← Daftar isi Kehidupan Manusia Allah · bab 5/17

SEBUAH DEFINISI (1)

GARIS BESAR

I. Jalan kebenaran:

Pembacaan Alkitab:

Matius 21:32, "Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu."

A. Zaman hukum Taurat Perjanjian Lama berakhir pada awal ministri manusia Allah pertama:

1. Hukum Taurat zaman Perjanjian Lama memerintahkan manusia untuk melakukan perbuatan baik menurut hukum sehingga manusia dapat dibenarkan oleh Allah menurut hukum-Nya (Im. 18:5), tetapi manusia berusaha untuk mendirikan kebenarannya sendiri, tidak tunduk kepada kebenaran Allah -- Rm. 10:3, 5.

2. Hasil dari hukum Taurat membuat manusia ternyata sebagai orang yang berdosa di hadapan Allah yang benar (Rm. 4:15; 5:20; Gal. 3:19) dan tidak ada manusia daging yang dibenarkan oleh Allah (Rm. 3:20).

B. Zaman Perjanjian Baru, zaman kasih karunia, yaitu zaman Injil Yesus Kristus, dimulai dari pemberitaan Yohanes Pembaptis -- Mrk. 1:1-4:

1. Yohanes datang menurut jalan kebenaran dan memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat" -- Mat. 3:2.

2. Yohanes menyuruh orang-orang untuk bertobat karena Kerajaan Surga. Kerajaan Allah terdiri atas kebenaran (Rm. 14:17), dan Kerajaan Surga secara khusus berdasar pada kebenaran (Mat. 5:20). Kebenaran ini adalah tumpuan takhta Allah (Mzm. 89:14).

3. Ketika orang-orang menerima pemberitaan Yohanes dan datang kepadanya untuk bertobat, dengan segera ia membaptis mereka dengan menenggelamkan mereka ke dalam air untuk mengubur mereka, hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah manusia daging yang tidak memiliki sesuatu yang baik (Rm. 7:18) dan hanya layak untuk mati dan dikubur.

4. Setelah ministri Yohanes, Yesus Kristus datang dan membaptis orang-orang ini dengan Roh; dalam kebangkitan, mempersatukan mereka dengan Allah yang menyelamatkan mereka dengan membenarkan mereka menurut kebenaran-Nya -- Rm. 1:17; 3:21-25; 1 Kor. 1:30.

5. Selain itu, setelah Ia mati secara yuridis untuk orang-orang yang bertobat itu, Kristus bangkit untuk hidup di dalam mereka sehingga mereka dapat menempuh suatu kehidupan yang benar dengan hayat Kristus untuk dibenarkan oleh Allah senantiasa -- Rm. 4:25.

6. Semua orang ini disebut "orang-orang benar" yang akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan yang akan datang (Mat. 13:43), dan kebenaran mereka akan menetap dalam langit baru dan bumi baru selamanya (2 Ptr. 3:13).

7. Jadi, bertobat dan dibaptis menurut pemberitaan dan pelaksanaan Yohanes itu ditentukan oleh Allah sesuai dengan tuntutan kebenaran dari ekonomi kekal Allah; karena itu, menggenapkan kebenaran Allah (Mat. 3:15) sebagai perkara kekekalan.

II. Dasar yang tepat dan benar dari pembaptisan Yesus:

Pembacaan Alkitab:

Mat. 3:13-15, "Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, 'Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?' Lalu jawab Yesus kepadanya 'Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.' Yohanes pun menuruti-Nya."

A. Dasar Yesus dibaptiskan adalah bahwa Ia menurut keinsanian-Nya, menganggap diri-Nya adalah seorang manusia, khususnya orang Israel, yaitu manusia "dalam daging" (Yoh. 1:14). Meskipun Ia hanya "serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa" (Rm. 8:3), "tidak berbuat dosa (tanpa dosa)" (Ibr. 4:15), namun Ia "di dalam daging", yang hanya baik untuk mati dan dikubur.

B. Berdasar pada fakta ini, pada awal ministri-Nya untuk Allah, Ia bersedia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, mengakui bahwa menurut keinsanian-Nya, Ia adalah seorang yang tidak bersyarat untuk menjadi pelayan Allah.

C. Sebagai seorang manusia di dalam daging, Ia perlu menjadi seorang yang mati dan dikubur dalam air kematian untuk menggenapkan tuntutan Perjanjian Baru Allah sesuai dengan kebenaran-Nya, dan Ia bersedia melaksanakannya, menganggap hal ini adalah penggenapan kebenaran Allah. Dasar yang demikian tentu saja tepat dan benar.

Dalam berita ini, kami ingin memberikan sebuah definisi mengenai jalan kebenaran dan mengenai dasar yang tepat dan benar dari pembaptisan Yesus. Ketika masih muda, saya heran, mengapa Tuhan Yesus yang tidak berdosa juga perlu dibaptis. Pertanyaan ini terus memenuhi diri saya selama tujuh puluh tahun. Baru setelah menulis garis besar berita-berita inilah saya menemukan jawabannya.

Saya juga ingin menunjukkan bahwa mempelajari kehidupan manusia Allah pertama sesungguhnya adalah mempelajari semua pencobaan-pencobaan yang dilaluinya. Keempat kitab Injil adalah catatan dari pencobaan-pencobaannya. Ia dicobai, diuji, oleh Satan si iblis, orang-orang Farisi, orang-orang Saduki, dan orang-orang Herodian. Bahkan saudara kandung Tuhan juga menguji Dia. Ke mana saja Dia pergi dan dengan siapa saja Dia berhubungan pasti ada pencobaan-pencobaan. Dalam hal ini, menjadi orang Kristen bukanlah perkara yang mudah. Hal ini dikarenakan Allah dan kita mempunyai kelompok penentang, yaitu Satan.

Tidak mudah untuk memahami mengapa Allah membiarkan Satan begitu bebas. Menurut Yesaya 14, Allah telah menghakimi Satan (ayat 12-15). Demikian juga, menurut Ibrani 2:14, Kristus telah memusnahkannya di atas salib. Allah memvonisnya dengan putusan yang tegas, dan Kristus memusnahkannya, tetapi hari ini mengapa ia masih begitu bebas? Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan menanyakan pertanyaan lain-tanpa Satan, bagaimana Allah dapat menguji kita? Satan bahkan menguji Allah, dan Allah bahkan mengundang Satan untuk menguji Dia. Ia berkata kepada Satan, "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub?" (Ayb. 1:8). Setelah Satan menantang Tuhan, Ia memberi Satan ijin untuk menguji Ayub, mengatakan, "Segala yang dipunyainya ada dalam kuasamu; hanya janganlah engkau mengulurkan tanganmu terhadap dirinya" (ayat 12). Kemudian, Ayub melewati masa-masa ujian yang membuat hampir semua orang tidak tahan. Dalam ekonomi Allah, Ia mengatur adanya satu musuh, si penguji, yang dulunya adalah kerub ciptaan Allah, ditunjuk oleh Allah, dan bahkan diurapi oleh Allah.

I. JALAN KEBENARAN

Matius 21:32, "Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu." Dalam Perjanjian Lama, Musa datang menurut jalan penghukuman. Dua Korintus 3 dengan jelas mengatakan bahwa ministri (pelayanan) Perjanjian Lama adalah ministri yang memimpin kepada penghukuman dan ministri Perjanjian Baru adalah ministri yang memimpin kepada pembenaran (ayat 9). Seluruh Perjanjian Baru adalah perkara kebenaran. Yohanes Pembaptis tidak termasuk dalam Perjanjian Lama. Ada yang mengatakan bahwa Yohanes itu berada dalam masa transisi, tidak termasuk dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tetapi ini salah. Markus 1 mewahyukan bahwa Injil Yesus Kristus dimulai dari Yohanes Pembaptis. Ajaran Yohanes adalah permulaan dari ekonomi Perjanjian Baru Allah.

A. Zaman Hukum Taurat Perjanjian Lama

Berakhir Pada Awal Ministri Manusia Allah Pertama

1. Menyuruh Manusia untuk Berbuat Baik Menurut Hukum

Hukum Taurat zaman Perjanjian Lama memerintahkan manusia untuk berbuat baik menurut hukum sehingga manusia dapat dibenarkan oleh Allah menurut hukum-Nya (Im. 18:5), tetapi manusia berusaha untuk mendirikan kebenarannya sendiri, tidak tunduk kepada kebenaran Allah (Rm. 10:3, 5).

2. Hasil Hukum Taurat

Hasil hukum Taurat membuat manusia ternyata sebagai orang yang berdosa di hadapan Allah yang benar (Rm. 4:15; 5:20; Gal. 3:19) dan tidak ada manusia daging yang dibenarkan oleh Allah (Rm. 3:20). Hukum tidak membantu umat Allah menjadi kudus. Sebaliknya, hukum menelanjangi mereka. Tidak seorang pun dapat berbuat baik untuk dibenarkan oleh Allah. Sebaliknya, semuanya ditelanjangi. Tidak ada manusia daging yang dapat dibenarkan oleh Allah. Hasil, akibat dari hukum itu mutlak berbeda dengan apa yang diharapkan oleh hukum tersebut.

B. Zaman Perjanjian Baru

Zaman Perjanjian Baru, zaman kasih karunia, tidak seperti zaman Perjanjian Lama, yang adalah zaman hukum. Seluruh Perjanjian Baru adalah zaman kasih karunia, yaitu zaman Injil Yesus Kristus. Zaman ini dimulai dari pemberitaan Yohanes Pembaptis. Ini dibuktikan oleh Markus 1:1-4, "Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah. Seperti ada tertulis dalam kitab Nabi Yesaya, 'Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan bagi-Mu; ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun; Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya', demikianlah Yohanes Pembaptis tampil di padang gurun dan memberitakan baptisan tobat untuk pengampunan dosa." Keluarnya Yohanes untuk memberitakan injil dianggap sebagai permulaan Injil Yesus Kristus.

1. Yohanes Datang Menurut Jalan Kebenaran

Yohanes datang menurut jalan kebenaran dan memberitakan, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Surga sudah dekat" (Mat. 3:2). Orang-orang Israel yang berada di bawah ministri hukum Musa perlu bertobat karena mereka semua mempraktekkan kelaliman. Catatan mengenai bangsa Israel dalam Yesaya 1 menunjukkan betapa jahatnya orang-orang itu. Kejahatan-kejahatan yang terlihat pada bangsa kafir juga dapat dilihat pada bangsa Israel.

2. Kerajaan Allah adalah Perkara Kebenaran

Di antara orang-orang Israel tidak ada kebenaran, karena itu mereka perlu bertobat. Yohanes menyuruh orang-orang untuk bertobat karena Kerajaan Surga. Kerajaan Allah adalah perkara kebenaran (Rm. 14:17), dan Kerajaan Surga secara khusus berdasar pada kebenaran. Dalam Matius 5:20 Tuhan berkata, "Jika hidup keagamaanmu (kebenaranmu-Tl.) tidak lebih benar daripada hidup keagamaan (kebenaran-Tl.) ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga." Kebenaran ini adalah tumpuan takhta Allah (Mzm. 89:14).

3. Manusia Daging Hanya Baik untuk Mati dan Dikubur

Ketika orang-orang menerima pemberitaan Yohanes dan datang kepadanya untuk bertobat, dengan segera ia membaptis mereka dengan menenggelamkan mereka ke dalam air untuk mengubur mereka, hal ini menunjukkan bahwa mereka adalah manusia daging yang tidak memiliki sesuatu yang baik (Rm. 7:18) dan hanya layak untuk mati dan dikubur. Mungkin ada orang yang mengira akan ada hasil yang baik setelah mereka bertobat kepada Yohanes. Tetapi justru Yohanes mencelupkan mereka ke dalam air untuk mengubur mereka, hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak baik untuk apa pun. Saya yakin bahwa inilah penyebab mengapa orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki tidak datang kepada Yohanes. Keempat kitab Injil menunjukkan kepada kita bahwa saat itu ada tiga golongan murid: murid Yohanes, murid orang-orang Farisi, dan murid orang-orang Saduki. Murid-murid Yohanes Pembaptis adalah ujian yang sesungguhnya bagi orang-orang Farisi dan Saduki, itulah sebabnya mereka tidak berani datang kepada Yohanes.

Pemikiran pertama dari zaman kasih karunia Perjanjian Baru, zaman Injil Yesus Kristus, yaitu semua manusia daging yang jatuh tidak berharga untuk apa pun kecuali mati dan dikubur. Ini sangat serius. Menyesal sekali, dalam kekristenan hari ini, banyak orang memberikan konsep yang salah dalam pemberitaan Injil mereka. Hari ini, kita harus mempunyai orang-orang yang memberitakan Injil seperti Yohanes Pembaptis, menyuruh orang-orang untuk bertobat.

4. Yesus Kristus Membaptis Orang-orang dengan Roh

Setelah ministri Yohanes, Yesus Kristus datang dan membaptis orang-orang ini dengan Roh; dalam kebangkitan, mempersatukan mereka dengan Allah yang menyelamatkan mereka dengan membenarkan mereka menurut kebenaran-Nya (Rm. 1:17; 3:21-25; 1 Kor. 1:30). Perjanjian Baru dimulai dengan pemikiran dari pemberitaan Yohanes, yaitu manusia daging hanya baik untuk mati dan dikubur. Tetapi, ini bukan pemikiran seluruh Injil Perjanjian Baru. Ini hanyalah permulaannya. Pemikiran ini berlanjut dengan kedatangan Tuhan Yesus untuk mempraktekkan pembaptisan jenis lain. Ia membaptis orang-orang ke dalam Roh untuk mempersatukan mereka dengan Allah dalam kebangkitan. Dalam pembaptisan, ada praktek dikubur dalam air dan kemudian bangkit dari air, hal ini menandakan kebangkitan. Melalui mati dan dikubur, kita ditamatkan, tetapi kemudian ada kebangkitan. Dalam kebangkitan, Yesus mempersatukan kita dengan Allah. Pemikiran ini lebih tinggi daripada mati dan dikubur.

Pemikiran pertama dari Injil Perjanjian Baru adalah setiap manusia daging yang jatuh tidak baik untuk apa pun kecuali mati dan dikubur; dan pemikiran yang kedua adalah, jika Anda mengakui hal ini, maka Yesus Kristus akan datang untuk membaptis Anda ke dalam Allah yang hidup, mempersatukan Allah dengan Anda dalam kebangkitan. Hal ini menyelamatkan Anda dengan membenarkan Anda menurut kebenaran-Nya. Sang Pembaptis, Kristus, mempersatukan Anda dengan Allah untuk membuat Anda menjadi satu dengan Allah, yang adalah kebenaran. Allah hanya akan membenarkan Anda dengan kebenaran-Nya.

Roma 1:16 dan 17 mengatakan bahwa Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan baik orang Yahudi maupun orang kafir sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah. Baptisan itu begitu penuh kuasa karena Yesus mempersatukan orang-orang yang dibaptis dengan Allah untuk membuat mereka menjadi Allah dalam hayat dan sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Ketika seorang istri yang miskin bersatu dengan suaminya yang miliuner (jutawan) dalam perkawinan, mereka menjadi satu. Dia mungkin adalah gadis yang miskin, tetapi begitu mereka bersatu dalam pernikahan, ia menjadi miliuner. Inilah yang terjadi ketika kita bersatu dengan Allah dalam baptisan.

Ministri Yohanes Pembaptis adalah membereskan keadaan kita yang sebenarnya, yaitu kita adalah manusia daging yang hanya pantas untuk mati dan dikubur. Tetapi Kristus, sang Pembaptis yang lain, datang dan mempersatukan kita dengan Allah dalam kebangkitan. Kita dibangkitkan dengan Kristus untuk menjadi satu dengan Allah. Sekarang, kita adalah "miliuner-miliuner" yang disatukan dengan persona lain. Inilah pemikiran kedua dari Injil kasih karunia Perjanjian Baru. Allah yang benar memberikan diri-Nya kepada kita sebagai kebenaran kita, dan kebenaran ini membenarkan kita.

5. Hidup Di dalam Mereka sehingga Mereka Dapat Menempuh Suatu Kehidupan yang Benar

Selain itu, setelah Ia mati secara yuridis untuk orang-orang yang bertobat itu, Kristus bangkit untuk hidup di dalam mereka sehingga mereka dapat menempuh suatu kehidupan yang benar dengan hayat Kristus untuk dibenarkan oleh Allah senantiasa. Itulah sebabnya Roma 4:25 mengatakan bahwa Ia dibangkitkan untuk pembenaran kita. Kita tidak memiliki Juruselamat yang mati. Kita memiliki seorang Juruselamat yang hidup, dan sebagai Roh pemberi-hayat, Ia hidup di dalam kita. Dengan hayat-Nya, kita memiliki kehidupan yang membuat Allah harus membenarkan kita senantiasa. Inilah kehidupan manusia Allah.

Allah, sang Benar, memberikan diri-Nya kepada kita sebagai ke-benaran kita. Dengan prinsip yang sama, Kristus diberikan kepada kita sebagai kebenaran kita. Kristus dan Allah adalah satu. Satu Korintus 1:30 mengatakan, Kristus, yang diberikan kepada kita, adalah kebenaran kita. Kristus juga memiliki perbuatan kebenaran-Nya sendiri. Roma 5:18 mengatakan bahwa oleh satu perbuatan kebenaran Kristus itu, semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Melalui satu perbuatan kebenaran-Nya, yaitu mati di atas salib, kita semua telah dibenarkan. Kristus memiliki kebenaran-Nya sendiri yang membuat-Nya layak untuk menjadi Juruselamat kita.

Ada yang membuat kesalahan dengan mencampuradukkan perbuatan kebenaran Kristus secara pribadi dengan Kristus sendiri, perso-nanya. Ketika kita menyusun kidung kita, kita mengoreksi kesalahan-kesalahan semacam itu yang ada dalam kidung. Hymns #295 yang dikarang oleh Zinzendorf mengatakan, "Yesus, darah-Mu dan kebenaran-Mu/ Keindahanku, jubah muliaku." Kita mengoreksinya menjadi, "Kristus Allah, yang adalah kebenaranku/ keindahanku, jubah muliaku." Kristus, persona itu, adalah kebenaran kita.

6. "Orang-orang Benar" Bercahaya seperti Matahari dalam Kerajaan yang Akan Datang

Semua orang ini disebut "orang-orang benar" yang akan bercahaya seperti matahari dalam kerajaan yang akan datang (Mat. 13:43), dan kebenaran mereka akan menetap dalam langit baru dan bumi baru selamanya (2 Ptr. 3:13). Kebenaran juga disinggung dalam Matius 10:41 dan Lukas 14:14, dan jalan kebenaran dibicarakan dalam 2 Petrus 2:21. Lukas 14:14 membicarakan kebangkitan orang-orang benar. Dua Petrus 2:21 membicarakan orang-orang yang memberontak yang mengenal jalan kebenaran tetapi berpaling dari Allah. Zaman kasih karunia Perjanjian Baru adalah untuk menghasilkan kehidupan manusia Allah, dan kehidupan manusia Allah adalah kehidupan kebenaran.

7. Menggenapkan Kebenaran Allah dengan Bertobat dan Dibaptis

Jadi, bertobat dan dibaptis menurut pemberitaan dan pelaksanaan Yohanes itu ditentukan oleh Allah sesuai dengan tuntutan kebenaran dari ekonomi kekal Allah; karena itu, menggenapkan kebenaran Allah (Mat. 3:15) sebagai perkara kekekalan. Dibaptis adalah memelihara peraturan Perjanjian Baru Allah, mengenali diri sendiri di hadapan Allah menurut evaluasi-Nya dan menggenapkan tuntutan kebenaran Allah.

II. DASAR YANG TEPAT DAN BENAR DARI PEMBAPTISAN YESUS

Matius 3:13-15, "Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, 'Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?' Lalu jawab Yesus kepadanya 'Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.' Yohanes pun menuruti-Nya."

A. Dasar Yesus untuk Dibaptis

Dasar Yesus dibaptiskan adalah bahwa Ia menurut keinsanian-Nya, menganggap diri-Nya adalah seorang manusia, khususnya seorang Israel, yaitu manusia "dalam daging" (Yoh. 1:14). Meskipun Ia hanya "serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa" (Rm. 8:3), "tidak berbuat dosa (tanpa dosa)" (Ibr. 4:15), namun Ia "di dalam daging", yang hanya pantas untuk mati dan dikubur. Kristus sebagai Firman Allah menjadi daging (manusia-LAI) dan daging adalah istilah yang negatif. Tentu saja, Roma 8:3 memberi tahu kita bahwa Ia hanya serupa dengan daging dosa, tetapi Ia tetap di dalam daging. Inilah kedudukan-Nya dalam keinsanian-Nya. Yohanes Pembaptis keluar untuk memberitakan pertobatan kepada orang-orang di dalam daging. Yesus mengakui bahwa Ia ada di dalam daging. Apa pun yang dilakukan-Nya menurut daging hanyalah pantas untuk mati dan dikubur. Ia berdiri di atas tumpuan itu, dan tumpuan tersebut menjadi dasar bagi-Nya untuk dibaptis.

B. Bersedia Dibaptis oleh Yohanes Pembaptis

Berdasar pada fakta ini, pada awal ministri-Nya untuk Allah, Ia bersedia dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, mengakui bahwa menurut keinsanian-Nya, Ia adalah seorang yang tidak bersyarat untuk menjadi pelayan Allah. Yesus berdiri menurut keadaan-Nya yang sebenarnya. Keadaan-Nya yang sebenarnya adalah bahwa Ia adalah manusia daging.

C. Perlu Menjadi Seorang yang Mati

Sebagai seorang manusia di dalam daging, Ia perlu menjadi seorang yang mati dan dikubur dalam air kematian untuk menggenapkan tuntutan Perjanjian Baru Allah sesuai dengan kebenaran-Nya, dan Ia bersedia melaksanakannya, menganggap hal ini adalah penggenapan kebenaran Allah. Dasar yang demikian tentu saja tepat dan benar.