← Daftar isi Kejadian dan Keluaran · bab 8/10

KUNCI KEBANGUNAN GEREJA PEMBELAJARAN DAN PELAYANAN PARA SEPENUH WAKTU

Beberapa orang yang telah melayani di dalam gereja selama bertahun-tahun, tidak tahu bagaimana memimpin atau membantu orang yang baru melayani sepenuh waktu untuk memiliki perlengkapan dan pembelajaran di hadapan Tuhan. Jadi, tiga butir berikut ini dapat dianggap sebagai arahan mengenai bagaimana membimbing orang muda dalam pelayanan mereka.

Belajar Mengenal Kebenaran

Seorang muda yang baru lulus dari perguruan tinggi dan ingin belajar melayani sepenuh waktu, hal pertama yang harus dipelajarinya adalah kebenaran. Setiap pagi, para sepenuh waktu harus menggunakan banyak waktu atas perkara belajar kebenaran dengan memakai Perjanjian Baru versi Pemulihan dengan catatan kaki dan ayat-ayat referensinya serta berita-berita Pelajaran-Hayat. Jika mereka menggunakan empat jam setiap pagi untuk melakukan hal ini, mereka akan mampu mempelajari Perjanjian Baru satu kali dalam dua tahun. Ini adalah perlengkapan yang perlu ada.

Belajar Memberitakan Injil

Kedua, para sepenuh waktu harus belajar memberitakan Injil. Mereka bukan hanya harus tahu bagaimana memberitakan Injil, juga harus membantu kaum beriman membuka rumah mereka untuk memberitakan Injil, bahkan sampai suatu tingkat, mereka bisa “memaksa” semua orang beriman membuka rumahnya. Untuk melakukan hal ini dengan tepat, para sepenuh waktu perlu menggunakan hikmat. Kita harus memikirkan jalan untuk membantu orang beriman membuka rumah mereka, entah mereka kuat, lemah, atau sudah tidak bersidang untuk waktu yang lama. Kemudian kita perlu membantu mereka mengundang kerabat, tetangga, teman kerja, teman sekolah, dan kita juga perlu memimpin mereka dalam memberitakan Injil. Mereka tidak seharusnya meminta penatua dan sekerja untuk memberitakan Injil; sebaliknya, mereka harus melakukan pemberitaan Injil itu sendiri. Begitu mereka mencobanya, mereka akan dihidupkan dan akan memiliki hati untuk mengejar, belajar, dan diperlengkapi. Jalan terbaik untuk memulihkan orang beriman, khususnya orang yang sudah tidak bersidang sejangka waktu, adalah meminta mereka memberitakan Injil kepada orang lain. Begitu mereka berbicara, hati mereka yang dingin akan dibarakan kembali, dan mereka akan dengan spontan datang bersidang lagi.

Belajar Mengadakan Sidang Kelompok

Ketiga, para sepenuh waktu harus belajar bagaimana membentuk kelompok kecil. Gereja harus membentuk kelompok-kelompok kecil beranggotakan delapan sampai dua belas orang. Para sepenuh waktu harus belajar memimpin kelompok kecil ini. Rahasia atau kunci untuk memimpin sebuah kelompok kecil adalah Anda tidak seharusnya menjadi orang yang melakukan segalanya, tetapi Anda seharusnya hanya membantu orang beriman membentuk kelompok. Kemudian, bahaslah dengan mereka bagaimana merawat sidang kelompok dan bagaimana merawat kaum beriman. Dalam membentuk kelompok, pada prinsipnya, jangan mengelompokkan kaum beriman menurut keadaan rohani mereka; sebaliknya, kelompokkanlah mereka menurut batas-batas wilayah. Misalnya, jika ada delapan orang beriman tinggal di sekitar rumah seorang saudara, Anda dapat memasukkan mereka menjadi satu kelompok. Mengenai tempat sidang, mereka bisa bersidang di rumah masing-masing secara bergiliran setelah membahas dan menyepakati urutan gilirannya.

Paling baik tidak menciptakan istilah “pewajib kelompok”. Jangan meminta seseorang untuk memimpin kelompok. Sebaliknya, biarkan setiap orang di dalam kelompok memimpin dan bertanggung jawab atas kelompok itu. Meskipun para sepenuh waktu yang membantu kelompok kecil, para sepenuh waktu itu bukanlah yang mengadakan sidang, juga bukan yang memimpin. Semua anggota kelompok harus memperhatikan dan bertanggung jawab atas segala hal dan keputusan yang berkaitan dengan kelompok itu.

Sedikitnya ada seribu orang beriman di kota metropolitan Manila. Seribu orang beriman ini seharusnya mendirikan seratus kelompok kecil. Pertama, Anda harus mengadakan “sensus” yang teliti dengan mengelompokkan semua orang beriman menurut kartu informasi mereka. Kedua, tidak peduli bagaimana keadaan rohani mereka, Anda harus mengatur mereka dalam kelompok-kelompok. Isi kehidupan kelompok kecil terdiri atas penginjilan, pemberian makan, dan pembinaan. Jika jumlah orang di dalam satu kelompok bertambah, mereka dapat membaginya menjadi dua kelompok. Dengan demikian gereja akan dengan spontan berkembang biak dan meningkat.

BELAJAR MEMBERI MAKAN DAN MENGGEMBALAKAN

Karena itu, para sepenuh waktu terutama harus melakukan tiga hal ini: belajar kebenaran, memberitakan Injil, dan memimpin kelompok kecil. Memimpin kelompok kecil sebenarnya memberi makan anak-anak domba. Dalam Yohanes 21 ketika Tuhan berbicara ten-tang memberi makan anak-anak domba, Ia menggunakan istilah yang berbeda, menunjukkan bahwa berbagai pembinaan harus diberikan kepada berbagai jenis orang. Dalam Yohanes 21:15 Ia berkata, “Peliharalah (rawatlah) anak-anak domba-Ku”; dalam ayat 16 Ia berkata, “Gembalakanlah domba-domba-Ku”; dan dalam ayat 17 Ia menyimpulkan segalanya dengan mengatakan, “Peliharalah (rawatlah) domba-domba-Ku.” Anak-anak domba menyatakan domba-domba yang kecil, terutama mengacu kepada anak domba secara perorangan, sedangkan domba-domba mengacu kepada satu kawanan, mengacu kepada gereja (Yoh. 10:14, 16; Kis. 20:28). Memelihara (merawat) berarti memberi suplai hayat kepada orang lain, merawat mereka dengan kekayaan hayat; menggembalakan berkaitan dengan pembangunan. Kita menggembalakan kaum beriman dengan memberi mereka makan dan membangun gereja (Mat. 16:18; 1 Ptr. 2:2-5). Hari ini di dalam gereja banyak anak domba. Khususnya, semua saudara saudari yang tidak bersidang dengan teratur adalah anak-anak domba. Ada pula beberapa orang yang sudah bersidang selama dua puluh tahun tetapi belum bertumbuh; mereka adalah “anak-anak domba yang tua”. Para sepenuh waktu harus belajar menggembalakan anak-anak domba, memulihkan mereka, dan menyuplai mereka dengan susu firman yang murni, supaya mereka bisa bertumbuh di dalam hayat. Kemudian para sepenuh waktu harus terus-menerus menggembalakan mereka agar mereka dapat terbangun menjadi satu tempat kediaman Allah di dalam roh (Ef. 2:22).

MENDORONG BELAJAR KEBENARAN

Bukan hanya para sepenuh waktu yang harus belajar ketiga hal di atas, setiap orang beriman pun harus belajar ketiga hal itu. Mula-mula, kita semua harus belajar kebenaran. Ini menuntut Anda membayar harga, dan berusaha belajar dengan cermat. Suatu kali saya bertanya kepada penatua apa artinya Yesus dan apa artinya Kristus. Kelihatannya mereka semua tidak berpengalaman, karena tidak satu pun dari mereka dapat memberikan jawaban yang jelas. Karena kita semua sudah melayani di dalam gereja bertahun-tahun, di antara kita tidak seharusnya ada yang masih tidak berpengalaman. Misalkan Anda mengajarkan bahasa Inggris kepada sekelompok orang, tetapi akhirnya beberapa orang tidak mendapat apa-apa, dan yang lain hanya belajar setengah. Apakah Anda mau terus mengajar mereka? Kebanyakan gereja dalam pemulihan Tuhan saat ini berada dalam keadaan ini. Sebagian besar orang beriman hanya belajar setengah dari kebenaran. Alhasil tidak ada yang belajar kebenaran dengan lengkap; kita tidak bisa mendirikan pelayanan, Tuhan juga tidak bisa maju.

Sekarang, karena semua Pelajaran-Hayat Perjanjian Baru sudah terbit, saya harap semua gereja akan mengambil satu set buku ini sebagai dasar untuk pelajaran mereka dan sekuatnya mendorong belajar kebenaran. Di setiap gereja kita harus membantu semua orang beriman mempelajari Perjanjian Baru versi Pemulihan, khususnya catatan kaki, dengan cermat dan tuntas. Ini benar-benar suatu tugas besar. Di masa lampau kami merasa tidak ada yang harus kita lakukan. Sebenarnya, keadaan saat ini terjadi karena kita tidak melakukan apa-apa dan tidak ingin melakukan apa-apa; kalaupun ingin melakukan sesuatu, kita tidak tahu bagaimana melakukannya, maka kita kehilangan minat untuk melakukan sesuatu. Namun, sekarang jalannya sudah dengan jelas dibentangkan di depan kita, dan semua tergantung pada kita, apakah kita mau membayar harga. Jika kita mau membayar harga, saya percaya dalam tiga sampai lima tahun, seluruh gereja akan maju pesat dalam belajar kebenaran.

MENDORONG PERLUASAN PEKERJAAN INJIL

Kedua, kita harus mendorong semua orang beriman memberitakan Injil dari rumah ke rumah. Ini akan sangat efektif. Para sepenuh waktu harus menerima beban untuk melakukan hal ini. Ketika melakukan hal ini, jangan pergi kepada saudara-saudara lebih dulu, karena kebanyakan akan menjawab bahwa mereka tidak ada waktu. Kontaklah saudari, yang lebih rela menerima beban karena hati mereka lebih lembut. Begitu pula dengan perihal kelompok kecil — Anda harus membangunkan saudari lebih dulu. Begitu mereka terbakar, hal ini akan menyebar ke saudara, dan akhirnya setiap rumah akan dibuka.

Kita juga perlu memiliki pekerjaan kampus yang baik. Harus ada orang yang memberitakan Injil kepada mahasiswa di setiap perguruan tinggi. Ini adalah pekerjaan yang penting. Selain itu, kita juga perlu melakukan pekerjaan anak-anak dengan serius karena anak-anak adalah masa depan gereja. Mungkin Anda ingin memberitakan Injil kepada anak-anak lebih dulu. Lalu, di samping mendapatkan anak-anak dari kaum beriman, Anda juga perlu mendapatkan beberapa anak dari orang yang belum percaya. Pekerjaan ini sangat berharga. Jika kelima hal ini — mendorong belajar kebenaran, memberitakan Injil dari rumah ke rumah, menggembalakan dalam sidang-sidang kelompok, melakukan pekerjaan kampus, dan melakukan pekerjaan anak-anak — dilakukan dengan tepat, hidup gereja akan lincah dan se-hat, gereja akan berkembang biak dan meluas.

MENUNTUT KEBENARAN, MENDATANGKAN KEBANGUNAN ROHANI

Untuk melayani, kita semua harus diperlengkapi dengan kebenaran, dan khususnya, kita semua harus mengenal Perjanjian Baru. Setiap orang yang berminat melayani sepenuh waktu harus memperlengkapi diri sepenuhnya dengan mempelajari berita-berita Pelajaran-Hayat dengan tuntas. Kalau tidak, ketika Anda pergi melakukan pekerjaan, menggembalakan orang, dan berbicara kepada orang-orang, Anda tidak akan tahu harus berkata apa.

Dalam hal ini para sekerja harus memimpin. Kita tidak memaksa setiap orang beriman membaca Pelajaran-Hayat, tetapi setiap sekerja harus membaca Pelajaran-Hayat dengan tuntas. Di Amerika Serikat semua dokter dan jururawat di rumah sakit harus menempuh ujian setiap tahun. Di Taiwan beberapa organisasi juga menuntut pegawainya menempuh ujian setiap tahun. Kita tidak pernah mengadakan ujian bagi para sekerja, maka tidak ada yang tahu apakah sekerja-sekerja itu memenuhi syarat dalam hal kebenaran. Tampaknya, begitu seseorang menjadi sekerja, ia sudah mendapat pekerjaan yang sangat mapan, dan tidak ada seorang pun yang dapat memecat dia. Beberapa sekerja bahkan berpikir bahwa sebagai tenaga yang melayani sepenuh waktu, mereka adalah orang-orang istimewa dan setiap orang harus mendengarkan mereka. Berpikir demikian tidaklah tepat dan benar-benar keliru. Siapa saja yang ingin menjadi sekerja atau melanjutkan menjadi sekerja harus menempuh ujian setahun sekali.

Banyak orang Kristen mengakui bahwa gereja-gereja di pemulihan mengenal kebenaran cukup banyak. Namun, kita harus bertanya kepada diri sendiri berapa banyak dari kita yang benar-benar seperti itu? Sebenarnya, sebagian besar kaum beriman tidak begitu mengenal kebenaran. Maka, saya harap Tuhan bermurah hati kepada kita dengan membangkitkan gereja-gereja di seluruh dunia untuk mengenal kebenaran. Saya percaya jika kita berjerih lelah selama tiga sampai lima tahun, kaum beriman akan dibangkitkan dengan mempelajari firman. Hal ini akan mendatangkan kebangunan besar di bumi.

Semoga kita bisa membangkitkan suasana menuntut kebenaran semacam ini dalam hidup gereja. Mulai sekarang, tidak boleh ada lagi obrolan seperti gosip di rumah orang beriman. Bahkan ketika mereka berbicara, juga menyertakan kebenaran. Misalnya, ketika Anda pergi ke rumah seorang beriman, Anda tidak seharusnya hanya menyalami dia dan bertanya, “Apa kabar?” Sebaliknya, Anda harus bertanya kepadanya, “Apa yang dibicarakan dalam silsilah di Matius 1?” Mungkin Anda bisa melanjutkan dengan bertanya, “Tahukah Anda ada tiga nama penting dalam silsilah di Matius 1? Mereka adalah Abraham, Daud, dan Maria. Ini adalah tiga orang penting yang mendatangkan Kristus.” Ketika Anda bertemu dengan seorang beriman di jalan, daripada berbicara dengannya mengenai hal-hal yang lain, Anda harus bertanya demikian, “Ayat mana dalam Injil Yohanes yang mengatakan bahwa Tuhan bisa dimakan? Bagaimana Tuhan mengatakannya? Mengapa Tuhan mengatakan bahwa Ia dapat dimakan?” Jadi, dalam percakapan selama dua menit, kalian berdua akan saling mengingatkan, menyuplai, dan merawat. Kita harus mengubah suasana dan mendorong saudara saudari membaca Pelajaran-Hayat. Bahkan ketika kita menghadapi hal-hal nasional, seperti pemilihan umum, kita tidak seharusnya membicarakan hal itu. Biarlah orang-orang milik Kaisar sibuk dengan urusan Kaisar. Sebagai orang-orang milik Allah, kita harus sibuk oleh urusan Allah (Luk. 20:25).

Suatu hari saya diberi tumpangan di rumah sepasang suami istri. Mereka adalah orang China yang tinggal di luar China dan tidak pernah belajar di sekolah China, tetapi mereka fasih berbahasa China. Nyonya rumah mengatakan bahwa karena dia sudah bersidang dan mendengar khotbah-khotbah di pemulihan Tuhan cukup lama, maka ia telah belajar bahasa China dengan baik. Namun, ketika saya mendengar persekutuannya, saya menyadari bahwa ia tidak begitu mengenal kebenaran. Akhirnya, saya mendapat kesempatan untuk berkata kepadanya, “Aku benar-benar berterima kasih karena kalian telah memberiku tumpangan dan membuatkan tiga atau empat kemeja untukku, tetapi aku sangat prihatin terhadap kerohanian kalian. Aku harap kelak aku bisa datang lagi dan kita bisa berbicara tentang kebenaran.” Kita semua harus berbuat demikian untuk merangsang anak-anak domba di dalam kelompok kecil kita. Jangan takut menyinggung orang lain. Mung-kin hari ini dan besok kita menyinggung orang, tetapi lusa ia akan berterima kasih terhadap kita.

KESEDIAAN KITA MENGELUARKAN TENAGA UNTUK MENUNTUT KEBENARAN LEBIH PENTING DARIPADA JALAN PENUNTUTAN KITA

Mungkin ada yang bertanya, perlukah menuntut kebenaran menurut urutan atau apakah metode pengajaran, menghafalkan, menguji, dan berdoa yang kita pakai di masa lampau, apakah cara belajar ini memadai? Orang lain mungkin bertanya, apakah para sepenuh waktu sudah tepat belajar bahan-bahan Injil seperti “Garis-garis Besar Injil” untuk memberitakan Injil? Sebenarnya, dalam menuntut kebenaran, buku yang mana yang kita pelajari tidak menjadi masalah. Kita boleh belajar Kitab Matius, Roma, atau Wahyu. Pada dasarnya, setiap kitab dalam Perjanjian Baru bersifat almuhit, terutama berbicara tentang Kristus dan gereja. Karena itu, kita tidak perlu menuntut mengikuti urutan tertentu. Yang penting adalah kita harus bersedia meluangkan waktu yang cukup banyak untuk belajar. Para sepenuh waktu seharusnya menggunakan empat jam sehari di pagi hari untuk belajar. Demikian mereka akan menyelesaikan seluruh Perjanjian Baru dalam waktu dua tahun. Orang beriman yang memiliki minat untuk menuntut kebenaran sedikitnya bisa menggunakan waktu satu jam sehari, dan mereka akan mampu menyelesaikan Perjanjian Baru dalam delapan tahun. Mungkin ada yang merasa, delapan tahun itu terlalu lama, tetapi ketika Anda menyelesaikannya, Anda tidak akan merasa terlalu lama. Ingatlah, Anda bisa mulai dari buku atau kitab apa saja. Yang paling penting adalah Anda harus bersedia mengeluarkan tenaga dan terus maju dengan tekun.

Mengenai buku-buku seperti “Garis-garis Besar Injil”, Anda bisa menuntut membaca buku itu bila memiliki waktu lebih. Anda harus menggunakan segenap tenaga Anda untuk belajar Perjanjian Baru versi Pemulihan dan Pelajaran-Hayat. Sesudah menyelesaikan pelajaran ten-tang seluruh Pelajaran-Hayat, Anda bisa masuk ke dalam bahan-bahan pemberitaan Injil. Jika Anda telah mempelajari Pelajaran-Hayat dengan tuntas, Anda akan bisa menangani semua pelayanan dalam gereja. Mengenai bagaimana memimpin orang beriman, fokus Anda seharusnya terletak pada usaha mendorong kaum beriman tersusun dengan kebenaran dan mampu menyajikan kebenaran dengan logika yang jelas. Misalnya Kitab Roma. Seluruh Kitab Roma dapat dibagi menjadi empat bagian atau pos, dan masing-masing bagian berisi em-pat pasal. Ini jelas disajikan dalam Pelajaran-Hayat, dan Anda harus baik-baik menggunakannya untuk membantu Anda menghafal butir-butir utama ini.

Kitab Roma memiliki empat pos perhentian. Pasal 1—4 adalah pos pertama, yaitu pembenaran. Pasal 5—8 adalah pos kedua, pos pengudusan. Pasal 9—12 adalah pos ketiga, pos Tubuh Kristus, karena pasal 12 mengatakan bahwa sebagai anggota kaum beriman menjadi satu Tubuh. Pasal 13—16 adalah pos terakhir, pos hidup gereja, karena pasal 16 menyebutkan gereja-gereja lokal di berbagai tempat, seperti gereja di Kengkrea, gereja di rumah Priskila dan Akwila, dan gereja-gereja di kalangan orang bukan Yahudi.

Selama sembilan belas abad yang lampau, banyak orang telah mempelajari Kitab Roma, tetapi tidak ada di antara mereka yang mampu mengatakan bahwa perhentian terakhir dari kitab ini membahas gereja-gereja lokal. Kitab Roma menyinggung tentang Injil Allah (Rm. 1:1-4). Sebagai orang dosa, kita memerlukan pembenaran dan kemudian pengudusan. Pengudusan adalah pengubahan, yang menyusun kita menjadi Tubuh Kristus. Tubuh ini ternyata sebagai gereja-gereja di berbagai lokal. Inilah pokok bahasan Kitab Roma. Pelajaran-Hayat Roma mengambil hal ini sebagai intinya dan membicarakan banyak kebenaran dengan jelas. Kini Pelajaran-Hayat seluruh Perjanjian Baru sudah rampung. Kita harus mendorong gereja-gereja di setiap tempat untuk mempelajari Pelajaran-Hayat dengan teliti, karena Pelajaran-Hayat penuh dengan berlian.

Misalnya, meskipun kita semua sudah membaca Roma 8, mungkin kita tidak jelas mengenai apa yang dibicarakan di sana. Sekarang, Pelajaran-Hayat Roma menunjukkan dengan jelas bahwa pokok bahasan Roma 8 adalah Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tripartit. Jika Anda bisa bertanya kepada Martin Luther tentang pokok bahasan Kitab Roma, mungkin ia akan memberi tahu Anda, bahwa Kitab Roma membicarakan pembenaran. Penjelasannya akan berhenti pada pos pertama. Jadi, kita semua harus rajinrajin belajar kebenaran. Inilah yang disebut dalam pepatah China, “Membaca selalu bermanfaat”. Asalkan kita membuka Pelajaran-Hayat dan mempelajarinya setiap hari, tidak peduli pasal atau ayat mana yang dibahas, kita akan mendapatkan manfaat dari pasal atau ayat itu.

MENYEBARLUASKAN KEBENARAN KE RUMAH

RUMAH, MENANTIKAN KEBANGUNAN GEREJA

Karena anugerah Tuhan, kita sudah menerjemahkan Pelajaran-Hayat ke dalam banyak bahasa. Ini adalah jalan yang tepat untuk menyebarluaskan kebenaran. Namun, kita bukan hanya harus menyebarluaskan Pelajaran-Hayat sebagai literatur ke negara-negara lain, kita juga harus menyebarluaskannya ke rumah-rumah orang beriman. Semua orang beriman di antara kita seharusnya memiliki Pelajaran-Hayat di rumah mereka, dekat meja makan, atau di ruang tamu. Dengan demikian, atmosfer menuntut kebenaran akan marak di antara kaum beriman.

Hari ini, alasan Injil Tuhan tidak bisa disebarkan adalah karena kita tidak mengenal kebenaran. Kebenaran adalah Injil. Jika kita membicarakan kebenaran di setiap tempat, sebenarnya kita memberitakan Injil di setiap tempat. Seluruh Alkitab adalah Injil Allah, tetapi tampaknya kita tidak memahami hal ini. Kini kita harus membalikkan situasi ini sehingga seluruh kaum beriman di antara kita akan tahu bagaimana membicarakan kebenaran dan memberitakan Injil. Ini akan mempersiapkan jalan yang lebar bagi Tuhan untuk memenuhi hasrat-Nya.

Para sekerja khususnya, harus disusun begitu rupa sehingga mereka lupa surga, lupa bumi, lupa diri, dan lupa berapa banyak anak mereka. Mereka harusnya hanya tahu Alkitab, Pelajaran-Hayat, dan penjelasan dalam catatan kaki Perjanjian Baru versi Pemulihan. Jika di antara kita ada seratus orang sekerja yang benarbenar mengenal kebenaran dan yang membicarakannya setiap hari di dalam sidang-sidang dan di rumahrumah orang beriman, bukan hanya atmosfer gereja yang berubah, bahkan seluruh masyarakat akan guncang. Jika orang beriman memiliki Pelajaran-Hayat di rumah mereka masing-masing, keadaan rohani mereka akan terbangun besar-besaran. Jika mereka memiliki firman Tuhan, mereka tidak mungkin tidak mengalami kebangunan. Keadaan seperti ini tidak sulit dicapai. Asalkan kita rela bangkit mendorong seluruh jemaat membaca dan menyerap apa yang mereka baca, kebangunan pasti akan terjadi.

BEBERAPA KUNCI UNTUK BELAJAR KEBENARAN

Beberapa orang mengatakan membaca firman Tuhan itu tidak mudah karena mereka sering lupa apa yang sudah mereka baca. Mereka juga mengatakan bahwa jika mereka harus membaca Pelajaran-Hayat, tentu akan lebih sulit. Yang mereka katakan itu tidak salah; untuk disusun dengan kebenaran pasti menuntut kita untuk membayar harga. Namun, cara belajar seseorang mung-kin berbeda dari cara orang lain. Untuk disusun dengan kebenaran, kita perlu belajar beberapa rahasia atau kunci. Perhatikan, misalnya, belajar bahasa Inggris. Meskipun saya belajar bahasa Inggris hanya dua sampai tiga tahun di masa muda saya, saya memperoleh cara belajar yang tepat. Hasilnya, saya mendapatkan manfaat besar dalam belajar bahasa Inggris. Jadi, saya mampu memahami Alkitab bahasa Inggris. Kini saya dapat memahami setiap buku bahasa Inggris. Jika ada beberapa kata yang tidak saya kenal, saya hanya perlu melihatnya di kamus. Ini karena di masa muda saya memiliki cara belajar yang tepat. Demikian pula dengan mempelajari kebenaran. Setiap kitab dalam Alkitab mengandung roh penulisnya. Di satu pihak, kita harus belajar makna kata-kata dengan tuntas; di pihak lain, kita harus menjamah roh penulisnya.

Kedua, dalam mempelajari kebenaran Anda tidak bisa menyendiri. Anda harus pergi mengunjungi dan bersekutu dengan gereja-gereja. Ada pepatah China mengatakan, “Berjalan sepuluh ribu mil lebih baik daripada membaca sepuluh ribu buku.” Persekutuan meluaskan wawasan kita. Misalnya, jika kita mempelajari Kitab Roma, dan gereja di Taipei juga sedang mempelajari Kitab Roma, lalu kita seharusnya mengunjungi mereka dan menerima bantuan dari mereka melalui persekutuan.

Ketiga, kita harus belajar menggunakan buku-buku referensi yang tepat dan konkordansi. Misalnya, Strong’s Exhaustive Concordance of the Bible (Konkordansi Alkitab yang Lengkap dari Strong) menomori dan menjelaskan lebih dari 5,600 kata Yunani yang dipakai dalam Perjanjian Baru. Saat ini, hampir semua pengulas Alkitab dan orang yang menuntut kebenaran memakai buku ini. The Theological Dictionary of the New Testament (Kamus Teologis Perjanjian Baru) yang ditulis atau disusun oleh Gerhard Kittel dan pembahasan kata Perjanjian Baru karya Henry Alford berisi analisis yang mendalam mengenai makna dan pemakaian setiap kata penting dalam Perjanjian Baru. Kita harus tahu bagaimana memakai buku-buku referensi ini.

Keempat, sekiranya mungkin, paling baik bisa belajar bahasa Yunani, bahasa yang dipakai untuk menulis Perjanjian Baru. Jika kita mengerti bahasa Yunani, itu akan sangat membantu dalam mempelajari kebenaran.

KEBENARAN MEMUNGKINKAN MANUSIA MENERIMA TERANG DAN KEMERDEKAAN

Tuhan Yesus berkata bahwa kebenaran akan memerdekakan kita (Yoh. 8:32). Di dalam kebenaran ada terang, dan begitu kita menerima terang, kita dimerdekakan. Selama Tuhan Yesus di bumi, orang Farisi dan ahli Taurat juga membaca Perjanjian Lama, tetapi mereka hanya mempelajari huruf-hurufnya tanpa menerima terang kebenaran. Namun, begitu Tuhan Yesus memberikan penjelasan, kebenaran tersingkap. Misalnya, ada sekelompok orang Saduki yang tidak percaya akan adanya kebangkitan, mereka bertanya kepada Tuhan. Tuhan Yesus berkata kepada mereka bahwa dalam Keluaran 3:6, yang menceritakan semak yang menyala, Musa dengan jelas menunjukkan bahwa Allah adalah Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub. Tuhan juga mengatakan bahwa Allah bukanlah Allah orang mati, tetapi Allah orang hidup (Mrk. 12:18-27; Luk. 20:2738). Karena Allah menyebut diri-Nya Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, ini membuktikan bahwa Abraham, Ishak, dan Yakub, yang sudah mati, akan dibangkitkan. Contoh ini menunjukkan bahwa pengenalan Tuhan Yesus terhadap kebenaran dan terang Alkitab sangat tuntas, dan cara Dia menjelaskan Alkitab bukan hanya secara harfiah, tetapi juga berdasarkan hayat dan kuasa yang tersirat di dalam firman itu. Ini pula yang menjadi fokus Pelajaran-Hayat. Jadi, kita harus berusaha membaca Alkitab dan mempelajari Pelajaran-Hayat untuk mengenal kebenaran.

Kita tidak perlu khawatir tentang kekurangan bahan atau jalan untuk menuntut atau mempelajari kebenaran. Satu-satunya yang kita perlukan adalah bersedia menggunakan waktu dan mengeluarkan tenaga untuk melakukan hal ini. Jika kita semua bangkit untuk mempelajari kebenaran dan mengenal serta mencari Tuhan, hal ini akan mendatangkan kebangunan gereja yang besar, tahan lama, dan sejati.