← Daftar isi Kepemimpinan dalam Perjanjian Baru Belajar Berkoordinasi Pelatihan Video Praktek Perbauran · bab 7/8

HIDUP DALAM ROH

Minggu ke 7 – Senin Doa baca: Zakharia 12:1b

“. . yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi, dan yang menciptakan roh dalam diri manusia."

ROH MANUSIA SETARA DENGAN LANGIT DAN BUMI

Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan manusia menurut gambar dan rupaNya sendiri, terlebih dulu Allah membuat satu bentuk tubuh dari debu tanah, kemudian menghembuskan nafas hidupNya ke dalam manusia. "Nafas" di sini dalam kitab Amsal 20:27 diterjemahkan sebagai roh: "Roh manusia adalah pelita Allah." Ini menyatakan, bahwa hembusan nafas hidup yang keluar dari mulut Allah itulah roh manusia. Hembusan hayat yang keluar dari Allah itu begitu masuk ke dalam diri manusia menjadilah roh manusia. Inilah barang yang paling berharga di dalam diri manusia. Jika di dalam diri manusia tidak ada roh, manusia tak berbeda dengan binatang.

Zakharia 12:l b mengatakan, "yang membentangkan langit dan yang meletakkan dasar bumi, dan yang menciptakan roh dalam manusia." Di sini disinggung tiga hal besar, yaitu langit, bumi, dan roh. Alkitab menyetarakan roh manusia kita dengan langit dan bumi. Allah menciptakan langit untuk bumi; Allah menciptakan bumi untuk manusia; Allah menciptakan manusia karena di dalam manusia ada roh, bisa berkontak dengan Allah. Jika tidak ada terang matahari, air, udara, yang berasal dari langit, maka di bumi ini tidak bisa bertumbuh berbagai macam tumbuhan; dan semua tumbuh-tumbuhan yang ada di bumi adalah untuk Anda dan saya sebagai manusia. Lalu, untuk siapakah manusia? Manusia adalah untuk Allah. Jadi langit, bumi, manusia adalah tiga karya besar dalam alam semesta, tiga unsur penting. Terlebih dulu Allah membentangkan langit, kemudian meletakkan dasar bumi; setelah ada langit dan bumi, Allah baru menciptakan manusia. Ketika Allah menciptakan manusia, Zakharia 12 tidak mengatakan tubuh jasmani, melainkan mengatakan roh.

Sampai Alkitab Perjanjian Baru, perkara ini terlihat lebih jelas lagi. Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita, bahwa roh manusia kita adalah satu organ bagi kita untuk berkontak dengan Allah, adalah satu bejana untuk menampung Allah. Allah yang adalah Roh di atas segala roh tertampung ke dalam roh manusia kita. Saya memustikakan Zakharia pasal 12. Langit, bumi, roh, ini adalah tiga karya besar dalam alam semesta, tiga hal yang kudus, tiga hal yang penting. Anda harus memustikakan roh Anda, roh Anda sebesar langit, dan roh Anda sepenting bumi. Saudara saudari, berapa besarkah Anda? Anda seharusnya berkata: sebesar langit. Berapa pentingkah Anda? Seharusnya dijawab: sepenting bumi. Haleluya! Allah menciptakan laksaan benda-benda yang berbeda, tetapi Zakharia pasal 12 hanya mengatakan tiga - langit, bumi, roh manusia. Mengapa? Karena hanya ketiga benda inilah yang langsung berhubungan dengan Allah. Allah menciptakan segala sesuatu, tujuanNya adalah ingin dari segala sesuatu itu mendapatkan sekelompok orang yang menjadi ekspresi Allah.

Di Amerika ada anak-anak yang nakal, mereka senang menempeli huruf-huruf di belakang mobil-mobil mereka; huruf-huruf itu adalah "VIP" - orang penting. Sekarang kita juga boleh berkata, bahwa diri kita juga adalah orang penting. Dalam alam semesta ini, aku adalah orang yang penting. Karena Allah alam semesta ini mau memakai diriku menjadi bejanaNya untuk diisi olehNya. Hari ini kita semua bisa melonjak dan berseru: "Haleluya! Allah telah diisikan ke dalamku! Aku adalah bejana yang berharga! Aku adalah bejana yang mulia! Aku adalah orang penting! Karena ada harta mustika yang telah ditaruh di dalam bejana ini."

Catatan:

Minggu ke 7 – Selasa Doa baca: I Korintus 6:17

"Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu Roh dengan Dia."

ALLAH TRITUNGGAL MELALUI BERBAGAI MACAM PROSES

MENJADI ROH ITU

Alkitab membicarakan empat perkara besar tentang Allah. Pertama, Allah menciptakan. Allah menciptakan alam semesta, Allah juga menciptakan manusia. Kedua, Allah berinkarnasi, Dia sendiri datang menjadi manusia. Dia masuk ke dalam tubuh daging, mengenakan sifat insani, menjadi seorang manusia bernama Yesus, di bumi ini menempuh penghidupan manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun. Ketiga, di dalam daging, Dia telah menjadi penebus kita, bagi kita mati di atas salib, menggenapkan penebusan. Keempat, Dia melewati mati dan bangkit, akhirnya menjadi Roh pemberi hayat, bahkan masuk ke dalam roh kita, menjadi hayat dan segala kita. Inilah "Adam yang akhir menjadi Roh pemberi hayat."

Roh pemberi hayat ini, dalam Perjanjian Baru memiliki sebutan yang istimewa, yaitu disebut "Roh itu". Yohanes 7:39 mengatakan, "Sebab Roh itu belum ada" (Tl.). Sejak dahulu kala, Roh Allah sudah ada, tetapi Roh itu belum ada, sebab Yesus belum dimuliakan. Kapan Yesus dimuliakan? Ketika Dia bangkit dari kematian. Yesus mati dan bangkit, terangkat, mendapatkan kemuliaan. Jadi, dalam Roh itu bukan hanya ada kadar inkarnasi Tuhan Yesus, hidup sebagai manusia, mati tersalib, masih ada kebangkitan, kenaikan, dan dimuliakan. Semua kadar itu ada di dalamNya. Dengan sederhana bisa dikatakan, bahwa hari ini Roh itu adalah pernyataan akhir dari Allah Tritunggal.

MENJADI SATU ROH DENGAN TUHAN

Alkitab Perjanjian Baru memberitahu kita, bahwa hubungan kita dengan Allah adalah mutlak di dalam roh. Ketika Allah menyelamatkan kita, Dia menaruh RohNya ke dalam roh kita, melahirkan kembali kita, menjadikan kita anak-anak Allah. Di sini kita nampak, bahwa Roh Allah adalah Allah Tritunggal yang melewati berbagai macam proses dan telah rampung sempurna; roh manusia adalah roh kita yang telah melewati kelahiran kembali, dan di dalamnya tinggal Roh yang melahirkan kembali kita. Keduanya menjadi satu roh.

Bagaimana Roh Allah berbaur menjadi satu dengan roh manusia? Yohanes 4:24 mengatakan, "Allah itu Roh, dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran." Roh yang dikatakan di sini mengacu kepada roh manusia kita. Tuhan mengajar perempuan Samaria, bahwa ia perlu menggunakan rohnya untuk menjamah Allah yang adalah Roh. Allah adalah air hidup, jika manusia ingin meminumNya, menjamahNya, menikmati dan menggunakanNya, semuanya harus di dalam roh; hanya di dalam roh, baru manusia bisa memiliki ibadah yang sejati terhadap Allah. Jadi, melalui di dalam roh memakan Dia, meminum Dia, kita berbaur menjadi satu denganNya. Karena kedua roh ini saling berhubungan, saling berkaitan, saling berbaur, maka keduanya menjadilah satu roh.

"Yang mengikatkan diri kepada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia" (IKor.6:17). Roh kita dengan Roh Tuhan, dua roh menjadi satu roh, adalah roh kita, juga adalah Roh Tuhan, adalah Roh Tuhan berbaur dalam roh kita, juga adalah roh kita berbaur dalam Roh Tuhan. Perjanjian Baru sering menggunakan roh perbauran ini untuk mengatakan tentang Tuhan bagi kita, dan pengalaman kita terhadap Tuhan. Setelah kita beroleh selamat, maka persekutuan kita denganNya, doa kita kepadaNya, hidup kita bersamaNya, ketaatan kita kepadaNya dan lainnya, segala pengalaman rohani, semuanya berada di dalam roh yang merupakan pembauran antara Roh Tuhan dengan roh kita.

Catatan:

Minggu ke 7 – Rabu Doa baca: Galatia 5:25

"Jikalau kita hidup oleh roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh roh."

ROH ADALAH KUNCI SEGALANYA

Kita perlu nampak satu visi, yaitu Allah Tritunggal, Bapa, Putera, Roh, telah menggenapkan semuanya, bahkan diriNya sendiri telah digarapkan ke dalam kita; hari ini Dia justru ada di dalam roh Anda dan saya. Hari ini kunci dari segalanya terletak pada Dia Sang Roh Ajaib. Jika doa Anda tidak berada di dalam roh pembauran, doa Anda tidak akan ada hasilnya; jika kasih sayang Anda bukan keluar dari roh ini, juga tidak berharga. Bukan bergairah sudah terhitung baik, bukan karena melayani lalu terhitung baik. Saulus dari Tarsus juga bergairah, melayani Allah, tetapi pada waktu itu, dia berada di bawah kuasa Iblis; pelayanannya terhadap Allah, kegairahannya, pemeliharaannya terhadap hukum Taurat, semuanya berada di bawah kuasa Iblis. Hari ini hanya ada satu tempat yang tidak bisa ditembus oleh Iblis, yaitu roh Anda. Yang bukan berasal dari roh adalah berasal dari daging, itu tidak akan ada buah roh. Roh hayat juga tidak bisa membuktikan apa yang Anda kerjakan. Ini bukan persoalan kekudusan, bukan persoalan kemenangan, juga bukan persoalan tidak berbuat dosa. Di sini hanya ada satu persoalan, yaitu harus hidup di dalam roh tempat di mana Tuhan tinggal.

TIDAK MEMPEDULIKAN YANG LAIN,

HANYA MEMPEDULIKAN HIDUP DI DALAM ROH

Dalam sejarah Kekristenan yang lampau, terdapat banyak pengetahuan dan doktrin: memikul salib, menanggulangi daging, menuntut kekudusan, menempuh penghidupan yang menang, dipenuhi Roh Kudus. Tetapi saudara saudari kekasih, jika Anda dengan baik-baik membaca Perjanjian Baru, Anda akan nampak, bahwa pada akhirnya Perjanjian Baru hanya memiliki satu fokus, yaitu "hidup di dalam roh." Galatia pasal 5 mengatakan, bahwa kita perlu hidup dan dipimpin oleh roh, dengan demikian kita tidak akan menuruti daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Jika kita melalaikan tinggal di dalam roh dan hanya menanggulangi daging, ingin menyalibkan daging, kita akan menemukan bahwa semakin menyalibkan daging, daging akan semakin hidup. Sebaliknya jika kita hidup dan bertindak di dalam roh, kita pasti tidak akan menuruti hawa nafsu dan daging. Tanpa Anda menyalibkannya, itu semua sudah tersalib, Anda yang tidak kudus, telah menjadi kudus; Anda yang tidak menang, telah menjadi menang; Anda yang tidak bisa mengasihi, ternyata bisa mengasihi; Anda yang tidak memiliki terang, ternyata memiliki terang. Karena Roh yang almuhit telah tinggal di dalam roh Anda, bahkan berbaur menjadi satu roh dengan roh Anda. Hari ini, kita tidak perlu mempedulikan yang lain, pedulikanlah hidup di dalam roh. Aku hanya tahu satu perkara, bahwa Allah yang mengasihi aku, Tuhan yang menyelamatkan aku, hari ini adalah Roh pemberi hayat yang almuhit dan tinggal di dalam rohku, asal aku menggunakan rohku untuk menerima, Dia segera masuk ke dalam rohku, berbaur menjadi satu. Saudara saudari, Dia telah menjadi hayat dan suplai hayat Anda, begitu Anda hidup bersandarkan Dia, Dia dan Anda, Anda dan Dia, keduanya sama hayat, sama kehidupan, sama aktivitas.

HIDUP DALAM ROH MEMILIKI SEGALA-GALANYA

Jika Tuhan membelasihani Anda, mencelikkan mata Anda, sehingga Anda nampak hal ini, maka seluruh penghidupan Kristiani Anda pasti akan mengalami perubahan besar. Sekali lagi saya katakan, "Seluruh Alkitab pada akhirnya hanya menuntut kita hidup dan bertindak menurut roh ini, yaitu roh pembauran, Roh yang almuhit berbaur menjadi satu dengan roh kelahiran kembali kita. Siapa yang mengikatkan dirinya kepada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jika tabiat Anda masih ada di sini, ini membuktikan Anda tidak di dalam rah; jika Anda dengan seenaknya mengeritik dan mengecam orang lain, ini membuktikan Anda tidak di dalam roh; jika Anda sembarangan berbicara, meleter ini dan itu, Anda tidak berada di dalam roh. Anda selalu mempertahankan opini Anda, Anda tidak di dalam roh. Anda terus-menerus memiliki pendapat diri sendiri, Anda tidak di dalam roh. Jika Anda bertanya kepada saya, apakah di dalam roh? Saya akan memberitahu Anda, di dalam roh adalah di dalam roh, jika tidak di dalam roh, tidak akan di dalam roh. Kita harus nampak, bahwa segala realitas rohani berada di dalam roh ini. Gereja ada di dalam roh, pembangunan gereja juga ada di dalam roh, kesaksian yang kekal juga ada di dalam roh. Inilah kuncinya, juga rahasianya.

Catatan:

Minggu ke 7 – Kamis Doa baca: Efesus 3:16

"Aku berdoa supaya Ia menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh rohNya di dalam manusia batiniah" (Tl.).

MENDAPATKAN WAHYU DI DALAM ROH

Efesus 3:5 mengatakan, bahwa Allah telah mewahyukan rahasia gereja "di dalam roh". Jika Anda ingin mendapatkan wahyu ini, Anda tidak dapat tidak di dalam roh. Efesus 1:17 mengatakan, bahwa kita perlu mempunyai satu roh hikmat dan wahyu. Wahyu adalah untuk penampakan; hikmat adalah untuk memahami dan mengerti. Kita di dalam roh berarti berada di dalam roh hikmat dan wahyu ini. Di dalam Anda dan saya ada satu roh, tetapi roh ini perlu diteguhkan dan dikuatkan oleh Allah, diterangi, agar roh ini bisa nampak, bisa memahami.

DIBANGUNKAN DI DALAM ROH

Efesus 2:22 mengatakan, bahwa gereja adalah bangunan Allah, rumah Allah, tempat kediaman Allah, dan tempat kediaman ini adalah di dalam roh kita. "Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah di dalam roh." Kita berkata bahwa Allah tinggal di dalam kita, sebenarnya ini tidak mengacu kepada otak kita, juga tidak mengacu kepada emosi kita, melainkan Allah tinggal di dalam roh kita. Kita mengatakan bahwa kita dibangunkan di dalam gereja, pembangunan ini bukanlah di dalam hati kita, melainkan di dalam roh kita.

DIKUATKAN DI DALAM ROH

Efesus 3:16 juga mengatakan, bahwa rasul berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaanNya menguatkan dan meneguhkan kamu oleh RohNya di dalam manusia batiniahmu. Kuat dan teguhnya Anda bukan di dalam pikiran, juga bukan di dalam sukacita atau dukacita, melainkan di dalam roh Anda, di dalam manusia batiniah Anda. Tidak mau otak, tekad, emosi, hati yang kuat, haruslah manusia batiniah yang kuat. Haruslah roh yang kuat. Semoga Anda semua satu per satu adalah orang yang kuat di dalam roh.

DIPERBARUI DI DALAM ROH

Sampai pada 4:23 dikatakan, "Supaya kamu dibaharui di dalam roh pikiranmu" (Tl.). Apakah yang dimaksud dengan roh pikiran? Pikiran adalah pikiran, roh adalah roh. Mengapa bisa disebut roh pikiran? Ini berarti kini roh Anda telah menjadi roh pikiran, roh Anda telah mampu mengendalikan pikiran Anda, roh Anda telah menguasai pikiran Anda, roh Anda telah mengambil pikiran Anda. Pada saat demikian, dengan sendirinya Anda bisa melepaskan penghidupan yang lama, mengenakan manusia baru, yaitu mengenakan penghidupan gereja; demikianlah realitas gereja ternyata keluar dari diri Anda.

DIPENUHI DI DALAM ROH

Pada Efesus 5:18 dikatakan, "Janganlah kamu mabuk oleh anggur." Anggur di sini adalah kata kiasan, yang mengacu kepada kesenangan dunia. Segala yang bisa membuai Anda, yang bisa membius Anda, yang bisa mempengaruhi Anda, itu adalah anggur. Janganlah Anda dipenuhi/dimabukkan oleh kesenangan dunia. "Tetapi hendaklah kamu penuh dengan roh," ini berarti dipenuhi dengan segala kepenuhan Allah (Ef.3:19). Anggur adalah untuk mencurahi hingga penuh tubuh kita, agar tubuh kita penuh dengannya. Tetapi kita tidak mau tubuh jasmani kita penuh dengan anggur, melainkan mau di dalam roh dipenuhi dengan kelimpahan Allah. Ini memberitahu kita bahwa segala pikiran, emosi, tekad, segala kesenangan jiwa, semuanya harus dibiarkan pergi! Hanya membiarkan kelimpahan Allah memenuhi roh kita. Jika demikian, pastilah "berkata-kata seorang dengan yang lain dalam mazmur, kidung puji-pujian dan nyanyian rohani. Bernyanyi dan bersorak bagi Tuhan dengan segenap hati." Saat demikian berarti seluruh Anda telah dipenuhi Allah. Inilah yang juga dikatakan dalam kidung kita, "di mana-mana Engkau, di mana-mana Allah"

Catatan:

Minggu ke 7 – Jumat Doa baca: I Korintus 12:3b

". . . Jika tidak di dalam roh, tidak ada orang yang bisa berkata: Yesus itu Tuhan!"

DOA DI DALAM ROH

Dalam Efesus 6:18 dikatakan, "Berdoalah setiap waktu di dalam roh." Janganlah berdoa di dalam otak Anda, janganlah berdoa di dalam emosi Anda. Adakalanya Anda menjumpai perkara menjengkelkan yang seharusnya berkenaan dengan Anda; Anda datang ke hadapan Allah dan berdoa, wajah Anda penuh air mata. Itu bukanlah doa di dalam roh. Saya sangat yakin, jika Anda berdoa di dalam roh, air mata Anda tidak bisa mengalir. Begitu Anda kembali ke dalam roh dan berdoa, dakwaan Anda tidak bisa Anda keluarkan. Alasan Anda juga tidak bisa Anda keluarkan. Begitu kembali ke dalam roh, Anda segera menerima perlakuan tidak baik tersebut, saat itulah baru Anda benar-benar memikul salib. Jadi, jika Anda telah melihat Efesus pasal 6, Anda akan nampak bahwa realitas seluruh gereja adalah di dalam roh. Seluruh penghidupan gereja adalah di dalam roh. Di dalam kitab Efesus yang membicarakan gereja ini, ada satu titik, bahwa setiap pasal hanya mengatakan dan mengatakan lagi, "Di dalam roh, di dalam roh." Hanya di dalam roh barulah gereja bisa dibangunkan.

HARUS BERLATIH MELAKSANAKAN

HIDUP BERSAMA TUHAN

Allah Tritunggal yang melalui berbagai proses hari ini telah menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit, segalanya telah digenapkan, dan Dia sekarang sedang menunggu Anda dan saya menerima Dia masuk ke dalam kita. Kita masing-masing memiliki satu roh untuk menerimaNya, dan kita bisa hidup berdasarkan Dia. Bukan doktrin, bukan anjuran, bukan agama, juga bukan tata cara, melainkan satu roh yang hidup, pribadi yang hidup, yang di dalamku. Aku dan Dia adalah satu hayat dan satu penghidupan, Dia adalah aku, aku adalah Dia! Aku hanya hidup berdasarkan Dia, inilah yang ingin dipulihkan oleh Allah pada jaman ini.

HIDUP DI DALAM ROH ADALAH

JALAN YANG PALING SEDERHANA DAN PALING UNGGUL

Jalan yang paling sederhana dan paling unggul adalah hidup di dalam roh. Seluruh Injil Yohanes tidak menyinggung yang lain, hanya menyinggung: "Harus hidup berdasarkan Aku," "Tinggal di dalam Aku," "Pada hari itu, Aku akan hidup, kamu juga akan hidup;" "Kalian akan tahu bahwa Aku di dalam BapaKu, BapaKu di dalam Aku, Aku juga di dalam kamu." Sampai Roma pasal 8 terdapat satu perkataan, bahwa kita harus hidup dan bergerak menurut roh. Cukuplah jika penghidupan dan aktivitas kita menurut roh. Saudara saudari, kita harus melatih roh. Ini adalah satu cara yang terunggul. Hidup di dalam roh, selama 24 jam hidup di dalam roh, ketika Anda datang bersidang, kapan saja roh Anda bisa dinyatakan, karena roh Anda lincah, roh Anda penuh kelegaan, simpanan dalam roh Anda sangat limpah, ketika Anda perlu apa, Anda ada barang itu. Di dalam sidang, Anda mau memuji ada pujian, ingin berdoa ada doa, ingin berbicara ada pembicaraan, mau bersaksi ada kesaksian, inilah jalan yang hari ini Tuhan kehendaki untuk kita tempuh.

HARUS SECARA RIIL MELATIH ROH

Jalan yang paling sederhana untuk hidup di dalam roh adalah melalui menyeru nama Tuhan. "Jika tidak di dalam roh, tidak ada seorangpun yang bisa berkata: Yesus adalah Tuhan!” (I Kor.12:3, Tl.). Yesus adalah nama Tuhan, Roh Kudus adalah pribadi Tuhan. Begitu Anda menyeru nama Tuhan, Roh Kudus segera datang. Roh Kudus adalah Tuhan Yesus yang hidup, Roh Kudus adalah Yesus yang ternyatakan, Rah Kudus adalah Yesus yang datang ke hadapan Anda. Tuhan Yesus kita adalah Allah yang hidup dan yang benar, Dia adalah Roh yang hidup dan yang benar, begitu Anda berseru kepada namaNya, Anda segera menikmati kelimpahanNya. Karena begitu Anda menyeru Tuhan, Roh Kudus segera datang, dan Roh Kudus itu kaya limpah, padaNya tidak ada yang tidak tersedia; begitu Anda berkata, "O, Tuhan Yesus!" Anda segera mendapatkan suplai Tuhan, semakin menyeru semakin mendapatkan pendirisan Tuhan, semakin menyeru semakin dipenuhi Tuhan. Tuhan adalah Tuhan atas segala sesuatu! Begitu Tuhan masuk ke dalam diri kita, Dia menjadi segala keperluan kita. Dia adalah segala keperluan kita, Dia memenuhi segala keperluan kita. Karena itu setiap orang di antara kita, seharusnya berlatih menyeru Tuhan!

Catatan:

Minggu ke 7 — Sabtu Doa baca: II Korintus 3:17

"Sebab Tuhan adalah Roh itu, dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan" (TI.).

TIDAK MENGGARAP AGAMA,

HANYA HIDUP DI DALAM ROH

Sayang sekali, kita sebagai orang Kristen, terhadap hal ini selalu tidak bisa memahami. Sampai hari ini, kita masih belum begitu bisa bersidang. Di dalam sidang kita bisa memakai ini, bisa memakai itu, tetapi justru tidak bisa memakai roh. Ketika kita menghadiri sidang, baik berdoa, menyanyi, membaca Alkitab, bersaksi, bersekutu, membagi nikmat, seharusnya menggunakan roh kita; jika tidak, semuanya itu hanya merupakan aktivitas agama.

Jika sidang kita dahulu diselenggarakan dengan diam tenang, sekarang diubah menjadi berteriak-teriak lantang, saya ingin berkata kepada kalian yang berteriak lantang, saya tidak amin dengan teriakan Anda. Saya juga akan berkata kepada orang yang diam tenang, saya tidak amin dengan ketenangan Anda. Mungkin Anda bertanya, saya amin terhadap apa? Jika Anda menggunakan roh, saya segera amin. Kesulitannya adalah, ketika Anda diam tenang, Anda tidak menggunakan roh, ketika Anda ramai di luar, roh di dalam Anda juga tidak bergerak. Karena itu, di dalam sidang klta, tidak tertampak ekspresi Allah.

Jika sebelum sidang Anda terlebih dulu mempersiapkan baik-baik roh Anda begitu Anda melatih roh Anda, Anda segera melupakan pikiran Anda. Begitu melatih roh, Anda melupakan perasaan diri. Begitu melatih roh, bahkan nama Anda siapa, sebutannya apa, semuanya dilupakan. Jika Anda bisa karena berlatih melupakan sampai taraf demikian, ini baru lumayan, manusia Anda ini berada di dalam roh. Begitu roh Anda benar-benar telah bergerak, Anda tidak perlu berteriak, juga tidak perlu berseru lantang, Anda berjalan masuk ke balai sidang, duduk di sana, seluruh sidang akan tergerak rohnya.

DI DALAM SIDANG HANYA MEMPERHATIKAN MEMBEBASKAN ROH, TIDAK ADA TATA CARA

Jika Anda dan saya, kita semua hidup di dalam keadaan demikian, sidang-sidang kita pasti sedikitpun tidak akan ada tata cara. Kita datang bersidang adalah untuk membebaskan roh, tidak menunggu saudara tertentu memilih lagu, atau menunggu saudara lainnya memimpin doa, setiap saudara saudari hidup di dalam roh, begitu masuk dalam balai sidang, di satu pihak tenang diam di hadapan Tuhan, di pihak lain juga membebaskan roh. Dengan otomatis kelimpahan akan mengalir keluar dari dalam diri Anda, dari dalam saudara lain, dari setiap saudara saudari yang lain, semuanya terkumpul bersama menjadilah satu ibadah. Inilah bersidang, penuh dengan ekspresi Allah, penuh dengan penyertaan Kristus, penuh dengan peredaran Roh Kudus, setiap orang saleh mendapatkan rawatan, inilah baru sidang gereja. Jika demikian, begitu orang datang ke tengah-tengah kita, dia akan berkata, "Allah benar-benar ada di tengah-tengah kalian!"

HIDUP DI DALAM ROH

BARU ADA REALITAS GERFJA

Hidup di dalam roh tidak seperti beribadah yang dikatakan oleh agama, juga tidak seperti pelayanan yang dikatakan oleh agama, juga tidak seperti gairah dalam pekerjaan seperti yang dikatakan oleh agama. Hidup di dalam roh adalah membiarkan Allah memenuhi Anda, membiarkan Kristus memenuhi Anda, membiarkan Kristus dari diri Anda meresap dan meluap keluar, demikianlah Anda mengekspresikan Kristus. Bukan Anda yang bisa mengasihi suami, juga bukan Anda yang bisa mengasihi istri, melainkan Anda hidup di dalam roh, membiarkan Kristus, Sang Roh pemberi hayat ini mendiris dan memenuhi diri Anda, kemudian dari diri Anda mengekspresikan Allah. Inilah penghidupan orang Kristen yang menang. Inilah penghidupan keluarga Kristen, inilah penghidupan gereja Kristen. Inilah realitas gereja. Realitas gereja ialah hidup di dalam roh.

Catatan:

Minggu ke 8 – Minggu Doa baca: Roma 8:4

"Supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut roh."

TUHAN HANYA MAU KITA HIDUP BERDASARKAN DIA

Hari ini yang Dia inginkan di atas diri kita bukan agar kita bergairah, bukan agar kita melakukan ini, melakukan itu. Yang Dia inginkan adalah kita satu dengan Dia, hidup berdasarkan Dia, ini sudah cukup. Dia adalah hayat Anda, Dia juga adalah pribadi Anda, akhirnya Dia mau menjadi Anda, juga ingin supaya Anda menjadi Dia.

Kita semua tahu, beroleh selamatnya seseorang adalah sangat sederhana, tidak perlu melakukan ini atau melakukan itu. Beroleh selamat hanya karena percaya kepada Tuhan Yesus, begitu percaya segera beroleh selamat. Di hadapan Tuhan, orang kafir hanya memiliki satu dosa, yaitu tidak percaya. Semua orang dosa kelak masuk ke neraka, bukan dikarenakan mereka menjadi penyamun atau perampok, melainkan karena mereka tidak percaya. Semua orang dosa binasa, dikarenakan satu dosa, yaitu tidak percaya. Ketahuilah, hari ini orang yang sudah percaya Tuhan Yesus juga memiliki satu dosa, yaitu tidak hidup berdasarkan Tuhan Yesus. Orang yang tidak percaya, dosa mereka adalah tidak percaya; orang yang sudah percaya, dosa mereka adalah tidak hidup berdasarkan Yesus. Dengan perkataan yang sederhana, yaitu tidak hidup di dalam roh. Kita bisa berdoa, kita bisa membaca Alkitab, bersidang, bekerja, melayani, beribadah, tetapi kita tidak mau hidup berdasarkan Kristus di dalam roh.

Mohon Tuhan membuka mata kita, sehingga kita nampak bahwa kebenaran umum dalam Alkitab adalah hidup di dalam Roh itu. Justru di dalam roh, kita mendapatkan kelahiran kembali; di dalam roh kita, Roh Allah beserta dengan kita; di dalam roh kita, Kristus yang almuhit itu tinggal; di dalam roh kita, kita bisa menikmati kemurahanNya; di dalam roh kita, kita baru memiliki penyertaanNya; di dalam roh kita, kita baru bisa mendapatkan terang, hayat, dan kebenaran.

DALAM PENGHIDUPAN HARUS MELATIH ROH --

MENYERU NAMA TUHAN, MENDOABACAKAN FIRMAN TUHAN

Kesulitan hari ini ialah kita hanya mengerti teori, tetapi kekurangan latihan. Bahkan berita tentang roh tetah kita buat menjadi doktrin, tidak ada realitas roh, tidak ada pengalaman roh, tidak ada latihan roh. Itulah sebabnya dalam Alkitab dikatakan agar kita yang mendapatkan hayat di dalam roh, haruslah bertindak tanduk di dalam roh. Anda berbicara harus di dalam roh, Anda beraktivitas juga harus di dalam roh. Apapun yang Anda perbuat, harus Anda lakukan di dalam roh.

Saudara saudari kekasih, mulai hari ini, saya mohon Anda sedapat mungkin setiap hari melatih roh. Jika Anda mau melatih roh, Anda tidak bisa tidak berkata, "O, Tuhan Yesus!" Anda juga tidak bisa terlepas dari doa baca. Di satu pihak berseru, "O, Tuhan Yesus!" di pihak lain mendoabacakan ayat Alkitab. Jika Anda demikian menjamah roh setiap hari, Anda pasti menjadi orang yang penuh dengan roh. Pada saat demikian, Roh Kudus bagi Anda bukan masalah mengerti atau tidak mengerti, melainkan adalah hidup, terang. Ketika Anda membaca Alkitab, Anda akan mengecap cita rasa yang manis dan indah, Anda mendapatkan suplai Tuhan.

Hari ini Tuhan adalah Roh, Dia di dalam roh. Hari ini Tuhan juga adalah firman, Dia berada di dalam firman. Roh Anda harus terbuka kepada Tuhan, roh Anda harus terbuka kepada perkataan Alkitab. Ketika Anda menggunakan roh untuk mendoabacakan perkataan Alkitab, itu akan lebih berkhasiat daripada mendengarkan khotbah yang manapun, lebih limpah daripada mendengarkan khotbah yang manapun, lebih mendapatkan suplai daripada mendengarkan khotbah yang manapun. Di dalam RohNya Anda mengalami juga di dalam firmanNya mengalami Dia, alhasil Anda akan penuh limpah menikmati Dia. Kesulitan seluruh diri manusia Anda akan tersingkirkan, kematian Andapun akan tertelan, kegelapan Anda akan sirna, kelemahan Anda akan berubah menjadi kekuatan, demikianlah dalam hidup sehari-hari Anda secara riil bersatu dengan Tuhan.

Pada tahap demikian, Anda pasti menempuh penghidupan di dalam Tubuh, karena hayat roh ini adalah korporat, bukan individual. Semakin Anda menikmati Tuhan dan hidup di dalam roh, Anda pasti damba menempuh penghidupan gereja, berkoordinasi dengan orang lain, melakukan kesaksian Tubuh. Mohon Tuhan membelaskasihani kita, agar kita di akhir zaman ini, makin berada di dalam arus pemulihanNya.

Catatan: