← Daftar isi Kehidupan Manusia Allah · bab 10/17

KEHIDUPAN MANUSIA ALLAH PERTAMA SEORANG PENDOA (1)

Pembacaan Alkitab:

Flp. 3:12-14, 8; Yoh. 10:30; Kis 10:38c;

Yoh. 8:29; 16:32; 1 Ptr. 2:23b; Luk. 23:46; Yoh. 14:30b;

Mat. 3:13-4:11; 6:5, 16; 17:21; Kis 13:2-3

GARIS BESAR

I. Seorang Pendoa:

A. Tidak sebagai manusia biasa yang mengucapkan doa yang umum kepada Allah.

B. Tidak sebagai orang saleh, yang disebut orang yang beribadah, berdoa kepada Allah dengan cara agamawi.

C. Tidak sebagai seorang yang mencari Allah berdoa kepada Allah untuk pencapaian dan perolehan ilahi.

D. Bahkan tidak hanya sebagai seorang pencari Kristus yang berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan Kristus dalam keunggulan-nya -- Flp. 3:12-14, 8.

E. Tetapi seorang manusia dalam daging yang berdoa kepada Allah yang misterius dalam alam yang ilahi dan mistikal, dan seorang manusia yang:

1. Bersatu dengan Allah -- Yoh. 10:30.

2. Terus-menerus hidup dalam hadirat Allah -- Kis. 10:38c; Yoh. 8:29; 16:32.

3. Bersandar kepada Tuhan dan bukan kepada diri-Nya sendiri dalam segala macam penderitaan dan aniaya -- 1 Ptr. 2:23b; Luk. 23:46.

4. Di dalam-Nya, Satan, penguasa dunia ini, tidak memiliki apa-apa, tidak berkuasa sedikit pun (tidak ada dasar, tidak ada kesempatan, tidak ada harapan, tidak ada kemungkinan dalam segala sesuatu) -- Yoh. 14:30b.

II. Fakta-fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama dalam catatan Injil Sinoptis mengenai manusia Allah pertama sebagai Raja Penyelamat dalam kerajaan surga, Budak Penyelamat dalam pelayanan Injil Allah, dan Manusia Penyelamat dalam keselamatan Allah:

A. Setelah pembaptisan-Nya dalam air, dan pengurapan Allah dari surga dengan amanat yang besar bagi-Nya untuk mendatangkan kerajaan surga ke bumi, Ia, di bawah pimpinan Roh, pergi ke padang gurun untuk berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam -- Mat. 3:13-4:11:

1. Ia pasti merasa bahwa:

a. Amanat ilahi Bapa-Nya kepada-Nya mengenai kerajaan surga adalah beban yang besar dan penting bagi-Nya.

b. Ia perlu mencari keputusan Bapa-Nya mengenai bagaimana membawa kerajaan Bapa-Nya di surga kepada umat Adam yang jatuh, di bumi.

2. Menurut pelaksanaan pada umumnya, puasa selalu disertai dengan doa -- Mat. 6:5, 16; 17:21; Kis. 13:2-3.

3. Tetapi tidak disebutkan mengenai doa yang menyertai puasa manusia Allah pertama, bukan hanya selama empat puluh hari tetapi juga selama empat puluh malam.

4. Kita harus percaya bahwa pasti ada doa semacam itu, tetapi hal itu tersembunyi sebagai misteri dan tidak mungkin bagi kita untuk mengetahui apa isinya.

5. Hal ini menunjukkan bahwa doa manusia Allah pertama ada dalam alam ilahi dan mistikal.

Dalam berita ini, kita ingin melanjutkan persekutuan kita mengenai kehidupan manusia Allah pertama dengan melihat-Nya sebagai seorang pendoa.

I. SEORANG PENDOA

Tuhan hidup sebagai seorang pendoa. Ia tidak hidup sebagai manusia biasa yang mengucapkan doa yang umum kepada Allah, tidak sebagai orang saleh, yang disebut orang yang beribadah, berdoa kepada Allah dengan cara agamawi, atau tidak sebagai seorang yang mencari Allah yang berdoa kepada Allah untuk pencapaian dan perolehan ilahi. Bahkan Ia adalah seorang pendoa yang tidak hanya sebagai seorang pencari Kristus yang berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan Kristus dalam keunggulan-Nya (Flp. 3:12-14, 8). Sebaliknya, Ia adalah seorang manusia dalam daging yang berdoa kepada Allah yang misterius dalam alam yang ilahi dan mistikal. Keempat kitab Injil memberi tahu kita bahwa Ia sering kali pergi ke gunung atau mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi untuk berdoa (Mat. 14:23; Mrk. 1:35; Luk. 5:16; 6:12; 9:28).

Menurut apa yang telah saya pelajari, kita mungkin adalah seorang pencari Kristus, berdoa sungguh-sungguh untuk mendapatkan Kristus dalam keunggulan-Nya, namun ini bukanlah model murni dari seorang pendoa yang diwahyukan dalam keempat kitab Injil. Jika kita adalah seorang pencari Kristus, kita mungkin mengira bahwa kita sangat istimewa dan rohani. Tetapi dalam menjelaskan manusia Allah pertama sebagai seorang pendoa, saya menghindari penggunaan istilah rohani. Sebaliknya, saya menggunakan istilah ilahi dan mistikal. Ilahi itu di pihak Allah. Mistikal itu di pihak manusia. Di satu pihak, Yesus adalah seorang manusia dalam daging, namun Ia berdoa kepada Allah yang misterius dengan cara dan dalam alam yang ilahi dan mistikal.

Ia adalah seorang pendoa, seorang manusia yang bersatu dengan Allah (Yoh. 10:30). Kita mungkin adalah seorang pencari Kristus, berdoa dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan Kristus, namun kita mungkin tidak bersatu dengan Allah. Ia juga adalah seorang yang terus-menerus hidup dalam hadirat Allah (Kis. 10:38c; Yoh. 8:29; 16:32). Ia memberi tahu kita bahwa Ia tidak pernah sendirian, tetapi Bapa selalu menyertai-Nya. Setiap saat Ia memandang wajah Bapa. Kita mungkin mencari Kristus, namun kita tidak hidup dalam hadirat Allah dengan begitu dekat dan terus-menerus tanpa berhenti. Ia juga bersandar kepada Tuhan dan bukan kepada diri-Nya sendiri dalam segala macam penderitaan dan aniaya. Satu Petrus 2:23b mengatakan bahwa ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkan-Nya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil. Lukas 23:46 mengatakan bahwa pada saat Ia sedang mati di kayu salib, Ia berdoa, "Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (roh-Ku-Tl.)." Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita benar-benar bersandar pada Tuhan ketika ada masalah datang? Kita memang bersandar pada Tuhan sampai taraf tertentu, tetapi tidak mutlak.

Dalam Yohanes 14:30 Tuhan berkata,"Penguasa dunia ini datang dan Ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku." Hal ini berarti bahwa dalam Tuhan Yesus, Satan sebagai penguasa dunia tidak mempunyai dasar, kesempatan, harapan, kemungkinan dalam segala sesuatu. Jika kita diterangi, kita akan mengakui bahwa Satan memiliki terlalu banyak perkara dalam diri kita. Ia memiliki dasar, kesempatan, harapan, dan kemungkinan dalam banyak hal. Tetapi, di sini ada seorang pendoa yang berkata bahwa Satan, penguasa dunia ini, tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Nya. Ini adalah kalimat yang khusus dalam seluruh Alkitab. Jadi, Kristus adalah seorang pendoa, manusia yang bersatu dengan Allah, hidup dalam hadirat Allah secara terus-menerus, bersandar pada Tuhan dalam penderitaan dan aniaya, dan di dalam-Nya, Satan tidak memiliki kuasa apa pun.

II. FAKTA-FAKTA ILAHI DALAM KEHIDUPAN INSANI YANG MISTIKAL

DARI MANUSIA ALLAH PERTAMA

Semua doa Tuhan adalah fakta-fakta ilahi. Kita perlu bertanya apakah doa-doa kita adalah fakta-fakta ilahi. Seorang istri mungkin memohon kepada Tuhan agar merawat keluarganya karena suaminya kehilangan pekerjaan. Doa yang demikian tidak ilahi. Sebaliknya, ia dapat berdoa, "Tuhan, sebagai seorang istri, aku memuji Engkau dan bersyukur kepada-Mu karena kami ada di dalam tangan-Mu. Kami bersandar kepada-Mu dalam situasi ini." Inilah doa yang ilahi. Jika kita berdoa, "Tuhan, hari ini diperlukan orang-orang untuk pergi ke Moskow," ini bukan doa yang ilahi. Sebaliknya kita harus berdoa, "Tuhan, terima kasih karena Engkau sekarang sedang menyebarluaskan pemulihan-Mu ke Rusia. Tuhan, inilah pergerakan-Mu." Inilah doa yang ilahi.

Ketika kita membahas doa Tuhan dalam Yohanes 17, kita dapat melihat apakah doa yang ilahi itu. Kita boleh berdoa untuk keperluan kita, tetapi kita harus berdoa secara ilahi. Kita harus mengucapkan doa yang ilahi, bukan doa insani. Semua doa yang diucapkan Kristus adalah fakta-fakta ilahi dalam kehidupan insani-Nya yang mistikal. Meskipun kita ini insani, orang-orang dapat merasakan bahwa ada sesuatu yang mistikal mengenai kita. Teman sekelas kita, teman kantor, atau sahabat karib kita seharusnya merasakan ada sesuatu mengenai kita yang tidak dapat mereka mengerti. Ini dikarenakan kita itu misterius, mistikal. Dia yang mengucapkan doa yang tercatat dalam Yohanes 17 adalah Yesus dari Nasaret, seorang manusia daging, namun doa-Nya itu mistikal.

Seorang saudari yang pernah kehilangan putranya berkata bahwa ia tidak mengerti mengapa semakin mencintai Tuhan kelihatannya ia semakin rugi. Ia berdoa, "Tuhan, tidakkah Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau?" Mengapa Engkau mengambil putraku?" Ini bukan hanya doa insani tetapi juga doa yang bersifat daging. Berdasarkan terang ini, kita harus mempertimbangkan doa-doa kita. Kita telah mengucapkan banyak doa insani dan bersifat daging, bukan doa yang ilahi. Tidak ada satu doa pun yang setinggi doa Tuhan dalam Yohanes 17. Ia berdoa, "Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah anak-Mu, supaya anak-Mu memuliakan Engkau" (ayat 1). Doa Kristus itu ilahi. Ketika Ia sedang mati di kayu salib, Ia berdoa, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."(Luk. 23:34). Ia berdoa kepada Bapa agar mengampuni orang-orang yang menyalibkannya. Ini adalah ilahi dan mistikal.

Kita ingin melihat fakta-fakta ilahi dalam kehidupan insani yang mistikal dari manusia Allah pertama yang tercatat dalam catatan Injil Sinoptis. Setelah pembaptisan-Nya dalam air, dan pengurapan Allah dari surga dengan amanat yang besar bagi-Nya untuk mendatangkan kerajaan surga ke bumi, Ia, dibawah pimpinan Roh, pergi ke padang gurun untuk berpuasa selama empat puluh hari dan empat puluh malam (Mat. 3:13-4:11). Ia pasti merasa bahwa amanat ilahi Bapa-Nya kepada-Nya mengenai kerajaan surga adalah beban yang besar dan penting bagi-Nya. Ia perlu mencari keputusan Bapa-Nya mengenai bagaimana membawa kerajaan Bapa-Nya di surga kepada umat Adam yang jatuh, di bumi. Menurut pelaksanaan pada umumnya, puasa selalu disertai doa (Mat. 6:5, 16; 17:21; Kis. 13:2-3). Tetapi tidak disebutkan mengenai doa yang menyertai puasa manusia Allah pertama, bukan hanya selama empat puluh hari tetapi juga selama empat puluh malam. Doa Tuhan yang pasti menyertai masa puasanya yang panjang tidak dicatat. Ini sangat bermakna. Kita harus percaya bahwa pasti ada doa semacam itu, tetapi hal itu tersembunyi sebagai misteri dan tidak mungkin bagi kita untuk mengetahui apa isinya. Ini menunjukkan bahwa doa manusia Allah pertama ada dalam alam ilahi dan mistikal.

Model dari manusia Allah pertama sebagai seorang pendoa menunjukkan bahwa kita harus melakukan segala sesuatu secara ilahi. Bahkan kasih suami terhadap istrinya haruslah ilahi dan bukan insani. Sepatu yang kita beli dan model rambut kita seharusnya ilahi. Bagian yang paling kritis dari sejarah manusia Allah pertama adalah doa-Nya. Semua doa-Nya adalah ilahi, namun semuanya ada dalam kehidupan insani, membuat kehidupan insani tersebut mistikal. Ia menempuh kehidupan insani yang mistikal. Seorang suami harus mencintai istrinya secara ilahi, tidak hanya secara rohani. Ini dikarenakan ia mencintai istrinya bukan dengan caranya tetapi dengan cara Allah dan bukan dengan cintanya tetapi dengan cinta Allah. Bagaimana mungkin seorang manusia daging mencintai istrinya dengan cara ilahi dan dengan kasih ilahi? Ini mistikal. Kita seharusnya adalah orang-orang yang menempuh kehidupan yang ilahi namun mistikal. Kehidupan kita seharusnya ilahi namun insani-bukan hanya insani, tetapi insani secara mistikal. Inilah yang diwahyukan dalam Firman kudus.

Kita memiliki konsep mengenai kerohanian dan konsep itu membutakan kita. Kita perlu melihat bahwa kita tidak seharusnya hanya rohani tetapi juga ilahi dan mistikal. Hari ini, setiap kaum beriman haruslah seorang yang ilahi dan mistikal. Kita harus ilahi namun begitu misterius. Bahkan orang-orang yang dekat dengan kita harus dapat merasakan bahwa ada sesuatu mengenai kita yang misterius dan tidak dapat dimengerti. Kuncinya adalah meskipun kita adalah insan, kita hidup secara ilahi. Kerohanian yang sejati harus membuat kita menjadi ilahi. Ini jauh lebih tinggi.

Kadang-kadang, ketika kita mendengar seorang saudari muda memberi kesaksian, kita mempunyai perasaan bahwa pembicaraannya itu ilahi namun mistikal. Segala sesuatu dalam kehidupan kita haruslah ilahi dan mistikal. Inilah yang kita lihat dalam Tuhan Yesus. Ketika orang-orang melihat apa yang dilakukan-Nya, mereka takjub dan berkata, "Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak tukang kayu?" (Mat. 13:54-55). Ini karena semua yang dilakukan-Nya adalah ilahi dan mistikal. Allah hidup melalui Dia. Ia adalah Allah yang dinyatakan dalam daging. Ini adalah misteri yang besar. Satu Timotius 3:16 mengatakan bahwa rahasia ibadah yang sangat besar adalah Allah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia (daging). Yang ilahi dinyatakan secara insani yang mistikal.

Sebutan manusia Allah dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah seorang manusia, tetapi Ia adalah Allah yang hidup. Hari ini, Anda adalah seorang manusia Allah. Ini berarti bahwa Anda adalah seorang manusia, namun Anda memperhidupkan Allah dan mengekspresikan Allah. Anda adalah seorang manusia, namun Allah itulah yang hidup di dalam Anda. Inilah makna sebutan manusia Allah. Kehidupan seorang manusia Allah adalah seorang manusia yang memperhidupkan Allah.