KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA SEORANG PENDOA (2)
Pembacaan Alkitab: Mat. 6:5-18; 7:7-8
GARIS BESAR
II. Fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama dalam catatan Injil Sinoptis mengenai manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam Kerajaan Surga, Budak Penyelamat dalam pelayanan Injil Allah, dan Manusia Penyelamat dalam keselamatan Allah:
B. Dalam ajaran-Nya yang tinggi di atas gunung, manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam Kerajaan Surga dua kali mengajar murid-murid-Nya mengenai doa:
1. Yang pertama ada pada bagian inti dari ajaran-Nya yang tinggi, mewahyukan kepada murid-murid-Nya visi surgawi mengenai doa yang penting untuk kehidupan kerajaan, beserta empat perintah yang bernada negatif sebagai peringatan -- Mat. 6:5-18:
a. Doa: "Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. (Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin)" (ayat 9-13). Doa yang singkat tetapi penting ini meliputi:
1) Nama Bapa yang kudus dikuduskan.
2) Kerajaan surgawi Bapa datang.
3) Kehendak ilahi Bapa dilaksanakan di bumi seperti di surga.
4) Perhatian terhadap suplai keperluan kita, makanan kita sehari-hari.
5) Pengampunan Bapa terhadap kesalahan-kesalahan kita seperti yang kita lakukan terhadap orang-orang yang bersalah kepada kita.
6) Tidak membawa kita kepada pencobaan tetapi melepaskan kita dari yang jahat, si iblis.
7) Mengakui dan memuji dengan hormat bahwa Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan adalah milik Bapa selamanya.
Catatan: Doa yang penting demikian tentu saja meningkatkan pencarian kita terhadap Kerajaan Surga seperti hasrat hati Bapa dan memberi kita kebutuhan kita akan suplai ilahi dari anugerah untuk menggenapkan semua tuntutan yang tinggi dan tegas dari Kerajaan Surga demi perkenan Bapa.
b. Empat perintah yang bernada negatif sebagai peringatan -- ayat 5-8, 14-18:
1) Murid-murid-Nya tidak boleh berdoa seperti yang dilakukan oleh orang-orang munafik, suka menjadi tontonan umum supaya mereka dapat dilihat oleh manusia dan menerima kemuliaan dari manusia sesuai dengan hawa nafsu keinginan daging mereka; murid-murid seharusnya masuk ke dalam kamar yang terkunci, menutup pintu mereka dan berdoa kepada Bapa di surga untuk dilihat oleh-Nya secara tersembunyi dan dibalas oleh-Nya -- ayat 5-6.
2) Mereka juga tidak boleh berdoa seperti orang-orang kafir, bertele-tele, mengira karena banyaknya kata-kata dalam doa mereka, maka mereka akan didengar; murid-murid tidak boleh seperti mereka, karena Bapa murid-murid itu tahu apa yang mereka perlukan bahkan sebelum mereka meminta kepada-Nya -- ayat 7-8.
3) Jika murid-murid mengampuni ke-salahan orang-orang, Bapa mereka di surga akan mengampuni mereka juga; jika tidak, Bapa mereka juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahan mereka. Hal ini membuat doa mereka kepada Bapa surgawi mereka tidak berkhasiat -- ayat 14-15.
4) Murid-murid-Nya tidak boleh berpuasa seperti orang munafik, yaitu dengan muka muram, mengubah air mukanya supaya dilihat orang bahwa mereka sedang berpuasa. Murid-murid harus berpuasa dengan meminyaki kepalanya dan mencuci mukanya supaya jangan dilihat orang bahwa mereka sedang berpuasa melainkan hanya oleh Bapa yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepada mereka-ayat 16-18.
2. Yang kedua adalah pada kesimpulan dari ajaran-Nya yang tinggi mengenai Kerajaan Surga, ketika Ia berjanji dengan orang-orang yang mencari Kerajaan Surga dalam Matius 7:7-8, agar mereka:
a. "Meminta (mintalah) [menunjukkan doa di tempat yang jauh], maka akan diberikan kepadamu."
b. "Mencari (carilah) [menunjukkan pencarian dari apa yang didoakan], maka kamu akan mendapat."
c. "Mengetuk (ketuklah) [menunjukkan pencapaian sasaran dari apa yang dicari], maka pintu akan dibukakan bagimu."
Catatan: Janji yang demikian menjamin orang-orang yang mencari Kerajaan Surga bahwa mereka akan diberi pintu yang terbuka untuk masuk ke dalam semua berkat dalam Kerajaan Surga.
Kita ingin melanjutkan melihat fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama, yang adalah seorang pendoa. Kehidupan insani-Nya yang mistikal adalah alam ilahi, dan alam ini adalah kerajaan Allah. Doa yang murni dan tepat harus selalu ilahi, bukan hanya rohani. Ini berarti bahwa Allah Tritunggal berdoa bersama kita dan kita berdoa melalui hidup bersama Allah Tritunggal. Ia berhuni di dalam kita dan bersatu dengan kita. Perjanjian Baru dengan jelas mewahyukan bahwa Roh yang rampung, Roh Allah sebagai Roh pemberi-hayat dan Roh Kristus, berhuni di dalam kita (Rm. 8:2, 9-11). Dua Timotius 4:22 mengatakan bahwa Tuhan menyertai roh kita. Hari ini, Allah yang rampung sebagai Roh pemberi-hayat majemuk berhuni di dalam kita. Tidak diragukan, kita adalah manusia, tetapi persona ilahi ditambahkan ke dalam kita.
Bagi kita, menjadi rohani itu tidak cukup. Kita harus melihat bahwa Allah telah membuat diri-Nya sendiri satu dengan kita dan membuat kita satu dengan-Nya. Jadi, setiap orang beriman adalah seorang manusia Allah. Dalam hal ini, kita adalah Allah dalam hayat dan sifat tetapi tentu saja tidak dalam ke-Allahan-Nya. Ini dikarenakan kita telah dilahirkan oleh-Nya menjadi spesies-Nya (Yoh. 1:12-13). Kita sejenis dengan-Nya. Berdasarkan wahyu ini, kita da-pat melihat bahwa doa yang murni haruslah merupakan ekspresi ilahi. Jika kita berdoa dengan diri sendiri, itu adalah ekspresi insani. Jika kita berdoa melalui hidup bersama Allah dan bergerak bersama Kristus, kita berdoa dari Persona ini dan doa kita adalah ilahi. Saya merasa bahwa ini adalah wahyu baru bagi kita pada hari-hari ini.
Hanyalah pribadi ilahi yang dapat berdoa, "Bapa kami di surga, dikuduskanlah nama-Mu" (Mat. 6:9). Pribadi yang ilahi dan insani merupakan suatu mistri. Ia mutlak mistikal. Dalam alam semesta ini, ada satu alam yang ilahi dan mistikal. Orang-orang dunia tidak mengenal alam ini. Mereka ada dalam alam fisik, jatuh, jahat. Tetapi kita telah dipisahkan dari yang umum; kita telah dikuduskan dan dipisahkan kepada Allah kita yang kudus. Sekarang, kita ada dalam alam yang ilahi dan mistikal dari Roh yang ram-pung.
B. Dalam Ajaran-Nya yang Tinggi di atas Gunung,
Manusia Allah Pertama Dua Kali Mengajar Murid-murid-Nya Mengenai Doa
Catatan Matius berkenaan dengan manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam Kerajaan Surga. Kita telah melihat fakta ilahi dari puasa Tuhan di padang gurun selama empat puluh hari dan empat puluh malam. Sekarang, kita akan melihat ajaran-Nya yang tinggi di gunung mengenai berdoa. Banyak pelajar Alkitab menyebutnya "kotbah di atas gunung", tetapi saya tidak suka istilah kotbah. Sebaliknya saya menggunakan istilah ajaran yang tinggi. Dalam sejarah manusia, tidak ada ajaran yang lebih tinggi daripada yang satu ini. Dalam ajaran-Nya yang tinggi di atas gunung, manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam Kerajaan Surga dua kali mengajar murid-murid-Nya mengenai doa. Yang pertama ada pada tengah-tengah ajaran yang tinggi, dan yang kedua menyimpulkan ajaran-Nya yang tinggi.
1. Yang Pertama Mewahyukan Visi Surgawi
Mengenai Doa yang Penting untuk Kehidupan Kerajaan
Banyak yang disebut gereja-gereja hari ini menghafalkan doa yang Tuhan ajarkan kepada kita dalam Matius 6 (ayat 5-18), tetapi kebanyakan orang tidak mengerti makna sesungguhnya dari apa yang mereka hafalkan. Doa ini penting untuk hayat kerajaan, hayat yang hidup dalam Kerajaan Surga. Doa yang satu ini juga disertai dengan empat perintah yang bernada negatif sebagai peringatan.
a. Doa
Doanya adalah sebagai berikut: "Bapa kami yang di surga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami dari kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari yang jahat. Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin" (ayat 9-13). Orang-orang yang berdoa pasti adalah anak-anak Allah, dilahirkan dari Allah, sehingga mereka memiliki otoritas, hak, untuk memanggil Allah sebagai Bapa mereka. Kita tidak dapat memanggil seseorang bapa jika kita tidak dilahirkan darinya. Kita mempunyai Bapa di surga yang telah memperanakkan kita. Doa yang singkat tetapi penting ini meliputi beberapa butir yang penting.
1) Nama Bapa yang Kudus Dikuduskan
Dikuduskan berarti dipisahkan dan berbeda dari semua hal yang umum. Pada dunia yang jatuh ada banyak allah palsu. Orang-orang dunia menganggap Allah kita sama seperti allah-allah itu. Jika kita berdoa agar nama Bapa kita dikuduskan, kita tidak seharusnya hanya mengucapkan hal itu dengan kata-kata kita. Agar nama-Nya dikuduskan, kita harus mengekspresikan Dia dalam kehidupan kita. Kita harus menempuh hidup yang kudus, kehidupan sehari-hari yang terpisah dari yang umum. Untuk mengucapkan doa semacam itu, kita perlu menjadi orang-orang yang dikuduskan, orang-orang yang terpisah dari keadaan pada umunya. Kita harus berbeda, terpisah dari semua orang di sekitar kita. Dengan kata lain, kita harus menjadi kudus. Sebagai orang-orang yang dikuduskan, kita harus berdoa, "Bapa kami, dikuduskanlah namaMu."
2) Kerajaan surgawi Bapa datang
Hari ini, dunia bukan kerajaan Allah tetapi kerajaan musuh-Nya. Itulah sebabnya Alkitab mengatakan bahwa Satan adalah penguasa dunia hari ini (Yoh. 12:31). Dalam kerajaan Satan, dunia, tidak ada kebenaran, tidak ada damai sejahtera, dan tidak ada sukacita. Roma 14:17 memberi tahu kita bahwa realitas kehidupan kerajaan adalah kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus. Dalam kerajaan Satan hari ini, tidak ada sukacita karena tidak ada damai sejahtera. Dalam Perserikatan bangsa-bangsa, damai sejahtera selalu dibicarakan sepanjang waktu, tetapi tidak ada damai sejahtera karena tidak ada kebenaran. Damai sejahtera adalah hasil dari kebenaran. Dalam suratnya yang kedua, Petrus memberi tahu kita bahwa satu-satunya perkara yang tinggal dalam langit baru dan bumi baru adalah kebenaran (3:13). Dalam kera-jaan yang akan datang, milenium, hal yang terutama adalah kebenaran. Tidak ada kebenaran dalam dunia, karena ini adalah kerajaan Satan, penguasa jahat.
3) Kehendak Ilahi Bapa Dilaksanakan di bumi seperti di surga
Kehendak Satan hari ini dilaksanakan di bumi melalui orang-orang jahat. Hitler, Mussolini, dan Stalin berusaha melaksanakan kehendak Satan bersama dengan kebanyakan penguasa dunia hari ini. Syukur kepada Tuhan karena kehendak Satan tidak sepenuhnya terlaksana. Hitler, Mussolini, dan Stalin hancur. Napoleon ingin kehendak Satan terlaksana, tetapi ia tidak sukses. Kita perlu berdoa agar kehendak ilahi Bapa terlaksana di bumi seperti di surga. Ini adalah untuk membawa pemerintahan surgawi, Kerajaan Surga, ke bumi ini. Dengan demikian, kehendak Allah pasti akan terlaksana di bumi.
Ketiga hal ini nama, kerajaan, dan kehendak adalah atribut-atribut dari Allah Tritunggal yang satu itu. Nama adalah milik Bapa, karena Bapa adalah sumber; Kerajaan adalah milik Putra, dan kehendak adalah milik Roh itu. Berdoa dengan cara ini adalah berdoa agar Allah Tritunggal berkuasa (unggul) di bumi seperti di surga.
4) Memperhatikan dan Memberikan Suplai Kebutuhan Kita, Makanan Kita Sehari-hari
Dalam doa-Nya, Tuhan mencakup keperluan sehari-hari kita. Ia mengajar kita berdoa hanya untuk makanan satu hari itu. Kita meminta kepada Bapa kita untuk memberi kita hari ini, bukan besok atau bulan depan, makanan kita sehari-hari. Ia tidak ingin umat-Nya khawatir akan hari esok. Ia ingin mereka berdoa hanya untuk kebutuhan hari ini. Ketika saya masih muda, kami para sekerja di Cina kadang-kadang hanya memiliki suplai materi yang terakhir, dan kami tidak tahu bagaimana kami hidup keesokan harinya. Dan suplaian yang datang kemudian selalu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hari itu. Tuhan itu setia memperhatikan dan memberikan suplai kebutuhan sehari-hari kita.
5) Pengampunan Bapa terhadap Kesalahan-kesalahan Kita
seperti yang Kita Lakukan Terhadap Orang-orang yang Bersalah kepada Kita
Dalam doa Tuhan, kita melihat bahwa kita perlu memperhatikan hubungan kita dengan orang lain. Ketika kita meminta kepada Bapa untuk mengampuni kesalahan-kesalahan kita, kita harus mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita. Kita berhutang kepada Allah, dan orang lain pun ada yang berhutang kepada kita, orang-orang yang meminjam sesuatu dari kita. Untuk mempertahankan hubungan yang penuh damai sejahtera dengan orang lain, kita harus mengampuni mereka. Jadi, kita harus membersihkan segala faktor pemisah antara kita dengan Allah dan antara kita dengan orang lain.
6) Tidak Membawa Kita kepada Pencobaan
tetapi Melepaskan Kita daripada yang Jahat, Si Iblis
Kadang-kadang Allah kita yang setia dan yang merawat kita membawa kita ke dalam pencobaan untuk meguji kita seperti yang dilakukan Roh Allah terhadap Tuhan Yesus (Mat. 4:1). Tetapi karena kita tahu kelemahan kita, kita harus berdoa, "Jangan membawa kami ke dalam pencobaan." Ini menunjukkan pengenalan kita terhadap kelemahan kita. Berdoa untuk dilepaskan dari yang jahat adalah membereskan Satan. Doa Tuhan memperhatikan Allah Tritunggal, kebutuhan kita sehari-hari, hubungan kita dengan Allah dan dengan orang lain, dan juga Satan.
7) Mengakui dan Memuji dengan Hormat bahwa
Kerajaan, Kuasa, dan Kemuliaan adalah Milik Bapa Selamanya
Doa kepada Bapa disimpulkan dengan cara ini: "Karena Engkaulah yang punya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin" (Mat. 6:13). Ini adalah pengenalan dan pujian terhadap Kerajaan, kuasa, dan kemuliaan Allah. Ini juga mengacu kepada Allah Tritunggal. Kerajaan adalah milik Putra, yang merupakan suatu alam tempat Allah melaksanakan kuasa-Nya. Kuasa adalah milik Roh, yang melaksanakan maksud Allah sehingga Bapa dapat mengekpresikan kemuliaan-Nya. Ini menunjukkan bahwa doa yang Tuhan ajarkan kepada kita untuk kita doakan dimulai dari Allah Tritunggal dengan urutan Bapa, Putra, dan Roh, dan juga berakhir dengan Allah Tritunggal tetapi dengan urutan Putra, Roh, dan Bapa. Jadi doa yang diajarkan oleh Tuhan dalam ajaran-Nya yang tinggi, dimulai dengan Allah Bapa dan juga berakhir dengan Allah Bapa. Allah Bapa adalah awal sekaligus akhir, Alfa dan Omega.
Doa yang demikian penting tentu saja meningkatkan pencarian kita terhadap Kerajaan Surga seperti hasrat hati Bapa dan memberi kita kebutuhan kita akan suplai ilahi dari anugerah untuk menggenapkan semua tuntutan yang tinggi dan tegas dari Kerajaan Surga demi perkenan Bapa. Di satu pihak, kita sedang mencari sesuatu menurut hasrat hati Bapa. Di pihak lain, kita memiliki suplai untuk menggenapkan sesuatu bagi perkenan Bapa.
b. Empat Perintah Bernada Negatif sebagai Peringatan
1) Tidak Berdoa seperti Orang Munafik
Tuhan memperingati murid-murid-Nya untuk tidak berdoa seperti yang dilakukan oleh orang-orang munafik, mereka berdoa dengan pura-pura. Mereka suka menjadi tontonan umum supaya mereka dapat dilihat oleh manusia dan menerima kemuliaan dari manusia sesuai dengan hawa nafsu keinginan daging mereka. Sebaliknya, murid-murid harus masuk ke dalam kamar yang terkunci, menutup pintu mereka dan berdoa kepada Bapa di surga untuk dilihat oleh-Nya secara tersembunyi dan dibalas oleh-Nya (ayat 5-6). Kita harus belajar menjadi orang-orang yang tersembunyi. Kita harus berdoa di tempat pribadi kita untuk dilihat oleh Bapa secara tersembunyi, bukan oleh orang lain untuk menjadi tontonan umum. Jika kita berdoa dengan tepat, Allah akan membalas kita sebagai pahala. Orang-orang munafik telah menerima pahala mereka, tetapi kita ingin menerima balasan dari Allah.
2) Tidak Berdoa seperti yang Dilakukan Orang-orang Kafir
Murid-murid tidak boleh berdoa seperti orang-orang kafir, bertele-tele, mengira karena banyaknya kata-kata dalam doa mereka, maka mereka akan didengar. Ini dikarenakan Bapa murid-murid itu tahu apa yang mereka perlukan bahkan sebelum mereka meminta kepada-Nya (ayat 7-8). Ada yang menuduh kita bahwa doa baca (membaca sambil berdoa) yang kita lakukan itu diulang-ulang tetapi doa baca itu adalah napas rohani. Bernapas itu selalu diulang-ulang. Jika kita tidak mengulang napas kita, kita akan mati.
3) Mengampuni Kesalahan Orang-orang
Jika murid-murid mengampuni kesalahan orang-orang, Bapa surgawi mereka akan mengampuni mereka juga; jika tidak, Bapa mereka juga tidak akan mengampuni kesalah-an-kesalahan mereka. Hal ini membuat doa mereka kepada Bapa surgawi mereka tidak berkhasiat (ayat 14-15).
4) Tidak Berpuasa dengan Muka Muram seperti Orang-orang Munafik
Murid-murid-Nya tidak boleh berpuasa seperti orang munafik, yaitu dengan muka muram, mengubah air mukanya supaya dilihat orang bahwa mereka sedang berpuasa. Murid-murid harus berpuasa dengan meminyaki kepalanya dan mencuci mukanya supaya jangan dilihat orang bahwa mereka sedang berpuasa melainkan hanya oleh Bapa yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapa yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepada mereka (ayat 16-18).
2. Yang Kedua Ada Pada Kesimpulan dari
Ajaran-Nya yang Tinggi Mengenai Kerajaan Surga
Sekarang, kita ingin membahas waktu yang kedua kalinya ketika Tuhan mengajar murid-murid perihal doa dalam ajaran-Nya yang tinggi di bumi. Yang kedua ini ada pada kesimpulan dari ajaran-Nya yang tinggi ketika Ia berjanji dengan orang-orang yang mencari Kerajaan Surga dalam Matius 7:7-8. Tuhan berkata:
"Mintalah [menunjukkan doa di tempat yang jauh], maka akan diberikan kepadamu; carilah [menunjukkan pencarian dari apa yang didoakan], maka kamu akan mendapat; ketuklah [menunjukkan pencapaian sasaran dari apa yang dicari], maka pintu akan dibukakan bagimu."
Janji yang demikian menjamin orang-orang yang mencari Kerajaan Surga bahwa mereka akan diberi pintu yang terbuka untuk masuk ke dalam semua berkat dalam Kerajaan Surga.
Ketika kita membaca ajaran yang tinggi dari Tuhan di atas gunung yang tercatat dalam Matius 5-7, kita mungkin kecewa dan mengira bahwa kita tidak mungkin melaksanakannya karena tuntutan yang demikian tinggi dan tegas. Karena itu pada kesimpulannya, ada doa yang sesungguhnya adalah suatu janji. Tuhan berjanji kepada kita bahwa jika kita meminta, maka kita akan mendapat; jika kita mencari, maka kita akan menemukan; jika kita mengetok, maka pintu akan dibukakan. Jika kita meminta, mencari, dan mengetok, kita akan masuk ke dalam semua berkat dari Kerajaan Surga untuk kehidupan kerajaan kita yang tinggi dan tegas. Janji ini memberi kita anugerah yang kita perlukan untuk menggenapkan tuntutan yang tinggi dan tegas. Pintu akan dibuka lebar-lebar bagi kita untuk masuk ke dalam semua berkat dari Kerajaan Surga.