PENGALAMAN SUBYEKTIF TERHADAP KRISTUS DALAM SURAT GALATIA
Pembacaan Alkitab:
Gal. 1:13-16; 2:19-20; 3:1-3, 14, 24-28; 4:6, 19;
5:1-2, 4, 16-17, 22- 25; 6:1, 8, 14-18
Dalam berita yang lalu kita telah dengan penuh lengkap melihat Kristus yang di dalam Surat Kolose. Surat Kolose adalah satu surat yang pendek, tetapi wahyu akan Kristus yang dikandungnya sangatlah penuh lengkap. Inilah wahyu yang singkat tetapi penuh lengkap, memperlihatkan kepada kita hubungan antara Kristus dengan Allah, makhluk ciptaan, penebusan, serta gereja sebagai ciptaan baru, juga mewahyukan Dia adalah realitas segala perkara dan benda yang positif, perkara dan benda-benda ini hanyalah bayang-bayang Kristus. Tidak hanya demikian, hari ini Kristus adalah hayat kita, kelak adalah pengharapan kita. Butir-butir ini sangatlah besar. Kristus berhubungan dengan Allah, berhubungan dengan makhluk ciptaan, berhubungan dengan penebusan, juga berhubungan dengan gereja. Dia adalah realitas segala perkara dan benda, Dia juga mempunyai hubungan yang subyektif dengan kita. Kita harus dengan jelas mengenal semua butir ini, dan dengan tepat mengingatnya. Kemudian kita harus menerapkan Kristus ini ke atas diri kita, pada hari ini menjadi hayat kita, pada masa yang akan datang menjadi pengharapan kita.
Dalam hubungan-Nya dengan Allah, Kristus adalah gambar Allah, ekspresi Allah, seluruh kepenuhan ke-Allahan tinggal di dalam Dia. Dia adalah rahasia Allah — sejarah dan “cerita” Allah, Dia juga yang terutama. Dalam rencana Allah, ekonomi Allah, dan segala perkara, Allah berketetapan menjadikan Kristus sebagai yang terutama.
Dalam hubungan-Nya dengan makhluk ciptaan, Kristus adalah yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, adalah butir pertama dari segala makhluk ciptaan. Segala sesuatu diciptakan di dalam Dia, oleh (melalui) Dia. Tidak hanya demikian, sekarang segala sesuatu eksis di dalam Dia, segala sesuatu berkelangsungan di dalam Dia, kelak segala sesuatu akan untuk atau milik Dia.
Dalam hubungan-Nya dengan penebusan, Kristus adalah Penebus. Dia merampungkan penebusan, menanggulangi banyak perkara, seperti dosa, diri (ego), dan dunia. Dia juga melalui “mengibas” pemerintah, kekuasaan, dan penguasa, di angkasa, menanggulangi kuasa kejahatan. Semua unsur kekuatan ini telah dikibaskan oleh Kristus melalui salib-Nya.
Dalam ciptaan baru gereja-Nya, Kristus adalah Kepala, yang pertama bangkit dari antara orang mati. Dalam kebangkitan Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu. Kristus yang demikian adalah realitas segala perkara dan benda yang kita perlukan dan nikmati. Apa saja yang kita lihat, miliki, dan nikmati, adalah bayang-bayang, realitas segala perkara ini adalah Kristus. Tidak hanya demikian, Kristus ini juga bagian kita. Sebagai bagian kita, Dia hari ini di dalam kita adalah hayat kita, kelak adalah pengharapan kita.
Kita hanya memaparkan butir-butir apa adanya Kristus. Dengan cara yang sederhana ini, kita tidak bisa dengan seluruhnya membicarakan hal-hal ini. Kebanyakan orang Kristen hanya mengenal Kristus sebagai Anak Allah, Juruselamat yang mati bagi kita di atas salib, tetapi tidak nampak Kristus yang diwahyukan dalam Surat Kolose. Saya merasa sangat sayang tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menjelaskannya, supaya terhadap Kristus yang demikian ini kita mempunyai kesan yang dalam.
DALAM CIPTAAN BARU KRISTUS ADALAH SEGALA SESUATU
Selain enam butir di atas, Kristus yang sebagai hayat dan pengharapan ini, dalam manusia baru adalah segalagalanya. Manusia baru adalah gereja, Tubuh Kristus. Dalam manusia baru tidak ada yang lain, kecuali Kristus. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang berbeda-beda di dalam Tubuh Kristus? Kita nanti akan nampak bahwa orang-orang yang berbeda-beda ini sudah dimatikan dan dikubur, hari ini Kristus di dalam mereka menggantikan mereka. Dalam gereja, setiap butir pasti adalah Kristus. Dalam manusia baru tidak ada orang Yunani, orang Yahudi, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Semua ciptaan lama sudah dimatikan dan dikubur.
MENGALAMI KRISTUS MELALUI BERKORPORASI DENGAN-NYA
Kristus sudah diletakkan ke dalam kita, kita sudah diletakkan ke dalam Kristus. Dalam Surat Kolose, sama seperti di kitab-kitab yang lain, ada frase yang kecil “di dalam”. Kolose 1:27 mengatakan, “Kristus ada di tengah-tengah (di dalam) kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.” Kolose 2:10 juga memiliki frase “di dalam Dia”, “Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia”. Ini menyatakan tidak hanya Kristus di dalam kita, kita juga di dalam Dia, seperti yang dikatakan dalam ayat 7, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.” Dia di dalam kita, kita juga di dalam Dia. Dia hidup di dalam kita, sebab itu kita harus berperilaku di dalam Dia. Akhirnya, siapa di dalam siapa? Dengan demikian, kita bersatu dengan Kristus. Kita boleh memakai kata “berkorporasi”. Ini adalah korporasi rohani, korporasi surgawi.
Berkorporasi dengan seseorang berarti sepenuhnya bergabung dengan dia. Melalui berkorporasi dengan kita, Kristus menjadi kita, berbagian dengan semua tanggung jawab, kelemahan, dan segala kita. Kalau seseorang adalah orang yang berhutang, ketika kita berkorporasi dengannya, kita harus memikul hutangnya. Anda mungkin adalah miliarder, dan saya adalah orang miskin yang banyak hutang; kalau Anda mau berkorporasi dengan saya, maka dalam hukum Anda akan memikul hutang saya, bersamaan dengan itu saya juga boleh memiliki kekayaan Anda. Saya mempunyai hutang, Anda mempunyai kekayaan; tetapi sekarang milik saya menjadi milik Anda, milik Anda menjadi milik saya. Inilah mengapa Kristus perlu memikul dosa kita. Kristus perlu memikul dosa kita, karena Dia telah berkorporasi dengan kita.
Ini bukan hanya merupakan penggantian saja. Hari ini salah satu butir penting dalam teologi kekristenan mengatakan bahwa Kristus dengan kita ada satu penggantian. Namun pengalaman kita bukan hanya penggantian, bahkan berkorporasi. Kristus berkorporasi dengan kita, sebab itu Dia dengan kita telah menjadi satu, bahkan Dia telah menjadi kita. Semua apa adanya Dia dan milik-Nya adalah milik kita. Dia di dalam kita, kita juga di dalam Dia. Karena Dia di dalam kita, Dia memikul semua tanggung jawab kita; karena kita di dalam Dia, kita mempunyai kedudukan, hak istimewa, dan otoritas menikmati semua apa adanya Kristus dan milik Kristus. Artinya, kita dengan Kristus adalah satu, Kristus dengan kita adalah satu.
Kita di dalam Kristus telah dikubur (2:12). Ada orang mungkin sudah mati, tetapi masih tetap berada di sana; dikubur barulah tamat urusannya. Kita sudah berakar di dalam Dia, sekarang sedang dibangun di dalam Dia; karena kita tidak hanya dikubur bersama Dia, tetapi juga bangkit dari kematian bersama Dia. Hari ini Dia hidup di dalam kita, menjadi hayat kita saat ini, dan menjadi pengharapan kita pada masa yang akan datang. Sebab itu Kristus adalah segalanya.
Saya tidak tahu mengapa kekristenan hari ini telah menyimpang dari sasaran ini. Hari ini banyak orang memperhatikan perkara yang lain, seperti pemilihan, penetapan diri, pengangkatan, dan lain sebagainya, tetapi terus mengabaikan (sekarang masih tetap mengabaikan) hal-hal yang sederhana tetapi penting dan nyata. Saya dengan kuat merasakan dan sangat yakin bahwa pada akhir zaman Tuhan akan memulihkan hal-hal ini. Semua perkara yang lain adalah “bungkusan”. Dalam toko serba ada atau toko perhiasan, barang yang lebih mahal lebih banyak bungkusannya. Saya pernah beberapa kali ke Jepang, melihat orang Jepang yang di toko dengan sabar dan teliti membungkus barang dagangannya, sangatlah menarik. Akhirnya mereka menghabiskan kesabaran Anda, karena mereka menghabiskan banyak waktu untuk menambah kertas pembungkus yang indah. Namun ketika kita membawa pulang barang itu, anak-anak lebih menghargai bungkusannya daripada isinya; sebenarnya isinya barulah intinya. Isinya bagi anak-anak tidak begitu berarti, karena itu tidak lebih menarik dibandingkan dengan kotak dan kertas pembungkusnya. Banyak orang Kristen yang kasihan, karena mereka suka “kertas pembungkus”, tetapi tidak menghargai mustika yang di dalamnya, yaitu Kristus sendiri. Enam puluh enam kitab dalam Alkitab sama seperti kertas pembungkus itu, Kristus sendiri barulah isinya yang berharga.
Dalam hari-hari ini, kita harus nampak Kristus yang diwahyukan dalam Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, empat surat yang pendek ini. Nanti Tuhan akan memberi kita waktu dan beban, dari keempat surat ini menyuplai lebih banyak Kristus. Dari Surat Kolose kita harus ingat delapan butir, di antaranya ada tujuh butir yang berhubungan dengan Kristus, ada satu yang berhubungan dengan pengalaman kita terhadap Kristus, yaitu Kristus di dalam kita, kita juga di dalam Dia.
PENGALAMAN TERHADAP KRISTUS DALAM SURAT GALATIA
Sekarang marilah kita mulai mempelajari Surat Galatia, kita akan lebih dulu membaca beberapa ayat dalam setiap pasal. Galatia 1:13-16 mengatakan, “Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: Tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Di dalam agama Yahudi pun aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi sewaktu Allah, telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh anugerah-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, sesaat pun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia.” Paulus bukan memberitakan doktrin, pengajaran, atau perkara yang lain, tetapi dia memberitakan Kristus, Anak Allah.
Pasal 2:19-20 mengatakan, “Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk Allah. Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Hidup yang sekarang aku hidupi secara jasmani (dalam daging) adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Selanjutnya 3:1-3 mengatakan, “Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapa yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu? Hanya ini yang hendak kuketahui dari kamu: Apakah kamu telah menerima Roh karena melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil? Apakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, apakah sekarang kamu mau mengakhirinya di dalam daging?” Ayat 14 mengatakan, “Yesus Kristus telah melakukan hal ini, supaya di dalam Dia berkat Abraham sampai kepada bangsa-bangsa lain, sehingga melalui iman kita menerima Roh yang telah dijanjikan itu.” Ayat 24 mengatakan pula, “Jadi, hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan berdasarkan iman.” Orang yang menuntun anak-anak adalah orang yang membawa murid-murid kepada guru di sekolah. Ayat 25-27 melanjutkan, “Sekarang iman itu telah datang, karena itu kita tidak berada lagi di bawah pengawasan penuntun. Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah melalui iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.” Mengenakan Kristus seperti mengenakan sebuah baju. Ketika kita dibaptis, kita mengenakan Kristus. Ayat 28 menyimpulkan, “Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.”
Pasal 4:6 mengatakan, “Karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, ‘Ya, Abba, ya Bapa!’” Ayat 19 mengatakan, “Hai anak-anakku, karena kamu aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam kamu.” Sampai pasal 5, ayat 1-2, dan ayat 4 mengatakan kuk hukum Taurat, “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. Sesungguhnya, aku, Paulus, berkata kepadamu: Jikalau kamu menyunatkan dirimu, Kristus sama sekali tidak akan berguna bagimu. Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan pembenaran melalui hukum Taurat; kamu hidup di luar anugerah.” Ayat 16-17 mengatakan, “Maksudku ialah: Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan Roh dan keinginan Roh berlawanan dengan keinginan daging — karena keduanya bertentangan — sehingga kamu setiap kali tidak melakukan apa yang kamu kehendaki.” Ayat 22-25 mengatakan, “Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu. Siapa saja yang menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.”
Pasal 6:1 dan 8 mengatakan, “Saudara-saudara, kalau pun seseorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. Sebab siapa yang menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi siapa yang menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.” Terakhir, 1418 mengatakan, “Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Bagi semua orang yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, Saudara-saudara! Amin.”
KEHENDAK ALLAH ADALAH SUPAYA
KRISTUS TERGARAP KE DALAM KITA
Keistimewaan Galatia adalah: Kristus yang diwahyukan dalam Surat Kolose perlu tergarap ke dalam kita. Kita harus sekali lagi menekankan bahwa Allah tidak bermaksud melakukan perkara yang lain. Dalam seluruh alam semesta, Allah hanya mempunyai satu tujuan, yaitu menggarapkan Kristus ke dalam kita. Allah menciptakan alam semesta tidak dengan tujuan yang lain. Penciptaan Allah adalah untuk kehendak-Nya, yaitu menggarap Kristus ke dalam sekelompok orang. Allah telah menciptakan banyak orang, tujuan-Nya ialah hendak menggarapkan Kristus ke dalam mereka, selain ini tidak ada tujuan yang lain. Demikian juga, Allah menggenapkan penebusan, juga hanya untuk menggarapkan Kristus ke dalam kita. Jadi kalau bukan untuk menggarapkan Kristus ke dalam kita, Dia juga tidak bermaksud memberi pengajaran dan doktrin kepada kita.
MENYIMPANG DARI KEHENDAK ALLAH
Allah memberi kita banyak benda materi, karena kita perlu benda-benda itu untuk mempertahankan keberadaan kita. Namun benda-benda itu adalah untuk menggenapkan kehendak Allah, supaya Kristus bisa tergarap ke dalam kita. Kita perlu makanan, pakaian, rumah, dan benda-benda materi yang lain dalam kehidupan kita, supaya kita dapat eksis untuk kehendak Allah, agar Kristus tergarap ke dalam kita, agar kita menjadi satu ekspresi, satu bejana untuk mewadahi Dia. Namun kita melihat keadaan hari ini, orang yang tidak percaya diganggu oleh banyak benda materi, menyimpang dari inti kehendak Allah. Musuh Allah sangat licik. Semua orang yang tidak percaya, yang duniawi, tidak memperhatikan Kristus. Mereka hanya mempedulikan kehidupan mereka sendiri — makan minum, rumah, dan pelesiran mereka. Mereka terus terganggu sehingga meninggalkan Kristus, dan tertarik ke dalam benda-benda materi; sampai hari ini masih demikian.
Selain benda-benda materi, Allah juga memberikan Perjanjian Lama kepada orang Yahudi. Pemberian Perjanjian Lama bertujuan mewahyukan Kristus kepada mereka, untuk menjaga dan membawa mereka kepada Kristus. Namun, bahkan Perjanjian Lama juga dipakai oleh musuh Allah, Iblis, untuk menyelewengkan orang Yahudi sehingga meninggalkan Kristus. Mereka terus terganggu oleh Perjanjian Lama sehingga meninggalkan Kristus, dan tertarik datang ke Perjanjian Lama. Orang Farisi, orang Saduki, ahli Taurat, bahkan Paulus dari Tarsus, semuanya untuk Perjanjian Lama, untuk agama Yahudi, bukan untuk Kristus. Sabagaimana orang kafir adalah duniawi, begitu juga orang Yahudi adalah agamis. Musuh dapat memakai setiap perkara, bahkan perkara baik yang diberikan Allah untuk menggenapkan kehendak-Nya, untuk mengganggu orang, supaya orang menyimpang dari kehendak Allah. Musuh memakai Perjanjian Lama dan agama Yahudi.
DARI AGAMA BERPALING KEPADA KRISTUS
Surat Galatia menggambarkan orang yang mencari Allah tetapi terganggu. Paulus bergairah untuk agama Yahudi, bahkan siap mengorbankan jiwanya untuk agama ini. Namun pada suatu hari, Allah mewahyukan Kristus ke dalamnya (1:15-16a). Bagi dia, itu adalah satu perubahan 180 derajat, dari agama berpaling kepada Kristus. Di beberapa aspek, kita masih bersifat agamis. Pada suatu hari kita seharusnya bisa berkata, “Kita tidak ada sedikit pun yang agamis.” Saya khawatir banyak orang masih mempertahankan doktrin tertentu. Kalau saya pergi ke Mongolia, saya tidak khawatir tentang doktrin agama Kristen, karena orang Mongolia tidak akan mempertahankan doktrin agama Kristen. Kalau saya menyuplaikan Kristus kepada mereka, mereka akan dengan sederhana menerima Kristus. Tetapi di Amerika Serikat, begitu juga di Eropa, ketika saya dengan cara hayat menyuplai Kristus, ada orang akan bertanya, “Bagaimana masalah bahasa lidah dalam 1 Korintus? Bagaimana masalah kerajaan dalam Injil Matius? Itu masalah dalam zaman ini, atau zaman yang akan datang?” Belakangan ini saya mengunjungi lima kelompok perhimpunan orang Kristen yang tidak sama, setiap kelompok keadaannya tidak sama. Mereka sangat kuat, bahkan saling bermusuhan.
Kami pernah di rumah seorang saudara membicarakan tentang baptisan. Dia dengan kuat menegaskan bahwa baptisan selam sama sekali tidak ada maknanya, dalam Perjanjian Baru setiap kali menyinggung baptisan, semuanya mengacu kepada baptisan Roh. Dia tegar bagai harimau; kalau dia bukan orang Kristen, saya khawatir mungkin dia bisa menyerang saya. Dia bertanya kepada saya mengapa kami tidak mempedulikan baptisan Roh ini. Saya memberi tahu dia bahwa saya tidak mempedulikan doktrin apa pun, saya hanya mempedulikan memperhidupkan Kristus. Pernah sekali lagi, ada seorang perempuan memutus khotbah saya, bertanya kepada saya apakah percaya baptisan selam; dia berkata bahwa kalau tidak dibaptis ke dalam air, tidak mungkin bisa beroleh selamat. Dalam hal ini dia sangat kuat sekali, lalu mulai membagi-bagi selebaran tentang baptisan selam. Dalam hati saya merasa geli, “Keadaan di Amerika ini sangat mengherankan. Sebelumnya saya bertemu dengan seorang saudara yang begitu kuat menekankan bahwa kita tidak seharusnya melakukan baptisan selam. Sekarang saya bertemu dengan seorang yang dengan kuat menekankan perlu baptisan selam.” Saya tidak senang membicarakan perkara yang negatif, saya hanya ingin memperlihatkan kepada kalian, keadaan yang demikian ini sangat kasihan.
Di semua tempat yang pernah saya kunjungi, saya selalu memberi tahu orang bahwa saya tidak mempedulikan perkara lain, saya hanya memperhatikan Kristus. Tiga puluh lima tahun yang lalu, saya sangat hijau, tetapi beberapa tahun ini saya telah melepaskan perkara-perkara yang kekanak-kanakan itu. Saya tidak menginginkan “kertas bungkus”. Saya pergi ke toko serba ada bukan untuk mendapatkan kertas bungkus, saya ke sana untuk mendapatkan barangbarang berharga. Adakalanya ketika saya bepergian, ada saudara saudari memberi saya barang untuk kenang-kenangan; saya selalu membuang kertas bungkusnya. Kertas atau kardus pembungkus itu merepotkan, untuk apa dalam perjalanan saya harus memikul beban berat, atau membayar ongkos kelebihan berat untuk pembungkus itu. Sebab itu saya suka membongkar pembungkusnya, menyisakan barang kenangkenangan itu. Kadang-kadang melihat keadaan, mungkin kita masih perlu sedikit pembungkus, tetapi yang pasti kita memerlukan isinya.
Belakangan ini ketika saya bepergian juga bertemu dengan seorang dokter, dia menulis berita (karangan) tentang saya, mengatakan bahwa saya mengabaikan “amanat agung” tentang percaya dan dibaptis. Ini menyatakan betapa manusia mudah sekali jatuh ke dalam agama. Kita perlu wahyu tentang Kristus. Kita perlu meletakkan hal-hal agama, agar dalam realitas mengenal dan berpegang kepada Kristus. Orang Galatia terhalang sehingga meninggalkan Kristus, Paulus bahkan berkata, “Kamu lepas dari Kristus” (5:4). Mereka terlepas dari Kristus, karena mereka memperhatikan hal-hal yang di luar Kristus. Rasul Paulus adalah satu contoh yang baik, dia dulu bergairah dalam agama Yahudi, tetapi akhirnya dia menjadi orang yang seratus persen untuk Kristus, sama sekali tidak untuk perkara yang lain. Kita tidak seharusnya bergairah hanya untuk agama Kristen saja, kita seharusnya dengan cara yang hidup mengenal Kristus.
KRISTUS HIDUP DI DALAM KITA, KITA JUGA HIDUP DI DALAM DIA
Tujuan Surat Galatia ialah mewahyukan bahwa kita perlu di hadapan Allah mengalami Kristus. Selain Kristus yang kita alami, tidak ada satu perkara yang bisa diperkenan Allah. Terhadap kita Kristus tidak hanya sebagai kebenaran, juga harus sebagai segala-galanya. Menurut Surat Galatia, Kristus harus terlebih dulu diwahyukan di dalam kita, kemudian Kristus ini harus hidup di dalam kita (2:20). Kita sangat hafal dengan ayat-ayat ini, tetapi mungkin tidak terlalu menaruh perhatian. Kristus sudah diwahyukan di dalam kita, hari ini sedang hidup di dalam kita, tetapi apakah kita benar-benar menganggap ini sebagai satu hal yang serius? Tidak hanya demikian, kita sudah mengenakan Kristus, sama seperti mengenakan pakaian (3:27). Kita sudah mengenakan Kristus, artinya kita sudah diletakkan di dalam Kristus. Kristus sudah diletakkan di dalam kita, Dia sedang diwahyukan di dalam kita sebagai hayat kita; kita sudah diletakkan di dalam Kristus, lalu Dia seperti pakaian menutupi kita.
KRISTUS TERBENTUK DI DALAM KITA
Selain itu, Kristus harus terbentuk di dalam kita (4:19). Kita boleh dengan sarung tangan sebagai contoh menjelaskan hal ini. Kita memasukkan tangan ke dalam sarung tangan, demikian tangan berada di dalam sarung tangan. Tetapi kalau semua jari tangan belum masuk ke dalam jari-jari sarung tangan, tangan belum terbentuk di dalam sarung tangan. Ibu jari pelan-pelan menempati posisinya, diikuti oleh jari kedua, ketiga, keempat, dan kelima, akhirnya seluruh tangan terbentuk di dalam sarung tangan. Kristus harus sepenuhnya, setuntasnya, seluruhnya berbaur dengan kita dalam setiap bagian batin kita — pikiran, emosi, dan tekad. Kristus di dalam kita, mungkin hanya secara umum. Kita memiliki Kristus di dalam roh kita menjadi hayat kita, tetapi kita mungkin tidak memiliki Kristus di dalam pikiran kita menjadi pikiran kita. Kita juga mungkin tidak memiliki Kristus di dalam emosi kita menjadi kasih kita. Bahkan Kristus seharusnya menjadi kebencian kita; kita seharusnya berdasarkan Kristus dan bersama Kristus bersama-sama membenci hal-hal tertentu. Kita juga harus memiliki Kristus di dalam tekad kita, menjadi keputusan dan pemilihan kita. Kristus harus sebagai segala sesuatu dalam setiap bagian batin kita. Dia harus di dalam setiap bagian kita, berbaur dengan kita. Kemudian Dia bisa terbentuk di dalam kita, kita juga harus diserupakan dengan gambar-Nya. Artinya, kita harus sepenuhnya bersatu dengan Dia, tidak hanya dalam hayat dan sifat, juga harus dalam bentuk, ekspresi dan gambar bersatu dengan Tuhan.
Kristus harus menjadi subyektif bagi kita. Di beberapa tempat ada orang mengkritik kidung kita yang mengatakan, “Kristus itulah subyektifku” (Kidung nomor 397). Banyak orang tidak mempunyai konsepsi ini, mereka tidak mengetahui Kristus itu subyektif. Pada suatu kali, mobil saya ada masalah, seorang saudara mencoba menjelaskan masalah itu kepada saya, tetapi saya tidak bisa memahami istilah teknologi tentang mesin. Terpaksa saya memasukkan mobil saya ke bengkel, meminta orang lain menjelaskan masalah mobil saya. Hari ini terlalu banyak orang Kristen terhadap Kristus juga demikian. Ketika kita membicarakan Kristus adalah Roh pemberi hayat, mereka sangat terkejut. Mereka berkata, “Mengatakan Kristus Yesus adalah Tuhan, Juruselamat, sudahlah cukup, jangan mengatakan sampai lewat batas.” Inilah keadaan yang kasihan pada hari ini. Sampai sekarang saya belum mengendarai mobil, karena kalau saya akan mengendarai mobil, saya perlu mempunyai pengenalan terhadap mobil. Demikian juga, kalau kita ingin menjadi orang Kristen yang baik, menjadi orang Kristen yang normal, harus mengenal secara rinci apa adanya Kristus. Kristus harus diwahyukan di dalam kita, Dia harus hidup di dalam kita, kita harus mengenakan Dia, Dia harus terbentuk di dalam kita.
MEMBAWA CAP (TANDA SELAR) YESUS,
HANYA MEMPEDULIKAN CIPTAAN BARU
Selain itu, kita harus membawa cap (tanda selar) Yesus, juga tidak mempedulikan disunat atau tidak disunat (6:17, 15). Kita tidak mempedulikan gairah atau tidak gairah terhadap hal-hal agamis. Kita hanya mempedulikan satu hal: yaitu ciptaan baru. Siapakah ciptaan baru? Apa itu ciptaan baru? Ciptaan baru adalah Kristus di dalam roh kita, untuk kita alami. Inilah prinsip ciptaan baru.
Kita perlu menerapkan hal-hal ini di atas diri kita. Apakah kita seperti Paulus? Dalam kekristenan hari ini, banyak orang memperhatikan hal-hal yang di luar Kristus. Mungkin ada orang di tengah-tengah kita juga demikian. Kita mungkin berkata bahwa kita tidak memperhatikan karunia, tetapi kita mungkin masih memperhatikan hal-hal yang di luar Kristus. Kita perlu diselamatkan terlepas dari banyak hal yang lain.
MENERIMA ROH ITU
Butir-butir penting dalam Surat Galatia adalah: Kristus diwahyukan di dalam kita, Kristus hidup di dalam kita, kita mengenakan Kristus, dan Kristus terbentuk di dalam kita. Pada prinsipnya, berarti kita mengenal Kristus, dan di dalam roh kita hidup berdasarkan Dia. Selain itu, Surat Kiriman ini berkali-kali menyinggung Roh itu. Kristus yang diwahyukan di dalam kita, yang hidup di dalam kita, yang dikenakan oleh kita, dan yang sedang terbentuk di dalam kita, adalah Roh itu. Hari ini Roh ini berada di dalam roh kita. Inilah sebabnya pada akhir kitab ini Paulus berkata, “Anugerah Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, Saudara-saudara! Amin” (6:18). Anugerah Tuhan tak lain adalah Tuhan sendiri, dan anugerah ini adalah Kristus menjadi Roh itu, beserta dengan roh kita. Galatia 3:2 dengan jelas memberi tahu kita bahwa kita sudah menerima Roh itu; ayat 14 mengatakan bahwa kita telah menerima Roh itu yang dijanjikan oleh Allah. Bapa adalah sumber, sumber air hidup; Anak adalah saluran arus; Roh itu adalah arus itu. Bapa yang sebagai sumber berada di dalam Anak yang sebagai saluran arus; Anak datang sebagai Roh itu, menjadi arus. Arus ini sudah datang, mengalir ke dalam kita. Ketika Roh Allah datang ke dalam kita, Dia datang bersama Kristus juga bersama Bapa. Bapa di dalam Anak, Anak adalah Roh itu, Roh ini sudah datang ke dalam kita. Jadi, ayat 14 menyinggung Roh yang dijanjikan itu, yaitu mengacu Allah sendiri disalurkan ke dalam kita.
Allah sudah berada di dalam Anak, melalui Roh-Nya menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Hari ini Roh yang ajaib ini ada di dalam Roh kita. Sebab itu yang kita perlukan hari ini adalah berperilaku berdasarkan Roh ini, dan bekerja sama dengan Roh ini (5:16, 25). Pasal 6:1 memberi tahu kita, bahkan ketika kita memulihkan seorang saudara yang jatuh, juga harus melakukannya di dalam roh kita. Kita harus berperilaku di dalam roh, hidup di dalam roh, dan menabur di dalam roh (ayat 8). Apa adanya, perbuatan, dan segala pekerjaan kita harus berada di dalam roh; karena Allah Tritunggal di dalam roh kita, dan di dalam roh baru kita bisa memahami Roh itu adalah Kristus, inilah cara untuk berkontak dengan Kristus.
TERJERUMUS KE DALAM JERAT DOKTRIN DAN KARUNIA
Orang Kristen yang menuntut Tuhan terlalu mudah terganggu oleh doktrin. Kalau seorang tidak ada hati terhadap Tuhan, dia tidak mempedulikan doktrin, tetapi ketika dia dibangunkan oleh Tuhan untuk mencari Tuhan, mudah sekali dia hanya menuntut doktrin. Ketika saya masih muda, bahkan sampai sekarang, selalu mendengarkan banyak orang berkata, “Ini adalah kebenaran yang baik, saya senang kebenaran ini.” Orang mudah tertarik oleh karunia dan fungsi. Semoga Tuhan membelaskasihani kita. Kita perlu dibenahi, kita harus berkata, “Kami tidak mencari kebenaran atau doktrin, tetapi mencari Kristus. Kami akan dengan demikian mengenal dan mengalami Kristus.”
Keempat Surat Kiriman ini — Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, mengajar banyak doktrin. Tetapi doktrin-doktrin ini mengenai apa? Doktrin-doktrin ini mengenai Kristus dan gereja, Kepala dan Tubuh, serta Roh itu. Namun ini bukan hanya doktrin atau pengajaran saja, melainkan visi surgawi. Dalam empat Surat Kiriman ini tidak ada mukjizat, karunia, atau penyembuhan, ini pasti ada alasannya. Semua orang yang mempelajari Alkitab setuju bahwa apa yang tidak Allah ucapkan dalam firman-Nya, tidaklah sama dengan apa yang Allah ucapkan dalam firman-Nya. Kalau demikian, mengapa dalam Surat-surat Kiriman yang begitu penting yang membicarakan tentang Kristus dan gereja ini, sama sekali tidak membicarakan tentang karunia, penyembuhan ilahi, berbahasa lidah, atau mukjizat? Hanya dalam Galatia 3:5 memakai frase “melakukan mukjizat”, kira-kira mengacu kepada hal-hal yang mereka alami pada mulanya. Kita perlu diselamatkan dari hal-hal yang mengganggu manusia ini.
Saya sangat merasakan bahwa perkataan dan kosa kata saya sangat tidak memadai untuk mengungkapkan apa yang dipikirkan oleh hati saya. Ketika kita di dalam dunia, kita tidak memperhatikan perkara Allah, juga tidak mempedulikan doktrin atau karunia. Namun begitu Tuhan membangkitkan kita untuk mencari Dia, segera di depan kita ada dua jerat atau jebakan. Satu jerat ialah mendesak kita menuntut doktrin dan pengetahuan. Kita ingin belajar doktrin tentang zaman, nubuat, pemilihan, pengangkatan, dan lain-lain. Kita ingin belajar Injil Matius, Surat Korintus dan Efesus, kita ingin mengetahui apa yang diajarkan oleh Martin Luther, apa yang diajarkan oleh Darby, kita mungkin membeli banyak buku-buku tafsiran dan berbagai macam buku rohani lainnya. Saya pernah membenahi banyak buku dalam perpustakaan saya. Kalian tidak bisa menebak buku-buku itu telah menghabiskan atau memboroskan berapa banyak waktu saya, sehingga saya terganggu. Sekarang saya telah memiliki kunci rahasianya. Kapan saya berada dalam roh saya, melalui Roh Kudus datang ke firman Tuhan, semuanya menjadi hidup; semuanya bisa membuat orang hidup, penuh dengan terang dan hayat.
Satu jerat yang lain ialah menuntut karunia. Ketika orang acuh tak acuh kepada Tuhan, dia tidak menghadapi dua jerat ini; karena di depan mereka jerat yang paling besar adalah dunia, padang gurun; Iblis tidak perlu memakai jerat yang lain lagi. Tetapi ketika seorang dibangkitkan oleh Tuhan untuk mencari Tuhan, Iblis segera meletakkan dua jerat ini di depannya, supaya ia terjerumus ke dalamnya. Saya telah melihat banyak orang Kristen terjerumus ke dalam jerat pengetahuan, bahkan sampai sekarang masih berada dalam jerat itu. Saya juga telah melihat ada banyak orang lainnya yang terjerumus ke dalam jerat karunia. Kita perlu diingatkan oleh hal-hal ini, juga diselamatkan keluar dari keduniawian, keluar dari menuntut doktrin, dan keluar dari menuntut karunia. Kita harus dijaga oleh Kristus dan terpelihara berada di dalam Kristus. Cepat atau lambat, di Amerika dan seluruh dunia, Tuhan pasti membangkitkan orang-orang untuk meniup nafiri ini; tidak ada satu hal yang sepenting Kristus dan Tubuh-Nya — gereja.
Kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan, memberi tahu Dia bahwa kita masih sering berada di luar-Nya. Kita masih tidak berada di atas jalan yang tepat, karena kita mengikuti perkara yang di luar Kristus. Ada orang mungkin akan berkata, “Bukankah perkara-perkara yang di luar Kristus itu juga dipakai oleh Kristus?” Betul, saya juga amin perkataan ini, tetapi keadaan yang sesungguhnya hari ini adalah: perkara-perkara ini tidak dipakai oleh Kristus. Kita harus tertolong sepenuhnya terlepas dari segala perkara yang di luar Kristus.
KRISTUS YANG ALMUHIT ADALAH
ROH PEMBERI HAYAT YANG ADA DALAM ROH KITA
Pertama-tama kita lebih dulu melihat visi tentang Kristus. Kristus itu almuhit. Dia adalah segala-galanya, Dia adalah Allah, Dia juga manusia; Dia adalah Pencipta, juga ciptaan; Dialah yang butir pertama dalam ciptaan lama, Dia juga butir pertama dalam ciptaan baru. Terhadap kita Dia adalah hayat dan segala sesuatu. Tidak hanya demikian, sekarang Kristus ini adalah Roh itu. Ini adalah butir yang menentukan. Kristus adalah Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45b). Dia ada di dalam roh kita. Tidak peduli seberapa besar energi yang ada dalam listrik, kalau kita tidak ada aliran listrik, energi dalam listrik itu bukan milik kita. Semua energi, fungsi, kekuatan, dan sifat listrik berada dalam aliran listrik. Meskipun kita tidak mengerti listrik, asal kita mempunyai aliran listrik dan bisa memakainya, kita bisa menikmati listrik. Hari ini Kristus yang almuhit adalah Roh itu, Roh itu adalah aliran, persekutuan. Inilah sebabnya mengapa kita membicarakan tiga hal: kasih Allah, anugerah Kristus, dan persekutuan Roh Kudus. Roh itu adalah persekutuan, transmisi, pengaliran. Semua apa adanya Kristus ada di dalam aliran ini.
Kita harus nampak bahwa Kristus adalah Roh pemberi hayat, hidup dalam roh kita, kita perlu belajar kunci rahasia untuk menyentuh Dia. Kita seharusnya melupakan segala perkara yang lain, mutlak tidak terganggu oleh perkara yang lain, terus memusatkan perhatian kepada Roh itu. Kita harus mengasihi Dia, bersentuhan dengan Dia, taat kepada Dia, mengikuti Dia, terus berpegang kepada Dia. Kita perlu belajar bagaimana melatih roh kita bersentuhan dengan Dia. Surat Galatia berkali-kali mengatakan tentang Roh itu dengan roh kita. Kita harus hidup (berperilaku) oleh Roh, hidup kita dipimpin oleh (berdasarkan) Roh, menabur dalam Roh itu, supaya menuai dari Roh itu, dan dalam roh memulihkan saudara yang jatuh (5:16, 25; 6:8, 1). Hari ini Allah di dalam Kristus, Kristus yang almuhit ini adalah Roh itu, Roh ini bagi kita adalah aliran bolak-balik, kenikmatan bersama, persekutuan, transmisi. Dia di dalam roh kita, maka sekarang kita harus belajar melatih roh kita untuk menyentuh Roh yang ajaib ini. Kemudian kita bisa menikmati Kristus; dengan demikian kita dapat lebih mengasihi-Nya, berdoa kepada-Nya, berpaling kepada-Nya, bersekutu dengan-Nya, dengan sendirinya kita bisa lebih mengenal diri Kristus, sehingga bukan hanya mengenal doktrin saja.
Kita harus mempunyai pengenalan yang lebih dalam terhadap Dia, harus lebih memahami Dia, ini bukan masalah pribadi, lebih-lebih adalah masalah korporat. Kita seharusnya mengeluarkan waktu secara pribadi tinggal bersama dengan Dia, juga mengeluarkan waktu berada dalam gereja, dalam sidang gereja, melalui berhimpun bersama orang lain tinggal bersama Dia. Dengan demikian kita bisa dipenuhi oleh Kristus, mempelajari Kristus, di atas diri kita membawa cap Kristus. Dengan sendirinya kita juga bisa mempunyai pengalaman salib; karena semakin kita bersentuhan dengan Kristus dan mempunyai persekutuan Roh itu, maka Roh almuhit yang di dalam roh kita yang mempunyai kekuatan untuk membunuh, mempunyai unsur pembunuh, akan semakin mematikan kita. Semakin kita bersentuhan dengan Dia, Dia akan semakin membunuh semua perkara yang negatif, seperti daging, nafsu daging, hayat jiwani, sifat lama, dan perkara duniawi. Dalam Surat Kolose dan Surat Galatia, kita dapat nampak bahwa pekerjaan salib adalah melalui penyertaan dan urapan Roh almuhit yang di dalam kita; pekerjaan salib bukan terjadi di masa lalu saja, juga terjadi di masa sekarang.
Kalau di kota ini ada banyak orang Kristen yang mengenal jalan untuk menyentuh Kristus — melupakan doktrin, karunia, dan perkara yang lain, hanya belajar hidup berdasarkan Kristus, hidup dalam Kristus, dan saling bersekutu dalam jalan hayat, pasti akan ada kekuatan sangat besar yang mendobrak! Namun musuh sangatlah licik, dia bisa memakai berbagai doktrin, karunia, fungsi, ditambah opini, perbantahan, bahkan pertengkaran, untuk mengganggu orang. Bagaimanapun kita yakin, Tuhan akan memulihkan pemahaman dan pengenalan yang tepat terhadap Kristus, sedikitnya pada sekelompok orang yang tersisa, yaitu di atas diri sejumlah kecil orang. Di atas diri mereka kehendak Allah akan tergenap. Kita harus berdoa supaya kita semakin banyak mengenal Kristus. Dia adalah Sang almuhit, hari ini Dia adalah Roh itu.
Saya menyarankan kita semua jangan hanya membaca berita-berita ini saja, pakailah dua atau tiga bulan untuk mempelajari Surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, empat Surat Kiriman ini, melalui ini berdoa dan mencari Tuhan. Hal ini akan sebagai titik balik bagi kita. Kita akan keluar dari segala perkara dan berbalik kepada Kristus.