DIBAWAH PEMBERIAN MAKAN DAN PENGGEMBALAAN KRISTUS YANG ORGANIK SEBAGAI GEMBALA YANG BAIK
Pembacaan alkitab:
Yoh. 11:25; 14:6; 10:10b-11, 14, 16; 21:15-17;
Ef. 4:11-13; 1 Ptr. 5:4; Ibr. 13:20; 1 Ptr. 2:25, 2; 1 Kor. 3:2;
Ibr. 5:13-14; 1 Tes. 2:7; Ef. 5:29; Kol. 1:28; Ef. 6:17;
1 Kor. 12:11; Ef. 4:4; 1 Ptr. 5:2; Kis. 20:28
GARIS BESAR
I. Injil Yohanes, sebagai Injil hayat, mewahyukan kepada kita bahwa Kristus bukan hanya hayat (11:25; 14:6) agar Dia dapat menjadi hayat kita sehingga melalui Dia kita dapat dilahirkan kembali oleh Allah, tetapi Kristus juga adalah Gembala yang baik (10:10b-11, 14, 16) yang memberi makan dan menggembalakan kita sebagai kawanan domba-Nya.
II. Setelah kelahiran rohani mereka, sebagai bayi yang baru lahir, kaum beriman perlu pemberian makan dan penggembalaan dari Kristus, sama seperti Ia menyuruh Petrus, rasul pertama-Nya, untuk memperhatikan kaum beriman sebagai anak domba dan domba-Nya dengan memberi mereka makan dan menggembalakan mereka.
III. Dalam kehidupan gereja, Kristus sebagai sang Kepala menyalurkan karunia-karunia-Nya kepada orang-orang yang matang, di antaranya adalah kepada gembala-gembala untuk penyempurnaan orang-orang kudus dan pembangunan Tubuh Kristus -- Ef. 4:11-12.
IV. Kristus, yang adalah Penebus, Juruselamat, dan hayat kaum beriman, menjadi Gembala Kepala (1 Ptr. 5:4) dan Gembala Agung (Ibr. 13:20), yang menggembalakan kaum beriman-Nya sebagai Penilik mereka (1 Ptr. 2:25).
V. Penggembalaan meliputi pemberian makan, khususnya saat memperhatikan orang-orang yang baru lahir, dan untuk pemberian makan orang-orang yang baru lahir, susu adalah yang terbaik (1 Ptr. 2:2; 1 Kor. 3:2a; Ibr. 5:13); rasul Paulus mengumpamakan dirinya sendiri seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat (1 Tes. 2:7).
VI. Baik pemberian makan maupun penggembalaan adalah untuk pertumbuhan manusia Allah dalam hayat ilahi Allah bagi keselamatan mereka sehari-hari -- 1 Ptr. 2:2b.
VII. Pemberian makan oleh para gembala bukan hanya untuk pertumbuhan sampai kepada keselamatan sehari-hari kaum beriman tetapi juga sampai kepada kematangan mereka dalam hayat ilahi yang diperlukan agar manusia Allah dapat dibangun di dalam Tubuh Kristus -- Ibr. 5:14; Ef. 4:12-13.
VIII. Kristus sebagai Kepala dari Tubuh merawat dan mengasuh kita (Ef. 5:29). Penggembalaan Kristus meliputi perawatan dan pengasuhan; perawatan adalah untuk memberi kita makan; dan pengasuhan adalah untuk menghibur kita, menyejukkan kita, memelihara kita dengan kasih yang lembut, dan membantu perkembangan kita dengan perhatian yang lembut. Semua ini adalah untuk membantu kita bertumbuh dalam hayat ilahi sehingga kita dapat bertumbuh sepenuhnya dan matang dalamnya (Kol. 1:28; Ef. 4:13).
IX. Pemberian makan Kristus adalah untuk pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi, dan pertumbuhan manusia Allah dalam hayat ilahi adalah untuk pernyataan fungsi-fungsi mereka dalam Tubuh Kristus.
X. Pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi adalah melalui makan firman Allah, yang juga adalah Roh Allah (Ef. 6:17), dan pernyataan fungsi kaum beriman dalam Tubuh Kristus juga adalah oleh Roh itu (1 Kor. 12:11); karena itu, pemberian makan dari Kristus pada akhirnya berkaitan dengan Roh itu yang mutlak bagi Tubuh Kristus (Ef. 4:4) untuk merampungkan sasaran akhir dari ekonomi kekal Allah.
XI. Pemberian makan dan penggembalaan dari Kristus yang demikian harus menjadi tanggung jawab para penatua bagi gereja-gereja (1 Ptr. 5:2; Kis. 20:28) dan harus merupakan bagian terbesar dari fungsi kelompok vital kita hari ini.
Dalam berita sebelumnya, kami telah menunjukkan bahwa Allah bahkan dari kekekalan telah jatuh cinta kepada manusia. Perkenan Allah adalah untuk menjadi satu dengan manusia, membuat diri-Nya sendiri menjadi manusia, dan membuat manusia menjadi diri-Nya dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Untuk merampungkan perkenan-Nya, Allah menciptakan tiga hal penting bagi manusia. Pertama, Ia menciptakan manusia menurut gambar-Nya, membuat manusia menjadi duplikat-Nya; kedua, Ia menciptakan roh dalam diri manusia; dan ketiga, Ia meletakkan kekekalan dalam hati manusia. Istilah kekekalan dapat juga diterjemahkan menjadi "zaman". Amplified Bible memberikan terjemahan yang menakjubkan bagi ayat dalam pengkhotbah 3:11 ini dengan mengatakan bahwa kekekalan dalam hati manusia menunjukkan suatu rasa damba yang ditanamkan secara ilahi yang bekerja dari zaman ke zaman dan yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun di bawah langit ini kecuali oleh Allah.
Setelah penciptaan-Nya atas manusia, Allah meletakkan manusia di depan pohon kehidupan, tetapi jalan menuju pohon kehidupan telah ditutup karena kejatuhan manusia. Kemudian Kristus yang tersalib menjadi jalan yang dibuka kembali bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon kehidupan. Ketika manusia menerima hayat Allah, ia dilahirkan kembali. Kelahiran kembali adalah untuk menghasilkan anak-anak Allah. Penggembalaan adalah untuk merawat anak-anak melalui memberi mereka makan. Setelah penggembalaan, berlangsunglah pengudusan watak dan pembaruan, pengubahan dan pembangunan, serta penyerupaan kepada gambaran Putra sulung Allah dan pemuliaan. Inilah kedelapan butir dari keselamatan organik Allah.
Keselamatan organik Allah adalah keselamatan-Nya oleh hayat-Nya. Aliran hayat batin dimulai dari Madame Guyon dan aliran mistik lain. William Law mengembangkan tulisan-tulisan mistis ini, kemudian Andrew Murray menggunakan tulisan-tulisan William Law. Nyonya Penn-Lewis yang menerima bantuan dari tulisan-tulisan Andrew Murray melanjutkan untuk melihat kematian Kristus yang subjektif. Setelah dia, T. Austin-Spark melihat prinsip-prinsip hayat dalam kebangkitan. Tetapi, semua orang kudus dalam aliran hayat batin ini tidak pernah mempertimbangkan penggembalaan Tuhan sebagai bagian dari keselamatan organik Tuhan.
Pekerjaan penggembalaan adalah untuk memberi makan. Pemberian makan adalah urusan seorang ibu yang merawat. Setelah orang tua melahirkan anak-anak, mereka harus memberinya makan sehingga anak-anak itu dapat hidup. Pemberian makan adalah bagian dari keselamatan organik Allah. Dalam kehidupan manusia Allah, pertama-tama kita dilahirkan dari Allah melalui kelahiran kembali. Kemudian kita berada di bawah pemberian makan dan penggembalaan Kristus sebagai Gembala yang baik. Setelah kelahiran, kita perlu pemberian makan untuk maju dalam hayat.
Penggembalaan dan pemberian makan adalah bagian dari kehidupan manusia Allah. Manusia Allah justru adalah kaum beriman. Dalam berita ini saya menggunakan istilah kaum beriman dan manusia Allah secara bergantian dengan pengertian yang sama. Dalam Perjanjian Baru, kita tidak dapat menemukan istilah manusia Allah, tetapi persamaan dari manusia Allah adalah anak-anak Allah. (Anak-anak Allah digunakan sepuluh kali dalam Perjanjian Baru). Yohanes 1:12 mengatakan, "Namun semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." Roma 8:16 mengatakan, "Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita bahwa kita adalah anak-anak Allah." Anak-anak Allah adalah manusia-manusia Allah.
Dalam berita pertama, kita melihat bahwa anak-anak Allah termasuk spesies Allah. Satu spesies adalah satu kerajaan. Ada kerajaan tanaman, kerajaan binatang, kerajaan manusia, dan kerajaan Allah. Yohanes 3 mengatakan, ketika kita dilahirkan dari Allah, kita melihat dan masuk ke dalam kerajaan Allah (ayat 3, 5). Istilah kerajaan di sini mengacu kepada alam organik, spesies organik, bukan wilayah pemerintahan. Tuhan memberi tahu Nikodemus jika ia tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat atau memahami kerajaan Allah. Siapa yang dapat mengerti kerajaan singa jika ia bukan singa? Jika Anda dilahirkan dari singa dan menjadi singa kecil, maka dengan segera Anda melihat dan mengerti akan kerajaan singa. Melihat berarti memahami secara batin.
Begitu kita dilahirkan ke dalam kerajaan Allah untuk menjadi anak-anak Allah, manusia-manusia Allah, kita perlu pemberian makan. Kita tidak seharusnya mengira bahwa setiap manusia Allah itu dewasa sepenuhnya. Manusia Allah juga memulai kehidupan rohani mereka sebagai bayi-bayi. Walaupun demikian, sampai seberapa kematangan rohani kita, kita semua masih perlu pemberian makan dan penggembalaan organik dari Kristus.
I. KRISTUS MENJADI GEMBALA YANG BAIK
Injil Yohanes, sebagai Injil hayat, mewahyukan kepada kita bahwa Kristus bukan hanya hayat (11:25; 14:6) agar Dia dapat menjadi hayat kita sehingga melalui Dia kita dapat dilahirkan kembali oleh Allah, tetapi juga adalah Gembala yang baik (10:10b-11, 14, 16) yang memberi makan dan menggembalakan kita sebagai kawanan domba-Nya. Dalam Kitab Kidung Agung, Tuhan menyuruh pengasih-pengasih-Nya pergi ke tempat Ia menggembalakan domba-domba-Nya dengan mengikuti jejak-jejak kawanan domba-Nya (1:7-8). Kemudian, Ia juga menggembalakan kawanan domba-Nya di antara bunga bakung, yaitu di antara orang-orang yang mencari Tuhan dan menempuh hidup yang bersandar kepada Allah dengan hati yang murni (2:16; 6:3).
II. ANAK-ANAK ALLAH PERLU PEMBERIAN MAKAN
DAN PENGGEMBALAAN DARI KRISTUS
Setelah kelahiran rohani mereka, sebagai bayi yang baru lahir, anak-anak Allah perlu pemberian makan dan penggembalaan dari Kristus, sama seperti Ia menyuruh Petrus, rasul pertama-Nya, untuk memperhatikan kaum beriman sebagai anak domba dan domba-Nya dengan memberi mereka makan dan menggembalakan mereka (Yoh. 21:15-17). Yohanes 21 adalah tambahan untuk Injil Yohanes. Dalam tambahan ini, Kristus datang dalam kebangkitan kepada para rasul untuk menyuruh Petrus memberi makan anak-anak domba Tuhan dan menggembalakan domba-domba-Nya.
III. PENGGEMBALAAN UNTUK PENYEMPURNAAN ORANG-ORANG KUDUS
Dalam kehidupan gereja, Kristus sebagai sang Kepala menyalurkan karunia-karunia-Nya kepada orang-orang yang matang, di antaranya adalah kepada gembala-gembala, untuk penyempurnaan orang-orang kudus dan pembangunan Tubuh Kristus (Ef. 4:11-12). Kita semua perlu beberapa gembala untuk datang menyempurnakan kita. Hal ini diperlukan untuk kelompok vital. Kelompok-kelompok vital haruslah kelompok-kelompok manusia Allah.
IV. KRISTUS MENJADI GEMBALA KEPALA DAN GEMBALA AGUNG
Kristus, yang adalah Penebus, Juruselamat, dan hayat kaum beriman, menjadi Gembala Kepala (1 Ptr. 5:4) dan Gembala Agung (Ibr. 13:20), yang menggembalakan kaum beriman-Nya sebagai penilik mereka (1 Ptr. 2:25). Gembala Kepala adalah sebutan yang diberikan oleh Petrus; Gembala Agung adalah sebutan yang diberikan oleh Paulus. Semua orang beriman Allah harus berada di bawah satu Gembala ini, yaitu Gembala yang memperhatikan kaum beriman sebagai penilik mereka. Gereja-gereja begitu lemah karena mereka tidak mempunyai kelompok vital dengan Kristus sebagai Gembala Kepala dan Penilik. Saya harap bahwa dalam beberapa tahun mendatang ini kita akan melaksanakan kelompok vital yang diperbarui dengan unsur-unsur pemberian makan dan penggembalaan. Jika kita tidak tahu bagaimana memberi makan dan menggem-balakan orang lain, kita tidak dapat memiliki kelompok vital.
V. PENGGEMBALAAN MELIPUTI PEMBERIAN MAKAN
Penggembalaan meliputi pemberian makan, khususnya saat memperhatikan orang-orang yang baru lahir, dan untuk pemberian makan orang-orang yang baru lahir, susu adalah yang terbaik (1 Ptr. 2:2; 1 Kor. 3:2a; Ibr. 5:13); rasul Paulus mengumpamakan dirinya sendiri seperti seorang ibu yang mengasuh dan merawat (1 Tes. 2:7).
VI. UNTUK PERTUMBUHAN MANUSIA-MANUSIA ALLAH DALAM HAYAT ILAHI
Baik pemberian makan maupun penggembalaan adalah untuk pertumbuhan manusia Allah dalam hayat ilahi Allah bagi keselamatan mereka sehari-hari (1 Ptr. 2:2b). Kita perlu keselamatan organik Allah untuk menjadi keselamatan kita sehari-hari. Satu Petrus 2:2 mengatakan bahwa bayi-bayi yang baru lahir damba akan susu dari firman Allah sehingga mereka dapat bertumbuh sampai kepada keselamatan, keselamatan mereka sehari-hari. Kita perlu diselamatkan dari perkara-perkara seperti marah-marah, mengkritik orang lain, menganiaya orang lain, dan bahkan berdusta. Kita perlu diselamatkan setiap hari dari praktek-praktek dosa seperti itu. Kita dapat diselamatkan melalui diberi makan dengan susu dari firman.
Bahkan dalam kitab yang begitu luar biasa dan dalam seperti Kitab Efesus, Paulus mengatakan bahwa orang yang mencuri janganlah ia mencuri lagi (4:28). Kitab yang begitu tinggi dan dalam masih memberikan perintah yang demikian rendah. Jika ada pencuri di tengah-tengah kita, maka kita akan merasa bahwa ia belum diselamatkan. Tetapi Paulus menunjukkan bahwa kaum beriman yang seperti itu perlu keselamatan sehari-hari. Mereka perlu menggunakan Efesus 4:28 untuk penyegaran pagi, "orang yang mencuri janganlah ia mencuri lagi."
Dalam kitab Efesus, Paulus juga membicarakan menghormati orang tua (6:1-3). Semua orang muda di antara kita perlu perkataan ini. Berapa pun umur seseorang, ia masih harus menghormati orang tuanya. Seorang saudara berbicara kepada anak-anaknya sendiri dengan cara tertentu, tetapi kepada orang tuanya dengan cara lain. Cara kita berbicara kepada orang tua kita haruslah penuh hormat. Di zaman ini, ada anak-anak yang memanggil orang tuanya dengan nama kecil mereka. Ini bukan cara berbicara kepada orang tua dengan penuh hormat dan penghargaan. Untuk dosa-dosa seperti itu dalam kehidupan sehari-hari, kita perlu keselamatan setiap hari melalui makan susu dari firman. Dengan demikian kita dapat bertumbuh sampai kepada keselamatan sehari-hari.
VII. PEMBERIAN MAKAN PARA GEMBALA ADALAH
UNTUK KEMATANGAN KAUM BERIMAN DALAM HAYAT ILAHI
Pemberian makan oleh para gembala bukan hanya untuk pertumbuhan sampai kepada keselamatan sehari-hari kaum beriman tetapi juga sampai kepada kematangan mereka dalam hayat ilahi. Hal ini diperlukan agar manusia Allah dapat dibangun di dalam Tubuh Kristus (Ibr. 5:14; Ef. 4:12-13). Setelah mengamati orang-orang kudus selama bertahun-tahun, saya bertanya-tanya bagaimana Tubuh Kristus dapat dibangun. Beberapa penatua begitu kuat, sedangkan yang lain begitu lemah. Keduanya salah. Jika seorang penatua terlalu kuat atau terlalu lemah, ia tidak layak menjadi penatua. Hanya mereka yang lembut, tidak terlalu kuat, dan tidak terlalu lemah, yang layak menjadi penatua. Beberapa saudara sangat bagus, tetapi mereka tidak suka berbicara dengan yang lain. Karena mereka mengenal Tuhan dan kebenaran, mereka seharusnya menjadi anggota-anggota yang kuat dalam kelompok-kelompok vital, tetapi mereka tidak pernah berbicara. Beberapa di antara kita begitu kuat dan yang lain begitu lemah. Akibatnya, tidak ada pembangunan. Tidak ada pembangunan karena kita tidak memperhidupkan kehidupan manusia Allah. Kehidupan manusia Allah akan membuat kita cocok untuk dibangun dalam Tubuh Kristus. Kehidupan ini adalah hasil dari kita diberi makan susu firman sehingga kita dapat bertumbuh dalam kehidupan kita sehari-hari sampai kepada keselamatan.
VIII. PERAWATAN DAN PENGASUHAN
Kristus sebagai Kepala dari Tubuh merawat dan mengasuh kita (Ef. 5:29). Penggembalaan Kristus meliputi perawatan dan pengasuhan; perawatan adalah untuk memberi kita makan; dan pengasuhan adalah untuk menghibur kita, menyejukkan kita, memelihara kita dengan kasih yang lembut, dan membantu perkembangan kita dengan perhatian yang lembut. Semua ini adalah untuk membantu kita bertumbuh dalam hayat ilahi sehingga kita dapat bertumbuh sepenuhnya dan matang dalamnya (Kol. 1:28; Ef. 4:13). Mengasuh orang-orang membuat mereka bahagia. Dalam kehidupan gereja, kadang-kadang kita harus membuat orang-orang bahagia di dalam Tuhan.
IX. PERNYATAAN FUNGSI DALAM TUBUH KRISTUS
Pemberian makan Kristus adalah untuk pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi, dan pertumbuhan manusia Allah dalam hayat ilahi adalah untuk pernyataan fungsi-fungsi mereka dalam Tubuh Kristus.
X. PEMBERIAN MAKAN DARI KRISTUS BERKAITAN ERAT DENGAN ROH ITU,
YANG MUTLAK BAGI TUBUH KRISTUS
Pertumbuhan kaum beriman dalam hayat ilahi adalah melalui makan firman Allah yang juga adalah Roh Allah (Ef. 6:17), dan pernyataan fungsi kaum beriman dalam Tubuh Kristus juga adalah melalui Roh itu (1 Kor. 12:11); karena itu, pemberian makan dari Kristus pada akhirnya berkaitan dengan Roh itu yang mutlak bagi Tubuh Kristus (Ef. 4:4) untuk merampungkan sasaran akhir dari ekonomi kekal Allah. Apa pun yang kita lakukan saat menggembalakan dan memberi makan orang lain berhubungan dengan Roh itu. Semua kehidupan manusia Allah berkaitan dengan Roh itu, maka kita harus menjadi manusia-manusia Roh. Hanya manusia Roh yang dapat mempunyai kehidupan manusia Allah yang tepat.
XI. TANGGUNG JAWAB PARA PENATUA
DAN BAGIAN TERBESAR DARI FUNGSI KELOMPOK VITAL
Pemberian makan dan penggembalaan dari Kristus yang demikian harus menjadi tanggung jawab para penatua bagi gereja-gereja (1 Ptr. 5:2; Kis. 20:28) dan harus menjadi bagian terbesar dari fungsi kelompok vital kita hari ini. Jika seseorang tidak tahu bagaimana memberi makan dan menggembalakan orang lain, ia tidak layak untuk menjadi seorang penatua. Tanggung jawab seorang penatua adalah memberi makan dan menggembalakan orang-orang kudus, dan bagian terbesar dari fungsi kelompok vital hari ini juga adalah memberi makan dan menggembalakan. Pemberian makan dan penggembalaan memerlukan waktu dan membutuhkan kesabaran. Kita harus mempunyai kesabaran dan ketabahan untuk melaksanakan kelompok vital. Kita tidak seharusnya mengharapkan buah dalam waktu cepat. Buah yang didapat dalam waktu cepat akan cepat datang dan cepat pula pergi. Kita harus meluangkan waktu untuk memberi makan dan menggembalakan orang lain. Inilah yang sedang Tuhan lakukan terhadap kita.
Bahkan hari ini, sebagai pengikut Kristus yang tua, saya perlu pemberian makan dan penggembalaan-Nya. Saya menyadari bahwa hanya sedikit orang yang memahami penderitaan saya karena usia saya. Satu-satunya yang tahu penderitaan saya adalah Kristus, karena itu saya memerlukan-Nya untuk menggembalakan dan memberi saya makan. Ia adalah Gembala Kepala dan Gembala Agung saya. Kita semua perlu berada di bawah pemberian makan dan penggembalaan organik dari Kristus dan menjadi satu dengan Dia untuk memberi makan dan menggembalakan orang lain.