← Daftar isi Kepemimpinan dalam Perjanjian Baru Belajar Berkoordinasi Pelatihan Video Praktek Perbauran · bab 5/8

MEMBACA ALKITAB

Minggu ke 5 – Senin Doa baca: II Timotius 3:16

"Segala tulisan yang dihembuskan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran"

Orang Kristen perlu berdoa, juga perlu membaca Alkitab. Berdoa bagaikan bernafas, membaca Alkitab bagaikan makan. Keduanya merupakan dua perkara yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang Kristen.

PENTINGNYA MEMBACA ALKITAB

Setiap orang Kristen harus membaca Alkitab. Karena Alkitab adalah hembusan Allah yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan, dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Alkitab memperlihatkan kepada kita, berapa banyak perkara yang telah Allah lakukan di waktu lampau bagi kita, juga menampakkan kepada kita bagaimana pada jaman dahulu Allah memimpin orang. Jika kita ingin mengetahui berapa limpahnya yang Allah sediakan bagi kita, berapa luas dan lebarnya, kita tidak bisa tidak harus membaca Alkitab; jika kita ingin mengetahui bagaimana Allah selangkah demi selangkah memimpin orang, kita juga mau tak mau harus membaca Alkitab.

Apa yang Allah katakan kepada manusia hari ini, semuanya berdasarkan pada firman yang telah Dia ucapkan. Sulit sekali Allah berkata kepada seseorang dengan perkataan yang tidak pernah dikatakanNya dalam Alkitab. Sekalipun seorang rohani telah menempuh perjalanan rohani yang cukup jauh, dan Allah adakalanya memberi dia firman yang penuh wahyu, firmanNya itu masih tetap merupakan firman yang telah diucapkan dalam Alkitab. Karena itu, jika hari ini Allah berbicara, itu adalah pengulangan dari apa yang telah Dia katakan. Jika seseorang tidak mengetahui bahwa Allah telah berbicara, ia sulit mendapatkan wahyu dari Allah, karena dia kekurangan syarat bagi berbicaranya Allah kepadanya.

Jika.Allah ingin melalui kita berbicara kepada orang lain, juga berdasarkan pada apa yang telah Dia:katakan. Jika kita tidak mengetahui bahwa Allah telah berbicara, Allah tidak bisa melalui kita berbicara kepada orang lain, dan kita di hadapan Allah menjadilah orang yang tidak berguna.

Karena itu, kita perlu untuk dengan kaya limpahnya menyimpan perkataan Allah di dalam kita, dengan demikian baru kita mengetahui jalan Allah yang lampau, baru bisa mendengar perkataan Allah hari ini, baru bisa membiarkan Allah memakai kita untuk berbicara kepada orang lain.

Alkitab adalah satu buku yang hebat, juga adalah satu buku yang besar. Sekalipun kita mempertaruhkan seumur hidup kita, kita hanya bisa menjamah dan memahami sebagian saja. Bila seseorang tidak ingin mengeluarkan waktu tetapi bisa memahami Alkitab, itu adalah mustahil. Jadi kaum imani muda harus cepat-cepat memakai waktunya untuk firman Allah, agar di waktu setengah baya bahkan pada waktu tua, bisa memiliki perkataan yang limpah, yang bisa menyuplai diri sendiri dan bisa menyuplai orang lain. Setiap orang yang ingin mengenal Allah, harus dengan baik-baik membaca firman Allah. Setiap orang yang percaya Tuhan, begitu mulai, harus mengenal pentingnya membaca firman Allah.

ISI ALKITAB

Isi yang terkandung dalam Alkitab sangat dalam dan luas. Yang terutama ada dua hal, yaitu kebenaran (Yoh.17:17) dan hayat (Kis.5:20). Kebenaran membuat kita mendapatkan wahyu, mengenal realitas alam semesta, misalnya: realitas Allah, realitas manusia, realitas alam semesta, realitas segala macam benda, baik sekarang, maupun yang akan datang, dan sampai selama-lamanya, khususnya tentang realitas Kristus dan gereja. Hayat adalah Allah menjadi hayat kita, agar kita dilahirkan kembali, bertumbuh besar, berubah, dan dibentuk menjadi serupa dengan Kristus, menjadi ekspresi Allah.

Minggu ke 5 – Selasa Doa baca: II Timotius 3:15

“Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau sudah mengenal kitab suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus."

ASAL USUL ALKITAB

1. Alkitab Adalah Hembusan Allah

Alkitab adalah hembusan Allah (IITim.3:16). Ini memberitahu kita, bahwa Alkitab bukan berasal dari kehendak manusia, bukan berasal dari pikiran manusia, melainkan Allah melalui Roh-Nya menghembuskan maksudNya, firmanNya, ke dalam orang yang menulis Alkitab, kemudian dari dalam mereka diutarakan keluar. Itulah sebabnya di dalam Alkitab ada kadar Allah, juga ada cita rasa Allah. Sukacita yang paling besar atau berkat yang paling besar bagi kita sebagai orang Kristen ialah kita bisa setiap hari berkontak dengan diri Allah, mengecap diri Allah sendiri melalui Erman yang dihembuskan Allah.

2. Alkitab Ditulis Berdasarkan Dorongan Roh Kudus,

Mengutarakan Sesuatu dari Allah

Karena Alkitab dihasilkan oleh Allah melalui RohNya menghembuskan perkataanNya, dari dalam manusia, maka di dalamnya tidak ada perkataan yang berasal dari maksud manusia, melainkan manusia digerakkan oleh Roh Kudus mengutarakan dari Allah. "Oleh dorongan Roh Kudus, manusia mengutarakannya dari Allah" (II Ptr.1:20-21, Tl.), kalimat ini memiliki dua arti: pertama, manusia didorong oleh Roh Kudus; kedua, mengutarakan dari Allah. Kata "oleh dorongan Roh Kudus" dalam bahasa Yunaninya, berarti seperti perahu layar yang ditiup oleh angin. Pada waktu itu penulis Alkitab menerima gerakan Roh Allah, di bawah kekuatan Roh Kudus, dihembusi oleh Roh Kudus, demikianlah mereka mengutarakan perkataan Allah. Bahkan apa yang mereka katakan berasal dari dalam diri Allah. Roh Allahlah yang mendorong manusia untuk berbicara, dan manusia mengutarakan apa yang ada di dalam Allah. Dengan perkataan lain, Allah dari dalam diri manusia, melalui mulut manusia, mengutarakan diriNya sendiri.

3. Alkitab Adalah Perkataan Allah yang Allah Katakan

Kepada Para Nabi, Juga di dalam AnakNya

Dalam Perjanjian Lama, Allah berbicara kepada para nabi, dalam Perjanjian Baru, Allah berbicara di dalam AnakNya, Tuhan Yesus kita (Ibr.1:1-2). Baik perkataan para nabi dalam Perjanjian Lama maupun perkataan Tuhan Yesus dalam Perjunjian Baru, semua merupakan perkataan yang Allah katakan, adalah berasal dari Allah.

4. Alkitab Diwahyukan oleh Roh Kudus

Yohanes 16:13 mengatakan, "Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran (realitas), Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya, itulah yang dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." Apa yang Tuhan katakan di sini juga membuktikan, setelah Roh Kudus dicurahkan, maka apa yang dikatakan dan yang diperbuat oleh para murid, adalah berasal dari "pemberitahuan Roh Kudus" yang dikatakan kepada mereka. Karena itu perkataan Tuhan juga membuktikan, bahwa setelah Dia naik ke sorga, semua surat-surat dalam Perjanjian Baru yang ditulis oleh murid-murid-Nya berasal dari wahyu Roh Kudus, di dalamnya ada kewibawaan ilahi dan diakui oleh Allah.

Dalam Perjanjian Lama, Allah memerintahkan para nabi untuk berbicara, perkataan Allah hinggap pada para nabi, adalah pengutaraan Roh Allah melalui para nabi. Dalam Perjanjian Baru, ada yang berupa perkataan Allah dalam Tuhan Yesus, ada juga yang berupa tulisan para rasul berdasarkan ajaran Roh Kudus. Karena itu, firman dalam seluruh Alkitab berasal dari perkataan Allah. Satu iota atau satu titik (Mat.5:18), berasal dari ilham Allah, manusia tidak boleh menambahnya, juga tidak boleh menguranginya.

Minggu ke 5 – Rabu Doa baca: Yohanes 5:39

"Kamu menyelidiki kitab-kitab suci, sebab kamu menganggap di dalamnya kamu mempunyai hidup yang kekal, kitab-kitab suci itu memberi kesaksian tentang Aku" (Tl.).

FUNGSI ALKITAB

1. Bersaksi Tentang Tuhan Yesus (Yoh. 5:39)

Tuhan Yesus adalah judul Alkitab, adalah isi Alkitab, Alkitab merupakan penjelasan Tuhan Yesus, adalah pernyataan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah firman Allah yang hidup, Alkitab adalah perkataan yang ditulis Allah. Alkitab sebagai perkataan yang ditulis, jika tidak ada Tuhan Yesus sebagai perkataan yang hidup menjadi realitas, maka Alkitab tidak lebih dari satu doktrin yang kosong; huruf-huruf yang hampa, sia-sia. Tuhan Yesus sebagai perkataan yang hidup, jika tidak ada Alkitab untuk menyatakannya, Tuhan Yesus akan samar-samar, sulit dikenal, kabur, susah dipegang.

2. Agar Manusia Mendapatkan Hikmat Keselamatan

Fungsi Alkitab di satu aspek adalah untuk Tuhan Yesus, di aspek lain adalah untuk kita. Di satu aspek bersaksi tentang Tuhan Yesus; di aspek lain agar kita bisa mendapatkan kasih karunia dan terbangunkan. Pada aspek bagi kita, fungsi Alkitab yang pertama adalah agar kita mendapatkan hikmat keselamatan (II Tim.3:15), mewahyukan cara keselamatan Allah di dalam Kristus dan jalan manusia beroleh selamat demi iman, sehingga kita mengetahui jalan keselamatan, memahami cara beroleh selamat.

3. Agar Manusia Dilahirkan Kembali

Fungsi nyata pertama Alkitab di atas diri kita adalah agar kita dilahirkan kembali (I Ptr.1:23). Alkitab adalah firman Allah yang hidup, di dalamnya mengandung hayat Allah yang hidup. Ketika kita dengan iman menerima firman Alkitab ke dalam kita, firman Alkitab sepertilah benih hayat yang jatuh ke dalam kita, menanamkan hayat Allah ke dalam kita, agar kita memiliki hayat Allah, dan karenanya dilahirkan kembali.

4. Adalah Susu Rohani Kaum Saleh

Ketika kita baru beroleh selamat, dan terhadap perkara rohani masih tidak begitu paham, perkataan Alkitab ada yang seperti susu, yang bisa merawat kita, agar hayat rohani kita bisa perlahan-lahan bertumbuh besar (I Ptr.2:2). Karena itu, orang yang baru dilahirkan kembali, seharusnya damba akan firman Alkitab, seperti bayi yang baru lahir, yang mendambakan air susu firman yang murni.

5. Adalah Makanan Hayat Kaum Saleh

Firman Alkitab juga adalah makanan hayat rohani kita (Mat. 4:4). Sebagaimana hayat tubuh jasmani kita memerlukan gizi, demikian juga hayat rohani kita memerlukan gizi. Gizi hayat rohani hanya bisa disuplaikan oleh firman Alkitab. Di hadapan Allah kita perlu menjadi orang yang lincah dan kuat, tidak hanya bersandarkan roti jasmani, juga bersandarkan setiap firman yang keluar dari mulut Allah, yaitu firman Alkitab. Kita harus memandang firman Alkitab sebagai makanan untuk dimakan (Yer.15:16), bahkan lebih mementingkan firman Alkitab daripada makanan jasmani. Jika tidak demikian, hayat rohani kita tidak bisa bertumbuh besar.

6. Agar Kaum Saleh Disempurnakan

Ajaran Alkitab bisa membuat kita memiliki kesabaran, mendapatkan dorongan dan memiliki pengharapan (Rm.15:4). Setelah kita dilahirkan kembali, Alkitab bisa mengajar kita, mengontrol kita, sehingga dalam segala aspek kita dibetulkan, mengajar kita belajar adil dalam segala perkara, agar kita sebagai orang-orang milik Allah disempurnakan.

Catatan:

Minggu ke 5 – Kamis Doa baca: Mazmur 119:130

"Bila tersingkap, firman-firmanMu memberi terang, memberi pengertian kepada orang-orang bodoh."

SIKAP MEMBACA ALKITAB

1. Untuk Berkontak dengan Allah

Dalam membaca Alkitab kita harus memiliki satu sikap, yaitu ingin berkontak dengan Allah sendiri. Alkitab adalah firman Allah, dan firman Allah adalah jelmaan Allah, yaitu diri Allah sendiri, yaitu hembusan Allah, yaitu Allah terhembuskan keluar. Karena itu setiap kali kita membaca Alkitab, dari dalam diri kita harus ada satu persiapan, bahwa sekarang kita mau berjumpa dengan Allah, kita mau berkontak dengan Allah sendiri.

Saudara saudari, Anda tidak bisa hanya dengan otak Anda membaca Alkitab, Anda harus menggunakan roh dan hati Anda untuk mencari Allah. Anda harus memiliki satu hati yang tulus untuk mendekati Allah, juga ada satu roh yang tenang dan terbuka untuk bersekutu dengan Allah. Sikap yang demikian sangat berbeda dengan sikap ketika membaca koran, majalah, atau buku-buku duniiawi lainnya. Ketika Anda membaca buku-buku duniawi; asal memakai otak sudahlah cukup. Tetapi Anda membaca Alkitab adalah untuk berkontak dengan Allah, dan Allah itu Roh, karena itu Anda harus dengan ketulusan, kesetiaan dan kejujuran mengarah kepada Allah, dengan roh yang tenang, terbuka kepada Allah Dengan demikian, meskipun di luarnya Anda memegang Alkitab untuk dibaca, tetapi hati dan roh Anda berkontak dengan Allah.

2. Untuk Menerima Suplai Hayat

Sikap kedua setiap kali kita membaca Alkitab adalah untuk menerima suplai hayat dari dalam Alkitab. Kita tidak seharusnya membaca Alkitab untuk mencari pengetahuan atau menyelidiki ilmu pengetahuan. Ini sepertilah Anda duduk di hadapan sebuah meja untuk makan, Anda bukan duduk di sana untuk menyelidiki macam apa nasi itu, sayurnya apa, melainkan Anda akan dengan sederhana memakan makanan itu, agar Anda mendapatkan gizi, mendapatkan suplai. Demikian juga, Alkitab adalah barang mustika makanan hayat rohani, jadi setiap kali Anda membukanya untuk membacanya, Anda harus memiliki satu sikap, aku ingin dari dalamnya mendapatkan harta mustika, mendapatkan makanan hayat untuk menyuplai diri sendiri. Ini bukan sekadar pengertian dan pemahaman otak, lebih-lebih adalah menerima suplai hayat dari Alkitab.

3. Untuk Menerima Terang

Satu sikap lagi dalam membaca Alkitab, yaitu untuk menerima terang, bukan untuk menyelidiki kebenaran. Menyelidiki kebenaran adalah satu macam sikap, dan menerima terang adalah satu macam sikap lain. Menyelidiki kebenaran cukup hanya membawa otak, tetapi untuk menerima terang, harus membawa hati dan roh.

Setiap kali Anda membuka Alkitab untuk membacanya, Anda harus dengan otomatis dari dalam Anda ada satu doa berkata, "Ya Allah, sekarang aku membaca firmanMu, datang ke hadapan-Mu untuk menjamah Engkau. Mohon Engkau membuat hatiku terarah kepadaMu, membuat rohku terbuka kepadaMu, buatlah aku mendambakan diriMu lebih daripada pengetahuan, lebih daripada kebenaran. Mohon Engkau membuat di dalamku bisa mendapatkan rawatan, mendapatkan terang dari firmanMu. Mohon Engkau menerangi aku melalui firmanMu. Aku rela di dalam terangMu mendapatkan terang. Mohon Engkau saat ini juga menyorotkan kehendakMu ke dalam diriku, dan juga menyingkapkan keadaanku." Ketika kita membaca Alkitab, kita harus memiliki sikap demikian.

Catatan:

Minggu ke 5 – Jumat Doa baca: Mazmur 1:2

"Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang.merenungkan Taurat itu siang dan malam."

CARA PELAKSANAAN MEMBACA ALKITAB

Dari pengalaman kaum saleh membaca Alkitab selama ini, ditemukanlah jalan membaca Alkitab yang paling baik, jalan ini terbagi menjadi tiga cara:

1. Cara Membaca yang Setiap Hari Mendapatkan Rawatan Hayat Rohani --

Setiap Pagi Secara Berurutan

Mendoabacakan Dua atau Tiga Ayat dalam Satu Kitab,

Sekitar 10-15 Menit

Setiap pagi, begitu bangun pagi, tidak melakukan yang lain, tetapi terlebih dahulu mendoabacakan dua atau tiga ayat Alkitab yang tertentu dan berurutan, selama 10 sampai 15 menit. Ini bukan hanya membaca, melainkan mendoabacakan, dengan perkataan Tuhan langsung berkata kepada Tuhan, dan dengan firman Tuhan mendoakannya. Cara demikian paling bisa mendapatkan rawatan hayat rohani. Meskipun pada siang harinya semua sibuk, tidak banyak waktu luang, tetapi siapapun bisa bangun 15 menit lebih pagi. Asal mau, siapapun bisa melakukannya. Cara ini paling cocok bagi setiap orang. Pada mulanya mungkin perlu sedikit memaksa, setelah sejangka waktu akan menjadi kebiasaan. Bahkan, pembacaan cara demikian sangat mudah membuat firman Tuhan tinggal di dalam hati. Sepanjang hari, kapan saja bisa mengeluarkan lagi firman itu untuk dikunyah, dicerna, mendapatkan suplai Tuhan. Inilah cara pertama, yang tidak bisa kurang. Perkara pertama yang harus dikerjakan oleh anak-anak Allah pada pagi hari ialah mendapatkan makanan bagi manusia batiniahnya.

2. Setiap Hari Menbaca dan Menyelidiki,

Mendalami Satu Kitab, Sekitar 30 Menit

Membaca untuk menyelidiki Alkitab, mendalami satu kitab, adalah cara yang juga tidak boleh dilalaikan. Meskipun dengan setiap pagi kita mendoabacakan dua atau tiga ayat bisa membuat kita mendapatkan gizi dan terang rohani, tetapi kadar bantuan yang didapatkan dari ini masih ada seluk beluknya. Jika pengenalan Anda terhadap Alkitab cukup dalam, maka gizi yang Anda dapatkan cukup limpah. Untuk ini, kita perlu menerima pendidikan, atas Alkitab terus menerus mendalami.

a. Satu Kitab Demi Satu Kitab

Kita juga boleh membaca kitab demi kitab dalam Alkitab. Membaca lima kitab Musa, kitab-kitab sejarah, Mazmur, dan kitab-kitab para nabi. Kita perlu ingat apa isi dari setiap kitab. Ketika membaca kitab para nabi, harus membedakan dengan jelas, ada berapa banyak nabi yang ada sebelum penawanan, ada berapa banyak nabi yang ada pada jaman penawanan, ada berapa nabi yang setelah penawanan. Demikian juga dalam membaca Perjanjian Baru. Harus melihat sejarah Perjanjian Baru membicarakan apa, surat-surat Kiriman gereja membicarakan apa, surat kiriman untuk perorangan membicarakan apa, nubuat membicarakan apa. Sedikitnya kita memerlukan waktu dua tahun untuk membaca seluruh 66 kitab dalam Alkitab secara global. Jika ingin membaca lebih paham, perlu mengeluarkan waktu lima sampai enam tahun. Setelah hafal isi setiap kitab, pasti bisa mengenal sifat setiap kitab, dan bisa saling menghubungkannya. Misalnya, ketika membaca Perjanjian Lama, kita juga bisa mengaitkannya dengan surat Roma, Efesus, Kolose. Ini adalah pelajaran yang mendasar, kita perlu memperhatikannya.

Minggu ke 5 — Sabtu Doa baca: Kolose 3:16

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di dalam kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucapkan syukur kepada Allah di dalam hatimu."

3. Setiap Hari Membaca Cepat 3 Pasal Perjanjian Lama,

1 Pasal Perjanjian Baru, Sekitar 15 Menit

Masih ada satu cara membaca Alkitab, yaitu membaca cepat, waktu yang paling baik adalah siang hari setelah makan siang. Setiap kali boleh membaca 4 pasal Alkitab; Perjanjian Lama 3 pasal menurut urutan, membaca mulai dari Kitab Kejadian; Perjanjian Baru 1 pasal dari Matius terus dibaca ke bawah. Pembacaan demikian tidak memerlukan pendalaman, atau mencari pemahaman, hanya membaca dengan cepat. Tidak mengerti atau tidak ingat itu tak mengapa. Setiap hari secara berurutan terus membacanya, setelah lewat sejangka waktu, pasti bisa mendatangkan faedah. Terhadap perkara rohani jangan ingin (tamak) cepatcepat, juga jangan ingin banyak; yang paling penting adalah bagaikan aliran kecil yang terus mengalir. Jika kita bisa demikian sepanjang tahun, itu sungguh sangat baik.

Orang yang belum lama percaya Tuhan, sedikitnya dalam jangka waktu enam bulan, belum sesuai melaksanakan penyelidikan Alkitab, karena terhadap kata-kata dalam Alkitab ia masih belum mengenal. Perlu terlebih dulu mengeluarkan beberapa bulan lamanya untuk membaca dan mengenal kata-kata dalam Alkitab secara umum, kemudian baru bisa menyelidiki Alkitab. Saudara Muller, seumur hidupnya pernah membaca 100 kali Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Saudara saudari yang baru percaya dan belajar membaca Alkitab perlu mengingat telah membaca Alkitab berapa kali. Ketika untuk pertama kalinya Anda selesai membaca satu kali Perjanjian Baru, sebaiknya bisa menulis sebuah surat memberitahu kepada saudara atau saudari yang lebih senior. Dalam Alkitab Anda juga lebih baik menyisakan halaman kosong di lembar pertama untuk dipakai sebagai catatan banyaknya Anda membaca Alkitab. Tahun bulan, dan hari apa, di tempat mana, telah membaca habis satu kali; tahun berapa, bulan berapa, dan di mana membaca habis dua kali, selesai satu kali mencatat satu kali, Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama harus dipisahkan dengan jelas. Semoga Anda bisa berkata, bahwa seumur hidup Anda, Anda telah membaca Alkitab seratus kali.

Jika Anda menuruti prinsip yang dipersekutukan di atas membaca Alkitab, sejangka waktu kemudian, pengetahuan Alkitab Anda pasti banyak bertambah. Kalau mungkin, setiap hari menghafal satu ayat atau dua ayat. Pada permulaannya, selalu memerlukan sedikit paksaan, melakukan satu perkara yang ditentukan, setelah sejangka waktu baru bisa mendapatkan bantuan. Selain pembacaan Alkitab secara pribadi, jika berjumpa dengan saudara saudari dan berkumpul bersama, juga boleh bersama-sama membaca sepotongan Alkitab. Saudara saudari saling menghafal Alkitab juga bisa mendatangkan satu faedah yang besar. Terhadap satu ayat Alkitab Anda tidak paham, begitu ditaruh di mulut orang lain dan dihafalkan, Anda bisa memahaminya. Kelihatannya ini aneh, tetapi ini fakta. Ketika saudara saudari berhimpun bersama, bisa mendapatkan terang, mendapatkan terang yang tidak bisa didapatkan secara individu. Karena itu, sering kali, ketika saudara saudari berkumpul bersama, paling baik jangan mengobrol, kita boleh membuka Alkitab dan membaca, tidak diuraikan juga tidak mengapa. Seorang membaca semua mendengar, ini boleh; bergiliran membaca, juga boleh, Anda membaca pasal yang Anda baca hari ini sekali, saya membaca yang saya baca satu pasal, juga boleh. Membaca secara demikian bisa membuat Anda mendapatkan barang-barang yang ada di dalam Roh Kudus. Bagaimanapun Alkitab harus sering dibaca, banyak dibaca, dibaca hafal, dibaca teliti, dibaca secara terencana, demikian baru bisa dengan kaya limpah menyimpan perkataan Allah di dalam hati.

Catatan:

Minggu ke 6 – Minggu Doa baca: Lukas 24:45

"Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti kitab suci."

BAGIAN-BAGIAN ALKITAB

Seluruh Alkitab terbagi menjadi dua bagian; yang di depan disebut Perjanjian Lama, yang di belakang disebut Perjanjian Baru.

Perjanjian Lama mengacu kepada seluruh kitab-kitab dalam bagian yang pertama, semuanya berjumlah 39 kitab, terdiri atas:

1. Kitab Taurat, meliputi kitab Kejadian sampai kitab Ulangan, semuanya lima kitab; disebut kitab Taurat karena di dalamnya terdapat perintah, peraturan, titah hukum Taurat.

2. Kitab Sejarah, meliputi kitab Yosua sampai Ester, semuanya berjumlah 12 kitab, mencatat tentang bani Israel sejak masuk tanah Kanaan sampai dibuang dalam tawanan dan kembali, semua ini disebut kitab sejarah.

3. Kitab Kidung, meliputi Ayub sampai Kidung Agung, semuanya ada lima kitab, merupakan berbagai macam pengalaman rohani umat Allah, yang diutarakan dalam bentuk syair.

4. Kitab Para Nabi, meliputi kitab Yesaya sampai Maleakhi, semuanya ada 17 kitab, yang ditulis oleh para nabi, isinya terutama mengenai nubuat tentang orang Israel, orang kafir, dan Kristus.

Perjanjian Baru mengacu kepada seluruh kitab dalam bagian yang kedua, semuanya berjumlah 27 kitab; terdiri dari:

1. Kitab Sejarah, meliputi Matius sampai Kisah Para Rasul, seluruhnya ada 5 kitab; empat kitab yang di depan mencatat tentang sejarah Tuhan Yesus, kitab kelima mencatat aktivitas para murid setelah kenaikan Tuhan.

2. Surat-surat kiriman, meliputi surat Roma sampai Yudas, semuanya ada 21 kitab, adalah surat yang ditulis para rasul kepada gereja atau kaum saleh secara individu, khususnya menyinggung tentang gereja, serta keadaan hayat rohani dan penghidupan yang seharusnya ada pada gereja dan kaum saleh.

3. Kitab Nubuat, hanya satu kitab yaitu Wahyu, merupakan kitab yang terakhir dalam Perjanjian Baru, juga merupakan kitab yang terakhir dalam seluruh Alkitab. Isinya merupakan nubuat terhadap gereja, orang Israel, dunia, kedatangan Kristus kembali, akhir dari Iblis, penghakiman terakhir, dan tentang dunia yang akan datang dan dunia kekekalan.

BAGAIMANA MEMBACA ALKITAB

Alkitab adalah firman Allah, sifat hakikinya adalah milik Allah, rohani, kita harus menggunakan seluruh bagian diri kita untuk membacanya.

Terlebih dulu membaca dengan pemahaman pikiran (Luk.24:45), mengerti maksud kata-kata yang tercantum, kemudian membaca dengan hikmat (Kol.3:16; Ef.1:17), memahami perkara-perkara Allah yang diwahyukan dalam Alkitab. Efesus 1:17 menampakkan kepada kita, bahwa hikmat berkaitan dengan roh kita. Hikmat ini tidak dimiliki oleh alamiah kita, melainkan didapatkan karena berdoa memohon. Hikmat yang ada di dalam kita ini, lebih dalam dan jauh lebih tinggi daripada pemahaman pikiran kita. Dengan pemahaman pikiran kita, kita mengerti arti kata-kata dalam Alkitab, masih perlu dengan hikmat yang ada di dalam roh kita untuk memahami kebenaran yang terkandung di dalamnya. Terakhir harus menerimanya dengan roh. Efesus 6:17-18 memberitahu kita, bahwa kita perlu menerima firman Allah dalam segala doa dan permohonan. Ini mewahyukan kepada kita, membaca Alkitab untuk menerima perkataan Allah juga memerlukan kita menggunakan roh. Jadi, kita mengerti arti kata-kata dalam Alkitab melalui pemahaman pikiran, juga melalui hikmat memahami kebenaran di dalam Alkitab, kemudian harus menggunakan roh kita, membawa yang kita mengerti dan pahami itu sebagai doa, sehingga memahami kebenaran, bisa tergarap ke dalam roh kita, menjadi suplai hayat kita, atau menjadi dasar pengalaman rohani kita.