← Daftar isi Kehidupan Manusia Allah · bab 3/17

KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA DARI PALUNGAN KE SALIB (1)

Pembacaan Alkitab:

Luk. 2:7-16; Mat. 2:1-23; Luk. 2:21-24;

Kol. 2:11; Luk. 2:25, 34-35, 40, 49, 52; 3:23;

Yes. 53:2-3; 52:14; Ibr. 4:15b; 2:18; Bil. 4:3

GARIS BESAR

I. Dalam masa kecil-Nya:

A.

Berbaring dalam palungan -- Luk. 2:7-16.

B.

Melarikan diri dari penentang-penentang-Nya:

1. Dari tanah Israel ke Mesir -- Mat. 2:1-15.

2. Dari Mesir kembali ke tanah Israel -- Mat. 2:16-21.

3. Dari Betlehem ke Galilea dan menetap di Nazaret -- Mat. 2:22-23.

II. Dalam masa muda-Nya:

A. Disunat pada hari kedelapan untuk menanggalkan daging-Nya dan menguduskannya kepada Tuhan -- Luk. 2:21-24; Kol. 2:11.

B. Simeon, seorang yang menantikan penghiburan bagi Israel, bernubuat untuk Maria ibu-Nya, "Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan--dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." -- Luk. 2:25, 34-35.

C. Bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat (mengacu kepada keilahian-Nya), dan anugerah Allah (mengacu kepada anugerah Allah dalam keinsanian-Nya) ada pada-Nya -- Luk. 2:40.

D. Pada usia dua belas, Ia berkata kepada orang tua-Nya, "Aku harus memikirkan perkara-perkara Bapa-Ku," atau, "Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku" (Luk. 2:49). Sejak awal, pada usia dua belas tahun, manusia Allah pertama memikirkan perkara-perkara Bapa-Nya, yaitu memikirkan perkara-perkara mengenai rumah Bapa-Nya. Perkara-perkara mengenai rumah Bapa-Nya itu adalah gereja yang menghasilkan Tubuh Kristus, yang akan merampungkan Yerusalem Baru untuk penggenapan ekonomi kekal Allah.

E. Bertambah hikmat-Nya (mengacu kepada keilahian-Nya) dan besar-Nya (mengacu kepada keinsanian-Nya dalam perawakan dan usia) dan dalam anugerah yang ternyata di dalam Dia di depan Allah dan manusia -- Luk. 2:52.

III. Selama masa sunyi (diam) antara usia dua belas dan usia tiga puluh (Luk. 3:23):

A.

Sebagai taruk Ia tumbuh di hadapan Tuhan dan sebagai tunas dari tanah kering (Yes. 53:2a), menunjukkan bahwa Ia berasal dari keluarga yang miskin.

B.

Tidak tampan dan semarak-Nya pun tidak ada sehingga kita memandang Dia, dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkan-Nya (Yes. 53:2b), menandakan bahwa di dalam status maupun perawakan-Nya, Ia tidak tampan dan tidak semarak.

C.

Dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, tidak dihargai oleh siapa pun (sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia dan bagi kita pun Dia tidak masuk hitungan) -- Yes. 53:3.

D.

Begitu buruk rupa-Nya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi -- Yes. 52:14.

E.

Sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa -- Ibr. 4:15b; 2:18.

Semua keadaan dan kondisi yang disebutkan di atas membuat orang-orang menjadi kaku dan tidak menonjol dalam masyarakat.

F.

Meskipun Tuhan memperhatikan rumah Allah ketika Ia berusia dua belas tahun, Allah belum memberi Dia amanat untuk menunaikan ministri demi merampungkan ekonomi kekal-Nya dalam mengurus rumah Allah yang menghasilkan Tubuh Kristus, merampungkan Yerusalem Baru.

G.

Banyak pelayan Allah tidak dapat mentoleransi kesunyian (keheningan) semacam itu, sebaliknya mereka gagal menghadapi ujian Allah tersebut. Ministri sesungguhnya untuk memperhatikan rumah Allah yang menghasilkan Tubuh Kristus memerlukan kematangan usia (Bil. 4:3).

Dalam berita ini, kita ingin melihat kehidupan manusia Allah pertama. Banyak di antara kita yang tahu istilah manusia Allah, tetapi kita harus bisa menunjukkan dengan jelas di bagian mana istilah manusia Allah itu disebutkan dalam Perjanjian Baru. Kita mungkin ingin menggunakan Yohanes 1:14 dan Matius 1:23, tetapi ini bukan ayat-ayat yang terbaik. Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman menjadi daging. Ayat ini menyiratkan manusia Allah karena Firman mengacu kepada diri Allah yang menjadi seorang manusia di dalam daging. Matius 1:23 mengatakan bahwa nama Tuhan akan disebut Imanuel yang berarti Allah menyertai kita. Ia adalah Allah dan Ia juga adalah Allah yang berinkarnasi untuk berhuni di tengah-tengah kita.

Tetapi ayat-ayat terbaik yang mewahyukan manusia Allah adalah Roma 1:3, dan 4. Ayat-ayat ini mengatakan bahwa Tuhan Yesus kita, menurut daging diperanakkan dari keturunan Daud dan menurut Roh kekudusan yang dinyatakan oleh kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Ia adalah anak Allah. Anak Allah adalah Allah sendiri. Kristus kita mempunyai dua sumber dan dua unsur. Yang satu adalah daging. Yang lain adalah Roh kekudusan. Daging mengacu kepada keinsanian-Nya. Roh kekudusan mengacu kepada keilahian-Nya. Inilah seorang Manusia dengan dua sifat-insani dan ilahi.

Tanpa Roma 1:3-4 yang dibicarakan oleh Paulus, kita tidak akan mempunyai pandangan yang jelas mengenai Kristus yang adalah manusia Allah pertama dan yang memiliki dua sifat dan dua sumber. Manusia Allah ini adalah prototipe untuk reproduksi massal. Ia adalah manusia Allah pertama, dan kita adalah manusia-manusia Allah. Dua Petrus 1:4 mengatakan bahwa kita adalah orang-orang yang mengambil bagian dalam kodrat ilahi. Yohanes 1 memberi tahu kita bahwa di dalam Firman yang adalah Allah terkandung hayat, dan hayat ini adalah terang manusia yang bersinar dalam kegelapan. Siapa saja yang menerima sinar ini, menerima hayat dalam Firman dan diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah.

Jika orang-orang yang dilahirkan dari Allah sebagai anak-anak Allah bukan allah-allah, lalu apakah mereka itu? Bukankah Bapa dan anak-anak berasal dari spesies yang sama? Yohanes 3:6 mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari secara jasmani bersifat jasmani." Baik Anda maupun orang tua Anda berasal dari spesies yang sama, spesies daging. Ayat 6 juga mengatakan, "Apa yang dilahirkan dari Roh bersifat rohani." Kedua Roh itu berasal dari spesies yang sama dan juga dari sumber yang sama. Kita dilahirkan dari Allah untuk menjadi manusia-manusia Allah, anak-anak Allah. Demikian juga dengan Tuhan kita yang kita percayai dan yang kita sembah serta ikuti, Ia adalah manusia Allah pertama.

Kejadian 1 membicarakan Adam sebagai manusia pertama, dan Roma 1 membicarakan Kristus sebagai manusia Allah pertama. Asal usul Adam adalah Allah. Silsilah dalam Lukas 3 mengatakan bahwa Adam adalah anak Allah (ayat 38). Adam adalah anak Allah karena ia memiliki gambar Allah dan Allah adalah asal usulnya. Dalam Kejadian 1, segala sesuatu diciptakan menurut jenisnya, menurut spesiesnya. Tetapi manusia diciptakan menurut jenis Allah karena ia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (ayat 26). Kelihatannya, Adam adalah anak Allah dalam gambar dan rupa, tetapi ia hanya mempunyai gambar Allah tanpa hayat dan sifat Allah. Kita berbeda. Kita bukan hanya diciptakan oleh Allah tetapi juga dilahirkan dari Allah, karena itu Allah adalah Bapa kita yang asli dan sejati dan kita adalah anak-anak-Nya yang asli dan sejati. Kita mempunyai kuasa untuk mengatakan bahwa kita adalah anak-anak Allah. Kita mempunyai gambar Allah juga hayat serta sifat-Nya. Roma 8:16 mengatakan bahwa Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah. Ini adalah perkara yang besar. Anak-anak Allah adalah manusia-manusia Allah. Ketika kita menerima Tuhan Yesus dan Ia masuk ke dalam roh kita, saat itu juga kuasa itu diberikan kepada kita. Kuasa itu adalah hayat ilahi dan dengan hayat ini ada sifat ilahi. Kita mempunyai hayat dan sifat Allah karena kita dilahirkan dari Allah untuk menjadi anak-anak-Nya. Kita adalah manusia-manusia Allah.

Kita tidak boleh melupakan status kita sebagai manusia-manusia Allah. Hal ini akan mempengaruhi cara kita hidup. Pengakuan kita bahwa kita adalah anak-anak Allah belum begitu tuntas. Jika kita menyadari bahwa kita adalah manusia-manusia Allah dan kita bersungguh-sungguh terhadapnya maka dengan segera kita meninggikan status kita. Dapatkah seorang manusia Allah bertengkar dengan seorang pramuniaga dalam toserba? Pada tahun 1968 saya menjadi warga negara Amerika, dan saya mulai bepergian dengan paspor Amerika. Jadi saya harus bertingkah laku seperti seorang Amerika. Saya harus menghormati status saya. Demikian juga dengan status kita sebagai manusia-manusia Allah. Kita telah menjual status kita sebagai manusia Allah dengan begitu murah. Kita perlu dibawa ke tingkatan yang lebih tinggi, tingkatan yang memperhidupkan kehidupan manusia Allah. Kebanyakan orang Kristen telah menjual status mereka sebagai orang-orang Kristen karena mereka hidup seperti orang-orang dunia. Kita harus menjadi orang Kristen dari kelas yang lain. Hari ini, kita adalah manusia-manusia Allah karena kita telah dilahirkan dari Allah. Ia adalah Bapa kita yang ilahi, dan kita adalah putra-putra ilahi-Nya. Dengan pengenalan ini, kita tidak bisa bertingkah laku dengan begitu sembarangan atau berbicara dengan begitu bebas. Orang-orang kudus yang terkasih, apa pun pekerjaan kita, baik guru maupun dokter, kita tidak boleh lupa bahwa status kita adalah manusia Allah. Seorang manusia Allah perlu mempunyai kehidupan manusia Allah.

Kehidupan manusia Allah mempunyai prototipe yang harus menjadi teladan kita. Kehidupan manusia Allah pertama adalah dari palungan ke salib. Pada awal dan akhir hidupnya ada dua tanda ini. Ketika saya muda, saya ragu-ragu untuk mengatakan apakah saya suka palungan dan salib. Tetapi hari ini saya merasa mulia untuk mengatakan bahwa saya menempuh hidup yang berawal dengan palungan dan berakhir pada salib. Inilah kehidupan manusia Allah. Tuhan menempuh jalan yang merendahkan diri-Nya sendiri, taat sampai mati, bahkan mati di atas salib (Flp. 2:8). Ia memilih hidup semacam itu, dimulai dengan palungan dan diakhiri dengan salib.

Petrus mengatakan bahwa karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kita pun harus mempersenjatai diri dengan pikiran yang demikian (1 Ptr. 4:1). Kita harus mempunyai pikiran yang kuat untuk menderita. Setelah saya diselamatkan, saya segera berdoa, "Allah, mulai hari ini saya mau Engkau. Saya tidak mau yang lain. Seluruh hidup saya akan saya habiskan untuk memberitakan Injil-Mu. Saya akan membawa Alkitab dan puas dengan minum air dari bukit serta makan akar pohon." Itulah awal kehidupan kristiani saya. Saya siap untuk menderita demi kesenangan Tuhan, itulah sebabnya sampai hari ini, setelah kurang lebih tujuh puluh tahun, tidak ada kemiskinan atau pun penderitaan yang pernah menyandung saya. Kita harus mempersenjatai diri kita dengan pikiran semacam itu, tetapi hal ini tidak seharusnya berasal dari keberanian alamiah kita. Inilah mengikuti Tuhan Yesus Kristus yang menempuh jalan sempit dari palungan dan salib.

I. DALAM MASA KECIL-NYA

Masa kecil Tuhan memperlihatkan dua perkara: Ia berbaring dalam palungan (Luk. 2:7-16) dan Ia melarikan diri dari penentang-penentang-Nya.

A. Berbaring dalam Palungan

Seorang bayi dalam palungan melambangkan keadaan yang kecil dan hina, suatu tanda dari kehidupan Manusia Juruselamat (Luk. 2:12).

B. Melarikan Diri dari Penentang-penentang-Nya

Ia lari dari tanah Israel ke Mesir (Mat. 2:1-15), dan dari Mesir kembali ke tanah Israel (ayat 16-21). Kemudian Ia lari dari Betlehem ke Galilea dan menetap di Nazaret (ayat 22-23). Galilea adalah propinsi yang terhina. Ia dikenal sebagai seorang Nazaret. Julukan-Nya sebagai "orang Nazaret" dikarenakan Ia lari ke desa Nazaret yang tidak berarti. Saya ingin membantu kaum muda di bawah pelatihan kita untuk melihat model kehidupan manusia Allah pertama. Kita bukan melatih Anda menjadi pangeran-pangeran untuk pergi ke kota-kota besar. Kita melatih Anda untuk lari. Kedatangan saya ke Amerika Serikat adalah pelarian saya. Di Amerika Serikat, saya mempunyai kebebasan berbicara untuk melayankan (minister) semua yang telah Tuhan tunjukkan kepada saya demi penyebaran pemulihan Tuhan.

II. DALAM MASA MUDA-NYA

A. Di sunat pada Hari Kedelapan dan Dikuduskan kepada Tuhan

Pada masa mudanya, Tuhan Yesus disunat pada hari kedelapan untuk menanggalkan daging-Nya dan dikuduskan kepada Tuhan (Luk. 2:21-24; Kol. 2:11). Sunat adalah tanda bahwa kita tidak boleh hidup oleh daging kita. Pada aspek negatif, Tuhan disunat. Pada aspek positif, Ia dipersembahkan kepada Tuhan untuk pengudusan-Nya.

B. Kesaksian Simeon

Demikian juga dengan Simeon, seorang yang menantikan penghiburan bagi Israel, bernubuat untuk Maria ibu Tuhan,_"Sesungguhnya Anak ini ditentukan [oleh Allah] untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan--dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri--supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang." (Luk. 2:25, 34-35). Sejak muda, Tuhan menjadi tanda yang menim-bulkan perbantahan, sasaran kritik orang. Jika kita sungguh-sungguh menganggap diri kita adalah manusia-manusia Allah, kita akan menjadi pusat pembicaraan orang. Apa yang mereka bicarakan mengenai kita akan mengungkapkan pertimbangan-pertimbangan dalam hati mereka.

C. Bertambah Besar dan Menjadi Kuat

Manusia Allah yang pertama bertambah besar dan menjadi kuat; Ia penuh hikmat (mengacu kepada keilahian-Nya), dan anugerah Allah (mengacu kepada anugerah Allah dalam keinsanian-Nya) ada pada-Nya (Luk. 2:40). Kita harus berharap agar anak-anak kita bertumbuh demikian.

D. Memikirkan Perkara-perkara Mengenai Rumah Bapa-Nya

Pada usia dua belas, Ia berkata kepada orang tua-Nya, "Aku harus memikirkan perkara-perkara Bapa-Ku," atau, "Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku" (Luk. 2:49). Sejak awal, pada usia dua belas tahun, manusia Allah pertama memikirkan perkara-perkara Bapa-Nya, yaitu memikirkan perkara-perkara mengenai rumah Bapa-Nya. Perkara-perkara mengenai rumah Bapa-Nya itu adalah gereja yang menghasilkan Tubuh Kristus, yang akan merampungkan Yerusalem Baru untuk penggenapan ekonomi kekal Allah. Dalam ekonomi kekal Allah, intinya adalah rumah-Nya. Rumah-Nya adalah gereja hari ini, gereja ini menghasilkan Tubuh Kristus, dan Tubuh Kristus menghasilkan Yerusalem Baru. Ketika Tuhan baru berumur dua belas tahun, Ia sangat memperhatikan ekonomi Allah. Yerusalem Baru adalah kesimpulan total dari enam puluh enam kitab dalam Alkitab. Kota kudus ini justru adalah organisme dari Allah Tritunggal, tersusun atas Allah Tritunggal dengan umat tebusan-Nya.

Allah itu penuh pemikiran dan tujuan. Ia memiliki hasrat hati sebagai perkenan-Nya, karena itu Ia membuat suatu ekonomi. Dalam 1 Timotius 1:3-4 Paulus memberi tahu Timotius untuk menyuruh orang-orang tertentu agar tidak mengajarkan ajaran lain selain ekonomi Allah (tertib hidup keselamatan-Tl.). Dalam Efesus 3 kita dapat melihat apakah ekonomi Allah itu. Ekonomi Allah adalah rencana-Nya untuk membagikan kekayaan-kekayaan Kristus yang tidak terduga kepada orang-orang sehingga menghasilkan gereja (ayat 8-11). Gereja menghasilkan Tubuh Kristus, dan Tubuh Kristus terampung dalam Yerusalem Baru. Yerusalem Baru adalah Tubuh Kristus yang rampung dan totalitas dari ekonomi Allah. Kita hidup di sini adalah untuk hal ini. Kita memperhatikan rumah Bapa yang juga diperhatikan oleh Tuhan ketika Ia berumur dua belas tahun.

E. Bertambah Hikmat-Nya dan Besar-Nya

Tuhan Yesus bertambah hikmat-Nya (mengacu kepada keilahian-Nya) dan besar-Nya (mengacu kepada keinsanian-Nya dalam perawakan dan usia) dan dalam anugerah yang ternyata di dalam Dia di depan Allah dan manusia (Luk. 2:52). Ia bertumbuh dengan cara demikian sewaktu masa kanak-kanak-Nya. Tetapi hari ini, sebagai manusia-manusia Allah, kita semua harus bertumbuh dengan cara demikian.

III. SELAMA MASA SUNYI (DIAM)

DI ANTARA USIA DUA BELAS DAN USIA TIGA PULUH

A. Bertumbuh sebagai Taruk di hadapan Yehova dan sebagai Tunas dari Tanah Kering

Tuhan menjadi tunas dari tanah kering (Yes. 53:2a), hal ini berarti Ia berasal dari keluarga yang miskin.

B. Tidak Tampan dan Tidak Semarak

Tidak tampan dan semarak-Nya pun tidak ada sehingga kita memandang Dia, dan rupa pun tidak sehingga kita menginginkan-Nya (Yes. 53:2b), menandakan bahwa status maupun perawakan-Nya tidak tampan dan tidak semarak.

C. Dihina dan Dihindari Orang

Dia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; Ia sangat dihina, tidak dihargai oleh siapa pun (sehingga orang menutup mukanya terhadap Dia dan bagi kita pun Dia tidak masuk hitungan-LAI) (Yes. 53:3).

D. Begitu Buruk Rupa-Nya

Tidak Seperti Manusia Lagi

Begitu buruk rupa-Nya, bukan seperti manusia lagi, dan tampaknya bukan seperti anak manusia lagi (Yes. 52:14).

E. Dicobai namun Tanpa Dosa

Sama seperti kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa (Ibr. 4:15b; 2:18).

Semua keadaan dan kondisi yang disebutkan di atas membuat orang-orang menjadi diam dan tidak menonjol dalam masyarakat. Jika Anda berada dalam keadaan dan kondisi seperti itu, Anda harus diam karena tidak seorang pun menghormati atau menghargai Anda. Menjadi seorang yang sangat aktif dalam masyarakat, memasyarakat itu berbahaya. Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Ia tidak mempunyai bahaya semacam itu. Ia dihina, penampilan-Nya tidak diinginkan, dan tidak dihargai oleh manusia mana pun.

F. Allah Belum Memberi-Nya Amanat

Meskipun Tuhan prihatin akan rumah Allah ketika Ia berusia dua belas tahun, Allah belum memberi-Nya amanat untuk menunaikan ministri demi merampungkan ekonomi kekal-Nya dalam mengurus rumah Allah yang menghasilkan Tubuh Kristus, merampungkan Yerusalem Baru. Manusia bergerak terlalu cepat, tetapi Allah sabar. Ia memberi tahu Adam bahwa Ia akan datang sebagai benih perempuan untuk meremukkan Satan, tetapi Ia baru datang empat ribu tahun kemudian. Ketika Tuhan Yesus dilahirkan, itulah penggenapan janji Allah kepada Adam dalam Kejadian 3:15.

G. Ministri Sejati Perlu Usia yang Matang

Banyak pelayan Allah tidak dapat mentoleransi kesunyian (keheningan) semacam itu, karena itu mereka gagal menghadapi ujian Allah tersebut. Ministri sesungguhnya untuk memperhatikan rumah Allah yang menghasilkan Tubuh Kristus memerlukan kematangan usia (Bil. 4:3). Semakin Anda matang, Anda akan semakin bijaksana. Para penatua seharusnya adalah saudara-saudara yang telah bertumbuh sampai tingkat kematangan tertentu. Dengan demikian, mereka bersyarat menjadi para penatua. Saya berharap semua orang muda akan dilatih untuk terus bertumbuh menurut model, prototipe manusia Allah pertama.