← Daftar isi Kepemimpinan dalam Perjanjian Baru Belajar Berkoordinasi Pelatihan Video Praktek Perbauran · bab 4/8

DOA-BACA FIRMAN TUHAN

Minggu ke 4 — Senin Doa Baca: I Petrus 2:2

"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan."

FIRMAN ALLAH ADALAH MAKANAN ROHANI KITA

Bagi seorang anak yang baru lahir, keperluannya yang paling mendesak dan penting adalah menyesap air susu, mendapatkan makanan yang bergizi. Tanpa rawatan gizi yang baik, seorang bayi bukan hanya tidak bisa bertumbuh dengan normal, malah akan menjadi lemah, dan bahkan mati. Sejak kita beroleh selamat, dilahirkan kembali, keperluan kita yang mendesak adalah belajar bagaimana menyesap Tuhan sebagai air susu yang bergizi bagi kita. Tanpa gizi rohani sedemikian, kita tidak bisa bertumbuh dengan wajar, dan tak lama kemudian bisa jatuh ke dalam kematian rohani. Dalam Yohanes pasal 4 Tuhan Yesus berkata, bahwa Dia adalah air hidup untuk kita minum. Dalam pasal 6 Injil yang sama Dia berkata, bahwa Dia adalah roti hayat untuk dimakan orang. Kemudian dalam I Korintus 12:13 dikatakan, "Kita semua diberi minum dari satu roh." Kita meminum Dia, memakan Dia, melalui ini menikmati Dia, menerima Dia menjadi gizi rohani kita. Kita sungguh memuji syukur kepada Tuhan, Tuhan Yesus telah membuat diriNya menjadi suatu perjamuan yang diberikan kepada kita untuk memenuhi segala keperluan kita, bahkan menjadi suplai kita. NamaNya adalah "Aku adalah" yang agung itu, tak peduli apa keperluan kita, Dia adalah!

Satu Petrus 2:2-3 mengatakan, ". . . yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan." Di sini dengan jelas memberitahu kita, kita harus selalu ingin akan "air susu yang murni dan yang rohani," agar melaluinya kita mendapatkan gizi dan bertumbuh. Puji Tuhan, inilah yang disebut mengecap Tuhan! Kita bukan ingin mengetahui sesuatu hal tentang Kristus, atau seluk-beluk Kristus yang tertentu, melainkan ingin mengecap Tuhan. Ketika kita minum air susu firman, kita benar-benar mengecap Tuhan. Karena itu, jalan yang sederhana mengecap Tuhan adalah melalui minum air susu firman. Jika kita damba menikmati Tuhan, damba mendapatkan suplaiNya, kita harus datang kepada firman Tuhan dan mengecap Dia. Tetapi, kebanyakan konsepsi kita terhadap Alkitab adalah menganggapNya sebagai semacam ajaran, sebagai satu buku doktrin. ltulah sebabnya, ketika datang ke hadapan firman Allah, selalu terpikirkan ingin memahami beberapa perkara. Dalam sepanjang kehidupan Kristiani kita, ada berapa banyak firman yang telah kita makan sehingga menjadi makanan rohani kita? Kita semua harus dengan jujur menjawabnya, bahwa kebanyakan di antara kita hanya sedikit makan firman Tuhan. Tetapi ketahuilah, Alkitab bukan satu pohon pengetahuan, dia adalah pohon hayat! Kita tidak seharusnya menganggap Alkitab sebagai sebuah kitab yang penuh dengan huruf-huruf, melainkan harus menganggapnya sebagai satu kitab hayat.

Satu Timotius 4 mengatakan, bahwa kita harus terawat dalam ajaran sehat yang selama ini kita ikuti (Tl.). Puji Tuhan! Konsepsi rasul Paulus adalah memandang firman Allah sebagai makanan untuk merawat anak-anak Allah. Terhadap firman Allah kita juga seharusnya memiliki pemahaman yang demikian. Kita tidak boleh hanya menganggapnya sebagai pengetahuan, melainkan harus memandangnya sebagai makanan untuk perawatan kita.

Satu Timotius 1:10 mengatakan, ada hal-hal yang "Bertentangan dengan ajaran sehat." Firman Allah bukan sekadar ajaran yang murni untuk memenuhi pikiran, terlebih lagi adalah ajaran sehat untuk hayat. Kata "sehat", dalam bahasa Yunaninya juga mengandung arti "kebersihan." Kebersihan dan kesehatan sangat erat kaitannya, kita tidak hanya perlu mendapatkan firman yang murni, juga perlu mendapatkan firman yang sehat untuk merawat dan menyuplai kita.

Minggu ke 4 – Selasa Doa Baca: Yeremia 15:16

"Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya; firmanMu itu menjadi kegirangan bagiku, dan menjadi kesukaan hatiku, sebab namaMu telah diserukan atasku, ya TUHAN, Allah semesta alam."

MAKAN FIRMAN ALLAH

Dalam Alkitab sedikitnya ada 3 contoh yang mewahyukan manusia makan firman Allah. Pertama adalah Yeremia, dia berkata, "Apabila aku bertemu dengan perkataan-perkataanMu, maka aku menikmatinya" (Yer.15:16). Makan bukan hanya berarti Anda menerima, bahkan menerimanya masuk ke dalam. Anda makan berarti menerima suatu barang masuk ke dalam diri Anda, mencernanya, agar ia menjadi bagian dari diri Anda. Contoh yang kedua tercatat dalam kitab Yehezkiel, yang mengatakan tentang nabi Yehezkiel makan firman Allah (Yeh. 3:1-3). Yang ketiga tercatat dalam Wahyu 10, yang mencatat rasul Yohanes juga makan firman Allah.

Yeremia berkata, "FirmanMu itu menjadi kegirangan bagiku." Inilah satu macam kenikmatan. Begitu makan firman, ia menjadi sukacita kegirangan di dalam hati. Firman Allah adalah semacam kenikmatan; setelah memakannya, menerimanya, ia menjadilah sukacita di dalam kita, menjadi kegembiraan di luar kita.

Daud berkata, "Betapa manisnya janjiMu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu di mulutku" (Mzm.119:103). Firman Allah benar-benar suatu kenikmatan, di dalam mulut kita lebih manis daripada madu.

Dari ayat-ayat di atas kita bisa paham, bahwa firman Allah bukan hanya untuk kita pelajari, lebih-lebih adalah untuk kita kecap, makan, nikmati, cerna. Tuhan Yesus bahkan memandang firman Allah sebagai makanan rohani: "Seperti ada tertulis, manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat 4:4). Setiap lima yang keluar dari mulut Allah adalah makanan rohani untuk merawat kita. Inilah makanan yang kita andalkan untuk hidup.

Apakah elemen atau hakiki firman Allah itu? Jawabannya dapat kita lihat dalam II Timotius 3:16: "Alkitab adalah hembusan Allah" (bahasa asli). Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "segala tulisan yang diilhamkan Allah," tetapi arti bahasa aslinya adalah "hembusan Allah". Setiap kata dalam Alkitab adalah hembusan Allah. Kita tahu, Allah itu Roh (Yoh. 4:24), Roh adalah hakiki Allah, adalah unsur Allah. Allah itu Roh (seperti meja tulis kayu ini terbuat dari kayu). Karena firman Allah adalah hembusan Allah, dan Allah itu Roh, maka semua yang dihembuskan Allah pastilah Roh. Jadi elemen atau hakiki firman Allah adalah Roh. Dia bukan hanya semacam pemikiran wahyu, ajaran, doktrin, Dia lebih-lebih adalah Roh. Roh adalah elemen dari firman Allah.

Sekarang kita tahu, mengapa Tuhan Yesus memberitahu kita, bahwa perkataan-perkataanNya adalah Roh dan hayat (Yoh. 6:63). Suatu wahyu, pemikiran, atau pengajaran, selamanya bukan hayat; tetapi dikarenakan firman Allah adalah Roh, maka firman Allah adalah hayat. Sifat buku ini adalah sifat diri Allah sendiri. Kapan saja kita datang ke hadapan buku ini, kita harus memahami, bahwa kita datang untuk berkontak dengan Allah, berhubungan dengan Allah.

Catatan:

Minggu ke 4 – Rabu Doa baca: Efesus 6:17-18a

"Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan."

BAGAIMANA MENDOABACAKAN FIRMAN ALLAH

Sekarang marilah kita melihat, apakah jalan yang tepat untuk menerima firman Allah saat kita datang ke hadapanNya. Kita harus membaca Efesus 6:17-18, "Terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa permohonan." Menurut ayat ini, dengan cara apakah kita bisa menerima firman Allah? Dengan segala doa dan permohonan. Inilah yang kita sebut doa baca Firman Allah perlu kita dapatkan dan kita terima melalui doa dan permohonan.

Dalam hal membaca Alkitab, ada satu jalan yang sederhana, rohani, dan sangat mendatangkan faedah, yaitu melalui doabaca, membawa ayat-ayat yang kita baca sebagai doa untuk didoabacakan; bukan hanya sambil membaca sambil berdoa, juga bukan hanya membaca lalu berdoa, berdoa lalu membaca, melainkan langsung memakai ayat-ayat yang kita baca sebagai perkataan doa dalam doa kita. Adakalanya juga boleh memakai ayat-ayat Alkitab sebagai doa yang diterapkan di atas diri kita. Doa baca yang demikian, semakin diulang-ulang, roh yang terbebaskan semakin membubung, dan faedah yang kita dapatkan pasti makin banyak, makin dalam, makin limpah.

Pada pagi hari atau malam hari, kita bisa mengambil beberapa ayat firman Allah untuk didoabacakan. Tidak perlu berpikir harus berkata apa, juga tidak perlu memikirkan apa yang Anda baca. Cukuplah menggunakan yang Anda baca itu sebagai doa. Setiap kata, setiap ayat, bisa dipakai sebagai doa yang hidup. Tidak harus menutup mata untuk berdoa baca. Ketika Anda melakukannya, Anda boleh tetap memandang/memperhatikan firman Allah. Dalam seluruh 66 kitab dalam Alkitab, kita tidak menemukan satu ayatpun yang mengatakan, bahwa kita harus menutup mata ketika berdoa; sebaliknya malah ada satu ayat yang memberitahu kita, bahwa Tuhan Yesus menengadah ke langit dan berkata, "Bapa!" (Yoh.17:1). Kita tidak ingin berdebat dalam doktrin ini, tetapi kita harus memahami, berdoa bukan masalah menutup mata. Jika bisa mengonsentrasikan pikiran, itu sangat baik!

Kita ambil contoh, misalnya: Anda mendoabacakan Galatia 2:20; Anda boleh tetap melihat firman Allah, dari batin berdoa: "Puji Tuhan, aku telah disalibkan dengan Kristus, haleluya! Disalibkan bersama Kristus! Amin! Aku telah, O, Tuhan aku telah disalibkan! Puji Tuhan! Disalibkan bersama Kristus! Haleluya! Amin! Bukan. Amin! Bukan lagi aku yang hidup, bukan lagi aku! Haleluya! Amin! Melainkan Kristus! . . ."

Atau Anda membaca sampai Yohanes 10:10, Anda membaca: "Aku datang, supaya mereka memiliki hidup." Pandangan mata Anda tetap tertuju kepada ayat tersebut, dan Anda berdoa: "Aku datang, amin! Aku datang. Haleluya! Aku datang, supaya mereka memiliki hidup, puji Tuhan! Supaya manusia memiliki hidup, haleluya! Hidup, amin! Hidup, O, Tuhan, hidup! Amin!"

Doa baca yang demikian, tidak memerlukan pengaturan susunan kata, atau memikirkan mengarang sebuah doa. Cukuplah memakai ayat yang kita baca sebagai doa. Alkitab adalah kitab ilahi. Setiap firman yang keluar dari mulut Allah, pasti tidak sama dengan perkataan yang lain, bahkan berbeda dengan perkataan-perkataan yang paling indah di dunia ini. Di dunia ini hanya ada perkataan manusia, tetapi dalam Alkitab ada perkataan Allah! Dalam seluruh Alkitab ini, banyak perkataan adalah firman Allah. Meskipun Anda mungkin tidak bisa memahami sepotongan ayat Alkitab, tetapi jika Anda mendoabacakannya, Anda tetap memperoleh rawatan darinya, karena di dalam firman Allah sungguh-sungguh ada kadar Allah; firman Allah adalah hembusan Allah sendiri. Tidak perlu menguraikan atau menjelaskan firman Allah, cukuplah memakai firman Allah sebagai doa. Jika Anda melaksanakan demikian, Anda akan menerima sesuatu yang membuat di dalam Anda mendapatkan pendirisan dan kekuatan yang besar, bahkan membuat Anda senantiasa kuat dan penuh hayat.

Minggu Ke 4 – Kamis Doa baca: Mazmur 119:103

"Betapa manisnya janjiMu itu bagi langit-langitku, lebih daripada madu bagi mulutku."

DOA BACA BERSAMA KAUM SALEH

Agar lebih banyak mendapatkan kenikmatan, lebih banyak mendapatkan perawatan, dan agar memiliki doa baca firman Allah yang lebih mantap dan tepat, kita memerlukan Tubuh - gereja. Kita boleh secara individual menikmati mendoabacakan firman Allah, tetapi jika kita mencoba berdoa baca bersama kaum saleh yang lain, kita akan terangkat ke langit tingkat ketiga! Karena makanan adalah untuk seluruh tubuh, bukan hanya untuk salah satu anggota tubuh. Karena itu, jalan yang paling baik dalam berdoa baca adalah bersama-sama dengan anggota Tubuh yang lain. Bila Anda secara individu berdoa baca, Anda bisa mendapatkan faedah, tetapi begitu Anda bersama-sama saudara saudari lainnya berdoa baca, Anda akan nampak hasil yang berbeda.

EMPAT KUNCI DOA BACA

Ketika kita mendoabacakan firman Tuhan bersama saudara saudari, kita harus ingat empat perkataan ini: cepat, pendek, benar, segar. Pertama, berdoa harus cepat, jangan ragu-ragu. Begitu berdoa cepat, maka tidak akan ada waktu menggunakan otak untuk memikirkannya. Selanjutnya doa harus pendek, karena doa yang panjang seperti membuat karangan. Kita harus melupakan menyusun satu doa yang panjang, cukuplah mengucapkan sepotongan kalimat pendek, bahkan sepatah kata. Kita juga harus memiliki kebenaran, tidak pura-pura. Dengan benar dan tulus mengutarakan. Terakhir, doa harus segar, jangan usang. Supaya doa segar, jalan yang terbaik adalah tidak menggunakan perkataan diri sendiri dalam berdoa. Harus menggunakan perkataan Alkitab. Setiap bagian dalam seluruh Alkitab, setiap baris ayatnya, bisa dipakai untuk berdoa. Inilah doa yang paling segar.

Berlaksa-laksa orang telah membuktikan, bahwa inilah cara terbaik dalam membaca Alkitab. Cara ini telah membuat mereka mengalami revolusi dalam hayat. Asal Anda mau melaksanakannya dan disertai satu hati yang tulus, Anda pasti menjamah roh yang hidup! Jika Anda telah mencobanya di aspek individual maupun aspek korporat, Anda pasti bisa bersaksi, bahwa kelimpahan Kristus benar-benar telah diberikan kepada Anda melalui mendoabacakan firman Allah. Dengan demikian Anda bisa mendapatkan berkat dan pertumbuhan dalam kehidupan rohani. Anda bisa memiliki satu perubahan yang besar. Melalui demikian menjamah firman Allah, menikmati Kristus, menerima perawatanNya, Anda berangsur-angsur bertumbuh dewasa dan matang, dipenuhi hayat, bahkan dijenuhi oleh Dia Sang air hayat!

EMPAT PRINSIP BESAR DOA BACA

1. Pendek: Kalimat pendek mudah menggugah roh; mengunyah bukan menelan.

2. Cepat: Cepat mengikuti, cepat menerima, cepat menambah, tidak berebut, tidak menunggu. Berebut akan kacau, menunggu akan lembam.

3. Benar: Kehilangan ego membebaskan roh. Dari kedalaman batiniah mengungkapkan perasaan, inilah benar.

4. Segar: Mengutarakan perasaan berdasarkan kebaruan Roh Kudus, bukan dengan sengaja mengubah corak.

Catatan:

Minggu ke 4 – Jumat Doa baca: Yohanes 6:63

"Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup."

MENGENAL HAKIKI FIRMAN ALLAH

Alkitab adalah Firman Allah, dan hakikinya adalah: pertama, firman Allah adalah hembusan Allah (II Tim. 3:16, Tl.). Alkitab adalah hembusan Allah, juga merupakan nafas yang dihembuskan oleh Allah. Alkitab adalah nafas Allah, bagi Dia adalah satu hembusan, bagi kita adalah kita harus menghirupNya; satu menghembus satu menghirup, masuk ke dalam kita, menjadi hayat kita dan suplai hayat kita. Sebab itu, ketika kita membaca Alkitab, kita harus mengenal Alkitab bukan hanya huruf hitam di atas kertas putih, lebih-lebih adalah hembusan Allah, di dalamnya penuh dengan udara rohani. Sebab itu kita tidak bisa hanya menggunakan otak untuk memahami, masih perlu menggunakan roh untuk menerima, setiap kali membaca Alkitab, berarti menjamah Allah.

Kedua, Alkitab adalah air susu rohani. Petrus berkata, bahwa kita harus seperti bayi yang baru lahir yang mendambakan air susu yang murni (I Ptr.2:2). Dalam firman Allah ada kadar susu rohani, ini juga tersirat di dalam Ibrani pasal 5, di sana dikatakan, "Kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Di satu pihak firman Allah adalah udara rohani kita, perlu kita hirup; di pihak lain firman Allah adalah air susu rohani kita, perlu kita minum. Sebab itu kita harus damba kepada air susu rohani yang murni.

Ketiga, firman Allah adalah makanan hayat kita. Inilah yang dikutip langsung oleh Tuhan Yesus dari kitab Ulangan: "Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah" (Mat.4:4). Jadi setiap kali kita membaca Alkitab, kita harus menghirup udara rohani, yaitu Roh Allah, juga perlu minum air susu rohani, terlebih-lebih perlu makan makanan hayat, yaitu diri Tuhan sendiri.

Keempat, perkataan Tuhan adalah roh, adalah hayat. Tuhan Yesus berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roti dan hidup (hayat)" (Yoh. 6:63).

Kelima, Allah adalah Firman, Firman juga adalah Allah, kesimpulan akhir dari Firman ini adalah Kristus sendiri, karena Kristus adalah Firman Allah. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu adalah Allah (Yoh. 1:1), Firman ini telah menjadi manusia, dan namaNya adalah Yesus Kristus. Sampai pada akhirnya, firman Alkitab adalah Allah sendiri, juga adalah jelmaan Allah sendiri. Tetapi bukan berarti ini menganggap huruf hitam di atas putih sebagai Allah yang hidup, maksud kita adalah di dalam huruf hitam di atas kertas putih itu terkandung diri Allah sendiri. Hari ini Allah ini adalah Kristus, Dia adalah makanan hayat kita; Kristus ini juga adalah Roh, Roh ini menjadi susu roh kita, juga menjadi udara roh kita.

Jadi, ketika kita membaca Alkitab, belajar memahami Alkitab, harus memakai sikap yang demikian, tahu bahwa Alkitab tidak sama dengan buku pelajaran di sekolah, yang hanya merupakan huruf hitam di alas kertas putih, yang hanya merupakan pengetahuan. Hakiki firman Allah adalah hembusan Allah, udara Roh Allah, dia juga air susu rohani, dia adalah makanan hayat, dia adalah Roh, yaitu hayat, bahkan adalah diri Allah sendiri. Sebab itulah kita harus jelas terhadap firman Allah, bahkan harus masuk ke dalam hakiki firman Allah.

Perbuatan Allah sungguh ajaib, Dia memberi kita Alkitab, juga memberi kita Roh Kudus; di dalam Alkitab terkandung Roh Kudus; Roh Kudus membawa Alkitab, satu di dalam, satu di luar, dalam dan luar, keduanya adalah satu kesatuan.

Ketika kita membaca Alkitab, segera kita menyentuh roh; ketika kita menyentuh roh, kita masih memiliki Alkitab yang menjadi pegangan kita yang riil. Kita tidak hanya menghirup udara rohani, minum air rohani, makan makanan rohani, memiliki roh, memiliki hayat, kita masih memiliki firman yang jelas, yang menopang, yang memuaskan pikiran kita. Di sini kita melihat perbuatan Allah yang ajaib, tidak hanya ada Roh Kudus, juga ada Alkitab, keduanya tidak bisa dipisahkan. Kalau kita setiap hari membaca firman Tuhan, firman Tuhan akan masuk ke dalam diri kita, demikianlah kita mengerti, mengenal.

Minggu ke 4 – Sabtu Doa baca: Yohanes 6:57

"Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku."

MENDOABACAKAN FIRMAN ALLAH DENGAN ROH

Ketika membaca firman Tuhan, langkah pertama adalah dengan mata melihat huruf hitam di atas putih, lalu memahaminya dengan otak; langkah kedua ialah mendoabacakan, yaitu membuat apa yang dilihat dan dipahami oleh otak menjadi doa. Begitu kita berdoa segeralah menggunakan roh. Mungkin ketika Anda memulai berdoa, Anda hanya menggunakan pikiran, tetapi setelah tiga atau lima kata, roh Anda segera bangun. Ini sudah pasti. Sebab itu jangan lupa hakiki firman Allah adalah hembusan Allah. Ketika membacanya kita harus menghirupnya. Bagi Allah, Dia menghembuskan; bagi kita, kita menghirup. Dari Dia keluar, kepada kita masuk; yang keluar dan yang masuk adalah udara roh. Firman Allah adalah roh dan hayat. Otak tidak bisa menjamah roh, hanya roh kita yang bisa menjamah roh. Jika tidak menjamah roh, tidak akan ada hayat. Hanya menjamah roh, baru ada hayat. Alhasil, hayat ini adalah Kristus yang juga adalah Allah sendiri. Pada mulanya, tidak perlu terlalu banyak menganalisis, sementara boleh tidak mengerti, cukuplah mendoabacakan menurut kata-katanya; begitu mendoabacakan, roh kita segera bersentuhan dengan roh Alkitab, demikianlah mendapatkan hayat.

Ibrani pasal 5 memberitahu kita, bahwa firman Allah ada dua macam: pertama, adalah susu, yang diberikan kepada anak-anak; dan lainnya adalah makanan keras, yang diberikan kepada orang dewasa. Di pihak lain, firman Allah juga adalah, hembusan Allah, ketika kita menghirup firman Allah, menghembus dan menghirup, kita mendapatkan Dia. Jadi kita nampak, di dalam doa baca ada makan, minum, menghirup; ketika kita menerima firman Allah melalui mendoabacakannya, hasilnya adalah makan, minum, dan menghirup roh dan hayat yang ada dalam firman Allah.

MENDOABACAKAN FIRMAN ALLAH DAN MENDAPATKAN PERAWATAN

Jika kita mau menikmati kelimpahan Kristus dan suplai yang serba lengkap dari Roh itu, kita harus mendoabacakan firman Allah. Sekalipun kita hanya menggunakan waktu sepuluh menit untuk mendoabacakan satu ayat; kita bisa mendapatkan pendirisan dan perawatan,dan bahkan bisa mengalami berbagai aspek kadar kelimpahan Kristus. Di satu pihak, makanan yang kita makan setiap hari merawat kita; di pihak lain, di dalam makanan itu terkandung kadar yang membunuh kuman penyakit. Demikian juga, mendoabacakan firman Tuhan, di satu aspek bisa mendapatkan perawatan, di aspek lain bisa membunuh hal-hal yang negatif yang ada dalam kita. Ketika-kita berdoa baca, tanpa disadari, secara otomatis, kita menikmati kadar yang mendasar dari kelimpahan Kristus; sifat ilahi, insani, penempuhan hidup manusia, menerima kematian, kebangkitan, kenaikan, mendapatkan kemuliaan. Di satu aspek, kadar kematian Kristus yang almuhit bisa membunuh perkara-perkara yang negatif di dalam kita, di aspek lain, kebangkitanNya bisa menguatkan kita, membangun kita. Ini bukan dihasilkan dari pengajaran yang di luar, melainkan berasal dari perawatan yang di dalam.

Karena itu, setiap hari kita harus mendekati sumber yang tepat -- firman yang menjadi pernyataan riil dari kelimpahan Kristus. Ketika kita mendoabacakan firman Tuhan, maka semua kelimpahan itu menjadilah Roh yang almuhit dan suplai yang serba lengkap bagi roh kita. Setiap hari kita perlu mendoabacakan firman Tuhan, perlu makan, perlu menghirup kelimpahan Kristus melalui doa baca. Dengan demikian, kita menerima kelimpahan yang riil di dalam firman.

Catatan:

Minggu Ke 5 – Minggu Doa baca: II Korintus 3:6b

"Sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan."

BERDOABACA DALAM SIDANG,

BERLATIH BERBICARA DENGAN BENAR

Doa baca kita sekarang ini bisa mendatangkan faedah bagi orang, tetapi latihan kita masih belum cukup; sebab itu adakalanya tidak ada suara, adakalanya suaranya datang bertubi-tubi, suara kita semua bertumpukan seperti geledek, demikian akan kacau. Adakalanya bersuara lantang, itu benar, tetapi adakalanya suara lantang itu tidak begitu jelas, sehingga membuat orang yang mendengar tidak tahan. Suara tinggi boleh saja, tetapi perlu jelas. Terhadap hal ini kita harus berlatih, terus berlatih agar cepat pelannya suara, tinggi rendahnya suara, berat ringannya suara semuanya sesuai, dengan demikian keadaan yang abnormal akan tersingkirkan.

Jadi dalam hal yang berhubungan, kita harus memperhatikannya, baik itu mendoabacakan, atau menyanyi, kita semua harus membuka telinga untuk mendengar orang lain, juga memakai mata untuk melihat orang lain. Begitu melihat orang lain membuka mulut, kita harus menutup mulut. Begitu mendengar orang lain bersuara, kita harus segera tak bersuara. Jika orang lain tidak, barulah kita mengeluarkan suara. Bagaimanapun harus lincah, hidup, mata dan telinga harus peka. Memang pada permulaannya hal ini tidak mudah, tetapi setelah berlatih dan berlatih akan menjadi baik. Bukan hanya dalam suara saling berhubungan, dalam waktu juga saling berhubungan, bahkan dalam makna juga saling berhubungan. Adakalanya ada saudara yang sangat bebas, dia tidak mempedulikan langit, juga tidak mempedulikan bumi, seolah-olah di langit dan bumi tidak ada orang lain, hanya ada dia seorang. Dia tidak mempedulikan bagaimana doa yang di depannya, dan bagaimana orang yang di belakangnya nanti menyambung, dia hanya memperhatikan dirinya berteriak lantang. Akibatnya, ketika dalam sidang Anda berseru satu kalimat ke selatan, dia berseru satu kalimat ke utara, masing-masing memiliki doanya sendiri-sendiri, tidak boleh demikian. Kita harus memperhatikan orang lain, dengan orang lain bisa berhubungan.

Lagi pula, baik itu doa baca maupun doa nyanyi, semuanya harus ditujukan kepada Tuhan. Tidak bisa seperti menyerukan satu slogan yang kacau balau, harus ada doa, permohonan, ucapanucapan syukur, tidak hanya berteriak dan berseru, juga tidak hanya berkhotbah untuk orang lain.

Karena itu doa baca kita juga harus dilatih supaya lembut sedikit. Semua hal yang beribadah kepada Allah seharusnya lembut, bukan yang bertengkar. Tidak salah, untuk membebaskan roh kita, saya pernah berkata, bahwa jaman ini adalah jaman yang gelap, banyak perkara yang menekan kita, sehingga roh kita tidak bisa terbebaskan, kadang kala perlu berteriak keras, mendobrak, agar roh keluar. Tetapi kalau terus menerus demikian berteriak, itu tidak benar, masih perlu sedikit lembut.

Ada saudara yang senang berteriak keras, ada saudara yang tidak setuju berteriak keras. Terhadap orang yang tidak setuju berteriak keras saya berkata, tidak benar; kepada orang yang selalu harus berseru keras, saya juga berkata, tidak benar. Hari ini adalah jaman Roh Kudus, segala sesuatu harus di dalam roh. Tetapi kadang kala juga harus memperhatikan orang lain, meskipun aku di sini boleh berteriak-teriak keras, tetapi aku tahu ada orang yang tidak bisa menerima itu, bagi mereka aku harus merendahkan sedikit suaraku, dan rohku tetap bisa keluar. Saya itienganjuri saudara saudari jangan terlalu berpendapat bahwa harus berteriak-teriak keras, juga menganjuri saudara saudari jangan menentang mereka yang berteriak keras; semua itu harus kita bawa ke hadapan Tuhan. Asal roh kita terbuka kepada Tuhan, Tuhan bisa memimpin kita.

Ketika Anda berdoa, Anda harus mempersiapkan dengan baik roh Anda, juga pikiran, menerima perasaan roh untuk mengutarakannya. Jika melatih ini hingga mahir, maka tidak hanya roh Anda hidup, bahkan dalam pikiran Andapun tembus. Jika demikian akan sangat mudah memiliki perasaan roh. Tadinya aku tidak memiliki perasaan roh, tetapi begitu Anda ada satu pernyataan, perasaan rohkupun timbul. Pernyataan Anda telah membangkitkan rohku, begitu perasaanku ternyata, itu juga membangkitkan perasaan roh orang lain. Demikian satu menyusul satu, pasti sangat limpah.

Catatan: