← Daftar isi Kehidupan Manusia Allah · bab 1/17

DILAHIRKAN DARI ALLAH MELALUI KELAHIRAN KEMBALI

Pembacaan Alkitab:

Yoh. 3:16; Ef. 1:5, 9; Kej. 1:26; Ams. 20:27;

Kej. 2:7; Pkh. 3:11; Kej. 2:9; 3:24; Yoh. 14:6; Ibr. 10:19-20;

Yoh. 1:1-5, 11-13; 3:6b, 3, 5

GARIS BESAR

I. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya mereka dapat menerima Dia melalui percaya ke dalam Dia untuk memiliki hidup (hayat) yang kekal-hayat ilahi -- Yoh. 3:16.

II. Perkenan-Nya adalah menjadi satu dengan manusia dan membuat manusia menjadi sama dengan Dia dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya -- Ef. 1:5, 9.

III. Ia menciptakan manusia:

A. Menurut rupa dan gambar-Nya -- Kej. 1:26.

B. Memiliki roh (nafas hidup-roh manusia -- Ams. 20:27) agar manusia dapat menerima dan menampung Dia sehingga manusia dapat hidup oleh-Nya sebagai hayat (dilambangkan oleh pohon kehidupan) dan segala sesuatu manusia -- Kej. 2:7.

C. Memberikan (menanamkan) kekekalan dalam hati manusia (rasa damba yang ditanamkan secara ilahi yang bekerja dari zaman ke zaman dan tidak dapat dipuaskan oleh apa pun di bawah langit ini kecuali Allah) -- Pkh. 3:11.

D. Meletakkan manusia di depan pohon kehidupan (melambangkan Allah, Pencipta manusia, untuk menjadi hayat manusia) -- Kej. 2:9.

IV. Jalan bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon kehidupan telah ditutup karena kejatuhan manusia oleh:

A. Kemuliaan Allah, dilambangkan dengan kerub.

B. Kekudusan Allah, dilambangkan dengan api yang menyala-nyala.

C. Kebenaran Allah, dilambangkan dengan pedang yang menyambar-nyambar -- Kej. 3:24.

V. Dalam Perjanjian Baru, jalan yang tertutup ini telah dibuka oleh Tuhan melalui kematian-Nya yang menggenapkan semua tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan kebenaran Allah. Karena itu, sekarang Kristus yang tersalib menjadi jalan yang dibuka kembali bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon hayat -- Yoh. 14:6; Ibr. 10:19-20.

VI. Cara manusia Allah dilahirkan dari Allah melalui kelahiran kembali:

A. Dalam penciptaan atas segala sesuatu, Kristus sebagai Firman Allah adalah hayat ilahi -- Yoh. 1:1-4.

B. Hayat ilahi ini dalam Kristus adalah terang manusia, menyinari manusia dalam kegelapan dengan hayat ilahi -- Yoh. 1:4-5.

C. Siapa saja yang menerima pancaran terang ini dan percaya ke dalam Kristus sebagai Firman Allah yang mengandung hayat ilahi Allah akan menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah -- Yoh. 1:11-12.

D. Mereka bukan dilahirkan dari darah (hayat fisik), juga bukan dari keinginan daging (keinginan manusia yang jatuh setelah manusia menjadi daging), atau dari keinginan seorang laki-laki (keinginan manusia yang diciptakan oleh Allah), tetapi dari Allah yang adalah sumber hayat dan mata air hayat -- Yoh. 1:13.

E. Semua anak-anak ini adalah manusia-manusia Allah yang dilahirkan oleh Allah.

F. Mereka dilahirkan kembali dari Allah Roh untuk menjadi roh-roh--allah-allah (Yoh. 3:6b) termasuk spesies Allah untuk melihat dan masuk ke dalam kerajaan Allah (Yoh. 3:3, 5).

Dalam seri berita ini, kita akan melihat kehidupan manusia Allah. Kehidupan manusia Allah ini adalah delapan butir utama dari keselamatan Kristus yang organik: kelahiran kembali, penggembalaan, pengudusan watak, pembaruan, pengubahan, pembangunan, penyerupaan, dan pemuliaan. Menjamah kehidupan manusia Allah berarti menjamah kedelapan butir utama ini. Awal dari kehidupan manusia Allah ini adalah diri kita dilahirkan oleh Allah melalui kelahiran kembali. Kita perlu awal khusus untuk memiliki kehidupan jenis tertentu. Kehidupan pasti dimulai dengan kelahiran

I. ALLAH MENGASIHI DUNIA

SEHINGGA MEREKA DAPAT MEMPUNYAI HAYAT KEKAL

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, sehingga mereka dapat menerima Dia melalui percaya ke dalam Dia untuk memiliki hidup (hayat) yang kekal-hayat ilahi (Yoh. 3:16). Yohanes 3:16 mengatakan bahwa kasih Allah begitu besar. Allah begitu mengasihi dunia ini sampai suatu taraf sehingga Ia memberikan Putra tunggal-Nya kepada kita. Maksudnya adalah agar kita percaya kepada Dia dan menerima Dia sehingga kita dapat mempunyai hayat kekal. Hayat kekal adalah tujuan dari kasih Allah kepada kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi anak-anak-Nya yang membentuk gereja, menghasilkan Tubuh Kristus, dan terampung dalam Yerusalem Baru. Hal ini menyatukan kasih Allah dengan Yerusalem Baru. Kasih Allah berkaitan dengan Yerusalem Baru yang merupakan perampungan sempurna kasih Allah.

II. PERKENAN-NYA

Perkenan Allah adalah menjadi satu dengan manusia dan membuat manusia menjadi sama dengan Dia dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan-Nya (Ef. 1:5, 9). Efesus 1:5 mengatakan bahwa Allah menentukan kita dari semula sampai kepada keputraan sesuai dengan perkenan kehendak-Nya (Allah menentukan kita dari semula untuk menjadi anak-anak-Nya sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya-LAI). Sampai kepada keputraan berarti menjadikan kita putra-putra. Allah menentukan kita dari semula, menandai kita sebelum dunia dijadikan sehingga kita dapat dibuat menjadi putra-putra-Nya menurut perkenan-Nya. Jika kita bertanya, "Allah Bapa, apakah perkenan-Mu?" Ia akan mengatakan, "Perkenan-Ku adalah membuat diri-Ku satu denganmu dan menjadikanmu putra-putra-Ku."

Efesus 1:9 juga membicarakan perkenan Allah yang Ia tetapkan dalam diri-Nya sendiri. Allah mempunyai beberapa rencana untuk digenapkan dan rencana ini adalah memiliki gereja sebagai Tubuh Kristus yang rampung dalam Yerusalem Baru. Kita perlu seluruh Alkitab untuk memahami satu ayat Alkitab dalam kitab Efesus ini. Perkenan Allah adalah untuk mendapatkan kita menjadi putra-putra-Nya, dan pada akhirnya, semua putra ini akan merampungkan Yerusalem Baru dengan sempurna. Kita tidak boleh melupakan butir-butir ini-pertama, Allah mengasihi kita; dan kedua, Ia mempunyai perkenan. Menurut wahyu Alkitab, perkenan Allah adalah memiliki banyak putra dan semua putra yang banyak ini terampung sebagai Yerusalem Baru.

III. PENCIPTAAN-NYA ATAS MANUSIA

Berkenaan dengan perkenan-Nya untuk memiliki banyak putra sebagai Yerusalem Baru, Ia menciptakan manusia secara khusus.

A. Menurut Gambar dan Rupa-Nya

Berdasarkan Kejadian 1:26, Allah menciptakan manusia menurut rupa dan gambar-Nya.

B. Memiliki Roh agar Manusia Dapat Menerima dan Menampung Dia

Selanjutnya, Allah menciptakan manusia yang memiliki roh agar manusia dapat menerima dan menampung Dia sehingga manusia dapat hidup oleh-Nya sebagai hayat (dilambangkan oleh pohon kehidupan) dan segala sesuatu manusia (Kej. 2:7). Roh manusia adalah nafas hidup Allah. Istilah Yunani untuk nafas dalam Kejadian 2:7 sama dengan istilah untuk roh dalam Amsal 20:27, yang mengatakan bahwa roh manusia adalah pelita Tuhan.

C. Memberikan Kekekalan dalam Hati Mereka

Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya dan juga memberikan roh kepada manusia agar dapat menerima dan menampung-Nya. Pengkotbah 3:11 juga mengatakan bahwa Allah memberikan kekekalan dalam hati manusia. Perkara-perkara dalam alam semesta ini terutama terdiri atas dua golongan: perkara-perkara sementara dan perkara-perkara kekal. Dalam 2 Korintus 4:18 Paulus mengatakan, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal." Ayat ini adalah penjelasan yang tepat terhadap perkataan Salomo dalam Pengkotbah 3:11. Raja yang bijaksana mengatakan bahwa Allah membuat segala sesuatu indah pada waktunya dan bahkan Ia juga memberikan kekekalan dalam hati mereka. Ini cocok dengan pengalaman kita. Entah betapa kaya atau suksesnya seseorang, ia masih merasa hampa. Manusia mempunyai keinginan yang dalam terhadap hal-hal yang permanen, dan satu-satunya hal yang permanen adalah hal yang kekal. Amplified Bible mengatakan bahwa kekekalan dalam hati manusia adalah "rasa damba yang ditanamkan secara ilahi yang bekerja dari zaman ke zaman dan yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun di bawah langit ini kecuali oleh Allah". Hanya Allah yang dapat memuaskan rasa damba dalam hati kita itu.

Dalam penciptaan Allah atas manusia ada tiga perkara yang mencolok: gambar-Nya, roh kita untuk menerima Dia, dan rasa damba yang ditanamkan secara ilahi yang bekerja dari zaman ke zaman dan yang tidak dapat dipuaskan oleh apa pun di bawah langit ini kecuali Allah. Kisah cinta yang digambarkan dalam kitab Kidung Agung tidak dimulai dari Tuhan tetapi dari sang pencari. Seseorang dapat menjadi pencari yang demikian karena di dalam dia ada rasa damba untuk mencari sesuatu yang kekal. Tidak ada yang dapat menggenapkan atau memuaskan rasa damba ini kecuali diri Allah sendiri, yang adalah Kristus. Banyak orang mengira bahwa kita memboroskan waktu, tetapi sesungguhnya kita sedang menebus waktu. Mereka yang mengejar hal-hal sementara berarti memboroskan waktu mereka. Mereka sibuk untuk sesuatu yang tidak ada. Segala sesuatu yang membuat mereka sibuk bersifat sementara, tidak kekal. Dalam alam semesta ini, hanya Ia yang kekal, Allah yang kekal.

D. Meletakkan Manusia di depan Pohon Kehidupan

Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya, memiliki roh manusia, dan memiliki rasa damba yang mendalam yang ditanamkan dalam hati manusia. Kemudian, Allah meletakkan manusia di depan pohon hayat-melambangkan Allah, Pencipta manusia, untuk menjadi hayat manusia (Kej. 2:9).

IV. JALAN BAGI MANUSIA

UNTUK MENGHUBUNGI ALLAH SEBAGAI POHON KEHIDUPAN

DITUTUP KARENA KEJATUHAN MANUSIA

Jalan bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon kehidupan telah ditutup karena kejatuhan manusia, jalan ini ditutup oleh kemuliaan Allah, dilambangkan dengan kerub; kekudusan Allah, dilambangkan dengan api yang menyala-nyala; kebenaran Allah, dilambangkan dengan pedang yang menyambar-nyambar (Kej. 3:24). Pedang yang menyambar-nyambar adalah untuk melaksanakan kebenaran Allah. Kemuliaan Allah, kekudusan Allah, dan kebenaran Allah adalah penjaga pintu di sekitar pohon kehidupan.

V. KRISTUS YANG DISALIBKAN MENJADI JALAN YANG DIBUKA KEMBALI BAGI MANUSIA UNTUK MENGHUBUNGI ALLAH SEBAGAI POHON KEHIDUPAN

Dalam Perjanjian Baru, jalan yang tertutup ini telah dibuka oleh Tuhan melalui kematian-Nya yang menggenapkan semua tuntutan kemuliaan, kekudusan, dan kebenaran Allah. Karena itu, sekarang Kristus yang tersalib menjadi jalan yang dibuka kembali bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon kehidupan (Yoh. 14:6; Ibr. 10:19-20). Dalam Yohanes 14:6 Tuhan berkata, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." Ia menjadi jalan melalui disalibkan. Ibrani 10 mengatakan bahwa hari ini jalan yang baru dan yang hidup telah dibuka bagi kita melalui kematian-Nya. Hari ini, Kristus dan kematian-Nya adalah jalan yang dibuka kembali bagi manusia untuk menghubungi Allah sebagai pohon kehidupan.

VI. CARA MANUSIA ALLAH DILAHIRKAN DARI ALLAH

MELALUI KELAHIRAN KEMBALI

A. Dalam Penciptaan Kristus sebagai Firman Allah adalah Hayat

Sekarang kita akan melihat cara manusia Allah dilahirkan dari Allah melalui kelahiran kembali, butir pertama dari keselamatan Kristus yang organik. Dalam penciptaan atas segala sesuatu, Kristus sebagai Firman Allah adalah hayat ilahi (Yoh. 1:1-4). Dalam Yohanes 1 tercantum lima peristiwa besar dalam sejarah alam semesta: penciptaan (ayat 3), inkarnasi (ayat 14), Kristus menjadi Anak Domba Allah untuk penebusan (ayat 29), Kristus menjadi Roh pemberi hayat untuk pengubahan (ayat 32, 42), dan pembangunan rumah Allah dengan Kristus sebagai tangga yang membawa surga ke bumi dan menyatukan bumi dengan surga (ayat 51). Pada akhirnya, perampungan Yerusalem Baru akan menjadi Betel yang sejati, rumah Allah. Kristus sebagai tangga adalah untuk lalu lintas antara surga dengan bumi. Malaikat-malaikat Allah, orang-orang yang melayani, naik dan turun di tangga itu untuk melayani kita. Kitalah rumah, orang-orang yang menikmati.

Saat menulis mengenai Kristus sebagai Firman Allah, berbicara bagi Allah dan mewahyukan Allah, Yohanes memilih kelima peristiwa ini. Dalam penciptaan, Kristus membicarakan Allah. Ciptaan berbicara bagi Allah. Mazmur 19 mengatakan bahwa langit menceritakan (memproklamirkan) kemuliaan Allah dan tanpa suara yang terdengar, ciptaan masih berbicara (ayat 1-4). Paulus mengatakan dalam Roma 1:20 bahwa kekuatan Allah yang kekal dan keilahian-Nya dapat dilihat oleh manusia melalui ciptaan Allah. Pada akhirnya, berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa mahkluk ciptaan Allah memuji Allah di akhir Alkitab (Why. 5:11-14). Ciptaan membicarakan Allah. Itulah kata-kata yang diucapkan Kristus. Inkarnasi melanjutkan membicarakan dan mewahyukan Allah. Yohanes 1:29 mengatakan, "Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia." Ini juga adalah pembicaraan yang besar. Lalu ada Roh yang mengubah, sedang mengubah manusia tanah liat menjadi batu bagi pembangunan Betel, yang akan menjadi perampungan Yerusalem Baru.

B. Hayat Ilahi dalam Kristus menjadi Terang Manusia

Kelima peristiwa besar dalam sejarah alam semesta itu adalah "batang pohon" dari Yohanes 1. Dari batang pohon itu tumbuh carang kecil. Dalam Firman ada hayat, dan hayat tersebut adalah terang yang bersinar dengan hayat (ayat 4-5), inilah carang. Hayat ilahi di dalam Kristus adalah terang manusia, menyinari manusia dalam kegelapan dengan hayat ilahi.

C. Mempunyai Kuasa Untuk Menjadi Anak-anak Allah

Siapa saja yang menerima pancaran terang itu dan percaya ke dalam Kristus sebagai Firman Allah yang mengandung hayat ilahi Allah akan menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:11-12).

D. Dilahirkan dari Allah

Orang-orang ini bukan dilahirkan dari darah (hayat fisik), juga bukan dari keinginan daging (keinginan manusia yang jatuh setelah manusia menjadi daging), atau dari keinginan seorang laki-laki (keinginan manusia yang diciptakan oleh Allah), tetapi dari Allah yang adalah sumber hayat dan mata air hayat (ayat 13). Allah adalah sumber hayat. Ia juga adalah mata air hayat yang mengalir. Dalam tulisan-tulisan Yohanes, Ia menggambarkan Allah sebagai Dia yang mengalir. Pada akhirnya, Allah Tritunggal mengalir sebagai sungai air hayat, dan aliran ini mencapai kedua belas pintu gerbang Yerusalem Baru pada keempat sisi kota untuk memuaskan dan mengenyangkan seluruh kota (Why. 22:1). Sebagai mata air, Allah mengalir menjadi pancaran dalam Yohanes 4:14 (Alkitab bahasa Indonesia menerjemahkan pancaran sebagai mata air). Tuhan memberi kita air hidup, dan air hidup ini menjadi pancaran air yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal di dalam kita.

Tidak banyak orang Kristen yang benar-benar memperhatikan kelahiran kembali sebagaimana seharusnya. Dilahirkan dari orang tua adalah kelahiran kita yang pertama. Kemudian suatu hari, karena terang-Nya, kita menerima Kristus sehingga kita dilahirkan kembali. Kita mempunyai kelahiran yang lain. Tetapi saya akan bertanya: Dari dua kelahiran ini, yang mana yang lebih kita perhatikan-kelahiran pertama dari orang tua kita atau kelahiran kedua dari Allah? Kita tidak seharusnya menaruh perhatian pada kelahiran pertama kita. Kita seharusnya hanya mengingat satu kelahiran, kelahiran kembali kita. Hari demi hari, kita tidak boleh lupa bahwa kita adalah putra-putra Allah, bukan dilahirkan dari darah, atau dari keinginan daging, atau keinginan manusia, tetapi dari Allah. Hari ini, kita kaum beriman dalam Kristus mengenal siapa Bapa kita. Kita menghargai kelahiran kedua kita. Dalam kelahiran itu, kita dilahirkan dari Allah sendiri.

E. Putra-putra Allah Menjadi Manusia-manusia Allah

Putra-putra Allah adalah manusia-manusia Allah yang dilahirkan dari Allah.

F. Termasuk Spesies Allah

Kita yang dilahirkan kembali dari Allah Roh untuk menjadi roh-roh--allah-allah (Yoh. 3:6b) termasuk spesies Allah untuk melihat dan masuk ke dalam kerajaan Allah (Yoh. 3:3, 5). Yohanes 1 memberi tahu kita bagaimana kita dapat menerima kuasa untuk menjadi anak-anak Allah. Kemudian Yohanes 3 sekali lagi membicarakan kelahiran kembali. Ayat 6 mengatakan, "Apa yang dilahirkan secara jasmani bersifat jasmani, dan apa yang dilahirkan dari Roh bersifat roh." Kita adalah daging dan dilahirkan dari daging dalam hayat alamiah kita. Tetapi, kita dilahirkan dari Allah Roh untuk menjadi roh-roh, allah-allah. Yang dilahirkan dari sapi adalah sapi. Yang dilahirkan dari kuda adalah kuda. Kita dilahirkan dari Roh, dan Roh itu adalah Allah. Yohanes 4:24 dengan jelas memberi tahu kita bahwa Allah adalah Roh. Karena kita dilahirkan dari Allah Roh, kita pasti adalah allah-allah dalam hayat dan dalam sifat tetapi bukan dalam ke-Allahan. Jika kita tidak percaya bahwa kita yang dilahirkan dari Allah adalah allah-allah, lalu siapakah kita? Yang dilahirkan dari Roh adalah roh.

Kelahiran kita yang kedua menyebabkan kita masuk ke dalam kerajaan Allah untuk menjadi spesies Allah. Binatang-binatang dan tanaman-tanaman mempunyai spesies khusus mereka. Kita dilahirkan dari Allah, karena itu kita adalah allah-allah, termasuk spesies Allah. Kita harus selalu ingat bahwa kita yang adalah manusia-manusia Allah termasuk spesies Allah. Seorang manusia Allah tidak bertengkar dengan yang lain. Inilah pelajaran yang lebih mendalam terhadap Firman Allah.

Kelahiran kembali adalah langkah pertama dari keselamatan Kristus yang organik. Pembasuhan (permandian) kelahiran kembali memurnikan semua hal yang berasal dari sifat lama kita dan manusia lama kita (Tit. 3:5). Pembasuhan ini adalah keselamatan organik. Tanpa pembasuhan kelahiran kembali maka akan ada berlapis-lapis ciptaan lama dalam diri kita. Mungkin akan ada yang merasa bahwa mereka tidak berasal dari spesies Allah, tetapi dari "spesies" Amerika. Spesies ini harus dibasuh. Kita perlu melihat bahwa kelahiran kembali sebagai langkah pertama keselamatan Kristus yang organik adalah untuk menyingkirkan lapisan-lapisan ciptaan lama dari sifat lama kita.

Kita tidak boleh lupa bahwa kita adalah manusia-manusia Allah yang termasuk spesies Allah. Sebagai manusia-manusia Allah yang dilahirkan dari Allah dan termasuk spesies Allah, kita tidak dapat berbicara kepada pasangan kita dengan kendor. Suami harus seorang manusia Allah, hidup sebagai seorang manusia Allah. Hanya menjadi seorang manusia yang baik itu sangat jauh dari perkenan Allah. Kita perlu melihat bahwa kita adalah manusia-manusia Allah, dilahirkan dari Allah, dan termasuk spesies Allah. Inilah permulaan kehidupan manusia Allah.

Allah mengasihi Anda. Allah mempunyai satu perkenan untuk membuat Anda menjadi sama seperti Dia. Ia adalah Allah, maka Anda pasti juga adalah Allah. Kehidupan manusia Allah adalah kehidupan Allah. Ajaran semacam ini jauh lebih tinggi daripada ajaran mengenai bagaimana menjadi kudus atau menang. Saat-saat pertama saya menjadi orang beriman, saya membaca banyak buku mengenai bagaimana menempuh kehidupan kristiani, tetapi buku-buku itu tidak benar-benar mewahyukan jalannya. Bagaimana Anda dapat menjadi kudus? Anda dapat menjadi kudus dengan memperhidupkan hayat manusia Allah. Bagaimana Anda dapat menjadi menang? Hanya melalui memperhidupkan hayat manusia Allah. Jangan sekali-kali lupa bahwa Anda adalah seorang manusia Allah, dilahirkan dari Allah dan termasuk spesies Allah.