KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA DARI PALUNGAN KE SALIB (2)
Pembacaan Alkitab:
Mat. 3:13-17; 21:32; Yoh. 1:14; Rm. 1:3-4; 8:3;
Mat. 12:17-19; Ibr. 1:9; Mat. 4:1-11
GARIS BESAR
IV. Dalam Ministri-Nya:
A.
Awal ministri manusia Allah yang pertama untuk merampungkan ekonomi kekal Allah:
1. Melalui pembaptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis -- Mat. 3:13-17:
a. Untuk menggenapkan kebenaran menurut jalan kebenaran yang ditunjukkan oleh Yohanes -- ayat 15; 21:32.
b. Mengenal bahwa menurut daging-Nya (keinsanian-Nya -- Yoh. 1:14; Rm. 1:3; 8:3), Ia hanya baik untuk mati dan dikubur.
2. Melalui pengurapan Allah Bapa -- ayat 16b-17:
a. Langit terbuka menunjukkan bahwa makna baptisan-Nya diterima dan dimeterai oleh surga.
b. Bapa mengutus Roh-Nya untuk turun ke atas Dia menunjukkan bahwa Allah Tritunggal akan bersatu dengan Dia sebagai sumber, suplai, kekuatan, dan kuasa dari ministri-Nya.
c. Memproklamirkan ke seluruh alam semesta, khususnya kepada para malaikat, bahwa menurut Roh kekudusan (keilahian-Nya-Rm. 1:4), Ia adalah Putra Allah, Yang dikasihi Bapa, dan kepada-Nya Bapa berkenan.
d. Berdasarkan pemilihan Bapa -- Mat. 12:17-19.
e. Karena Ia mencintai keadilan dan membenci kefasikan -- Ibr. 1:9.
B. Pencobaan-pencobaan-Nya:
1. Pada permulaan ministri-Nya -- Mat. 4:1-11:
a. Pencobaan di bawah pimpinan Roh Kudus Allah, diatur oleh Allah, agar manusia Allah diuji sebelum memulai ministri-Nya-ayat 1a.
b. Pencobaan dari si iblis -- ayat 1b-10:
1) Berdasarkan perkataan Allah Bapa pada saat pengurapan manusia Allah bahwa Ia adalah Putra kesayangan Allah, iblis mencobai Dia untuk menyatakan diri-Nya sebagai Putra Allah guna meninggikan dan memuliakan diri-Nya sendiri dan melakukan mujizat dengan mengubah batu menjadi sepotong roti untuk mengenyangkan rasa lapar-Nya, tetapi manusia Allah mengalahkan iblis dengan tidak menyatakan diri-Nya sendiri dan tidak memperhatikan sepotong roti melainkan setiap firman Allah -- ayat 3-4.
2) Sekali lagi, berdasarkan perkataan Allah Bapa pada saat pengurapan manusia Allah bahwa Ia adalah Putra kesayangan Allah, iblis mencobai manusia Allah agar Ia menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah ke bawah maka Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menatang Dia. Tetapi manusia Allah mengalahkannya dengan memberi tahu dia bahwa ada tertulis, "Janganlah Engkau mencobai Tuhan Allahmu" -- ayat 5-7.
3) Iblis membawa manusia Allah ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepada-Nya, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Tetapi manusia Allah menaklukkan Dia dengan tidak mengasihi kerajaan dunia dan kemegahannya serta berkata kepada iblis, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" -- ayat 8-10.
c. Di bawah pimpinan Roh Allah itulah manusia Allah pertama dibawa untuk dicobai oleh iblis. Ini adalah ujian bagi-Nya. Bagi iblis, musuh Allah, pencobaan itu adalah suatu pencobaan; tetapi bagi Allah, itu adalah ujian, dan ujian tersebut menjadi peperangan antara Satan dengan Allah berkenaan dengan perampungan ekonomi kekal Allah. Mengetahui bahwa Allah ingin menghancurkan dia melalui manusia, dalam dagingnya, yaitu dalam keinsaniannya yang telah diracuni dan dirusak olehnya, maka Satan mengambil strategi dengan mencobai manusia Allah pertama agar mengukuhkan diri sebagai Putra Allah, menghindar dari kedudukan keinsanian-Nya. Mengetahui hal ini, manusia Allah pertama menyerang balik dengan mengatakan "manusia" (ayat 4), memegang teguh kedudukannya sebagai seorang manusia. Hal ini mengalahkan muslihat licik Satan! Selanjutnya, pada serangan balik manusia Allah yang kedua dan ketiga, jawab-Nya ialah, "Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" dan "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ayat 7, 10), semuanya menekankan dengan tegas bahwa Ia adalah seorang manusia, ciptaan Allah, yang berurusan dengan Satan, ciptaan Allah yang lain, dengan memihak Allah untuk kemuliaan Allah.
d. Dikalahkannya cobaan awal dari si pencoba oleh manusia Allah berarti Ia lulus dari ujian Allah dan hal itu membuat Ia layak untuk menjadi Yang diurapi Allah, Mesias, dan Kristus bagi ekonomi Allah.
e. Dalam peperangan awal ini, Satan bermaksud menghancurkan Ia yang diurapi Allah bagi ekonomi-Nya. Tetapi, Satan kalah perang dan meninggalkan medan pertempuran dengan malu di hadapan para malaikat Allah -- ayat 11a.
f. Dalam perang awal bagi ekonomi Allah ini, manusia Allah pertama memenangkan perang untuk kemuliaan Allah, dan para malaikat Allah datang dengan jaya dan melayani manusia Allah, memperhatikan rasa laparnya karena berpuasa selama empat puluh hari -- ayat 11b.
IV. DALAM MINISTRI-NYA
Matius 3:13 sampai 4:11 mewahyukan bagaimana Tuhan hidup dalam ministri-Nya yang dimulai ketika Ia berumur tiga puluh tahun (Luk. 3:23). Ministri Kristus bukan hanya untuk menyelamatkan orang-orang berdosa atau melakukan perkara-perkara yang baik, tetapi untuk merampungkan ekonomi kekal Allah. Ketika Ia berumur tiga puluh, Allah menetapkan-Nya untuk melaksanakan ministri-Nya demi merampungkan ekonomi kekal Allah.
Kesudahan dan hasil akhir dari keenam puluh enam kitab dalam Alkitab menunjukkan kepada kita kesimpulan ekonomi kekal Allah. Kitab Kejadian berakhir dengan Yusuf dalam sebuah peti mati, tetapi kitab Keluaran berakhir secara mulia dengan kemuliaan Allah dalam Kemah Pertemuan. Dalam dua pasal terakhir kitab Wahyu yang merupakan akhir dari seluruh Alkitab ada kota kudus, Yerusalem Baru. Alkitab, khususnya Perjanjian Baru, telah dipelajari, ditafsirkan, dan diajarkan selama hampir dua abad. Kita berdiri di atas pundak orang-orang yang ada sebelum kita dan yang telah melihat banyak bagian dari wahyu ilahi. Hari ini, tafsiran yang kita lakukan terhadap Alkitab tidak berdasarkan pandangan kita yang sempit, tetapi berdasarkan pandangan korporat dari Tubuh.
Ketika para penafsir Alkitab sampai pada Yerusalem Baru, sukar bagi mereka untuk mengatakan apakah Yerusalem Baru itu sebuah kota fisik atau hanya suatu tanda. Wahyu 1:1 mengatakan dengan jelas bahwa Kristus menyatakan wahyu-Nya kepada Yohanes dengan tanda-tanda. (LAI tidak menerjemahkan ungkapan "dengan tanda-tanda"). Anak Domba yang adalah Kristus adalah suatu tanda. Kaki dian-kaki dian adalah tanda-tanda. Untuk selamanya, Kristus dalam kitab Wahyu disebut sebagai Anak Domba, Anak Domba itu mempunyai seorang istri, dan istri itu adalah sebuah kota. Wahyu 21:9 membicarakan kota sebagai istri Anak Domba. Bagaimana mungkin sebuah kota menjadi seorang istri? Tentu saja, berdasarkan prinsip kitab Wahyu, kota kudus itu juga adalah suatu tanda, menandakan susunan dari totalitas orang-orang kudus yang ditebus Allah dari zaman ke zaman, yang telah dilahirkan kembali, ditransformasi, dan dimuliakan. Kota itu bukan kota materi atau kota yang tidak berhayat melainkan persona korporat yang hidup sebagai mempelai perempuan, memiliki Kristus, persona yang demikian ajaib sebagai Suaminya. Kota kudus ini adalah perampungan sempurna dari ekonomi Allah.
A. Permulaan ministri manusia Allah pertama
untuk merampungkan ekonomi kekal Allah
Sebagai manusia Allah pertama, Kristus secara khusus hidup di bumi untuk merampungkan ekonomi kekal Allah yang akan terampung sempurna dalam Yerusalem Baru. Inti dari keempat kitab Injil adalah Kristus. Matius 1:18 dan 20 mengatakan bahwa pengandungan manusia Allah ini adalah dari Roh Kudus. Manusia Allah adalah satu persona tetapi memiliki dua sumber. Sumber pertama adalah ilahi, dan sumber kedua adalah insani. Ia adalah satu persona yang memiliki dua sifat-insani dan ilahi.
Mulai bagian akhir kitab Matius 3 sampai permulaan Matius 4 menunjukkan kepada kita bagaimana manusia Allah ini hidup dan melayani (ministered). Satu bagian ini mencakup tiga hal: Kristus dibaptis, Kristus diurapi oleh Allah, dan Kristus dicobai oleh iblis. Ia dicobai oleh iblis, tetapi Ia dipimpin oleh Roh Kudus untuk dicobai oleh iblis, Satan. Pernahkah kita menyadari bahwa pencobaan Kristus itu dipimpin oleh Roh Kudus? Dengan kata lain, Roh Kuduslah yang menaruh Dia di dalam pencobaan iblis. Kita perlu melihat makna intrinsik dari pembaptisan, pengurapan, dan pencobaan Kristus.
Kristus memulai ministri-Nya ketika Ia berumur tiga puluh tahun, usia matang dari seseorang yang dikehendaki Allah untuk melayani Dia. Semua imam dalam Perjanjian Lama harus sudah mencapai umur tiga puluh tahun (Bil. 4:3). Jika Anda baru berumur dua puluh lima, Anda hanya dapat menjadi magang, murid, bukan seorang imam penuh. Lukas 3 memberi tahu kita, ketika Kristus berumur tiga puluh tahun, Ia tampil untuk menunaikan ministri-Nya. Kemudian Ia dibaptis oleh seseorang, Yohanes Pembaptis, diurapi oleh Allah, dan dicobai oleh Satan. Manusia, Allah, dan Satan semuanya terlibat dalam permulaan ministri sang Manusia Allah.
1. Melalui Baptisan-Nya oleh Yohanes Pembaptis
a. Untuk menggenapkan kebenaran
menurut jalan kebenaran yang ditunjukkan oleh Yohanes
Ketika Yohanes Pembaptis datang, Allah menghentikan hukum Musa. Hukum Musa sudah berlalu. Yohanes Pembaptis datang hanya dengan satu jalan, jalan kebenaran. Dalam Matius 21:32 Tuhan Yesus berkata, "Sebab Yohanes datang untuk menunjukkan jalan kebenaran kepadamu." Kita harus memperhatikan ungkapan jalan kebenaran ini. Musa datang kepada bangsa Israel dengan banyak perintah, undang-undang, dan peraturan. Kitab Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan membahas semua itu. Tetapi, Yohanes Pembaptis tidak membawa apa pun yang berasal dari hukum. Ia datang menurut jalan kebenaran. Jalan kebenaran adalah mengenal bahwa Anda tidak baik untuk apa pun kecuali mati dan dikubur.
Pemberitaan Yohanes adalah permulaan Injil Yesus Kristus (Mrk. 1:1). Ia memproklamirkan, "Bertobatlah, sebab kerajaan surga sudah dekat" (Mat. 3:2). Ketika orang-orang bertobat, ia akan mencelupkan mereka ke dalam air untuk menguburkan mereka. Yohanes membaptis orang-orang dengan air, menunjukkan bahwa manusia di dalam daging hanya baik untuk mati dan dikubur. Tetapi kemudian, Tuhan Yesus datang untuk meletakkan mereka ke dalam Roh agar mempunyai hayat (ayat 11). Inilah Perjanjian Baru.
Ministri Kristus diawali dengan pembaptisan-Nya (ayat 13-17). Sebelum Ia melaksanakan ministri-Nya, hal pertama yang dilakukan-Nya adalah dibaptiskan untuk menggenapkan kebenaran menurut jalan kebenaran yang ditunjukkan oleh Yohanes (ayat 15; 21:32). Ini berarti meskipun bangsa Israel memiliki semua hukum Musa, mereka sama sekali tidak benar di hadapan Allah. Kebenaran menjadi sirna di antara orang Israel. Hukum Musa tidak membantu mereka untuk menjadi benar, karena itu Allah mengadakan permulaan baru dengan mengirim orang lain yang bernama Yohanes. Ia berbeda dengan Musa. Musa sangat berbudaya dan terpelajar, tetapi Yohanes tidak berbudaya dan tidak terpelajar. Ia makan makanan liar dan mengenakan pakaian liar. Orang yang demikian diutus oleh Allah untuk memberitakan Injil Perjanjian Baru sejak dini. Ia memberitakan dengan memberi tahu orang-orang untuk bertobat dari semua kelaliman mereka. Tidak ada seorang pun yang benar, karena itu mereka semua harus bertobat. Ketika mereka bertobat, Yohanes membaptis mereka, hal ini menunjukkan bahwa mereka hanya baik untuk mati dan dikubur. Setelah penguburan itu, mereka dipimpin kepada Seorang yang akan datang setelah Yohanes. Orang ini akan mengubur mereka ke dalam Roh untuk memberi mereka hayat baru.
b. Mengenal bahwa Menurut Daging-Nya,
Ia Tidak Baik untuk yang Lain Kecuali Mati dan Dikubur
Mengenal bahwa menurut daging-Nya (keinsanian-Nya -- Yoh. 1:14; Rm. 1:3; 8:3), Ia tidak baik untuk yang lain kecuali mati dan dikubur. Yesus perlu dibaptis, karena ia menjadi daging, dan dalam pandangan Allah, daging ini tidak baik untuk yang lain kecuali mati dan dikubur. Mengubur orang yang mati demikian melalui baptisan adalah jalan kebenaran, bukan jalan hukum beserta undang-undang dan peraturan-peraturannya.
2. Melalui pengurapan Allah Bapa
Ministri Tuhan Yesus diawali dengan pembaptisan-Nya dan kemudian oleh pengurapan Allah Bapa (Mat. 3:16b-17). Terbukanya langit menunjukkan bahwa baptisan-Nya diterima dan dimeterai oleh surga. Bapa mengutus Roh-Nya untuk turun ke atas Dia, menunjukkan bahwa Allah Tritunggal akan bersatu dengan Dia sebagai sumber, suplai, kekuatan, dan kuasa dari ministri-Nya. Pengurapan-Nya oleh Allah Bapa memproklamirkan kepada seluruh alam semesta, khususnya kepada malaikat-malaikat, bahwa menurut Roh kekudusan (keilahian-Nya -- Rm. 1:4), Ia adalah Putra Allah, kesayangan Bapa, kepada-Nyalah Bapa berkenan.
Dalam daging, Ia tidak baik untuk yang lain kecuali mati dan dikubur. Tetapi melalui mengurapi-Nya, Bapa memproklamirkan sesuatu menurut sumber yang lain, sumber dari Roh kekudusan, keilahian-Nya. Bapa memproklamirkan bahwa Dia yang berdiri dalam air, dibaptis oleh Yohanes, mempunyai dua sumber: sumber dari daging, keinsanian-Nya, dan sumber dari Roh kekudusan, keilahian-Nya. Menurut keinsanian-Nya, Ia ada di dalam daging yang tidak baik untuk apa pun kecuali mati dan dikubur, tetapi menurut keilahian-Nya, Ia adalah Putra Allah. Dalam Perjanjian Lama, kadang-kadang para malaikat disebut putra-putra Allah. Ayub 1 menceritakan saat Allah dan para malaikat-Nya mengadakan konferensi, dan ayat itu menyebutkan para malaikat sebagai anak-anak Allah (ayat 6). Tetapi Kristus bukan malaikat Allah. Orang ini berasal dari sumber ilahi, keilahian. Allah mengurapi Dia dan memproklamirkan, khususnya kepada para malaikat, bahwa Ia adalah Putra Allah menurut keilahian-Nya.
Pengurapan-Nya berdasarkan pemilihan Bapa (Mat. 12:17-19) dan karena cinta Kristus kepada keadilan dan kebencian-Nya kepada kefasikan (Ibr. 1:9). Allah menunjukkan jalan kebenaran, karena itu Kristus sebagai seorang manusia membenci kefasikan dan mengasihi kebenaran. Karena hal inilah, maka Allah secara khusus mengurapi Dia.
B. Pencobaan-pencobaan-Nya
1. Pada permulaan ministri-Nya
a. Di bawah Pimpinan Roh Kudus Allah
Pada permulaan ministri-Nya, Tuhan melalui pencobaan di bawah pimpinan Roh Kudus Allah yang diatur oleh Allah agar manusia Allah ini diuji sebelum memulai ministri-Nya (Mat. 4:1-11). Tidak banyak yang telah melihat bahwa Kristus dicobai oleh iblis di bawah pimpinan Roh Kudus dan dibawah pengaturan Allah. Dia yang diurapi ini harus diuji oleh si jahat sebelum memulai ministri-Nya.
b. Pencobaan dari si iblis
1) Mencobai manusia Allah agar menyatakan diri-Nya sendiri sebagai Putra Allah
Berdasarkan perkataan Allah Bapa pada saat pengurapan manusia Allah bahwa Ia adalah Putra kesayangan Allah, iblis mencobai Dia untuk menyatakan diri-Nya sendiri sebagai Putra Allah guna meninggikan dan memuliakan diri-Nya sendiri dan melakukan mujizat dengan mengubah batu menjadi sepotong roti untuk mengenyangkan rasa lapar-Nya, tetapi manusia Allah mengalahkan iblis dengan tidak menyatakan diri-Nya sendiri dan tidak memperhatikan sepotong roti melainkan setiap firman Allah (ayat 3-4). Jika kita ada pada kedudukan Tuhan, kita mungkin akan memproklamirkan, "Akulah anak Allah," dan kemudian kita akan membuktikannya dengan mengubah batu menjadi sepotong roti. Tetapi Yesus Kristus tidak terpengaruh oleh cobaan iblis. Ia adalah Putra Allah, tetapi Ia tidak perlu membuat pernyataan mengenai hal tersebut. Ia mengambil kedudukan sebagai seorang manusia yang hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap perkataan Allah. Ia hanya memperhatikan kepentingan Allah, bukan kepentingan-Nya. Inilah makna intrinsik dari bagian pertama mengenai pencobaan iblis.
2). Mencobai Manusia Allah untuk Menjatuhkan Diri dari Bubungan Bait Allah
Sekali lagi, berdasarkan perkataan Allah Bapa pada saat pengurapan manusia Allah bahwa Ia adalah Putra kesayangan Allah, iblis mencobai manusia Allah agar Ia menjatuhkan diri dari bubungan bait Allah ke bawah maka Allah akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk menatang Dia. Tetapi manusia Allah me-ngalahkannya dengan memberi tahu dia bahwa ada tertulis, "Janganlah Engkau mencobai Tuhan Allahmu" (ayat 5-7). Sekali lagi iblis mencobai Tuhan untuk melakukan mujizat yang akan meninggikan dan memuliakan diri sendiri, tetapi manusia Allah menang atas dia dengan memberi tahu iblis bahwa sebagai manusia, Ia tidak seharusnya mencobai Tuhan Allah-Nya. Ia berdiri pada kedudukan-Nya sebagai seorang manusia, dan Ia tidak ingin melakukan apa pun untuk menyatakan diri sebagai Putra Allah.
Orang-orang muda dalam pemulihan Tuhan atau dalam ministri selalu ingin melakukan sesuatu yang menakjubkan. Anda mungkin pergi ke tempat baru dan ingin mengadakan sidang-sidang Injil dengan berbondong-bondong orang yang diselamatkan dan juga disertai mujizat-mujizat. Tetapi kita perlu menyadari bahwa ini adalah suatu pencobaan untuk meninggikan dan memuliakan diri sendiri. Segala pikiran untuk melakukan perkara-perkara yang menakjubkan dalam keagamaan demi meninggikan diri sendiri adalah suatu pencobaan dari si iblis. Tuhan Yesus berkata, "Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankan kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari hadapan-Ku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan!" (7:22-23).
3) Mencobai Manusia Allah dengan Kerajaan Dunia dan segala kemewahannya
Iblis membawa manusia Allah ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya dan berkata kepada-Nya, "Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku." Tetapi manusia Allah menaklukkan Dia dengan tidak mengasihi kerajaan dunia dan kemegahannya serta berkata kepada iblis, "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (4:8-10). Tuhan mengalahkan iblis dengan berdiri pada kedudukan seorang manusia yang hanya menyembah dan melayani Allah.
c. Dibawa untuk Dicobai oleh Iblis di bawah Pimpinan Roh
Di bawah pimpinan Roh Allah itulah manusia Allah pertama dibawa untuk dicobai oleh iblis. Ini adalah ujian bagi-Nya. Bagi iblis, musuh Allah, pencobaan itu adalah suatu pencobaan; tetapi bagi Allah, itu adalah ujian, dan ujian tersebut menjadi peperangan antara Satan dan Allah berkenaan dengan perampungan ekonomi kekal Allah. Mengetahui bahwa Allah ingin menghancurkan dia melalui manusia, dalam dagingnya, yaitu dalam keinsaniannya yang telah diracuni dan dirusak olehnya, maka Satan mengambil strategi dengan mencobai manusia Allah pertama untuk mengungukuhkan diri sebagai Putra Allah, menghindar dari kedudukan keinsanian-Nya. Mengetahui hal ini, manusia Allah pertama menyerang balik dengan mengatakan "manusia" (ayat 4), memegang teguh kedudukannya sebagai seorang manusia. Hal ini mengalahkan muslihat licik Satan! Selanjutnya, pada serangan balik manusia Allah yang kedua dan ketiga, jawab-Nya ialah, "Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!" dan "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!" (ayat 7, 10), semua itu adalah penekanan yang tegas bahwa Ia adalah seorang manusia, ciptaan Allah yang berurusan dengan Satan, ciptaan Allah yang lain, dengan memihak Allah demi kemuliaan Allah. Allah tidak akan berurusan dengan Satan sebagai sang Penciptanya. Sebaliknya, Allah berurusan dengan dia melalui ciptaan yang lain, manusia. Satan berusaha sedapat mungkin untuk mencobai manusia ini agar menghindar dari kedudukannya sebagai seorang manusia. Tetapi Tuhan Yesus berdiri dengan teguh di atas kedudukan manusia untuk memuliakan Allah dan merampungkan ekonomi Allah.
d. Melayakkan Dia untuk Menjadi Yang Diurapi Allah, Mesias, dan Kristus
Dikalahkannya cobaan awal dari si pencoba oleh manusia Allah berarti Ia lulus dari ujian Allah dan hal itu membuat Ia layak untuk menjadi Yang diurapi Allah, Mesias, dan Kristus di antara orang-orang Kristen bagi ekonomi Allah.
e. Satan kalah perang
Dalam peperangan awal ini, Satan bermaksud menghancurkan Ia yang diurapi Allah bagi ekonomi-Nya. Tetapi, Satan kalah perang dan meninggalkan medan pertempuran dengan malu di hadapan para malai-kat Allah (ayat 11a).
f. Manusia Allah Pertama Memenangkan Perang bagi Kemuliaan Allah
Dalam perang awal bagi ekonomi Allah ini, manusia Allah pertama memenangkan perang untuk kemuliaan Allah, dan para malaikat Allah datang dengan jaya dan melayani manusia Allah, memperhatikan rasa laparnya karena berpuasa selama empat puluh hari (ayat 11b).