KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA SEORANG PENDOA (3)
Pembacaan Alkitab: Mat. 9:36-10:4; 11:25-30
GARIS BESAR
II. Fakta-fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama dalam catatan Injil Sinoptis mengenai manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam kerajaan surga, Budak Penyelamat dalam pelayanan Injil Allah, dan Manusia Penyelamat dalam keselamatan Allah:
C. Ia mengajar murid-murid-Nya berdoa untuk domba Allah yang terlantar dan hilang -- Mat. 9:36-10:4:
1. Manusia Allah pertama sebagai Gembala umat pilihan Allah, melihat bahwa umat pilihan Allah terlantar dan hilang seperti domba yang tidak mempunyai gembala maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, memerintahkan murid-murid-Nya untuk meminta kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu -- 9:36-38.
2. Kemudian, Ia mengirim kedua belas murid-Nya, yang ditunjuk oleh-Nya sebagai kedua belas rasul, dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala macam penyakit -- 10:1-4.
3. Dalam catatan Lukas yang berkenaan dengan kasus ini, kita diberi tahu bahwa Tuhan sendiri "pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Keesokan harinya Ia menetapkan kedua belas rasul untuk mengunjungi dan merawat orang-orang yang diganggu oleh roh-roh jahat dan menyembuhkan mereka --Luk. 6:12-18.
D. Manusia Allah pertama, setelah mengecam kota-kota di sekitar itu karena tidak mau menerima ajaran-Nya dan bertobat (Mat. 11:20-24), berdoa kepada Bapa, dan berdasar pada doa-Nya, Ia memberi ajaran yang menakjubkan kepada murid-murid-Nya -- Mat. 11:25-30:
1. Doa-Nya kepada Bapa yang melampaui segala sesuatu, "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu" -- ayat 25-26:
a. Ketika manusia Allah pertama sedang mengecam kota-kota, Ia bersekutu dengan Bapa, menjawab Bapa dengan doa-Nya.
b. Ia memuji Bapa, mengakui Bapa sebagai Tuhan langit dan bumi.
c. Ia memuji Bapa karena Ia menyembunyikan semua perkara yang disebutkan dalam ayat 27 dari orang bijak dan orang pandai dan menyatakannya kepada orang kecil.
d. Ia mengakui bahwa inilah yang berkenan kepada Bapa dan memberikan diri-Nya untuk taat kepadanya.
2. Ajaran-Nya yang penuh wahyu (menyingkapkan) kepada murid-murid-Nya-ayat 27-30:
a. Segala sesuatu telah diserahkan kepada-Nya oleh Bapa.
b. Tidak seorang pun yang mengenal Dia sepenuhnya kecuali Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa sepenuhnya kecuali Dia dan orang yang kepadanya Ia berkenan menyatakan-Nya -- ayat 27.
c. Ia memanggil semua orang yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya, dan Ia akan memberikan kelegaan (perhentian) kepada mereka -- ayat 28.
d. Ia memerintahkan kepada mereka untuk memikul kuk yang Ia berikan kepada mereka dan belajar dari Dia, karena Ia lemah lembut dan rendah hati, dan jiwa mereka akan mendapat perhentian -- ayat 29.
e. Ia menjamin mereka bahwa kuk-Nya itu enak dan beban-Nya itu ringan -- ayat 30.
Dalam berita ini, kita ingin membahas dua contoh doa yang diucapkan oleh Tuhan Yesus, manusia Allah pertama. Doa yang pertama berkenaan dengan domba Allah yang terlantar dan hilang dalam Matius 9:36-10:4. Doa kedua, yang disertai dengan ajaran yang menakjubkan ada dalam Matius 11:25-30. Dalam ajaran ini, Tuhan memerintahkan kita untuk memikul kuk-Nya. Kita mungkin ingin memikul kuk Tuhan tetapi tidak tahu apakah kuk-Nya itu. Kuk Tuhan adalah kehendak Bapa. Tuhan hanya memperhatikan kehendak Bapa-Nya dan bukan yang lain (Yoh. 4:34; 5:30; 6:38). Ia memberikan diri-Nya untuk sepenuhnya tunduk kepada kehendak Bapa (Mat. 26:39, 42) menurut ekonomi-Nya. Tuhan juga memuji Bapa untuk ekonomi-Nya.
Kita harus ingat bahwa kita masih melihat fakta-fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama. Setiap bagian dari kehidupan Tuhan di bumi adalah suatu fakta ilahi. Apa saja yang dilakukan Allah adalah satu fakta ilahi, dan fakta-fakta ilahi hidup dalam kehidupan insani, membuat kehidupan insani itu menjadi mistikal. Sesuatu yang ilahi dalam keinsanian itu mistikal. Semua contoh dari doa Tuhan itu adalah fakta-fakta ilahi yang diucapkan oleh-Nya dalam daging-Nya sebagai manusia Yesus. Hanya sebagai seorang manusia, Ia tidak akan dapat mengucapkan kalimat-kalimat yang be-gitu ilahi. Yesus adalah seorang manusia Allah, dan semua yang diucapkan serta dilakukan-Nya adalah fakta-fakta ilahi yang dirampungkan dalam kehidupan insani-Nya secara mistikal.
C. Mengajar Murid-murid-Nya Berdoa untuk Domba Allah yang Terlantar dan Hilang
Ini adalah kasus doa ketiga dalam kehidupan insani manusia Allah pertama. Kasus pertama ada dalam Matius 4 mengenai puasa Tuhan. Yang kedua ada dalam Matius 6 dan 7, yaitu dalam ajaran Tuhan yang tinggi di atas gunung.
1. Meminta Kepada Tuan yang Empunya Tuaian
agar Mengirim Pekerja-pekerja untuk Tuaian-Nya
Manusia Allah pertama sebagai Gembala umat pilihan Allah, melihat bahwa umat pilihan Allah terlantar dan hilang seperti domba yang tidak mempunyai gembala maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, memerintahkan murid-murid-Nya untuk meminta kepada Tuan yang empunya tuaian supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu (Mat. 9:36-38). Doa itu umum, meminta itu khusus. Tuan yang empunya tuaian di sini adalah Allah Bapa. Kita tahu hal ini karena catatan dalam Lukas 6:12-18 yang mengatakan bahwa Tuhan berdoa semalam-malaman. Jika Ia adalah Tuan satu-satunya yang empunya tuaian itu, Ia tidak perlu berdoa kepada Bapa. Doa-Nya menunjukkan bahwa Ia menganggap diri-Nya sendiri sebagai Yang diutus. Ia menyebut Bapa sebagai Orang yang mengutus-Nya (Yoh. 8:29) dan menganggap Bapa sebagai Tuan yang empunya tuaian itu.
Ia menyuruh murid-murid-Nya untuk meminta kepada Bapa bukan hanya mengutus, tetapi mengerahkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Mengerahkan itu jauh lebih kuat daripada mengutus. Orang-orang kudus kekasih yang diutus ke Moskow untuk pemulihan Tuhan yang dimulai pada tahun 1991 itu dikerahkan oleh Tuhan.
2. Mengutus Kedua Belas Murid-Nya
Kemudian, Ia mengutus kedua belas murid-Nya, yang ditunjuk oleh-Nya sebagai kedua belas rasul, dan memberi mereka kuasa untuk mengusir roh-roh jahat dan menyembuhkan segala macam penyakit (Mat. 10:1-4). Sesungguhnya, domba-domba Tuhan bukan hanya diganggu oleh manusia tetapi oleh roh-roh jahat. Di satu pihak, setan-setan mengganggu mereka. Di pihak lain, pemimpin-pemimpin Yahudi mencampakkan mereka. Karena itu, Tuhan mengutus kedua belas murid untuk merawat domba-domba Allah yang diganggu oleh roh-roh jahat, setan-setan, dan dicampakkan oleh pemimpin-pemimpin Yahudi yang mu-nafik.
3. Catatan Lukas
Dalam catatan Lukas yang berkenaan dengan kasus ini, kita diberi tahu bahwa Tuhan sendiri "pergi ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul untuk mengunjungi dan merawat orang-orang yang diganggu oleh roh-roh jahat dan menyembuhkan mereka (Luk. 6:12-18). Lukas mewahyukan bahwa pengutusan Tuhan adalah menurut jawaban Bapa atas doa-Nya. Ia bertanya kepada Bapa, siapa di antara orang-orang yang mengikutinya yang bersyarat untuk menjadi rasul-rasul. Bahkan Yudas, si pengkhianat, ditetapkan oleh Bapa untuk melaksanakan kehendak-Nya.
Tuhan pergi ke atas gunung yang mutlak terpisah dari masyarakat untuk berhubungan dengan Bapa-Nya dalam doa, dan Ia berdoa semalam-malaman. Keesokan harinya, Ia menetapkan kedua belas rasul, karena itu penunjukkan-Nya terhadap kedua belas rasul pasti menurut jawaban, keputusan, perintah Bapa. Matius tidak mencatat butir ini karena Matius mewahyukan Kristus sebagai Raja kerajaan surga. Sebagai Raja kerajaan surga, tentu saja Ia adalah Tuan yang empunya tuaian itu. Tetapi sesungguhnya, Tuan sejati yang empunya tuaian itu adalah Bapa Raja. Catatan Lukas adalah mengenai Kristus sebagai insan yang tepat bukan Raja. Dalam Lukas, insan ini pergi kepada Allah Bapa untuk berdoa.
Sekarang, kita perlu membahas apa yang harus kita pelajari dari teladan Tuhan. Jika kita melihat bahwa saudara tertentu diganggu, ada masalah, atau sakit, apa yang harus kita lakukan? Mungkin kita tidak mempunyai hati untuk merawat dia. Di lain pihak, kita mungkin merawat dia dan ingin melakukan sesuatu baginya sesuai dengan keperluannya. Sebagai akibatnya, kita mungkin tergesa-gesa untuk mengunjungi saudara tersebut dan melakukan banyak hal baginya. Inilah pekerjaan alamiah kita, ini tidak ilahi. Sebaliknya, kita harus belajar dari Tuhan Yesus. Kita harus pergi kepada Tuhan dan berdoa, "Tuhan, saudaraku sakit parah. Apa yang akan Engkau lakukan Tuhan? Apakah Engkau memberiku beban untuk merawat dia? Jika demikian, saya akan menerima beban. Jika tidak, saya tidak akan melakukan apa pun dengan diri sendiri sebagai seorang manusia. Saya ingin merawat Dia bersama Engkau, agar perawatan ini tidak menjadi pekerjaan insani tetapi pekerjaan ilahi." Kadang-kadang, ketika kita pergi kepada Tuhan berkenaan dengan seorang saudara yang kekurangan, Ia mungkin menyuruh kita untuk tidak menghubunginya pada waktu itu, karena saudara ini ada dalam tangan-Nya.
Kita semua yang mengasihi gereja ingin membantu orang-orang kudus ketika kita melihat bahwa mereka ada masalah. Tetapi jika kita melakukannya terpisah dari Allah, hal itu tidak ilahi. Ilahi berarti melakukan segala sesuatu bersama Allah, oleh Allah, di dalam Allah, dan melalui Allah. Ketika seseorang datang kepada kita dengan satu beban atau satu masalah, kita harus selalu mem-bawanya kepada Tuhan. Tuhan mungkin berkata, "Serahkan masalah ini kepada-Ku. Engkau menyingkirlah. Ini bukan perkara yang harus kautangani." Sebaliknya, jika Tuhan memberi kita beban untuk melakukan sesuatu, pekerjaan kita akan menjadi ilahi.
Ketika Tuhan melihat umat pilihan Allah sebagai kawanan domba Allah yang terlantar dan dicampakkan, hati-Nya tergerak oleh belas kasihan. Tetapi, Ia tidak langsung memerintahkan murid-murid-Nya untuk merawat mereka. Sebaliknya, Ia memberi tahu mereka untuk berdoa kepada Tuan yang empunya tuaian dan meminta kepada-Nya untuk mengerahkan pekerja-pekerja. Tuhan sendiri melaksanakan prinsip ini. Ia melihat adanya kebutuhan akan gembala-gembala untuk umat Allah, karena itu Ia berdoa semalam-malaman kepada Allah. Ia tidak bertindak tanduk tanpa berdoa. Ia membawa kasus ini kepada Bapa-Nya, karena itu Ia mendapat keputusan Bapa.
D. Doa-Nya yang Melampaui Segala Sesuatu Kepada Bapa dan Ajaran-Nya yang Ajaib
Manusia Allah pertama, setelah mengecam kota-kota di sekitar itu karena tidak mau menerima ajaran-Nya dan bertobat (Mat. 11:20-24), berdoa kepada Bapa, dan berdasar pada doa-Nya itu, Ia memberi ajaran yang ajaib kepada murid-murid-Nya (ayat 25-30). Sering kali, kita tidak dapat berdoa setelah mengecam orang lain. Jika seorang ayah tidak dapat berdoa setelah menghardik anak-anaknya, hardikannya itu tidak ilahi. Tetapi, jika kita masih dapat berdoa setelah menghardik seseorang, hardikan kita itu ilahi.
1. Doa-Nya yang Melampaui Segala Sesuatu
Doa Tuhan yang melampaui segala sesuatu kepada Bapa adalah sebagai berikut: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu" (ayat 25-26). Tidak ada seorang pun dalam sejarah yang pernah mengucapkan doa semacam itu.
a. Bersekutu dengan Bapa
Ketika manusia Allah pertama sedang mengecam kota-kota, Ia bersekutu dengan Bapa, menjawab Bapa dengan doa-Nya. Sesungguhnya, doa Tuhan adalah jawaban-Nya kepada Bapa. Ini menunjukkan bahwa ketika Ia sedang mengecam, Ia bersekutu dengan Bapa. Ketika seorang ayah menghardik anak-anaknya, ia seharusnya tetap bersekutu dengan Tuhan.
b. Menjunjung Bapa
Dalam doa-Nya, Tuhan menjunjung Bapa, mengakui Bapa sebagai Tuhan langit dan bumi. Menjunjung adalah memuji dengan pengakuan. Sering kali, kita memberi pujian kepada Tuhan tanpa pengakuan apa pun, tetapi Tuhan memuji Bapa dengan mengakui bahwa Bapa adalah Tuhan langit dan bumi. Kita harus belajar memuji dengan mengakui Bapa dalam ekonomi-Nya, kehendak-Nya, dan pekerjaan-Nya.
Ketika umat Allah dikalahkan oleh musuh-Nya, Allah disebut Allah semesta langit (Ezr. 5:12; Dan. 2:18, 37). Tetapi karena Abraham adalah seorang manusia di bumi yang berpihak kepada Allah, ia menyebut Allah Pencipta langit dan bumi (Kej. 14:19, 22). Tuhan sebagai Anak Manusia menyebut Bapa, "Tuhan langit dan bumi", menunjukkan bahwa Tuhan berdiri di bumi untuk kepentingan Allah. Bapa-Nya dapat menjadi Tuhan atas bumi melalui Dia dan melalui murid-murid-Nya.
c. Memuji Bapa karena Mewahyukan Perkara-perkara Ini kepada Orang Kecil
Tuhan memuji Bapa karena Ia menyembunyikan semua perkara yang disebutkan dalam Matius 11:27 dari orang bijak dan orang pandai dan menyatakannya kepada orang kecil. Orang bijak dan orang pandai mengacu kepada semua orang dalam kota-kota yang menolak Tuhan. Mereka bijak dan pandai secara insani dan setani seperti orang-orang intelek yang duniawi hari ini. Tuhan menyembunyikan perkara-perkara ilahi kepada mereka dan mewahyukannya kepada murid-murid yang adalah orang kecil.
d. Berkenan kepada Bapa
Tuhan mengakui bahwa inilah yang berkenan kepada Bapa dan memberikan diri-Nya untuk taat kepadanya.
2. Ajaran-Nya yang Penuh Wahyu (Menyingkapkan)kepada Murid-murid
Doa Tuhan melampaui segala sesuatu, dan ajaran-Nya itu penuh wahyu (menyingkapkan--ayat 27-30). Sebagai orang-orang kecil, kita tidak berselubung karena Tuhan telah menyingkirkan semua selubung dari kita.
a. Segala Sesuatu telah Diserahkan Kepada-Nya oleh Bapa
"Segala sesuatu" di sini mengacu kepada semua murid, orang-orang yang mengikuti Tuhan. Dalam Injil Yohanes Tuhan berkali-kali mengatakan bahwa orang-orang yang datang kepada-Nya dan yang percaya kepada-Nya diberikan oleh Bapa kepada-Nya (6:37, 44, 65; 17:6b; 18:9). Jika Bapa tidak memberikan kita kepada Tuhan Yesus, kita tidak akan berada dalam kehidupan gereja hari ini. Melepaskan diri dari pencarian duniawi bukanlah perkara yang mudah. Kita berada dalam pemulihan Tuhan karena Bapa telah memberikan kita kepada Tuhan Yesus. Kita berada di sini bukan karena diri sendiri.
b. Mengenal Putra dan Bapa Memerlukan Wahyu
Tidak seorang pun yang mengenal Putra sepenuhnya kecuali Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa sepenuhnya kecuali Putra dan orang yang kepadanya Putra berkenan menyatakan-Nya (Mat. 11:27). Mengenai Putra, hanya Bapa yang memiliki pengenalan yang sedemikian; dan mengenai Bapa hanya Putra dan orang yang kepadanya Putra berkenan menyatakan-Nya mempunyai pengetahuan sedemikian. Karena itu untuk mengenal Putra perlu Bapa yang mewahyukan-Nya (16:17) dan untuk mengenal Bapa perlu Putra yang mewahyukan-Nya (Yoh. 17:6, 26). Dalam Filipi 3:10, Paulus damba untuk mengenal Kristus. Mengenal Kristus adalah perkara yang paling unggul. Kristus itu almuhit, alwasi (memenuhi segala sesuatu), dan tidak terbatas.
c. Memanggil Semua yang Letih Lesu dan Berbeban Berat untuk Datang Kepada-Nya
Tuhan memanggil semua yang letih lesu dan berbeban berat untuk datang kepada-Nya dan Ia akan memberikan kelegaan (perhentian) kepada mereka (Mat. 11:28). Orang-orang Yahudi yang agamawi letih lesu dan berbeban berat karena bekerja di bawah hukum Taurat. Di bumi ini siapakah yang tidak letih lesu dan berbeban berat? Dunia adalah dunia yang letih lesu, penuh beban, karena itu Tuhan memanggil kita untuk datang kepada-Nya, mendapatkan perhentian. Perhentian berarti damai sejahtera yang sempurna dan kepuasan yang penuh.
d.Memerintahkan Murid-murid untuk Memikul Kuk-Nya dan Belajar dari Dia
Tuhan memerintahkan murid-murid-Nya untuk memikul kuk-Nya dan belajar dari Dia, karena Ia lemah lembut dan rendah hati, dan jiwa mereka akan mendapat perhentian (ayat 29). Lemah lembut berarti tidak melawan penentangan dan rendah hati berarti tidak meninggikan diri sendiri. Perhentian dari Tuhan adalah untuk jiwa kita; itu adalah perhentian yang di batin bukan hanya yang bersifat lahiriah. Gangguan-gangguan dan masalah-masalah ada dalam jiwa kita. Paulus memberitahu kita supaya kita tidak khawatir tentang apa pun juga dan menyatakan dalam segala hal keinginan kita kepada Tuhan. Maka damai sejahtera Allah akan memelihara pikiran kita dan hati kita dalam Kristus Yesus (Flp. 4:6-7).
e. Menjamin Mereka bahwa Kuk-Nya itu Enak dan Beban-Nya itu Ringan
Tuhan menjamin murid-murid bahwa kuk-Nya itu enak dan beban-Nya itu ringan (Mat. 11:30). Istilah Yunani untuk enak berarti "cocok untuk digunakan"; karena itu bagus, baik, lembut, halus, enak, menyenangkan berlawanan dengan keras, kasar, tajam, pahit. Kuk ekonomi Allah ada lah seperti itu. Segala sesuatu dalam ekonomi Allah bukanlah beban berat tetapi kenikmatan.