VISI TENTANG KRISTUS DALAM SURAT KOLOSE
Pembacaan Alkitab:
Kol. 1:9, 12-20, 25-29; 2:2-3, 6-19; 3:1-4, 10-11, 15-16
Dalam berita ini, kita akan melihat visi tentang Kristus dalam Surat Kolose. Terlebih dulu mari kita membaca beberapa ayat dalam tiga pasal pertama.
Pasal 1:9 mengatakan, “Sebab itu, sejak kami mendengarnya, kami tidak henti-hentinya berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu dipenuhi dengan segala hikmat dan pengertian rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan.” Ayat ini menyatakan doa dan pengharapan rasul: Supaya kamu dipenuhi dengan segala hikmat dan pengertian rohani untuk mengetahui kehendak Tuhan. Jangan menganggap kehendak Allah di sini berkaitan dengan perkara-perkara kecil, misalnya perlu atau tidak perlu membeli sepatu, perlu atau tidak perlu menyewa rumah, atau harus sekolah di universitas yang mana, dan lain sebagainya. Sebaliknya, kehendak Tuhan di sini mengacu kepada kehendak Allah yang lebih besar, bahkan mengacu kepada kehendak Allah yang paling besar itu.
Kehendak Allah adalah rencana dan ketetapan Allah, mengetahui atau mengenal kehendak-Nya tergantung pada adanya segala hikmat dan pengertian rohani. Hikmat ada di dalam roh, pengertian ada di dalam pikiran. Kalau kita ingin memahami dan mengerti kehendak Allah, pertama perlu memakai hikmat dalam roh kita, kemudian perlu memakai pengertian dalam pikiran kita.
Ayat 12 mengatakan, “Dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam terang.” Bagian di sini adalah bagian kaum saleh, yang Allah berikan kepada kita. Bagian yang diberikan kepada kita ini adalah Kristus. Allah tidak bermaksud memberikan perkara lain kepada kita untuk menjadi bagian kita. Bagian yang Allah berikan kepada kita adalah Kristus Allah. Mulai dari ayat 13, rasul memberi tahu kita siapakah Kristus yang Allah berikan kepada kita untuk menjadi bagian kita itu. Ayat 13-14 mengatakan, “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.” Bagian yang Allah berikan kepada kita adalah Anak Allah yang terkasih, dalam Anak yang terkasih ini kita melalui darah-Nya mendapatkan penebusan.
Kalau mungkin, saya minta hafalkanlah beberapa kalimat ini; saya bahkan mendorong saudara saudari muda menghafalkan seluruh Surat Kolose, mulai dari ayat pertama sampai ayat terakhir. Kemudian Anda dapat dari ingatan Anda memberitakan Surat Kiriman ini. Sedikitnya kita perlu ingat semua butir tentang Kristus dalam Surat Kolose ini.
Ayat 15 mengatakan, “Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Allah tidak bisa dilihat, tetapi Dia memiliki sebuah gambar; gambar ini adalah Kristus. “Gambar” di sini mengacu kepada ekspresi. Allah tidak bisa dilihat, tetapi Dia mempunyai satu ekspresi; ekspresi ini adalah Kristus. Ayat 16-20 meneruskan berkata, “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu menyatu (berkelangsungan) di dalam Dia. Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia, dan melalui Dialah Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di surga, sesudah Ia mengadakan pendamaian dengan darah salib Kristus.” Bukan hanya kita umat manusia yang berdamai dengan Allah; segala makhluk ciptaan, baik yang ada di bumi maupun yang ada di surga, juga berdamai dengan Allah.
Ayat-ayat ini membicarakan lebih banyak butir tentang Kristus yang perlu kita hafalkan. Dialah gambar Allah, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, Dialah sarana penciptaan segala sesuatu, segala sesuatu diciptakan oleh Dia, segala sesuatu berkelangsungan di dalam Dia; Dialah Kepala Tubuh, yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu; seluruh kepenuhan berkenan tinggal di dalam Dia, segala sesuatu juga di dalam Dia diperdamaikan dengan Allah.
Ayat 25-26 mengatakan, “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya.” Kata “tugas” di sini bahasa aslinya berarti ekonomi, administrasi, atau penyelenggaraan. Sejak semula, dari turunan ke turunan, rahasia ini terus tersembunyi.
Ayat 27 mengatakan “Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” Ahli-ahli Alkitab mempunyai pendapat yang berbeda terhadap kalimat “Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!” yang dikatakan di sini. Ada yang mengatakan ini mengacu kepada kekayaan, ada yang mengatakan ini mengacu kepada rahasia. Saya setuju dengan pendapat yang di belakang; namun mengatakan ini mengacu kepada kekayaan atau rahasia, sebenarnya sama saja. Mari kita mengambil satu contoh, misalnya kita berkata, kekayaan tabungan kita di bank; kekayaan dengan tabungan kita di bank adalah sama. Kalau tidak ada kekayaan, tabungan di bank tidak ada artinya. Demikian juga kalau tidak ada kekayaan dalam ayat 27, rahasia itu tidak ada artinya. Rahasia tergantung pada kekayaan, dan kekayaan adalah isi dari rahasia. Alkitab versi King James memakai kata kerja tunggal untuk menjelaskan kekayaan, ini tidak tepat. Kekayaan bukan hanya satu butir saja, melainkan banyak butir dari rahasia ini, adalah isi dari rahasia ini. Rahasia ini adalah Kristus, tetapi bukan hanya Kristus, bahkan adalah Kristus di dalam kita, menjadi pengharapan akan kemuliaan. Kristus di dalam kita adalah untuk hari ini, Kristus menjadi pengharapan kita adalah untuk kelak.
Permulaan ayat 28 mengatakan, “Dialah yang kami beritakan.” Yang Paulus beritakan bukanlah zaman, nubuat, pengajaran, doktrin, karunia atau bahasa lidah. Saya berkata demikian, karena banyak orang terlalu menekankan hal-hal itu. Siapakah yang Paulus beritakan? Adalah Kristus. Ayat ini selanjutnya berkata, “bilamana tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat.” Paulus tidak hanya memberitakan, lebih-lebih ia menasihati dan mengajar. Ada orang berkata bahwa saya adalah pembuat masalah; kalau perkataan ini benar, itu dikarenakan saya damba menasihati dan mengajar semua orang. Kita bukan hanya harus memberitakan, lebih-lebih perlu menasihati dan mengajar. Kita akan menasihati, karena ada banyak perkara dan benda yang menyimpangkan orang sehingga mereka meninggalkan pokok yang paling inti, yaitu Kristus. Menasihati adalah yang negatif, mengajar adalah yang positif. Kita tidak hanya perlu menasihati dan mengajar orang banyak, bahkan menasihati dan mengajar setiap orang, satu per satu kita nasihati dan ajari.
Akhir ayat 28 mengatakan, “untuk memimpin (mempersembahkan) tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus.” “Kesempurnaan” di sini, dalam bahasa aslinya bukan mengacu kepada sekadar lengkap, melainkan mengacu kepada kedewasaan penuh. Yang terkandung dalam “lengkap” saja terlalu sederhana, tidak memberi orang perasaan perlu bertumbuh besar. Frase yang dipakai di sini mengandung arti matang, bertumbuh sampai kedewasaan yang paling penuh. Ini bukan kematangan di aspek doktrin, pengajaran, bahasa lidah, atau karunia penyembuhan. Ayat 29 meneruskan berkata, “Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segenap tenaga sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dengan kuat di dalam aku.” Rasul masih tetap bergumul dengan segenap tenaga, jerih payah dalam peperangan ini, bukan berdasarkan kekuatan insaninya sendiri, melainkan berdasarkan kuasa ilahi yang bekerja dengan kuat di dalam dirinya.
Pasal 2 mewahyukan lebih banyak tentang Kristus. Ayat 2-3 mengatakan, “Supaya hati mereka terhibur dan mereka bersatu dalam kasih, sehingga mereka memperoleh segala kekayaan dan keyakinan pengertian, dan mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus, sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” Kemudian ayat 6-7 mengatakan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman sebagaimana telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Saya senang dengan dua frase “menerima” dan “hidup (perilaku)”. Kita telah menerima Kristus, sekarang kita berperilaku di dalam Dia. Menurut bahasa aslinya, dalam ayat 7, “berakar” sudah rampung, tetapi “dibangun” sedang berlangsung. Kita berakar di dalam Kristus, ini adalah perkara yang sudah rampung. Hari ini kita di dalam Dia adalah dalam proses pembangunan; perkara ini sedang berlangsung.
Ayat 8 adalah satu peringatan, “Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kirstus.” Ditawan lebih jelek daripada dirusak, karena telah dirampas. Ayat 9-10 mengatakan, “Sebab dalam Dia berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.” “Kepenuhan” dalam ayat 9 dan “dipenuhi” dalam ayat 10, dalam bahasa aslinya memiliki akar kata yang sama. Kepenuhan tinggal di dalam Kristus, kita di dalam Dia juga mendapatkan kepenuhan. Kita boleh memakai satu gelas yang berisi cairan warna biru, untuk menjelaskan arti kepenuhan dan dipenuhi. Kalau kita memasukkan sebuah sapu tangan putih ke dalam gelas ini, sapu tangan putih ini akan menjadi biru, karena di dalam gelas ada pewarna biru. Kepenuhan tinggal di dalam Kristus, hari ini kita sudah dimasukkan ke dalam Kristus, “dibaptis” ke dalam Dia, sebab itu kita pun dipenuhi di dalam Dia.
Ayat 11-13 mengatakan kita sudah dibaptis, dikubur bersama Kristus, juga bangkit bersama Kristus, dan dihidupkan bersama Kristus. Kristus juga menghapus ketentuan-ketentuan hukum, telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa (14-15). Melucuti sama seperti mengibaskan debu, sama seperti kita mengibaskan debu pada baju kita. Ketika Tuhan Yesus di bumi, kuasa gelap pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa datang kepada-Nya, tetapi Tuhan Yesus membawa “barang-barang kotor” ini ke atas salib, melalui kematian-Nya di atas salib, mengibaskan mereka.
Ayat 16-17 mengatakan, “Karena itu, jangan biarkan orang menghakimi kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedangkan wujudnya ialah Kristus.” Rasul menyinggung lima butir: makanan, minuman, hari raya yang menyenangkan, bulan baru yang membawa permulaan yang baru, dan hari Sabat yang memberi perhentian kepada orang. Makanan, minuman, kesenangan, permulaan yang baru, dan hari Sabat, semuanya adalah bayangan, sedangkan wujudnya ialah Kristus. Ayat 19 meneruskan mengatakan tentang Kepala, Tubuh, sendi-sendi yang menyuplai Tubuh, serta urat-urat yang menyatukan semua anggota Tubuh.
Permulaan pasal 3 mengatakan, “Karena itu, apabila kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah hal-hal yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah hal-hal yang di atas, bukan yang di bumi” (ayat 1-2). Dalam Surat Kiriman ini Paulus berkali-kali membicarakan tentang pikiran. Dalam 1:21 dia mengatakan bahwa orang-orang Kolose, karena perbuatannya yang jahat, pikirannya bermusuhan dengan Allah. Dalam 2:18, orang-orang yang menipu kaum beriman itu mengikuti pikiran yang duniawi (dalam daging), tanpa alasan membesar-besarkan diri. Dalam 3:2 ini mengatakan, kaum beriman memikirkan hal-hal yang di atas.
Ayat 3 mengatakan bahwa kita telah mati, dan hidup (hayat) kita tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Ayat 4 mengatakan bahwa Kristus adalah hayat kita, ketika Dia menampakkan diri kelak, kita pun akan tampak bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Selanjutnya ayat 1011 mengatakan, “Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya; dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.” Terakhir, ayat 15-16 mengatakan, “Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil dalam satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus tinggal dengan limpahnya di antara (dalam) kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.”
VISI TENTANG KRISTUS
DALAM SURAT GALATIA, EFESUS, FILIPI, DAN KOLOSE
Sudah lama saya selalu merasakan bahwa kita harus berkumpul bersama untuk melihat visi tentang Kristus dalam Surat-surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, empat surat yang pendek ini. Galatia dan Efesus masing-masing 6 pasal, Filipi dan Kolose masing-masing 4 pasal, semuanya berjumlah 20 pasal. Tiga puluh tahun lebih yang lalu, pada tahun 1933, saya sangat terkejut karena memahami bahwa empat surat ini mempunyai hubungan yang begitu erat. Saat itu saya di Shanghai menyampaikan berita tentang empat Surat Kiriman ini; sejak itu Tuhan terus membuka mata saya, memperlihatkan lebih banyak kepada saya. Di antara semua lembar halaman Alkitab saya, bagian ini yang paling usang karena pemakaian. Saya mudah sekali membuka-buka Surat Efesus, karena begitu sebuah Alkitab ada di tangan saya tidak lebih dari 15 bulan, halaman-halaman sekitar Surat Efesus sudah menjadi kotor dan rusak karena sering saya buka. Dalam pelatihan tahun 1953 di Taipei, kami mengadakan pendalaman Surat Efesus, saat itu catatan pendalaman Surat Efesus lebih dari 500 halaman, isi setiap pasal hampir 100 halaman. Empat surat yang pendek ini tidak habis kita pelajari. Meskipun keempat surat ini pendek, tetapi sangat dalam. Kalau Alkitab dikurangi empat surat ini, kita tidak dapat mengenal Kristus dengan sepenuhnya. Wahyu yang penuh dan visi yang utuh tentang Kristus ada dalam keempat surat ini. Saya merasa sangat sayang bahwa kebanyakan orang Kristen jarang membicarakan keempat surat ini; mereka ada sedikit membicarakan Surat Efesus, tetapi terlalu doktrinal dan obyektif.
Kitab Injil Adalah Catatan Seumur Hidup Tuhan Yesus yang Penuh Lengkap
Urutan kitab-kitab dalam Perjanjian Baru berada di bawah kedaulatan Tuhan. Injil Matius adalah kitab yang pertama, Kitab Wahyu adalah kitab yang terakhir. Kalau Kitab Wahyu ditaruh di nomor satu, dan Injil Matius ditaruh di nomor terakhir, maka sama seperti menaruh kaki di kepala, dan kepala di bagian bawah. Keempat Injil pertama memperlihatkan kepada kita catatan seumur hidup Tuhan Yesus yang penuh lengkap, itu adalah biografi Tuhan Yesus di atas bumi yang penuh lengkap, memberi tahu kita siapa Tuhan kita, dan apa yang telah Dia perbuat untuk kita.
Kisah Para Rasul dan Surat Roma Mewahyukan Tubuh Kristus
Setelah kitab Injil yang menulis sejarah Tuhan Yesus, Kisah Para Rasul mencatat pemberitaan Kristus. Melalui pemberitaan ini, orang-orang beroleh selamat dan menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus. Jadi, setelah Kisah Para Rasul ada Surat Roma yang memberi tahu kita apakah anggota Tubuh Kristus itu. Anggota-anggota Tubuh Kristus asalnya adalah orang-orang berdosa. Dua setengah pasal pertama dari Surat Roma memberi tahu kita bahwa kita asalnya berdosa, di bawah penghakiman Allah, tetapi melalui darah Kristus kita dibenarkan. Ayat-ayat selanjutnya memberi tahu kita bahwa kita telah pindah keluar dari Adam, dan masuk ke dalam Kristus. Hari ini kita berada di dalam Kristus, kita perlu berperilaku di dalam Roh Kristus. Dengan demikian kita menjadi anggota-anggota Tubuh Kristus, menempuh kehidupan Tubuh.
Surat 1 dan 2 Korintus Mengungkapkan Kristus
Adalah Jawaban atas Segala Kesulitan Gereja
Setelah Surat Roma, 1 dan 2 Korintus memberi tahu kita jalan untuk membereskan segala kesulitan dalam Tubuh Kristus (gereja). Satu Korintus membicarakan doktrin dan karunia. Orang Korintus seperti ahli teologi, mendiskusikan banyak hal, seperti pernikahan, pengaduan, barang yang dipersembahkan kepada berhala; mereka bahkan memperdebatkan ministri Rasul Paulus. Mereka memang ahli dalam mempelajari dan mendiskusikan pengajaran dan doktrin. Di satu pihak mereka suka membicarakan doktrin; di lain pihak mereka juga suka memakai berbagai macam karunia. Inilah ciri-ciri orang Korintus. Namun semua kesulitan dan masalah mereka berasal dari doktrin dan karunia.
Dipandang dari sejarah gereja selama dua ribu tahun ini, semua perpecahan, kekacauan, sekte, dan kesulitan, berasal dari dua sumber ini: doktrin dan karunia. Kalau kita tulus dan jujur, pasti akan mengakui bahwa semakin banyak doktrin dan karunia, semakin mudah pecah. Belakangan ini saya menerima beberapa surat dari Timur Jauh, ada beberapa saudara dalam suratnya mempertahankan sembilan hal, dan ingin tahu bagaimana sikap saya terhadap hal-hal tersebut. Saya menjawab bahwa sikap saya adalah mengarah kepada Kristus, bukan mengarah kepada doktrin. Saya tidak suka membicarakan doktrin. Saya memberi tahu saudara-saudara tersebut bahwa kita hanya perlu membantu orang percaya Tuhan Yesus, secara pribadi menerima Dia, Anak Allah yang berinkarnasi menjadi manusia, yang mati di atas salib untuk dosa kita, dan pada hari ketiga bangkit dari kematian, menjadi Juruselamat kita. Kemudian, kita perlu membantu orang mengasihi Kristus, mengenal Kristus, mengalami Kristus, dan membangun mereka menjadi gereja untuk mengekspresikan Kristus. Asal kita mencapai hal ini, itu sudah sangat baik, sudah cukup. Biarlah kita melupakan semua perkara yang lain.
Di sini kita bukan untuk doktrin tertentu. Ada orang mungkin berkata, “Tetapi Saudara Lee, bukankah Anda di sini untuk doktrin Kristus?” Puji Tuhan! Tidak salah, kita semua harus untuk “doktrin” Kristus. Kemudian ada orang mungkin berkata, “Kalian bukan hanya untuk Kristus, juga untuk gereja.” Memang benar, peperangan kita bukan untuk yang lain, hanya untuk Kristus dan Tubuh-Nya — gereja. Kita tidak bisa melalui pengajaran dan karunia menyelesaikan kesulitan gereja; hanya melalui Kristus yang disalibkan baru bisa membereskan kesulitan gereja. (1 Kor. 2:2). Kita anggota-anggota Tubuh ini sudah diletakkan di atas salib, hari ini kita di dalam Kristus. Kristus adalah jawaban segala kesulitan.
Di permulaan 1 Korintus Paulus berkata, “Orang-orang Yahudi menghendaki tanda dan orang-orang Yunani mencari hikmat” (ayat 22). Kalau kita mencari mukjizat, berarti kita mengikuti orang Yahudi. Mukjizat berkaitan dengan karunia, sedangkan pengetahuan, hikmat, dan pengajaran, berkaitan dengan doktrin. Rasul berkebalikan dengan ini, ia berkata, “Tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan” (ayat 23). Dalam pasal selanjutnya ia berkata, “Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan” (ayat 2). Kemudian dalam surat selanjutnya, dalam 2 Korintus, Rasul Paulus memberi tahu kita pengalamannya. Dalam situasi apa pun dia selalu mengalami Kristus.
Empat Surat Kiriman yang Pendek Memberi Kita
Visi Kristus yang Penuh Lengkap
Setelah dua Surat Kiriman kepada orang Korintus, ada Surat-surat Galatia, Efesus, Filipi, dan Kolose, empat surat yang pendek. Keempat surat ini dengan penuh lengkap mewahyukan Kristus. Setelah dua Surat Korintus, kita perlu keempat surat ini, supaya kita mempunyai wahyu yang penuh lengkap, visi yang penuh lengkap terhadap Kristus yang menjawab segala kesulitan dalam hidup gereja ini. Surat-surat ini pertama-tama memberi tahu kita siapakah Kristus itu. Kedua, memberi tahu kita bagaimana Kristus ini sangat subyektif terhadap kita, bagaimana Kristus ini tergarap ke dalam kita, menjadi Kristus yang berada di dalam, yang tinggal di dalam kita. Ketiga, memberi tahu kunci rahasia untuk mengalami dan berbagian atas Kristus. Dan keempat, memberi tahu kita apakah hasil mengalami Kristus.
Jadi, keempat surat ini membicarakan empat hal. Surat Kolose adalah dasarnya, memberi tahu kita siapakah Kristus itu. Kalau kita ingin mengenal siapakah Kristus itu, harus membaca Surat Kolose yang pendek ini. Kemudian, Surat Galatia memberi tahu kita bahwa Kristus yang almuhit ini harus tergarap ke dalam kita. Dia harus hidup di dalam kita, terbentuk di dalam kita. Kemudian, Surat Filipi memberi tahu kita kunci rahasia untuk mengalami Kristus yang tinggal di dalam dan almuhit ini. Akhirnya, Surat Efesus mewahyukan hasil mengalami Kristus adalah gereja.
KRISTUS ADALAH INTI KEHENDAK DAN EKONOMI ALLAH, ADALAH RAHASIA ALLAH, ADALAH BAGIAN KAUM SALEH
Surat Kolose mengatakan tentang rencana kekal Allah, ekonomi Allah, serta bagian yang Allah berikan kepada kita. Apakah kehendak Allah? Dalam ekonomi-Nya, apa yang hendak Allah salurkan kepada kita? Apakah rahasia Allah? Apakah bagian yang Allah berikan kepada kita? Jawaban atas semua pertanyaan ini adalah Kristus. Kehendak Allah adalah menggarap Kristus ke dalam kita, dalam ekonomi-Nya Allah akan menyalurkan Kristus ke dalam kita, Kristus adalah rahasia Allah, Kristus adalah bagian yang Allah berikan kepada kita. Itulah sebabnya dalam surat yang pendek ini telah memakai frase yang besar seperti “kehendak Allah”, “tugas yang dipercayakan (ekonomi) Allah”, rahasia Allah”, “mendapat bagian yang ditentukan untuk orang-orang kudus” (1:9, 25; 2:2; 1:12). Kesemuanya ini adalah Kristus.
Dalam alam semesta ini Allah mempunyai satu kehendak. Roma 12:2 memakai kata tunggal membicarakan kehendak Allah. Kehendak Allah adalah “apa yang baik, yang berkenan kepada-Nya dan sempurna”. Ada orang mungkin berkata bahwa kehendak Allah adalah menyuruh dirinya sekolah di perguruan tinggi tertentu, atau menikah. Namun kalau kita masuk perguruan tinggi bukan untuk Kristus, itu bukan kehendak Allah. Demikian juga, kalau pernikahan kita tanpa Kristus, itu juga bukan kehendak Allah. Kita melakukan apa saja, asal di dalam Kristus, bersama Kristus, dan untuk Kristus, itulah kehendak Allah; karena kehendak Allah tak lain tak bukan adalah Kristus. Kehendak Allah adalah Kristus menjadi segala-gala kita. Kehendak Allah adalah kita menerima Kristus menjadi segala kita, menerima Dia menjadi hayat kita, hidup berdasarkan Dia, dan membiarkan Dia menjadi yang terutama dalam seluruh kehidupan kita.
Kalau suatu perkara berasal dari kehendak Allah, pasti di dalam Kristus, bersama Kristus, dan untuk Kristus. Saya di sini menunaikan ministri, kalau bukan di dalam Kristus, bersama Kristus, dan untuk Kristus, ministri ini bukan kehendak Allah. Allah hanya mempunyai satu kehendak. Tidak perlu memakai cara yang lain untuk mencocokkannya, asal melihat apakah perkara itu ada di dalam Kristus, bersama Kristus, dan untuk Kristus. Tidak perlu menunggu dan menganalisis. Kalau kita bisa dengan mantap dan berani mengatakan bahwa yang kita lakukan berada di dalam Kristus, bersama Kristus, dan untuk Kristus, itu pasti berasal dari Tuhan.
Saya ulangi lagi, ekonomi Allah adalah menyalurkan Kristus ke dalam kita, Kristus ini adalah bagian kaum saleh. Kita tidak mempunyai bagian yang lain. Kalau Anda bertanya saya mempunyai apa, saya akan memberi tahu Anda bahwa saya tidak mempunyai apa-apa, tetapi saya mempunyai segalanya, karena saya mempunyai Kristus menjadi bagian saya. Kalau kita menerima segala perkara di luar Kristus menjadi bagian kita, kita akan tertipu. Dalam Perjanjian Lama, Raja Salomo yang berhikmat memberi tahu kita bahwa segala sesuatu di bawah matahari adalah sia-sia (Pkh. 1:1-11). Dalam Perjanjian Baru, Paulus melihat segala sesuatu adalah sampah (Flp. 3:8). Bahkan gelar doktor juga sampah, gedung pencakar langit di kota yang mewah juga sampah. Kalau Allah memberikan hal-hal itu sebagai bagian kita, berarti Allah menipu kita. Kesemuanya itu bukan bagian yang Allah berikan kepada kita. Bagian yang Allah berikan kepada kita adalah realitas, adalah Kristus, Anak Allah. Segala sesuatu adalah sia-sia dalam kesia-siaan, hanya Kristus yang sejati. Dialah anugerah dan realitas (Yoh. 1:17). Puji Tuhan, Dia adalah bagian kita! Saya telah puas, karena saya mempunyai satu-satunya bagian alam semesta ini, yang sebagai bagian orang-orang kudus, yaitu Kristus sendiri. Maksud hati Allah adalah memberikan bagian ini kepada kita.
APA ADANYA KRISTUS TERHADAP ALLAH
Sebetulnya siapakah yang dimaksud dengan bagian ini? Surat Kolose pertama-tama memberi tahu kita, bagian kita — Kristus adalah gambar dan ekspresi Allah yang tidak kelihatan (1:15a). Apa adanya Allah, milik Allah, apa yang sudah dilakukan Allah, dan apa yang bisa dilakukan Allah, semuanya terwujud di dalam Kristus, kemudian terekspresi di dalam Kristus dan melalui Kristus. Kristus adalah ekspresi Allah. Kita mungkin mengira bahwa kita hanya memerlukan Kristus menjadi Juruselamat kita, menyelamatkan kita terlepas dari neraka, membawa kita ke surga. Namun Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, jauh lebih tinggi daripada semuanya itu.
Seluruh kepenuhan ke-Allahan berdiam secara jasmaniah di dalam Kristus yang sebagai gambar (ekspresi) Allah (1:19; 2:9). Kepenuhan Allah di dalam Dia, Dia adalah perwujudan Allah. Kalau tidak ada Dia, atau di luar Dia, kita tidak memiliki Allah, tidak mendapatkan Allah.
Kristus ini juga rahasia Allah (2:2). Sebagai rahasia Allah, Kristus juga menjadi sejarah Allah. Allah manaruh seluruh “cerita-Nya” ke dalam Kristus, bahkan adalah Kristus itu sendiri. Apa adanya Allah di waktu yang lalu, apa adanya Allah di waktu sekarang, dan apa adanya Allah di waktu yang akan datang, semua ada di dalam Dia. Tidak hanya demikian, apa saja yang Allah rencanakan dan tetapkan untuk dilakukan, semuanya adalah untuk Dia, supaya Dia menjadi yang terutama dalam segala sesuatu (1:18). Inilah hubungan Kristus terhadap Allah. Bagi Allah, segala sesuatu adalah Kristus, dan di dalam Kristus.
APA ADANYA KRISTUS TERHADAP MAKHLUK CIPTAAN
Kemudian terhadap makhluk ciptaan, Kristus adalah butir pertama, Dia adalah yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan (1:15b). Saya tidak bisa dengan perkataan manusia menjelaskan hal ini. Singkatnya, Kristus adalah Pencipta, juga yang tercipta. Dia adalah yang menciptakan, juga yang diciptakan.
Segala makhluk ciptaan ada di dalam Dia, oleh Dia, dan untuk Dia (1:16). “Di dalam Dia” dan “oleh Dia” mengacu kepada yang sudah lalu, “untuk dia” mengacu kepada apa yang akan diwariskan oleh Dia di masa yang akan datang. Sekarang, bagaimana? Sekarang segala sesuatu berkelangsungan di dalam Dia. Dialah yang pertama dari segala ciptaan, segala sesuatu dalam waktu yang lampau telah diciptakan oleh Dia, sekarang sedang berkelangsungan di dalam Dia, dan kelak adalah untuk Dia. Seberapa besarkah benda ciptaan? Jutaan tata surya membentuk satu galaksi, miliaran galaksi membentuk alam semesta, tidak ada orang yang menemukan apa inti dari segalanya ini. Kesemuanya ini diciptakan oleh Kristus, dan berlangsung keberadaannya dalam Kristus, dan kelak adalah untuk Kristus. Semua ilmuwan memahami bahwa dalam alam semesta ini ada satu kekuatan yang tidak diketahui oleh manusia, kekuatan ini adalah Kristus sendiri. Puji Dia!
APA ADANYA KRISTUS DALAM PENEBUSAN
Penebusan ada di dalam Kristus, Kristus telah merampungkan penebusan (1:14). Dalam penebusan, Dia telah menanggulangi dosa kita dan dunia, menghapus ketentuan-ketentuan hukum, mengibaskan kuasa jahat (2:14-15). Seluruh alam semesta penuh dengan “barang-barang najis”. Ketika Kristus mengenakan daging, dia mengenakan barang-barang yang najis itu ke atas diri-Nya. Kemudian Dia membawa daging beserta barang-barang yang najis itu ke atas salib, melalui kematian di salib, menanggalkan semua barang-barang yang najis, mengibaskan mereka, khususnya menyingkirkan pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, dan segala kuasa jahat. Penebusan-Nya meliputi segalanya ini. Tidak hanya demikian, Kristus merampungkan penebusan bukan hanya supaya kita, kaum beriman, dibawa kembali berdamai dengan Allah, tetapi juga supaya segala sesuatu baik yang ada di surga, maupun yang ada di bumi, yang disatukan di dalam Dia, dan yang akan diperuntukkan Dia, semuanya diperdamaikan dengan Allah (1:20).
APA ADANYA KRISTUS DALAM CIPTAAN BARU
Dalam ciptaan baru, Kristus adalah Kepala gereja, yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, juga yang terutama dalam ciptaan baru (1:15, 18).
KRISTUS SEBAGAI PERWUJUDAN DARI SEGALA BAYANGAN
Segala perkara positif dalam alam semesta adalah bayangan, bukan realitas. Seorang laki-laki bukan suami yang sejati, anaknya juga bukan anak yang sejati. Di bawah terang apa saja, kalau manusia tidak ada Kristus, ia tetap di dalam kegelapan, karena terang itu bukan terang yang sejati, matahari juga bukan terang sejati, pakaian kita juga bukan pakaian yang sejati; tak peduli seberapa baiknya pakaian kita, kalau tidak ada Kristus, kita adalah telanjang. Kristus juga makanan sejati, realitas segala sesuatu adalah Kristus (2:16-17).
Kita tidak seharusnya terlalu banyak menikmati bayangbayang. Semua bayang-bayang hanya melambangkan realitas itu. Foto kita adalah bayangan kita, bukan diri kita yang sesungguhnya. Diri kita yang sesungguhnya adalah satu persona yang hidup. Makanan yang kita makan setiap hari, hanyalah “foto” dari makanan sejati kita. Kita tidak seharusnya tertipu, dibodohkan oleh foto. Barang-barang itu hanya melambangkan Kristus Sang sejati ini. Kita tidak mempedulikan makanan, hari raya, bulan baru, atau hari Sabat. Kalau tidak ada Kristus, berarti tidak ada “bulan baru”, tidak ada permulaan yang baru. Kristus adalah pagi hari kita. Kapan kita berjumpa dengan Kristus, menjamah Kristus, mengalami Kristus, kita merasakan ada permulaan yang baru. Tidak hanya demikian, Kristus juga hari raya yang menggembirakan yang sejati. Kalau tidak ada Kristus, tidak ada kegembiraan yang sejati. Kristus juga hari Sabat yang sejati; kalau tidak ada Dia, kita tidak ada perhentian.
Sebenarnya Kristus itu seberapa limpah? Kita tidak mampu mengutarakannya. Baik terhadap Allah, terhadap makhluk ciptaan, dalam penebusan, dalam ciptaan baru, dan terhadap segala perkara materi, Kristus adalah segala sesuatu; segala perkara materi hanya sebagai bayang-bayang Kristus. Kristus terhadap kita sangatlah limpah! Surat Kolose memberi tahu kita, hari ini Dia adalah hayat kita, kelak Dia adalah pengharapan kita. Saya khawatir pemahaman kita terhadap Kristus belum sampai taraf yang demikian.
PENGALAMAN ATAS KRISTUS
Surat Kolose tidak hanya membicarakan apa adanya Kristus, juga mengatakan pengalaman atas Kristus. Kolose 2:6 mengatakan, “Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia.” Ayat 7 mengatakan tentang kita berada di dalam Dia, kita seperti tumbuhan kecil, Kristus adalah tanahnya. Tidak hanya demikian, kita juga sedang dibangun di dalam Dia. Hanya Kristus yang begitu penting terhadap kita. Dia terhadap kita adalah segala sesuatu, Dia adalah hayat kita, pengharapan kita, kita sudah berakar di dalam Dia, sekarang sedang dibangun. Sebab itu kita harus hidup oleh Dia, berperilaku di dalam Dia, kita tidak seharusnya ditipu, diganggu, dan dibelokkan oleh perkara apa pun. Filsafat, penipuan yang sia-sia, unsur-unsur dunia, dan beribadah kepada malaikat, semuanya bisa menipu, mengganggu, atau menyimpangkan kita dari Kristus. Kita harus menaruh perhatian khusus kepada Kristus saja. Kita juga perlu memahami Kristus adalah Roh pemberi hayat, tinggal di dalam roh kita. Kalau Kristus bukan Roh itu, Dia tidak bisa menjadi hayat kita; kalau Dia bukan di dalam roh kita, kita tidak bisa mengalami Dia, menikmati Dia, dan menerima Dia menjadi hayat kita. Hari ini kita harus setiap hari hidup berdasarkan Dia, berperilaku di dalam Dia.
Kita perlu membiarkan damai sejahtera Kristus tinggal di dalam kita, memerintah atau menjadi juri, juga membiarkan firman Tuhan tinggal dengan limpahnya di dalam kita (3:15-16). Perkataan-Nya adalah roh dan hayat (Yoh. 6:63).
Yang saya katakan di sini hanya satu garis besar saja, silakan membaca lagi Surat Kolose, ubahlah apa yang kalian dengar menjadi doa. Kristus begitu limpah terhadap kita. Sekarang kita harus memuji Dia. Kalau kita telah menerima Dia, telah berakar, dan sedang dibangun di dalam Dia, kita harus berperilaku di dalam Dia. Hari ini Dia adalah hayat kita, kelak Dia adalah pengharapan kita. Sebab itu kita harus belajar memberitakan Dia, menasihati orang jangan terganggu oleh perkara lain sehingga beralih dari Dia. Juga harus mengajarkan Dia kepada orang; kita perlu bertumbuh dan membantu orang bertumbuh, sampai kita bisa dengan matang mempersembahkan mereka kepada Kristus.
Ketika kita mempunyai visi yang demikian terhadap Kristus, kita bisa mengumumkan: Doktrin, pengajaran, karunia, dan mukjizat tidak terhitung apa-apa; Allah tidak ingin mendapatkan hal-hal itu, hal-hal itu adalah untuk Kristus. Namun hari ini kalau di tengah-tengah kita ada sedikit mukjizat, kita semua bisa terganggu sehingga meninggalkan Kristus yang tinggal di dalam kita, meninggalkan hayat yang batiniah; kita semua akan memperhatikan mukjizat. Dalam Injil Yohanes Tuhan Yesus melakukan banyak mukjizat, banyak orang tergerak, tetapi jarang sekali orang di tengahtengah mereka yang didapatkan oleh Tuhan. Tuhan tidak mempercayakan diri-Nya kepada orang-orang yang datang karena mukjizat (2:23-25). Tuhan sungguh berhikmat, Dia mengetahui keperluan kita yang sebenarnya adalah hayat batini. Kita perlu mengenal Kristus.
Dalam Surat Kolose tidak ada bahasa lidah, karunia, dan mukjizat. Hari ini ada orang yang masih memperhatikan hal-hal itu, dan mengabaikan Kristus yang diwahyukan di dalam surat ini. Marilah kita kembali kepada Kristus yang di dalam Surat Kolose, secara batiniah, dalam hayat mengenal Kristus. Untuk mengenal Kristus perlu visi, perlu wahyu, sebab itu kita perlu berdoa. Dalam hari-hari ini, marilah kita berdoa, mohon Tuhan membuka mata kita supaya kita nampak Kristus — Dia adalah rahasia Allah, inti ekonomi Allah, bagian yang Allah berikan kepada kaum saleh. Marilah kita demikian berdoa sehingga kita mengenal Dia adalah hayat kita, dan sepenuhnya mengalami Dia. Terhadap kita Dia adalah segala-galanya. Ini tidak seharusnya sebagai doktrin, melainkan visi yang sejati. Kita harus berperang untuk ini. Itulah sebabnya kita perlu mengenal Surat Kolose.