang yang melayani dari California selatan di sini bersaksi mengenai kasiat kemenangan dari ministri Saudara Lee dalam pekerjaan Tuhan di bagian Amerika Serikat ini. Kami percaya kasiat yang sama jelas kepada lebih besar atau lebih sedikit dalam gereja-gereja lokal di seluruh bola bumi. Sejak tahun 1970an dan sampai hari terakhir Saudara Lee selalu memberikan tuntunan yang intim untuk pekerjaan dan para sekerja di sini melalui doa dan persekutuannya. Seorang pelayan setia dan rasul yang sejati, dia menyumbangkan bantuan yang tak terbatas kepada kami dalam bentuk kunjungan-kunjungan gereja, sidang-sidang istimewa, pelatihan-pelatihan, dan penggembalaan secara pribadi sehingga gereja-gereja dapat dibangunkan dan kesaksian Tuhan dapat disebarluaskan. Dia memberikan arahan kepada banyak segi pekerjaan termasuk anak-anak, remaja, mahasiswa, kaum saleh dalam banyak bahasa, dan gereja-gereja pada umumnya. Dia memimpin kami dalam membela kebenaran di tengah-tengah penyerangan kekristenan. Dia melindungi kami dan memikul kami selama waktu kekacauan. Dia adalah pelopor melaksanakan kelompok vital untuk mengerjakan jalan yang ditetapkan Allah, satu pergumulan yang kami sedang laksanakan hari ini. Sebagai hasilnya jumlah gereja-gereja di wilayah ini bertumbuh dari dua pada tahun 1974 sampai lima pada hari ini, dan jumlah kaum saleh yang aktif dilipatgandakan dari lima ratus sampai lebih dari tiga ribu lima ratus. Pemulihan Tuhan di seluruh dunia sekarang berada di hampir enam puluh lima negara dengan lebih dari dua ribu tiga ratus gereja dan dua ratus ribu kaum saleh. Bersama-sama mereka menanggung kesaksian yang sangat kuat sampai selamanya berkat Tuhan pada ministri Saudara Lee. Apa yang kami alami di California Selatan hanya terdiri dari sebagian kecil dari hasil ini.
Pekerjaan Berbahasa China
Pada permulaan tahun 1980an jumlah imigran China dari Timur Jauh ke Amerika Utara meluas secara dramatis. Di antara mereka ada kaum beriman dari gereja-gereja di Taiwan, banyak yang setelah datang di Amerika Serikat hilang ke denominasi-denominasi berbahasa China. Karena ini Saudara Lee dipimpin Tuhan untuk memulai pekerjaan berbahasa China di Amerika Utara. Sidang pertama dimulai di Anaheim dengan bantuan Saudara Abraham Chang pada tahun 1982. Bertahun-tahun banyak kaum saleh berbahasa China dipersiapkan untuk kehidupan gereja dan dapat melayani dengan bahasa asal mereka. Sebagai tambahan sejumlah besar orang China yang ada di sini, telah diselamatkan, ditambahkan kepada gereja-gereja. Pada tahun 1983 Saudara Lee mengumpulkan kaum saleh dari Amerika Utara selama liburan Tahun Baru China untuk sidang perbauran internasional berbahasa China pertama. Sidang-sidang istimewa setiap tahun ini telah sangat diberkati oleh Tuhan dan telah menjadi sumber utama dari perawatan kepada seluruh gereja di sini dan di Timur Jauh. Saudara Lee menulis satu kidung yang agung, “O Ajaib! O Misteri!” untuk sidang istimewa berbahasa China pada tahun 1994. Sebenarnya pemberitaannya yang terakhir di hadapan umum kepada pemulihan sama dengan sidang istimewa pada bulan Pebruari tahun ini. Sebagai satu kesaksian, saya ingin meminta semua kaum saleh yang berbahasa China dari Amerika Serikat dan Kanada, yang ada di tempat ini, berdiri segera.
Pekerjaan Berbahasa Korea
Sejak itu juga Saudara Lee mengarahkan kami untuk memulai sidang bagi mereka yang berbahasa Korea di California Selatan, saya meminta semua kaum saleh berbahsa Korea dari Amerika Serikat juga berdiri segera.
Pekerjaan Berbahasa Spanyol
Pekerjaan berbahasa Spanyol di Amerika Pusat dan Utara pada tahun 1977 ketika dua puluh kaum saleh memulai bersidang dalam bahasa aslinya di California Selatan melalui persekutuan dan ide Saudara Lee. Dalam setahun dua gereja kecil dibangunkan di luar negeri, satu di Mexico dan satu di Amerika Pusat. Sejak kaum saleh berbahasa Spanyol di dalam pemulihan Tuhan telah bertumbuh dengan jumlah yang tetap. Hari ini, di Hemisphere Utara sendiri ada lebih lima ribu di lebih sembilan puluh lokalitas, di empatbelas negara. Juga lebih dari dua ratus buku dan buklet ministri sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol. Empat hari sebelum Saudara Lee meninggal dunia, mengingat bahwa pelatihan pertama untuk pembicara-pembicara berbahasa Spanyol yang akan dilaksanakan di Anaheim, dia menanyai seorang saudara yang menjadi dokter yang mengunjungi dia dengan dua pertanyaan berikut ini: Kapan kaum saleh berbahasa Spanyol akan datang? Apakah segala sesuatunya telah dipersiapkan bagi mereka dengan baik? Ekspresi perhatian kasihnya keluar menjadi hal terakhir yang saudara kita katakan mengenai pekerjaan Tuhan sebelum dia menghadap Tuhan. Sebagai kesaksian harap seluruh kaum saleh berbahasa Spanyol berdiri di tempat.
Pekerjaan Kampus
Sepanjang kami mengenal Saudara Lee orang muda di kampus selalu mendapatkan tempat yang istimewa di hatinya. Dia ingin melihat mereka didapatkan bagi tujuan Tuhan agar mereka menjadi orang-orang muda dalam rencana Allah. Pada tahun 1976 dia mengarahkan kami untuk pindah ke Long Beach, Fullerton, Irvine, dan Cypress untuk pekerjaan kampus dan membangunkan gereja-gereja. Sejak pekerjaan disebar ke limabelas kampus, membuka jalan bagi Tuhan untuk menjaga banyak anak-anak kaum saleh dan untuk mendapatkan pelajar baru bagi pemulihan Tuhan. Ada 400 mahasiswa di California Selatan hari ini, banyak yang menyatakan untuk bergabung dengan pelatihan sepenuh waktu ketika mereka lulus. Dan di bagian lain pemulihan, banyak orang yang memimpin dan pekerja sepenuh waktu di gereja-gereja di tempat ini sebenarnya dihasilkan dari pekerjaan kampus dari tahun yang lampau. Haleluya! Beban saudara kita untuk pekerjaan kampus adalah akurat, dan Tuhan menegaskannya. Semoga Tuhan menawan ratusan dan ribuan orang yang akan berkorporat dengan Dia untuk mempersiapkan mempelai perempuan-Nya dan merampungkan zaman ini. Sekarang untuk satu kesaksian semua yang didapatkan ketika saat mahasiswa bagi pemulihan Tuhan dan yang sekarang masih kuliah, silahkan berdiri.
Pekerjaan Remaja
Perhatian dan rawatan Saudara Lee untuk generasi kedua pemulihan Tuhan, anak-anak dan remaja, sangat jelas dalam ministrinya. Dia sering menantang kami dan mendesak orang-orang yang melayani untuk memperhatikan remaja. Sebagai kesempatan Saudara Lee juga bangkit untuk menggembalakan orang-orang muda di sekeliling dia, khususnya mengenai kerohaniannya dan pengembangan keinsanian dalam bidang mengenal Allah, mendapatkan pendidikan yang baik, dan membangun satu karakter yang tepat. Menurut arahannya, kami membangun satu kebiasaan yang baik di antara gereja-gereja untuk membawa anak-anak dengan jelas beroleh selamat dan dibaptis sebelum mereka masuk ke S M P dan kemudian mempersiapkan mereka sepanjang mereka di sekolah menengah dan kuliah dan bergabung dengan pelatihan sepenuh waktu. Kami juga mengadakan Sekolah Kebenaran Musim Panas menurut arahannya untuk mendirikan remaja dalam pengenalan dasar mereka dan mengalami Kristus dan gereja. Tidak ada yang bisa memberi tahu betapa banyak remaja di antara kita yang telah menguntungkan dari pimpinan penting Saudara Lee di tempat ini. Sekarang sebagai satu kesaksian saya meminta semua anak-anak dan remaja di antara kita, termasuk mereka semua yang telah melalui sidang anak-anak, S M P, dan S M U silahkan berdiri.
PERIODE KEEMPAT—
KEMAMPUAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: #154; Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 3:5-6
Dalam bagian keempat dari ministri Perjanjian Baru kita diberi tahu kemampuan ministri itu. Kemampuan ministri itu hanya memperhidupkan diri Allah sendiri.
Selanjutnya dibacakan Pelajaran-hayat 2 Korintus:
Saya di sini bukan hanya memberitakan injil atau mengajar Alkitab. Bebanku adalah menulis surat-surat hidup Kristus. Jika saya menjadi penulis seperti ini; saya harus menjadi orang yang disusun Allah Tritunggal. Memperhidupkan diri Allah sendiri adalah kecukupan, kemampuan, dan kualifikasi ministri para rasul bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah untuk menyalurkan Kristus ke dalam umat pilihan Allah untuk membangun Tubuh Kristus. Kita sendiri tidak bernilai demikian juga apa yang dapat kita kerja tidak bernilai. Hanya Allah Tritunggal yang tersusun ke dalam kita, yang memadai untuk melaksanakan pekerjaan penulisan surat-surat hidup Kristus. Roh itu yang adalah ekspresi ultima dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses membagikan hayat ilahi, bahkan diri Allah sendiri, ke dalam para rasul dan semua kaum beriman lainnya, menjadikan mereka minister-minister suatu perjanjian yang baru, perjanjian hayat. Maka, ministri mereka adalah satu susunan hayat Allah Tritunggal melalui Roh pemberi hayat-Nya.
Kemampuan ministri ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi hayat.
Ministri di Taiwan pada Tahun 1980an
(Disaksikan oleh para penatua dan sekerja dari Taiwan)
Jalan Baru
Pada musim gugur 1984, ketika Saudara Lee berusia 80 tahun, setelah banyak mempertimbangkan dan melalui doa di hadapan Tuhan mengenai keseluruhan situasi gereja-gereja, dia mengambil satu keputusan untuk melangkah kembali ke Taiwan untuk mempelajari dan melaksanakan jalan baru dengan tujuan menyediakan pemulihan Tuhan dengan kantong anggur yang baru.
Sesungguhnya ini adalah hak yang tak terbilang bahwa kita kaum saleh di Taiwan dipilih oleh dia untuk penelitian pelaksanaan jalan baru. Dengan kegembiraan yang meluap-luap dan ucapan syukur kami dipimpin ke dalam realitas dan pelaksanaan semacam kehidupan gereja baru.
Kami tidak pernah melupakan beban yang Saudara Lee sampaikan kepada kita dalam sidang istimewa pertama yang diadakan di Taipei. Dia membukakan kepada kita surat Efesus 4:11-16 yang menggambarkan kepada kita cetak biru pembangunan Tubuh Kristus yang organik dengan iman dan dengan penuh keyakinan. Kami memiliki jaminan masa depan pemulihan Tuhan yang cerah yang tidak kami miliki sebelumnya.
Saudara kita secara khusus berbeban untuk tiga perkara: (1) pelaksanaan jalan yang ditetapkan Allah, (2) mendirikan pusat pelatihan sepenuh waktu, dan membangun balai sidang yang besar.
Mengenai jalan yang ditetapkan Allah, pertama-tama, dia mendorong kami menjadi orang yang normal, hidup, dan vital melalui melaksanakan penyegaran pagi dan menang setiap hari. Kami semua diuntungkan oleh pelaksanaan ini.
Lebih jauh lagi, dia menyempurnakan kami menjadi anggota Tubuh Kristus yang normal, organik dan berfungsi melalui melaksanakan “melahirkan, merawat, mendidik, dan membangun.” Dalam jalan ini semua kaum saleh dapat berfungsi sebagai imam-imam injil Perjanjian Baru. Sejak tahun 1987 setiap tahun ribuan orang baru diselamatkan melalui kunjungan injil dengan mengetuk pintu. Sesungguhnya, “Jalan baru mendapatkan manusia baru, dan manusia baru berjalan di jalan baru.”
Berdasarkan Kisah Para Rasul 2:42-45 kehidupan gereja kita ditransformasi ke dalam kehidupan gereja kelompok kecil, dengan kaum saleh bersidang dari rumah ke rumah. Seperti yang saudara kita katakan, “Langit boleh runtuh dan bumi boleh berlalu, namun kita seharusnya tidak pernah meninggalkan sidang-sidang kelompok kecil.”
Lebih jauh lagi, Saudara Lee memiliki beban agar kami dapat melihat kemerosotan kekristenan tradisional selama dua ribu tahun—“satu orang berbicara dengan yang lainnya mendengarkan”—perlu dilemparkan. Setiap orang boleh bernubuat seperti 1 Korintus 14:26 harus dipulihkan sepenuhnya. Dia berkata, “Pelaksanaan jalan baru hanya seperti sebuah mobil melewati atas bukit. Maka kami sehati berjerih lelah sampai pekerjaan kami berhasil.”
Dalam tahun-tahun ini di Taiwan, saudara kita mencurahkan dirinya, bahkan dirinya sangat letih, untuk melaksanakan visi itu. Sering kali dia sakit. Beberapa waktu, dia menggunakan kursi roda untuk memasuki pesawat ke Amerika Serikat. Namun dia kembali lagi dan lagi, dengan setia menggenapkan amanatnya dari Tuhan. Dia sering kali memberi tahu kami: “aku berusaha menghabiskan seluruh diriku sampai aku mati, karena aku ingin berjumpa Tuhan dan Saudaraku yang terkasih Watchman Nee.” Saudara kita adalah kurban curahan yang sejati yang dicurahkan di atas kita, nilainya tak terkatakan.
Sebagai keuntungan ministri saudara kita, kami semua dapat menyaksikan kemampuan ministrinya, yaitu ministri Roh itu, ministri yang memberikan hayat dan bahkan memvitalkan kehidupan gereja. Gereja-gereja di Taiwan, tadinya seperlu pohon-pohon tua yang mandul, telah mulai menunaskan carang-carang baru dan berkuncup kembali melalui ministri saudara kita. Sidang istimewa perbauran empat puluh ribu kaum saleh pada 9 Juni tahun lalu adalah satu bukti kemuliaan dari hal ini.
Pusat Pelatihan
Saudara Lee mengharapkan untuk membangunkan ratusan orang muda untuk memelopori pelaksanaan jalan baru. Oleh belaskasihan Tuhan gereja-gereja menjawab seruannya dengan positif. Selesainya injilisasi Taiwan ini dirampungkan dalam lima tahun. Ratusan sepenuh waktu telah dibangunkan untuk berfungsi bukan saja di Taiwan tetapi juga di banyak negara yang lain.
Balai Sidang yang Besar
Beban ketiga dalam hati pelayan Tuhan adalah membangun balai sidang yang besar untuk keperluan perbauran gereja-gereja. Pada Mei 1985 di bawah pimpinannya gereja memberi sebidang tanah seluas 37 acre di Linko, daerah Taipei. Pada Juni 1987 datang kabar bahwa sebidang tanah di area segitiga perkotaan Taipei, seperti area Wall Street New York, akan dijual. Harganya sekitar 10 juta dollar U. S., yang perlu dibayar kontan di dalam jangka dua bulan. Pada saat yang penting, Saudara Lee mentransfer semua dana sehingga dia mengarahkan ini ke sidang yang besar dan keperluan yang mendesak. Akhirnya, gereja membeli tanah itu. Lalu di bawah arahannya bangunan dua puluh dua tingkat itu yang diberi nama Hsinchi Building dibangun, dan bangunan ini akan selesai sampai akhir tahun ini. Penyelasan kami yaitu saudara kita yang terkasih tidak dapat melihat selesainya bangunan baru ini dengan matanya sendiri.
Sekarang kami berharap semua kaum saleh yang datang dari Taiwan dipersilahkan berdiri. Di sini kami ingin mengatakan sepatah kata untuk dia lagi: “Saudara Lee, kami bersyukur padamu, kami merindukanmu, kami mengasihimu, kami mengasihimu selama-lamanya (Diulangi dalam bahasa China).
Perpustakaan Injil Taiwan
(Disaksikan oleh orang-orang yang melayani dari Perpustakaan Injil Taiwan, dibacakan oleh Paul Wu, Moses Chu, James Churng, Andres Bos)
Sebagaimana mereka dibelaskasihi Tuhan telah mendapat hak istimewa untuk melayani Saudara Lee secara dekat sebagai rekan hambanya dalam pekerjaan penerbitan di Perpustakaan Injil Taiwan, kami hendak memberi penghargaan singkat dan sangat berterima kasih mengenai saudara kita dalam tiga aspek: pertama, dalam kemutlakannya melaksanakan pekerjaan penerbitan Saudara Nee dalam pemulihan Tuhan; kedua, dalam kesetiaannya untuk lebih mengembangkan warisan ini, membawanya hingga puncak tertinggi; dan ketiga, dalam jerih lelahnya untuk melatih dan menggenapkan sekerjanya yang muda untuk berbagian dalam pekerjaan yang sama dan mengikuti jejaknya melanjutkan pekerjaannya sampai perampungannya.
Banyak dari kita yang melayani hari ini di Perpustakaan Injil mulai melayani pada tahun 1980an. Pada waktu itu ministri Saudara Lee kebanyakan di Amerika Serikat, dan kami memiliki sedikit kesempatan untuk mengontak dia secara pribadi. Namun kami tahu Perpustakaan Injil, terbangun dengan baik pada waktu itu, yang adalah buah jerih lelah saudara kita. Ketika dia diutus oleh Saudara Nee ke Taiwan, saudara kita memulai Perpustakaan Injil dengan menulis di sebuah meja kopi yang kecil pada tahun 1949. Ini adalah permulaan Perpustakaan Injil Taiwan yang sederhana sebagai kelanjutan pekerjaan penerbitan Saudara Nee di Perpustakaan Injil Shanghai. Karena keputusan Saudara Lee yang mutlak dalam menjaga, menerbitkan, dan mempromosikan ministri Saudara Nee. Perpustakaan Injil Taiwan dalam waktu diakui oleh orang Kristen umum sebagai penerbit ministri Saudara Nee di luar daratan China. Atas warisannya yang diterima dari Saudara Nee sebagai fondasi, Saudara Lee juga setia dalam lebih mengembangkannya menurut pembicaraan Tuhan yang terus maju. Dia mengeluarkan sebuah majalah yang disebut The Ministri of the Word, yang berisi berita-berita yang disampaikan sebagai pengembangan lebih lanjut dari berita Saudara Nee. Ini menjadi satu sumber suplaian yang utama untuk kaum saleh berbahasa China di seluruh dunia bukan saja makanan rohani setiap saat tetapi juga pembicaraan Tuhan yang terkini.
Ketika Saudara Lee memulai pekerjaanya di Barat, banyak berita dia sampaikan dalam bahasa Inggris. Dia menyuruh Perpustakaan Injil Taiwan menterjemahkan berita-berita ini ke dalam bahasa China. Dalam cara ini, gereja-gereja di Timur Jauh dipelihara di bawah suplai ministri yang konstan dan kaya sepanjang tahunnya, tidak pernah ketinggalan dalam kemajuan wahyu ilahi. Ini berlanjut sampai ke masing-masing puncaknya. Kami selalu merasa bahwa melayani di Perpustakaan Injil adalah hak yang mulia karena ini adalah termasuk menyalurkan pembicaraan ilahi.
Kontak dekat kita secara pribadi dengan Saudara Lee dimulai pada tahun 1984, ketika dia datang kembali ke Taiwan untuk memimpin gereja-gereja ke dalam pelajaran dan pelaksanaan jalan baru. Kami memiliki kesempatan untuk bekerja secara dekat dengan dia, khususnya mulai tahun 1985 sampai 1987, ketika dia memutuskan untuk menulis Pelajaran-pelajaran Kebenaran dan Pelajaran-pelajaran Hayat dan menterjemahkan dan mengedit Versi Pemulihan Perjanjian Baru bahasa China. Kami semua dapat mengatakan bahwa kami berhutang kepada Saudara Lee, sangat bersyukur atas pelatihan dan penggenapannya atas kami dalam hari-hari ini. Dia melatih dan mengajar kami bukan saja dalam perkataan tetapi dalam dirinya yang adalah satu teladan yang tak dapat dilupakan dari seorang yang hidup dan berjerih lelah dalam kehidupan manusia-Allah. Sebagai seorang yang berusia delapan puluh tahun, dia bekerja siang dan malam, dimulai dari pagi buta dan banyak bekerja sampai pukul sebelas malam atau bahkan larut malam. Dia benar-benar mencurahkan dirinya untuk kepentingan Tuhan.
Kesan secara khusus adalah ketegasan, keakuratan, dan kelembutannya dalam belajar, menterjemahkan, dan menafsirkan Firman kudus. Dia tidak akan membiarkan satu teks firman ilahi lolos tetapi akan menggali kedalaman setiap bagiannya. Kadang-kadang dia berjerih lelah berhari-hari menterjemahkan firman tertentu, khususnya mencari semua referensinya dengan banyak pertimbangan yang penuh doa di hadapan Tuhan, membuat keputusannya setelah melalui diskusi dengan pembantu-pembantunya. Dia lembut dalam pekerjaannya, namun dia juga lapang untuk mengambil pandangan orang lain. Dia selalu berkata, “Kamus-kamus adalah guruku yang terbaik.” Dia selalu ingin dan siap untuk mendengar. Tidak heran Tuhan mempercayakan dia memotong Firman-Nya dengan lurus dan melepaskan terang baru yang selalu maju.
Sekalipun dia seorang yang matang, berkarunia, berkemampuan, dan sempurna, dia akan tetap memikul pembantu-pembantunya yang masih muda, tidak disiplin, tidak belajar, dan penuh kegagalan. Dengan kesalahan yang sering kami buat, kami sering lebih membuat dia banyak masalah dari pada menjadi pembantunya. Namun, dia dengan sabar mengoreksi kami dan menggenapkan kami. Dia sering memimpin kami berdoa untuk melihat bahwa kami hanya totalitas kesalahan dan bahwa kami perlu mengambil Tuhan sebagai kesempurnaan kami. Dia memimpin kami bersandar dalam Tuhan dan bersandar dalam Tubuh-Nya, dari pada bersandar diri sendiri. Dia sungguh-sungguh memperhidupkan seorang manusia-Allah dalam dan bagi Tubuh Kristus.
Kami semua memiliki sensasi yang dalam bahwa Saudara Lee bukan saja berhubungan dengan kami sebagai rekan sekerjanya. Dia selalu menggembalakan kami sebagai rekan anggota-anggota Tubuh. Perkataannya banyak menegur, tetapi tindakannya lebih mendorong. Dia sering menasehati kami bahwa dalam kami berbagian dalam pembangunan “tabut,” kami seharusnya bukan “pekerja upahan” Nuh; sebaliknya, kami harus menjadi anggota-anggota keluarga Nuh, maka itu pekerjaan kami akhirnya akan menjadi keselamatan kami. Dia melatih kami dalam setiap aspek pekerjaan penerbitan, bahkan dalam melaksanakan urusan-urusan, menjadi minister-minister bukan “huruf” tetapi “Roh itu.”
Sebagai pewaris ministri Saudata Lee, kami selalu menganggap pelayanan kami di Perpustakaan Injil sebagai membayar hutang. Kami berhutang banyak kepada saudara kita dan ministrinya. Ini bukan hanya waktu peringatan dengan mengatakan betapa kami kehilangan saudara kita; tetapi, ini adalah waktu memperbarui persembahan untuk menyatakan kesediaan kami untuk menyerahkan diri kepada ministri untuk melanjutkan pekerjaan penerbitan saudara kita untuk membuat saudara kita penuh sukacita.
Pelatihan Sepenuh Waktu di Taiwan
(Disaksikan oleh Saudara-saudara yang menangani Pelatihan Sepenuh Waktu di Taiwan)
Kami ingin mempersekutukan tentang pimpinan Saudara Lee atas pelatihan sepenuh waktu dan pekerjaan injil di Taiwan sejak tahun 1984 sampai 1994. Kami dapat bersaksi dari batin yang dalam bahwa saudara kita selalu maju dan tidak pernah berhenti.
Untuk kepentingan penggenapan sejumlah besar orang muda yang memiliki hati untuk melayani Tuhan, untuk menjadi anggota-anggota yang hidup, organik, berfungsi dalam kehidupan gereja, dan untuk dipimpin dalam zaman baru di dalam pemulihan Tuhan, pelatihan ini dimulai pada tahun 1986 yang disebut FTTT.
Dia memakai pelatihan ini sebagai satu laboratorium untuk menyelidiki jalan baru untuk membawa kebudayaan baru dalam kehidupan gereja bagi pemulihan Tuhan. Kebudayaan baru ini melaksanakan lahir, rawat, didik, dan bangun (LARADIKBANG).
Saudara Lee menyatakan dengan jelas dalam satu surat kepada peserta pelatihan sasaran utama pelatihan sepenuh waktu. Dia berkata bahwa latihan kita bukan satu sekolahan, seminari theologi, atau Sekolah Alkitab untuk menghasilkan menginjil profesional. Latihan kita itu akan mengakibatkan orang muda memiliki hati untuk menuntut Tuhan untuk bertumbuh dalam Kristus menjadi anggota-anggota yang hidup, normal, berfungsi dalam Tubuh Kristus untuk membangun Tubuh Kristus secara langsung. Maka itu, di bawah visi dan penyesuaian yang terus menerus pelatihan Saudara Lee di Taiwan perlahan-lahan maju.
Saudara kita sangat mengasihi para peserta pelatihan. Dia memegang setiap kesempatan untuk mengunjungi mereka. Dalam menerima peserta pelatihan dia adilbenar namun penuh kesabaran dalam kasih. Dia adalah seorang manusia-Allah. Sekalipun dia tidak tinggal bersama mereka, dia tetap memberikan bantuan yang tepat dan setiap saat menurut pemahaman rohaninya.
Pada saat itu Saudara Lee membangunkan gereja-gereja untuk keperluan menghasilkan para sepenuh waktu bagi pemulihan Tuhan untuk pergi. Untuk menghasilkan para sepenuh waktu semata-mata menjadi satu atmosfir umum dalam pemulihan Tuhan. Dia juga mendorong gereja-gereja untuk berusaha mendanai seorang sepenuh waktu dari antara dua puluh kaum saleh. Dan dia sendiri juga secara terus menerus menyediakan dana finansial untuk memperhatikan keperluan sehari-hari para sepenuh waktu.
Sasaran lain dari pelatihan ini untuk injilisasi Taiwan. Saudara kita memiliki jaminan penuh bahwa selama kita melaksanakan jalan yang ditetapkan Allah, setiap orang dapat membangun gereja dan memperluas kerajaan Allah. Pada Januari 1989 para peserta pelatihan diutus ke kampung-kampung di seluruh Taiwan untuk memperluas kesaksian pemulihan Tuhan, untuk melaksanakan LARADIKBANG, menghasilkan kaum beriman baru dan mendidik mereka bagi fungsi organiknya sehingga mereka dapat menjadi anggota-anggota yang hidup dan berfungsi dalam kehidupan gereja. Dalam lima tahun melalui kelompok kaum Nazir yang dilatih ini Tuhan benar-benar mendirikan dan menguatkan sembilan puluh tiga gereja lokal. Gereja-gereja ini tetap meneruskan berjalan di jalan baru. Banyak kaum saleh yang segar, hidup, vital, dan bersekutu secara dekat dengan ministri karena setelah mereka diselamatkan segera mereka mengambil hal-hal ini sebagai kehidupan mereka.
Karena beban Saudara Lee untuk seluruh bumi, dia terus menerus mendorong kami maju dan melengkapi kami dengan kebenaran dan bahasa untuk perluasan Tuhan di seluruh bumi. Kami bukan saja memiliki beban bagi Taiwan tetapi kami mempersiapkan diri kami untuk perluasan di manca negara. Apakah itu di Amerika Serikat, Rusia, Eropa Timur, India, atau bagian bumi yang lain, kami sangat bertekat untuk menjawab panggilan Tuhan setiap saat.
Hari ini kami di sini bersaksi dalam memperingati saudara kita yang terkasih. Kami mempersembahkan ucapan syukur kami yang dalam dan menyembah Tuhan. Ini adalah iman saudara kita yang menyingkirkan semua kesangsian kami. Ini adalah keberaniannya yang menyingirkan keraguan kami. Bahkan dalam proses injilisasi, suplaian dan dorongannya menyebabkan kami untuk terus menerus berperang. Semangatnya untuk riset dan sikap yang terus mendambakan kemajuan setiap saat menjaga kami dari penyimpangan. Di setiap kota dan desa di Taiwan semua saudara dan saudari yang melayani di dalam gereja-gereja dan lebih lagi orang-orang yang bertanggung jawab yang secar langsung dan tidak langsung di bawah penggenapan saudara kita. Kami percaya suatu hari ketika kami bertemu Tuhan sesungguhnya kami akan menjadi sukacita dan mahkota saudara kita.
PERIODE KELIMA—
KEMULIAAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: #603; Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 3:8-9
Dalam bagian kelima dari ministri Perjanjian Baru, kita dibawa kepada kemuliaan ministri Perjanjian Baru. Satu bagian dari Pelajaran-hayat 2 Korintus Saudara Lee dibacakan:
Kemuliaan ministri ini adalah bersinar dan mengekspresikan Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi hayat. Ministri kerasulan perjanjian yang baru bukan saja memiliki kemuliaan tetapi juga berlimpah dalam kemuliaan Allah. Kemuliaan ini mengungguli kemuliaan ministri Mosaik perjanjian yang lama. Ministri Perjanjian Baru ini berlimpah dalam kemuliaan. Ministri ini ada dalam kemuliaan dan ministri ini berlimpah dalam kemuliaan. Ini berarti bahwa kemuliaan menyebar dan terus meningkat. Ministri perjanjian yang baru adalah ministri Roh yang memberi hayat kerena perjanjian yang baru membawa kebenaran Allah kepada hayat. Maka itu, ini juga ministri kebenaran.
Puncak Tertinggi Wahyu Ilahi
(Dibacakan oleh Ed Marks)
Pada Pebruari 1994, saudara kita menyelesaikan bagiannya dalam ministri yang penuh kemuliaan Tuhan, Tuhan membawa dia ke dalam satu alam tertinggi untuk melihat dan meministerkan puncak tertinggi wahyu ilahi. Pada waktu itu dia menyusun kidung “Oh ajaib! Oh misteri!” yang menyatakan tujuan tertinggi Allah mengenai manusia. Saudara Lee menyebut tujuan ini “subyek yang unik, tertinggi, terdalam, sangat misterius, dan sangat mulia dalam Kitab suci.” Subyek ini, yang mana kedambaan hati dan tujuan Allah, yaitu Allah ingin membuat diri-Nya menjadi manusia dan membuat manusia menjadi Allah yaitu dua—Allah dan manusia—dapat menjadi sama dalam hayat, sifat, dan penampilan tetapi bukan dalam ke-Allahan.
Pada Nopember 1994 saudara kita berkata, “Saya telah menjadi orang Kristen selama sekitar enam puluh sembilan tahun. Setelah bertahun-tahun, saya telah dibuat Allah mengenal hanya satu hal—Allah menjadi manusia supaya manusia menjadi Allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Ini adalah bebanku yang unik, beritaku yang unik.” Saudara Lee menyebut wahyu ini “berlian” dalam “kotak” Alkitab.
Pada waktu itu Tuhan mencurahkan wahyu besar ini melalui saudara kita, dia menjadi sakit. Dia menyadari bahwa serangan musuh ini untuk menghalangi dia melepaskan puncak kebenaran tertinggi, dan dia menghadapi pergumulan besar dengan musuh. Tiga tahun selanjutnya dia berperang di dalam Tuhan untuk melepaskan kebenaran ini melalui banyak penderitaan bagi kepentingan Tubuh Kristus.
Sejak Pebruari 1994 sampai saudara kita terakhir kali melayani secara umum pada Pebruari 1997, Tuhan melepaskan lebih kaya puncak tertinggi wahyu ilahi melalui ministrinya. Pada Mei 1994 kami nampak bahwa gereja-gereja lokal bukan sasaran ekonomi Allah, tetapi prosedur Allah untuk mencapai sasaran ini. Pada waktu itu saudara kita berkata, “Hari ini di zaman gereja, banyak manusia-Allah yang disempurnakan dan matang adalah Sion, para pemenang, kelompok-kelompok vital di dalam gereja-gereja…Kita harus menyadari apakah pemulihan Tuhan itu. Pemulihan Tuhan adalah untuk membangun Sion.”
Kami belajar dari surat terbuka saudara kita kepada gereja-gereja di dalam pemulihan Tuhan pada 24 Maret 1997, dia menemukan bahwa dia sakit di bulan Oktober 1997. Namun dia tidak berhenti. Dia meneruskan sebagai pelayan setia ekonomi Allah sehingga dia dapat menyelesaikan bagian dan ministrinya yang telah dia terima dari Tuhan Yesus untuk menyatakan semua keputusan Allah kepada kita.
Kebenaran mengenai aspek organik keselamatan Allah mulai disingkapkan dengan cara yang menakjubkan melalui saudara kita pada Pebruari 1996. Kami nampak bahwa “keselamatan lengkap Allah memiliki dua aspek. Aspek yuridis adalah prosedur keselamatan Allah melalui penebusan Kristus bagi penyelamatan Allah untuk memenuhi tuntutan kebenaran hukum-Nya. Aspek organik adalah penggenapan penyelamatan Allah melalui hayat Kristus bagi kaum beriman ditransformasi dan bertumbuh dan matang dalam hayat Allah.”
Pada Oktober 1996 Tuhan mewahyukan melalui pelayannya mengenai ministri penuh Kristus yang dilaksanakan dalam tiga tahap untuk menggenapkan ekonomi kekal Allah. Tiga tahap ini adalah mengenai tiga “menjadi” dari Kristus. Saudara kita membuat pernyataan berikut ini: “Sentral wahyu Allah adalah Allah menjadi daging, daging menjadi Roh pemberi hayat, dan Roh pemberi hayat diperkuat tujuh ganda untuk membangun gereja untuk menghasilkan Tubuh Kristus dan rampung menjadi Yerusalem Baru.” Saudara Lee memberi tahu beberapa rekan sekerja bahwa “Pemulihan Tuhan akan menjadi apa dan bagaimana ini akan terjadi tergantung pada bagaimana kita memegang kebenaran besar ini.”
Pada Nopember 1996 Tuhan melawat kita melalui ministri saudara kita yaitu inkorporasi kaum beriman dengan Allah Tritunggal yang rampung. Mengenai wahyu baru dan tinggi ini, Saudara Lee berkata, “Pada hari-hari ini inkorporasi universal besar ini terbentang di hadapanku setiap saat…saya telah mencurahkan tujuh puluh satu tahun mempelajari Alkitab, tetapi hal ini belum terlihat sampai baru-baru ini saya nampak lebih jelas sasaran ekonomi Allah adalah inkorporasi yang diperbesar, universal, ilahi-insani dari Allah Tritunggal yang rampung dengan kaum beriman yang dilahirkan kembali.
Pada pelatihan musim dingin 1996 dan dalam sidang istimewa berbahasa China pada Pebruari 1997, sidang istimewa terakhir bahwa Saudara Lee menyampaikan yang Tuhan wahyukan bahwa pengalaman keselamatan organik Allah sama dengan meraja dalam hayat Kristus. Kami nampak bahwa keselamapan lengkap Allah adalah bagi kita meraja dalam hayat oleh kelimpahan kasih karunia (diri Allah sendiri sebagai suplai kita yang serba cukup untuk keselamatan organik kita) dan pemberian kebenaran (penebusan yuridis Allah yang diterapkan kepada kita dalam cara yang praktis).
Selama tahun-tahun terakhir hidup Saudara Lee ini, kami kagum pada pencurahan terang yang luar biasa melalui ministrinya mengenai puncak tertinggi wahyu ilahi. Ketika dia membagikan wahyu yang mengagumkan ini, kami tidak menyadari bahwa dia sangat menderita dalam tubuh fisiknya dan ada di dalam proses kematian dari kematian fisik. Saudara kita melepaskan kebanaran-kebenaran ini dengan harga yang sangat tinggi. Dia benar-benar ada di luar kemah agama untuk melayani melalui penderitaan-penderitaan wahyu yang mulia yang telah dilihat di balik tirai. Dia telah memenangkan pertandingan iman yang baik di dalam Tuhan melalui banyak penderitaan untuk melepaskan puncak tertinggi ini melalui proses pencurahan hidupnya sebagai kurban curahan bagi kepentingan Tubuh dan bagi kepuasan Tuhan. Kami berterima kasih kepada Tuhan dengan segenap hati bahwa dalam tiga tahun terakhir hidup saudara kita, dengan harga hidupnya, dia dengan setia melayankan wahyu besar yang unggul kepada Tubuh Kristus, menyatakan kepada kita semua keputusan Allah. Semoga kita mau membayar harga untuk berjalan dalam terang wahyu ini sampai hari Tuhan manampakan diri dan sampai Kristus sebagai bintang fajar terbit di dalam hati kita.
Pelatihan Sepenuh Waktu di Anaheim
(Disaksikan oleh para pelatih di Pelatihan Sepenuh Waktu di Anaheim, dibacakan oleh Dan Towle, James Lee, dan Dave Higgins)
Saudara-saudara kami akan menyambung perkataan kami kepada semua ucapan syukur kekal kami kepada Tuhan dan Saudara Lee dan ministrinya. Kami akan menyampaikan kepada kalian sedikit pemahaman bagaimana dia menyempurnakan kami selama pelatihan.
Pelatihan sepenuh waktu di Anaheim adalah pelatihan Saudara Lee satu-satunya. Di Anaheim di mana dia tinggal, dia mendirikannya, meskipun ada penentangan. Saudara Lee pribadi yang mengamati setiap detil pendiriannya. Dia menetapkan program dua tahun dan bahan-bahan untuk setiap kelas. Kelas dia sendiri adalah elemen utama setiap semester. FTTA adalah cara Saudara Lee melatih kaum saleh dalam pembicaraan terkini dan memimpin pemulihan ke dalam pelaksanaan jalan yang ditetapkan Allah. Di beberapa tahun yang lalu, ketika Saudara Lee menerima banyak terang yang lebih lanjut, pelatihan telah sepenuhnya mengubah untuk mengekspresikan terang itu.
FTTA sebenarnya cocok dengan bagian kemuliaan ministri ini. Saudara Lee ada dalam kemuliaannya di FTTA. Dia diperbesar melalui banyak peserta pelatihan muda yang belajar, melayani, bekerja, makan, beristirahat, berpakaian menurut teladan Saudara Lee. Seperti Timotius secara dekat mengikuti setiap aspek pengajaran dan kehidupan Paulus, maka kita berusaha membuat setiap peserta pelatihan seperti Saudara Lee. Dia berkata pemandangan semua peserta pelatihan di hadapan dia dengan seragam biru dan putih kelihatan indah.
Saudara Lee meletakkan satu teladan yang indah untuk merawat dan menyempurnakan dengan cara dia melatih saudara-saudara yang membantu dia untuk melaksanakan pelatihan. Kami mengira kami yang membantu dia, sebenarnya dia yang menggenapkan kami.
Pada permulaan FTTA kami sering mempersekutukan tentang setiap kelas, kebenaran-kebenaran apa yang perlu ditekankan, yang harus dilaksanakannya dan bagaimana dilaksanakannya. Pada banyak perkara Saudara Lee berbicara sangat detil dan mengulanginya sampai dia merasa kami paham. Dia menggembalakan kami melalui merawat setiap aspek pelatihan, untuk melatih kami bagaimana melaksanakannya. Tidak ada perkara detil yang terlalu kecil bagi dia untuk dipertimbangkan, sampai pada penempatan gambar-gambar di dinding di tempat tinggal para peserta pelatihan. Dia mengharapkan para pembantunya untuk membawa para peserta pelatihan masuk ke dalam pengertian dan pengalaman tentang apa yang telah dia katakan. Dia mengharapkan kita untuk membimbing mereka dengan memelopori untuk belajar dan berlatih dalam setiap perkara. Dalam hal ini dia mengharapkan kita menjadi penerusnya, tanpa menguranginya.
Di lain pihak dia menggembalakan kami melalui memberi kami tanggung jawab dan mempercayai kami untuk melaksanakannya. Satu kali dia mengatakan kepada kami jika kita mau belajar “bermain bola” kita perlu lapangan untuk berlatih. Dia memberi kami kesempatan untuk mengerjakan sambil belajar, di mana seringkali berarti belajar dari kegagalan. Jika kesalahan kita serius, dia biasanya mempersekutukannya dalam sidang para sekerja di mana hal itu menjadi pelajaran untuk semua orang pelajari. Jika seseorang di antara kami dikoreksi atau dipuji, kami semua mengetahui bahwa hal ini adalah untuk tujuan pendidikan dan supaya kami semua belajar dengan kerendahhatian, mengetahui bahwa proses sedang berjalan. Saudara Lee berkali-kali mengingatkan kami maju dalam kebenaran dan pekerjaan kami. Dia mempimpin untuk berkembang dan mengharapkan kami untuk mengikuti. Di dalam akhir tahun hidupnya dia masih menyempurnakan kami—menegur seorang saudara yang datang terlambat, bertanya dan mengoreksi saudara-saudara mengenai kemampuan mereka berbicara dengan perbendaharaan yang terkini dan menganjurkan semua sekerja harus lulus beberapa macam tes.
Dia memanggil kami ke rumahnya banyak kali untuk bersekutu mengenai banyak hal. Masuk ke rumahnya selalu membawa kami masuk dalam atmosfir yang kudus. Kami duduk di hadapannya dan menerima terangnya dan infusnya. Tidak peduli apa subyek atau keputusan kami mengetahui bahwa kami berada di hadirat Allah. Tiap kali selesai sidang selalu ada suasana ketenangan yang kudus. Perasaan disingkapkan, dirawat, dan kagum berbaur menjadi satu, membawa kami duabelas saudara masuk ke dalam kesatuan yang lembut untuk melaksanakan apa yang telah kami dengar.
Saudara Lee melatih kami dengan menggembalakan kami. Dia mengetahui masing-masing kami dan memiliki cara untuk menggembalakan kami masing-masing sebab dia telah bekerja dengan kami semua. Suatu kali dia mengatakan kepada kami, “Jangan kuatir. Aku dapat membaca hatimu masing-masing.” Dia menggembalakan kami dengan mengangkat kami apabila kami kecewa dan merendahkan kami yang merasa dirinya terlalu tinggi. Setelah banyak pengalaman kami pelajari untuk mengikuti dia melalui bimbingannya yang lembut. Kami belajar bagaimana berdoa kepada Tuhan dan kemudian bersekutu dengannya. Kami belajar ketika dia mengatakan, “Kita perlu belajar lebih banyak tentang hal ini,” ini berarti bahwa kami mungkin menghadapi salah jalan dan kami betul-betul perlu berhenti dan berdoa. Jika dia mengambil kesimpulan, “Ini terserang kalian, lakukanlah jika kalian memiliki beban,” ini berarti bahwa dia tidak memiliki beban dan jika kalian ingin meneruskan, kalian sendiri saja. Kami belajar bahwa hal yang dikerjakan oleh diri sendiri kemungkinan besar akan gagal, sedangkan mengikuti pimpinannya ada sumber berkat yang pasti. Saudara Lee biasanya berbicara karena ada alasan dan tidak memboroskan perkataannya. Dia biasanya tidak memaksa, melainkan dia menunggu respon kami. Dia kadang-kadang hanya memberikan petunjuk singkat dari perasaannya. Jika kami merespon, dia akan masuk lebih detil; jika kami tidak merespon biasa dia menunggu waktu yang lain.
Seringkali dia mengarahkan kami. Satu kali beberapa saudara sedang menggembala seorang baru dari negara lain. Saudara Lee mengamati kami dan berkomentar, “Kamu tahu dalam kurban sajian, tidak boleh ada ragi. Ragi melambangkan tarikan alamiah.” Dengan cara ini memangkas hayat alamiah kami. Di waktu yang lain dua saudara dari kami datang dari perjalanan ke luar negeri dengan laporan yang cemerlang. Dia memotong laporan kami dan berbicara panjang kepada kami mengenai keperluan di sini gereja-gereja di Amerika. Kami telah salah menimbang bebannya dan karena itu dia membantu kami untuk disesuaikan dan dibawa kembali ke beban yang tepat. Melalui ratusan pengalaman yang demikian dia melatih kami, menggenapkan kami sebagai para sekerjanya.
Satu kali dia mengatakan bahwa dalam sejarah ministrinya dia tidak pernah mendapatkan satu periode koordinasi yang menggembirakan dan harmonis di antara begitu banyak sekerja, tidak seperti sekarang ini. Hal ini hanyalah hasil dari penggenapannya. Kita betul-betul berhutang segala sesuatu kepada pekerjaan Tuhan melalui saudara kita.
Pelatihan sepenuh waktu juga adalah sentral dari pergumulan untuk melaksanakan pelaksanaan jalan yang ditetapkan Allah di California Selatan dan seluruh bumi.
Satu hasil dari pelatihan sepenuh waktu adalah untuk mensuplai orang-orang yang terlatih bagi pergerakan Tuhan di bagian bumi lainnya. Tahun 1992 satu kelompok pertama peserta pelatihan pindah ke Moscow. Saudara Lee sering mengatakan, “Jika kita tidak memiliki pelatihan dimanakah kita dapat menemukan orang-orang yang diperlukan bagi Rusia?” Pelatihan Saudara Lee terus bekerja sama dengan pergerakan Tuhan di seluruh bumi.
Berkat Tuhan di pelatihan menyebabkan pelatihan bertumbuh dari awalnya tujuh puluh dua peserta pada tahun 1989 sampai lebih dari dua ratus dua puluh pada musim gugur 1996. Hari ini ada lebih dari sembilan ratus kaum saleh yang telah melewati FTTA. Saudara Lee di dalam pandangan jauh ke depan memimpin saudara-saudara untuk membangun tempat tinggal bagi peserta pelatihan yang akan datang. Grace Garden adalah perumahan yang terdiri dari sembilanbelas rumah yang dibangun di bawah pengarahan Saudara Lee untuk tempat tinggal para peserta pelatihan. Saudara Lee sendiri pindah ke Grace Garden setelah selesai tahun lalu. Ini tentu saja adalah ekspresi praktikal dari kemuliaan ministrinya.
Berkat di atas pelatihan ini menyebabkan kaum saleh di bagian lain dari bumi menghendaki ada pelatihan. Saudara Lee setuju dan menunjang perluasan pelatihan ke negara-negara lain. Pembukaan pusat pelatihan baru sebagai tambahan bagi pelatihan sepenuh waktu di Anaheim adalah sebagai berikut: di Pilipina tahun 1984; Taipei, Taiwan 1986; Moskow, Rusia tahun 1992; Hamilton New Zealand tahun 1993; Jakarta, Indonesia tahun 1995; Seoul, Korea tahun 1996; dan musim gugur ini FTT akan mulai di London, Inggris.
Saudara Lee berkali-kali mengintruksikan kepada saudara-saudara untuk melanjutkan FTT setelah dia pergi. Sesuai dengan keinginannya dan mengikuti teladan yang dia dirikan, FTTA akan terus berlanjut. Pemulihan Tuhan memerlukan pelatihan hari ini lebih banyak dari pada sebelumnya untuk memenuhi puncak tertinggi wahyu ilahi dan melaksanakan jalan yang ditetapkan Allah. Karena itu, kemuliaan ministrinya akan berlanjut melalui diukirkan ke dalam orang-orang muda generasi yang akan datang melalui pelatihan sepenuh waktu.
Penyebaran Ministri ke Seluruh Dunia
(Disaksikan oleh mereka para sekerja yang termasuk memperluasan pekerjaan ministri ke seluruh dunia bersama dengan para saudara dan saudari dari berbagai negara seluruh dunia. Kesaksian dibacakan oleh Bill Lawson, Bob Danker, dan Benson Philips)
Rusia
Pandangan jauh, minat dan beban Saudara Lee bagi pergerakan Tuhan ke Rusia kembali ke 1981. Bahkan selama era Soviet dia mendorong menerjemahkan, menerbitkan, dan menyalurkan ministri ke dalam bahasa Rusia. Dia secara pribadi menyumbang finansial untuk tujuan ini dan terus menerus pribadinya mendukung finansial dengan setia bertahun-tahun. Saudara kita merasakan pimpinan Tuhan untuk memperluas pekerjaan ini dan membuka jalan bagi pemulihan Tuhan menyebar ke Eropa Timur dan bekas Uni Soviet, beban ini dilepaskan pada Sidang Istimewa Internasional Hari Syukuran pada Mei 1991. Karena saudara kita yang terkasih mengenal kebenaran alkitabiah secara dalam mengenai pergerakan Allah dalam sejarah manusia, dia menyadari keruntuhan komunis Soviet dan perasannya yang tajam bahwa waktunya siap untuk memperluas ministri ke dalam negeri ini, dia membuat keputusan untuk mengatur pelatihan migrasi di Anaheim bagi kaum saleh yang berbeban untuk menjawab panggilan Tuhan untuk migrasi ke Rusia.
Pada 4 November, Saudara Lee menyampaikan perkataan selamat kepada kelompok pertama para sepenuh waktu yang bermigrasi ke Rusia: “Hanya ada hari ini, tidak ada hari esok. Kita seharusnya tidak mengenal kesusahan, kita seharusnya hanya mengenal berjerih lelah. Jika kita melakukan hal ini menyebabkan kita memperhatikan tidak perlu untuk mengeluh dan mengkritik; sebaliknya kita harus bersekutu dengan Tubuh dan berdoa kepada Tuhan. Terakhir, kita seharusnya tidak memperhatikan yang berhubungan dengan keperluan finansial kita. Belajar berdoa kepada Dia dan bersandar kepada Dia. Bersandar Tuhan, kemudian berkontak wakil-Nya, Tubuh.”
Beberapa hari kemudian, kelompok pertama yang terdiri dari sembilanbelas para peserta pelatihan tiba di Moskow pada 6 Nopember 1991, untuk memulai pekerjaan pemulihan Tuhan di sana. Pada tahap awal pergerakan ini di bawah pimpinan Saudara Lee para sekerja di atur untuk merampungkan empat sasaran utama. Sasaran pertama adalah membangunkan dua gereja di dua kota besar Rusia, moskow dan St. Petersburg. Ini digenapkan pada 1991 dan awal 1992 ketika sidang injil berseri yang berdasarkan enam berita yang dipilih oleh Saudara Lee diadakan di dua kota ini, membawa sekitar 8,000 orang kepada Kristus, dengan lebih dari 2,000 orang yang dibaptis di Moskow, dan membawa lebih dari 22,000 orang kepada Kristus, dengan lebih dari 5,000 orang yang dibaptis di St. Petersburg.
Sasaran kedua adalah untuk menyebarkan ministri Perjanjian Baru seperti yang disingkapkan dalam tulisan-tulisan Saudara Nee dan Saudara Lee ke semua bagian U.S.S.R. Tuhan menggenapkan sasaran ini melalui penyalur penerbitan bebas Rhema, inc., satu perusahaan Amerika Serikat di atur dalam persekutuan dengan Saudara Lee, dan Bible Book Depot, satu perusahaan di Moskow diawali oleh Saudara Lee yang menerjemahkan dan mencetak pembicaraan ministri dua saudara kita. Hingga kini, sekitar delapan juta buah buku ministri telah disalurkan ke seluruh negara U.S.S.R. Lebih kurang ada sekitar seratus lima puluh buku ministri yang berbeda yang sekarang dicetak dalam bahasa Rusia.
Sasaran ketiga adalah untuk menyebarkan pemulihan Tuhan dan kehidupan gereja ke kota yang lainnya di bagian U.S.S.R. agar mendapatkan kaum saleh yang menuntut melalui kunjungan tetap para sekerja.
Sasaran keempat diatur di bawah kepemimpinan Saudara Lee untuk mengerakan enam sampai delapan sekerja ke dalam pusat populasi utama. Ini dimulai pada tahun 1995. Sebagai hasilnya penyebaran tulisan ministri dan jerih lelah para sekerja, sekarang ada lebih dari enam puluh lima gereja lokal di bagian U.S.S.R. Satu faktor utama yang dibawa dalam berkat Tuhan adalah perasaan saudara kita yang terkasih bahwa bergerak dan bekerja di Rusia harus menjadi satu gabungan jerih lelah dan perbauran para sekerja yang berbahasa Inggris, China dan Rusia.
Realisasi kesanggupan pergerakan Tuhan di sana, dia mempersekutukan tentang perlunya pelatihan sepenuh waktu bagi penggenapan kaum saleh di Moskow. Pelatihan sepenuh waktu dimulai pada musim gugur 1992. Pada semester musim semi tahun ini ada lebih dari seratus peserta pelatihan mengikutinya. Juga karena dimulai oleh Saudara Lee, maka satu pusat pelatihan dan konferensi hari ini didirikan di Moskow. Seluruh pekerjaan di Rusia berada di bawah pimpinan langsung saudara kita selama lima setengah tahun ini sejak musim Gugur 1991, dan kami percaya bahwa ini telah menjadi faktor besar dari berkat Tuhan di sana.
Eropa
Di Eropa Barat para sekerja mengikuti teladan yang didirikan di Rusia menurut pimpinan Saudara Lee untuk menyebarkan ministri dan untuk memiliki perbauran di antara kaum saleh. Toko-toko buku telah dibuka di Cambridge, Paris, Berlin, Prague, dan Stockholm. Sejumlah kaum saleh lulusan dari pelatihan sepenuh waktu di Anaheim akan memulai pelayanan mereka di Eropa pada bulan Agustus. Pada waktu yang sama hampir dua puluh kaum saleh dari Taiwan juga akan tiba untuk melayani di Eropa. Pada 1 September, pelatihan sepenuh waktu akan dimulai di London.
Penyebaran pemulihan Tuhan ke negara-negara bagian komunis Eropa Timur mutlak bertalian untuk menyebarkan ministri Saudara Lee. Di bawah pimpinan Saudara Lee, pemulihan Tuhan pertama mencapai ke Polandia pada musim gugur 1991. Kurang lebih seratus delapan puluh kaum saleh sekarang bersidang di sepuluh lokalitas Polandia. Pada musim semi 1994, dalam persekutuan dengan Saudara Lee, pemulihan Tuhan mencapai Romania, sekali lagi melalui penyebaran tulisan ministri Saudara Lee. Hari ini tiga puluh kaum saleh bersidang di lima lokalitas Rumania. Pada musim panas 1996, Tuhan mulai untuk menyebarkan ministri-Nya di Republik Ceko. Baru-baru ini Tuhan membuka kesempatan baru untuk penyebaran kemuliaan ministri ini ke Hunggaria, Bulgaria, dan Kroasia.
Penggenapan Mimpi
Lima puluh tahun yang lalu saudara kita memiliki satu mimpi. Dalam mimpi ini dia melihat satu cahaya dan jalan yang luas memimpin dia ke matahari terbit. Seperti kita melihat kembali atas kehidupan dan ministri Saudara Lee kita, kita semua dapat bersaksi bahwa mimpinya digenapi dalam seumur hidupnya sendiri dan berlanjut untuk menjadi penggenapan hari ini. Ministrinya telah menjadi sebuah jalan yang luas, sangat terang dan sangat lurus, hal ini telah mencapai semua benua yang berpenghuni dan telah diantarkan ke semua bahasa utama, termasuk bahasa India, Arab, Italia, Mongolia, dan banyak bahasa lainnya. Hampir 2,500 gereja telah didirikan oleh Tuhan melalui perawatan setia ministri Saudara Lee, banyak yang telah didirikan dan dikuatkan secara langsung dan tidak langsung oleh dia.
Tuhan dengan ramah membuka seluruh Alkitab melalui dia, dalam cara pelajaran-hayat dan melalui Versi Pemulihan. Seluruh bumi terbuka bagi pemulihan Tuhan, maka pencari di setiap tempat masuk ke dalam terang dan kebenaran yang Tuhan jaminkan kepada kita melalui saudara kita. Dan kita sendiri dapat bersaksi bahwa Saudara Lee telah membawa kita ke dalam mimpi yang sama yang mengarahkan dia. Mimpi para saudara dan saudari, tentu saja akan digenapkan.
KESIMPULAN—KEUNGGULAN MINISTRI PERJANJIAN BARU
Kidung: “Oh Ajaib! Oh misteri!”
Pembacaan Alkitab: 2 Korintus 3:10-11
Perkataan terakhir untuk menggambarkan ministri Perjanjian Baru menurut kitab 2 Korintus adalah keunggulannya. Ministri saudara kita adalah ministri yang unggul di antara ministri yang ada, ini adalah ministri yang penuh kemuliaan, ini adalah ministri yang meministerkan hayat dan kebenaran kepada anak-anak Allah di seluruh bumi, dan ini adalah ministri yang bersinar di dalam hati kita selamanya.
Saudara kita suatu kali mengatakan,
Ketika aku datang ke negara ini bagi ministri Tuhan, Tuhan bersinar di dalamku. Dia menghargai ministri ini dan menggunakannya. Pintu-pintu terbuka di sana-sini, dan aku diundang untuk mengunjungi tempat-tempat yang berbeda. Tidak diragukan lagi, Allah memimpin aku dalam perarakan kemenangan Kristus. Aku ditawan dalam perarakan ini dan juga menjadi membawa ukupan yang menyebarkan kemanisan pengenalan akan Kristus. Banyak kaum beriman mendapat bantuan rohani. Hari ini Allah Tritunggal sebagai Roh pemberi hayat yang almuhit bersinar dalam banyak kaum beriman. Aku sangat gembira sebab melalui ministriku setelah bertahun-tahun aku telah mempersembahkan ribuan orang kepada Tuhan sebagai persembahan yang diperkenan. Ketika aku melihat Tuhan aku dapat memberikan kepadanya perhitungan bahwa aku telah mempersembahkan ribuan bagian dari diri-Nya sendiri kepada-Nya.
Setelah Saudara Lee pergi kita menemukan sesuatu yang sangat berharga dari Alkitab pribadinya. Dalam Alkitab ini ada catatan yang dia tulis di dekat kitab Yosua 1:5-7 yang belum dia beritakan. Teks itu berbunyi:
Seorangpun tidak akan dapat bertahan menghadapi engkau seumur hidupmu; seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau. Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkaulah yang akan memimpin bangsa ini memiliki negeri yang Kujanjikan dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka untuk diberikan kepada mereka. Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah dengan hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, kemanapun engkau pergi.
Di bawah dari teks ini menulis catatan yang berharga: Ketika aku dipanngil oleh tuhan untuk melayani Dia sepenuh waktu pada tahun 1933, Tuhan memberi aku ayat 5 sampai 7 sebagai janji. Kemudian setelah lebih dari empat puluh tahun, janji ini semua telah digenapkan padaku.
Ini ditulis oleh saudara kita tahun 1977 dalam Alkitab pribadinya. Hari ini susah dua puluh tahun sejak dari tahun 1977 dan kita dapat mengatakan bahwa janji ini masih setiap saat digenapkan dalam saudara kita. Tidak ada yang bisa bertahap di hadapan ministri ini sepanjang hidup saudara kita. Tentu saja tidak ada yang dapat berdiri di hadapan ministri ini sepanjang hidup saudara kita. Sebagaimana Allah menyertai Saudara Watchman Nee, maka Dia menyertai saudara kita. Allah tidak membiarkan dia dan tidak meninggalkan dia. Dia, seperti Yosua, yang kuat dan mendorong dalam memimpin umat Allah ke dalam kenikmatan Kristus sebagai tanah permai dan membawa mereka ke dalam penggenapan tujuan kekal-Nya yang mana membangun tempat tinggal diri-Nya di Yerusalem. Dia adalah minister Kristus yang setia yang melaksanakan wahyu ilahi di zaman ini. Tidak ada satu hal yang Saudara Nee nampak yang tidak dia laksanakan. Tidak ada satu hal yang Tuhan wahyukan kepada dia yang tidak dia genapkan. Dia tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri. Dia telah berlari di jalan yang lurus terus menerus dan tetap pada garis sentral ekonomi Allah selama enam puluh lima tahun. Dan ministrinya telah berhasil dan telah membawa berkat kepada jutaan anak Allah di seluruh dunia.
Galatia
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Kolose
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
1&2 Timotius_Titus
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
1&2 Tesalonika
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Bangunan Allah
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Tubuh Kristus
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Injil Markus
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Surat Yohanes
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
1&2Petrus_Yudas
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Injil Lukas
Berita :
1 2 3 4 5 6 7 8 9
10 11 12
Unresolved links:
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/58-ibrani.htm#k58p13a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/06-yosua.htm#k06p14a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/60-1petrus.htm#k60p03a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/02-keluaran.htm#k02p23a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p01a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/g/%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/05-ulangan.htm#k05p30a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/1samuel.htm#k09p02a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/38-zakharia-1.htm#k38p14a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/38-zakharia-1.htm#k38p04a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
kG:/Isilo%20File's%20Alkitab%20VP/23-YESAYA.htm#k23p66a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/23-yesaya.htm#k23p61a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/1901
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p21a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p22a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/23-yesaya.htm#k23p30a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/29-yoel.htm#k29p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/29-yoel.htm#k29p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/29-yoel.htm#k29p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/29-yoel.htm#k29p03a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/29-yoel.htm#k29p02a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a014
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p19a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p16a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p19a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p19a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p02a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/23-yesaya.htm#k23p14a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p12a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p12a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p21a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p22a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p21a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp041801
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp041802
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/18-ayub.htm#k18p09a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/43-yohanes.htm#ck090601
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/41-markus.htm#ck31701
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/43-yohanes.htm#ck060701
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/41-markus.htm#ck11402
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp261701
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/41-markus.htm#ck123701
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp081601
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/41-markus.htm#ck12102
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp052206
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#ckp052206
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck014701
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck041801
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck041802
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck112401
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck1124a
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck170501
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/a44-kisah%20rasul.htm#a0917c
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/05-filipi.htm#c021204
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/48-galtia.htm#k48p02a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/0956-titus.htm#k56p01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/v23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/03-bilangan.htm#k03p22a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/03-bilangan.htm#k03p22a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/03-bilangan.htm#k03p31a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/03-bilangan.htm#k03p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/45-roma.htm#k45p16a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p24a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p17a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p17a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p17a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p14a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p17a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#k42p24a05
file:///g%3a/isilo%20buku%20yasperin/kidung%20suplemen%20text/v25
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0001
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0002
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0007
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0006
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0008
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0013
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0010
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0011
file:///g%3a/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0012
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/01-kejadian.htm#k01p31a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/06-yosua.htm#k06p06a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#k42p01a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/43-yohanes.htm#k43p04a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/0-matius.htm#k40p05a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p06a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/40-matius.htm#k40p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/49-efesus.htm#k49p03a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#k58p11a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#k58p12a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#k58p03a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#k58p09a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/47-2korintus.htm#k47p13a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/51-kolose.htm#k51p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p21a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/43-yohanes.htm#k43p11a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/58-ibrani.htm#k58p10a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/46-1korintus.htm#k46p03a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/46-2korintus.htm#k46p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/50-filipi.htm#k50p03a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/50-filipi.htm#k50p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/v34
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/37-hagai.htm#k37p02a07
file:///isilo%20file's%20alkitab%20vp/50-filipi.htm#k50p03a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/16-nehemia.htm#k16p07a65
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/55-2timotius.htm#a030102
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/61-2petrus.htm#a031203
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p22a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p22a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/44-kisah%20rasul.htm#a022101
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p05a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/43-yohanes.htm#ck030502
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/41-markus.htm#ck040302
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/41-markus.htm#ck042603
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/43-yohanes.htm#ck030303
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#a122801
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/40-matius.htm#ckp050304
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/43-yohanes.htm#ck060701
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/45-roma.htm#k45p08a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/53-1tesalonika.htm#k53p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/v29
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/66-wahyu.htm#a071501
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/66-wahyu.htm#a210301
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/isilo%20file's%20alkitab%20vp/10-2samuel.htm#k10p03a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/66-wahyu.htm#a131802
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p19a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p07a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/a../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20ph/58-ibrani.htm#a020902
file:///isilo%20file's%20ph/kejadian_1.htm#b02
file:///40-matius.htm#k40p04a13
file:///41-markus.htm#k41p02a03
file:///42-lukas.htm#k42p05a18
file:///40-matius.htm#k40p08a10
file:///40-matius.htm#k40p09a22
file:///40-matius.htm#k40p09a29
file:///40-matius.htm#k40p15a28
file:///41-markus.htm#k41p10a25
file:///42-lukas.htm#k42p07a50
file:///42-lukas.htm#k42p17a19
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a09
file:///40-matius.htm#k40p09a22
file:///40-matius.htm#k40p14a27
file:///41-markus.htm#k41p06a50
file:///43-yohanes.htm#k43p16a33
file:///42-lukas.htm#k42p07a48
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p01a07
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a02
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a17
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p03a02
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a02
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a17
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p03a02
file:///g%3a/referensi/40-referensi.htm#k40p24a31a
file:///42-lukas.htm#k42p03a23
file:///01-kejadian.htm#k01p05a01
file:///40-matius.htm#k40p01a16
file:///10-2samuel.htm#k10p07a12
file:///40-matius.htm#k40p09a27
file:///40-matius.htm#k40p12a23
file:///40-matius.htm#k40p15a22
file:///40-matius.htm#k40p20a30
file:///40-matius.htm#k40p21a09
file:///40-matius.htm#k40p21a15
file:///40-matius.htm#k40p22a42
file:///40-matius.htm#k40p22a45
file:///42-lukas.htm#k42p01a32
file:///43-yohanes.htm#k43p07a42
file:///45-roma.htm#k45p01a03
file:///66-wahyu.htm#k66p22a16
file:///01-kejadian.htm#k01p22a18
file:///48-galatia.htm#k48p03a16
file:///01-kejadian.htm#k01p17a19
file:///01-kejadian.htm#k01p21a03
file:///01-kejadian.htm#k01p21a12
file:///45-roma.htm#k45p09a07
file:///01-kejadian.htm#k01p25a23
file:///45-roma.htm#k45p09a10
file:///01-kejadian.htm#k01p29a35
file:///01-kejadian.htm#k01p49a08
file:///13-1tawarikh.htm#k13p05a02
file:///58-ibrani.htm#k58p07a14
file:///66-wahyu.htm#k66p05a05
file:///01-kejadian.htm#k01p35a22
file:///01-kejadian.htm#k01p37a26
file:///01-kejadian.htm#k01p44a14
file:///01-kejadian.htm#k01p49a02
file:///01-kejadian.htm#k01p49a28
file:///01-kejadian.htm#k01p50a24
file:///13-1tawarikh.htm#k13p05a02
file:///01-kejadian.htm#k01p38a06
file:///13-1tawarikh.htm#k13p02a04
file:///08-rut.htm#k08p04a18
file:///13-1tawarikh.htm#k13p02a05
file:///13-1tawarikh.htm#k13p02a09
file:///06-yosua.htm#k06p02a01
file:///06-yosua.htm#k06p06a22
file:///06-yosua.htm#k06p06a25
file:///58-ibrani.htm#k58p11a31
file:///08-rut.htm#k08p04a21
file:///08-rut.htm#k08p04a13
file:///08-rut.htm#k08p04a17
file:///08-rut.htm#k08p01a15
file:///08-rut.htm#k08p02a11
file:///08-rut.htm#k08p04a10
file:///05-ulangan.htm#k05p23a03
file:///08-rut.htm#k08p04a22
file:///13-1tawarikh.htm#k13p02a12
file:///23-yesaya.htm#k23p11a01
file:///23-yesaya.htm#k23p11a10
file:///19-mazmur.htm#k19p89a21
file:///19-mazmur.htm#k19p89a28
file:///13-1tawarikh.htm#k13p29a01
file:///13-1tawarikh.htm#k13p29a09
file:///13-1tawarikh.htm#k13p29a29
file:///09-1samuel.htm#k09p16a01
file:///09-1samuel.htm#k09p16a11
file:///09-1samuel.htm#k09p17a12
file:///40-matius.htm#k40p22a42
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a22
file:///45-roma.htm#k45p01a03
file:///66-wahyu.htm#k66p22a16
file:///10-2samuel.htm#k10p12a24
file:///11-1raja-raja.htm#k11p01a17
file:///11-1raja-raja.htm#k11p01a33
file:///11-1raja-raja.htm#k11p01a39
file:///13-1tawarikh.htm#k13p29a22
file:///42-lukas.htm#k42p03a31
file:///10-2samuel.htm#k10p11a02
file:///11-1raja-raja.htm#k11p15a05
file:///19-mazmur.htm#k19p51a01
file:///13-1tawarikh.htm#k13p03a10
file:///13-1tawarikh.htm#k13p03a15
file:///24-yeremia.htm#k24p22a28
file:///12-2raja.htm#k12p24a14
file:///14-2tawarikh.htm#k14p36a10
file:///14-2tawarikh.htm#k14p36a20
file:///24-yeremia.htm#k24p27a20
file:///13-1tawarikh.htm#k13p03a17
file:///42-lukas.htm#k42p03a27
file:///15-ezra.htm#k15p03a02
file:///15-ezra.htm#k15p05a01
file:///16-nehemia.htm#k16p12a01
file:///37-hagai.htm#k37p01a01
file:///38-zakharia.htm#k38p04a07
file:///42-lukas.htm#k42p01a27
file:///42-lukas.htm#k42p02a04
file:///40-matius.htm#k40p01a18
file:///42-lukas.htm#k42p03a23
file:///42-lukas.htm#k42p01a27
file:///42-lukas.htm#k42p01a31
file:///42-lukas.htm#k42p01a34
file:///42-lukas.htm#k42p02a04
file:///40-matius.htm#k40p01a21
file:///40-matius.htm#k40p01a25
file:///40-matius.htm#k40p16a16
file:///40-matius.htm#k40p22a42
file:///43-yohanes.htm#k43p01a41
file:///43-yohanes.htm#k43p07a41
file:///43-yohanes.htm#k43p20a31
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p02a36
file:///42-lukas.htm#k42p02a04
file:///42-lukas.htm#k42p01a27
file:///42-lukas.htm#k42p02a05
file:///42-lukas.htm#k42p01a35
file:///50-filipi.htm#k50p03a06
file:///05-ulangan.htm#k05p22a20
file:///05-ulangan.htm#k05p22a23
file:///42-lukas.htm#k42p01a11
file:///42-lukas.htm#k42p01a26
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p10a03
file:///01-kejadian.htm#k01p20a06
file:///04-bilangan.htm#k04p12a06
file:///18-ayub.htm#k18p33a14
file:///40-matius.htm#k40p02a12
file:///40-matius.htm#k40p02a19
file:///40-matius.htm#k40p02a22
file:///40-matius.htm#k40p27a19
file:///40-matius.htm#k40p01a18
file:///23-yesaya.htm#k23p09a05
file:///40-matius.htm#k40p01a25
file:///42-lukas.htm#k42p01a31
file:///42-lukas.htm#k42p02a21
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p04a10
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p04a12
file:///50-filipi.htm#k50p02a09
file:///54-1timotius.htm#k54p02a05
file:///42-lukas.htm#k42p02a11
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a23
file:///54-1timotius.htm#k54p01a15
file:///56-titus.htm#k56p02a14
file:///40-matius.htm#k40p02a15
file:///40-matius.htm#k40p02a17
file:///40-matius.htm#k40p02a23
file:///40-matius.htm#k40p08a17
file:///40-matius.htm#k40p12a17
file:///40-matius.htm#k40p13a35
file:///40-matius.htm#k40p21a04
file:///40-matius.htm#k40p26a54
file:///40-matius.htm#k40p26a56
file:///40-matius.htm#k40p27a09
file:///23-yesaya.htm#k23p07a14
file:///01-kejadian.htm#k01p03a15
file:///48-galatia.htm#k48p04a04
file:///23-yesaya.htm#k23p08a08
file:///23-yesaya.htm#k23p08a10
file:///43-yohanes.htm#k43p01a14
file:///54-1timotius.htm#k54p03a16
file:///40-matius.htm#k40p18a20
file:///40-matius.htm#k40p28a20
file:///40-matius.htm#k40p01a21
file:///42-lukas.htm#k42p02a04
file:///40-matius.htm#k40p02a05
file:///42-lukas.htm#k42p01a05
file:///27-daniel.htm#k27p02a48
file:///23-yesaya.htm#k23p41a02
file:///24-yeremia.htm#k24p23a05
file:///24-yeremia.htm#k24p30a09
file:///38-zakharia.htm#k38p09a09
file:///40-matius.htm#k40p27a11
file:///42-lukas.htm#k42p19a38
file:///42-lukas.htm#k42p23a38
file:///43-yohanes.htm#k43p01a49
file:///04-bilangan.htm#k04p24a17
file:///66-wahyu.htm#k66p22a16
file:///40-matius.htm#k40p02a11
file:///40-matius.htm#k40p04a10
file:///66-wahyu.htm#k66p19a10
file:///39-maleakhi.htm#k39p02a07
file:///15-ezra.htm#k15p07a06
file:///43-yohanes.htm#k43p07a42
file:///33-mikha.htm#k33p05a01
file:///01-kejadian.htm#k01p49a10
file:///13-1tawarikh.htm#k13p05a02
file:///23-yesaya.htm#k23p40a11
file:///26-yehezkiel.htm#k26p34a15
file:///26-yehezkiel.htm#k26p34a23
file:///26-yehezkiel.htm#k26p37a24
file:///43-yohanes.htm#k43p10a11
file:///58-ibrani.htm#k58p13a20
file:///40-matius.htm#k40p02a02
file:///23-yesaya.htm#k23p09a05
file:///40-matius.htm#k40p01a18
file:///40-matius.htm#k40p12a46
file:///42-lukas.htm#k42p02a05
file:///19-mazmur.htm#k19p72a10
file:///19-mazmur.htm#k19p72a15
file:///23-yesaya.htm#k23p60a06
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p03a06
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p04a06
file:///02-keluaran.htm#k02p30a23
file:///19-mazmur.htm#k19p45a09
file:///43-yohanes.htm#k43p19a39
file:///40-matius.htm#k40p01a20
file:///40-matius.htm#k40p01a20
file:///40-matius.htm#k40p01a20
file:///02-keluaran.htm#k02p01a01
file:///40-matius.htm#k40p01a22
file:///28-hosea.htm#k28p11a01
file:///04-bilangan.htm#k04p24a08
file:///02-keluaran.htm#k02p04a22
file:///40-matius.htm#k40p01a22
file:///24-yeremia.htm#k24p31a15
file:///40-matius.htm#k40p01a20
file:///02-keluaran.htm#k02p04a19
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p12a23
file:///40-matius.htm#k40p01a20
file:///42-lukas.htm#k42p02a39
file:///40-matius.htm#k40p03a13
file:///40-matius.htm#k40p04a15
file:///43-yohanes.htm#k43p07a41
file:///43-yohanes.htm#k43p07a52
file:///42-lukas.htm#k42p01a26
file:///41-markus.htm#k41p01a09
file:///43-yohanes.htm#k43p01a45
file:///40-matius.htm#k40p01a22
file:///41-markus.htm#k41p01a04
file:///42-lukas.htm#k42p03a02
file:///43-yohanes.htm#k43p01a06
file:///43-yohanes.htm#k43p01a28
file:///43-yohanes.htm#k43p10a40
file:///07-hakim.htm#k07p01a16
file:///40-matius.htm#k40p04a17
file:///41-markus.htm#k41p01a15
file:///42-lukas.htm#k42p03a03
file:///42-lukas.htm#k42p15a10
file:///42-lukas.htm#k42p24a47
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p02a38
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p20a21
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p26a20
file:///40-matius.htm#k40p04a17
file:///40-matius.htm#k40p10a07
file:///41-markus.htm#k41p01a15
file:///40-matius.htm#k40p05a03
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///40-matius.htm#k40p07a21
file:///40-matius.htm#k40p11a11
file:///40-matius.htm#k40p13a24
file:///40-matius.htm#k40p25a01
file:///27-daniel.htm#k27p02a44
file:///27-daniel.htm#k27p04a26
file:///23-yesaya.htm#k23p40a03
file:///41-markus.htm#k41p01a03
file:///42-lukas.htm#k42p03a04
file:///43-yohanes.htm#k43p01a23
file:///39-maleakhi.htm#k39p03a01
file:///41-markus.htm#k41p01a02
file:///42-lukas.htm#k42p01a76
file:///41-markus.htm#k41p01a06
file:///03-imamat.htm#k03p11a04
file:///05-ulangan.htm#k05p14a07
file:///38-zakharia.htm#k38p13a04
file:///12-2raja.htm#k12p01a08
file:///03-imamat.htm#k03p11a22
file:///41-markus.htm#k41p01a05
file:///42-lukas.htm#k42p03a03
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p19a18
file:///41-markus.htm#k41p01a05
file:///42-lukas.htm#k42p03a03
file:///43-yohanes.htm#k43p01a26
file:///06-yosua.htm#k06p03a15
file:///06-yosua.htm#k06p04a09
file:///40-matius.htm#k40p16a01
file:///40-matius.htm#k40p16a06
file:///40-matius.htm#k40p16a12
file:///40-matius.htm#k40p23a13
file:///40-matius.htm#k40p23a15
file:///40-matius.htm#k40p22a23
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p04a01
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a17
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p23a06
file:///42-lukas.htm#k42p03a07
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p19a03
file:///40-matius.htm#k40p12a34
file:///40-matius.htm#k40p23a33
file:///42-lukas.htm#k42p03a07
file:///45-roma.htm#k45p02a05
file:///45-roma.htm#k45p05a09
file:///52-1tesalonika.htm#k52p01a10
file:///42-lukas.htm#k42p03a08
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p26a20
file:///43-yohanes.htm#k43p08a33
file:///43-yohanes.htm#k43p08a39
file:///45-roma.htm#k45p09a07
file:///48-galatia.htm#k48p03a07
file:///45-roma.htm#k45p04a16
file:///42-lukas.htm#k42p19a40
file:///40-matius.htm#k40p07a19
file:///42-lukas.htm#k42p13a06
file:///40-matius.htm#k40p03a12
file:///41-markus.htm#k41p01a08
file:///42-lukas.htm#k42p03a16
file:///43-yohanes.htm#k43p01a26
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p01a05
file:///43-yohanes.htm#k43p03a05
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a24
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p19a04
file:///43-yohanes.htm#k43p01a15
file:///43-yohanes.htm#k43p01a30
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a25
file:///41-markus.htm#k41p01a07
file:///42-lukas.htm#k42p03a16
file:///43-yohanes.htm#k43p01a27
file:///41-markus.htm#k41p01a08
file:///42-lukas.htm#k42p03a16
file:///43-yohanes.htm#k43p01a33
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p01a05
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p02a04
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p10a44
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p11a15
file:///46-1korintus.htm#k46p12a13
file:///40-matius.htm#k40p03a10
file:///40-matius.htm#k40p03a12
file:///40-matius.htm#k40p25a41
file:///66-wahyu.htm#k66p20a15
file:///42-lukas.htm#k42p03a17
file:///40-matius.htm#k40p13a30
file:///66-wahyu.htm#k66p14a15
file:///23-yesaya.htm#k23p66a24
file:///40-matius.htm#k40p13a49
file:///66-wahyu.htm#k66p20a15
file:///40-matius.htm#k40p02a22
file:///41-markus.htm#k41p01a09
file:///42-lukas.htm#k42p03a21
file:///43-yohanes.htm#k43p01a31
file:///40-matius.htm#k40p05a17
file:///01-kejadian.htm#k01p28a17
file:///26-yehezkiel.htm#k26p01a01
file:///43-yohanes.htm#k43p01a51
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p07a56
file:///66-wahyu.htm#k66p04a01
file:///43-yohanes.htm#k43p01a32
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p01a15
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p02a14
file:///23-yesaya.htm#k23p11a02
file:///23-yesaya.htm#k23p42a01
file:///23-yesaya.htm#k23p61a01
file:///42-lukas.htm#k42p04a18
file:///07-hakim.htm#k07p06a34
file:///09-1samuel.htm#k09p16a13
file:///26-yehezkiel.htm#k26p11a05
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p01a08
file:///40-matius.htm#k40p17a05
file:///61-2petrus.htm#k61p01a17
file:///43-yohanes.htm#k43p12a28
file:///40-matius.htm#k40p17a05
file:///41-markus.htm#k41p09a07
file:///42-lukas.htm#k42p09a35
file:///23-yesaya.htm#k23p42a01
file:///40-matius.htm#k40p12a18
file:///41-markus.htm#k41p01a12
file:///42-lukas.htm#k42p04a01
file:///58-ibrani.htm#k58p02a18
file:///58-ibrani.htm#k58p04a15
file:///66-wahyu.htm#k66p12a09
file:///66-wahyu.htm#k66p20a10
file:///40-matius.htm#k40p09a15
file:///40-matius.htm#k40p17a21
file:///02-keluaran.htm#k02p34a28
file:///11-1raja-raja.htm#k11p19a08
file:///05-ulangan.htm#k05p08a02
file:///05-ulangan.htm#k05p29a05
file:///41-markus.htm#k41p11a12
file:///52-1tesalonika.htm#k52p03a05
file:///40-matius.htm#k40p04a06
file:///40-matius.htm#k40p27a40
file:///40-matius.htm#k40p27a43
file:///40-matius.htm#k40p08a29
file:///40-matius.htm#k40p03a17
file:///40-matius.htm#k40p14a33
file:///40-matius.htm#k40p16a16
file:///40-matius.htm#k40p27a54
file:///43-yohanes.htm#k43p01a49
file:///43-yohanes.htm#k43p20a31
file:///05-ulangan.htm#k05p08a03
file:///24-yeremia.htm#k24p15a16
file:///43-yohanes.htm#k43p06a63
file:///55-2timotius.htm#k55p03a16
file:///40-matius.htm#k40p27a53
file:///16-nehemia.htm#k16p11a01
file:///16-nehemia.htm#k16p11a18
file:///23-yesaya.htm#k23p52a01
file:///27-daniel.htm#k27p09a24
file:///66-wahyu.htm#k66p11a02
file:///40-matius.htm#k40p23a17
file:///42-lukas.htm#k42p02a37
file:///40-matius.htm#k40p04a03
file:///19-mazmur.htm#k19p91a11
file:///05-ulangan.htm#k05p06a16
file:///66-wahyu.htm#k66p11a15
file:///43-yohanes.htm#k43p12a31
file:///43-yohanes.htm#k43p14a30
file:///27-daniel.htm#k27p04a30
file:///66-wahyu.htm#k66p13a04
file:///40-matius.htm#k40p16a23
file:///13-1tawarikh.htm#k13p21a01
file:///18-ayub.htm#k18p01a06
file:///38-zakharia.htm#k38p03a01
file:///66-wahyu.htm#k66p12a09
file:///05-ulangan.htm#k05p06a13
file:///09-1samuel.htm#k09p07a03
file:///42-lukas.htm#k42p22a43
file:///40-matius.htm#k40p26a53
file:///58-ibrani.htm#k58p01a14
file:///40-matius.htm#k40p14a03
file:///41-markus.htm#k41p01a14
file:///42-lukas.htm#k42p03a20
file:///43-yohanes.htm#k43p03a24
file:///41-markus.htm#k41p01a14
file:///42-lukas.htm#k42p04a14
file:///43-yohanes.htm#k43p01a43
file:///43-yohanes.htm#k43p02a11
file:///40-matius.htm#k40p02a23
file:///43-yohanes.htm#k43p01a45
file:///40-matius.htm#k40p08a05
file:///40-matius.htm#k40p11a23
file:///06-yosua.htm#k06p19a10
file:///06-yosua.htm#k06p19a32
file:///23-yesaya.htm#k23p09a01
file:///42-lukas.htm#k42p01a78
file:///43-yohanes.htm#k43p01a05
file:///43-yohanes.htm#k43p01a07
file:///43-yohanes.htm#k43p08a12
file:///43-yohanes.htm#k43p09a05
file:///23-yesaya.htm#k23p60a01
file:///40-matius.htm#k40p03a02
file:///40-matius.htm#k40p10a07
file:///41-markus.htm#k41p01a15
file:///41-markus.htm#k41p01a16
file:///42-lukas.htm#k42p05a01
file:///43-yohanes.htm#k43p01a40
file:///40-matius.htm#k40p10a02
file:///40-matius.htm#k40p16a16
file:///40-matius.htm#k40p08a22
file:///40-matius.htm#k40p09a09
file:///40-matius.htm#k40p04a22
file:///41-markus.htm#k41p10a28
file:///42-lukas.htm#k42p18a28
file:///43-yohanes.htm#k43p01a35
file:///43-yohanes.htm#k43p01a37
file:///43-yohanes.htm#k43p01a40
file:///48-galatia.htm#k48p01a15
file:///40-matius.htm#k40p04a20
file:///40-matius.htm#k40p09a35
file:///40-matius.htm#k40p13a54
file:///41-markus.htm#k41p01a39
file:///42-lukas.htm#k42p04a44
file:///43-yohanes.htm#k43p06a59
file:///40-matius.htm#k40p09a35
file:///40-matius.htm#k40p24a14
file:///41-markus.htm#k41p01a14
file:///42-lukas.htm#k42p04a43
file:///42-lukas.htm#k42p08a01
file:///42-lukas.htm#k42p16a16
file:///40-matius.htm#k40p08a16
file:///40-matius.htm#k40p09a35
file:///41-markus.htm#k41p01a34
file:///41-markus.htm#k41p06a55
file:///42-lukas.htm#k42p07a21
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p10a38
file:///40-matius.htm#k40p08a16
file:///40-matius.htm#k40p09a32
file:///41-markus.htm#k41p03a07
file:///40-matius.htm#k40p04a25
file:///40-matius.htm#k40p15a29
file:///40-matius.htm#k40p17a01
file:///40-matius.htm#k40p24a03
file:///41-markus.htm#k41p03a13
file:///40-matius.htm#k40p13a35
file:///19-mazmur.htm#k19p51a19
file:///20-amsal.htm#k20p16a19
file:///20-amsal.htm#k20p29a23
file:///23-yesaya.htm#k23p57a15
file:///23-yesaya.htm#k23p66a02
file:///42-lukas.htm#k42p06a20
file:///40-matius.htm#k40p03a02
file:///40-matius.htm#k40p04a17
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///23-yesaya.htm#k23p61a02
file:///42-lukas.htm#k42p06a21
file:///43-yohanes.htm#k43p16a20
file:///47-2korintus.htm#k47p01a07
file:///19-mazmur.htm#k19p37a11
file:///49-efesus.htm#k49p04a02
file:///56-titus.htm#k56p03a02
file:///59-yakobus.htm#k59p03a13
file:///19-mazmur.htm#k19p37a09
file:///45-roma.htm#k45p04a13
file:///58-ibrani.htm#k58p02a05
file:///19-mazmur.htm#k19p42a02
file:///23-yesaya.htm#k23p55a01
file:///43-yohanes.htm#k43p07a37
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///54-1timotius.htm#k54p06a11
file:///55-2timotius.htm#k55p02a22
file:///19-mazmur.htm#k19p22a27
file:///19-mazmur.htm#k19p36a09
file:///40-matius.htm#k40p18a33
file:///59-yakobus.htm#k59p02a13
file:///19-mazmur.htm#k19p24a04
file:///20-amsal.htm#k20p22a11
file:///55-2timotius.htm#k55p02a22
file:///18-ayub.htm#k18p42a05
file:///19-mazmur.htm#k19p17a15
file:///62-1yohanes.htm#k62p03a02
file:///58-ibrani.htm#k58p12a14
file:///59-yakobus.htm#k59p03a18
file:///45-roma.htm#k45p08a14
file:///62-1yohanes.htm#k62p03a01
file:///60-1petrus.htm#k60p03a14
file:///40-matius.htm#k40p05a06
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///40-matius.htm#k40p05a03
file:///42-lukas.htm#k42p06a22
file:///58-ibrani.htm#k58p13a13
file:///60-1petrus.htm#k60p04a14
file:///43-yohanes.htm#k43p15a20
file:///47-2korintus.htm#k47p06a08
file:///45-roma.htm#k45p03a08
file:///42-lukas.htm#k42p06a23
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a41
file:///60-1petrus.htm#k60p04a13
file:///40-matius.htm#k40p16a27
file:///58-ibrani.htm#k58p10a35
file:///14-2tawarikh.htm#k14p36a16
file:///40-matius.htm#k40p23a37
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p07a52
file:///52-1tesalonika.htm#k52p02a15
file:///03-imamat.htm#k03p02a13
file:///12-2raja.htm#k12p02a20
file:///51-kolose.htm#k51p04a06
file:///41-markus.htm#k41p09a50
file:///42-lukas.htm#k42p14a34
file:///01-kejadian.htm#k01p19a26
file:///42-lukas.htm#k42p14a35
file:///40-matius.htm#k40p25a30
file:///50-filipi.htm#k50p02a15
file:///49-efesus.htm#k49p05a08
file:///66-wahyu.htm#k66p21a10
file:///41-markus.htm#k41p04a21
file:///42-lukas.htm#k42p08a16
file:///42-lukas.htm#k42p11a33
file:///66-wahyu.htm#k66p01a20
file:///23-yesaya.htm#k23p58a08
file:///23-yesaya.htm#k23p60a01
file:///23-yesaya.htm#k23p60a03
file:///60-1petrus.htm#k60p02a12
file:///40-matius.htm#k40p09a08
file:///43-yohanes.htm#k43p15a08
file:///40-matius.htm#k40p07a12
file:///45-roma.htm#k45p10a04
file:///45-roma.htm#k45p03a31
file:///45-roma.htm#k45p08a04
file:///40-matius.htm#k40p24a35
file:///42-lukas.htm#k42p16a17
file:///58-ibrani.htm#k58p01a11
file:///61-2petrus.htm#k61p03a10
file:///66-wahyu.htm#k66p21a01
file:///59-yakobus.htm#k59p02a10
file:///40-matius.htm#k40p11a11
file:///40-matius.htm#k40p05a03
file:///40-matius.htm#k40p18a01
file:///40-matius.htm#k40p05a06
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///66-wahyu.htm#k66p19a08
file:///40-matius.htm#k40p07a21
file:///40-matius.htm#k40p23a13
file:///40-matius.htm#k40p25a21
file:///40-matius.htm#k40p25a23
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a22
file:///43-yohanes.htm#k43p03a05
file:///02-keluaran.htm#k02p20a13
file:///05-ulangan.htm#k05p05a17
file:///05-ulangan.htm#k05p16a18
file:///14-2tawarikh.htm#k14p19a05
file:///62-1yohanes.htm#k62p03a15
file:///18-ayub.htm#k18p05a02
file:///19-mazmur.htm#k19p37a08
file:///20-amsal.htm#k20p19a19
file:///49-efesus.htm#k49p04a26
file:///40-matius.htm#k40p05a21
file:///40-matius.htm#k40p10a17
file:///40-matius.htm#k40p26a59
file:///41-markus.htm#k41p15a01
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p04a15
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a21
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a41
file:///40-matius.htm#k40p05a29
file:///40-matius.htm#k40p10a28
file:///40-matius.htm#k40p18a09
file:///42-lukas.htm#k42p12a05
file:///40-matius.htm#k40p08a04
file:///40-matius.htm#k40p23a18
file:///02-keluaran.htm#k02p27a01
file:///03-imamat.htm#k03p01a09
file:///03-imamat.htm#k03p01a12
file:///40-matius.htm#k40p18a15
file:///40-matius.htm#k40p18a21
file:///49-efesus.htm#k49p04a32
file:///51-kolose.htm#k51p03a13
file:///42-lukas.htm#k42p12a58
file:///42-lukas.htm#k42p12a59
file:///40-matius.htm#k40p18a34
file:///02-keluaran.htm#k02p20a14
file:///05-ulangan.htm#k05p05a18
file:///18-ayub.htm#k18p31a01
file:///46-1korintus.htm#k46p06a09
file:///48-galatia.htm#k48p05a19
file:///49-efesus.htm#k49p05a03
file:///40-matius.htm#k40p15a19
file:///40-matius.htm#k40p18a09
file:///41-markus.htm#k41p09a47
file:///40-matius.htm#k40p05a22
file:///40-matius.htm#k40p18a08
file:///41-markus.htm#k41p09a43
file:///40-matius.htm#k40p05a22
file:///05-ulangan.htm#k05p24a01
file:///05-ulangan.htm#k05p24a03
file:///40-matius.htm#k40p19a03
file:///40-matius.htm#k40p19a09
file:///41-markus.htm#k41p10a11
file:///42-lukas.htm#k42p16a18
file:///45-roma.htm#k45p07a03
file:///03-imamat.htm#k03p19a12
file:///04-bilangan.htm#k04p30a02
file:///05-ulangan.htm#k05p23a21
file:///21-pengkhotbah.htm#k21p05a04
file:///59-yakobus.htm#k59p05a12
file:///40-matius.htm#k40p23a22
file:///23-yesaya.htm#k23p66a01
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p07a49
file:///23-yesaya.htm#k23p66a01
file:///19-mazmur.htm#k19p48a03
file:///59-yakobus.htm#k59p05a12
file:///47-2korintus.htm#k47p01a18
file:///40-matius.htm#k40p06a13
file:///40-matius.htm#k40p13a19
file:///43-yohanes.htm#k43p17a15
file:///62-1yohanes.htm#k62p02a13
file:///62-1yohanes.htm#k62p05a18
file:///02-keluaran.htm#k02p21a24
file:///03-imamat.htm#k03p24a20
file:///05-ulangan.htm#k05p19a21
file:///45-roma.htm#k45p12a14
file:///45-roma.htm#k45p12a17
file:///20-amsal.htm#k20p20a22
file:///42-lukas.htm#k42p06a29
file:///23-yesaya.htm#k23p50a06
file:///25-ratapan.htm#k25p03a30
file:///40-matius.htm#k40p26a67
file:///46-1korintus.htm#k46p06a07
file:///42-lukas.htm#k42p06a30
file:///05-ulangan.htm#k05p15a07
file:///42-lukas.htm#k42p06a35
file:///19-mazmur.htm#k19p37a26
file:///19-mazmur.htm#k19p112a05
file:///03-imamat.htm#k03p19a18
file:///19-mazmur.htm#k19p41a11
file:///42-lukas.htm#k42p06a27
file:///42-lukas.htm#k42p06a35
file:///45-roma.htm#k45p12a20
file:///20-amsal.htm#k20p25a21
file:///42-lukas.htm#k42p23a34
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p07a60
file:///45-roma.htm#k45p12a14
file:///46-1korintus.htm#k46p04a12
file:///42-lukas.htm#k42p06a32
file:///40-matius.htm#k40p06a07
file:///40-matius.htm#k40p06a32
file:///40-matius.htm#k40p19a21
file:///50-filipi.htm#k50p03a12
file:///50-filipi.htm#k50p03a15
file:///51-kolose.htm#k51p01a28
file:///51-kolose.htm#k51p04a12
file:///42-lukas.htm#k42p06a36
file:///40-matius.htm#k40p06a05
file:///40-matius.htm#k40p06a16
file:///40-matius.htm#k40p23a05
file:///05-ulangan.htm#k05p15a07
file:///19-mazmur.htm#k19p112a09
file:///45-roma.htm#k45p12a08
file:///47-2korintus.htm#k47p09a09
file:///40-matius.htm#k40p06a05
file:///40-matius.htm#k40p07a05
file:///40-matius.htm#k40p23a13
file:///40-matius.htm#k40p23a25
file:///40-matius.htm#k40p23a29
file:///43-yohanes.htm#k43p05a41
file:///43-yohanes.htm#k43p05a44
file:///43-yohanes.htm#k43p12a43
file:///52-1tesalonika.htm#k52p02a06
file:///40-matius.htm#k40p06a06
file:///40-matius.htm#k40p06a18
file:///42-lukas.htm#k42p14a14
file:///40-matius.htm#k40p06a02
file:///42-lukas.htm#k42p18a11
file:///42-lukas.htm#k42p20a47
file:///12-2raja.htm#k12p04a32
file:///23-yesaya.htm#k23p26a20
file:///40-matius.htm#k40p06a04
file:///40-matius.htm#k40p06a18
file:///11-1raja-raja.htm#k11p18a26
file:///40-matius.htm#k40p06a32
file:///42-lukas.htm#k42p11a02
file:///40-matius.htm#k40p06a32
file:///23-yesaya.htm#k23p29a23
file:///26-yehezkiel.htm#k26p36a23
file:///60-1petrus.htm#k60p03a15
file:///40-matius.htm#k40p03a02
file:///40-matius.htm#k40p04a17
file:///27-daniel.htm#k27p02a44
file:///66-wahyu.htm#k66p11a15
file:///40-matius.htm#k40p07a21
file:///40-matius.htm#k40p12a50
file:///40-matius.htm#k40p26a39
file:///40-matius.htm#k40p26a42
file:///43-yohanes.htm#k43p06a38
file:///58-ibrani.htm#k58p10a07
file:///58-ibrani.htm#k58p10a09
file:///40-matius.htm#k40p18a21
file:///40-matius.htm#k40p26a41
file:///42-lukas.htm#k42p11a04
file:///46-1korintus.htm#k46p10a13
file:///55-2timotius.htm#k55p04a18
file:///58-ibrani.htm#k58p02a18
file:///40-matius.htm#k40p05a37
file:///43-yohanes.htm#k43p17a15
file:///53-2tesalonika.htm#k53p03a03
file:///13-1tawarikh.htm#k13p29a11
file:///66-wahyu.htm#k66p11a15
file:///66-wahyu.htm#k66p12a10
file:///66-wahyu.htm#k66p12a10
file:///45-roma.htm#k45p16a27
file:///66-wahyu.htm#k66p05a13
file:///19-mazmur.htm#k19p41a14
file:///47-2korintus.htm#k47p01a20
file:///66-wahyu.htm#k66p03a14
file:///41-markus.htm#k41p11a25
file:///42-lukas.htm#k42p06a37
file:///49-efesus.htm#k49p04a32
file:///51-kolose.htm#k51p03a13
file:///40-matius.htm#k40p18a35
file:///23-yesaya.htm#k23p58a06
file:///40-matius.htm#k40p09a14
file:///40-matius.htm#k40p17a21
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a02
file:///40-matius.htm#k40p06a01
file:///40-matius.htm#k40p06a05
file:///21-pengkhotbah.htm#k21p09a08
file:///40-matius.htm#k40p06a04
file:///40-matius.htm#k40p06a06
file:///42-lukas.htm#k42p12a15
file:///58-ibrani.htm#k58p13a05
file:///59-yakobus.htm#k59p05a02
file:///40-matius.htm#k40p19a21
file:///42-lukas.htm#k42p12a33
file:///42-lukas.htm#k42p18a22
file:///40-matius.htm#k40p24a43
file:///42-lukas.htm#k42p12a39
file:///42-lukas.htm#k42p12a34
file:///42-lukas.htm#k42p11a34
file:///62-1yohanes.htm#k62p01a06
file:///42-lukas.htm#k42p16a13
file:///42-lukas.htm#k42p16a09
file:///42-lukas.htm#k42p16a11
file:///42-lukas.htm#k42p16a13
file:///42-lukas.htm#k42p12a22
file:///40-matius.htm#k40p06a27
file:///40-matius.htm#k40p06a31
file:///40-matius.htm#k40p06a34
file:///40-matius.htm#k40p13a22
file:///50-filipi.htm#k50p04a06
file:///60-1petrus.htm#k60p05a07
file:///40-matius.htm#k40p10a29
file:///18-ayub.htm#k18p39a03
file:///19-mazmur.htm#k19p147a09
file:///40-matius.htm#k40p06a25
file:///54-1timotius.htm#k54p06a08
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p02a01
file:///11-1raja-raja.htm#k11p10a04
file:///23-yesaya.htm#k23p40a06
file:///59-yakobus.htm#k59p01a10
file:///05-ulangan.htm#k05p29a05
file:///40-matius.htm#k40p07a26
file:///40-matius.htm#k40p14a31
file:///40-matius.htm#k40p16a08
file:///40-matius.htm#k40p17a20
file:///40-matius.htm#k40p06a25
file:///40-matius.htm#k40p06a28
file:///40-matius.htm#k40p06a08
file:///40-matius.htm#k40p05a03
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///40-matius.htm#k40p06a10
file:///40-matius.htm#k40p07a21
file:///42-lukas.htm#k42p12a31
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a22
file:///45-roma.htm#k45p14a17
file:///40-matius.htm#k40p05a06
file:///40-matius.htm#k40p05a10
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///36-zefanya.htm#k36p02a03
file:///66-wahyu.htm#k66p19a08
file:///40-matius.htm#k40p06a25
file:///59-yakobus.htm#k59p04a13
file:///42-lukas.htm#k42p06a37
file:///45-roma.htm#k45p14a03
file:///45-roma.htm#k45p14a10
file:///45-roma.htm#k45p14a13
file:///46-1korintus.htm#k46p04a05
file:///59-yakobus.htm#k59p04a11
file:///59-yakobus.htm#k59p05a09
file:///59-yakobus.htm#k59p02a13
file:///41-markus.htm#k41p04a24
file:///42-lukas.htm#k42p06a41
file:///43-yohanes.htm#k43p08a07
file:///40-matius.htm#k40p06a02
file:///20-amsal.htm#k20p23a09
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a45
file:///40-matius.htm#k40p15a26
file:///50-filipi.htm#k50p03a02
file:///61-2petrus.htm#k61p02a22
file:///23-yesaya.htm#k23p56a10
file:///66-wahyu.htm#k66p22a15
file:///40-matius.htm#k40p13a46
file:///66-wahyu.htm#k66p21a12
file:///03-imamat.htm#k03p11a07
file:///61-2petrus.htm#k61p02a22
file:///42-lukas.htm#k42p11a09
file:///40-matius.htm#k40p18a19
file:///40-matius.htm#k40p21a22
file:///41-markus.htm#k41p11a24
file:///43-yohanes.htm#k43p14a13
file:///43-yohanes.htm#k43p15a07
file:///43-yohanes.htm#k43p15a16
file:///43-yohanes.htm#k43p16a23
file:///59-yakobus.htm#k59p01a05
file:///62-1yohanes.htm#k62p03a22
file:///62-1yohanes.htm#k62p05a14
file:///40-matius.htm#k40p14a17
file:///40-matius.htm#k40p14a19
file:///40-matius.htm#k40p14a17
file:///40-matius.htm#k40p14a19
file:///42-lukas.htm#k42p24a42
file:///43-yohanes.htm#k43p21a09
file:///43-yohanes.htm#k43p21a13
file:///40-matius.htm#k40p12a34
file:///19-mazmur.htm#k19p84a12
file:///59-yakobus.htm#k59p01a17
file:///42-lukas.htm#k42p06a31
file:///45-roma.htm#k45p13a08
file:///48-galatia.htm#k48p05a14
file:///42-lukas.htm#k42p13a24
file:///58-ibrani.htm#k58p10a39
file:///40-matius.htm#k40p19a24
file:///19-mazmur.htm#k19p118a19
file:///19-mazmur.htm#k19p16a11
file:///24-yeremia.htm#k24p21a08
file:///43-yohanes.htm#k43p14a06
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p09a02
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p19a09
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p19a23
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p24a22
file:///40-matius.htm#k40p22a14
file:///24-yeremia.htm#k24p14a14
file:///40-matius.htm#k40p24a11
file:///40-matius.htm#k40p24a24
file:///41-markus.htm#k41p13a22
file:///42-lukas.htm#k42p06a26
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a06
file:///61-2petrus.htm#k61p02a01
file:///62-1yohanes.htm#k62p04a01
file:///66-wahyu.htm#k66p16a13
file:///66-wahyu.htm#k66p19a20
file:///26-yehezkiel.htm#k26p22a27
file:///43-yohanes.htm#k43p10a12
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p20a29
file:///40-matius.htm#k40p07a20
file:///40-matius.htm#k40p12a33
file:///42-lukas.htm#k42p06a44
file:///59-yakobus.htm#k59p03a12
file:///40-matius.htm#k40p12a33
file:///42-lukas.htm#k42p06a44
file:///48-galatia.htm#k48p05a22
file:///48-galatia.htm#k48p05a19
file:///40-matius.htm#k40p03a10
file:///42-lukas.htm#k42p03a09
file:///43-yohanes.htm#k43p15a06
file:///40-matius.htm#k40p07a16
file:///40-matius.htm#k40p25a11
file:///42-lukas.htm#k42p06a46
file:///42-lukas.htm#k42p13a25
file:///45-roma.htm#k45p10a13
file:///40-matius.htm#k40p05a20
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a22
file:///61-2petrus.htm#k61p01a11
file:///43-yohanes.htm#k43p03a05
file:///62-1yohanes.htm#k62p02a17
file:///40-matius.htm#k40p25a12
file:///42-lukas.htm#k42p13a25
file:///42-lukas.htm#k42p13a27
file:///40-matius.htm#k40p25a41
file:///40-matius.htm#k40p13a41
file:///40-matius.htm#k40p24a12
file:///58-ibrani.htm#k58p01a09
file:///42-lukas.htm#k42p06a47
file:///59-yakobus.htm#k59p01a22
file:///40-matius.htm#k40p25a02
file:///20-amsal.htm#k20p24a03
file:///40-matius.htm#k40p16a18
file:///26-yehezkiel.htm#k26p33a32
file:///26-yehezkiel.htm#k26p13a10
file:///40-matius.htm#k40p13a54
file:///40-matius.htm#k40p22a33
file:///41-markus.htm#k41p01a22
file:///41-markus.htm#k41p06a22
file:///41-markus.htm#k41p11a18
file:///42-lukas.htm#k42p04a32
file:///43-yohanes.htm#k43p07a46
file:///40-matius.htm#k40p21a23
file:///40-matius.htm#k40p28a18
file:///40-matius.htm#k40p05a01
file:///40-matius.htm#k40p04a25
file:///40-matius.htm#k40p05a01
file:///41-markus.htm#k41p01a40
file:///42-lukas.htm#k42p05a12
file:///03-imamat.htm#k03p13a02
file:///03-imamat.htm#k03p13a44
file:///04-bilangan.htm#k04p12a10
file:///04-bilangan.htm#k04p12a14
file:///14-2tawarikh.htm#k14p26a21
file:///40-matius.htm#k40p02a11
file:///40-matius.htm#k40p09a18
file:///40-matius.htm#k40p15a25
file:///40-matius.htm#k40p20a20
file:///43-yohanes.htm#k43p09a38
file:///40-matius.htm#k40p08a15
file:///40-matius.htm#k40p09a29
file:///40-matius.htm#k40p20a34
file:///40-matius.htm#k40p09a30
file:///41-markus.htm#k41p07a36
file:///03-imamat.htm#k03p13a49
file:///03-imamat.htm#k03p14a02
file:///42-lukas.htm#k42p17a14
file:///03-imamat.htm#k03p14a10
file:///42-lukas.htm#k42p07a01
file:///43-yohanes.htm#k43p04a46
file:///40-matius.htm#k40p27a54
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p10a01
file:///19-mazmur.htm#k19p107a20
file:///40-matius.htm#k40p08a16
file:///42-lukas.htm#k42p13a29
file:///45-roma.htm#k45p15a09
file:///49-efesus.htm#k49p03a06
file:///42-lukas.htm#k42p13a28
file:///40-matius.htm#k40p22a13
file:///40-matius.htm#k40p25a30
file:///40-matius.htm#k40p13a42
file:///40-matius.htm#k40p13a50
file:///40-matius.htm#k40p22a13
file:///40-matius.htm#k40p24a51
file:///40-matius.htm#k40p25a30
file:///42-lukas.htm#k42p13a28
file:///40-matius.htm#k40p09a29
file:///40-matius.htm#k40p09a22
file:///43-yohanes.htm#k43p04a53
file:///41-markus.htm#k41p01a29
file:///42-lukas.htm#k42p04a38
file:///46-1korintus.htm#k46p09a05
file:///40-matius.htm#k40p08a03
file:///40-matius.htm#k40p08a08
file:///40-matius.htm#k40p01a22
file:///23-yesaya.htm#k23p53a04
file:///60-1petrus.htm#k60p02a24
file:///42-lukas.htm#k42p09a57
file:///40-matius.htm#k40p09a06
file:///40-matius.htm#k40p11a19
file:///40-matius.htm#k40p12a08
file:///40-matius.htm#k40p12a32
file:///40-matius.htm#k40p12a40
file:///40-matius.htm#k40p13a37
file:///40-matius.htm#k40p13a41
file:///40-matius.htm#k40p16a13
file:///40-matius.htm#k40p16a27
file:///40-matius.htm#k40p16a28
file:///40-matius.htm#k40p26a64
file:///11-1raja-raja.htm#k11p19a20
file:///40-matius.htm#k40p04a19
file:///40-matius.htm#k40p04a20
file:///40-matius.htm#k40p04a22
file:///40-matius.htm#k40p09a09
file:///43-yohanes.htm#k43p21a19
file:///43-yohanes.htm#k43p21a22
file:///49-efesus.htm#k49p02a01
file:///49-efesus.htm#k49p02a05
file:///51-kolose.htm#k51p02a13
file:///43-yohanes.htm#k43p05a25
file:///43-yohanes.htm#k43p05a28
file:///41-markus.htm#k41p04a36
file:///42-lukas.htm#k42p08a22
file:///43-yohanes.htm#k43p06a18
file:///40-matius.htm#k40p14a30
file:///43-yohanes.htm#k43p14a27
file:///40-matius.htm#k40p06a30
file:///40-matius.htm#k40p14a31
file:///40-matius.htm#k40p16a08
file:///19-mazmur.htm#k19p104a07
file:///19-mazmur.htm#k19p107a29
file:///41-markus.htm#k41p05a01
file:///42-lukas.htm#k42p08a26
file:///41-markus.htm#k41p01a24
file:///42-lukas.htm#k42p04a34
file:///40-matius.htm#k40p04a03
file:///40-matius.htm#k40p04a06
file:///66-wahyu.htm#k66p20a13
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p16a39
file:///40-matius.htm#k40p04a13
file:///41-markus.htm#k41p02a03
file:///42-lukas.htm#k42p05a18
file:///40-matius.htm#k40p08a10
file:///40-matius.htm#k40p09a22
file:///40-matius.htm#k40p09a29
file:///40-matius.htm#k40p15a28
file:///41-markus.htm#k41p10a25
file:///42-lukas.htm#k42p07a50
file:///42-lukas.htm#k42p17a19
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a09
file:///40-matius.htm#k40p09a22
file:///40-matius.htm#k40p14a27
file:///41-markus.htm#k41p06a50
file:///43-yohanes.htm#k43p16a33
file:///42-lukas.htm#k42p07a48
file:///40-matius.htm#k40p26a65
file:///43-yohanes.htm#k43p10a36
file:///40-matius.htm#k40p12a25
file:///41-markus.htm#k41p12a15
file:///42-lukas.htm#k42p06a08
file:///43-yohanes.htm#k43p02a25
file:///01-kejadian.htm#k01p06a05
file:///40-matius.htm#k40p08a20
file:///42-lukas.htm#k42p07a49
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a31
file:///43-yohanes.htm#k43p05a08
file:///42-lukas.htm#k42p07a16
file:///40-matius.htm#k40p15a31
file:///41-markus.htm#k41p02a14
file:///42-lukas.htm#k42p05a27
file:///40-matius.htm#k40p10a03
file:///40-matius.htm#k40p04a19
file:///40-matius.htm#k40p05a46
file:///40-matius.htm#k40p11a19
file:///42-lukas.htm#k42p15a02
file:///28-hosea.htm#k28p06a06
file:///40-matius.htm#k40p12a07
file:///33-mikha.htm#k33p06a06
file:///41-markus.htm#k41p12a33
file:///20-amsal.htm#k20p21a03
file:///09-1samuel.htm#k09p15a22
file:///42-lukas.htm#k42p15a07
file:///54-1timotius.htm#k54p01a15
file:///41-markus.htm#k41p02a18
file:///42-lukas.htm#k42p05a33
file:///40-matius.htm#k40p11a03
file:///40-matius.htm#k40p14a12
file:///42-lukas.htm#k42p11a01
file:///43-yohanes.htm#k43p01a35
file:///43-yohanes.htm#k43p03a25
file:///42-lukas.htm#k42p18a12
file:///40-matius.htm#k40p15a02
file:///43-yohanes.htm#k43p03a29
file:///42-lukas.htm#k42p17a22
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a02
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a23
file:///06-yosua.htm#k06p09a04
file:///18-ayub.htm#k18p32a19
file:///41-markus.htm#k41p05a22
file:///42-lukas.htm#k42p08a41
file:///40-matius.htm#k40p08a02
file:///03-imamat.htm#k03p15a25
file:///40-matius.htm#k40p14a36
file:///04-bilangan.htm#k04p15a38
file:///05-ulangan.htm#k05p22a12
file:///40-matius.htm#k40p14a36
file:///41-markus.htm#k41p03a10
file:///42-lukas.htm#k42p06a19
file:///40-matius.htm#k40p09a02
file:///40-matius.htm#k40p09a02
file:///43-yohanes.htm#k43p11a11
file:///43-yohanes.htm#k43p11a13
file:///52-1tesalonika.htm#k52p04a15
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p09a40
file:///41-markus.htm#k41p09a27
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p03a07
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p09a41
file:///40-matius.htm#k40p04a24
file:///41-markus.htm#k41p01a28
file:///42-lukas.htm#k42p05a15
file:///40-matius.htm#k40p20a30
file:///41-markus.htm#k41p10a46
file:///42-lukas.htm#k42p18a35
file:///43-yohanes.htm#k43p09a01
file:///40-matius.htm#k40p01a01
file:///40-matius.htm#k40p08a03
file:///40-matius.htm#k40p08a13
file:///40-matius.htm#k40p09a02
file:///23-yesaya.htm#k23p35a05
file:///42-lukas.htm#k42p04a18
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p26a18
file:///40-matius.htm#k40p08a04
file:///40-matius.htm#k40p12a16
file:///41-markus.htm#k41p05a43
file:///41-markus.htm#k41p07a36
file:///40-matius.htm#k40p09a26
file:///41-markus.htm#k41p01a45
file:///40-matius.htm#k40p12a22
file:///42-lukas.htm#k42p11a14
file:///23-yesaya.htm#k23p35a06
file:///41-markus.htm#k41p02a12
file:///40-matius.htm#k40p12a24
file:///41-markus.htm#k41p03a22
file:///42-lukas.htm#k42p11a15
file:///41-markus.htm#k41p06a06
file:///42-lukas.htm#k42p13a22
file:///40-matius.htm#k40p04a23
file:///40-matius.htm#k40p14a14
file:///41-markus.htm#k41p06a34
file:///04-bilangan.htm#k04p27a17
file:///11-1raja-raja.htm#k11p22a17
file:///26-yehezkiel.htm#k26p34a05
file:///38-zakharia.htm#k38p10a02
file:///42-lukas.htm#k42p10a02
file:///40-matius.htm#k40p20a01
file:///41-markus.htm#k41p03a13
file:///41-markus.htm#k41p06a07
file:///42-lukas.htm#k42p06a13
file:///42-lukas.htm#k42p09a01
file:///40-matius.htm#k40p12a43
file:///41-markus.htm#k41p01a23
file:///41-markus.htm#k41p01a26
file:///41-markus.htm#k41p01a27
file:///41-markus.htm#k41p03a11
file:///41-markus.htm#k41p03a30
file:///41-markus.htm#k41p05a02
file:///41-markus.htm#k41p05a08
file:///41-markus.htm#k41p05a13
file:///41-markus.htm#k41p06a07
file:///41-markus.htm#k41p07a25
file:///41-markus.htm#k41p09a25
file:///42-lukas.htm#k42p04a33
file:///42-lukas.htm#k42p04a36
file:///42-lukas.htm#k42p06a18
file:///42-lukas.htm#k42p08a29
file:///42-lukas.htm#k42p09a42
file:///42-lukas.htm#k42p11a42
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a16
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p08a07
file:///66-wahyu.htm#k66p16a13
file:///66-wahyu.htm#k66p18a02
file:///40-matius.htm#k40p09a35
file:///40-matius.htm#k40p09a35
file:///41-markus.htm#k41p03a16
file:///42-lukas.htm#k42p06a14
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p01a13
file:///40-matius.htm#k40p04a18
file:///40-matius.htm#k40p04a21
file:///43-yohanes.htm#k43p01a43
file:///43-yohanes.htm#k43p14a09
file:///43-yohanes.htm#k43p11a16
file:///43-yohanes.htm#k43p14a05
file:///43-yohanes.htm#k43p20a24
file:///43-yohanes.htm#k43p21a02
file:///40-matius.htm#k40p09a09
file:///43-yohanes.htm#k43p06a71
file:///43-yohanes.htm#k43p13a02
file:///43-yohanes.htm#k43p13a26
file:///42-lukas.htm#k42p22a03
file:///40-matius.htm#k40p26a14
file:///41-markus.htm#k41p06a07
file:///42-lukas.htm#k42p09a02
file:///40-matius.htm#k40p04a15
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a46
file:///12-2raja.htm#k12p17a24
file:///15-ezra.htm#k15p04a10
file:///42-lukas.htm#k42p17a16
file:///43-yohanes.htm#k43p04a04
file:///43-yohanes.htm#k43p04a09
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p08a25
file:///19-mazmur.htm#k19p119a176
file:///23-yesaya.htm#k23p53a06
file:///24-yeremia.htm#k24p50a06
file:///60-1petrus.htm#k60p02a25
file:///40-matius.htm#k40p15a24
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p03a26
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a46
file:///45-roma.htm#k45p01a16
file:///40-matius.htm#k40p03a02
file:///40-matius.htm#k40p04a17
file:///41-markus.htm#k41p06a13
file:///42-lukas.htm#k42p09a02
file:///66-wahyu.htm#k66p21a06
file:///66-wahyu.htm#k66p22a17
file:///41-markus.htm#k41p06a08
file:///42-lukas.htm#k42p09a03
file:///42-lukas.htm#k42p10a04
file:///42-lukas.htm#k42p22a35
file:///46-1korintus.htm#k46p09a07
file:///54-1timotius.htm#k54p05a18
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p13a51
file:///40-matius.htm#k40p11a23
file:///01-kejadian.htm#k01p18a20
file:///01-kejadian.htm#k01p19a24
file:///01-kejadian.htm#k01p19a28
file:///61-2petrus.htm#k61p02a06
file:///65-yudas.htm#k65p01a07
file:///42-lukas.htm#k42p10a03
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p20a29
file:///01-kejadian.htm#k01p03a01
file:///22-kidung%20agung.htm#k22p02a14
file:///43-yohanes.htm#k43p01a32
file:///50-filipi.htm#k50p03a02
file:///41-markus.htm#k41p13a09
file:///40-matius.htm#k40p05a22
file:///40-matius.htm#k40p23a34
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p05a40
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p22a19
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p26a11
file:///42-lukas.htm#k42p21a12
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p09a15
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p26a01
file:///40-matius.htm#k40p24a14
file:///41-markus.htm#k41p13a11
file:///42-lukas.htm#k42p21a12
file:///42-lukas.htm#k42p12a11
file:///42-lukas.htm#k42p12a12
file:///10-2samuel.htm#k10p23a02
file:///40-matius.htm#k40p10a35
file:///33-mikha.htm#k33p07a06
file:///40-matius.htm#k40p24a09
file:///43-yohanes.htm#k43p15a18
file:///62-1yohanes.htm#k62p03a13
file:///40-matius.htm#k40p24a13
file:///58-ibrani.htm#k58p10a36
file:///40-matius.htm#k40p23a34
file:///40-matius.htm#k40p02a13
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p14a06
file:///40-matius.htm#k40p08a20
file:///42-lukas.htm#k42p06a40
file:///43-yohanes.htm#k43p13a16
file:///43-yohanes.htm#k43p15a20
file:///40-matius.htm#k40p12a24
file:///40-matius.htm#k40p12a27
file:///41-markus.htm#k41p03a22
file:///42-lukas.htm#k42p11a15
file:///42-lukas.htm#k42p12a02
file:///41-markus.htm#k41p04a22
file:///42-lukas.htm#k42p08a17
file:///54-1timotius.htm#k54p05a25
file:///09-1samuel.htm#k09p09a25
file:///36-zefanya.htm#k36p01a05
file:///40-matius.htm#k40p24a17
file:///44-kisah%20rasul.htm#k44p10a09
file:///19-mazmur.htm#k19p56a04
file:///23-yesaya.htm#k23p08a12
file:///58-ibrani.htm#k58p10a31
file:///59-yakobus.htm#k59p04a12
file:///40-matius.htm#k40p05a22
file:///42-lukas.htm#k42p21a18
file:///40-matius.htm#k40p06a26
file:///40-matius.htm#k40p12a12
file:///45-roma.htm#k45p10a09
file:///66-wahyu.htm#k66p03a05
file:///55-2timotius.htm#k55p02a12
file:///41-markus.htm#k41p08a38
file:///42-lukas.htm#k42p09a26
file:///42-lukas.htm#k42p12a51
file:///40-matius.htm#k40p10a21
file:///33-mikha.htm#k33p07a06
file:///42-lukas.htm#k42p14a26
file:///05-ulangan.htm#k05p33a09
file:///40-matius.htm#k40p16a24
file:///41-markus.htm#k41p08a34
file:///42-lukas.htm#k42p09a23
file:///42-lukas.htm#k42p14a27
file:///19-mazmur.htm#k19p04a19
file:///40-matius.htm#k40p16a25
file:///41-markus.htm#k41p08a35
file:///42-lukas.htm#k42p09a24
file:///42-lukas.htm#k42p17a33
file:///43-yohanes.htm#k43p12a25
file:///40-matius.htm#k40p18a05
file:///43-yohanes.htm#k43p13a20
file:///48-galatia.htm#k48p04a14
file:///41-markus.htm#k41p09a37
file:///42-lukas.htm#k42p09a48
file:///11-1raja-raja.htm#k11p17a10
file:///11-1raja-raja.htm#k11p17a20
file:///12-2raja.htm#k12p04a08
file:///41-markus.htm#k41p09a41
file:///40-matius.htm#k40p25a40
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p03a05
file:///42-lukas.htm#k42p14a03
file:///49-efesus.htm#k49p02a02
file:///49-efesus.htm#k49p06a12
file:///51-kolose.htm#k51p01a13
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a17
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a02
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p03a05
file:///43-yohanes.htm#k43p07a05
file:///54-1timotius.htm#k54p06a17
file:///40-matius.htm#k40p13a42
file:///43-yohanes.htm#k43p03a05
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01a07
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a12
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck014701
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck041801
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck041802
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck112401
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck1124a
file:///l%3a/backup%20data%202012-data%20acer/isilo%20file's%20alkitab%20vp/42-lukas.htm#ck170501
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a24
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a28
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a24
file:///g%3a/a44-kisah%20rasul.htm#a0917c
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a06
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a32
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a29
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a02
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p12
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#a010102
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p01a01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p09
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p22
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p49a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p118a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p04a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p29a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p35a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p61a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p04a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p08a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a57
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a61
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a80
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a76
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/39-maleakhi.htm#k39p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/39-maleakhi.htm#k39p04a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a48
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p23a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p27a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p28a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/32-yunus.htm#k32p03a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/18-ayub.htm#k18p42a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p14a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p14a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p26a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p20a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p14a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p14a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p17a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a65
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p03a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p15a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p10a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p06a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p04a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p05a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p02a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p05a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p23a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p20a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p58a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p05a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/09-1samuel.htm#k09p21a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p25a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p24a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p29a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p24a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/04-bilangan.htm#k04p28a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/11-1raja-raja.htm#k11p08a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p66a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/37-hagai.htm#k37p02a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/28-hosea.htm#k28p06a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p22a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a53
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p05a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a59
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p42a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p61a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p04a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p15a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p19a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p10a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p49a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p01a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p01a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p05a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p04a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p02a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p02a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p17a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p03a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/32-yunus.htm#k32p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/32-yunus.htm#k32p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/32-yunus.htm#k32p03a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/11-1raja-raja.htm#k11p10a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p09a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p09a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p05a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p01a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p04a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p26a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p16a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p03a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p29a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p29a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p05a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p12a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p11a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p28a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a56
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p11a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p01a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a57
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a61
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p04a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p05a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p04a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p12a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p01a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p01a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p02a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p02a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/55-2timotius.htm#k55p02a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p14a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p18a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p05a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p05a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p02a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p02a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p17a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p17a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p18a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p78a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p03a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p16a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p01a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p04a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p03a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/53-2tesalonika.htm#k53p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p02a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p07a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p01a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p11a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p02a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p04a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p01a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p21a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p20a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p02a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/22-kidung%20agung.htm#k22p07a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p06a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p04a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p02a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p04a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p06a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p18a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p20a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p40a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p06a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p04a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p10a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p04a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p06a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p01a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p05a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/18-ayub.htm#k18p09a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p16a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p41a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p43a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p01a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p06a53
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p02a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p20a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p05a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p06a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p21a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p20a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p20a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p29a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/56-titus.htm#k56p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a51
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p10a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p14a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p04a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/56-titus.htm#k56p01a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p60a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p61a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/65-yudas.htm#k65p01a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p09a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p56a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p06a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p03a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p17a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p06a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p08a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p06a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p10a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p10a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/07-hakim.htm#k07p01a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p03a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p02a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p22a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p04a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p35a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p29a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a68
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p04a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p27a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p04a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p05a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p05a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p09a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p09a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p04a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p05a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p05a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p03a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p03a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p03a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p21a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p01a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p02a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p03a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p01a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p28a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p02a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p03a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p02a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p16a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p38a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/22-kidung%20agung.htm#k22p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p06a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p22a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p03a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p08a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p12a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p07a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a51
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/65-yudas.htm#k65p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p22a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p22a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p22a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/53-2tesalonika.htm#k53p01a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p05a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p03a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p10a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p22a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p05a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p21a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p03a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p10a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/39-maleakhi.htm#k39p04a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p07a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p34a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/16-nehemia.htm#k16p08a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p24a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p17a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p01a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p08a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p10a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/39-maleakhi.htm#k39p04a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p11a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p02a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p01a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p13a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p30a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p38a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p10a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p131a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p04a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p08a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p34a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p91a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p12a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p15a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p19a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p06a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p17a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p19a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p05a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p10a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p06a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p03a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p04a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/16-nehemia.htm#k16p05a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p02a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/51-kolose.htm#k51p03a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p06a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p01a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p01a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p05a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p02a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p07a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p24a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p16a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p03a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p07a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p07a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p07a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p100a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p135a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p18a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p20a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p05a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p20a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p05a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p19a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a48
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p21a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p21a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p14a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p05a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p18a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/18-ayub.htm#k18p42a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p32a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p03a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p20a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p06a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p20a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a51
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a66
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a63
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a56
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p12a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p03a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p09a48
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p04a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/54-1timotius.htm#k54p02a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/56-titus.htm#k56p02a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p14a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p62a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p09a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p09a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p07a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p118a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p148a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p02a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p18a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p02a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p14a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p05a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p12a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p56a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p08a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p04a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p01a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p13a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p03a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p05a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p11a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p02a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p04a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p02a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p02a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p80a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p05a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p24a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p36a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p37a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/16-nehemia.htm#k16p09a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p07a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p02a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p24a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p07a59
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p04a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p02a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a53
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p13a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p118a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p28a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p02a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p02a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p08a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p09a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p02a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p02a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p47a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p15a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p01a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p04a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p17a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p03a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p01a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p16a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p13a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p23a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p25a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p12a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p03a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p03a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p06a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p10a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p30a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p04a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p19a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/48-galatia.htm#k48p05a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p02a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p13a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p110a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p01a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p08a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/15-ezra.htm#k15p07a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/16-nehemia.htm#k16p08a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p17a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p02a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p15a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p11a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p06a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p11a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/04-bilangan.htm#k04p15a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p22a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p21a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p03a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p14a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p29a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p05a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p21a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/18-ayub.htm#k18p22a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p20a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p06a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p17a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/53-2tesalonika.htm#k53p02a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p02a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p09a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p30a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p29a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/11-1raja-raja.htm#k11p08a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p26a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p15a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p15a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p11a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p04a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p14a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p18a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/33-mikha.htm#k33p06a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p16a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p07a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p12a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p07a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p23a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/04-bilangan.htm#k04p19a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p23a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p05a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p07a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p02a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p08a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p02a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p03a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p11a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p09a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p09a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p18a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p04a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p04a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p12a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p24a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p24a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p24a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/08-rut.htm#k08p02a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p91a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p26a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p64a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p22a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p118a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/63-2yohanes.htm#k63p01a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p08a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p08a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p11a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p11a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p11a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p06a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p06a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p02a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p16a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/62-1yohanes.htm#k62p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p02a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p08a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p74a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p64a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/25-ratapan.htm#k25p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p29a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/11-1raja-raja.htm#k11p11a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p09a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p09a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p30a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p07a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p65a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p45a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/53-2tesalonika.htm#k53p02a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/53-2tesalonika.htm#k53p02a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p13a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p12a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p30a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p43a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p49a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p49a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p51a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p56a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p60a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p62a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p27a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p34a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p37a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/26-yehezkiel.htm#k26p28a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p02a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p04a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p24a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p24a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p24a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/28-hosea.htm#k28p09a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p40a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p05a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p03a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p07a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p07a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p17a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p03a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p16a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p05a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p03a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p04a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a5
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p10a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p05a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p11a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/50-filipi.htm#k50p03a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/56-titus.htm#k56p02a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p26a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p26a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p26a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p27a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p27a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p16a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p09a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p09a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a48
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k47p11a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p04a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p04a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p11a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p03a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p07a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p16a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p07a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/59-yakobus.htm#k59p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p01a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p01a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p12a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p04a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/55-2timotius.htm#k55p01a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p05a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p14a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p04a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p25a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p12a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p12a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/20-amsal.htm#k20p20a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p12a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p04a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a51
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p14a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/65-yudas.htm#k65p01a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p01a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p03a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/29-yoel.htm#k29p03a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p10a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/55-2timotius.htm#k55p04a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p100a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p17a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p37a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p02a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p20a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p20a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p19a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p14a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p09a48
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p12a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p02a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/65-yudas.htm#k65p01a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p09a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p10a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p19a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p05a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p17a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a57
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p04a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p19a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a53
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p07a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p15a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a59
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p10a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a71
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p11a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p12a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p11a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a45
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a70
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p11a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p14a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p10a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p15a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p13a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p09a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p24a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p09a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/24-yeremia.htm#k24p31a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p09a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p13a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a56
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p16a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p12a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p05a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p05a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p06a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p13a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/49-efesus.htm#k49p06a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p04a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p06a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/47-2korintus.htm#k47p12a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p03a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/10-2samuel.htm#k10p20a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p41a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p55a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p22a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p13a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p09a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p07a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a46
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p53a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p21a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a53
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p05a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p10a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p27a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p35a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p06a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p19a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a40
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p06a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p53a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a62
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a67
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p05a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/09-1samuel.htm#k09p14a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/09-1samuel.htm#k09p14a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p04a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p03a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p07a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p07a56
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p110a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p16a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p01a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p21a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p01a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/66-wahyu.htm#k66p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/04-bilangan.htm#k04p14a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p18a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/12-2raja.htm#k12p19a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p14a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p09a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p10a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p24a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p10a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p50a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a63
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p23a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a66
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p22a55
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p02a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/07-hakim.htm#k07p12a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a34
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p14a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p13a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/10-2samuel.htm#k10p17a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p12a43
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p08a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/38-zakharia.htm#k38p11a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a37
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p02a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a63
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a62
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a47
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p03a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a41
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/05-ulangan.htm#k05p21a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p26a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p73a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p23a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p05a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p53a05
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/60-1petrus.htm#k60p02a24
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a28
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p18a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p23a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/01-kejadian.htm#k01p03a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a67
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p06a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p11a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p13a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p69a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p22a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a54
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a26
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a27
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p53a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p22a08
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p109a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a61
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p02a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a63
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a35
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p01a49
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p22a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a39
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a33
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a44
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p22a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p69a22
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a30
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/02-keluaran.htm#k02p26a31
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/14-2tawarikh.htm#k14p03a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p09a03
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p10a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/46-1korintus.htm#k46p15a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/52-1tesalonika.htm#k52p04a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/61-2petrus.htm#k61p03a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a36
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p08a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a25
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p15a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p23a50
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p19a38
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p53a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/23-yesaya.htm#k23p22a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p16a04
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p07a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p16a21
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p20a19
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a13
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p06a18
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/41-markus.htm#k41p16a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/03-imamat.htm#k03p23a15
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a56
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a61
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/27-daniel.htm#k27p10a06
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a12
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a16
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p26a32
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a17
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/42-lukas.htm#k42p24a52
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/43-yohanes.htm#k43p20a01
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/19-mazmur.htm#k19p22a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/58-ibrani.htm#k58p02a11
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/45-roma.htm#k45p08a29
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a65
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a64
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p27a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a07
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p28a09
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p24a14
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p02a42
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p01a02
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p01a23
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p18a20
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/44-kisah%20rasul.htm#k44p18a10
file:///g%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/referensi/40-matius.htm#k40p13a39
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a23
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a28
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a04
file:///g%3a/57-filemon.htm#p1ay10
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a01
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p07a11
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a30
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a30
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a30
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/32-yunus.htm#k32p01a04
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a04
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a25
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a06
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a09
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a09
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a14
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a09
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a09
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p01a04
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p10
file:///g%3a/g/%3a/isilo%20file's%20alkitab%20vp/05-ulangan.htm#k05p30a12
file:///g%3a/29-yoel.htm#a022301
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a23
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p09
file:///g%3a/01
file:///g%3a/a
file:///g%3a/a
file:///g%3a/a
file:///g%3a/a
file:///g%3a/29-yoel.htm#a011501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#a011501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#a131801
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a18
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p01a04
kG:/Isilo%20File's%20Alkitab%20VP/23-YESAYA.htm#k23p66a21
file:///g%3a/29-yoel.htm#a011501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p03a01
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#a100902
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#a073901
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#a140201
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/1samuel.htm#k09p02a23
file:///g%3a/38-zakharia-1.htm#k38p14a16
file:///g%3a/38-zakharia-1.htm#k38p04a07
file:///g%3a/01
file:///g%3a/a
file:///g%3a/a
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a07
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a01
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a09
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p01a02
file:///g%3a/17-ester.htm#a010101
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p01a01
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a28
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/05-filipi.htm#c021204
file:///g%3a/48-galtia.htm#k48p02a16
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p10a01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p13a01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p02
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p01a09
file:///g%3a/0956-titus.htm#k56p01
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p01a08
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a14
file:///g%3a/29-yoel.htm#a011501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#a011501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a04
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a25
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a11
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a01
file:///g%3a/1901
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p09a13
file:///g%3a/30-amos.htm#k30p91a11
file:///g%3a/30-amos.htm#a091101
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p13a16
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p03a01
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p09a07
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p02a18
file:///g%3a/17-ester.htm#k17p08a15
file:///g%3a/30-amos.htm#k30p05a25
file:///g%3a/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p21a01
file:///g%3a/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p22a17
file:///g%3a/29-yoel.htm#a031801
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a18
file:///g%3a/04../isilo%20file's%20alkitab%20vp/66-wahyu.htm#k66p20a06
file:///g%3a/30-amos.htm#a091101
file:///g%3a/30-amos.htm#k30p04a04
file:///g%3a/30-amos.htm#k30p05a05
file:///g%3a/35-habakuk.htm#a030201
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p03a02
file:///g%3a/29-yoel.htm#a022301
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a23
file:///g%3a/29-yoel.htm#a031801
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a18
file:///g%3a/35-habakuk.htm#k35p19a15
file:///g%3a/30-amos.htm#a110101
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a23
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p02
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p09
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a11
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a31
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a14
file:///g%3a/31-obaja.htm#k31p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a01
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a11
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p02a31
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p03a02
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p22
file:///g%3a/57-filemon.htm#a011801
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a18
file:///g%3a/referensi/49-referensi.htm#k49p01a01a
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#a011003
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01a10
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01a05
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p01
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p07
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01a01
file:///g%3a/64-3yohanes.htm#k64p01a01
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p01a10
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p23
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p10
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p16
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p07
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p24
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p02
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p02
file:///g%3a/57-filemon.htm#k57p25
file:///g%3a/29-yoel.htm#a021501
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a15
file:///g%3a/29-yoel.htm#k29p01a04
file:///g%3a/63-2yohanes.htm#k63p01a01
file:///g%3a/03-bilangan.htm#k03p22a07
file:///g%3a/03-bilangan.htm#k03p22a21
file:///g%3a/03-bilangan.htm#k03p31a16
file:///g%3a/03-bilangan.htm#k03p16a01
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0013
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0010
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0011
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0012
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0001
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0002
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0007
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0006
file:///d%3a/data%20penting/desktop/maret%202008/vp-n%20kidung-pb-inggris/judul%20hymns.htm#e0008