BERSIDANG
Minggu ke 8 – Senin Doa baca: Ibrani 10:25
"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."
Karena gereja adalah himpunan umat yang dipanggil keluar dari dunia oleh Allah, maka seharusnyalah gereja sering bersidang. Bersidang membuat orang-orang yang dipanggil oleh Allah ini mendapatkan suplai, terbangunkan, terbina, dan menggenapkan tujuan panggilan Allah terhadap mereka.
KETETAPAN ALLAH TERHADAP KAUM SALEH
Pertemuan-pertemuan ibadah (bersidang) kita yang disinggung dalam Ibrani 10:25 adalah mengacu kepada sidang-sidang orang Kristen. Di alam semesta ini, cara hidup setiap macam makhluk hidup ditentukan oleh Allah. Ketetapan Allah itu merupakan ketetapan hukum bagi makhluk hidup tersebut. Jika makhluk hidup itu memenuhi ketetapan tersebut, dia akan bereksistensi, mendapatkan berkat. Demikian juga Allah terhadap kita sebagai orang-orang Kristen. Ketetapan Allah terhadap kita menjadilah eksistensi kita dan hukum kita mendapatkan berkat. Ketetapan ini adalah bersidang. Bersidang bagi orang Kristen seperti air bagi ikan, udara bagi burung. Sebagaimana ikan memerlukan air untuk eksistensinya, burung memerlukan udara untuk eksistensinya, demikian pula orang Kristen memerlukan sidang untuk eksistensinya, untuk mempertahankan keberadaan dan kehidupan rohaninya. Kata "gereja" ini, dalam bahasa aslinya adalah "kaum terpanggil yang keluar dan berhimpun bersama"; karena itu hakiki gereja adalah bersidang. Perkembangbiakan hayat gereja juga tergantung pada bersidang. Dulu kita adalah keturunan Adam, hidup di dalam dunia. Sampai Allah memanggil kita, dan kita menjawab panggilanNya beroleh selamat, maka Allah memisahkan kita keluar dari dunia. Setelah dipisahkan, Allah bukan menyuruh kita menjadi orang Kristen individual, melainkan membawa semua orang yang telah terpanggil itu berhimpun bersama, menjadi gereja. Meskipun tidak bisa dikatakan bahwa setiap kali sidang itu adalah gereja, tetapi bisa dikatakan bahwa gereja berada di dalam sidang. Jika Anda menyingkirkan semua sidang orang Kristen, itu berarti membuat orang Kristen tidak ada gereja. Sebab itu begitu orang yang beroleh selamat berhenti dari bersidang, saat itu juga ia terlepas dari gereja. Ketika Anda tidak mengikuti sidang, saat itulah Anda terlepas dari gereja. Inilah ketetapan Allah terhadap kaum saleh. Karena itu kita harus menurut ketetapan ini sering berkumpul bersama, agar kita menerima berkat rohani.
TUNTUTAN HAYAT ROHANI
Setiap jenis hayat memiliki ciri masing-masing, dan ciri-ciri tersebut ada berbagai macam. Hayat rohani yang kita dapat sebagai kaum saleh, yaitu hayat Allah yang ada di dalam kita, juga memiliki berbagai macam ciri. Misalnya, benci akan dosa dan menjauhi dosa adalah ciri hayat ini; senang mendekati Allah, rela melayani Allah juga merupakan ciri hayat ini. Di antara ciri-ciri hayat rohani ini, ada satu ciri yaitu berhimpun bersama-sama, bersidang. Yohanes 10:3,16 memperlihatkan kepada kita, setelah kita beroleh selamat, kita adalah domba-domba Tuhan. Ciri hayat domba adalah berkawanan, tidak senang hidup sendirian. Karena itu Alkitab mengatakan bahwa kita bukan hanya domba Tuhan, juga merupakan kawanan dombaNya (Kis.20:28; l Ptr.2:5). Jika setelah beroleh selamat kita tidak bersidang, di dalam kita tidak akan ada sukacita dan damai sejahtera yang berlimpah. Jika datang bersidang menyanyi, memuji, bersama saudara saudari saling bersekutu, berdoa, bersyukur, beribadah, di dalam kita akan penuh sukacita. Apakah ini? Ini adalah ciri hayat yang ada di dalam kita. Karena hayat kita memiliki ciri ini, maka bersidang bagi kita orang Kristen adalah berasal dari tuntutan hayat.
Minggu ke 8 – Selasa Doa baca: Matius 18:20
"Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka."
PENTINGNYA KAUM IMANI BERSIDANG
Dalam Matius 18:20 Tuhan memberi satu janji yang khusus, yaitu kita sebagai orang-orang milikNya, di mana saja, asal ada dua atau tiga orang berkumpul dalam namaNya, maka Dia ada di tengah-tengah kita. Kita bersidang di dalam namaNya, ini bisa membuat kita menikmati penyertaanNya secara khusus, dan dalam penyertaan ini mendapatkan terang, kasih karunia, suplai dan berbagai macam berkat! Kita mendapatkan dan menikmati berkat yang demikian limpah ini hanya di dalam bersidang.
Jika kita masing-masing seorang diri, tidak bisa panas, tidak bisa membara. Kita perlu bersidang bersama kaum saleh lainnya. Semakin banyak kayunya, semakin banyak batu baranya, semakin bisa membara, semakin bisa terbakar hebat. Begitu seorang Kristen menyendiri, ia telah tertipu oleh muslihat Iblis, ia mudah sekali menjadi dingin dan mati. Jika kita tidak ingin mati dan dingin, kita harus sering mengikuti sidang gereja. Banyak saudara saudari bisa bersaksi, sering kali di dalam mereka terasa gelap, tertekan, tetapi begitu datang bersidang, segera terasa terang dan ringan. Adakalanya kita merasa sedih, susah, sumpek, berbeban berat, tetapi begitu kita datang bersidang, kita segera mendapatkan hiburan, atau roh terasa tembus, beban tersingkirkan. Bersidang telah menyingkirkan kesulitan Anda, melepaskan beban Anda, serta mendatangkan hiburan, perhentian, keringanan dan kebebasan kepada Anda. Tidak hanya demikian, sering kali ketika kita mencari maksud Tuhan atas suatu perkara, seorang diri mencari, tetap tidak jelas. Tetapi begitu datang bersidang, segera mendapatkan kejelasan. Sering kali, di tempat kita sendiri, kita tidak nampak terang, atau membaca Alkitab tetap tidak mengerti; tetapi begitu datang bersidang, bisa nampak terang, terasa tembus, memahami bagian Alkitab tersebut. Sering kali kita sulit membawa orang beroleh selamat karena ia berada di tempatnya sendiri, begitu membawanya datang bersidang, orang itu segera beroleh selamat.
Misalnya lagi, Anda seorang diri berdoa, meskipun bisa menjamah sedikit penyertaan Tuhan, tetapi sering kali sangat terbatas. Tetapi di dalam sidang, sering ada semacam penyertaan Tuhan yang tidak bisa terjamah secara perorangan. Terhadap banyak perkara, secara perorangan sering hanya bisa mendoakannya sedikit. Jika perkara itu besar, doa secara perorangan tidak bisa menggerakkannya. Ini sepertilah memindahkan suatu barang, jika berat barang tersebut 20 kilogram, Anda masih bisa mengangkatnya; jika 2.000 kilogram perorangan tidak berdaya, walaupun Anda berusaha setiap hari, tetap tidak berdaya. Anda berusaha memindahkannya selama dua tahun, tetap tidak ada hasilnya, sama sekali tidak mau bergerak. Anda tidak bisa tidak mengumpulkan seluruh anggota Tubuh untuk memindahkannya. Demikianlah dengan hal berdoa. Banyak perkara tidak bisa dipenuhi oleh kaum saleh secara individu, harus mendoakannya dalam sidang gereja.
Masih ada lagi, adakalanya terhadap suatu perkara rohani, karunianya tidak cukup hanya didapatkan secara perorangan, tidak bisa tidak datang dalam sidang. Ada orang ingin berdasarkan dirinya sendiri mengalahkan suatu kelemahan atau suatu kekurangan, dia lalu berdoa dan berdoa, menanggulangi dan menanggulangi. Tetapi heran sekali, bagaimanapun dia berdoa dan menanggulanginya, tetap saja tidak bisa mengalahkannya. Jika dia mau membawa kelemahan atau kekurangannya itu ke dalam sidang, dan meminta saudara saudari bersama mendoakannya, kelemahan itu dengan mudah terbawa lewat. Semuanya ini menyatakan pentingnya bersidang.
Catatan:
Minggu ke 8 – Rabu Doa baca: Kisah Para Rasul 1:2-4
"Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. . . maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus . . ."
KASIH KARUNIA KORPORAT
BERADA DI DALAM SIDANG
Firman Allah mengatakan, "Janganlah menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah (bersidang)." Mengapa jangan menjauhkan diri dari bersidang? Karena Allah akan memberikan kasih karuniaNya kepada kita di dalam sidang. Kasih karunia yang Allah berikan kepada kita terbagi dalam dua kategori: satu adalah secara individu, satu adalah secara korporat. Allah tidak hanya memberi kita kasih karunia individual, Allah juga memberi kita kasih karunia korporat. Kasih karunia korporat ini justru hanya bisa didapatkan di dalam bersidang. Di dalam Alkitab terdapat banyak contoh yang bisa membuktikan hal ini. Misalnya, Tuhan Yesus pada malam hari kebangkitanNya menampakkan diri kepada murid-murid; saat itu murid-murid bersukacita melihat Tuhan, tetapi pada malam itu seorang muridNya, Thomas, entah pergi ke mana, tidak bersama murid-murid yang lain berhimpun, karena itu dia kehilangan penyertaan penampakan Tuhan. Kita tahu, meskipun pada pagi hari kebangkitan Tuhan, Maria Magdalena secara dini sudah bertemu dengan Tuhan secara pribadi, dan penampakan itu benar-benar segar, tetapi bobot dan kelimpahannya tidak bisa menandingi yang didapat pada penampakan Tuhan sewaktu murid-murid berkumpul. Pada malam itu, Tuhan datang di dalam sidang mereka dan menampakkan diri kepada mereka, menghembuskan nafas kepada mereka, dan berkata "Terimalah Roh Kudus." Tuhan juga memberi mereka satu amanat, jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada. Penampakan yang membuat orang mendapatkan Roh Kudus dan menerima amanat Tuhan ini jelas tidak didapatkan secara individual. Ini diberikan Tuhan hanya di dalam sidang.
Jadi Anda nampak, kasih karunia yang Allah berikan kepada manusia, meskipun secara individual sangat segar, indah dan manis, tetapi sifat kepentingannya tidak bisa menandingi aspek korporat. Karena pada malam itu Tomas tidak bersidang, maka ia kehilangan satu kali berkat yang sangat besar.
Untunglah, pada malam hari Minggu selanjutnya Tuhan kembali menampakkan diri dan Tomas ada di sana, demikianlah dia mendapatkan penambahan atas kekurangannya. Jika pada malam itu dia masih tidak hadir, dia benar-benar akan menderita kerugian besar, dan kerugiannya itu mungkin selamanya tidak bisa tertutupi.
Kita melihat lagi, pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta, tidak dicurahkan pada saat murid-murid berdoa secara individu, melainkan dicurahkan ketika para murid sedang berhimpun bersama. Kesemuanya ini menampakkan kepada kita, jika kita ingin mendapatkan penyertaan Tuhan, ingin mendapatkan pencurahan Roh Kudus, ingin mendapatkan berkat Tuhan, kita harus bersidang. Baik terhadap pengenalan Alkitab, pengabulan atas doa, pemahaman atas kehendak Allah, pelepasan atas dosa, pemberesan alas kesulitan, dan banyak hal-hal yang tidak berdaya secara individu, begitu datang bersidang, segera terbereskan. Inilah sebabnya orang Kristen tidak bisa tidak bersidang.
Sidang gereja adalah tempat Allah memberikan kasih karunia, juga merupakan tempat bagi manusia mendapatkan berkat, lebih-lebih adalah tempat bagi kaum saleh untuk memamerkan berkat yang mereka terima. Setiap kali kita bersidang, bukan hanya ingin mendapatkan kasih karunia Tuhan, menerima kasih karunia Tuhan, juga akan memamerkan semua berkat dan kasih karunia yang kita dapatkan untuk memuliakan Allah, agar Iblis dipermalukan, dan orang lain mendapatkan suplai.
Karena alasan inilah, maka setiap kali kita menghadiri sidang, roh kita harus terbebaskan; begitu roh kita terbuka, kita segera bisa menyuplaikan kasih karunia yang kita dapatkan, baik itu melalui doa, atau melalui beberapa patah perkataan. Melalui ini kita juga bisa menerima kasih karunia yang disuplaikan orang lain. Demikianlah di dalam sidang baru bisa memakai kasih karunia Allah membantu orang lain, dan juga bisa dari orang lain mendapatkan bantuan kasih karunia Allah. Jika di dalam sidang gereja, roh kita tertutup, sidang akan penuh dengan kelembaman dan kematian. Di dalam sidang, roh kita harus terbuka, harus terbebaskan. Begitu roh keluar, kasih karunia dan terang juga keluar, maka kesalahan dan kegelapan akan tersingkirkan, sehingga semua yang hadir mendapatkan suplai hayat, kematian akan tertelan. Satu prinsip besar dalam kita bersidang adalah saling menyuplai, saling membangun. Jika kita bisa di dalam kasih karunia Allah ini memiliki fungsi yang saling ini, kita pasti mendapatkan kasih karunia yang berlipat ganda.
Catatan:
Minggu ke 8 – Kamis Doa baca: Kisah Para Rasul 2:42
"Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa."
BERSIDANG MENGEKSPRESIKAN FUNGSI TUBUH
Gereja mempunyai satu keistimewaan besar, yaitu bersidang. Orang Kristen sekali-kali tidak dapat menggantikan bersidang dengan "usaha sendiri". Sebab Allah memiliki satu macam kasih karunia yang hanya diberikan sewaktu bersidang. Jika Anda tidak bersidang, Anda pasti tidak akan memperoleh kasih karunia korporat yang seharusnya Anda peroleh itu. Dalam Perjanjian Lama, Allah memberi orang-orang Israel satu ketetapan yaitu menyuruh mereka bersidang. Karena itu Alkitab sering menyebutnya sebagai "perhimpunan." Harus berhimpun baru bisa disebut perhimpunan. Sampai Perjanjian Baru, hal ini terlihat lebih jelas. "Janganlah berhenti bersidang" adalah perintah AIkitab. Allah tidak memperhatikan usaha pribadi di rumah sendiri secara individual. Orang harus datang bersidang untuk mendapatkan kasih karuniaNya. Tidak ada seorangpun yang tidak kehilangan kasih karuniaNya jika ia berhenti bersidang. Berhenti bersidang adalah perbuatan yang bodoh. Orang Kristen harus bersidang, yaitu harus berhimpun dengan anak-anak Allah lainnya, baru dapat menerima kasih karunia.
Mengenai bersidang, di dalam Alkitab tidak hanya ada perintah yang jelas, juga ada banyak contoh. Ketika Tuhan Yesus di bumi, Dia sering berhimpun bersama-sama muridNya, adakalanya di atas bukit (Mat. 5:1), di padang gurun (Mrk. 6:32-34), di rumah (Mrk. 4:1-2), di tepi laut (Mrk. 4:1). Pada malam terakhir, menyewa sebuah loteng besar untuk berhimpun bersama dengan mereka (Mrk. 14:15-17). Setelah kebangkitanNya, Dia menyatakan diri di tengah-tengah perhimpunan mereka (Yoh. 20:19,26; Kis.1:4). Ketika belum tiba hari Pentakosta, para murid berhimpun bersama untuk berdoa (Kis.1:14). Pada hari Pentakosta, mereka juga berhimpuan bersama (Kis.2:1). Selanjutnya mereka juga tekun memelihara pengajaran rasul dan saling bersekutu, memecahkan roti dan berdoa. Tak lama berselang mereka menderita aniaya, setelah kembali ke tempat mereka sendiri, mereka tetap berhimpun (Kis.4:23-31). Setelah Petrus dibebaskan dan ketika ia memasuki sebuah rumah, orang- orang di rumah itupun sedang berhimpun (Kis.12:2). Pada I Korintus 14 sangat jelas sekali mengatakan, bahwa seluruh gereja berhimpun bersama (I Kor.14:23). Tak seorangpun yang milik gereja yang boleh mengisolir dirinya dari perhimpunan gereja.
Gereja adalah Tubuh Kristus, gereja juga adalah tempat kediaman Allah. Dalam Perjanjian Lama kita nampak, bahwa terang Allah terdapat di tempat yang mahakudus. Tempat mahakudus adalah tempat kediaman Allah, Allah berhuni di dalamnya, maka di sana ada terang Allah. Hari ini, tatkala gereja berhimpun bersama, yaitu tatkala gereja menjadi tempat kediaman Allah, di sana terdapat terang Allah. Jadi sidang gereja adalah saat di mana Allah menyatakan terangNya. Kita bisa berkata, ini dikarenakan adanya saling mendatangkan faedah bagi masing-masing anggota, sehingga terang Allah dapat diekspresikan di dalam Tubuh.
Ulangan 32:30 mengatakan, "Bagaimana mungkin satu orang dapat mengejar seribu orang, dan dua orang dapat membuat lari sepuluh ribu orang, kalau tidak . . . Tuhan telah menyerahkan mereka." Satu orang dapat mengusir seribu orang, bagaimana mungkin dua orang dapat mengusir sepuluh ribu orang? Ini sangat aneh, kita tidak mengerti, tetapi kita tahu, ini adalah satu fakta. Menurut pandangan manusia, kalau satu orang mengusir seribu orang, dua orang tentu hanya mengusir dua ribu orang. Tetapi Allah bersabda, bahwa dua orang dapat mengusir sepuluh ribu orang, jadi terdapat kelebihan delapan ribu. Kalau dua orang terpisah, masing-masing mengusir seribu orang, jumlahnya hanya dua ribu orang. Tetapi kalau dua orang tersebut bersama-sama mengusir, ini berarti anggota saling mendatangkan faedah, maka dapat mengusir sepuluh ribu orang, berarti ada kelebihan delapan ribu orang. Seseorang yang tidak memahami Tubuh, yang tidak mementingkan sidang, akan kehilangan delapan ribu. Jadi kita nampak banyak fungsi dasar rohani terdapat pada Tubuh, juga di dalam sidang. Hanya dengan banyak bersidang, baru bisa banyak belajar. Jika Anda tidak bersidang, Anda tidak akan berbagian sedikitpun.
Minggu ke 8 – Jumat Doa baca: I Korintus 14:26
". . . bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun."
PRINSIP BERSIDANG
Bagaimanakah seharusnya kita bersidang? Mengenai bersidang, prinsip utama yang tercantum dalam Alkitab ialah segala sidang harus dilakukan di dalam nama Tuhan. Matius 18:20 mengatakan, "Berkumpul dalam namaKu." Apa artinya di dalam nama Tuhan? Ini berarti berada di bawah kekuasaan Tuhan. Tuhan itulah pusat, dan semua orang tertarik datang ke hadapan Tuhan. Kita bersidang bukan untuk melihat saudara atau saudari anu, bukan juga karena saudara atau saudari anu menarik kita datang bersidang, kita bersidang berarti datang ke bawah nama Tuhan bersama saudara-saudari, Tuhan menjadi pusatnya. Kita datang bersidang bukan untuk mendengarkan khotbah, melainkan untuk menghadap kepada Tuhan. Jika Anda datang bersidang untuk mendengarkan seseorang berkhotbah, berarti Anda berada di bawah nama seseorang itu, bukan di bawah nama Tuhan. Adakalanya manusia memakai nama orang untuk menarik orang banyak, itu berarti menghendaki orang-orang berada di bawah nama orang tertentu. Tetapi Tuhan berkata, kita harus bersidang di dalam namaNya. Tuhan berjanji, jika kita berhimpun di dalam namaNya, Dia ada di tengah-tengah kita, ini adalah RohNya ada di tengah-tengah kita. Hari ini meskipun Tuhan duduk di sorga, tetapi namaNya ada di tengah-tengah kita, RohNya juga ada di tengah-tengah kita. Roh Kudus adalah pelindung nama Tuhan, Roh Kudus adalah pengawas nama Tuhan, Roh Kudus datang adalah untuk melindungi dan mengayomi nama Tuhan. Di mana ada nama Tuhan, di situ ada Roh Kudus, agar nama Tuhan dapat terekspresikan. Karena itu jika kita berhimpun, harus berhimpun di bawah nama Tuhan.
Prinsip sidang yang kedua ialah untuk membina orang. Dalam I Korintus 14 Paulus memberitahu kita, bahwa prinsip dasar bersidang ialah membina orang lain, bukan membina diri sendiri. Setiap hal yang kita lakukan di dalam sidang, harus bertujuan membina orang lain, bukan membina diri sendiri. Jadi, dalam bersidang kita harus mementingkan kepentingan orang lain. Banyak sedikitnya perkataan yang kita ucapkan tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah dapat tidaknya kita membina orang lain. Mengajukan satu pertanyaan dalam sidang bukan hanya untuk kebaikan diri sendiri, tetapi harus dipikirkan apakah pertanyaan itu bisa menjerumuskan/menenggelamkan sidang atau tidak. Apakah Anda ingin membantu sidang maju? Tempat yang paling jelas untuk menyingkapkan egoisme Anda sudah ditanggulangi atau belum ialah bagaimana keadaan Anda ketika bersidang. Ada orang hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, dalam hatinya ada sebuah khotbah yang hendak dibicarakan, ketika bersidang, dia tidak dapat tidak mengutarakannya. Atau dalam hatinya tersirat sebuah lagu yang disukainya, lalu ia selalu mencari kesempatan untuk menyanyikannya. Apakah khotbahnya dapat membantu orang lain, dan apakah lagunya dapat membuat sidang lebih hidup, itu sama sekali tidak dihiraukannya, orang semacam ini akan merugikan sidang.
Ada orang mungkin telah menjadi Kristen beberapa tahun lamanya, namun tidak mengerti harus bagaimana bersidang. Ia tidak menghiraukan langit, tidak menghiraukan bumi, bahkan tidak menghiraukan Tuhan atau Roh Kudus, ia hanya mempedulikan dirinya sendiri. Seolah-olah ia sendiri sudah dapat disebut bersidang, dan seolah-olah hanya dirinya sendiri di sana, dalam pandangannya tidak ada saudara saudari lainnya. Ia datang ke sidang selalu berbicara, maksudnya agar ia sendiri bisa merasa puas. Memang akhirnya ia sendiri merasa puas, tetapi saudara saudari lainnya tidak puas. Jika ia tidak berbicara, ia merasa dirinya menanggung "beban berat", tetapi begitu ia berbicara, saudara saudari lainnya yang memikul "beban berat"-nya untuk dibawa pulang. Ada orang senang berdoa panjang, begitu ia berdoa, banyak orang dibuatnya menjadi lelah. Sebab itu, jika seseorang tidak memegang prinsip bersidang, seluruh gereja akan dipersulit olehnya. Dalam sidang, janganlah menyalahi Roh Kudus, begitu menyalahi Roh Kudus, berkat akan lenyap. Jika dalam sidang kita memperhatikan keperluan orang lain, agar orang lain terbina, niscaya Roh Kudus akan beroleh penghormatan, sehingga orang lain dan juga diri kita mendapatkan pembinaan.
Catatan:
Minggu ke 8 — Sabtu Doa baca: Ibrani 10:24
"Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik."
BERSIDANG ADALAH UNTUK MEMBANGUN ORANG
Dalam sidang hendaklah "semuanya untuk membangun" (I Kor.14:26). Kita bersidang, tidak seharusnya memikirkan agar diri sendiri mendapatkan sesuatu; semua aktivitas haruslah bertujuan mendatangkan faedah bagi orang lain. Jika Anda merasa bahwa pembicaraan Anda bisa mendatangkan faedah bagi orang lain, berbicaralah; jika Anda berdiam diri bisa mendatangkan faedah bagi orang lain, sebaiknya Anda berdiam diri. Pokoknya bersidang adalah untuk orang lain, ini adalah prinsip dasar bersidang.
Jika Anda tidak mengetahui apakah pembicaraan Anda bisa membantu orang lain atau tidak, lebih baik Anda bertanya kepada saudara yang telah belajar dan berpengalaman: "Saudara, menurut pandangan Anda, di dalam sidang sebaiknya aku harus banyak berbicara atau sedikit berbicara?" Sejak dari mula Anda perlu menjadi orang yang rendah hati. Jangan menganggap diri sendiri adalah orang yang luar biasa; bisa menyanyikan kidung dengan baik, bisa berkhotbah dengan baik, menganggap diri sendiri adalah orang yang sudah sangat lumayan. Janganlah Anda menetapkannya sendiri, lebih baik Anda bertanya kepada saudara atau saudari yang sudah belajar dan berpengalaman, apakah perkataan Anda bisa atau tidak membina orang. Jika mereka menganjuri Anda banyak berbicara, berbicaralah lebih banyak; jika mereka menganjuri Anda sedikit berbicara, jangan banyak berbicara. Jika semua mau merendahkan diri, mau belajar, pastilah sidang akan kuat. Begitu seseorang datang ke dalam sidang, pasti merasakan Allah ada di tengah-tengah sidang. Inilah hasil pekerjaan Roh Kudus. Semoga kita memperhatikan perkara ini, agar sidang kita bisa memuliakan Allah.
PENGHIDUPAN BERSIDANG
Orang Kristen bukan hanya perlu bersidang, bahkan perlu bersidang sedemikian rupa, sehingga menjadi satu kebiasaan, menghasilkan satu penghidupan bersidang. Kita harus nampak bahwa bersidang bukan satu tindakan yang kebetulan dari orang Kristen, melainkan merupakan satu penghidupan orang Kristen. Ini sepertilah makan setiap hari, mencuci muka, yang merupakan penghidupan sehari-hari seseorang. Setiap hari Anda harus tiga kali makan, harus banyak minum air, semuanya ini bukan tindakan yang kebetulan, melainkan satu penghidupan. Demikian pula dengan sidang orang Kristen, adalah suatu penghidupan, bukan satu tindakan yang kebetulan. Bersidang adalah penghidupan orang Kristen, jika orang Kristen tidak bersidang, itu berarti orang Kristen tersebut tidak hidup lagi. Orang yang tidak makan, berarti orang itu sudah tidak hidup lagi, atau ia membuat dirinya mati kelaparan. Demikian pula, orang Kristen yang tidak bersidang sama dengan membunuh diri, membunuh penghidupan orang Kristen.
JANGAN BERHENTI BERSIDANG
Ibrani 10:25 mengatakan, bahwa kita tidak seharusnya berhenti bersidang seperti dibiasakan oleh orang-orang tertentu. Berhenti bersidang bisa menjadi satu kebiasaan. Jika orang Kristen berhenti bersidang sehingga menjadi satu kebiasaan, orang Kristen tersebut berada dalam bahaya, pasti tidak bisa berdiri teguh. Bersidang bisa membuat kita saling memperhatikan, saling mendorong dalam kasih, saling menasihati, saling menganjuri dalam perbuatan baik. Semuanya ini bisa membuat kita memiliki persekutuan rohani dengan kaum saleh, mendapatkan suplai rohani dari kaum saleh. Sebab itu kita tidak boleh melepaskan bersidang, kalau kita tahu Tuhan segera datang, kita harus lebih-lebih giat melakukannya. Hayat kita sebagai orang Kristen tidak seperti hayat kupu-kupu yang boleh hidup menyendiri. Hayat kita adalah seperti hayat domba, yang menuntut kita hidup berkawanan, menempuh penghidupan bersidang. Karena itu kita perlu bersidang, bersidang sangatlah penting bagi kita!
Catatan:
Minggu ke 9 – Minggu Doa baca: Kisah Para Rasul 2:46a
"Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiaptiap hari dalam bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir . . ."
JENIS-JENIS SIDANG
1. Sidang Pemecahan Roti
"Pada hari pertama dalam minggu itu, ketika kami berkumpul untuk memecahkan roti” (Kis. 20:7).
Sebagai orang-orang yang menerima penebusan Tuhan, kita harus memiliki sidang jenis pertama, yaitu sidang pemecahan roti. Memecahkan roti, berarti menikmati santapan malam Tuhan, memperingati Tuhan yang telah mati bagi kita. Sidang-sidang yang lainnya dititikberatkan pada kita mendapatkan sesuatu, hanya sidang pemecahan roti yang dititikberatkan pada diri Tuhan mendapatkan sesuatu.
2. Sidang Doa
"Gereja dengan tekun mendoakannya kepada Allah" (Kis.12:5).
Di sini Tuhan mengatakan tentang sidang doa. Doa semacam ini lebih berkekuatan daripada doa individu, bisa mengikat apa yang hendak diikat di sorga, membebaskan apa yang hendak dibebaskan di sorga (Mat.18:18). Saat Petrus dijebloskan ke dalam penjara, gereja dengan tekun berdoa, doa tersebut membuat Allah melakukan satu mujizat besar, yaitu membebaskan Petrus dari penjara.
3. Sidang Menggunakan Karunia Rohani
dan Saling Membangun
"Bilamana kamu berkumpul, hendaklah tiap-tiap orang mempersembahkan sesuatu: yang seorang mazmur, yang lain pengajaran, atau penyataan Allah, atau karunia bahasa roh, atau karunia untuk menafsirkan bahasa roh, tetapi semuanya itu harus dipergunakan untuk membangun" (I Kor. 14:26)
Sidang yang dikatakan di sini adalah sidang yang menggunakan karunia rohani, untuk saling membangun. Dalam sidang semacam ini, tidak ada orang secara khusus melakukan suatu hal yang istimewa, melainkan masing-masing berdasarkan pimpinan Roh Kudus menggunakan karunia rohaninya, atau ada yang bermazmur, atau memiliki pengajaran, atau memiliki wahyu, atau melakukan sesuatu, tujuannya adalah untuk membangun orang, membina orang.
4. Sidang Membaca Firman
"Di situ mereka memanggil seluruh jemaat berkumpul lalu menyerahkan surat itu kepada mereka. Setelah membaca surat itu jemaat bersukacita karena isinya yang menghibur" (Kis. 15:30-31).
Di sini menyinggung ketika Paulus dan teman-temannya tiba di Antiokhia, mereka mengumpulkan kaum saleh di sana untuk membacakan surat yang ditulis oleh para rasul dan para penatua di Yerusalem di bawah pimpinan Roh Kudus. Jadi kita perlu juga adakalanya berkumpul bersama untuk membaca firman Allah.
5. Bersidang Mendengarkan Pemberitaan
"Ketika kami berkumpul . . . Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya" (Kis.20:7).
Hari itu, umat saleh di Troas berhimpun bersama untuk mendengarkan Paulus berbicara mengenai perkara-perkara rohani, sehingga mereka terbina dan dikuatkan. Karena itu, kita juga perlu sekali-kali berhimpun bersama untuk mendengarkan beritaberita rohani yang disampaikan oleh pelayan-pelayan firman Allah, agar kita terbina dan dikuatkan.
6. Sidang Kelompok
"Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di bait Allah dan di rumah-rumah orang dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias" (Kis. 5:42).
Alkitab memperlihatkan kepada kita, pada permulaan gereja sudah ada dua aspek sidang. Sidang yang besar di dalam bait Allah, sidang kelompok-kelompok kecil di rumah masing-masing secara bergiliran. Sidang yang besar membangunkan orang, membawa masuk orang, dan kemudian dibawa ke dalam sidang kelompok di rumah-rumah. Di dalam sidang kelompok mereka mendapatkan perawatan, pembinaan, dan juga berkoordinasi bersama kaum saleh lainnya, bersama-sama terbangun menjadi tempat kediaman Allah. Sebab itu lapisan dasar pembangunan gereja terdapat pada sidang kelompok. Sidang kelompok menduduki 80% penghidupan gereja, karena itulah setiap saudara saudari yang cinta Tuhan harus menghadiri sidang kelompok. "Langit boleh lenyap, bumi boleh sirna, sidang kelompok tidak bisa tidak hadir."
Catatan: