KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA SEORANG PENDOA (4)
PERKATAAN LEBIH LANJUT MENGENAI
DOA YANG MELAMPAUI SEGALA SESUATU
DARI MANUSIA ALLAH PERTAMA KEPADA BAPA-NYA
DAN AJARAN-NYA YANG PENUH WAHYU KEPADA PARA PENGIKUT-NYA DALAM MATIUS 11:25-30
GARIS BESAR
I. Mengenai ekonomi kekal Allah -- ayat 27:
A. Bapa telah memberikan semua umat pilihan-Nya kepada Putra untuk pembangunan Tubuh Putra -- ayat 27a; Yoh. 6:37, 44, 65; 17:6b; 18:9.
B. Hanya Bapa yang mengenal Putra sebagai sentralitas (inti) dan universalitas (kesemestaan) ekonomi-Nya -- ayat 27b; cf. Kol. 2:2; Mat. 16:15-17; Gal. 1:15-16; Ef. 3:4; Flp. 3:10.
C. Hanya Putra yang mengenal Bapa sebagai sumber dan perancang ekonomi-Nya -- ayat 27c.
D. Putra mewahyukan Bapa kepada kaum beriman-Nya untuk pembentukan Tubuh-Nya -- ayat 27d; Yoh. 17:6a.
II. Mengenai kehendak Allah yang menyenangkan -- ayat 25-26:
A. Bapa telah menyembunyikan semua perkara yang merupakan isi dari ekonomi-Nya dari orang bijak dan orang pandai-anak-anak dunia -- 1 Kor. 1:26.
B. Tetapi Ia telah mewahyukan perkara-perkara ini kepada orang kecil-kaum beriman milik Putra -- Mat. 19:13-14; 1 Kor. 1:27-28.
C. Inilah perkenan Bapa.
III. Mengenai manusia Allah pertama sebagai Kepala Tubuh, prototipe, dan model -- ayat 26, 29a:
A. Mutlak taat kepada Bapa dan mutlak puas dengan Allah.
B. Menjadi lemah lembut, tidak melawan penentangan, dan rendah hati, merendahkan diri-Nya di tengah-tengah manusia.
IV. Mengenai kaum beriman-Nya sebagai anggota-anggota Tubuh-Nya, produksi massal-Nya, dan duplikat-Nya -- ayat 28a, 29b-30:
A. Menjawab panggilan-Nya dalam hati mereka dan datang kepada-Nya secara fisik -- ayat 28a.
B. Meniru (mengopi) Dia dalam roh mereka dengan memikul kuk-Nya-kehendak Allah-dan membanting tulang untuk ekonomi Allah menurut model-Nya (teladan-Nya) -- ayat 29a; 1 Ptr. 2:21.
C. Memberikan perhentian-Nya dalam kepuasan kepada jiwa mereka -- ayat 28b, 29b, 30.
Doa Tuhan yang melampaui segala sesuatu dan ajaran-Nya yang penuh wahyu dalam Matius 11:25-30 berkenaan dengan empat butir utama ini: mengenai ekonomi Allah, mengenai kehendak Allah yang menyenangkan, mengenai manusia Allah pertama sebagai Kepala Tubuh, prototipe, dan model, serta mengenai kaum beriman-Nya sebagai anggota-anggota Tubuh-Nya, reproduksi massal-Nya, dan duplikat-Nya. Reproduksi massal berasal dari prototipe dan duplikat berasal dari model.
I. MENGENAI EKONOMI KEKAL ALLAH
Ekonomi kekal Allah terlihat dalam Matius 11:27, di sana Tuhan berkata,"Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya."
A. Bapa Telah Memberikan Semua Umat Pilihan-Nya Kepada Putra
Bapa telah memberikan semua umat pilihan-Nya kepada Putra untuk pembangunan Tubuh Putra (ayat 27a; Yoh. 6:37, 44, 65; 17:6b; 18:9). Allah Bapa telah memberikan semua umat pilihan-Nya kepada Putra, bukan supaya mereka pergi ke surga atau hanya untuk keselamatan mereka, tetapi untuk pembangunan Tubuh Kristus. Putra memerlukan Tubuh dan Allah Tritunggal memerlukan suatu organisme. Tubuh Kristus adalah organisme Allah Tritunggal untuk ekspresi dan perluasan-Nya. Secara fisik, tubuh kita adalah perluasan kita. Tubuh Kristus sebagai organisme adalah perluasan Kristus sebagai sang Kepala. Semua umat pilihan yang diberikan kepada Putra oleh Bapa adalah perluasan Kristus dan organisme dari Allah Tritunggal untuk mengekspresikan Dia.
B. Hanya Bapa yang Mengenal Putra
Hanya Bapa yang mengenal Putra sebagai sentralitas (inti) dan universalitas (kesemestaan) ekonomi-Nya (Mat.11:27b; cf. Kol. 2:2; Mat. 16:15-17; Gal. 1:15-16; Ef. 3:4; Flp. 3:10). Kristus Putra adalah misteri Allah. Allah mempunyai persona-Nya dan tujuan-Nya. Persona Allah adalah tritunggal. Trinitas-Nya adalah persona-Nya. Isi dari Perjanjian Baru adalah Allah Tritunggal. Setiap pasal dari kitab Efesus mewahyukan Allah Tritunggal (lihat catatan 1 dari 2 Kor. 13:13-Versi Pemulihan). Pasal 1 mewahyukan bahwa Allah telah memberkati kita secara tiga ganda. Dalam Bapa, Ia telah memilih kita; dalam Putra, Ia telah menebus kita, dan dalam Roh, Ia memeterai kita, dan Ia adalah jaminan kita. Ekonomi Allah Tritunggal adalah untuk mendispensikan diri-Nya ke dalam umat pilihan dan tebusan-Nya guna membuat mereka menjadi ekspresi-Nya.
Ekonomi Allah Tritunggal dibuat menurut tujuan-Nya demi perkenan-Nya, dan perkenan-Nya berasal dari hasrat hati-Nya. Allah adalah persona yang hidup, penuh perasaan. Ia mempunyai hasrat hati-Nya. Dari hasrat hati Allah timbul perkenan Allah. Dari perkenan ini timbul tujuan Allah, dan dari tujuan ini timbul ekonomi-Nya. Seluruh Alkitab adalah isi dari ekonomi Allah.
Kristus sebagai Allah datang untuk menjadi seorang manusia bagi ekonomi Allah. Ia adalah sentralitas (inti) dan universalitas (kesemestaan) Allah. Pada bulan Januari 1934, saudara Watchman Nee mengadakan sidang istimewa mengenai Kristus sebagai sentralitas dan universalitas Allah. Ia adalah poros, pelek, dan jari-jari seluruh isi dari ekonomi Allah. Sidang istimewa pertama yang saya adakan di Amerika Serikat adalah mengenai Kristus yang almuhit yang dilambangkan oleh tanah permai, saya membahas hal itu hanya dari tiga ayat-Ulangan 8:7-9. Seperti yang dikatakan oleh Paulus dalam Filipi 3:10, mengenal Kristus bukanlah perkara yang kecil, karena Ia adalah segala sesuatu. Mengenal orang lain itu sederhana karena orang itu tidak almuhit.
Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, dan manusia yang ada dalam daging ini, sebagai Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45b). Roh pemberi-hayat ini dibaurkan dengan Trinitas Ilahi, keilahian, keinsanian, kematian Kristus beserta khasiatnya, dan kebangkitan-Nya beserta kuat kuasa-Nya. Semua butir ini dibaurkan ke dalam Roh majemuk yang dilambangkan oleh minyak urapan dalam Keluaran 30. Selain itu, Roh majemuk ini, Roh pemberi-hayat ini diintensifkan tujuh ganda (Why. 1:4; 4:5; 5:6). Perjanjian Baru mewahyukan Kristus dalam daging dalam keempat kitab Injil, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat dalam surat-surat kiriman, dan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang diintensifkan tu-juh ganda dalam kitab Wahyu. Tidak seorang pun dapat mengenal Kristus sang Putra dengan begitu dalam kecuali Bapa. Putra adalah firman, penjelasan, definisi, dan ekspresi Bapa.
C. Hanya Putra yang Mengenal Bapa
Hanya Putra yang mengenal Bapa sebagai sumber dan perancang ekonomi-Nya (Mat. 11:27c). Tidak seorang pun yang mengenal Bapa sepenuhnya kecuali Putra dan kaum beriman yang kepadanya Putra berkenan menyatakan diri-Nya. Keempat kitab Injil menunjukkan Allah Bapa kepada kita. Tidak ada kitab lain yang mewahyukan Bapa sebanyak Injil Yohanes. Kita telah melihat bahwa Tuhan Yesus menjunjung Bapa sebagai Tuhan langit dan bumi (ayat 25). Ia memuji Bapa dengan pengakuan.
D. Putra Mewahyukan Bapa kepada Kaum Beriman-Nya
Putra mewahyukan Bapa kepada kaum beriman-Nya untuk pembentukan Tubuh-Nya (ayat 27d; Yoh. 17:6a). Ekonomi Allah adalah untuk ekspresi Bapa melalui Putra dengan organisme-Nya, Tubuh Kristus. Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Bapa sebagai sumber memiliki hasrat untuk mempunyai satu organisme melalui Putra, dan Putra datang untuk memanggil umat pilihan Allah agar datang kepada-Nya sehingga Ia dapat melahirkan kembali, menguduskan, dan mentransformasi mereka, membuat mereka menjadi Tubuh-Nya untuk menjadi organisme Allah Tritunggal.
Perjanjian Baru mengajar kita, anggota-anggota Tubuh Kristus, untuk melakukan segala sesuatu bersama Allah, di dalam Allah, oleh Allah, dan melalui Allah. Perjanjian Baru tidak mengajar kita untuk mengasihi orang-orang secara etis dengan kasih alamiah kita. Kita harus mengasihi orang-orang oleh dan dengan Allah, dengan cara ilahi dan mistikal. Kasih-Nya bersifat ilahi, tetapi diri-Nya sebagai pengasih bersifat insani yang mistikal. Alkitab mengajar kita untuk hidup sebagai seorang yang ilahi dan mistikal.
II. MENGENAI KEHENDAK ALLAH YANG MENYENANGKAN
A. Bapa Menyembunyikan Isi Ekonomi-Nya dari Orang Bijak dan Orang Pandai
Bapa telah menyembunyikan semua perkara yang merupakan isi ekonomi-Nya dari orang bijak dan orang pandai-anak-anak dunia. Dalam 1 Korintus 1:26 Paulus berkata, "Ingat saja, Saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: Menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang." Uni-versitas-universitas penuh dengan orang bijak dan orang pandai yang buta mengenai ekonomi Allah.
B. Mewahyukan Perkara-perkara Ini Kepada Orang Kecil
Bapa telah mewahyukan perkara-perkara ini kepada orang kecil-kaum beriman milik Putra (Mat. 19:13-14; 1 Kor. 1:27-28). Dalam Matius 19, ketika orang membawa bayi dan anak-anak kecil kepada Tuhan Yesus, murid-murid menghardik mereka. Tetapi Tuhan berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab orang-orang yang seperti itulah yang punya Kerajaan Surga" (ayat 14). Jika kita bijak dan pandai, dan tidak seperti anak-anak, kita tidak ada harapan untuk masuk ke dalam kerajaan surga.
C. Perkenan Bapa
Ini adalah perkenan Bapa untuk menyembunyikan isi ekonomi-Nya dari orang bijak dan orang pandai, anak-anak dunia, dan mewahyukannya kepada orang-orang kecil, kaum beriman milik Putra.
III. MENGENAI MANUSIA ALLAH PERTAMA SEBAGAI
KEPALA TUBUH, PROTOTIPE, DAN MODEL
Manusia Allah pertama adalah Kepala Tubuh, prototipe, dan model (Mat. 11:29a). Ia datang sebagai satu butir biji gandum untuk menghasilkan banyak butir (Yoh. 12:24). Satu butir gandum itu adalah prototipe, dan banyak butir itu adalah produksi massal. Produksi massal adalah duplikat dari model itu. Petrus memberi tahu kita bahwa Kristus adalah model (teladan) kaum beriman (1 Ptr. 2:21). Istilah Yunani untuk model adalah salinan, tindasan, cetakan huruf yang digunakan oleh siswa untuk menelusuri huruf dan kemudian belajar menuliskannya. Kita menjadi reproduksi Kristus sebagai duplikat tulisan yang asli. Kristus adalah prototipe untuk menghasilkan produksi massal dan model untuk menghasilkan banyak duplikat.
A. Mutlak Taat Kepada Allah dan Mutlak Puas dengan Allah
Kristus adalah manusia Allah pertama, dan kita adalah manusia-manusia Allah. Kita harus belajar dari Dia dalam hal ketaatan-Nya yang mutlak kepada Allah dan kepuasan-Nya yang luar biasa terhadap Allah. Kristus begitu taat dan puas dengan Bapa dan kehendak-Nya.
B. Menjadi Lemah Lembut, Tidak Melawan Penentangan, dan Rendah Hati, Merendahkan Diri-Nya di tengah-tengah Manusia
Tuhan itu lembut, berarti Ia tidak melawan penentangan. Ia juga rendah hati, berarti Ia merendahkan diri-Nya di antara manusia.
IV. MENGENAI KAUM BERIMAN-NYA
SEBAGAI ANGGOTA-ANGGOTA TUBUH-NYA,
PRODUKSI MASSAL-NYA, DAN DUPLIKAT-NYA
A. Menjawab Panggilan-Nya dalam Hati Mereka
Kaum beriman milik Tuhan menjawab panggilan-Nya dalam hati mereka dan datang kepada-Nya secara fisik (Mat. 11:28a). Datang kepada-Nya secara fisik berarti seluruh diri kita harus datang kepada-Nya. Itulah sebabnya dalam Roma 12:1 Paulus menyuruh kita untuk mempersembahkan tubuh kita kepada Tuhan sebagai persembahan yang hidup. Kita harus mempersembahkan tubuh kita secara praktis dengan berada dalam sidang-sidang gereja. Sejak saya diselamatkan oleh Tuhan pada tahun 1925, saya datang kepadanya dengan seluruh diri saya.
B. Meniru (Mengopi) Dia dalam Roh Mereka
Kaum beriman meniru (mengopi) Tuhan dalam roh mereka dengan memikul kuk-Nya-kehendak Allah-dan membanting tulang untuk ekonomi Allah menurut model-Nya (teladan-Nya) (Mat. 11:29a; 1 Ptr. 2:21). Tuhan memberi tahu kita untuk belajar dari Dia. Belajar dari Dia adalah meniru (mengopi) Dia, bukan meniru-Nya secara luaran. Dengan cara ini, kita menjadi duplikat-Nya dan produksi massal-Nya. Tuntutan pertama untuk belajar dari Dia adalah memikul kuk-Nya, yang adalah kehendak Allah. Kehendak Allah harus menjadi kuk kita, dan kita harus menaruh leher kita di dalam kuk ini. Sebagai seorang muda tujuh puluh tahun yang lalu, saya memikul kuk Yesus. Kuk itu telah melindungi saya selama tujuh puluh tahun yang lewat ini.
Kita juga perlu menjadi orang-orang yang membanting tulang untuk ekonomi Allah. Semua orang dunia letih lesu dan berbeban berat dalam banyak hal. Mereka sangat sibuk. Tuhan memanggil orang-orang yang letih lesu, yang berbeban berat, dan yang tidak mempunyai perhentian maupun kepuasan, untuk datang kepada-Nya sehingga Ia dapat memberi mereka perhentian sejati beserta kepuasan. Perhentian tanpa kepuasan bukanlah perhentian yang se-jati. Kita memikul kuk-Nya dan membanting tulang untuk ekonomi Allah menurut model-Nya (teladan-Nya), mengikuti Dia menurut langkah-langkah-Nya.
C. Memberi Jiwa Mereka Perhentian dalam Kepuasan
Perkara yang paling sulit adalah membuat jiwa kita menikmati perhentian. Orang-orang kurang tidur karena jiwa mereka terganggu. Perhentian yang kita temukan melalui memikul kuk Tuhan dan belajar dari Dia adalah untuk jiwa kita. Dalam jiwa kita, kita mengambil bagian dalam perhentian dan kepuasan-Nya (Mat. 28b, 29b, 30).