← Daftar isi Keluaran (5) · bab 12/16

MALAIKAT TUHAN MEMIMPIN UMAT-NYA UNTUK MEMPEROLEH TANAH PERJANJIAN SEBAGAI WARISAN (3)

Pembacaan Alkitab: Kel. 23:20-33

Dalam berita sebelumnya, kita telah memperhatikan bagaimana memperoleh tanah perjanjian sebagai warisan dari pihak Allah. Dalam berita ini, kita akan memperhatikan hal ini dari pihak kita.

C. BEKERJA SAMA DENGAN ALLAH DALAM MENGHALAU BANGSA-BANGSA PENYEMBAH BERHALA

1. Sumber Dosa terhadap Allah

Untuk memperoleh tanah perjanjian sebagai warisan, umat Allah harus bekerja sama dengan Dia dalam menghalau bangsa-bangsa penyembah berhala tersebut. Keluaran 23:33 mengatakan, “Mereka tidak akan tetap diam di negerimu, supaya mereka jangan membuat engkau berdosa kepada-Ku.” Sejarah menunjukkan bahwa bangsa-bangsa penyembah berhala tersebut adalah sumber dosa bagi orang-orang Israel di tanah permai. Ketika orang-orang Israel menempuh hidup di tanah perjanjian, dosa-dosa mereka berasal dari satu sumber, yaitu para penyembah berhala yang masih tinggal di tanah itu. Ini menunjukkan hayat alamiah adalah sumber dosa. Dosa-dosa kita berasal dari hayat alamiah kita. Apakah dosa-dosa kita kasar atau agak halus, berbudaya, tetap bersumber pada hayat alamiah. Ada orang yang halus dan sopan, sekalipun ketika mereka sedang marah-marah. Kadang-kadang seorang suami sangat sopan dan halus dalam melukai hati istrinya. Kesopanan dan kehalusan yang sedemikian ini sebenarnya merupakan topeng. Dengan memakai topeng semacam ini, banyak orang yang sering berdusta. Bahkan dosa-dosa yang kelihatannya sopan pun berasal dari hayat alamiah. Dalam pandangan Allah, semua orang yang hidup menurut hayat alamiah sedang berbuat dosa secara terus-menerus, bahkan ketika mereka sedang beramal atau memberikan sesuatu kepada orang.

Sebagai sumber dosa di antara umat Allah, hayat alamiah menghalangi mereka dalam memiliki Kristus sebagai tanah permai. Karena hayat alamiah menghalangi kita dalam memiliki Kristus dan menikmati Kristus, maka kita harus membencinya; dan selama kita bertumbuh, kita harus mau menghalau hayat alamiah kita. Sebagaimana telah kita tunjukkan, tanpa pertumbuhan di dalam Kristus, kita tidak mungkin dapat menghalau hayat alamiah kita.

2. Tidak Mengadakan Perjanjian dengan Mereka

Orang-orang Israel dilarang mengadakan perjanjian apa pun dengan bangsa-bangsa penyembah berhala itu (ayat 32). Hari ini kita tidak boleh mengadakan perjanjian apa pun dengan hayat alamiah. Mengadakan perjanjian dengan hayat alamiah berarti berkompromi dengan dia. Karena sulit menyingkirkan hayat alamiah, mungkin kita akan tergoda untuk berkompromi dengan dia. Berkompromi secara demikian ini berarti bertoleransi dengan beberapa aspek hayat alamiah. Bagaimanapun juga, kita tidak boleh bertoleransi dengan hayat alamiah. Entah kita dapat menghalau hayat alamiah kita atau tidak, kita harus tetap membencinya. Sebagai ganti bertoleransi dengan setiap aspek hayat alamiah Anda, bencilah hayat alamiah Anda, dan lakukanlah apa saja yang Anda bisa untuk menghalaunya. Tentu saja, tanpa pertumbuhan, usaha Anda untuk menghalau hayat alamiah itu akan sia-sia. Semakin bertumbuh, Anda akan semakin dapat menghalaunya. Jika kita mengambil inisiatif untuk menghalaunya, Allah akan menghargai kita dan menguatkan kita dalam perkara ini.

Prinsip ini terdapat dalam Roma 8. Ya, Roma 8:11 menunjukkan bahwa Allah akan menghidupkan tubuh kita yang fana. Tetapi ini tergantung pada apakah kita mengambil inisiatif untuk mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita atau tidak (Rm. 8:13). Jika kita mengambil inisiatif untuk melakukan hal ini, Allah akan memberikan hayat kepada tubuh fana kita. Allah telah siap untuk memberikan hayat kepada kita, tetapi kita harus mau mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita. Jika kita tidak mau melakukan hal ini, yaitu tidak mau bekerja sama dengan Allah, Allah tidak akan mempunyai jalan untuk memberikan hayat kepada tubuh kita yang fana.

Menurut Roma 8, kita juga harus mengambil inisiatif untuk hidup menurut Roh (ayat 4), memikirkan hal-hal yang dari Roh (ayat 5-6), dan dipimpin oleh Roh. Ayat 14 mengatakan, “Semua orang, yang dipimpin oleh Roh Allah, adalah anak Allah.” Ayat ini tidak membicarakan tentang pimpinan Roh, melainkan membicarakan tentang diri kita yang dipimpin oleh Roh. Roh itu mau memimpin kita, tetapi kita harus mau dipimpin oleh Dia. Jika kita tidak mau dipimpin, tidak ada jalan bagi Roh itu untuk memimpin kita. Oleh karena itu, mula-mula kita berkewajiban mau dipimpin; kemudian Roh itu berkewajiban memimpin kita. Bahkan dalam perkara ini pun, kita harus mengambil inisiatif.

Menurut Roma 8:15, kita juga harus mengambil inisiatif untuk berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” Ayat ini mengatakan bahwa kita telah menerima “Roh yang menjadikan kita anak-anak Allah, yaitu Roh yang oleh Dia kita berseru, ya Abba, ya Bapa.” Sebuah ayat yang paralel dengan ayat ini, yaitu Galatia 4:6, mengatakan bahwa Roh itulah yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa!” Kalau begitu, siapakah yang berseru? Kita atau Roh itu? Jawabannya ialah, kita dan Roh itu bersama-sama berseru. Meskipun Roh itu telah siap untuk berseru, tetapi kita harus mengambil inisiatif. Ia berseru ketika kita berseru. Tetapi jika kita tidak berseru, Ia juga tidak akan berseru.

Roma 8:16 mengatakan, “Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah.” Ayat ini menunjukkan bahwa kitalah yang harus bersaksi lebih dulu, kemudian barulah Roh itu akan bersaksi. Dalam ayat ini tidak dikatakan bahwa roh kita bersaksi bersama-sama dengan Roh itu, melainkan Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita. Bila roh kita bersaksi, Roh itu akan menghargai kesaksian kita dan bersaksi bersamasama dengan roh kita.

Roma 8:23 mengatakan tentang keluhan kita, dan ayat 26 mengatakan tentang Roh itu yang berdoa untuk kita “dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.” Ketika kita mengeluh, Roh itu berdoa (menjadi perantara kita). Sebenarnya, Ia berdoa di dalam keluhan kita. Jika kita tidak mengeluh, Roh yang berdoa itu tidak akan mempunyai jalan untuk bekerja. Karena itu, kita perlu mengeluh, lebih banyak lebih baik. Dengan mengambil inisiatif mengeluh, kita memberi kesempatan kepada Roh itu untuk berdoa bagi kita.

Menurut Roma 8, Allah memberikan hayat dan Roh yang memimpin, bersaksi, dan berdoa bagi kita. Namun, keempat aktivitas ini tergantung pada pengambilan inisiatif kita. Ketika kita mematikan perbuatan-perbuatan tubuh kita, Allah akan memberikan hayat. Ketika kita mau dipimpin, Roh itu akan memimpin kita. Ketika kita berseru, “Ya Abba, ya Bapa,” Roh itu juga akan berseru. Ketika kita bersaksi, Roh itu akan bersama bersaksi. Selain itu, ketika kita mengeluh, Roh itu akan berdoa bagi kita. Dalam prinsip yang sama, ketika kita menghalau bangsa-bangsa penyembah berhala, yaitu hayat alamiah, Allah juga akan menghalau bangsa-bangsa itu. Karena itu, kita dan Allah bersama-sama menghalau hayat alamiah. Meskipun demikian, sekali lagi saya tekankan fakta bahwa kita harus mengambil inisiatif. Sangatlah mudah bagi Allah untuk menghalau bangsa-bangsa itu. Ia selalu siap untuk melaksanakannya. Sebaliknya, kita tidak pernah siap, bahkan mungkin mengadakan perjanjian dengan mereka. Demikianlah, Allah pun tidak ada jalan untuk menghalau mereka. Karena itu, sangatlah penting bagi kita untuk mengambil inisiatif guna menghalau hayat alamiah.

Agama Katolik mengajarkan bahwa keselamatan kita adalah bersandar pada perbuatan kita. Pada masa Reformasi, Luther bangun dan menentang ajaran ini, menyatakan bahwa keselamatan adalah karena anugerah, bukan karena perbuatan. Kita dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Setelah Reformasi, muncullah dua aliran teologi: aliran Calvinis, yang menekankan rahmat (belas kasihan) dan anugerah Allah yang berdaulat, dan aliran Armenian, yang mengatakan bahwa seseorang bisa kehilangan keselamatannya, karena itu perlu ada perbuatan baik untuk menjaga diri agar tidak kehilangan keselamatan. Meskipun ajaran Calvinis jauh lebih tepat daripada ajaran Armenian, tetapi ajaran tersebut tidak lengkap. Menurut Alkitab, segala sesuatu adalah karena anugerah Allah. Namun, manusia harus bekerja sama dengan Allah.

Kerja sama ini dapat digambarkan dengan seorang ibu yang memberi makan anaknya. Tidak peduli bagaimana besarnya kasih ibu itu kepada anaknya dan bagaimana dengan hati-hati ia menyiapkan makanan tersebut untuk anaknya, ia tidak dapat makan menggantikan anaknya. Anaknya harus mengambil inisiatif untuk memakan makanan yang telah disiapkan oleh ibunya. Dalam prinsip yang sama, kita harus mengambil inisiatif untuk bekerja sama dengan Allah.

Inilah alasannya, mengapa pada hari Pentakosta, Petrus menyuruh orang-orang untuk bertobat dan diselamatkan (Kis. 2:37-40). Allah tidak dapat bertobat atau percaya menggantikan kita. Kita sendirilah yang harus bertobat dan percaya. Tentu saja, kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Allah telah melakukan segala sesuatu yang perlu untuk menyelamatkan kita, tetapi kita harus bertobat dan percaya. Kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, tetapi seperti dalam perkataan Petrus, kita dapat “diselamatkan”. Juruselamat itu dekat, siap untuk menyelamatkan kita. Tetapi kita harus mau diselamatkan. Dalam hal ini kita harus mengambil inisiatif. Inilah prinsip yang mendasar dalam Alkitab.

Prinsip ini juga digambarkan dalam Filipi 2:12-13: “. . . tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih lagi sekarang waktu aku tidak hadir, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.” Pekerjaan kita atas keselamatan kita sendiri berhubungan dengan pekerjaan (operasi) Allah di dalam kita. Terlebih dulu kita mengambil inisiatif untuk menerima pekerjaan Allah; ketika kita menerima pekerjaan Allah, kita pun mengerjakan keselamatan kita. Semakin kita mengerjakan keselamatan kita, Allah akan semakin beroperasi di dalam kita. Dengan demikian kita akan memiliki keselamatan yang riil sebagai kenikmatan kita.

Mengambil inisiatif untuk menghalau bangsa-bangsa penyembah berhala, yaitu hayat alamiah, tergantung pada pertumbuhan kita di dalam Kristus. Allah berjanji kepada orang-orang Israel bahwa Ia akan menghalau bangsa-bangsa penyembah berhala itu dari hadapan mereka. Tetapi orang-orang Israel harus mengambil inisiatif untuk menghalau mereka. Meskipun demikian, hal ini tergantung pada pertumbuhan orang-orang Israel sendiri, yaitu bertambahnya jumlah mereka. Semakin mereka bertumbuh, mereka akan semakin dapat mengambil inisiatif untuk menghalau bangsa-bangsa itu. Demikian pula, semakin kita bertumbuh di dalam hayat, kita akan semakin mengambil inisiatif untuk menghalau hayat alamiah.

Kita perlu bertumbuh dan digantikan oleh Kristus. Selama kita bertumbuh, kita akan mengambil inisiatif untuk menanggulangi hayat alamiah kita. Allah akan menghargai ini dan akan bersama menanggulangi hayat alamiah. Inilah jalan yang tepat untuk menghalau para penghalang, sehingga kita dapat memperoleh kekayaan Kristus, menikmati Dia, dan mendapatkan Dia.

Jangan mengira menghalau hayat alamiah dan memiliki Kristus itu tergantung pada inspirasi (perasaan roh) yang mendadak. Dalam hal ini, kita jangan menunggu Tuhan, karena sebenarnya Tuhan sedang menunggu kita. Khususnya, Ia sedang menunggu kerja sama kita. Sudah siapkah Anda untuk bekerja sama dengan Dia dalam menghalau hayat alamiah? Jika sudah, ambillah inisiatif dan Allah akan menghargai Anda.

Kristus beserta kita bukanlah suatu doktrin, melainkan satu persona yang hidup. Selain itu, Allah telah berjanji un-tuk bekerja bagi kepentingan kita. Namun demikian, kita harus bertumbuh dan digantikan oleh Kristus. Kita harus memiliki pertambahan Kristus di dalam kita, sehingga kita dapat digantikan oleh Dia. Untuk ini, kita perlu bekerja sama dengan Allah. Saya telah menunjukkan bagaimana Filipi 2:12 dan 13 menggambarkan kerja sama ini. Di satu pihak, Allah sedang beroperasi di dalam kita; di pihak lain, kita harus mengerjakan keselamatan kita. Dalam hal ini, kita dan Allah merupakan pasangan. Hanya berdoa dan menunggu Tuhan bukanlah cara untuk memenuhi hal ini. Itu adalah cara agamawi, bukan Alkitabiah. Menurut prinsip Alkitab, Kristus beserta kita, dan Allah telah berjanji untuk bekerja bagi kita. Tetapi kita harus bertumbuh agar memiliki pertambahan Kristus dan digantikan oleh Dia, sehingga kita dapat mengambil inisiatif untuk menghalau hayat alamiah. Berdasarkan pengalaman kita tahu, ketika kita mengambil inisiatif secara demikian, Allah akan menghargai dan bekerja sama dengan kita dalam menghalau hayat alamiah. Jadi, ajaran Perjanjian Baru dan pengalaman rohani kita sesuai dengan lambang yang digambarkan dalam Keluaran 23.

D. MEMUSNAHKAN BERHALA

Keluaran 23:24 mengatakan, “Janganlah engkau sujud menyembah kepada allah mereka atau beribadah kepadanya, dan janganlah engkau meniru perbuatan mereka, tetapi haruslah engkau memusnahkan sama sekali patung-patung berhala buatan mereka, dan tugu-tugu berhala mereka haruslah kauremukkan sama sekali.” Ini dengan jelas menunjukkan bahwa orang-orang Israel harus memusnahkan semua berhala di tanah perjanjian. Jika kita memiliki sesuatu di dalam kita yang merupakan berhala yang menggantikan Tuhan, maka benda itu akan menjadi jerat bagi kita. Jadi, kita harus memusnahkan dan meremukkannya. Tidak ada berhala yang diizinkan ada dalam kehidupan orang Kristen. Tidak ada satu benda pun yang boleh menggantikan Tuhan di dalam kita. Apa saja yang menduduki tempat Tuhan di dalam kita adalah berhala. Jika kita mau memperoleh Kristus yang almuhit sebagai pengalaman kita, kita harus menghancurkan semua berhala.

E. MELALUI PEMELIHARAAN ALLAH YANG SEMPURNA

1. Memberkati Makanan dan Minuman Umat-Nya

Dalam ayat 25-26, kita melihat pemeliharaan Allah yang sempurna terhadap umat-Nya. Ayat 25 mengatakan, “Tetapi kamu harus beribadah kepada TUHAN, Allahmu; maka Ia akan memberkati roti makananmu dan air minumanmu.” Allah berjanji untuk memberkati makanan dan minuman umat-Nya. Tanpa makanan dan minuman, umat-Nya tidak mungkin dapat memperoleh tanah itu sebagai warisan, juga tidak dapat menempuh hidup di atas tanah itu. Hal ini sama dengan kehidupan kristiani kita. Tanpa makanan dan minuman yang layak, kita tidak bisa menikmati Kristus, mengalami Kristus, mendapatkan Kristus, dan “menduduki” Kristus. Makanan kita adalah firman, dan minuman kita adalah Roh itu.

Pemulihan Tuhan hari ini benar-benar di bawah berkat Allah. Kita benar-benar memiliki firman berkat dan Roh berkat. Jika Anda berkontak dengan sekelompok orang Kristen dan melihat bahwa Allah memberkati mereka dengan firman dan Roh itu, maka Anda harus berkata, “Tuhan, syukur kepada-Mu. Engkau ada di sini.” Hanya dengan memiliki firman dan Roh itu yang diberkatilah kita bisa memperoleh Kristus, menikmati Dia, mengalami Dia, dan semutlak-mutlaknya mendapatkan Dia. Haleluya! Firman dan Roh itu telah menjadi makanan dan minuman kita! Inilah tanda pemeliharaan Allah terhadap kita.

2. Menjauhkan Penyakit dari Tengah-tengah Mereka

Dalam Keluaran 23:25 Tuhan berkata, “Aku akan menjauhkan penyakit dari tengah-tengahmu.” Penyakit membuat kita lemah, menghambat pertumbuhan kita, dan mungkin bahkan menyebabkan kita mati. Dalam 1Korintus 11:30, Paulus menyinggung tentang kaum beriman yang menjadi lemah, sakit, atau mati. Ketika Tuhan Yesus masih di bumi, banyak penyakit yang terjadi di antara umat Allah: Buta, tuli, bisu, dan lumpuh. Hari ini banyak orang Kristen yang secara rohani buta, tuli, bisu, atau lumpuh. Apakah secara rohani Anda sehat? Bagaimanakah penglihatan dan pendengaran rohani Anda? Banyak orang Kristen hari ini yang lumpuh. Secara rohani, mereka tidak dapat bergerak. Hanya ketika kita sehat dalam penglihatan, pendengaran, pembicaraan, dan pergerakan rohani kita, barulah kita dapat memperoleh Kristus sebagai warisan, mengalami Dia, dan menikmati Dia. Hidup gereja (church life) yang tepat adalah kehidupan yang sehat, yaitu kehidupan yang tanpa kebutaan, ketulian, kebisuan, atau kelumpuhan. Jika secara rohani kita sehat dalam segala aspek, kita akan dapat memperoleh Kristus sebagai tanah permai dan mengalami Dia.

3. Memberikan Perlipatgandaan kepada Mereka

Dalam Keluaran 23:26 Allah berjanji: “Tidak akan ada di negerimu perempuan yang keguguran atau mandul.” Ini berarti Allah berjanji akan memberikan perlipatgandaan (perkembangbiakan) kepada bangsa itu. Mereka tidak hanya akan bertumbuh dan melahirkan anak, bahkan berkembang biak. Perkembangbiakan di sini mempunyai dua arti. Pertama adalah melahirkan anak; kedua pertumbuhan seseorang sehingga bisa berkembang biak. Kita harus tidak hanya bertumbuh, bahkan harus berkembang biak. Biasanya, ketika secara rohani seseorang bertumbuh, ia juga berkembang biak.

Berdasarkan janji dalam Keluaran 23:26, berkembang biak berarti tidak mengalami keguguran. Ada saja kemungkinan kaum beriman mengalami keguguran. Ada sejumlah orang saleh yang dalam sejangka waktu bertumbuh dengan baik di dalam Tuhan. Tetapi mendadak mereka mengalami keguguran rohani, dan keguguran itu menyebabkan pertumbuhan dan perkembangbiakan mereka di dalam hayat berhenti.

Problem lainnya ialah kemandulan rohani. Ada orang Kristen yang mungkin mengalami keguguran rohani, tetapi yang lainnya mungkin mengalami kemandulan. Mereka tidak menghasilkan buah. Kita semua perlu terus-menerus bertumbuh dan melahirkan tanpa keguguran.

Kita merasa sedih jika melihat seorang saudara yang keadaannya tetap seperti tahun-tahun sebelumnya. Secara rohani ia mengalami kemandulan. Padanya tidak ada perkembangbiakan dan reproduksi. Kita juga merasa sedih jika melihat orang-orang yang bekerja baik selama sejangka waktu, kemudian mendadak mengalami keguguran rohani. Kita semua perlu berdoa, “Tuhan, aku menerima firman janji-Mu. Aku menentang keguguran dan kemandulan rohani. Tuhan, aku mau melahirkan, aku mau berkembang biak, tanpa mengalami keguguran.”

4. Membuat Mereka Hidup sampai Genap Tahun Umurnya

Keluaran 23:26 juga mengatakan, “Aku akan menggenapkan tahun umurmu.” Ini berarti Allah akan menjadikan bangsa itu hidup sampai genap tahun umurnya, yaitu mencapai kematangan. Hari ini sedikit sekali orang yang telah mencapai kematangan rohani yang penuh. Jika Anda memperhatikan tulisan-tulisan orang-orang Kristen hari ini dan apa yang dibicarakan pada siaran radio, Anda akan menyadari bahwa sebagian besar orang Kristen masih kekanak-kanakan. Di manakah Anda bisa menemukan kaum beriman yang benar-benar matang secara rohani, yaitu yang mencapai kedewasaan rohani yang penuh? Orang-orang Kristen yang demikian sangatlah jarang. Kekurangan ini membuktikan bahwa situasi di antara kebanyakan orang Kristen adalah tidak berada di bawah berkat Allah. Allah mau memberkati mereka, tetapi Ia tidak mempunyai jalan untuk melaksanakannya. Inilah sebabnya Tuhan memerlukan pemulihan. Kita berharap kepada Dia bahwa dalam pemulihan-Nya kita dapat selalu memiliki makanan dan minuman, dan secara rohani kita sehat dalam segala aspek, dalam penglihatan, pendengaran, perkataan, dan aktivitas kita dan kita tidak disusahkan oleh keguguran dan kemandulan. Kita berharap kepada Dia, agar kita dapat mencapai kedewasaan penuh dan menjadi matang secara rohani.

Lebih dari 40 tahun yang lalu, dalam hidup gereja, sedikit sekali penatua yang benar-benar menjadi bapa rohani. Sebagian besar dari mereka yang menjadi penatua belum benar-benar matang di dalam hayat. Tetapi saya dapat bersaksi bahwa mereka yang telah berada di dalam pemulihan selama 30 atau 40 tahun, telah menjadi benar-benar matang. Secara rohani, mereka tidak mengalami kematian sebelum genap tahun umurnya. Saya juga terdorong oleh fakta bahwa beberapa orang beriman di antara kita hari ini telah jauh lebih berpengalaman dan matang daripada lima tahun yang lalu. Saya harap selama beberapa tahun mendatang lebih banyak lagi orang yang mencapai kematangan, dan secara rohani tidak ada seorang pun yang akan mati sebelum matang. Jangan mengira hanya para penatualah yang perlu menjadi matang. Tidak, semua orang beriman harus matang. Saya harap saudari-saudari yang hari ini masih muda pun akan menjadi matang dalam beberapa tahun mendatang.

Banyak orang yang bersama-sama kita selama sepuluh tahun masih terus bertumbuh. Ini berarti Allah menggenapkan tahun umur mereka. Hal ini penting, karena dalam hidup gereja dalam pemulihan Tuhan, kita memerlukan sejumlah orang yang secara rohani berusia lanjut. Jika Tuhan menunda kedatangan-Nya kembali sampai bertahun-tahun, saya harap semua orang beriman akan terus bertumbuh. Bahkan aspek pertumbuhan ini pun merupakan salah satu penjelasan yang rinci dari cara memiliki Kristus dan mendapatkan Kristus.

Saya merasa sedih, karena di antara kebanyakan kelompok orang-orang Kristen Anda menemukan keguguran, kemandulan, dan ketidakdewasaan. Sebagian besar dari perkataan mereka masih berada pada tingkat taman kanak-kanak. Situasi itu pasti berbeda dengan situasi di dalam hidup gereja dalam pemulihan Tuhan. Jika banyak di antara kita yang secara rohani berusia lanjut, matang, ini membuktikan bahwa kita telah menerima Kristus sebagai warisan kita.

Saya telah menunjukkan bahwa pemeliharaan Allah yang sempurna atas umat-Nya meliputi empat hal: Memberkati makanan dan minuman mereka, menjauhkan penyakit dari tengah-tengah mereka, menjanjikan perkembangbiakan kepada mereka, dan menjadikan mereka hidup sampai genap tahun umurnya. Hal ini disusun dalam urutan yang sangat baik. Jika kita memiliki makanan dan minuman yang layak, maka tidak akan ada penyakit di antara kita. Kemudian kita akan banyak berbuah dan tidak mengalami keguguran. Akhirnya, tahun umur kita akan genap, dan kita akan berumur panjang.

Aspek kedua, ketiga, dan keempat dari pemeliharaan Tuhan tergantung pada aspek yang pertama pemberkatan-Nya pada makanan dan minuman kita. Kita semua memerlukan makanan yang memadai dari firman dan minuman yang memadai dari Roh itu. Kemudian kita akan menjadi sehat, banyak berbuah, dan matang. Kita akan menempuh satu kehidupan yang sehat dengan hayat yang berlimpah. Akibatnya, kita akan memiliki kekuatan untuk mengambil inisiatif dalam menghalau bangsa-bangsa penyembah berhala, yaitu hayat alamiah. Kemudian seluruh negeri itu, keseluruhan Kristus, akan menjadi kenikmatan kita.

Saya sangat menghargai gambaran dalam Perjanjian Lama, yang dibentuk dengan menyusun potongan-potongan gambar yang berbeda-beda menjadi satu. Mula-mula kita memiliki Kristus sebagai utusan, yaitu Malaikat TUHAN. Kemudian kita memiliki Allah yang bekerja bagi kita, dan juga makanan serta minuman yang berada di bawah berkat-Nya. Jika kita makan dan minum dengan tepat, kita akan bertumbuh dan berkembang biak. Di antara kita tidak akan terdapat penyakit, keguguran, kemandulan, atau kematian rohani sebelum matang. Melalui pertumbuhan, perkembangbiakan, dan kematangan kita, kita akan mampu menghalau hayat alamiah, membiarkan Kristus menggantikannya, dengan demikian kita menikmati Dia, serta sepenuhnya mendapatkan Dia. Kita bersyukur kepada Tuhan atas gambaran dalam Perjanjian Lama ini, yang secara rinci menunjukkan kepada kita cara untuk memperoleh Kristus sebagai tanah permai.